; BCC Bangkok Report 2009
Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out
Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

BCC Bangkok Report 2009

VIEWS: 126 PAGES: 44

  • pg 1
									LAPORAN
CREATIVE ENTREPRENEURS CATALYSTS BANGKOK 2009
DAN PERJALANAN KREATIF BANGKOK       OLEH AYIP
            CATATAN PERJALANAN KREATIF BANGKOK
pengantar   6-16 Oktober 2009

            Secara khusus kunjungan ke Bangkok selama 9
            hari ini adalah mengikuti program Creative
            Entrepreneur Catalysts Bangkok 2009 dimana
            creative entrepreneur dari kota-kota di Asia-Pasifik
            plus UK bertemu mewakili profesi kreatifnya,
            komunitasnya dan kota tempatnya berada sebagai
            bagian program berjejaring diantara kota kreatif dan
            creative entrepreneur Asia Pasifik + UK yang
            difasilitasi oleh British Council. Agendanya sangat
            padat dan beberapa agenda disesuaikan dengan
            acara-acara penting yang tengah berlangsung di
            Bangkok seperti Bangkok Design Festival 2009
            serta Bangkok International Gift Fair + Bangkok
            International Household Fair 2009 yang merupakan
            agenda acara yang berhubungan dengan pamer
            kreatifitas serta trade show.

            Dalam Bangkok Design Festival isu yang
            ditawarkan bukan hanya soal kreatifitas semata,
            sesuai dengan tema penyelenggaraan BDF 2009
            “Balancing The Future” yang dikedepankan adalah
            innovation creativity & sustainability.

            Semoga laporan perjalanan ini menjadi sebuah
            studi banding yang sangat bermanfaat dengan
            menyimpulkan bahwa “creative ecology” telah
            berjalan di negara yang juga tengah didera konflik
            internal ini. Hendaknya laporan ini menjadi manfaat
            bukan untuk sekadar diperbandingkan dengan
            kelemahan yang kita miliki tetapi untuk kita lebih
            terpacu lagi menyempurnakan apa yang telah
            direncanakan dan sudah dikerjakan selama ini. Ayip
             Chapter 1
daftar isi
             Catatan Agenda Acara Creative Entrepreneur
             Catalysts Bangkok 2009

             Chapter 2
             Creative Ecology di Bangkok
CHAPTER 1
Catatan Agenda Acara
Creative Entrepreneur
Catalysts Bangkok 2009
bangkok design festival
                          8-11 Oktober 2009
                          Hari pertama di bangkok langsung setup dan persiapan
                          booth exhibition di Siam Paragon sebagai agenda
                          pameran creative entrepreneurs Asia-Pacific + UK pada
                          Bangkok Design Festival 2009 di Siam Paragon. Yang
                          dibawa dari Denpasar adalah product design karya Asia
                          Line berupa boneka Teddy Bear dari Batik dan kotak
                          display serta craft dari cengkeh, Lalu lampu batik karya
                          DesignEko dan Tas Kulit karya Taska yang semuanya
                          adalah hasil karya desainer yang telah dipasarkan kepada
                          publik. Pada pembukaan oleh Deputy Prime Minister
                          cukup lama berada di stand kita dan sangat senang
expo




                          dengan keikutsertaan Bali dalam acara ini.

                          Selama masa 8-11 Oktober ini selain acara pameran
                          tersebut terdapat beberapa mata acara Bangkok Design
                          festival lainnya diantaranya Pameran The Best Product
                          from Thailand yang diwakili oleh berbagai karya baik
                          interior, product, grafis, aksesori maupun perhiasan yang
                          telah memiliki brand. Disamping itu pameran Desain
                          Grafis Thailand dan Green + Material Product adalah
                          pameran yang tak kalah menariknya.

                          Setiap acara mengambil tempat di area publik seperti
                          mall, halaman mall dan gallery. Hal ini memudahkan bagi
                          publik untuk mengakses acara ini sehingga hampir setiap
                          acara selalu dipenuhi pengunjung.




