Docstoc

Ngedan: Liburan Gila-gilaan

Document Sample
Ngedan: Liburan Gila-gilaan Powered By Docstoc
					Liburan Paling Asik: NGEDAN! Ngedan? Ngedan adalah sebuah laku, perbuatan gila-gilaan bukan karena psikosis atau neurosis, tapi lebih ditujukan untuk prihatin (asal kata: perih hatine). Apa kaitannya dengan liburan? Ya itulah liburan saya tahun ini. Konsepnya, liburan adalah berganti suasana dari segala sesuatu yang kita jalani sehari-hari. Nah, dalam liburan saya kali ini, bukan hanya berganti suasana, tapi juga berganti peran. Saya memilih peran sebagai pemulung. Jadilah liburan kali ini hanya bermodalkan kaki, pakaian kusam, sebuah karung tua dan tanda pengenal lengkap (jaga-jaga kalau ada situasi darurat). Menyusuri jalan-jalan kota Semarang sebagai seorang pemulung memang asik, terutama karena peran yang berbeda. Jalan-jalan di pusat kota sebagai seorang pegawai, pengusaha, atau apa saja mungkin sering anda rasakan, tapi bisakah anda membayangkan asiknya menyusuri kota sebagai sebuah pribadi yang jauh berbeda? Pendek cerita, liburan kali ini sangat berkesan dan produktif. Hasil dari perjalanan itu bukan hanya sekarung plastik, namun juga sebuah puisi dan inspirasi untuk segera menyelesaikan lukisan yang lama terbengkalai. (Terlampir). Ini puisinya. “Perjalanan Wajah dan Omongan Kentut” Perjalananku, perjalanan tanpa tanpa arah, tanpa jalanan Melangkah tak seirama, bermusuhan hati dan kaki Kaki dituntun mata kanan Hati dituntun nurani kiri Perjalananku dihambat jiwa, disokong mimpi gersang Langkahku dikerat sadar, dibokong racun manis Menyusup ke dalam celah batu karang Hapuskan dahaga di telaga darah amis Perjalananku hanya omong kosong dan bolak-balik peran Ceriwis dalam diam, melimpah sumpah serapah Tekuk lutut ditelikung jaman Lelah menopang lesakan gairah Perjalananku tak berjejak, upaya melepas jarak Tak berpijak tak bertindak Usir diri, pasrah tanpa gerak Lari menyerah, bebaskan rasa singkapkan watak Leganya bebas berjalan itu Sejahat bebas itulah aku Berkumpul angin busuk di perut lalu kentut Biarlah muntah semua yang terhasut Sebab kentutku maut! Perjalanku adalah perjalanan penuh kentut Sebab mulutku tersumbat dendam kesumat Mampat oleh berlaksa-laksa bejat Karena wajahku di pantat, dan pantatku di muka Tuut... broot... pret... kentutku adalah kata-kataku tanpa makna, menyerang semua mulut Kata-kataku adalah kata-kata katatonik, jelas miring maknanya, busuk bunyinya Jangan heran, sebab aku berpikir dan berkata-kata di balik kolor butut

Bukan hanya tulisan itu, selimut kabut di benak saya terbuka lebar, alhasil ter-upload-lah beberapa tulisan ke blog saya, http://www.lukisanmoses.wordpress.com.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:49
posted:12/19/2009
language:Indonesian
pages:2