kelas10 teknik pembibitan tanaman paristiyanti

Document Sample
kelas10 teknik pembibitan tanaman paristiyanti Powered By Docstoc
					Paristiyanti Nurwardani




TEKNIK
PEMBIBITAN
TANAMAN DAN
PRODUKSI BENIH
JILID 1

SMK




       Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
       Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
       Departemen Pendidikan Nasional
Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional
Dilindungi Undang-undang




TEKNIK
PEMBIBITAN
TANAMAN DAN
PRODUKSI BENIH
JILID 1
Untuk SMK
Penulis                 : Paristiyanti Nurwardani

Perancang Kulit         : TIM


Ukuran Buku             :   17, 6 x 25 cm



 NUR      NURWARDANI, Paristiyanti.
 a                 Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih Jilid 1
          untuk SMK oleh Paristiyanti Nurwardani ---- Jakarta : Direktorat
          Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal
          Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen
          Pendidikan Nasional, 2008.
              vii, 255 hlm
              Daftar Pustaka : Lampiran. A
              ISBN           : 978-979-060-105-5
              ISBN           : 978-979-060-106-2


Diterbitkan oleh
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Pendidikan Nasional
Tahun 2008
                         KATA SAMBUTAN


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan
karunia Nya, Pemerintah, dalam hal ini, Direktorat Pembinaan Sekolah
Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar
dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional, telah melaksanakan
kegiatan penulisan buku kejuruan sebagai bentuk dari kegiatan
pembelian hak cipta buku teks pelajaran kejuruan bagi siswa SMK.
Karena buku-buku pelajaran kejuruan sangat sulit di dapatkan di pasaran.

Buku teks pelajaran ini telah melalui proses penilaian oleh Badan Standar
Nasional Pendidikan sebagai buku teks pelajaran untuk SMK dan telah
dinyatakan memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam proses
pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 45
Tahun 2008 tanggal 15 Agustus 2008.

Kami menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada
seluruh penulis yang telah berkenan mengalihkan hak cipta karyanya
kepada Departemen Pendidikan Nasional untuk digunakan secara luas
oleh para pendidik dan peserta didik SMK.

Buku teks pelajaran yang telah dialihkan hak ciptanya kepada
Departemen Pendidikan Nasional ini, dapat diunduh (download),
digandakan, dicetak, dialihmediakan, atau difotokopi oleh masyarakat.
Namun untuk penggandaan yang bersifat komersial harga penjualannya
harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dengan
ditayangkan soft copy ini diharapkan akan lebih memudahkan bagi
masyarakat khsusnya para pendidik dan peserta didik SMK di seluruh
                                                    i
Indonesia maupun sekolah Indonesia yang berada d luar negeri untuk
mengakses dan memanfaatkannya sebagai sumber belajar.

Kami berharap, semua pihak dapat mendukung kebijakan ini. Kepada
para peserta didik kami ucapkan selamat belajar dan semoga dapat
memanfaatkan buku ini sebaik-baiknya. Kami menyadari bahwa buku ini
masih perlu ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik
sangat kami harapkan.



                                           Jakarta, 17 Agustus 2008
                                           Direktur Pembinaan SMK
                                DAFTAR ISI

                                                                  Hal
                                     JILID 1

BAB 1.   PENDAHULUAN
         1.1. Potensi Pembenihan Tanaman                          1
         1.2. Peran Pembenihan Tanaman                            5

BAB 2.   KARAKTERISTIK TUMBUHAN
         2.1. Anatomi T umbuhan                                   7
         2.2. Anatomi Dan Morfologi Biji Tumbuhan                 14
         2.3. Pertumbuhan Dan Perkembangan Tumbuhan               14

BAB 3.   TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN
         3.1. Dasar-dasar Pembibitan Tanaman dan Produksi benih   20
         3.2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)               20
         3.3. Pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian                23
         3.4. Pohon Induk dan bibit Unggul                        25
         3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas                        27
         3.6. Teknik Penyiapan Pembibitan                         30
         3.7. Teknik Pembenihan Tanaman Secara Vegetatif          35
         3.8. Teknik Pemilihan Memproduksi Benih Vegetatif        68
         3.9. Sertifikasi Benih                                   71

BAB 4.   TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN
         4.1. Proses Pembentukan Biji Pada Tanaman                78
         4.2. Buah, Biji dan Perkembangan Biji                    80
         4.3. Penyerbukan (polinasi)                              90
         4.4. Teknik Produksi Benih Generatif Tanaman             92
         4.5. Mutu Benih                                          106
         4.6. Pengujian Kesehatan Benih                           122

BAB 5.   TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN
         5.1. Media Tumbuh                                        143
         5.2. Sifat Fisik Tanah                                   148
         5.3. Sifat Kimia Tanah                                   162
         5.4. Teknik Pengolahan Tanah                             162
         5.5. Teknik Penanaman                                    163
         5.6. Pemupukan                                           166
              5.6.1. Pupuk Organik                                167
              5.6.2. Pupuk Anorganik                              176
         5.7. Pengairan                                           185
         5.8. Air Tanah                                           186
         5.9. Pemangkasan (prunning)                              191
         5.10. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)          193
               a. hama                                                  194
               b. Penyakit Tanaman
                    1). Penyakit Non Infeksius                          201
                    2). Penyakit infeksius                              202
               c. Gulma Tanaman                                         226
               d. Teknik Pengendalian OPT                               227
               e. Implementasi pengendalian hama dan penyakit tanaman   236
               f. Implementasi Pengendalian Gulma                       240
         Ringkasan, soal dan tugas

                                     JILID 2

BAB 6.   TEKNIK PRODUKSI BENIH PADI                                     245
         6.1. Perlakuan Pra-Panen                                       245
         6.2. Perlakuan Pascapanen                                      254
         6.3. Pra-panen Produksi Benih Padi Hibrida                     255
         6.4. Perlakuan Pascapanen                                      274
         Ringkasan, Soal dan Tugas
BAB 7.   TEKNIK PRODUKSI BENIH KEDELAI
         7.1. Perlakuan Pra-Panen                                       281
         7.2. Persyaratan Lahan                                         282
         7.3. Benih Sumber                                              282
         7.4. Waktu Tanam                                               283
         7.5. Penyiapan Lahan                                           284
         7.6. Penanaman dan Perlakuan Benih                             285
         7.7. Pemeliharaan                                              286
         7.8. Pemanenan dan Perlakuan PAscapanen                        289
         Ringkasan, Soal dan Tugas                                      290

BAB 8.   BIOTEKNOLOGI TANAMAN                                           295
         8.1. Bioteknologi Tanaman                                      295
         8.2. Struktur Dan Organisasi Bahan Genetik Tanaman             295
         8.3. Teknik Kultur In-vitro                                    306
         8.4. Rekayasa Genetik Pada Tanaman Tingkat Tinggi              322
         Ringkasan, Soal dan Tugas                                      323
BAB 9.   TEKNIK KULTUR JARINGAN TANAMAN
         9.1. Fasilitas Laboratorium Kultur Jaringan                    335
         9.2. Peralatan Dan Bahan Kimia                                 335
         9.3. Media Tanam                                               337
         9.4. Beberapa Komposisi Media                                  349
         9.5. Inisiasi Tunas dan Inokulasi                              353
         9.6. Teknik Kultur Suspensi Sel                                354
         9.7. Teknik Multiplikasi                                       355
         9 8.. Teknik Aklimatisasi                                      358
         9.9. Teknik Kultur Jaringan Pada Berbagai Tanaman              359
              a. Teknik Kultur Jaringan Anggrek                         359
              b. Kultur Jaringan Tanaman Kopi                           362
              c. Rekayasa genetik pada tanaman tingkat tinggi           364

               Ringkasan, Soal dan Tugas                                365

BAB 10.   KEWIRAUSAHAAN
          10.1. Pengertian Kewirausahaan                                368
          10.2. Ciri dan Karakteristik Wirausahawan
          10.3. Penjualan                                               370
                a. Jiwa marketing dan motivasi tim                      371
             b. Perlunya rasa kekeluargaan                              372
             c. Strategi, visi dan misi                                 372
             d. Pentingnya informasi                                    373
             e. Pelanggan aset yang berharga                            373

          10.4. Dasar-dasar Strategi Pemasaran
                a. Kepercayaan                                          377
                b. Kemudahan                                            377
                c. Kenyamanan                                           378
                d. Gengsi                                               379
                e. Memasarkan benih Tanaman                             379
          Ringkasan, Soal dan Tugas                                     380
BAB 11.   ANALISIS USAHA PEMBENIHAN KELAPA SAWIT DAN DURIAN
          11.1. Analisis Usaha Pembenihan Tanaman                       383
                a. Analisis B/C ratio                                   383
                b. Analisis R/C ratio                                   383
                c. Analisis ROI                                         383
                d. Analisis BEP                                         383
          11.2. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Kelapa Sawit   384
          11.3. Contoh Perhitungan Usaha Pada Pembenihan Durian         391
          Ringkasan, Soal dan Tugas                                     392

                                     LAMPIRAN

          Daftar Pustaka ……………………………………………………………..                      A
                               BAB 1. PENDAHULUAN


     Budidaya tanaman membutuhkan              menghasilkan bibit (bahan tanaman yang
berbagai teknik untuk mengoptimalkan           siap untuk ditanan di lapangan.
produksi. Dari sisi tata bahasa, teknik             Teknik     tanaman      yang     akan
adalah suatu keterampilan khusus yang          dikembangkan meliputi berbagai teknik
dibutuhkan agar dapat melakukan suatu          dari setiap aspek pembi-bitan dan
kegiatan praktek yang produktif (Oxford,       produksi benih serta teknik untuk
2003); pembenihan adalah rangkaian             mengoptimalkan proses pertumbuhan dan
proses budidaya tanaman untuk                  perkembangan organ tanaman sehingga
menghasilkan benih;               sedangkan    diperoleh hasil panen yang mempunyai
tanaman adalah tumbuhan yang                   kualitas yang baik dan kuantitas yang
dibudidayakan. Oleh karena itu, teknik         banyak.           Untuk memutakhir-kan
perbenihan tanaman adalah suatu                pengetahuan, keterampilan dan sikap
keterampilan khusus yang harus                 dalam membudidayakan tanaman, akan
dikuasai seseorang agar dapat                  dibahas teknik-teknik tanaman yang
memproduksi benih tanaman, baik                sedang trend seperti kultur jaringan dan
benih vegetatif (bibit) maupun benih           bioteknologi.
generatif          sehingga         tanaman         Dalam teknik pembibitan dan
berproduksi secara optimal. Teknik             produksi benih akan diterangkan
produksi benih vegetatif pada umumnya          landasan teori dan langkah kerja tentang
dikelompokkan dalam 2 metoda, yaitu            teknik penyiapan bahan ta-nam berupa
metoda konvensional dan modern.                benih dan bibit tanaman, persiapan lahan
Teknik produksi benih vegetatif dengan         dan penanaman, pe-mupukan, pengairan,
metoda konvensional menggunakan                pengendalian hama, penyakit dan gulma,
teknik-teknik yang umum dilakukan oleh         pemeliha-raan      tanaman,      perlakuan
petani sedangkan teknik produksi benih         khusus pada tanaman, pembungaan dan
vegetatif dengan metoda modern                 pembuah-an,          pemanenan         dan
menerapakan ilmu              biologi yang     pascapanen. Pada teknik pembibitaan
diintegrasikan dengan teknologi atau           tanaman akan diterangkan berbagai
bioteknologi. Dalam hal ini bioteknologi       teknik    praktis      untuk     menyetek,
yang yang diimplementasikan adalah             mencangkok, mengokulasi, menempel
teknik kultur jaringan.                        dan me-nyambung tunas, sampai
     Proses produksi tanaman dimulai           memelihara bibit hasil perkembangbiakan
dengan benih ditanam, kemudian                 secara vegetatif siap untuk ditanam.
tanaman dipelihara danhasil tanaman                 Kegiatan persiapan lahan dan
(akar, umbi, batang, pucuk, daun, bunga,       penanaman merupakan awal budidaya
dan buah) dipanen.                             tanaman.          Untuk menumbuhkan
     Kegiatan        produksi      pertanian   profesionalisme dalam kompetensi ini,
memerlukan unit pembibitan tanaman.            akan diinformasikan landasan teori
Pembibitan tanaman adalah suatu proses         tentang berbagai jenis tanah dan teknik
penyediaan bahan tanaman yang berasal          perlakuan untuk tanah sehingga
dari benih tanaman (biji tanaman               mempunyai kriteria yang optimal untuk
berkualitas baik dan siap untuk ditanam)       kegiatan budidaya tanaman.
atau bahan tanaman yang berasal dari                Selama masa budidaya, kegiatan
organ      vegetatif     tanaman       untuk   yang paling lama adalah pemeliharaan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              1
tanaman.     Pada tahap pemeliharaan         bioteknologi, maka akan dijelaskan
harus dikuasai berbagai teori tentang        tentang      berbagai   teknik       untuk
pupuk dan teknik-teknik pemupukan.           memproduksi tanaman secara kultur
Pengetahuan dasar yang baik tentang          jaringan. Dalam teknik kultur jaringan
pupuk akan memudahkan pengelolaan            akan dipelajari mulai dari teknik
pupuk dan mengembangkan formulasi            menyiapkan sarana dan prasarana,
yang tepat bagi tanaman agar                 tanaman induk, membuat media tanaman,
penggunaannya efektif dan efisien.           inisiasi, subkultur, aklimatisasi dan
Teknik pemupukan sangat penting untuk        pembesaran bibit hingga bibit siap tanam.
dikuasai,     agar      tanaman     yang     Untuk menggambarkan berkembangan
dibudidayakan dapat tumbuh dan               rekayasa genetika pada bidang pertanian,
berkembang dengan optimal.                   akan dibahas secara singkat tentang
     Selama masa budidaya, tanaman           bioteknologi pertanian, mulai dari
sering mendapat masalah dari organisme       perkembangan berbagai penemuan pada
pengganggu tanaman (OPT).           Yang     bidang boteknologi, materi genetik dan
termasuk OPT adalah hama, pemyakit           beberapa contoh teknik kultur in vitro
dan gulma. Ketiga OPT tersebut harus         tanaman.
dikendalikan agar tidak menimbulkan
kerugian bagi tanaman.             Untuk     1.1. Potensi Perbenihan Tanaman
mengendalikan OPT, harus dikuasai                 Negara Republik Indonesia yang kita
berbagai teknik pengendaliannya, seperti     cintai mempunyai penduduk sebanyak
pengen-dalian secara kultur teknis, fisik,   238 juta jiwa (WWW.Datastatistik-
mekanis, biologi, kimia dan pengen-dalian    Indonesia.com. , 2008). Sebagian besar
secara terpadu.                              penduduk Indonesia di Pulau Sumatera,
     Perkembangan dan citra pertanian di     Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Bali
Indonesia identik dengan kotor dan           makanan pokoknya adalah nasi. Di
cangkul.     Untuk meningkatkan citra        kepulauan Nusa Tenggara Timur
pertanian agar lebih modern dan bersih       makanan pokonya adalah jagung.
maka akan diinformasikan berbagai                 Di Kepulauan Maluku dan Papua
pengetahuan dasar tentang, teknik dan        makanan pokonya adalah sagu.
keterampilan mengelola bibit tanaman         Kebutuhan beras untuk satu tahun adalah
secara kultur jaringan serta berbagai        sebanyak         32,49      juta     ton
sikap yang harus dikuasai agar               (www.depkoninfo.goid.,2008). Kebutuhan
menghasilkan bibit dan benih yang dapat      benih padi di indonesia adalah sebanyak
tumbuh secara optimal.                       300.000 Ton per tahun. Produksi benih
     Dalam dua puluh tahun terakhir,         padi indonesia tahun 2007 adalah
perkembangan teknologi dalam bidang          106.700 ton. Hanya untuk kepentingan
biologi berkembang dengan sangat pesat       dalam negeri saja, masih terdapat
dan dikenal dengan ”bioteknologi”.           peluang untuk mengupayakan produksi
Penerapan bioteknologi untuk tanaman         benih padi per tahun sekitar 103.300 ton
juga berkembang sangat pesat, sehingga       per tahun. Hal ini tentu saja merupakan
dapat meningkatkan efektifitas dan           peluang usaha di bidang agrobisnis
efisiensi budidaya terutama dalam            industri benih padi yang sangat prospetif
penyediaan bibit tanaman dan tanaman         untuk saat ini dan masa-masa yang akan
varietas unggul dalam waktu yang relatif     datang. Menurut hasil analisa usaha,
singkat.       Untuk memperkenalkan          dalam satu kali periode produksi padi
sekaligus memutakhirkan pengetahuan,         dihasilkan keuntungan rata-rata sebanyak
keterampilan      dan      sikap   dalam     Rp.       5.000.000,- sampai dengan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            2
Rp.8.136.900,00                              saat ini adalah sebanyak 230.000.000
(www.litbang.deptan.go.id., 2008 dan         benih dan sebagian besar diimport dari
www.medanbisnis.online., 2008). Tentu        Malaysia dan Costa Rica. Kebutuan
saja informasi ini merupakan berita          benih kelapa sawit dari tahun ke tahun
gembira bagi sumberdaya manusia yang         selalu memperlihatkan tren kenaikan.
berminat membuka usaha di bidang             Oleh sebab itu prospek agrobisnis industri
pertanian. Oleh sebab itu sejaka lima        kelapa sawit merupakan pilihan cerdas
tahun terakhir banyak perusahaan             untuk membuka usaha di masa yang
multinasional yang mengembangkan             akan      datang     (Badan     Koordinasi
usaha baru di bidang perbenihan padi,        Penanaman Modal, 2008).
terutama padi hibrida, diataranya adalah           Perkembangan harga karet pada 3
PT Sang Hyang Seri, PT Dupont                tahun ini selalu meningkat sehingga
Indonisia, PT Primatani, PT East West        investir dan masyarakat banyak yang
Seed, PT Primasid Andalan Utama.             beralih usaha dari bisnis di luar bidang
Hampir semua perusahaan tersebut             pertanian berganti pengusaha agrobisnis.
dalam pengembangan produski masal            Berdasarkan fakta ini secara otomatis
benih padi, selalu mengadakan kerjasama      kebutuhan benih karet meningkat dan
dengan petani andalan dan kelompok tani      pada tahun 2008 permintaan benih karet
yang pada umumnya menggunakan                mencapai 70.000.000 benih (BUMN,
sistem inti-plasma. Sebagai sumberdaya       2008).      Dari kebutuhan benih karet
manusia Indonesia yang bergerak di           sejumlah tersebut di atas            hanya
bidang pertanian, maka sebaiknya selalu      50.000.000 benih karet yang dapat
meningkatkan kompetensi dalam bidang         dihasilkan oleh pengusaha dan petani
agrobisnis industri perbenihan.              agrobisnis. Potensi baru dan peluang
     Kebutuhan benih jagung di Indonesia     bisnis yang baik untuk SDM yang
untuk tahun 2008 sekitar 47.600 ton.         berkompeten di bidang perbenihan.
Produksi benih jagung di Indonesia pada            Potensi agrobisnis industri benih
tahun 2007 adalah sebanyak 35,150 ton        tanaman hortikultura pun sangat baik
(www.bisnis.com.2008). Sama halnya           untuk dipelajari. Menurut Dirjen Tanaman
dengan potensi dalam agribisnis industri     Hortikultura kebutuhan benih beberapa
padi, maka potensi usaha dalam bidang        tanaman hortikultura masih harus diimport
agrobisnis industri jagung pun sangat        diantaranta adalah         benih kentang
menarik. Berdasarkan data di atas, untuk     1.200.000,- kg, tanaman buah 418.000
kepentingan dalam negeri, masih              bibit, tanaman hias 5.100 flask dan 51 Kg
dibutuhkan benih jagung sekitar 12.450       serta tanaman biofarmaka sebanyak 642
ton benih jagung per tahun. Munurut          (Kg). Tentu saja informasi ini merupakan
informasi dari Bidang Penelitian dan         hal yang sangat penting, karena potensi
Pengembangan-Depertemen pertanian            perkebangan        kebutuhan      tanaman
keuntungan usaha dari produksi benih         hortikultura masih memumnginkan untuk
jagung adalah sebesar Rp.3.425.208,-         diproduksi di dalam negeri. Data import
sampai       dengan         Rp.4.401.250,-   ini menjadi suatu peluang bagi
(www.litbang.deptan.go.id., 2008).           sumberdaya manusia Indonesia yang
     Ilustrasi yang disampikan di atas,      memiliki potensi di bidang perbenihan
baru menganalisis dua benih makanan          tanaman.
pokok masyarakat Indonesia. Bagaimana              Analisa terhadap beberapa potensi
dengan potensi kebutuhan benih tanaman       agrobisnis industri benih telah dibahas.
industri, contohnya adalah kelapa sawit      Agar dapat menjadi sumberdaya pada
dan karet. Kebutuhan benih kelapa sawit      bidang perbenihan yang handal dan maka

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            3
dengan profesionalime harus dijunjung       banyak diminta oleh konsumen karena
tinggi yaitu harus profesional saat         mempunyai potensi produksi yang lebih
bersikap, menguasai iptek perbenihan        tinggi dibandingkan dengan varietas
dengan baik dan dapat melakukan teknik      lainnya, sehingga penanaman varietas
perbenihan yang efektif dan efisen          tersebut di atas akan berperan sangat
sehingga menghasilkan keuntungan dan        dominan dalam menentukan pendapatan
benefit yang tinggi.                        petani kepala sawit. Ketidak-murnian
     Bagaimana dengan potensi ekspor        benih yang ditanam akan mengakibatkan
benih dari indonesia di masa yang akan      penurunan produksi dan mengakibatkan
datang?.      Menurut Dirjen Tanaman        penurunan pendapatan atau bahkan rugi.
Hortikultura (2006) terdapat beberapa       Dengan beberapa informasi di atas dapat
benih tanaman yang mempunyai potensi        disimpulkan bahwa banih sangat
tinggi seperti benih tanaman sayuran,       berperan penting dalam menentukan
buah, tanaman hias dan bio-farmaka          produksi tanaman dan pendapatan petani.
dengan nilai eksport sebesar US $                Pada tingkat petani, penggunaan
3.783.501,-.                                varietas unggul dan benih bermutu atau
                                            benih bina adalah salah satu faktor
1.2. Peran Perbenihan Tanaman               keberhasilan usaha dan pembangunan
     Benih merupakan produk akhir dari      perkebunan. Penggunaan benih bina oleh
suatu program pemuliaan tanaman, yang       petani masih bervariasi antar komoditi
pada umumnya memiliki karakteristik         seperti kelapa sawit (85 %), kakao (26 %),
keunggulan tertentu, mempunyai peranan      kapas (18 %) dan tembakau (21 %).
yang vital sebagai penentu batas-atas            Kebijakan      pemerintah       dalam
produktivitas dan dalam menjamin            mendukung program perbenihan melalui
keberhasilan budidaya tanaman. Upaya        menyediakan benih unggul dan bermutu
perbaikan genetik tanaman di Indonesia      melalui prinsip 6(enam) tepat (waktu,
masih terbatas melalui metode pemuliaan     jumlah, lokasi, jenis, mutu dan harga).
tanaman         konvensional,     seperti   Strategi pengembangan pola kemitraan
persilangan, seleksi dan mutasi. Di         usaha       dengan       swasta/penangkar
Indonesia penerapan teknologi pemuliaan     benih/asosiasi    petani     di    wilayah
modern belum diterapkan secara optimal      pengembangan ini dapat menjadi salah
sedangkan di negara-negara maju,            satu acuan bagi pemerintah untuk
teknologi     tersebut    sangat   pesat    mendorong industri perbenihan yang
perkembangannya.                            menyediakan benih yang terjamin
     Di Indonesia tujuan pemuliaan masih    mutunya. Wujud dari pola kemitraan
berkisar pada upaya peningkatan             usaha tersebut salah satunya adalah
produktivitas, ketahanan terhadap hama      melalui       pengembangan         industri
dan penyakit utama dan toleransi            perbenihan dan Model Waralaba;
terhadap cekaman lingkungan (Al, Fe,        (Franchising). Dengan usaha tersebut
kadar garam, dan lain lain).                diatas diharapkan akan tercipta usaha
     Benih tanaman sangat berperan          perbenihan yang profesional.
dalam pengembangan bidang pertanian.             Perbenihan       tanaman       sangat
Benih adalah faktor penentu keberhasilan    berperan dalam penyediaan pangan
budidaya tanaman.          Benih dengan     (ketahanan pangan), sandang, papan,
kualitas baik dan seragam akan              lapangan kerja dan ekonomi. Berikut ini
menghasilkan produk dengan kualitas         akan diinformasikan beberapa peran
tinggi. Benih kelapa sawit dura, Pisifera   perenihan tanaman secara spesifik untuk
dan Tenera merupakan tiga varietas yang     masing-masing sektor.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            4
     Tahun 1987, indonesia berhasil         kerja.       Dengan demikian sektor
melakukan swasembada pangan. Salah          perbenihan merupakan         bagian dari
satu hal yang menunjang keberhasilan        penyediaan tenaga kerja di bidang
tersebut adalah ditemukannya VUTW           pertanian.       Benih tanaman sebagai
(Varietas Unggul Tahan Wereng).             langkah awal dari kegiatan pertanian,
Indonesia yang pada tahun 1945 sampai       telah berperan dalam bidang ekonomi
dengan 1986 merupakan importir beras        dengan adanya peningkatan penambahan
karena produktifitas benih padi hanya 4     devisa dari ekspor benih dan peningkatan
ton per hektar dan sering terserang ooeh    pendapatan petani yang beralih dari
hama wereng, amka kebutuhan pangan          petani budidaya menjadi penangkar benih
tidak dapat dipenuhi dan mengakibatkan            Benih tanaman penghasil kayu dan
harus selalu import beras.        Setelah   kertas sangat dipengaruhi oleh varietas
ditemukan padi VUTW, produktivitas          benih yang ditanam. Penemuan varietas
beras per hektar meningkat dari 4           jati unggul seperti mas dapat
ton/hekter menjadi 6-8 ton/hektar.          memperpendek masa budidaya tanaman
Dengan adanya peningkatan produksi          jati. Varietas jati lokal dapat dipanen
beras tersebut maka indonesia berhasil      pada umur 20-30 tahun sedangkan jati
memenuhi kebutuhan pangan dalam             mas dapat dipanen dalam jangka waktu
negeri.                                     12-20 tahun.       Masa budidaya yang
     Perbenihan tanaman merupakan           singkat       sangat      menguntungkan
bidang yang memerlukan banyak tenaga        ketersiediaan bahan baku papan.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                         5
                                     Ringkasan


Setelah mempelajari BAB 1. siswa diharapkan telah menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Menjelaskan potensi pembenihan tanaman.
    2. Menjelaskan peran pembenihan tanaman.

     Potensi pembenihan tanaman            Peran pembenihan tanaman

              Potensi                     Benih merupakan factor penentu
              pengembangan                produksi tanaman.
              usaha pembenihan            Pembenihan tanaman sangat berperan
              tanaman        untuk        dapam penyediaan bahan baku
              memenuhi                    pangan, papan dan sandang.
              kebutuhan      benih        Pembenihan     tanaman      berperan
              dalam negeri.               penting dalam keberhasilan Indonesia
              Potensi                     dalam program swasembada pangan
              pengembangan                tahun 1987.
              usaha pembenihan            Pembenihan tanaman perperan dalam
              tanaman        untuk        penyediaan tenaga kerja terampil
              ekspor.                     sehingga mengurangi pengangguran.
              Potensi kerjasama           Pembenihan        tanaman      dapat
              perusahaan benih            meningkatkan pendapatan petani.
              dengan        petani        Pembenihan        tanaman      dapat
              penangkar benih.            meningkatkan perekonomian bangsa.




SOAL:
   1. Jelaskan dengan singkat dan jelas minimal 2 potensi dan peran pembenihan
      tanaman untuk ekspor.
   2. Bagaimana peran benih padi VUTW pada tahun 1987 dibandingkan dengan peran
      VUTW pada tahun 2007.


TUGAS:
   1. Wawancarai minimal satu orang petani / pengusaha penangkar benih tentang
       perbandingan pendapatan mereka saat menangani usaha pembenihan tanaman
       dibandingkan dengan usaha sebelumnya.
   2. Lakukan observasi terhadap aktivitas petani penangkar benih.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                        6
                           BAB 2. KARAKTERISTIK TUMBUHAN



                                               benang sari, dan pada kondisi yang
2.1    Anatomi Dan Morfologi                   tepat, putik akan diserbuki oleh tepung
       Tumbuhan                                sari sehingga menjadi buah. Dalam buah
                                               yang berkualitas baik akan tumbuh biji
     Tanaman adalah tumbuhan yang              sebagai cikal bakal generasi tanaman
dibudidayakan.    Tanaman merupakan            yang selanjutnya.         Bagian-bagian
mahluk hidup yang dapat memproduksi            tanaman secara lengkap disajikan dalam
makanan sendiri. Semua jenis tanaman,          Gambar 2.1.
mulai dari yang berukuran kecil sampai
dengan pohon yang sangat besar
mempunyai kesamaan anatomi atau
struktur. Anatomi tanaman terdiri akar,
batang, daun, bunga dan buah.

a. Struktur tubuh tumbuhan

     Struktur tubuh tanaman terdiri dari
akar, batang, daun, bunga dan buah.
Akar tanaman terdiri dari tudung akar,
ujung akar, rambut akar. Akar tanaman
terdiri dari dua jenis yaitu akar primer dan
akar lateral. Akar primer adalah akar
utama sedangkan akar lateral adalah akar
yang tumbuh dari akar primer.
     Batang tanaman adalah bagian
tanman yang tumbuh di atas akar atau
tumbuh di atas permukaan media tanam             Gambar 2.1. Struktur tubuh tamanan (Encarta
(tanah, air atau media tanam lainnya).           Ensiklopedia, 2006).
Pada batang tanaman terdapat jaringan
batang bagian bawah (ground tissue)
yang menghubungkan bagian akar                 b. Sel
dengan dengan batang tanaman bagian
atas dan organ-organ tanaman bagian                 Sel merupakan unit organisasi
atas . Jaringan lainnya yang terdapat          terkecil yang menjadi dasar kehidupan.
pada batang adalah jaringan pembuluh           Semua fungsi kehidupan diatur dan
yang terdiri dari xilem (jaringan              berlangsung di dalam sel. Sel dapat
pengangkut air) dan floem (jaringan            berfungsi secara otonomi (dapat berdiri
pengangkut hasil fotosintesis). Seluruh        sendiri/ independen) asalkan seluruh
tubuh tanaman dilindungi oleh sel              kebutuhan hidupnya terpenuhi. Makhluk
epidermis.        Pada batang tanaman          hidup (organisma) dapat tersusun dari
terdapat daun, kemudian pada saat              satu sel tunggal (uniselular, misalnya
tanaman dewasa, pada organ batang              bakteri, dan beberapa jamur dan
akan tumbuh dan berkembang bunga.              protozoa) atau terdiri dari banyak sel
Bunga tanaman mempunyai putik dan              (multiselular).    Pada      organisma
Teknik Pembenihan Tanaman                                                                  7
multiselular terjadi pembagian tugas sel-    tersendiri. Sel-sel prokariota (organisme
sel penyusunnya, dan dijadikan dasar         bersel satu seperti bakteri, beberpa fungi
untuk klasifikasi mahluk hidup.              dan protozoa) beradaptasi dengan
        Pada tahun 1665, seorang ilmuwan     kehidupan uniselular sedangkan sel-sel
Inggris Robert Hooke meneliti irisan tipis   eukariota (organisme yang mempunyai
gabus dengan menggunakan mikroskop           inti sel yang dikelilingi membran inti)
yang dirancangnya sendiri. Kata sel          beradaptasi      untuk     hidup    saling
berasal dari kata Latin cellulae yang        berinterkasi dengan organisme lain
berarti 'kamar-kamar kecil’                  sehingga menjadi suatu organisasi
      Kemudian seorang ahli mikrobiologi     mahluk hidup yang sangat harmonis.
yaitu Anton van Leeuwenhoek melakukan
pengamatan terhadap benda-benda dan          d. Struktur sel
jasad-jasad renik (mikroba) dan hasil
pengamatannya         menemukan        ada             Struktur sel mahluk hidup pada
"kehidupan di dunia lain" yaitu kehidupan    umumnya minimal terdiri dari organel-
mikroba (organisma yang berukuran kecil)     organel membran sel, sitoplasma, dan
yang belum pernah dilihat oleh manusia.      inti sel atau nukleus. Sitoplasma dan
Penemuan ini menjadi dasar bagi              nukleus secara bersama-sama dan
perkembangan bidang          biologi yang    berkelanjutan membentuk protoplasma.
penting saat ini yaitu mikrobiologi (ilmu    Di dalam sitoplasma terdapat berbagai
yang mempelajari perkembangan dan            organel. Sel tumbuhan, alga dan
pertumbuahan mahluk hidup yang               prokariota mengembangkan dinding sel
berukuran kecil / mikroba).                  sedangkan sel hewan tidak mempunyai
      Perkembangan mikroskop selama          dinding sel.        Beberapa organisme
hampir 200 tahun berikutnya telah            prokariot memiliki flagella pada selnya
memberikan kesempatan bagi para ahli         untuk memudahkan pergerakan.
untuk meneliti susunan tubuh makhluk
hidup. Berbagai penelitian telah dilakukan   Tabel 2.1. Perbedaan Sel Tumbuhan
oleh 2 orang ilmuwan dari Jerman yaitu                    Dan Hewan.
Matthias Schleiden (ahli tumbuhan, 1804-      Sel tumbuhan       Sel hewan
1881) dan Theodor Schwann (ahli hewan,
1810-1882).        Mereka menyimpulkan       Ukuran sel lebih
                                                                 Ukuran sel lebih kecil.
bahwa setiap mahluk hidup tersusun dari      besar.
sel. Selanjutnya pada tahun 1885 seorang                         Bentuk sel tidak tetap
ilmuwan Jerman, Rudolf Virchow,              Bentuk sel tetap.
                                                                 (fleksibel/ lentur).
mengamati bahwa sel dapat membelah
diri dan membentuk sel-sel baru.             Mempunyai           Tidak mempunyai
                                             dinding sel         dinding sel
c. Perbedaan sel tumbuhan dan sel            Mempunyai           Tidak mempunyai
   hewan                                     klorofil            klorofil
                                                                 Tidak mempunyai
     Sel tumbuhan dan sel hewan
                                                                 vakuola, walaupun
mempunyai beberapa perbedaan seperti         Mempunyai
                                                                 terkadang beberapa
tercantum pada Tabel 1. Struktur dan         vakuola atau
                                                                 sel hewan uniseluler
fungsi-fungsi sel semua organisme            rongga sel yang
                                                                 memiliki vakuola
hampir sama, namun proses evolusi yang       besar.
                                                                 (tetapi tidak sebesar
dialami oleh masing-masing kelompok
                                                                 yang dimiliki
organisme (Phylum) memiliki kekhususan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                 8
                     tumbuhan).                  layang (terapung) dalam cairan kental
                                                 (bersifat koloid, namun tidak homogen)
Menyimpan                                        yang disebut matriks. Organel-organel
                     Menyimpan makanan
energi dalam                                     dalam sel akan menjalankan banyak
                     dalam bentuk granul
bentuk granul                                    fungsi kehidupan seperti sintesis bahan,
                     (seperti biji) yaitu
(seperti biji)                                   respirasi (perombakan energi dari proses
                     glikogen.
berupa kanji.                                    pernafasan), penyimpanan, serta reaksi
                                                 terhadap rangsang. Sebagian besar
                                                 proses di dalam sitoplasma diatur secara
                                                 enzimatik      (suatu      proses     yang
                                                 memerlukan protein spesifik sehingga
                                                 mempercepat berlang-sungnya suatu
                                                 proses metabolisme).
                                                      Selain organel, terdapat pula
                                                 vakuola,       retikulum      endoplasma,
                                                 khloraplas (organael khusus yang hanya
                                                 terdapat      dalam      sel    tumbuhan),
                                                 mitokondria, benda golgi dan berbagai
                                                 produk sekunder lain. Va-kuola memiliki
                 Gambar 2.2.
                                                 peran       penting     sebagai     tempat
Sel selaput penyusun umbi bawang bombay
(Allium cepa). Tampak dinding sel dan inti sel   penampungan produk sekunder yang
(berupa noktah di dalam setiap 'ruang').         berbentuk cair, sehingga disebut pula
Perbesaran 400 kali (Nurwardani,2005)            'cairan sel'. Cairan yang mengisi vakuola
                                                 ber-beda-beda, tergantung letak dan
1). Membran sel                                  fungsi sel.
     Membran sel adalah suatu selaput
tipis yang membatasi segala kegiatan             3). Nukleus
yang terjadi di dalam sel sehingga tidak              Nukleus mengendalikan kegiatan
mudah terganggu oleh pengaruh dari luar.         yang terjadi pada sitoplasma. Di dalam
Oleh sebab itu, membran sel bersifat             nukleus terdapat kromosom yang berisi
'selektif permeabel'. Memban sel secara          DNA yang merupakan cetak biru bagi
otomatis dapat menentukan bahan-bahan            pembentukan berbagai protein (terutama
tertentu saja (nutrisi yang dibutuhkan           enzim). Enzim diperlukan dalam
untuk kehidupan sel) yang dapat masuk            menjalankan berbagai fungsi pada
ke dalam dan keluar dari sel. Pada sel           sitoplasma. Di dalam nukleus terdapat
tumbuhan, dalam kondisi normal,                  nukleolus.
membran sel selalu melekat pada dinding
sel sebagai akibat adanya tekanan turgor         4). Organel
dari dalam sel.                                      Manusia memiliki banyak or-gan
                                                 yang berbeda seperti jantung, paru-paru
2). Sitoplasma                                   dan lambung, yang fungsinya yang
     Fungsi utama sitoplasma yang                berbeda-beda. Tumbuhan mempunyai
berupa cairan kental adalah menjamin             organ se-perti akar, batang, daun, bunga
kelangsungan hidup sel (metabolisma).            dan buah.
Hampir semua kegi-atan metabolisme                   Demikian pula dengan sel. Sel
berlangsung di dalam ruangan berisi              memiliki organ yang disebut organel
cairan kental ini. Di dalam sitoplasma           (berarti 'organ kecil'). Berikut adalah
terdapat organel-organel yang melayang-          macam-macam benda dalam sel

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                9
(khususnya sitoplasma) yang digolongkan            akar sering-kali meruncing, hingga lebih
sebagai organel:                                   mudah untuk menembus tanah.
    Mitokondria.
    Plastida (hanya sel tumbuh-
    tumbuhan dan sejumlah alga),
    Badan golgi atau benda golgi atau
    diktiosom,
    Ribosom,
    Retikulum endoplasma,
    Peroksisom
    Vakuola




                  Gambar 2.3.
Sel tumbuhan dan berbagai organel sel ( Encarta,                   Gambar 2.4.
2005).                                             Akar tanaman    yang dibudidayakan   secara
                                                   hidroponik
e. Akar
                                                       Fungsi akar bagi tumbuhan ada-lah
     Akar adalah bagian pokok di samping           memperkuat berdirinya tum-buhan, untuk
batang dan daun bagi tumbuhan. Akar                menyerap air dan zat-zat nutrisi (makanan
tumbuhan memiliki sifat-sifat sebagai              tanaman) yang terlarut di dalam air tanah
berikut.      Akar merupakan bagian                atau larutan hara tanaman, mengangkut
tumbuhan yang biasanya terdapat di                 air dan zat-zat makanan yang telah
dalam tanah, dengan arah tumbuh ke                 diserap ke bagian tubuh tumbuhan yang
pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air            memerlukan nutrisi.
(hidrotrop), selalu tumbuh ke arah yang                Akar     tanaman       kadang-kadang
berlaw anan dengan udara dan cahaya.               berfungsi    sebagai      tempat     untuk
Pada umumnya akar tidak berbuku-buku,              penimbunan makanan. Secara umum,
tidak beruas dan tidak menjadi tempat              ada dua jenis akar yaitu:
tumbuh dan berkembangnya daun-daun
atau sisik-sisik maupun bagian-bagian              1). Akar serabut.
lainya.                                            Akar ini umumnya terdapat pada
     Akar tidak berwarna hijau, biasanya           tumbuhan monokotil..            Walaupun
berwarna keputih-putihan atau kekuning-            terkadang, tumbuhan dikotil juga
kuningan. Pada ujungnya akar selalu                memilikinya (dengan catatan, tumbuhan
tumbuh,            tetapi      umumnya             dikotil tersebut dikembang-biakkan secara
pertumbuhannya masih kalah cepat jika              vege-tatif seperti cangkok, atau stek).
dibandingkan dengan bagian di atas                 Fungsi utama akar serabut adalah untuk
permukaan tanah. Selanjutnya, ujung                memperkokoh berdirinya tumbuhan.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                 10
                                                   Batang tanaman terdiri atas ruas-
                                                   ruas. Masing-masing ruas dibatasi
2). Akar tunggang.                                 oleh buku-buku dan pada buku-buku
Akar ini umumnya terdapat pada tum-                batang terdapat daun.
buhan dikotil. Fungsi utama akar                   Batang biasanya tumbuh ke atas
tunggang     adalah untuk menyimpan                menuju cahaya atau matahari
makanan.                                           (bersifat fototrop atau heliotrop)
                                                   Batang selalu bertambah pan-jang di
3). Modifikasi akar                                ujungnya, oleh sebab itu sering
     Akar tumbuhan sering kali mengalami           dikatakan, bahwa batang mempunyai
perubahan bentuk (modifikasi) sesuai               pertumbuhan yang tidak terbatas.
dengan fungsi dan kondisi lingkungan               Batang        tanaman       membentuk
serta jenis tumbuhannya. Ada beberapa              percabangan dan selama hi-dup
jenis modifikasi akar, antara lain sebagai         tumbuhan, tidak akan di-gugurkan
berikut.                                           (digantikan dengan yang lebih muda),
a). Akar napas.                                    kecuali kadang-kadang cabang atau
Akar nafas yaitu bagian akar yang naik ke          ranting yang kecil.
atas tanah, khususnya ke atas air seperti          Batang tanaman pada umum-nya
pada tumbuhan mangrove dari genera                 tidak berwarna hijau, kecu-ali
Avicennia, dan Soneratia                           tumbuhan yang umurnya pendek,
                                                   misalnya rumput dan pada saat
b). Akar gantung.                                  batang masih muda.
Akar gantung yaitu akar yang
sepenuhnya berada di atas tanah. Akar          g. Daun
gantung terdapat pada tumbuhan epifit
seperti anggrek.                                    Daun merupakan salah satu organ
                                               tumbuhan yang tumbuh pada batang,
c). Akar banir.                                umumnya berwarna hijau dan berfungsi
Akar banir ialah akar yang banyak              sebagai penangkap energi cahaya
terdapat pada tumbuhan tropik.                 matahari melalui fotosintesis. Daun
                                               merupakan organ terpenting bagi
d). Akar penghisap                             tumbuhan karena tumbuhan adalah
akar pengisap ialah akar yang terdapat         organisme autotrof obligat (dapat
pada tumbuhan jenis parasit seperti            membuat energi untuk kehidupannya), ia
benalu.                                        harus memasok kebutuhan energinya
                                               sendiri melalui konversi energi cahaya
f.   Batang                                    menjadi energi kimia. Bentuk daun sangat
                                               beragam, namun biasanya berupa
    Batang merupakan bagian dari               helaian. Ketebalan daun pun beragam
tumbuhan      yang      amat        penting.   ada tipis, sedang atau tebal. Gambaran
Kedudukan batang bagi tubuh tum-buhan,         dua dimensi daun digunakan sebagai
batang dapat disamakan dengan sumbu            pembeda bagi bentuk-bentuk daun.
tubuh tumbuhan. Pada umumnya batang            Bentuk dasar daun membulat, dengan
mempunyai sifat-sifat berikut :                vari-asi cuping menjari atau menjadi elips
    Batang tanaman umumnya berbentuk           dan memanjang.
    panjang bulat seperti silinder atau             Daun juga bisa bermodifikasi menjadi
    dapat pula mempunyai bentuk lain,          duri (misalnya pada kaktus), dan
    akan tetapi selalu bersifat aktinomorf.    mengakibatkan       daun      kehilangan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             11
fungsinya sebagai organ fotosintetik.        berfungsi melindungi jaringan di
Daun tumbuhan sukulen (mengandung air        bawahnya.
dalam jum-ah yang banyak) atau xerofit       Jaringan palisade atau jaringan tiang
juga dapat mengalami peralihan fungsi        adalah jaringan yang berfungsi
menjadi organ penyimpan air.                 sebagai tempat terjadinya fotosintesis
      Warna hijau pada daun berasal dari     Jaringan spons atau jaringan bunga
kandungan klorofil pada daun. Klorofil       karang yang berongga. Jaringan ini
adalah senyawa pigmen yang berperan          berfungsi sebagai tempat menyimpan
dalam menye-leksi panjang gelombang          cadangan makanan.
cahaya yang energinya diambil dalam          Berkas pembuluh angkut yang terdiri
foto-sintesis. Sebenarnya daun juga          dari xilem atau pembuluh kayu dan
memiliki pigmen lain, misalnya karoten       floem atau pembuluh tapis. Xilem
(berwarna jingga), xantofil (berwarna        berfungsi untuk mengangkut air dan
kuning), dan antosianin (berwarna merah,     garam-garaman yang diserap akar
biru, atau ungu, tergantung derajat          dari dalam tanah ke daun (untuk di-
keasaman).                                   gunakan sebagai bahan fotosintesis).
     Daun tua kehilangan klorofil sehingga   Sedangkan floem ber-fungsi untuk
warnanya berubah men-jadi kuning atau        mengangkut hasil fotosintesis ke
merah (dapat dilihat dengan jelas pada       seluruh tubuh tumbuhan.
daun yang gugur).                            Stoma (jamak: stomata) ber-fungsi
                                             sebagai organ respirasi. Stoma
    Daun tanaman berfungsi sebagai:          mengambil CO2 dari udara untuk
    Tempat terjadinya fotosintesis.          dijadikan bahan fotosintesis karena
    Sebagai organ pernapasan (pada           mengandung klorofil.        Kemudian
    daun terdapat stomata yang befungsi      stoma akan mengeluarkan O2
    sebagai organ respirasi.                 sebagai hasil fotosintesis. Stoma
    Tempat terjadinya transpirasi.           pada daun identik dengan hidung
    Tempat terjadinya gutasi.                manusia, dimana stoma mengambil
    Alat perkembang-biakkan secara           CO2 dari udara dan mengeluarkan
    vegetatif (seperti tunas daun cocor      O2, sedangkan hidung mengambil O2
    bebek yang dapat digunakan sebagai       dan mengeluarkan CO2. Stoma
    bahan un-tuk perbanyakan tanaman         terletak di epidermis bawah. Selain
    secara stek daun).                       stoma, tumbuhan tingkat tinggi juga
                                             bernafas melalui lentisel yang terletak
     Anatomi daun adalah sebagai             pada batang.
berikut:
     Epidermis terbagi atas epidermis atas
     dan epidermis bawah. Epi-dermis




Teknik Pembenihan Tanaman                                                       12
                      Gambar 2.5 Berbagai bentuk batang dari berbagai jenis tanaman




Gambar 2.6 Irisan melintang batang tanaman dengan struktur jaringan pengangkut air dan hasil fotosistesis.




       Gambar 2.7 . Daun segar membutuhkan cahaya untuk melangsungkan proses fotosintesis
       (kiri) dan daun tua telah kehilangan klorofil karena proses penuaan (kanan)


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                    13
                        Gambar 2.8. Model irisan melintang daun tumbuhan

h.   Bunga                                               Pembuahan adalah permulaan dari
                                                    pertumbuhan ovari yang cepat dan
     Bunga adalah organ reproduksi pada             selanjutnya berkembang men-jadi biji.
sebagain besar tumbuhan yang sering                 Pada biji yang sedang berkembang,
memproduksi buah yang mengandung biji               perkembangan em-brio didahului oleh
sebagai calon benih. Tidak semua biji               pertumbuhan                endosperm.
tanaman dihasilkan dari bunga, sebagai              Perkembangan biji akan diakhiri dengan
contoh adalah cornifera mempunyai benih             pemben-tukan integumen pada jaringan
telanjang pada suatu bentuk spesifik                ovari induk. Biji akan tumbuh dan
berupa cone.                                        berkembang sampai menjadi bentuk yang
                                                    sempurna dan memenuhi standar untuk
i.   Buah dan biji                                  menjadi benih.
     Buah pada umunya merupa-kan
organ tanaman tempat me-nyimpan benih
dan hasil foto-sintesis. Biji sebagai calon
benih yang pada umumnya berada di
dalam buah terbentuk melalui proses
berikut: setelah tepung sari mendarat
dengan tepat pada kepala putik, maka
dengan segera dan secara bersam-sama
jaringan pembuahan tersebut akan
menye-rap air dan nutrisi tanaman berupa
gula dan akan membentuk tabung sari.                                    Gambar 2.9
                                                    Bunga tumbuhan yang sempurna memiliki bagian
Tabungsari akan tumbuh dan menembus                 bunga sebagai berikut tangkai bunga, putik, sel
tangkai putik (style), menuju kje arah              telur, tangkai putik,kepala putik kelopak bunga,
kantung lembaga. Di tempat tersebut sel             mahkota bunga, benang sari, dan serbuk sari
jantan bertemu dengan sel telur, untuk
membentuk zigot. Zigot akan tumbuh
menjadi embrio biji.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                       14
2.2       Anatomi dan Morfologi Biji
          Tumbuhan

     Biji yang memenuhi kriteria ter-tentu
dapat dijadikan benih. Benih tanaman
yang ditumbuhkan pada media semai
yang mengandung air akan tumbuh dan
berkembang           menjadi         bibit.
Pertumbuhan bibit sangat tergantung
pada cadangan makanan di dalam benih                             Gambar 2.10.
(endosperm).       Cadangan makanan               Biji tanaman yang terbentuk dari hasil
dalam benih adalah karbohidrat, lemak            pembuahan (bertemunya putik dengan serbuk
                                                 sari dan berkembang menjadi zigot)
dan protein.
     Benih yang ditumbuhkan pada
                                                 2.3    Pertumbuhan Dan
media semai akan melakukan proses
                                                        Perkembangan Tumbuhan
perkecam-bahan             (germination).
Perkecambahan         benih        sangat
                                                         Biji dari berbagai spesies
dipengaruhi oleh viabilitas benih dan
                                                 tumbuhan akan berkecambah apabila,
lingkungan      yang     cocok      untuk
                                                 suhu menguntungkan, persediaan
pertumbuhan dan perkem-bangan bibit.
                                                 oksigen memadai dan kelembaban
Benih yang sedang berkecambahan
                                                 media tumbuh cukup dan kontak secara
sangat peka ter-hadap penyakit
                                                 langsung dengan biji. Pada beberapa
tanaman dan gangguan fisik sehingga
                                                 spesies walaupun kondisi di atas
selama proses ini sangat memerlukan
                                                 terpenuhi tetapi biji tidak dapat
perlindungan (proteksi).
                                                 berkecambah. Hal tersebut disebabkan
     Perlindungan kecambah atau bibit
                                                 oleh belum tuntasnya masa dormansi
muda sebaiknya dilakukan dengan
                                                 (istirahat) biji tersebut. Biji-biji kelompok
memasang pelindung berupa naungan
                                                 ini umumnya beasal dari daerah beriklim
dari plastik atau paranet. Naungan
                                                 sub tropis.         Periode dormansi yang
berfungsi seba-gai pelindung kecambah
                                                 telah dilewati akan menyebabkan
dan bibit muda dari sengatan sinar
                                                 perkecambahan biji pada kondisi suhu
mata-hari, dan organisme pengganggu
                                                 yang optimal, adanya persediaan
tanaman.
                                                 oksigen dan air.
     Pada biji monokotil, morfologi biji
terdiri dari kulit biji, endosperm,
kotiledon, dan embrio.           Pada biji
tanaman Gymnospermae, morfologi biji
terdiri dari kulit biji (testa), mega
gametofit, embrio yang terdiri dari
kotiledon dan calon akar), sedangkan
untuk biji dikotiledon terdiri dari kulit biji
(testa) dan embrio (dua kotiledon, calon
akar dan calon daun pertama) Untuk
memperjelas         gambaran         proses
perkecambahan biji dapat dilihat pada
gambar perkecambahan biji tembakau
(Nicotiana tabacum),


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                 15
                                Gambar 2.11 Morfologi benih tumbuhan




                                               Gambar 2.12
Tahapan perkecambahan benih tembakau (Nicotiana tabacum). A. Enam jam pertama; mikropilar kulit biji terluar
akan merekah sehingga memudahkan endosperm menembus kulit biji. B. Pada saat enam jam kedua,
mikropilar endosperm menyelimuti ujung radikula (calon akar). C. Pada saat enam jam ke tiga, radikula mulai
keluar dari biji. D. Pada penambahan hormon ABA, mikropilar endosperm akan menyelimuti radikula pada saat
60 jam setelah perkecambahan (ABA menghambat mikropilar menyelimuti radikula). ((Muller et.al.,2004).




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                               16
        Perkecambahan dapat terjadi                   Pada saat protoplasma sel
walaupun tanah atau media semai tidak          menyerap uap air, maka berbagai proses
mengandung unsur hara karena di dalam          kehidupan akan berlangsung. Hormon
biji sudah mengandung cukup persediaan         pertumbuhan dan perkembangan seperti
makanan agar lembaga dapat tumbuh              asam indol asetat akan mulai berfungsi.
selama masa persemaian. Benih akan             Hormon ini mengatu pertumbuhan dan
berkecambah, setelah keluar kotiledon          perkembanga hipokotil dan epikotil.
harus ditambahkan air dan beberapa                    Sumber makanan yang tersimpan
unsur hara pada media tanamnya. Suhu           dalam endosperma dan kotiledon akan
yang        paling       optimal       untuk   segera diproses melalui respirasi
perkecambahan biji adalah 15-38oC.             sehingga menghasilkan enerji kimia yang
Oksigen bebas sangat diperlukan untuk          penting untuk pembelahan sel, produksi
respirasi yang akan menghasilkan enerji        protoplasma,        dan       proses-proses
yang dibutuhkan untuk pertumbuhan              pertumbuhan lainnya.          Ketika terjadi
tanaman.       Ketidak-tersediaan oksigen      proses pencernaan cadangan makanan
akan memperlambat atau mencegah                pada biji, respirasi dan asimilasi nutrisi ke
perkecambahan benih.           Kelembaban      dalam protoplasma, maka sel-sel pada
media tanam yang terlalu berlebihan akan       ujung epikotil dan hipokotil mulai
menghambat proses perkecambahan.               membelah dan membentuk sel-sel baru.
Kondisi inipun akan mempertinggi               Sel-sel ini mulai membesar pada saat
kemungkinan benih terserang oleh               menyerap air, kemudian protoplasma
organisme        pengganggu       tanaman,     yang baru akan terbentuk.
terutama dari golongan bakteri dan fungi,             Ujung hipokotil muncul melalui
dan akan mengakibatkan benih mati atau         suatu celah pada kulit biji. Ujung hipokotil
tumbuh tidak normal.          Benih harus      tumbuh menjadi akar primer. Akar ini
mendapatkan jumlah air yang tepat untuk        mempunyai panjang 2 cm atau lebih.
berkecambah, kondisi kelebihan air akan        Akar primer akan menyerap air dan unsur
menyebabkan oksigen keluar dari dalam          hara dari tanah, sehingga dapat
sel dan benih tidak dapat berkecambah.         mensuplai epikotil tumbuh dengan baik
Sebaliknya jika kelembaban media kurang        dan akan menjadikan calon batang
optimal benih tidak akan dapat                 pertama.
menguraikan cadangan makanan dalam                    Akar primer yang tumbuh akan
biji (jaringan endosperma) sehingga            mengasilkan        akar-akar       sekunder,
epikotil dan hipokotil tidak akan tumbuh       kemudian tumbuh dan berkembang agi
dan berkembang.                                menjadi akar tersier. Dari epikotil akan
        Dalam         keadaan           yang   tumbuh batang yang akan menghasilkan
menguntungkan           untuk        proses    daun-daun serta berbagai cabang.
perkecambahan, benih mengabsorpsi air                 Tingkat perkecambahan biji sangat
sehingga benih menjadi menggembung             bervariasi, dalam kondisi lingkungan yang
dan kulit biji pecah. Dengan segera air        paling baik, akar-akar primer akan tumbuh
memasuki sel-sel jaringan lembaga dan          dalam 36-96 jam.             Perbedaan ini
endosperma. Kandungan air dalam sel            disebabkan oleh berbagai faktor seperti
benih     akan      naik     dari    tingkat   ketebalan dan struktur kulit biji dan masa
praperkecambahan         sebesar     8-14%     dormansi biji. Kecambah akan tumbuh
menjadi lebih dari 90%.                        dan berkembang menjadi tanaman
                                               dewasa. Dalam proses ini pertumbuhan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               17
akan melibatkan pembuatan sel-sel baru                      Pertumbuhan tumbuh-tumbuhan
dari sel-sel yang sudah ada sebelumnya.              dikendalikan secara umum oleh hormon
Disamping       itu   terdapat    proses             yang disintesis oleh tumbuhan dan
pembesaran sel yang baru terbentuk,                  terdapat pada semua jaringan. Hormon
sehingga sel akan membesar dan                       pertumbuhan IAA (Indol Acetic Acid)
menjadi jaringan tanaman.                            berfungsi dalam pembesaran sel,
       Persyaratan-persyaratan      yang             gugurnya daun dan jatuhnya buah,
harus dipenuhi untuk pertumbuhan                     pertumbuhan buah dari bakal bunga
normal adalah tersedianya enerji kimia               menjadi bunga dan buah, interaksi timbal-
yng berasal dari proses respirasi.                   balik tunas dan berbagai pertumbuhan
Tumbuhan yang sedang tumbuh harus                    lainnya. Salah satu contoh IAA adalah
memiliki protein dan senyawa organik lain            giberelin.
untuk membangun             protoplasma.                    Selama masa pertumbuhan dan
Tumbuhan ini harus memiliki selulosa                 perkembangan, tumbuhan memerlukan
dan beberapa senyawa organik untuk                   air, unsur hara, karbondioksida dan
membentuk dinding sel.                               oksigen, serta cahaya. Selama masa
       Sel yang baru terbentuk dengan                tersebut, organ-organ vegetatif seperti
cepat akan meningkat ukurannya karena                daun, batang, dan cabang tumbuhan
adanya asimilasi makanan ke dalam                    akan tumbuh dan berkembang sampai
protoplasma. Fase pertumbuhan yang                   akhirnya terbentuk organ generatif.
berikutnya perkembangan sel, yaitu                   Organ generatif tumbuhan yang minimal
dengan ditandai terbentuknya jaringan-               adalah terdiri dari benang sari dan putik.
jaringan baru seperti silem, floem,                  Proses       perkembangbiakan        secara
jaringan penguat, jaringan pembuat                   generatif     dimulai     dari   terjadinya
makanan, dan jaringan peyimpanan.                    pertemuan butir-butir serbuk sari dengan
Pada umumnya, sel dan jaringan yang                  putik. Di dalam putik, butiran serbuk sari
sudah matang tidak akan membelah diri                membentuk tabung,kemudian menjadi
lagi, akan tetapi proses kehidupan yang              bakal biji yang terletak dalam bakal buah.
terjadi hanya mempertahankan ciri                    Kondisi ini menandai adanya calon
spesifiknya serta fungsinya sepanjang                generasi tumbuhan berikutnya.
masa hidup tumbuhan.




       Gambar 2.13. Proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan; A. Proses benih
         berkecambah. B. Bibit. C. Tumbuhan dewasa. D. Tumbuhan sanesen (tua)



Teknik Pembenihan Tanaman                                                                   18
                                           Gambar 2.14.
      Proses pertumbuhan dan perkembangan biji (fase haploid) serta proses penyerbukan (fase diploid).




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                19
                                      Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 2. siswa diharapkan telah menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Anatomi dan morfologi tumbuhan
    2. Anatomi dan morfologi biji tumbuhan.
    3. Pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

   Anatomi dan morfologi     Anatomi dan morfologi biji         Pertumbuhan dan
        tumbuhan                   tumbuhan                 perkembangan tumbuhan

     Struktur       tubuh       Bagian-bagian        biji     Proses pertumbuhan
     tumbuhan.                  monokotil.                    dan    perkembangan
     Sel tumbuhan               Bagian-bagian        biji     tanaman        meliputi:
     Perbedaan         sel      dikotil.                      proses           benih
     tumbuhan dan hewan.        Tahapan                       berkecambah,
     Akar.                      perkecambahan.                pertumbuhan        dan
     Batang                                                   perkembangan bibit,
     Daun.                                                    tumbuhan       tumbuh
     Bunga                                                    dewasa dan proses
     Buah dan biji.                                           sanesen (tua).




SOAL:
   1. Jelaskan dengan ringkas tentang perbedaan dan persamaan sel tumbuhan dan
      hewan
   2. Gambarkan bagian-bagian biji tumbuhan



TUGAS:
   1. Amati proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman tanaman padi
   2. Lakukan observasi di lingkungan sekolah terhadap 20 jenis tumbuhan.
       Kelompokkan tumbuhan atau tanaman yang mana yang termasuk dikotil dan
       mookotil.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                20
                 BAB 3. TEKNIK PRODUKSI BENIH VEGETATIF TANAMAN


3.1.      Dasar-dasar Pembibitan dan
          Produksi Benih Tanaman.              3.2.    Kesehatan Dan Keselamatan
                                                       Kerja
     Teknik       pembenihan       vegetatif
tanaman bertujuan untuk menghasilkan                     Menurut Konradus (2003),
individu keturunan tanaman yang                Keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
mempertahankan sifat baik dari induknya.       merupakan instrumen untuk memproteksi
Keturunan tanaman yang berasal dari            pekerja, perusahaan, lingkungan hidup,
proses pembenihan vegetatif dari dua           dan masyarakat sekitar dari bahaya
induk yang mempunyai keunggulan.               akibat kecelakaan kerja. Perlindungan
Keduanya dapata memadukan dua                  tersebut merupakan hak asasi yang wajib
keunggulan          tersebut      sehingga     dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan
mempunyai sifat-sifat lebih baik dari          untuk mencegah, mengurangi, bahkan
kedua induknya disebut bibit unggul.           menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero
     Bibit unggul adalah tanaman muda          accident). Dalam hal ini ada 3 norma yang
yang memiliki sifat unggul yaitu mampu         harus diperhatikan yaitu:
menunjukkan sifat asli induknya dan                 norma kesehatan,
mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, dan            norma keselamatan dan
tahan terhadap hama dan penyakit.                   norma kerja nyata.
     Pada kegiatan usaha pembenihan                 Pencegahan merupakan cara yang
tanaman terdapat beberapa prinsip dasar        paling efektif. Oleh sebab itu dua hal
yang selalu digunakan oleh setiap industri     terbesar yang menjadi penyebab
pembenihan yaitu:                              kecelakaan kerja yaitu :
     Investasi modal usaha.                              perilaku yang tidak aman
     Investasi lahan pembenihan.                         kondisi lingkungan yang tidak
     Investasi bahan tanaman unggul                      aman.
     (benih unggul)                                 Berdasarkan data dari Biro Pelatihan
     Penyiapan tenaga kerja profesional        Tenaga Kerja, penyebab kecelakaan yang
     Penyiapan alat-alat produksi benih        pernah terjadi sampai saat ini adalah
     dan quality control product               diakibatkan oleh perilaku yang tidak aman
     Pemahaman K-3                             seperti:
     Pesemaian                                      sembrono dan tidak hati-hati
     Pemeliharaan pesemaian                         tidak mematuhi peraturan
     Penanaman                                      tidak mengikuti standar prosedur
     Pemeliharaan benih                             kerja
     Pengolahan benih (seed processing)             tidak memakai alat pelindung diri
     Pengujian kualitas produk                      kondisi badan yang lemah
     Penggudangan                                   Cara efektif untuk mencegah
     Sertifikasi                               terjadinya kecelakaan kerja adalah
     Pemasaran                                 dengan menghindari terjadinya lima
     Distribusi produk                         perilaku tidak aman yang telah disebutkan
     Layanan purna jual                        di atas.
     Penelitian     dan      pengembangan
     produk

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            21
a. Norma Kesehatan pekerja                         dengan teknik kultur jaringan terdapat
                                                   sedikit perbedaan yaitu harus
     Norma kesehatan kerja diharapkan              memperhatikan minimal 3 hal dalam
menjadi instrumen yang mampu                       kesehatan pekerja yaitu; penggunaan
menciptakan dan memelihara derajat                 alat dan mesin-mesin, penggunaan
kesehatan kerja setinggi-tingginya. K3             bahan kimia dan penggunaan lampu
dapat melakukan pencegahan dan                     ultra violet dalam persiapan enkas
pemberantasan penyakit akibat kerja,               untuk inokulasi bahan berupa sel
misalnya      kebisingan,      pencahayaan         atau jaringan tanaman.
(sinar), getaran, kelembaban udara, dan
lain-lain yang dapat menyebabkan                    Beberapa hal penting yang harus
kerusakan pada alat pendengaran,               diperhatikan adalah tindakan pertolongan
gangguan pernapasan, kerusakan paru-           pertama, regu penolong, pelayanan
paru, kebutaan, kerusakan jaringan tubuh       kesehatan kerja , perawatan kesehatan,
akibat sinar ultraviolet, kanker kulit,        tempat berteduh dan perumahan, gizi dan
kemandulan, dan lain-lain.                     air minum. Jika terjadi gangguan
     Hal yang penting diperhatikan dalam       kesehatan maka harus ada tempat untuk
penerapan kesehatan pekerja dalam              pelaporan, pencatatan, penyelidikan dan
bidang teknik perbenihan tanaman dapat         pemberitahuan penyakit dan kecelakaan
dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu        kerja
penerapan       dalam       bidang    teknik        Aktivitas perbenihan tanaman pada
pembenihan tanaman secara secara               umumnya dilakukan di lokasi yang agak
generatif maupun vegetatif. Dalam teknik       jauh dari kota. Oleh sebab itu harus ada
perbenihan tanaman secara generatif            pekerja yang terampil dalam prosedur
yang pada umumnya terdiri dari kegiatan        PPPK (Pertolongan Pertama Pada
persiapan lahan, pengolahan tanah,             Kecelakaan). Pelatihan ini         meliputi
pesemaian, pembibitan, penanaman,              perawatan luka terbuka, dan resusitasi.
pengairan, pemupukan, pengendalian             Dalam area di mana pekerjaanterlibat
hama, penyakit dan gulma, persilangan,         dengan resiko keracunan oleh bahan
pemanenan, penanganan pasca panen,             kimia atau asap, ular, serangga atau laba-
prosesing benih dan pengemasan                 laba penggigit atau bahaya spesifik lain,
terdapat beberapa hal yang harus               maka pelatihan pertolongan pertama
diperhatikan dan diupayakan untuk              harus diperluas melalui konsultasi dengan
diterapkan yaitu:                              orang atau organisasi yang berkualitas.
     Penggunaan alat dan mesin-mesin           Alat atau kotak PPPK yang dirawat
     Penggunaan bahan kimia                    dengan baik harus siap tersedia di tempat
     Dalam         aktivitas      agrobisnis   kerja dan dilindungi terhadap pencemaran
     perbenihan tanaman secara vegetatif       oleh kelembaban dan kotoran. Wadah ini
     baik secara konvensional (menyetek,       harus ditandai dengan jelas dan tidak
     mencangkok, menyambung dan lain-          berisi apapun selain peralatan PPPK dan
     lain) hal-hal yang harus diperhatikan     semua karyawan harus mengetahui
     dalam kesehatan pekerja sama              tempat penyimpanan peralatan PPPK dan
     dengan dalam kegiatan teknik              prosedurnya..
     perbenihan secara generatif yaitu              Jika dalam melakukan kegiatan
     penggunaan alat mesin serta               agribisnis perbenihan terjadi kecelakaan
     penggunaan bahan kimia.                   harus terdapat alat komunikasi agar dapat
     Dalam         aktivitas      agrobisnis   dengan segera menghubungi regu
     perbenihan tanaman secara vegetatif       penolong seperti rumah sakit, ambulance

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             22
atau dokter terdekat. Pada suatu lokasi           Semua kegiatan perbenihan tanaman
perbenihan tanaman harus diupayakan          harus direncanakan dan diorganisir
adanya tempat berteduh dan berlindung.       secara terpadu sehingga dapat mencegah
Selain itu lokasi perbenihan diupayakan      pemborosan dan untuk memastikan
agar dekat dengan                            tingkatan monitorung yang tepat sehingga
    Toko makanan                             pelaksanaan kerja dapat berjalan dengan
    Persediaan air bersih yang cukup.        aman.
    Fasilitas sanitary (ruang cuci,               Salah satu hal yang harus
    pancuran, kamar kecil atau kakus         diperhatikan adalah adanya keterangan
    Fasilitas untuk mencuci dan              tentang :
    mengeringkan pakaian                          Jenis pekerjaan yang diperlukan
    Toko barang umum            (terpisah         Tujuan kegiatan
    dengan bahan mudah terbakar,                  Lokasi tempat kerja yang ditunjuk,
    bahan kimia).                                 Jadwal waktu untuk kegiatan spesifik:
    Bila makanan disediakan oleh                  Spesifikasi produk atau hasil lain:
pengusaha, harus dipastikan bahwa                 Spesifikasi untuk metoda kerja yang
masukan energi cukup untuk pelaksanaan            digunakan:
pekerjaan fisik berat baik karbohidrat,           Orang yang bertanggung jawab untuk
lemak dan protein hewani.                         melaksanakan dan mengawasi
                                                  kegiatan:
     b. Norma Keselamatan kerja                   Rencana darurat dalam cuaca buruk
                                                  atau terdapat masalah dengan
       Norma       keselamatan       kerja        peralatan.
merupakan sarana atau alat untuk
mencegah terjadinya kecelakaan kerja              Untuk setiap tugas diupayakan dipilih
yang tidak diduga yang disebabkan oleh       metoda terbaik dan paling aman.
kelalaian kerja serta lingkungan kerja       Penggunaan alat dan bahan harus
yang     tidak    kondusif.   Penerapan      dilakukan      dengan     metoda     yang
keselamtan kerja diharapkan mampu            distandardisasi dan telah disetujui. Jika
menihilkan kecelakaan kerja sehingga         memungkinka untuk dapat dipraktekkan,
mencegah terjadinya cacat atau kematian      pekerjaan manual dan motor-manual
terhadap pekerja, kemudian mencegah          perlu didukung dengan mesin, terutama
terjadinya kerusakan tempat dan              sekali untuk mengurangi mengangkat dan
peralatan kerja. Konsep ini juga             membawa muatan berat dan untuk
mencegah pencemaran lingkungan hidup         mengurangi potensi bahaya yang timbul
dan masyarakat sekitar tempat kerja.         dari penanganan mesin bertenaga dan
       Penerapan keselatan kerja dalam       dipegang dengan tangan.
bidang teknik perbenihnan tanaman harus           Penggunaan bahan, alat dan mesin
diterapkan dalam setiap aktivitas            dalam teknik perbeniahan diupayakan
diantaranya adalah persiapan lahan,          untuk memenuhi kriteria di bawah ini;
penanaman , pengairan, pemeliharaan          Semua perkakas, mesin dan bahan-kimia
tanaman tanpa bahan kimia, penanganan        berbahaya yang digunakan dalam
dan penananam tanaman secara kimia           pembenihan harus:
(pemupukan         dan      pengendalian          Memenuhi syarat keselamatan dan
hama,penyakit dan gulma tanaman),                 kesehatan      kerja   sebagaimana
pemangkasan, pemanenan, prosesing                 ditentukan       dalam       standar
benih dan pengemasan.                             internasional atau nasional dan
                                                  rekomendasi.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           23
     Digunakan hanya untuk pekerjaan           c. Norma Kerja nyata
     yang       telah     dirancang     atau
     dikembangkan, kecuali jika suatu                Norma kerja berkaitan dengan
     penggunaan         tambahan       yang    manajemen perusahaan. K3 dalam
     diusulkan telah dinilai oleh seorang      aktivitas kerja sehari-hari diterapkan
     yang       kompeten       yang    telah   dalam bentuk pengaturan jam kerja, shift,
     menyimpulkan bahwa penggunaan             kerja wanita, tenaga kerja kaum muda,
     alat dan bahan yang digunakan             pengaturan jam lembur, analisis dan
     adalah aman:                              pengelolaan lingkungan hidup, dan lain-
     Digunakan atau dioperasikan hanya         lain.
     oleh para pekerja yang telah dinilai
     berkompeten dan/atau memegang             3.3.    Pengelolaan Alat Dan Mesin
     sertifikat ketrampilan yang sesuai.               Perbenihan
     Dalam          melakukan       kegiatan
perbenihan          tanaman       sebaiknya         Pemeliharaan merupakan suatu
menggunakan pakaian kerja dan alat             penggabungan setiap tindakan atau
pelindung diri ketentuan umum untuk            kegiatan yang dilaksanakan untuk
pakaian kerja adalah sebagai berikut:          mempertahankan, atau memulihkan suatu
     Pakaian kerja harus dibuat dari           alat, mesin, bangunan pada kondisi yang
     bahan yang menjaga badan pekerja          dapat diguanakan untuk aktivitas produksi
     tetap kering dan berada pada              pembenihan tanaman.
     temperatur yang nyaman. Untuk                  Dalam sistim pemeliharaan yang
     pekerjaan dalam iklim panas dan           tradisionil digunakan sistim pemeliharaan
     kering, pakaian yang sesuai harus         dan perawatan yang tidak berencana.
     digunakan untuk menghindari isolasi       Metode ini dapat mengakibatkan
     panas       yang     berlebihan     dan   terjadinya suatu kerusakan/kegagalan
     memudahkan pengeluaran keringat.          pengoperasian alat/mesin pembenihan
     Pakaian pelindung yang sesuai harus       sebelum alat          diguanakan dengan
     disediakan jika ada suatu resiko          optimal, perusahaan sudah harua
     radiasi UV atau bahan yang                membetulkan         atau      memperbaiki
     beracun.                                  kerusakan.           Pemeliharaan     alat
     Pakaian harus mempunyai warna             merupakan suatu kebutuhan prosedur
     yang kontras agar pekerja terlihat        dalam suatu usaha pembenihan tanamn
     dengan jelas.                             sehingga prosedur mengendalikan dan
     Bila menggunakan bahan kimia              administrasi      pemeliharaan     mutlak
     berbahaya, alat pelindung diri harus      diperlukan. Suatu kerusakan/kegagalan
     disediakan sesuai keselamatan             dari     alat/peralatan     atau    mesin
     dalam penggunaan bahan kimia di           mencerminkan metode yang digunakan
     tempat kerja.                             dalam menjalankan sistim pemeliharaan
     Alat pelindung diri harus mematuhi        alat tersebut. Gangguan terhadap
     standar internasional atau nasional.      aktivitas produksi sering tidak diketahui
     Alat pelindung diri harus disediakan      sebelumnya karena jarang dievaluasi
     dalam jumlah yang cukup.                  secara menyeluruh dan sulit untuk
     Operator harus sadar bahwa                diperkirakan.
     keselamatan dan kesehatan kerja                Dalam rangka meminimalkan akibat
     meruapak hal yang sangat penting.         yang merugikan dari gangguan kerusakan
                                               alat yang terjadi dalam produksi, maka
                                               beberapa perusahaan saat ini telah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             24
menerapkan         atau     Melaksanakan         Operator perubahan dan perbaikan
tindakan-tindakan pemeliharaan yang              alat –alat pembenihan.
teratur, yang selanjutnya lebih dikenal          Operator keamanan, pemadaman
dengan istilah sistim pemeliharaan yang          kebakaran, dan pengemudi.
berencana. Sistim pemeliharaan yang
berencana adalah Aktivitas pemeliharaan          Pemeliharaan darurat yaitu suatu
yang teratur dan dijalankan dengan taat     tindakan pemeliharaan yang perlu segera
azas,     melalui     pengawasan      dan   ditangani/diselesaikan          dengan
pencatatan berdasarkan rencana yang         secepatnya untuk menghindari kerusakan
telah dibuat terlebih dahulu. Pengawasan    yang lebih parah atau fatal. Berikut ini
administratip        pada       pekerjaan   disampaikan        beberapa     metode
pemeliharaan merupakan hal yang sangat      pemeliharaan alat yang umum digunakan
penting untuk dilakukan, terutama pada      pada perusahaan pembenihan.
saat perubahan dari sistim pemeliharaan
darurat kedalam sistim pemeliharaan         a.   Pemeliharaan yang berencana
yang      berencana.      Pada     sistim
Pemeliharaan dan Perawatan yang                  Pemeliharaan berencana merupakan
sifatnya darurat seluruhnya sangat          sistim pemeliharaan yang terorganisasi
tergantung pada keputusan-keputusan         dan dilaksanakan dengan mantap
yang diambil. Pembelian alat pengganti      berdasarkan rencana pengawasan dan
yang terburu-buru, prioritas perbaikan      pencatatan serta analisa berdasarkan
yang tidak terencana, tenaga kerja yang     rencana yang telah dibuat sebelumnya.
kurang mampu akan menurunkan
efisiensi pemeliharaan.       Pada sistim   b. Pemeliharaan perbaian
pemeliharaan yang berencana mengatur
kebijakan dalam sistim pemeliharaan              Pemeliharaan perbaikan meruapakan
suatu perusahaan dengan mengadakan          sistim pemeliharaan yang dilakukan untuk
prosedur yang jelas, baik dalam segi        memulihkan      kerusakan      (termasuk
teknis maupun keuangannya serta             penyetelan dan perbaikan) suatu alat,
mengawasi pelaksanaan pemeliharaan          mesin atau bangunan pembenihan
yang objektif berdasarkan standar           tanaman agar dapat digunakan kembali
pemeliharaan alat yang lebih efektif dan    dalam kegiatan produksi benih tanaman .
efisien.
     Keberhasilan suatu skema sistim        c. Pemeliharaan pencegahan
pemeliharaan yang berencana adalah
dengan membuatatau menjaga sistim                Pemeliharaan         pencegahan
tersebut sesederhana mungkin dalam          merupakan Sistim pemeliharaan yang
prosedur      pelaksanaannya      dengan    dilaksanakan atas dasar rencana/waktu
melibatkan para petugas lapangan/teknisi    yang telah ditetapkan sebelumnya dan
dengan kerja keras yang minimum.            bersifat untuk menghindari/mencegah
Prosedur pemeliharaan alat, harus           kerusakan.
difahami minimal oleh.
     Supervisor                             d. Pemeliharaan berjalan
     Pemegang gudang
     Pekerjaan-pekerjaan Umum                   Pemeliharaan sistim pemeliharaan
     Pembuatan produk                       yang dapat dilakukan ketika suatu alat,
     Operatot persiapan dan penyesuaian     mesin dalam keadaan dipakai.
     mesin-mesin

