Pemberdayaan Masyarakat Desa

Description

Capacity Building Aparatur Pemerintah Daerah di Grand Majesty Hotel-Batam, 3 Desember 2009

Shared by: DadangSolihin
Categories
-
Stats
views:
6926
posted:
12/10/2009
language:
Indonesian
pages:
0
Document Sample
scope of work template
							BAPPENAS

www.dadangsolihin.com

2

Tema
Strategi Perencanaan Desa dan Upaya Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Aparatur Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam rangka Penguatan Infrastruktur dan Percepatan Pembangunan Pedesaan
• • • • •

Materi
Pembangunan Perdesaan Isu dan Masalah Pembangunan Daerah Pemberdayaan Masyarakat Pembagian Peranan Stakeholders dalam Pemberdayaan Masyarakat Arah, Prinsip, Strategi dan Sasaran Pembangunan Perdesaan dalam RPJMN 2010 2014 dan RKP 2010 2010-2014

www.dadangsolihin.com

3

www.dadangsolihin.com

4

Pembangunan Perdesaan
• • • 82,31% wilayah Indonesia adalah kawasan perdesaan yaitu sejumlah 73.405 desa (Podes 2006) Sebagian besar penduduk miskin masih berada di perdesaan (23,61 juta jiwa dari 37,17 juta jiwa pada tahun 2007) Pembangunan perdesaan ditujukan kepada masyarakat perdesaan yang sebagian besar adalah petani miskin dan melibatkan program p g pengembangan y g komprehensif untuk meningkatkan g yang p g produktifitas dan kondisi kehidupannya.

www.dadangsolihin.com

5

Apa Itu Pembangunan?
Pembangunan adalah proses perubahan ke arah kondisi yang lebih baik melalui upaya yang dilakukan secara terencana.  antar daerah  antar sub daerah

How?
1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan

Apa T j A Tujuan Pembangunan? P b ?
(Todaro: the three objectives of development)
1. Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan kesehatan, pendidikan, dll. 2. Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa percaya diri (self-esteem) setiap orang. 3. 3 Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang orang.
www.dadangsolihin.com 7

 antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan) keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi g g g generasi sekarang dan g g generasi masa datang (berkelanjutan).

www.dadangsolihin.com

8

Tantangan dalam Pembangunan Daerah
Sarana dan Prasarana yang memadai dan berkualitas • Mengurangi ketimpangan • Memberdayakan masyarakat • Mengentaskan kemiskinan. • Menambah lapangan kerja. Pemanfaatan sumber daya secara berkualitas Koordinasi yang semakin baik antar stakeholders Dunia usaha yg kondusif • Menjaga kelestarian SDA

Pembangunan Daerah (1)
 Pembangunan daerah pada hakekatnya adalah upaya terencana untuk meningkatkan kapasitas pemerintahan daerah sehingga tercipta suatu kemampuan yang andal dan profesional dalam: • memberikan pelayanan kepada masyarakat, • mengelola sumber daya ekonomi daerah.

Peningkatan kapasitas SDM
www.dadangsolihin.com 9 www.dadangsolihin.com 10

Pembangunan Daerah (2)
 Pembangunan daerah juga merupakan upaya untuk memberdayakan masyarakat di seluruh daerah sehingga: • tercipta suatu lingkungan yang memungkinkan masyarakat untuk menikmati kualitas kehidupan yang lebih baik, maju, dan tenteram, • memperluas pilihan yang dapat dilakukan masyarakat bagi p peningkatan harkat, martabat, dan harga diri. g g •

Pembangunan Daerah (3)
Pembangunan daerah dilaksanakan melalui penguatan otonomi daerah dan pengelolaan sumber daya yang mengarah pada terwujudnya tata kepemerintahan yang baik (good governance). Pelaksanaan pembangunan daerah yang baik hanya dapat dilakukan apabila terjadi keseimbangan peran dari tiga pilar, yaitu: pemerintah, dunia usaha swasta, dan masyarakat.