 Karya kreatif dari Denpasar yang dipamerkan di Bangkok Design Festival
Sabtu 10 Oktober 2009




                                                       design business
Hari ini menghadiri Talkshow Seminar Design
Entrepreneurs “DESIGNERS SATURDAY” Dengan
menghadirkan Mark Holmes (Minimalux, London) and
Douglas Young (G.O.D., Hong Kong) di Bangkok Art &
Culture Center. Mark Holmes adalah designer yang




                                                       talkshow
sukses membawakan brand Minimalux dibawah
perusahaannya Established & Sons sedang Douglas
Young berhail membawakan culture China dan Hong
Kong dalam produk-produk beragam yang diciptakannya
untuk brand G.O.D. Ltd Hong Kong.

Keduanya membawakan perspektif yang berbeda atas
eksplorasi terhadap konsep dan kebutuhan pasar. Mark
membawakan konsep modern minimalis sedang Douglas
Young membawakan konsep culture yang dikemas dalam
bahasa kontemporer.




Douglas Young (HK) dan Mark Holmes (UK) di acara Designers Saturday
                  Minggu 11 Oktober 2009
                  Mengunjungi pasar weekend yang legendaris Chatuchak
                  yang memiliki stand lebih dari 10.000 di lahan seluas
                  1.13 Km2 dengan pengunjung sebanyak 200.000 orang
weekend market    setiap harinya pada hari sabtu dan Minggu.
visit chatuchak
Korakot Studio in Petchburi




Karya Bamboo Korakot
Senin 12 Oktober 2009




                                                                        creative field trip
Mengunjungi 3 industri yang sukses di Thailand. Bertempat di luar
kota Bangkok sekitar 2 jam perjalanan drngan menggunakan bus.
Tujuan pertama adalah Korakot Studio di Petchburi. Di tempat ini
sangat terkenal sebagai sumber sni bagi layang-layang. Adalah
seorang Korakot Aromdee yang terinspirasi dari konstruksi layang-
layang ini mengembangkan kerajinan bambu menadi aneka bentuk
yang berseni dan kreatif yang akhirnya dikerjakan sebagian warga.
Desainnya yang inovatif membuat Korakot kini memiliki pelanggan
khusus dari berbagai negara termasuk diundang untuk mengerjakan
desain di Green School dan Bambu Indah milik John Hardy di Bali.
Untuk melihat apa yang dikerjakan Korakot http://www.korakot.net/

Setelah melihat Korakot Studio kami menuju Rajburi untuk melihat
sebuah pabrik keramik yang telah dijalankan oleh 3 generasi selama
lebih dari 60 tahun. Tao Hong Tai, nama pabrik tersebut dijalankan
sebagai bisnis keluarga dengan memproduksi aneka ukuran keramik
yang kemudian diekspor hingga Eropa, Amerika dan Australia.
Generasi ketiga yang kini memegang bisnis adalah Wasinburee yang
sekolah keramik di Jerman dan kembali dengan pemikiran baru
dengan terobosan dalam desain dan teknologi pewarnaan. Untuk
mengetahui tentang Ceramics Factory Tao Hong Tai
http://www.taohongtai.com/

Kunjungan ketiga pada hari itu adalah ke pabrik tekstil PASAYA.
PASAYA adalah sebuah brand name yang sudah memiliki reputasi
dalam kualitas serta desain. Kualitas juga nampak dari setiap aspek
yang dijalankan di pabriknya yang sangat bersih, teratur, canggih dan
memiliki arsitektur modern minimalis yang ramah lingkungan.

Produk range Pasaya sangat beragam mulai dari textile untuk fashion,
gorden, sprei, selimut hingga karpet dan alat rumah tangga lainnya
bahkan untuk ekspresi seni dalam textile atau artwork. Untuk melihat
Pasaya: http://www.pasaya.com/
Tao Hong Tai Ceramic
Pasaya Textile Factory
Selasa 13 October 2009




                                                                                    creative entrepreneur seminar & presentation
“Creative Entrepreneur” Seminar
Bertempat di Thailand Creative and Design Centre
6th floor, The Emporium Shopping Centre

Acara dibuka oleh David Elliott, Direktur Creative Cities, British Council East
Asia, lalu dibuka oleh pembicara sesi pertama dengan judul “Turning Creative
Talent into Skills and Jobs in a global recession” oleh David Crombie, Direktur
Digital Services and Research, Creative and Cultural Skills, UK

Sesi kedua sangat menarik dengan pokok bahasan “Bangkok has benefited
from creative entrepreneurs and what intervention and infrastructure (both
government and private) have been put in place to support them. Dibawakan
oleh Mr Kittiratana Pittipanich, dari Thailand Creative & Design Center, Thailand