Teknik Pembenihan Tanaman                                                        25
e. Pemeliharaan terbatas (pada saat                  (termasuk perbaikan) Sampai dengan
   produksi berhenti)                                kondisi alat,mesin dan bangunan
                                                     tersebut dapat digunakan.
     Pemeliharaan terbatas meruapakan                Perencanaan Pemeliharaan :
sistim pemeliharaan yang hanya dapat                 Prosedur        pemeliharaan     yang
dijalankan pada waktu suatu alat, mesin,             mencakup          tugas       operator
dan bangunan pembenihan dalam                        pemeliharaan,       metode,    bahan,
keadaan tidak dipakai (proses produksi               alat/peralatan, mesin- mesin, tenaga
berhenti).                                           kerja, serta waktu yang diperlukan.
     Inventarisasi pabrik                            Permohonan Pemeliharaan
     Suatu daftar inventaris dari seluruh            Salah satu persyaratan untuk
     fasilitas misalnya : seluruh peralatan,         perencanaan fungsi pemeliharaan,
     mesin-mesin yang ada serta                      adalah mengetahui secara tepat
     bangunan dengan semua isinya,                   tentang apa yang harus dikerjakan,
     guna tujuan identifikasi, termasuk              apa yang sedang dikerjakan dan
     keterangan/data mengenai masing-                berapa lama setiap tugas/pekerjaan
     masing spesifikasi Teknik dan                   tersebut dikerjakan.
     konstruksinya secara terperinci.                Pengembangan pemeliharaan alat,
     Program Pemeliharaan :                     mesin dan bangunan pembenihan
     Suatu       daftar     alokasi     atau    merupakan tahap-tahap yang harus
     pembebanan           dari      aktifitas   difahami      oelh      semua      operator
     pemeliharaan pada jangka waktu             pembenihan yang terlibat dalam kegiatan
     tertentu.                                  produksi benih.
     Jadwal Pemeliharaan                             Konsep lain yang penting pada
     Suatu        susunan/daftar       yang     industri pembenihan adalah tentang
     komprehensip          dari     aktifitas   produksi benih vegetatif. Dalam industri
     pemeliharaan beserta kejadian/             pembenihan minimal terdapat enam
     akibat-akibatnya.                          kompetensi teknik yang harus difahami,
     Kartu Kendali alat, mesin dan              dikuasai dan diimplementasikan yaitu
     bangunan: Suatu catatan mengenai           pohon induk, batang bawah dan batang
     penggunaan, kejadian dan kegiatan          atas, teknik penyiapan pembibitan, teknik
     yang terjadi/dilaksanakan terhadap         pembenihan tanaman secara vegetatif,
     suatu alat, mesin dan bangunan             teknik pemilihan memproduksi benih
     pembenihan.                                vegetatif dan sertifikasi benih.
     Laporan Kerja :
     Suatu pernyataan/catatan tentang           3.4.     Pohon Induk dan bibit unggul
     kegiatan/pekerjaan       yang     telah
     dilakukan serta catatan tentang                 Pohon induk adalah tanaman pilihan
     kondisi-kondisi dari suatu alat, dan       yang dipergunakan sebagai sumber
     mesin-mesin.                               batang atas (entres), baik itu tanaman
     Spesifikasi Pekerjaan :                    kecil ataupun tanaman besar yang sudah
     Suatu dokumen yang menguraikan             produktif yang berasal dari biji atau hasil
     tentang kegiatan/pekerjaan yang            perbanyakan vegetatif.        Persyaratan
     harus dilaksanakan.                        pohon induk antara lain adalah memiliki
     Perbaikan besar :                          sifat unggul dalam produktivitas dan
     Suatu proses pengujian dan                 kualitas tanaman, seperti tanaman buah
     pemulihan alat, mesin dan bangunan         yang tahan terhadap serangan organisme
     pembenihan secara menyeluruh               pengganggu tanaman (OPT). Nama

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              26
varietas pohon induk dan asal-usulnya       liar di hutan. Tempat tersebut mempunyai
(nama pemilik, tempat asal) harus jelas,    ribuan pohon durian yang tumbuh secara
sehingga memudahkan pela-cakannya.          alami dan di antara tanaman durian
Tanaman dari biji harus sudah               tersebut terdapat beberapa varietas yang
berproduksi minimal lima musim, untuk       mempunyai sifat-sifat unggul walaupun
mengetahui kemantapan sifat yang            merupakan tanaman dari biji serta tumbuh
dibawanya.                                  setengah liar di alam.
     Ditanam dalam kebun yang terpisah            Kedua, dengan cara promosi, ialah
dari tanaman lain yang dapat menjadi        kegiatan pencarian pohon induk dengan
sumber penularan penyakit atau              cara mengadakan kejuaraan buah unggul,
penyerbukan silang, terutama untuk          dari lomba tersebut muncul durian unggul
pohon induk yang akan diperbanyak           baru yang berpotensi sebagai pemenang
secara generatif yaitu diambil bijinya.     lomba. Contoh yang paling terkenal
     Kebun pohon induk adalah kebun         adalah durian Petruk. Durian ini adalah
yang ditanami dengan bebera-pa varietas     juara lomba buah di Jepara dan sekarang
buah unggul untuk sumber penghasil          sudah ditetapkan pemerintah sebagi
batang atas (mata tempel atau cabang        durian unggul nasional.
entres) untuk perbanyakan dalam jumlah            Ketiga, dengan cara introduksi, yaitu
besar. Tanaman yang ditanam pada            kegiatan pencarian pohon induk dengan
umumnya adalah tanaman hasil                cara mendatangkan atau membawa jenis
perbanyakan secara vegetatif (okulasi,      buah yang terbukti unggul dari daerah
sambung, susuan, cangkok, stek) dan         atau negara lain. Cara ini merupakan
memenuhi persyaratan sebagai pohon          jalan pintas untuk mempercepat
induk. Lokasi pohon induk sebaiknya tidak   perolehan bahan tanaman yang telah
jauh dengan lokasi perbanyakan              diketahui sifat keunggulannya. Hal yang
tanaman,         untuk       memudahkan     harus diperhatikan adalah kesesuaian
pelaksanaan perbanyakan bibit.              keadaan iklim, tanah dan cara budidaya
     Ada dua sistem penanaman kebun         pada tempat tumbuh asalnya dengan
pohon induk, ialah:                         keadaan tempat tanam yang baru,agar
     Kebun pohon induk sekaligus            kualitasnya tetap baik. Masalah lain yang
     sebagai kebun produksi;                muncul adalah adanya hama dan
     Kebun pohon induk dengan jarak         penyakit yang sebelumnya tidak diketahui
     tanam lebih rapat, misalnya untuk      di daerah asalnya, tetapi muncul setelah
     tanaman durian, kebun produksi         tanaman tersebut ditanam di tempat yang
     biasanya berjarak tanam 10x10 m,       baru. Sebagai contoh adalah durian
     sedangkan pada kebun pohon induk       bangkok dari Thailand yang di-introduksi
     dapat berjarak tanam 3x3 m. Dengan     ke Indonesia seperti Chanee dan
     jarak tanam yang rapat dapat           Monthong. Jenis ini rata-rata tidak tahan
     diperoleh lebih banyak pohon induk     terhadap penyakit busuk akar dan busuk
     dalam suatu areal yang relatif tidak   leher batang atau kanker batang.
     luas.                                        Pohon induk pada umumnya dipilih
     Pencarian pohon induk untuk            dari bibit-bibit unggul. Bibit unggul adalah
mendapatkan jenis tanaman unggul            tanaman muda yang memiliki sifat unggul
dengan bebeapa cara. Pertama, adalah        yaitu mampu menunjukkan sifat asli
cara eksplorasi, yaitu kegiatan pencarian   induknya dan mempunyai nilai ekonomi
pohon induk dengan cara melacak suatu       yang tinggi, serta tidak mengandung
tanaman ke daerah sentra budidayanya        hama dan penyakit. Pada tanaman buah
sampai dengan tumbuhan yang tumbuh          sifat unggul ini terutama nilai dari kualitas

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            27
buahnya. Bila semakin banyak sifat yang                  Pertumbuhan       cepat     dan
disukai konsumen terkumpul dalam satu                    responsif terhadap kultur teknis
buah, maka semakin tinggi pula nilai                     budidaya           (pemupukan,
ekonomi (harga) buah tersebut. Buah                      pengairan).
demikian dapat digolongkan sebagai buah
unggul.                                         Apabila minimal terpenuhi 70% sifat
    Untuk itu dapat diambil contoh cara         unggul dari daftar diatas maka bibit
menilai buah durian berdasarkan kriteria        tanaman tersebut tergolong jenis unggul.
penampilan buah dan sifat buah yang             Bila tidak memenuhi 70% persyaratan
disukai konsumen, sehingga diperoleh            diatas, maka tanaman demikian tergolong
suatu daftar kriteria penilaian buah durian     benih yang biasa saja. Cara penilaian
unggul.                                         seperti ini dapat dipakai untuk menilai
                                                jenis tanaman lainnya. Namun perlu
Kelompok sifat utama durian unggul              mengadakan perubahan kriteria tertentu
adalah                                          agar sesuai dengan sifat masing-masing
                                                jenis tanaman.
          Rasa daging buah : manis
          berlemak, diutamakan dengan           3.5. Batang Bawah Dan Batang Atas
          rasa khas
          Ketebalan daging : tebal              a. Pemilihan Batang bawah
          Ukuran biji : kecil atau sekurang-
          kurangnya kempes                           Batang bawah atau rootstock/
          Warna daging : kuning sampai          understem adalah tanaman yang
          jingga                                berfungsi sebagai batang bagian bawah
          Kadar air daging : sedikit (kering)   yang masih dilengkapi de-ngan sistem
          Tekstur daging : halus, sedikit       perakaran yang berfungsi mengambil
          berserat                              makanan dari dalam tanah untuk batang
          Ukuran buah : besar                   atas atau tajuknya.
          Aroma : kuat merangsang                    Pada umumnya batang bawah
                                                berasal dari biji. Keuntungan batang
          Kulit buah : tipis dan mudah
                                                bawah dari biji adalah:
          dibuka bila buah sudah masak
                                                     Perkembangan sistem akar lebih kuat
          Jumlah juring : 5-6 juring
                                                     dan dalam, karena memiliki akar
          sempurna
                                                     tunggang, sehingga relatif lebih tahan
                                                     terhadap kekeringan.
Kelompok sifat menunjang :
                                                     Penyediaan batang bawah jenis ini
                                                     bisa dilakukan dalam jumlah banyak.
          Struktur       pohon    kokoh,
          percabangan merata/simetris,
                                                     Adapun Kriteria tanaman yang akan
          tajuk bulat.
                                                dijadikan batang bawah adalah:
          Produksi buah tinggi dan stabil
                                                     Mampu beradaptasi atau tumbuh
          setiap tahun, diutamakan yang
                                                     kompak dengan batang atasnya,
          panen buahnya pada awal atau
                                                     sehingga batang bawah ini mampu
          akhir musim.
                                                     menyatu dan menopang proses
          Tahan        terhadap    hama
                                                     pertumbuhan batang atasnya.
          penggerek dan beberapa jenis
                                                     Tanaman dalam kondisi sehat.
          cendawan.
                                                     Sistem perakarannya baik dan dalam
          Mudah diperbanyak.
                                                     serta tahan terhadap keadaan tanah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              28
     yang      kurang     menguntungkan,    dan sangat vegetatif. ·Semakin ke arah
     termasuk harus tahan teradap hama      ujung ranting, semakin muda menurut
     dan penyakit yang ada dalam tanah.     umurnya, tetapi sel-sel yang terbentuk
     Tidak mengurangi kualitas dan          paling akhir ini justru bersifat lebih
     kuantitas        tanaman       yang    kompleks, dewasa (mature) dan siap
     disambungkan/ diokulasi.               untuk memasuki masa berbunga dan
                                            berbuah (generatif).
     Perawatan batang bawah meliputi             Pengambilan entres dari pucuk tajuk
kegiatan pemupukan, pengendalian hama       pohon akan tetap membawa sifat dewasa
dan penyakit, serta penyiraman. Hal ini     atau generatif. Penyambungan entres
perlu diperhatikan agar batang bawah        dengan        batang      bawah      akan
tumbuh subur dan sehat. Pertumbuhan         menghasilkan bibit yang sudah membawa
yang      subur    dan    sehat    akan     sifat dewasa tersebut. Hal ini
mempermudah pengelupasan kulit dan          menyebabkan bibit hasil penyambungan
kayunya, karena sel-sel kambium berada      atau okulasi lebih cepat berbuah daripada
dalam keadaan aktif membelah diri.          ta-naman yang berasal dari biji.
Proses pembentukan kalus atau                    Kriteria tanaman yang dapat
penyembuhan luka berlangsung dengan         dijadikan sebagai batang atas adalah
baik,     sehingga     pada     akhirnya    sebagai berikut.
keberhasilan sambungan atau okulasinya           Mampu beradaptasi atau tumbuh
juga tinggi.                                     kompak dengan batang bawahnya,
                                                 sehingga batang atas mampu
b. Pemilihan batang atas                         menyatu dan dapat berproduksi
                                                 dengan optimal.
     Batang atas yang biasanya disebut                Cabang dari pohon yang sehat,
entres (scion), adalah calon bagian atas         pertumbuhannya normal dan bebas
atau tajuk tanaman yang di kemudian hari         dari serangan hama dan pe-nyakit
akan menghasilkan tanaman berkualitas                 Cabang berasal dari pohon induk
unggul. Batang atas ini dapat berupa             yang sifatnya benar-benar seperti
mata tunas tunggal yang digunakan                dikehendaki, misalnya berbuah lebat
dalam teknik okulasi ataupun berupa              dan berkualitas tinggi.
ranting dengan lebih dari satu mata tunas        Salah satu sifat unggul pada
atau ranting dengan tunas pucuk yang        tanaman, adalah kualitas buahnya.
digunakan dalam sambungan (grafting).       Semakin banyak sifat yang disukai
Entres inilah yang disambungkan pada        konsumen dalam satu tanaman, maka
batang bawah untuk menggabungkan            semakin tinggi pula nilai ekonomi (harga)
sifat-sifat yang unggul dalam satu bibit    tanaman tersebut. Tanaman tersebut
tanaman. Karena itu entres sebagai          dapat digolongkan sebagai tanaman
batang atas harus diambil dari pohon        unggul.
induk yang sudah diketahui betul sifat           Salah satu contoh adalah cara
unggulnya.                                  menilai bibit unggul buah durian
     Pohon induk mempunyai bagian yang      berdasarkan kriteria penampilan buah dan
berbeda-beda fase perkembangannya.          sifat buah yang disukai konsumen,
Bagian       pangkal pohon merupakan        sehingga diperoleh suatu daftar kriteria
bagian yang tertua menurut umurnya,         penilaian buah durian unggul.
tetapi karena terbentuk pada masa awal           Kelompok sifat utama. Rasa daging
pertumbuhan pohon tersebut maka sel-             buahnya manis berlemak, dan
selnya besifat sederhana, muda (juvenile)        diutamakan memiliki rasa yang khas.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         29
     Ketebalan daging buahnya tebal.         dan idealnya berdiameter 2-4 cm
     Ukuran bijinya kecil atau sekurang-     (tergantung jenis dan kualitas pohon
     kurangnya kisut.       Warna daging     induknya).      Seluruh daunnya segera
     buahnya: kuning sampai jingga,          dirontokkan,        untuk      mengurangi
     kadar air daging sedikit (kering).      kehilangan air dari permukaan daun yang
     Tekstur dagingnya halus dan sedikit     dapat mengakibatkan entres menjadi
     berserat. Ukuran buahnya besar.         keriput. Pohon induk yang dipilih untuk
     Aroma        buahnya      kuat   dan    sumber entres dapat diproses sebagai
     merangsang. Kulit buahnya tipis dan     berikut:
     mudah dibuka bila buah sudah                 Dari satu ranting dapat dihasilkan 3-5
     masak. Juring sempurna, berjumlah            mata entres yang baik/ produktif.
     5-6 juring.                                  Entres harus disortir atau dipisahkan
     Kelompok sifat penunjang. Sifat              berdasarkan keberadaan mata tunas.
     penunjang yang banyak dijadikan              Entres harus tidak bercabang, tetapi
     kriteria untuk suatu bibit unggul            berupa cabang tunggal sepanjang
     adalah:       Struktur pohon kokoh,          kurang lebih 20-30 cm.
     percabangan merata/simetris, tajuk           Sekumpulan         cabang      tunggal
     bulat.      Produksi buah tinggi dan         kemudian diikat dengan karet gelang
     stabil setiap tahun, diutamakan yang         sebanyak 10-30 entres setiap ikat,
     panen buahnya pada awal atau akhir           tergantung      dari    besar-kecilnya
     musim. Tahan terhadap serangan               diameter entres.
     hama penggerek dan beberapa jenis            Bahan pembungkus yang digunakan
     cendawan.         Mudah diperbanyak          harus bisa meredam panas dan
     secara vegetatif. Pertumbuhan cepat          sekaligus        menjaga        tingkat
     dan responsif terhadap kultur teknis         kelembaban entres. Bahan yang
     budidaya (pemupukan, pengairan).             biasa dipakai dan mudah didapat
     Apabila minimal terpenuhi sekurang-          adalah kertas koran, kertas tisu,
kurangnya 70% dari sifat unggul dari              kantong plastik, daun dan pelepah
daftar diatas maka buah atau bibit                pisang.
tanaman tersebut tergolong jenis unggul.          Setiap ikatan entres yang telah dipilih
Bila tidak memenuhi 70% persyaratan di            kemudian        dibungkus      dengan
atas, maka tanaman tersebut tergolong             beberapa lapis kertas tisu atau kertas
buah yang biasa (kualitas normal).                koran. Bungkus pertama ini perlu
     Cara penilaian seperti ini dapat             diperciki dengan air agar agak
dipakai untuk menilai jenis buah lainnya.         lembab, tetapi jangan terlalu basah.
Namun perlu mengadakan perubahan                  Setelah itu dibungkus lagi dengan
kriteria tertentu agar sesuai dengan sifat        kantong plastik. Dengan cara ini,
masing-masing jenis buah.                         kesegaran entres dapat bertahan 2
                                                  hari. Dan lebih baik lagi kalau
c. Pengemasan batang atas                         bungkus paling luar adalah pelepah
                                                  pi-sang. Bahan ini merupakan
    Tujuan pengemasan adalah menjaga              peredam panas yang ideal, karena
kesegaran bahan batang atas selama                jaringan batang pisang segar banyak
mungkin,    hingga      dapat     segera          mengandung air dan sekaligus
disambungkan di kebun pembibitan.                 rongga-rongga udara. Kotak kardus
Metode pengemasan calon entres adalah             atau karton dapat juga dipakai
sebagai berikut. Cabang atau ranting              sebagai alternatif.
pohon induk dipilih sesuai dengan kriteria

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            30
     Pada waktu diangkut entres yang                 demikian dapat menarik air keluar
     sudah dibungkus tidak boleh terkena             dari entres sehingga entres menjadi
     sinar matahari langsung dan ditaruh             keriput       dan        kehilangan
     di dekat mesin, karena entres akan              kesegarannya.
     mengalami kekeringan.
     Entres harus diletakkan mendatar         3.6.     Teknik Penyiapan Pembibitan
     agar cairan dalam entres tidak
     bergerak turun akibat gaya gravitasi,           Teknik penyiapan pembibitan
     sehingga kulit batang entres tidak       terdiri dari pembibitan dan teknik
     akan mengerut dan sulit untuk dike-      pembibitan.
     lupaskan dari kayunya.
     Entres jangan dicuci dengan air,         a. Pembibitan
     karena akan mengundang datangnya
     bakteri patogen dan cendawan             Pembibitan tanaman pada prinsipnya
     masuk ke jaringan entres dan             adalah mengelola sumber pembibitan,
     kambiumnya cepat tertarik keluar         lokasi pembibitan dan pengelolaan
     sehingga sering keluar cairan kental     pembibitan.
     dari luka. Aki-batnya pada saat akan
     diokulasikan atau disambungkan           1) Sumber untuk pembibitan
     pada batang bawah, entres sudah
     membusuk.                                     Sumber daya produksi yang paling
     Jangan melakukan pengambilan             menentukan keberhasilan pembibitan
     cabang entres setelah turun hujan        adalah sumberdaya manusia yang
     Bila ini terpaksa dilakukan, maka        terampil, rajin dan cinta tanaman. Unsur
     setelah cabang entres dipotong dari      cinta tanaman (hobby) ini penting artinya
     pohon induknya, segera dikering-         karena pada hakekatnya tanaman adalah
     anginkan, baru kemudian dibungkus.       makluk hidup yang memerlukan perhatian
                                              khusus. Sumber daya produksi lainnya
                                              yang diperlukan dalam pembibitan
                                              tanaman antara lain adalah pupuk
                                              kandang, polybag, paranet, pestisida dan
                                              lain-lain. Kesulitan memperoleh bahan-
                                              bahan tersebut akan berdampak terhadap
                                              menurunnya mutu bibit yang dihasilkan,
                                              atau mahalnya biaya produksi.

                                              2) Lokasi pembibitan

                                                   Syarat lokasi untuk pembibitan
                                              adalah dekat sumber air dan airnya
                                              tersedia sepanjang tahun, terutama untuk
                    Gambar 3.1 .
 Batang tanaman sebagai bibit. Batang bawah   menghadapi        musim         kemarau.
(kiri) danB atang atas (kanan)                Selanjutnya, pembibitan dekat dengan
                                              jalan yang dapat dilewati kendaraan roda
     Menyimpan entres di dalam                empat, untuk memudahkan kegiatan
     refrigerator  (kulkas),   perlu          pengangkutan keluar dan masuk kebun.
     memperhatikan      suhu    dan           Lokasi pembibitan yang terpusat
     kelembaban yang rendah. Kondisi          memudahkan dalam perawatan dan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            31
pengawasan. Sedangkan luas lokasi            30x40 cm. Hal ini diperlukan karena
disesuaikan dengan kebutuhan produksi        polybag pertama sudah tidak memadai
bibit. Lahan diupayakan    datar dan         lagi untuk perkembangan akar bibit
berdrainase baik, teduh dan terlindung       tanaman, sedangkan bibit masih belum
dari ternak.                                 siap ditanam.         Jika bibit tetap
                                             dipertahankan pada polibag 20 x 30 cm,
3) Pengelolaan pembibitan                    maka akan mengakibatkan penyempitan
                                             ruang tumbuh akar, sehingga kondisi
a) Media tumbuh dalam polybag                kesuburan bibit jadi menurun, bahkan
                                             setelah beberapa lama pertumbuhan bibit
      Syarat media tumbuh yang baik          seolah-olah berhenti.
adalah ringan, murah, mudah didapat,
porous (gembur) dan subur (kaya unsur        b) Cara penggantian polybag
hara). Penggunaan media tumbuh yang
tepat akan menentukan pertumbuhan                 Cara mengganti polybag selama
optimum bibit yang ditangkarkan.             proses pembibitan adalah sebagai
Komposisi media tanam untuk mengisi          berikut: Sebaiknya polybag disiram
polybag dapat digunakan campuran             dengan air sebelum dilaksanakan pindah
tanah, pupuk kandang dan sekam padi          tanam, agar media lebih kompak/padat.
dengan perbandingan 1:1:1. Lakukan           Polybag lama disobek dengan silet atau
sterilisasi pada pupuk kandang sebelum       pisau secara hati-hati agar media tanam
digunakan untuk campuran media.              di dalamnya tidak pecah atau
Kegiatan ini bertujuan untuk membunuh        berhamburan. Polybag pengganti diisi
penyakit, cendawan, bakteri, biji gulma,     media tumbuh yang baru, sampai
nematoda dan serangga tanah. Sterilisasi     seperempat bagian dari volume polybag.
dapat dilakukan dengan uap air panas         Media tanam yang lama yang
atau perebusan dengan menggunakan            menyelubungi perakaran bibit dikurangi
drum minyak tanah (isi 200 l). Drum diisi    sedikit, kemudian perakaran yang sudah
setengahnya, kemudian dipanaskan di          mati atau mengering dipotong dengan
atas tungku. Setelah air mendidih pupuk      gunting stek, kemudian bibit dimasukkan
kandang dalam karung bekas dimasukkan        ke dalam polybag pengganti.
ke dalam drum (direbus selama 0,5-1               Bibit diatur agar letaknya tepat di
jam).                                        tengah polybag, kemudian media tumbuh
      Ukuran polybag yang banyak             yang baru dimasukkan ke dalam polybag
digunakan untuk pembibitan ta-naman          baru sampai hampir menyentuh bibir
biasanya berukuran 15X20 cm (diameter        polybag pengganti. Bibit dalam polybag
x tinggi). Biji ditanam pada media           baru disiram sampai cukup basah agar
pembibitan.      Biji akan tumbuh dan        media tumbuh yang baru dimasukkan
berkembang, lakukan perawatan pada           memadat, sehingga kedudukan bibit
batang bawah dengan baik sampai              menjadi kuat.
batang bawah dapat disambung atau
diokulasi (sekitar 3-4 bulan setelah tanam   c) Naungan
biji). Tiga sampai empat bulan setelah
penyemian benih untuk batang bawah               Naungan pada bibit muda berfungsi
dan telah tumbuh bibit maka bibit dapat      untuk: mengatur sinar matahari yang
dipindahkan ke polybag berukuran 20x30       masuk ke pembibitan hanya berkisar
cm. Tiga sampai empat bulan berikutnya       antara 30-60% saja. Naungan juga
bibit harus dipindah ke polybag ukuran       berguna untuk menciptakan iklim mikro

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         32
yang ideal bagi pertumbuhan awal bibit.      Paranet tipe 55 dan 45 (55% dan 45%
Dengan adanya naungan            akan        sinar yang diteruskan). Umur pakainya
menghindarkan bibit dari sengatan            bisa bertahan lama (3-4 tahun), sehingga
matahari langsung yang dapat membakar        sekali pasang dapat dipakai untuk
daun-daun muda. Efek dari adanya             beberapa kali usaha pembibitan. Jenis
naungan juga akan menurunkan suhu            naungan ketiga adalah naungan
tanah di siang hari, memelihara              sederhana dari anyaman bambu, daun
kelembaban tanah, mengurangi derasnya        kelapa dan sebagainya, yang disusun
curahan air hujan dan menghemat              sedemikian rupa, sehingga menghasilkan
penyiraman air.                              sinar masuk sekitar 50%.

                                             d. Pemeliharaan bibit

                                                   Tempat pemeliharaan bibit pada
                                             umumnya adalah rak yang terbuat dari
                                             bilah bambu atau besi.           Pada rak
                                             pemeliharan bibit harus diupayakan
                                             adanya ventilasi atau jalan angin di
                                             bawah rak bibit dan berfungsi untuk:
                                             mencegah penularan bibit penyakit dari
                                             tanah yang sering terlontar ke daun bila
                                             terkena cipratan air hujan.
                                                   Dengan adanya rak bibit, kelebihan
                Gambar 3.2.a.                air siraman atau hujan dengan mudah
     Benih tanaman yang siap untuk disemai
                                             menetes ke bawah, sehingga media tidak
                                             menjadi becek dan kelembaban udara di
                                             sekitar bibit tidak terlalu tinggi. Hal ini
                                             penting untuk menghindari pertumbuhan
                                             fungi dan bekteri penyebab penyakit.
                                                   Penggunaan         polybag      akan
                                             menyebabkan         pertumbuhan       akar
                                             tunggang akan terhambat atau berhenti
                                             apabila terkena udara di lubang dasar
                                             polybag dan kondisi sebaliknya akan
                                             mengakibatkan        pertumbuhan      akar
                                             lateralnya bertambah, sehingga semakin
                Gambar 3.2.b.                menguatkan kedudukan bibit.
    Benih tanaman yang mulai berkecambah.          Dalam pemeliharaan bibit biasanya
                                             dilengkapi dengan alas mulsa plastik.
     Ada beberapa jenis naungan yang         Pemakaian alas berupa mulsa plastik
dapat digunakan untuk melindungi             berfungsi untuk: mengurangi dan
pembibitan. Pertama, jenis naungan dari      mencegah pertumbuhan gulma disekitar
plastik gelombang berwarna hijau yang        bibit tanaman. Selain itu, alas mulsa akan
dapat meneruskan sinar sebesar 40-60%        mencegah siraman air ke media polybag
(40% untuk naungan plastik yang sudah        terus lari ke bawah atau lapisan tanah
lama terpasang hingga 60% untuk yang         dibawah polybag, karena tertahan oleh
baru dipasang).     Kedua,     naungan       lapisan mulsa plastik.
paranet dari bahan plastik atau nylon.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           33
     Pertumbuhan akar tunggang akan                     Biji dari daging buah dicuci sampai
terhambat atau berhenti karena tidak              bersih. Biji dipilih yang berukuran besar,
mampu menempus lapisan mulsa plastik              padat (bernas) dengan warna mengkilap
dan sebaliknya pertumbuhan akar                   atau biji yang sempurna (biji yang
lateralnya bertambah, sehingga semakin            bentuknya seragam, tidak terlalu kecil,
menguatkan kedudukan bibit.                       tidak kempes, tidak rusak oleh hama dan
                                                  tidak luka). Biji kemudian dimasukan ke
                                                  dalam air. Hanya biji yang tenggelam
                                                  yang ditanam untuk bibit, sedangkan yang
                                                  hampa dibuang. Biji buah yang
                                                  mempunyai kulit pembung-kus keras
                                                  seperti pada biji mangga, maka kulit
                                                  pembungkusnya harus disayat dan
                                                  dibuang          untuk       memudahkan
                                                  pertumbuhan akar. Setelah dibersihkan
                                                  biji diberi perlakuan fungisida. Caranya
                    Gambar 3.3
  Naungan berupa rumah plastik untuk tempat       biji-biji yang sudah bersih tadi dicelup
pemeliharaan bibit tanaman dan usaha pembibitan   dalam larutan Insektisida dan fungisida
                                                  dan direndam ZPT (Atonik 0,1 %) selama
b.   Teknik pembibitan                            30-60 menit.          Fungsi bahan-bahan
                                                  tersebut di atas adalah untuk merangsang
Perbanyakan dengan biji. Perbanyakan              pertumbuhan dan mencegah serangan
tanaman dengan biji (generatif) terutama          hama serta penyakit saat biji disemaikan.
dilakukan untuk penyediaan batang
bawah yang nantinya akan diokulasi atau           2) Menyemaikan biji dalam wadah
disambung dengan batang atas dari jenis              persemaian
unggul. Perbanyakan dengan biji juga
masih dilakukan terutama pada tanaman                  Untuk mempermudah perawatan, biji
tertentu yang bila diperbanyak dengan             disemaikan dalam wadah yang terbuat
cara vegetatif menjadi tidak efisien              dari kotak kayu atau plastik dan polybag.
(tanaman buah tak berkayu).                       Biji yang disemaikan di dalam wadah
                                                  adalah biji buah berukuran kecil seperti
1) Pemilihan   biji          untuk      bahan     jambu air, sirsak, pepaya, belimbing,
   perbanyakan                                    sawo dan lain-lain.         Media untuk
                                                  persemaian harus mempunyai aerasi
     Mengambil biji idealnya dari buah            baik, subur dan gembur, misalnya
yang besar dan sehat serta sudah matang           campuran pasir, pupuk kandang dan
penuh di pohon induk yang terpilih dan            sekam yang sudah disterilkan dengan
memenuhi persyaratan untuk dijadikan              perbandingan 1:1:1. Dengan media yang
batang bawah. Tetapi apabila terdesak             gembur, maka akar akan tumbuh lurus
dengan kebutuhan biji yang banyak, maka           dan memudahkan pemindahan bibit ke
kita dapat mengumpulkan biji buah dari            polybag pembesaran.
pasar, tempat sampah, atau sisa kegiatan               Biji yang akan disemaikan ditabur
makan buah yang dimakan sendiri, atau             merata di atas media, lalu ditutup lagi
membeli biji dari pengumpul biji.                 dengan media setebal 1-2 cm dan disiram
Kesulitan dari pengumpulan ini adalah             dengan      gembor     sampai     basah.
sulit untuk mendapatkan biji yang                 Persemaian perlu dinaungi agar tidak
seragam varietasnya.                              terkena sinar matahari langsung dan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                34
derasnya air hujan. Penyiraman cukup              bedengan (lebar bedengan) dibuat larikan
dilakukan satu kali sehari yaitu pada             sedalam 7,5 cm dengan jarak larikan 7,5-
waktu pagi atau sore hari, agar tidak             10 cm. Setelah itu biji yang berukuran
kekeringan. Kemudian wadahnya ditaruh             besar tadi ditanamkan dalam larikan
di tempat yang terlindung dari gangguan           dengan jarak 5-7,5 cm ataupun tanpa
unggas dan se-rangga. Biji tanaman                jarak (berdempetan), kemudian ditutup
yang besar seperti mangga, durian,                kembali dengan media disekitar larikan.
alpukat, nangka, dan lain-lain, sebaiknya              Biji yang disemai jangan diletakkan
disemaikan dalam bedengan di lapang.              terbalik. Untuk biji     mangga bagian
Bedengan         disiapkan        dengan          perutnya (bagian yang melengkung)
menggemburkan tanah menggunakan                   menghadap ke bawah, sedangkan untuk
cangkul sedalam 25-30 cm, kemudian                durian, alpukat, kemang dan nangka
tanah dihaluskan. Untuk menambah                  bagian sisi dimana embrio (bakal tunas
kesuburan dan kegemburan tanah, setiap            dan akar) berada di bagian bawah. Bila
luasan dua meter persegi bedengan                 letaknya terbalik, maka pertumbuhan akar
dapat ditambahkan masing-masing satu              dan batang akan bengkok dan akan
kaleng (isi 18 l) pupuk kandang dan               menggangu          pertumbuhan       bibit
sekam padi yang diaduk sampai rata.               selanjutnya.
Untuk menghindarkan jamur dan hama                     Untuk menghindari derasnya air
yang dapat merusak biji, media tempat             hujan dan teriknya sinar matahari,
penanaman tadi disemprot terlebih dahulu          bedengan diberi naungan dengan paranet
dengan fungisida dan insektisida.                 tipe 55%, 65% atau dapat juga dibuat
                                                  naungan individu untuk tiap bedengan
                                                  dengan menggunakan atap dari jerami,
                                                  anyaman bambu, atau daun kelapa. Jika
                                                  yang digunakan atap bukan dari paranet,
                                                  maka tinggi tiang di sebelah timur sekitar
                                                  120 cm, sedangkan tinggi tiang di sebelah
                                                  barat adalah 100 cm di atas permukaan
                                                  tanah.




                     Gambar 3.4 .
     Bak plastik untuk penyemaian benih tanaman

3)       Menyemaikan biji dalam bedeng
         persemaian

    Bedengan dibuat selebar 80-100 cm                            Gambar 3.5 .
dengan panjang tergantung kebutuhan                 Bedengan untuk tempat pembibitan tanaman.
dan     arah   bedengan    diusahakan
mengarah ke utara-selatan agar                        Dengan demikian bentuk naungan
mendapat sinar matahari yang cukup.               condong ke arah sebelah barat dengan
Setelah bedengan persemaian siap, maka            maksud agar bibit di persemaian cukup
selanjutnya adalah menyemaikan biji               menerima sinar matahari pagi. Biji yang
dalam bedengan dengan arah memotong               disemaikan biasanya mulai berkecambah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                  35
(tunas muncul di atas permukaan tanah)
antara 1-3 minggu setelah penyemaian,               Pada perbanyakan dengan cara
tergantung jenis tanamannya. Setelah biji      mencangkok batang bawah tidak
berkecambah dapat langsung dipindah ke         diperlukan karena pada cara ini perakaran
polybag ukuran 15x20 cm atau 20x25 cm.         keluar langsung dari cabang pohon induk
Setelah berumur 3-4 bulan, biji sudah          yang dicangkok.        Cara perbanyakan
dapat disambung pucuk ataupun                  vegetatif dengan stek pada prinsipnya
diokulasi.                                     menumbuhkan bagian atau potongan
                                               tanaman, sehingga menjadi tanaman
3.4.   Teknik Pembenihan Tanaman               baru. Kelebihan bibit vegetatif yaitu
       secara vegetatif                        kualitas tanaman keturunan mempunyai
                                               sifat yang persis sama dengan induknya,
     Ada lima cara perbanyakan vegetatif       bibit berumur genjah (cepat berbuah).
untuk tanaman yaitu penyetekan,                Sebagai contoh adalah tanaman manggis
pencangkokan, penyambungan, okulasi,           asal bibit susuan dapat berbuah lima
dan penyusuan. Pada tiga cara yang             tahun setelah tanam, sedangkan bibit
terakhir dikenal adanya istilah batang         yang berasal dari biji baru berbuah 10-15
bawah dan batang atas. Batang bawah            tahun setelah tanam. Contoh yang lain
berupa tanaman yang biasanya berasal           aalah bibit durian hasil okulasi dapat
dari biji. Tanaman dari biji sengaja dipilih   berbuah 4-6 tahun setelah tanam,
karena mempunyai keunggulan dari segi          sedangkan bibit asal biji akan berbuah
perakarannya, yakni tahan terhadap             setelah berumur lebih dari 10 tahun
penyakit akar dan mempunyai perakaran          setelah tanam.
yang banyak serta dalam, sehingga tahan             Beberapa jenis tanaman tertentu
terhadap kekeringan dan kondisi tanah          sampai saat ini hanya berhasil di-
yang kurang aerasi. Batang atas berupa         perbanyak dengan cara tertentu pu-la.
ranting atau mata tunas dari pohon induk       Ada jenis tanaman tertentu yang tidak
yang mempunyai sifat unggul terutama           bisa      diokulasi     karena     banyak
dalam produksi dan kualitasnya. Dari           mengandung getah. Tanaman ram-butan
hasil penggabungan sifat batang bawah          selalu gagal kalau disambung (enten)
dan batang atas ini diperoleh bibit            karena pengaruh asam feno-lat yang
tanaman yang disebut bibit enten, okulasi      teroksidasi      dapat       menim-bulkan
dan susuan.                                    pencoklatan (browning). Resin dan asam
                                               fenolat ini bersifat racun terhadap
                                               pembentukan kalus. Sedangkan contoh
                                               lainnya adalah belimbing dan manggis
                                               yang sulit sekali berakar bila dicangkok
                                               karena kalusnya hanya menggumpal dan
                                               tidak mampu membentuk inisiasi (bakal)
                                               akar.
                                                    Perbanyakan vegetatif ada kalanya
                                               lebih menguntungkan bila dilakukan pada
                                               jenis tanaman tertentu, sehingga cara
                                               perbanyakannya menjadi cepat dan
                                               efisien. Tanaman manggis dan belimbing
                                               akan      lebih     menguntungkan     bila
                                               diperbanyak dengan cara enten,
                   Gambar 3.6.
         Bibit Kelapa di bawah naungan.        sedangkan durian akan sangat me-

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             36
nguntungkan bila diperbanyak dengan              Stek dapat dikerjakan dengan cepat,
cara okulasi.                                    murah, mudah dan tidak memerlukan
     Perbanyakan bibit tanaman dengan            teknik khusus seperti pada cara
cara penyusuan walau keberhasilannya             cangkok dan okulasi.
tinggi, tetapi kurang praktis. Bibit yang        Sedangkan potensi kerugian bibit dari
dihasilkan per satuan waktu menjadi         stek adalah:
sedikit. Sebagai contoh seorang yang             Perakaran dangkal dan tidak ada
sudah terampil mengokulasi durian,               akar tunggang, saat terjadi angin
dalam sehari (8 jam kerja) bisa                  kencang tanaman menjadi mudah
mengokulasi         350-400      tanaman,        roboh.
sedangkan untuk penyusuan hanya bisa             Apabila musim kemarau pan-jang,
mengerjakan 75-100 susuan sehari. Oleh           tanaman menjadi tidak tahan
karena itu perbanyakan dengan cara               kekeringan.
penyusuan hanya disarankan sebagai
alternatif terakhir dalam perbanyakan            Cara perbanyakan tanaman dengan
tanaman seperti pada perbanyakan            teknik stek dapat dilakukan melalui stek
tanaman        jenis      nangka     yang   batang, stek akar dan stek daun.
keberhasilannya kurang dari 20% bila
diperbanyak dengan cara enten atau          1) Stek Batang
okulasi.
     Dengan         diketahuinya     cara        Bakalan stek diambil dari batang atau
perbanyakan yang lebih menguntungkan        cabang pohon induk yang akan
untuk masing-masing tanaman, maka           diperbanyak dan pemotongan sebaiknya
akan diperoleh efisiensi tinggi dalam       dilakukan pada waktu pagi hari. Gunting
pengadaan bibit secara massal, walaupun     stek yang digunakan harus tajam agar
dengan menggunakan cara konvensional        bekas potongan rapi. Bila kurang tajam
                                            batang akan rusak atau memar. Hal ini
a. Teknik pembuatan stek tanaman            mengundang bibit penyakit masuk ke
                                            bagian yang memar, sehingga bisa
    Stek (cutting atau stuk) atau           menyebabkan pembusukkan pangkal
potongan adalah menumbuhkan bagian          stek. Pada saat mengambil stek batang,
atau potongan tanaman, sehingga             pohon induk harus dalam keadaan sehat
menjadi tanaman baru. Ada beberapa          dan tidak sedang bertunas.
keuntungan yang didapat dari tanaman             Yang dijadikan stek biasanya adalah
yang berasal dari bibit stek, yaitu         bagian pangkal dari cabang. Pemotongan
    Tanaman baru mempunyai sifat yang       cabang diatur kira-kira 0.5 cm di bawah
    persis sama dengan induknya,            mata tunas yang paling bawah dan untuk
    terutama dalam hal bentuk buah,         ujung bagian atas sejauh 1 cm dari mata
    ukuran, warna dan rasanya.              tunas yang paling atas. Kondisi daun
    Tanaman asal stek dapat ditanam         pada cabang yang hendak diambil
    pada tempat yang permukaan air          sebaiknya berwarna hijau tua. Dengan
    tanahnya dangkal, karena tanaman        demikian seluruh daun dapat melakukan
    asal stek tidak mempunyai akar          fotosintesis yang akan menghasilkan zat
    tunggang.                               makanan dan karbohidrat. Zat hasil
1. Perbanyakan tanaman buah dengan          fotosintesis akan disimpan dalam organ
    stek merupakan cara perbanyakan         penyimpanan, antara lain di batang. Kar-
    yang praktis dan mudah dilakukan.       bohidrat pada batang berperan sangat
                                            penting yaitu sebagai sumber energi yang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          37
dibutuhkan pada waktu pembentukan          stek akar harus diambil dengan cara
akar baru.                                 menggali lubang di sekeliling pokok
     Ukuran besar cabang yang diambil      pohon induk. Pada akar lateral yang
cukup sebesar kelingking.       Diameter   terpotong, akan tumbuh          akar yang
sekitar 1 cm dengan panjang antara 10-     tumbuh ke arah samping sejajar dengan
15 cm. Cabang tersebut memiliki 3-4        permukaan tanah. Pilihlah akar yang
mata tunas. Kondisi batang pada saat       berdiameter sekitar 1 cm. Setelah akar
pengambilan berada dalam keadaan           diambil, lubang ditutup kembali. Akar
setengah tua dengan warna kulit batang     tanaman       dipotong-potong       dengan
biasanya coklat muda. Pada saat ini        panjang antara 5-10 cm. Pada waktu
kandungan karbohidrat dan auxin            memotong akar, harus diperhatikan agar
(hormon pertumbuhan akar) pada batang      bagian akar yang dekat dengan pohon
cukup memadai untuk menunjang              atau pangkal akar dipotong secara
terjadinya perakaran stek. Pada batang     serong. Bagian dekat ujung akar dipotong
yang masih muda, kandungan karbohidrat     secara datar atau lurus. Hal ini diperlukan
rendah tetapi hormonnya cukup tinggi.      sebagai tanda agar pada waktu
Biasanya pada kasus ini hasil stekan       menyemai posisinya tidak terbalik.
akan tumbuh tunas terlebih dahulu,              Media penyemaian stek akar bisa
padahal stek yang baik harus tumbuh        dari pasir. Penyemaian bisa dilakukan di
akar dulu. Oleh karena itu, stek yang      dalam kotak kayu atau di bedeng
berasal dari batang yang muda sering       persemaian. Stek disemaikan dengan
gagal.                                     cara tegak atau berdiri, atau dapat juga
     Stek tanaman ada yang mudah           dengan dibaringkan. Untuk penyemaian
berakar dan ada juga yang sulit berakar.   posisi tegak, jarak yang direkomndasikan
Untuk tanaman yang mudah berakar           adalah 5x5 cm. Bagian pangkal yang
seperti pada anggur, maka stek bisa        dibenamkan ke dalam media kira-kira 3
langsung disemaikan setelah dipotong       cm atau setengah dari panjang stek.
dari pohon induknya. Tetapi untuk               Bila penyemaian dengan dibaringkan,
tanaman yang sulit berakar, sebaiknya      maka stek disusun dalam barisan.
sebelum stek disemai dilakukan dulu        Jaraknya 5 cm antar barisan, kemudian
pengeratan batang. Selain itu, pemberian   stek di tutup pasir, sehingga stek berada
hormon tumbuh dapat membantu               pada kedalaman 1,5-2 cm di bawah
pertumbuhan akar (Gambar 9)                permukaan media. Setelah 3-4 minggu
                                           stek akan bertunas dan berakar. Stek
2) Stek akar                               bisa dipindahkan ke polybag setelah lebih
                                           kurang 2 bulan. Selanjutnya disimpan di
      Cara penyetekan ini menggunakan      bawah naungan sampai berumur sekitar 6
bagian akar sebagai sarana perbanyakan     bulan.
tanaman. Pada stek batang, tunas keluar
dari mata tunas. Pada stek akar tunas      3) Mempercepat pertumbuhan akar
akan keluar dari bagian akar yang mula-       pada stek
mula berbentuk seperti bintil. Bisa juga
dari bekas potongannya yang mula-mula      a) Pengeratan (girdling) pada batang
membentuk kalus. Dari kalus ini berubah
menjadi tunas atau akar. Ada beberapa          Penimbunan      karbohidrat    pada
jenis tanaman yang dapat diperbanyak       cabang pohon induk yang akan dijadikan
dengan cara stek akar, antara lain jambu   stek dapat dilakukan dengan cara
biji, sukun, jeruk dan kesemek. Bahan      pengeratan kulit kayu sekeliling cabang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                         38
dibuang secara melingkar.          Lebar         pangkalnya sekitar 2 cm dicelupkan
lingkaran sekitar 2 cm. Jarak dari ujung         selama 5 detik ke dalam larutan
cabang ke batas keratan kira-kira 40 cm.         hormon.
Biarkan cabang yang sudah dikerat
selama 2-4 minggu. Pada dasar keratan             Cara celup ini mempunyai beberapa
akan tampak benjolan atau kalus. Pada        keuntungan sebagai berikut: Peralatan
benjolan inilah terjadi penumpukan           yang digunakan lebih sedikit bila
karbohidrat yang berfungsi sebagai           dibandingkan dengan cara perendaman.
sumber tenaga pada saat pem-bentukan         Larutan yang sama bisa digunakan
akar dan hormon auksin yang dibuat di        berulang-ulang. Yang penting setelah
daun. Setelah terlihat benjolan barulah      digunakan, larutan ditutup kembali agar
cabang dapat dipotong dari induknya.         alkoholnya tidak menguap. Naik turunnya
Bagian pangkal cabang sepanjang 20 cm        penyerapan hormon tidak akan terjadi
bisa dijadikan sebagai stek.                 pada waktu pencelupan. Dengan
                                             demikian, banyaknya hormon per satuan
b) Penggunaan hormon tumbuh                  luas permukaan akan tetap, tidak
                                             tergantung keadaan lingkungan.
     Hormon auksin bertindak seba-gai
pendorong awal proses inisiasi atau          (2) Cara rendam (prolonged soaking)
terjadinya akar. Sesungguhnya tanaman            Mula-mula auksin (berbentuk serbuk)
sendiri menghasilkan hormon, yaitu               dilarutkan dalam alkohol 95%.
auksin endogen, akan tetapi banyaknya            Kemudian ditambahkan air sesuai
auksin yang dihasilkan belum cukup               dengan konsentrasi yang dibutuhkan.
memadai untuk mendorong pembentukan              Konsentrasi auksin yang digunakan
akar. Tambahan auksin dari luar                  berkisar     antara     5-100     ppm,
diperlukan untuk memacu perakaran stek.          tergantung jenis tanaman dan jenis
                                                 auksin yang digunakan. Umumnya
(1) Cara celup cepat (quick dip)                 untuk penyetekan tanaman buah
    Pada cara ini hormon auksin                  digunakan konsentrasi 100 ppm
    dilarutkan ke dalam alkohol 50%.             dengan lama perendaman 1-2 jam.
    Kemudian tambahkan air sesuai                Bisa juga dengan konsentrasi 5 ppm,
    dengan konsentrasi yang dibutuhkan.          tetapi waktu perendamannya lama,
    Jenis hormon auksinnya bisa IBA,             yaitu 10-24 jam.
    IAA atau NAA (berbentuk serbuk).             Untuk lebih memudahkan dapat
    Konsentrasi yang digunakan berkisar          menggunakan hormon tumbuh yang
    antara 500-10.000 ppm, tergantung            sudah siap pakai dan banyak dijual
    jenis hormon dan jenis tanamannya.           di toko per-tanian, seperti Atonik atau
    Atau lebih mudahnya menggunakan              Liquinox Start dengan dosis 1-2 cc
    hormon tumbuh yang sudah siap                per 1 liter air (1 sendok makan = 10
    untuk digunakan yang banyak dijual           cc).
    di toko pertanian, seperti Atonik atau       Jadi perbandingan dosis auk-sin
    Liquinox Start dengan dosis 100-200          pada pencelupan dan pe-rendaman
    cc per 1 liter air (1 sendok makan =         adalah 100 : 1.
    10 cc).
    Batang-batang stek yang akan diberi          Cara perendaman sebagai berikut.
    hormon disatukan. Bisa dengan diikat     Batang stek direndam dalam larutan
    menggunakan tali plastik atau karet      auksin kira-kira 2 cm dari bagian pangkal.
    gelang.       Selanjutnya      bagian    Agar pe-nyerapan auksin berlangsung

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           39
dengan      baik,   lama    perendaman          dalam bentuk serbuk dengan berbagi
disesuaikan dengan konsentrasi larutan.         merek dagang.
Perendaman dilakukan ditempat yang
teduh dan agak lembab. Hal ini berguna      4) Persemaian stek
agar penyerapan hormon berjalan teratur,
tidak kurang karena pengaruh lingkungan.         Stek yang sudah diberi perlakuan
                                            hormon penumbuh akar siap untuk
(3) Cara pemberian dengan tepung            disemaikan. Untuk itu perlu menyediakan
    tepung (powder).                        tempat yang kondisinya sesuai. Usaha
    Mula-mula auksin dilarutkan dalam       untuk menumbuhkan stek perlu dilakukan
    alkohol 95%. Ke dalam larutan           pada lingkungan yang mempunyai cahaya
    tersebut ditambahkan talek atau         baur atau terpencar (difusi). Kelembaban
    tepung sesuai dengan konsentrasi        udara sebaiknya tinggi, sekitar 70-90%,
    yang digunakan. Konsentrasi berkisar    Suhu mendekati suhu kamar, 25-27oC.
    antara 1.000-5.000 ppm tergantung       Selain itu dalam pembentukan akar stek
    jenis tanaman dan jenis auksin yang     diperlukan oksigen yang cukup. Oleh
    digunakan.          Pelarut Alkohol     karena itu media yang digunakan harus
    diupayakan untuk diuapkan. Cara         cukup gembur, sehingga aerasinya baik.
    pemakaiannya        adalah   sebagai         Penyemaian dalam kotak kayu
    berikut: basahi pangkal stek dengan     dilakukan dengan rangkaian sebagai
    air, kemudian disentuhkan ke dalam      berikut. Kotak kayu untuk menyemaikan
    tepung. Pangkal stek kemudian           stek bisa dibuat dari papan dengan
    diketuk-ketuk agar auksin yang          ukuran panjang 80-100 cm, lebar 40-50
    melekat tidak berlebihan. Setelah itu   cm dan tinggi 20-30 cm. Ukuran kotak
    stek dapat disemaikan dalam media.      bisa lebih besar atau lebih kecil,
    Pada setiap cara diatas konsentrasi     disesuaikan dengan banyaknya stek yang
    dibuat berdasar-kan ppm. Pengertian     akan disemaikan. Untuk lebih praktis
    ppm (part per million) artinya 1        dapat juga digunakan kotak plastik (box
    bagian hormon dalam sejuta bagian       semai) dengan ukuran panjang 35-40 cm,
    pelarut atau tepung. Jadi jika akan     lebar 25-30 cm dan tinggi 10-15 cm yang
    membuat larutan dengan konsentrasi      banyak dijual di toko pertanian. Media
    1.000 ppm, maka 1.000 mg hormon         tumbuh dapat menggunakan pasir, atau
    dilarutkan dalam 1.000.000 mg           menggunakan campuran pasir dengan
    pelarut, atau 1 gr hormon ke dalam 1    sekam padi dengan perbandingan 2:1.
    kg pelarut.                             Media tersebut dimasukkan ke dalam
    Pembuatan         tepung      dengan    kotak kayu. Tebal lapisan media antara
    konsentrasi 1.000 ppm dengan cara       10-15 cm.
    melarutkan 1 gr hormon dalam 500-            Lakukan     penyiraman       dengan
    1.000 cc alkohol 95%. Setelah diaduk    gembor, sehingga permukaan media
    sampai rata, masukkan 1 kg tepung       turun dan kompak.         Sebelum stek
    (talc)    dan      diaduk    kembali.   disemai, terlebih dahulu dibuat lubang-
    Selanjutnya       tepung     tersebut   lubang kecil pada media. Turus bambu
    dikeringkan       sampai      seluruh   yang dibulatkan bisa dipakai atau dapat
    alkoholnya menguap.                     pula dengan ranting pohon sebesar
    Untuk proses yang lebih mudah           pensil. Perkirakan jarak lubang sekitar
    dapat menggunakan hormon tumbuh         5x5 cm dan dalamnya sekitar 5-7,5 cm
    auksin yang sudah siap digunakan        atau setengah dari panjang stek. Setelah
    dan banyak dijual di toko pertanian     itu baru bagian pangkal stek dimasukkan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                        40
ke dalam lubang. Bagian media di sekitar    menjaga agar kelembaban di sekitar stek
stek ditekan perlahan-lahan agar posisi     menjadi tinggi, bedengan disungkup
stek tidak goyah. Selanjutnya persemaian    dengan plastik transparan.
disiram lagi. Kotak kemudian ditutup
dengan lembar plastik bening atau               Setelah ukuran stek memenuhi
transparan. Sebaiknya kotak di-taruh        standar dan mempunyai akar, maka stek
pada tempat yang terlindung dari teriknya   harus disapih/transplanting. Standar stek
sinar matahari.                             yang siap disapih adalah mempunyai 4-6
     Penyiraman persemaian          harus   daun baru yang sudah mekar dengan
dilakukan setiap hari sekali atau           sempurna            (daun-daun       sudah
tergantung keadaan.       Yang pen-ting     mendapatkan nutrisi dari akar baru yang
media persemaian selalu dalam kondisi       sudaj tumbuh).
basah. Setelah 2-3 bulan stek sudah                Siapkan polybag sesuai dengan
mulai berakar, tunggu beberapa hari lagi           ukuran stek (diamter 10-20 cm).
sampai kelihatannya berwarna coklat dan            Siapkan media pembibitan dengan
stek sudah dapat dipindahkan ke dalam              komposisi tanah dengan kompos
polybag. Cungkil stek dengan bilah                 1:1.
bambu       secara      hati-hati    agar          Isi polybag dengan media tanam
perakarannya tidak menjadi rusak.                  yang telah disiapkan dan buatlah
     Persemaian di bedengan dilakukan              lubang tanam yang sesuai dengan
sebagai berikut. Apabila batang stek               ukuran bibit stek.
yang akan kita semaikan jumlahnya                  Pindahkan bibit stek dengan cara
banyak maka penyemaian bisa dilakukan              mengambil stek beserta akar bibit
dalam bedengan. Bedengan dibuat                    dan sedikit media stek, lalu
dengan arah Utara-Selatan agar stek bisa           benamkan bibit stek dengan hati-
menerima matahari secara baik. Lahan               hati pada media tanam dan timbuh
yang akan dibuat bedengan dicangkul                bibit stek dengan media tanam
sedalam 25-30 cm (sedalam mata                     yang telah disiapkan kemudian
cangkul). Ukuran bedengan dibuat                   lakukan pemadatan seperlunya
selebar 80-100 cm dengan panjang                   agar stek berdiri dengan tegak.
bedengan        disesuaikan       dengan           Pindahkan polybag stek            ke
kebutuhan. Untuk menghindari adanya                bangunan          pembibitan   yang
tanah yang longsor tepi bedengan bisa              bernaungan/ rumah plastik/ rumah
dihalangi dengan bilah bambu atau batu             kaca.
bata.                                              Lakukan         pemeliharaan    stek
     Bedengan perlu dilengkapi dengan              dengan cara menyiram , memupuk,
naungan untuk melindungi bibit dari                mengendalikan OPT dan memberi
sengatan matahari yang berlebihan.                 ajir (jika perlu) sampai dengan stek
Naungan yang bisa terbuat dari daun                cukup besar ukurannya dan siap
kelapa, daun alang-alang atau jerami               untuk dipasarkan.
padi. Jika ingin menggunakan naungan
dari paranet gunakanlah paranet tipe 75%    b. Teknik pencangkokan
(sinar yang masuk ke bedengan sebesar
25%). Tanah lapisan atas ditaburi pasir         Teknik perbanyakan vegetatif dengan
setebal lebih kurang 5 cm. Lakukan          cara pelukaan atau pengeratan cabang
penyiraman agar media basah. Setelah        pohon induk dan dibungkus media tanam
itu batang stek bisa ditancapkan. Jarak     untuk merangsang terbentuknya akar.
stek yang disemaikan ialah 5x5 cm. Untuk    Pada teknik ini tidak ada batang bawah

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          41
dan batang atas. Teknik ini relatif sudah                   beberapa batang saja, sehingga
dilakukan      oleh       petani      dan                   perbanyakan tanaman dalam jumlah
keberhasilannya lebih tinggi, karena pada                   besar tidak bisa dilakukan dengan cara
proses mencangkok akar akan tumbuh                          ini.    Media untuk mencangkok bisa
ketika masih berada di pohon induk.                         menggunakan cocopeat atau serbuk
Produksi dan kualitas buahnya akan                          sabut kelapa ataupun cacahan sabut
persis sama dengan tanaman induknya.                        kelapa. Dapat pula digunakan campuran
Tanaman asal cangkok bisa ditanam                           kompos/ pupuk kandang dengan tanah
pada tanah yang letak air tanahnya tinggi                   (1:1). Kalau disekitar kebun ada tanaman
atau di pematang kolam ikan.                                bambu, maka tanah di bawah bambu
     Disamping keuntungan, terdapat juga                    yang telah bercampur seresah daun
beberapa      kekurangan/         kerugian                  bambu dan sudah membusuk bisa juga
pembibitan dengan sistem cangkok.                           digunakan untuk media cangkok. Waktu
Pada musim kemarau panjang tanaman                          pelaksanaan sebaiknya pada awal musim
tidak tahan kering. Tanaman mudah                           hujan, sehingga cangkokan tidak akan
roboh bila ada angin kencang karena                         kekeringan.      Selain     itu    dengan
tidak berakar tunggang. Pohon induk                         mencangkok di awal musim hujan akan
tajuknya menjadi rusak karena banyak                        tersedia waktu untuk menanam hasil
cabang yang dipotong. Dalam satu pohon                      cangkokan pada musim itu juga.
induk kita hanya bisa mencangkok




                   A                                          B                                    C




                                                        E
                    D                                                                          F


                                                Gambar 3.7.
     Persiapan dan bentuk entres: A. Entres siap disemai. B. Entres dicelupkan ke dalam Zat Perangsang
     Tumbuh C. Entres yang sudah tumbuh akar D. Pangkal entres berbentuk datar E. Pangkal entres
                         berbentuk sisi satu. F. Pangkal entres berbentuk sisi dua.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                42
  A                                                   B




       C
                                                          D




   E                                                      F


                                          Gambar 3.8.
   Persiapan penanaman stek: A. Menyiapkan alat, B. Menyiapkan bahan, C. Menyiapkan sungkup, D.,
                 Menyiapkan media, E. Menyiapkan bahan stek , F. Memangkas daun




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                          43
      A                                              B




                                                         D
          C




  E
                                                         F
                                          Gambar 3.9.
     Penamanan stek pada media tanah: A. Menyiapkan batang stek B. Menyiapkan hormon, C.
   Menanam bahan stek dari cabang mawar, D. Menanam bahan stek dari tangkai daun, E. Menanam
                        bahan stek bunga soka F. Menempatkan hasil stek.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                      44
     G                                                        H




    I
                                                         J

                                         Gambar 3.9 (lanjutan )
         G. Memelihara stek, H. Memeriksa pertumbuhan akar dari bibit yang berasal dari stek, I. Hasil
                          penyetekan, J. Bunga mawar hasil stek batang siap jual.

                                                                  Kemudian        kulitnya     dikelupas
1) Teknik     mencangkok                 secara              sehingga bagian kambium yang seperti
   konvensional                                              lendir tampak jelas.          Kambium ini
                                                             dihilangkan dengan cara dikerik dengan
     Pertama-tama harus dipilih cabang                       mata pisau sehingga bersih atau kering.
yang sehat dan kuat atau sudah berkayu.                      Setelah dikerik pada keratan bagian atas
Ukuran diameternya sekitar 0,5-2 cm,                         diolesi atau-pun tanpa diolesi dengan
tidak lebih kecil dari ukuran pensil.                        hormon tumbuh. Contoh hormon
Sebaiknya warna kulit cabang coklat                          pertumbuhan atau vitamin,            adalah
muda atau hijau kecoklatan tergantung                        Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak
jenis tanaman. Cabang kemudian disayat                       dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc
dengan pisau secara melingkar dan                            untuk 1 liter air. Jika terdapat kesulitan
dibuat memanjang ke bawah sepanjang                          mencari       hormon       tumbuh     dapat
3-5 cm atau dua kali diameter cabang.                        menggunakan pupuk Urea yang dicairkan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                45
dengan kadar 1 % atau 1 gr/1 lt air atau      meningkat dan berbentuk kalus yang
hormon tersebut ditambahkan pada              berubah menjadi akar tanaman. Apabila
media cangkok.                                akar sudah memenuhi media, hasil
     Siapkan dan atur lembaran plastik        cangkokan dianggap berhasil. Daun pada
(kantong       plastik    yang       su-dah   cabang terlihat segar. Cangkokan sudah
dibuka/dibelah) atau sabut kelapa             bisa dipotong atau disapih dari induknya.
melingkar menyelubungi batang di bagian       Pemotongan       cangkokan      dilakukan
bawah keratan (1-2 cm). Posisi lembaran       dengan menggunakan gunting stek atau
plastik menghadap ke arah bawah,              gergaji di bawah ikatan cangkok. Setelah
kemudian diikat dengan tali plastik atau      dipotong dari induknya sebagian daun
rafia. Balik posisi kantong plastik ke arah   dikurangi untuk menghindari penguapan
berlawanan/keatas, se-hingga akan             yang berlebihan. Potong 1/2 - 1/3 helai
diperoleh ikatan tali plastik di dalam        daun dari seluruh daun yang ada dengan
kantong plastik (ikatan bagian bawah          gunting stek. Plastik pembungkus media
tidak kelihatan dari luar/lebih rapi).        dilepaskan.    Setelah      itu   cangkok
Selanjutnya bekas sayatan ditutup             disemaikan dalam polybag.
dengan media cangkok, media diatur                 Sebagai media cangkok di polybag
penempatannya agar rata menutupi luka         bisa digunakan campuran pupuk kandang
keratan sampai melewati luka keratan          dan tanah dengan perbandingan 1: 2.
bagian atas (1-2 cm).              Lakukan    Selanjutnya polybag ini ditempatkan di
pengikatan bagian atas dan bagian             tempat      yang     terlindung    sampai
tengah plastik (kalau dibutuhkan).            cangkokan menjadi segar kembali
     Cangkokan harus dirawat dengan           (biasanya 3-4 bulan). Setelah cukup
cara disiram secara rutin agar tidak kering   besar cangkokan bisa dipindah ke kebun.
atau diposisi atas cangkokan diberi
kantong plastik berisi air dengan satu        2) Teknik mencangkok dengan media
lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes         dalam kantong plastik
atau irigasi tetes dengan menggunakan
potongan batang bambu "bumbung"                    Teknik mencangkok dengan media
berdiameter 5 cm diisi dengan air, tanpa      dalam kantong plastik hampir sama
dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit       dengan cara mencangkok yang normal,
bagian kulit bawah yang nantinya              perbedaannya adalah media cangkok
dilekatkan diatas media cangkokan.            yang digunakan adalah cocopeat (serbuk
Posisi bumbung digantung diatas               sabut kelapa) yang tersedia di toko
cangkokan dengan posisi bawah                 pertanian atau sabut kelapa yang sudah
bumbung merapat dengan posisi tengah          kita perlakukan sendiri, sudah lebih dulu
cangkokan atau ditalikan melekat              dimasukkan ke dalam kantong plastik.
dicangkokan. Bumbung ini dapat bertahan       Perlakuan sabut kelapa meliputi langkah-
selama 3 hari. Biasanya setelah 2-3           langkah sebagai berikut.
bulan pada cangkokan yang berhasil akan             Sabut    kelapa     dikupas    atau
tumbuh akar. Pada cangkok, akar keluar             dipisahkan dengan bagian kulit
karena aliran zat makanan (karbohidrat)            luarnya yang keras, yang digunakan
dan auksin (hormon tumbuh yang                     hanya sabut kelapa tanpa kulitnya.
mendorong keluarnya akar) mengalir ke              Sabut kelapa direndam dalam air,
bawah melalui kulit kayu (phloem) dan              paling lama 1 minggu agar melunak
tertahan di bagian keratan sebelah atas,           sehingga mudah dipisah-pisahkan
sehingga pada keratan bagian atas ini              dan hilang kandungan zat yang ada
penimbunan karbohidrat dan hormon jadi             di sabut kelapa tersebut, karena zat

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           46
     tersebut       dapat      menghambat                      dicairkan dengan kadar 1 % atau 1
     pembentukan akar tanaman. Untuk                           gr/1 lt air.
     pemakaian cocopeat tanpa melalui                          Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan
     perendaman dalam air (dapat                               serat-seratnya, maka sabut kelapa
     langsung digunakan).                                      tersebut sudah siap digunakan,atau
     Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan                       sabut kelapa kita potong-potong lebih
     serat-seratnya, maka sabut kelapa                         kecil. Media, serbuk/potongan sabut
     tersebut sudah siap digunakan, atau                       kelapa kita taruh di wadah.
     sabut kelapa kita potong-potong lebih                     Tambahkan hormon pertumbuhan
     kecil.                                                    atau vitamin, contoh Liquinox Start
     Tambahkan hormon pertumbuhan                              Vitamin B-1 yang banyak dijual di
     atau vitamin, contoh Liquinox Start                       toko pertanian dengan dosis 2 cc
     Vitamin B-1 yang banyak dijual di                         untuk 1 liter air, atau cara mudahnya
     toko pertanian dengan dosis 2 cc                          adalah 1 sendok makan = 1 tutup
     untuk 1 liter air, atau cara mudahnya                     kemasan = 10 cc. Jika kesulitan
     adalah 1 sendok makan = 1 tutup                           mencari hormon tumbuh dapat
     kemasan = 10 cc. Jika kesulitan                           menggunakan pupuk Urea yang
     mencari hormon tumbuh dapat                               dicairkan dengan kadar 1 % atau 1
     menggunakan pupuk Urea yang                               gr/1 lt air.




