Docstoc

Seri Pembelajaran_a - Download as PowerPoint

Document Sample
Seri Pembelajaran_a - Download as PowerPoint Powered By Docstoc
					Bahan Kajian
Penyusunan KTSP Pengembangan Silabus Pengembangan RPP Pengembangan Indikator Pengembangan Materi Pengembangan Bahan Ajar

merupakan salah satu bentuk realisasi kebijakan desentralisasi di bidang pendidikan agar kurikulum benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan potensi peserta didik di sekolah dengan mempertimbangkan kepentingan lokal, nasional dan tuntutan global dengan semangat MBS.

• KTSP disusun bersama-sama oleh guru, komite sekolah/pengurus yayasan, konselor (BK), dan nara sumber, dan disupervisi oleh Dinas Pendidikan. • KTSP ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Komite sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan

 MBS

sebagai bentuk otonomi sekolah memotivasi guru untuk mengubah paradigma sebagai “curriculum user" menjadi "curriculum developer".  Guru mampu keluar dari kultur kerja konvensional menjadi kultur kerja yang kontemporer yang dinamis.  Guru mampu memainkan peran sebagai "agent of change"

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. 2. Beragam dan terpadu 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan 5. Menyeluruh dan berkesinambungan 6. Belajar sepanjang hayat 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Acuan Operasional
1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia 2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik 3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan 4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional 5. Tuntutan dunia kerja

6.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni 7. Agama 8. Dinamika perkembangan global 9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan 10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat 11. Kesetaraan jender 12. Karakteristik satuan pendidikan

STRUKTUR DAN MUATAN KTSP
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Mata Pelajaran Muatan Lokal Kegiatan Pengembangan Diri Pengaturan Beban Belajar Ketuntasan Belajar Kenaikan Kelas dan Kelulusan Penjurusan Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan Berbasis K.Lokal dan Global
Penyusunan KTSP-SMA 10

• Sebagian Kepala Sekolah, Guru, Pengawas, belum memahami secara utuh esensi dari KTSP (waktu sosialisasi, pembuatan dan pelaksanaannya nyaris bersamaan dengan model sosialisasi ” berantai” ??). • Kompetensi dan kultur kerja guru saat ini menjadi penghambat pembuatan KTSP yang sesuai dengan tuntutan.

•

•

Teknis pembuatan KTSP dengan melibatkan komite sekolah dan nara sumber menjadi sumber permasalahan tersendiri, khususnya pada ketersediaan narasumber itu sendiri, kecukupan waktu dan dana. Keterbatasan referensi di sekolah menjadikan isi KTSP, khususnya Silabus dan RPP dapat menyimpang dari prinsipprinsip penyusunan KTSP.

• Supervisi pembuatan dan konten KTSP oleh pihak Dinas Pendidikan cenderung pada kelengkapan dan prosedur administrasi sedangkan subtansi keilmuan (Mapel) dan kebenaran isi silabus kurang mendapat perhatian (kebenaran, keluasan, kesesuaian dan kompleksitas isi belum tervalidasi ??).

• Kesulitan guru dalam mengembangkan silabus terutama pada komponen ”kegiatan pembelajaran”, ”indikator pencapaian” dan ”penilaian” • Pengembangan bentuk penilaian dan instrumen penilaian yang mengukur kompetensi belum tersedia

• Belum tersedianya ”layanan professional”, sehingga bila sekolah menghadapi kesulitan tidak ada tempat konsultasi (kalaupun ada sama-sama belum punya pengalaman praktis dan pemahaman yang cukup tentang KTSP). • Penetapan KKM masih sangat beragam dan cenderung menyesuaikan dengan keadaan sekolah dan guru, belum berorientasi pada kebutuhan dan potensi peserta didik.

