Pengertian dasar korupsi

Document Sample
Pengertian dasar korupsi
Shared by: Ekuasita Widya
Stats
views:
15180
posted:
12/7/2009
language:
Indonesian
pages:
7
Pengertian-pengertian Dasar korupsi



Sumber: Indonesian Corruption Watch – ICW (www.antikorupsi.org)





Kata “Korupsi” berasal dari bahasa latin “Corruptio” (Fockema Andreae : 1951) atau

Corruptus (Webster Student Dictionary : 1960). Selanjutnya disebutkan bahwa

“Corruptio” itu berasal pula dari kata asal “Corrumpere” suatu kata latin yang lebih

tua. Dari bahasa latin itulah turun kebanyak bahasa Eropa seperti Inggris :

Corruption, Corrupt; Perancis Corruption dan Belanda Corruptie (korruptie). Dapat

kita memberanikan diri bahwa dari bahasa Belanda inilah kata itu turun kebahasa

Indonesia “Korupsi”. Arti harfiah dari kata itu ialah : kebusukan, keburukan,

kebejatan, ketidak jujuran, dapat disuap tidak bermoral penyimpangan dari

kesucian, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.



Meskipun kata Corruptio itu luas sekali artinya namun sering “Corruptio” dapat

dipersamakan artinya dengan “penyuapan”. Kemudian arti kata korupsi yang telah

diterima dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia disimpulkan oleh

Poerwadarminta dalam “Kamus Umum Bahasa Indonesia” : Korupsi ialah perbuatan

yang buruk seperti pengertian penggelapan uang, penerimaan uang sogok dan

sebagainya (Poerwadarminta : 1976).



Dengan pengertian korupsi secara harfiah dapatlah ditarik suatu kesimpulan bahwa

sesungguhnya “korupsi” itu sebagai suatu istilah sangat luas artinya bervariasi

menurut waktu, tempat dan bangsa. Dengan demikian pendekatan yang dapat

dilakukan terhadap masalah “Korupsi” bermacam pula, dan artinya sesuai pula dari

segimana kita mendekati masalah itu.



Pendekatan sosiologis misalnya seperti halnya yang dilakukan oleh Syed Hussein

Allatas dalam bukunya “The Sosiology Of Corruption,” akan lain artinya kalau kita

melakukan pendekatan normatif; begitu pula dengan politik atau ekonomi. Misalnya

Allatas memasukan “Nepotisme” dalam kelompok “Korupsi” dalam klasifikasinya

(memasang keluarga atau teman kepada posisi pemerintahan tanpa memenuhi

persyaratan untuk itu), yang tentulah hal seperti itu sukar dicari namanya dalam

hukum pidana.



Definisi Korupsi:

1. Korupsi ialah: Perbuatan yang buruk seperti penggelapan uang, penerimaan

uang sogok dan sebagainya. (Kamus Umum Bahas Indonesia, Poerwadarminta

1976).

2. Korupsi adalah: Suatu hal yang buruk dengan bermacam ragam artinya

bervariasi menurut waktu tempat dan bangsa (Encyclopedia Americana).

3. Korupsi adalah: Dengan melakukan tindak pidana memperkaya diri sendiri yang

secara langsung atau tidak langsung merugikan keuangan/ perekonomian

negara. (Kamus Hukum - Prof. Raden Subekti Tjitrosoedibio, SH).

4. Korupsi adalah : Penawaran/pemberian dan penerimaan hadiah-hadiah berupa

suap (Corruption the Offering and Accepting of Bribes), disamping diartikan juga

“Decay” yaitu kebusukan atau kerusakan. (A.S. Hornby cs - The Advenced

Leaner’s Dictionery of Current English, Oxford University Press, London: 1963,

hal 218). Sudah tentu apa yang dimaksudkan yang busuk atau rusak itu ialah

moral atau akhlak oknum yang melakukan perbuatan korupsi, sebab seorang







Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 1 dari 7

yang bermoral (berakhlak) baik tentu tidak akan melakukan korupsi (Undang-

undang pemberantasan tindak pidana korupsi nomor 3 tahun 1971 - Prof.DR.H.

Baharuddin Lopa, SH Moch. Yamin, SH. Hal.4).



Dari keempat definisi di atas terdapat persamaan persepsi yaitu bahwa korupsi

adalah suatu perbuatan yang buruk yang sudah barang tentu akan menimbulkan

kerugian terhadap negara maupun masyarakat pada umumnya.



