Docstoc

a. Rancangan penilaian hasil belajar_010308

Document Sample
a. Rancangan penilaian hasil belajar_010308 Powered By Docstoc
					DIREKTORAT PEMBINAAN SMA
DITJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

Rancangan Hasil Belajar

RANCANGAN PENILAIAN PENILAIAN PSIKOMOTOR PENILAIAN AFEKTIF PENETAPAN KKM

LAPORAN HASIL BELAJAR
Rancangan Hasil Belajar

HAKIKAT PENILAIAN • Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
Rancangan Hasil Belajar

PENILAIAN DALAM KTSP
• Bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi, • Menggunakan acuan kriteria, • Menyeluruh, • Disesuaikan dengan pengalaman belajar, • Dilakukan pada kegiatan tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur • Hasil penilaian ditindak lanjuti.
Rancangan Hasil Belajar

PRINSIP PENILAIAN
• • • • • • • • • Sahih (valid) Objektif Adil Terpadu Terbuka Menyeluruh dan berkesinambungan Sistematis Menggunakan acuan kriteria Akuntabel

Rancangan Hasil Belajar

TEKNIK PENILAIAN
Teknik penilaian dilakukan melalui: • Tes, • Observasi, • Penugasan, • Inventori, • Jurnal, • Penilaian Diri, • Penilaian Antarteman.

Rancangan Hasil Belajar

TES, ULANGAN, UJIAN
• Tes: tertulis, lisan, praktik melalui ulangan dan ujian • Ulangan : harian, tengah semester, akhir semester, kenaikan kelas • Ujian: nasional, sekolah
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada setiap KD harus mengikuti remedial

Rancangan Hasil Belajar

PENUGASAN Penilaian untuk penugasan dapat berupa:  projek,  produk,  portofolio.

Rancangan Hasil Belajar

ASPEK YANG DIUKUR DALAM KTSP
A. Aspek Kognitif – Pengetahuan B. Aspek Psikomotor – Keterampilan C. Aspek Afektif - Sikap

Rancangan Hasil Belajar

PENILAIAN HASIL BELAJAR (PP 19 TAHUN 2005, PASAL 64)
No
1 2 3

Kel. Mapel
Agama & akhlak mulia Kewarganegaraan & kepribadian Ilmu Pengetahuan & Teknologi Estetika Jasmani, olahraga, dan Kesehatan

Kognitif
V V
Sesuai

Psikomotor

Afektif
V V

karakteristik yang dinilai

kompetensi

4 5

V V V

V V

Rancangan Hasil Belajar

INSTRUMEN PENILAIAN
• Tes - perangkat tes, berisi butir-butir soal (bentuk PG, isian, uraian, praktik) • Observasi – lembar pengamatan • Penugasan – lembar tugas • Inventori – skala Thurstone, skala Likert, skala Semantik • Penilaian diri – kuesioner • Penilaian antarteman - kuesioner

Rancangan Hasil Belajar

Kriteria Penilaian
• Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa; • Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai; • Persyaratan konstruksi adalah persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan; • Persyaratan bahasa berhubungan dengan penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik; • Instrumen penilaian dilengkapi dengan pedoman penskoran.

Rancangan Hasil Belajar

PROSEDUR PENILAIAN
Penilaian hasil belajar dilakukan oleh: • Pendidik • Satuan Pendidikan • Pemerintah

Rancangan Hasil Belajar

MEKANISME PENILAIAN
Perencanaan Penilaian Pelaksanaan Penilaian Analisis Hasil Penilaian

Pelaporan Hasil Penilaian

Tindak lanjut Hasil Penilaian

Rancangan Hasil Belajar

• Penilaian KTSP beracuan kriteria

• Hasil kinerja peserta didik dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan
• Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal suatu Kompetensi Dasar harus mengikuti program remedial

Rancangan Hasil Belajar

• •

• • •
•

Mengetahui tingkat ketercapaian Kompetensi Dasar. Mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik. Mendiagnosis kesulitan belajar peserta didik. Mendorong peserta didik berlatih. Mendorong pendidik untuk mengajar dan mendidik lebih baik. Mengetahui keberhasilan sekolah sehingga mendorong sekolah untuk berkarya lebih terfokus dan terarah.

