Docstoc

KERTAS REZA

Document Sample
KERTAS REZA Powered By Docstoc
					TEORI DASAR

Sampah kertas dapat kita jumpai di mana-mana, baik di rumah, di pasar, di jalanan, di perkantoran, di sekolah, di percetakan, dan sebagainya. Sampah kertas ini kelihatanya sepele, mudah hancur dan tidak seberbahaya sampah plastik. Walau bagaimana pun, yang namanya sampah pasti menimbulkan masalah yang bisa menggangu kebersihan dan keindahan lingkungan karena berserakan di mana-mana.Sampah kertas masih bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang menjadi kertas alternative yang unik dan bernilai seni. Apalagi kalau pengolahannya dikombinasikan dengan sampah alami di lingkungan sekitar kita yang kaya akan keragaman potensi alamnya. Kertas hasil daur ulang ini kita kenal dengan kertas seni. Penampilanya estetis yang kaya akan nuansa alami. Selain itu, sampah kertas yang dikombinasikan dengan limbah alami bisa dimanfaatkan oleh seniman sebagai media ekspresi dalam berkesenian. Kertas seni hasil daur ulang pun dapat dimanfaatkan oleh desainer, baik grafis maupun produk, serta oleh pengerajin untuk kreasi craft-nya.Dapat dibayangkan potensinya seandainya kegitaan mendaur ulang sampah semacam ini mulai disadari dan dilakukan setiap masyarakat di Indonesia. Dengan maraknya produk-produk seni, desain, dan kerajinan dari bahan kertas seni Made in Indonesia maka tidak menutuo kemungkinan kertas seni daur ulang dengan berbagai aplikasinya akan menjadi khasanah budaya Indonesia yang cukup potensial. Tampaknya sudah menjadi kenyataab bahwa semakin maraknya para pengrajin kertas seni dengan aplikasinya di beberaoa wilayah Indonesia. Hal ini pun didukung oleh masyarakat yang sudah mulai mengerti dan menyadarinya.

ALAT DAN BAHAN Gambar Alat ALAT PENCETAK

ALAT PRESS

Alat pendukung 1. Ember 2. Blender 3. Kain Goni 4. Saringan 5. Gunting kertas 6. Alat press 7. Alat pencetak

Bahan – Bahan 1. Kertas bekas 2. Lem kertas 3. Pewarna 4. Air 5. Kardus tebal

PROSEDUR KERJA 1. Potong – potong kertas sudah tidak terpakai menjadi ukuran yang kecil. 2. Rendam dalam ember dengan air secukupnya. 3. Lumatkan kertas sampai lembek dan lembut. 4. Blender kertas yang sudah lembek sampai jadi lebih lembut 5. Masukan kertas yang sudah lembut kedalam wadah, kemudian tambahkan lem secukupnya, aduk sampai rata. 6. Tambah pewarna sesuai dengan yang di inginkan. 7. Masukan adonan yang sudah jadi ke alat pencetak, kemudian ratakan. 8. Lapisi dengan kain goni, kemudian tekan memakai kedua tengan supaya airnya merembes. Penekanan dilakukan sampai kertas menempel pada kain goni. 9. Angkat kertas yang menempel pada kain goni dari alat pencetak (hati – hati jangan smpai ada retakan atau robek). 10. Lapisi sisi kertas yang lain dengan kain goni lagi. 11. Letakan kertas kedua sisinya yang sudah dilapisi kain goni kea lat pengepres (hati- hati dalam memindahkanya). 12. Putar stir pada alat pengepres hingga kertas terjepit. Pemutaran pengepresan dilakukan sampai stir tidak bisa diputar lagi . Tunggu beberaoa saat. 13. Angkat adonan dari alat pengepress dengan hati – hati. 14. Angkat kain goni disalah satunya dengan hati – hati jangan sampai ada yang patah/retak. 15. Pindahkan ke kardus tebal, kemudian lepaskan kain goni. 16. Keringkan dengan terik matahari sampai kering. 17. Rapikan sisi kertas yang sudah kering dengan cara memotong bagian yang tidak rapi. 18. Kertas siap dikreasikan dengan berbagai macam – macam bentuk dan hiasan.

PEMBAHASAAN Dalam pembuatan kertas ini bagi saya cukup susah pada saat memprosesnya. Apalagi dengan peralatan yang sangat terbatas menyebabkan proses pembuatanya membutuhkan waktu yang lumayan lama. Peralatan utama yang tersedia blender, alat pencetak, dan alat press. Pada saat memblender kertas yang ingin dibuat lembut, proses pemblenderan memerlukan waktu lama, karena pada proses tersebut kertas yang blender harus sedikit demi sedikit. Apabila kertas terlalu banyak di blender, mesin blender tidak mau memblender akibatnya mesin blender berasap dan berbau (konslet). Kemudian pada proses pengeringan saya juga mendapatkan beberapa kendala. Menurut saya alangkah baiknya proses pengeringan dilakukan memakai mesin – mesin pengering kertas. dengan mesin pengering kertas kita dapat menentukan derajat suhu yang baik bagi hasil kertas yang didapat. Maka Pasti hasil yang di dapat akan maksimal. Berbeda apabila menggunakan proses pengeringan dengan panas terik matahari, panas dari matahari tidak dapat di ukur derajat suhunya. Terkadang Panas , sedang/teduh, ataupun sama sekali tidak ada panas matahari. Itu yang menyebabkan proses pengeringan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena alat yang terbatas saya dan teman – teman menggunakan proses pengeringan dengan terik matahari. Setelah proses pengeringan , hasil kertas yang didapat tidak rata dan banyak lekukan – lekukan (bergelombang) di setiap bagian sisinya. Seharunya pada saat pengeringan kertas di ganjal atau di beri pemberat agar kertas tadi lurus dan tidak bergelombang. Selain itu menurut pendapat saya faktor yang menyebabkan kertas bergelombang , karena pemanasaan yang teralalu panas. Sehingga Untuk pembuatan produknya saya sendiri cukup mengalami kesulitan karena kurangnya kreatifitas yang saya miliki. Selain itu cukup sulit untuk memadukan antara hasil kertas yang tidak begitu maksimal dengan media yang akan di buat. Tetapi hal itu sudah dapat diatasi karena ada buku tentang berkerasi dengan kertas daur ulang. Sehingga kelompok saya akan lebih mudah mengaplikasikanya menjadi barang yang berguna dan bernilai jual.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:232
posted:12/11/2009
language:Indonesian
pages:4