sistem politik internasional

Document Sample
sistem politik internasional Powered By Docstoc
					ANALISIS SYSTEM POLITIK INTERNATIONAL YANG MERUPAKAN LINGKUNGAN EXTERNAL DARI LINGKUNGAN POLITIK INDONESIA

1. Latar belakang Lingkungan eksternal merupakan factor penting yang perlu dikaji dalam penentuan pengambilan suatu keputusan. Pengenalan dan pemahaman tentang berbagai kondisi serta dampaknya menjadi hal mutlak yang harus ditelaah lebih lanjut dikarenakan oleh beberapa hal diantranya : a. Jumlah dari faktor yang berpengaruh tidak constant melainkan selalu berubahubah. b. Intensitas dampaknya beraneka ragam. c. Faktor tersebut bisa menajadi suatu kejutan yang tidak dapat diperhitungkan sebelumnya betapa pun cermatnya analisis “SWOT” yang dilakukan. d. Kondisi eksternal yang berada di luar kemampuan organisasi untuk mengendalikannya Teori manajemen strategic mengatakan bahwa faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan strategik tentang arah yang hendak ditempuh, dapat di kategorikan dalam 2 kategori yaitu : 1. Faktor –faktor eksternal yang “Jauh” 2. Faktor-faktor eksternal; yang “Dekat” 1. Lingkungan Eksternal Yang “ Jauh” Faktor-faktor lingkungan eksternal yang “Jauh” pada intinya merupakan faktor-faktor yang bersumber dari luar organisasi dan biasanya timbul terlepas dari situasi operasional yang dihadapi oleh perusahaan yang bersangkutan, akan tetapi mempunyai dampak pada proses manajerial dan operasional dalam organisasi ( perusahaan) tersebut. Faktor-faktor lingkungan eksternal yang “Jauh” meliputi beberpa faktor yaitu : a. Pertimbangan-pertimbangan Ekonomi b. Faktor-faktor Politik c. Faktor-faktor Sosial d. Faktor Teknologie. E. Industri Sebagai Faktor Lingkungan Eksternal yang Turut Berpengaruh
1

2. Faktor Lingkungan Eksternal Yang ”Dekat” a. Kedudukan Kompetitif Perusahaanb. b. Profil para Pelangganc. Perilaku Pembelid. Faktor Pemasoke. c. Faktor Penyandang Danaf. d. Situasi pasaran kerja sebagai faktor lingkungan

Pada dasarnya negara-negara yang ada diseluruh

dunia, memiliki

ketergantungan satu sama lainnya. Ketergantungan tersebut dapat terjadi karena adanya kebutuhan suatu negara kepada negara lain. Adanya saling ketergantungan ini dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan bangsa dan negara. Berbagai bidang tersebut dapat meliputi bidang politik, ekonomi, social budaya, hukum dan hankam. Interaksi dalam upaya memperoleh kebutuhan dimaksud, melahirkan motivasi dan dorongan (support) bagi setiap bangsa dan negara untuk membangun hubungan yang harmonis atau hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak melalui pendekatan dan pembukaan hubungan bilateral (hubungan dua negara), dan multilateral (hubungan dengan banyak negara)yang diresmikan dengan pembukaan secara resmi hubungan diplomatic kedua negara. Pembangunan hubungan diplomatic oleh sutau negara, termasuk Indonesia adalah ditujukan untuk mencapai cita-cita dan tujuan negara. Cita-cita bangsa Indonesia yakni terwujudnya masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur (alinea II UUD 1945). Artinya bahwa segala upaya yang dibangun dalam rangka kerjasama antar negara, adalah bertujuan untuk memperoleh keuntungan politik, ekonomi, social budaya, hokum dan hankam. Perolehan keuntungan dari berbagai bidang tersebut, pada alhirnya bermuara pada terciptanya persatuan dan kesatuan (keutuhan NKRI) dari ancaman disintegrasi, perolehan pengakuan kedaulatan dari negara sahabat, serta terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang adil dan makmur yang berintikan income percapita masyarakat yang tinggi, seperti, layak nya negara tetangga Malaysia, Singapore dan lain-lain yang berada dilingkungan Asia, Eropa bahkan negara maju lainnya.

2

2. Peran sistem politik Indonesia dalam lingkungan Internasional. MOHAMMAD HATTA adalah bapak politik luar negeri Indonesia. Doktrin politik luar negeri "bebas aktif", yang sampai sekarang masih tetap dianut Republik Indonesia, merupakan buah pikir Hatta. Doktrin "bebas aktif" ini merupakan tanggapan dan strategi Indonesia yang sedang memperjuangkan kemerdekaan menghadapi Perang Dingin, yang membelah dunia dalam dua blok ideologi yang saling bertentangan. Seperti diketahui setelah Perang Dunia II berakhir, kekuatan Sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa Barat, antara lain Inggris dan Perancis, pecah kongsi dengan mantan sekutunya Uni Soviet yang komunis. Baik Blok Barat maupun Blok Komunis saling berebut pengaruh secara global, dengan berupaya menarik negara-negara lainnya untuk masuk ke dalam kampnya, atau setidaknya mencegah agar negara-negara tersebut tidak memihak kepada blok musuh. Hatta mengibaratkan strategi Indonesia dalam menghadapi dunia luar sebagai berlayar antara dua karang. Kalau kapal bergerak terlalu dekat dengan salah satu "karang" atau blok politik, maka keselamatan kapal akan terancam. Hatta dan para pemimpin nasional lainnya waktu itu berpendapat bahwa perjuangan berat Indonesia untuk meraih kemerdekaan akan sia-sia apabila setelah merdeka nasib negara ini diserahkan pada kekuatan lain. Dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia memainkan peranan yang cukup besar di panggung internasional dalam dua dekade pertama kemerdekaan. Indonesia turut menggalang negara-negara Asia dan Afrika untuk meningkatkan daya tawar negara-negara berkembang dalam percaturan global yang didominasi AS dan Uni Soviet. Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan pertama negara-negara Asia dan Afrika tahun 1955 di Bandung. Ini artinya kondisi global bisa memberikan pengaruh haluan politik Indonesia, cuma bagaimana kita bisa mengolah pengaruh itu menjadi peranan bagi pembangunan sistem politik bangasa kita. Dan seperti apakah politik ideal luar negeri yang menjadi harapan kita.