Rancangan Hasil Belajar

Psikomotor berhubungan dengan:
• hasil belajar yang pencapaiannya melalui keterampilan manipulasi yang melibatkan otot dan kekuatan fisik (Bloom), • mata pelajaran yang lebih beorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi – reaksi fisik (Singer), • mata pelajaran yang mencakup gerakan fisik dan keterampilan tangan (Mager).
Rancangan Hasil Belajar

• Enam tahap keterampilan psikomotor, yaitu: gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perseptual, gerakan fisik, gerakan terampil, dan komunikasi nondiskursif (Mardapi)

• Hasil belajar psikomotor: specific responding, motor chaining, rule using (Buttler).

Rancangan Hasil Belajar

• Mata pelajaran yang banyak berhubungan dengan ranah psikomotor adalah pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, seni budaya, fisika, kimia, biologi, dan keterampilan.
• Pembelajaran keterampilan akan efektif bila dilakukan dengan menggunakan prinsip belajar sambil mengerjakan (learning by doing)

Rancangan Hasil Belajar

• keterampilan yang dilatih melalui praktik secara berulang-ulang akan menjadi kebiasaan atau otomatis • pengulangan latihan akan memberikan pengaruh yang sangat besar pada pemahiran keterampilan • kondisi yang dapat mengoptimalkan hasil belajar keterampilan ada dua macam, yaitu: kondisi internal dan eksternal
Rancangan Hasil Belajar

1. Menentukan tujuan dalam bentuk perbuatan; 2. Menganalisis keterampilan secara detail dan catatan operasi serta urutannya; 3. Mendemonstrasikan keterampilan (kompetensi kunci dan keselamatan kerja); 4. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mencoba praktik dengan pengawasan dan bimbingan; 5. Memberikan penilaian terhadap usaha peserta didik.
Rancangan Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar psikomotor mencakup : persiapan, proses, hasil. Perlu dibuat rubrik (kriteria), penskoran, analisis hasil, dan tindak lanjut

Rancangan Hasil Belajar

•

Rubrik (kriteria) adalah pedoman penilaian kinerja atau hasil kerja peserta didik; Rubrik dapat menghindari (mengurangi) penilaian yang subjektif; Rubrik mempermudah guru menilai prestasi yang dicapai peserta didik dan mendorong peserta didik mencapai prestasi secara optimal.

• •

Rancangan Hasil Belajar

HAKIKAT RANAH AFEKTIF
 Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, atau nilai.  Andersen (1981), perilaku seseorang adalah tipikal  Popham (1995), ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Orang yang tidak memiliki minat pada pelajaran tertentu sulit untuk mencapai kerhasilan studi secara optimal. Seseorang yang berminat dalam suatu mata pelajaran diharapkan akan mencapai hasil pembelajaran yang optimal.

Rancangan Hasil Belajar

A. Tingkat Receiving B. Tingkat Responding C. Tingkat Valuing D. Tingkat Organization E. Tingkat Characterization

Rancangan Hasil Belajar

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Menentukan spesifikasi instrumen. Menulis instrumen. Menentukan skala instrumen Menentukan sistem penskoran Menelaah instrumen Merakit instrumen. Melakukan ujicoba. Menganalisis hasil ujicoba Memperbaiki instrumen. Melaksanakan pengukuran. Menafsirkan hasil pengukuran

Rancangan Hasil Belajar

    
Rancangan Hasil Belajar

Instrumen Instrumen Instrumen Instrumen Instrumen

sikap. minat. konsep diri. nilai. moral

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGEMBANGAN INSTRUMEN

 Tujuan pengukuran  Kisi-kisi instrumen  Bentuk dan format instrumen  Panjang instrumen.

Rancangan Hasil Belajar

• Setelah instrumen diperbaiki selanjutnya instrumen dirakit, yaitu menentukan format tata letak instrumen, urutan pertanyaan atau pernyataan. • Format instrumen harus dibuat menarik, sehingga responden tertarik untuk membaca dan mengisi instrrumen. • Format instrumen sebaiknya tidak terlalu padat.
Rancangan Hasil Belajar

 Sistem penskoran yang digunakan tergantung pada skala pengukuran. a. Skala Thurstone tertinggi 7 terendah 1. b. Skala Beda Semantik, tertinggi 7 terendah 1. c. Skala Likert, tertinggi 4 terendah 1.