Pengertian “Korupsi” Menurut Beberapa Negara.



1. Meksiko; Corruption is : acts of dishonesty such as bribery, graft, conflict of

interst negligence and lock of effeciency that require the planing of specific

strategies it is an illegal inter change of favors). (Korupsi diartikan : sebagai

bentuk penyimpangan ketidakjujuran berupa pemberian sogokan, upeti,

terjadinya pertentangan kepentingan kelalaian dan pemborosan yang

memerlukan rencana dan strategi yang akan memberikan keuntungan kepada

pelakunya).

2. Nigeria; Corruption as being : an act done with an intent to give some

adventage inconsis tent with official duty and the richts of other. The act of an

official or judiciar person who an lawfully and wrong fully use his station or

character to procure some benefit for him self or for other persons contraty to

duty and the right of others. (Korupsi diartikan : sebagai suatu perbuatan yang

dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang tidak sesuai

dengan tugas / jabatannya dan melanggar hak orang lain. Suatu perbuatan oleh

seorang pegawai/pejabat atas petugas hukum (judiciart) yang tidak secara sah

menyalahgunakan kedudukannya untuk memperoleh keuntungan baginya atau

orang lain, yang bertolak belakang dengan kewajibannya dan bertentangan

dengan hak-hak orang lain). Bribery as : The offering, giving receving or

soliciting of anything of value to influence action as an official or in discharge of

a leal or/public duty). (Penyuapan adalah : Penawaran pemberian menerima

atau menyediakan sesuatu yang berharga yang akan mempengaruhi tindakan

sebagai pejabat/petugas atau yang menyelewengkan (merusakan) tugas-tugas

yang seharusnya dilaksanakan).

3. Uganda; Corruption called : Any practice act or ommision by a public official,

that is a deviation from the norm and that cannot be openly acknowledge but

must be hindden from the public eye. Corruption diverts official decession

making from what a decession should have been to what it should not he been.

Corruption introduce discrimination and arbitrarinees in decission making so that

rules, regulations and prosedures become unimportant). Korupsi diartikan :

Suatu praktek/perbuatan atau kelalaian yang dilakukan oleh seorang pegawai

negeri yang merupakan suatu penyimpangan dari norma dan tidak dapat

diketahui umum secara terbuka, tetapi hanya disembunyikan dari penglihatan

masyarakat. Mengubah putusan yang harus diambil oleh pejabat, membuat

suatu keputusan yang tidak harus dilakukan menjadi putusan yang

dilaksanakan. Menjadikan suatu putusan dapat dibuat berbeda-beda dan

membuat suatu alternatif dalam suatu putusan, sehingga dengan peraturan-

peraturan dan prosedur tidak lagi menjadi penting.

4. Brasilia; Corruption in government “lato sensu” is the direct or indirect use of

the public power outside of it rasual scope. With the fimality of abtaining

advantages to the servants or to their friends, partners etc. (Korupsi yang

terjadi di pemerintahan “lato sensu” adalah menggunakan secara langsung atau







Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 2 dari 7

tidak langsung kekuasaan yang dimilikinya diluar bidang (scope) yang harus

dilakukannya, yang pada akhirnya bertujuan memperoleh keuntungan kepada

bawahannya, kawannya dan sebagainya). Corruption is being to ask adventages

(usual financial) because of his public function (corrupcao passiva) or to offer

this adventage to a public servant to intend that he takes or does not take

something in his public activity (corrupcao Activa). (Korupsi sebagai meminta

keuntungan (biasanya dalam bentuk keuangan) yang disebabkan oleh

kedudukannya (corrupcao passiva) atau menawarkan suatu kesempatan kepada

petugas pemerintah/negara dengan maksud dia akan memperoleh sesuatu jika

membantunya (corrupcao activa)).

5. Kamerun; Corruption as : the solliciting, accepting, or receiving bay a public

servant or agent, for himself or for another person of offers, promises, gifts or

present for performing, postponing or retraining, from any act of his office.