• KTSP yang telah dikembangkan oleh sekolah perlu divalidasi oleh berbagai pakar • Lakukan monitoring secara berkala tentang Implementasi KTSP dalam kegiatan pembelajaran di kelas • Melakukan supervisi dan evaluasi keterlaksanaan KTSP secara komprehensif untuk memperoleh gambaran pelaksanaan KTSP di sekolah

• Memberikan ”layanan profesional” kepada sekolah dalam rangka pengembangan KTSP. • Memberikan pembekalan pengetahuan dan pemahaman yang cukup kepada guru dan Pengawas tentang pengembangan KTSP secara lengkap sesuai dengan prinsip dan acuan opersionalnya

Perangkat Pembelajaran

Silabus  Pengembangan RPP  Pengembangan Indikator  Pengembangan Materi Pembelajaran

 Pengembangan

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

PENGEMBANGAN SILABUS

Sosialisasi KTSP

SILABUS menjawab pertanyaan

1. Apa kompetensi yang harus dikuasai peserta didik? 2. Bagaimana cara mencapainya?
3. Bagaimana cara mengetahui pencapaiannya?
Sosialisasi KTSP

Prinsip Pengembangan
• • • • • • • • Ilmiah Relevan Sistematis Konsisten Memadai Aktual dan Kontekstual Fleksibel Menyeluruh

Sosialisasi KTSP

PENGEMBANG SILABUS
1. Guru mata pelajaran atau 2. Kelompok guru mata pelajaran, atau

3. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
Dibawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan Kab/Kota/Provinsi

Sosialisasi KTSP

KOMPONEN SILABUS
1. Standar Kompetensi 2. Kompetensi Dasar 3. Materi Pembelajaran 4. Kegiatan Pembelajaran 5. Indikator

6. Penilaian
7. Alokasi Waktu 8. Sumber Belajar Catatan: Indikator dikembangkan berdasarkan KD
Sosialisasi KTSP

MEKANISME PENGEMBANGAN SILABUS
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran

Analisis SI/SKL/ SK-KD

Indikator

Penilaian

Alokasi Waktu
Sumber Belajar

Sosialisasi KTSP

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS
1. Mengkaji dan Menentukan Standar Kompetensi 2. Mengkaji dan Menentukan Kompetensi Dasar 3. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran 4. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

5. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
6. Menentukan Jenis Penilaian 7. Menentukan Alokasi Waktu 8. Menentukan Sumber Belajar

Sosialisasi KTSP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

PENGEMBANGAN

Sosialisasi KTSP tahun 2008

Pengemabangan RPP

LANDASAN RPP
Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007

RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD
Sosialisasi KTSP

Pengemabangan RPP

ALUR RPP

SK dan KD

SILABUS
RPP
Sosialisasi KTSP

Pengemabangan RPP

KOMPONEN RPP (minimal)
 Tujuan Pembelajaran  Materi Pembelajaran  Metode Pembelajaran

 Sumber Belajar
 Penilaian Hasil Belajar

Sosialisasi KTSP

Pengemabangan RPP

Format RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Mata Pelajaran Kelas/Semester Pertemuan KeAlokasi Waktu Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator :… :… :… :… :… :… :…

I. Tujuan Pembelajaran II. Materi Ajar

:… :…

III. Metode Pembelajaran: … IV. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan pertama, A. Kegiatan Awal: … B. Kegiatan Inti: … C. Kegiatan Akhir: … Pertemuan kedua, dst.

V. Alat/Bahan/Sumber Belajar: … VI. Penilaian: …
Sosialisasi KTSP

Pengemabangan RPP

PENGERTIAN INDIKATOR
 Indikator merupakan penanda pencapaian

kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah  Digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian

Merumuskan Indikator
 Setiap kompetensi dasar dikembangkan sekurangkurangnya menjadi tiga indikator

 Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam SK-KD.
 Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.

 Indikator yang dikembangan harus menggambarkan hiraki kompetensi.

Standar Kompetensi

Mendefinisikan; Menerapkan; Menyusun; Mengidentifikasikan; Menyelesaikan; Mengonstruksikan; Mengenal.
Kompetensi Dasar Menunjukkan; Membaca; Menghitung; Melafalkan; Menggambarkan; Mengucapkan; Membedakan; Mensintesis; Mengidentifikasikan; Menafsirkan; Mendemonstrasikan; Menceritakan; Menggunakan; Menerapkan; Mengevaluasi; Menyusun; Menyimpulkan; Merumuskan; Menganalisis;

C1
Mengutip; Menyebutkan; Menjelaskan; Menggambar; Mengidentifikasi; Membilang; Mendaftar; Menunjukkan; Memberi label; Memasangkan; Menamai; Menandai; Membaca; Menyadari; Menghafal; Mereproduksi; Mengulang; Mencatat; Meninjau; Memilih; Menyatakan; Mempelajari; Mentabulasi; Memberi kode; Menelusuri; Menulis; Memberi indeks.