Setelah jeda makan siang pokok bahasan berikutnya adalah “Business model
that brings success to the company” oleh Mark Holmes, dari MINIMALUX, UK
Lalu dilanjutkan dengan “Creative Foundation for Future Creative Entrepreneur”
oleh Makorn Chaovanich

Berikutnya adalah giliran masing-masing peserta membawakan presentasi yang
mewakili bisnis kreatifnya, komunitas kreatifnya dan kotanya masing-masing.
Secara bergiliran sepanjang 20 menit mendapat giliran
1.    Savitri Akkaramas dari Thailand 2. Si Juan dari Malaysia
3.    Elena Corchero dari UK
4.    Ayip dari Denpasar, Indonesia
5.    Febby + Ben dari Bandung, Indonesia
6.    Andriani dari Jakarta, Indonesia
7.    Peggy Chen dari Nong-li, Taiwan
8.    Ms Nguyen dari Vietnam
9.    Simeon Hartwig dari UK

Sebagai penutup dibahas “Planning and Direction of the Creative Catalysts
event in Vietnam” oleh Mr Dang Vo, Creative Entrepreneur Network Leader,
Vietnam. Acara ditutup dengan networking reception di Foyer Thailand Creative
& Design Center
creative entrepreneur seminar & presentation
di Thailand Creative & Design Center (TCDC)
Pameran Arsitektur Abundant Australia di Bangkok Art & Culture Center




Display Creative City di Bangkok Art & Culture Center
Rabu 14 October 2009




                                                                               social entrepreneur seminar & presentation
Social Entrepreneur Seminar
di Thailand Creative and Design Centre
6th floor, The Emporium Shopping Centre

Dibuka oleh H.E. Quinton Quayle, British Ambassador dan dilanjutkan Keynote
speech oleh UK speaker Mr Tommy Hutchinson, Founder & CEO, I-Genius,
Social Entrepreneur Business & Enterprise Community di UK dengan
membawakan “Social entrepreneurs: Saviours of our economic and social
crises? Learning from Thai and UK experiences”
Dilanjutkan dengan Panel Discussion menghadirkan
1. Mr Tommy Hutchinson, Founder and CEO, I-Genius, Social Entrepreneur
    Business and Enterprise Community
2. Mr Apirak Kosayodhin, Former Bangkok Governor and Adviser to the Prime
    Minister
3. Ms Sinee Chakthranont, Country Representative Ashoka Thailand
4. Dr Kanok Abhiradee, Chairman of Executive Board, Creative
    Entrepreneurship Development Institute, Bangkok University

Moderator: Ms Veenarat Laohapakakul, News Commentator, Channel 9 &
Nations Channel
Dilanjutkan dengan Tanya jawab dan ditutup oleh Country Director British
Council Thailand
Sesi berikutnya adalah diskusi dengan pokok bahasan “Community and
Creativity: keys to Successful enterprises” dimana peserta dapat belajar dan
termotivasi dari kisah sukses di UK, Thailand dan Indonesia, masing-masing
diwakili oleh:
1. Mr Oscar Lawalata, Oscar Lawalata Culture, Indonesia
2. Khun Ruttikorn Vuttikorn, Club Creative, and Le Knot Thailand
3. Mr Tommy Hutchinson, I-Genius, UK
Kamis 15 Oktober 2008




                                                                                handricaft + gift trade show
Hari ini agenda kegiatan resmi terakhir diisi dengan mengunjungi sebuah trade
show besar Bangkok International Gift Fair + Bangkok International Houseware
Fair 2009 di Muang Thong Thani, sebuah areal pameran besar dimana
beberapa gedung seluas hangar pesawat berada dalam satu kompleks.
Pembangunan kawasan ini merupakan keseriusan pemerintah Thailand dalam
memajukan ekonomi melalui perdagangan dan kreatifitas.
                                   Pecha Kucha Night Bangkok
                                   special edition “ What is
                                   Graphic Design?”