Rancangan Hasil Belajar

Penelaahan instrumen adalah meneliti, apakah:
• butir pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan indikator, • bahasa yang digunakan komunikatif dan menggunakan tata bahasa yang benar, • butir peranyaaan atau pernyataan tidak bias, • format instrumen menarik untuk dibaca, • pedoman menjawab atau mengisi instrumen jelas, • jumlah butir sudah tepat, tidak menjemukan responden

Rancangan Hasil Belajar

 Kategori hasil pengukuran sikap
1. 2. 3. 4. atau minat. Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah

Rancangan Hasil Belajar

Contoh pengkategorian sikap – Skala Likert dengan 10 butir pernyataan

Kategori Sikap No Skor peserta didik atau Minat

1. Lebih besar dari 35 Sangat tinggi
2. 28 sampai 35 3. 20 sampai 27 4. Kurang dari 20 Tinggi Rendah Sangat rendah

Rancangan Hasil Belajar

Penetapan

Kriteria Ketuntasan Minimal

Rancangan Hasil Belajar

RAMBU-RAMBU
 KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran  KKM ditetapkan oleh forum MGMP sekolah  Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 0 – 100  Nilai ketuntasan belajar maksimal adalah 100  Sekolah dapat menetapkan KKM di bawah nilai ketuntasan belajar maksimal  Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Peserta didik

Rancangan Hasil Belajar

MEKANISME/LANGKAH-LANGKAH :
KKM INDIKATOR KKM KD

KKM MP

KKM SK

Rancangan Hasil Belajar

KRITERIA PENETAPAN KKM
• Kompleksitas (Kesulitan & Kerumitan) • Daya dukung • Intake siswa

PENETAPAN KKM : menggunakan Format A

Rancangan Hasil Belajar

FORMAT A
Kriteria Ketuntasan Minimal

Kompetensi dasar dan Indikator
1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara


Kriteria Penetapan Ketuntasan
Kompleksit as Daya dukung Intake

Nilai KKM




Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara

Rancangan Hasil Belajar

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
A. Dengan memberikan poin pada setiap kriteria yang ditetapkan : 1. Kompleksitas : 2. Daya dukung : 3. Intake : - Tinggi = 1 - Sedang = 2 - Rendah = 3 - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1 - Tinggi = 3 - Sedang = 2 - Rendah = 1

Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  nilainya adalah: (3 + 3 + 2) 9
Rancangan Hasil Belajar

x 100 = 88.89 dibulatkan menjadi 89

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
B. Dengan menggunakan rentang nilai pada setiap kriteria, misalnya: 1.Kompleksitas: - Tinggi = 50 - 64 - Sedang = 65 - 80 - Rendah = 81 - 100 2.Daya dukung : - Tinggi = 81 - 100 - Sedang = 65 - 80 - Rendah = 50 - 64 3. Intake : - Tinggi = 81 - 100 - Sedang = 65 - 80 - Rendah = 50 - 64 Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas sedang, daya dukung tinggi dan intake sedang  nilainya adalah rata-rata setiap nilai dari kriteria yang ditentukan. Dalam menentukan rentang nilai dan menentukan nilai dari setiap kriteria perlu kesepakatan forum MGMP di Sekolah.
Rancangan Hasil Belajar

MENAFSIRKAN KRITERIA MENJADI NILAI
C. Dengan memberikan pertimbangan professional judgement pada setiap kriteria untuk menetapkan nilai : 1. Kompleksitas : - Tinggi - Sedang - Rendah 2. Daya dukung : - Tinggi - Sedang - Rendah 3. Intake : - Tinggi - Sedang - Rendah Contoh : Jika indikator memiliki Kriteria : kompleksitas rendah, daya dukung tinggi dan intake peserta didik sedang  maka dapat dikatakan ada dua komponen yang mempengaruhi untuk dapat mencapai ketuntasan maksimal 100 yaitu kompleksitas rendah dan daya dukung tinggi. Jadi guru dapat mengurangi nilai menjadi antara 90 – 80.
Rancangan Hasil Belajar

TINGKAT KOMPLEKSITAS
TINGKAT KOMPLEKSITAS (Kesulitan & Kerumitan) setiap IP/KD yang harus dicapai oleh peserta didik.
Tingkat kompleksitas tinggi, apabila dalam pelaksanaannya menuntut : • Guru  memahami Kompetensi yang harus dicapai peserta didik  kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pembelajaran. • WAKTU  cukup lama karena perlu pengulangan • PENALARAN dan KECERMATAN peserta didik yang tinggi.
Rancangan Hasil Belajar

KEMAMPUAN SUMBER DAYA PENDUKUNG
• ketersediaan tenaga, • sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan, • biaya operasional pendidikan, • manajemen sekolah, • kepedulian stakeholders sekolah.

