Anda, Saya, dan Matematika
Document Sample


Anda, Saya, dan Matematika secara tidak langsung di sana ortu saya mengajari
(sekedar catatan seorang guru ) matematika? Mungkin pengalaman ini juga sama-
sama dipunyai oleh semua orang di sini. Hanya,
kini lagunya sudah naik level karena sering saya
Tidak terasa sudah sekian semester saya dengar menjadi : satu –satu aku sayang Allah, dua-
berkutat dengan kegiatan pembelajaran dua cinta Rasulullah….dst. Coba simak juga lagu
matematika di SMP Luqman Al Hakim ini. Ada Balonku: balonku ada lima,..., meletus balon hijau,
banyak hal yang semakin menambah pengalaman duerrr,…., balonku tinggal empat,…. dst. Lagu ini
saya terhadap pembelajaran subyek matematika begitu lekat dengan kita. Kita senang dengan lagu
ini. Ternyata saya merasakan belajar matematika itu walaupun mungkin kita tidak sadar apa saja
cukup berbeda dengan mengajarkan matematika. isinya, termasuk di situ ada unsur pembelajaran
Apa saja perbedaannya? matematikanya. Karena kondisi kita masih
Pertama, di waktu saya belajar matematika, kosong dengan mudahnya dimasuki ilmu
kondisi start saya adalah nol artinya belum tahu pengetahuan, ajaran ataupun ujaran. Bahkan
apa-apa, sedangkan saat saya mengajarkan pikiran kalau ada yang mau teliti, pengenalan matematika
saya sudah dipenuhi oleh banyak hal, penuh dengan cara begitu cukup sukses. Barangkali
muatan yang enak maupun tidak enak, dan harus hanya anak yang terlalu kreatif saja yang
siap dikeluarkan. menyanyikan lagu Balonku tadi, di tutup dengan
Kedua, saat saya belajar posisi saya adalah pencari …balonku tinggal tiga…..(yang jelas akan diprotes
informasi sedangkan pada saat mengajar sekarang temannya karena dari lima meletus satu kok
posisi saya adalah pemberi informasi sekaligus tinggal tiga?). Dan saya pikir orang tua kita
masih terus mencari informasi agar saya tidak menggunakan cara yang biasa dipakai orang
kehabisan stok. secara umum untuk melatih anak-anaknya, tidak
Ketiga, sebagai siswa saya harus punya pakai banyak teori mengajar, metode, dan
kemampuan menyerap ilmu, sebagai guru saya kurikulum. Lakukan saja!
harus punya kemampuan mentransfer dan Dunia sekolah memang
menanamkan ilmu. Ini membutuhkan sengaja dirancang untuk
kemampuan menyerap ilmu baru di luar menanamkan ilmu
matematika. pengetahuan, oleh karena
Keempat, saat menjadi murid penguasaan itu dilengkapi dengan
matematika adalah kepentingan/kebutuhan diri metode, fasilitas, dan
saya sendiri, saat saya menjadi guru matematika kurikulum. Banyak hal
itu menjadi kepentingan/kebutuhan orang lain positif yang telah dicapai, diantaranya adalah
(siswa-siswa saya) dan hanya sedikit mungkin anak menjadi terdidik secara massal dan
masih kepentingan saya. terstandarisasi kemampuan baca, tulis, hitung
Secara umum posisi kita kok lebih seperti sebagai dasar kecakapan hidupnya. Di sisi lain,
berlawanan. Berawal dari sini saya mencoba problema yang timbul di jaman ini adalah
untuk berbagi rasa dengan Anda (khususnya kesulitan belajar dengan model kelas ala
murid saya), dengan harapan tulisan ini mampu sekolahan. Tidak semua siswa menjadi nyaman,
menjembatani perbedaan tersebut. Di sini saya happy, dengan pelajaran di kelas. Yang mulanya
membatasi pada bidang matematika saja. nol, tidak tahu, setelah bertahun-tahun pun tidak
bergeming, tetap tidak tahu, kalau ditanya
Kapan dan bagaimana saya kenal matematika? jawabnya nggak tahu. Kalau begitu belajarkah dia?