                                                         B
            A




                                                         D
            C

                                           Gambar 3. 10 .
Proses pencangkokan secara konvensional. A. Pengupasan kulit batang, B. Pengikatan lembaran plastik di
    bawah kupasan kulit daun, C. Pengisian media ke dalam lembaran plastik D. Teknik pencangkokan
                                      konvensional telah selesai.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                47
 A                                                  B




 C                                                  D

                                               Gambar 3.11.
               Prosesn Pencangkokan konvensional yang dimodifikasi. A. Pengupasan kulit batang, B.
     Pembukaan kantong plastik berisi media, C. Cabang yang sudah dikupas kulitnya dimasukan ke dalam
                 kantong media Teknik pencangkokan yang efektif dan efisien telah selesai
      Contoh penggunaan media: 2 kg                      dimasukkan dari bagian bawah luka bila
serbuk kelapa kering dicampur dengan 1                   posisi batang melintang atau datar, pada
liter air yang sudah dicampur dengan 1-3                 posisi batang tegak memasukkan
tetes hormon pertumbuhan, kemudian                       bebas,kemudian di-selubungkan secara
diratakan hingga diperoleh campuran                      merata ke keratan batang tanaman.
yang basah. Media cangkok dimasukkan                         Pada batang tanaman dilakukan
ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg                     pengikatan, agar media berada pada
untuk diameter batang yang kecil dan ½                   posisi yang benar (letak sobekan
kg untuk diameter batang yang lebih                      menghadap ke atas (bila posisi batang
besar (ukuran kantong plastik disesuaikan                mendatar) dan media rata menyelubungi/
dengan diameter batang yang akan                         menutup keratan/ luka di batang
dicangkok). Isikan media dan padatkan                    tanaman). Dengan teknik ini diperoleh
sampai ¾ plastik, kemudian tarik ujung                   keuntungan      antara      lain:     (a)
kantong plastik dan ditalikan. Dari 2 kg                 Pencangkokan lebih cepat dan ringkas,
media akan dihasilkan 15-20 media dalam                  (b) Jumlah tanaman yang kita cangkok
kantong plastik.                                         bisa lebih banyak per satuan waktu. (c)
      Media dalam kantong plastik tersebut               Kita punya persediaan media dalam
tahan sampai dengan 1 bulan. Cara                        kantong plastik yang mudah dibawa
penggunaan media tersebut tinggal                        kemana-mana dan mudah dipakai
menyobek/ mengiris memanjang satu sisi                   sewaktu-waktu.
kantong plastik dan sisi sobekan tadi

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                               48
Gambar 3.12 . Pohon induk untuk cangkokan (kiri) dan cabang yang dapat dijadikan bibit cangkokan (kanan)




                        A                                                     B




                        C                                                     D




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                  49
                          E                                                    F
                                           Gambar 3.13.
   Proses pencangkokan. A. Mengelupas kulit cabang, B. Membuang kambium cabang, C. Memberi
  hormon auxin pada sayatan bagian atas, D. Memasang plastik untuk menampung media cangkok, E.
      Membubuhkan tanah sebagai media tumbuh akar, F. Membungkus dan mengikat dengan tali




                      G                                                   H




                      I                                                    J
                                      Gambar 3.13 .(lanjutan).
      G. Memelihara cangkokan, disiram/disemprot dengan air, H. Menyiapkan media pembibitan, I.
    Memotong hasil cangkok, J. Memelihara bibit dari hasik pencang-kokan melalui kegiatan penyiram-
           an.pengendalian OPT dn pemberian pupup untuk nutrisi bibit baru hasil cangkok




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                             50
                                             1) Manfaat sambungan pada tanaman

                                                  Manfaat sambungan pada tanaman
                                             adalah untuk memperbaiki kualitas dan
                                             kuantitas hasil tanaman, dihasilkan
                                             gabungan       tanaman    baru   yang
                                             mempunyai keunggulan dari segi
                                             perakaran dan produksinya, juga dapat
                                             mempercepat waktu berbunga dan
                                             berbuah (tanaman berumur genjah) serta
                                             menghasilkan tanaman yang sifat
                                             berbuahnya sama dengan induknya.
                                             Mengatur proporsi tanaman agar
  Gambar 3.14. Bibit cangkok yang tealah
                                             memberikan hasil yang lebih baik,
  berakar sudah siap untuk dipisahkan dari   tindakan ini dilakukan khususnya pada
  pohon induk.                               tanaman yang berumah dua, misalnya
                                             tanaman melinjo. Peremajaan tanpa
  c. Teknik penyambungan                     menebang pohon tua, sehingga tidak
                                             memerlukan bibit baru dan menghemat
     Penyambungan atau enten (grafting)      biaya eksploitasi.
adalah penggabungan dua bagian
tanaman yang berlainan sedemikian rupa       2) Syarat batang         bawah     untuk
sehingga merupakan satu kesatuan yang           sambungan
utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman
setelah terjadi regenerasi jaringan pada           Untuk menyiapkan batang ba-wah
bekas luka sambungan atau tautannya.         dapat menggunakan biji asalan atau
     Bagian bawah (yang mempunyai            "sapuan” sehingga menghasilkan batang
perakaran) yang menerima sambungan           bawah, tetapi ada varietas tanaman yang
disebut batang bawah (rootstock atau         baik khusus untuk batang bawah yaitu
understock) atau sering disebut stock.       durian varietas bokor dan siriwig, karena
Bagian tanaman yang disambungkan atau        biji besar sehingga mampu menghasilkan
disebut batang atas (scion) dan              sistem perakaran yang baik dan tahan
merupakan sepotong batang yang               terhadap busuk akar.
mempunyai lebih dari satu mata tunas               Pada saat bibit berdiameter 3-5 mm,
(entres), baik itu berupa tunas pucuk atau   dan berumur sekitar 3-4 bulan, bibit
tunas samping. Penyambungan batang           dalam fase pertumbuhan yang optimum
bawah dan batang atas ini biasanya           (tingkat kesuburannya baik), kambium
dilakukan antara dua varietas tanaman        aktif, sehingga memudahkan dalam
yang masih dalam spesies yang sama.          pengupasan dan proses merekatnya mata
Misalnya penyambungan antar varietas         tempel ke batang bawah.
pada tanaman durian. Kadang-kadang                 Agar menghasilkan bibit yang baik
bisa juga dilakukan penyambungan             disarankan penyiraman dalam jumlah
antara dua tanaman yang berlainan            yang cukup (media cukup basah). Batang
spesiesnya tetapi masih dalam satu famili.   bawah dipupuk dengan Urea 1-2 minggu
Tanaman mangga (Mangifera indica)            sebelum penempelan. Gunakan media
disambung denga tanaman kweni                tanam dengan komposisi tanah subur :
(Mangifera odorata).

Teknik Pembenihan Tanaman                                                          51
tanah, pupuk kandang : sekam padi              sedang tumbuh tunas baru (trubus) atau
(1:1:1).                                       sedang berdaun muda, maka bagian
     Gunakan polybag ukuran 15x20 cm           pucuk muda ini dibuang dan bagian
yang sanggup bertahan dari biji sampai 3       pangkalnya sepanjang 5-10 cm dapat
bulan siap tempel sampai dengan 3 bulan        digunakan sebagai entres.
setelah tempel, setelah periode tersebut             Pada durian bila entres yang
polybag harus diganti dengan ukuran            digunakan berasal dari cabang yang
yang lebih besar 20x30 cm, atau                tumbuh tegak lurus, maka bibit
langsung ke polybag 30x40 cm                   sambungannya akan tumbuh tegak
tergantung permintaan pasar dan                dengan percabangan ke semua arah atau
seterusnya semakin besar pertumbuhan           simetris. Namun bila diambil dari cabang
tanaman maka ukuran polybag semakin            yang lain, pertumbuhan bibitnya akan
besar. Kecuali untuk pengangkutan jarak        meng-arah ke samping, berbentuk seperti
jauh dalam jumlah banyak maka gunakan          kipas. Bentuk ini berangsur-angsur hilang
polybag yang lebih kecil dari biasanya.        bila tanaman menjelang dewasa.

3) Syarat batang atas untuk sambungan          4) Tipe sambungan jika ditinjau dari
                                                  bagian   batang   bawah     yang
     Batang atas atau entres yang akan            disambung
disambungkan pada batang bawah
diambil dari pohon induk yang sehat dan              Ada dua tipe sambungan, yaitu
tidak terserang penyakit. Pengambilan          sambungan pucuk, dan sambungan
entres       ini    dilakukan      dengan      samping. Sambung pucuk (top grafting)
menggunakan gunting stek atau silet yang       merupakan cara penyambungan batang
tajam (agar diperoleh potongan yang            atas pada bagian atas atau pucuk dari
halus dan tidak mengalami kerusakan)           batang bawah. Caranya sebagai berikut.
dan bersih (agar entres tidak                  Memilih batang bawah yang diameter
terkontaminasi oleh penyakit).                 batangnya disesuaikan dengan besarnya
     Entres yang akan diambil sebaiknya        ba-tang atas. Umur batang bawah pada
dalam keadaan dorman (istirahat)               keadaan siap sambung ini bervariasi
pucuknya serta tidak terlalu tua dan juga      antara 1-24 bulan, tergantung jenis
tidak terlalu muda (setengah berkayu).         tanamannya. Se-bagai contoh, untuk
Panjangnya kurang lebih 10 cm dari ujung       durian umur 3-4 bulan, mangga dan
pucuk, dengan diameter sedikit lebih kecil     alpukat umur 3-6 bulan. Manggis pada
atau sama besar dengan diameter batang         umur 24 bulan baru bisa disambung
bawahnya.                                      karena sifat pertumbuhannya lambat.
     Entres dalam keadaan dorman ini                 Batang bawah dipotong setinggi 20-
bila dipijat dengan dua jari tangan akan       25 cm di atas permukaan tanah. Gunakan
terasa padat, tetapi dengan mudah bisa         silet, pisau okulasi atau gunting stek yang
dipotong dengan pisau silet. Selain itu bila   tajam agar bentuk irisan menjadi rapi.
dilengkungkan keadaannya tidak lentur          Batang bawah kemudian dibelah
tetapi sudah cukup tegar.           Entres     membujur sedalam 2-2,5 cm. Batang
sebaiknya dipilih dari bagian cabang yang      atas yang sudah disiapkan dipotong,
terkena sinar matahari penuh (tidak            sehingga panjangnya antara 7,5-10 cm.
ternaungi) sehingga memungkinkan               bagian pangkal disayat pada kedua
cabang memiliki mata tunas yang tumbuh         sisinya sepanjang 2-2,5 cm, sehingga
sehat dan subur. Bila pada waktunya            bentuk irisannya seperti mata kampak.
pengambilan entres, keadaan pucuknya

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             52
Selanjutnya batang atas dimasukkan ke             Batang atas dibuat irisan me-runcing
dalam belahan batang bawah.                  pada kedua sisinya. Sisi irisan yang
      Pengikatan dengan tali plastik yang    menempel pada batang bawah dibuat
terbuat dari kantong plastik ½ kg selebar    lebih panjang menyesuaikan irisan di
1 cm. Kantong plastik ini ditarik pelan-     batang bawah dari sisi luarnya. Batang
pelan, sehingga panjangnya menjadi 2-3       atas tersebut disisipkan pada irisan belah
kali panjang semula.Terbentuklah pita        dari batang bawah. Dengan demikian,
plastik yang tipis dan lemas. Pada waktu     batang bawah dan batang atas akan
memasukkan entres ke belahan batang          saling berhimpitan. Kedua lapisan
bawah perlu diperhatikan agar kambium        kambium harus diusahakan agar saling
entres bisa bersentuhan dengan kam-          bersentuhan dan bertaut bersama.
bium batang bawah. Sambungan                      Setelah      selesai      disambung,
kemudian disungkup dengan kantong            kemudian diikat dengan tali plastik. Untuk
plastik bening. Agar sungkup plastik tidak   menjaga agar tidak terkontaminasi atau
lepas bagian bawahnya perlu diikat.          mengering, sambungan dan batang atas
Tujuan       penyungkupan       ini  untuk   ditutup dengan kantong plastik. Setelah
mengurangi penguapan dan menjaga             batang atas menunjukkan pertumbuhan
kelem-baban udara di sekitar sambungan       tunas, kurang lebih 2 minggu setelah
agar tetap tinggi. Tanaman sambungan         penyambungan, kantong plastik serta tali
kemudian ditempatkan di bawah naungan        plastik bagian atas sambungan dibuka
agar terlindung dari panasnya sinar          lebih dulu, sedangkan tali plastik yang
matahari. Biasanya 2-3 minggu kemudian       mengikat langsung tempelan batang atas
sambungan yang berhasil akan tumbuh          dan kulit batang bawah dibiarkan, sampai
tunas. Sambungan yang gagal akan             tautan sambungan cukup kuat.
berwarna hitam dan kering. Pada saat ini     Bilamana sudah dipastikan bahwa batang
sungkup plastiknya sudah bisa dibuka.        atas dapat tumbuh dengan baik, bagian
Namun, pita pengikat sambungan baru          batang bawah di atas sambungan
boleh dibuka 3-4 minggu kemudian. Untuk      dipotong. Pemotongan perlu dilakukan
selanjutnya kita tinggal merawat sampai      supaya tidak terjadi kompetisi kebutuhan
bibit siap dipindah ke kebun                 zat makanan yang diperlukan untuk
      Tipe sambungan kedua adalah            pertumbuhan lanjutan dari batang atas.
sambungan samping. Pada dasarnya,
pelaksanaan sambung samping sama
seperti pelaksanaan model sambung
pucuk. Sambung samping merupakan
cara penyambungan batang atas pada
bagian samping batang bawah. Caranya
sebagai berikut. Batang bawah dipilih
yang baik. Ukuran batang atas tidak perlu
sama dengan batang bawah, bahkan
lebih baik dibuat lebih kecil. Pada batang
bawah dibuat irisan belah dengan
mengupas bagian kulit tanpa mengenai
kayu atau dapat juga dengan sedikit
menembus bagian kayunya. Irisan kulit
batang bawah dibiarkan atau tidak
dipotong.


Teknik Pembenihan Tanaman                                                           53
                                                   B
                   A                                                                 C




                   D                               E
                                                                                     F




                  G                                H

                                                  Gambar 3.15.
           Proses pembibibitan tanaman dengan teknik sambungan, A. Pemotongan batang bawah, B.
           Pembelahan batang bawah, C. Melancipkan 2 sisi pangkal batang atas, D. Batang atas siap
        disambungka, E dan F, Pengikatan dengan tali plastik, G Sambungan telah diikat, H. Sambungan
           diselubungi dengan kantong plastik, I. Sambungan telah jadi dan bertaut ditandai keluarnya
                                                  kuncup daun




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                               54
d. Teknik penempelan tunas (okulasi)         tempel ke batang bawah. Disarankan
                                             penyiraman cukup (media cukup basah)
     Penempelan atau okulasi (budding)           Batang bawah dipupuk dengan Urea
adalah penggabungan dua bagian               1-2 minggu sebelum penempelan.
tanaman yang berlainan sedemikian rupa       Gunakan media tanam dengan komposisi
sehingga merupakan satu kesatuan yang        tanah subur: tanah, pupuk kandang :
utuh dan tumbuh sebagai satu tanaman         sekam padi (1:1:1). Gunakan polybag
setelah terjadi regenerasi jaringan pada     ukuran 15x20 cm yang sanggup bertahan
bekas luka sambungan atau tautannya.         dari biji sampai 3 bulan siap tempel
     Bagian bawah (yang mempunyai            sampai dengan 3 bulan setelah tempel.
perakaran) yang menerima sambungan           Setelah periode tersebut polybag harus
disebut batang bawah (rootstock atau         diganti dengan ukuran yang lebih besar
understock) atau sering disebut stock.       20x30 cm, atau langsung ke polybag
Bagian tana-man yang ditempelkan atau        30x40 cm tergantung permintaan pasar
di-sebut batang atas, entres (scion) dan     dan      seterusnya     semakin      besar
merupakan potongan satu mata tunas           pertumbuhan tanaman harus diimbangi
(entres). Dalam buku ini coba kita           dengan ukuran besar polybag. Kecuali
kenalkan "Okulasi Cipaku" karena teknik      un-tuk alasan pengangkutan jarak jauh
okulasi ini banyak dikembangkan dan          untuk efisiensi tempat kita gunakan
digu-nakan oleh petani penangkar bibit di    polybag yang lebih kecil dari biasanya.
daerah Cipaku dan sekitarnya, di
Kabupaten Bogor. Biasanya penangkar          2) Syarat batang atas untuk okulasi
bibit melakukan okulasi pada saat batang
bawah sudah sebesar ukuran pensil.                Entres yang baik adalah yang
Sedangkan okulasi Cipaku dilakukan           cabangnya dalam keadaan tidak terlalu
pada batang bawah berukuran sebesar          tua dan juga tidak terlalu muda (setengah
pangkal lidi, sehingga bisa meng-hasilkan    berkayu). Warna kulitnya coklat muda
bibit lebih cepat dari pada sistem okulasi   kehijauan atau abu-abu muda. Entres
yang lama.Teknik okulasi cipaku ini          yang diambil dari cabang yang terlalu tua
adalah pengem-bangan teknik okulasi          pertumbuhannya lambat dan persentase
sistem Forkert.                              keberhasilannya rendah. Besar diameter
                                             cabang untuk entres ini harus sebanding
1) Syarat batang bawah untuk okulasi         dengan besarnya batang bawahnya.
                                                  Cabang entres untuk okulasi
     Dapat menggunakan biji asal-an atau     sebaiknya tidak berdaun (daunnya sudah
"sapuan" untuk mengha-silkan batang          rontok). Pada tanaman tertentu sering
bawah, tetapi ada varietas durian yang       dijumpai cabang entres yang masih ada
baik khusus untuk batang bawah yaitu         daun melekat pada tangkai batangnya.
varietas bokor dan siriwig, karena biji      Untuk itu perompesan daun harus
besar sehingga mampu menghasilkan            dilakukan     dua      minggu     sebelum
sistem perakaran yang baik dan tahan         pengambilan cabang entres. Dalam waktu
terhadap busuk akar.                         dua minggu ini, tangkai daun akan luruh
     Batang diupayakan berdiameter 3-5       dan pada bekas tempat melekatnya
mm, berumur sekitar 3-4 bulan. Dalam         (daerah absisi) akan terbentuk kalus
fase pertumbuhan yang optimum (tingkat       penutup luka yang bisa mencegah
kesuburannya baik), kambiumnya aktif,        masuknya mikro-organisme penyebab
sehingga       memudahkan         dalam      penyakit (patogen).
pengupasan dan proses merekatnya mata

Teknik Pembenihan Tanaman                                                           55
      Syarat lain yang perlu diperhatikan   kondisi aktif dan optimum. Diatas Jam
pada waktu pengambilan entres adalah        12.00 siang daun mulai layu. Tetapi ini
kesuburan dan kesehatan pohon induk.        bisa diatasi dengan menempel di tempat
Untuk meningkatkan kesuburan pohon in-      yang teduh, terhindar dari sinar matahari
duk, biasanya tiga minggu sebelum           langsung.
pengambilan batang atas dilakukan                Kebersihan alat okulasi, silet yang
pemupukan dengan pupuk NPK.                 akan digunakan langsung kita belah dua
Kesehatan pohon induk ini penting karena    saat masih alam bungkusan kertas,
dalam kondisi sakit, terutama penyakit      sehingga silet kita tetap dalam kondisi
sistemik mudah sekali ditularkan pada       bersih satu belahan kita gunakan
bibit.                                      sedangkan belahan lainnya kita sim-pan
      Entres diambil setelah kulit kayu     untuk pengganti belahan silet pertama
cabangnya dengan mudah dapat                apabila dirasa sudah tidah tajam lagi.
dipisahkan dari kayunya (dikelupas).        Perawatan alat okulasi, setelah digunakan
Bagian dalam kulit kayu ini (kambium)       silet di-bersihkan dan dibungkus lagi de-
akan tampak berair, ini menandakan          ngan kertas pembungkusnya agar tidak
kambiumnya aktif, sehingga bila mata        berkarat.
tunasnya segera diokulasikan akan                Petani terampil satu bagian silet
mempercepat pertautan dengan batang         mampu digunakan untuk 100 s/d 200 kali
bawah.                                      okulasi sehingga dengan dua bagian silet
                                            mampu dihasilkan 200 s/d 400 okulasi da-
3) Faktor yang menunjang keberhasilan       lam sehari (10 jam kerja). Seorang
   okulasi                                  pembibit yang berpengalaman dalam 1
                                            jam mampu menempel sekitar 40
    Waktu terbaik pelaksanaan okulasi       tempelan. Kerja mulai jam 06.00-12.00 (6
adalah pada pagi hari, antara jam 07.00-    jam) dilanjutkan jam 13.00-17.00 (4 jam),
11.00 pagi, ka-rena saat tersebut           sehingga 10 jam kerja dalam 1 hari
tanaman se-dang aktif berfotosintesis       dihasilkan 10x40 = 400 tempelan.
sehingga kambium tanaman juga dalam




                                                                        D
           A                                     C
                               B




Teknik Pembenihan Tanaman                                                         56
           E

                                           F                         G
                                                                                               H




           I
                                       J
                                                                                K

                                              Gambar 3.16.
     Proses pembuatan bibit dengan cara okulasi. A. Okulasi dengan menggunakan bibit berdiameter 3-5
     mm, berumur 3-4 bulan., B. Pembuatan sayatan di batang bawah, C. Pengambilan mata entres dari
     batang atas, D. Mata entres terpisah dengan batang atas, E. Mata entres terlepas dengan kayunya,
     F. Mata entres terlepas tanpa kayunya dan siap ditempel, G. Menempelkan mata entres ke sayatan
     batang Bawah., H. Pengikatan dengan tali plastik, I. Arah ikatan dari bawah ke atas, J. Setelah 2-3
                   minggu okulasi sudah dapat dibuka, K Mata tunas tumbuh hasil okulasi




     Pembuatan tali plastik dari kantong                    1 kantong plastik ukuran ½ kg menjadi 12
plastik berukuran ½ kg (12x25 cm) atau 2                    irisan bolak-balik sehingga menjadi 24
kg (20x35 cm). Gunakan plastik yang                         irisan x 3 bagian (8 cm) dihasilkan sekitar
tahan santan dan minyak. Membuat irisan                     72 tali plastik x ¼ kg (isi 140 lembar)
memanjang dengan lebar 0.5-1 cm.                            maka dihasilkan 10.080 tali plastik,
Pengirisan      dengan      silet,    yang                  sedangkan 1 kantong plastik ukur-an 2 kg
bergeraknya plastiknya bukan siletnya.                      menjadi 20 irisan bolak balik sehingga
Untuk pemula pengirisan plastik bisa                        menjadi 40 irisan x 4 bagian (8 cm)
beralaskan papan atau kaca, sedangkan                       dihasilkan sekitar 160 tali plastik x ¼ kg
yang sudah biasa pengirisan kantong                         (isi 60 lembar) maka dihasilkan 9.600 tali
plastik dapat langsung di atas paha kita.                   platik. Harga 1/4 kg kantong plastik
     Cara menghitung kebutuhan tali                         harganya Rp 3.000,-, ¼ kg plastik ukuran
plastik adalah sebagai berikut. Biasanya                    ½ kg berisi 140 kantong plastik dan ¼ kg

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                  57
plastik ukuran 2 kg berisi 60 kantong         kali atau yang ke-3 berjarak sepanjang
plastik.                                      silet pada sisi yang berlawanan dengan
     Membersihkan tali plastik dengan         okulasi ke-2 atau sama sisi dengen
cara dipegang dengan jari direntangkan        okulasi ke-1. Kalau itupun gagal kita bisa
dan diketek-ketek atau digerakan biar         gunakan alternatif dengan teknik
menjadi ber-sih, jangan dilap. Biasanya       sambung pucuk atau kita menunggu
kan-tong plastik yang habis kita iris         tanaman tumbuh lebih tinggi. Tetapi
menjadi tali plastik, kita gosok-gosokan ke   jangan melakukan okulasi 2 atau 3
telapak tangan kita biar tidak licin/lebih    sekaligus pada tanaman karena itu akan
kesat.                                        membuat stress tanaman.
                                                   Panjang silet sekitar 4 cm, sehingga
4) Cara okulasi                               jarak tempat okulasi pertama adalah
                                              setinggi sekitar 12 cm di atas batas akar
a) Perlakuan pendahuluan                      dan batang. Buang daun dibawah posisi
                                              tempat sayatan, untuk memudahkan
     Batang bawah dengan polybagnya           penempelan atau tidak menghalangi
dipegang dan diangkat sedikit keatas lalu     pandangan.
ditekan miring ke bawah sehingga posisi            Penyayatan kulit batang bawah
tanaman dan polybagnya menjadi miring         mendatar selebar 3-4 mm dengan 2 atau
ke arah luar, agar memudahkan mencari         3 kupasan, tergantung pada besar
posisi batang yang akan di tempel dan         kecilnya diameter batang bawah dan
pengerjaan penempelan, gerakan ini juga       diseimbangkan dengan besar kecilnya
mampu menjatuhkan embun/ air yang             entres, lalu ditarik ke bawah sepanjang
melekat di daun, agar lebih banyak            lebih kurang 1,5-3 cm, sehingga menjulur
embun/air yang jatuh, gerakan batang          seperti lidah. Sayatan ini kemudian
bawah sekali lagi dengan tangan.              dipotong ¾ panjangnya atau menyisakan
     Batang bawah dibersihkan dari            sedikit sayatan (<1/3 bagian) cukup untuk
kotoran/debu dengan cara mengusap             tempat menahan sayatan atau pola mata
dengan ibu jari dan telunjuk tangan kita      entres.
pada bagian yang akan dibuat sobekan
untuk okulasi.                                c) Pengambilan mata entres

b) Pembuatan sayatan untuk tempat                  Kriteria mata entres yang baik dari
   menempel entres                            segi ukuran:
                                                   Mata entres yang sudah plast/mekar
     Bagian batang bawah yang akan                 (tidak bagus).
dijadikan     tempat     okulasi    harus          Mata entres yang besar tapi belum
diperhatikan       dengan        seksama.          plast/sedang/bentuknya         sudah
Penentuan tempat okulasi, buat tempat              menonjol (terbaik untuk ditempel).
sayatan/ kupasan/ sobekan setinggi 3 kali          Mata tunas kecil/dormant/ istirahat
tinggi/panjang silet dari batas akar dan           (dapat digunakan tapi agak lama
batang, karena bila okulasi pertama gagal          melekatnya dan pertumbuhannya
setelah 3 minggu kita bisa mengokulasi             juga relatif lama).
lagi tepat berjarak sepanjang silet                Kriteria mata entres yang baik dari
dibawah luka okulasi pertama pada sisi        segi pengerjaan dan bentuk:
yang berlawanan, kalau okulasi ke-2                Mudah dikupas (menandakan bawah
masih gagal dalam 3 minggu berikutnya              kambiumnya/ jaringannya aktif).
kita dapat mengulang untuk yang terakhir           Kelihatan ernas/ sehat/ segar.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            58
     Diambil dari ranting yang berdiameter   sontekan halus sehingga terlepaslah kulit
     2-4 mm, atau diameternya sama           yang membawa mata entres dengan kayu
     dengan batang bawah.                    dan sayatan kayu tidak terlepas dari
     Warna kulit sama dengan warna kulit     ranting.
     batang      bawah       (menunjukkan         Apabila ranting yang terdapat mata
     kesesuaian secara fisiologis).          entres terlalu kecil, biasanya sayatan ikut
                                             melepaskan kayu terikut dengan sayatan,
     Pengambilan/pengupasan pola mata        kalau itu terjadi kita masih dapat
entres dari atas ke bawah, karena yang       memisahkan mata entres dengan kayu
dilekatkan/yang menjadi faktor penentu       tersebut dengan sontekan ujung silet
tingkat keberhasilan adalah lekatan pola     yang hatihati. Kemudian rapihkan irisan
entres bagian bawah rapat dengan pola        sisi bawah entres untuk menghindari
jendela di batang bawah. Atau dengan         irisan sisi bawah entres dari kotoran atau
kalimat lain bahwa yang diperlukan           infeksi, yang menjadi perhatian pola
adalah sisi bawah yang bersih, karena        sayatan mata entres harus bersih dari
syarat mutlak agar tempelan jadi adalah      kayu dan apabila dilihat tidak
pola mata entres harus melekat/              meninggalkan lubang di bekas kulit mata
menempel rapat pada sisi bawah dan           entres, maka sayatan pola mata entres
salah satu sisi samping, sedangkan sisi      tersebut siap untuk ditempelkan.
atas dan sisi samping lainnya tidak
melekatpun tidak apa-apa, tetapi lebih       c) Menempelkan mata entres ke
sempurna kalau semua sisi menempel              sayatan batang bawah
rapat (tetapi keadaan tersebut sulit
dicapai). Ukuran sayatan mata tempel              Ambil sayatan mata entres,
sedikit lebih kecil dari ukuran sayatan      masukkan,        lekatkan,  tempelkan,
batang bawah.                                tancapkan dan tekan entres pada sisa
     Batang disayat agak dalam sehingga      sobekan di batang bawah. Prinsipnya
menembus kayu. Tangan kiri memegang          semakin cepat penem-pelan dari
ranting yang mau diambil mata entresnya,     pengambilan entres semakin baik, persen
ibu jari tangan kiri menahan ranting dan     jadinya makin tinggi.
membantu mendorong ke arah atas saat
silet ditangan kanan mulai bergerak          d) Pengikatan
membuat sayatan menembus kayu,
panjang sayatan sekitar 0.5-1 cm diatas           Ambil tali dan tarik tali plastik yang
mata entres dan 0.5-1 cm dibawah mata        disiapkan untuk pengikatan, pengikatan
entres (sayatan mata entes se-panjang        dari bawah tempelan melingkar ke atas
sekitar 1-1.5 cm), sayatan untuk             dimulai sekitar 0.5 cm di bawah
pengambilan entres harus dengan satu         sayatan/jendela, tali plastik disusun saling
gerakan mulus searah dan tidak boleh         tindih seperti menyusun genting,
dengan gerakan terputus-putus.               pengikatan dengan hatihati jangan terlalu
     Setelah sayatan melewati mata           kencang (mengganggu proses penyatuan
entres, kemudian membuat kerat-an            batang bawah dan entres), atau kurang
melingkar mengarah miring ke dalam           kencang/ kendur (air bisa masuk ke luka
menghubungkan kedua sisi sayatan             tempelan,       sehingga         menginfeksi
bidang pola mata entres, untuk               tempelan) gunakan perasaan da-lam
memisahkan mata entres dengan kayu           pengikatan. Pengikatan di dekat mata
dengan cara mengait pola dengan ujung        entres harus lebih hati-hati, ikat bagian
silet atau dengan kuku jari dengan           bawah mata entres menuju bagian atas

Teknik Pembenihan Tanaman                                                            59
mata entres, ikat arah menyilang menuju                  sendirinya bila mata entres sudah besar.
bawah mata entres, ikat bagian bawah                     Mata entres yang masih kecil ditutup
mata entres, kembali menyilang ke atas                   dengan tali plastik, tetapi disiasati dengan
mata entres usa-hakan sekitar mata                       menyisakan potongan tangkai daun
entres terikat sempurna sehingga air tidak               dibawahnya agak panjang sedikit,
ma-suk ke dalam tempelan. Lanjutkan                      sehingga walaupun di tutup tapi sisa
pengikatan ke arah atas sampai ikatan                    potongan tangkai daun masih mam-pu
menutupi 0.5 cm diatas luka sayatan                      melindungi mata entres kecil dari tekanan
batang bawah, lalu kunci ikatan dan tarik                pengikatan tali plastik sehingga cukup
tali plastik dan potong/rapikan sisa tali                ruang untuk tumbuh dan mata entres
plastik.                                                 tidak patah. Jika mata tunasnya tidak
     Mata entres yang besar atau                         menonjol seperti pada mangga dan jeruk,
menonjol, semisal pada durian tidak                      mata tunas boleh ditutup rapat dengan
ditutup tali plastik saat pengikatan,                    pita plastik.
tangkai daun dipotong penuh/biasanya
tangkai daunnya sudah tanggal dengan




                        A                                                    B




                        C                                                    D

                                                 Gambar 3.17.
       Proses Pembibitan duria dengan teknik sambung, A. Menyiapkan alat dan bahan, B. Menyediakan biji
                             durian untuk batang bawah C. Mencampur media semai, D. Mengisi polybag
                                                     untuk menyemai biji durian




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                             60
                       E
                                                                          F




                       G                                                 H




                                                                          J
                       I
                                         Gambar 3.17 (Lanjutan)
           E. Menyemai biji durian untuk batang bawah, F. Memberi pupuk untuk batang bawah,
           G. Memelihara batang bawah, H. Menyiapkan calon entres, I. Menyayat batang bawah
                        untuk menempelkan entres, J. Menyiapkan calon entres.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                     61
                       K
                                                                            L




                       M                                                    N




                       O                                                    P

                                       Gambar 3.17 (Lanjutan).
       K. Mengambil entres, L. Menyelipkan entres, M. Membalut entres, N. Membalut dan mengikat
                        entres, O. Memelihara entres, P. Dari entres akan tumbuh menjadi tunas baru.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                                              62
                                                                            R
                       Q




                       S                                                    T




                                                                            V
                       U
                                            Gambar 3.17 (Lanjutan)
        Q. Tunas baru tumbuh dan berkembang, R. Mengendalikan gulma OPT selama pemeliharaan
         tunas baru, S. Daun tunas muda bertambah, T. Dari tunas muda tumbuh ranting serta daun
                baru, U. Bibit hasil okulasi dipelihara secara kontinu, V. Bibit siap dipasarkan.

5) Kegiatan sesudah okulasi                                   Untuk mendorong tumbuhnya mata
                                                          tunas atau pertumbuhan batang bawah
a) Deteksi keberhasilan okulasi
                                                          seimbang antara pertumbuhan keatas

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                           63
dan menyamping, sehingga cukup                 Penyemprotan dengan insektisida apabila
makanan untuk proses melekatnya                terdapat hama. Biasanya hama yang
tempelan entres, dilakukan pemotongan          menyerang tanaman di pembibitan adalah
pucuk (titik tumbuh) batang bawah              kutu perisai, kutu putih dan ulat daun.
setelah penempelan.          Biasanya 2-3      Insektisida yang di-gunakan, misalnya
minggu kemudian mata okulasi mulai             Supracide 25 WP, Decis 2.5 EC, Reagent
tumbuh dan dimulailah pembukaan                50 SC atau Decis 2.5 EC, Matador,
entres. Kita buka ikatan paling atas           Kanon dengan konsentrasi 2 cc/l air.
dengan silet dan dilanjutkan dengan            Perlu ditambahkan perekat semisal
memutar tali ikatan berlawanan dengan          Suntick, apabila penyemprotan pada
arah pengikatan secara perlahan dan            musim hujan.
hati-hati ke arah ikatan yang lebih bawah.          Penyemprotan dengan fungisida
     Tanda dari keberhasilan okulasi           apabila terdapat serangan penyakit
adalah mata entres yang ditempelkan            lodoh/busuk daun, gejala bercak-bercak
tetap hijau, segar, tidak kering, atau tidak   hitam pada permukaan daun, daun
patah. Mata tunas tumbuh, kalaupun             melipat dan melekat satu sama lainnya,
belum kelihatan tumbuh dapat dengan            selan-jutnya daun menjadi kecoklatan,
menggores sedikit permukaan sayatan            kering dan mati. Biasanya penyakit yang
mata entres yang kita tem-pel apabila          menyerang tanaman di pembibitan
tetap segar/hijau berarti tempelan jadi.       terutama     yang    disebabkan     oleh
Tempelan yang gagal mata tempelnya             Rhizoctonia sp, Phytophthora sp,
akan berwarna coklat kehitaman.                Fusarium sp dan Phytium sp. Bibit yang
     Setelah     mata      tunas     okulasi   terserang supaya tidak menular segera
mempunyai 2-3 helai daun yang dewasa           dipisahkan dari kelompok yang masih
dan siap berfotosintesis, lakukan              sehat, kemudian seluruh bibit disemprot
pemotongan kira-kira 2-3 cm di atas mata       dengan Antracol 70 WP, Dithane M-45 80
okulasi batang bawahnya.               Agar    WP, Benlate dengan konsentrasi 2 cc/l
pertumbuhan mata tunas batang atas             atau 2 g/l air. Penyemprotan diulang
tidak terganggu, tunas yang tumbuh dari        seminggu sekali.
batang bawah harus dibuang.
                                               e. Penyusuan
b) Pemeliharaan bibit setelah okulasi
                                                    Istilah penyusuan (approach grafting)
     Penyiraman paling lama 2 hari sekali,     merupakan cara penyambungan di mana
dilihat ada tidaknya hujan, yang harus         batang bawah dan batang atas
diingat bahwa tanaman yang kita tempel         masingmasing         tanaman        masih
mengalami pelukaan/stress sehingga             berhubungan dengan perakarannya.
memerlukan makanan, air dan perawatan          Keuntungan dari teknik ini adalah tingkat
yang lebih. Pemupukan dapat dilakukan          keberhasilan tinggi, tetapi pengerjaannya
dengan menggunakan pu-puk daun                 agak merepotkan, karena batang bawah
seperti Atonik, Metalik atau Gandasil D        harus selalu didekatkan kepada cabang
dengan kon-sentrasi 2 cc/l air atau meng-      pohon induk yang kebanyakan berbatang
gunakan pupuk NPK (15:15:15) dengan            tinggi.
konsen-trasi 1-2 g/l air. Pemberian pupuk           Kerugian lainnya bahwa penyusuan
ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu      hanya dapat dilakukan dalam jumlah
pemupukan dapat juga diberikan melalui         sedikit atau terbatas, tidak sebanyak
tanah dengan dosis 1-2 gram per                sambungan atau menempel dan akibat
tanaman yang dilakukan sebulan sekali.         dari penyusuan bisa merusak tajuk pohon

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             64
induk. Oleh karena itu penyusuan hanya        Keduanya kemudian dilekatkan tepat
dianjurkan terutama untuk perbanyakan         pada bagian yang disayat. Pada waktu
tanaman yang sulit dengan cara                melekatkan harus diperhatikan agar
sambungan dan okulasi.                        kambium entres dan batang bawahnya
                                              berhimpit. Posisi susuan bisa duduk atau
1) Tipe penyusuan                             menggantung.       Pemotongan     entres
                                              dilakukan setelah pertautan berhasil.
    Susuan duduk untuk mendekatkan            Biasanya setelah 3-4 bulan. Tan-danya
batang bawah dengan cabang induknya           ada pembengkakan disekitar batang yang
dibuat parapara dari bambu. Batang            diikat. Agar cabang entres tidak kaget
bawah kemudian ditaruh diatas para-para       atau stres sebaiknya pemotongan dari
dan disusukan dengan cabang pohon             induk dilakukan secara bertahap
induk. Susuan gantung disebut demikian        sebanyak tiga kali.       Selang waktu
karena batang bawah yang akan                 pengeratan pertama ke berikutnya adalah
disusukan didekatkan dengan cabang            seminggu. Pada pengeratan pertama
pohon induk dengan posisi menggantung.        setelah terjadi pembengkakan cabang
Dan polybag batang bawah kita ikatkan         entres dikerat 1/3 diameter cabang.
pada cabang batang atas.                      Minggu ke-dua 2/3 diameter cabang.
                                              Minggu ketiga susuan dipotong lepas.
2) Cara melakukan susuan                           Pengupasan batang atas dan batang
                                                   bawah
     Batang bawah disayat dengan                   Penyatuan batang atas dan batang
kayunya sepanjang 2-3 cm, kira-kira 1/3            bawah
diameter batang.      Hal yang sama
dilakukan untuk ca-bang batang atasnya
yang belum dipotong dari induk.




                                          B
A                                                                    C




Teknik Pembenihan Tanaman                                                          65
                 D

                                         E

                                                 Gambar 3.18.
       Proses Pembibitan dengan teknik penyusuan, A. Pengupasan batang atas dan batang bawah, B.
        Penyatuan batang atas dan batang bawah, C. Pengikatan batang atas dan batang bawah, D.
          Pengikatan telah selesai dan perlu diberi satu ikatan lagi untuk menguatkan, E. Hasil teknik
                                               penyusuan duduk




                                          Gambar 3.18 (Lanjutan)
                                           Hasil teknik penyusuan



Tabel 3.1. Perbanyakan beberapa tanaman buah-buahan dengan cara vegetatif
Jenis tanaman       Okulasi   Sambung      Penyusuan     Stek Cangkokan

Alpukat                       +               +                 +              0               +
Belimbing                     +               +                 +              -               0
Cempedak                      +               +                 +              -               0
Duku                          0               +                 +              -               0
Durian                        +               +                 +              -               0
Jambu air                     +               -                 +              +               +
Jambu biji                    +               +                 +              +               +
Jambu bol                     -               +                 +              0               +
Jeruk                         +               +                 +              +               +

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                                66
Kapulasan                  +             -           +           _            +
Mangga                     +            +            +           0            +
Manggis
Melinjo
Nangka                                                           -            -
Rambutan                   +
Sirsak
Sukun                      +            +            +           +            +
Keterangan : (+) baik (o) kurang baik (-) gagal

     Pengikatan batang atas dan batang                 Pemupukan dapat dilakukan dengan
     bawah                                        menggunakan pupuk daun seperti Atonik,
     Pengikatan telah selesai dan perlu           Metalik atau Gandasil D dengan
     diberi satu ikatan lagi untuk                konsentrasi 2 cc/l air atau menggunakan
     menguatkan                                   pupuk      NPK       (15:15:15)   dengan
     Hasil teknik penyusuan duduk                 konsentrasi 1-2 g/l air. Pemberian pupuk
     Hasil teknik penyusuan gantung.              ini dilakukan seminggu sekali. Selain itu
                                                  pemupukan dapat juga diberikan melalui
3) Pemeliharaan bibit tanaman hasil               tanah dengan dosis 1-2 gram per
   susuan.                                        tanaman yang dilakukan sebulan sekali.
                                                       Penyiraman bibit pada musim
     Setelah bibit susuan siap disapih            kemarau biasanya dilakukan setiap dua
maka pemeliharaan benih susuan                    hari sekali,sedangkan pada musim hujan
dilakukan dengan cara-cara sebagai                disesuaikan. Penyiraman bibit ini
berikut. Pemeliharaan bibit pada umunya           dilakukan dengan menggunakan gembor
adalah penyemprotan dengan insektisida            air.
apabila terdapat hama. Biasanya hama                   Pengairan sistem genangan atau
yang menyerang tanaman di pembibitan              bahasa       Jawanya      dilep   apabila
adalah kutu perisai, kutu putih dan ulat          pembibitannya dilakukan dalam polybag
daun. Insektisida yang digunakan,                 yang ditaruh di sawah, maka cara
misalnya Supracide 25 WP, Decis 2,5 EC,           penyiraman dengan menutup saluran
Reagent 50 SC atau Decis 2.5 EC                   pembuangan        air,    kemudian    air
dengan konsentrasi 2 cc/l air.                    dimasukkan ke areal pembibitan sampai
     Penyemprotan dengan fungisida                media di polybag menjadi basah.
dilakukan apabila terdapat serangan               Pemasukan air ini sebaiknya dilakukan
penyakit. Biasanya penyakit yang                  pada waktu sore/ malam hari ketika suhu
menyerang tanaman di pembibitan                   tanah tidak tinggi. Lama perendaman 1-2
terutama      yang    disebabkan     oleh         jam dengan tinggi air cukup ¾ tinggi
Rhizoctonia sp, Phytophthora sp,                  polybagnya.
Fusarium sp dan Pythium sp. Bibit yang                 Penyiangan rumput pengganggu
terserang supaya tidak menular segera             (gulma), karena rumput selalu bersaing
dipisahkan dari kelompok yang masih               dengan bibit dalam pengambilan hara,
sehat, kemudian seluruh bibit disemprot           ruang tempat tumbuh, air dan sinar
dengan Antracol 70 WP, atau Dithane M-            matahari.
45 80 WP dengan konsentrasi 2 cc/l atau
2 g/l air. Penyemprotan diulang seminggu          3.5.    Pemilihan Teknik Perbanyakan
sekali.                                                   Vegetatif

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               67
                                               mengandung getah. Rambutan dan
     Ada lima cara perbanyakan vegetatif       kapulasan selalu gagal kalau disambung
buatan untuk tanaman buah yang sudah           (enten) karena pengaruh asam fenolat
dikenal oleh para penangkar bibit dan          yang teroksidasi dapat menimbulkan
petani yaitu cara penyambungan, okulasi,       pencoklatan (browning).
penyusuan, cangkok dan stek. Pada tiga              Resin dan asam fenolat ini bersifat
cara yang pertama dikenal adanya istilah       racun terhadap pembentukan kalus.
batang bawah dan batang atas.                  Sedangkan contoh lainnya adalah
     Batang bawah berupa tanaman yang          belimbing dan manggis yang sulit sekali
biasanya berasal dari biji. Tanaman dari       berakar bila dicangkok karena kalusnya
biji sengaja dipilih karena mempunyai          hanya menggumpal dan tidak mampu
keunggulan dari segi erakarannya, yakni        membentuk inisiasi (bakal) akar.
tahan cendawan akar dan mempunyai                   Dalam       perbanyakan     vegetatif
perakaran yang banyak serta dalam,             tanaman buah-buahan, ada cara
sehingga tahan terhadap kekeringan dan         perbanyakan tertentu yang lebih
kondisi tanah yang becek. Sedangkan            menguntungkan bila dilakukan pada jenis
batang atas berupa ranting atau mata           tanaman tertentu pula, sehingga cara
tunas dari pohon induk yang mempunyai          perbanyakannya menjadi cepat dan
sifat unggul terutama dalam produksi dan       efisien. Tanaman manggis dan belimbing
kualitasnya. Dari hasil menggabungkan          akan      lebih    menguntungkan      bila
sifat batang bawah dan batang atas ini         diperbanyak dengan cara enten,
diperoleh bibit tanaman yang disebut bibit     sedangkan           tanaman        durian
enten, okulasi dan susuan. Pada                menguntungkan bila diperbanyak dengan
perbanyakan dengan cara mencangkok             cara okulasi. Perbanyakan tanaman
batang bawah tidak diperlukan karena           buah-buahan dengan cara penyusuan
pada cara ini perakaran keluar langsung        walau keberhasilannya tinggi, tetapi
dari cabang pohon induk yang dicangkok.        kurang praktis dalam pengerjaannya,
Sedangkan cara stek pada prinsipnya            sehingga bibit yang dihasilkan per satuan
menumbuhkan bagian atau potongan               waktu menjadi sedikit. Sebagai contoh
tanaman, sehingga menjadi tanaman baru         seorang pekerja yang sudah terampil
menumbuhkan bagian atau potongan               mengokulasi durian, dalam sehari (8 jam
tanaman, sehingga menjadi tanaman              kerja) bisa mengokulasi 350-400
baru. Kelebihan bibit vegetatif yaitu selain   tanaman, sedangkan untuk penyusuan
berbuahnya persis sama dengan                  hanya bisa mengerjakan 75-100 susuan
induknya, bibit juga berumur genjah            sehari. Oleh karena itu perbanyakan
(cepat berbuah). Tanaman manggis asal          dengan       cara     penyusuan     hanya
bibit susuan berbuah lima tahun setelah        disarankan sebagai alternatif terakhir
tanam, sedangkan bibit yang berasal dari       dalam perbanyakan tanaman buah-
biji baru berbuah 10-15 tahun setelah          buahan seperti pada perbanyakan
tanam. Bibit durian okulasi bisa berbuah       tanaman jenis nangka kandel yang
4-6 tahun setelah tanam, sedangkan bibit       keberhasilannya kurang dari 20% bila
asal biji berbuah lebih dari 10 tahun          diperbanyak dengan cara enten atau
setelah tanam.                                 okulasi. Dengan diketahuinya cara
     Beberapa jenis tanaman buah-              perbanyakan yang lebih menguntungkan
buahan tertentu sampai saat ini hanya          untuk masing-masing tanaman buah-
berhasil diperbanyak dengan cara tertentu      buahan, maka akan diperoleh efisiensi
pula. Ada jenis tanaman tertentu yang          tinggi dalam pengadaan bibit buah-
tidak bisa diokulasi karena banyak

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             68
 buahan secara masal, walaupun dengan
 menggunakan cara konvensional.

 Tabel 3. 2. Persentase keberhasilan cara perbanyakan okulasi, enten dan penyusuan pada
            beberapa tanaman
 Jenis tanaman                        Okulasi           Enten              Penyusuan
 Alpukat                                    40-70             50-80            70-100
 Belimbing                                  40-60             60-90            60-100
 Duku                                        0-10             40-60             40-80
 Durian                                     60-80             20-60            60-100
 Jeruk                                      60-70             70-85             60-90
 Kapulasan                                  10-40               0               40-80
 Mangga                                     40-70             60-90            60-100
 Manggis                                      0               50-80             50-80
 Melinjo                                    70-80             80-90            70-100
 Rambutan                                   30-70               0              60-100
 Sawo                                          0              70-80             60-90

 Sumber : Sunaryono (1987) dan Wijaya (1990)
 Keterangan : nilai dalam persen (%)


a. Tips Membeli Bibit Tanaman                    memudahkan bagi pembeli yang akan
                                                 komplain.
     Bibit yang siap untuk ditanam
manfaatnya akan dapat dinikmati setelah          1)     Membeli bibit yang unggul atau
beberapa bulan atau beberapa tahun.                     baik kualitasnya
Dengan demikian kesalahan dalam
membeli bibit ini akan berakibat fatal bukan           Induk yang baik berasal dari varietas
hanya berupa kerugian ekonomi tetapi juga        unggul, sehat dan telah cukup umur (lebih
kerugian tenaga dan waktu. Ada beberapa          baik kalau pohon induk sudah
kiat dalam pembelian bibit yang harus            berproduksi). Untuk memastikan bahwa
diperhatikan baik itu faktor teknis maupun       bibit tersebut berasal dari induk yang baik,
faktor non teknis.                               cara yang paling baik adalah dengan
     Penjual bibit yang dapat dipercaya          mengetahui sendiri secara langsung
memiliki ciri sebagai berikut: Trdaftar di       tanaman induk bibit tersebut. Hal ini tidak
Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih           sulit dilakukan jika penjualnya telah
(BPSB).                                          dikenal baik oleh pembeli. Pada kondisi
     Bibit yang dijualnya telah bersertifikat    seperti ini biasanya pembeli tahu betul
     Memiliki pembibitan sendiri atau            kondisi "dapur produksi" produsen bibit
     mengetahui dengan pasti asal                tersebut. Jika tidak memungkinkan untuk
     penangkarnya sehingga memudahkan            mengetahui secara langsung kondisi
     melacak keaslian varietasnya.               tanaman induknya, upaya yang dapat
     Mengetahui secara pasti varietas bibit      dilakukan adalah meminta informasi
yang dijualnya. Memiliki tempat penjualan        sebanyak mungkin kepada penangkar
permanen           (mangkal)        sehingga     tentang induk tanaman tersebut. Untuk
                                                 mengetahui varietas bibit tersebut, dapat


 Teknik Pembenihan Tanaman                                                               69
dilakukan dengan pengidentifikasian ciri-       Dengan cara pengepakan seperti ini,
ciri spesifik varietas tersebut. Bibit sehat    maka bibit dalam polybag yang semula
dan berpenampilan baik                          beratnya 4-7 kg/bibit menjadi0,5-1
     Dalam memilih bibit tanaman, yang          kg/bibit.
perlu diperhatikan pertama kali ialah                 Mengeluarkan setengah tanahnya
pertumbuhan batang, cabang dan                  dan ditambah dengan gel (Agrosoft),
daunnya. Selanjutnya dapat diperhatikan         kemudian polybag diikat. Keadaan ini
juga penampakan luarnya, apakah ada             membuat bibit mampu bertahan sampai
gejala serangan hama dan penyakit atau          4-7 hari tanpa penyiraman · Pengepakan
tidak.                                          tanpa mengurangi media tanam, biasanya
     Bentuk batang dan cabang dipilih           untuk angkutan darat.
yang baik, kelihatan mulus dan kokoh,                 Pengangkutan benih vegetatif harus
tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek   direncanakan dengan baik.           Pada
sesuai dengan umurnya. Tanaman yang             umumnya apabila benih akan diangkut
kerdil biasanya kelihatan pendek dari yang      dengan pesawat, tidak terlalu khawatir
seharusnya. Ada pula bibit yang                 terhadap kerusakan karena kekurangan
pertumbuhan tingginya terlalu pesat,            air (kekeringan).
sedangkan batangnya kelihatan kecil dan               Yang harus diperhatikan adalah
terkesan kurang kokoh.                          apabila benih vegetatif akan diangkut oleh
     Perlu diperhatikan bahwa bibit yang        angkutan darat atau laut yang
baik biasanya memiliki batang utama yang        membutihkan waktu relatif lama (lebih dari
lurus dan tumbuh tegak, tidak melengkung.       4-7 hari)        maka harus dilakukan
Pada tanaman buah yang memiliki                 pengepakan benih dengan batuan bahan-
percabangan banyak, biasanya cabang             bahan       yang     dapat     mengurangi
tumbuh ke segala arah secara merata.            penguapan air dan respirasi. Salah satu
Pada pucuk tanaman dan ujung ranting            tekniknya      adalah    dengaan      cara
tampak kuncup daun yang menandakan              membungkus semua benih dengan daun/
adanya pertumbuhan.                             pelepah pisang dan polibag benih ditutup
                                                dengan serbuk gergaji basah (ringan
2) Pengemasan dan pengakutan benih.             tetapi benih tetap lembab) dan benih siap
                                                untuk dipcking dan dikirim.
     Untuk bibit yang dikirim dalam bentuk
stump (cabutan), pengirimannya tidak ada             Pada kondisi yang lebih modern,
masalah karena beberapa bibit bisa saja         plastik pengepak benih diisi N2 atau
dibungkus dengan batang pisang atau             divacuum sehingga tidak terjadi proses
bahan lain yang bersifat lembab, sehingga       respirasi dan benih akan aman selama
akarnya tidak kering, semisal bibit jeruk       masa pengankutan.
dan jati.
     Pengemasan bibit yang peka, seperti        3.6. Sertifikasi Benih
bibit durian, dapat dilakukan dengan cara
mengeluarkan       setengah       tanahnya,          Masalah yang perlu diperhatikan
kemudian ditambahkan serbuk kelapa              dalam usaha pembibitan adalah upaya
(cocopeat). Untuk menghilangkan stres,          registrasi dan sertifikasi varietas bibit
sebelum diangkut bibit diletakkan dahulu di     yang yang akan disebarkan kepada
bawah naungan dan disiram untuk                 masya-rakat. Pohon induk untuk sumber
adaptasi. Setelah satu minggu biasanya          mata tunas (entres) harus diregistrasi
bibit sudah segar kembali dan dapat dipak       terlebih dahulu oleh petugas Balai
dalam peti berventilasi untuk dikirim.

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              70
    Pengawasan dan Sertifikasi Benih                Cara melakukan sertifikasi adalah
(BPSB). Dasar dari Sertifikasi benih            sebagai berikut:
adalah:                                             Penangkar harus memberi tahu
    Undang-undang Nomor 12 Tahun                    rencana penangkarannya kepada
    1992, tentang Sistem Budidaya                   BPSB selambatlambatnya satu
    Tanaman.                                        minggu sebelum dimulai pelaksanaan
    Peraturan     Pemerintah    Republik            perbanyakan bibit.
    Indonesia     Nomor      44   tahun             Pengisian formulir tentang rencana
    1995,Tentang Perbenihan Tanaman.                dan jumlah bibit yang akan
    Undang-undang Nomor 22 Tahun                    diproduksi, disesuaikan dengan
    1999, tentang Pemerintah Daerah.                kemampuan pohon induk dan tenaga
                                                    yang tersedia. Bila penangkar akan
      Tujuan registrasi pohon induk buah-           mengambil entres dari pohon induk
buahan adalah untuk menjamin kebenaran              milik orang lain, maka pada
bibit yang dihasilkan dari pohon induk yang         pengajuannya dilengkapi dengan
bersangkutan secara hukum (yuridis),                surat persetujuan dari pemilik pohon
sehingga konsumen tidak dirugikan.                  induk.
Tujuan lainnya adalah untuk menjamin                Setelah pemohonan diterima BPSB
kebenaran suatu varietas. Sebagai contoh            maka      petugas     BPSB      akan
adalah tentang banyak beredarnya                    melakukan                pemeriksaan
varietas sitokong yang berlainan. Jika              pendahuluan tentang: kepastian letak
diperhatikan, mungkin dapat dikumpulkan             atau areal penangkaran. Kebenaran
sekitar selusin varietas sitokong yang              varietas pohon induk. Perkiraan
berbeda ciri tanamannya. Padahal varietas           jumlah bibit yang akan diperbanyak.
sitokong yang resmi dilepas Menteri                 Setelah diperiksa baru dilakukan
Pertanian pada tahun 1984, hanya ada                perbanyakan bibit.
satu jenis. Sedangkan selebihnya adalah
jenis-jenis durian yang tidak diketahui asal-       Pada         waktu        pelaksanaan
usulnya yang diberi nama sitokong. Hal          perbanyakan, petugas BPSB akan
tersebut menunjukkan bahwa pengawasan           mengawasi tentang:
cara perbanyakan bibit perlu diperketat             Kebenaran pohon induk yang
agar tidak mengecewa-kan para pembeli               digunakan.
bibit. Investasi pohon buah-buahan                  Kebenaran entres yang digunakan.
merupakan investasi jangka panjang,                 Mengetahui jumlah tanaman yang
sehingga bila seseorang membeli bibit               diperbanyak.
palsu, baru diketahui 4-5 tahun yaitu pada
                                                    Memeriksa cara perbanyakannya
saat pohon tersebut menghasilkan buah.
                                                    (okulasi,      sambung,       cangkok,
Kerugian uang, tenaga dan waktu akan
                                                    penyusuan).
menimbulkan          kekecewaan         yang
                                                    Pada akhir pemeriksaan menjelang
mendalam,           sehingga        akhirnya
                                                    pelabelan, dilakukan pemeriksaan
menghambat usaha tanaman buah-
                                                    lagi tentang jumlah bibit yang tumbuh
buahan. Oleh karena itu dianjurkan
                                                    dengan baik dan layak untuk diberi
membeli bibit yang telah diketahui ciri-ciri
                                                    label.
atau bibit yang berlabel.
                                                    Entahah itu penangkar mengajukan
a. Sertifikasi dan pelabelan benih                  permohonan seri label.
                                                    Label diisi dan diajukan ke BPSB
                                                    untuk diberi nomer seri dan
                                                    dilegalisir. Di dalam label yang

Teknik Pembenihan Tanaman                                                              71
       warnanya merah dimuat data:              harus berasal dari pohon induk yang
       (Gambar 10 dan Gambar 11)                sudah terdaftar dan varietas batang
        Nama dan alamat penangkar,              bawah     dan    dikeluarkan     dengan
       Asal bibit.                              sepengetahuan BBI (Balai Benih Induk).
       Jenis tanaman.                           Sedangkan batang bawah untuk label
       Varietas batang bawah.                   merah vaietasnya bisa "sapuan" asalan.
       Varietas batang atas.
       Tanggal pemasangan label.
       Gambar 10. Label merah yang
       dikeluarkan BPSB
       Besarnya biaya sertifikasi telah
ditentukan sesuai SK Direktur Jenderal
Tanaman Pangan. Sebagai contoh, untuk
perbanyak-an jenis tanaman buah-buahan
di wilayah Jawa Barat dan Jakarta,                  Gambar 3.19. Contoh Label Merah yang
terutama varietas buah-buahan yang                   dikeluarkan BPSB untuk benih durian.
sudah dilepas oleh Menteri Pertanian,
biayanya adalah Rp 20 per bibit batang                 Sebagai tindak lanjut dari
bawah yang diajukan dalam pemeriksaan           pemberian label bagi bibit unggul perlu
lapang. Penerimaan hasil pemeriksaan            disertakan informasi atau data mengenai
bibit yang diperoleh BPSB ini merupakan         daerah penanaman yang cocok untuk
pendapatan negara yang harus disetor            bibit tertentu. Keterangan mengenai
langsung ke kas negara. Untuk pembuatan         varietas tertentu cocok ditanam di dataran
dan pencetakan label merah muda                 rendah atau dataran tinggi dan jenis tanah
biayanya antara Rp 200 tergantung               apa yang paling cocok, perlu diketahui
negoisasi dengan petugas BPSB tentang           oleh para petani dan konsumen yang
mutu kertas dan cetakan label tersebut,         ingin menanam bibit unggul tersebut.
sedangkan untuk label putih biayanya Rp         Pada dasarnya bibit unggul memerlukan
600,- karena mutu kertasnya lebih baik.         lingkungan tumbuh yang spesifik, agar
Khusus untuk bibit jeruk bebas CVPD,            buah yang dihasilkannya benar-benar
label hanya berlaku untuk jangka wak-tu         unggul. Misalnya durian petruk yang asli
tiga bulan, setelah itu bibit harus diperiksa   berasal dari Jepara, Jawa Tengah, kurang
ulang tentang kese-hatannya. Bibit yang         memuaskan jika ditanam di daerah Bogor,
dinyatakan sehat baru bisa diberi label lagi    Jawa Barat. Hal ini disebabkan karena
dengan biaya Rp 20 per bibit. Selain label      daerah Jepara, Jawa Tengah memiliki
merah muda yang sudah sering kita lihat di      kondisi iklim yang berbeda dengan
lapang untuk bibit unggul yang sudah            daerah Bogor, Jawa Barat. Jepara, Jawa
dilepas melalui SK Menteri Pertanian,           Tengah mempunyai ketinggian sekitar 50
sebenarnya ada label biru untuk varietas        m di atas permukaan laut dengan iklim
unggul lokal yang belum dilepas melalui         yang kering (curah hujan rendah).
SK Menteri dan yang terakhir adalah label       Sedangkan kondisi tanah dan iklim
putih yang dikhususkan untuk bibit unggul       daerah Bogor adalah lembab dan banyak
yang sudah dilepas melalui SK Menteri           hujan, sehingga tidak menunjang sifat
Pertanian dan bibit tersebut ditanam            unggul durian petruk. Bibit yang
dengan tujuan dijadikan pohon induk             seharusnya berbuah pada umur lima
sebagai sumber mata entres.                     tahun, baru berbuah pada umur tujuh
       Khusus label putih pemeriksa-an lebih    tahun setelah tanam. Informasi seperti ini
teliti menyangkut jenis varietas batang atas    harus diketahui para penanam bibit

Teknik Pembenihan Tanaman                                                                   72
unggul buah-buahan agar mereka tidak               Dasar dari SKPPB adalah Undang-
kecewa di kemudian hari.                      undang Nomor 12 Tahun 1992, tentang
     Selama       ini     masih     beredar   Sistem Budidaya Tanaman; Peraturan
kepercayaan bahwa bibit unggul itu akan       Pemerintah Republik Indonesia Nomor 44
selalu bersifat unggul walaupun ditanam di    tahun       1995,Tentang        Perbenihan
tempat yang sebenarnya tidak cocok.           Tanaman; dan Undang-undang Nomor 22
Bahkan ada anggapan bahwa bibit unggul        Tahun 1999, tentang Pemerintah Daerah.
tidak memerlukan pemupukan dan                Adapun manfaat dari SKPPB adalah:
penyemprotan pestisida, sehingga cukup             Pembibitan tersebut sudah terdaftar
ditanam, ditinggalkan, kemudian akan               secara resmi di BPSB dan berhak
berbuah sendiri dengan lebat. Harapan              menerima        pembinaan      tentang
seperti ini tentunya hanya merupakan               perbenihan dari instansi terkait.
angan-angan dan pasti akan berakhir                Meningkatkan              kepercayaan
dengan kekecewaan. Bila terjadi hal                konsumen bibit terhadap pembibitan
demikian, maka yang dikambinghitamkan              tersebut.
biasanya adalah si penjual, bahwa bibit            Sebagai         prasyarat       apabila
yang dijual palsu. Padahal pengetahuan             pembibitan mengikuti tender atau
dasar si penanam inilah yang tidak                 menyuplai bibit untuk proyek
memadai untuk menanam bibit-bibit jenis            pemerintah.
unggul tadi. Oleh karena itu perlu                 Memudahkan waktu pengurus-an
diingatkan kembali bahwa kemajuan                  labelisasi bibit, walaupun penangkar
berupa penemuan bibit unggul varietas              yang tak memiliki SKPPB pun juga
baru, perlu diimbangi dengan kemajuan              bisa mengajukan labelisasi bibit.
pengetahuan petani mengenai cara-cara
bercocok tanam yang lebih baik.                    Untuk       memperoleh      SKPPB
Peningkatan pengetahuan dapat diperoleh       Penangkar benih mendaftar di kantor
dengan membaca tulisan atau artikel pada      BPSB Kabupaten atau Kota, kemudian
majalah pertanian, mengikuti kursus dan       petugas BPSB melakukan pemeriksaan
seminar atau menjadi anggota dari suatu       lapang pendahuluan tentang:
perkumpulan        hortikultura.    Dengan         Kepastian     letak    atau   areal
mengadakan pertemuan yang teratur                  penangkaran.
dapat dibahas masalah baru yang                    Jenis dan varietas tanaman yang
ditemukan di lapangan dan dicarikan jalan          dibibitkan.
keluarnya.      Pengalaman       pngalaman         Kebenaran varietas ponon induk
berharga dari sesama rekan petani, dapat           sebagai sumber entres.
dijadikan modal yang sangat berharga
                                                   Perkiraan jumlah bibit yang akan
untuk terus maju dalam mengembangkan
                                                   diperbanyak.
usaha hortikultura yang semakin cerah.
                                                   Setelah pemeriksaan selesai dan
Untuk informasi lebih lengkap tentang
                                              terbukti kebenarannya, maka petugas
tanaman buah varietas unggul yang telah
                                              melaksanakan      pemberkasan     untuk
dilepas dengan SK Menteri Pertanian
                                              diajukan ke Dinas Pertanian Tanaman
dapat dilihat di Lampiran 1. Deskripsi
                                              Pangan tingkat Propinsi UPTD Balai
tanaman buah varietas unggul yang telah
                                              Pengawasan dan Sertifikasi Benih
dilepas dengan SK Menteri Pertanian.
                                              Tanaman Pangan dan Hortikultura,
                                              karena instansi ini yang berwenang
b. Surat Keterangan Pendaftaran
                                              mengeluarkan SKPPB. Kalau sudah
   Pedagang Benih (SKPPB)
                                              lengkap berkasnya, SK akan turun sekitar
                                              1 bulan kemudian. Biaya pengurusan

Teknik Pembenihan Tanaman                                                             73
SKPPB adalah Rp 50.000,- di luar ongkos          baik selama di penyimpanan, maka benih
transportasi bagi petugas. SKPPB berisi          harus dilindungan dari gangguan luar,
data                                             baik berupa gangguan biologis maupun
     Nama perusahaan.                            lingkungan. Untuk melindungi benih dari
     Alamat perusahaan.                          serangan penyakit         dapat dilakukan
     Bentuk/status perusahaan.                   dengan cara pemberian perlakuan
     Nama pemimpin perusahaan.                   fungisida Ridomil 5 gram/kg benih
     Alamat pemimpin perusahaan.                 genaratif. Prosedur perlakuan fungisida
                                                 pada benih adalah sebagai berikut.
     Dengan ketentuan bahwa setiap akhir              Siapkan Ridomil sebanyak 5 ‰ dari
tahun harus melapor kembali rencana                   berat benih yang akan disimpan.
pengadaan/ penyaluran benih, bersedia                 Tambahkan air sedikit demi sedikit ke
mentaati    peraturan-peraturan      yang             dalam tepung Ridomil kemudian
berlaku. SKPPB ini berlaku selama 2 tahun             campur sampai dengan rata
dan sesudahnya harus memperpanjang                    sehingga membentuk pasta Ridomil.
atau membuat lagi SKPPB tersebut.                     Campurkan benih dengan pasta dan
                                                      aduk dengan hati-hati sehingga
                                                      campuran merata.
                                                      Benih genetif yang telah diberi
                                                      perlakuan Ridomil dikeringanginkan
                                                      kembali sehingga kadar air benih
                                                      sebelum       diperlakukan    dengan
                                                      setelah perlakuan relatif sama.
                                                      Benih yang tealh diberi perlakuan
                                                      dikemas dan dipasang label
                                                      sertifikasi benih.

                                                       Benih generatif yang akan disimpan
                                                 harus diperhatikan kadar airnya.
                                                 Upayakan agar kadar air berada [ada
                                                 kisaran       8-12%     tergantung    jenis
                                                 komoditinya. Benih-benih yang telah
                                                 disertifikasi, diperlakukan dan .dikemas
                                                 dapat disimpan selama 6-9 bulan.
                  Gambar 3.20.                   Penyimpanan benih sebaiknya di ruang
                                                 yang mempunyai kelembaban udara yang
                    Gambar
 Contoh Surat Keterangan Pendaftaran Pedagang    rendaj seperti di dalam gudang dengan
                Benih (SKPPB)                    fasilitas AC        (Air conditioner) dan
                                                 upayakan pada suhu yang rendah. Jika
3.7.   Perlakuan,                 pengemasan,    kedua persyaratan tadi tidak terpenuhi,
       penyimpanan          dan     penyaluran   sebaiknya benih vegetatif disimpan di
       benih.                                    dalam gudng dengan ventilasi yang cukup
                                                 sehingga pertikaran udara dapat berjalan
    Sebelum benih generatif dijual ke            dengan baik.
pasar bebas atau petani, pada umumnya                  Benih-benih yang disimpan dalam
benih-benih tersebut harus dapat disimpan        gudang akan didistribusikan apabila
dalam jangka waktu yang relatif lama.            terdapat order pembelian. Sebaiknya
Agar kulaitas benih dapat terjaga dengan         penyaluran benih dilakukan sesegera

Teknik Pembenihan Tanaman                                                               74
     mungkin dengan menggunakan              benih yang lebih dahulu masuk ke dalam
metode just in time. Benih yang disimpan     gudang maka harus disalurkan paling
hanya benih yang diorder konsumen dan        duluan.
akan        segera     dikirimkan     atau        Pendistribusian benih sebaiknya
didistribusikan. Apabila metode distribusi   mengkuti kaidah dalam sertfikasi benih
seperti yang tersebut di atas tidak          yaitu hanya dapat disimpan selama 6-8
memungkinkan,        maka        sebaiknya   bulan setelah selesainya masa pengujian
menggunakan metode first come first out.,    benih.




Teknik Pembenihan Tanaman                                                        75
                                      Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 3. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi
berikut:

    1.    Dasar-dasar pembenihan tanaman dan produksi benih tanaman.
    2.    Kesekatan dan keselamatan kerja.
    3.    Pengelolaan alat dan mesin pembenihan tanaman.
    4.    Menerapkan persyaratan kerja
    5.    Menyiapkan lahan dan media untuk produksi benih vegetatif.
    6.    Memelihara pohon induk.
    7.    Membiakkan tanaman dengan stek.
    8.    Membiakkan tanaman dengan sambung.
    9.    Membiakkan tanaman dengan susuan
    10.   Membiakkan tanaman dengan okulasi
    11.   Merawat benih tanaman
    12.   Medistribusikan benih tanaman.

                                      Kesehatan dan           Pengelolaan alat dan
Dasar-dasar pembenihan tanaman
                                      keselamatan kerja       mesin pembenihan
    Investasi modal usaha, lahan,
    bahan baku, SDM, alat dan                                          Pemelihartaa
                                              Norma
    masin, pemahaman K-3, teknik                                       n berencana
                                              kesehatan
    budidaya, panen dan                                                Pemeliharaa
                                              Norma
    penanganan benih, sertifikasi,                                     n perbaikan
                                              keselamatan
    penggudangan, distribusi,                                          Pemeliharaa
    pemasaran dan layanan purna               Kerja nyata
                                                                       n terbatas.
    jual.
                                      Batang bawah dan        Teknik penyiapan
Pohon induk                           batang atas             benih
        Pohon induk dan kebun
        produksi: pohon induk
        bergabung dengan kebun
        produksi. Jarak tanam
        pohon induk relative lebih
                                              Pemilihan
        jarang dibandingkan
                                              batang bawah.            Pembibitan
        dengan jarak tanam
                                                                       Teknik
        normal.
                                              Pengepakan               pembenihan
   Pohon induk: pohon induk yang
                                              batang atas.
   spesifik dan terpisah dari kebun
   produksi pada umumnya
   mempunyai jarak tanam yang
   lebih sempit. Pohon induk pada




                                                                              76
    kebun induk spesifik akan lebih
    terpelihara kemurnisnnya.

                                        Pemilihan teknik pembenihan
Teknik produksi benih vegetatif
        Teknik pembenihan dengan
        stek
        Teknik pembenihan dengan
        cangkok
        Teknik pembenihan dengan
                                                 Tip membeli tanaman
        sambung
                                                 Factor teknis yang harus
        Teknik pembenihan dengan
                                                 dipertimbangkan.
        sambung
                                                 Pengepakan bibit.
        Teknik pembenihan dengan
        okulsi
        Teknik pembenihan dengan
        susuan

                                                              Pengepakan
    Sertifikasi benih       Perlakuan pengemasan
                                                                  Bibit dikirim dalam
                                  Benih harus                     bentuk cabutan.
        Sertifikasi
                                  dilindungi dari                 Bibit dikirim dengan
        dan
                                  gangguan biologis               akar yang terbungkus
        pelabelan
                                  dan lingkungan.                 setengan media
        benih.
                                  Perlakuan                       tanam.
        Surat
                                  pengemasan benih                Bibit dikirim dengan
        keterangan
                                  dapat dilakukan                 akar yang terbungkus
        pendaftaran
                                  dengan pemberin                 dengan setengan
        pedagang
                                  perlindungsn fisik dan          media tanam
        benih
                                  kimia.                          ditambah dengan gel.


SOAL:
   1. Terangkan minimal 3 proses produksi benih secara vegetatif.
   2. Bagaimana metode untuk mendaftarkan benih varietas baru.
   3. Mengapa sebagai tanah pada perakaran bibit tanaman harus tetap
       dipertahankan pada saat pengepakan dan pengiriman.
TUGAS:
   1. Lakukan identifikasi benih di pasar pertanian, berapa persen benih yang
       telah bersertifikat.
   2. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema trik memilih benih vegetatif
       yang siap tanam.



