lulus sekolah

					HOREE, TIDAK LULUS!!!

Hampir setiap tahun kita selalu dikejutkan dengan tingginya ngka ketidaklulusan, terutama SMA dan yang sederajat dengannya. Anak yang tidak lulus biasanya langsung drop mentalnya, khawatir dengan masa depannya. Padahal anak yang tidak lulus bukan berarti suram masa depannya, dan anak yang lulu pun bukan tidak ada jaminan bahwa masa depannya gemilang.. pada umumnya siswa yang tidak lulus akan merasa tertekan dan mempunyai beban mental yang tinggi yang berat, terutama rasa malu dan tidak percaya diri untuk bergaul dengan orang lain, terutama teman-temannya sendiri. Untuk mengurangi beban tersebut, sebagian siswa memilih untuk mengikuti ujian nasional pendidikan (UNPK), baik yang kejar paket B maupun kejar paket C, sehingga mereka akhirnya mempunyai ijazah dan syukur-syukur bisa digunakan untuk mencari kerja atau meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Keberadaan ujian nasional pendidikan (UNPK), baik yang kejar paket B maupun kejar paket C tidaklah begitu saja menyelesaikan silang sengkarut dunia pendidikan di Indonesia mengingat masih tingginya angka ketidak lulusan dan jumlah anak putus sekolah atau yang belum pernah duduk di bangku sekolah sama sekali. Untuk tingkat sekolah menengah atas di jateng saja angka ketidak lulusan pada tahun 2008/2009 7.431 siswa (4,45 %) untuk SMA/MA dan 11.071 siswa (8,07 %) untuk SMK (http:// saif569.wordpress.com). bahakn masih banyak sekolah yang lebih dari 75%, bahkan ada yang 100% siswanya tidak lulus, sebagai yang terjadi di 6 Sekolah Menengah Atas di Makassar (http://www.republika.co.id) Kemungkinan di tahun-tahun mendatang angka ketidaklulusan akan masih cukup tinggi seiring dengan naiknya sandar nilai minimal UAN sebagai syarat kelulusan, dan sepertinya nilai standar tersebut akan terus naik mungkin sampai angka tertentu yang belum diketahui pada angka berapa akan berhenti kenaikannya. Mengingat masih tingginya angka ketidak lulusan dan jumlah anak putus sekolah atau yang belum pernah duduk di bangku sekolah, maka program kejar paket tidak akan menyelesaikan masalah di dengan instant. System kejar paket hanya akan mengurangi efek social jangka pendek dari tingginya angka ketidaklulusan, yaitu bagi yang merasa malu karena tidak lulus dan tidak bias melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka akan segera bias mengikuti ujian UNPK dan “pasti” lulus. Masalah tingginya angka ketidaklulusan dan masalah lainnya yang masih bmenyelimuti dunia pendidikan haruslah diselsesaikan sampai ke akar-akarnya dengan tuntas. Salah satu masalah

utama yang menggelayuti dunia pendidikan di Indonesia adalah pengajaran yang sangat berorientasi pada penguasaan teori dan hafalan, kurikulum yang sangat kaku dan sarat beban, system penilaian yang belum sesuai, dan kesempatan pendidikan yang tidak merata dan dengan diferensiasi kualitas yang terlalu jauh antara satu sekolah dengan yang lain. Untuk menyelesaikan masalah yang menimpa dunia pendidikan Indonesia, terdapat beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan, antara lain pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu jenjang pendidikan, dan peningkatan relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu jenjang pendidikan, dan peningkatan relevansi antara pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja adalah pekerjaan yang besar, karena tidak hanya cukup dengan membuka sekolah baru, tetapi juga mempersiapkan sumber daya guru yang berkualitas yang jumlahnya juga cukup banyak. Bahkan pada jenjang sekolah menengah atas, sangat dimungkinkan untuk membuka jurusan-jurusan baru di sekolahsekolah menengah kejuruan, agar tidak terjadi penumpukan pada jurusan tertentu, sehingga mereka akan terserap ke dunia kerja begitu luus sekolah. Sebagai contoh, jurusan yang berkaitan dengan pertanian dan perikanan, selain jumlahnya yang terbatas, juga kurang dikenal, padahal mayoritas penduduk Indonesia adalah bekerja di bidang pertanian, sehingga Indonesia dikenal sebagai Negara agraris. Ironisnya, jurusan yang berkaitan dengan dunia industri, lebih digemari dan dikenal, padahal Indonesia adalah bukan negara indutsri, tanpa menafikan pentingnya industrialisasi, tetapi memang begitulah faktanya di negara kita. Mayoritas industri (baca: perusahaan besar) yang menyerap tenaga kerja (baca: buruh yang lebih mengandalkan tenaga, seperti garment, konveksi, pertambangan) dalam jumlah besar dimiliki oleh asing, sehingga industrialisasi yang ada adalah industrialisasi yang menguntungkan asing. Untuk melakukan perbaikan system pendidikan jangka panjang, perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap kurikulum untuk meningkatkan relevansi antar proses pembelajaran dan tujuan pembelajaran, sehingga para lulusan sekolah benar-benar mempunyai kualifikasi yang diharapkan dan kreatif sehingga tidak hanya menjadi pencari kerja, serta tanggap terhadap perubahan yang sangat cepat di bidang social, ekonomi, budaya, dan teknologi sehingga mampu menjadi pembuat peluang kerja. System kejar paket bukanlah jawaban yang layak diberikan, terutama bagi para siswa yang tidak lulus, karena tidak mendidik. System kejar paket hanya patut diberikan kepada yang mereka yang benar-benar belum menyentuh bangku sekolah.

Banyaknya masalah yang menimpa dunia pendidikan kita merupakan tantangan yang harus diselesaikan dengan tuntas tapi tidak tergesa-gesa.apabila masalah-masalah yang ada dapat diselesaikan dengan pasti meski pelan, kualitas pendidikan akan menjadi lebih baik dengan lebih cepat dari yang diharapkan, karena dunia pendidikan adalah dunia yang dipenuhi oleh tenagatenaga professional yang belum menunjukkan keprofesionalan mereka karena masih minimnya kesempatan untuk bekerja secara professional.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:87
posted:12/17/2009
language:Indonesian
pages:3