Docstoc

Buku Pelayan Tuhan 2

Document Sample
Buku Pelayan Tuhan 2 Powered By Docstoc
					PELAYAN TUHAN 2

BUKU PANDUAN

KEGIATAN PELAYANAN GPSDI UNGARAN

BUKU II :

KEPRIBADIAN DAN ORGANISASI

PENGANTAR GEMBALA SIDANG

Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran

PELAYAN TUHAN 2

Salah satu tanda orang yang telah lahir baru dan berangkat dewasa adalah merasakan suatu kerinduan atau beban rohani untuk melayani Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja dan sesama anggota Gereja, yaitu tubuh Kristus. Semakin dewasa, semakin matang pula kemampuannya melayani, semakin tidak egois, semakin rendah hati, semakin kuat imannya, semakin nyata kasih dan buah-buah Roh Kebenaran dalam kehidupannya. Di sisi lain cobaan semakin banyak namun semakin mendewasakan anak Tuhan, firmanNya dalam Mazmur 34:20 “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;” setiap kali Tuhan lepaskan dari kemalangan semakin meningkat kedewasaan anak-anak Tuhan, semakin nyata rencana keselamatan Allah dalam hidupnya. Dalam konsep Gereja sebagai suatu organisasi, maka Gembala Sidang beserta para pengurus pelayan Tuhan serta jemaat sebagai bagian dari organisasi seyogyanya memiliki pemahaman yang benar mengenai konsep “Gereja “ itu sendiri. Apa yang melatarbelakangi terbentuknya Gereja baik secara historis maupun konsepnya saat ini, apa hakekat Gereja itu, apa tujuan Gereja, apa fungsi Gereja, apa pedoman Gereja, apa misi gereja, peran apa yang harus dijalankan oleh para anggota Gereja ? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang harus terlebih dahulu dijawab sebelum para pengurus pelayan Tuhan, jemaat dan Gembala Sidang berjalan bersama-sama dengan suatu pengertian yang sama mengenai misi, tujuan, pemahaman konseptual mengenai keberadaan Gereja serta pembagian tugas, tanggungjawab dan kewenangan sehingga tercipta ketertiban dalam gerak pelayanan Gereja yang dinamis baik pelayanannya ke luar maupun ke dalam. Tuhan Yesus tidak bekerja sendirian dalam meneguhkan Gereja sebagai persekutuan umat Allah (1Kor 1:2; 10:32; 1Pet 2:4-10), persekutuan orang percaya yang ditebus oleh kematian Kristus (1Pet 1:18-19), sering pula disebut sebagai tubuh Kristus dengan banyak bagian, dengan Kristus sebagai Kepala Gereja. Ia memanggil murid-muridnya (Lukas 9:1-2); begitu pula dengan para Rasul, mereka memilih “Penilik-penilik jemaat” dan menetapkan tugasnya masing-masing (Kisah Rasul 6:1-7). Dasar-dasar organisasional, syarat-syarat, kriteria, maksud, tujuan, misi untuk mengelola pekerjaan di ladang Tuhan telah diletakkan sejak jaman Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

2 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Ada berbagai sebutan dan tugas tersendiri bagi pelayan Tuhan atau hamba Tuhan dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, baik yang disebut rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, dalam bagian lain ada sebutan penilik jemaat, penatua, penyanyi, imam, dan sebagainya. Ada yang diberi karunia untuk bernubuat, untuk melayani, untuk mengajar, untuk menasihati, membagi-bagikan sesuatu, memberi pimpinan, menunjukkan kemurahan (Roma 12: 3-11). Pada masa ini, karunia-karunia tersebut masih ada dengan melimpah pada Yesus Tuhan Kita ! Marilah yang rindu untuk melayani, minta padaNya karunia baik untuk bernubuat (menyatakan kehendak Allah), melayani (dengan tenaga, tangan yang bekerja, hati yang lembut, sungguh-sungguh), mengajar (memberikan petunjuk, bimbingan yang mendewasakan dan mendekatkan sesama jemaat pada Tuhan), menasihati (memberikan kata-kata yang menyegarkan jiwa, jalan keluar bagi permasalahan atau tekanan, tuntunan mengenai apa yang menjadi kehendak Allah melalui seseorang), membagibagikan sesuatu (memberi berkat bagi sesama), memimpin (menggerakkan, mengajak, memberikan arahan pada anggota dalam mencapai suatu tujuan bersama), atau menunjukkan kemurahan (berbelas kasihan, menunjukkan kebaikan hati dalam berbagai bentuk kebaikan bagi sesama). Ada banyak tugas dalam melayani jemaat yang dapat dilakukan oleh para pelayan sidang jemaat, bukan untuk melayani si Gembala sidang jemaat sebagai hamba Tuhan yang memimpin organisasi Gereja atau suatu sidang jemaat, namun sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Gembala Agung. Orang-orang ini haruslah memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan berdasarkan Alkitab agar tugas pelayanan dapat berjalan lancar, tidak ada kepincangan-kepincangan dan pertentangan antara satu dengan yang lain. Gembala dapat lebih konsentrasi melakukan tugas penggembalaan, termasuk mendoakan para jemaat dan seluruh jemaat serta anak-anak Tuhan yang melayani memperoleh berkat dari Tuhan Yesus Kristus. Pekerjaan Tuhan (Gereja) akan maju dan berkembang apabila Tuhan Yesus sendiri yang memimpin dan memberi urapan sehingga para pelayan Tuhan ini bertanggung jawab dan mampu melaksanakan tugas-tugasnya. Tidak semua memliki karunia yang sama dalam Gereja Tuhan, ada yang menjadi