                                                                                 77
78
              BAB 4. TEKNIK PRODUKSI BENIH GENERATIF TANAMAN


4.1 Proses Pembentukan Biji Pada           mempunyai kerangka struktur yang
    Tanaman                                sama. Bunga terbentuk pada tangkai
                                           khusus yaitu tangkai bunga atau
     Ciri terpenting dalam reproduksi      pedicellus.      Pada apeks yang
seksual adalah pembuahan, yaitu            membesar tersusun bagian-bagian
penyatuan sel betina dan sel jantan        bunga. Salah satu bagian bunga
(gamet). Hasil penyatuan tersebut          adalah kelopak bunga (calyx) dimana
dinamakan zigot. Zigot tersebut            biasanya bagian ini menumpang pada
berisi kedua krosom dari individu          daun kelopak berwarna hijau
jantan dan individu betina dan             (sepalum).
merupakan sel pertama dari individu            Sebelum mekar, kelopak daun ini
baru. Zigot akan tumbuh menjadi            membungkus bagian bunga yang lain.
embrio (janin) di dalam biji. Bila biji    Sedangkan bagian ang paling
berkecambah            akan menjadi        menonjol adalah daun mahkota bunga
tumbuhan dewasa. Karena embrio             (petalum) yang secara kolektif disbeut
tersebut memiliki sifat-sifat kedua        mahkota (corolla). Calyx dan corolla
induknya,        maka       kemampuan      bersama-sama membentuk hiasan
mewariskan sifat-sifat          tersebut   bunga atau perianth. Petal dapat
melalui biji dari generasi ke generasi.    berwarna       putih, merah, jingga,
     Bunga merupakan fase penting          kuning, biru dan sebagainya.
dalam       proses pembentukan biji.
Pada dasarnya bunga terdiri dari
beberapa organ, namun hanya dua
organ saja         yang terlibat dalam
pembentukan biji, yaitu benang sari
(stamen) dan putik (pistil). Benang
sari menghasilkan serbuk sari yang
masing-masing membentuk gamet
jantan.       Sedangkan putik akan
membentuk bakal biji (ovulum) yang
mengandung telur.          Pada waktu
proses penyerbukan, yaitu jatuhnya
serbuk sari pada kepala putik,                                   Gambar 4.1 .
terbentuklah tabung serbuk sari,                          Struktur bunga yang lengkap
kemudian berlangsung pembuahan
antara sperma dengan telur. Proses
akhir dari pembuahan ini adalah                 Jika       diperhatikan gambar
terbentuknya biji.      Struktur bunga     mofologi sebuah bunga, maka bagian
sangat beragam, walaupun demikian          pusat bunga terletak pada putik
terdapat pola umum dari berbagai           (pistillum), yang biasanya berbentuk
macam tumbuhan. Semua bunga                botol dengan dasar membengkak



                                                                                 79
yang dinamakan dengan bakal buah           kelompok tumbuhan dan digunakan
(ovarium). Bagian ini dihubungkan ke       sebagai faktor dalam kunci identifikasi
kepala putik oleh tangkai putik            dan klasifikasi.
(stylus).     Di dalam bakal buanh              Walaupun umumnya bunga
terdapat bakal biji. Putik sendiri         memiliki struktur yang sama,
dibentuk oleh satuan danun buah            keragaman bunga ditunjukkan dengan
(carpellum) yang secara kolektif           adanya odifikasi bagianbagian bunga.
dinamakan gynaecium).                      Beberapa         modifikasi          ini
      Di atas petal terdapat benang sari   memungkinkan adanya keragaman
yang terdiri dari tangkai sari             dalam penyerbukan.          Selain itu
(filamentum) yang bentuknya ramping        modifikasi juga merupakan indikasi
dengan kepala sari (enthra) yang           proses evolusi, sehingga digunakan
berisi serbuk sari (pollen). Seluruh       sebagai alat untuk mengetahui
kumpulan benang sari dinamakan             kekerabatan       berbagai tumbuhan.
androecium.                                Bagian-bagian bunga umumnya
      Ada dua macam putik, yaitu putik     disusun dalam lingkaran. Jumlah
sederhana dan putik majemuk. Putik         lingkaran biasanya empat atau lima.
manjemuk terdiri dari dua daun buah        Lingkaran luar menunjukkan sepalum,
atau      lebih,     sedangkan    puitik   dan seterusnya petalum, satu atau
sederhana hanya tersusun dari satu         dua lingkaran stamen, satu lingkaran
kapel saja. Bakal biji terbentuk pada      karpel yang bersatu menjadil pistil
permukaan sebelah dalam dekat              majemuk. Jumlah bagian pada setiap
dengan tepi daun buah. Tempat              lingkaran bervariasi sesuai species,
melekat bakal biji atau biji dinamakan     tetapi biasanya tetap.
tembun atau plasenta. Pada tanaman              Pada      kelas     Angiospermae,
ercis dan kacang-kacangan ter-dapat        pengelompokan monokotil dan dikotil
sebaris bakal biji yang melekat pada       dibedakan dari jumlah bagian bunga
tepi karpel yang melebur. Sedangkan        pada setiap lingkaran.            Pada
pada bunga cempaka (Magnolia)              kelompok dikotil, jumlah bagian
terdapat beberapa putik sederhana.         tersebut empat atau lima atau
Biasanya bila terdapat be-berapa           kelipatannya, misalnya lima sepalum,
putik, maka akan melebur membentuk         lima petalum, 10 stamen, dan lima
pistil majemuk dan hanya satu putik        karpel. Pada tanaman tulip terdapat
saja yang terbentuk dalam bunga.           enam bagian perianth, enam stamen,
      Peleburan daun buah         dapat    dan tiga karpel.        Pada beberapa
terjadi dengan dua cara. Pertama,          tumbuhan stamen dan karpel yang
peleburan karpel dekat tepi atau           jumlahnya banyak melekat pada
sepanjang tepi hingga membentuk            receptacle secara terpilin dan bukan
satu kantung besar yang di dalamnya        lingkaran. Kombinasi antar susunan
berkembang bakal biji. Kedua, karpel       dalam spiral dan besarnya jumlah
melebar ke tengah dan peleburan            stamen dan karpel dianggap sebagai
terjadi sepanjang tepinya, sehingga        suatu petunjuk tingkatan yang ebih
bakal biji terkumpul di pusat. Hal ini     primitif     dalam       perkembangan
merupakan ciri khas pada berbagai          evolusioner dibandingkan dengan



                                                                               80
susunan dalam lingkaran dengan
bagian-bagiannya dalam jumlah kecil.       4.2 Buah, Biji dan Perkembangan
     Peleburan bagian-bagian bunga             Biji
dapat terjadi dengan berbagai cara,
yaitu petal membentuk tabung, karpel             Setelah pembuahan, maka bakal
menjadi pistil majemuk, dan dinding        buah bersama bijinya berkembang
bakal buah melebur.             Adanya     menjadi buah. Dinding bakal buah
peleburan bagian-bagian bunga              matang        yang disebut perikarp
menunjukkan adanya perkembangan            menutupi biji tumbuhan bunga, oleh
evousioner. Pengelompokan bunga            karena itu istilah ”angiospermae”
dapat berdasarkan kelengkapan              digunakan untuk menamai tanaman
bagian-bagian bunga, yaitu bunga           yang memiliki biji terttutup. Beberapa
sempurna dan bunga tidak sempurna.         jenis buah menjadi kerig apabila
Bunga sempurna mempunyai empat             sudah       matang;      jenis   lainnya
organ bunga yang dapat dibedakan,          berdaging.      Buah kering tersebut
yaitu sepal, petal, stamen dan pistil.     kemudian merekah, dan ada yang
Bunga tidak sempurna          bilamana     tidak merekah pada waktu matang.
salah satu organnya tidak ada,             Macam buah yang tidak merekah
kalaupun ada bentuknya rudimenter          umumnya         berbiji tunggal dan
dan hanya dapat dikenali dengan            berukuran kecil, sebagai contohnya
pemeriksaan cermat. Pada banyak            adalah bunga matahari dan jagung
tanaman, misalnya petal telah hilang,      dimana buannya sering dinamakan
dan sepalnya hanya berbentuk sisik,        biji.
gigi, atau takik. Tumbuhan yang                  Proses     pembuahan          akan
bagian perianthnya menjadi amat kecil      mempengaruhi biji secara langsung.
atau tidak menyolok. Contohnya             Selain itu proses tersebut juga akan
Gramineae, beberapa Acer, Quercus,         mempengaruhi              perkembangan
dan Ulmus.                                 seluruh jaringan buah secara tidak
     Reduksi dalam jumlah dapat pula       langsung. Jika stigma tidak dibuahi
didapati pada stamen dan pistil.           dan        pembuahan tidak terjadi,
Bunga yang mempunyai keduanya              setidaknya pada beberapa bakal biji,
dan berfungsi disebut biseksual. Jika      maka bunga biasanya menjadi layu
salah satu tidak ada atau tidak            dan gugur tanpa perkembangan lebih
berfungsi, maka bunga tersebut             lanjut. Reaksi-reaksi ini tampaknya
disnamakan bunga uniseksual. Jika          beruhungan dengan hormon tumbuh
hanya ada stamen, maka dinamakan           atau auksin          yang merupakan
staminat     atau     bunga      jantan;   senyawa yang terkandung dalam
sebaliknya disebut pistilat atau bunga     buah. Auksin biasanya dihasilkan
betina jika hanya memiliki pistil tanpa    oleh jaringan buah yang sedang
stamen. Kedua macam bunga                  tumbuh dan rupanya bertanggung-
uniseksual dapat dijumpai pada             jawab baik terhadap pertumbuhan
tanaman yang sama, seperti jagung,         selanjutnya      maupun        terhadap
kebanyakan begonia, waluh jepang,          kemampuan untuk bersaing dengan
mentimun dan lain-lain.                    bagian-bagian lainnya dalam tubuh



                                                                               81
tumbuhan        dalam       memperoleh    gunus atau famili berjalan secara
makanan.         Pertumbuhan berhenti     konstan sehingga dapat dijadikan cara
pada bunga matang dan untuk               untuk      mengidentifikasi    tumbuh-
memulain       perkembangan       baru    tumbuhan.        Contoh pembungaan
diperlukan beberapa perangsang.           infloresensi terjadi pada broikoli,
Rang-sangan ini menjadi tersedia          nenas, murbei nangka dan lain-lain.
dengan adanya penyerbukan          dan          Suatu    proses     pembungaan
pembuahan. Butir-butir serbuk sari        merupakan hasil evolusi. Beberapa
mengandung auksin, pertumbuhan            teori telah dikemukakan untuk
tabung sari melalui tangkai kepala        menerangkan asal usul bunga dari
putik mungkin menghasilkan lebih          evolusinya.      Menurut suatu teori,
banyak auksin dan pembuah itu             bunga       adalah     sumbu      yang
merangsang sel untuk membelah diri        termodifikais dan menyangga bagian-
dan menghasilkan auksin pada biji         bagian hiasan bunga, stamen dan
muda.        Auksin yang dihasilkan       karpel. Ruas-ruasnya tertekan pada
tersebut pada gilirannya          akan    sepal terbawah sehingga buku-buku
merangsang pembelahan sel secara          sangat berdekatan. Apabila bung
terus menerus. Konsentrasi auksin         mempunyai        sepal    dan     petal
bertemabah beberapa kali setelah          menyerupai daun, maka kemung-
terjadi penyerbukan dan pembuahan,        kinan besar bunga tersebut akan
sehingga buah tumbuh dengan aktif         steril.    Pada angiospermae petal
dan meningkat hingga maksimal.            kemungkinan berasal dari perubahan
     Bunga dan buah yang amat muda        stamen yang menjadi petal karena
pada tanaman apel, jagung dan             hilanya jaringan reproduktif dan
beberapa jenis tanaman lain kurang        membentuk seperti sepal. Stamen
bersaing untuk memperoleh makanan,        dan karpel kadang-kadang mirip
dan akan melanjutkan pertumbuhan          dengan daun. Pada kondisi ini
jika bahan-bahan makanan tersedia         keduanya dianggap homolog dengan
bebas dan mudah diperoleh.                daun dan merupakan transformasi
Sebaliknya buah pada tanaman yang         daun selama evolusi.            Dengan
sama akan bersaing dengan ketat           demikian karpel dan pistil sederhana
dalam pengadaan makanan dari jarak        ditafsirkan sebagai organ ber-bentuk
beberapa puluh sentimeter. Maka           daun yang berubah dan terdapat
dianggap bahwa              kemampuan     sepanjang tulang daun tengah.
bersaing     ini     didasarkan    atas         Bagian ujung karpel berubah
pembentukan auksin oleh biji-biji         menjadi stigma dan siap menerima
yang sedang berkembang dan bagian-        serbuk sari.        Beberapa bunga
bagian lain pada buah.                    mempunyai ciri khusus karena adanya
     Bunga               kadang-kadang    modifikasi organ-organ bunga. Biji
mempunyai satu tangkai sumbu              merupakan struktur myang kompleks
seperti pada tulip.        Pada bunga     yang terdiri dari embrio atau lembaga,
kelompok ini pembungaan disebut           kulit biji dan persediaan makan
dengan infloresensi. Macam-macam          cadangan.       Dalam biji tumbuhan
infloresensi pada suatu species,



                                                                             82
makanan disimpan dalam lembaga                  langsung terlibat dalam proses
atau pada jaringan di sekelilingnya.            pembentukan biji
Bagian bunga yang esensial adalah
pistil dan stamen yang secara




                                   Gambar 4.3 .
                              Beberapa jenis serbuk sari



     Bila suatu kepala sari yang muda diperhatikan dengan cermat maka akan
tampak empat cuping yang terdiri dari mikrosporangium. Cuping merupakan ruang
tanpa dinding yang dibatasi oleh jaringan steril kepala sari. Dua mikrosporangioum
terletak pada dua sisi jaringan penopang yang dilalui satu berkas pembuluh. Irisan
melintang melalui anther kuncup bunga yang muda memperlihatkan adanya
sekumpulan sel besar dalam setiap mikrosporangium atau sel induk mikrospora. Sel
induk mikrospora mengandung banyak sitoplasma dan nukleus besar. Sel tersebut
meluas dalam masa perpanjangan kepala sari. Ketika pertama kali dibentuk sel induk




                                                                                 83
mikrospora sangat padat tetapi kemudian harus memisahkan diri menjadi berbentuk
bola
     Semasa pertumbuhan anther nukleus setiap induk mikrospora membelah diri
kemudian nukleus anak akan membelah lagi. Peristiwa ini merupakan proses
meiosis. Setelah dinding sel terbentuk maka terjadi empat sel yang disebut dengan
mikrospora. Kumpulan mikrospora disebut tetrad. Mikrospora akan berkembang
menjadi butir serbuk sari.
     Perubahan mikrospora menjadi butir serbuk sari disebabkan oleh pembelahan inti
mikrospora. Anak inti berpisah dan bersama dengan sitoplasma membentuk dua sel
yang berdekatan, atau terkadang dipisahkan oleh membran yang tipis. Salah satu sel
ini adalah sel tabung yang merupakan sel. Sedangkan sel lainnya yang berukuran
lebih besar disebut sel generatif. Pada beberapa species sel generatif terbelah
membentuk sel gamet jantan sebelum seruk sari ditumpahkan. Dengan demikian
ada dua macam serbuk sari dalam tumbuhan berbunga. Serbuk sari pertama hanya
berisi tabung dan nukleus generatif yang bersamaan dengan kesiapan serbuk sari
yang ditumpahkan. Serbuk sari yang kedua berisi nukleus tabung dan dua nukleus
jantan. Dinding mikrospora menjadi dinding serbuk sari dan berubah menjadi tebal
dengan permukaan luar ditutupi duri atau ciri khas lainnya.
     Peristiwa yang terjadi di dalam bakal biji bersamaan dengan pembentukan
sperma. Langkah-langkah ini mengarah kepada pembentukan gamet betina atau sel
telur. Bakal biji adalah bentuk permulaan dari biji di daerah plasenta pada dinding
bakal buah. Perkembang-biakan ini terdiri dari suatu lapisan yang tebalnya sampai
beberapa sel dan dinamakan nucelus. Penebalan khusus ini menutupi satu sel induk
magaspora. Pada tumbuhan berbiji yang tumbuhan tingkat rendah yang mempunyai
dua jenis spora akan menyimpan sel induk megaspora di dalam megasporangium.
Proses ini hanya terdapat pada tumbuhan angiospermae. Pada tumbuhan biji
tertutup pada umumnya nucelus dianggap sebagai dinding megasporangium.
     Sebagai akibat pertumbuhan nucelus dan basal akan segera diangkap pada
integumen, kemudian akan tumbuh dan mengelilingi mikrofil. Bakan biji dapat lurus
tetapi pada kebanyakan tumbuhan bunga bakal biji itu menjadi terbalik degan lubang
mikrofilnya mengarah ke bagian plasenta dan tangkainya melebur ke integumen. Sel
induk megaspora akan membelah dua dan membentuk emepat megaspora. Hanya
satu diantara empat megaspora dan biasanya megaspora yang paling jauh dari
mikrofil akan paling dekat dengan suplai makanan.
     Kantung embrio adalah satu megaspora yag besar dan hidup secara terus
menerus. Selama perkembangan kantung embrio, inti megaspora terbagi menjadi
tiga proses mitosis sehingga menjadi delapan inti yang secara genetis identik.
Makanan dan minuman diserap melalui tangkai bakal biji dan kantungnya membesar
bersamaan dengan nucelus dan integumen. Empat diantara kedelapan inti tersebut
berada di ujung mikrofil kantung embrio. Sedangkan empat lainnya di ujung yang
berlawanan. Satu nukeus, inti kutub akan berpindah dari kelomppok megaspora ke
arah tengah kemudian dikelilingi membran tipis, sehingga selama proses ini akan
menyebabkan inti tertinggal. Ketiga sel di ujung mikrofil adalah sel telur. Sedangkan
dua sel yang berdekatan akan mengelilingi sel telur dan disebut sebagai sinergit.



                                                                                  84
a. Pembuahan

     Pembuahan adalah bagian dari proses reproduksi secara seksual karena adanya
perpaduan antara sperma dan sel telur. Butir serbuk sari berkecambah pada kepala
putik atau stigma dan tabung serbuk sari tumbuh ke bawah melalui tangkai putik
(stylus) ke bagal biji.

    Jika sel generatif belum terbagi untuk membentuk dua gamet jantan maka sel itu
akan membelah diri sesudah berpindah ke dalam tabung serbuk sari. Gamet-gamet
yang terdiri dari satu inti besar yang dikelilingi oleh selaput sitoplasma bergerak ke
arah tabung serbuk sari. Ujung tabung itu melewati nucelus dan masuk ke dalam
kantung embrio kemdian ujung tabung membelah (pecah) mengeluarkan sperma.
Nukleus tabung akan bergerak lebih dahulu dibandingkan dengan sperma kemudian
nukleus mengarahkan tabung serbuk sari selama perkembangannya dan secara terus
menerus mengikuti gamet. Inti tabung akan menurunkan suhu pada saat sebelum
perkecambahan butir sebruk sari maupun pada pertumbuhan awal tabung serbuk sari,
oleh sebab itu diduga bahwa inti tabung serbuk sari adalah struktur sisa yang tidak
berperan dalam pertumbuhan tabung serbuk sari.




                                          Gambar 4.4.
(a). Struktur anatomi organ pembuahan tumbuhan. Struktur anatomi benang sari .
      (b). Struktur anatomi bakal buah.




                                                                                  85
                                        Gambar 4.5.
                  Proses perkembangan organ reprodukstif dan fertilisasi.
            A. Fase haploid: Pembentukan sel telur, penyerbukan dan pembuahan.
                 B. Fase diploid: Perkecambahan dan perkembangan benih.



     Gamet-gamet     jantan     pada             nukleus sperma berpadu dengan n
sebagian       besar      organisme              nukleus sel telur sehigga terjadi
berkemampuan untuk bergerak aktif                pembuahan dan membentuk sel
dengan pertolongan struktur khusus               pertana tanaman baru. Pada waktu
yang berbentuk seperti cemeti. Pada              yang sma perpaduan yang sama
gamet jantan angio-spermae, tidak                terjadi, meliputi kedua nukleus kutub
terdapat struktur khusus sehingga                dan nukleus sperma kedua. Kedua
tidak dapat bergerak dengan bebas.               nukleus kutub dapat bergabung
Mekanisme gerakan adalah ke bagian               terlebih dahulu dan kemudian
bawah dari tabung serbuk sari, tetapi            berkumpul dengan nukleus sperma
hal ini masih diragukan. Di dalam                yang kedua, atau ketiga nukleus itu
kantung embrio satu dari kedua                   dapat berhimpun secara simultan.



                                                                                   86
Nukleus yang berasal dari peleburan              bakal biji dan akan berkembang
ketiganya       dinamakan      nukleus           menjadi biji. Sebagai contoh pada
endosperma primer atau nukleus                   buah semangka yang mempunyai
peleburan ganda tiga.                            banyak biji berarti ratusan butir sebuk
     Peleburan nukleus telur dengan              sari   sangat       diperlukan    untuk
sperma       bersama-sama       dengan           menyerbuk satu bunga.
perpaduan antara nukleus sperma
kedua dengan nukleus kutub disebut               b. Waktu antar perkecambahan
pembuahan ganda.          Pembuahan
ganda hampir umum ditemukan oleh                 Waktu antara perkecambahan serbuk
ahli botani. Pembuahan ganda harus               sari dan pembuahannya berjalan
terjadi di dalam setiap bakal biji dan           dengan singkat. Atau kadang-kadang
diikuti oleh pembentukan biji. Setidak-          berjalan berhari-hari sampai dengan
tidaknya butir serbuk sari harus                 berbulan-bulan
berkecambah pada stigma setiap




                                     Gambar 4.6.
                        Proses pembuahan di dalam kantung embrio.




                                      Gambar 4.7.
                                  Perkembangan embrio




                                                                                    87
     Pada         tanaman       jelasi   planula hanya terdiri dari sekelompok
perkecambahan serbuk sari kurang         kecil       jaringan       meristimatik.
dari satu jam, pada tanaman jagung,      Sedangkan pada tanaman lain seperti
perkecambahan serbuk sari sekitar 24     buncis mempunyai pucuk le,mbaga
jam. Pada tanaman tomat dekitar 50       atau plumula yang tersusun dari suatu
jam dan pada tanaman kubis lebih         meristem apikal mbersama-sama
kurang lima hari.                        dengan beberapa daun embrionik.
     Pada tanaman tertentu tabung              Pada perkecambahan, plumula
serbuk sari berkecambah setelah          membentuk bagian pucuk di atas
tujuh bulan. Pada waktu pembuahan        kotiledon.      Ujung meruncing dari
atau pada saat sesudahnya nukleus        embrio dibagian pangkal dinamakan
menjadi tidak teratur tetapi setelah     sebagai akar lembaga (radicula),
pembuahan selesai sel sinergit dan       kemudian terus berkembang menjadi
antipodal akan luluh. Sel telur yang     akar primer apabila biji tersebut
dibuah tumbuh menjadi embrio.            berkecambah. Daerah antara radicula
Tingkatan dalam perkembangan             dan kotiledon adalah batang
embrio merupakan ciri khas bagi          embrionik atau hipokotil.
banyak petumbuhan tanaman dikotil.             Umumnya perkembangan embrio
Zigot akan membelah diri beberapa        tumbuhan yang monokotil banyak
kali dan menghasilkan sekumpulan         persamaannya          dengan        pola
sel, pro embrio yang menunjang jalan     perkembangan tanaman seperti kubis.
masuk ke dalam kantung embrio. Sel       Meskipun           demikian        pada
teratas dari semuanya dan paling jauh    monokotiledon yang sudah maju
dari mikrofil akan membelah diri         (contohnya            rumput-rumputan)
karena adanya pembentukann dinding       mempunyai kotiledon yang telah
melintang dan membujur untuk             mengalami perubahan evolusioner.
membentuk sekelompok delapan sel         Kotiledom terdiri dari dua bagian
menjadui dua baris yang terdiri dari     pokok.        Pertama perisai atau
empa sel. Kelompok sel ini menyusun      skutelum, sebagai organ penyerap
sebahagian besar embrionya. Sel-sel      makanan dan kedua adalah koleoptil
yang tersisa di bawahnya akan            serta tudung pelindung di bagian atas
membentuk suspensor.                     plumula.
      Perkembangan suspensor akan              Setelah pembuahan nukleus
mendorong embrio yang tumbuh ke          endosperma primer segera mulai
bagian dalam endosperma yang             membelah diri dan menghasilkan
berfungsi sebgai penyedia makanan        jaringan multiseluler atau endo-
yang berlimpah.                          sperma.       Sel telur yang dibuahi
     Embrio yang sudah matang terdiri    berkembang menjadi embrio tetapi
dari suatu poros yang menyangga dua      pertumbuhannya berlangsung lambat
kotiledon dan atau daun biji. Pada       dibandingkan dengan pertumbuhan
ujung poros di atas buku kotiledon       endosperma          karena      setelah
terdapat plumula.      Plumula yang      pembuahan zigot memasuki masa
merupakan aspek pucuk embrionik          istirahat. Endosperma berkembang
pada beberapa tanaman sepertikubis       berkat suplai makanan oleh tumbuhan



                                                                             88
induk. Kemudian memberi makanan                 dan tipis seperti kertas mengelilingi
kepada embrio.           Dalam berbagai         embrio. Kulit tersebut dapat menebal
species        pada        tingkat      dini,   dan ekras seperti batu. Hal ini terjadi
pembentukan endosperma akan                     pada kenari dan kemiri. Epidermis
membebaskan banyak nukleus.                     kujlit biji pada tanaman tertentu
      Dinding inti akan berkembang              menghasilkan serat kapas seperti
mengeilingi inti. Pada sepcies yang             yang terjadi pada tanaman kapas.
lain pembelahan nuklir segera harus                   Pada beberapa biji mikrofil tetap
diikuti oleh pembentukan dinding sel.           nampak sebagai lubang kecil yang
Endosperma berkembang lebih cepat               dihubungkan dengan parutan yang
dibandinmgkan dengan embrio dan                 disebut hilum yang menandakan letak
biji muda. Pada beberapa biji, embrio           tangkai yang melekatkan biji dengan
tetap berukuran kecil dan dikelilingi           plasenta. Sewaktu biji itu matang dan
oleh endosperma. Endosperma tetap               secara bertahap embrio memasuki
hidup membesar dan menjadi jaringan             masa       dorman      sampai        biji
istimewa biji, kaya akan makanan                perkecambah.
yang tertimbun dalam bentuk minyak
atau pati atau protein. Makanan yang
tersimpan di dalam endosperma digun
akan oleh embrio pada waktu biji
berkecambah. Biji dengan embrio
yang terbenam di dalam endosperma
merupakan salah satu contoh dari biji
jarak, jagung, padi-padian dan kelapa.
      Pada biji yang lain sebagian
besar          embrio          melanjutkan
perkembangannya sampai dengan
semua          endosperma          diserap.
Beberapa saat kemudian embrio akan
menjadi kian besar dan sel-selnya
terisi dengan bahan makanan
cadangan. Sebahagian besar dari
makanan yang tertimbun di dalam
daun lebaga (kotiledon) yang menjadi
sangat besar. Contoh biji yang
kekurangan endosperma adalah
lobak, kubis, bunga matahari, labu
siam dan polong-polongan seperti
kacang merah.
      Biji dikelilingi oleh kulit biji yang                      Gambar 4.8.
telah berkembang dari integumen                   Proses perkecambahan benih dari biji dikotil.
bakal biji. Kulit biji biasanya tipis
seperti pada kacang merah dan
kacang tanah yang berwarna coklat



                                                                                        89
     Biji angiospermae merupakan           seperangkat kromosom kepada sel
suatu struktur yang kompleks dan           telur yang dibuahi. Jadi dalam setiap
jaringannya bermacam-macam. Biji           gamet akan terdapat dua kali jumlah
angisperma tersusun dari kulit biji,       kromosom. Inti sel telur yang dibuahi
endoperma dan embrio. Hal ini terjadi      mengalami proses mitosis sehingga
pada tanaman jagung, gandum, padi          setiap anak sel berisi setengah jumlah
atau dari kulit biji dengan embrio saja.   kromosom yang berasal dari sperma
                                           dan stengah jumlah kromosom yang
                                           berasal dari sel telur. Semua sel dari
                                           tumbuhan berasal dari pembelahan
                                           ulang sel telur yang dibuahi yang
                                           mengandung jumlah kromosom ganda
                                           (2n). Satu gamet dinyatakan sebagai
                                           n.       Maka penggandaan jumlah
                                           kromosom dari sel telur yang dibuahi
                                           selalu disertai dengan reduksi dari
                                           jumlah kromosom pada tahap siklus
               Gambar 4.8b.                hidupnya.         Gamet mengandung
Perkecmbahan    pada tanaman   monokotil   jumlah kromosom yang sama dengan
(barley)                                   sel tubuh, yaitu 2n. Oleh sebab itu sel
                                           telur yang dibuahi dan sel-sel pada
                                           tumbuhan akan mengandung 4n
c. Pergiliran Generasi                     kromosom. Generasi berikutnya akan
                                           terdiri dari 8n kromosom.
    Pergiliran generasi merupakan               Pada tumbuhan berbunga terjadi
kejadian dalam dua fase, atau              pengurangan jumlah kromosom.
generasi, dalam daur hidup organisme       Proses ini disebut meiosis, yaitu
yang berkembang biak secara                pembelahan secara kolektif. Sebagai
seksual. Salah satu dari generasi ini      akibat       dari     meiosis   adalah
menghasilkan spora dan disebut             terbentuknya tetrad spora dengan
dengan sporofit.         Yang lain         setengah dari jumlah kromosom. Sel
menghasilkan gamet dan disebut             induk spora memiliki kromosom 2n;
generasi gametofit. Kata generasi          mikrospora dan megaspora memiliki
dipakai dalam hal ini untuk                kromosom sebanyak n. Semua
membedakan dari yang biasa dipakai,        struktur yang terjadi secara langsung
yang mengacu kepada selang waktu           pada mikrospora dan megaspora juga
di antara kelahiran tetuanya dan           memiliki jumlah kromosom n. Batas
kelahiran keturunannya. Pergiliran         antara kedua generasi, sporofit dan
generasi ini bersesuaian dengan            gametofit,        ditentukan   dengan
pergantian jumlah kromosom dalam           terjadinya peristiwa meiosis dan
kedua fase daur hidup tumbuhan.            pembuahan.            Generasi sporofit
    Bila dua gamet berpadu                 memiliki kromosom 2n, gametofitnya n
membentuk zigot maka stiap gamet           kromosom. Pergiliran generasi tidak
akan     memberikan      sum-bangan        hanya dijumpai pada tumbuhan



                                                                              90
berbunga, tetapi umum dijumpai pada             penyerbukan kepala putik oleh serbuk
seluruh dunia tumbuhan. Generasi                sari yang berasal dari bunga itu
sporofit yang menghasilkan spora                sendiri atau dari bunga lain pada
maupun gametofit yang menghasilkan              tumbuhan yang sama. Penyerbukan
gamet yang dicirikan dengan adanya              silang ialah proses perpindahan
pembuahan dan meiosis,         pada             serbuk      sari dari anther bunga
tumbuhan berumah dua, sel tubuh 2n              tumbuhan ke stigma bunga tumbuhan
mengandung kromosom yang telibat                lain yang sama atau species yang
dalam penentuan alat reproduksi                 berkerabat.      Penyerbukan dapat
seksual.                                        dibantu oleh angin dan serangga,
                                                burung, keong, dan binatang kecil lain.
4.3. Penyerbukan (polinasi)                     Contoh tanaman yang menyerbuk
                                                sendiri adalah gandum, jelai, padi,
     Pembuahan sel telur dan                    kedelai dan lain-lain. Penyerbukan
perkembangannya hanya akan terjadi              silang lebih umum terjadi dibanding
jika butir serbuk sari sampai kepada            dengan penyerbukan sendiri.
stigma. Penyerbukan ialah pindahnya                  Penyerbukan                 silang
serbuk sari dari kepalam sari kepada            menghasilkan kombinasi satuan
stigma.       Penyerbukan berbeda               keturunan yang lebih beragam dari
dengan pembuahan, penyerbukan                   keduanya. Pengaruh langsung dari
adalah peleburan gamet jantan dan               penyerbukan silang adalah banyaknya
gamet betina. Penyerbukan ada dua               species dari produksi biji yang
macam, yaitu penyerbukan sendiri                dihasilkan dan bersifat lebih kuat dari
dan         penyerbukan        silang.          turunannya.
Penyerbukan sendiri adalah proses




                                     Gambar 4.9.
                              Pergantian generasi tanaman




                                                                                   91
a. Penyerbukan oleh serangga             yang      berbeda.         Hal      ini
                                         menguntungkan penyerbukan silang
     Sebahagian besar tumbuhan           (dikogam). Dikogami terhjadi melalui
berbung diserbuki oleh insekta seperti   dua cara. Yang pertama adalah
lebah, kupu-kupu, tawon, kumbang         anther akan matang sebelum stigma
dan lain-lain. Pada kasus tertentu       pada kasus lain stigma lebih dulu
penyerbukan dapat dilakukan oleh         matang daripada anther.        Bunga
burung dan mamalia. Bunga yang           dengan pistil dan stamen yang
diserbuki oleh serangga biasanya         matang pada waktu yang berbeda
berwarna cerah dan atau berbau           sangat umum dijumpai pada dunia
harum. Serbuk sari yang dihasilkan       tumbuhan.
sangat berat sehingga cepat lengket           Pada beberapa bunga terdapat
dan sukar diterbangkan oleh angin.       hubungan antara tabung korola dan
Bunga seperti ini mengandung tempat      ukuran panjangnya. Nektar yang
air madu atau nektar. Banyak sekali      terletak pada pangkal tabung korola
percobaan-percobaan              untuk   akan menempel pada anggota badan
mengetahui ketertarikan serangga         kupu-kupu atau ngengat yang memiliki
terhadap bunga yang berwarna dan         bagian mulut berbentuk panjang
berbau wangi. Lebah dan serangga         sehingga dapat mencapai nektar.
akan mendatangi bunga dan                Sebagai contoh adalah Saponaria,
mengumpulkan serbuk sari atau            berbagai jenis tembakau, Datura
nektar sebagai bahan makanan buat        memiliki tabung korola sepanjang 8cm
mereka        atau      keturunannya.    sehingga sulit untuk diserbuk oleh
Penyerbukan terjadi secara kebetulan     serangga.
pada waktu serangga tersebut                  Penyerbukan      sendiri    tidak
mendatangi bunga.        Serbuk sari     terhalangi oleh heterostyli karena
melekat pada bagian mulut, kepala,       pada saat serangga mencabut
kaki dan rambut pada tubuh lebah         mulutnya dari korola bunga maka dia
sesudah lebeah tersebut mendatangi       akan memindahkan serbuk sari dari
bunga. Jika lebih mendatangi bunga       anther ke stigma dari bunga yang
yang lain, sebagian serbuk sari akan     sama. Penyerbukan sendiri lebih
menyentuh          stigma         dan    mudah terjadi pada siklus pendek
mengakibatkan penyerbukan silang.        akan tetapu proses penyerbukan
Penyerbukan        oleh      serangga    sendiri dalam pembentukan biji sangat
merupakan cara yang terpenting untuk     bervariasi.
proses perkebang-biakan.
                                         c. Ketidak serasian
b. Adaptasi    bunga    yang
   menguntungkan penyerbukan                 Pada banyak tumbuhan dengan
   silang                                bunga sempurna pembuahan dan
                                         pembentukan buah serta biji terjadi
    Pada tumbuhan yang memiliki          setelah      penyerbukan      sendiri
bunga sempurna mempunyai stamen          (keserasian sendiri). Pada tumbuhan
dan pistil yang matang pada waktu        lain kadang-kadang tidak terjadi



                                                                            92
pembuahan walaupun stigma sudah            Prinsip genetik adalah pengendalian
diserbuk oleh serbuk sari dari bunga       mutu benih internal yang dilaksanakan
yang sama (ketidak serasian fisiologis     produsen benih agar kemunduran
atau    ketidak-serasisan    sendiri).     genetik tidak terjadi dan benih yang
Dalam banyak hal ketidak serasian          dihasilkan memiliki mutu genetik
disebabkan oleh rendahnya laju             (kemurnian) yang tinggi. Adapun
pertumbuhan tabung serbuk sari.            prinsip agronomik adalah tindakan
                                           budi daya produksi agar benih yasng
d. Penyerbukan angin                       dihasilkan dapat maksimum, basik
                                           dalam kuantitas (jumlah) maupun
     Penyerbukan dengan angin              kualitas (terutama mutu fisik dan mutu
merupakan proses yang paling               fisiologis benih).
mudah. Bunga tumbuhan diserbuk                   Pada dasarnya, usaha produksi
oleh angin kecil dan kurang menarik,       atau penangkaran benih bertujuan
penyerbukann angin dijumpai pada           untuk menghasilkan benih sebanyak-
tumbuhan kayu dan herbal, seperti          banyaknya dengan mutu yang
Conifer, Cuercus dan lain-lain. Pada       memenuhi syarat sertifikasi benih.
banyak tumbuhan erkayu bunga               Benih bersertifikat merupakan benih
jantan    dan     terkadang     betina     dari suatu varietas yang telah
berkelompok dalam untaian.                 diketahui      (telah    dilepas)    dan
                                           diproduksi          dengan        sistem
e. Musim penyerbukan                       pengawasan serta standar sertifikasi
                                           benih, baik standar lapangan maupun
      Di daerah empat musim terdapat       laboratorium yang ketat dalam
tiga kali waktu penyerbukan, yaitu         mempertahankan kemurnian varietas
awal musim semi, akhir musim semi          tersebut. Untuk menghasilkan benih
dan awal musim panas, serta akhir          ber-sertifikat, perlu memperhatikan
musim panas dan musim gugur.               prinsip-prinsip berikut ini.
Banyaknya seruk sari di udara dapat
dihitung dengan cara meletakkan di         a. Persyaratan lahan produksi
udara slide mikroskop yang ditutupi           benih
oleh agar tipis atau vaselin. Serbuk
sari yang melekat harus diwarnai dan            Untuk    menghasilkan    benih
dapat dipelajari di bawah mikroskop        bermutu, tanaman harus diusahakan
dan kemudian diidentifikasi melalui        secara intensif pada lahan yang
ciri-ciri permukaan butir sari tersebut.   memenuhi persyaratan dan dikelola
                                           sesuai dengan keadaan agroklimat
4.4. Teknik       Produksi       Benih     setempat. Dua persyaratan lahan
     Tanaman                               yang utama bila akan memproduksi
                                           benih bersertifikat yaitu sebagai
      Untuk menghasilkan benih             berikut:
bermutu (bersertifikat) minimum              (a). Lahan subur dan tersedia air:
melibatkan dua aspek penting, yakni        Air dapat disediakan secara teknis
prinsip genetik dan prinsip agronomik.     melalui irigasi atau secara alami



                                                                               93
sebagai lahan tadah hujan. Air sangat      generation flow atau poly generation
dibutuhkan terutama pada saat              flow. Untuk itu perlu diperhatikan
tanaman memasuki masa pengisian            ketentuan pelaksanaan sertifikasi
biji (grain filling). Perlu diperhatikan   sebagai berikut: (a). Benih penjenis
pula bahwa memproduksi benih               (BS) dapat diperbanyak kembali
umumnya dilakukan di luar musim            sampai 5 kali (sampai dengan BS4).
tanam (off-season) karena untuk            Pengawasan dan jaminan mutu
memenuhi kebutuhan benih pada              dilakukan oleh pemulia tanaman
musim berikutnya. (b). Lahan bersih        (breader) yang bersangkutan. (b).
dan bebas dari varietas lain. Untuk        Benih dasar (BD) dapat diperbanyak
menghindari percampuran varietas,          kembali sampai 5 kali (sampai dengan
sejarah lahan, yakni catatan urutan        BD4). (c). Benih pokok (BP) dapat
jenis dan varietas tanaman yang            diperbanyak kembali sampai 5 kali
pernah ditanam, perlu diperhatikan.        (sampai dengan BP4). (d). Benih
Secara umum, dalam satu lokasi             sebar (BR) dapat diperbanyak kembali
lahan produksi benih tidak dapat           sampai 5 kali (sampai dengan BR4)
ditanami dua varietas berbeda dari              Selain aspek benih sumber,
jenis tanaman yang sama secara             produksi          benihpun         perlu
berturut karena akan menimbulkan           memperhatikan aspek sumber benih,
penyerbukan silang. Adanya tanaman         yakni lembaga atau institusi yang
voluntir juga merupakan kontaminan.        menghasilkan benih sumber. Hal ini
Selain dari dalam lahan, percampuran       penting karena dalam skema sistem
pun dapat terjadi dari pertanaman          perbenihan di Indonesia, telah
sejenis yang berbeda varietas yang         ditentukan lembaga-lembaga yang
ada di sekitar lahan produksi. Cara        berkompeten untuk memproduksi
menghindarinya dengan melakukan            setiap      jenjang      kelas    benih
isolasi waktu atau isolasi jarak.          bersertifikat.
                                                      Untuk kesuksesan produksi
b. Benih Sumber                            benih dalam hal kemurnian benih,
                                           pada umumnya proses produksi
     Benih sumber atau benih yang          terisolasi.      Isolasi uang umum
akan digunakan untuk memproduksi           digunakan adalah isolasi waktu dan
benih haruslah bermutu tinggi dan          jarak.
jelas asal-usulnya. Syarat mutu bagi            Isolasi waktu ataupun isolasi jarak
benih bersertifikat antara lain murni      merupakan tindakan perlindungan
(sesuai dengan sifat-sifat induknya),      terhadap pertanaman benih dari
sehat (bebas dari hama maupun              penyerbukan silang oleh varietas lain,
penyakit), bersih (bebas dari kotoran      baik dari dalam maupun sekitar lahan
maupun campuran varietas lain), dan        produksi. Isolasi diterapkan apabila
memiliki daya tumbuh yang tinggi.          pada satu areal pertanaman terdapat
Benih sumber yang digunakan dalam          kemungkinan terjadinya penyerbukan
produksi benih harus berasal dari          silang.        Jika        kemungkinan
kelas yang lebih tinggi seperti dalam      penyerbukan silang tidak terjadi maka
sistem alur perbanyakan mono               isolasi tidak perlu dilakukan.



                                                                               94
     Dalam isolasi waktu, waktu tanam           Dalam pelaksanaannya, isolasi
produksi benih dibuat berbeda dengan       sering sulit dilaksanakan karena sulit
waktu tanam produksi benih dan atau        mencari lahan produksi benih yang
non benih suatu varietas lain dari jenis   betul-betul ideal dan mengatur
tanaman yang sama, di suatu lahan          keserempakan pola dan waktu tanam
produksi yang berdekatan agar masa         petani. Oleh karenanya, isolasi yang
berbunga antara kedua varietas tidak       sering dilakukan yaitu menanam
dalam waktu yang bersamaan.                tanaman barier sehingga dapat
Lasmanya ditentukan oleh masa              menghemat waktu (tidak perlu isolasi
pembungaan            varietas     yang    waktu) dan dapat memanfaatkan
bersangkutan. Secara umum, lama            ruang antara pertanaman. Adapun
isolasi waktu untuk tanaman pangan         upaya         untuk       menghindari
sekitar 1 bulan. Dalam melakukan           percampuran varietas dari dalam
isolasi      waktu,     dapat    terjadi   lahan produksi, dilakukan roguing
penanaman di luar musim tanam. Jika        (pencabutan tanaman voluntir).
ini terjadi maka harus ditunjang
dengan sarana atau prasarana yang          c. Dasar-dasar budidaya untuk
mampu menekan risiko kegagalan,               produksi benih
misalnya irigasi yang baik. Isolasi
jarak memberi jarak antara satu                 Teknik produksi benih sedikit
hamparan pertanaman dan hamparan           berbeda dengan teknik produksi non-
pertanaman lain dari varietas yang         benih, yakni pada prinsip genetisnya,
berbeda sehingga tidak dimungkinkan        dimana aspek kemurnian genetik
terjadi penyerbukan silang. Isolasi        menentukan         kelulusan       dalam
jarak dapat berupa lahan kosong,           sertifikasi. Teknik budi daya ini secara
pertanaman dari tanaman jenis lain         internal dilaksanakan oleh penangkar
atau tanaman sejenis yang dijadikan        benih dalam bentuk roguing dan
tanaman penghalang (barier) dan            secara eksternal dilaksanakan oleh
tidak ikut dipanen sebagai benih.          BPSB dalam bentuk pengawasan di
Jarak isolasi tersebut ditentukan oleh     lapang. Adapun teknik budi daya
tipe (jenis) dan cara penyerbukan dari     mulai dari pengolahan tanah hingga
tanaman yang bersangkutan. Isolasi         panen antara teknik budi daya
jarak untuk tanaman dengan                 produksi benih dan non benih secara
penyerbukan silang (misalnya jagung,       relatif sama.
isolasi jarak 200 m) askan lebih jauh           Produksi benih biasanya diawali
dibandingkan        tanaman     dengan     dengan        perkecambahan        benih,
penyerbukan sendiri (misalnya padi,        pesemaian, pembibitan, penanaman,
isolasi jarak 3 m). Demikian pula,         pemeliharaan,          panen         dan
isolasi jarak untuk tanaman dengan         pascapanen, pengolahan benih,
penyerbukan yang dibantu oleh angin        pengeringan,        pengujian      benih,
(misalnya jagung) lebih jauh dibanding     sertifikasi dan pengepakan benih.
tanaman       yang      penyerbukannya
dibantu oleh serangga.




                                                                                95
1) Pengolahan tanah, menentukan           kebutuhan      unsur     hara     yang
   komposisi    media    tanam,           dipersyaratkan.
   mencampur media          dan                 Media tanah dan kompos yang
   mengisi media ke dalam                 tealh sisiapkan harus dicampur
   polybag.                               dengan merata agar kondisi media
                                          tanam seragam baik secara fisik,
     Pengolahan tanah pada dasarnya       kimia dan biologis. Sara encampu
bertujuan untuk menggemburkan,            media tanam dapat dilakukan secara
memperbaiki         struktur     tanah,   manual dan mekanik. Pencampuran
meningkatkan aktivitas organisme          secara manual dapat dilakuan dengan
tanah, serta menciptakan aerasi yang      bantuan alat sekop dan cangkul. Para
baik. Selain itu, pengolahan tanah        petani      pengangkar        biasanya
dapat juga bermanfaat dalam               melakukan pencampuran sebagai
mengendalikan           gulma       dan   berikut: karung tanah dicampur satu
membebaskan lahan dari sisa-sisa          karung kompos lalu diaduk sampai
tanaman atau benih tanaman yang           rata, kegiatan ini dilakukan berulang-
ada. Untuk itu, hendaknya cukup           ulang sampai volume media tanam
tersedia      waktu      antara    saat   diperkirakan mencukup untuk mengisi
pengolahan tanah dan waktu tanam          polybag.
sehingga benih gulma dan tanaman                Pencampuran media tanam dapat
dari pertanaman sebelumnya tumbuh         dilakukan dengan mesin pengaduk
dan dapat dicabut.                        media atau mixer. Dengan alat ini
     Untuk memproduksi benih-benih        petani tinggal memasukkan tanah
kecil (10 gram benih 1.000 benih,         setengah dari volume mixer dan
biasanya          diawali       dengan    kompos setengah dari volume mixer.
perkecambahan benih, pesemaian,           Tutup kap penutup sampai rata.
pembibitan,                 penanaman,    Sambungkan kabel mixer ke arus
pemeliharaan,          panen        dan   listrik dan media tanam akan
pascapanen, pengolahan benih,             tecampur dengan sempurna dan ada
pengeringan,       pengujian     benih,   kemungkinan lebih homogen dari
sertifikasi dan pengepakan benih.         pada pencampuran dengan cara
     Proses penyiapan polybag untuk       manual.
pembibitan         dimulai      dengan
menentukan         komposisi     media         Media yang sudah siap untuk
pembibitan.          Pada umumnya         digunakan diangkut dengan gerobak
komposisi media yang diharapkan           (jika lokasi antar lokasi media dan
adalah mempunyai kandungan hara           tempat pembibitan berdekatan).
makro dan mikrto, mangandung              Apabila penyiapan media berjauhan
bahan organik, aerasi baik dan dapat      dengan tempat pembibitan, maka
menyimpan air dengan afisien. Untuk       disarankan untuk mengangkut media
media pembibitan para petani              dengan kendaraan roda empat. Hal
penangkar benih biasanya menyiapka        ini dilakukan untuk memudahkan
komposisi media tanah: kompos (1: 1)      pekerja dalam mengisi polybag.
dan biasanya telah memenuhi standar



                                                                             96
     Media tanam akan diisikan ke                 Setelah jarak tanam ditentukan,
polybag.     Para petani biasanya            kebutuhan benih setiap hektar dapat
menyiapkan kotak kayu untuk                  ditentukan.      Kebutuhan       benih
memberdirikan polybag atau kaleng            dipengaruhi oleh: (1). Jarak tanam
atau botol plastik. Polybah dibuka           atau populasi tanaman per hektar.
mulutnya dan diletakkan pada                 (2). Ukuran atau bobot benih per
peralatan yang disebutkan. Setelah           1.000 butir. (3).       Daya tumbuh
polybag berdiri pada tempatnya, maka         (kecambah) benih.
media pembibitan disiramkan ke atas               Jatak tanam antar tanaman pada
polybag terbuka sampai penuh,                umunya dapat ditentukan berdasarkan
kemudian masing=masing polybah               kanopi dari varietas tanaman yang
dirapikan dan disiram dengan air.            dibudidayakan. Ukuran atau bobot
                                             benih per 1000 gram, biasanya tertera
                                             pada kemasan (label) benih.
                                             Keterangan ini terdapat pada
                                             kemasan apabila benih varietas
                                             tanaman mempunyai perfomansi biji
                                             berukur kecil seperti benih kubis,
                                             sawi, wortel, tomat, cabai, bunga
                                             krisan dan lain-lain.      Keterangan
    Posisi wadah dengan polybag pembibitan   tentang     daya     tumbuh      (daya
        pada saat mengisi polybag            kecambah) tertera pada label
                                             kemasan. Ketiga keterangan di atas
2) Penanaman                                 selalu terdapat pada label benih-benih
                                             tanaman yang bersertifikat.
     Penanaman dilakukan secara                   Penghitungan kebutuhan benih
beraturan     untuk     memudahkan           sangat penting dilakukan agar
pemeliharaan            (pemupukan,          penangkar dapat menyediakan benih
pengendalian hama dan penyakit),             secara tepat jumlah sehingga tidak
pembersihan tanaman (pengendalian            ada kelebihan pembelian benih dan
gulma), dan pelaksanaan roguing.             input produski benih menjadi efektif
Jarak tanam yang digunakan dapat             dan efisien. Kekurangan penyediaan
disesuaikan dengan jenis atau                benih        akan       menyebabkan
varietas     tanamannya,      tingkat        ketidakseragaman           penanaman
kesuburan lahan, serta ketersediaan          sedangkan kelebihan penyediaan
air dan sinar matahari. Jarak tanam          benih     merupakan      pemborosan.
yang rapat dilakukan jika kesuburan          Perkiraan kebutuhan benih per hektar
tanah mendukung dan kompetisi antar          dapat dihitung dengan rumus :
tanaman tidak sampai pada taraf yang
merugikan. Jarak tanam rapat
dilakukan untuk memaksimalkan
sumber daya yang tersedia dalam
rangka mendapatkan hasil (produksi)
yang maksimal.




                                                                                97
                B = 10.000 X 100/p x100/q X 100/r X s/1000 X t X 1 g
Keterangan :
B = Benih yang diperlukan per hektar (gram)
p = Jarak antar barisan (cm)
q = Jarak rumpun tanaman dalam barisan (cm)
r = Daya kecambah benih (%)
s = Bobot 1.000 butir benih (gram)
t = Jumlah tanaman per rumpun



3) Pemeliharaan tanaman                       ditingkatkan dengan      pemu-pukan
                                              kalsium (Ca).
     Pemeliharaan tanaman dalam
budi daya meliputi pemupukan,                 b)      Penyiangan
penyiangan (pengendalian gulma),
pengendalian hama dan penyakit,                    Penyiangan dilakukan untuk
serta pengairan dan pengelolaan air.          membebaskan lahan dari gulma dan
Teknik     pemeliharaan    tanaman            tanaman lainnya. Gulma dan tanaman
hendaknya disesuaikan dengan fase             lain     dapat     berfungsi  sebagai
pertumbuhan tanaman sehingga                  kompetitor dalam mendapatkan air,
tindakan yang diberikan tepat dan             hara, dan energi matahari. Selain itu,
efisien.                                      gulma atau tanaman lain juga dapat
                                              menjadi inang bagi hama dan penyakit
a) Pemupukan                                  tertentu       atau      memungkinkan
                                              terjadinya      penyer-bukan    silang
     Pemupukan dilakukan untuk                dengan tanaman benih. Pengendalian
memperbaiki ketersediaan hara dalam           gulma dapat dilakukan secara manual
tanah. Pada awal pertumbuhan                  (dengan cara mencabut), mekanis
vegetatif, kebutuhan tanaman akan             (menggunakan alat), dan kimiawi
hara (terutama nitrogen) sangat besar.        (bahan kimia). Penggunaan bahan
Adapun pupuk fosfor (P) dan kalium            kimia untuk mengendalikan gulma
(K) dibutuhkan tanaman pada fase              hendaknya selektif agar tidak
reproduktif,        terutama       masa       membahayakan          tanaman    yang
pembungaan dan pengisian benih                diusahakan dan sumber plasma
(grain filling). Dosis pupuk hendaknya        nuftah lainnya, serta tidak mencemari
disesuaikan         dengan      ting-kat      lingkungan (terutama air). Pada saat
kesuburan tanah. Selain untuk                 penyiangan, biasanya juga dilakukan
pertumbuhan tanaman, pupuk pun                pembumbunan (pendangiran) untuk
berpengaruh terhadap produksi dan             memperbaiki aerasi di daerah sekitar
mutu benih. Protein benih padi dapat          perakaran tanaman.
ditingkatkan dengan pemupukan N
dan bobot benih padi dapat




                                                                                 98
c) Pengendalian hama dan penyakit        benih dini, air diperlukan dalam jumlah
                                         banyak dan pada tahap pemasakan
     Hama dan penyakit di lapang
                                         benih, air tidak diperlukan lagi.
selalu     ada      sehingga     perlu
                                               Penyediaan air bagi tanaman
dikendalikan agar pertanian dapat
                                         dapat dilakukan secara teknis melalui
mencapai produksi yang tinggi.
                                         irigasi atau secara alami dari hujan.
Namun,      pengendalian      tersebut
                                         Pada musim kemarau atau bila tidak
hendaknya dilakukan sedini mungkin
                                         hujan, pengairan dilakukan dengan
dengan senantiasa memperhatikan
                                         penyiraman. Penyiraman sebaiknya
batas ambang ekonomisnya, yakni
                                         dilakukan pada pagi atau sore hari,
tingkat populasi dan intensitas
                                         jangan dilakukan pada siang hari
serangan     yang      membahayakan
                                         karena berpengaruh buruk terhadap
proses          pertumbuhan        dan
                                         tanaman, yakni terjadi peningkatan
perkembangan tanaman.
                                         laju transpirasi secara mendadak.
     Pengendalian hama dan penyakit
                                               Sebelum melakukan kegiatan
dapat dilakukan secara preventif dan
                                         produksi benih. Harus dilakukan
kuratif. Cara preventif (pencegahan)
                                         terlebih sahulu pengecekan sumber
dengan      membuat      pertumbuhan
                                         air dan jaringan irigasi. Apabila lahan
tanaman sesehat mungkin, misalnya
                                         produksi berada pada lahan sawah
memberi pupuk yang seimbang dan
                                         dengan pengairan teknis, maka
melakukan sanitasi lingkungan. Cara
                                         kondisi sumber air dan jaringan irigasi
kuratif adalah cara pemberantasan
                                         diprediksi tidak akan ada masalah.
terhadap hama dan penyakit, seperti
                                         Apabila fasilitas tersebut tidak ada,
penggunaan pestisida, gropyokan
                                         maka sumber air biasanya ditampung
untuk pemberantasan tikus, dan
                                         pada drum atau bak penampungan
eradikasi      (pencabutan         dan
                                         yang dilapisi plastik yang disiapkan di
pembuangan)         tanaman       yang
                                         sekitar lokasi budidaya.
terserang. Karena penggunaan bahan
                                               Apabila produksi benih dilakukan
kimia cukup mengandung risiko maka
                                         pada skala luas, biasanya jaringan
dian-jurkan pestisida yang digunakan
                                         irigasi secara teknik harus disiapkan
berbahan organik.
                                         pada saat pembuatan bedengan
                                         sakaligus dengan pebuatan saluran.
d) Pengairan, pengecekan sumber
                                         Pada sistem ini saluran dapat dialiri air
   dan pengelolaan air.
                                         sehingga dapat dilakukan penyiraman
     Kegiatan ini bertujuan untuk        dengan sistem lep. Hal yang harus
menyediakan air bagi tanaman dalam       diperhatikan       adalah     kemiringan
jumlah yang tepat, sesuai dengan fase    jaringan irigasi harus diperhitungkan
pertumbuhan dan perkembangannya.         agar air dapat mengalir dengan baik
Pada tahap pertumbuhan vegetatif         pada semua lahan budidaya.
sampai inisiasi bunga, air diperlukan
dalam jumlah banyak. Pada tahap
pembungaan, air diperlukan dalam
jumlah     sedang.     Pada     tahap
pembentukan dan perkembangan



                                                                              99
e) Roguing                                 menyulitkan pengamatan. Tanaman
                                           rogue, tanaman yang terserang hama
     Roguing bertujuan untuk menjaga       dan penyakit, gulma-gulma berbahaya
kemurnian          benih.          Cara    dicabut dan dimusnahkan. Melakukan
pelaksanaannya dengan mencabut             roguing di lahan yang luas cukup
tanaman yang tidak dikehendaki,            menyulitkan.      Oleh     karenanya,
seperti tanaman yang berpotensi            dibutuhkan metode yang cukup
untuk terjadinya penyerbukan silang        representatif melalui pengacakan
dengan varietas tanaman yang               sampel di lapang. Ada beberapa
diusahakan atau tanaman yang               macam pola pelaksanaan roguing
berpotensi     menghasilkan       benih    (lihat gambar Usulan Jalur perjalanan
campuran varietas lain. Roguing            dalam melakukan roguing). Pola A
biasanya dilakukan sebelum lahan           dapat menjamah lahan pertanaman
diperiksa oleh tim sertifikasi dari        sekitar 75%, pola B mampu
BPSB.       Pelaksanaan         roguing    menjamah lahan seluas 60-70%, pola
mengikuti waktu dan frekuensi              C (cara acak) dan pola D (searah
pemeriksaan lapangan oleh petugas          jarum jam) memungkinkan seluruh
pengawas sertifikasi benih, yaitu saat     (100%) pertanaman terjamah, pola E
tanaman umur 4 minggu setelah              mampu menjamah lahan sebesar
tanam, pada fase berbunga, dan             85%, dan pola F hanya mampu
menjelang          panen.           Jika   menjamah pertanaman sebesar 60%
memungkinkan,        roguing      dapat    dari luas lahan keseluruhan.
dilakukan setiap saat tidak hanya          Pemanenan
pada saat menjelang pemeriksaan                  Penanganan pascapanen dapat
oleh BPSB. Roguing dilaksanakan            dilakukan dengan baik, tidak merusak
dengan      mencocokkan        deskripsi   benih yang masih berkadar air tinggi,
tanaman di lahan dengan deskripsi          maka panen pada saat benih masak
varietas tanaman yang diusahakan.          fisiologis adalah pilihan yang tepat.
Tanaman yang tidak sesuai dengan           Beberapa keuntungan panen yang
deskripsi tanaman yang diusahakan          dilakukan pada saat benih mencapai
harus dicabut dan dimusnahkan.             masak fisiologis antara lain: (a).
     Roguing     dilakukan      dengan     Benih belum mengalami deteriorasi
berjalan secara sistemik sehingga          (kemunduran). (b). Mempercepat
setiap tanaman dapat terlihat dan          program pemuliaan tanaman karena
diamati.     Roguing         hendaknya     segera diperoleh data viabilitas dan
dilakukan sepagi mungkin dan arah          vigor maksimum dari varietas yang
berjalan sebaiknya tidak menghadap         dikembangkannya.
matahari,    karena      silau     akan




                                                                           100
                           *           *                         *
           *                                                 *
       *                                                                         *                   *
                       *                   *                                                 *
                       *                   *
           *                                                                     *               *
       *                                                             *
                                                             *

                                                                                             *
               *                   *                                 *                           *
       *                                                                                 *
               *                   *           *             *                       *                   *
       *
               *                   *                         *
       *                                                                 *                           *


                   *                               *         *                                   *
                           *                                     *                                       *
           *                                       *         *                                       *
           *                               *                 *               *                               *
                           *                       *                                     *
                                                   *




                                                     Gambar 4.9 .
                       Beberapa alternatif jalur perjalanan untuk melakukan kegiatan roguing.



(c) Menghemat waktu dan mengurangi                               Kondisi iklim pada selang waktu
kehilangan benih di lahan, serta. (d).                           antara masak fisiologis dan panen
Perkecambahan benih di lapang dapat                              sangat     berpengaruh      terhadap
dihindari.                                                       viabilitas benih, daya kecambah,
     Oleh karena kadar air benih pada                            vigor, maupun daya simpan benih.
saat masak fisiologis masih cukup                                Cuaca pada areal produksi yang tidak
tinggi (50-60%) sehingga rentan                                  menguntungkan dapat menurunkan
terhadap kerusakan mekanik, maka                                 mutu benih yang dihasilkan.
panen dapat dilakukan beberapa hari
setelah masak fisiologis. Waktu panen
ini pun jugam mempunyai risiko.




                                                                                                                 101
f)   Pengolahan Benih                      d. Alur umum pengolahan benih

     Pengolahan benih merupakan                Benih masuk ke unit pengolahan
tahap transisi antara produksi dan         benih umumnya dalam bentuk calon
penyimpanan atau pemasaran benih.          benih, misalnya benih jagung masih
Tahap ini cukup menentukan karena          dalam tongkol, benih kedelai dan
benih dapat tidak bermanfaat jika          kacang hijau masih dalam polong.
salah dalam pengolahannya.                 Selain dalam bentuk calon benih,
     Prinsip umum pengolahan benih         kadar airnya juga masih sangat tinggi.
adalah memproses calon benih               Oleh karenanya, pengolahan benih
menjadi      benih      dengan     tetap   yang dilakukan sebagai berikut.
mempertahankan mutu yang telah
dicapai. Pengolahan benih tidak dapat      1) Pembenihan dan prapembersihan
meningkatkan mutu benih secara
individual, tetapi secara populatif.            Kegiatan pembenihan meliputi
Secara populatif, mutu benih dapat         pengeringan (drying) dan perontokan
ditingkatkan melalui dua cara yaitu :      (threshing) pada kacang-kacangan
(a). Separation, yakni memisahkan          dan padi atau pemipilan (shelling)
benih dari sumber kontaminan seperti       pada jagung. Setelah pengolahan
benih gulma, benih tanaman lain, dan       tersebut, dilakukan pemisahan benih
kotoran benih. (b). Upgrading, yakni       dari kotoran sisa polong, tongkol, atau
memilah benih dari benih yang kurang       jerami (disebut pre-cleaning). Selama
bermutu, misalnya berukuran kecil          proses pembenihan dan pra-
atau tidak seragam.                        pembersihan,       benih      disimpan
     Dengan        pemisahan         dan   sementara secara curah dan
pemilahan benih, akan diperoleh            tumpukan (bulk storage).
benih yang murni dan hidup (pure life
seed) dengan total jumlah yang lebih       2) Pembersihan
rendah dari jumlah benih hasil panen.
Perbandingan jumlah benih hasil                Proses pembersihan (cleaning)
pengolahan dengan jumlah calon             benih diawali dengan pemisahan
benih hasil panen dinamakan                benih dari kotoran (sampah).
rendemen. Nilai rendemen sangat            Pembersihan ini dapat menggunakan
ditentukan oleh jenis benih dan            ayakan (saringan) atau alat pembersih
efektivitas pengolahan. Semakin            benih dengan sistem pengayakan dan
efektif pengolahan yang dilakukan,         hembusan udara, seperti air screen
semakin tinggi nilai rendemen yang         cleaner. Setelah bersih dari kotoran,
berarti semakin kecil nilai kehilangan     benih memasuki proses sortasi dan
pascapanennya (post harvest losses).       upgrading, yaitu benih dipisahkan dari
Adapun       efektivitas     pengolahan    benih varietas lain, benih gulma, serta
ditentukan oleh alur (jalur) pengolahan    benih yang berviabilitas rendah (kecil,
dan penggunaan alat-alat pengolahan        pecah, dan tidak seragam).
benih yang tepat.




                                                                             102
3) Perlakuan         benih       dan    e. Alat dan mesin pengolahan
   pengemasan                              benih

     Perlakuan benih (seed treatment)        Secara umum, alat dan mesin
adalah pemberian bahan kimia dalam      pengolahan yang paling dibutuhkan
rangka melindungi benih dari hama       yaitu alat pembenihan (conditioning
dan penyakit, baik yang terbawa         dan pre-cleaning), alat pengering, alat
benih, serangan yang mungkin terjadi    pembersih, serta alat perlakuan dan
di penyimpangan maupun serangan di      pengemasan. Alat-alat tersebut dapat
lapang produksi. Hal penting yang       berupa mesin pengolah benih yang
diperhatikan di dalam memberikan        dijalankan secara mekanik atau alat
perlakuan benih adalah jenis dan        sederhana yang dijalankan secara
dosis pestisida yang digunakan agar     manual. Pemilihan jenis alat pengolah
tidak meracuni benih.                   benih tersebut sangat ditentukan oleh
     Pengemasan bertujuan untuk         kemampuan penangkar, jenis dan nilai
melindungi benih dari pengaruh          komoditas, tingkat mutu dan efisiensi
kelembaban udara dan pencampuran        yang      diinginkan,    pertimbangan
antar lot (kelompok) benih. Jenis       keuntungan usaha, dan ada atau
kemasan benih dapat dikelompokkan       tidaknya sumber listrik atau mesin
menjadi 3, yakni kemasan porus,         diesel.
resisten dan kedap. Kemasan porus
adalah kemasan yang tembus air
sehingga tidak mampu melindungi         1) Alat pengering benih (seed drier)
benih dari pengaruh kelembapan
udara luar. Contohnya, kertas dan            Pengeringan     benih       dapat
kain blacu. Kemasan resisten adalah     dilakukan secara alami dengan panas
kemasan yang tahan terhadap             matahari atau secara buatan dengan
tembusan air, tetapi dalam jangka       bantuan alat pengering (seed drier).
panjang kemasan menjadi porus.          Pengeringan secara alami mempunyai
Contoh kemasan seperti ini yaitu        kendala seperti turun hujan, suhu
kantong plastik. Adapun kemasan         yang tidak dapat dikontrol, diperlukan
kedap adalah kemasan yang tidak         pembalikan benih, dan kapasitas
tembus air. Contohnya botol (gelas)     lantai jemur yang terbatas. Kendala
dan kaleng (drum). Jenis kemasan ini    tersebut    tidak    dijumpai      bila
mampu mempertahankan kadar air          pengeringan dilakukan dengan alat
benih dalam jangka waktu yang lama.     pengering. Secara prinsip, sistem
Bila menggunakan kemasan kedap,         pengeringan buatan menggunakan
kadar air benih harus rendah untuk      kompor api atau heater sebagai
menghindari pengaruh buruk dari         sumber panas dan kipas (fan) sebagai
akumulasi produk respirasi benih di     tenaga penggerak aliran udara.
dalam kemasan.                          Kapasitas alat dan lama pengeringan
                                        perlu diketahui agar tidak terjadi
                                        overload        atau       penundaan




                                                                          103
pengeringan yang dapat menurunkan          dengan blower sehingga benih yang
mutu benih.                                dihasilkan lebih bersih. Faktor penting
     Meski penggunaan drier memiliki       yang perlu diperhatikan dalam meng-
berbagai keunggulan dibandingkan           gunakan alat perontok dan pemipil
pengeringan alami, tetapi benih hasil      adalah kecepatan putar silinder dan
pengeringan       dengan        matahari   jumlah paku yang berpotensi merusak
memiliki mutu fisik yang lebih baik,       benih secara mekanik. Semakin cepat
terutama warna dan baunya. Benih           putaran silinder dan semakin banyak
yang dikeringkan secara alami              paku yang dipasang, semakin cepat
memiliki warna yang lebih cerah dan        pula proses perontokan atau
tidak berbau, sedangkan benih hasil        pemipilan benih, tetapi potensi
pengeringan buatan memiliki warna          kerusakan         mekanik         yang
yang sedikit kusam dan berbau              ditimbulkannya juga semakin besar.
(terutama bila menggunakan alat                 Alat pembenihan yang paling
berbahan bakar minyak tanah).              sederhana adalah tangan, seperti
     Terdapat berbagai tipe drier          memipil jagung dan mengupas benih
seperti tunnel drier, batch drier, bin     kacang tanah. Cara ini adalah cara
drier, column seed drier dan continous     yang     paling     kecil    kerusakan
flow tower drier. Penggunaan masing-       mekaniknya, tetapi membutuhkan
masing tipe antara lain tergantung         waktu lama dan khusus untuk benih
pada jumlah lot benih, serta alat          jagung, kadar air benih harus cukup
penanganan dan transportasi yang           rendah (kering pipil).
digunakan. Benih tanaman pangan,
seperti     kedelai     dan      jagung,     3) Alat pembersih benih
dikeringkan dengan batch drier.
Adapun benih yang diproduksi dalam              Alat pembersih merupakan alat
jumlah banyak dikeringkan dengan bin       untuk membersihkan benih dari
drier atau continous flow drier.           sumber-sumber kontaminan dan benih
                                           yang      tidak     bermutu   melalui
2) Alat pembenihan                         pengayakan (penyaringan, screening)
                                           dan peniupan benda-benda yang tidak
      Alat pembenihan adalah alat yang     diperlukan dengan blower. Alat
digunakan untuk memisahkan benih           pembersih benih tradisional berupa
dari struktur buah. Jenis dan tipe alat    nyiru       atau     tampah.   Cara
yang digunakan berbeda untuk               menggunakannya               dengan
setiasp jenis benih. Namun, secara         menggerakkan ke atas dan ke bawah,
umum alat pembenihan terdiri dari          lalu memutarnya sambil ditiup.
silinder yang memiliki gigi (paku) yang    Hasilnya diperoleh benih yang bersih.
dapat diputar sehingga mampu               Kekurangan dari penggunaan alat ini
merontok atau memipil benih. Tenaga        adalah dibutuhkan waktu yang lama
yang digunakan untuk memutar               dan tenaga kerja yang banyak.
silinder perontok dapat berasal dari       Meskipun demikian risiko kerusakan
tenaga mekanik atau tenaga listrik.        benih sangat kecil.
Ada pula mesin yang dilengkapi



                                                                             104
     Alat pembersih benih modern           dikelompokkan menjadi 3 kelompok,
(berbasis mesin) ada banyak tipe dan       yaitu faktor benih, lingkungan fisik
jenisnya. Alat pembersih yang paling       penyimpanan, dan faktor organisme
banyak digunakan sebagai pembersih         hidup yang ada di dalam ruang
dasar (utama) adalah air scree             simpan. Ketiga faktor tersebut saling
cleaner. Alat tipe ini menggunakan         berinteraksi baik secara langsung
kombinasi dari aliran udara dan            maupun tidak langsung.
saringan untuk memisahkan benih
berdasarkan ukuran, berat jenis dan        a) Faktor Benih
resistensi terhadap aliran udara. Air
screen cleaner tipe kecil terdiri dari 2        Kondisi benih merupakan faktor
saringan dengan 3-4 aspirator. Cara        yang sangat berpengaruh terhadap
kerja alat ini terdiri dari tiga tahap,    daya simpannya. Tiap jenis atau
yakni (1) saringan atas (scalping          varietas benih memiliki daya simpan
screen) menahan benih dan benda            tersendiri, sebagai contoh benih padi
yang berukuran besar, (2) aliran udara     memiliki umur simpan yang lebih lama
(aspirating air) memisahkan benih dari     dibandingkan benih kedelai walaupun
benda-benda yang ringan, (3)               faktor lainnya sama. Kondisi benih
saringan bawah (graded screen)             tersebut dipengaruhi oleh:
memilah dan menahan benih yang                  faktor genetik,
bersih. Alat pembersih benih lain yaitu         faktor perlakuan sebelum benih
spesific gravity separator untuk                disimpan,        seperti  kondisi
memilah benih berdasarkan berat                 lapangan selama pertanaman
jenisnya, diseparasi untuk memilah              (kesuburan lahan, tingkat hama
benih berdasarkan ukurannya, dan                dan penyakit, iklim); kondisi
spiral separator untuk memilah benih            lingkungan selama benih dalam
berdasarkan bentuknya.                          pemasakan, pemanenan; dan
                                                perlakuan pengolahan benih dari
f.   Penyimpanan Benih                          calon benih menjadi benih
                                                (perontokan, pengeringan), (3)
    Tujuan    penyimpanan    benih              komposisi kimia benih,
adalah mempertahankan daya hidup                struktur fisik benih,
(daya simpan) benih selama mungkin.             dormansi dan benih keras,
Dalam penyimpangan, faktor-faktor               tingkat kemasakan benih,
yang berpengaruh terhadap daya                  tingkat kerusakan benih, dan (8)
simpan benih dioptimalkan agar                  kadar air benih.
prosers kemun-duran dapat ditekan
seminimum mungkin.                         b) Faktor lingkungan fisik ruang
                                              penyimpanan
1) Faktor yang mempengaruhi daya
   simpan benih                                Faktor lingkungan fisik yang
                                           mempengaruhi daya simpan benih di
    Faktor yang mempengaruhi daya          dalam      penyimpanan      yaitu
simpan benih, secara umum



                                                                            105
kelembapan,        temperatur,       dan        Gas yang berpengaruh terhadap
komposisi gas di ruang simpan.              daya simpan benih di penyimpanan
Kelembaban ruang simpan akan                antara lain oksigen (O2), karbon
berpengaruh terhadap kadar air benih        dioksida (CO2), dan nitrogen (N2).
dan        meningkatkan         aktivitas   Semakin tinggi kadar O2 di ruang
mikroorganisme. Karena bersifat             penyimpanan, daya hidup benih akan
higroskopis, benih mudah menyerap           semakin turun. Meningkatnya kadar
atau melepaskan uap air tergantung          CO2 dapat meningkatkan daya simpan
kelembapan ruangan. Melindungi              benih bawang merah. Nitrogen dapat
benih dari pengaruh kelembapan              mempercepat kemunduran benih
dengan cara menggunakan kemasan             bawang merah dan sawi.
yang      resisten      atau     kedap,
menggunakan         bahan      penyerap     c) Jasad    hidup        di     ruang
kelembapan          (desikan),       dan       penyimpanan
mengendalikan ruangan supaya tetap
kering dengan alat dehumidifier                  Jasad hidup yang terdapat di
(penurun       kelembapan).        Suhu     ruang penyimpanan benih umumnya
berpengaruh terhadap laju respirasi         terdiri dari cendawan, bakteri, virus,
benih dan tingkat kadar air                 serangga, tungau, tikus, dan burung.
kesetimbangan benih. Semakin tinggi         Kerusakan yang diakibat-kan oleh
termperatur, semakin tinggi laju            jasad hidup ini umumnya secara fisik,
respirasi dan semakin tinggi kadar air      misalnya benih berlubang atau rusak.
kesetimbangan                  sehingga     Selain itu, adanya jasad hidup juga
mempercepat kemunduran benih.               akan        menyebabkan        kondisi
     Rumusan tentang pengaruh               lingkungan kurang baik, seperti
temperatur dan kadar air benih              lingkungan menjadi lebih lembap dan
terhadap daya simpan benih yaitu            kurang bersih yang pada akhirnya
sebagai berikut : (1). Jumlah angka         juga mempercepat kemunduran benih.
kelembapan dalam % dan temperatur           Pengendalian jasad hidup tersebut
dalam OF tidak boleh melampaui              dapat dilakukan dengan sanitasi atau
angka 100 untuk penyimpanan benih           fumigasi, yakni menutup seluruh benih
selama      3-10       tahun.     Untuk     dengan terpal lalu memberinya bahan
penyimpanan benih <3 tahun, angka           fumigan seperti fostoxin.
tersebut boleh sampai 120 dengan
catatan tingkat kelembapan udara            d) Cara penyimpanan benih
tidak melebihi 60Of. (2). Daya hidup
benih menjadi setengahnya jika                   Secara umum, penyimpanan
temperatur dinaikkan 5Oc. Hal ini           benih dilakukan dengan dua sistem,
berlaku bila tempat penyimpanan             yakni penyimpanan terbuka dan
dengan kelembapan 20-70% dan                penyimpanan terkendali. Sistem
temperatur 0-50OC. (3). Daya hidup          penyimpanan terbuka berarti tidak ada
benih menjadi setengahnya jika kadar        perlakuan terhadap kondisi lingkungan
air benih ditingkatkan 1% untuk             ruang penyimpanan. Daya simpan
kisaran benih berkadar air 5-14%.           benih tergantung padak ondisi daerah



                                                                             106
penyimpanan. Di daerah dengan iklim        sampai           beberapa         tahun.
yang lembap dan temperatur tinggi,         Penyimpanan kering dapat juga
daya simpan benih akan cepat               dilakukan dengan penggunaan bahan
menurun. Di daerah dengan iklim            pengemas yang rapat, seperti kantong
kering dan dingin, benih bisa tahan        plastik, botol atau kaleng yang tertutup
lama      disimpan.      Pada    sistem    rapat.
penyimpanan ini, biasanya benih                 Kombinasi penyimpanan kering
dikemas dengan wadah yang tidak            dan dingin, kelembapan maupun
kedap, seperti kain blacu, karung goni,    temperatur ruang simpan di kontrol
kertas semen, dan bahan porus lain.        dengan alat atau dengan cara
Ssitem penyimpanan ini hanya cocok         pengemasan seperti pada kedua
untuk benih yang disimpan dalam            penyimpanan di atas. Ruang simpan
jangka pendek (<3 bulan).                  diberi AC, dehumidifier, dan benih
     Pada sistem penyimpanan benih         dikemas dengan kemasan yang
terkendali,      lingkungan       ruang    kedap. Sistem penyimpanan kering
penyimpanan           dikontrol    atau    dan dingin merupakan sistem
dikendalikan       sedemikian      rupa    penyimpanan terbaik yang mampu
sehingga daya hidup benih dapat            memperta-hankan daya simpan benih
dipertahankan        sesuai     dengan     hingga 10 tahun.
keinginan (lama yang diinginkan).               Pada       penyimpanan        beku,
     Ada empat cara penyimpanan            temperatur dibuat sangat rendah
benih dengan suhu dan kelembaban           antara -20oC hingga 5oC, kelembapan
terkendali, yaitu penyimpanan secara       ruang <30%, dan digunakan kemasan
dingin, penyimpanan secara kering,         benih      yang       rapat    (kedap).
penyimpanan kering dan dingin, serta       Penyimpanan            ini      mampu
penyimpanan beku.                          mempertahankan benih bertahun-
     Pada      penyimpanan       dingin,   tahun, bahkan sampai 100 tahun.
temperatur ruangan diatur agar tetap       Sistem penyimpanan ini biasanya
dingin dengan menggunakan AC (Air          digunakan untuk penyimpanan koleksi
condition). Dalam sistem ini, benih        benih penting yang dijadikan sebagai
diekmas dengan wadah yang relatif          bahan pemuliaan tanaman (plasma
rapat, seperti kantong plastik, dan        nutfah).
benih dapat diperta-hankan sampai
beberapa tahun, tergantung pada            4.5 Mutu Benih
tingkat kadar airnya.
     Pada      penyimpanan       kering,         Program             perbenihan
kelembapan          ruang       simpan     menitikberatkan pada penggunaan
dipertahankan        rendah     dengan     benih yang tepat muitu yang
menggunakan alat pengering ruangan         ditunjukkan pada labelnya. Agar tidak
dehumidifier. Benih bisa disimpan          tertipu oleh label benih, para
dalam wadah sarang lalu ditempatkan        pengguna benih (terutama petani)
di ruang ini. Selama perubahan             hendaknya memahami tentang mutu
temperatur ruang simpan tidak              benih dan komponen-komponennya
terlampau tinggi, benih bisa disimpan



                                                                              107
yang dicantumkan di dalam label          dapat diperkirakan sebelumnya, yaitu
benih.                                   dari data (label) daya berkecambah
      Secara umum, komponen mutu         dan nilai kemurniannya. Dengan
benis dibedakan menjadi tiga, yaitu      demikian, dapat diperkirakan jumlah
komponen mutu fisik, fisiologis, dan     benih yang akan ditanam dan benih
genetik. Sekarang pasar sudah            sulaman, diperkirakan jumlah benih
mendesak dimasukkannya komponen          yang akan ditanam dan benih
mutu pathologis. Komponen mutu fisik     sulaman.
adalah kondisi fisik benih yang               Secara fisik, benih bermutu
menyangkut warna, bentuk, ukuran,        menampakkan ciri-ciri berikut: (a).
bobot, tekstur permukaan, tingkat        Benih bersih dan terbebas dari
kerusakan fisik, kebersihan, dan         kotoran, seperti potongan tangkai, biji-
keseragaman.       Komponen      mutu    bijian lain, debu dan kerikil. (b).
fisiologis adalah hal yang berkait-an    Benih murni, tidak tercampur dengan
dengan daya hidup benih jika             varietas lain. (c). Warna benih terang
ditumbuhkan (dikecambahkan), baik        dan tidak kusam. (d). Benih mulus,
pada kondisi yang menguntungkan          tidak berbercak, kulit tidak terkelupas.
(optimum) maupun kurang mengun-          (e). Sehat, bernas, tidak keriput,
tungkan (suboptimum). Komponen           ukurannya normal dan seragam.
mutu genetik adalah hal yang                    Selain itu, benih dianggap
berkaitan dengan kebenaran dari          bermutu tinggi jika memiliki daya
varietas benih, baik secara fenotip      tumbuh (daya berkecambah) lebih dari
(fisik) maupun genetiknya. Adapun        80% (tergantung jenis dan kelas
mutu pathologis berkaitan dengan ada     benih) dan nilai kadar air di bawah
tidaknya serangan penyakit pada          13% (tergantung jenis benihnya; benih
benih serta tingkat serangan yang        kedelai mesti lebih rendah lagi).
terjadi.
      Pada label benih, unsur-unsur      b. Kelas benih
mutu benih yang dicantumkannya
meliputi kadar air, komponen benih            Benih merupakan hasil akhir dari
murni, campuran varietas lain, kotoran   proses panjang yang dilakukan oleh
dan daya tumbuh. Hal yang berkaitan      seorang pemulia tanaman dalam
dengan ada atau tidaknya dan             merakit sebuah varietas baru. Jika
besarnya serangan penyakit yang          proses penyebaran varietas baru dari
terjadi,    di    Indonesia,    belum    pemulia kepada petani dilakukan
dicantumkan dalam label sertifikat       secara langsung maka jumlah benih
benih.                                   yang tersedia tidak mencukupi
                                         kebutuhans seluruh petani.
a. Kriteria benih bermutu                     Untuk mengatasi keterbatasan
                                         jumlah benih hasil pemuliaan ini,
    Penggunaan benih bermutu             dibutuhkan kegiatan perbanyakan
dalam budi daya akan meningkatkan        benih atau produksi benih. Sistem
efektivitas dan efisiensi karena         perbanyakan benih dilakukan secara
populasi tanaman yang akan tumbuh        berjenjang       dengan       selalu



                                                                            108
mempertahankan identitas genetis         3) Benih pokok (BP= stock seed,
dan kualitas benih dari varietas yang       (SS))
dihasilkan pemulia tanaman.
     Benih hasil produksi ini kemudian        Benih pokok merupakan F1 dari
dikelompokkan kedalam kelas-kelas        benih dasar atau F2 dari benih
sesuai dengan tahapan generasi           penjenis. Produksi benih pokok tetap
perbanyakan dan tingkat standar          mempertahankan          identitas dan
mutunya, melalui suatu prosedur yang     kemurnian varietas serta memenuhi
diatur dalam aturan sertifikasi benih.   standar peraturan perbenihan maupun
Dari sistem dibagi menjadi empat.        sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok
                                         diproduksi oleh Balai Benih ataui
1) Benih penjenis (BP = breeder          pihak swasta yang terdaftar dan diberi
   seed: (BS))                           label sertifikasi berwarna ungu.