C2
Memperkirakan; Menjelaskan; Mengkategorikan; Mencirikan; Merinci; Mengasosiasikan; Membandingkan; Menghitung; Mengubah; menjalin; Mengonstruksikan; Menguraikan; Membedakan; Menggali; Merangkum; Mencontohkan; menerangkan; Mengemukakan; Menyimpulkan; Meramalkan; Merangkum; Menjabarkan; Memperluas; Mempertahankan.

Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif

C3
Menugaskan; Mengurutkan; Menentukan; Menerapkan; Menyesuaikan; Mengkalkulasi; Memodifikasi; Menghitung; Membangun; Mengurutkan; Mengklasifikasi; Membiasakan; Mencegah; Menentukan; Menggunakan; Menggambarkan; Menilai; Melatih; Mengemukakan; Mengoperasikan; Menggali; Mengadaptasi; Menyelidiki; Mempersoalkan; Melaksanakan; Mengonsepkan; Meramaikan; Memproduksi; Memproses; Mengaitkan; Mensimulasikan; Memecahkan; Mentabulasi; Menyusun; Memproses.

C4
Menganalisis; Mengaudit; Memecahkan; Menegaskan; Mendiagnosis; Mendeteksi; Menyeleksi; Memerinci; Menominasikan; Mendiagramkan; Mengorelasikan; Menguji; Mencerahkan; Menjelajah; Membagankan; Menyimpulkan; Menemukan; Memaksimalkan; Menelaah; Mengaitkan; Memerintahkan; Mengukur; Memilih; Melatih; Mentransfer; mengedit.

C5

Kata Kerja Operasional Ranah Kognitif

Mengabstraksi; Mangatur; Menganimasi; Mengumpulkan; Menciptakan; Mengategorikan; Mengode; Mengarang; Membangun; Menanggulangi; Mengombinasikan; Menghubungkan; Mengkreasikan; Merencanakan; Menciptakan; Mengoreksi; Merancang; Meningkatkan; Memfasilitasi; Mendikte; Memperjelas; Membentuk; Merumuskan; Menggeneralisasi; Menggabungkan; Memadukan; Membatas; Mereparasi; Merekonstruksi; Menyiapkan; Merangkum; Memproduksi.

C6
Membandingkan; Menyimpulkan; Menilai; Mengarahkan; Mengritik; Memvalidasi; Menimbang; Memutuskan; Memisahkan; Memprediksi; Memperjelas; Menugaskan; Menafsirkan; Mempertahankan; Mengukur; Memerinci; Merangkum; Membuktikan; Mendukung; Memproyeksikan; Memilih; Mengetes.

KONDISI RIIL DI LAPANGAN
• Pengembangan KD menjadi indikator tidak memperhatikan prinsip pengembangan indikator yang benar (lihat contoh); • Banyak pengembangan indikator yang tidak menggambarkan pencapaian KD; • Tuntutan tingkat kesulitan pada KD tidak menjadi perhatian dalam penjabaran indikator shg terjadi pemborosan penetapan alokasi waktu pertemuan atau sebaliknya;

• Pemilihan kata kerja operasional (KKO) Indikator tidak dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan atau dari konkrit ke abstrak; • Pemilahan kata kerja operasional lebih berorientasi pada materi pokok bukan ke tingkatan berpikir yang ada pada kata kerja operasional KD; • Tidak terjadi analisis tingkat kesulitan kata kerja operasional KD;

Sosialisasi KTSP 2008

Pemgembangan materi pembelajaran

PENGERTIAN MATERI PEMBELAJARAN
 Materi pembelajaran (instructional materials) adalah bahan yang diperlukan untuk pembentukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa dalam rangka memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Materi Pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dari keseluruhan kurikulum, yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai sasaran

Materi yang dipilih untuk kegiatan pembelajaran hendaknya materi yang benar-benar menunjang tercapainya standar kompetensi dan kompetensi dasar .