3 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
“mata, mulut, tangan, kaki, bahkan jari-jari”. Semuanya ini sama penting dan berharga sebagai anggota Tubuh dan berharga dimata Tuhan (I Kor. 12:12-31). Materi pembekalan ini dibuat untuk membantu pemahaman jemaat, khususnya jemaat yang mendapat panggilan untuk melayani. Termaktub di dalam materi ini antara lain konsep gereja dan jemaat Tuhan, pelayanan dan panggilan, tugas, tanggung jawab dan kriteria pelayan Tuhan, serta janji-janji Allah bagi pekerjaNya. Marilah kita bekerja sama dan saling memperhatikan satu sama lain sebagai anggota tubuh Kristus (I Korrintus 12:25-26) demi kemajuan Pekerjaan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Ungaran, Januari 2005 GEMBALA SIDANG,

Ibu Pdt. HANA KRISTIANAWATI

4 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR I. KEPRIBADIAN PELAYAN TUHAN A. KEPRIBADIAN PELAYAN TUHAN B. SYARAT-SYARAT PELAYAN TUHAN II. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN GPSDI UNGARAN A. TUGAS POKOK DAN FUNGSI B. URAIAN TUGAS C. TATA HUBUNGAN KERJA

1. 2.

3.

5 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2

4. I. KEPRIBADIAN PELAYAN TUHAN A. KEPRIBADIAN PELAYAN TUHAN Pada dasarnya seorang pengurus adalah seorang “Pelayan Tuhan dan Pelayan Jemaat”. Untuk menjadi Pelayan Tuhan yang baik terutama sekali harus mempunyai “Kepribadian Pelayan Tuhan”. Hati, kepala, lidah dan seluruh gerak-gerik haruslah menunjukkan bahwa benar kita adalah murid Tuhan, yang melayani Kristus dan melayani Dia dalam pekerjaanNya yang mulia dalam dunia ini. Dalam pekerjaan duniawi, pengetahuan dan pengalaman dalam bidang tertentu, adalah salah satu faktor terpenting menuju sukses. Tetapi dalam pekerjaan Tuhan; seorang Pelayan Pekerjaan Tuhan tidak cukup hanya dengan memiliki pengalaman dan pengetahuan tentang pekerjaan yang dijalankannya, tetapi diperlukan suatu pembaharuan budi yang membentuk kepribadian dengan segala manifestasinya oleh Kristus sebagai dasar utama. Tuhan melihat hati, jika hati kita benar-benar dipenuhi dengan cinta Tuhan, maka Roh Kudus ada dalam kita. Roh Kudus-lah yang akan membentuk kepribadian pelayan Tuhan yang sejati. Kita akan menjadi saluran berkat dan menjadi garam dan terang dunia (Matius 5:13-16). Tuhan Yesus telah menerangkan kepribadian bagaimana yang harus dimiliki seorang pelayan Tuhan dalam Matius 5:3-9, yaitu : 1. Rendah hati Tidak angkuh, sombong, tinggi hati karena keadaan yang lebih baik dari orang lain, meninggikan diri dan merasa lebih dari yang lain; karena semua itu adalah anugerah Tuhan. 2. Hancur hati Ikut berduka dengan orang yang berduka. Berdoa dengan hati yang hancur dan memperhatikan sesama manusia dengan perbuatan yang nyata untuk membawa mereka kepada terang jalan Tuhan. 3. Lembut hati

6 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Tidak kasar, keras hati, kejam dan kepala batu, membenci atau mengkhianati sesama. Tetapi selalu sabar dan ramah. Lapar dan haus akan kebenaran Selalu membaca dan mendengar Firman Tuhan, bersekutu dan berjalan dengan Tuhan setiap hari. Senantiasa mau belajar untuk mengenal kasih Tuhan. Berbelaskasihan Ada banyak orang yang hidup dalam kemiskinan, kesakitan dan dibawah penindasan dosa, ingatlah mereka ini dan layanilah dengan Injil Tuhan dan perbuatan nyata sehingga mereka memperoleh Sumber Berkat. Suci hati Sejak bangun tidur di pagi hari mengucap syukurlah kepada Tuhan Yesus Kristus dan minta pimpinanNya sehingga memilki hati yang suci dan bersih. Inilah rahasia hidup berkemenangan dan keberkatan. Damai hati Sifat anak Tuhan yang berdiri dalam Kebenaran Kristus adalah tenang, tentram, damai, rukun dengan semua orang. Hal ini akan membuat hati damai dan damai itu mengalir sampai ke keluarga dan jemaat serta tetangga kita.

4.

5.

6.

7.