Pameran “I am A Thai Graphic Designer” pada Bangkok Design Festival
CHAPTER 2
Melihat dimensi
kreatif ekologi
Thailand
          Thai Government Statement
          with creative economy program:




Statement yang menegaskan pembangunan daya saing Thailand harus
melalui kualitas dan kreatifitas, dimana dalam pelaksanaannya bukan
hanya isapan jempol semata.
                                                           Pembukaan
PERBEDAAN & PERSAMAAN BANGKOK DAN
DENPASAR
Secara status kota Bangkok adalah ibukota negara
Thailand -selayaknya sebuah ibukota negara yang
pembangunannya mendapat prioritas- jelas
infrastrukturnya lebih lengkap dan skalanya lebih besar.
Namun secara karakter ada kesamaan dimana nuansa
budaya sangat kental sebagaimana dapat ditemui di
Denpasar, Bali. Dikotomi ini menunjukan sebuah
perimbangan dalam dinamika kota dimana selain memiliki
orientasi membangun ke dalam termasuk memajukan
kultur, legacy dan lokalitas juga membangun keluar
dengan mengakomodasi tuntutan internasional termasuk
status urban city yang tak dapat dihindari.
Tulisan ini tidak hendak menghadapkan kepada situasi
kontras terhadap perbedaan yang dicapai selain
menjadikannya sebagai referensi dan hikmah atas
sebuah upaya yang didalamnya tentu saja banyak berisi
nilai nilai yang bermanfaat dalam pembelajaran menuju
kota yang baik.
                                                        Sekilas dinamika Thailand
CREATIVE ECOLOGY THAILAND

Bangkok adalah ibukota Thailand, sebuah kota dengan
kesibukan yang sama seperti berbagai ibukota Negara
Asia lainnya. Panorama urban dengan hilir mudiknya
orang dan kendaraan memadati setiap jengkal kota. Mal
mal berdiri megah dan dipenuhi anak muda dengan
berbagai gaya dan ekspresi. Keberadaan gerai 24 jam
berlisensi asing membuatnya tidak berbeda dengan kota
besar manapun di penjuru dunia.

Kepadatan kota dan kemacetan lalu lintas Bangkok baru
berkurang setelah pemerintah membenahi transportasi
dengan membuat BTS Sky Train dan MRT. BTS atau
Bangkok Mass Transit System adalah sebuah
perusahaan publik berupa kereta listrik yang
menggunakan jalan melayang diatas jalan raya dan
memiliki dua jalur yang menghubungkan lokasi-lokasi
utama sedang MRT atau Mass Rapid Transport adalah
kereta bawah tanah yang jalurnya hanya satu dan
memiliki interseksi dengan BTS. Kedua system
transportasi ini yang menolong Bangkok menjadi lebih
teratur dalam mengurangi kemacetan lalu lintas.
Propaganda, brand kebanggaan Thailand
Perbedaan mendasar lainnya demi melihat suasana
urban Bangkok dan dinamika kota -walaupun memiliki
karakter tipikal dengan ibukota Negara lain pada
umumnya- adalah kreatifitas. Hiruk pikuk dan kosmetik
ibukota yang harus berdandan serta bernuansa
internasional diimbangi dengan kreatifitas publik dimana
wadah berkreasi baik di setiap sudut mall maupun ruang
publik diberi tempat.

Bangkok juga masih memiliki ruang hijau berupa taman
kota yang terawat pada beberapa sudut kota. Di
beberapa pusat keramaian hampir setiap saat ada acara
kreatifitas baik untuk pelajar, generasi muda, maupun
masyarakat umum.

Di dalam mall bahkan beberapa brand local berupa
produk, fashion maupun kuliner bersanding dengan
percaya diri mendampingi brand internasional yang tak
dapat dihindari keberadaannya. Menyebut sedikit
diantaranya adalah “Propaganda” yang merupakan
desain produk kebanggaan Thailand, serta goodJob,
Labrador dan beberapa brand lainnya



                            Brand made in Thailand
Hal menarik lainnya untuk dikaji sebagai studi adalah mata
rantai kreatif yang seakan telah berlangsung dengan baik atas
kerjasama berbagai pihak baik pemerintah, praktisi dan
pebisnis, akademisi dan cendikia serta masyarakat.

Lihat saja walau secara stabilitas politik Thailand didera
permasalahan yang tidak sepele soal kepemimpinan militer
hingga sampai menutup bandara internasionalnya, namun
dampaknya tidak sampai mengganggu ke berbagai bidang.
Recovery yang terjadi pasca kejadianpun lebih cepat terjadi.