•

www.dadangsolihin.com

11

www.dadangsolihin.com

12

Pembangunan Daerah (4)
• Pemerintahan (legislatif, eksekutif, dan yudikatif) memainkan peran yang menjalankan dan menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif bagi unsur-unsur lain. Peran dunia usaha swasta adalah mewujudkan penciptaan lapangan kerja dan pendapatan. Masyarakat berperan dalam penciptaan interaksi sosial, ekonomi dan politik. p

Pergeseran Paradigma:
From Government to Governance

• •

Government
 Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal hal hal-hal publik,  Aktor di luarnya hanya dapat j g disertakan sejauh negara mengijinkannya.
www.dadangsolihin.com 13

Governance
 Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama pemerintah, civil society dan dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
14

www.dadangsolihin.com

Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance Governance


Pelaku Pembangunan: Stakeholders
STATE
Executive Judiciary Legislature Public service Military Police

Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi akuntabilitas partisipatif dsb transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
Tenaga Kerja Kontrol Kontrol

CITIZENS
Community-based organizations Non governmental Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media

organized into:

Dunia Usaha  Swasta
Nilai Pertumbuhan

Pemerintah

Masyarakat

Redistibusi Melalui Pelayanan Melalui Pelayanan Pasar

BUSINESS
Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange



Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi maka Governance akan sendi sendi dipenuhi, Good.
www.dadangsolihin.com 15

www.dadangsolihin.com

16

Troika

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan M D i U h S t Masyarakat k t

Masyarakat, Bangsa, Bangsa dan Negara

Masyarakat Pemerintah

VISI

Good Governance

Dunia Usaha D i U h

www.dadangsolihin.com

17

www.dadangsolihin.com

18

Perumusan Visi Daerah
Stakeholders

Perumusan Visi Daerah
Stakeholders

PEMDA

PEMDA

www.dadangsolihin.com

19

www.dadangsolihin.com

20

Permasalahan Pembangunan Daerah (1)
1. Pembangunan Ekonomi  Meningkatnya pengangguran dan kemiskinan  Menurunnya fungsi intermediasi perbankan untuk mengembangkan sektor riil g g  Pola persebaran investasi untuk PMA dan PMDN secara nasional belum merata dan menunjukkan ketimpangan yang cukup tinggi antarwilayah p gg y 2. Pembangunan Sosial  Menurunnya kemampuan pemerintah dalam pelayananpelayanan sosial dasar (pendidikan kesehatan dan gizi) (pendidikan, gizi).

Permasalahan Pembangunan Daerah (2)
3. Pembangunan Prasarana Wilayah  Terbatasnya tingkat pelayanan jaringan transportasi antar dan intra wilayah.  Menurunnya kapasitas p y p pemerintah daerah dalam p g pengaturan dan pengelolaan infrastruktur.  Menurunnya kapasitas dan ketersediaan sumberdaya tenaga listrik.  Meningkatnya masalah kelangkaan air bersih dan air minum.  Menurunnya kapasitas pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan infrastruktur. infrastruktur

www.dadangsolihin.com

21

www.dadangsolihin.com

22

Permasalahan Pembangunan Daerah (3)
4. Pembangunan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Hidup  Menurunnya kualitas permukiman (kemacetan, kawasan kumuh, pencemaran lingkungan (air, udara, suara, sampah).  Berkurangnya ruang p g y g publik dan ruang terbuka hijau ( g j (RTH) di ) wilayah perkotaan.  Alih fungsi lahan pertanian produktif menjadi lahan permukiman secara signifikan. g

Permasalahan Pembangunan Daerah (4)
5. Pembangunan SDA dan LH (lanjutan)  Meningkatnya urbanisasi dan aglomerasi perkotaan.  Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum sepenuhnya menjadi acuan dalam pemanfaatan ruang dan fokus hanya p p g y pada Perencanaan.  Penurunan luas kawasan Hutan Tropis dan kawasan resapan air, serta meningkatnya DAS kritis. g y  Kejadian bencana alam gempa, banjir dan longsor yang frekuensinya meningkat dan dampaknya semakin meluas, terutama pada kawasan y g berfungsi lindung. p yang g g

www.dadangsolihin.com

23

www.dadangsolihin.com

24

Permasalahan Pembangunan Daerah (5)
6. Permasalahan Khusus  Lemahnya daya saing investasi  Pembangunan daerah tertinggal belum ditangani secara terpadu antar sektor dan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha p , y ,  Pemekaran daerah yang belum mampu menyejahterakan masyarakat  Rendahnya proses pembangunan dan penguatan stabilitas keamanan di daerah perbatasan negara.

www.dadangsolihin.com

25

Mengapa Pemberdayaan?
Konsep Pertumbuhan • Pembangunan dipandang sebagai proses yang berkesinambungan dari peningkatan pendapatan riil per kapita melalui peningkatan jumlah dan produktivitas sumber daya.

Upaya Memberdayakan Masyarakat p y y y
1. 1

Enabling Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang.