Saya berpikir, mungkin saat orang tua saya Mengapa seperti itu? Terlalu dini kalau di jawab:
mengajari bicara, memperkenalkan nama-nama “ Takdir, Pak!” Saya pikir guru-guru sudah
benda dan istilah. Artinya saat ayah atau ibu menerapkan metode, dan kurikulum yang
memperkenalkan bahasa sebagai alat komunikasi terencana tadi. Tapi benarkah? Sebagai salah satu
atau suatu cara menyebutkan sesuatu di masa- pengajar matematika, dan mungkin ini dialami
masa usia bermain. Saya menjadi teringat lagu ribuan guru matematika lainnya, saya sering
favorit anak-anak: “ catu-catu, atu cayang ibu; ua-ua mendengar kalau matematika adalah pelajaran
juga cayang ayah; …dan seterusnya. Bukankah
Hal 1
kelas berat. Tidak seperti pelajaran bahasa, atau sebagai bukti saat tidak bertemu langsung.
sosial. Tulisan juga dapat menjadi media menuangkan
ide atau dugaan kita atau orang lain. Dengannya
Kita coba introspeksi kita dapat menelusuri suatu pengetahuan
mendapat pertanyaan sekaligus menerima
Satu, kalau kembali ke masa berkenalan dengan jawaban darinya. Secara tidak langsung
matematika, ternyata ortu kita menggunakan sebenarnya juga ada dialog antara kita (pembaca)
„percakapan lisan‟ sebagai dasar penyampaian dengan teks tulisan yang mewakili penulisnya.
ilmu. Saya mengartikan „percakapan‟ sebagai
pertukaran/pengungkapan antar orang tentang isi Kongkritnya, Anda dapat belajar matematika dari
hidup (pengalaman, pengetahuan, penilaian, dan buku tulisan matematikawan, mencatat
rasa menghormati). Saya jadi berpikir, kalau Anda penjelasan saya di kelas untuk dibaca di rumah,
siswa saya tidak menguasai pelajaran mungkin menggambarkan peta pikiran, dan kemungkinan
karena saya sebagai guru tidak mampu membuat lainnya. Saya juga dapat mengevaluasi
percakapan seperti yang Anda dapatkan dengan pengalaman belajar Anda dengan bentuk ulangan
orang tua Anda. Atau sebaliknya Anda tidak mau atau tugas tertulis, walaupun bisa juga lisan. Saya
mengungkapkan atau bercakap-cakap dengan saya melaporkan nilai Anda juga dengan tertulis. Nah,
tentang subyek matematika ini. Hubungan yang bila kita merasakan mempunyai kendala dengan
„tidak nyambung‟. Nah, lalu bagaimana bila „tulisan‟ mari kita cari solusinya. Anda kesulitan
seperti itu? Tentunya kita harus sepakat menguasai buku, mari berlatih membaca
membenahi ini. Solusinya saya membuka dialog bersama. Kalau Anda tidak bisa mencatat tidak
dengan Anda. Saya bersedia memperbaiki bisa menulis perbaikilah diri dari sisi itu. Anda
gangguan dari sisi „percakapan lisan‟ ini dan yang sering salah menuangkan pikiran ke tulisan
tentunya Anda yang merasakannya harus juga segeralah menyadarinya. Tulisan kita yang
menyambut ajakan ini. Bertanyalah bila Anda jelek hanya bisa di baca sendiri mari kita rapikan.
belum mengerti apa yang saya katakan. Jangan Catatan yang masih amburadul mari kita
diam saja. Atau jangan biarkan saya mendiamkan tertibkan. Berubahlah!
Anda. Semakin saya dan Anda diam percakapan
tidak akan terjadi, bukan? So, bersuaralah!
Matematika kaya
dengan simbol-
Dua, tak dapat dielakkan media komunikasi kita simbol tulis yang
bukan sekedar lisan bukan? Ada „tulisan‟. Saya butuh dimengerti.
mengatakan tulisan adalah anugrah Allah yang Di sinilah saya
luar biasa bagi manusia. Semut, kucing, dan melihat
binatang mungkin punya bahasa lisan, seperti kelemahan kita
dalam Quran ada surat yang isinya pembicaraan yang kurang
semut pada kaumnya, tetapi saya tidak menemui akrab dengan
bahasa tulisan. Kalau tanda isyarat ada, misalnya tanda-tanda itu
semut mengeluarkan cairan tertentu untuk rute dan fungsi-
makanan ke sarang agar bisa di ketahui, atau; fungsinya. Tugas
atau kucing dengan air kencingnya, yang kata Mr. saya sebagai guru
Novri, itu sebagai penanda wilayah kekuasaannya. adalah menjelaskan tanda-tanda matematis itu
agar Anda mampu membacanya dan
Maksud saya „tulisan‟ di sini juga bisa berarti teks memanfaatkannya dalam permasalahan yang
tertulis, catatan, notasi, dan gambar. Saya Anda temui. Dalam usia remaja seperti Anda saya
memandang tulisan itu mempunyai lihat sebenarnya ketertarikan dengan notasi atau
kelebihan/kekurangan dibandingkan dengan simbol sungguh besar. Saya sering mengamati
lisan. Apa yang kita lisankan bisa jadi berbeda coretan-coretan Anda di buku, di white board,
saat kita tuliskan. Tulisan juga dapat menjadi semua adalah simbol yang dekat sekali dengan
obyek yang dapat dipelihara di luar waktu yang dipakai matematika.
