evaluasi hasil belajar by jainadi

VIEWS: 4,104 PAGES: 3

									RANGKUMAN EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR Evaluasi pendidikan melibatkan banyak kegiatan teknis dalam menentukan metode dan format penilaian yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Informasi tersebut diperlukan dalam menafsir dan menetapkan keputusan untuk kepentingan pendidikan. Penilai membutuhkan keterampilan dalam mengidentifikasi dan memahami berbagai macam perspektif penilaian, baik penilaian kontekstual dan proses maupun penilaian hasil. Karena penilaian merupakan pusat kontrol keberhasilan program pendidikan, maka terdapat dua syarat utama yang harus dipenuhi oleh suatu instrumen penilaian, yaitu validitas dan reliabilitas. A. VALIDITAS Validitas merupakan produk dari validasi. Validasi adalah suatu proses yang dilakukan oleh penyusun atau pengguna instrumen untuk mengumpulkan data secara empiris guna mendukung kesimpulan yang dihasilkan oleh skor instrumen. Sedangkan validitas adalah kemampuan suatu alat ukur untuk mengukur sasaran ukurnya. Untuk menjadi valid suatu instrumen tidak hanya konsisten dalam penggunaannya, namun yang terpenting adalah harus mampu mengukur sasaran ukurnya. Hal ini berarti bahwa validitas merupakan ciri instrumen yang terpenting. Berbagai usaha dilakukan untuk meningkatkan validitas instrumen, baik langsung ataupun tidak berhubungan dengan peningkatan validitas instrumen itu sendiri. Untuk menjadi valid maka suatu instrumen harus dikonstruksi dengan baik dan mencakup materi yang benar-benar mewakili sasaran ukurnya. Validitas instrumen bersifat relatif terhadap situasi tertentu dan tergantung pada kondisi tertentu. Instrumen yang mempunyai validitas tinggi terhadap tujuan atau kegunaan tertentu mungkin akan mempunyai validitas sedang atau mungkin rendah terhadap tujuan lainnya.

1. Macam-macam Validitas a. Validitas logis Validitas logis merupakan sebuah instrument evaluasi yang menunjuk pada kondisi bagi sebuah instrument yang memenuhi persyaratan valid berdasaarkan hasil penalaran. Ada dua macam validitas logis yang dapat dicapai oleh sebuah instrument yaitu : validitas isi dan validitas konstrak. b. Validitas empiris “validitas empiris artinya pengalaman. Sebuah instrumen dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. Ada dua macam validitas empiris, yaitu validitas “ada sekarang” dan validitas predictive.

Dari uraian adanya dua jenis validitas, yakni validits logis dan validitas empiris, maka secara keseluruhan kita mengenal adanya empat macam validitas, yaitu : 1. Validitas isi 2. Validitas konstruksi 3. Validitas “ada sekarang” 4. Validitas predictive Dua yang pertama yakni (1) dan (2) dicapai melalui penyusunan berdasarkan ketentuan atau teori. Sedangkan dua berikutnya yakni (3) dan (4) dicapai sesudah dibuktikan melalui pengalaman. 1. Validitas isi ( content validity) Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. Oleh karena materi yang diajarkan tertera dalam kurikulum, maka validitas ini sering juga disebut validitas kurikuler.

2. Validitas konstruksi ( construct validity) Sebuah tes dikatakan memiliki validitas konstruksi apabila butir-butir soal yang membangun tes tersebut ,mengukur setiap aspek berfikir seperti yang disebutkan tujuan Instruksional Khusus(TIK).

3. Validitas “ada sekarang” (concurrent validity) Validitas ini lebih umum dikenal dengan validitas empiris. Sebuah tes dikatakan memilikii validitas empiris jika hasilnya sesuai dengan pengalaman. Dalam hal ini hasil tes dipasangkan dengan hasil pengalaman yang telah lalu. Sehingga dalam membandingkan hasil sebuah hasil tes maka diperlukan suatu kriterium atau alat banding.

4. Validitas prediksi ( predictive validity) Memprediksi artinya meramal. Dengan meramal selalu mengenai hala yang akan dating, jadi sekarang belum terjadi. Sebuah tes dikatakan memiliki validits prediksi apabila mempunyai kemampuan untuk meramalakan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

2.

Cara mengetahui validitas alat ukur Teknik yang digunakan untuk mengethaui kesejajaran dalah teknik korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson.

Rumus korelasi product moment ada dua macam, yaitu: a. Korelasi product moment dengan simpangan Rumusnya yaitu:

b. Korelasi product moment dengan angka kasar. Rumus korelasi product momen


								
To top