Konsep Pemberdayaan Masyarakat • • Konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai nilai sosial nilai-nilai sosial. Konsep ini mencerminkan paradigma pembangunan yang bersifat "people-centered, participatory, empowering, and sustainable" (Chambers, 1995). (Chambers 1995)

2.

Empowering p potensi atau daya y g dimiliki oleh masyarakat. y yang y Memperkuat p

3.

Protecting Mencegah t j di M h terjadinya persaingan yang tid k seimbang, serta i tidak i b t eksploitasi yang kuat atas yang lemah.

www.dadangsolihin.com

27

www.dadangsolihin.com

28

Strategi Utama Pemberdayaan Masyarakat
1. 2. 3.
Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) p ) Perluasan Kesempatan (Promoting Opportunity) Pengembangan Perlindungan Sosial (Enhancing Social Security)

1.

Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) Empowerment) p
a. Pembentukan iklim demokrasi dan partisipasi secara umum di tingkat nasional sampai desa   sampai menjadi nilai yang inheren pada setiap tindakan dalam program pemberdayaan masyarakat; demokrasi memungkinkan pelebaran makna permasalahan dari lapisan bawah kepada elite masyarakat; agar masalah dan penyelesaiannya memiliki akar empiris yang kuat; untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pemecahan masalah pembangunan;

b. Desentralisasi dan kemandirian dalam pengambilan keputusan  

www.dadangsolihin.com

29

www.dadangsolihin.com

30

1.

Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) Empowerment)…Lanjutan…

2.

Perluasan Kesempatan (Promoting Opportunity) Opportunity) pp y) y

c. Peningkatan kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam melayani kebutuhan penduduk miskin dan marjinal; d. Keberlanjutan program atau kegiatan dengan memfasilitasi gerakan masyarakat dalam memelihara maupun meningkatkan hasil program dan kegiatan tersebut; e. Penyediaan fasilitator untuk menggerakkan kehidupan kelompok dan masyarakat lokal, serta memberi pengetahuan manajerial; y p g j  fasilitator juga berfungsi sebagai mediator untuk memungkinkan komunikasi yang setara dari penduduk miskin dan marjinal kepada pihak lainnya sehingga akses kepada p p p y gg p penduduk miskin terbuka lebar;

a. Penyusunan kebijakan publik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya dialokasikan kepada lapisan miskin dan marjinal; b. Pembangunan prasarana dan sarana fisik di bidang transportasi, komunikasi, perumahan, kesehatan, terutama untuk daerahdaerah tertinggal; pembangunan fisik diarahkan untuk meningkatkan dan mempercepat perolehan impak kepada perkembangan ekonomi wilayah; c. Pemberian akses kepada lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga sosial, lembaga politik, lembaga budaya, terutama kepada keluarga miskin dan golongan perempuan; dengan demikian lapisan bawah dan kelompok marjinal memiliki modal untuk bersaing dalam kehidupan modern.

www.dadangsolihin.com

31

www.dadangsolihin.com

32

3.

Pengembangan Perlindungan Sosial (Enhancing Social Security) g Security) y) y
a. Pemberian legalitas kepada properti penduduk miskin agar bisa digunakan sebagai modal kerja dan perolehan kredit mikro/kecil; b. Pembentukan atau penguatan kelompok atau organisasi secara modern agar penduduk miskin dapat memanfaatkan akses ekonomi, politik ekonomi politik, sosial dan budaya bagi peningkatan ketahanan sosial dan kesejahteraan masyarakat; c. Pembangunan jaringan kerjasama antara individu, lembaga/ kelompok swadaya masyarakat lembaga pemerintahan dan masyarakat, pemerintahan, lembaga ekonomi;  jaringan berguna untuk memperluas batas kemampuan individu atau kelompok serta sebagai pertahanan dari krisis kelompok, yang mungkin menghadang secara mendadak.

www.dadangsolihin.com

33

Peranan Pemda (1) Pemda
1. Memahami aspirasi masyarakat dan harus peka terhadap masalah yang dihadapi oleh masyarakat . 2. Membangun partisipasi masyarakat .   Berilah sebanyak-banyaknya kepercayaan pada masyarakat sebanyak banyaknya untuk memperbaiki dirinya sendiri. Aparat pemerintah membantu memecahkan masalah yang tidak dapat diatasi oleh masyarakat sendiri sendiri.

