Docstoc

RAPAT KERJA NASIONAL PENGURUS MAI 2009

Document Sample
RAPAT KERJA NASIONAL PENGURUS MAI 2009 Powered By Docstoc
					RAPAT KERJA NASIONAL (RAKERNAS) PENGURUS MAI 2009 MAI-Organisasi profesi Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) telah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Pengurus MAI, tanggal 17-18 April 2009 di Wisma Puspiptek, Serpong-Tangerang. Acara yang bertemakan “Bersama Memajukan Akuakultur Indonesia” dihadiri oleh para pengurus MAI periode 2007-2011 dan tamu undangan, diantaranya perwakilan dari pemerintah, swasta/industri, akademisi, dan praktisi bidang terkait. RAKERNAS MAI 2009 dibuka oleh perwakilan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yaitu dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Prof (Riset). Dr. Ir. Ketut Sugama. Disampaikan melalui sambutan tertulis bahwa perikanan budidaya (akuakultur) merupakan sektor yang penting karena merupakan basis perikanan dunia. Maka dari itu, diperlukan peningkatan kualitas SDM, salah satunya yaitu dengan sertifikasi profesi. Hal ini telah diupayakan MAI dengan membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Akuakultur Indonesia (LSP-AI), diungkapkan oleh wakil ketua MAI, Dr. Ir. Edward Danakusumah, M.Sc. Evaluasi dan pemaparan program kerja pengurus disampaikan dalam diskusi panel. Masing-masing pengurus tersebut yaitu Prof. Dr. Ir. Kamiso H. N. (Korsi Kesehatan Lingkungan dan Penyakit), Ir. Irzal Effendi, MS (Korsi Pengembangan Teknologi Tepat Guna), Ir. Ahmad Musyafik (Korsi Pengembangan Teknologi Hatchery), Dr. Ir. Husni Amarullah, M.Sc (Korsi Kerapu) dan Batahan Siringoringo SE., MM (Pengurus LSP-AI). Sedangkan pemaparan program kerja fungsionaris dari koordinator daerah (korda), disampaikan oleh S.M.A Hari Mahardhika, S.Pi (Representatif Korwil III : Jawa, Bali, NTB), Dr. Ir. Winda Mercedes Mingkid, M.Mar.Sc (Korda Sulawesi Utara) dan Ir. Albert Renyaan, M.Sc (Korda Papua Barat). Beberapa hal penting yang dihasilkan dalam rapat, diantaranya LSP-AI akan membentuk cabang dan asesor (tempat uji kompetensi) di setiap korda dimana sebelumnya akan mendapat pelatihan dari BNSP dan bekerjasama dengan pihak akademisi. Selain itu, organisasi MAI perlu meningkatkan sosialisasi dan peranan sebagai sentra informasi dan pelatihan akuakultur serta menyiapkan program pendidikan berkelanjutan untuk mendukung pelaksanaan sertifikasi ahli akuakultur. Berkaitan dengan tema rapat, telah dihadiri pemateri dari akademisi, diantaranya yaitu Drs. Rudyan Kopot, Ak. MBA dan Dr. Ir. Bambang Widigdo, dengan masing-masing materi yaitu pengembangan sumberdaya manusia dan isu global, serta bagaimana mensikapi tuntutan global akan penerapan GLOBALGAP dalam budidaya udang. Menanggapi kebutuhan SDM yang berkualitas dan isu-isu global diperlukan strategi, kebijakan, dan program yang sinkron, harmonis, serta partisipastif dengan tujuan “Feed The World”, yaitu menjadikan akuakultur menjadi sektor yang kompetitif dan berkelanjutan dalam

pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, dll. Sementara tuntutan penerapan GAP (Global Aquaculture Practices) dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran dan pengontrolan kualitas lingkungan dalam kegiatan budidaya (tambak). Leadership program-FUN GAMES juga diberikan oleh pemateri, Zaenal Arifin kepada para peserta rapat dengan harapan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan menumbuhkan semangat dalam merealisasikan program sehingga organisasi MAI dapat berperan aktif dalam memajukan akuakultur di Indonesia. Disampaikan juga oleh Sekjen MAI, Dr. Ir. Agung Sudaryono, M. Sc bahwa dalam waktu dekat, MAI bekerjasama dengan event organizer akan mengadakan dua event besar, yaitu Konferensi Nasional Akuakultur Indonesia (AQUAINDO) 2009 dengan tema “Peningkatan Konsumsi Seafood dalam menghadapi Tantangan Pemasaran Global” pada bulan November 2009 di Yogyakarta, dan Konferensi Internasional & Expo Akuakultur Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC) pada bulan Maret 2010.


				
DOCUMENT INFO
Description: RAKERNAS MAI 2009 dibuka oleh perwakilan dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, yaitu dari Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Disampaikan melalui sambutan tertulis bahwa perikanan budidaya (akuakultur) merupakan sektor yang penting karena merupakan basis perikanan dunia. Maka dari itu, diperlukan peningkatan kualitas SDM, salah satunya yaitu dengan sertifikasi profesi.
Tri Utami Tri Utami Indonesian Aquaculture Society
About