(suatu permintaan, penerimaan atau persetujuan yang dilakukan oleh seorang

pegawai negeri atau bawahan/pembantunya, baik untuk dirinya sendiri ataupun

orang lain atas suatu tawaran janji, hadiah atau untuk melakukan sesuatu

pekerjaan melakukan penundaan atau tidak melakukan sesuatu pekerjaan

dalam menjalankan tugas-tugas dikantornya yang bersangkutan). The act by

any corrupt person of facilitating by his functions, the accomplishment of an act

which does not fall or lie within his competence. (suatu tindakan yang

menyalahgunakan pemberian fasilitas karena kedudukannya tersebut,

melakukan suatu tindakan tidak sesuai atau bertentangan dengan

wewenangnya). The soliciting or accepting of any reward in money or in kind

bay any public servant or agent for himself or for another person in payment for

an already perfomed act or for having retrained from any such act. (Meminta

atau menerima suatu pemberian dalam bentuk uang atau sesuatu barang oleh

seorang pegawai negeri/pembantunya untuk dirinya sendiri atau orang lain

dengan imbalan untuk suatu perbuatan atau dalam bentuk tidak melakukan

perbuatan). The act for any person either to offer gifts or presents or to

requests to remunerate and already performed act or a past abstantion. (Suatu

perbuatan baik yang berupa penawaran hadiah-hadiah pemberian sesuatu atau

sesuatu imbalan dalam bentuk lainnya bagi suatu perbuatan yang telah

dilaksanakan atau dalam hal tidak melakukan suatu perbuatan).

6. Uni Sovyet; Corruption as : A system of certain relations based on unlawful

deals of officials to detriment of the state and public interests ther motives

maybe variegated. (sebagai suatu sistem hubungan tertentu yang melanggar

hukum dari semua aparat negara yang melanggar kepentingan negara dan

masyarakat, dengan motivasi beraneka ragam).

7. Muangthai; Corruption as : behaviour of public servant that are condemned by

law. Perilaku yang dilarang oleh undang-undang bagi pegawai negeri

(pemerintahan).

8. Philipina; Korupsi mempunyai karakteristik sebagai berikut : 1. Penyalahgunaan

wewenang terhadap dana masyarakat (malversation of public fund). 2.

Pemalsuan dokumen-dokumen (falsification of public documents) 3. Suap

menyuap (bribery)

9. India; Behaviour of uncrupulous elements to indulge in making quick monet by

misuse of official position or authority or by resirting to intentional delay and

dilatory tactics with a view to cause harrasment and thereby putting pessure on

some members of the public to part with money in clandestine manner.

(Perbuatan dari oknum-oknum yang tidak terpuji ingin memperoleh keuntungan

(uang) secepat mungkin dengan menyalahgunakan kedudukan kewenangan







Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 3 dari 7

atau dengan taktik-taktik yang sengaja memperlambat suatu penyelesaian

dengan tujuan agar menjadi gangguan-gangguan sehingga mau tidak mau

orang yang berkepentingan harus berurusan dengan uang dengan cara jalan

belakang).

10. Argentina; Di argentina karakteristik korupsi adalah perbuatan-perbuatan yang

berupa : 1. Penyogokan/penyuapan (bribery): perbuatan menerima sesuatu

langsung ataupun melalui perantara yang berupa uang ataupun pemberian lain

ataupun janji untuk melakukan sesuatu dalam suatu hubungan yang berkaitan

dengan fungsi (kedudukan) sebagai seorang pejabat/pegawai negeri ataupun

menggunakan pengaruh atas kedudukannya tersebut sebelum pegawai

negeri/pejabat lain melakukan sesuatu. 2. Penyalahgunaan dana

pemerintah/negara : Tindakan menggunakan dana milik negara yang dikelola

oleh pegawai/pejabat untuk tujuan yang berlainan dengan yang dimaksudkan

untuk hal tersebut. 3.Penggelapan (embezzelement) tindakan pegawai negeri

yang mencuri (memakai untuk diri sendiri dana yang dipercayakan kepadanya.

4. Melakukan transaksi yang tidak sesuai dengan fungsi pejabat yang

bersangkutan. 5. Pemerasan (Extortion: tindakan memaksa seseorang agar

memberi upah/jasa ataupun suatu pemberian apapun juga yang sesungguhnya

tidak perlu ataupun berlebihan dari apa yang seharusnya. 6.Secara tidak sah

memperkaya diri sendiri dengan menjual informasi tindakan dengan

menggunakan data atau informasi yang diperoleh dari kedudukannya, untuk

tujuan memperoleh keuntungan.



Menurut pasal 1 ayat (1) UU Nomor 3 Tahun 1971.



