PERAN ORGANISASI DAN KODE ETIK12

Document Sample
PERAN ORGANISASI DAN KODE ETIK12 Powered By Docstoc
					PERAN ORGANISASI DAN KODE ETIK DALAM SEBUAH PROFESI

Disusun Oleh : 1. Makali 2. Galih Wido S. 3. Dyan Suryaningsih A29.2007.00177 A29.2007.00178 A29.2007.00179

Organisasi profesi apaan sih???
• Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara. • Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasi dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. • Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsifungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka seagai individu.

Pembentukan Organisasi Profesi
• Tujuan Umum dari sebuah profesi adalah memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tinggi sesuai dengan bidangnya, mencapai tingkat kinerja yang tinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik.

• Ada 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam sebuah profesi yaitu : - Kredibilitas - Profesionalisme - Kualitas Jasa - Kepercayaan

Contoh-contoh Organisasi Profesi :
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) Ikatan Perancang Grafis Indonesia (IPGI)

Fungsi Pokok Organisasi Profesi
Mengatur Keanggotaan Organisasi. Organisadi profesi menentukan kebijaksanaan tentang keanggotaan, Struktur Organisasi, Syarat-syarat Anggota Profesi. Membantu para anggota untuk dapat terus memperbaharui pengetahuanya sesuai dengan perkembangan teknologi. Menentukan standardisasi pelaksanaan sertifikasi profesi bagi anggotanya. Membuat Kebijakan etika profesi yang harus diikuti semua anggotanya. Memberi sanksi bagi anggotanya yang melanggar etika profesi. oleh

-

-

Organisasi Profesi di bidang TI
IPKIN (Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia) adalah organisasi profesi dibidang Teknik Informatika yang berdiri sejak tahun 1974 yang berasaskan PANCASILA. Tujuan IPKIN Untuk meningkatkan pemanfaatan dan pengembangan teknologi komputer dan informatika di Indonesia guna menunjang pembangunan nasional serta berperan sebagai wadah komunikasi, konsultasi dan koordinasi antara anggota.

Fungsi IPKIN
- Menyelenggarakan atau ikut serta dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti pendidikan, pelatihan, seminar, diskusi dan lain sebagainya yang berhubungan denganbidang komputer dan informatika.

- Menghimpun, mengelola dan mengembangkan bahan kepustakaan sesuai dengan kemampuan yang ada.
- Menerbitkan Buletin IPKIN, buku, makalah, Konferensi Komputer Nasional, Jurnal Profesi maupun dokumen lainya, baik untuk kepentingan anggota maupun masyarakat umum. - Mengadakan kerjasma dengan organisasi sejenis, baik dalam maupun luar negeri, selama maksud dan tujuan tersebut tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan IPKIN. - Menyelenggarakan usaha-usaha lain yang dianggap perlu oleh iPKIN sepanjang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Kode Etik Profesi
Profesi adalah suatu hal yang berkaitan dengan bidang tertentu atau jenis pekerjaan (occupation) yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan keahlian, Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik profesi adalah seperangkat kaidah, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang berlaku bagi anggota organisasi profesi yang bersangkutan.

Sifat dan orientasi kode etik hendaknya
1. Singkat; 2. Sederhana; 3. Jelas dan Konsisten 4. Masuk Akal; 5. Dapat Diterima; 6. Praktis dan Dapat Dilaksanakan; 7. Komprehensif dan Lengkap, dan 8. Positif dalam Formulasinya.

Fungsi Kode Etik Profesi
1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. 2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. 3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.

Kode Etik Professional Teknologi Informasi berdasarkan standar IEEE :
1 Bertanggung jawab atas keputusan teknikal yang dibuat secara konsisten untuk keselamatan publik, dan secara cepat menyampaikan jika ada faktor-faktor yang membahayakan lingkungan masyarakat. 2 Semaksimal mungkin menghindari konflik kepentingan dan memberitahukan secepatnya ke semua pihak yang berkepentingan jika ada konflik kepentingan yang mungkin terjadi. 3 Jujur dan relalistis berdasarkan data yang ada dalam membuat perkiraan atau mengajukan suatu tuntutan. 4 Menolak suap dalam segala macam bentuknya. 5 Meningkatkan pengetahuan tentang teknologi dan segala bentuk aplikasi dan kemungkinan akibatnya.

Lanjutan
6 Meningkatkan kemampuan dan mengaplikasikan teknologi berdasarkan pelatihan dan pengalaman. 7 Selalu mengharapkan saran dan menerima kritik yang membangun untuk semua hasil pekerjaan dan mengakui jika ada kesalahan, serta memberikan penghargaan sepatutnya untuk orang lain yang berkontribusi. 8 Menghargai keberagaman dengan memberikan penghargaan yang sama tanpa mempedulikan ras, agama, jenis kelamin dan kebangsaan. 9 Menghindari perbuatan tercela, mencacat hasil karya dan reputasi orang lain. 10Membantu teman sejawat dalam pengembangan profesionalisme untuk memenuhi kode etik ini.

Tanggung Jawab Moral
- Ajaran moral memuat pandangan tentang nilai dan norma moral yang terdapat di antara sekelompok manusia. Adapun nilai moral adalah kebaikan manusia sebagai manusia. Norma moral adalah tentang bagaimana manusia harus hidup supaya menjadi baik sebagai manusia. - Etika dan moralitas Etika bukan sumber tambahan moralitas melainkan merupakan filsafat yang mereflesikan ajaran moral. Pemikiran filsafat mempunyai lima ciri khas yaitu rasional, kritis, mendasar, sistematik dan normatif.

Kesimpulan
• Moral dan etika sangat penting dalam menjalani sebuah profesi dengan adanya etika kita dapat bekerja dengan benar, sesuai dengan aturan-aturan yang ada ataupun moral sehingga kita dapat mencapai profesionalisme dalam profesi di bidang kita, ketenangan batin pun dapat kita rasakan • Organisasi sangat diperlukan dalam sebuah profesi dengan adanya organisasi pekerjaan dapat direncanakan dengan baik, masalah-masalah lebih mudah di saelesaikan hubungan sosial dengan anggotapun dapat terjalin.

PENUTUP

OK Guy’s See You Next Time….. ^_^


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:3880
posted:12/20/2009
language:Indonesian
pages:15