JENIS-JENIS MATERI PEMBELAJARAN
Materi fakta : segala hal yang bewujud kenyataan dan
kebenaran, meliputi nama-nama obyek, peristiwa sejarah, lambang, nama tempat, nama orang, nama bagian atau komponen suatu benda, dan sebagainya Contoh : Mata Pelajaran Sejarah : Peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.

Materi konsep : segala yang berwujud pengertianpengertian baru yang bisa timbul sebagai hasil pemikiran, meliputi definisi, pengertian, ciri khusus, hakekat, inti /isi dan sebagainya. Contoh : Mata Pelajaran Biologi : Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah, Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara in-situ dan ex-situ., dsb. ????

JENIS-JENIS MATERI PEMBELAJARAN
Materi prinsip : berupa hal-hal utama, pokok, dan memiliki posisi
terpenting , meliputi dalil, rumus, adagium, postulat, paradigma, teorema, serta hubungan antar konsep yang menggambarkan implikasi sebab akibat.
Contoh : Mata Pelajaran Fisika : Hukum Newton tentang gerak , Hukum 1 Newton , Hukum 2 Newton , Hukum 3 Newton , Gesekan statis dan Gesekan kinetis, dsb.

Materi Prosedur meliputi langkah-langkah secara sistematis
atau berurutan dalam mengerjakan suatu aktivitas dan kronologi suatu sistem.
Contoh : Mata Pelajaran TIK : Langkah-langkah Akses Internet, trik dan strategi penggunaan Web Browser dan Search Engine, dsb

JENIS-JENIS MATERI PEMBELAJARAN

Materi Sikap atau nilai merupakan hasil
belajar aspek afektif, misalnya nilai kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar dan bekerja, dsb.
Contoh : Mata Pelajaran Geografi : Pemanfaatan sumberdaya alam berdasarkan prinsip ekoefisiensi, Pemanfaatan sumberdaya alam dan pembangunan berkelanjutan, dsb. Mata Pelajaran Sosiologi : Interaksi sosial dan dinamika sosial, Sosialisasi dan pembentukan kepribadian , dsb. ?????

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN
Prinsip relevansi : Materi pembelajaran hendaknya relevan dengan
pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Jika kemampaun yang diharapkan dikuasai siswa berupa menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan harus berupa fakta, bukan konsep atau prinsip ataupun jenis materi yang lain.

Prinsip konsistensi

: Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa ada empat macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus meliputi empat macam.

Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya cukup
memadai dalam membantu siswa menguasai kompetensi dasar yang diajarkan. Materi tidak boleh terlalu sedikit, dan tidak boleh terlalu banyak.

Dua pendekatan untuk menentukan urutan materi pembelajaran
Pendekatan prosedural Urutan materi pembelajaran secara prosedural menggambarkan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan suatu tugas. Misalnya langkah-langkah menelpon, langkah-langkah mengoperasikan peralatan kamera video, cara menginstalasi program computer dan sebagainya.
Pendekatan hierarkis Urutan materi pembelajaran secara hierarkis menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Materi sebelumnya harus dipelajari dahulu sebagai prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.

B. URUTAN PENYAMPAIAN
 Penyampaian simultan : materi secara keseluruhan disajikan secara serentak, kemudian diperdalam satu demi satu  Penyampaian suksesif : materi satu demi satu disajikan secara mendalam baru kemudian secara berurutan menyajikan materi berikutnya secara mendalam pula.

PENGEMBANGAN

BAHAN AJAR SMA

Sosialisasi KTSP 2008

Pengertian Bahan Ajar
1. Bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru/instruktur untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran.

Sosialisasi KTSP 2008

Tujuan Penyusunan Bahan Ajar
Bahan ajar disusun dengan tujuan:
•Menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa, yakni bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik dan setting atau lingkungan sosial siswa. •Membantu siswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar di samping buku-buku teks yang terkadang sulit diperoleh. •Memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran.
Sosialisasi KTSP 2008

Manfaat bagi guru
1. Diperoleh bahan ajar yang sesuai tuntutan kurikulum dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, 2. Tidak lagi tergantung kepada buku teks yang terkadang sulit untuk diperoleh, 3. Memperkaya karena dikembangkan dengan menggunakan berbagai referensi, 4. Menambah khasanah pengetahuan dan pengalaman guru dalam menulis bahan ajar, 5. Membangun komunikasi pembelajaran yang efektif antara guru dengan siswa karena siswa akan merasa lebih percaya kepada gurunya. 6. Menambah angka kredit ataupun dikumpulkan menjadi buku dan diterbitkan.
Sosialisasi KTSP 2008