B. SYARAT-SYARAT PELAYAN TUHAN Alkitab juga menuliskan mengenai syarat-syarat Pelayan Tuhan, sebagaimana tertulis dalam Kisah Rasul 6:3,5; I Timotius 3:1-15 yaitu : 1. Penuh dengan Roh Kudus Seorang Pelayan Tuhan haruslah dipenuhi dengan Roh Kudus, buah-buah kehidupannya adalah buah-buah Roh, yaitu : kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. (Galatia 5:22-23). Roh Kudus yang diam dalamnya selalu memimpin dalam kebenaran & memuliakan nama Yesus Kristus (Yoh. 16:13-14). 2. Penuh iman

7 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Orang yang penuh iman ialah orang yang punya keyakinan besar dalam segala perjanjian Allah. Berdoa dengan penuh keyakinan dan bertindak atas dasar Firman Tuhan dengan penuh pengharapan pada kuasa Tuhan yang ajaib. Ia mengalami mujizat dan selalu menang (Roma 8:37, I Yohanes 5:4) 3. Terpuji tingkah lakunya Terpuji tingkah lakunya berarti menjadi teladan bagi orang lain baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan. “Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (I Timotius 4:12b). 4. Penuh hikmat Orang yang penuh hikmat adalah orang yang mengenal dirinya sendiri yang penuh dengan keterbatasan, tetapi percaya & hanya bersandar kepada Yesus dalam segala masalah hidupnya. Ia tahu bahwa Kristus dapat memberi jawaban dan jalan keluar atas segala persoalan hidupnya (I Korintus 1:30). Tentang hikmat yang dari atas dijelaskan juga dalam Yakobus 3:17 yaitu :
Yakobus 3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

5. Sopan Orang ini hidup secara tertib dalam batas hukum kesopanan : pakaiannya, perkataannya, kelakuannya dan tidak menjadi sandungan bagi orang lain. Tidak menjadi duri dalam rumah tangganya, hidup rukun dan dihargai dalam masyarakat, selalu menjaga nama baiknya , termasuk nama baik gerejanya, dan pasti nama baik Kristus (Amsal 22:1). Sebab apabila ia dipenuhi Roh Kudus, maka hidupnya, gerak-geriknya, perkataannya tidak sembrono, sebagaimana disebutkan dalam II Timotius 1:7 :
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

6. Tidak bercabang lidah

8 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Bercabang lidah berarti mengucapkan perkataan-perkataan dusta untuk mengacaukan. Satu orang dengan lidah bercabang dapat merusakkan jemaat, ia adalah pembakar, pembawa celaka dan pembunuh (Yakobus 3:3-12). Lidah pelayan Tuhan haruslah digunakan untuk membawa berkat Allah (Roma 12:14,17) dan membangun jemaat. 7. Tidak ditawan oleh anggur Anggur yang dimaksud adalah anggur yang difermentasikan (minuman keras) yang dapat membawa seseorang untuk tergantung/kecanduan. Janganlah ia terikat pada apapun didunia ini selain terikat pada kasih Kristus, sehingga menunjukkan contoh dalam memelihara tubuhnya sebagai Rumah Allah (I Korintus 6:19-20; Roma 12:1-2) 8. Sudah diuji Seorang pelayan Tuhan harus sabar dalam pencobaan dan mampu mengatasi peperangannya (I Korintus 10:13; Yakobus 1:2-4). Sebagaimana Musa diuji/digembleng Tuhan sebelum dipercayakan untuk memimpin umat Israel. Hal ini berarti bahwa ia bukan orang yang baru bertobat. 9. Mempunyai hanya satu istri/suami Tidak pantas jika seorang pelayan Tuhan mempunyai istri/suami lebih dari satu orang, atau suka main mata dengan pria/wanita yang bukan pasangan hidupnya (Ulangan 5:21). 10. Jika pria, mempunyai istri yang baik Maksud mempunyai istri yang baik adalah istri yang dapat membantu dalam pelayanan pekerjaan Tuhan, dapat dipercayai, suka hidup damai, sopan, manis budi, ramah, suka menghormati orang lain, taat pada suaminya (Kolose 3:18). 11. Mengatur rumah tangganya dengan baik Keluarga adalah jemaat yang pertama-tama harus dilayani, ia harus menjadi contoh yang baik bagi istri & anak-anaknya serta mengasihi mereka semua. Dapat mengatur seisi rumahnya dengan baik dengan memberikan teladan dalam tutur kata & perbuatan. Hubungan di dalam keluarganya harus harmonis : (Kolose 3:1825;4:1) sebagai awal hubungannya dengan jemaat Tuhan.

9 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2

12.