Peranan Pemda (2) Pemda
4. Membuka dialog dengan masyarakat.  Keterbukaan dan konsultasi ini amat perlu untuk meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat,  agar aparat dapat segera membantu jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh rakyat. 4. Membuka jalur informasi dan akses yang diperlukan oleh masyarakat yang tidak dapat diperolehnya sendiri sendiri. 5. Menciptakan instrumen peraturan dan pengaturan mekanisme pasar yang memihak golongan masyarakat yang lemah.

3. Menyiapkan masyarakat dengan sebaiknya, baik pengetahuannya maupun cara bekerjanya, agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat efektif. efektif  Ini merupakan bagian dari upaya pendidikan sosial untuk memungkinkan masyarakat membangun dengan kemandirian.

www.dadangsolihin.com

35

www.dadangsolihin.com

36

Peranan LSM
1. LSM dapat berperan sebagai:  pelaksana program pemerintah (mewakili pemerintah),  dapat menjadi konsultan pemerintah, dan  dapat juga menjadi konsultan masyarakat dalam program pemerintah. 2. LSM dapat pula mengembangkan programnya sendiri dan bersinergi dengan program pemerintah pemerintah. 3. LSM diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

Peranan Koperasi p
1. Koperasi merupakan wadah ekonomi rakyat yang secara khusus dinyatakan dalam konstitusi sebagai bangun usaha yang paling sesuai untuk demokrasi ekonomi Indonesia. 2. Koperasi dapat merupakan wahana yang efektif bagi upaya pemberdayaan masyarakat, dengan membangun manusia modern namun dengan dasar-dasar kekeluargaan dan kegotong-royongan yang menjadi ciri demokrasi Indonesia. 3. Koperasi harus menjadi sasaran bagi pengembangan kelompok j g g g masyarakat yang sudah dapat melampaui tahap awal kerjasama dan kerja bersama dalam kelompok. 4. Kelompok dan anggota-anggotanya harus benar-benar p gg gg y dipersiapkan, agar bentuk koperasi dapat sungguh-sungguh menunjang upaya meningkatkan kegiatan usaha para anggota yang dilakukan secara bersama.
37 www.dadangsolihin.com 38

www.dadangsolihin.com

Peranan Pendamping (1)
1. Masyarakat pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pendamping untuk membimbing dalam upaya memperbaiki kesejahteraannya. 2. Pendamping bertugas menyertai proses pembentukan dan penyelenggaraan kelompok masyarakat sebagai fasilitator, komunikator, ataupun dinamisator. 3. Lingkup p g p pembinaan y g dilakukan p yang para p pendamping meliputi p g p upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni kualitas para anggota dan pengurus kelompok serta peningkatan kemampuan usaha anggota. Untuk maksud tersebut, pendamping perlu mengenal dan mengadakan komunikasi yang intensif dengan kelompok. 4.

Peranan Pendamping (2)
Pendamping yang paling efektif adalah dari anggota masyarakat itu sendiri, yaitu anggota masyarakat yang telah lebih sejahtera dan telah berhasil dalam kehidupan dan kegiatan ekonominya. Selain itu, pendamping dapat diambil dari petugas lapangan pada tingkat kecamatan dan desa dari berbagai departemen dan lembaga kemasyarakatan. Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, p p g y pendamping p g harus siap bekerja setiap waktu, menghadiri pertemuan kelompok, mengorganisasikan program latihan, serta membantu kelompok dalam memperoleh akses terhadap berbagai pelayanan yang dibutuhkan.

5.

6.

www.dadangsolihin.com

39

www.dadangsolihin.com

40

Arah dan Prinsip
• Arah kebijakan pembangunan perdesaan tahun 2010-2014 adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara langsung melalui peningkatan kesempatan kerja, kesempatan berusaha dan pendapatan seiring dengan upaya peningkatan kualitas SDM. k lit SDM Prinsip pembangunan perdesaan adalah mewujudkan kawasan perdesaan yang layak huni, aman, damai; dimana masyarakat perdesaan makin berdaya, mandiri, dan sejahtera; serta pemerintahan desa yang capable, transparan, akuntabel, dan bersih, dengan memperhatikan: Kemandirian lokal, Keberlanjutan, Keseimbangan

•

Strategi RPJMN 2010-2014 20101. 1 2. 3. 4. 5. 6. 7.
Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemenuhan pangan baik untuk produksi/ketersediaan, konsumsi pribadi produksi/ketersediaan maupun dijual kembali (pemasaran dan distribusi); Meningkatkan daya saing ekonomi perdesaan; Meningkatkan ketersediaan sarana prasarana perdesaan dan penataan ruang perdesaan; Mengembangkan fungsi kelembagaan p g g g g perdesaan dan tata kelola kepemerintahan perdesaan yang baik; Memperkuat modal sosial dan budaya masyarakat perdesaan; Meningkatkan kualitas dasar SDM perdesaan; Meningkatkan pemanfaatan dan pengelolaan SDA dan LH yang seimbang, berkelanjutan, berwawasan mitigasi bencana.
www.dadangsolihin.com 43

1 1.

Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemenuhan pangan baik untuk produksi/ ketersediaan konsumsi pribadi ketersediaan, maupun dijual kembali (pemasaran dan distribusi) • • Meningkatkan ketersediaan pangan (cukup untuk domestik baik luar daerah baik volume, keragaman, mutu, aman dikonsumsi). Menurunkan permasalahan yang timbul dari peralihan lahan dari penduduk asli ke pendatang, akibat penjualan lahan-lahan dari penduduk asli baik di wilayah perdesaan maupun di wilayah transmigrasi. Meningkatkan ketersediaan lahan pertanian yang berkelanjutan. Meningkatkan tingkat sertifikasi tanah. Menciptakan stabilitas harga produk pertanian yang disertai dengan upah y g layak. g p yang y Meningkatkan perlindungan hukum pada masyarakat dalam melakukan konversi produk pertanian menjadi energi alternatif.

• • • •

2.

Meningkatkan daya saing ekonomi perdesaan.
• Meningkatkan produktivitas dan produksi hasil pertanian. • Meningkatkan status kepemilikan lahan. • Menciptakan kemudahan/akses untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong p y g g perekonomian masyarakat. y • Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana prasarana ekonomi dengan pemberian akses kepada modal, mendukung sistem p produksi dan distribusi komoditi p pertanian, dan informasi p , peluang g usaha/pasar (pengetahuan, manajemen, teknologi, pasar, ketrampilan teknis dan kewirausahaan)) menuju daya saing. • Mengembangkan keterpaduan dalam agribisnis, desa wisata dan g g p g , agroindustri.

2.
• • •

Meningkatkan daya saing ekonomi perdesaan …lanjutan
Mengembangkan kewirausahaan (kemandirian ekonomi) masyarakat perdesaan. Meningkatkan produktivitas desa dalam pengembangan komoditas unggulan. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna dan penyerapan informasi pasar di perdesaan khususnya untuk peningkatan nilai tambah hasil pertanian, kehutanan dan perikanan. Meningkatkan penguatan Permodalan bagi Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMK) termasuk BUMDes. Meningkatkan usaha dan investasi di perdesaan. Pengembangan Pasar.

• • •

3.

Meningkatkan kualitas dan ketersediaan sarana p prasarana perdesaan dan penataan ruang p p g perdesaan.
• Meningkatkan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap sarana dan prasarana kelistrikan, sumber daya air (termasuk pengairan dan irigasi), jalan, jembatan, transportasi, komunikasi dan informatika, energi, perumahan dan permukiman di kawasan perdesaan t d termasuk di k k kawasan t transmigrasi. i i • Meningkatkan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap sarana prasarana pendidikan dan kesehatan. • Meningkatkan kesadaran dan kemampuan pemerintah kabupaten/kota untuk menyusun rencana tata ruang perdesaan.

4.
•

Mengembangkan fungsi kelembagaan perdesaan dan tata kelola kepemerintahan perdesaan yang baik. baik
Menciptakan pembagian tugas, wewenang dan peran dalam proses pembangunan antara pemerintah, lembaga non pemerintah, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat desa. Meningkatkan pengaturan penyelenggaraan pemerintahan dan penguatan pemerintahan desa. Menciptakan kebijakan yang saling selaras dan diimplementasikan dengan konsisten dengan kebijakan nasional pembangunan perdesaan. Meningkatkan partisipasi masyarakat lokal dalam proses pembangunan (voice and choice).