Pasal 1 ayat (1) butir a :



Barang siapa dengan melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri

sendiri atau orang lain, atau suatu Badan, yang secara langsung atau tidak

langsung merugikan keuangan negara dan atau perekonomian negara atau

diketahui atau patut disangka olehnya bahwa perbuatan tersebut merugikan

keuangan negara atau perekonomian negara.



Pasal 1 ayat (1) butir b :



Barang siapa dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu

Badan, menyalahgunakan kewenangan kesempatan atau sarana yang ada padanya

karena jabatan atau kedudukan, yang secara langsung atau tidak langsung dapat

merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.



Pasal 1 ayat (1) butir c :



Barang siapa melakukan kejahatan tercantum dalam pasal-pasal 209, 210, 387,

388, 415, 416, 417, 418, 419, 420, 423, 435 KUHP.



Pasal 1 ayat (1) butir d :



Barang siapa memberi hadiah atau janji kepada pegawai negeri seperti dimaksud

dalam pasal 2 dengan mengingat suatu kekuasaan atau sesuatu wewenang yang

melekat pada jabatannya atau kedudukannya atau oleh si pemberi hadiah atau janji

dianggap melekat pada jabatan atau kedudukan itu.







Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 4 dari 7

Pasal 1 ayat (1) butir e :



Barang siapa tanpa alasan yang wajar, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya

setelah menerima pemberian atau janji yang diberikan kepadanya, seperti yang

tersebut dalam pasal-pasal 418, 419, 420, KUHP tidak melaporkan pemberian atu

janji tersebut kepada yang berwajib.



Sedangkan pasal-pasal dalam KUHP yang dirujuk oleh UU Nomor 3 Tahun 1971

bunyinya adalah sebagai berikut :



Pasal 209 KUHP :



(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau

pidana denda paling banyak empat ratus ribu rupiah :

1. Barang siapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri

dengan maksud menggerakannya untuk berbuat atau tidak berbuat

sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

2. Barangsiapa memberi sesuatu kepada seseorang pegawai negeri karena

atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban,

dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya.



Pasal 210 KUHP :



(1)Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun:



1. Barang siapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seorang hakim

dengan maksud untuk mempengaruhi putusan tentang perkara yang

diserahkan kepadanya untuk diadili.

2. Barang siapa memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang yang

menurut ketentuan undang-undang ditentukan menjadi penasihat atau

adviseur untuk menghadiri sidang atau pengadilan, dengan maksud untuk

mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung

dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili.



Pasal 387 KUHP :



(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun seorang pemborong

atau akhli bangunan atau penjual bahan-bahan bangunan, yang pada waktu

membuat bangunan atau pada waktu menyerahkan bahan bahan bangunan

melakukan sesuatu perbuatan kecurangan yang dapat membahayakan keamanan

orang atau barang, atau keselamatan negara dalam keadaan perang.



(2) Diancam dengan pidana yanga sama, barang siapa yang bertugas mengawasi

pembangunan atau penyerahan barang-barang itu, sengaja membiarkan perbuatan

yang curang itu.



Pasal 388 KUHP:



(1) Barangsiapa pada waktu menyerahkan barang keperluan Angkatan laut atau

Angkatan Darat melakukan perbuatan curang yang dapat membahayakan









Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 5 dari 7

keselamatan negara dalam keadaan perang diancam dengan pidana penjara paling

lama tujuh tahun.

(2) Diancam dengan pidana yang sama, barangsiapa yang bertugas mengawasi

penyerahan barang-barang itu, dengan sengaja membiarkan perbuatan curang itu.



Pasal 415 KUHP :



Seorang pegawai negeri atau orang lain yang ditugaskan menjalankan suatu

jabatan umum terus-menerus atau untuk sementara waktu, yang dengan sengaja

menggelapkan uang atau surat berharga yang disimpan karena jabatannya, atau

membiarkan uang atau surat berharga itu diambil atau digelapkan oleh orang lain,

atau menolong sebagai pembantu dalam melakukan perbuatan tersebut, diancam

dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.



Pasal 416 KUHP :



Seorang pegawai negeri atau orang lain yang diberi tugas menjalankan suatu

jabatan umum terus-menerus atau untuk sementara waktu, yang sengaja membuat

secara palsu atau memalsu buku-buku atau daftar-daftar yang khusus untuk

pemeriksaan administrasi, diancam dengan pidana penjara paling lama empat

tahun.