Tidak mencari laba/untung yang keji Tuhan telah menyediakan berbagai sumber penghidupan bagi kita, dengan berpeluh kita akan mendapatkan rejeki (Kejadian 3:19). Mencari laba/untung dengan kekejian tidak boleh dilakukan seorang anak Tuhan, misalnya memperoleh uang dari meja judi, dari taruhan olah raga, dari bentuk-bentuk percabulan, penyelundupan, dsb. Tuhan akan melimpahi dengan berkat sebagaimana kita memberkati orang lain (Lukas 6:38). Lakukanlah yang baik, Tuhan juga memberi jaminan pada kita dalam firmanNya :
Kolose 3:23-24 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Standar untuk penilik jemaat terutama bersifat moral dan rohani 1. Terutama sekali, pemimpin-pemimpin Kristen harus menjadi "teladan bagi orang-orang percaya" (1Tim 4:12; bd. 1Pet 5:3), yaitu kehidupan Kristen mereka dan iman yang tetap dapat ditunjukkan di depan jemaat sebagai sesuatu yang layak ditiru.(a) Penilik jemaat harus menunjukkan teladan tertinggi tentang ketekunan dalam kesalehan, kesetiaan, dan kekudusan dalam menghadapi pencobaan, tetap setia kepada dan kasih kepada Kristus dan Injil-Nya (1Tim 4:12,15). (b) Umat Allah harus belajar etika Kristen dan kesalehan sejati dari Firman Allah. Mengesampingkan prinsip kepemimpinan saleh yang telah menjadi teladan tak bercacat untuk diikuti gereja berarti mengabaikan ajaran Alkitab yang jelas. Ia haruslah orang yang kesetiaannya kepada Kristus dapat diajukan sebagai teladan atau contoh (bd. 1Kor 11:1; Fili 3:17; 1Tes 1:6; 2Tes 3:7,9; 2Tim 1:13).

10 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
2. Roh Kudus memandang kepemimpinan orang percaya dalam rumah, pernikahan, dan hubungan keluarga sebagai penting sekali (bd. 1Tim 3:2,4-5; Tit 1:6). Seorang penilik harus menjadi teladan kepada keluarga Allah, khususnya dalam kesetiaannya kepada istri dan keluarganya. Betapapun, jikalau ia sudah gagal dalam hal ini, "bagaimanakah ia dapat mengurus jemaat Allah" (1Tim 3:5) ? Ia harus "suami dari satu isteri" (1Tim 3:2). Frasa ini mempertahankan pendapat bahwa seorang calon untuk jabatan penilik haruslah orang percaya yang secara moral setia kepada istrinya. Bahasa Yunaninya adalah mias gunaikos yang secara harfiah diterjemahkan "laki-laki satu wanita" yaitu suami yang setia kepada istrinya. Ini berarti bahwa seorang calon penilik harus membuktikan bahwa dia telah setia dalam hal yang teramat penting ini. Kesetiaan moral yang tekun kepada istri dan keluarga dituntut untuk siapapun yang ingin menjadi pemimpin dan contoh di dalam gereja. 3. Oleh karena itu, orang dalam gereja yang membiarkan hidupnya dalam dosa atau pelanggaran moral tidak memenuhi syarat untuk jabatan gembala atau posisi kepemimpinan tinggi dalam gereja (bd. 1Tim 3:8-12). Orang semacam itu boleh diampuni oleh kasih karunia Allah, tetapi mereka kehilangan kemampuan untuk menjadi teladan ketekunan yang tak putus-putus dalam iman, kasih, kesucian, dan ajaran sehat (1Tim 4:11-16; Tit 1:9). Dalam PL pun Allah telah menjelaskan bahwa para pemimpin umat Allah diharapkan akan mempertahankan standar moral dan rohani yang tinggi; jikalau tidak, maka orang lain akan menggantikan mereka (Kej 49:4; Im 10:2; Im 21:7; Im 21:17; Bil 20:12;1Sam 2:23; Yer 23:14;Yer 29:23).[atau Kej 49:4; Im 10:2; 21:7,17;Bil 20:12; 1Sam 2:23; Yer 23:14; 29:23] 4. Selanjutnya, 1Tim 3:2,7 mengajukan prinsip bahwa seorang penilik jemaat yang mengesampingkan kesetiaannya kepada Allah, FirmanNya, istri, dan keluarganya harus dipecat dari jabatannya. Setelah itu, ia tidak bisa dinyatakan "tak bercacat" (1Tim 3:2) lagi. Mengenai seorang antara umat Allah yang telah berzinah, Firman Allah mengatakan bahwa "malunya tidak terhapuskan" (Ams 6:3233). [atau Ams 6:32-33]