3. Lembaga-lembaga Internasional serta fungsinya 1. UNESCO-IHE Institute for Water Education
3

UNESCO-IHE Institute for Water Education adalah sebuah lembaga internasional untuk pendidikan sektor air yang dibentuk pada tahun 2003, yang sebelumnya adalah IHE. Lembaga ini merupakan pengembangan dari International Course in Hydraulic Engineering (dibentuk pada tahun 1957), kemudian berganti nama pada tahun 1976 menjadi International Institute for Hydraulic and Environmental Engineering Fungsi-fungsi UNESCO-IHE adalah sebagai berikut.


Memainkan

peran

sebagai

pemimpin

dalam

menentukan

standar

internasional bagi program-program pendidikan pascasarjana sektor air dan melanjutkan pendidikan profesional;


Menyediakan layanan pengembangan kapasitas khususnya bagi negara berkembang;

 

Menawarkan program-program pendidikan, pelatihan dan penelitian; Membangun dan mengelola jaringan-jaringan dari lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi sektor air dan pendidikan di seluruh dunia;



Berperan sebagai sebuah 'forum kebijakan' bagi negara-negara anggota UNESCO dan parapihak lainnya; dan



Menyediakan keahlian dan anjuran profesional dalam pendidikan air.

Sejak kelahirannya pada tahun 1957, IHE - sebagaimana dikenal sekarang - telah menyediakan pendidikan pascasarjana bagi lebih dari 13.000 tenaga profesional (insinyur dan ilmuwan) yang hampir seluruhnya berasal dari negara sedang berkembang, sekitar 160 negara. IHE juga sudah meluluskan lebih dari 50 PhD dan melaksanakan banyak proyek penelitian dan pengembangan kapasitas di seluruh dunia.

2. ISBN International Standard Book Number, atau ISBN (arti harfiah Bahasa Indonesia: Angka Buku Standar Internasional), adalah pengindentikasi unik untuk buku-buku yang digunakan secara komersial. Sistem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966 oleh seorang pedagang buku dan alat-alat tulis W H Smith dan mulanya disebut Standard Book Numbering atau SBN (digunakan hingga tahun 1974). Sistem ini diadopsi sebagai standar internasional ISO 2108 tahun 1970. Pengidentikasi

4

serupa, International Standard Serial Number (ISSN), digunakan untuk publikasi periodik seperti majalah. ISBN diperuntukkan bagi penerbitan buku. Nomor ISBN tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, diatur oleh sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan lembaga ISBN ditiap negara yang telah ditunjuk oleh lembaga internasional ISBN. Perwakilan lembaga internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta. Nomor ISBN dapat diperoleh dengan menghubungi Perpustakaan Nasional dengan cara datang langsung atau melalui Faksimil dengan ketentuan: 1. Mengirimkan atau membawa surat permohonan yang berisi judul buku beserta sinopsis buku yang akan diterbitkan. 2. Membayar biaya administrasi Rp 25.000/judul buku (di Malaysia tidak dikenai biaya apa pun) Proses untuk memperoleh nomor ISBN tidaklah rumit, terlebih bila datang sendiri ke Perpustakaan Nasional hanya memerlukan waktu beberapa jam. ISBN terdiri dari 10 digit nomor dengan urutan penulisan adalah kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi. Namun, mulai Januari 2007 penulisan ISBN mengalami perubahan mengikuti pola EAN, yaitu 13 digit nomor. Perbedaannya hanya terletak pada tiga digit nomor pertama ditambah 978. Jadi, penulisan ISBN 13 digit adalah 978-kode negara-kode penerbit-kode buku-no identifikasi.

4. Pengaruh lingkungan external terhadap lingkungan politik Domestik

5

6

PENUTUP

Sebagai negara berpenduduk keempat terbesar di dunia, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia, dan negara demokratis terpadat ketiga di dunia (setelah Amerika Serikat dan India), tak pelak posisi dan peran Indonesia dalam dunia internasional amat signifikan. Kendati demikian, banyak pihak memandang Indonesia masih kurang optimal dalam memainkan peran tersebut. Misalnya dalam konflik Burma, banyak pihak berharap Indonesia dapat berperan banyak melalui lembaga ASEAN. Apalagi, sebagai negara anggota PBB yang kini memimpin sementara Dewan Keamanan PBB, posisi Indonesia amat

signifikan.Sebagai negeri Muslim terbesar, peran Indonesia dalam wadah Organisasi Konferensi Islam (OKI) kurang terlihat, utamanya dalam turut menyelesaikan konflik di Palestina, Irak, Somalia, dan Afghanistan. Hal yang kurang lebih sama terjadi ketika Indonesia kini terpilih sebagai salah satu anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

7

Daftar Pustaka

Heru Susetyo, Mahasiswa Program Doktor Bidang Human Rights and Peace Studies, Mahidol University, Thailand http://herususetyo.multiply.com/journal/item/20/Peran_Internasional_Indonesi a_REPUBLIKA_24_Nov_07

8


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:10140
posted:12/9/2009
language:Indonesian
pages:8