     Benih penjenis diproduksi dan       4) Benih sebar (BR=extension seed
diawasi oleh pemulian tanaman dan           (ES))
atau oleh instansi yang menanganinya
(Lembaga Penelitian atau Perguruan            Benih sebar merupakan F1 benih
Tinggi). Benih ini sebagai sumber        pokok.         Produksinya        te-tap
untuk perbanyakan benih dasar.           mempertahankan identitas maupun
Khusus untuk benih penjenis tidak        kemurnian varietas dan memenuhi
dilakukan sertifikasi tetapi diberikan   standar peraturan perbenihan maupun
label warna putih.                       sertifikasi oleh BPSB. Benih pokok
                                         dan       benih    sebar      umumnya
2) Benih dasar (BD = foundation          diperbanyak oleh Balai Benih atau
   seed (FS))                            penangkar          benih        dengan
                                         mendapatkan                  bimbingan,
     Benih dasar merupakan turunan       pengawasan dan sertifikasi dari
pertama (F1) dari benih penjenis.        BPSB. Benih sebar diberi label
Benih ini diproduksi dan diawasi         sertifikasi berwarna biru.
secara ketat oleh pemulia tanaman             Untuk benih palawija, selain benih
sehingga kemurnian varietasnya           sebar berlabel biru juga terdapat benih
dapat dipertahankan. Benih dasar         sebar berlabel hijau yang merupakan
diproduksi oleh Balai Benih (terutam     keturunan dari benih sebar berlabel
Balai Benih Induk, BBI) dan proses       biru. Produksi tetap mempertahankan
produksinya diawasi dan disertifikasi    identitas dan tingkat kemurnian
oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi    varietas.
Benih (BPSB). Benih dasar ini diberi             Dalam rangka memenuhi
label sertifikasi berwarna putih.        kebutuhan benih bermutu yang terus
                                         meningkat, sementara jumlah benih
                                         bermutu yang beredar belum sesuai
                                         dengan yang dibutuhkan maka
                                         dimungkinkan untuk diproduksi benih
                                         berlabel merah jambu (LMJ).



                                                                            109
Pengadaan benih LMJ tidak melalui                 seperti padi dan jagung. Adapun benih
proses sertifikasi, tetapi tetap                  yang memiliki indeks penangkaran
memenuhi standar laboratorium untuk               rendah       dapat      menggunakan
pelabelan.         Selain      dengan             perbanyakan pola alur perbanyakan
pengkelasan         benih,      upaya             ganda seperti pada kedelai. Pada
pemenuhan         kebutuhan      benih            sistem alur perbanyakan benih alur
bersertifikat juga dilakukan dengan               tunggal, tiap kelas benih diperbanyak
strategi alur perbanyakan benih. Benih            untuk menghasilkan kelas benih di
dengan indeks penangkaran tinggi                  bawahnya sehingga F3 dari benih
menggunakan strategi perbanyakan                  penjenis adalah kelas benih sebar.
pola alur pernabanyakan tunggal,

                          Benih penjenis (Breeder seed)


                         Benih dasar (Foundation seed)


                            Benih pokok (Stock seed)


                          Benih sebar (Extension seed)


                                         Petani




                                          Gambar 4.11.
                         Alur perbanyakan benih sistem polygeneration flow




                                                                                  110
                                            Gambar 4.12.
                      Alur perbanyakan benih sistem monogeneration flow – transisi

Adapun pada sistem alur perbanyakan               perbanyakan transisi pun dikenal pula
ganda, setiap kelas benih dapat                   dalam perbanyakan benih kacang-
diperbanyak untuk menghasilkan                    kacangan.     Pada     sistem    alur
kelas benih yang sama dengan                      perbanyakan ini, benih diperbanyak
maksimal generasi diperbanyak 4 kali.             secara alur generasi tunggal sampai
Dengan demikian, F3 dari kelas benih              dengan kelas benih pokok dan
penjenis     bukan    benih   sebar,              slenajutnya benih diperbanyak secara
melainkan benis penjenis ke-3 yang                alur ganda untuk menghasilkan kelas
dapat dijadikan sebagai bahan                     benih sebar. Hal ini pun diterapkan
perbanyakan kelas benih penjenis ke-              dengan pertimbangan kebutuhan
4 atau kelas benih dasar.                         benih di lapang sehingga tidak perlu
     Penerapan       sistem      alur             benih F4.
perbanyakan         benih      selalu
mempertimbangkan aspek volume                     b. Faktor yang Mempengaruhi
kebutuhan      benih    dan   indeks                 Mutu Benih
penangkaran benih. Oleh karenanya,
penerapan alur generasi ganda tidak                      Mutu     benih      merupakan
harus sampai generasi ke-4, tetapi                perpaduan dari karakter genetik dan
dapat hanya sampai generasi ke-3                  pengaruh lingkungan. Adapun faktor-
atau ke-2 bila kebutuhan benih telah              faktor yang berpengaruh terhadap
tercukupi.                                        mutu benih antara lain faktor genetika,
     Selain dikenal dua sistem alur               faktor lingkungan dan faktor status
perbanyakan benih, sebagai strategi               benih (kondisi fisik dan fisiologis
perbanyakan benih, sistem alur                    benih).




                                                                                     111
1) Faktor genetik                          maka       varietas   yang      ditanam
                                           hendaknya. Hal ini untuk menghindari
       Genetik merupakan faktor            adanya tanaman voluntir hasil
bawaan yang berkaitan dengan               penyerbukan silang antara tanaman
komposisi genetika benih. Setiap jenis     sebelumnya (yang berbeda varietas)
atau varietas memiliki identitas genetik   dengan pertanaman yang ada.
yang berbeda. Sebagai contoh, mutu         Adanya tanaman voluntir dapat
daya simpan benih kedelai lebih            mengakibatkan mutu (genetis) benih
rendah dibanginkan dengan mutu             menjadi rendah. Jika penanaman
daya simpan benih jagung, kekuatan         yang berbeda varietas tidak bisa
daya tumbuh (vigor) dan produksi           dihindari,     lahan      masing-masing
benih jagung hibrida lebih tinggi dari     varietas harus diisolasi.
benih jagung biasa (komposit).                    Isolasi yang dilakukan meliputi
Demikian pula padi var. Peta memiliki      isolasi jarak maupun isolasi waktu.
mutu daya simpan yang lebih baik dari      Jarak antarblok pertanaman produksi
benih padi var. Chainan. Semua             benih diatur agar tidak terjadi
perbedaan      tersebut     diakibatkan    penyerbukan silang, begitu juga waktu
perbedaan gen yang ada di dalam            tanamnya.
benih.                                          Berkaitan dengan waktu tanam,
                                           hal terpenting adalah memperkirakan
2) Faktor lingkungan                       bahwa saat panen benih tidak
                                           dilakukan pada musim hujan.
     Faktor       lingkuingan      yang    Sebaliknya, selama fase pertumbuhan
berpengaruh terhadap mutu benih            (fase      vegetatif)    curah     hujan
berkaitan dengan kondisi dan               hendaknya         cukup        memadai.
perlakuan      selama         prapanen,    Kesalahan dalam menentukan waktu
pancapanen, maupun saat pemasaran          tanam bisa mengakibatkan proses
benih. Faktor-faktor tersebut adalah       pembentukan dan perkembangan
sebagai berikut :                          benih kurang sempurna (terutama
                                           fase pengisian biji/grain filling)
a) Lokasi produksi dan waktu tanam         sehingga kuantitas maupun kualitas
                                           benih menjadi rendah.
     Lokasi produksi benih dipilih
lahan yang subur, tidak merupakan          b) Teknik budidaya
sumber investasi hama dan penyakit,
serta sumber kontaminan terhadap               Semua tindakan dalam teknik
varietas tanaman yang akan                 budi daya produksi benih akan
diproduksi. Dalam memilih lokasi           berpengaruh langsung terhadap mutu
produksi, senantiasa memperhatikan         benih. Dari mulai tingkat kesuburan
sejarah lahan dan kondisi pertanaman       lahan dan teknik pemupukan, jarak
sekitar lahan.                             tanam, status serangan hama dan
     Jika lahan produksi harus             penyakit serta pengendaliannya,
ditanami jenis komoditas yang sama         kondisi gulma, pengelolaan air,
dengan pertanaman sebelumnya               sampai perlindungan tanaman dari



                                                                              112
penyerbukan        silang.     Untuk
mendapatkan benih bermutu tinggi,        d) Penimbunan dan penanganan
teknik budi daya produksi benih perlu       hasil
berpedoman pada kaidah-kaidah
sertifikasi benih.                            Ketika dipanen, kadar air benih
                                         masih relatif tinggi dan masih dalam
c) Waktu dan cara panen                  bentuk calon benih (masih dalam
                                         malai, di dalam polong kelobot, atau
      Dalam pembentukannya, benih        struktur pembungkus benih lainnya).
mengalami beberapa stadia, yaitu         Keadaan        tersebut    membawa
stadia pembentukan, stadia matang        konsekuensi pada tingginya proses
morfologis, stadia perkembangan          metabolisme yang terjadi di dalam
benih, dan stadia masak fisiologis.      benih, tingginya tingkat kepekaan
Pada stadia masak fisiologis, bobot      benih terhadap benturan dengan alat-
kering benih mencapai maksimum dan       alat (mesin) pengolahan pada
benih telah lepas dari tanaman           pascapanen, serta tingginya potensi
induknya. Pada saat itu kadar air        serangan hama dan penyakit. Oleh
benih cukup tinggi sehingga tidak        karenanya, sistem penimbunan dan
cukup aman terhadap kerusakan            penanganan hasil sangat berpengaruh
mekanik pada saat panen maupun           pada kualitas benih yang akan
pascapanen. Oleh krenanya, saat          dihasilkan.
panen yang sering dilakukan yaitu             Penimbunan hasil yang baik
beberapa hari setelah masak              ditujukan untuk menghindari terjadinya
fisiologis, sampai kadar air benih       proses metabolisme anaerobik pada
cukup aman untuk panen dan               benih. Tempat penimbunan hasil
penanganan pasca panen. Bahkan           hendaknya       cukup    luas      dan
utnuk beberapa kasus, jika kondisi       mempunyai sirkulasi udara yang baik.
lingkungan memungkinkan (tidak ada       Jika tempat penimbunan berupa ruang
hujan, gangguan hama dan penyakit        terbuka, perlu digunakan alas dan
serta benih rontok), benih tidak         penutup timbunan benih yang kedap
dipanen. Tindakan ini merupakan          air, seperti terpal plastik, untuk
tindakan        pengeringan       dan    menghindari pengembunan pada
penyimpanan benih di lapangan.           malam hari.
      Agar benih tidak rusak pada saat        Berkaitan dengan penanganan
panen, hendaknya digunakan alat          hasil, benih hendaknya sesegera
panen yang tidak menimbulkan             mungkin diproses untuk menghindari
kerusakan mekanik (fisik) benih.         dampak buruk. Semakin cepat proses
Panen       secara     manual     atau   penanganan benih, semakin baik
menggunakan alat panen sederhana         mutu benih yang dihasilkan karena
merupakan cara panen terbaik karena      memperkecil energi yang terbuang
tidak menimbulkan kerusakan fisik        akibat proses metabolisme benih
yang berarti, meski cara ini kurang      selama di dalam penimbunan.
efisien.




                                                                          113
3) Faktor fisik dan fisiologis            benih dan mutu benih dari pengaruh-
                                          pengaruh          lingkungan        luar
     Faktor ini berkaitan dengan          (kelembaban udara, suhu ruangan,
performa benih seperti tingkat            dan hama serta penyakit). Kadar air
kemasakan,         tingkat   kerusakan    benih       sangat     penting     untuk
mekanis,        tingkat     keusangan     dipertahankan karena peningkatan 1%
(hubungan antara vigor awal dan           nilai kadar air akan mampu
lamanya disimpan), tingkat kesehatan,     menurunkan daya simpan benih
ukuran dan berat jenis, komposisi         menjadi setengahnya. Kadar air dapat
kimia, struktur, tingkat kadar air, dan   dipertahankan dengan kemasan yang
dormansi benih.                           kedap udara luar, seperti plastik
                                          polietilin, atau benih disimpan dalam
a) Tingkat kemasakan benih                ruangan yang kering, misalnya di atas
                                          para-para dapur.         Pendistribusian
     Panen yang dilakukan sebelum         benih tidak sampai merusak kemasan
masak fisiologis akan menghasil-kan       benih. Apabila kemasannya rusak,
benih yang kurang bermutu. Oleh           kadar air benih akan berubah dan
karenanya, pemanenan benih pada           memungkinkan tercampurnya antara
tingkat kemasakan yang tepat              satu kelompok benih (dari satu
sangatlah        penting    dalam         kemasan) dengan kelompok benih lain
mendapatkan tingkat mutu benih            (dari kemasan aslinnya).
(awal) yang tinggi dan mutu daya
simpan benih yang panjang.                d) Tingkat kesehatan benih

b) Tingkat keusangan benih                     Tingkat kesehatan berkaitan
                                          dengan ada tidaknya serangan dan
       Tingkat vigor awal tidak dapat     tingkat serangan hama dan penyakit.
dipertahankan karena benih akan           Serangan hama dari penyakit dapat
mengalami       proses     kemunduran     terjadi sejak benih masih berada di
secara kronologis. Sifat kemunduran       lapang sampai di ruang penyimpanan.
ini tidak dapat dicegah dan tidak dapat        Mutu benih yang terserang hama
balik atau diperbaiki secara sempurna.    dan atau penyakit akan menurun.
                                          Kerusakan yang ditimbulkan oleh
c) Tingkat kerusakan benih                hama dapat secara langsung, yakni
                                          benih dimakan atau struktur, terutama
    Tingkat kerusakan benih pada          embrio, rusak (sehingga benih tidak
umumnya dapat diidentifikasi dari laju    mampu berkecambah secara normal).
kemunduran mutu benih.        Hal ini     Dapat pula benih rusak secara tidak
dapat diperkecil dengan melakukan         langsung, yakni hama sebagai
penanganan       dan     pengolahan,      pembawa        penyakit.      Adapun
penyimpanan, serta pendistribusian        kerusakan yang ditimbulkan penyakit,
benih secara baik. Pengemasan dan         selain    menimbulkan     lingkungan
penyimpanan      benih    hendaknya       penyimpanan yang tidak optimum,
mampu menjaga tingkat kadar air           cendawan umumnya menghasilkan



                                                                             114
produk beracun seperti aflatoksin         (oily seed) dan benih berprotein
yang akan meracuni benih sehingga         (protein seed). Benih dikatan
akan menurunkan aktivitas enzim           berlemak jika memiliki kandungan
tatkala benih dikembahkan.                lemak antara 18-50%, dikatakan
                                          berprotein jika kandungan proteinnya
e) Ukuran dan berat jenis benih           18-50% dan kandungan lemak <18%,
                                          sedangkan dikatakan berpati jika kan-
     Ukuran dan berat jenis benih         dungan patinya >50% dengan
sangat berkaitan dengan posisi bnenih     kandungan lemak dan protein <18%.
di dalam buah dan posisi buah pada             Komposisi       kimia      benih
tanaman. Butiran benih padi yang          berhubungan dengan mutu daya
terletak di ujung malai memiliki ukuran   simpannya. Di tempat terbuka, benih
dan berat jenis yang lebih besar          berpati dan berprotein mempunyai
dibandingkan butiran benih pada           daya simpan lebih lama dibandingkan
pangkal malai. Hal ini disebabkan         benih berlemak. Hasil penguraian
benih-benih di ujung malai lebih          lemak tak jenuh di dalam benih akan
dahulu terbentuk dan berkembangl.         menghasilkan asam lemak bebas, lalu
Sebaliknya benih-benih yang berada        terurai menjadi radikal bebas yang
di pangkal dan tengan tongkol jagung      akan merusak fungsi enzim di dalam
memiliki ukuran dan berat jenis yang      proses meta-bolisme benih. Pada
lebih tinggi dibandingkan dengan          akhirnya benih cepat mengalami
benih di ujung tongkol. Hal ini pun       kemunduran.
disebabkan benih pada pangkal dan
tengah tongkol lebih dahulu terbentuk     g)     Struktur benih
dan berkembang. Fenomena yang
sama pun terjadi pada benih kedelai,           Struktur benih sangat berkaitan
benih yang berasal dari polong di         dengan sistem penyebaran benih
pangkal batang memiliki ukuran dan        (seed dispersal, misalnya dilengkapi
berat jenis yang relatif lebih besar      sayap sehingga mudah menyebar)
dibanding benih-benih yang berasal        dan mempunya fungsi sebagai
dari polong di ujung batang. Benih-       pelindung (protecting structure) dari
benih dengan ukuran dan berat jenis       kerusakan fisik dan mekanik. Sistem
lebih besar, pada varietas yang sama      pelindung ini bisa terkait dengan
dan tingkat kadar air yang sama,          struktur fisik benih (bentuk dan
diduga memiliki mutu fisiologis yang      ukuran), tetapi juga bisa terkait
lebih tinggi karena benih tersebut        dengan berat benih.
memiliki jumlah cadangan makanan               Atas      dasar       ini,     benih
yang lebih banyak.                        dikategorikan dalam lima kelompok
                                          yaitu :
f)   Komposisi kimia benih                     weight protected seed (benih
                                               yang dilindungi oleh beratnya
    Berdasarkan komposisi kimia ini,           yang ringan).
benih dibedakan menjadi benih                  structure protected seed (benih
berpati (starchi seed), benih berlemak         dilindungi oleh struktur fisiknya).



                                                                              115
    loose filled seed (benih dilindungi   berkait erat dengan mutu fisik,
    oleh ruangan yang cukup longgar       fisiologis, dan patologis. Proses panen
    antara benih dan kulit buah).         dan perontokan yang dilakukan pada
    naked fruit (buah terbuka), serta     benih berkadar air tinggi akan
    naked seed (benih terbuka).           mengakibatkan         benih      memar.
                                          Sebaliknya, jika terlalu kering, proses
     Berdasarkan kategori tersebut,       perontokan dapat mengakibatkan
padi tergolong structure protected        benih retak. Demikian pula dalam
seed, jagung tergolong naked fruit,       proses pengeringan, benih berkadar
kacang tanah tergolong loose filled       air tinggi yang dikeringkan dengan
seed, sedangkan kacang hijau dan          suhu tinggi (kecepatan pengeringan
kedelai tergolong naked seed.             tinggi) dapat terjadi pengerasan pada
     Struktur benih berkaitan dengan      kulit benih. Dalam kondisi ini, benih
mutu benih, yaitu semakin terbukanya      belum kering, tetapi tampak seolah-
struktur benih maka semakin tinggi        olah telah kering karena air di dalm
nilai indeks kerusakannya. Hal ini        benih tidak dapat diuapkan akibat kulit
berarti indeks kerusakan benih            yang keras. Demikian juga, dengan
(damage susceptibility index; DSI)        pemberian bahan kimia pada
kedelai lebih tinggi dari benih jagung,   beberapa jenis benih (seperti
DSI benih jagung lebih tinggi dari        pemberian Ridomil pada benih
benih padi. Selain itu kombinasi          jagung). Jika masih berkadar air
antara komposisi kimia dan struktur       tinggi, bahan kimia yang akan
benih dapat menduga tingkat               terabsorbsi benih melebihi batas
kerusakan dan kemunduran benih            aman sehingga dapat meracuni benih.
seperti yang tertera pada tabel 1.        Kadar air benih sangat berpengaruh
                                          pada        penyimpanan.       Pengaruh
h) Tingkat kadar air benih                tersebut bisa bersifat langsung, yaitu
                                          berlangsungnya metabolisme benih,
    Kadar air benih merupakan faktor      maupun tidak langsung, yakni
yang sangat berpengaruh terhadap          memberikan kondisi yang optimum
mutu benih. Kadar air benih sangat




                                                                            116
   Tabel 4.1 Indeks kerusakan dan kemunduran benih berkaitan dengan komposisi
                               kimia dan struktur benih
                                                   Komposisi Kimia Benih
              Benih                 Benih Berlemak Benih Berprotein Benih Berpadu
                                       (DSI = 6)         (DSI = 3)       (DSI = 2)
1. Padi (structure protected                                                4
    seed, DSI = 2)
2. Kacang        tanah     belum          18
    dikupas (loose filled seed,
    DSI=3)
3. Kacang        tanah     kupas          30
    (naked seed, DSI=5)
4. Jagung (naked fruit, DSI=4)                                              8
5. Kedelai (naked seed,                   30
    DSI=5)
Sumber: Potts, 1972

untuk perkembangbiakan hama dan            i)   Dormansi benih
penyakit. Kadar air yang tinggi
menyebabkan laju respirasi benih                Dormansi benih merupakan
menjadi tinggi sehingga sejumlah           kondisi benih yang tidak mampu
energi di dalam benih hilang.              berkecambah         meski        kondisi
Respirasi tersebut juga menghasilkan       lingkungannya       optimum        untuk
produk yang tidak diperlukan, seperti      perkecambahan. Berbeda dengan
gas karbondioksida, air, dan panas.        dormansi       adalah       guiescence.
Dalam keadaan seperti ini benih            Guiescence adalah kondisi benih yang
mengalami kemunduran. Produk               tidak berkecambah karena tidak
respirasi     tersebut     selanjutnya     tersedia lingkungan yang optimum
merupakan         stimulan       untuk     untuk perkecambahan.
peningkatan laju respirasi berikutnya.          Dormansi      benih      dibedakan
Dengan demikian, lajur respirasi           menjadi dua, yaitu dormansi primer
semakin meningkat dan akibatnya            dan dormansi sekunder. Dormansi
lajur kemunduran benih semakin             primer adalah sifat dormansi yang
meningkat pula. Selain stimulan            timbul karena sifat fisik dan fisiologis
terhadap laju kemunduran benih,            benih. Dormansi primer dibedakan
produk respirasi tersebut juga             menjadi exogenous dormancy dan
merupakan kondisi optimum untuk            endogenous dormancy. Exogenous
perkembang-biakan          cendawan.       dormancy umumnya terjadi karena
Cendawan akan aktif dan berkembang         sifat kulit benih. Klulit benih menjadi
biak secara cepat pada tingkat kadar       penghalang masuknya air dan atau
air benih 13-18%. Adapun hubungan          gas kedalam benih dalam proses
kadar air dengan kondisi fisik dan         perkecambahan sehingga proses
fisiologis benih dapat dilihat pada        perkecambahan tidak terjadi. Selain
tabel 4.2.                                 itu kulit benih juga menjadi



                                                                              117
penghalang munculnya kecambah                  zat penghambat tumbuh dapat
(radicle protusion) pada proses                dibersihkan dair benih.
perkecambahan. Tipe dormansi ini                      Dormansi sekunder adalah
terjadi pada benih yang berkulit keras         dormansi yang disebabkan oleh tidak
(hardseed), seperti pada benih legum.          tersedianya salah satu faktor yang
Dormansi ini dapat dipatahkan dengan           berpengaruh bagi perkecambahan
memberi perlakukan terhadap kulit              tertentu. Meski sifat dormansi sangat
benih agar menjadi permeable                   berkaitan dengan sifat genetik, tetapi
(mudah dilalui) air dan gas, seperti           dormansi benih (terutama dormansi
pelukaan kulit dan perendaman dalam            sekunder) dapat pula disebabkan oleh
air panas.                                     faktor lingkungan dan atau faktor
     Endogenous dormancy terjadi               pengelolaan dalam proses produksi,
berkaitan dengan sifat internal                pengolahan, dan penyimpanan benih.
(endogen) fisiologis benih, seperti            Kondisi iklim yang kering dan panas
kondisi embrio yang belum masak                sangat kondusif untuk menghasilkan
(rudimentary embryo) dan tidak                 benih yang berkulit keras (hardseed).
seimbangnya komposisi zat pengatur
tumbuh didalam embrio sehingga                       Hubungan antara dormansi
proses perkecambahan (terutama                 benih dan mutu benih terkair dengan
aktivasi enzim dan respirasi)                  mutu daya simpan benih. Benih
terhambat dan akhirnya gagal                   dorman akibat kekerasan kulit benih
berkecambah.                                   secara umum diyakini memiliki daya
     Tipe dormansi ini terjadi pada            simpan       yang      lebih     panjang
benih-benih yang mengalami after               dibandingkan benih yang tidak
ripening (embrio masak setelah                 memiliki sifat kulit benih keras. Namun
panen), sperti padi, dan benih-benih           demikian nilai positif dormansi benih
yang mengandung zat penghambat                 ini menuntut penanganan yang tepat
tumbuh (growth inhibitor), seperti             saat benih harus dikecambahkan
tomat. Mematahkan tipe dormansi ini            karena dibutuhkan teknik pematahan
dengan pemberian zat perangsang                dormansi yang tepat pula.
tumbuh atau dengan pencucian agar



    Tabel 4.2. Hubungan kadar air dengan kondisi fisik dan fisiologi benih

Kadar Air (%)                      Kondisi Fisik dan Fisiologi Benih

30-80            Belum siap dipanen
18-40            Benih sudah masak fisiologis. Kecepatan respirasi benih relatif
                 tinggi. Benih peka terhadap gangguan yang berasal dari lapangan.
                 Benih peka terhadap hama, patogen, faktor fisik dan mekanik.
13-18            Laju respirasi benih masih tinggi. Benih peka terhadap serangan
                 hama, patogen, faktor fisik dan mekanik.



                                                                                  118
10-13             Benih aman untuk disimpan selama 6-18 bulan. Benih masih peka
                  terhadap beberapa serangga hama dan kerusakan mekanik.
8-10              Benih aman untuk disimpan selama 1-3 tahun. Benih cukup tahan
                  terhadap serangan patogen, tetapi masih peka terhadap beberapa
                  hama dan kerusakan mekanik.
4-8               Benih aman untuk disimpan dalam wadah tertutup dan kedap
                  udara.
0-4               Benih terlalu kering sehingga kondisi benih dalam keadaan rusak.
33-66             Benih akan berkecambah setelah mengimbibisi air sampai kadar
                  air benih 33-66%

                                             patogen secara terpisah terbawa biji,
4.6 Pengujian Kesehatan Benih                dalam hal ini patogen bisa berada
                                             dalam sisa tanaman, butiran tanah
     Berbagai jenis cendawan, bakteri,       atau dalam bentuk struktur tertentu.
nematoda dan virus dapat terbawa                  Sebagai upaya untuk mencegah
benih tanaman. Dari hasil-hasil              atau mengurangi risiko akibat
penelitian yang telah dilakukan              gangguan penyakit atau patogen
diketahui      kelompok       cendawan       terbawa benih, maka perlu dilakukan
merupakan mikro-organisme yang               pemeriksaan        atau      pengujian
paling dominan berasosiasi dengan            kesehatan benih sebelum benih
benih. Sebagian patogen terbawa              disimpan ataupun sebelum ditanam.
benih dapat menimbulkan gangguan             Metode pengujian kesehatan benih
tidak saja di pertanaman, tetapi juga di     yang digunakan sangat tergantung
tempat penyimpanan. Cendawan                 pada jenis benih dan jenis patogen
merupakan mikroorganisme utama               yang mungkin terbawa benih.
yang sering menimbulkan gangguan             Penentuan        metode        tersebut
di tempat penyimpanan. Kebanyakan            dimaksudkan agar deteksi dan
patogen terbawa benih menjadi aktif          identifikasi patogen terbawa benih
segera setelah benih disebar atau            dapat dilakukan dengan mudah dan
disemai, tetapi sebagian patogen baru        akurat. Hal tersebut berarti untuk
menunjukkan        aktivitasnya    yang      pengujian suatu contoh benih dapat
ditunjukkan gejala tertentu setelah          digunakan lebih dari satu metode
tanaman dewasa dan berproduksi.              pengujian kesehatan benih. Berbagai
Patogen (lebih tepat disebut inokulum        macam cara pengujian kesehatan
patogen) dapat terbawa benih                 benih         untuk        mendeteksi
tanaman dalam 3 cara. Pertaman               mikroorganisme atau patogen terbawa
patogen terbawa secara internal dan          benih dapat dikelompokan menjadi :
berada di dalam jaringan struktur
perbanyakan tanaman seperti biji,            a. Pengamatan Secara Visual
dalam hal ini patogen bias berada di            terhadap Benih Kering
embrio, endosperm atau kulit biji.
Kedua, patogen menempel pada                     Pengujian kesehatan  benih
permukaan benih.           Dan ketiga,       dengan metode pengamatan benih



                                                                               119
kering dapat dilakukan secara cepat       tanaman atau butiran-butiran tanah.
untuk mendapatkan informasi awal          Benih yang mengalami diskolorasi
tentang penampakan atau status            maupun yang mengandung patogen
kesehatan benih. Tetapi metode ini        infeksi tidak dicantumkan dalam
hanya mendeteksi cendawan yang            analisis kemurnian benih, oleh karena
ada di permukaan benih atau               itu perlu ada kerjasama dari petugas
tercampur bersama benih serta             yang menangani kemurnian benih
kondisi fisik benih saja. Metode ini      dengan petugas yang menangani
dapat digunakan untuk mendeteksi          kesehatan        benih        sebelum
patogen yang menyebabkan gejala           menerbitkan sertifikat benih.
khas pada benih misalnya disklorisasi
atau perubahan warna pada kulit           Prosedur                                :
benih, perubahan ukuran, dan bentuk       Metode ini bersifat kualitatif, sehingga
benih. Metode ini juga dapat              tidak ada standar dalam jumlah
digunakan untuk mendeteksi patogen        contoh benih tertentu yang digunakan
yang menghasilkan struktur tubuh          dalam pengujian.
buah yang dapat dilihat secara visual
pada benih atau tercampur pada            c. Metode Pencucian Benih
benih.
     Sebagai tambahan metode ini                Metode pencucian benih terutama
berguna untuk mengetahui adanya           dilakukan       untuk       mendeteksi
serangan/infestasi serangga benih         cendawan yang membentuk struktur
atau kerusakan benih atau melihat         di permukaan benih. Pengujian dapat
adanya perlakuan benih dengan             dilakukan secara cepat dan mudah,
pestisida.     Metode ini berkaitan       namun pengujian dengan cara ini
langsung dengan kegiatan analisis         memiliki      keterbatasan     karena
kemurnian benih (purity), yaitu apakah    cendawan yang berada di dalam
benih tercampur dengan benda-benda        jaringan benih tidak dapat diketahui
dan benih lainnya dalam proses            atau terdeteksi. Hasil pengujian
pemberian sertifikasi benih.              tersebut tidak dapat menggambarkan
     Berdasarkan              peraturan   tingkat infeksi dan infestasi patogen
Internasional       Seed        Testing   pada benih.
Association (ISTA) benda-benda                  Sebagaimana          pengamatan
tercampur benih antara lain butiran       secara visual terhadap benih kering,
tanah, pasir, batu, sisa tanaman, puru    dalam metode pencucian benih tidak
nematoda, maupun tubuh buah               ada standar dalam jumlah benih yang
cendawan seperti sklerotia, smut/ bunt    diuji. Prosedur yang biasa digunakan
(yaitu butiran benih yang telah terisi    di berbagai laboratorium adalah
struktur cendawan). Unsur-unsur yang      sebagai berikut :
tercampur dengan benih tersebut           Prosedur pencucian benih adalah
sangat         potensial         dalam    sebagai berikut: Sebanyak 50 gr
perkembangan dan penyebaran suatu         benih (dari 1 kg benih contoh)
patogen, karena berbagai cendawan         dimasukan       ke     dalam     gelas
mampu bertahan pada sisa-sisa             Erlenmeyer kemudian ditambahkan



                                                                              120
100 ml air steril. Untuk memudahkan      cendawan. Pengujian kesehatan
peluruhan struktur cendawan dari         benih dengan metode inkubasi yang
permukaan benih sering ditambahkan       sering dilakukan adalah pengujian
1 tetes Twin 20. Benih tersebut          dengan media kertas (Blotter-test),
dikocok selama 5 menit (dengan           dan pengujian pada media agar.
shaker) selanjutnya disaring dengan           Metode Inkubasi dengan Media
kain kasa.       Air hasil pencucian     Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter
dimasukan dalam tabung sentri-fugasi     adalah salah satu dari metode
dan kemudian disentrifugasi pada         inkubasi, yaitu benih ditumbuhkan
kecepatan 1500–2000 rpm selama 3         pada       kertas      saring    basah,
menit. Sedimen yang terbentuk            diinkubasikan selama 7 hari dengan
dipisahkan dengan air dengan cara        penyinaran lampu ultra violet selama
membuang air tersebut menggunakan        12 jam terang dan selama 12 jam
pipet.                                   kondisi gelap secara bergantian.
     Selajutnya dilakukan pengamatan     Benih yang diinkubasi tersebut diamati
mikroskopis; sebanyak 1 ml lactofenol    di    bawah        mikroskop    dengan
ditambahkan pada sedimen dalam           pembesaran 50–60 kali untuk melihat
tabung dan dicampur hingga merata.       pertumbuhan cendawan.
Dengan        menggunakan      pipet,         Cendawan yang tumbuh diamati
campuran sedimen diteteskan pada         dan        didekteksi       berdasarkan
gelas objek dan ditutup dengan gelas     karakteristik keberadaan tumbuhnya
penutup dan selanjutnya dilakukan        seperti tubuh buah, konidia yang
pengamatan di bawah mikroskop            muncul dari konidiofor (tangkai
dengan pembesaran 100–400 kali           konidia), spora dengan massa
untuk melihat struktur cendawan. Bila    sporanya,         sporodokium       dan
pendekatan kuantitatif diperlukan,       aservulus,      piknidiospora    da-lam
maka         pengamatan        dapat     piknidia, dan askospora dalam
menggunakan haemacytometer untuk         peritesia.
mengetahui kepadatan inokulum
(cendawan) per satuan berat benih.       1) Metode inkubasi dengan media
                                            kertas saring
d. Metode Inkubasi
                                              Sebanyak 400 benih diletakkan
    Prinsip pengujian benih dengan       dalam cawan petri berdiameter 9 cm.
metode inkubasi adalah memberikan        Jumlah benih per cawan petri 10 atau
kondisi tumbuh yang optimal bagi         25 tergantung dari ukuran benih. Tiap
mikroorganisme terbawa benih, baik       cawan petri diberi label nomor benih
yang ada di permukaan ataupun yang       dan tanggal pengujian. Sebelum benih
ada di dalam jarungan benih. Dengan      diletakkan, cawan dialasi dengan 2
cara tersebut maka mikro-organisme/      lapis kertas saring yang telah
patogen terbawa benih, terutama          dicelupkan ke dalam air bersih.
cendawan dan bakteri dapat               Usahakan jangan terlalu banyak air
terdeteksi      dengan     mengamati     (tidak tergenang). Letakan benih satu
karakteristik pertumbuhan dan struktur



                                                                           121
per satu dengan menggunakan pinset            secara teknis dalam pengamatan
seperti Gambar 2.                             sehingga informasi menjadi bias.
    Selanjutnya benih diinkubasi pada              Setelah diberi perlakuan dingin
suhu kamar dengan penyinaran lampu            kemudian benih diinkubasi selama 5
ultra violet 12 jam terang dan 12 jam         hari pada suhu ruang dengan
gelap secara bergantian selama 7              penyinaran lampu ultra violet 12 jam
hari. Pada hari ke-8 dilakukan                terang dan 12 jam gelap secara
pengamatan dengan menggunakan                 bergantian.
mikroskop stereo. Pada tiap benih                  Pada hari ke-8 benih diamati
diamati karakteristik pertumbuhan             seperti prosedur pengamatan metode
berbagai cendawan yang tumbuh.                inkubasi dengan media kertas
Kadang-kadang           sangat        sulit   standar.
mengidentifikasi cendawan melalui
pengamatan                    karakteristik   3) Metode inkubasi pada media agar
pertumbuhan cendawan, oleh karena
itu dibuat preparat dari cendawan                  Dalam metode media agar
tersebut dan diamati dengan bantuan           inokulum terbawa benih, dideteksi
mikroskop compoun dan kunci                   berdasarkan karakteristik koloni pada
identifikasi. Jika suatu cendawan telah       media agar yang berkembang dari
teridentifikasi,     dituliskan      kode     benih. Secara umum prinsipnya sama
cendawan pada kertas blotter didekat          dengan prinsip dari pengujian dengan
cendawan         yang       bersangkutan.     media kertas. Dalam beberapa hal
Jumlah benih yang terinfeksi suatu            metode ini memiliki kelebihan, yaitu
cendawan dihitung sebagai tingkat             memberikan informasi relatif lebih
infeksi cendawan pada contoh benih            cepat dan cukup menggambarkan
yang diuji.                                   status kesehatan benih dibandingkan
                                              dengan metode media kertas, karena
2) Metode inkubasi dengan media               ketersediaan nutrisi pada media agar
   kertas dengan pendinginan                  memungkinkan cendawan atau bakteri
                                              tumbuh dan berkembang secara lebih
     Sebanyak 400 benih diletakkan            baik dan lebih cepat sehingga
dalam cawan petri yang telah dialasi          memudahkan dalam pengamatan.
kertas saring seperti pada metode             Biasanya cendawan atau bakteri akan
inkubasi dengan kertas standar.               membentuk koloni yang khas pada
Benih diinkubasi selama 24 jam pada           media agar.
suhu ruang dengan penyinaran lampu                 Dalam pelaksanaan pengujian
ultra violet 12 jam terang dan 12 jam         dengan media agar memerlukan
gelap. Pada hari ke-2 benih disimpan          persiapan yang lebih lama, relatif
pada suhu –20o C selama 24 jam.               rumit dan mahal, terutama bila
Tujuan        perlakuan    pendinginan        menggunakan media spesifik. Sering
tersebut adalah untuk menghambat              terjadi kesulitan dalam pengamatan
atau menekan perkecambahan benih.             karena pertumbuhan koloni cendawan
Hal       ini     disebabkan    sering        atau bakteri men-jadi berbeda atau
perkecambahan benih menyulitkan               berubah bila menggunakan media



                                                                              122
tumbuh yang berbeda dengan waktu          e. Uji Gejala pada Bibit/Kecambah
yang berbeda pula. Kesulitan lain
pada waktu pengamatan adalah                   Patogen dapat menghasilkan
pertumbuhan         cendawan     bukan    gejala pada bibit/kecambah baik pada
sasaran (cendawan saprofit) tumbuh        akar, kotiledon, atau hipokotil. Benih
lebih ekstensif sehingga menekan          yang terinfeksi pada kondisi yang
pertumbuhan cendawan patogen yang         menguntungkan dapat menghasilkan
menjadi sasaran pengamat-an. Untuk        gejala pada bibit sama dengan gejala
keperluan pengujian dengan media          di lapangan, sehingga metode ini
agar digunakan berbagai jenis media       dapat digunakan untuk mendapatkan
tumbuh seperti PDA dan media semi         informasi yang mewakili penampakan
selektif atau selektif seperti Czapek,    di lapangan. Sejumlah cendawan,
Media BSC, Media Komada, dan lain-        bakteri dan virus terbawa benih sering
lain.                                     menghasilkan gejala infeksi atau
      Prosedur metode inkubasi pada       serangan pada kecambah atau bibit
media agar adalah sebagai berikut:        tanaman. Gejala terjadi pada akar,
Media agar steril disiapkan dalam         batang, daun atau seluruh bagian
cawan petri steril. Sebanyak 400          kecambah atau bibit tanaman. Pada
benih dari satu contoh benih diberi       berbagai kejadian inokulum cendawan
perlakuan       sterilisasi  permukaan    terbawa       benih     menyebabkan
dengan NaOCL 1 % selama 3 menit.          kematian pada tanaman atau
Kemudian benih ditiriskan pada kertas     kecambah.
saring steril. Dalam banyak kasus,             Beberapa kelompok cendawan
perlakuan sterilisasi pada permukaan      terbawa      benih     yang      sering
benih tidak dilakukan.                    menyebabkan         penyakit      pada
      Benih diletakkan pada media agar    kecambah atau bibit antara lain
dalam cawan petri. Tiap cawan             Alternaria, Ascochyta, Colletotrichum,
ditanami 10 butir benih. Pekerjaan        Drechslera, Fusarium, Macrophomina.
penanaman benih tersebut dilakukan        Sedangkan kelompok bakteri yang
secara aseptik, yaitu membersihkan        sering menunjukkan gejala pada
tempat dan alat kerja dengan bahan        kecambah antara lain Pseudomonas
aseptik seperti alkohol 70 %. Benih       spp. Media tumbuh yang digunakan
diinkubasi pada suhu kamar selama 7       untuk pengujian gejala pada bibit/
hari dengan penyinaran lampu ultra        kecambah adalah media pasir, bata
violet 12 jam terang dan 12 jam gelap     merah, campuran pasir dan tanah
secara bergantian.                        serta media buatan seperti agar air.
      Pengamatan dilakukan pada hari      Pengujian kesehatan benih dengan
ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai   gejala bibit/ kecambah mempunyai
hari ke-4, karena koloni cendawan         beberapa kelebihan dibandingkan
sudah mulai tampak. Hal yang diamati      metode yang lain.
adalah karak-teristik koloni dan               Pengujian dengan cara ini dapat
struktur cendawan. Untuk bakteri          mengamati penularan (transmisi)
bahkan peng-amatan sudah dapat            patogen dari benih ke tanaman dari
dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3.       satu fase ke fase pertumbuhan



                                                                            123
tanaman. Beberapa patogen tidak          f.   Uji Serologi
mudah dideteksi dengan metode lain
                                              Uji      ELISA (Enzyme-Linked
karena serangan patogen tersebut
                                         Immuno-sorbent Assays) adalah
yang bersifat laten. Sehingga
                                         pengujian       serologi       terutama
diperlukan fase tertentu pertumbuhan
                                         digunakan untuk mendeteksi bakteri
tanaman       agar       gejala    dan
                                         dan virus terbawa benih. Prinsip
perkembangan         patogen     dapat
                                         pengujian tersebut adalah reaksi in
dideteksi.       Metode ini sangat
                                         vitro antara antigen dan antibodi.
bermanfaat untuk pengujian contoh
                                         Dalam pengujian cara ini sangat
benih yang jumlahnya terbatas seperti
                                         tergantung kepada ketersediaan
benih hasil pemuliaan pada tahap
                                         sejumlah antibodi yang spesifik untuk
tertentu dan juga bermanfaat untuk
                                         patogen sasaran. Uji ELISA sebagai
tujuan karantina. Pengujian gejala
                                         salah satu metode serologi untuk
bibit/kecambah dapat digunakan untuk
                                         mendeteksi virus sering digunakan
evaluasi efektivitas perlakuan benih,
                                         karena metode tersebut sederhana,
baik dengan kimia maupun secara
                                         mudah dilakukan, cepat, sensitif,
fisik.
                                         akurat, dan dapat digunakan untuk
      Prosedur pengujian dengan
                                         menguji sampel dalam jumlah besar.
metode media agar cair adalah
                                         Metode tersebut berdasarkan pada
sebagai berkiut: Dengan media agar
                                         konjugasi antara virus– antibodi dan
air (water agar) dilakukan dengan cara
                                         enzim,      dengan       menambahkan
sebagai berikut. Tuangkan 10 ml agar
                                         substrat pewarna maka adanya
air ke dalam tabung reaksi ukuran
                                         konjugasi tersebut dapat diperlihatkan.
160x16 mm kemudia tutup dengan
                                              Dalam uji ELISA ada beberapa
kapas dan selanjutnya disterilisasi
                                         cara yang digunakan yaitu indirect
pada temperatur 121o C selama 15
                                         ELISA, double antibody sandwich
menit. Sebutir benih ditanam pada
                                         ELISA (DAS ELISA), DAS ELISA
media agar air steril. Sebelum dan
                                         protocol, F (ab’) 2 indirect ELISA dan
sesudah penanaman, tabung tetap
                                         F (ab’)2 ELISA protocol, tetapi yang
tertutup dengan kapas. Penanaman
                                         banyak digunakan adalah metode
dikerjakan secara aseptik. Tabung
                                         indirect ELISA dan double antibody
reaksi yang berisi media agar air dan
                                         sandwich ELISA (DAS ELISA). Dalam
benih kemudian diletakkan pada rak
                                         indirect ELISA uji didasarkan pada
tabung reaksi dan diinkubasikan
                                         adanya ikatan enzim dengan molekul
sampai 14 hari pada temperatur ruang
                                         antibody yang dapat dideteksi oleh
dengan penyinaran lampu ultra violet.
                                         antiviral immunoglobulin. Sedangkan
Setelah masa inkubasi diamati gejala
                                         pada DAS ELISA, virus diikat oleh
yang timbul, koloni cendawan dan
                                         antibody spesifik yang kemudian
struktur cendawan. Pengamatan
                                         bereaksi lagi dengan antibody spesifik
sebenarnya bisa dilakukan selama
                                         yang telah diikat oleh enzim.
masa inkubasi.
                                              Dari segi praktikal indirect ELISA
                                         lebih sederhana dan lebih cepat
                                         karena dalam indirect ELISA tidak




                                                                           124
melalui prosedur pemurnian virus,         primary antiserum 100 l setiap
mempersiapkan        stock     gamma–     lubang plate ELISA. Inkubasikan plate
globulin (lgG), dan mela-kukan            tersebut selama 1 jam pada suhu
konjugasi enzim–immuno-globulin.          37oC.
     Prosedur uji serologi adalah         Secondary antiserum (conjugate)
sebagai berikut: Antigen (ekstrak         harus disiapkan setelah primery
tanaman       yang      diuji)    harus   antiserum yaitu dengan cara:
dipersiapkan       terlebih      dahulu   Kosongkan plate ELISA dan cuci
(Persiapan kontrol) yaitu ekstrak         dengan cara seperti di atas. Masukan
tanaman sehat dan suspensi tanaman        konjugasi       antibody–       Alkaline
yang positif terinfeksi virus dalam       phosphatase       (tersedia       secara
antigen buffer dengan pengenceran         komersial sebagai SWAREC = Swine
1/50. Buat ekstrak antigen dengan         antirabbit enzyme conju-gate) pada
cara menggerus jaringan tanaman           pengenceran 1/1000–1/2000 dalam
yang akan diuji kemudian diencerkan       serum buffer. Inkubasikan selama 1
dengan antigen buffer dengan              jam pada suhu 37oC.
pengenceran 1/9. Masukan antigen               Substrat dibuat setelah antiserum
tersebu sebanyak 100 l pada setiap        siap untuk digunakan.            Metoda
lubang plate ELISA.                       pembuatan substrat adalah sebagai
     Tutup plate ELISA dengan plastik     berikut: Kosongkan plate ELISA dan
tipis dan diinkubasikan selama 1 jam      cuci sebagaimana di atas. Buat
pada suhu tumbuh 37o C atau               larutan substrat dari 1 tablet p–
semalaman pada suhu kamar.                nitrophenyl (PNPP), (tersedia se-cara
     Primary (specific antiserum) harus   komersial)     dalam        10–15     ml
disiapkan terlebih dahulu. Selama         diethanolamine       buffer    (DIEAB).
inkubasi (atau sebelum uji dimulai)       Masukan substrat tersebut 100 l per
dapat dilakukan cross–adsorbtion          lubang. Inkubasikan selama 30 menit
antiserum dengan jaringan sehat           pada suhu kamar. Reaksi positif yaitu
dengan cara sebagai berikut.              apabila terjadi perubahan warna
Jaringan sehat dihancurkan dalam          menjadi kuning.
serum buffer dengan pengeceran                 Baca nilai absorban ultra violet
1/20.     Suspensi disaring dengan        dengan menggunakan alat spektro-
menggunakan kain kasa. Encerkan           fotometer. Untuk menghentikan reaksi
anti-serum sesuai anjuran dalam           dapat dilakukan dengan menambah
suspensi tersebut. Aduk sampai rata       setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.
dan inkubasi selama 45 menit pada
suhu 37o C.                               Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect
     Pencucian dilakukan dengan           ELISA :
langkah-langkah sebagai berikut.          PBS (Phosphate Buffered Saline) :
Kosongkan plate ELISA. Cuci plate         a. 0,05 M KH2 PO4 / Na2 HPO4 +
ELISA dengan PBS Tween, rendam                8,5 g Na Cl /l
selama 3 menit dengan PBS Tween,          b. pH 7,2
ulangi sampai 4 kali cucian. Keringkan
dengan kertas tissue. Masukan



                                                                             125
Antigen buffer:                          kesehatan benih adalah Polymerase
 i. PBS + 0,01 M NaDIECA.                chain reaction (PCR). Teknik PCR
                                         mempunyai tingkat ketelitian yang
PBS Tween (untuk mencuci)                sangat tinggi dan dapat dilakukan
   1 liter PBS Tween                     dalam waktu yang relatif singkat.
   0,2 g KCl.                            Tetapi penggunaan teknik PCR untuk
   0,5 ml Tween 20                       pengujian rutin kesehatan benih masih
                                         terlalu mahal dalam hal bahan,
Serum buffer :                           peralatan dan tenaga pelaksana.
    1 liter PBS Tween
    20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %)      4.7 Prosedur Memproduksi Benih
    (MW = 25.000)                            Bersertifikat
    2 g Ovalbumin (0,2 %)
                                              Seorang        penangkar   benih
Substrate – Buffer : DIEAB :             bersertifikat        perlu    memiliki
Diethanolamine Buffer.                   pengetahuan yang cukup tentang cara
    100 ml diethanolamine                memproduksi benih bermutu dan cara
    (C4H11NO2).                          menyimpan benih. Hal berikutnya
                                         adalah penguasaan pengolahan
    200 ml deinonized H2O
                                         benih,       tanah,      dan  gudang
    24 ml 5 N Hcl
                                         penyimpanan, serta sikap jujur dan
    buat suspensi dalam deionized        bersedia selalu mematuhi peraturan/
    H2O sampai mencapai volume           ketentuan perbenihan yang berlaku.
    1000 ml.                                  Prosedur untuk mendapatkan
                                         sertifikat dimulai dari permohonan
g. Uji Tanaman Indikator                 sertifikasi, pengajuan pemeriksaan
                                         pendahuluan, pemeriksaan lapang,
     Pengujian dengan tanaman            pemeriksaan alat-alat panen dan
indikator digunakan terutama untuk       pengolahan, pengambilan sampel
mendeteksi virus dan bakteri terbawa     benih, dan pengajuan pemasangan
benih. Prinsip pengujiannya adalah       label sertifikat.
reaksi dari tanaman indikator terhadap
ekstrak/sap      dari    biji     yang   a. Permohonan sertifikasi
diinokulasikan pada tanaman indikator
tersebut. Reaksi yang terjadi adalah             Untuk menghasilkan benih ber-
berupa gejala lokal pada daun            sertifikat, dimulai dari pengajuan
tanaman indikator.                       permohonan sertifikasi kepada BPSB
                                         setempat yang dilakukan paling
    Uji       dengan       Teknologi     lambat satu bulan sebelum tebar
    Biomolekuler                         (tanam) dengan mengisi formulir.
    Teknik biomolekuler sudah mulai      Formulir isian mencakup tentang
digunakan dalam pengujian kesehatan      nama       dan    alamat    pemohon
benih. Teknik biomolekuler yang          (penangkar), letak areal, asal benih
diaplikasikan    dalam     pengujian     sumber, rencana penanaman, sejarah



                                                                          126
lapangan, dan isolasi (jarak/waktu)       sebaiknya melakukan roguing agar
yang dilakukan. Setelah diisi, formulir   standar lapang benih bersertifikat
diserahkan dengan dilampirkan label       terpenuhi. Jika hasil pemeriksaan oleh
benih (kelas dan benih sumber) yang       pengawas BPSB menyatakan lulus,
akan digunakan dan denah situasi          lahan tersebut dapat diteruskan untuk
lapangan.                                 proses sertifikasi selanjutnya. Jika
                                          lahan dinyatakan tidak lulus maka
b. Permohonan pemeriksaan                 penangkar diwajibkan melakukan
   lapang pendahuluan                     roguing ulang, dan selanjutnya
                                          mengajukan pemeriksaan ulangan.
        Penangkar    menyampaikan         Pemeriksaan ulang hanya dapat
pemberitahuan siap untuk diperiksa        dilakukan satu kali. Jika haisl
lapang pendahuluan kepada BPSB            pemeriksaan ulang lahan dinyatakan
setempat paling lambat 10 hari            tidak lulus, maka lahan tersebut gagal
sebelum tanam atau seminggu               untuk dijadikan areal produksi benih
sebelum pemeriksaan lapang. Dalam         karena kemurniannya tidak dapat
pemeriksaan ini, pengawas BPSB            dipertanggung-jawabkan, dan hanya
akan menguji kebenaran data               diperbolehkan untuk produksi non-
lapangan yang diajukan penangkar          benih.
seperti dalam surat permohonan
sertifikasi. Jika data lapangan
menunjukkan kesesuaian maka lahan         d. Permohonan pemeriksaan
penangkaran tersebut telah syah              lapangan fase generatif
dinyatakan sebagai lahan produksi
benih bersertifikat.                           Pemeriksaan lapangan fase
                                          generatif hanya dilakukan bila telah
c. Permohonan pemeriksaan fase            lulus pada tahapan pemeriksaan
   vegetatif                              sebelumnya. Pengajuan permohonan
                                          pemeriksaan lapangan fase generatif
     Pemeriksaan lapangan pertama         (saat berbunga) dilakukan satu
dilakukan saat tanaman dalam fase         minggu       sebelum       pemeriksaan
pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30     dilakukan. Dalam pemeriksaan ini juga
hari setelah tanam. Pengajuan             diamati keberadaan dari CVL dengan
permohonan pemeriksaan diajukan           pengamatan pada organ reproduktif,
kepada BPSB paling lambat 7 hari          seperti warna dan bentuk bunga, serta
sebelum pemeriksaan, pemeriksaan          saat pembungaan. Seperti pada
akan dilakukan terhadap keberadaan        pengawasan lapangan fase vegetatif,
campuran varietas lain (CVL). Nilai       penangkar benih diberi kesempatan
standar CVL berbeda untuk setiap          untuk melakukan pengawasan ulang
jenis tanaman dan kelas benih yang        jika hasil pemeriksaan dinyatakan
diproduksi. Semakin tinggi kelas          tidak lulus. Pemeriksaan ulang pun
benih, semakin ketat standarnya.          hanya diberikan satu kali.
       Sebelum pengawas BPSB
memeriksa,      penangkar        benih



                                                                           127
e. Permohonan pemeriksaan fase            sisa kotoran dan benih dari proses
   menjelang panen                        pengolahan benih sebelumnya dapat
                                          keluar dan alat dapat dibersihkan.
      Pemeriksaan fase menjelang
panen dilakukan bila telah lulus          g. Pengawasan pengolahan benih
pemeriksaan lapang sebelumnya.
Pemeriksaan dilakukan satu pekan               Pengawasan pengolahan benih
sebelum panen (menjelang masak            tidak diajukan oleh penangkar benih,
fisiologis). Permohonan pemeriksaan       tetapi    merupakan     peng-awasan
diajukan satu minggu sebelum              langsung oleh petugas BPSB secara
pemeriksaan dilakukan. Hal-hal yang       periodik selama masa pengolahan
diperiksa pada pemeriksaan ini            benih dengan waktu yang tidak
meliputi komponen buah dan benih,         diberitahukan kepada penangkar.
seperti warna dan bentuk benih. Tidak     Tujuan dari pengawasan ini adalah
seperti        pada       pemeriksaan     memastikan bahwa selama dalam
sebelumnya, pada pemeriksaan ini          pengolahan tidak terjadi kecurangan-
tidak dilakukan pemeriksaan ulang.        kecurangan        yang      dilakukan
Artinya, jika lahan dinyatakan tidak      penangkar, misalnya mencampurkan
lulus maka secara langsung benih          benih yang lulus lapangan dengan
yang dihasilkan di lahan tersebut tidak   benih kedaluwarsa atau benih tidak
dapat dijadikan sebagai benih             lulus lapangan. Jika didapatkan
bersertifikat.                            penangkar       yang      melakukan
                                          kecurangan maka proses sertifikasi
f.   Permohonan pemeriksaan alat-         dapat dihentikan.
     alat panen dan pengolahan
     benih                                h. Permohonan pengambilan
                                             contoh benih
     Selain benih, alat-alat panen dan
pengolashan benih pun dilakukan                Prosedur selanjutnya adalah
pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan ini       permohonan pengambilan contoh
adalah untuk memastikan bahwa             benih guna pengujian di laboratorium
peralatan yang digunakan dalam            analisis   mutu     benih     BPSB.
panen dan pengolahan benih tidak          Pengambilan contoh benih oleh
membawa       sumber       kontaminan,    pengawas BPSB dilakukan setelah
seperti varietas lain. Pengajuan          pengolahan benih. Permohonan oleh
pemeriksaan alat-alat panen dan           penangkar dilakukan 1 minggu
pengolahan benih dilakukan paling         sebelum pengawasan dilakukan.
lambat satu minggu sebelum panen          Sebelum dilakukan pengambilan
atau bersamaan dengan pemeriksaan         contoh benih, penangkar diwajibkan
lapangan fase menjelang panen. Hal        telah menempatkan dan mengemas
yang dilakukan pengawas BPSB              benih secara tepat. Benih telah
dalam pemeriksaan ini adalah              dikemas dengan kemasan curah
menjalankan (menghidupkan) semua          (belum dikemas dengan kemasan
alat pengolahan benih sehingga sisa-      pemasaran) dan dikelompokkan



                                                                          128
berdasarkan lot yang tepat, misalnya    sesuai   yang    diajukan   penangkar
berdasarkan tanggal panen yang          benih.
sama dari varietas yang sama. Lot
benih ditempatkan sedemikian rupa       j.   Permohonan pelabelan ulang
sehingga setiap wadah benih
berpeluang sama untuk diambil                Benih       bersertifikat    telah
contoh benihnya. Pengawas dapat         mendekati atau habis masa edarnya
membatalkan pengambilan contoh          dan akan diedarkan kembali harus
benih jika diindikasikan adanya         dilakukan pengujian dan pelabelan
kelompok benih yang mencurigakan        ulang. Produsen benih bersertifikat
atau susunan penempatan benih tidak     wajib      mengajukan       pengambilan
memungkinkan semua wadah diambil        contoh benih, mengujikannya dan
contoh benihnya.                        kemudian me-masang label ulangan
                                        pada kemasan benihnya. Prosedur
i.    Permohonan pengawasan             dan pe-laksanaan dari pelabelan
      pemasangan label sertifikat       ulang sama seperti pada prosedur
                                        pengambilan contoh dan pengawasan
        Prosedur akhir dari proses      pemasangan label sebelumnya.
pembuatan benih bersertifikat adalah    Pengajuan pelabelan ulang dilakukan
pengawasan pemasangan label             satu bulan sebelum masa edar benih
sertifikasi. Jika dalam pengujian       bersertifikat berakhir. Pada kemasan
laboratorium, benih penangkaran         benih, dicantumkan data analisis mutu
dinyatakan lulus maka selanjutnya       benih terbaru dan dicantumkan pula
penangkar mengajukan pengawasan         kode LU yang berarti Label Ulang.
pemasangan label sertifikat pada             Dormansi      sekunder      adalah
benih-benih yang akan dikemas           dormansi yang disebabkan oleh tidak
dengan ukuran tertentu (sesuai          tersedianya salah satu faktor yang
kebutuhan pasar).                       berpengaruh bagi perkecambahan
        Dalam      pengajuan     ini,   tertentu. Meski sifat dormansi sangat
penangkar memohon nomor seri label      berkaitan dengan sifat genetik, tetapi
sertifikasi dengan mencantumkan         dormansi benih (terutama dormansi
jumlah segel (seal) dan label           sekunder) dapat pula disebabkan oleh
sertifikasi yang diperlukan, nomor      faktor lingkungan dan atau faktor
pengujian, nomor kelompok benih         pengelolaan dalam proses produksi,
yang bersangkutan, jenis, varietas,     pengolahan, dan penyimpanan benih.
jumlah wadah, berat bersih tiap         Kondisi iklim yang kering dan panas
wadah, nama dan alamat produsen.        sangat kondusif untuk menghasilkan
Adapun isi label akan meliputi hasil-   benih yang berkulit keras (hardseed).
hasil pengujian laboratorium yang            Hubungan antara dormansi benih
terdiri dari nilai kadar air benih,     dan mutu benih terkair dengan mutu
kemurnian, daya tumbuh benih, sertak    daya simpan benih. Benih dorman
andungan kotoran dan campuran           akibat kekerasan kulit benih secara
varietas lain, selain identitas lain    umum diyakini memiliki daya simpan
                                        yang lebih panjang dibandingkan



                                                                          129
benih yang tidak memiliki sifat kulit           Sebagai upaya untuk mencegah
benih keras. Namun demikian nilai          atau mengurangi risiko akibat
positif dormansi benih ini menuntut        gangguan penyakit atau patogen
penanganan yang tepat saat benih           terbawa benih, maka perlu dilakukan
harus      dikecambahkan     karena        pemeriksaan       atau    pengujian
dibutuhkan      teknik    pematahan        kesehatan benih sebelum benih
dormansi yang tepat pula.                  disimpan ataupun sebelum ditanam.
                                           Metode pengujian kesehatan benih
4.8 Pengujian Kesehatan Benih              yang digunakan sangat tergantung
                                           pada jenis benih dan jenis patogen
     Berbagai jenis cendawan, bakteri,     yang mungkin terbawa benih.
nematoda dan virus dapat terbawa           Penentuan        metode     tersebut
benih tanaman. Dari hasil-hasil            dimaksudkan agar deteksi dan
penelitian yang telah dilakukan            identifikasi patogen terbawa benih
diketahui      kelompok       cendawan     dapat dilakukan dengan mudah dan
merupakan mikro-organisme yang             akurat. Hal tersebut berarti untuk
paling dominan berasosiasi dengan          pengujian suatu contoh benih dapat
benih. Sebagian patogen terbawa            digunakan lebih dari satu metode
benih dapat menimbulkan gangguan           pengujian kesehatan benih. Berbagai
tidak saja di pertanaman, tetapi juga di   macam cara pengujian kesehatan
tempat penyimpanan. Cendawan               benih untuk mendeteksi mikro-
merupakan mikro-organisme utama            organisme atau patogen terbawa
yang sering menimbulkan gangguan           benih dapat dikelompokan menjadi :
di tempat penyimpanan. Kebanyakan
patogen terbawa benih menjadi aktif        a. Pengamatan Secara Visual
segera setelah benih disebar atau             terhadap Benih Kering
disemai, tetapi sebagian patogen baru
menunjukkan        aktivitasnya    yang         Pengujian     kesehatan   benih
ditunjukkan gejala tertentu setelah        dengan metode pengamatan benih
tanaman dewasa dan berproduksi.            kering dapat dilakukan secara cepat
Patogen (lebih tepat disebut inokulum      untuk mendapatkan informasi awal
patogen) dapat terbawa benih               tentang penampakan atau status
tanaman dalam 3 cara. Pertaman             kesehatan benih. Tetapi metode ini
patogen terbawa secara internal dan        hanya men-deteksi cendawan yang
berada di dalam jaringan struktur per-     ada di permukaan benih atau
banyakan tanaman seperti biji, dalam       tercampur bersama benih serta
hal ini patogen bias berada di embrio,     kondisi fisik benih saja. Metode ini
endosperm atau kulit biji. Kedua,          dapat digunakan untuk mendeteksi
patogen menempel pada permukaan            patogen yang menyebabkan gejala
benih. Dan ketiga, patogen secara          khas pada benih misalnya disklorisasi
terpisah terbawa biji, dalam hal ini       atau perubahan warna pada kulit
patogen bisa berada dalam sisa             benih, perubahan ukuran, dan bentuk
tanaman, butiran tanah atau dalam          benih. Metode ini juga dapat
bentuk struktur tertentu.                  digunakan untuk mendeteksi patogen



                                                                           130
yang meng-hasilkan struktur tubuh           contoh benih tertentu yang digunakan
buah yang dapat dilihat secara visual       dalam pengujian.
pada benih atau tercampur pada
benih.                                      b. Metode Pencucian Benih
     Sebagai tambahan metode ini
berguna untuk mengetahui adanya                   Metode pencucian benih terutama
serangan/infestasi serangga benih           dilakukan       untuk       mendeteksi
atau kerusakan benih atau melihat           cendawan yang membentuk struktur
adanya perlakuan benih dengan               di permukaan benih. Pengujian dapat
pestisida.     Metode ini berkaitan         dilakukan secara cepat dan mudah,
langsung dengan kegiatan analisis           namun pengujian dengan cara ini
kemurnian benih (purity), yaitu apakah      memiliki      keterbatasan     karena
benih tercampur dengan benda-benda          cendawan yang berada di dalam
dan benih lainnya dalam proses              jaringan benih tidak dapat diketahui
pemberian sertifikasi benih.                atau terdeteksi. Hasil pengujian
     Berdasarkan              peraturan     tersebut tidak dapat menggambarkan
Internasional       Seed        Testing     tingkat infeksi dan infestasi patogen
Association (ISTA) benda-benda              pada benih.
tercampur benih antara lain butiran               Sebagaimana          pengamatan
tanah, pasir, batu, sisa tanaman, puru      secara visual terhadap benih kering,
nematoda, maupun tubuh buah                 dalam metode pencucian benih tidak
cendawan seperti sklerotia, smut/ bunt      ada standar dalam jumlah benih yang
(yaitu butiran benih yang telah terisi      diuji. Prosedur yang biasa digunakan
struktur cendawan). Unsur-unsur yang        di berbagai laboratorium adalah
tercampur dengan benih tersebut             sebagai berikut :
sangat         potensial         dalam      Prosedur pencucian benih adalah
perkembangan dan penyebaran suatu           sebagai berikut: Sebanyak 50 gr
patogen, karena berbagai cendawan           benih (dari 1 kg benih contoh)
mampu bertahan pada sisa-sisa               dimasukan       ke     dalam     gelas
tanaman atau butiran-butiran tanah.         Erlenmeyer kemudian ditambahkan
Benih yang mengalami diskolorasi            100 ml air steril. Untuk memudahkan
maupun yang mengandung patogen              peluruhan struktur cendawan dari
infeksi tidak dicantumkan dalam             permukaan benih sering ditambahkan
analisis kemurnian benih, oleh karena       1 tetes Twin 20. Benih tersebut
itu perlu ada kerjasama dari petugas        dikocok selama 5 menit (dengan
yang menangani kemurnian benih              shaker) selanjutnya disaring dengan
dengan petugas yang menangani               kain kasa.       Air hasil pencucian
kesehatan         benih        sebelum      dimasukan dalam tabung sentrifugasi
menerbitkan sertifikat benih.               dan kemudian disentrifugasi pada
                                            kecepatan 1500–2000 rpm selama 3
Prosedur                                :   menit. Sedimen yang terbentuk
Metode ini bersifat kualitatif, sehingga    dipisahkan dengan air dengan cara
tidak ada standar dalam jumlah              membuang air tersebut menggunakan
                                            pipet.