11 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
5. Hal ini tidak berarti bahwa Allah dan gereja tidak akan mengampuni lagi. Allah pasti akan mengampuni setiap dosa yang terdaftar dalam 1Tim 3:1-13, jikalau ada penyesalan sungguh dan pertobatan untuk dosa itu. Perlu diterangkan bahwa orang semacam itu boleh diampuni dan dipulihkan dalam hubungannya dengan Allah dan gereja. Akan tetapi, yang dikatakan Roh Kudus ialah bahwa ada dosa yang begitu berat sehingga rasa malu (aib) dari dosa itu akan tinggal seumur hidup, meskipun sudah diampuni (2 Sam 12:9-14). 6. Tetapi bagaimana Raja Daud ? Perihal Daud tetap menjadi raja Israel kendatipun dosa zinah dan pembunuhan (2 Sam 11:1-21; 12:9-15) kadang-kadang dianggap sebagai pembenaran alkitabiah bahwa seorang penilik tetap dapat memangku jabatannya walaupun telah melanggar standar yang disebut di atas. Akan tetapi, perbandingan ini adalah salah berdasarkan beberapa alasan. (a) Jabatan seorang raja Israel pada masa perjanjian yang lama dan jabatan penilik rohani gereja Yesus Kristus di bawah perjanjian yang baru adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Allah bukan hanya membiarkan Daud tetapi juga banyak raja yang jelas-jelas jahat untuk tetap menjadi raja Israel. Kepemimpinan gereja yang dibeli dengan darah Yesus Kristus menuntut patokan rohani yang jauh lebih tinggi. (b) Menurut penyataan Allah dan tuntutan PB, Daud tidak memenuhi syarat untuk jabatan penilik jemaat. Istrinya banyak, dia tidak setia dalam pernikahannya, sangat gagal mengatur keluarga, pembunuh dan sudah sering menumpahkan darah. Perhatikan juga bahwa oleh karena dosanya, Daud berada di bawah hukuman Allah sepanjang sisa hidup (2Sam 12:9; 2Sam 12:10; 2Sam 12:11-12). [atau 2 Sam 12:9-12] 7. Gereja-gereja masa kini hendaknya jangan berbalik dari syaratsyarat benar yang sudah ditetapkan Allah bagi seorang penilik dalam penyataan asli kepada rasul-rasul. Sebaliknya, gereja harus menuntut dari para pemimpinnya standar yang tertinggi dari kekudusan, ketekunan dalam kesetiaan kepada Allah dan FirmanNya dan kehidupan saleh. Mereka harus didoakan dengan sungguhsungguh, diberi semangat dan didukung, sementara mereka menjadi "teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam

12 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu" (1Tim 4:12). 5. II. STRUKTUR ORGANISASI PELAYANAN 6. GPSDI UNGARAN Struktur Organisasi dibuat bukan untuk memperumit pekerjaan, sebaliknya ini dibuat untuk memungkinkan terselenggaranya pencapaian tujuan secara teratur, tertib dan terkendali. Pada saat suatu organisasi berskala kecil, pengendaliannya masih mudah. Masih banyak toleransi atas aturan organisasi semisalnya AD/ART, namun pada saat organisasi menjadi lebih besar dan banyak pendelegasian terjadi dalam pelaksanaan tugas, makin besar pula kemungkinan terjadinya bias. Pada saat itulah seringkali diperlukan kedewasaan sikap dalam berorganisasi, kesiapan kita untuk diluruskan oleh aturan organisasi. Namun seringkali terjadi sebaliknya, yaitu aturannya yang “disesuaikan”, organisasi semacam ini tak akan pernah menjadi besar karena pada saat akan menjadi besar cenderung terjadi perpecahan atau pengkerdilan organisasi, dan setelah beberapa periode berikutnya akan menjadi besar lagi, hal ini cenderung menjadi suatu preseden dalam organisasi. Dan jika hal ini terus dipertahankan dalam jangka waktu yang lama, dapat mentradisi. Bagan Struktur Organisasi Pelayanan GPSDI Ungaran adalah sebagaimana terlampir. Uraian yang akan disampaikan mengenai Struktur Organisasi Pelayanan GPSDI Ungaran lebih ditekankan pada Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) , Uraian Tugas (Job Description) dan THK (Tata Hubungan Kerja). A. TUGAS POKOK & FUNGSI Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) dari masing masing jabatan dalam struktur adalah sebagai berikut : 1. Gembala Sidang Jemaat GPSDI Ungaran

13 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
(sesuai AD/ART serta dengan uraian tupoksi Gembala Sidang)

2. Penilik Jemaat Seorang Penilik Jemaat memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penggembalaan jemaat dan pembinaan kerohanian jemaat pada wilayah yang ditentukan. Sedangkan fungsinya yaitu melaksanakan tugas dan tanggung jawab penatalayanan jemaat yang diberikankan oleh Gembala Sidang yang secara khas dapat berbeda pada suatu wilayah dengan wilayah lainnya sesuai dengan kondisi. 3. Sekretaris Sekretaris memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam melaksanakan pekerjaan kesekretariatan dan adminitrasi kearsipan gereja berupa panatalaksanaan, penatausahaan serta tatawarkat (surat-menyurat) tertentu yang diberikan oleh Gembala Sidang. 4. Bendahara Bendahara memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam melaksanakan pekerjaan kebendaharawanan berupa panatausahaan keuangan gereja sesuai tugas yang didelegasikan dan ditentukan oleh Gembala Sidang. 5. Komisi Pelayanan Kaum Pria Komisi Pelayanan Kaum Pria dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penggembalaan jemaat kaum pria dan pembinaan kerohanian jemaat kaum pria. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak penatalayanan jemaat kaum pria. Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang. 6. Komisi Pelayanan Kaum Wanita Komisi Pelayanan Kaum Wanita dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala

14 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Sidang dalam penggembalaan jemaat kaum wanita dan pembinaan kerohanian jemaat kaum wanita. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak penatalayanan jemaat kaum wanita. Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang. 7. Komisi Pelayanan Pemuda dan Remaja Komisi Pelayanan Pemuda dan Remaja dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penggembalaan jemaat pemuda dan remaja dan pembinaan kerohanian jemaat pemuda dan remaja. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak penatalayanan jemaat pemuda dan remaja. Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang. 8. Komisi Pelayanan Sekolah Minggu Komisi Pelayanan Sekolah Minggu dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penggembalaan anak Sekolah Minggu dan pembinaan kerohanian anak Sekolah Minggu. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak penatalayanan anak Sekolah Minggu. Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang. 9. Komisi Pelayanan Musik dan Pujian Komisi Pelayanan Musik dan Pujian dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penatalayanan Musik dan Pujian dalam peribadahan serta penatalaksanaan pemeliharaan peralatan musik dan pujian, serta membantu Gembala Sidang dalam membina kerohanian para pemain musik, pelayan pujian dan penyembahan agar menghasilkan kegiatan pelayanan musik dan pujian yang

