Gangguan Kepribadian _Repaired_ by intedark

VIEWS: 4,145 PAGES: 3

									                                           Gangguan Kepribadian


          Menurut DSM-IV gangguan kepribadian adalah suatu pola tingkah laku yang berlangsung
          terus dan menyimpang secara mencolok dari kebudayaan individu. Menurut DSM-IV pula,
          terdapat sepuluh jenis gangguan kepribadian. Kesepuluh gangguan kepribadian tersebut
          dibagi ke dalam tiga kelompok. Pertama, odd personality disorder yang terdiri dari Paranoid,
          Skizotipal dan Skizoid. Kedua, anxious personality disorder yang terdiri dari avoidant
          personality disorder, dependent personality disorder dan obsessive-compulsive personality
          disorder. Ketiga, emotional personality disorder yang terdiri dari antisosial, narsistik,
          histrionik dan borderline.




                                       Personality Disorder




Odd Personality Disorder               Emotional Personality Disorder           Anxious Personality Disorder
                                          Antisocial
   Paranoid                              Borderline                                Avoidant
   Schizotypal                           Histrionic                                Dependent
   Schizoid                              Narcissistic                              Obsessive-compulsive




          Paranoid
          Ciri orang yang mengalami gangguan kepribadian paranoid adalah mudah curiga. Yaitu
          curiga yang tanpa alasan yang jelas, biasanya terjadi pada setiap situasi dan pada setiap
          orang. Orang yang mengalami gangguan ini akan mencari-cari alasan dari lingkungannya
          yang dapat mendukung kecurigaannya tersebut. Terkadang alasan-alasan tersebut terkesan
          dipaksakan. Sifat mudah curiga ini sangat berpengaruh pada penyesuaian emosionalnya, dan
          hal ini menyebabkan orang yang paranoid cenderung memiliki teman sedikit, karena ia
          dijauhi oleh teman-temannya. Ketika ia mempunyai teman baru, maka lama kelamaan teman
          beru tersebut akan dijauhinya juga. Paranoid berbeda dengan skizofrenia dan gangguan
delusi, meskipun terkadang memiliki gejala sifat yang sama yaitu mudah curiga. orang yang
paranoid tidak kehilangan kontak dengan realitas dan tidak pernah mendengar atau
mengalami halusinasi-halusinsi sebagaimana yang dialami oleh orang skizofrenia. Para
peneliti menemukan bahwa gangguan krpibadian paranoid secara signifikan lebih sering
terjadi pada individu yang memiliki garis keturunan dengan orang yang mengalami
skizofrenia.


Skizotipal
Ciri orang yang menagalami gangguan skizotipal adalah segala prilakunya, bicaranya dan
pikirannya kacau. Akan tetapi tidak sekacau orang skizofrenia. Sebagai contoh, orang
skizotipal mungkin bicaranya ngawur, tapi tidak langsung ngawur seperti sering terjadi pada
orang skizofrenia. Orang skizotifal mungkin juga menunjukan pikiran-pikiran mistis, dapat
meramalkan masa depan, mengaku dapat mengetahui pikiran orang lain, mengaku dirinya
sebagai penyelamat dari alien dan mengisolasi diri dari orang yang tidak tertarik dengan
pengakuannya. Orang skizotipal sering memiliki pengalaman masa kecil yang jelek, seperti
diejek dan dikucilkan oleh teman-temannya karena memiliki tingkah laku yang aneh.
Ganguan kepribadian skizotipal dimasukkan ke dalam DSM pada tahun 1980 sebagai bagian
dari usaha untuk meningkatkan reliabilitas diagnosis skizofrenia dan meneliti hubungannya
dengan kondisi lain.


Skizoid
Gangguan kepribadian skizoid adalah gangguan tidak mampu berinteraksi dengan sosial.
Orang skizoid tidak memiliki ketertarikan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. Ia
cenderung mengisolasikan diri dari orang lain dan hampir dipastikan tidak memiliki teman
dekat. Ketika melakukan kontak relasi dengan orang lainpun, mereka tidak menunjukkan
ekspresi emosi yang biasanya dilakukan oleh orang-orang ketika berinteraksi seperti
kehangatan, marah, benci, suka dan lain-lain. Mereka lebih menyukai aktivitas menyendiri.
Ketiadaan emosi-emosi kesenangan ini disebut anhedonia. Ketika mereka mengaku meiliki
teman, biasanya bukan benar-benar teman. Karena kalau mereka memiliki teman barupun,
maka lama-kelamaan akan tenggelam dikarenakan ketidakmampuannya untuk menunjukkan
ekspresi-ekspresi hangat dan kenyamanan ketika berinteraksi. Mereka juga menampakkan
gejala prilaku tidak biasa, pikirannya dan pola bicaranya yang mirip dengan orang skizotipal.
Perbedaan lain antara skizoid dan skizotipal adalah bahwa oarang skizotipal lebih rentan
mengalami skizofrenia terutama orang yang memiliki hubungan genetik dengan orang yang
mengalami gangguan skizofrenia. Sedangkan skizotipal tidaklah demikian.


Antisoaial
Orang antisosial adalah orang yang memiliki sifat suka bersikap kasar terhadap orang lain
dan cenderung melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Gangguan
kepribadian antisosial bukanlah merupakan fenomena yang tidak biasa. Menurut DSM-IV
dan penelitian epidemiologikal, antisosial terjadi sekitar satu persen pada perempuan dan
empat sampai enam persen pada laki-laki dari jumlah populasi suatu tempat. Oleh karena itu
prilaku antisosial biasanya dikaitkan dengan tindak kriminal. Menurut DSM-IV ada lima
kriteria untuk mengetahui prilaku antisosial, yaitu sebagai berikut :
      Prilaku ilegal atau tindakan yang tercela menurut masyarakat biasanya sering
       dilakukan sebelum usia 15 tahun dan berlangsung hingga dewasa.
      Gagal menunjukkan sikap konsisten dan bertanggungjawab dalam kerja, hubungan
       sksual, peran sebagai orangtua, atau kewajiban menafkahi
      Lekas marah dan agresif
      Bertingkahlaku ugal-ugalan dan impulsiv
      Acuh tak acuh terhadap norma

								
To top