Rancangan Hasil Belajar

INTAKE (TINGKAT KEMAMPUAN RATA-RATA) PESERTA DIDIK :

KKM Kelas X dapat didasarkan pada hasil seleksi PSB, NUN, Rapor kelas 3 SMP, tes seleksi masuk atau psikotes KKM Kelas XI dan XII didasarkan pada tingkat pencapaian KKM peserta didik pada semester atau kelas sebelumnya

Rancangan Hasil Belajar

FORMAT A
Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator
1.1. Mendeskripsikan

Kriteria Penetapan Ketuntasan
Kompleksit as Daya dukung Intake

Nilai KKM

hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara

74

Rendah
3

tinggi
3

sedang
2

89

 Mendeskripsikan kedudukan

manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial

tinggi
1

sedang
2

sedang
2

56

Sedang

tinggi
3

sedang
2

78

 Menguraikan pengertian bangsa

2

dan unsur terbentuknya bangsa

Rancangan Hasil Belajar

FORMAT A
Kriteria Ketuntasan Minimal Kompetensi dasar dan Indikator Kriteria Penetapan Ketuntasan Komplek sitas Daya dukung Intake Nilai KKM
75

1.1. Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya negara  Mendeskripsikan kedudukan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial Menguraikan pengertian bangsa dan unsur terbentuknya bangsa Menganalisis pengertian negara dan unsur terbentuknya Negara

Sedang
75

tinggi
90

sedang
70

78



tinggi
55

sedang
80

sedang
70

68



Sedang
78

tinggi
85

sedang
70

78

Rancangan Hasil Belajar

PENULISAN KKM PADA LHB PESERTA DIDIK
LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS
: ………………………………… : ………………………………… : XI IA /1 Kriteria Ketuntasa n Minimal *) Nama Sekolah : ……………………………… Tahun Pelajaran : ……………………………… Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Praktik Sikap/ Afektif

Nama Peserta didik Nomor Induk Kelas/Semester

No

Mata Pelajaran

Angka
1. 2. 3. 4. 5. 6. Pendidikan Agama Pendk. Kewarganegaraan Bhs Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya,dst 75 75 70 65 60 78

Huruf

Angka

Huruf

Predika t

Rancangan Hasil Belajar

Tujuan Analisis
Mengetahui tingkat ketercapaian KKM yang telah ditetapkan.

Manfaat Analisis :
Sebagai dasar untuk menetapkan KKM pada tahun berikutnya.

Rancangan Hasil Belajar

ANALISIS PENCAPAIAN KETUNTASAN BELAJAR PESERTA DIDIK PER KD
SMA : Mata Pelajaran : Kelas / Semester :
Pencapaian Ketuntasan Belajar Peserta Didik Per KD SK 1 NAMA Peserta Didik No. 1.1 KKM Sekolah 1 KD 1.2 …dst 2.1 KD 2.2 ..dst 3.1 KD 3.2 …dst 4.1 KD 4.2 ..dst dst SK 2 SK 3 SK 4

2
3 4 5

Rata-rata

≤ 49 50 - 74 75 - 100
Frek jml PD

≥ KKM SEKOLAH Persentase yg tuntas

Rancangan Hasil Belajar

LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB)
• Laporan hasil belajar peserta didik harus dapat menggambarkan pencapaian kompetensi peserta didik pada semua mata pelajaran. Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 pasal 25 ayat (4): Kompetensi Lulusan mencakup SIKAP, PENGETAHUAN dan KETERAMPILAN, oleh karena itu penilaian hasil belajar harus mencerminkan ketiga aspek kompetensi dimaksud dengan mempertimbangkan karakteristik masingmasing mata pelajaran.

•

Rancangan Hasil Belajar

LAPORAN HASIL BELAJAR
Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan disampaikan dalam bentuk satu nilai pencapaian kompetensi mata pelajaran untuk masing-masing nilai pengetahuan dan nilai praktik sesuai dengan karakteristik kompetensi mata pelajaran yang bersangkutan, serta kualifikasi untuk kondisi afektif/sikap, disertai dengan deskripsi kemajuan belajar/ketercapaian kompetensi peserta didik sebagai pencerminan kompetensi secara utuh.

Rancangan Hasil Belajar

ISI LHB
1. Identitas peserta didik, 2. Format nilai hasil belajar peserta didik, 3. Format ketercapaian kompetensi peserta didik, 4. Pengembangan diri, 5. Akhlak mulia dan kepribadian, 6. Ketidakhadiran, 7. Catatan wali kelas, 8. Keterangan pindah sekolah, 9. Catatan prestasi peserta didik.