Demikian hal tersebut terjadi di Thailand. Dan ketika
mengakses kebijakan yang diterapkan pemerintah mensikapi
era ekonomi yang dengan sangat agresifnya dijalankan,
memang termuat hal-hal yang sangat mendasar:

KEBIJAKAN DALAM PENDIDIKAN
1. Meningkatkan dan menyelaraskan sistem pendidikan
formal dan informal
2. Meningkatkan pembelajaran creative melalui organisasi dan
komunitas serta swasta misalnya dengan melakukan
program: membuat sistem perpustakaan modern, taman ilmu
pengetahuan, peningkatan layanan & fasilitas museum,
Bekerjasama dengan Thai Creative & Design Center

KEBIJAKAN DALAM SENI & BUDAYA
1. Revitalisasi dan preservasi keragaman seni dan budaya
Thailand untuk value creations.
2. Memperbanyak ruang pembelajaran budaya untuk anak
anak dan anak muda.
Kebijakan Pemerintah Thailand terhadap Creative Economy
yang juga terbilang baru memang sangat cepat akselerasinya.
Sang Prime Minister Thailand demikian antusias terhadap
pertumbuhan ekonomi oleh industri kreatif oleh sebab itu
komitmennya ditujukan secara nyata mulai dari
mengkondisikan program ini kepada masyarakatnya,
membuat program-program strategis hingga pemenuhan
sarana dan prasarana penunjang bahkan hingga finansialnya.

Prime Minister Thailand Abhisit Vejjajiva menginginkan
Thailand menjadi pusat kreatif di Asia Tenggara, dengan
kenaikan dari 12% menjadi 20% pada tahun 2012,

"The government recognises the importance of creative
industries combining the country's cultural assets with
technology and innovation to come up with products with
distinctive features," Abhisit menyampaikan pada satu
kesempatan seminar. Ujarnya lagi, "These products will bring
about sustainable development and allow Thailand to be a
country of thinkers” Sebuah pernyataan penting yang
memberikan daya dorong yang kuat bagi masyarakat
Thailand turut berpartisipasi mensukseskan program ini.
                                                            Program Creative Thailand
                              CREATIVE THAILAND
                              Adalah program pemerintah
                              yang baru diluncurkan pada
                              tanggal 31 Agustus 2009
                              yang berisi 12 komitmen
                              yang harus dijalankan untuk
                              memajukan ekonomi kreatif
                              Thailand.
                              Komitmen mencakup 4
                              bidang penting : Yang
                              pertama meningkatkan
                              infrastruktur untuk
                    memromosikan dan mendukung
                    sistem kreatif ekonomi. Yang kedua,
                    pemerintah akan meletakan fondasi
                    berfikir kreatif dalam sistem
                    pengajaran di Thailand. Ketiga,
                    mendorong semua sektor dan
                    masyarakat untuk berperan dalam
pembangunan ekonomi kreatif Thailand. Dan yang
keempat memromosikan dan mensupport sektor lain
yang terkait dengan pembangunan kreatif ekonomi
dan industri kreatif.

Dalam peluncuran Creative Thailand ini langsung diikuti
pengesahan dibentuknya lembaga khusus “National
Creative Economy Agency” sebagai lembaga publik.
Enam bulan sebelumnya pemerintah Thailand telah
membuat 2 lembaga baru yaitu Office of Product and
Value Development dibawah Department of Export
Promotion dan the Intellectual Property Center
dibawah Department of Intellectual Property. Ketiga
lembaga baru ini akan bersinergi menuju kreatif
ekonomi Thailand yang kuat.
                                                             Thailand Creative & Design Center
                                 Thailand Creative and
                                 Design Center (TCDC) di
                                 Bangkok adalah the Asia's
                                 first learning center for the
                                 creative design.
                                 Keberadaannya langsung
                                 dibawah komando prime
                                 minister dan mendapat
                                 dukungan khusus. Berlokasi
di pusat perbelanjaan berkelas Emporium Shopping Center
Complex di daerah Sukhumvit yang merupakan salah satu
pusat aktifitas Bangkok.