                                                                             131
    Selajutnya dilakukan pengamatan      kondisi gelap secara bergantian.
mikroskopis; sebanyak 1 ml lactofenol    Benih yang diinkubasi tersebut diamati
ditambahkan pada sedimen dalam           di    bawah       mikroskop    dengan
tabung dan dicampur hingga merata.       pembesaran 50–60 kali untuk melihat
Dengan       menggunakan       pipet,    pertumbuhan cendawan.
campuran sedimen diteteskan pada              Cendawan yang tumbuh diamati
gelas objek dan ditutup dengan gelas     dan        didekteksi      berdasarkan
penutup dan selanjutnya dilakukan        karakteristik keberadaan tum-buhnya
pengamatan di bawah mikroskop            seperti tubuh buah, konidia yang
dengan pembesaran 100–400 kali           muncul dari konidiofor (tangkai
untuk melihat struktur cendawan. Bila    konidia), spora dengan massa
pendekatan kuantitatif diperlukan,       sporanya,        sporodokium       dan
maka pengamatan dapat dilakukan          aservulus,     piknidiospora    da-lam
dengan      menggunakan      haemo-      piknidia, dan askospora dalam
cytometer      untuk      mengetahui     peritesia.
kepadatan inokulum (cendawan) per
satuan berat benih.                      1) Metode inkubasi dengan media
                                            kertas saring
c. Metode Inkubasi
                                              Sebanyak 400 benih diletakkan
     Prinsip pengujian benih dengan      dalam cawan petri berdiameter 9 cm.
metode inkubasi adalah memberikan        Jumlah benih per cawan petri 10 atau
kondisi tumbuh yang optimal bagi         25 tergantung dari ukuran benih. Tiap
mikroorganisme terbawa benih, baik       cawan petri diberi label nomor benih
yang ada di permukaan ataupun yang       dan tanggal pengujian. Sebelum benih
ada di dalam jaringan benih. Dengan      diletakkan, cawan dialasi dengan 2
cara tersebut maka mikroorganisme        lapis kertas saring yang telah
/patogen terbawa benih, terutama         dicelupkan ke dalam air bersih.
cendawan dan bakteri dapat               Usahakan jangan terlalu banyak air
terdeteksi      dengan      mengamati    (tidak tergenang). Letakan benih satu
karakteristik pertumbuhan dan struktur   per satu dengan menggunakan pinset
cendawan. Pengujian kesehatan            seperti Gambar 2.
benih dengan metode inkubasi yang            Selanjutnya benih diinkubasi pada
sering dilakukan adalah pengujian        suhu kamar dengan penyinaran lampu
dengan media kertas (Blotter-test),      ultra violet 12 jam terang dan 12 jam
dan pengujian pada media agar.           gelap secara bergantian selama 7
     Metode Inkubasi dengan Media        hari. Pada hari ke-8 dilakukan
Kertas (Blotter-Test) Metode Blotter     pengamatan dengan menggunakan
adalah salah satu dari metode            mikroskop stereo. Pada tiap benih
inkubasi, yaitu benih ditumbuhkan        diamati karakteristik pertumbuhan
pada       kertas    saring    basah,    berbagai cendawan yang tumbuh.
diinkubasikan selama 7 hari dengan       Kadang-kadang          sangat      sulit
penyinaran lampu ultra violet selama     mengidentifikasi cendawan melalui
12 jam terang dan selama 12 jam          pengamatan                 karakteristik



                                                                            132
pertumbuhan cendawan, oleh karena           3) Metode inkubasi pada media agar
itu dibuat preparat dari cendawan
tersebut dan diamati dengan bantuan              Dalam metode media agar
mikroskop compoun dan kunci                 inokulum terbawa benih, dideteksi
identifikasi. Jika suatu cendawan telah     berdasarkan karakteristik koloni pada
teridentifikasi,     dituliskan     kode    media agar yang berkembang dari
cendawan pada kertas blotter didekat        benih. Secara umum prinsipnya sama
cendawan         yang       bersangkutan.   dengan prinsip dari pengujian dengan
Jumlah benih yang terinfeksi suatu          media kertas. Dalam beberapa hal
cendawan dihitung sebagai tingkat           metode ini memiliki kelebihan, yaitu
infeksi cendawan pada contoh benih          memberikan informasi lebih relatif
yang diuji.                                 lebih       cepat      dan       cukup
                                            menggambarkan status kesehatan
2) Metode inkubasi dengan media             benih dibandingkan dengan metode
   kertas dengan pendinginan                media kertas, karena ketersediaan
                                            nutrisi      pada      media      agar
     Sebanyak 400 benih diletakkan          memungkinkan cendawan atau bakteri
dalam cawan petri yang telah dialasi        tumbuh dan berkembang secara lebih
kertas saring seperti pada metode           baik dan lebih cepat sehingga
inkubasi dengan kertas standar.             memudahkan dalam pengamatan.
Benih diinkubasi selama 24 jam pada         Biasanya cendawan atau bakteri akan
suhu ruang dengan penyinaran lampu          membentuk koloni yang khas pada
ultra violet 12 jam terang dan 12 jam       media agar.
gelap. Pada hari ke-2 benih disimpan             Dalam pelaksanaan pengujian
pada suhu –20o C selama 24 jam.             dengan media agar memerlukan
Tujuan perlakuan pendinginan ter-           persiapan yang lebih lama, relatif
sebut adalah untuk menghambat atau          rumit dan mahal, terutama bila
menekan perkecambahan benih. Hal            menggunakan media spesifik. Sering
ini disebabkan sering perkecambahan         terjadi kesulitan dalam pengamatan
benih menyulitkan secara teknis             karena pertumbuhan koloni cendawan
dalam        pengamatan      sehingga       atau bakteri men-jadi berbeda atau
informasi menjadi bias.                     berubah bila menggunakan media
     Setelah diberi perlakuan dingin        tumbuh yang berbeda dengan waktu
kemudian benih diinkubasi selama 5          yang berbeda pula. Kesulitan lain
hari pada suhu ruang dengan                 pada waktu pengamatan adalah
penyinaran lampu ultra violet 12 jam        pertumbuhan       cendawan      bukan
terang dan 12 jam gelap secara              sasaran (cendawan saprofit) tumbuh
bergantian.                                 lebih ekstensif sehingga menekan
     Pada hari ke-8 benih diamati           pertumbuhan cendawan patogen yang
seperti prosedur pengamatan metode          menjadi sasaran pengamat-an. Untuk
inkubasi dengan media kertas                keperluan pengujian dengan media
standar.                                    agar digunakan berbagai jenis media
                                            tumbuh seperti PDA dan media semi
                                            selektif atau selektif seperti Czapek,



                                                                             133
Media BSC, Media Komada, dan lain-        di lapangan. Sejumlah cendawan,
lain.                                     bakteri dan virus terbawa benih sering
      Prosedur metode inkubasi pada       menghasilkan gejala infeksi atau
media agar adalah sebagai berikut:        serangan pada kecambah atau bibit
Media agar steril disiapkan dalam         tanaman. Gejala terjadi pada akar,
cawan petri steril. Sebanyak 400          batang, daun atau seluruh bagian
benih dari satu contoh benih diberi       kecambah atau bibit tanaman. Pada
perlakuan       sterilisasi  permukaan    berbagai kejadian inokulum cendawan
dengan NaOCL 1 % selama 3 menit.          terbawa       benih       menyebabkan
Kemudian benih ditiriskan pada kertas     kematian pada tanaman atau
saring steril. Dalam banyak kasus,        kecambah.
perlakuan sterilisasi pada permukaan           Beberapa kelompok cendawan
benih tidak dilakukan.                    terbawa      benih      yang     sering
      Benih diletakkan pada media agar    menyebabkan         penyakit      pada
dalam cawan petri. Tiap cawan             kecambah atau bibit antara lain
ditanami 10 butir benih. Pekerjaan        Alternaria, Ascochyta, Colletotrichum,
penanaman benih tersebut dilakukan        Drechslera, Fusarium, Macrophomina.
secara aseptik, yaitu membersihkan        Sedangkan kelompok bakteri yang
tempat dan alat kerja dengan bahan        sering menunjukkan gejala pada
aseptik seperti alkohol 70 %. Benih       kecambah antara lain Pseudomonas
diinkubasi pada suhu kamar selama 7       spp. Media tumbuh yang digunakan
hari dengan penyinaran lampu ultra        untuk pengujian gejala pada bibit/
violet 12 jam terang dan 12 jam gelap     kecambah adalah media pasir, bata
secara bergantian.                        merah, campuran pasir dan tanah
      Pengamatan dilakukan pada hari      serta media buatan seperti agar air.
ke-8 tetapi sering pula dilakukan mulai   Pengujian kesehatan benih dengan
hari ke-4, karena koloni cendawan         gejala bibit/ kecambah mempunyai
sudah mulai tampak. Hal yang diamati      beberapa kelebihan dibandingkan
adalah karak-teristik koloni dan          metode yang lain.
struktur cendawan. Untuk bakteri               Pengujian dengan cara ini dapat
bahkan peng-amatan sudah dapat            mengamati penularan (transmisi)
dilakukan pada hari ke-2 atau ke-3.       patogen dari benih ke tanaman dari
                                          satu fase ke fase pertumbuhan
4) Uji Gejala pada Bibit/ Kecambah        tanaman. Beberapa patogen tidak
                                          mudah dideteksi dengan metode lain
     Patogen dapat menghasilkan           karena serangan patogen tersebut
gejala pada bibit/kecambah baik pada      yang bersifat laten. Sehingga
akar, kotiledon, atau hipokotil. Benih    diperlukan fase tertentu pertumbuhan
yang terinfeksi pada kondisi yang         tanaman       agar       gejala    dan
menguntungkan dapat menghasilkan          perkembangan         patogen     dapat
gejala pada bibit sama dengan gejala      dideteksi.      Metode ini sangat
di lapangan, sehingga metode ini          bermanfaat untuk pengujian contoh
dapat digunakan untuk mendapatkan         benih yang jumlahnya terbatas seperti
informasi yang mewakili penampakan        benih hasil pemuliaan pada tahap



                                                                            134
tertentu dan juga bermanfaat untuk       salah satu metode serologi untuk
tujuan karantina. Pengujian gejala       mendeteksi virus sering digunakan
bibit/kecambah dapat digunakan untuk     karena metode tersebut sederhana,
evaluasi efektivitas perlakuan benih,    mudah dilakukan, cepat, sensitif,
baik dengan kimia maupun secara          akurat, dan dapat digunakan untuk
fisik.                                   menguji sampel dalam jumlah besar.
      Prosedur pengujian dengan          Metode tersebut berdasarkan pada
metode media agar cair adalah            konjugasi antara virus– antibodi dan
sebagai berkiut: Dengan media agar       enzim,      dengan        menambahkan
air (water agar) dilakukan dengan cara   substrat pewarna maka adanya
sebagai berikut. Tuangkan 10 ml agar     konjugasi tersebut dapat diperlihatkan.
air ke dalam tabung reaksi ukuran             Dalam uji ELISA ada beberapa
160x16 mm kemudia tutup dengan           cara yang digunakan yaitu indirect
kapas dan selanjutnya disterilisasi      ELISA, double antibody sandwich
pada temperatur 121o C selama 15         ELISA (DAS ELISA), DAS ELISA
menit. Sebutir benih ditanam pada        protocol, F (ab’)2 indirect ELISA dan F
media agar air steril. Sebelum dan       (ab’)2 ELISA protocol, tetapi yang
sesudah penanaman, tabung tetap          banyak digunakan adalah metode
tertutup dengan kapas. Penanaman         indirect ELISA dan double antibody
dikerjakan secara aseptik. Tabung        sandwich ELISA (DAS ELISA). Dalam
reaksi yang berisi media agar air dan    indirect ELISA uji didasarkan pada
benih kemudian diletakkan pada rak       adanya ikatan enzim dengan molekul
tabung reaksi dan diinkubasikan          antibody yang dapat dideteksi oleh
sampai 14 hari pada temperatur ruang     antiviral immunoglobulin. Sedangkan
dengan penyinaran lampu ultra violet.    pada DAS ELISA, virus diikat oleh
Setelah masa inkubasi diamati gejala     antibody spesifik yang kemudian
yang timbul, koloni cendawan dan         bereaksi lagi dengan antibody spesifik
struktur cendawan. Pengamatan            yang telah diikat oleh enzim.
sebenarnya bisa dilakukan selama              Dari segi praktikal indirect ELISA
masa inkubasi.                           lebih sederhana dan lebih cepat
                                         karena dalam indirect ELISA tidak
5) Uji Serologi                          melalui prosedur pemurnian virus,
                                         mempersiapkan         stock     gamma–
     Uji    ELISA (Enzyme-Linked         globulin (lgG), dan mela-kukan
Immuno-sorbent Assays) adalah            konjugasi enzim–immuno-globulin.
pengujian      serologi     terutama          Prosedur uji serologi adalah
digunakan untuk mendeteksi bakteri       sebagai berikut: Antigen (ekstrak
dan virus terbawa benih. Prinsip         tanaman       yang       diuji)    harus
pengujian tersebut adalah reaksi in      dipersiapkan        terlebih      dahulu
vitro antara antigen dan antibodi.       (Persiapan kontrol) yaitu ekstrak
Dalam pengujian cara ini sangat          tanaman sehat dan suspensi tanaman
tergantung kepada ketersediaan           yang positif terinfeksi virus dalam
sejumlah antibodi yang spesifik untuk    antigen buffer dengan pengenceran
patogen sasaran. Uji ELISA sebagai       1/50. Buat ekstrak antigen dengan



                                                                            135
cara menggerus jaringan tanaman            pengenceran 1/1000–1/2000 dalam
yang akan diuji kemudian diencerkan        serum buffer. Inkubasikan selama 1
dengan antigen buffer dengan               jam pada suhu 37oC.
pengenceran 1/9. Masukan antigen                Substrat dibuat setelah antiserum
tersebu sebanyak 100 l pada setiap         siap untuk digunakan.           Metoda
lubang plate ELISA.                        pembuatan substrat adalah sebagai
     Tutup plate ELISA dengan plastik      berikut: Kosongkan plate ELISA dan
tipis dan diinkubasikan selama 1 jam       cuci sebagaimana di atas. Buat
pada suhu tumbuh 37o C atau                larutan substrat dari 1 tablet p–
semalaman pada suhu kamar.                 nitrophenyl (PNPP), (tersedia se-cara
     Primary (specific antiserum) harus    komersial)     dalam       10–15     ml
disiapkan terlebih dahulu. Selama          diethanolamine      buffer    (DIEAB).
inkubasi (atau sebelum uji dimulai)        Masukan substrat tersebut 100 l per
dapat dilakukan cross–adsorbtion           lubang. Inkubasikan selama 30 menit
antiserum dengan jaringan sehat            pada suhu kamar. Reaksi positif yaitu
dengan cara sebagai berikut.               apabila terjadi perubahan warna
Jaringan sehat dihancurkan dalam           menjadi kuning.
serum buffer dengan pengeceran                  Baca nilai absorban ultra violet
1/20.     Suspensi disaring dengan         dengan menggunakan alat spektro-
menggunakan kain kasa. Encerkan            fotometer. Untuk menghentikan reaksi
anti-serum sesuai anjuran dalam            dapat dilakukan dengan menambah
suspensi tersebut. Aduk sampai rata        setetes 3 N NaOH pada tiap lubang.
dan inkubasi selama 45 menit pada
suhu 37o C.                                Cara Pembuatan Buffer untuk Inderect
     Pencucian dilakukan dengan            ELISA :
langkah-langkah sebagai berikut.           PBS (Phosphate Buffered Saline) :
Kosongkan plate ELISA. Cuci plate          6)                0,05 M KH2 PO4 /
ELISA dengan PBS Tween, rendam                 Na2 HPO4 + 8,5 g Na Cl /l
selama 3 menit dengan PBS Tween,           7)                pH 7,2
ulangi sampai 4 kali cucian. Keringkan     Antigen buffer:
dengan kertas tissue. Masukan              a.                         PBS + 0,01
primary antiserum 100 l setiap                 M NaDIECA.
lubang plate ELISA. Inkubasikan plate      PBS Tween (untuk mencuci)
tersebut selama 1 jam pada suhu                1 liter PBS Tween
37oC.                                          0,2 g KCl.
Secondary antiserum (conjugate)                0,5 ml Tween 20
harus disiapkan setelah primery            Serum buffer :
antiserum yaitu dengan cara:                   1 liter PBS Tween
Kosongkan plate ELISA dan cuci                 20 g Polyvinylpyrrolidone (2 %)
dengan cara seperti di atas. Masukan           (MW = 25.000)
konjugasi       antibody–       Alkaline       2 g Ovalbumin (0,2 %)
phosphatase       (tersedia      secara
komersial sebagai SWAREC = Swine
antirabbit enzyme conju-gate) pada



                                                                             136
Substrate – Buffer : DIEAB :             4.9 Prosedur Memproduksi Benih
Diethanolamine Buffer.                       Bersertifikat
    100 ml diethanolamine
    (C4H11NO2).                               Seorang        penangkar    benih
    200 ml deinonized H2O                bersertifikat        perlu     memiliki
    24 ml 5 N Hcl                        pengetahuan yang cukup tentang cara
    buat suspensi dalam deionized        memproduksi benih bermutu dan cara
    H2O sampai mencapai volume           menyimpan benih. Hal berikutnya
    1000 ml.                             adalah penguasaan pengolahan
                                         benih,       tanah,      dan   gudang
6)   Uji Tanaman Indikator               penyimpanan, serta sikap jujur dan
                                         bersedia          selalu      mematuhi
     Pengujian dengan tanaman            peraturan/ketentuan perbenihan yang
indikator digunakan terutama untuk       berlaku.
mendeteksi virus dan bakteri terbawa          Prosedur untuk mendapatkan
benih. Prinsip pengujiannya adalah       sertifikat dimulai dari permohonan
reaksi dari tanaman indikator terhadap   sertifikasi, pengajuan pemeriksaan
ekstrak/sap      dari    biji     yang   pendahuluan, pemeriksaan lapang,
diinokulasikan pada tanaman indikator    pemeriksaan alat-alat panen dan
tersebut. Reaksi yang terjadi adalah     pengolahan, pengambilan sampel
berupa gejala lokal pada daun            benih, dan pengajuan pemasangan
tanaman indikator.                       label sertifikat.

7) Uji     dengan            Teknologi
   Biomolekuler
                                         a. Permohonan sertifikasi
     Teknik biomolekuler sudah mulai
digunakan dalam pengujian kesehatan           Untuk      menghasilkan     benih
benih. Teknik biomo-lekuler yang         bersertifikat, dimulai dari pengajuan
diaplikasikan     dalam     pengujian    permohonan sertifikasi kepada BPSB
kesehatan benih adalah Polymerase        setempat yang dilakukan paling
chain reaction (PCR). Teknik PCR         lambat satu bulan sebelum tebar
mempunyai tingkat ketelitian yang        (tanam) dengan mengisi formulir.
sangat tinggi dan dapat dilakukan        Formulir isian mencakup tentang
dalam waktu yang relatif singkat.        nama       dan    alamat     pemohon
Tetapi penggunaan teknik PCR untuk       (penangkar), letak areal, asal benih
pengujian rutin kesehatan benih masih    sumber, rencana penanaman, sejarah
terlalu mahal dalam hal bahan,           lapangan, dan isolasi (jarak/waktu)
peralatan dan tenaga pelaksana.          yang dilakukan. Setelah diisi, formulir
                                         diserahkan dengan dilampirkan label
                                         benih (kelas dan benih sumber) yang
                                         akan digunakan dan denah situasi
                                         lapangan.




                                                                           137
1) Permohonan pemeriksaan lapang         penangkar diwajibkan melakukan
   pendahuluan                           roguing ulang, dan selanjutnya
                                         mengajukan pemeriksaan ulangan.
        Penangkar    menyampaikan        Pemeriksaan ulang hanya dapat
pemberitahuan siap untuk diperiksa       dilakukan satu kali. Jika haisl
lapang pendahuluan kepada BPSB           pemeriksaan ulang lahan dinyatakan
setempat paling lambat 10 hari           tidak lulus, maka lahan tersebut gagal
sebelum tanam atau seminggu              untuk dijadikan areal produksi benih
sebelum pemeriksaan lapang. Dalam        karena kemurniannya tidak dapat
pemeriksaan ini, pengawas BPSB           dipertanggung-jawabkan, dan hanya
akan menguji kebenaran data              diperbolehkan untuk produksi non
lapangan yang diajukan penangkar         benih.
seperti dalam surat permohonan
sertifikasi. Jika data lapangan          3) Permohonan pemeriksaan
menunjukkan kesesuaian maka lahan           lapangan fase generatif
penangkaran tersebut telah syah
dinyatakan sebagai lahan produksi             Pemeriksaan lapangan fase
benih bersertifikat.                     generatif hanya dilakukan bila telah
                                         lulus pada tahapan pemeriksaan
2) Permohonan pemeriksaan fase           sebelumnya. Pengajuan permohonan
   vegetatif                             pemeriksaan lapangan fase generatif
                                         (saat berbunga) dilakukan satu
     Pemeriksaan lapangan pertama        minggu       sebelum       pemeriksaan
dilakukan saat tanaman dalam fase        dilakukan. Dalam pemeriksaan ini juga
pertumbuhan vegetatif atau sekitar 30    diamati keberadaan dari CVL dengan
hari setelah tanam. Pengajuan            pengamatan pada organ reproduktif,
permohonan pemeriksaan diajukan          seperti warna dan bentuk bunga, serta
kepada BPSB paling lambat 7 hari         saat pembungaan. Seperti pada
sebelum pemeriksaan, pemeriksaan         pengawasan lapangan fase vegetatif,
akan dilakukan terhadap keberadaan       penangkar benih diberi kesempatan
campuran varietas lain (CVL). Nilai      untuk melakukan pengawasan ulang
standar CVL berbeda untuk setiap         jika hasil pemeriksaan dinyatakan
jenis tanaman dan kelas benih yang       tidak lulus. Pemeriksaan ulang pun
diproduksi. Semakin tinggi kelas         hanya diberikan satu kali.
benih, semakin ketat standarnya.
       Sebelum pengawas BPSB             4) Permohonan pemeriksaan fase
memeriksa,       penangkar       benih      menjelang panen
sebaiknya melakukan roguing agar
standar lapang benih bersertifikat             Pemeriksaan fase menjelang
terpenuhi. Jika hasil pemeriksaan oleh   panen dilakukan bila telah lulus
pengawas BPSB menyatakan lulus,          pemeriksaan lapang sebelumnya.
lahan tersebut dapat diteruskan untuk    Pemeriksaan dilakukan satu pekan
proses sertifikasi selanjutnya. Jika     sebelum panen (menjelang masak
lahan dinyatakan tidak lulus maka        fisiologis). Permohonan pemeriksaan



                                                                          138
diajukan satu minggu sebelum              periodik selama masa pengolahan
pemeriksaan dilakukan. Hal-hal yang       benih dengan waktu yang tidak
diperiksa pada pemeriksaan ini            diberitahukan kepada penangkar.
meliputi komponen buah dan benih,         Tujuan dari pengawasan ini adalah
seperti warna dan bentuk benih. Tidak     memastikan bahwa selama dalam
seperti        pada       pemeriksaan     pengolahan tidak terjadi kecurangan-
sebelumnya, pada pemeriksaan ini          kecurangan        yang      dilakukan
tidak dilakukan pemeriksaan ulang.        penangkar, misalnya mencampurkan
Artinya, jika lahan dinyatakan tidak      benih yang lulus lapangan dengan
lulus maka secara langsung benih          benih kedaluwarsa atau benih tidak
yang dihasilkan di lahan tersebut tidak   lulus lapangan. Jika didapatkan
dapat dijadikan sebagai benih             penangkar       yang      melakukan
bersertifikat.                            kecurangan maka proses sertifikasi
                                          dapat dihentikan.
5) ermohonan pemeriksaan alat-alat
   panen dan pengolahan benih             c. Permohonan pengambilan
                                             contoh benih
     Selain benih, alat-alat panen dan
pengolashan benih pun dilakukan                Prosedur selanjutnyas adalah
pemeriksaan. Tujuan pemeriksaan ini       permohonan pengambilan contoh
adalah untuk memastikan bahwa             benih guna pengujian di labora-torium
peralatan yang digunakan dalam            analisis   mutu     benih      BPSB.
panen dan pengolahan benih tidak          Pengambilan contoh benih oleh
membawa        sumber      kontaminan,    pengawas BPSB dilakukan setelah
seperti varietas lain. Pengajuan          pengolahan benih. Permohonan oleh
pemeriksaan alat-alat panen dan           penangkar dilakukan 1 minggu
pengolahan benih dilakukan paling         sebelum pengawasan dilakukan.
lambat satu minggu sebelum panen          Sebelum dilakukan pengambilan
atau bersamaan dengan pemeriksaan         contoh benih, penangkar diwajibkan
lapangan fase menjelang panen. Hal        telah menempatkan dan mengemas
yang dilakukan pengawas BPSB              benih secara tepat. Benih telah
dalam pemeriksaan ini adalah              dikemas dengan kemasan curah
menjalankan (menghidupkan) semua          (belum dikemas dengan kemasan
alat pengolahan benih sehingga sisa-      pemasaran) dan dikelompokkan
sisa kotoran dan benih dari proses        berdasarkan lot yang tepat, misalnya
pengolahan benih sebelumnya dapat         berdasarkan tanggal panen yang
keluar dan alat dapat dibersihkan.        sama dari varietas yang sama. Lot
                                          benih ditempatkan sedemikian rupa
b. Pengawasan pengolahan benih            sehingga setiap wadah benih
                                          berpeluang sama untuk diambil
     Pengawasan pengolahan benih          contoh benihnya. Pengawas dapat
tidak diajukan oleh penangkar benih,      membatalkan pengambilan contoh
tetapi     merupakan    pengawasan        benih jika diindikasikan adanya
langsung oleh petugas BPSB secara         kelompok benih yang mencurigakan



                                                                          139
atau susunan penempatan benih tidak      kadar air benih, kemurnian, daya
memungkinkan semua wadah diambil         tumbuh benih, sertak andungan
contoh benihnya.                         kotoran dan campuran varietas lain,
                                         selain identitas lain sesuai yang
d. Permohonan pengawasan                 diajukan penangkar benih.
   pemasangan label sertifikat
                                         e. Permohonan pelabelan ulang
     Prosedur akhir dari proses
pembuatan benih bersertifikat adalah          Benih       bersertifikat    telah
pengawasan pemasangan label              mendekati atau habis masa edarnya
sertifikasi. Jika dalam pengujian        dan akan diedarkan kembali harus
laboratorium, benih penangkaran          dilakukan pengujian dan pelabelan
dinyatakan lulus maka selanjutnya        ulang. Produsen benih bersertifikat
penangkar mengajukan pengawasan          wajib      mengajukan       pengambilan
pemasangan label sertifikat pada         contoh benih, mengujikannya dan
benih-benih yang akan dikemas            kemudian memasang label ulangan
dengan ukuran tertentu (sesuai           pada kemasan benihnya. Prosedur
kebutuhan pasar). Dalam pengajuan        dan pe-laksanaan dari pelabelan
ini, penangkar memohon nomor seri        ulang sama seperti pada prosedur
label        sertifikasi      dengan     pengambilan contoh dan pengawasan
mencantumkan jumlah segel (seal)         pemasangan label sebelumnya.
dan label sertifikasi yang diperlukan,   Pengajuan pelabelan ulang dilakukan
nomor pengujian, nomor kelompok          satu bulan sebelum masa edar benih
benih yang bersangkutan, jenis,          bersertifikat berakhir. Pada kemasan
varietas, jumlah wadah, berat bersih     benih, dicantumkan data analisis mutu
tiap wadah, nama dan alamat              benih terbaru dan dicantumkan pula
produsen. Adapun isi label akan          kode LU yang berarti Label Ulang.
meliputi     hasil-hasil    pengujian
laboratorium yang terdiri dari nilai




                                                                           140
Direktorat Jenderal                  Litbang                            Dinas Pertanian
    Perbenihan                    Pemerintah dan                           Tingkat I
                                     Swasta


                                                                          BUMN
                                     Pelepasan                            Swasta
      BPSB


                                   Varietas Baru
                                  (Breeder Seed)                                    Diperta
                                                                                     Tk.II

                                   Benih Dasar                    BBI
                                 (Fondation Seed)

                                                                               BUMN
                                                                 BBU
                                                                               Swasta
                                    Benih Pokok
                                    (Stock Seed)

                                                                  BBP          BUMN
                                    Benih Sebar                                Swasta
                                  (Extention Seed)


                                                              Keterangan:
                                                                      : Komando
                                    Pemasaran                         : Pengawasan
                                                                        Pemasaran
                                                                      : Pembinaan dan
                                                                        Koordinasi
                                                                      : Alur benih
                                                                      : Sertifikasi
                                    PETANI



                                           Gambar 4.13.
           Skema alur pelepasan benih, produksi dan pengawasan mutu benih di Indonesia.
                                 (Ditjentan Pangan dan Horti, 1999)




                                                                                              141
                                          Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 4. siswa telah mampu menguasai kompetensi-
kompetensi berikut:
    1. Potensi benih tanaman
    2. Dasar-dasar produksi benih
    3. Menyiapkann lahan pembenihan
    4. Merawat benih tanaman
    5. Mengelola alat dan mesin pembenihan
    6. Membiakkan tanaman dengan biji

   Proses pembentukan biji pada             Buab, biji dan
             tumbuhan                     perkembangan biji              Polinasi
Pembuahan adalah penyatuan sel                   Pembuahan              Penyerbukan oleh
betina dan sel jantan. Hasil                     Waktu antar            serangga.
penyatuan disebut zigot. Zigor berisi            pembuahan              Adaptasi bunga
kromosom dari individi jantan dan                Pergiliran             Ketidakserasian
betina.                                          generasi               Penyerbukan
                                                                        dengan angina
                                                                    Musim penyerbukan

    Teknik produksi benih tanaman                                Mutu benih
        Persyaratan lahan produksi                    Kriteria benih bermutu
        Benih sumber                                  Kelas benih
        Teknik budidaya tanaman                       Faktor yang mempengaruhi mutu benih.
        untuk produksi benih generatif
        Alur umum pengelolaan benih
        Alat dan mesin pengolahan
        benih
    Penyimpanan benih
      Pengujian kesehatan benih                 Prosedur memperoleh benih bersertifikat
        Pengamtan secara visual                     Permohonan sertifikasi
        Metode pencucian benih                      Permohonan pemeriksaan lapang
        Metode inkubasi                             pendahuluan.
        Uji gejala pada bibit/ kecambah             Permohonan pemeriksaan fase vegetatif
        Uji serologi                                Permohonan pemeriksaan fase generatif
        Uji tanaman indicator                       Permohonan pemeriksaan fase
                                                    menjelang panen.
                                                    Permohonan pemeriksaan alat-alat
                                                    panen dan pengolahan benih.
                                                    Pengawasan pengolahan benih
                                                    Permohonan pengambilan sample benih
                                                    Permohonan pengawasan pemasangan
                                                    label bersertifikat
                                                    Permohonan pelabelan ulang.




                                                                                      142
SOAL:
   1. Jelaskan proses pembentukan biji pada tumbuhan dengan bantuan angina
      dan serangga
   2. Bagaiman proses sertifikasi benih di Indonesia

TUGAS:
   1. Lakukan kegiatan bermain peran dengan tema mendaftarkan benih vegetatif
       dan benih generatif.
   2. Lakukan observasi minimal pada 2 (dua) orang penangkar benih dan
       lakukan wawancara terhadap teknik produksi yang biasa dilakukan.




                                                                         143
144
             BAB 5. TEKNIK PEMELIHARAAN TANAMAN HASIL PEMBENIHAN


5.1     Media Tumbuh                            tumbuhan.        Nitoden diserap oleh
     Tanah adalah tempat tumbuh                 tumbuhan dalam bentuk nitrat dan
tumbuhan di atas permukaan bumi. Di             amonium. Fosfor dibentuk pada tanah
dalam tanah terdapat air, udara dan             mineral dan berbagai senyawa organik.
berbagai hara tumbuhan untuk proses             Fosfor diserap oleh tanaman dalam
pertumbuhan          dan      perkembangan      bentuk ion fospat. Belerang ditemukan
tanaman. Air yang beada dalam tanah             dalam tanah mineral. Belerang diserap
sangat pentig untuk proses kimia,               oleh tumbuhan dalam bentuk sulfat.
biologi dan fisika tanah. Sebagain air          Kalium, kalsium dan magnesium
tanah terdapat dalam bentuk lapisan             merupakan logam. Pada saat ketiga
tipis yang dinamakan air kapiler. Air           logam tersebut di atas bereksi dengan
kapiler membentuk larutan tanah yang            air maka akan dibebaskan ion-ion
berfungsi seba-gai sumber unsur hata            kalium, kalsium dan magnesium.
tumbuhan.
     Udara dalam tanah beasal dari              a.Perkembangan dan Pengertian
udara atmosfir yang mengandung                  Tanah
sekitar 21% Okigen, 78% nitrogen, dan                Pemahaman fungsi tanah sebagai
1% CO2 beserta gas lainnya. Semua               media tumbuh dimulai sejak peradaban
gas tersebar dalam poripori tanah atau          manusia mulai beralih dari manusia
terlarut dalam tanah.              Akar dan     pengumpul pangan yang tidak menetap
organisme tanah memerlukan oksigen              menjadi manusia pemukim yang mulai
untuk proses pernafasan (respirasi).            melakukan pemindah tanaman pangan
Oksigen dalam tanah digunakan oleh              /nonpangan ke areal dekat mereka
se-mua mahluk hidup dalam tanah, baik           tinggal. Pada tahap berikutnya, mulai
organisme maupun mikroor-ganisme,               berkembang pemahaman fungsi tanah
sehingga konsentrasi oksigen dalam              sebagai penyedia nutrisi bagi tanaman
tanah akan lebih rendah dibandingakan           tersebut, sehingga produksi yang
dengan oksigen di atas permukaan                dicapai tanaman tergantung pada
tanah (atmosfir).                               kemampuan tanah dalam penyediaan
     Di dalam tanah terdapat nitrogen,          nutrisi ini (kesuburan tanah). Dengan
fosfor, belerang, kalium, kalsium dan           berkembangnya areal perkotaan, terjadi
magnesium dalam jumlah yang relatif             benturan kepentingan antara kebutuhan
banyak (unsur hara makro) dan terdapat          lahan untuk sarana transportasi dan
sedikit besi, mangan, boron, seng dan           pendirian bangunan dengan kebutuhan
tembaga (unsur hara mikro). Beberapa            lahan pertanian, yang seringkali
tumbuhan membutuhkan beberapa                   menyebabkan       tergusurnya    lahan
unsur lain seperti natrium, molibdenum,         pertanian yang produktif semata-mata
klor, flour, iod, silikon, strontium. Barium    karena alasan finansial.
dan kobalt.                                          Pada mulanya, tanah dipandang
     Hara esensial (penting) sebagian           sebagai lapisan permukaan bumi
besar terdapat dalam tanah. Nitogen             (natural body) yang berasal dari
merupakan unsur hra yang sangt                  bebatuan (natural material) yang telah
penting bagi tumbuhan.               Nitrogen   mengalami serangkaian pelapukan oleh
merupakan ba-han baku untuk                     gaya-gaya alam (natural force),
penyusunan protein dan asam amino               sehingga membentuk regolit (lapisan


                                                                                 145
berpartikel      halus).      Konsep    ini   meliputi Agrogeologi, Fisika, Kimia dan
dikembangkan oleh para Geologis pada          Biologi Tanah, Morfologi dan Klasifikasi
akhir abad XIX. Hal-hal yang dipelajari       Tanah, Survei dan Pemetaan Tanah,
adalah (1). Perbedaan-perbedaan               Analisis Bentang Lahan, Ilmu Ukur
berbagai jenis tanah dan dijumpainya          Tanah,           Perencanaan         dan
suatu jenis tanah yang sama jika              Pengembangan Wilayah.
kondisinya relatif sama. (2). Masing-              Pemahaman tanah sebagai media
masing jenis tanah mempunyai                  tumbuh       tanaman      pertama    kali
morfologi       yang       khas    sebagai    dikemukakan oleh Dr. H.L. Jones dari
konsekuensi keterpaduan pengaruh              Cornell University Inggris, yang mengkaji
spesifik dari iklim, jasad hidup (tanaman     hubungan tanah pada tanaman tingkat
dan ternak), bahan induk, topografi dan       tinggi untuk mendapatkan produksi
umur tanah; dan (3). Tanah merupakan          pertanian yang seekonomis mungkin.
hasil evolusi alam yang bersifat dinamis      Kajian tanah dari aspek ini disebut
sepanjang masa.                               edaphologi (edaphos = bahan tanah
     Dinamika dan evolusi alam ini            subur), namun pada realitasnya kedua
terhimpun dalam definisi bahwa tanah          definisi selalu terintegrasi. Kajian
adalah "bahan mineral yang tidak padat        Edaphologi ini antara lain meliputi
(unconsolidated) terletak di permukaan        Kesuburan Tanah, Konservasi Tanah
bumi, yang telah dan akan tetap               dan Air, Agrohidrologi, Pupuk dan
mengalami perlakuan dan dipengaruhi           Pemupukan, Ekologi Tanah dan
oleh faktor-faktor genetik dan lingkungan     Bioteknologi Tanah, sedangkan yang
yang meliputi bahan induk, iklim              merangkum kajian Pedologi dan
(termasuk kelembaban dan suhu),               Edaphologi sekaligus antara lain meliputi
organisme (makro dan mikro) dan               Pengelolaan Tanah dan Air, Evaluasi
topografi pada suatu periode waktu            Kesesuaian Lahan dan Tata Guna
tertentu". Satu penciri-beda utama            Lahan, Pengelolaan Tanah Rawa,
adalah tanah ini secara fisik, kimiawi dan    Pengelolaan Sumber Daya Alam dan
biologis, serta ciri-ciri lainnya umumnya     Lingkungan.
berbeda dibanding bahan induknya,                  Tanah pada masa kini sebagai
yang variasinya tergantung pada faktor-       media tumbuh tanaman didefinisikan
faktor pembentuk tanah tersebut.              sebagai: "Lapisan permukaan bumi yang
     Pengertian ini disebut sebagai           secara fisik berfungsi sebagai tempat
definisi pedologis (pedo = gumpal             tumbuh dan berkembang sistem
tanah). Dalam definisi yang lain ilmu         perakaran penopang tegak-tumbuhnya
tanah adalah ilmu pengetahuan alam            tanaman dan penyuplai kebutuhan air
murni dalam hal: (1) asal mula dan            dan udara; secara kimiawi berfungsi
pembentukan tanah yang tercakup               sebagai gudang dan penyuplai hara atau
dalam bidang kajian genesis tanah, dan        nutrisi (senyawa organik dan anorganik
(2) nama-nama, sistematik, sifat              sederhana dan unsur-unsur esensial
kemampuan dan penyebaran berbagai             seperti N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe,
jenis tanah yang tercakup dalam bidang        Mn, B, Cl, dan lain-lain); dan secara
kajian Klasifikasi dan Pemetaan Tanah.        biologis berfungsi sebagai habitat biota
Hasil kajian tanah secara pedologis ini       (organisme) yang berpartisipasiaktif
dapat dimanfaatkan sebagai acuan              dalam penyediaan hara tersebut dan
dasar dalam pemanfaatan masing-               zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi)
masing jenis tanah secara efisien dan         bagi tanaman", yang ketiganya secara
rasional. Kajian Pedologi antara lain         integral mampu menunjang produktivitas


                                                                                  146
tanah untuk menghasilkan biomasa, baik        memahami, (2) fungsi tanah sebagai
tanaman pangan, obat-obatan, industri         pelindung tanaman dari serangan hama
perkebunan, maupun kehutanan".                dan penyakit dan dampak negatif
     Atas dasar definisi ini maka tanah       pestisida limbah industri berbahaya
sebagai media tumbuh mempunyai                tersebut. Oleh karena itu, dalam buku ini
empat fungsi utama, yaitu sebagai (1).        dituturkan dalam kerangka pengertian
Tempat tumbuh dan berkembangnya               fenomena ini.
perakaran yang mempunyai dua peran
utama.       (2).    Penyokong tegak-         b. Profil Tanah
tumbuhnya trubus (bagian atas)                     Secara           vertikal      tanah
tetanaman. (3). sebagai penyerap zat-         berdifferensiasi membentuk horizon-
zat yang dibutuhkan tanaman. (4).             horizon (lapisan-lapisan) yang berbeda-
Penyedia kebutuhan primer tanaman             beda baik dalam morfologis seperti
untuk        melaksanakan         aktivitas   ketebalan dan warnanya, maupun
metabolismenya,         baik       selama     karakteristik fisik, kimiawi, dan biologis
pertumbuhan          maupun          untuk    masing-masingnya sebagai konsekuensi
berproduksi, meliputi air, udara dan          bekerjanya faktor-faktor lingkungan
unsur-unsur hara. (5).           Penyedia     terhadap: (1) bahan induk asalnya
kebutuhan sekunder tanaman yang               maupun (2) bahan-bahan eksternal,
berfungsi dalam menunjang aktivitasnya        berupa bahan organik sisa-sisa biota
supaya berlangsung optimum, meliputi          yang hidup di atasnya dan mineral non
zat-zat aditif yang diproduksi oleh biota     bahan induk yang berasal dari letusan
terutama mikroflora tanah seperti (a).        gunung api, atau yang terbawa oleh
zat-zat pemacu tumbuh (hormon, vitamin        aliran air. Susunan horizon-horizon
dan asam-asam organik khas). (b).             tanah dalam lapisan permukaan bumi
antibiotik dan toksin yang berfungsi          setebal 100-120 cm disebut sebagai
sebagai anti hamapenyakit tanaman di          profil tanah.
dalam tanah. (c). senyawa-senyawa                  Profil Tanah merupakan irisan
atau enzim yang berfungsi dalam               vertikal tanah dari lapisan paling atas
penyediaan kebutuhan primer tersebut          hingga ke bebatuan induk tanah
atau transformasi zat-zat toksik eksternal    (regolit), yang biasanya terdiri dari
seperti pestisida dan limbah industri         horizon-horizon O-A-E-B-C- R. Empat
berbahaya; serta. (d). Habitat biota          lapisan teratas, yang masih dipengaruhi
tanah, baik yang berdampak positif            cuaca disebut Solum Tanah, horizon O-
karena terlibat langsung atau tak             A disebut lapisan tanah atas dan horizon
langsung dalam penyediaan kebutuhan           E-B disebut lapisan tanah bawah
primer dan sekunder tanaman tersebut,              Meskipun tanah terdiri dari
maupun yang berdampak negatif karena          beberapa horizon, namun bagi
merupakan hama dan penyakit tanaman.          tetanaman yang sangat penting adalah
     Fungsi-fungsi       tanah       yang     horizon O - A (lapisan atas) yang
sedemikian vitalnya dalam penyediaan          biasanya mempunyai ketebalan di
bahan pangan, papan dan sandang bagi          bawah 30 cm, bahkan bagi tanaman
manusia (juga bagi hewan) ini                 berakar dangkal seperti padi, palawija
membawa konsekuensi bahwa seorang             dan sesayuran yang paling berperan
ahli tanah tidak saja dituntut untuk          adalah kedalaman di bawah 20 cm. Oleh
berpengetahuan tentang: (1) tanah             karena itu, istilah kesuburan tanah
sebagai tempat tumbuh dan penyedia            biasanya mengacu kepada ketersediaan
kebutuhan tanaman, tetapi juga harus          hara pada lapisan setebal ini, yang


                                                                                   147
biasanya disebut sebagai lapisan olah.      mengandung bahan; organik tanah atau
Namun bagi tetanaman perkebunan dan         belum mengalami pelindian (leaching)
kehutanan (pepohonan) untuk jangka          hara secara intensif, sehingga relatif
panjang lapisan tanah bawah juga akan       subur, sedangkan tanah yang berwarna
menjadi sumber hara dan air.                terang atau pucat berarti berBOT (bahan
     Kegunaan         langsung       dari   organik tanah) rendah atau telah
pengamatan profil tanah ini antara lain     mengalami pelindian hara intensif,
adalah      untuk    mengetahui      (1).   sehingga relatif miskin. Tanah yang
Kedalaman lapisan olah atau solum           berwarna homogen bersih menunjukkan
tanah yang merupakan indikator potensi      sirkulasi udara (aerasi) dan airnya
kedalaman akar tanaman untuk                (drainase) baik, berarti kadar oksigennya
berpenetrasi, makin dangkal berarti         cukup, sehingga proses oksidasi
makin tipis sistem perakarannya,            berjalan baik, sedangkan tanah yang
sehingga jika makin besar bobot atau        berwarna tak bersih atau bebercak
tinggi tanaman akan makin mudah             menunjukkan aerasi dan drainasenya
tanaman untuk tumbang. Informasi ini        tidak baik, sehingga proses oksidasi dan
dapat menuntun kita dalam memilih jenis     reduksinya terjadi secara bergantian.
tanaman dan teknik penanamannya.            Proses reduksi yang lama pada tanah
(2). Kelengkapan atau differensiasi         kering berkadar besi tinggi akan
horizon pada profil tanah merupakan         menimbulkan bercak-bercak senyawa
indikator umur tanah atau proses-proses     ferro yang berwarna kekuningan,
pembentukan (genesis) yang telah            sedangkan proses oksidasi yang lama
dilaluinya, makin lengkap atau makin        pada tanah rawa akan menghasilkan
berdiferensiasi horizon-horizon tanah       senyawa ferri yang berwarna kecoklat-
berarti makin tua umur tanah, namun         merahan.
kelengkapan atau diferensiasi horizon ini
akan makin berkurang atau makin baur        c. Komponen Tanah
apabila tanah mengalami erosi. Pada              Tanah mineral yang dapat berfungsi
tanah-tanah muda seperti Regosol, yang      sebagai media tumbuh ideal secara
banyak terdapat di sekitar Indralaya, 0I    material tersusun oleh 4 komponen,
Sumatera Selatan, profilnya dapat tanpa     yaitu bahan padatan (mineral dan bahan
horizon. Pada tanah dewasa seperti          organik), air dan udara. Berdasarkan
andosol, yang banyak terdapat di            volumenya, maka tanah secara rerata
Kabupaten Muara Enim dan Lahat,             terdiri dari: (1) 50% padatan, berupa
Sumatera Selatan, profilnya lengkap         45% bahan mineral dan 5% bahan
seperti sketsa pada Gambar 1.1. di atas,    organik, dan (2) 50% ruang pori, berisi
sedangkan pada tanah-tanah tua seperti      25% air dan 25% udara.
Podsolik di sekitar Palembang dan                Khusus untuk tanah gambut yang
Prabumulih serta tanah latosol di           banyak tersebar di kawasan rawa
Kabupaten Muara Enim Sumatera               Sumatera Selatan, Jambi, Riau,
Selatan, yang telah tererosi berat atau     Kalimantan dan Papua, komposisi ini
telah mengalami pencucian intensif          relatif berlainan, karena bagian
mempunyai profil yang umumnya tanpa         padatannya 100% dapat berupa bahan
atau sedikit lapisan olah (horizon 0 dan    organik, sedangkan ruang porinya 100%
A).                                         dapat terisi air, sehingga ketiadaan
     Warna tanah merupakan indikator        bahan mineral dan udara pada tanah ini
sifat kimiawi tanah. Tanah yang             merupakan masalah utama dalam
berwarna      gelap     berarti   banyak


                                                                                148
pemanfaatannya       menjadi      lahan   yang melepaskan CO2 dan untuk
pertanian produktif.                      oksidasi enzimatik oleh mikrobia
     Secara alamiah proporsi komponen-    autotrofik     (mampu      menggunakan
komponen tanah sangat tergantung          senyawa anorganik sebagai sumber
pada (1). Ukuran partikel penyusun        energinya). (2). CO2 bagi mikrobia
tanah, makin halus berarti makin padat    fotosintetik, dan (3). N2 bagi mikrobia
tanah, sehingga ruang porinya juga akan   pengikat N.
menyempit, sebaliknya jika makin kasar.         Beberapa gas seperti CO2 dan N2
(2). Sumber bahan organik tanah, tanah    ini serta NH3, H2 dan gas-gas lainnya
bervegetasi akan mempunyai proporsi       baik yang berasal dari proses
BOT tinggi, sebaliknya pada tanah         dekomposisi bahan organik maupun
gundul (tanpa vegetasi). (3). Iklim       berasal dari sisa-sisa pestisida atau
terutama curah hujan dan temperatur,      limbah industri, apabila berkadar relatif
saat hujan dan evaporasi (penguapan)      tinggi dapat menjadi racun baik bagi
rendah proporsi air meningkat (dan        akar maupun bagi mikrobia tanah.
proporsi udara menurun), sebaliknya       Adanya sirkulasi udara (aerasi) yang
pada saat tidak hujan dan evaporasi       baik akan memungkinkan pertukaran
tinggi, dan (4). Sumber air, tanah yang   gas-gas ini dengan 02 dari atmosfer,
berdekatan dengan sungai akan lebih       sehingga aktivitas mikrobia autotrofik
banyak mengandung air ketimbang yang      yang berperan vital dalam penyediaan
jauh dari sungai.                         unsur-unsur hara menjadi terjamin dan
                                          toksisitas gas-gas tersebut ternetralisir.
d.   Fungsi Utama Tanah sebagai                 Air tanah berfungsi sebagai
     Media Tumbuh                         komponen utama tubuh tetanaman dan
     Masing-masing komponen tanah         biota      tanah.     Sebagian      besar
tersebut berperan penting dalam           ketersediaan dan penyerapan hara oleh
menunjang fungsi tanah sebagai media      tanaman dimediasi oleh air, malah
tumbuh, sehingga variabilitas keempat     unsur-unsur mobil seperti N, K dan Ca
komponen tanah ini akan berdampak         dominan diserap tanaman melalui
terhadap variabilitas fungsi tanah        bantuan mekanisme aliran massa air,
sebagai media tumbuh.                     baik ke permukaan akar maupun
                                          transportasi ke daun. Oleh karena itu,
                                          tanaman yang mengalami kekurangan
                                          air tidak saja akan layu tetapi juga akan
                                          mengalami defisiensi hara.          Untuk
                                          menghasilkan 1 g biomass kering,
                                          tanaman membutuhkan sekitar 500 g
                                          air, yang 1 %nya mengisi setiap unit sel-
                                          sel tanaman.
                                                Bahan organik dan mineral tanah
                                          terutama berfungsi sebagai gudang dan
                                          penyuplai hara bagi tetanaman dan biota
               Gambar 5.1.
      Sketsa proporsi komponen-komponen   tanah. Bahan mineral melalui bentuk
                 tanah mineral            partikel-partikelnya           merupakan
    Udara tanah misalnya berfungsi        penyusun ruang pori tanah yang tidak
sebagai gudang dan sumber gas (1). O2     saja berfungsi sebagai gudang udara
yang dibutuhkan oleh sel-sel perakaran    dan air, tetapi juga sebagai ruang untuk
tanaman untuk melaksanakan respirasi,     akar berpenetrasi, makin sedikit ruang


                                                                               149
pori ini akan makin tidak berkembang      untuk bersirkulasi dengan udara
sistem perakaran tanaman. Bahan           (drainase dan aerasi). Sifat fisik lain
organik merupakan sumber energi,          yang penting adalah warna dan suhu
karbon dan hara bagi biota heterotrofik   tanah. Warna mencerminkan jenis
(pengguna senyawa organik), sehingga      mineral penyusun tanah, reaksi kimiawi,
keberadaan BOT (bahan organik tanah)      intensitas pelindian dan akumulasi
akan sangat menentukan populasi dan       bahan-bahan yang terjadi, sedangkan
aktivitasnya dalam melepaskan hara--      suhu merupakan indikator energi
hara tersedia yang dikandung BOT          matahari yang dapat diserap oleh
tersebut.                                 bahan-bahan penyusunan tanah.
     Dalam berpenetrasi ini, pada              Tanah     yang      gembur       akan
kondisi ideal perakaran tanaman dapat     memberikan kelonggaran bagi per-
tumbuh dan berpenetrasi baik secara       kembangan akar serta memper-
lateral maupun vertikal sejauh beberapa   lancarkan persediaan oksigen           dan
cm per hari, sehingga tanaman jagung      drainase yang baik.          Ketersediaan
dewasa yang ditanam berjarak 100 cm       oksigen juga diperlukan untuk proses
dapat mempunyai sistem perakaran          dan aktivitas jasad renik tanah yang
yang saling bersentuhan dengan            menguraikan bahan organik menjadi
kedalaman lebih dari 2 meter. Bahkan      unsur hara yang selanjutnya dapat
tanaman alfalfa diketahui dapat           diserap oleh tanaman.          Contohnya
mencapai kedalaman          sampai 7 m,   adalah bakteri Rhizobum sp. Pada
dengan rerata 2-3 m. Tanaman kedelai      leguminoceae akan membantu proses
dapat berpenetrasi hingga 35 cm lateral   penangkapan N2 dari udara dan akan
dan 1 m horizontal. Makna terpenting      dikonversi menjadi Nitrat, sedangkan
dari makin berkembangnya sistem           bakteri Nitratasi akan merubah NO2
perakaran ini adalah makin banyaknya      menjadi NO3.
hara dan air yang dapat diserap                Drainase tanah yang baik akan
tanaman, sehingga makin terjamin          mencegah penggenangan air, mengatur
kebutuhannya        selama       proses   suhu dan kelembaban tanah sesuai
pertumbuhan dan produksinya, dan          dengan yang dibutuhkan oleh tanaman.
akhirnya makin produktif suatu areal      Selain itu, dengan drainase yang baik
lahan.                                    akan terhindar perkembangan berbagai
                                          patogen seperti cendawan yang
5.2. Sifat Fisik Tanah                    merugikan.
     Telah dijelaskan sebelumnya bahwa         Secara keseluruham sifat-sifat fisik
fungsi pertama tanah sebagai media        tanah ditentukan oleh (1). Ukuran dan
tumbuh adalah sebagai tempat akar         komposisi      partikel-partikel      hasil
mencari ruang untuk berpenetrasi          pelapukan bahan penyusunan tanah.
(menelusup), baik secara lateral atau     (2). Jenis dan proporsi komponen-
horizontal maupun secara vertikal.        komponen penyusunan pertikel-pertikel
Kemudahan tanah untuk dipenetrasi ini     ini. (3). Keseimbangan antara suplai
tergantung pada ruang pori-pori yang      air, energi dan bahan dengan
berbentuk di antara partikel-partikel     kehilangannya; dan (4).          Intensitas
tanah (tekstur dan struktur), sedangkan   reaksi kimiawi dan biologis yang telah
stabilitas ukuran ruang ini tergantung    atau sedang berlangsung.
pada konsistensi tanah terhadap
pengaruh tekanan. Kerapatan porosotas
tersebut menentukan kemudahan air


                                                                                150
5.2.1 Tekstur                                 (drainase dan aerasi baik: air dan udara
     Tekstur      tanah      menunjukkan      banyak tersedia bagi tanaman), tetapi
komposisi partikel penyusun tanah             makin mudah pula air untuk hilang dari
(separat) yang dinyatakan sebagai             tanah, dan sebaliknya. (2). Makin tidak
perbandingan proporsi (%) relatif antara      poreus tanah akan makin sulit akar
fraksi pasir (sand) (berdiameter 2,00-        untuk berpenetrasi, serta makin sulit air
0,20 mm atau 2000-200 m, debu (silt)          dan udara untuk bersirkulasi (drainase
(berdiameter 0,20-0,002 mm atau 200-2         dan aerasi buruk: air dan udara sedikit
  m) dan liat (clay) (<2 m). Partikel         tersedia), tetapi air yang ada tidak
berukuran di atas 2 mm seperti kerikil        mudah hilang dari tanah. (3). Oleh
dan bebatuan kecil tidak tergolong            karena itu, maka tanah yang baik
sebagai fraksi tanah, tetapi harus            dicerminkan oleh komposisi ideal dari
diperhitungkan dalam evaluasi tekstur         kedua kondisi ini, sehingga tanah ber-
tanah. Klasifikasi ukuran, jumlah dan         tekstur debu dan lempung akan
Was permukaan fraksi-fraksi tanah             mempunyai ketersediaan yang optimum
menurut sistem USDA dan Sistem                bagi tanaman, namun dari segi nutrisi
Internasional tertera pada Tabel 5.1.         tanah lempung lebih baik ketimbang
berikut:                                      tanah bertekstur debu.
Tabel 5.1. memperlihatkan bahwa makin                Fraksi pasir umumnya didominasi
kecil ukuran separat berarti makin            oleh mineral kuarsa (SiO2) yang sangat
banyak jumlah dan makin luas                  tahan terhadap pelapukan, sedangkan
permukaannya per satuan bobot tanah,          fraksi debu sanya berasal dari mineral
yang menunjukkan makin padatnya               feldspar dan mika yang cepat lapuk,
partikel-partikel per satuan volume           pada        saat    pelapukannya     akan
tanah. Hal ini berarti makin banyak           membebaskan sejumlah hara, sehingga
ukuran pori mikro yang terbentuk,             tanah bertekstur debu umumnya lebih
sebaliknya jika ukuran separat makin          subur ketimbang tanah tekstur pasir.
besar.                                               Uraian ini menunjukkan bahwa
Tanah yang didominasi pasir akan              fraksi pasir dan debu lebih berperan
banyak mempunyai pori-pori makro              secara fisik, sedangkan karena sebagian
(besar) (disebut lebih poreus), tanah         fraksi liat yang rukuran <1             m
yang didominasi debu akan banyak              merupakan koloid atau partikel
mempunyai pori-pori meso (sedang)             bermuatan listrik yang aktif sebagai situs
(agak poreus), sedangkan yang                 pertukaran anion atau kation, maka
didominasi liat akan banyak mempunyai         fraksi liat lebih berperan secara kimiawi
pori-pori mikro (kecil) atau tidak poreus.    ketimbang secara fisik.
Hal ini berbanding terbalik dengan luas                  Perbedaan jumlah dan luas
permukaan yang terbentuk, luas                permukaan partikel-partikel per satuan
permukaan mencerminkan luas situs             volume tanah, maka di lapangan jika
yang dapat bersentuhan dengan air,            tanah yang telah dibasahi dirasakan
energi atau bahan lain, sehingga makin        dengan kulit jari-jari tangan, maka fraksi
dominan fraksi pasir akan makin kecil         pasir akan terasa kasar dan tidak lekat,
daya menahan tanah terhadap ketiga            fraksi debu akan terasa agak halus dan
material ini, dan sebaliknya jika liat yang   agak lekat, tetapi tidak licin, sedangkan
dominan. Sebagai hasilnya, maka (1).          fraksi liat akan terasa halus, lekat, dan
Makin poreus tanah akan makin mudah           licin.
akar untuk berpenetrasi, serta makin                 Tekstur tanah dibagi menjadi 12
mudah air dan udara untuk bersirkulasi        kelas seperti tertera pada Tabel 5.2.


                                                                                   151
menunjukkan bahwa suatu tanah              mendekati kebenaran atau makin identik
disebut bertekstur pasir apabila           dengan basil penetapan di laboratorium.
mengandung minimal 85% pasir,              Cara ini disebut metode rasa, dilakukan
bertekstur debu apabila berkadar           dengan mengambil sebongkah tanah
minimal 80% debu dan bertekstur liat       seberat kira-kira 10 g, pecahkan
apabila berkadar minimal 40% liat.         perlahan,        basahi      dengan      air
Tanah yang berkomposisi ideal yaitu        secukupnya, lalu pijit di antara jari
22,5- 52,5% pasir, 30-50% debu dan         jempol dan telunjuk, geser-geserkan jari
10–30%       liat   disebut   bertekstur   telunjuk sambil merasai derajat
Lempung.                                   kekasaran, kelicinan, dan kelengketan
     Berdasarkan kelas teksturnya maka     partikel-partikel tanah.             Melalui
tanah digolongkan menjadi (1). Tanah       perbandingan rasa ketiganya maka
bertekstur kasar atau tanah berpasir       secara kasar tekstur tanah dapat
berarti tanah yang mengandung minimal      diperkirakan, misalnya indra kulit
70% pasir atau bertekstur pasir atau       merasakan partikel-partikel (1). Terasa
pasir berlempung (tiga macam). (2).        kasar, tanpa rasa licin dan tanpa rasa
Tanah bertekstur halus atau tanah          lengket, serta tidak bisa membentuk
berliat berarti tanah yang mengandung      gulungan atau lempengan kontinu, maka
minimal 37,5% liat atau bertekstur liat,   berarti tanah bertekstur pasir. (2).
liat berdebu atau liat berpasir (3         Sebaliknya jika partikel tanah terasa
macam). (3). Tanah bertekstur sedang       halus, lengket dan dapat dibuat
atau tanah berlempung, terdiri dari (a).   gulungan atau lempengan kontinu, maka
Tanah bertekstur sedang tetapi agak        berarti tanah bertekstur liat. (3). Tanah
kasar meliputi tanah yang bertekstur       bertekstur debu akan mempunyai
lempung berpasir (Sandy Loam) atau         partikel-partikel yang terasa agak halus
lempung berpasir halus (dua macam).        dan licin tetapi tidak lengket, serta
(b). Tanah bertekstur sedang meliputi      gulungan atau lempengan yang
yang bertekstur lempung berpasir           terbentuk rapuh atau mudah hancur.
sangat halus, lempung (Loam), lempung      (4). Tanah bertekstur lempung akan
berdebu (Silty Loam) atau debu (silt) (4   mempunyai          partikel-partikel  yang
macam), dan (c). Tanah bertekstur          mempunyai rasa ketiganya secara
sedang tetapi agak halus mencakup          proporsional, apabila yang terasa lebih
lempung liat (Clay loam), lempung liat     dominan adalah sifat pasir, maka berarti
berpasir (Sandy clay Loam) atau            tanah bertekstur lempung berpasir, dan
lempung liat berdebu (Sandy-silt Loam)     seterusnya.
(3 macam).                                      Hasil penetapan menurut metode
     Melalui pengetahuan tentang sifat-    rasa ini akan makin baik apabila untuk
sifat fraksi pasir, debu dan liat          setiap titik pengamatan dilakukan
sebagaimana dijelaskan sebelumnya,         beberapa kali, paling tidak tiga kali (tiga
apabila kelas tekstur tanah diketahui,     ulangan).
maka gambaran umum tentang sifat fisik          Di Laboratorium, tekstur tanah
tanah dapat diperkirakan.                  umumnya ditetapkan melalui dua
     Di lapangan tekstur tanah dapat       metode, yaitu metode pipet (kurang teliti)
ditetapkan berdasarkan kepekaan indra      atau metode hidrometer "Bouyoucos"
perasa (kulit jari jempol dan telunjuk)    (lebih teliti), yang keduanya didasarkan
yang membutuhkan pengalaman dan            pada perbedaan kecepatan jatuhnya
kemahiran, makin peka indra perasa ini,    partikel-partikel tanah di dalam air
hasil penetapannya akan makin              dengan asumsi bahwa kecepatan


                                                                                  152
jatuhnya partikel yang berkerapatan        bertekstur lempung berpasir ketimbang
(density) sama dalam suatu larutan akan    yang bertekstur liat dan pasir
meningkat secara. linear apabila radius    berlempung. Namun keduanya tumbuh
partikel bertambah secara secara           ideal pada tanah bertekstur pasir apabila
kuadratik:                                 disertai dengan irigasi. Pada kondisi
                                           tanpa        irigasi, tanah     lempung
                                           memberikan sifat-sifat fisik yang baik
                                           sebagaimana diuraikan sebelumnya,
                                           sehingga sistem perakarannya leluasa
       2 gr 2 dp d                         untuk berkembang.
V                                               Tanah yang lebih baik adalah tanah
             9n                            bertesktur lempung berpasir ketimbang
                                           tekstur lempung terkait dengan
di mana :                                  kebutuhan tanaman kentang terhadap
V          = kecepatan jatuhnya partikel   ruang untuk perpanjangan dan
           (cm detik-1)                    pembesaran umbinya. Pinus resinosa
g    = percepatan karena gravitasi (cm     ideal pada tanah bertekstur lempung
           detik-1)                        berpasir meskipun jika dibanding
dp = kerapatan partikel (g cm-3)           dengan tanah bertekstur pasir yang
d     = kerapatan larutan (g cm-3)         diberi air irigasi.
r    = radius partikel (cm)                     Pada tanah-tanah di daerah tropika,
n    = viskositas absolut larutan (dyne    nisbah debu : Liat merupakan kriteria
         detik cm-3).                      penting dalam mengevaluasi fenomena
                                           seperti: (1) migrasi liat, (2) taraf
     Melalui metode hidrometer tersebut    pelapukan fisik, dan (3) umur bahan
(1). fraksi pasir merupakan partikel-      induk tanah; serta (4) klasifikasi tanah
partikel yang turun ke dasar suspensi      (Lal, 1979).
selama kurang dari 40 detik. (2). fraksi
debu turun antara 40 detik hingga          5.2.2    Struktur
hampir dua jam, sedangkan. (3).                     Apabila tekstur mencerminkan
sisanya yang masih tersuspensi             ukuran partikel dari fraksi-fraksi tanah,
merupakan fraksi liat.                     maka struktur merupakan kenampakan
     Proporsi hasil penetapan masing-      bentuk atau susunan partikel-partikel
masing fraksi tanah ini kemudian           primer tanah (pasir, debu dan liat indi-
dicocokkan dengan proporsi pada            vidual) hingga partikel-partikel sekunder
segitiga tekstur (Gambar 3.1), misalnya    (gabungan partikel-partikel primer yang
contoh tanah o berkadar pasir 25%,         disebut      ped     (gumpalan)        yang
debu 25% dan liat 50%, maka berarti        membentuk agregat (bongkah). Tanah
tanah bertekstur liat.                     yang       partikel-partikelnya      belum
     Peran tekstur tanah sebagaimana       bergabung, terutama yang bertekstur
diuraikan di atas akan memengaruhi         pasir, disebut tanpa struktur atau
pertumbuhan dan produksi tanaman,          berstruktur lepas, sedangkan tanah
hasil penelitian pengaruh tekstur tanah    bertekstur liat, yang terlihat massif (padu
terhadap produksi jagung dan kentang       tanpa ruang pori, yang lembek jika
tertera pada Tabel 3.3. Tabel 3.3 ini      basah dan keras jika kering) atau
menunjukkan bahwa jagung ideal             apabila dilumat dengan air membentuk
tumbuh pada tanah bertekstur lempung,      pasta disebut juga tanpa struktur.
sedangkan kentang ideal pada tanah


                                                                                 153
Tabel 5.1.    Klasifikasi ukuran, jumlah dan luas permukaan fraksi-fraksi tanah menurut
              Sistem USDA dan Sistem Internasional
     Separat tanah              Diameter (mm)        Jumlah partikel Was permukaan
                          USDA        Internasional        (g-1)            (cm2 g-1)
Pasir sangat kasar         2,00-1,00         -               90                11
Pasir kasar                1,00-0,50         -              720                23
Pasir sedang               0,50-0.25         -             5.700               45
Pasir                          -         2,00-0,20         4,088               29
Pasirhalus                 0,25-0,10         -            46.000               91
Pasir sangat halus         0,10-0,05         -           722.000              227
Debu                      0,05-0,002         -          5.776.000             454
Debu                           -        0,02-0,002      2.334.796             271
Liat*)                      <0,002        <0,002     90.250.853.000        8.000.000

     Struktur       tanah      berfungsi       (a), difusi gas dari dan ke atmosfer, (b).
memodifikasi pengaruh tekstur terhadap         mengontrol proliferasi (pertumbuhan)
kondisi drainase atau aerasi tanah,            akar dan perkembangannya,               (c)
karena susunan antar ped atau agregat          Kemudian secara langsung atau tak
tanah akan menghasilkan ruang yang             langsung terkait dengan (d). erosi air
lebih besar ketimbang susunan                  atau angin. (e). penggenangan dan
antarpartikel primer. Oleh karena itu,         aerasi tanah. (f). stres tanaman akibat
tanah yang berstruktur baik akan               kekeringan.       (g).     pelindian atau
mempunyai kondisi drainase dan aerasi          kehilangan hara-hara tanaman; dan (h).
yang baik pula, sehingga lebih                 temperatur tanah.
memudahkan          sistem    perakaran             Di lapangan, struktur tanah
tanaman untuk berpenetrasi dan                 dideskripsikan menurut (1).           tipe,
mengabsorpsi (menyerap) hara dan air,          indikator bentuk dan susunan ped, yaitu:
sehingga pertumbuhan dan produksi              bulat, lempeng, balok dan prisma. (2).
menjadi lebih baik. Hal ini terbukti dari      kelas, indikator bentuk struktur yang
percobaan         pemupukan         yang       terbentuk dari ped-ped penyusunnya,
mendapatkan bahwa produksi jagung              menghasilkan 7 tipe struktur tanah,
pada tanah tanpa pupuk tetapi                  sebagaimana tertera pada Tabel 3.4,
beragregat baik ternyata 2,3 kali lebih        dan (3). gradasi, indikator derajat
besar ketimbang produksi pada tanah            agregasi atau perkembangan struktur,
beragregat buruk yang diberi pupuk.            yang dibagi menjadi (a) tanpa struktur,
Penanaman melindungi agregat tanah             jika agregasi tak terlihat atau berbatas
dari hantaman air hujan, sehingga makin        tidak jelas atau baur dengan batas-batas
rapat tajuk tanaman akan makin baik            alamiah,      (b) lemah, jika ped sulit
pengaruhnya terhadap agregat tanah.            terbentuk tetapi terlihat, (c) sedang, jika
Struktur tanah mempunyai peran                 ped dapat terbentuk dengan baik, tahan
sebagai       regulator    yang      (1).      lama dan jelas, tetapi tak jelas pada
menyinambungkan arah pipa yang                 tanah utuh, dan (d) kuat, jika ped kuat,
terbentuk dari berbagai ukuran pori-pori       pada tanah utuh jelas terlihat dan antar
yang berinterkoneksi, stabilitas dan           ped terikat lemah namun tahan jika
durabilitasnya, (2). mengatur retensi          dipindahkan dan hanya terpisah apabila
dan pergerakan air tanah yang meliputi:        tanah terganggu.


                                                                                     154
      Mekanisme pembentukan struktur         termasuk hasil aktivitas dan perombakan
dimulai dari butiran tunggal atau dari       sel-sel mikrobia.
bentuk masif. Apabila berasal dari butir-         Oleh karena koloid-koloid ini
butir tunggal, maka perkembangannya          bermuatan negatif, maka molekul-
dimulai dari pengikatan partikel-partikel    molekul air yang dapat bertindak secara
tanah membentuk cluster (gerombol)           dipolar (bermuatan + dan -) terjerap
yang kemudian menjadi ped.                   (adsorpsi) ke permukaan koloid liat
      Lima mekanisme utama yang              tersebut. Pada saat air menguap, maka
menyatukan partikel-partikel ini meliputi:   lempeng-lempeng liat akan berdekatan
(1) aktivitas penetrasi akar pada saat       dan dibantu oleh agen perekat, maka
berkembang, (2) pergerakan air yang          terjadilah agregasi.
mengikuti arah perkembangan akar                  Pada tanah horizon A di Wisconsin
menyebabkan terjadinya pengikisan dan        USA urutan kepentingan agen-agen
pemecahan tanah yang kemudian                pengikat pembentuk ped berdiameter >
memicu pembentukan ped; dan (3)              0,5 mm adalah sebagai berikut (1).
aktivitas keluar masuknya fauna tanah,       Secara umum lendir mikrobial>Fe-
(4). Pembasahan dan pengeringan              oksida>C-organik> liat. (2). Lempung
yang merenggang-ciutkan partikel-            berdebu Parr: lendir mikrobial>liat>Fe--
partikel dan       (5).    Pencairan dan     oksida> C-organik. (3). Lempung berliat
pembekuan yang juga merenggang-              Almena : lendir mikrobial>Fe-oksida.
ciutkan partikel-partikel.                   (4). lempung berliat Miami :       lendir
      Stabilitas ped yang terbentuk (juga    mikrobial>Fe-oksida>C-organik,        dan
agregat) ter-gantung pada dua kondisi,       (5). lempung berliat Kewaunee : Fe-
yaitu (1). Keutuhan tanah permukaan          oksida>liat>lendir mikrobial.
ped pada saat rehidrasi, dan (2).                 Pentingnya peran lendir (gum)
Kekuatan ikatan antar koloid-partikel di     mikrobial sebagai agen pengikat adalah
dalam ped pada saat basah.                   menjamin       kelangsungan      aktivitas
      Stabilitas ped ini dapat ditentukan    mikrobia dalam proses pembentukan
melalui metode penyaringan basah.            ped (dan agregasi) tersebut. Polimer-
Dalam metode ini, tanah kering               polimer organik yang merupakan
diletakkan dalam saringan kemudian           polisakarida berbobot-molekul besar
dicelupkan ke dalam air, air segera          dapat berasal dari lendir ekstraseluler
meresap dan mendesak udara yang              atau dinding-dinding sel-sel mikrobia,
terperangkap di ruang-ruang pori tanah,      membentuk jaringan seperti jala yang
ped yang tidak kuat terhadap tekanan ini     efektif dalam menyatukan partikel-
akan pecah dan rusak, turun lewat            partikel tanah. Hidroksi polimer-polimer
lobang-lobang saringan. Ped-ped yang         ini dan atom-atom oksigen permukaan
tertinggal merupakan ped yang stabil         liat membentuk ikatan-ikatan hidrogen
terhadap air.                                sebagai jembatan pengikat, sedangkan
      Secara umum terdapat tiga              terhadap partikel nonkoloidal, polimer-
kelompok bahan koloidal (partikel            polimer ini bertindak sebagai lem
berdiameter        <1 m) yang bertindak      perekat. Miselia jamur dan aktinomisetes
sebagai agen perekat (cementing agent)       juga efektif sebagai agen pengikat ini.
partikel-partikel       dalam      proses    Pada tanah Latosol di daerah tropis,
pembentukan agregat (agregasi) tanah,        agen pengikat yang terpenting adalah
yaitu (1) Mineral-mineral Liat koloidal.     Fe-oksida karena tingginya kadar Fe-
(2) Oksida-oksida besi dan mangan            oksida pada tanah ini.
koloidal, dan (3) Bahan organik koloidal,


                                                                                  155
 Tabel 5.3. Pengaruh kelas tekstur dominan lapisan atas tanah terhadap
            produksi jagung dan kentang
                                      Produksi (per hektar)
        Kelas tekstur dominan
                                  Jagung (ton)      Kentang (Ton)
                  Liat                5,030                -
               Lempung                6,287             28,00
          Lempung berpasir            5,030             33,60
           Pasir berlempung           3,772             28,00
            Pasir (+ irigasi)         7,544             33,60


  Tabel 5.4. Deskripsi tipe-tipe struktur tanah
    Tipe struktur                           Deskripsi Ped                     Lokasi horizon
1. Granuler          Relatif tak poreus, kecil dan agak bulat; tidak                A
                     terikat membentuk ped.
2. Remah             = 1 tetapi relatif poreus; antarped tidak terikat.             A
3. Lempeng           Seperti tumpukan susunan piringan yang                      E tanah
                     berikatan lemah; disebut plat jika tebal dan             hutan atau Bt
                     laminar jika tipis.                                        tanah liat
4. Balok bersudut Seperti balok-balok yang terbentuk dari ikatan                    Bt
                     ped-ped yang sisi-sisinya bersudut tajam.
                     lkatan antar ped ini sering putus membentuk
                     balok-balok kecil.
5. Balok persegi = 4, tetapi ped-ped penyusun bersisi-sisi bulat                    Bt
                     agak persegi.
6. Prisma            Seperti pilar-pilar berpermukaan rata yang te-                 Bt
                     rikat oleh ped prisma lainnya sebagai penyela.
                     Ped prisma ini ada yang pecah membentuk ped
7. Kolumnar          balok kecil.
                     = 6, tetapi berpermukaan bulat melingkar yang                  Bt
                     diikat secara lateral oleh ped pilar lainnya
                     sebagai penyela.

