MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN - DOC by wibowokartiko

VIEWS: 5,341 PAGES: 5

More Info
									MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Afandi Aprihastanto Afrian Zulfikar Tsani Ahmad Nashir Beni Setyawan Dona Kristiawan K7408048 K7408049 K7408051 K7408188 K7408205

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta 2009

1. Pengertian Motivasi Menurut Echols dan Shadily, motivasi dapat disamakan dengna motif yang berarti alasan, sebab, daya batin, dorongan.sedangkan Marriam Webster berpendapat bahwa motif berasal dari bahasa latin yaitu “matus” yang dapat diartikan sebagai sesuatu yang menyebabkan seseorang bertindak. Motivasi diartikan sebagai tindakan seseorang atau proses memberikan dorongan. Bruno berpendapat bahwa motif dapat disamakan dengan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang atau organisme untuk menentukan suatu pilihan-pilihannya dan perilaku yang berorientasi pada tujuan. Kartono dan Dali Gulo motivasi mengandung dua arti :   kontrol bathiniah dari tingkah laku seperti yang dimiliki oleh kondosi fisiologis, minat-minat, kepentingan-kepentingan, sikap-sikap, dan opini-opini. Kecenderungan organisme untuk melakukan sesuatu : sikap atau perilaku yang dipengaruhi oleh kebutuhan dan diarahkan kepada tujuan tertentu yang telah direncanakan

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : motif merupakan alasan atau dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berbuat dan bersikap tertentu. Sedangkan motivasi merupakan tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri seseorang yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Menurut Sardiman, dalam usahanya menyuimpulkan pendapat Mc. Donald mengatakan bahwa ada tiga elemen penting dalam motivasi yaitu:    Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap inividu Motivasi ditandai dengan munculnya rasa atau feeling afeksi seseorang, kejiwaan, emosi, dan dapat menentukan tingkah laku manusia Motivasi akan dirangsang dengan tujuan, karena memang kenyataannya motivasi itu muncul dari dalam diri manusia akan tetapi kemunculunnya karena terdorong oleh tujuan

2. Jenis-jenis Motivasi Motivasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: o Motivasi intrinsik Motivasi yang tidak dirangsang dari luar, karena di dalam diri individu tersebut sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. o Motivasi ekstrinsik Motivasi yang aktif karena adanya rangsangan dari luar

3. Teori-teori Motivasi Menurut Martin Handoko ada enam teori motivasi, yaitu: A. Teori Kognitif Menurut Ratna Wilis Dahar, konsep kognitif dapat diartikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight, reasoning, menggunakan logika induktif deduktif. Dengan demikian manurut pandangan teori kognitif, manusia adalah makhluk rasional. Makin inteligen dan berpendidikan, otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya, dan secara sadar pula adakn melakukabn perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan tersebut. Kelemahan teori ini, yaitu tidak dapat menerangkan tindakan yang berada di luar kontrol rasio. B. Teori Hedonisme Teori ini mengatakan bahwa segala perbuatan manusia, entah itu disadari maupun tidak disadari, entah itu timbul dari kekuatan luar atau pun dalam, pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencari hal-hal yang menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan. Jika dikaitkan dengan masalah motivasi dapat dikatakan bahwa tindakan seseorang sangat bergantun pada antisipasi/ ekspektasi seseorang terhadap objek atau rangsang yang dihadapinya. Antisipasi yang positif, terhadap rangsang akan menimbulkan reaksi mendekat, sedangkan antisipasi negatif terhadap suatu rangsang akan menimbulkan reaksi menjauh. Teori ini menggunakan affectivearousal model yang intinya mengatakan bahwa setiap rangsang pada hakikaktnya telah membawa keaadan yang menimbulkan rasa enak atau tidak enak. C. Teori Insting Dikatakan dalam teori ini bahwa setiap orang telah membawa “kekuatan biologis” semenjak lahir. Kekuatan biologis inilah yang membuat seseorang bertindak menurut cara tertenu. Teori ini sangat bertentangan dengan teori rasionalis. Teori rasionalis menekankan fungsi pikiran manusia sebagai penentuk tingkah laku manusia, sedangkan teori insting malah menyatakan bahwa pikiran manusia pun dikuasai oleh insting, atau dengan kata lain, pikiran manusia dikendalikan oleh insting. D. Teori Psikoanalitis Sebenarnya teori psikoanalitis merupakan pengembangan teori insting. Dalam teori ini pun diakui adanya kekuatan bawaan di dalam diri setiap

manusia, dan kekuatan bawaan inilah yang menyebabkan dan mengarahkan tingkah laku manusia. Freud, seorang tokoh psikoanalitis, mengatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh dua kekuatan dasar yaitu insting kehidupan dan insting kematian. Insting kehidupan menampakkan diri dalam tingkah laku seksual sedangkan insting kematian melatarbelakangi tingkah laku agresif. Insting kehidupan (Eros) mendorong orang untuk tetap hidup dan berkembang. Sedangkan insting kematian (thanatos) mendorong orang ke arah penghancuran diri sendiri, misalnya bunuh diri maupun penghancuran diri orang lain dalam bentuk perbuatan agresif. E. Teori Keseimbangan (homeostasis) Teori ini berpendapat bahwa tingkah laku manusia terjadi karena ketidakseimbangan di dalam diri manusia. Dengan kata lain, manusia selalu ingin mempertahankan adanya keseimbangan di dalam dirinya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkah laku manusia timbul karena adanya suatu kebutuhan, dan tingkah laku manusia tersebut mengarah pada pendcapaian tujuan yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan kita. Kebutuhan karena adanya ketidakseimbangan di dalam diri individu membuat individu yang bersangkutan melakukan suatu tindakan, tindakan itu mengarah pada suatu tujuan. Dan tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Bila kebutuhan pertama sudah terpenuhi, akan terjadilah keadaan tidak seimbang pada taraf yang lebih tinggi. Keadaan ini menimbulkan kebutuhan baru dan seterusnya sehingga manusia tidak pernah diam. F. Teori Dorongan Penekanan dalam teori ini adalah

SUMBER Buku “Belajar dan Pembelajaran I “ oleh Drs. H. J. Gino, Dra. Suwarni, Drs. Suripto Hs, Drs. Maryanto M.Pd, Drs. Sutijan M.Pd


								
To top