Pasal 417 KUHP :



Seorang pegawai negeri atau orang lain yang diberi tugas menjalankan suatu

jabatan umum terus-menerus atau untuk sementara waktu, yang sengaja

menggelapkan, menghancurkan, merusakan atau membikin tak dapat dipakai

barang-barang yang diperuntukkan guna meyakinkan atau membuktikan di muka

penguasa yang berwenang, akta-akta, surat-surat atau daftar-daftar yang

dikuasainya karena jabatannya, atau membiarkan orang lain menghilangkan,

menghancurkan, merusakkan dan membikin tak dapat dipakai barang-barang itu,

atau menolong sebagai pembantu dalam melakukan perbuatan itu, diancam dengan

pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.



Pasal 418 KUHP :



Seorang pegawai negeri yang menerima hadiah atau jani padahal diketahui atau

sepatutnya harus diduganya, bahwa hadiah atau janji itu diberikan karena

kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan denganjabatannya, atau yang

menurut pikiran orang yang memberi hadiah atau janji itu ada hubungan dengan

jabatannya, diancam dengan pidana penjara paling lama enam bulan atau pidana

denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.



Pasal 419 KUHP :



Diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun, seorang pegawai negeri :



(1) Yang menerima hadiah atau janji padahal diketahuinya bahwa hadiah atau janji

itu diberikan untuk menggerakannya supaya melakukan atau tidak melakukan

sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.









Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 6 dari 7

(2) Yang menerima hadiah mengetahui bahwa hadiah yang diberikan sebagai akibat

atau oleh karena si penerima telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam

jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.



Pasal 420 KUHP :



(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun:



1. Seorang hakim yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui bahwa

hadiah atau janji yang diberikan untuk mempengaruhi putusan perkara

yang menjadi tugasnya.

2. Barang siapa menurut ketentuan undang-undang ditunjuk menjadi

penasihat untuk menghadiri sidang pengadilan, menerima hadiah atau

janji, padahal diketahui bahwa hadiah atau janji itu diberikan untuk

mempengaruhi nasihat tentang perkara yang harus diputus oleh

pengadilan.



(2) Jika hadiah atau janji itu diterima dengan sadar bahwa hadiah atau janji itu

diberikan supaya dipidana dalam suatu perkara pidana, maka yang bersalah

diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.



Pasal 423 KUHP :



Seorang pegawai negeri dngan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain

secara melawan hukum, dengan menyalahgunakan kekuasaannya, memaksa

seseorang untuk memberikan sesuatu, untuk membayar atau menerima

pembayaran dengan potongan sesuatu bagi dirinya sendiri, diancam dengan pidana

penjara paling lama enam tahun.



Pasal 435 KUHP :



Seorang pegawai negeri yang dengan langsung maupun tidak langsung sengaja

turut serta dalam pemborongan, penyerahan atau persewaan, yang pada saat

dilakukan perbuatan, untuk seluruh atau sebagian, dia ditugaskan mengurus atau

mengawasinya, diancam dengan pidana penjara palin lama sembilan bulan atau

pidana denda paling banyak delapan belas ribu rupiah.



Secara harfiah/terjemahan menurut huruf (kata demi kata), korupsi berarti busuk,

buruk, bejat dan dapat disogok, suka disuap, pokoknya merupakan perbuatan yang

buruk. Perbuatan korupsi dalam istilah kriminologi digolongkan kedalam bentuk

kejahatan White Collar Crime. Dalam praktek berdasarkan undang-undang yang

bersangkutan, Korupsi adalah tindak pidana yang memperkaya diri sendiri atau

orang lain atau suatu badan yang secara langsung atau tidak langsung merugikan

keuangan Negara dan perekonomian Negara.



- -









Pengertian Dasar Korupsi KamusHukum.com hal 7 dari 7


Share This Document


Related docs
Other docs by Ekuasita Widya
Draf point damai Omni-Prita
Views: 1868  |  Downloads: 33
Kontributor Panggung Festival Malioboro 2009
Views: 216  |  Downloads: 3
Pedoman penanganan tindak pidana korupsi - KPK
Views: 3774  |  Downloads: 295
Form Permohonan Kunjungan ke Istana
Views: 1345  |  Downloads: 50
PP 10 Th 1993 tentang Benda Cagar Budaya
Views: 2055  |  Downloads: 133
Gerakan Membumikan Gagasan Hukum Progresif
Views: 600  |  Downloads: 54
Kasus Korupsi - KPK 2008, tahap banding
Views: 857  |  Downloads: 37
by registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!