 5.2.3 Aerasi Tanah                                       akar. (3). Absorpsi (penyerapan)
      Aerasi tanah merupakan istilah                 air dan unsur hara. Serapan hara yang
 yang mengindifikasikan kondisi tata-                paling terganggu adalah kalium,
 udara (keluar-masuknya udara) dalam                 kiemudian kalsium, magnesium, nitrogen
 tanah. Aerasi baik berarti keluar-                  dan fosfor (4). Aktivitas mikrobia yang
 masuknya udara dari hambatan,                       terkait dengan kesuburan tanah.
 sedangkan aerasi buruk berarti                           Hal ini terutama terkait dengan
 sebaliknya.    Pada tanah beraerasi                 proses respirasi akar tanaman yang
 bueruk, akan terjadi penghambatan                   menyerap O2 dari udara tanah dan
 terhadap pertumbuhan dan produksi                   melepaskan CO2 sehingga jika aerasi
 tanaman akibat tertekannya        (1).              buruk akan terjadi akumulasi CO2 dan
 Pertumbuhan     dan     perkembangan                defisit O2 konsrkuensinya respirasi akar
 perakaran tanaman. (2). Respirasi                   dan aktivitas mikrobia aerobik (mutlak


                                                                                         156
butuh oksigen) yang terlibat dalam              minimal 30 x 10 cm menit, tidak mampu
penyediaan hara akan terganggu, maka            berpenetrasi ke dalam tanah apabila laju
penyerapan hara melalui mekanisme               difusi kurang dari 20 x 10 cm menit, dan
aktif yang membutuhkan energi kimiawi           pada kondisi jenuh air terjadi defisit
(ATP) hasil proses respirasi juga akan          oksigen yang menyebabkan matinya
terhambat.        Kemungkinan        secara     tanaman. Pada kacang kapri dan tomat,
keseluruhan         akan       menghambat       derisiensi oksigen selama 24 jam saja
perkembangan           dan     pertumbuhan      telah menghambat pertumbuhannya.
tanaman.                                        Pada tomat terlihat setelah 10-15 hari
     Pada kondisi aerasi baik kadar CO2         kemudian dengan penurunan bobot
udara tanah lebih tinggi 6-7 kali (jika         terjadi pada 45-50 hari kemudian
aerasi buruk dapat hingga 10-100 kali),         dengan penurunan bobot hingga 25%
kadar O2 lebih rendah dan kadar N2,             yang baru pulih setelah 70 hari.
lebih tinggi daripada kandungan CO2,                 Kepekaan tanaman terhadap aerasi
O2 dan N2 atmosfer. Hal ini di samping          tanah yang buruk atau defisiensi oksigen
disebabkan oleh (1). Adanya respirasi           adalah sebagai berikut (1). Peka: tomat,
akar (juga mikroflora fotosintetik dan          kentang, biet gula, kacang pea dan
fauna tanah) seperti dijelaskan diatas,         barlei. (2). Sedang: jagung, gandum,
dan (2).        Aktivitas mikrobia dalam        oat, dan kedelai. (3). Agak tahan:
dekomposisi bahan organik yang                  sorgum (dapat terendam beberapa hari),
melepaskan gas CO2 dan N2                       rumput sudan dan reed canary, dan (4).
(denitrifikasi), serta fiksasi N2 (seperti      Toleran: willow, padi, cattail, dan
bakteri rhizobium), CO2            (mikrobia    beberapa sedge yang dapat menyerap
heterotrofik) dan O2 (mikrobia aerobik),        udara ke dalam perakarannya yang
terutama        terkait    dengan        (3).   tenggelam. Pada padi mekanisme ini
Kecenderungan udara yang mengalir               terjadi karena adanya interkoneksi
dari temperatur tinggi (tanah) ke               pembuluh udara dalam korteks, yang
temperatur udara (atmosfer) terutama di         dapat menyuplai oksigen asalkan
malam hari dan sebaliknya di siang hari,        trubusnya menyembul ke udara.
dan (4). Adanya gas-gas yang berdifusi               Kadar CO2 pada udara tanah
dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi          bervariasi antara 0,1-5,0% dan jika
rendah (N2 dan CO2 dari tanah ke udara          aerasi buruk dapat mencapai hampir
dan O2 dari udara ke tanah).                    20%. Pada kondisi tergenang (reduksi)
     Umumnya tanaman tumbuh normal              udara tanah juga banyak mengandung
pada saat pori tanah terisi udara >10%          gas methan, hidrogen sulfida dan
oksigen, idealnya sekitar 21%. Di               amoniak.        Faktor-faktor       yang
bawah kadar 10% pertumbuhan akan                mempengaruhi kadar CO2 –O2 udara
terhambat dan akan berhenti sama                tanah tertera pada Tabel 3.8 yang
sekali apabila kadarnya kurang dari 2%.         secara         umum           merupakan
Laju difusi oksigen di dalam air adalah         konsekuensinya terhambat aktivitas akar
10 ribu kali lebih kecil ketimbang laju         dan mikrobia, serta difusi yang
difusi oksigen di udara tanah, sehingga         menyebabkan naiknya kadar CO2 dan
peningkatan kadar air tanah akan                turunnya kadar O2.
menghambat penetrasi oksigen ini yang
kemudian menyebabkan tertekannya                5.2.4    Temperatur Tanah
respirasi      akar.     Hasil     penelitian            Temperatur (suhu) adalah
menunjukkan bahwa akar kebanyakan               suatu sifat tanah yang sangat penting
tanaman ideal pada laju difusi oksigen          secara      langsung   mempengaruhi


                                                                                   157
pertumbuhan tanaman dan juga                juga digunakan untuk menyatakan
terhadap kelembaban, aerasi, struktur,      temperatur absolut (derajat Kelvin),
aktivitas mikrobial, dan enzimatik,         namun skalanya dimulai pada -273,18
dekomposisi serasah/sisa tanaman dan        oC sebagai titik nol, dan (c). Pada tahun

ketersediaan      hara-hara     tanaman.    1724 seorang blower gelas bangsa
Temperatur tanah merupakan salah satu       Jerman “Fahrenheit” mengembangkan
faktor tumbuh tanaman yang penting          sistem graduasi temperatur dengan
sebagaimana halnya air, udara dan           menggunakan tem-peratur terbeku dari
unsur hara. Proses kehidupan bebijian,      campuran amonium khlorida – es – air
akar tanaman dan mikrobia tanah             sebagai titik nol dan panasa darah
secara langsung dipengaruhi oleh            sebagai titik 100 oF. (d). Hubungan
temperatur tanah. Laju reaksi kimiawi       ketiga skala temperatur ini adalah :
meningkat dua kali lipat untuk setiap 10o
kenaikan temperatur.                                   oK = oC + 273
     Temperatur        tanah       sangat            oC = (oF – 32) x 0,556
memperngaruhi aktivitas mikrobial               oK – 273 = oC = 0,556 oF – 17,8

tanah. Aktivotas ini sangat terbatas pada
temperatur di bawah 10oC, laju optimum      Jumlah panas yang ada dalam suatu
aktivitas     biota      tanah       yang   bodi disebut seabgaai kapasitas thermal
menguntungkan terjadi pada temperatur       atau kapasitas panas. Kapasitas thermal
18–30oC, seperti bakteri pengikat N         suatu substansi dapat didefinisikan
pada tanah berdrainase baik. Nitrifikasi    sebagai jumlah panas yang dibutuhkan
berlangsung optimum pada temperatur         untuk mengubah temperatur per tahun
sekitar Pada temperatur di atas 30oC.       satuan bobot massa substansi tersebut.
Pada temperatur di atas 30oC lebih          Satuan kapasitas panas adalah gram
banyak unsur K-tertukar dibebaskan          per kalori (g cal-1), yaitu jumlah panas
ketimbang pada temperatur yang lebih        yang dibutuhkan untuk mengubah
rendah, sehingga penyerapannya oleh         temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16
akar juga meningkat. Pada temperatur di     oC. Panas spesifik adalah kapasitas

atas 40oC, mikrobia umumnya menjadi         panas       suatu     substansi      yang
inaktif.                                    dihubungkan dengan sifat air, yang
     Temperatur adalah istilah untuk        berpanas-spesifik air = 1 cal g-1,
menyatakan intensitas atau level panas      sedangkan kebanyakan mineral-mineral
yang berfungsi sebagai indikator level      penyusun tanah panas-spesifik hampir
atau derajat aktivitas molekuler. Dalam     0,2 cal g-1. secara umum semua
“Handbook of Chenistry and Physics”,        substansi berkapasitas-panas lebih kecil
temperatur didefibisikan sebagai “kondisi   dari air (Kohnke, 180).
suatu bodi yang menentukan transfer                   Temperatur tanah ditentukan
panas ke atau dari bodi lainya”.            oleh interaksi sejumlah faktor dengan
Temperatur dinyatakan dalam derajat         dua sumber panas, yaiut radiasi sinar
(a). Skala sentigrade pada tahun 1742       matahari dan langit (dominan), serta
oleh Anders Celcius (ahli Astronomi         konduksi dari interior anah (sangat
Swedia), yang kemudian paling umum          sedikit).     Faktor-faktor      eksternal
digunakan di dunia. Satu sentigrade =       (lingkungan)        yang        ber-peran
1/100 dari total perbedaan anatar           menyebabkan terjadinya perubahan
temperatur air pada titik didih di bawah    temperatur tanah meliputi:
tekanan atmosfer baku {700 mm Hg
(merkuri)}. (b). Interval temperatur ini


                                                                                 158
            oK= oC + 273                      kebutuhan            energi           untuk
          oC= (oF – 32) x 0,556               mengevaporasikan lapisan air setebal 1
    oK – 273 = oC = 0,556 oF – 17,8           cm diperlukan 560 langleys. Namun
                                              demikian hanya sebagian dari total
     Jumlah panas yang ada dalam              radiasi ini yang tersedia untuk menyuplai
suatu bodi disebut sebagai kapasitas          energi yang dibutuhkan untuk evaporasi
thermal atau kapasitas panas. Kapasitas       dan transpirasi tersebut. Sisa energi ini
thermal       suatu     substansi    dapat    jika tidak terpakai untuk menaikan
didefinisikan sebagai jumlah panas yang       temperatur tanah dan fotosintesis,
dibutuhkan untuk mengubah temperatur          direradiasikan kembali ke langit.
per satuan bobot massa substansi                   Radiasi solar terjadi sebagai radiasi
tersebut. Satuan kapasitas tanah adalah       gelombang pendek dengan panjang
gram per kalori (g cal-1 ), yaitu jumlah      gelombang antara 0,3 – 5,0 um.(1).
panas yang dibutuhkan untuk mengubah          Radiasi dari langit, yang berkontribusi
temperatur 1 gram air dari 15 menjadi 16      relatif besar dalam menyuplai panas
oC. Panas spesifik adalah kapasitas           pada tanah di areal yang sinar
panas        suatu      substansi     yang    mataharinya dapat menembus atmosfer
dihubungkan dengan sifat air ini, yang        bumi.      (2).    Konduksi panas dari
berpanas – spesifik air = 1 cal g-1 ,         atmosfer. Oleh karena konduksi panas
sedangkan kebanyakan mineral-mineral          yang menerobos udara adalah sedikit,
penyusun tanah berpanas-spesifik              maka efeknya terhadap temperatur
hampir 0,2 cal g -1 . secara umum semua       tanah hanya penting apabila terjadi
substansi berkapasitas – panas lebih          kontak dengan tanah. (3). Kondensasi,
kecil dari air (Kohnke, 1980).                merupakan proses eksothermik. Apabila
     Temperatur tanah ditentukan oleh         uap air dari atmosfer atau dari
interaksi sejumlah faktor, dengan dua         kedalaman tanah yang berbeda
sumber panas, yaitu radiasi sinar             berkondensasi di dalam tanah maka
matahari dan langit (dominan), serta          akan terjadi peningkatan temperatur
konduksi dari interior tanah (sangat          tanah, hingga 5 oC atau lebih. (4).
sedikit).       Faktor-faktor     eksternal   Evaporsi,         merupakan         proses
(lingkungan)          yang        berperan    endothermik yang berefek kebalikan .
menyebabkan ter-jadinya perubahan             (5). Curah hujan berperan menurunkan
temperatur tanah meliputi : (1). Radiasi      temperatur tanah. (6). Insulasi, dapat
solar. Jumlah panas matahari yang             berupa tanaman penutup tanah, mulsa,
mencapai permukaan bumi adalah 2 cal          salju, awan dan asap yang menghalangi
g-1 cm-2 menit-1 atau 2 langleys menit -1 ,   sampainya radiasi matahari ke
namun yang benar-benar diterima oleh          permukaan tanah, dan (7). Vegetasi,
permukaan tanah jauh berkurang,               melalui        pengaruhnya        terhadap
tergantung pada : (a) sudut temu antar        transpirasi, repleksi radiasi dan energi
matahari –muka tanah yang dipengaruhi         yang digunakannya untuk fotosintesis
oleh latitudo, musim, waktu, kecuraman        akan menurunkan temperatur iklim mikro
dan arah lereng, serta altitudo lokasinya,    dan secara tidak langsung juga
dan (b) insulasi oleh udara, uap air,         temperatur tanah.
awan, debu, kabut, salju, tetanaman,                 Faktor-faktor internal (tanah) yang
dan mulsa. (2). Didaerah Temperate,           berperan meliputi :
radiasi yang diterima permukaan bumi
adalah 100 – 800 langleys per hari, yang
secara rata-rata setara dengan


                                                                                    159
(1)    Kapasitas thermal.                   lebih tinggi ketimbang tanah yang
       Tanah mineral kering mempunyai       biologisnya tidak aktif.
panas spesifik hampir 0,2 cal g-1 , yang
berarti setiap 1 cm3 (biasanya disingkat    (4)    Radiasi
cc) tanah kering yang tersusun oleh 50           Radiasi dari tanah ke atmosfer yang
% padatan dan 50 % ruang pori akan          terjadi secara kontinu, makin tinggi
mempunyai panas spesifik sebesar 0,5 x      temperatur tanah akan makin besar
2,65 x 0,2 = 0,265 cal cm3 (atau rerata     radiasinya.
0,25 cal cm3 ) oleh karena panas spesifik
udara sangat kecil sehingga dapat           (5)   Struktur,       Tekstur       dan
diabaikan.                                        Kelembaban Tanah.
       Tanah yang ruang – porinya terisi         Tanah       padat        mempunyai
air akan berpanas-spesifik = 0,265 +        konduktivitas thermal lebih besar
(0,5 x 1,0) = 0,675 cal cm3 , yang          ketimbang tanah yang gembur, akibat
nilainya akan menurun tergantung            udara yang mengisi tanah gembur ini
proporsi kadar air tanahnya. Panas          mempunyai konduktivitas thermal yang
spesifik es hanya 0,5 cal cm3 . panas       jauh lebih rendah ketimbang air, apalagi
spesifik gambut secara gravimetris          ketimbang partikel-partikel tanah.
(bobot) akan jauh lebih besar ketimbang
tanah mineral, tetapi secara volumetris     (6)    Garam-garam terlarut
tidak banyak berbeda. Tanah organik              Garam terlarut mempengaruhi
biasanya mempunyai banyak ruang pori,       evaporsi, kesuburan tanah dan aktivitas
sehingga dalam keadaan jenuh akan           biologis tanah, sehingga secara tidak
berpanas-spesifik besar, yaitu sekitar      langsung      berpengaruh     terhadap
0,9 cal cm3.                                temperatur tanah. Kadar garam yang
                                            tinggi akan menenkan aktivitas biologis
(2)   Konduktivitas dan difusivitas         ini.
      thermal.
     Konduktivitas        bahan-bahan       5.2.5 Warna Tanah
pembentuk tanah dan sebagian besar                Warna merupakan salah satu sifat
partikel-partikel tanah adalah sekitar      fisik tanah yang lebih banyak digunakan
0,005 cal detik -1 cm -1 oC-1. udara        untuk pendeskripsian karakter tanah,
berkonduktivitas 100 kali lebih kecil       karena tidak mempunyai efek langsung
sedangkan air hanya sekitar seperlima       terhadap tetanaman tetapi secara tidak
ketimbang mineral pembentuk tanah           langsung berpengaruh lewat dampaknya
tersebut. Oleh karena itu, tanah-tanah      terhadap temperatur dan kelembaban
berstruktur lepas lagi kering akan          tanah.
mempunyai konduktivitas thermal yang              Warna tanah meliputi putih, merah,
sangat rendah (0,0003-0,0005 cal detik -    coklat, kelabu, kuning, dan hitam,
1 cm -1 oC-1).                              kadangkala dapat pula kebiruan atau
                                            kehijauan.        Kebanyakan        tanah
(3)   Aktivitas biologis.                   mempunyai warna yang tak murni tetapi
    Ativitas biologi menghasilkan panas,    campuran kelabu, coklat, dan bercak
sehingga makin besar aktivitas ini kan      (rust), kerapkali 2-3 warna terjadi dalam
makin banyak pans yang dibebaskan ke        bentuk spot-spot, disebut karatan
tanah. Tanah yang berkadar BOT , hara       (mottling).
, dan udara tinggi, serta berapa derajat          Warna tanah merupakan komposit
                                            (campuran)         dari     warna-warna


                                                                                160
komponen-komponen          penyusunnya.     karena terkait dengan perbedaan nyata
Efek komponen-komponen terhadap             dari sifat refraktif (aksi pembiasan
warna komposit ini secara langsung          cahaya) komponen padatan tanah dan
proporsional terhadap total permukaan       udara, sehingga warna pada tanah
tanah yang setara dengan luas               kering akan banyak direfleksikan.
permukaan spesifik dikali proporsi               Warna merupakan indikator kondisi
volumetrik masing-masingnya terhadap        iklim tempat tanah berkembang atau
tanah, yang bermakna materi koloidal        asal bahan induknya, tetapi pada kondisi
mempunyai dampak terbesar terhadap          tertentu warna sering pula digunakan
warna tanah, misalnya humus dan besi-       sebagai indikator kesuburan atau
hidroksida      yang     secara     jelas   kapasitas produktivitas lahan, secara
menentukan warna tanah. Besi-oksida         umum dikatakan bahwa
berwarna merah, coklat-karatan atau              Makin gelap tanah berarti makin
kuning tergantung derajat hidrasinya,       tinggi produktivitasnya.         Dengan
besi-tereduksi berwarna biru-hijau,         berbagai pengecualian mempunyai
kuarsa umumnya berwarna putih.              urutan : putih. Kuning, kelabu,merah,
Batukapur berwarna putih, kelabu, atau      coklat-kekelabuan,      coklat-kekaratan
kadangkala olive-hijau, dan feldspar        Coklat dan hitam. Yang merupakan
mempunyai banyak warna tetapi               resultante dari hal-hal berikut: (1).
dominan merah, tergantung tipe dan          kadar bahan organik yang berwarna
proporsi mantel-besinya.                    belap, makin tinggi makin gelap. (2).
     Karatan merupakan warna hasil          intensitas pelindian unsur-unsur hara
pelarutan dan pergerakan beberapa           pada tanah tersebut, makin intensif
komponen tanah, khusunya besi (Fe)          makin terang, atau (3). warna terang
dan mangan (Mn), selama musim hujan,        mencerminkan dominannya kuarsa,
yang kemudian mengalami presipitasi         yaitu mineral yang tanpa nilai nutrisional
(pengendapan) dan deposisi (perubahan       sama sekali, sehingga makin dominan
posisi) ketika tanah mengalami              makin terang, dan
pengeringan. Hal ini terutama dipicu             Pada     tanah    muda,        warna
oleh terjadinya : (a) reduksi besi dan      merupakan indikator jenis bahan
mangan ke bentuk larutan, dan (b)           induknya, sedangkan tanah-tanah tua,
oksidasi yang menyebabkan terjadinya        merupakan indikator iklim tempat
pada tanah yang rendah kadar besi atau      perkembangannya, baik iklim makro
mangannya,        sedangkan      karatan    maupun iklim tanah. Iklim hangat akan
berwarna gelap terbentuk apabila besi       menghasilkan tanah-tanah berwarna
dan mangan tersebut mengalami               merah,      khususnya      jika     tanah
presipitasi.    Karatan-karatan    yang     berdrainase baik. Warna terang
terbentuk ini tidak segera berubah          kerapkali merupakan hasil intesifnya
meskipun telah dilakukan perbaikan          pelindian besi dari tanah, yang
drainase.                                   umumnya bersamaan dengan hilangnya
     Warna bercak pada tanah juga           berbagai unsur hara, sehingga tanah
merupakan indkator terjadinya proses        berwarna terang sering dikaitkan dengan
reduksi-oksidasi     secara    sebentar-    rendahnya produktivitas.
sebentar (intermitten) akibat adanya             Warna juga memengaruhi kondisi
kelebihan air dan buruknya aerasi yang      tanah lainnya melalui efeknya terhadap
terjadi secara temporer.                    energi radiant. Benda berwarna hitam
     Tanah basah atau lembab terlihat       dan gelap cenderung lebih banyak
lebih gelap ketimbang tanah kering,         menyerap energi matahari ketimbang


                                                                                 161
benda berwarna terang atau putih,            variasi berkas sinar yang terjadi jika
sehingga pada saat matahari bersinar,        dibandingkan warna putih absolut. Value
tanah-tanah hitam dan gelap cenderung        ini merujuk pada gradasi warna dari
lebih hangat ketimbang tanah-tanah           putih (skala 10) ke hitam (skala 0), dan
terang atau putih. Lebih banyaknya           Chroma didefinisikan sebagai gradasi
energi panas yang tersedia dalam tanah       kemurnian dari warna, atau derajat
akan lebih mendorong laju evaporasi,         pembeda adanya perubahan warna dari
namun adanya mulsa atau vegetasi             kelbu atau putih netral (skala 0) ke
penutup tanah atau mengeliminasi             warna lainnya (skala 19).
perbedaan ini.                                    Dilapangan,       ambil       tanah
                                             secukupnya (kira-kira 5 g) cocokan
5.2.6 Klasifikasi Warna                      dengan warna yang ada di buku
     Gelombang elektromagnetik yang          Munsell, misalnya warna tanah terletak
dikenal sebagai sinar visibel (dapat         pada kartu Hue 2,5 YR, value 3 dan
dilihat mata) mempunyai panjang              chroma 4, ditulis 2,5 YR ¾ berarti
gelombang sekitar 0,38 – 0,75           m.   warnanya dark reddish brown (coklat
Efek sinar dari berbagai panjang             kemerahan gelap).
gelombang yang memengaruhi mata
(impresi) sangat bervariasi. Perbedaan       5.3 Sifat Kimia Tanah
imperasi inilah yang disebut sebagai              Sifat kimia tanah yang penting bagi
“warna”.                                     budidaya tanaman adalah derajat
     Dalam pengklasifikasian warna           keasaman atau pH tanah.            Pada
tanah, metode yang telah dikenal luas        umumnya tanaman membutuhkan
oleh banyak Soil Specialist adalah           kondisi lahan yang netral dengan pH
“Sistem Munsell”, yang membedakan            sekitar 7,0. derajat keasaman tanah ini
warna tanah secara langsung dengan           akan lebih banyak berpengaruh pada
bantuan kolom-kolom warna standar.           fase pertumbuhan tanaman dan
Warna ini dibedakan berdasarkan tiga         perkembangan selanjutnya. Hal ini
faktor basal (basic) berupa komponen         karena pH tanah berkaitan dengan
warna, yaitu hue, value dan chroma,          kemampuan tukar ion yang terjadi di
yang mendasari penyusunan variasi            dalam tanah yang pada akhirnya akan
warna pada kartu-kartu Munsell :             menentukan ketersediaan unsur hara
Hue merujuk pada spektral atau kualitas      yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
warna yang dominan, yang merupakan           Derajat kemasaman tanah yang tidak
pembeda antara merah dari kuning, dan        sesuai dengan syarat perkembangan
lainnya. Dalam hue ini warna dipilah         tanaman menakibatkan pertumbuhan
menjadi 10 warna, yaitu : Y (yellow =        tanaman terganggu dan akhirnya akan
kuning), YR (yellow – red) , R (red =        memberikan         hasil   yang     tidak
merah), RP (red – purple), P (Purple =       memuaskan. Derajat kemasaman tanah,
ungu), PB (purple – brown), B (brown =       akan berpengaruh juga terhadap
coklat), BG (brown – gray), G (gray =        kehidupan jasad renik atau mikro-
kelabu), dan GY (gray – yellow),             organisme tanah yang berperan dalam
kemudian setiap warna ini dibagi             perombakan bahan organik menjadi
menjadi kisaran hue : 0 – 2,5 2,5 – 5,0      unsur hara.
5,0 – 7,5 dan 7,5 – 10, yang pada kartu           Seperti yang telah disebutkan di
warna hanya tertulis 2,5 5,0 7,5 dan 10.     atas, aktivitas jasad renik dalam
       Value        atau         briliance   perombakan bahan organik menjadi
(kecemerlangan) yang mengekspresikan         unsur       hara sangat penting bagi


                                                                                 162
tanaman. Ini merupakan salah satu sifat           proses biologis. Jasad renik juga dapat
biologis tanah yang perlu diperhatikan            membantu proses nitrifikasi, yaitu fiksasi
dalam memilih tanah untuk keperluan               nitrogen dari udara menjadi senyawa
budidaya. Sifat biologis tanah akan               nitrit dan kemudian menjadi senyawa
membantu tersedianya unsur hara yang              nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh
sangat dibutuhkan oleh tanaman,                   akan tanaman. Dengan demikian akan
membantu melarutkan unsur hara yang               menyuburkan tanah.
tidak dapat larut dalam air melalui

Tabel 5.5. Penggolongan tanah berdasarkan suhu.
 Rerata temperatur tanah          Beda temperatur musim panas – musim dingin (oC)
      tahunan (oC)
                                             5                               5

           <8                Frigid                            Isofrigid
          8 - 15             Mesik                             Isomesik
         15 – 22             Thermik                           Isothermik
           < 22              Hyperthermik                      Isohyperthermik




                                      Gambar 5.2 .
                        Perkembangan kesuburan tanah (Encarta, 2006)


5.4   Teknik Pengolahan Tanah                     mungkin sehingga tanaman bisa tumbuh
     Pengolahan lahan terdiri dari                dengan subur dan hasilnya memuaskan.
persiapan lahan, pengolahan tanah dan                  Sebelum melakukan pengolahan
pembuatan bedengan. Lahan untuk                   tanah hendaknya lahan dibersihkan
budidaya secara konvensional pada                 terlebih dahulu dari sisa-sisa tanaman
umumnya terdiri dari tanah yang                   yang ada, misalnya rerumputan dan
merupakan tempat tumbuh tanaman.                  semak yang tumbuh pada lahan
Oleh karena itu tanah yang akan                   tersebut. Hal ini bertujuan untuk
ditanami harus dipersiapkan sebaik                memudahkan       pengolahan      tanah.


                                                                                       163
Pembersihan lahan ini dapat dilakukan                  dengan cangkul atau dengan bajak
dengan pembabatan, dan pencabutan.                     sedalam 20-30 cm.
Semua bahan organik yang terkumpul                           Setelah kegiatan pengolah tanah,
diupayakan untuk diproses menjadi                      tahap berikutnya yang harus dikerjakan
kompos        dengan        menggunakan                adalah pembuatan bedengan. Fungsi
dekomposer (bio-fertilizer) dan antagonis              bedengan        adalah      memudahkan
patogen tular tanah, sehingga diperoleh                perawatan tanaman, pengaturan air,
kompos siap pakai yang mengandung                      penanaman benih atau bibit tanaman.
mikroflora tanah yang berfungsi untuk                  Dengan adanya bedengan maka akan
meningkatkan kesuburan tanah dan                       terbentuk saluran-saluran pembuangan air
berdampak positif untuk tanaman yang                   yang sekaligus bisa digunakan sebagai
dibudidayakan.                                         jalan untuk mengamati atau merawat
     Pada tanah basah seperti tanah                    tanaman. Bedengan biasanya dibuat
sawah, pembersihan lahan dilakukan                     dengan ukuran lebar 1-1,2 meter,
dengan membabat atau membenamkan                       panjang 10-15 meter (tergantung luas
sisa tanaman ke dalam tanah yang                       lahan), tinggi 15-20cm, dan jarak antara
terendam air.      Untuk mempercepat                   bedengan 30-40 cm.
proses pengomposan pada tanah sawah                          Pembuatan lubang tanam dan
dapat ditambahkan bio-fertilizer dan                   pemberian pupuk dasar. Pembuat-an
dekomposer yang bersifat anaerob.                      lubang tanam dilakukan dengan membuat
     Pengolahan     tanah      merupakan               lubang dan menggemburkan tanah
kegiatan yang dilakukan agar tanah                     disekitar tanah tersebut. Lubang tanam
menjadi gembur dan subur, agar                         ini dibuat dengan ukuran lebar 15-20 cm,
tanaman bisa tumbuh dengan subur dan                   dalam 20-25 cm dan jarak antar lubang
memberikan banyak hasil. Pengolahan                    60 x 70 cm atau 60 x 60 cm.
(penggemburan) tanah ini bisa dilakukan




                                             Gambar 5.3.
Pengolahan tanah. A. Pengolahan tanah di lahan kering dengan menggunakan traktor. B. Pengolahan tanah
                          di lahan sawah dengan menggunakan hand tractor.




    Setelah   pembuatan    lubang                      mengandung        bio-fertilizer dan
tanam sesegera mungkin diberi                          antagonis. Penambahan kedua bahan
pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar                     tersebut dimaksudkan untuk melakukan
diupayakan berupa pupuk organik                        kegiatan preventif (pencegahan) agar
(kompos/pupuk    kandang)     yang                     tanaman terhindar dari serangan



                                                                                                164
patogen (penyebab penyakit) dan             keberhasilan suatu usahatani. Aktivitas
menyiapkan beberapa unsur hara yang         yang dilaku-kan adalah menanam bibit
tersedia bagi tanaman. Pada kalangan        pada kondisi yang optimal bagi
petani    sering   disebut     sebagai      pertumbuhan       dan    perkembangan
menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan         tanman sehingga tidak ada yang mati
dokter tanaman (bo-pestisida).              dan mampu menghasilkan produksi
                                            seperti yang direncanakan.
                                                 Pola tanam dapat dilakukan berupa
                                            sistem tunggal atau inter-cropping.
                                            Pada umumnya pola tanam diterapkan
                                            menyesuaikan dengan pola tenam
                                            sebelumnya. Untuk mendapatkan areal
                                            penanaman         yang sebaik-baiknya
                                            dianjurkan untuk menetapkan pola
                                            tanam terlebih dahulu. Pola tanam erat
                                            kaitannya dengan keoptimuman jumlah
                                            pohon per hektar. Ada empat pola
             Gambar 5.4.                    tanam yang dianjurkan, diantaaranya
Pembuatan bedengan dengan menggunakan
                traktor                     adalah pola tanam segi empat, pola
                                            tanam segitiga, dan pola tanam
     Setelah     pembuatan         lubang   campuran.
tanam sesegera mungkin diberi
pupuk dasar. Pemberian pupuk dasar                                              X x x x
                                                                                x
                                                                                           x    x

diupayakan berupa pupuk organik                                                 X x x x
                                                                                x
                                                                                           x    x

(kompos/pupuk        kandang)        yang                                       X x x x    x        x
mengandung         bio-fertilizer     dan           x           x           x
                                                                                x
                                                                                          X         x   x   x       x
antagonis. Penambahan kedua bahan           X
                                            x
                                                        x               x                 x
                                                                                          X x           x       x
tersebut dimaksudkan untuk melakukan            x           x       x           x         x
kegiatan preventif (pencegahan) agar                                                      X         x       x       x

tanaman terhindar dari serangan
patogen (penyebab penyakit) dan                                    Gambar 5.5
menyiapkan beberapa unsur hara yang                     Bebeberapa alternatif pola penenaman
tersedia bagi tanaman. Pada kalangan
petani    sering     disebut      sebagai   Jumlah benih yang harus disemai adalah +
menyiapkan koki (bio-fertlizer) dan         1,5 kali jumlah kebutuhan bibit/tanaman.
dokter tanaman (bo-pestisida).              Jika Anda ingin menanam 2400 pohon
                                            maka jumlah benih cabe yang hams
5.5  Teknik Penanaman                       anda semai dapat dihitung dengan
    Penanaman merupakan aktivitas           rumus sebagai berikut :
utama yang akan menentukan tingkat




                                                                                                                    165
        Jumlah Benih Cabe      = 1,5 x (jumlah bibit/1200) x 10 gram
                                = 1,5 x 2400/1200 x 10 gram
                       = 30 gram atau + 3 pack atau
                         3 bungkus@ 10 gram.

                 Jumlah Benih Tomat = 1,5 x (jumlah bibit/1500) x 10 gram

                                          Catatan:
                        Jumlah benih cabe per 10 gram sekitar 1.200 biji
                       Jumlah benih tomat per 10 gram sekitar 1.500 biji



     Agar persemaian berhasil dengan                    Umumnya media semai yang dapat
baik, Anda dapat memililih tempat                       Anda gunakan untuk benih tomat dan
persemaian dengan sifat-sifat sebagai                   cabe adalah campuran pasir dan pupuk
berikut :                                               kandang dengan perbandingan 1:1. Pasir
     Dekat dengan sumber air                            mempunyai sifat aerasi (udara dapat
     Bebas dari gangguan hewan/hama                     keluar dan masuk secara bebas) dan
     Mudah transportasi                                 drainase (mampu mengalirkan air) yang
                                                        baik, sedangkan pupuk kandang
     bebas dari gangguan cuaca (banjir,
                                                        menyediakan unsur hara (zat makanan)
     cahaya matahari secara langsung)
                                                        yang diperlukan oleh bibit tomat dan
     Benih tomat dan cabe yang akan                     cabe.
     disemaikan direndam dengan air                          Lima hari setelah benih tomat dan
     hangat (50°60°C) terlebih dahulu                   cabe ditebar akan keluar kecambah.
     selama 6-12 jam                                    Siramilah kecambah tersebut setiap hari
     Selanjutnya benih direndam dalam                   dengan menggunakan hand sprayer atau
     larutan fungisida (± 2-4 gram/liter)               gembor (semprotan tanaman dari
     selama 30 menit.                                   plastik).
     Perendamanan benih bertujuan untuk
melunakkan kulit benih sehingga air dan
udara mudah masuk ke dalam benih
sehingga          mendorong           proses
perkecambahan. Untuk mencegah
masuknya penyakit ke dalam benih
dilakukan       perendaman          dengan
fungisida (dapat dibeli di toko pertanian).
Benih tomat dan cabe berukuran kecil (+
diameter 0,2-0,4 cm). Oleh sebab itu benih
tersebut disebar merata pada media
persemaian. Media persemaian yang baik                                 Gambar 5.6.
adalah tanah yang subur, gembur,                             Hand sprayer untuk menyiram kecambah
mempunyai aerasi (aliran udara) dan
drainase (aliran air) yang baik.


                                                                                                    L




                                                                                            166
      Bila jarak tanam dan pola tanam         ditanam di lapangan peka terhadap sinar
telah ditetapkan, serta bibit sudah siap      matahari. Bila tersedia tenaga dan
tanam, maka penanaman dapat                   bahan yang cukup, bibit dapat diberi
dilakukan.         Rencana penanaman          naungan        sementara       dengan
sebaiknya diiringi dengan rencana             menancapkan pelindung bibit.
pemeliharaan tanaman sehingga bibit
yang ditanam dapat tumbuh dan                 5.6   Pemupukan
berkembang dengan baik untuk jangka                Pupuk merupakan bahan yang dapat
waktu yang cukup lama. Dua minggu             menyediakan unsur hara pada tanaman.
sebelum penenaman terlebih dahulu             Pupuk dapat berbentuk pupuk organik
harus disiapkan lubang tanam yang             (pupuk     alam)    ataupun       pupuk
berukuran seuai dengan ukuran bibit.          anorganik (buatan) Pupuk sangat
Lubang tanam bervariasi mulai dari            dibutuhkan oleh tanaman, karena
10x10x10 sampai dengan 60x60x60 cm.           ketersediaan unsur hara di tanah tidak
Lubang tanam kemudian ditaburi                selamanya cukup untuk memenuhi
dengan pupuk kandang dan pupuk                kebutuhan tanaman. Unsur-unsur hara
dasar. Pem-berian pupuk dimaksudkan           yang dibutuhkan oleh tanaman dalam
untuk menyediakan hara untuk bibit            jumlah besar adalah karbon (C),
yang akan ditanam beberapa minggu             hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N),
kemudian.                                     phosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca),
      Bibit yang hendak ditanam               magnesium (Mg) dan belerang (S).
sebaiknya       tidak    terlalu     sering   Unsur-unsur C, H dan O dapat dipenuhi
dipindahkan dari satu tempat ke tempat        dari udaara dan air. Unsur-unsur N, P
yang lain. Untuk itu diperlukan tempat        dan K merupakan hara primer, unsur-
pengumpulan bibit, misalnya untuk             unsur Ca, Mg dan S merupakan unsur
setiap 50 lubang tanam selalu                 hara sekunder. Selain itu tanaman
disediakan satu tempat pengumpulan            membutuhkan unsur-unsur hara micro,
bibit. Bibit diangkat dengan cara             yaitu unsur-unsur penting lainnya yang
memegang batang bibit sehingga                dibutuhknn dalam jumlah sedikit, tetapi
kondisi bibit tidak akan rusak.               menentukan perkembangan tanaman,
Penyanggaan polybag bibit ke lubang           yakni boron (B), khlor (Cl), tembaga
tanam akan menjamin bibit lebih aman.         (Cu), besi (Fe), mangan (Mn).
      Tehnik     penanaman       dilakukan    molybdenum (Mo) dan seng (Zn).
dengan cara memasukkan poly-bag                    Pupuk adalah senyawa yang
terlebih dahulu ke lobang tanam.              mengandung unsur hara yang akan
Setelah itu dengan menggunakan pisau          diberikan pada tanaman kemudian
tajam, polybag disayat dari bagian            digunakan oleh tanaman untuk
bawah ke arah atas. Polybag yang              melakukan proses metbolisma sehingga
terkoyak dapat mudah ditarik dan lubang       tanaman      dapat     tumbuh       dan
tanam ditutup kembali dengan tanah top        berkembang.
soil. Pemadatan media tanam dapat                  Pupuk untuk tanaman dapat
dilakukan dengan bantauan tangan atau         digolongkan kepada pupuk organik an
kaki yang ditekankan pada permukaan           anorganik.    Pupuk anorgani adalah
tanah. Hal ini dimaksudkan untuk              pupuk buatan yang diproduksi oleh
meningkatkan kekompakan media                 pabrik, sedangkan pupuk organik adalah
tanam, mencegah penggenangan air di           pupuk yang merupakan hasil penguraian
sekitar batang yang dapat menyebabkan         mikroba      dekomposer        sehingga
pembusukan bibit. Bibit yang baru             membentuk             senyawa-seyawa


                                                                                 167
sederhana yang siap diserap oleh                       5.6.1. Pupuk organik
tanaman.                                                    Yang termasuk golongan pupuk
    Pupuk buatan, pupuk kandang, sisa                  organik adalah pupuk kandang, pupuk
tanaman) mempunyai kandungan hara                      hijau dan kompos. Pupuk kandang
yang berbeda. Karena itu diperlukan                    merupakan pupuk yang berasal dari
pengetahuan tentang cara menghitung                    kotoran hewan yang dapat digunakan
kebutuhan pupuk supaya pemberian                       apabila telah dikeringkan dan proses
pupuk sesuai dengan kebutuhan                          pelapukannya (dekomposisi) telah
tanaman. Jenis pupuk yang digunakan                    sempurna.
untuk budi daya tanaman adalah pupuk
organik (pupuk alam) dan pupuk
anorganik (pupuk buatan).




               A                                  B                                C




               D                                  E                                 F
                                             Gambar 5.7.
Beberapa jenis pupuk anorganik. A. Pupuk Nitrogen. B. Pupuk fosfor. C. Pupuk majemuk NPK serta unsur
                 hara mikro. D. Pupuk majemuk cair. E. Pupuk majemuk NPK padat. F. Pupuk majemuk
                                                 untuk tanaman hias.


    Pupuk hijau berasal dari tanaman                   pengolahan tanah, yaitu dengan cara
berpolong dan kacang-kacangan.                         dihamparkan atau disebar di permukaan
Sedangkan kompos merupakan jenis                       tanah kemudian tanah dibajak atau
pupuk yang berasal dari sisa-sisa                      dicangkul sehingga pupuk organik
bahan tanaman yang telah mengalami                     tercampur dengan tanah.
penguraian (dekomposisi).                                   Penggunaan pupuk organik di lahan
    Penggunaan pupuk organik pada                      pertanian mutlak diperlukan untuk
dasarnya untuk mengimbangi penggunaan                  menjaga agar kesuburan tanah dapat
pupuk anorganik dan berfungsi sebagai                  dipertahankan secara berkelanjutan.
penambah unsur hara dan sekaligus                      Fungsi pupuk organik sangat penting
memperbaiki struktur tanah. Adapun                     dalam hal memperbaiki sifat fisik, kimia,
penggunaannya adalah pada waktu                        dan biologi tanah, agar komponen


                                                                                               168
   udara, air, mineral, dan bahan organik         penguraian bahan organik dapat
   selalu dalam keadaan seimbang                  dilakukan dengan beberapa cara antara
   sehingga keseimbangan ekosistem pada           lain: memanfaatkan mikroba pengurai
   lahan pertanian akan terkendali.               secara alami, menambahkan starter
        Pupuk organik (kompos) merupakan          mikroba ke dalam bahan kompos dan
   pupuk alami hasil proses penguraian            dengan bantuan biota pengurai cacing
   bahan organik oleh mikroba pengurai            tanah.
   secara aerob (butuh udara). Proses

           UNSUR                                   KEGUNAAN
           Nitrogen (N)        Mendorong pertumbuhan daun, cabang dan batang
                               Mendorong pertumbuhan akar,
           Phosfor (P)         mempengaruhi pertumbuhan bunga dan
                               buah
                               Memperkokoh tubuh tanaman, dipakai oleh tanaman
                               dalam penyerahap bahan dan enerji yang dihasilkan
           Kalium (K)
                               dari fotosintesa.
                               Mempercepat pertumbuhan akar, batang
                               dan mempermudah penyerapan unsur
           Kalsium (Ca)
                               kaliurn.
                               Merupakan bagian dari khlorofil dan aktif dalam proses
           Magnesium (Mg)
                               distribusi fosfor ke seluruh bagian tanaman.
           Belerang (S)        Memperkokoh kerja fosfor
           Besi (Fe)           Sangat berpengaruh dalam pembentukan khlorofil
           Mangan (Mn)         Membantu tanaman dalam penyerapan nitrogen
           Seng (Zn)           Mendorong proses pengubahan energi dalam tanaman
           Tembaga (Cu)        Diperlukan dalam proses pembentukan khlorofil
           Molybdenum (Mo)     Berperan dalam penyerapan besi.


    Yang termasuk ke dalam pupuk                 intensif), pengembal ian sisa tanaman
organik adalah: pupuk kandang dan                dapat mengurangi kebutuhan pemberian
pupuk organik sisa tanaman. Selain dapat         pupuk untuk tanaman berikutnya
menyediakan unsur hara bagi tanaman,             sebanyak 50% untuk K, 30% P, dan N
pupuk andang juga            membantu            sampai       90%      tergantung     jenis
memperbaiki struktur tanah dan aktifitas         tanamannya. Karena itu sisa tanaman
hewan dan mikroba tanah.                         (jerami, batang jagung) perlu dikembalikan
                                                 ke lahan pertanian.
1). Pupuk kandang                                     Berdasarkan Tabel 5.6. bila seorang
    Sisa tanaman mengandung unsur                petani menggunakan 4 ton pupuk
hara yang cukup tinggi, terutama kalium.         kandang sapi per hektar, berarti dia
Untuk sistem pertanian radisional (tidak         menambahkan 20 kg N, 8 kg P, dan 20 kg


                                                                                        169
K. Jadi dengan menambahkan 4 ton/ha            disekitarnya. Banyaknya pupuk dasar yang
pupuk kandang sapi, maka petani tersebut       diberikan adalah 0,5 -1 kg pupuk organik.
dapat mengurangi penggunaan pupuk
buatan sebanyak:                               3). Membuat pupuk organik

Urea= 100/46 x 20 kg/ha                             Untuk membuat pupuk organik
    = 43 kg/ha                                 dibutuhkan sumberdaya manusia yang
                                               terampil, bahan baku, metode pembuatan
SP36= 100/16 x 8 kg/ha                         pupuk      organik,    semangat      untuk
    = 50 kg/ha                                 memanfaatkan limbah organik pertanian,
                                               dan pengelolaan pupuk organik selama
KCl = 100/52 x 20 kg/ha                        proses pembuatan maupun penyimpanan.
    = 38 kg/ha                                      Bahan baku pupuk organik adalah
                                               bahan organik yaitu limbah yang berasal
    Dengan demikian, kalau seha-rusnya         dari pertanian, peternakan dan perikanan.
pupuk buatan diberikan sebanyak: Urea=         Dengan demikian bagian-bagian tanaman
150 kg/ha SP36= 75 kg/ha dan KCl = 30          yang tidak dipergunakan sebelum maupun
kg/ha. Maka dengan pemberian 4 t/ha            setelah proses, kotoran hewan, sisa-sisa
pupuk kandang (kotoran sapi), pemberian        ikan termasuk ke dalam bahan organik.
pupuk buatan dapat dikurangi menjadi:          Bahan-bahan         organik,     biasanya
Urea= (150-43) kg/ha = 107 kg/ha               mengandung          berbagai       macam
SP36= (75-50) kg/ha = 25 kg/ha                 mikroorganisme yang mampu mengubah
KCl = (30-38) kg/ha = 0 (tidak perlu           bahan organik menjadi humus. Unsur
pemberian KCl).                                oksigen dari udara dan air, merupakan
                                               unsur      utama      yang     dibutuhkan
2). Sisa tanaman                               mikroorganisme dalam kehidupan dan
     Pemberian pupuk dasar bertujuan           perkembangbiakannya.
untuk menyuburkan tanah, agar kebutuhan             Disamping       dibutuhkan sumber
makanan bagi tanaman pada awal                 makanan lain yang mengandung unsur
pertumbuhan dapat terpenuhi. Pupuk             Karbon (C), Nitrogen (N), Fosfor (P) dan
dasar ini diberikan pada lubang tanam          Kalium (K). Unsur-unsur tersebut
yang telah dibuat, kemudian diaduk             umumnya disediakan oleh bahan organik .
sambil       menggemburkan        tanah


   Tabel 5.7. Kandungan unsur hara di dalam 1 ton pupuk kandang

             Pupuk kandang          Kandungan kg /ton pupuk kandang
                                    N       P           K        Ca
             Sapi                          5     2          5             3

             Kambing                       8     7         15             8

             Domba                     10        7         15            17

             Babi                          9     3          6            12

             Ayam                      15        5          6            23




                                                                                    170
      Pemanfaatan bahan organik telah      meningkatkan kapasitas kecambah. (2).
banyak dilakukan, terutama untuk           Meningkatkan permeabilitas membran
kegiatan pertanian yaitu sebagai pupuk     tanaman     sehingga     meningkatkan
organik.      Proses      pengomposan      pengambilan hara. (3). Dapat mengubah
merupakan cara yang biasa digunakan        metabolisme karbohidrat dari tanaman
untuk menghasilkan pupuk organik yang      dan pada saat yang sama untuk
kualitasnya lebih baik dibanding bahan     mendorong akumulasi gula terlarut,
organiknya.                                sehingga meningkatkan tekanan osmotik
                                           tanaman. Dalam kondisi kelembaban
       Pengaruh pupuk organik              yang rendah, hal tersebut akan
       terhadap sifat fisik tanah          mendorong resistensi yang besar
     Pengaruh utama dari penambahan        terhadap kelayuan. (4). Kombinasi
bahan organik adalah menurunnya            senyawa-senyawa organik seperti dapat
bobot isi tanah dan meningkatkan           meningkatkan pertumbuhan akar.
kapasitas tanah pengikat air, sehingga
meningkatkan jumlah air yang tersedia           Proses pengomposan bahan
untuk pertumbuhan tanaman. Bahan                organik
organik mempengaruhi isi tanah melalui          Pengomposan adalah suatu proses
kegiatannya menurunkan densitas            pengelolaan limbah padat, dengan cara
agregat tanah dan meningkatkan ukuran      bertahap komponen bahan padat
agregat. Selama proses oksidasi bahan      diuraikan secara biologis dibawah
organik ini, unsur-unsur seperti N, P, S   keadaan terkendali sehingga menjadi
dan sejumlah unsur-unsur lainnya di        bentuk yang dapat ditangani, disimpan
lepaskan dan menempati bagian di           atau digunakan untuk lahan pertanian
dalam profil tanah. Sisa bahan organik     tanpa pengaruh yang merugikan.
yang terdekomposisi dapat mencegah              Pengomposan           bahan-bahan
partikel      tanah      dari     proses   organik, terutama pada sisa-sisa
penggumpalan,        sehingga      dapat   tanaman dan kotoran hewan bertujuan
memelihara struktur tanah.                 untuk menambah tingkat kesuburan
     Mikroorganisme dari pupuk organik     tanah. Dekomposisi bahan organik
mempunyai peranan penting dalam            menjadi kompos bergantung pada
pembentukan dan stabilitas bahan           kandungan air dan nitrogen yang cukup
organik,       sehingga       memberikan   pada bahan serta temperatur yang
pengaruh yang baik pada produksi           sesuai. Kandungan air dan nitrogen dari
tanaman.                                   protein merupakan sumber nutrisi yang
                                           baik bagi pertumbuhan mikroorganisme
    Pengaruh bahan organik                 pengurai. Untuk penguraian bahan yang
    terhadap fisiologi tumbuhan            optimal, sangat diperlukan pengendalian
    Bahan organik memberi pengaruh         suhu agar aktivitas dan per-tumbuhan
langsung atau tidak langsung terhadap      mikroorganisme dapat berlangsung
pertumbuhan      tanaman.     Pengaruh     dengan baik.
langsung berupa pengambilan senyawa-            Aktivitas biologi merupakan faktor
senyawa organik oleh tanaman melalui       penting dalam pengomposan. Berbagai
akar. Pengaruh yang menguntungkan          mikrorganisme terlibat dalam proses
dari pupuk organik terhadap fisiologi      dekomposisi bahan organik, antara lain
tumbuhan adalah: (1). Senyawa humus        bakteri, fungi, aktinomycetes, ragi,
dapat berperan sebagai zat tumbuh          mikro-fauna protozoa, Jumlah bakteri
seperti   auxin,     sehingga    dapat


                                                                             171
lebih banyak dibandingkan dengan                  proses     reduksi.    Tahap      awal
mikroorganisme lain.                              pengomposan,      kelom-pok     bakteri
     Proses     pengomposan       dapat           penghasil asam, heterotrof fakultatif
berlangsung secara aerobik maupun                 mendegradasi bahan organik menjadi
anaerobik. Pada proses dekomposisi                asam-asam lemah, aldehid dan
secara      aerobik,     mikroorganisme           seterusnya. Kelompok bakteri yang lain,
menggunakan          oksigen      untuk           merubah produk antara menjadi metana,
menguraikan bahan organik dan                     ammonia, karbon dioksida           dan
mengasimilasi Karbon, Nitrogen, Fosfor,           hidrogen. Reaksi kimia yang terjadi
Sulfur dan unsur-unsur lainnya untuk              selama dekomposisi bahan organik
sintesis protoplasma. Reaksi yang                 secara anaerobik adalah sebagai
terjadi adalah sebagai berikut. Pada              berikut.
proses dekomposisi secara anaerobik,
reaksi biokimia berlangsung melalui

                        aktivitas
     Bahan organik                         CO2 + H2O + Hara + Humus   +E
                     mikroorganisme
                  Bakteri penghasil asam
     (CH2O)x                                  X CH3COOH

                     Metanomonas
     CH3COOH                                CH4 + CO2

     N-organik                              NH3

     2H2S + CO2                             (CH2O) + S + H2S

  No.    Bahan Organik                                   Nitrogen (%)      Rasio C/N
  01.    Potongan rumput muda                            2 – 2,4           TD
  02.    Pupuk hijau tumbuh-tumbuhan                     3–5               10–15
  03.    Sampah kota/kandungan sayuran tinggi            2–3               10–16
  04.    Kotoran Babi                                    1,9               13
  05.    Kotoran Sapi                                    1 – 1,8           19
  06.    Sampah kota/kandungan kertas tinggi             0,6 – 1,3         30–80
  07.    Padi-padian dan batang kacang polong            0,7               70
  08.    Jerami gandum                                   0,6               80
  09.    Daun-daun segar yang gugur                      0,4 – 1,0         40–80
  10.    Sampah gula tebu                                0,3               150
  11.    Serbuk gergaji segar                            0,1               500
  12.    Tinja                                           5,5 – 6,5         6–10
  13.    Kotoran unggas                                  4                 TD
  14.    Jerami padi                                     -                 80–130
  15.    Jerami barley                                   -                 80–130
  16.    Batang jagung                                   -                 100-120
  17.    Batang Kapas                                    -                 50–60
  18.    Kotoran biri-biri                               -                 23
  19.    Kotoran kuda                                    -                 20
  20.    Sisa buah-buahan                                -                 35
  21.    Hijauan gulma                                   -                 13
  22.    Ampas kopi/bubuk kopi                           1,0 – 2,3         8
  23.    Urin hewan                                      15 – 18           0,8




                                                                                    172
Kecepatan penguraian bahan organik        Pada rasio C/N rendah tidak ada
menjadi kompos bergantung pada            persaingan antara akar tumbuhan
beberapa faktor yaitu: ukuran partikel,   dengan        mikroorganisme      dalam
unsur hara, kandungan air, aerasi,        menggunakan unsur nitrogen dalam
keasaman (pH) dan suhu. (1). Ukuran       tanah.       (3).     Kandungan Air:
Partikel: Ukuran partikel berpengaruh     Kandungan air pada bahan organik
pada      keberhasilan    proses    pe-   sebaiknya antara 30– 40%, hal ini
ngomposan. Ukuran yang baik antara 10     ditandai dengan tidak menetesnya air
sampai 50 mm, apabila terlalu kecil       apabila bahan di-genggam dan akan
ruang-ruang antara partikel menjadi       mekar apabila genggaman dilepaskan.
sempit sehingga dapat menghambat          Kandungan air bahan terlalu tinggi,
gerakan udara ke dalam tumpukan dan       ruang antar partikel dari bahan menjadi
sirkulasi gas karbon dioksida keluar      sempit karena terisi air, sehingga
tumpukan. Apabila ukuran partikel         sirkulasi udara dalam tumpukan akan
sangat besar, luas permukaan kurang       terhambat. Kondisi tersebut berakibat
sehingga reaksi pengomposan akan          pada tumpukan bahan akan didominasi
berjalan lambat. (2).     Unsur Hara:     oleh mikroorganisme anaerob yang
Aktivitas mikroorganisme dalam proses     menghasilkan bau busuk tidak sedap.
pengomposan memer-lukan sumber            (4).       Aerasi:      Dalam proses
energi dari unsur karbon dan nitrogen.    pengomposan, mikroorganisme dalam
Unsur-unsur tersebut biasanya telah       bahan organik sangat memerlukan
tersedia cukup dalam bahan organik,       jumlah udara yang cukup, karena pro-
bahkan kebanyakan unsur hara lainnya      sesnya ber-langsung secara aerob.
akan tersedia pula dalam jumlah yang      Aerasi dapat diperoleh melalui gerakan
cukup.                                    udara dari alam masuk ke dalam
      Untuk    mempercepat       proses   tumpukan dengan membulak-balik
pengomposan,       dibutuhkan    bahan    bahan          secara berkala, baik
organik yang memiliki rasio C/N relatif   menggunakan mesin maupun dengan
rendah yaitu berkisar antara 25 sampai    tangan/cangkul. (5).       Keasaman
35/liter dalam campuran pertama.          (pH): Pada tahap awal pengomposan,
Apabila rasio C/N lebih besar, proses     akan terjadi perubahan pH yaitu bahan
pengom-posan akan memakan waktu           agak asam, karena terbentuk asam
lebih lama,hingga pembentukan karbon      organik sederhana, selanjutnya pH
dioksida dari oksidasi unsur karbon       berangsur naik, karena terlepasnya
berkurang. Sebaliknya apabila rasio C/N   ammonia (bersifat basa) dari hasil
lebih kecil, nitrogen dalam bahan         penguraian protein. Keadaan basa yang
organik akan dibebaskan sebagai           terlalu tinggi, menyebabkan selama
amoniak. Cara paling sederhana untuk      proses      pengomposan      kehilangan
menyesuaikan rasio C/N ialah dengan       nitrogen secara berlebihan. (6). Suhu:
mencampur berbagai bahan organik          Dalam proses pengomposan, sebagian
yang mempunyai rasio C/N tinggi           energi dibebaskan se-bagai panas.
dengan bahan yang mempunyai rasio         Pada tahap awal suhu tumpukan bahan
C/N rendah. Hal ini dapat dilakukan       sekitar 400C, mikro-organisme yang
misalnya bahan berjerami dicampur         terlibat adalah bakteri dan fungi
dengan tinja, kotoran hewan yang          mesofilik. Selanjutnya suhu bahan naik
mempunyai rasio C/N lebih rendah.         hingga di atas 400C, mikroorganisme
Makin tinggi tingkat dekom-posisi dari    yang berperan adalah mikroorganisme
bahan organik, makin kecil rasio C/N.     termofilik, actinomycetes dan fungi


                                                                            172
termofilik. Setelah suhu berangsur turun,     standar ISO cukup jelas, bahwa
maka mikroorganisme mesofilik muncul          kandungan utama pupuk organik adalah
kembali, selanjutnya, gula dan pati           karbon dalam bentuk senyawa organik,
mengalami perombakan, diikuti oleh            mikrorganisme memanfaatkan sebagai
perombakan hemi-selulosa, selulosa            sumber energi kemudian bahan
dan akhirnya lignin. Suhu ideal dalam         ternisbah C/N yang tinggi pada produk
pengomposan antara 300C sampai                akhir menunjukan mikroorganisme akan
450C.                                         aktif memanfaatkan nitrogen untuk
                                              membentuk protein. Apabila produk
     Standar Pupuk Organik                    pupuk organik dengan nisbah C/N tinggi
     Berdasarkan atas berbagai fakta          diaplikasikan kedalam tanah maka
yang dikemukakan oleh para pakar dan          mikrorganisme akan tumbuh dengan
sumber informasi yang lain yang               memanfaatkan N– tersedia tanah,
berkaitan dengan kelembagaan atau             sehingga tanah terjadi imobilisasi N.
organisasi maka dari asfek administrasi       Apabila nisbah C/N rendah pada awal
yang perlu mendapatkan perhatian              proses pengomposan maka nitrogen
adalah spesifikasi produk akhir pupuk         akan hilang melalui proses penguapan
organik. Petani sebagai konsumen akan         amonium.
memperhatikan kandungan hara dan air.              Keasaman (pH) harus masuk dalam
Spesifikasi produk sangat tergantung          kriteria kualitas pupuk organik, berkisar
pada masing-masing negara sebagai             netral, pH 6.5 – 7.5. dalam kondisi
contoh nilai minuman untuk NPK paling         normal tidak akan menimbulkan
tidak 1.5%-3.0% dan            1.0%-1.5%;     masalah, sejauh proses pengomposan
beberapa negara seperti Filipina, hanya       yang dilakukan dapat mempertahankan
membuat spesfikasi untuk kombinasi            pH pada kisaran netral.
NPK secara total 4%-5% dan 5%-6%                   Apabila produk pupuk organik
tanpa memisahkan secara spesifik untuk        mengandung satu atau lebih unsur
masing-masing hara. Kandungan lengas          mikro, maka hal ini harus dijelaskan dan
tidak boleh melampaui 15%-25% jika            dimasukan dalam label. Spesifikasi lain
terlalu kering tidak baik karena akan         yang perlu diperhatikan pada pupuk
terjadi inaktivasi gugus aktif yang salah     organik adalah warna, tekstur, bebas
satunya menyebabkan pupuk menjadi             dari patogen, logam berat, atau unsur
hidropobik.                                   lain, partikel yang tidak dikehendaki.
     Kandungan total bahan organik            Tidak ada konsumen atau pemakai
paling tidak 20% tetapi dapat lebih tinggi    pupuk organik yang menghendaki
apabila produk organik tersebut tidak         terluka karena serpihan gelas atau
dijual sebagai bahan pupuk organik            logam, atau tidak ingin dalam karung
tetapi sebagai bahan pembenah tanah,          pupuk organik penuh dengan batu atau
dan       pemakai      secara      intensif   kerikil. Patogen dan logam berat
menggunakan pupuk organik untuk               biasanya berasal dari limbah cair dan
meningkatkan kandungan bahan organik          sampah kota.
tanah. Kriteria kualitas bahan organik             Mungkin perlu juga diinformasikan
yang berkaitanb dengan kandungan              dalam stendar baku, penggunaan bahan
bahan organik adalah nisbah C/N.              inokulan atau bahan lain yang bertujuan
Bahan organik yang mengalami proses           untuk mempercepat pengomposan.
pengomposan baik dan menjadi pupuk            Pada umumnya yang banyak digunakan
organik yang stabil mempunyai nisbah          adalah         mikrorganisme      seperti
C/N anatara 10/1 seperti dalam definisi       Trichorderma spp.


                                                                                  173
     Karakteristik     Umum      Pupuk    dengan adanya kenaikan suhu dan
     Organik                              perubahan warna selama proses.
     Karakteristik pupuk organik adalah   Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari
sebagai berikut: (a). Hara pupuk          sekali secara merata dan ditutup
organik pada umumnya rendah tetapi        kembali. Kegiatan ini untuk menghindari
bervariasi tergantung pada jenis bahan    kelebihan suhu dan diharapkan proses
dasarnya. (b). Hara yang berasal dari     penguraian dapat berlangsung pada
bahan organik diperlukan untuk kegiatan   seluruh permukaan bahan.
mikrobia tanah merubah bahan-bahan             Akhiri proses pengomposan apabila
yang kompleks dan tidak dapat             telah memenuhi kreteria: suhu telah
dimanfaatkan oleh tanaman menjadi         turun dan stabil, warna coklat
bentuk senyawa organik dan anorganik      kehitaman, sebagian besar bahan telah
sederhana yang dapat diserap oleh         lapuk, bau khas kompos. Kompos yang
tanaman. (c). Penyediaan hara yang        dihasilkan perlu diuraikan lebih lanjut
berasal dari pupuk organik biasanya       dengan menambah waktu pengomposan
terbatas dan tidak cukup dalam            secara alami atau menggunakan cacing
menyediakan hara yang diper-lukan         tanah selama 2–3 minggu.
tanaman.
     Untuk membuat kompos organik         2) Pengomposan Bahan Organik
dapat dilakukan melalui beberapa cara:       Dengan Menggu-nakan Starter
                                             Mikroba Pengurai (Bio-Komplek).
1) Pengomposan Bahan          Organik
   Secara Konven-sional                        Pada tahap pertama, siapkan
                                          sediaan starter mikroba dengan cara
     Bahan yang akan digunakan            melarutkan biakan mikroba (bio-
dipotong-potong menjadi sekitar 3-5 cm,   komplek) ke dalam air 4-5 gram/liter,
sehingga diperoleh ukuran bahan yang      selanjutnya inkubasi pada suhu kamar
seragam. Selanjutnya, timbang semua       sekitar 24 jam (sehari sebelum proses
bahan dengan berat masing-masing 1        pengomposan).
bagian kecuali kotoran ternak 3 bagian.        Starter adalah komponen biologis
Campurkan semua bahan dengan              jenis mikroorganisme yang efektif jika
diaduk-aduk sampai homogen/merata         bersimbiosis dengan satu jenis tanaman,
sambil disiram air sehingga pada saat     maka cara penggunaannya pun harus
campuran dikepal mengeluarkan tetesan     bersamaan dengan tanaman inangnya.
air.    Komposkan campuran bahan               Starter bakteri Rhizobium akan
dengan cara menumpukan pada               efektif jika digunakan dengan tumbuhan
tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m,      inang jenis legum. Oleh sebab itu
selanjutnya ditutup karung goni/plastik   Rhisobium lebih cocok digunakan dalam
pada seluruh permukaannya. Proses         program penyuburan tanah, dengan
pengom-posan dapat berlangsung 2          menggunakan tanaman legum sebagi
sampai 3 minggu, tergantung dari jenis    pupuk hijau. Keuntungan yang diperoleh
bahan                                     dari residu legum tergantung dari jumlah
     Lakukan pengamatan dan catat         residu dan mineralisasinya. Akumulasi
setiap hari kenaikan suhu dan             nitrogen akan terjadi pada biji legum,
perubahan warna tumpukan bahan.           oleh sebab itu dalam program
Kegiatan ini untuk mengetahui apakah      penyuburan tanah, tanaman legum
proses       pengomposan          dapat   harus dipanen dan dibenamkan ke
berlangsung baik atau tidak, yaitu        dalam        tanah    sebelum      terjadi


                                                                               174
pembentukan biji. Dengan cara tersebut       hayati akan dirasakan manfaatnya pada
maka akumulasi nitrogen yang terdapat        jangka panjang, namun penggunaan
pada bintil akar akan menjadi cadangan       pupuk hayati tidak akan menimbulkan
bagi tanaman berikutnya. Beberapa            efek samping yang merugikan bagi
jenis tanaman legum seperti kacang           tanaman, lahan pertanian serta
tanah, kacang babi dan kacang tunggak        lingkungan.
mempunyai efek residu nitrogen sebesar            Langkah     selanjutnya    kecilkan
20-50 kg N per ha. Jenis-jenis tanamn        ukuran bahan yang masih panjang
legum tersebut sangat cocok dipakai          dengan dipotong-potong menjadi sekitar
sebagai tanaman inang bagi Rhizobium.        3-5 cm, sehingga diperoleh ukuran
     Starter     Gliocladium     mudah       bahan yang seragam!
diperbanyak dalam media serbuk kayu               Lakukan     penimbangan      untuk
dan sekam dan dapat efektif tanpa            semua bahan dengan berat masing-
tanamn inang. Jenis pupuk hayati             masing 1 bagian kecuali kotoran ternak
Gliocladium yang juga merupakan              3 bagian! Kemudian campurkan semua
biokontrol, cara penggunaannya sama          bahan dengan diaduk-aduk sampai
dengan pupuk organic kompos,                 homogen/ merata sambil disiram air
sehingga sering disebut Gliokompos.          starter pada no 1 sebanyak 1 liter pada
     Efek dari penggunaan pupuk hayati       setiap 50 kg campuran bahan organik.
terhadap tanaman tidak dapat dilihat         Tambahkan air pada saat mencampur,
secara langsung seperti penggunaan           sehingga pada saat campuran dikepal
pupuk kimia. Efek penggunaan pupuk           mengeluarkan tetesan air.

       Tabel 5.9. Sifat Kimia dan Kandungan Unsur Hara Pupuk Organik Kompos

            No.            Parameter                 Kompos **)

            1       pH.                                    6
            2       C-Organik                          25,04 %
            3       N-Total                             1,19 %
            4       P tersedia                             -
            5       P- total                               -
            6       Ca                            10,75 (me/100gr)
            7       Mg                             3,13 (me/100gr)
            8       K                              7,26 (me/100gr)
            9       Na                             5,30 (me/100gr)
            10      Kapasitas Tukar Kation        35,50 (me/100gr)
                    (KTK)
            11      Kejenuhan basa (KB)                74,48 %




                                                                                175
                                         Gambar 5.8.
                                Alur proses pembuatan kompos



     Komposkan       campuran    bahan                                   Mikroorganisme
dengan cara menumpukan pada                                        pengurai)
                                                       dekomposer (pengurai) un tuk pembuatan bioferlilizer

tanah/lantai setinggi kira-kira 1 m,
selanjutnya ditutup karung goni/ plastik
pada seluruh permukaan-nya. Proses
pengomposan dapat berlangsung 2
sampai 3 minggu, tergantung dari jenis
bahan.
     Langkah terakhir, amati dan catat
setiap hari kenaikan suhu dan
perubahan warna tumpukan bahan.                                    Gambar 5.9.
Kegiatan ini untuk mengetahui apakah                 Beberapa mikroorganisme yang berfungsi
proses         pengomposan        dapat           sebagai pengurai bahan organik (bio-ferlilizer)
berlangsung baik atau tidak, yaitu
dengan adanya kenaikan suhu dan
perubahan warna selama proses!                   6.2. Pupuk anorganik
Tumpukan bahan diaduk setiap tiga hari           Pupuk anorganik adalah pupuk yang
sekali secara merata dan ditutup                 dibuat oleh pabrik atau hasil industri dan
kembali. Kegiatan ini untuk menghindari          mengandung       unsur     hara      yang
kelebihan suhu dan diharapkan proses             diperlukan    tanaman.      Berdasarkan
penguraian dapat berlangsung pada                jumlah jenis unsur hara yang
seluruh permukaan bahan!                         dikandungnya, pupuk anorganik ini
     Akhiri proses pengomposan apabila           dibagi dalam beberapa golongan, yaitu:
telah memenuhi kreteria: suhu telah              (1). Pupuk tunggal : yaitu pupuk yang
turun dan stabil, warna coklat                   mengandung satu jenis unsur hara,
kehitaman, sebagian besar bahan telah            misalnya urea (mengandung unsur N);
lapuk, bau khas kompos.                          TSP (mengandung unsur P) dan KCL
                                                 (mengandung unsur K). (2). Pupuk
                                                 majemuk;       yaitu     pupuk       yang
                                                 mengandung unsur N, P dan K
                                                 sekaligus. Contohnya adalah Amofos


                                                                                                       176
(mengandung unsur dan P), Nitroposka          dalam bentuk ion amonium (NH4+) dan
(mengandung unsur N, P dan K).                sebahagian lagi dalam bentuk nitrat
Berdasarkan jenis hara utama yang             (NO3-). Di dalam tanah nitrat dapat
dikandung, pupuk anorganik dibagi             diambil oleh akar tanaman melalui air
dalam beberapa golongan, yakni : pupuk        tanah yang diubah oleh jasad residu
nitrogen, pupuk fosfor dan pupuk kalium.      tanah. Pada keadaan basah dan panas,
     Pupuk Nitrogen, contohnya Urea           nitrogen dapat hilang ke udara.
(Co(NH2)2) : mengandung 46% nitrogen.         Amonium sulfat ((NH4)2SO4)), petani
Urea sangat mudah larut, sebahagian           menyebutnya pupuk ZA: mengandung
kecil terikat dalam fiat pada bahan           20% nitrogen. Amonium terdapat pada
organik dan sisanya bebas bergerak            tanah fiat dan bahan organik. Pupuk
mengikuti       kelembaban        tanah.      amonium sulfat berpengaruh terhadap
Pemberian urea di permukaan tanah             menurunkan pH (keasaman) tanah,
dengan dosis tinggi (>150kg/ha) dapat         sehingga sangat baik bagi tanah-tanah
menyebabkan kehilangan - N lebih              yang terlalu basa (nilai pH tinggi).
banyak akibat proses penguapan.
Amonium nitrat (NH4NO3): mengandung
33,5% nitrogen. Sebahagian nitrogen


                       Penyiapan                  Penyiapan
                        starter                     carrier           Kompos
   Mikroba
                                                                       Serbuk
     dari                                         Pemilihan
                          Isolasi                                       kayu
   habitat
    alami                                           bahan              Gambut
                                                                         dll

                     Perbanyakan                  Pencampuran



                       Pengujian                  Sterilisasi




                                    Pencampuran



     Biofertilizer                   Pemeletan



       Pengujian                    Pengeringan




                                                                               177
      Pupuk posfat; contohnya       TSP   memerlukan pupuk lebih sedikit daripada
(triple super fosfat) mengandung 36-46%   tanaman hibrida. Tanaman yang masih
senyawa P205, berupa butiran berwarna     muda memerlukan pupuk lebih rendah
abu-abu, dengan sifat netral.             dibandingkan dengan tanaman yang
      Pupuk Kalium, contohnya Kalium      sudah tua dan populasi tanaman yang
khlorida (KC1) mengandung 49-50% K20      rendah memerlukan dosis pemupukan
(KCl 80) atau 55% K20 (KC1 90).           yang rendah pula dibandingkan dengan
Mengingat tingginya kadar Cl-nya maka     populasi tanaman yang tinggi.
sebaiknya tidak digunakan untuk tanaman         Pemupukan susulan untuk tanaman
yang peka terhadap unsur khlor (Cl).      cabe dan tomat hanya bersifat
Kalium nitrat (KNO3) me-ngandung          menunjang, diberikan jika dianggap perlu,
13,8% nitrogen dan 46,6% K20. Pupuk       karena sebahagian besar pupuk sudah
ini digunakan sebagai sumber unsur K      diberikan pada waktu penanaman. Pupuk
pada tanaman yang tidak dapat             susulan berupa pupuk buatan seperti
menggunakan Cl.                           pupuk daun, pupuk buah, urea,
      Pupuk NPK. Selain ketiga macam      ammonium sufat (ZA), TSP, KCI dan NPK
pupuk yang telah disebutkan di atas,      cair. Semua jenis pupuk buatan dapat
masih ada pupuk daun dan bunga yang       Anda peroleh di toko pertanian. Jadwal
merupakan pupuk majemuk. Kedua            pemberian pupuk dapat dilihat pada Tabel
pupuk ini mengandung unsur hara makro     berikut.
dan mikro. Pupuk daun dan bunga                 Pemberian pupuk daun disesuaikan
berbentuk cairan dan butiran yang         dengan pertumbuhan tanaman. Pemberian
dikemas 0,25-1 kg per pak. Pada           yang sering menyebabkan tanaman tumbuh
umumnya digunakan untuk pupuk daun        terlalu subur sehingga menjadi peka terha-
dan bunga.                                dap gangguan kerusakan. Pada minggu
                                          ke-6 dan ke-11 tanaman dapat
1). Dosis Pemupukan                       ditambahkan pupuk campur-an berupa
    Dosis pupuk yang digunakan harus      urea, ZA, KCl dan TSP. Tngkat kebutuhan-
sesuai dengan kebutuhan tanaman.          nya hanya 5-10 gram per tanaman,
Kekurangan atau kelebihan pupuk           tergantung pada varitas tanaman. Cara
menimbulkan dampak negatif, baik pada     pemberiannya dengan menaburkan pupuk
tanah maupun pada tanaman. Tingginya      di sekitar batang utama kira-kira 5 cm.
dosis pemupukan ditentukan oleh tingkat   Agar pupuk cepat larut, dapat
kesuburan tanah, jenis atau varitas       ditambahkan air sekaligus untuk meng-airi
tanaman,     umur      atau     tingkat   tanaman. Pada saat tanaman mulai
perkembangan tanaman dan tingkat          berbuah, setiap interval 2 minggu diberi
kerapatan penanaman. Tanah yang           pupuk bush dan NPK cair. Konsentrasi
subur, memerlukan jumlah pupuk lebih      NPK adalah 15-20 gram dilarutkan dalam 1
rendah dibandingkan dengan pada tanah     liter air. Masingmasing tanaman diberi
yang kurus. Varitas tanaman lokal         300-400 ml.