pengucapan, maksudnya tulisan itu bisa disimpan
Hal 2
So what? Melalui matematika, saya ajak Anda nancep di pikiran, Anda seharusnya juga begitu.
bertamasya ke lautan lambang-lambang, Berusahalah!
berdayung perahu melihat khasanah pulau-pulau
Aritmetika, Aljabar, dan Geometri seperti saya
ingin mengantar Anda terbang ke langit
menikmati aneka warna isi tata surya dan bintang
gemintang dalam rasi-rasi Orion, Scorpion dan
sebagainya. Para matematikawan tertarik dan
mencintai matematika karena mereka mampu
melihat kerapian, keseimbangan, keharmonisan,
dan kecantikan yang diciptakan dengan lambang-
lambang matematis yang di ilhamkan dari Sang
Maha Pencipta. Akan bertambah kesyukuran kita,
dengan mengerti karunia Allah berupa simbol
atau ayat-ayat-Nya itu.
Tiga, komunikasi internal. Pernahkah kita
mengendapkan apa yang kita tuju sebagai belajar? Sebagai guru saya sangat gembira kalau murid-
Belajar dapat berarti pengkondisian dari tidak murid saya berakhlaq dan beradab baik dengan
tahu dan secara sadar mencari tahu dengan cara bahasa santun dan Islami sekaligus mampu
menyerap kebenaran menuju kondisi tahu, menunjukkan dirinya adalah kaum intelek
paham, dan mengerti untuk mengambil dengan warna bahasa matematika yang jujur,
keputusan atau sikap keseharian kita. Apa yang konsisten, logis, kritis, adil dan keputusannya
saya pelajari dulu tidak serta-merta langsung menyelesaikan masalah. Saya dedikasikan apa
terpakai. Dia terendap dalam memori kita dan yang saya mampu berikan ini dengan harapan
sewaktu-waktu dapat kita panggil, artinya kita besar kita mampu keluar dari kejahilan,
ingat. Anda merasakan seperti itu? Nah apakah kebodohan, ketertinggalan kita di banding umat
selama ini kesulitan Anda dalam menyimpan lain.
potongan informasi dari guru berakibat Anda Sebagai penutup saya petik kisah Khidhr dan
sulit bermatematika ria? Menjadikan matematika Musa dalam surat Al Kahfi 66.. dst., pesan utama
bukanlah memori indah yang layak disimpan Khidhr yang menjadi guru kepada Musa adalah
dalam album kenangan di otak Anda. Begitukah? pesan bersabar dalam mencari ilmu. Inilah kunci
Kita tak perlu khawatir kehabisan ruangan untuk yang juga penting bagi masuknya ilmu kepada
data informasi karena ukuran otak kita bukan kita. Wallahu a’lam.
seperti hardisk/memori komputer yang hang Surabaya, 1 Januari 2008
kalau terlalu banyak tasking. Allahu Akbar!. Dia
menciptakan bagi kita pendengaran, penglihatan
dan fuad (pikiran) yang sebaik-baiknya. Jangan “The principal aim of mathematical teaching is
kita sia-siakan pemberian-Nya itu. Kenapa Anda to develop certain faculties of the mind,
lebih mudah mengkoleksi syair lagu-lagu populer and among them intuition is not the least
daripada koleksi perkalian 1 sampai 100 yang precious.
lebih ada kemanfaatan setidaknya di dunia ini? It is through it that the mathematical world
Tentunya Anda memerlukan komunikasi internal remains in contact with the real world.
(ke dalam diri Anda) tentang hal ini. Tugas saya It is by logic that we reason,
memicu Anda untuk it is by intuition that we discover “
selalu menambah koleksi ---Poincare‟ (1908)
file matematis yang dapat
Anda manfaatkan dan
memang Anda butuhkan
ke depan. Saya berusaha
mengulang-ulang suatu
bahasan agar bisa nyantol,
Hal 3
Related docs
Get documents about "