Tujuan didirikannya Thailand Creative and Design center
adalah untuk memfasilitasi dan mendorong kreatifitas dan
inovasi anak muda dan desainer muda Thailand. TCDC
adalah upaya pemerintah Thailand untuk mewujudkan
Thailand sebagai knowledge based country ketika dunia
melirik kreatif ekonomi sebagai roda penggeraknya. Meskipun
dibawah prime minister dalam pelaksanaannya tapi secara
administratif berada dibawah office of Knowledge
Management and Development. Namun demikian, Thailand
Creative and Design Center kini adalah sebuah public
organization yang disponsori oleh Royal Thai Government.

Thailand Creative and Design Center memiliki lahan seluas
4,490 square meter dengan beberapa fasilitas utama yaitu
Design library terbesar di Asia dengan koleksi lebih dari
15,000 design books, dengan subyek terkait dalam bidang
seni, budaya, dll yang selalu update koleksinya.
MaterialConnexion Library di TCDC




Ruang Pamer di TCDC




Library Design terbesar di Asia dengan fasilitas lengkap di TCDC
Pameran Tetap “What Is Design?” Di TCDC




Pameran “Unite! China’s Shopping Revolution” Di TCDC
Beberapa ruang pamer dapat menampung pameran besar
dan kecil dengan program pameran berkala. Terdapat juga
Material Connexion Gallery & Library yang merupakan satu
satunya material library di Asia
Selain itu terdapat coffeeshop dengan fasilitas internet dan
designer shop yang menjual aneka produk kreatif karya
desainer Thailand.

Namun yang lebih penting dari itu adalah bagaimana model
pengelolaannya sehingga walau baru memasuki tahun
keempat telah mampu menselaraskan idealisme dalam
merealisasikan kreatif ekonomi sekaligus menjadi model
bisnis yang mandiri. Pengelolaan juga memiliki kualitas
dalam menghadirkan dan membuat acara. Contohnya
bagaimana pameran tetap mengenai sejarah dan perjalanan
desain dihadirkan. Lalu icon kreatif dan desainer yang
menonjol dari belahan dunia lain dihadirkan dalam pameran,
forum diskusi maupun seminar dan yang tak kalah
pentingnya adalah aktifitas penerbitan yang tidak hanya
menerbitkan buku mengenai pergerakan kreatif di Thailand
tapi juga mengalih bahasakan buku penting dalam bidang
ekonomi kreatif ini sehingga menjadi bacaan yang
terjangkau. Buku John Howkins: Creative Economy How
People Make Money from Ideas dan Unite! China Shopping
Revelution adalah buku-buku penting yang diterbitkan dalam
edisi Bahasa Thailand.
Bangkok Art and Culture Centre (BACC) adalah sebuah art




                                                             Bangkok Art & Culture Center
center yang juga berfungsi sebagai contemporary art
museum merupakan inisiatif Gubernur/walikota Bangkok
Bhichit Rattakul. Konstruksinya dimulai tahun 2000, sempat
terhenti karena resesi dan masalah korupsi dan tahun
2005,mulai lagi pembangunannya hingga selesai tahun
2008. Pameran pertamanya "Traces of Siamese Smile:
Art+Faith+Politics+Love" mendisplay 300 karya seni dari
seniman Thai dan internasional.

Bangkok Art & Culture Center (BACC) berada dalam
tanggung jawab pemerintah kota Bangkok dengan lokasi di
tengah kepadatan wilayah Siam yang merupakan salah satu
sentral kota. BACC menempati bangunan megah dengan 5
lantai yang memiliki fasilitas lengkap baik ruang pamer,
ruang pertemuan dan ruang yang berfungsi ganda dengan
kelengkapan yang memadai dalam tata cahaya dan tata
suara.

Walau gedung ini secara fisik baru berdiri tahun 2008
namun gagasannya telah digulirkan semenjak 10 tahun
sebelumnya melalui desakan warga dan seniman Bangkok
dalam demonstrasi, petisi serta forum-forum resmi. Warga
dan seniman Bangkok menuntut pemerintah menaungi
aktifitas kreatif dan seni bagi pembelajaran masyarakat serta
mengimbangi pembangunan kota yang sangat dinamis.