Manfaat bagi Siswa
1. Kegiatan pembelajaran menjadi lebih menarik. 2. Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap kehadiran guru. 3. Mendapatkan kemudahan dalam mempelajari setiap kompetensi yang harus dikuasainya

Sosialisasi KTSP 2008

Jenis Bahan Ajar
1. Bahan cetak (printed) seperti antara lain handout, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart, foto/gambar, model/maket. 2. Bahan ajar dengar (audio) seperti kaset, radio, piringan hitam, dan compact disk audio. 3. Bahan ajar pandang dengar (audio visual) seperti video compact disk, film. 4. Bahan ajar multimedia interaktif (interactive teaching material) seperti CAI (Computer Assisted Instruction), compact disk (CD) multimedia pembelajarn interaktif, dan bahan ajar berbasis web (web based learning materials).
Sosialisasi KTSP 2008

PENYUSUNAN BAHAN AJAR
A. Analisis Kebutuhan Bahan Ajar 1. Analisis SK-KD 2. Analisis Sumber Belajar 3. Pemilihan dan Penentuan Bahan Ajar

Sosialisasi KTSP 2008

ALUR ANALISIS PENYUSUNAN BAHAN AJAR
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Indikator

BAHAN AJAR
Sosialisasi KTSP 2008

Kegiatan pembelajar

Materi Pembelajaran

B. Penyusunan Peta Bahan Ajar
Materi pemb/Judul bahan Ajar

1. Obyek Biologi
SK
Siswa mampu memahami hakikat biologi sebagai ilmu, menemukan obyek dan ragam persoalannya dari......

KD

2. Persoalan Biologi
Mempelajari ruang lingkup biologi, manfaat dan bahayanya

3. Tingkat organisasi kehidupan 4. Permasalahan biologi 5. Manfaat biologi bagi manusia dan lingkungan

Sosialisasi KTSP 2008

C. Struktur Bahan Ajar Cetak
No. 1. Judul Komponen Ht √ Bu √ Ml √ LKS √ Bro √ Lf √ Wch √ F/G Mo/ b M √ √

2.
3. 4. 5. 6. 7.

Petunjuk belajar
KD/MP Informasi pendukung Latihan Tugas/langkah kerja Penilaian
Sosialisasi KTSP 2008

√ √ √ √

√
√ √ √ √ √

√
√ √ √ √

√ √ √

√ √ √

** ** **

** ** ** **

** ** ** **

D. Penyusunan Bahan Ajar Cetak
1. 2. 3. 4. 5. 6. Susunan tampilan, Bahasa yang mudah, Menguji pemahaman, Stimulan, Kemudahan dibaca, Materi instruksional,

Sosialisasi KTSP 2008

E. Evaluasi dan Revisi
Komponen kelayakan isi mencakup: 1. Kesesuaian dengan SK, KD 2. Kesesuaian dengan perkembangan anak 3. Kesesuaian dengan kebutuhan bahan ajar 4. Kebenaran substansi materi pembelajaran 5. Manfaat untuk penambahan wawasan 6. Kesesuaian dengan nilai moral,dan nilainilai sosial
Sosialisasi KTSP 2008

Komponen Kebahasaan mencakup
1. Keterbacaan 2. Kejelasan informasi 3. Kesesuaian dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar 4. Pemanfaatan bahasa secara efektif dan efisien (jelas dan singkat)
Sosialisasi KTSP 2008

Komponen Penyajian mencakup
1. Kejelasan tujuan (indikator) yang ingin dicapai 2. Urutan sajian 3. Pemberian motivasi, daya tarik 4. Interaksi (pemberian stimulus dan respond) 5. Kelengkapan informas
Sosialisasi KTSP 2008

Komponen Kegrafikan mencakup

1. Penggunaan font; jenis dan ukuran 2. Lay out atau tata letak 3. Ilustrasi, gambar, foto 4. Desain tampilan
Sosialisasi KTSP 2008


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:736
posted:10/21/2008
language:Indonesian
pages:62