15 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
layak dan berkenan di hadapan Allah. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak penatalayanan dan penatalaksanaan musik dan pujian, baik menyangkut peralatan maupun jemaat yang terlibat dalam pelayanan musik dan pujian. Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang. 10. Komisi Pelayanan Pendidikan dan Misi Komisi Pelayanan Pendidikan dan Misi dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan (baik kerohanian atau sekuler) dan misi, serta membantu Gembala Sidang dalam membina kerohanian para petugas yang terlibat dalam kegiatan pendidikan dan misi. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak aktivitas pendidikan dan misi oleh gereja; antara lain menyelenggarakan pendidikan non formal, seminar, dan membuka pos-pos peribadahan baru (wilayah). Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang. 11. Komisi Pelayanan Sosial Komisi Pelayanan Sosial dipimpin seorang Ketua Komisi, yang memiliki tugas pokok untuk membantu Gembala Sidang dalam penatalayanan dan penatalaksanaan aktivitas diakonia baik pelayanan yang ditujukan bagi jemaat sendiri maupun ke luar, serta membantu Gembala Sidang dalam membina kerohanian jemaat agar terdapat suatu kepedulian sosial yang tinggi baik antar jemaat sendiri maupun bagi umat di luar. Sedangkan fungsinya yaitu selaku koordinator dan penggerak aktivitas sosial/ diakonia jemaat. Seorang Ketua Komisi dapat dibantu oleh seorang Sekretaris dan Bendahara, dapat mengajukan usul pengangkatan Sekretaris dan Bendahara kepada Gembala Sidang.

16 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Semua personal dalam struktur yang tersebut mulai nomor 2 s/d 11 dipilih dan ditahbiskan oleh Gembala Sidang untuk masa 2 tahun dan dapat diperpanjang. Dalam hal personal yang dipilih tidak melaksanakan tugas karena sesuatu dan lain hal sehingga mengganggu dan atau tidak menunjang kegiatan pelayanan, maka Gembala Sidang menunjuk dan mengangkat penggantinya hingga periode kerja 2 tahun berakhir. B. URAIAN TUGAS 1. Gembala Sidang Jemaat GPSDI Ungaran (sesuai AD/ART dengan uraian tupoksi Gembala Sidang) 2. Penilik Jemaat a. Menyusun dan mengajukan kepada Gembala Sidang suatu rencana kerja dan konsep kegiatan yang sejalan dengan program kerja gereja dan Pengakuan Percaya dari UPC (tercantum pada buklet) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Membantu Gembala Sidang dalam melaksanakan kegiatan pembinaan kerohanian jemaat pada wilayah tugasnya c. Melaksanakan kunjungan pada jemaat-jemaat dalam wilayahnya d. Melaksanakan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling pada keluarga-keluarga jemaat pada wilayahnya e. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan f. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang g. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 3. Sekretaris a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan kesekretariatan yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan

17 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
b. Menyusun rancangan kegiatan ketatausahaan sekretariat gereja c. Melaksanakan kegiatan tatawarkat dan kearsipan suratmenyurat keluar dan surat masuk d. Menyusun konsep dan pembuatan surat-menyurat rutin dalam kegiatan pastoral dan peribadahan e. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan f. Membantu penyusunan Laporan Tahunan Gereja sebagai bahan penyampaian dalam Munas GPSDI. g. Melaksanakan tugas-tugas kesekretariatan lain yang ditugaskan oleh Gembala Sidang h. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 4. Bendahara a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan kebendaharawanan yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan keuangan gereja seuai dengan bidang tugasnya, termasuk pembuatan buku kas serta aktivitas pencatatan arus keluar masuk keuangan gereja sesuai bidang penanganannya c. Menyusun konsep dan pembuatan surat-menyurat rutin dalam kegiatan tatalaksana keuangan sesuai bidang tugasnya d. Membuat konsep dan mengajukan draf laporan keuangan rutin secara periodik dalam organisasi gereja kepada Gembala Sidang e. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan f. Melaksanakan tugas-tugas kebendaharawanan lain yang ditugaskan oleh Gembala Sidang g. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang

18 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
h. Pengeluaran uang kas harus dengan persetujuan Gembala Sidang

5. Komisi Pelayanan Kaum Pria a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Kaum Pria (KPKP) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPKP c. Memimpin dan mengkoordinir kegiatan pembinaan kerohanian jemaat kaum pria baik yang rutin maupun acara khusus d. Mengorganisir dan memimpin kegiatan peribadahan rutin kaum pria, termasuk penyusunan jadual ibadah, jadual petugas pelayan dan kunjungan-kunjungan khusus e. Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling jemaat kaum pria f. Membina dan memberikan bimbingan bagi seluruh jemaat kaum pria dan para petugas pelayanan kaum pria yang terlibat dalam pelayanan KPKP g. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan h. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang i. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 6. Komisi Pelayanan Kaum Wanita a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Kaum Wanita (KPKW) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPKW

19 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
c. Memimpin dan mengkoordinir kegiatan pembinaan kerohanian jemaat kaum wanita d. Mengorganisir dan memimpin kegiatan peribadahan rutin kaum wanita, termasuk penyusunan jadual ibadah, jadual petugas pelayan dan kunjungan-kunjungan khusus e. Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling pada jemaat kaum wanita f. Membina dan memberikan bimbingan bagi seluruh jemaat kaum wanita dan para petugas pelayanan kaum wanita yang terlibat dalam pelayanan KPKW g. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan h. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang i. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 7. Komisi Pelayanan Pemuda dan Remaja a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Pemuda dan Remaja (KPPR) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPPR c. Memimpin dan mengkoordinir kegiatan pembinaan kerohanian jemaat pemuda dan remaja d. Mengorganisir dan memimpin kegiatan peribadahan rutin pemuda dan remaja, termasuk penyusunan jadual ibadah, jadual petugas pelayan dan kunjungan-kunjungan khusus e. Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling pada jemaat pemuda dan remaja f. Menggerakkan kaum muda dan remaja untuk terlibat aktif dalam pelayanan kerohanian g. Membina dan memberikan bimbingan bagi seluruh jemaat pemuda dan remaja para petugas pelayanan pemuda dan remaja yang terlibat dalam pelayanan oleh KPPR

20 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
h. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan i. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang j. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 8. Komisi Pelayanan Sekolah Minggu a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Sekolah Minggu (KPSM) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPSM c. Memimpin dan mengkoordinir kegiatan kerohanian Sekolah Minggu d. Mengorganisir dan memimpin kegiatan peribadahan rutin Sekolah Minggu, termasuk penyusunan jadual ibadah, jadual petugas pelayan dan kunjungan-kunjungan khusus pada anak/ orangtua anak Sekolah Minggu e. Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling pada jemaat anak Sekolah Minggu f. Membina dan memberikan bimbingan bagi para petugas pelayanan Sekolah Minggu yang terlibat dalam pelayanan oleh KPSM g. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan h. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang i. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 9. Komisi Pelayanan Musik dan Pujian a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Musik dan Pujian (KPMP) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan

21 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
b. Melaksanakan penatausahaan inventaris peralatan musik dan pujian c. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPMP agar pelayanan musik dan pujian dapat terlaksana dalam peribadahan rutin setiap minggu dan atau dalam perayaan khusus d. Memimpin kegiatan pembinaan kerohanian bagi para pelayan musik dan pujian e. Mengorganisir dan memimpin pelayanan musik dan pujian dalam kegiatan peribadahan rutin maupun perayaan khusus, termasuk penyusunan jadual petugas musik, jadual petugas pelayan pujian dan latihan-latihan bagi pelayan musik dan pujian f. Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling bagi para pelayan musik dan pujian g. Membina dan memberikan bimbingan bagi para petugas pelayanan musik dan pujian yang terlibat dalam pelayanan KPMP h. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan i. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang j. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 10. Komisi Pelayanan Pendidikan dan Misi a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Pendidikan dan Misi (KPPM) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan penatausahaan inventaris peralatan pendidikan dan misi c. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPPM agar pelayanan pendidikan dan misi dapat terlaksana untuk mendukung perkembangan gereja

22 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
d. Memimpin kegiatan pembinaan kerohanian bagi para pelayan pendidikan dan misi e. Mengorganisir dan memimpin pelayanan pendidikan dan misi dalam kegiatan pendidikan rutin maupun misi khusus, termasuk penyusunan jadual belajar, jadual petugas pengajaran dan pelayanan misi-misi tertentu lainnya f. Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling bagi para pelayan pendidikan dan misi g. Membina dan memberikan bimbingan bagi para petugas pelayanan pendidikan dan misi yang terlibat dalam pelayanan KPPM h. Mengupayakan perintisan/ pembukaan pos-pos Penginjilan baru i. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan j. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang k. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang 11. Komisi Pelayanan Sosial a. Menyusun rencana kerja dan konsep kegiatan Komisi Pelayanan Sosial (KPS) yang akan dilaksanakan pada tahun berjalan b. Melaksanakan penatausahaan inventaris peralatan dan kekayaan KPS c. Melaksanakan kegiatan penatalaksanaan dan penatalayanan KPS agar kegiatan sosial dapat terlaksana untuk mendukung perkembangan gereja d. Memimpin kegiatan pembinaan kerohanian bagi para petugas KPS e. Mengorganisir dan memimpin aktivitas KPS dalam kegiatan soial rutin maupun khusus, termasuk pembuatan proposal kegiatan atau kerjasama dengan pihak lain