Patut diberi penghargaan bagaimana proses ini berlangsung
dan setiap saat memiliki progress sebelum akhirnya dapat
dibiayai sehingga menjadi sebuah gedung representatif
dengan banyak aktifitas.
Dalam pembicaraan dengan ketua pelaksana operasional
Bangkok Art & Culture Center Chatvichai Promadhattavedi
disampaikannya bahwa dalam setahun terakhir terjadi
sebuah perkembangan yang demikian pesat dalam aktifitas
kesenian warga Bangkok maupun pertukaran kesenian
dengan Negara lain yang menjadi agenda BACC.

Dalam operasionalnya BACC juga memiliki independensi
karena dikelola oleh Bangkok Art & Culture Center
Foundation yang terdiri dari pemerintah, private sector dan
publik. Ia menyampaikan bahwa yang terpenting dalam
pengelolaan adalah memiliki jejaring yang memungkinkan
tempat ini dapat selalu memiliki agenda acara yang
mewadahi berbagai aspek yang penting untuk
dikomunikasikan kepada publik.

Kesenian tradisional serta kontemporer sama sama memiliki
kesempatan dalam berekspresi di BACC. Ia sangat terbuka
dalam kerjasama dengan kota Denpasar, bahkan
menyatakan kesediaannya jika diundang untuk sharing
dalam hal manajemen pengelolaan Bangkok Art & Cultural
Center maupun pertukaran program seni dan budaya antara
Denpasar & Bangkok baik tradisional maupun kontemporer.
Bangkok Art & Culture Center (BACC) brada di pusat kota Bangkok dan
dikelola dengan manajemen professional dibawah sebuah yayasan.
                                                          Chatuchak Weekend Market
Statusnya yang weekend market dan buka hanya hari Sabtu
dan Minggu membuat pasar akhir pekan ini selalu dinanti
oleh berbagai kalangan dimana pengunjungnya per hari
hingga 200 hingga 300 ribu orang per hari dan 70%nya
adalah masyarakat Thailand

Chatuchak Market berada di lahan seluas 1,13 km2,
pertamakali digagas oleh minister of Thailand yang memiliki
gagasan untuk membuat flea market atau pasar loak di
berbagai pelosok kota. Setelah pindah beberapa kali
lokasinya akhirnya ditetapkan di lokasi yang sekarang ini.
Sebagai bagian utuh pergerakan ekonomi kreatif di Thailand,
keberadaan Chatuchak Market ini sangat membantu
terutama UKM di Thailand memasarkan produknya sendiri
secara langsung. Dari hasil wawancara dengan beberapa
pemilik toko salah satunya milik suami istri yang menjual
kaos-kaos untuk anak kecil bertemakan kata kata “My Dad
said that My Mum is the most beautiful woman in the world”
yang sangat laku mereka mengatakan hari Selasa-Jumat
dipakai untuk mendesain dan produksi menyablon lalu
Sabtu Minggu dipakai untuk berjualan. Selama menjual
produknya di Pasar ini telah mengalami peningkatan
ekonomi yang signifikan.

Betapa konsep sederhana semacam flea market atau pasar
loak ini dapat menjadi sebuah roda ekonomi dengan
transaksi milyaran Baht dalam seminggu dan menjadi
sebuah destinasi yang harus dikunjungi di Bangkok.
Chatuchack Market, sebuah legenda
masa kini di Bangkok yang menjadi
destinasi unggulan bagi wisatawan
juga masyarakat lokal. Buka hanya
Sabtu dan Minggu dengan pengunjung
per hari 200-300 ribu orang
Pameran karya terbaik mahasiswa
desain dan arsitektur lulusan
universitas di Bangkok diadakan
di tengah kota dengan ruang
pamer kontainer yang ditumpuk.
Pamerannya langsung bersentuhan
dengan massa dan market dan
disponsori oleh brand minuman
ternama. Sebuah upaya cerdas
memasyarakatkan industri kreatif
PENUTUP




                                                          Summary
Dalam 4 tahun terakhir pemerintah Thailand dan Bangkok
bergiat dalam pembangunan ekonomi kreatif. Hal utama
yang dilakukan adalah menetapkan gerakan ekonomi
kreatif Thailand, menegaskannya dalam statement, diikuti
dengan kebijakan, lalu membuat infrastruktur penunjang
dengan membangun beberapa fasilitas publik sebagai
arena melihat, merasakan, berinteraksi dan berekspresi.
Setidaknya selain gallery-gallery dan pusat kesenian ada
dua yang menonjol yaitu Bangkok Art & Culture Center dan
Thailand Creative & Design center baik dalam aktifitasnya
maupun dalam visi dan misi keberadaannya.