• •

•

5.
• • • • • •

Memperkuat modal sosial dan budaya masyarakat perdesaan perdesaan.
Meningkatkan kapasitas pemerintahan dalam pengembangan sosial dan budaya masyarakat perdesaan. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk turut aktif dalam lembaga sosial dan keagamaan. Menurunkan ketidakberdayaan lembaga kemasyarakatan di perdesaan. Meningkatkan p g potensi kelembagaan, modal sosial, dan budaya g , , y dalam proses pembangunan. Melaksanakan kegiatan-kegiatan seni dan budaya lokal secara reguler. g Meningkatkan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja indonesia termasuk wanita dan anak-anak (dari bahaya perdagangan wanita dan anak) di perdesaan. ) p

6.
•

Meningkatkan kualitas dasar sumber daya manusia d perdesaan.
Menurunkan angka buta huruf serta meningkatkan angka partisipasi kerja dan tingkat pendidikan anak usia dini, dasar, menengah dan kejuruan di kawasan perdesaan. Meningkatkan pemerataan akses pendidikan melalui peningkatan ketersediaan layanan pendidikan di daerah perdesaan. Menaikkan angka harapan hidup di kawasan perdesaan. Menaikkan angka kecukupan g khususnya bagi ibu hamil dan g p gizi y g balita. Menurunkan resiko tertularnya HIV dan AIDS serta penyakit menular lainnya antara lain disentri, demam berdarah, kolera, tbc, y , , , , malaria dan sebagainya.

• • • •

7.
• • • • •

Meningkatkan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang seimbang, y g g py g g, berkelanjutan, berwawasan mitigasi bencana.
Meningkatkan pengelolaan keseimbangan pemanfaatan dan perlindungan sumber daya alam dan lingkungan hidup. Meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Menurunkan kasus illegal logging dan pencemaran lingkungan akibat eksplorasi industri yang tidak berwawasan lingkungan. Meningkatkan kepahaman dan kewaspadaan dalam p g p p pembangunan g perdesaan. Meningkatkan kesadaran aparat dan masyarakat dalam p pembangunan bidang fisik dan tata ruang berbasis mitigasi g g g g bencana. Meningkatkan penggunaan energi mandiri berwawasan lingkungan di perdesaan. p

Sasaran RKP 2010
1. 2. 2 3. 3 4. 5.
Meningkatnya keberdayaan masyarakat Meningkatnya produktivitas pertanian di perdesaan Meningkatnya akses masyarakat desa p g y y pada lahan Meningkatnya pelayanan infrastruktur di perdesaan Berkembangnya usaha ekonomi lokal dan daya saing daerah
www.dadangsolihin.com 52

•

1.
• • • •

Meningkatnya Keberdayaan Masyarakat M k
Peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah, kelembagaan dan organisasi masyarakat perdesaan; Diseminasi informasi bagi masyarakat desa; Fasilitasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan sosial ekonomi perdesaan; Fasilitasi penguatan kelembagaan sosial ekonomi, pemantauan, pemantauan dan peran serta masyarakat dalam pembangunan perdesaan.

2.

Meningkatnya Produktivitas Pertanian di P d P i Perdesaan
• Mendukung peningkatan pembangunan pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional • Penyediaan dan perbaikan infrastruktur pertanian • Peningkatan kegiatan produksi pertanian pasca panen • Peningkatan pemasaran komoditas pertanian • Pengembangan agribisnis dan agroindustri perdesaan.

www.dadangsolihin.com

53

www.dadangsolihin.com

54

3.

Meningkatnya Akses Masyarakat D M k Desa pada L h d Lahan
• Penertiban secara legal terkait pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah, • Redistribusi tanah, • Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah, • Pengendalian dan pemberdayaan kepemilikan tanah.

4.
• •

Meningkatnya Pelayanan Infrastruktur di P d I f k Perdesaan
Peningkatan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana perdesaan untuk menunjang kegiatan usaha ekonomi; Peningkatan ketersediaan air baku, air bersih dan terkelolanya air tanah untuk air minum di perdesaan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat perdesaan; Peningkatan kuantitas dan kualitas ketersediaan jaringan g j g irigasi dan pengelolaan irigasi partisipatif; Pembangunan sarana prasarana telekomunikasi, komunikasi dan kelistrikan sehingga p gg potensi p perekonomian daerah dan pengembangan produk unggulan daerah dapat berkembang.

• •

www.dadangsolihin.com

55

www.dadangsolihin.com

56

5.

Berkembangnya Usaha Ekonomi Lokal dan Daya S i D L k ld D Saing Daerah h
• Diversifikasi ekonomi perdesaan; • Peningkatan peran lembaga keuangan dalam meningkatkan perekonomian perdesaan; • • • • Diseminasi teknologi tepat guna; Pengembangan pasar lokal; Pengembangan kemandirian usaha kecil dan menengah; Promosi ekonomi daerah dan sarana prasarana perekonomian daerah.

Terima Kasih

www.dadangsolihin.com

57

www.dadangsolihin.com

58

Tentang Narasumber

www.dadangsolihin.com

59


						
Related docs
Other docs by DadangSolihin