23 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
Menggerakkan pelayanan kerohanian dan pastoral konseling bagi para petugas KPS g. Membina dan memberikan bimbingan bagi para petugas pelayanan KPS yang terlibat dalam pelayanan h. Senantiasa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pengurus/ pelayan lainnya demi keterpaduan dan kelancaran pelayanan i. Melaksanakan tugas pastoral lain yang didelegasikan oleh Gembala Sidang j. Melaporkan dan konsultasi secara periodik mengenai kegiatannya dengan Gembala Sidang C. TATA HUBUNGAN KERJA Tata hubungan kerja dalam struktur organisasi berlandaskan pada etika Kristen yang dilandaskan pada firman Tuhan dalam alkitab. 1. Setiap pengurus/ pelayan (Penilik Jemaat, Sekretaris, Bendahara, Ketua-ketua Komisi serta stafnya) membuat rencana kerja tahunan yang diajukan kepada Gembala Sidang (sedapatnya mengacu pada program kerja departemen/ biro GPSDI baik tingkat regional maupun nasional) 2. Sekretaris mengkompilasikan rencana kerja masing-masing Penilik Jemaat dan Komisi ke dalam suatu rencana kerja/ program tahunan 3. Masing-masing pengurus dapat mengkoordinasikan rencana kerjanya yang berhubungan dengan komisi lainnya dari aspek lingkup urusan, dan dengan Penilik Jemaat dalam aspek lingkup wilayah 4. Revisi Rencana Kerja dapat dilakukan selambat-lambatnya sebulan sebelum aktivitas sesuai rencana dan penjadualan akan dilaksanakan 5. Aktivitas pelayanan internal organisasi di luar rencana kerja tahunan (yang belum tercantum pada rencana kerja tahunan) harus dilaporkan dan sepengetahuan Gembala Sidang f.

24 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
6. Setiap hubungan ke luar gereja yang mengatasnamakan gereja harus dengan persetujuan dan sepengetahuan Gembala Sidang 7. Penggunaan kertas kop dan cap gereja hanya boleh dilakukan oleh Gembala Sidang untuk keperluan resmi organisasi. 8. Setiap surat keluar ataupun masuk baik dengan tujuan langsung maupun cq, ub, da, dan sebagainya harus tercatat dalam buku ekspedisi. 9. Kodefikasi nomor surat harus tercantum pada buku ekspedisi dengan sepengetahuan sekretaris. 10. Masing-masing komisi dapat menggunakan kode singkatan “KP... “ pada bagian terakhir kode nomor surat keluar (sesuai dengan singkatan huruf kapital nama komisi. 11. Setiap Penilik Jemaat/ Pengurus Komisi sedapatnya mengintegrasikan setiap kegiatan pelayanannya dengan program kerja gereja serta komisi lainnya agar tercipta sinergisme yang baik. 12. Hal-hal lain yang belum diatur berkaitan dengan Tata Hubungan Kerja dikoordinasikan oleh Gembala Sidang. Untuk menjaga harmonisnya kerjasama dan keterpaduan gerak langkah dalam pelayanan patut kiranya kita meneladani ajaran Tuhan Yesus. Berikut beberapa prinsip yang dapat manjadi pedoman. 1. PELAYAN TUHAN BICARA LEMAH LEMBUT, BUKAN DENGAN PERKATAAN YANG PEDAS (Amsal 15:1 Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.) 2. MENJADI PELAYAN TUHAN HARUS PIKUL KUK, SIAP BERKORBAN DAN SELALU BELAJAR PADA TUHAN YESUS (Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.) 3. PELAYAN TUHAN HARUS MENUNTUN SAUDARANYA DENGAN LEMAH LEMBUT SAMBIL MENJAGA DIRI (Galatia 6:1 Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu

25 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2
pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.) PELAYAN TUHAN SELALU RENDAH HATI, LEMAH LEMBUT, SABAR DAN MENUNJUKKAN KASIH DALAM HAL SALING MEMBANTU, BUKANNYA SALING MENJATUHKAN (Efesus 4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.) PELAYAN TUHAN MENUNTUN SAUDARANYA YANG “SUKA MELAWAN” UNTUK BERTOBAT DAN MENGENAL KEBENARAN DENGAN LEMAH LEMBUT (II Timotius 2:25 dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,) PELAYAN TUHAN TIDAK BOLEH MEMFITNAH, TIDAK BOLEH BERTENGKAR, HENDAKLAH SELALU RAMAH DAN LEMAH LEMBUT (Titus 3:2 Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang.) PELAYAN TUHAN MEMBUANG SEGALA YANG KOTOR DAN KEJAHATAN DAN MENERIMA FIRMAN YANG TERTANAM DI HATI (Yakobus 1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.) PELAYAN TUHAN SELALU SIAP SEDIA PADA SEGALA WAKTU DAN SENANTIASA BERTANGGUNG JAWAB BAIK KEPADA TUHAN MAUPUN SETIAP ORANG (I Petrus 3:15 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat,)

4.

5.

6.

7.

8.

26 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005

PELAYAN TUHAN 2

27 Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia Ungaran 2005


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2443
posted:12/19/2009
language:Indonesian
pages:27
Description: Buku Panduan Pelayan Tuhan sesuai firman Tuhan di dalam Kitab Suci dan penjelasan mengenai organisasi pelayanan di Gereja. Perlu dipahami oleh seluruh pelayan Tuhan, dahului dengan Doa, minta pertolongan Roh Kudus dan pahami dengan bantuan Alkitab. Tuhan Yesus memberkati.