Pemerintah dibawah prime minister juga gencar membuat
kebijakan baru dalam pengembangan kreatifitas. Betapa
seriusnya pemerintah Thailand dan Bangkok menggarap
potensi yang satu ini sampai-sampai harus mengeluarkan
statement bahwa daya saing Thailand bukan dalam
sumber daya manusia yang murah tetapi dari inovasi yang
dilakukan manusianya dalam berbagai kreatifitas.

Dalam hal pendidikan kebijakannya diikuti dengan
membenahi kurikulum dan fasilitas sehingga diselaraskan
dengan kebijakan lain yang melingkupinya. Rangkaian ini
adalah sebuah creative ecology yang sangat serius yang
sudah menjadi semacam kesadaran bersama.
Beberapa hal yang sempat dicatat dan diamati dari
keistimewaan menjalankan program kreatif ekonomi di
Thailand adalah:
 1. Membawa pameran industri kreatif Negara lain yang
    menonjol ke Bangkok
2. Mengundang para pelaku, pemikir serta bintang atau
    selebriti kreatif kelas dunia ke Bangkok sebagai pembicara
    dalam seminar dan workshop berbagai bidang kreatifitas.
    Hasil seminar selalu dibuat pustaka dan film dokumenter
    yang baik sebagai alat edukasi.
3. Menerjemahkan buku-buku penting soal ekonomi kreatif
    ke bahasa Thai, seperti Creative Economy karangan John
    Howkins, China Shopping Revolution dan beberapa buku
    lainnya.
4. Meluncurkan program “Creative Thailand” sebagai upaya
    menggenjot effort dalam pengembangan industri kreatif
    yang terencana dan terstruktur serta berkelanjutan.
5. Membuat aneka kompetisi dan program yang
    memunculkan talenta muda atau baru di bidang kreatifitas.
    Misalnya: Talent Thai 2009 Now, Talent Thai 2009 Next,
    Designer of The Year 2009, Thai Creative Forum.
6. Membuat jaringan dengan lembaga kebudayaan Negara
    lain dalam pengembangan industri kreatif. Misalnya
    dengan Perancis, Jepang, Inggris dan Belanda.
7. Mengirimkan talenta terbaik Thailand ke Negara-negara
    tersebut dalam program magang dan beasiswa
Upaya-upaya itu semua dilakukan sebagai akselerasi
Thailand membangun negaranya melalui industri kreatif,
sumber inspirasi dan pengetahuan bagi masyarakat dan
komunitas kreatif negaranya disamping ingin membangun
rasa percaya diri warganya dalam berkiprah di dunia
internasional.
Scenery kreatif di Bangkok yang dijumpai secara sekilas
dalam 10 hari perjalanan ini merupakan pintu masuk bagi
pemikiran kita terhadap sebuah sistem yang dijalankan
dengan kesungguhan dan maksimal. Walaupun tentu saja
dimanapun hal itu terjadi selalu mengundang pro-kontra dan
masih menuntut kesempurnaan.

Sebagai misi pembelajaran yang selalu melihat aspek meluas
lalu menggarisbawahi konektivitas dan kesesuaian
menjadikan materi yang disajikan ini akan memiliki sebuah
manfaat.

Seberapa besar manfaat serta seberapa cepat dapat diraih
hasilnya akan sangat bergantung kepada seberapa besar
effort yang dikeluarkan guna menggerakan kepentingan besar
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan dinamika sebuah
tempat.

Ada sebuah angan-angan bagaimana Denpasar yang berada
di Bali dan merupakan The Heart of Bali dapat memainkan
peluang internasionalnya dengan memiliki visi dan dinamika
sebagaimana halnya destinasi internasional membangun.
Secara perumpamaan “ We can go to different places (past
and future) in the same time”. Tradisi, budaya adat istiadat
adalah masa lalu yang menjadi identitas dan modal dasar
untuk menyongsong masa depan dengan lebih baik dalam
konstelasi global. Keduanya dapat dituju dalam sekali jalan.
Semoga bermanfaat. Ayip
PROMOSI ACARA BLIPFEST
DI BANGKOK

								
To top