Rancangan Hasil Belajar

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : ............................. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 70

Kelas/Semester : X/1 Tahun Pelajaran: ……….…

Nilai Hasil Belajar Pengetahuan Angka 89 Huruf Delapan sembilan Angka -Praktik Huruf Sikap/Afektif Predikat B

No A 1

Komponen Mata Pelajaran Pendidikan Agama

2
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 B

Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/Bahasa Asing *) Bahasa Jepang Muatan Lokal **) Web desain

65
65 60 60 60 65 65 65 65 65 60 65 65 65 65 65

68
74 59 60 60 60 65 69 65 65 77 -72 65 65 65

Enam delapan
Tujuh empat Enam sembilan Enam nol Enam nol Enam nol Enam lima Enam sembilan Enam lima Enam lima Tujuh tujuh Tujuh dua Enam lima Enam lima Enam lima

-70 70 -70 70 65 ----70 80 66 70 74 Tujuh nol Delapan nol Enam enam Tujuh nol Tujuh empat Tujuh nol Tujuh nol Enam lima Tujuh nol Tujuh nol

B
B B B B B B B B C B B B B B B

*) Diisi dengan Keterampilan/Bahasa Asing yang diikuti peserta didik **) Diisi dengan jenis program muatan lokal yang diikuti peserta didik

...…………….., ..................... Orang Tua/ Wali …………………….. Wali Kelas ……………………... Kepala Sekolah ………………………......

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ……………………. : ……………………. : .............................

Kelas/Semester : X/1 Tahun Pelajaran: ……….…

Ketercapaian Kompetensi Peserta Didik
No Komponen Ketercapaian Kompetensi

A
1

Mata Pelajaran
Pendidikan Agama
Demokrasi dan sifat-sifat tercela, Zakat dan Haji beserta hikmahnya, wakaf dan Islam pada masa Bani Abbasyiah semua sudah mencapai

KKM

2
3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Pendidikan Kewarganegaraan
Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Biologi Kimia Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Keterampilan/ Bahasa Asing *) Bahasa Jepang
Menggambar dasar-dasar teknik, dasar-dasar prespektif dan proyeksi serta mengambar benda alam semuanya sudah mencapai KKM Fungsi menu icon, pengelolaan tabel, fungsi HLOOKUP&VLOOKUP sudah mencapai KKM tetapi fungsi IF, MID, LEFT, RIGHT&OR belum mencapai KKM. Bentuk-bentuk pasar, pasar uang, pasar modal, P.Berjangka sudah mencapai KKM tetapi pasartenaga kerja, biaya, penerimaan, rugi/ laba, koperasi sekolah belum mencapai KKM. Persamaan reaksi, hukum dasar kimia, konsep mol, stoiklometri dan reaksi redoks sudah mencapai KKM sedangkan hidrokarbon dan minyak bumi belum mencapai KKM. Informasi bacaan, sastra melayu klasik, rangkuman pendapat, artikel, indeks, tabel, grafik, formulir, cerpen sudah mencapai KKM, tetapi resensi, cerita rakyat, cerita lucu dan pidato belum mencapai KKM

Kompetensi tentang mendefinisikan rumus dan penguasaan tentang materi yang berhubungan dengan ruang/dimensi tiga sudah mencapai KKM tetapi masih
perlu ditingkatkan/latihan.

Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah

: ………………………………… : ………………………………… : …………………………………

Kelas/Semester Tahun Pelajaran

: X/1 : …………………

Pengembangan Diri

No A

Jenis Kegiatan Kegiatan Ekstrakurikuler

Keterangan

B

Keikutsertaan dalam Organisasi/ Kegiatan di Sekolah

Akhlak Mulia dan Kepribadian
No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Aspek Yang Dinilai Kedisiplinan Kebersihan Kesehatan Tanggungjawab Sopan santun Percaya diri Kompetitif Hubungan sosial Kejujuran Pelaksanaan ibadah ritual Keterangan

Ketidakhadiran
No 1 2 Alasan Ketidakhadiran Sakit Izin Keterangan

3

Tanpa Keterangan

Catatan Wali Kelas:

……………., ……………..

Orangtua/Wali
……………………

Wali Kelas
……………..

Kepala Sekolah
……………………..

Catatan Wali Kelas:

Keterangan Kenaikan Kelas :

Naik/Tidak Naik *)

*) Coret yang tidak perlu
……………… , ………………………

Orang Tua/Wali
………………………
Rancangan Hasil Belajar

Wali Kelas
…………………

Kepala Sekolah
…………………

Keterangan Pindah Sekolah
(Diisi oleh sekolah yang ditinggalkan/lama).

Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : …………...............
KELUAR Kelas dan Semester yang ditinggalkan

Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program

: ......../............. : ……….……... : ......................

Tanggal

Sebab-sebab keluar, dan atas permintaan (tertulis) dari :

Tanda Tangan Kepala Sekolah, Stempel Sekolah dan Tanda Tangan Orang Tua/Wali …………….. ..….. Kepala Sekolah, (…………………….) Orang Tua/Wali (……………………) …………….. ..….. Kepala Sekolah, (…………………….) Orang Tua/Wali (……………………) …………….. …….. Kepala Sekolah, (…………………….) Orang Tua/Wali (……………………)

Keterangan Pindah Sekolah
(Diisi oleh sekolah yang baru) Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : …………............... Kelas/Semester :......../........... Tahun Pelajaran : ……….…… Program : ...................

MASUK
No. 1. 2. 3. 4. Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a. Tanggal b. Di Kelas c. Semester Tahun Pelajaran Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a. Tanggal b. Di Kelas c. Semester Tahun Pelajaran Nama Peserta Didik Nomor Induk Nama Sekolah Masuk : a. Tanggal b. Di Kelas c. Semester Identitas Peserta Didik _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ Identitas Peserta Didik _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ Identitas Peserta Didik _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ _________________________________ …………….. …… Kepala Sekolah,

5. No. 1. 2. 3. 4.

(…………………) …………….. …… Kepala Sekolah,

5. No. 1. 2. 3. 4.

(…………………) …………….. …… Kepala Sekolah,

Catatan Prestasi Yang Telah Dicapai
Nama Peserta Didik : ……………………. Nomor Induk : ……………………. Nama Sekolah : …………............... No 1 Prestasi Yang Pernah Dicapai Kurikuler

Kelas/Semester Tahun Pelajaran Program

: ......../........... : ……….……. : ....................

Bukti Sertifikat / Piagam / Trophy Yang diperoleh (Sebutkan)

2

Ekstrakurikuler

3

Lain - lain

4

Catatan Khusus Lainnya

Pengisian tabel Akhlak Mulia dan Kepribadian
Kolom keterangan pada Tabel Akhlak Mulia dan Kepribadian diisi dengan kategori penilaian Sangat Baik, Baik, atau Kurang Baik dan deskripsi tentang sikap/kebiasaan peserta didik yang paling dominan (baik positif maupun negatif), dalam kehidupan sehari-hari di sekolah untuk setiap aspek yang dinilai.

Rancangan Hasil Belajar

KENAIKAN KELAS
• Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran • Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semester 2 (dua), dengan pertimbangan bahwa seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester 1 harus dituntaskan sebelum akhir semester 2 (dua). • Nilai kenaikan kelas memperhitungkan hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran yang sedang berlangsung.

Rancangan Hasil Belajar

LANJUTAN KENAIKAN KELAS
• Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran. • Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program studi yang diikuti, atau tidak mencapai ketuntasan belajar minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program studi. • Satuan pendidikan dapat menambah kriteria kenaikan kelas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap satuan pendidikan, melalui rapat dewan pendidik.
Rancangan Hasil Belajar

PENJURUSAN
• Penentuan penjurusan dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X. • Pelaksanaan penjurusan program studi IPA,IPS, dan Bahasa dimulai di semester 1(satu) kelas XI • Penjurusan dilakukan berdasarkan atas pilihan (minat), kemampuan akademik, dan prestasi peserta didik

Rancangan Hasil Belajar

PINDAH SEKOLAH
1. Satuan pendidikan harus memfasilitasi peserta didik yang pindah sekolah : – Sesama sekolah pelaksana KTSP – Antara sekolah pelaksana kurikulum 1994 atau kurikulum 2004 dengan sekolah pelaksana KTSP 2. Pelaksanaan pindah sekolah lintas provinsi/kab/kota disesuaikan dengan peraturan yang berlaku pada masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi dan atau Kab/Kota. 3.Satuan pendidikan dapat menentukan persyaratan pindah/mutasi peserta didik sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah, antara lain mencakup hal-hal sebagai berikut: – Menyesuaikan bentuk LHB dari sekolah asal sesuai dengan LHB yang digunakan di sekolah tujuan – Melakukan tes atau program matrikulasi bagi peserta didik pindahan.
Rancangan Hasil Belajar

Rancangan Hasil Belajar


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3831
posted:10/21/2008
language:Indonesian
pages:67