                                                                               178
   Tabel 5.10. Jadwal pemberian pupuk susulan untuk tanaman cabe dan
                          tomat (lokal/hibrida)
 JENIS                            WAKTU PEMBERIAN
 PUPUK        1-5       6            11          15            17          19          21
              MST       MST          MST         MST           MST         MST         MST
                          '          -           -             -           -           -
 Daun *       S
 Buah **      -         -            S           S       .     S           -           -
 Urea         3         3g           3g          -             -           -           -
                                                 -             -           -           -
 ZA           3-10      3g-10        3g-10
 TSP          -         5-10g        5-10g       -             -           -

 KCI          5-10      5-10g        5-10g       -             -           -           -
 NPK***       -         -            -           300m1         300m1       400 ml     400 ml

Keterangan :
MST     : minggu setelah tanam
            kebutuhan per hektar
**           kebutuhan per hektar per sekali semprot
***     : 5-20 gram/liter air (di larutkan terlebih dahulu, kemudian disiramkan
            pada luang tanaman)
S       : semprotkan



    Jadi jika Anda menanam 100 pohon                 pupuk berdasarkan cadangan hara di
tomat, maka harus dipersiapkan :                     dalam tanah memerlukan analisis tanah di
                                                     laboratorium.
P = 100 x 15 x (1000 m1/300 ml) =                         Penentuan       kebutuhan pupuk
     5000 ml larutan pupuk;                          berdasarkan tanda kekurangan hara yang
(dalam hal ini 75 gram NPK dilarutkan                diperlihatkan tanaman, memerlukan
dalam 5 liter air).                                  keahlian dan pengalaman khusus.
                                                     Kadang-kadang gejala kekurangan antara
Atau menggunakan rumus:                              unsur yang satu dengan lainnya sulit
                                                     dibedakan dan gejala tersebut tidak
P = JT x K x (1000 m1/300 ml)                        menggambarkan berapa jumlah pupuk
                                                     yang harus diberikan.         penentuan
dimana :                                             kebutuhan pupuk berdasarkan perkiraan
P = Kebutuhan pupuk                                  jumlah hara yang terangkut bersama
JT = jumlah tanaman                                  penen merupakan cara yang paling
K = konsentrasi larutan pupuk (15-20                 sederhana dan mudah, oleh karena itu
g/liter)                                             cara tersebut dibahas di dalam tulisan ini.
                                                     setiap jenis tanaman mengandung unsur
2). Dasar Penentuan Kebutuhan Pupuk                  hara yang berbeda. Jika pemupukan
    Kebutuhan pupuk didasarkan atas:                 menggunakan pupuk buatan seperti Urea,
jumlah hara yang terangkut bersama                   SP36 dan KCl, maka jumlah pupuk yang
panen. cadangan hara yang ada di dalam               diperlukan untuk menggantikan 48 kg N;
tanah. tanda kekurangan unsur hara                   8,4 kg P dan 12 kg K yang terangkut
pada tanaman. Penentuan kebutuhan                    bersama 3 t/ha panen jagung adalah:

                                                                                            179
Urea= 100/46 X 48 Kg/Ha                      pada waktu tanam). Kebutuhan P dan K
    = 104 Kg/Ha                              kacang-kacangan ditentukan dengan cara
                                             yang sama seperti pada penentuan
SP36= 100/16 X 8,4 Kg/Ha                     kebutuhan pupuk tanaman lainnya.
    = 53 Kg/Ha                               Pupuk kandang mempunyai kandungan
                                             unsur hara yang sangat bervariasi
KCl = 100/52 X 12 Kg/Ha                      tergantung pada waktu dan cara
   = 23 Kg/Ha                                penyimpanannya, jenis hewan, dan
                                             kesehatan hewan.
     Akan tetapi zat hara di dalam tanah           Masalah utama yang perlu mendapat
tidak semuanya dapat di-gunakan oleh         perhatian para pengguna pupuk adalah
tanaman. Sebagian akan hilang karena         reaksi kimia, yaitu apakah pupuk tersebut
penguapan (N), pencucian ke lapisan          mempunyai sifat mengasamkan atau
tanah yang lebih dalam seingga tidak         tidak. Pada umumnya pupuk nitrogen
terjangka oleh akar (N, K), terikat oleh     yang mengandung amonium atau sisa
mineral liat tanah (P, K), atau hanyut       asam           seperti      sulfat     bersifat
karena tererosi (N,P,K). Oleh karena itu     mengasamkan tanah.
pemberian pupuk sebaiknya 1,5 sampai 2                Pupuk nitrogen yang mengandung
kali jumlah hara yang hilang bersama         gugus amonia sebelum tersedia pada
panen. Jadi urea, SP36 dan KCL yang          tanaman terlebih dahulu mengalami
diperlukan untuk penanaman jagung            proses amonifikasi dan nitrifikasi.
dengan perkiraan hasil 3 t/ha kurang lebih   Senyawa amonium yang terbentuk dari
adalah urea= 150 Sampai 200 Kg/Ha            proses amonifikasi dapat berupa:
sedangkan SP36= 75 Sampai 100 Kg/Ha          konversi dari nitrit ke nitrat, dambil
     Unsur N, P, dan K (Kg) di dalam satu    langsung oleh tanaman, dimanfaatkan
ton hasil panen berbagai tanaman.            langsung oleh bakteri dalam melanjutkan
Apabila hasil panen jagung dalam 1 ha        proses dekomposisi, dan difksasi oleh
adalah 3 ton, ma-ka hasil panen tersebut     mineral liat tertentu.
mengan-dung 48 kg N; 8,4 kg P dan 12               Perubahan dari amonium menjadi
kg K. Unsur hara yang terbawa panen ini      nitrat disebut dengan nitrifikasi. Proses
perlu dikembalikan ke dalam tanah            oksidasi biologi ini dibedakan dalam dua
melalui pemupukan supaya kesuburan           tahap, yaitu perubahan amonium menjadi
tanah tetap terjaga dan produksi tanaman     nirit (nitritasi) dan perubahan nitrit menjadi
dapat dipertahankan.                         nitrat (nitratasi). Perubahan dari amonium
     Penentuan kebutuhan pupuk untuk         menjadi nitrit dilakukan oleh bakteri
tanaman kacang-kacangan Tanaman              obligat ototrof yaitu Nitrosomonas.
legum (kacang-kacangan) seperti kacang       Perubahan nitrit menjadi nitrat dilakukan
tanah dan hijauan kacang-kacangan            oleh bakteri Nitrobacter yang termasuk ke
seperti lamtoro dan benguk, mengandung       dalam golongan bakteri obligat ototrof.
N yang sangat tinggi sehingga N yang         Kedua bakteri ini disebut dengan
terbawa panen juga tinggi.          Tetapi   Nitrobakteri.
tanaman kacang-kacangan           (kacang          Ada tiga hal penting yang dapat
tanah, kedelai, lamtoro), melalui            diambil dari persamaan-persamaan dalam
kerjasama (symbiose) dengan bakteri          proses         nitrifikasi,   yaitu,     reaksi
Rhyzobium sanggup mengikat N dari            membutuhkan oksigen, oleh sebab itu
udara. Dengan demikian pemupukan N           proses ini berlangsung di dalam tanah
untuk tanaman kacang-kacangan sangat         dengan aerasi yang baik.                Reaksi
rendah (hanya sekitar 30 kg urea/ ha         nitrifikasi membebaskan H+ yang

                                                                                      180
merupakan penyebab keasaman tanah             kecil    yang       dimanfaatkan      untuk
bila dipupuk dengan pupuk NH4 atau            pertumbuhan           awal       menjelang
pupuk anorganik sepertu urea. Dalam           terbentuknya bintil akar yang dapat
proses nitrifikasi, bakteri memegang          mengikat nitrogen bebas dari udara.
peranandalam proses. Oleh sebab itu,          Kelebihan pupuk nitrogen adalah
kecepatan        perubahannya       sangat    merupakan pupuk yang sangat potensial
dipengaruhi oleh keadaan lingkungan.          bagi tanaman.
      Faktor-faktor yang mempengaruhi               Manfaat nitrogen fiksasi bagi tanman
proses nitrifikasi adalah jumlah NH4+         lain yang ditanam secara tumpangsari
yang ada di dalam tanah, populasi bakteri     adalah berupa perembasan nitrogen dari
nitrifikasi,   reaksi     tanah,    aerasi,   bintil akar. Sedangkan bagi tanaman
kelembaban tanah dan suhu tanah.              yang ditanam tidak bersamaan hanya
Pupuk urea yang diberikan pada tanah          akan menghasilkan perombakan bahan
akan berubah menjadi ion amonia atau          organik. Fiksasi itrogen secara biologi
amonium. Bila amonium dioksida-si maka        dapat menghemat kebutuhan nitrogen
akan         menimbulkan         keasaman     sampai 2/3 dari kebutuhan nitrogen bagi
tanah.menymbangkan empat ion H+ bila          tanaman.
oksigen cukup tersedia pada sat
pelepasan tersebut.                                Nitrogen
      Satu molekul pupuk urea dapat                Nitrogen adalah hara utama
menyumbang empat ion H+ bila oksigen          tanaman, merupakan komponen dari
cukup tersedia pada waktu pelepasan ion,      asam amino, asam nukleid, nudeotides,
ini berarti meningkatkan kemasaman            klorofil, enzim, dan hormon. N mendorong
tanah. Pemberian pupuk urea, amonium          pertumbuhan tanaman yang cepat dan
sulfat, klor dan nitrat perlu mendapat        memperbaiki tingkat. Hasil dan kualitas
perhatian serius agar tidak menambah          produk melalui, pengem-bangan luas
kemasaman tanah. Mikroba tanah pada           daun, pembentukan bunga, pengisian
umumnya lebih menyukai senyawa dalam          buah, dan sintesis protein. N sangat mobil
bentuk ion amonium daripada ion nitrat.       (mudah menghilang / menguap) di dalam
Pada tanah-tanah yang mempunyai               tanaman dan tanah.
aerasi baik, akan terlihat bahwa proses            Nitrogen        merupakan elemen
immobilisasi      terjadi   amat    besar.    pembatas pada hampir semua jenis
Sedangkan pada tanah yang ter-genang          tanah. Oleh karenanya, pemberian pupuk
dan dalam kondisi anaerob sempurna            Nitrogen yang tepat sangat penting untuk
proses immobilisasi akan sangat rendah.       meningkatkan pertumbuhan dan hasil
Pada tanah sawah, proses immobilisasi         tanaman, khususnya dalam sistem
adalah rendah. Nitrogen ditambahkan ke        pertanian intensif. Kekurangan atau
tanah berinteraksi dengan pH tanah dan        pengelolaan Nitrogen yang tidak sesuai
mempengaruhi proses nitrogen.                 akan berakibat buruk pada tanaman dan
      Ekskresi      nitrogen oleh suatu       lingkungan. Strategi pengelolaan Nitrogen
tanaman legum akan dapat dimanfaatkan         yang optimal ditujukan pada keserasian
oleh tanaman lain dlaam pola tanam            pemberian pupuk Nitrogen dengan
tumpangsari, misalnya tumpangsari             kebutuhan aktual tanaman, sehingga
antara jagung dan kedelai. Proses seperti     serapan tanaman terhadap Nitrogen
ini akan meningkatkan efisiensi pupuk         maksimal dan mengurangi kehilangan
nitrogen, karena sebagian besar nitrogen      Nitrogen ke udara.
yang berasal dari pupuk tidak diabsorpsi           Tanaman yang kekurangan nitrogen
oleh tanaman legum dan hanya sebagian         akan tumbuh kerdil, daun menguning dan

                                                                                    181
jumlah anakan sedikit; hasil rendah         kandungan bahan organik rendah; tanah
karena jumlah malai per unit area dan       kalkareous/salin/ alkalin; degradasi tanah
jumlah gabah per malai lebih sedikit.       sawah; tanah abu vulkan atau tanah
Hampir semua jenis tanah kekurangan N;      kering masam dengan kapasitas fiksasi P
tanah masam dengan tekstur kasar            tinggi; tanah gambut; dan tanah sulfat
(coarse) dan kandungan bahan organik        masam dengan kandungan besi dan
rendah (kurang dari 0,5 % organik C);       aluminium tinggi.
tanah masam, salin, drainase buruk, dan          Pada waktu aplikasi pupuk fosfat,
tanah kahat P dengan kapasitas              benamkan dan aduk semua pupuk P ke
mineralisasi N dan fiksasi biologis N       dalam tanah sebelum pelumpuran terakhir
rendah; kalkareous dan tanah salin          dan tanam pindah atau sebar seluruh P
dengan kadar bahan organik rendah serta     pada 10-15 hari setelah benih disebar
berpotensi tinggi untuk terjadinya          langsung. Tanaman kahat P kerdil dan
penguapan amonia.                           daunnya tegak lurus dibandingkan
     Pupuk anorganik merupakan sumber       dengan tanaman normal.             Anakan
yang biasa digunakan mensuplai N, dan       berkurang pada tanaman kahat P.
lebih       menguntungkan          petani   Perubahan warna pada daun umum
dibandingkan menggunakan pupuk N            terjadi pada tanaman kahat P.
organik. Sumber pupuk organik N tersedia
di lahan pertanian seperti pupuk kandang         Kalium
dan kompos bisa efektif dan menarik              Kalium adalah hara tanaman utama
secara finansial guna memenuhi              yang dibutuhkan untuk meningkatkan
kebutuhan padi akan N. Berikan pupuk N      perkembangan akar dan vigor tanaman,
anorganik 40-50 kg/ha untuk setiap          ketahanan terhadap kerebahan dan
kenaikan satu ton hasil dari tanpa          hama/ penyakit. K mobil dalam tanaman
pemberian N.         Warna daun dan         dan sangat mobil di dalam tanah.
penampilan tanaman menunjukkan status            Kalium seringkali merupakan unsur
N dan membantu menentukan kebutuhan         pembatas. untuk memperoleh hasil padi
akan pemupukan N. Unsur nitrogen            yang tinggi setelah nitrogen (N). Pupuk K
dapat diperoleh dari beberapa sumber        perlu diberikan dalam jumlah mencukupi
diantaranya adalah amonium sulfat (21 %     pada hampir semua lahan sawah irigasi.
N, 24 % S), urea (46 % N) dan               Hara lainnya perlu diberikan dalam jumlah
diamonium fosfat atau DAP (18 % N; 44-      seimbang untuk menjamin respon yang
46 % P2O5).                                 baik dari tanaman terhadap aplikasi K dan
                                            pencapaian pertumbuhan tanaman yang
     Fosfat                                 sehat dan produktif.
     Posfor adalah hara utama tanaman            Tanaman         yang      mengalami
yang penting untuk perkembangan akar,       kekurangan kalium akan tampak
anakan, berbunga awal, dan pematangan.      berwarna hijau gelap dan kerdil dengan
P mobil dalam tanaman, tetapi tidak mobil   margin daun cokelat kekuningan dan/atau
dalam tanah. Tanaman yang mengalami         dengan margin dan ujung daun tua
kekurangan unsur fosfor akan tampak         nekrotik, gejala kahat K pada daun dapat
hijau gelap dan kerdil dengan daun tegak    menyerupai gejala penyakit tungro,
dan anakan kurang; batang kurus dan         namun tungro biasanya terjadi pada spot-
kecil; matang lambat (tidak terjadi         spot yang tersebar (tidak menyeluruh)
pembungaan pada kahat P yang parah);        dan lebih nyata warna daun kuning dan
gabah hampa tinggi. Unsus P seringkali      oranye dan tanaman kerdil; gejala pada
kurang pada tanah berpasir dengan           daun nampak pada fase pertumbuhan

                                                                                 182
lanjut; akar tidak sehat dan menghitam;     lebih kurang mobil dibandingkan dengan
kerebahan dan kehampaan gabah tinggi;       N), namun hanya sebagian mobil dalam
bobot gabah lebih ringan.                   tanah.
     Kekurangan (kahat) K terjadi di             Gejala kahat unsur S ditunjukkan
daerah pertanaman yang intensif yang        dengan warna tanaman hijau pucat; daun
mendapat pemupukan N dan P tinggi. K        muda menguning pucat (kontras dengan
seringkali kurang pada tanah berpasir       daun tua yang menguning cepat dan mati
atau bertekstur kasar; tanah kering         pada tanaman kahat N). Analisis tanah
masam; lahan sawah terdegradasi; tanah      dan/tanaman diperlukan untuk konfirmasi
sulfat masam; dan tanah organik.            gejala kahat S. Kahat S sesungguhnya
Catatan: penambahan unsur K dari air        jarang dijumpai. S mungkin diperlukan
irigasi cukup nyata pada daerah tertentu.   pada tanah berpasir yang mudah tercuci;
     Pada hara tanaman optimum,             tanah dengan kandungan bahan organik
tanaman rata-rata mengambil sekitar 19      rendah; dan tanah dengan pelapukan
kg K2O (16 K) untuk setiap ton hasil (2,2   tinggi kaya akan besi oksida. Aplikasi
kg K2O pada buah dan 16,8 kg K2O pada       unsur belerang dilakukan dengan
serasah        orgainik).    Rekomendasi    pemberian sebanyak 10 kg S/ha pada
pemupukan K berdasarkan target hasil        kahat S yang parah.             Tanaman
dan status K tanah.                         memerlukan sekitar 2 kg S/ha
     Bila dosis yang digunakan rendah,      (jerami+gabah) untuk setiap ton hasil
benam dan aduk pupuk K ke dalam tanah       gabah. Bila dibutuhkan, berikan semua
terakhir sebelum tanam pindah atau sebar    jenis pupuk S sesaat sebelum
seluruh pupuk K pada 10-15 hari setelah     pelumpuran bersama dengan pupuk P
benih disebar langsung. Pada dosis >30      dan K. Pengaruh pemberian S bertahan
K2O/ha, berikan 50% sebagai pupuk           sampai 2 musim tanam. Sumber S yang
dasar dan 50% pada awal pembentukan         biasa digunakan adalah amonium sulfat
bunga. Pemberian K paling tidak dua kali    (24% S), single super fosfat (12% S), dan
pada tanah berpasir dengan derajat          gypsum (17% S).
pencucian tinggi. Pemberi-an K pada fase
pembungaan meningkatkan ketahanan                Zinc
tanaman       terhadap     penyakit   dan        Seng atau Zinc (Zn) adalah hara
kerebahan dengan kanopi rapat dan           utama penting yang dibutuhkan tanaman
target hasil tinggi, namun belum tentu      untuk beberapa proses biokimia dalam
meningkatkan hasil. Sumber kalium yang      tanaman padi, termasuk produksi klorofil
banyak dikenal adalah kalium klorida        dan integritas membran. Oleh karenanya
(MOP-muriate        of    potash)    yang   kahat Zn mempengaruhi warna dan turgor
mengandung 50% K atau 60% K2O               tanaman. Zn hanya sedikit mobil dalam
dalam bentuk KCl (30 kg K2O setara          tanaman dan sangat mobil di dalam
dengan 50 kg MOP atau KCl).                 tanah. Seng membatasi pertumbuhan
                                            tanaman, suplai Zn tanah rendah atau
    Belerang                                kondisi tanah buruk (misalnya, selalu
    Belerang atau Sulfur (S) adalah hara    kebanjiran) menghalangi serapan Zn oleh
utama penting yang diperlukan untuk         tanaman. Pada kasus tertentu, Zn perlu
produksi khlorofil. S diperlukan untuk      diberikan sesuai kebutuhan. Hara lainnya
memproduksi asam amino (cystein,            perlu diberikan dalam jumlah seimbang
methionin, dan cystin) dalam tanaman        untuk menjamin respon tanaman yang
yang berkaitan dengan nutrisi manusia. S    baik terhadap pupuk Zn dan pencapaian
sangat mobil dalam tanaman (walaupun

                                                                                183
pertumbuhan tanaman yang sehat dan           tanah alkalin, Zn perlu diberikan pada
produktif.                                   setiap musim tanam.
     Tanaman kerdil dan bercak coklat               Sumber Zn yang biasa digunakan
berdebu pada bagian atas daun                adalah zinc sulfate terlarut (23-36% Zn),
merupakan        gajala kekurangan Zn.       zinc klorida terlarut (48-50% Zn), dan zinc
Selain itu terdapat spotspot tanaman yang    oksida tidak larut (60-80% Zn).
tumbuh jelek; gejala terlihat 2-4 minggu
setelah tanam pindah; kehampaan gabah             Besi
tinggi; pematangan terlambat dan hasil               Unsur Fe adalah hara esensial
rendah; gejala kahat Zn menyerupai kahat     yang dibutuhkan tanaman untuk
S dan Fe pada tanah alkalin dan              mendukung transportasi elektron dalam
keracunan Fe tanah organik berdrainase       proses fotosintesis. Fe merupakan
buruk.                                       akseptor elektron penting dalam reaksi
     Kahat Zn tidak sering dijumpai,         redoks dan aktivator untuk beberapa
namun dapat terjadi pada tanah               enzim. Kekurangan Fe akan menghambat
kalkareous dan netral; pertanaman            absorpsi K. Unsur Fe tidak mobil, baik
intensif; tanah sawah yang selalu            dalam tanaman maupun tanah. Setelah
kebanjiran atau berdrainase buruk; tanah     kahat unsur utama N, P, K, S, dan Zn,
salin dan sodik; tanah gambut, tanah         kahat Fe merupakan urutan penting
dengan P dan silikat (Si) tersedia tinggi;   berikutnya yang membatasi hasil tanaman
tanah berpasir; tanah dengan pelapukan       padi. Aplikasinya harus berimbang agar
tinggi, asam, dan bertekstur kasar; tanah    terjamin pertumbuhan tanaman yang
yang terbentuk dari serpentin dan laterik;   sehat dan produktif. Gejala kahat Fe
dan tercuci, tanah sulfat masam tua          ditunjukkan adanya gajala antartulang
dengan konsentarsi K, Mg, dan Ca             daun menguning, daun yang muncul
rendah.                                      mengalami klorosis. Seluruh daun dan
     Bila kahat Zn nampak di lapang,         bagian tanaman menguning (khlorotik).
berikan 10-25 kg ZnSO4.H2O atau 20-40        Produksi bahan kering dan hasil menurun.
kg ZnSO4.7H2O per ha pada permukaan          Kahat Fe tidak dijumpai pada sawah
tanah, atau celupkan akar bibit padi         tergenang yang sedikit asam, namun
dalam 2-4% larutan ZnO sebelum               banyak dijumpai pada sawah dengan
transplanting (20-40 g ZnO/lt air).          tekstur tanah berpasir, kalkareous dan
Tanaman dapat pulih dari kahat Zn bila       bereaksi alkalin. Kahat Fe sering dijumpai
sawah didrainasi– kondisi kering             pada lahan kering dengan tanah bereaksi
meningkatkan ketersediaan Zn. Tanaman        netral, kalkareous dan alkalin (basa).
hanya memerlukan sekitar 0,05 kg Zn/ha       Kahat Fe sangat sulit diatasi dan mahal
(jerami+gabah) per ton hasil gabah,          untuk dikoreksi. Pemberian pada tanah
namun lebih banyak pupuk Zn harus            memerlukan 100-300 kg/ha fero sulfat
diberikan karena begitu diberikan Zn tidak   (sulfat besi). Pemberian melalui daun, 2-3
selalu tersedia bagi tanaman.                % larutan fero sulfat atau 100 l/ha Fe
     Berikan pupuk Zn pada permukaan         chelate 2-3 dalam selang waktu 2 minggu
tanah setelah pelumpuran terakhir dan        dimulai pada fase anakan. Tanaman
perataan lahan atau berikan Zn pada          memerlukan sekitar 0,5 kg/ha Fe (jerami
bedeng persemaian 7-8 hari sebelum bibit     dan biji/gabah) untuk setiap ton hasil
dicabut. Pengaruh pemberian Zn berlaku       gabah, namun setelah aplikasi Fe tidak
sampai 2-5 musim tanam pada semua            tersedia bebas bagi tanaman.
jenis tanah kecuali tanah alkalin. Pada              Pada waktu aplikasi, berikan solid
                                             fero sulfat (FeSO4) di sebelah barisan

                                                                                   184
tanaman padi dengan dosis 100 kg/ha.          adalah untuk menutupi kekurangan air
Dua sampai tiga aplikasi 2-3 % larutan        tanah yang telah ada pada saat yang
FeSO4 melalui daun atau chelate besi          diperlukan dan dalam jumlah yang cukup.
pada selang waktu 2 minggu pada fase          Oleh karena itu untuk merancang irigasi
anakan. Pupuk Fe yang biasa digunakan         diperlukan data hidrologi, meteorologi,
adalah larutan fero sulfat (20-30% Fe),       dan pengelolaan air yang mantap.
fero amonium sulfat (14% Fe), dan                 Keguanaan air irigasi adalah untuk
chelate besi (5-14%).                         mempermudah        pengolahan     tanah,
    Kahat Fe memiliki gejala tulang daun      mengatur suhu tanah dan iklim mikro,
menguning. Keracunan Fe ditunjukkan           membersihkan tanah dari kotoran, kadar
adanya bercak coklat kecil pada daun.         unsur-unsur racun, dan garam serta asam
                                              yang berlebihan, menekan pertumbuhan
5.6     Pengairan                             gulma, hama dan penyakit tanaman.
      Air merupakan bahan yang sangat
vital      bagi    kebidupan       tanaman.   5..7.2. Fungsi Air bagi tanaman
Kekurangan         air      menga-kibatkan          Fungsi air bagai tanaman adalah : (a)
terganggunya perkem-bangan morfologi          bagian dari protoplasma, bisanya air
dan proses fisiologi tanaman. Masalah         membentuk 85% sampai 90% dai berat
kekurangan air timbul akibat siklus           keseluruhan dari bagiaan hijau tanaman
hidrologi di alam yang tidak merata.          (jaringan yang sedang tumbuh), (b)
Sebagai tindak lanjut-nya, lahirlah           reagen yang penting dalam proses
pemikiran untuk memenuhi kekurangan           fotosintesa dan dalam proses hidrolitik
air yang sering terjadi. Salah satu ilmu      seperti perubahan pati menjadi gula; (c)
yang mengkaji dan membahas masalah            pelarut garam, gas dan berbagai material
air bagi pertanian adalah ilmu irigasi.       yang bergerak ke dalam tanaman melalui
      Irigasi berarti berarti memberi air     dinding sel, dan jaringan xilem ke dalam
padata tanaman untuk memenuhi                 tanaman, melalui dinding sel dan jaringan
kebutuhan air bagi pertumbuhannya.            xilem     serta     menjamin     kesinam-
Kebutuhan air tanaman sama dengan             bungannya; (d) sesuatu yang esensial
kehilangan air per satuan luas yang           untukmenjamin         adanya     turgiditas
diakibatkan oleh kanopi tanaman               pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun,
ditambah dengan hilangnya air melalui         proses membuka dan menutupnya mulut
penguapan permukaan tanah pada                daun, kelangsungan gerak, struktur
luasan tertentu.        Dengan demikian       tanaman.
kebuhtuhan air tanaman ditentukan
dengan menghitung besarnya penguapan          5.7.3. Kebutuhan air bagi tanaman
(evaporasi) permukaan tanah dan                    Kebutuhan air tanaman dinyatakan
penguapan kebutuhan air secara tepat.         sebagai jumlah satuan air yang diserap
Banyak faktor yang perlu mendapat             per satuan berat kering yang dibentuk
perhatian, terutama faktor meteorologi        atau banyaknya air yang diperlukan untuk
dan faktor hidrologi yang berhubungan         menghasilkan satu satuan berat kering
langsung dengan jumlah dan efisiensi          tnaman. Selama pertumbuhan tanaman
irigasi.                                      terus menerus mengisap air dari tanah
      Kegiatan-kegiatan irigasi meliputi      dan     mengelarkannhya       pada     sat
penampungan air, penyaluran air ke            transpirasi. Kehilangan air pada tanaman
lahan, dan pembuangan kelebihan air           dapat terjadi melalui (a) transpirasi, (b)
serta menjaga kontinyuitas air. Pada          akibat sampingan fiksasi karbon dioksida
prinsipnya air irigasi yang ditambahkan       dalam pemecahan karbon dan oksifgen.

                                                                                    185
Dalam tanah air berada di antara rongga-      pembuluh kapiler tanah makin tinggi pula
rongga tanah dan terikat oleh butir tanah     gerakan air ke atas.
dengan kekuatan yang ditentukan oleh                  Efisiensi    penggunaan      air
banyaknya air yang dikandung oleh tanah       meningkat dengan kesuburan tanah.
tersebut atau besarnya gaya untuk             Akibat semakin subur tanah, semakin
memisahkan air dari partikel tanah.           banyak air yang diperlukan, karena
     Tanah       yang     terlalu   banyak    absorpsi hara berjalan dengan kecepatan
mengandung           air       menyebabkan    tinggi.
berkurangnya udara dalam tanah.
Keadaan air dalam tanah yang terbaik          5.7 Air Tanah
adalah pada saat kapasitas lapang. Titik      5.7.2 Peran Utama
batas yang paling kritis terhadap air
disebut titik layu permanen, yaitu pada            Air merupakan komponen utama
saat kondisi air dalam tanah tidak lagi       tubuh tanaman, bahkan hampir 90% sel-
tersedia bagi tanaman dan tanaman mulai       sel tanaman dan mikrobia terdiri dari air.
layu secara permanen.                         Air yang diserap tanaman di samping
     Kehilangan       air    pada     tanah   berfungsi sebagai komponen sel-selnya,
dipengaruhi oleh: bentuk tajuk tanaman        juga berfungsi sebagai media reaksi pada
(kanopi), Fase pertumbuhan, kelembaban        hampir seluruh proses metabolismenya
tanah, dan jenis tanaman                      yang apabila telah terpakai diuapkan
     Kemampuan            tanah       untuk   melalui mekanisme transpirasi, yang
mempertahankan air tergantung pada            bersama-sama dengan penguapan dari
teksttur tanah. Tanah pasir mempunyai         tanah sekitarnya (evaporasi) disebut
kemampuan mempertahankan air yang             evapo-transpirasi. Dalam memproduksi
lebih lemah daripada tanah liat.              biomass sangat banyak dibutuhkan air,
Kemampuan          tanah      pasir   untuk   tergantung pada jenis tanaman, biasanya
memegang air dapat ditambah dengan            untuk setiap kg bobot kering biomass
bahan organik. Air yang tertinggal dalam      yang diproduksi akan ditranspirasikan air
tanah yang tidak tersedia bagi tanaman        sebanyak 500 kg (nisbah transpirasi 500).
dikenal sebagai air higroskopis dan air       Oleh karena itu, apabila dalam sehektar
yang terikat secara kimia (Gambar hal         tanam tanaman memproduksi biomas
19). Air higroskopis dipegang erat oleh       sebanyak 10 ton (4 ton gabah + 6 ton
partikel-partikel tanah sehingga sulit        jerami), maka selama juta ton air atau 5
diserap tanaman.                              juta m3 , apabila umur tanaman ini adalah
     Gerakan air dalam tanah dipengaruhi      100 hari berarti setiap hari akan
oleh gradien hidrolik, gravitasi, struktur    ditranspirasikan sebanyak 50 ton/ha
tanah, tekstur tanah, jumlah air. Air         (setara dengan 10 mobil tanki
kapiler bergerak melawan gravitasi bumi       berkapsitas-angkut 5 ton).
karena gaya kapileritasnya lebih besar              Air merupakan komponen penting
dari gravitasi bumi.           Hal tersebut   dalam tanah yang dapat menguntungkan
disebabkan karena jumlah air yang             dan kadangkala merugikan. Secara garis-
berbeda dalam romgga antar partikel           besar      peran    air    tanah      yang
belum melampaui batas kemampuan               menguntungkan meliputi : (1). Sebagai
partikel tanah tersebut untuk memegang        pelarut dan pembawa ion-ion hara dari
air. Ketinggian air dapat dicapai oleh air    rhizosfer ke dalam akar kemudian ke
yang berbanding terbalik dengan diameter      daun. (2). Sebagai sarana transportasi
pembuluh kapiler. Jadi semakin halus          dan pendistribusian nutrisi jadi dari daun
                                              keseluruh bagian tanaman. (3). Sebagai

                                                                                   186
komponen        kunci     dalam    proses    1984).secara keseluruhan dari total air
fotosintesis, asimilasi, sintesis maupun     dunia hanya 2,792% air tawar dan
respirasi tanaman. (4). Sebagai agen         0,005% diantaranya adalah air tanah.
pemicu pelapukan bahan induk,                     Kadar air tanah (water storage)
perkembangan tanah dan diferensial           merupakan selisih masuka air (water
horizon. (5). Sebagai pelarut dan pemicu     gain) dari presipitasi (meliputi hujan, salju,
reaksi kimiawi penyediaan unsur hara         kabut) yang menginfiltrasi tanah ditambah
tidak tersedia menjadi tersedia bagi         hasil kondensasi (oleh tanaman dan
tanaman.       (6).     Sebagai penopang     tanah) dan adsorpsi           (oleh tanah)
aktivitas mikrobia dalam merombak unsur      dikurangi air yang hilang (water loss)
hara tak tersedia menjadi tersedia bagi      lewat        evapo-transpirasi,         aliran
tanaman.       (7).     Sebagai pembawa      permukaan, perkolasi dan rembesan
oksigen terlarut ke dalam tanah. (8).        lateral, yang secara umum disebut
Sebagai stabilisator temperatur tanah,       sebagai persamaan air – tanah:
dan (9). Mempermudah pengolahan
tanah. (10). Dipersawahan, genangan air      KAT=masukan air – kehilangan air
akan menghambat pertumbuhan gulma
dan sebagai sarana pemupukan lewat air       KAT adalah Kadar Air Tanah
irigasi ( pugasi), dan (11). Sebagai
pelarut pupuk dan pestisida                        Oleh karena itu fluktuasi kadar air
     Peran yang merugikan antara lain        tanah periodikal, tergantung pada
adalah (1). Sebagai pemicu rusaknya          keseimbangan masukan dan kehilangan
tanah, misalnya melalui erosi’        (2).   air tersebut.
Sebagai pemicu perubahan horizon                   Siklus air tanah merupakan proses
melalui         pelindian       komponen-    mekanika perubahan air, baik berupa (1).
komponennya. (3). Sebagai pemicu             Perubahan fase yaitu, dari fase cair ke
kemiskinan tanah melalui pelindian hara,     fase padat atau fase gas, maupun. (2).
dan (4). Tanah yang jenuh dengan air         Perubahan situs (lokasi), yaitu dari air
dapat menyebabkan terhambatnya aliran        tanah menjadi air tanah menjadi air
udara ke dalam tanah, sehingga               tanaman atau air hujan (atmosfer), air
mengganggu respirasi dan serapan hara        aliran (sungai) dan kembali ke situs air
oleh akar, serta aktivitas mikrobia yang     tanah, dan (3). Perubahan status, yaitu
menguntungkan.                               dari bentuk tidak tersedia (terikat kuat
     Oleh karena itu, manfaat air tanah      oleh tanah) menjadi tersedia bagi
bagi tetanaman tergantung pada               tanaman atau sebaliknya.           Ketiga
kemampuan kita dalam meningkatkan            perubahan ini terjadi dalam sistem tanah-
peran yang menguntungkan dan                 air-tetanaman-atmosfer yang melibatkan
menekan peran yang merugikan tersebut.       tiga mekanisme utama, yaitu : (a).
                                             Retensi dan pergerakan air di dalam
5.8.3. Proporsi dan Siklus Air Tanah         tanah. (b). Penyerapan (uptake) dan
     Air di dunia 97,2 % berupa lautan dan   translokasi air didalam tubuh tanaman,
2,8% terdiri dari lembaran es dan gletser    dan           (c).      Penguapan      air
(2,15%), air artesis ( 0,62%) dan air        (evapotranspirasi) ke atmosfer.
lainnya (0,03%). Air lainnya ini meliputi
danau tawar (0,009%),danau air asin
(0,008%), air tanah (0,005%), air atmosfer
*hujan dan kabut) (0,001%) dan air sungai
(0,0001%) (Strahler dan Strahler cit.Foth,

                                                                                      187
5.8.4. Koefisien dan ketersediaan Air
Tanah                                            Koefisien Air tanah merupakan
                                            koefesien yang menunjukan potensi
     Air ditahan di dalam sel akar oleh     ketersediaan air tanah untuk mensuplai
adanya gaya-jerap dan gaya-osmotik. Sel     kebutuhan tanaman (Tabel 3.12), terdiri
tanaman terdiri dari : (1). Dinding sel     dari :
yang tegar dan tetapi dapat mengembang      (1) Jenuh atau retensi maksimum, yaitu
secara elastis. (2). Protoplasma yang              kondisi di mana seluruh ruang pori
berupa selaput semipermeabel sehingga              tanah terisi. Pada kondisi ini
dapat dilewati air secara bebas, tetapi            tegangan pada permuakaan lapisan
tidak bebas dilewati aliran bahan-bahan            air hampir 0 - <1/3 atm. Sehinngga
larut dan koloidal, dan (3). Vakuola yang          air ini terutama yang mengisi pori-
berisi cairan sel kaya bahan larut dan             pori makro segera turun ke bawah
koloidal.                                          tertarik oleh gaya gravitasi. Air
     Adanya bahan-bahan larut dan                  kondisi jenuh ini disebut air bebas
koloidal dalam vakuola ini mengurangi              atau air Gravitasi atau air drainase
aktivitas air di dalam sel, yang                   atau air berlebihan (lihat gambar
pengaruhnya makin besar selaras dengan             3.7), mudah hilang dan bergerak
pertambahan kadarnya, gaya yang timbul             relatif cepat sehingga dapat melindi
ini disebut potensial bahan larut (PI).            (leaching) unsur-unsur hara yang
Gaya yang menyebabkan air diluar                   dilaluinya. Pada kondisi tanah
selaput protoplasma akan mengalir                  berdrainase buruk atau suplai
kedalam sel lebih cepat ketimbang difusi           berlebihan (banjir atau tergenang
bahan larut ke luar          protoplasma.          pada periode lama akan berdampak
Kemudian apabila yang menyerap air                 buruk terhadap aerasi tanah
adalah bahan kolodial dalam sel atau               sehingga respirasi akar, dan
koloid proplasma, maka gaya ini disebut            aktivitas mikrobia aerobik seperti
potensial matrix (Pm), gabungan                    bakteri amonifikasi dan nitrifikasi
keduanya disebut potensial osmotik (Po).           akan terhenti sama sekali.
Tekanan yang menyertai penyerapan air       (2) Kapsitas lapangan (field capacity)
oleh sel disebut turgor atau potensial             adalah kondisi di mana tebal
tekanan (Pt). Potensial inilah yang                lapisan air dalam pori-pori tanah
mendorong air ke luar sel sebagai akibat           mulai menipis, sehingga tegangan
terjadi penggelembungan sel. Apabila air           antarair-udara meningkat hingga
masuk kedalam sel, volume sel                      lebih lebih besar dari gaya gravitasi,
bertambah dan protoplasma terdesak                 air gravitasi (pori-pori makro) habis
kedinding sel, yang karena elastis jadi            dan air tersedia (pada pori-pori
mengembang.            Makin        besar          meso dan mikro) bagi tanaman
penggelembungan makin besar pula                   dalam keadaan optimum. Kondisi ini
tekanan yang bekerja terhadap air sel              terjadi pada tegangan permukaan
dan, tekanan turgor juga meningkat                 lapisan air sekitar 1/3 atm atau pF
selaras dengan kenaikan tekanan in,                2,54.
sehingga aliran air ke dalam sel menurun    (3) Koefisien layu (titik kayu permanen
berbanding terbalik dengan kenaikan                atau titik kelembaban kritis) adalah
tekanan turgor, dan akan berhenti sama             kondisi kadar air tanah yang
sekali apabila :                                   ketersediaannya       sudah      lebih
                                                   rendah       ketimbang     kebutuhan
    Pa = Pt + Pl + Pm + = Pt + Po = 0              tanaman untuk aktifitas dan

                                                                                    188
      mempertahankan               turgornya,
      sehingga tanaman mrnjadi layu             5.8.5. Faktor-faktor Ketersediaan
      secara permanen atau tak dapat                 Air tanah. Kadar dan ketersediaan air
      pulih lagi. Hal ini merupakan akibat      tanah sebenarnya pada setiap koefesien
      terbatasnya suplai air/hujan pada         ini umumnya bervariasi terutama
      absorpsi (penyerapan) air oleh            tergantung pada :
      tanaman dan avaporasi terus               (1) Tekstur tanah. Kadar air tanah
      terjadi. Pada kondisi ini air yang             bertekstur liat > lempung > pasir,
      tersisa hanya air adhesi dan terikat           misalnya pada tegangan 1/3 atm
      kuat oleh gaya matrik tanah, yaitu             (kapasitas lapangan), kadar air tanah
      pada tegangan sekitar 15 atm.                  pada masing-masingnya adalah
(4) Koefisien         Higroskopis      adalah        sekitar 55%, 40% dan 15%. Hal ini
      kondisi dimana air tanah terikat               terkait dengan pengaruh tekstur
      sangat kuat Oleh gaya matrik tanah,            terhadap proporsi bahan kolodial,
      yaitu pada tegangan minimal 3 atm.             ruang pori dan luas permukaan
      Air yang tersisanya adalah air                 adsortif, yang makin halus teksturnya
      adhesi, yaitu air yang langsung                akan makin banyak sehingga makin
      terjerap ke bahan padat tanah,                 besar kapasitas-simpan airnya. Hasil-
      berbentuk kristal dan tidak tersedia           hasilnya berupa peningkatan kadar
      bagi tanaman.                                  dan ketersediaan air tanah. Kadar air
      Air tanah yang mempunyai                       tersedia berdasarkan tekstur tanah
      tegangan antara 1/3 atm – 31 atm               tertera pada gambar 3.9
      (antara kapasitas lapangan hingga         (2) Kadar bahan organik tanah (BOT).
      koefisien higroskopis) disebut air             BOT mempunyai pori-pori mikro yang
      kapiller, terdiri atas air kohesi pada         jauh lebih baik ketimbang partikel
      pori-pori meso dan mikro serta                 mineral tanah, yang berarti luas
      sedikit      pada      pori      makro.        permukaan penyerap (kapasitas
      Pergerakannya lambat dan terjadi               simpan) air juga lebih banyak,
      melalui penyesuaian terhadap                   sehingga makin tinggi kadar BOT
      keketebalan lapisan air, berfungsi             akan makin kadar dan ketersediaan
      sebagai larutan tanah dan                      air tanah.
      sebagiannya.                              (3) Senyawa kimiawi. Garam-garam
     Air tersedia (air yang dapat diserap            senyawa-pupuk/amelioran
langsung tanaman) adalah air yang                    (pembenah tanah) baik alamiah
ditahan tanah pada kondisi kapasitas                 maupun nonalamiah mampunyai
lapangan hingga koefisien layu, namun                gaya osmotik yang dapat menarik
makin mendekati koefisien layu tingkat               dan menghidrolis air, sehingga
ketersediaannya makin rendah. Oleh                   koefesien       layu      meningkat.
karena itu untuk menjamin tercukupinya               Konsekuensinya, makin banyak
kebutuhan tanaman, suplai air harus                  senyawa kimiawi dan ketersediaan
diberikan apabila 50 – 85% air tersedia ini          air tanah menurun;
telah habis terpakai. Air yang ditahan               (4) Kedalaman solum/lapisan tanah
diatas koefisien layu merupakan air tak         menentukan volume simpan air Tanah.,
tersedia, terdiri dari sebagian air kapiler     makin dalam makin besar, sehingga
(air adhesi dan sedikit air kohesi) dan         kadar dan ketersediaan air juga makin
seluruh air hidroskopis (air kristal).          banyak. Kedalaman solum/lapisan ini
                                                sangat penting bagi tetanaman berakar
                                                tunggang dan dalam.

                                                                                     189
     Disamping faktor tanah ini, faktor        tumpukan         rumput-rumput        untuk
iklim dan tanaman juga menentukan              menghindari kebocoroan air ke bawah.
kadar dan ketersediaan air tanah. Faktor       Dalam sistem leb harus cukup waktu
iklim yang berpengaruh meliputi curah          untuk membiarkan air menutupi seluruh
hujan, temperatur dan kecepatan angin,         permukaan dan cukup waktu bagi air
yang prinsipnya terkait dengan suplai air      untuk masuk ke dalam tanah, agar lama
dan evotranspirasi. Faktor tanaman yang        tinggal di atas parit sehingga dapat
berpengaruh meliputi bentuk dan                mensuplai air untuk akar tanaman.
kedalaman perakaran, toleransi terhadap        Dalam hal ini harus dibuat parit
kekeringan, serta tingkat dan stadia           pembuangan air, untuk mengalir-kan
pertumbuhan, yang pada prinsipnya              kelebihan air sesudah kapasitas lapang
terkait dengan kebutuhan air tanaman           lahan tersebut tercapai.             Irigasi
                                               permukaan biasa diberikan kepada
5.8.6. Teknik pengairan                        tanaman yang menutup rata tanah seperti
      Dalam       hubungannya       dengan     padi dan padang rumput.
produksi tanaman, air harus dikelola                Untuk tanaman berbaris digunakan
secara baik dan ekonomis. Pengelolaan          sistem leb-furrow irrigation, sedangkan
air meliputi (1) irigasi, (2) drainase, (3)    untuk tanaman yang rata menutup tanah
konservasi. Irigasi adalah penambahan          digunakan sistem leb-flood irrigation dan
suplemen air. Penggunaan irigasi telah         contour irrigation.
dilakukan sejak jaman kuno. Jenis irigasi           Irigasi siraman telah dikenal di
meliputi (1) irigasi permukaan, di mana air    negara-negara maju. Tehnik ini telah
didistribusikan melalui permukaan tanah;       banyak dilakukan dengan menggunakan
(2) irigasi penyiraman, yaitu pemberian air    pipa-pia otomatis. Di Indonesia, belum
melalui pipa bertekanan; (3) irigasi eniter    banyak dilakukan kecuali untuk padang
berupa sprinkler, spitter dn dripper, yaitu    rumput golf. Tetapi tehnik irigasi siraman
mendistribusikan air ke bawah permukaan        sederhana yang dilakukan oleh para
tanah untuk memberi kelembaban kepada          petani adalah dengan menggunakan
tanaman lewat gaya kapiler ke atas.            gayung atau gembor atau ujung pipa
Masing-masing sistem sesuai dengan             plastik. Keuntungan tehnik irigasi siraman
sistem budidaya tertentu.                      adalah lebih seragam dan tepat untuk
      Untuk tujuan pertanian, air diukur       setiap jenis tanah dan tanaman. Masalah
dengan istilah volume dan kecepatan            yang ditimbulkan dari tehnik ini relatif
mengalir. Volume diberikan dalam satuan        kecil, tidak ada erosi, air dapat lebih
galon, kaki kubik, hektar-cm, dan lain-lain.   ekonomis dibanding sistem leb. Pupuk
Satu hektar-cm dari air adalah jumlah air      dapat diberikan bersama air siraman.
yang akan menutupi satu hektar tanah           Kerugian sistem siram adalah mahalnya
sedalam cm dan kira-kira sebanyak 100          peralatan pada investasi awal dan air
m3 atau 100.000 liter. Kecepatan air           harus selalu bersih.        Tehnik irigasi
mengalir dinyatakan dalam liter/detik,         siraman       dengan      tangan       akan
liter/menit,       hektar-cm/hari       dan    mengakibatkan biaya tenaga yang sangat
sebagainya.                                    tinggi.
      Irigasi permukaan adalah cara yang               Tehnik pengairan drainase adalah
paling umum dikenal di Indonesia, yaitu        menyiapkan bedengan, guludan, pada
sistem leb dari sawah. Air dibawa lewat        saat persiapan lahan. Hal ini dilakukan
parit-parit agak datar dengan kecepatan        sebagai upaya untuk membuang
rendah untuk menghindari erosi. Parit          kelebihan air.      Kaang-kadang pada
dapat diaspal, disemen, diberi plastik atau

                                                                                      190
daerah lembab perlu pipa drainase yang        akibat pemangkasan yang tidak tepat.
dibenamkan dalam tanah.                       Jika cabang permanen perlu diperpendek,
                                              maka potonglah cabang atau tunas
5.9. Pemangkasan (prunning)                   lateral. Pemotongan dilakukan pada
5.9.1. Pemangkasan tanaman muda               internodal atau pemotongan dibuat di
         Pemangkasan penting dalam            antara tunas atau cabang dapat
rangkan mengembangkan tanaman                 menyebabkan       batang membusuk,
dengan struktur yang kokok dan bentuk         gangguan produksi dan pertumbuhan
yang diinginkan. Ada beberapa prinsip         yang menyimpang.
sederhana yang harus dimengerti dalam
melakukan pemangkasan tanaman muda.                Perlengkapan
Pertama, setikap potongan          memiliki        Pemangkasan
potensi       mengubah        pertumbuhan            Untuk tananam berukuran kecil,
tanaman.          Kedua, karena tehnik        sebahagian besar pemotongan dapat
pemangkasan yang tepat adalah penting,        dilakukan dengan gunting atau pisau.
maka pemangkasan yang buruk dapat             Untuk pemotongan batang lebih dari 0.5
menyebabkan kerusakan             tanaman     inci     harus menggunakan gunting
bahkan           dapat       menyebabkan      bertangkai atau gergaji pangkas.
kematiannya.            Ketiga,     proses
penyembuhan pada tanaman tidak seperti            Memperoleh strutur percabangan
halnya pada manusia. Ketika tanaman               yang kokok
mengalami luka (atau dilukai) tanaman             Struktur cabang primer yang baik
tersebut harus tetap tumbuh dan luka          dapat dibentuk selagi tnaman masih
tersebut akan tetap ada. Keempat,             muda. Percabangan yang berjenjang
adanya suatu aturan bahwa potongan            memberikan bentuk tanaman yang sudah
yang kecil menghasilkan kerusakan yang        dewasa dan      memberikan perlakuan
kecil pula. Hal ini yang menyebabkan          pemangkasan yang tepat terhadap
mengapa pemangkasan yang tepat pada           tanaman yang masih muda dapat
tanaman muda           menjadi kritis dan     mengembangkan struktur yang kokoh.
penting.        Dengan demikian, jika
pemangkasan pada waktu tanaman                     Perkembangan batang
sudah matang diperlukan pemotongan                 Pada sebahagian besar tanaman
yang lebih banyak dan akan menjadi lebih      muda, pertahankan batang tunggal yang
sulit dilakukan.                              dominan. Jangan lakukan pemangkasan
                                              pucuk yang dapat menyebabkan
     Membuat potongan                         munculnya dua batang utama yang
        Jika    pemotongan       dapat        disebut dengan cabang codominant
mengganggu respon tanaman terhadap            stems.     Hal ini akan mengakibatkan
pertumbuhan dan proses penutupan luka         kelemahan struktur batang, oleh karena
potongan, maka pemangkasan harus              itu sebaiknya dibuang saja selagi
dibuat di luar lingkar cabang (branch         tanaman masih muda. Cabang-cabang
collar). Hal ini karena pada bagian           lateral         akan     menyebabkan
tersebut terdapat jaringan batang atau        perkembangan struktur tanaman yang
induk cabang dan tanaman akan rusak           tegap, dan meruncing.            Perlu
potongan dilakukan di tempat tersebut.        dipertahankan beberapa cabang lateral
Dalam beberapa kasus, jika potongan           walaupun akan dipangkas kemudian.
cukup besar, maka tanaman dapat               Cabang-cabang seperti ini dinamakan
mengalami kerusakan internal permanen         cabang sementara yang berpera ndalam

                                                                                191
melindungi batang dari kerusakan akibat         Pemangkasan pohon yang baru
sinar matahari atak kerusakan mekanis.          ditanam
Cabang sementara ini dipertahankan              Pemangkasan terhadap tanman yang
cukup pendek agara tidak menghalangi        baru ditanam harus dibatasi. Buang
atau menjadi pesaing bagi cabang lateral    cabang yang mati atau patah, tunda
yang dipilih untuk dipertahankan.           pemangkasan untuk tahun berikutnya.
                                            Pohon yang tidak dipangkas pada awal
     Pemilihan cabang permanen              penanamannya akan menghasilkan akan
     Tingginya cabang permanen yang         yang lebih kuat dibandingkan tanaman
paling rendah ditentukan oleh fungsi yang   yang     dipangkas     pada     waktu
diharapkan serta lokasi tanaman pada        penanamannya.
lanskapnya.     Pohon yang digunakan
untuk menyaring pandangan yang tidak             Membalut luka
diinginkan atau untuk penghadang angin           Membalut luka akibat pemotongan
dapat dibiarkan bercabang serendah          diperkirakan      akan    mempercepat
mungkin. Jarak antar cabang baik vertikal   penutupan luka, melindungi luka tersebut
maupun horizontal sangatlah penting.        dari serangga dan penyakit serta
Cabang yang dipilih sebagai cabang          mengurangi pembusukan.        Walaupun
permanen harus memiliki ruang yang          demikian,    penelitian   menunjukkann
cukup terhadap batangnya. Pertahankan       bahwa pembalutan tidak mengurangi
keseimbangan radial dengan cabang-          pembusukan atau kecebatan penutupan
cabang yang tumbuh keluar untuk segala      luka dan jarang sekali dapat melindungi
arah.                                       luka terhadap serangan serangga atau
         Beberapa      pohon     memiliki   infeksi penyakit. Sebahagian besar ahli
kecenderungan perkembangan cabang           menyarankan pembalutan luka tidak
dengan sudut percabangan yang kecil.        dilakukan. Jika harus dilakukan atau
Ketika tanaman tersebut tumbuh, maka        untuk tujuan keindahan, maka gunakan
akan terdapat lipatan-lipatan kulit yang    kain yang tipis dari bahan yang tidak
nantinya akan menggangu percabangan         mengandung racun terhadap tanaman.
pada batang utama. Pemangkasan harus
dilakukan terhadap cabang-cabang yang       5.9.2.   Pemangkasan tanaman yang
memiliki penempelan yang lemah selagi                  sudah tua
cabang tersebut masih muda.                      Pemangkasan       paling    umum
   Hindari adanya pengelompokan daun        dilakukan untuk tujuan mempertahankan
pada percabangan di dalam. Karena           bentuk tanaman. Walaupun banyak
daun pada setiap cabang/ranting perlu       pepohonan hutan tumbung dengan
menghasilkan makanan yang cukup untuk       sangat baik, akan tetapi tnaman
kehidupan dan pertumbuhan pohon maka        pekarangan memerlukan kehati-hatian
setiap cabang harus memberikan              yang lebih tinggi. Pemangkasan harus
sumbangan makanan kepada batang dan         dilakukan      dengan       pemahaman
akar. Jika terlalu banyak daun yang         bagaimana repon tanaman terhadap
dibuang makan pohon akan mengalami          pemotongan        bagian      tubuhnya.
“kelaparan”, penurunan pertumbuhan dan      Pemangkasan yang tidak tepat dapat
menjadi tidak sehat.                        menyebabkan kersukanan yang akanb
                                            mengantarkan kepada kematian pohon.




                                                                               192
     Alasan melakukan pemangkasan
     Karena setiap pemotongan akan                 Peningkatan tajuk
berpotensi mengubah       pertumbuhan      Membuang cabang-cabang yang rendah
pohon, maka seharunya jangan ada           dengan tujuan untuk memberikan kesan
cabnag yang dibuang tanpa malasan          bersih
yang kuat. Alasan yang umum bagai
pemangkasan adallah membuang cabang               Mengurangi tajuk
yang mati, membuang dahan yang terlalu     Mengurangi ukuran ranaman dengan cara
banyak dan menghilangkan resiko            mengurangi ketinggian dan lebar tajuk.
bahaya. Pohon dapat dipangkas untuk
tujuan meningkatkan penetrasi cahaya       5.10. Organisma Pengganggu
dan udara ke bagian dalam dari tajuknya,   Tumbuhan (Opt)
atau ke bagian bawah lanskap. Dalam
banyak kasus, tanman yang sudah tua        Menurut PP Nomor 6 tahun 2005 tentang
dipangkas sebagai tindakan korektif atau   Perlindungan     Tanaman,       terdapat
tindakan preventif.                        beberapa diskripsi diantaranya adalah
     Penipisan percabangan secara rutin    perlindungan tanaman dilaksanakan pada
tidak cukup memperbaiki kesehatan          masa pra tanam, masa pertumbuhan
pohon. Pohon akan menghasilkan tajuk       tanaman, dan atau masa pasca panen.
yang padat dengan daun untuk               Perlindungan tanaman pada masa pra
menghasilkan gula yang digunakan           tanam dilaksanakan sejak penyiapan
sebagai enerji untuk pertumbuhan dan       lahan atau media tumbuh lainnya sampai
perkembangnnya. Pembuangan daun            dengan penanaman.          Perlindungan
melalui pemangkasan dapat mengurangi       tanaman pada masa pertumbuhan
pertumbuhan dan simpanan enerji.           tanaman dilaksanakan sejak penanaman
Pemangkasan secara besar-besaran           sampai dengan panen.       Perlindungan
akan mengakibatkan pohon menjadi           tanaman pada masa pasca panen
stress                                     dilaksanakan sejak sesudah panen
                                           sampai dengan hasilnya siap dipasarkan.
         Waktu pemangkasan
     Sebahagian besar pemangkasan          Perlindungan tanaman dilaksanakan
rutin adalah membuang dahan yang           melalui sistem pengendalian hama
lemah atau mati, dimana pemangkasan        terpadu yaitu dengan cara:
dapat dilakukan setiap saat selama tidak            Pencegahan           masuknya
berakibat buruk terhadap pohon.                     organisme          pengganggu
                                                    tumbuhan      kedalam      dan
    Tehnik pemangkasan dan                          tersebarnya dari suatu area ke
    pembersihan tajuk                               area lain di dalam wilayah
    Tehnik ini adalah membuang cabang               negara Republik Indonesia;
yang mati, cabang yang berpenyakit,                 Pengendalian         organisme
membuang cabang lemah dan cabang                    pengganggu tumbuhan;
yang memiliki kemampuan tumbuh                      Eradikasi            organisme
rendah.                                             pengganggu tumbuhan;

        Penipisan tajuk                    Perlindungan tanaman dilaksakan dengan
Tindakan selektif membuang cabang          menggunakan sarana dan cara yang tidak
untuk meningkatkan penetrasi cahaya        mengganggu kesehatan dan atau
dan pergerakan udara di daerah tajuk       mengancam keselamatan manusia,

                                                                              193
menimbulkan gangguan dan kerusakan           dan mamalia.        Pengganggu dapat
sumber daya alam dan atau lingkungan         dikelompokkan dalam beberapa istilah
hidup.                                       yang lebih luas, yaitu patogen, sebagai
     Pencegahan masuknya ke dalam            penyebab penyakit tanaman, hama,
atau tersebarnya organisme pengganggu        organisme yang merusak tanaman dan
umbuhan dari suatu area ke area lain di      gula, adalah tumbuhan yang merusak
dalam wilayah negara Replublik Indonesia     tanaman budidaya. Kerusakan yang
dilaksanakan dengan cara mengenakan          disebabkan oleh OPT mencapai 33%.
tindakan karantina pada setiap media              Anda pasti pernah melihat daun
pembawa        organisme      pengganggu     tanaman bolong, buah cabe dan tomat
tumbuhan karantina yang dimasukkan ke        yang busuk di pohonnya atau tanaman
dalam atau dikirim dari suatu area ke area   layu. Semua kerusakan tersebut
lain di dalam wilayah negara Republik        disebabkan oleh serangan hama dan
Indnesia. Pemasukan media pembawa            penyakit. Hama adalah kelompok hewan
organisme       pengganggu       tumbuhan    yang menyebabkan kerusakan pada
karantina baik berupa tumbuhan maupun        tumbuhan dan mengakibatkan kerugaian.
bagian-bagian tumbuhan ke dalam              Gambar di bawah ini menunjukkan
wilayah Negara Republik Indonesia wajib:     beberapa jenis hama yang biasa
         dilengkapi sertifikat kesehatan     menyerang tanaman.
         dari negara asal dan negara
         transit;
         dilakukan melalui tempat-tempat
         pemasukan         yang      telah
         ditetapkan;
         dilaporkan dan diserahkan
         kepada petugas karantina di
         tempat tempat pemasukan untuk
         keperluan tindakan karantina.

Pengiriman media pembawa organisme
pengganggu tumbuhan karantina baik                           Gambar 5.10.
berupa tumbuhan maupun bagian-bagian              Spodoptera sp adalah salah satu contoh
tumbuhan dari satu area lain di dalam                        hama tanaman
wilayah Negara Republik Indonesia wajib
o dilengkapi sertifikat kesehatan dari       a. Hama Tumbuhan
     area asal;
o dilakukan melalui tempat-tempat                  Hama tanaman adalah organisme
     pemasukan dan pengeluaran yang          pengganggu tanaman berupa serangga,
     telah ditetapkan;                       burung dan kelompok mamalia. Hama
o dilaporkan dan diserahkan kepada           dari ke-lompok serangga memegang
     petugas karantina ditempat-tempat       peranan penting karena jumlahnya cukup
     pemasukan dan pengeluaran untuk         banyak dan hampir 50% menjadi
     tindakan karantina.                     penganggu       kehidupan     manusia.
                                             Diperkirakan sebanyak 1500 species
     Organisme pengganggu tanaman            serangga yang menempati permukaan
(OPT) adalah semua makhluk hidup yang        bumi menjadi hama tanaman.
merusak tanaman, baik tu dari kelompok       Kerugian akibat hama tanaman antara
virus, bakteri, jamur, serangga, burung      lain,

                                                                                           194
         mengurangi hasil tanaman;                       yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
         mengurangi mutu atau kualitas                   Faktor internal (biotik) adalah segala
         hasil tanaman,                                  proses kehidupan dari tubuh serangga
         mempercepat terjadinya infeksi                  untuk        memacu         kehidupannya.
         penyakit pada tanaman;                          Sedangkan faktor eksternal adalah faktor
         menambah biaya produksi                         lingkungan yang langsung berpengaruh
         karena diperlukan adanya biaya                  ter-hadap kehidupannya, seperti suhu,
         untuk pengendalian hama.                        cahaya, kelembaban udara, faktor iklim
                                                         yang lain, faktor biologis dan gangguan
     Serangga merusak tanaman dengan                     manusia. Berikut ini adalah beberapa
cara memakan bagian tanaman, menisap                     contoh hama tanaman (Gambar 2).
cairan    dalam    jaringan    tanaman,                  Beberapa contoh hama yang sering
memamah       dan      menusuk     serta                 menyerang tanaman adalah tungau, Ulat
menumpang bertelur pada tanaman.                         Lepidoptera, Lalat diptera, Kepik
Bentuk kerusakan tanaman tergantung                      Hemiptera, Kutu Hompotera, Kumbang
pada tipe mulut serangga. Kehidupan                      Coleoptera dan mamalia (tikus, gajah,
serangga dikendalikan oleh dua faktor,                   dan babi hutan).



                   Beberapa Hama Tanaman




                                            Gambar 5.11.
  Beberapa contoh hama-hama tananaman yang sering merugikan petani dinataranya adalah ulat lepidoptera,
                                tikus, kumbang Coleoptera, dan gajah.

1). Hama Tungau                                          pesat dan membahayakan dalam
     Penyebab     :   Tungau     merah                   keadaan cuaca kering pada musim
(Oligonychus). Tungau ini berukuran 0,5                  kemarau.        Gangguan tungau pada
mm, hidup disepanjang tulang anak daun                   pesemaian        dapat   mengakibatkan
sambil mengisap cairan daun sehingga                     rusaknya bibit.
warna daun berubah menjadi mengkilat
berwarna bronz. Hama ini berkembang

                                                                                                    195
                                                              Gambar 5.14.
                 Gambar 5.12.                              Imago tungau merah.
  Gejala serangan tungau merah pada tanaman
                     jeruk.




                                                                Gambar 5.15.
                                                         Siklus hidup tungau merah

                                              Bila daun sudah habis, ulat juga
                                              memakan batang muda dekat sarangnya.
               Gambar 5. 13.
             Larva tungau merah               Pada kondisi demikian serangan hama
2). Ulat Lepidoptera                          sudah mulai menimbulkan kerugian ± 5 –
a). Sylepta sp. (Pyralidae; Lepidoptera)      10% sehingga perlu diwaspadai dan
Penggulung daun nilam dan pemakan             segera mengambil tindakan pencegahan.
daun lainnya. Hama ini meletakkan telur       Penyebaran tidak terlalu cepat dan
di atas permukaan daun. Setelah larva         tergantung pada populasi imago.
menetas warnanya transparan. Setelah
mulai memakan daun warna ulat hijau.
Ulat bergerombol memakan bagian atas
permukaan daun, sehingga bagian daun
yang dimakan kelihatan transparan.
Ketika ulat mulai agak dewasa, ulat
membuat       sarang      dengan      cara
menggulung daun yang agak muda dan
memakan daun dari sarang yang dibuat.
                                                               Gambar 5. 16.
                                              Imago (serangga dewasa) Sylepta sp.




                                                                                     196
                   Gambar 5. 17
              Siklus hidup Sylepta sp.

b). Ulat tritip/ ulat daun (Plutella
xylostella)
Ulat tritip memakan bagian bawah daun
sehingga tinggal epidermis bagian atas
saja. Ulatnya kecil kira-kira 5 mm
berwarna hijau. Jika diganggu akan
menjatuhkan diri dengan menggunakan                           Gambar 5. 19.
benang. Ulat ini cepat sekali kebal                       Siklus hidup Plutela sp.
terhadap satu jenis insektisida.




                                                             Gambar 5. 20.
                                                          Larva Crocidolomia sp
                  Gambar 5.18
                 Imago Plutela sp

c). Ulat krop/ jantung kubis (Crocidolomia
binotalis)
Sering menyerang titik tumbuh sehingga
disebut sebagai ulat jantung kubis.
Ulatnya kecil berwarna hijau lebih besar
dari ulat tritip, jika sudah besar garis-garis
coklat. Jika diganggu agak malas untuk
bergerak. Berbeda dengan ulat tritip yang
telurnya dietakkan secara menyebar, ulat                      Gambar 5.21.
jantung kubis meletakkan telurnya dalam                   Imago Crocidolomia sp.
satu kelompok.
                                                 d). Ulat grayak (Spodoptera litura)
                                                 Sering menyerang secara berkelompok
                                                 dan serangan sangat mendadak.
                                                                                     197
Serangan umumnya terjadi pada malam
hari sehingga disebut ulat gerayak atau
ulat tentara. Ulatnya berwarna hijau lebih
besar dari ulat kubis, jika sudah besar
garis-garis coklat.
Jika diganggu agak malas untuk
bergerak.

                                                             Gambar 5.24.
                                                            Larva Agrotis sp.




               Gambar 5. 22.
            Larva Spodotera sp.                              Gambar 5. 25.
                                                            Imago Agrotis sp.




                                                              Gambar 5.26.
                                                      Gejala serangan lalat diptera.
                Gambar 5.23
         Siklus hidup Spodoptera sp
                                             4) Kepik Hemiptera
                                             Kepik hemiptera adalah perusak polong.
e). Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
                                             Serangga merusak tanaman dengan cara
Ulat berwarna hitam. Gejala kerusakan
                                             mengisap cairan tanaman dengan jarum
yang ditimbulkan ialah terpotongnya
                                             stilet (alat pengisap yang dipunyai
tanaman kubis yang masih kecil.
                                             serangga). Serangga penggerek polong
Pengendalian dapat dilakukan dengan
                                             adalah Etiella zinchenella. Serangga
membongkar tanah secara berhati-hati
                                             pengisap polong adalah Riptortus linearis,
disekitar tanaman yang terpotong.
                                             dan kepik hijau Nezara viridulla.
3) Lalat Diptera
Lalat bibit adalah salah satu hama yang
dapat merusak bibit tanaman. Tanaman
yang umumnya diserang oleh lalat bibit
adalah leguminoceae. Beberapa lalat
bibit yang sering merugikan adalah lalat
kacang (Agromyza phaseoli), penggerek
pucuk kedelai (Agromyza dolichostigma),
penggerek          batang         kedelai
                                                            Gambar 5. 27.
(Melanagromyza sojae).                                Imago kepik Nezara viridula

                                                                                       198
                                       Gambar 5.28.
                                   Siklus hidup N.viridula



5)        Kumbang Coleoptera                        hanya menyebabkan daun dewasa rusak
Kumbang oryctes          adalah Oryctes             seperti terpotong gunting.
rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala
serangan dengan cara kumbang dewasa
masuk ke dalam titik tumbuh dan
memakan bagian yang lunak.          Bila
serangan mengenai titik tumbuh, tanaman
akan mati, tetapi bila makan bakal daun
hanya menyebabkan daun dewasa rusak
seperti terpotong gunting.

a). Kumbang Coleoptera
Kumbang oryctes          adalah Oryctes
rhinoceros. Hama ini menimbulkan gejala
serangan dengan cara kumbang dewasa
masuk ke dalam titik tumbuh dan
memakan bagian yang lunak.          Bila
serangan mengenai titik tumbuh, tanaman
akan mati, tetapi bila makan bakal daun                           Gambar 5.29.
                                                      Hama tanaman kelapa kumbang Oryctes sp


                                                                                           199
                                                tinggi maka tanaman akan menunjukkan
6) Mamalia                                      gejala kerusakan. Gejala ini dapat berupa
Hama yang termasuk mamalia (binatang            perubahan laju pertumbuhan, ukuran
menyusui) adalah babi hutan dan kera.           tanaman, warna daun, ketebalan daun,
Hama ini sangat merusak tanaman kelapa          warna batang, warna buah atau bunga,
sawit. Di beberapa daerah tertentu di           bentuk buah atau bunga dan lain-lain.
Sumatera, gajah sering menyebabkan                   Tanaman sakit adalah suatu kondisi
kerusakan yang serius pada tanaman              tanaman yang tidak wajar, sehingga
kelapa sawit muda. Selain itu juga tikus        proses kehidupan (metabolisme) tanaman
(rodentia) merupakan hama yang                  terganggu,      yang    pada      akhirnya
merusak (memakan) buah kelapa sawit             menimbulkan keruganian bagi petani.
yang sudah tua.                                 Penye-bab penyakit dapat disebarkan dari
                                                tanaman yang sakit atau dari bagian
                                                tanaman yang sakit tersebut ke tanaman
                                                sehat. Penyakit yang sering menginfeksi
                                                tanaman dapat berupa jamur, bakteri,
                                                virus dan fitoplasma. Penyebab penyakit
                                                atau patogen tersebut menyebabkan
                                                adanya gejala kerusakan pada bagian-
                                                bagian tanaman seperti pada akar,
                                                batang, daun, buah, bunga dan biji.
                                                Gejala serangan patogen tersebut
                                                dinamakan penyakit.
                                                     Gejala penyakit pada tanaman
                                                dikelompokkan sebagai berikut : Kerdil
                                                (pertumbuhan tanaman yang lamban
                                                secara menyeluruh); klorosis (perubahan
                                                jaringan tanaman dari hijau menjadi
                                                kekuningan); nekrosis (kematian jaringan
                                                tanaman/bercak         daun);         layu
                                                (terganggunya aliran air di dalam
                                                pembuluh          tanaman);        kanker
                                                (pertumbuhan bagian tanaman yang tidak
                                                wajar).
                    Gambar 5.30.                     Patogen tanaman dapat berupa
     Siklus hidup kumbang hama kepala Oryctes
                     rhinoceros                 jamur yaitu organisme yang umumnya
                                                berbentuk benang, dapat menghasilkan
b.   Penyakit tumbuhan                          spora. Intinya jelas dan dapat dilihat di
     Penyakit tanaman dikelompokkan             bawah mikroskop dengan pembesaran
menjadi dua. Yang pertama adalah                lensa 100-400 kali. Sedangkan bakteri
penyakit non infeksius dan yang ke dua          adalah mikro-organisme yang lebih kecil
adalah penyakit infeksius. Sejak benih          dari jamur, mempunyai sel tunggal atau
ditanam, fase vegetatif dan fase generatif      berkoloni, berbentuk seperti batang, koma
tanaman, semua kebutuhan hara                   atau rantai.
tanaman harus dicukupi. Jika tanaman                 Patogen yang lain adalah bakteri
mengalami kekurangan hara atau                  yaitu mikroba yang dapat dilihat dengan
kelebihan salah satu unsur hara atau pH         pembesaran 100-1600 kali dan harus
media tumbuh terlalu rendah atau terlalu        menggunakan minyak emersi.

                                                                                     200
                                              Media tumbuh tanam yang tiba-tiba
     Virus adalah mikroba yang hanya          mendapatkan suply air, aku-mulasi garam
mempunyai suatu selubung protein              pada daerah per-akaran merupakan
dengan asam nukleat yang dapat mempe-         gejala-gejala yang umum.          Usaha
ngaruhi kerja DNA sehingga proses             menghidar dari hal tersebut di atas akan
kehidupan tanaman terganggu.                  menimbulkan busuk buah.
     MLO     adalah    patogen      yang
merupakan peralihan dari virus ke bakteri.
Bentuk virus dan MLO hanya dapat dilihat
dengan      menggunakan       mikro-skop
elektron (pembesaran > 1 juta kali).
Patogen-patogen      tersebut      dapat
menyerang tanaman pada fase vegetatif
dan fase generatif.

1). Penyakit Non Infeksius
Faktor lingkungan yang tiba-tiba
beruabah, suply nutrisi yang tidak cocok,                      Gambar 5. 31
                                                    Gejala serangan penyakit pecah buah.
atau irigasi akan menyebabkan gejala
kerusakan fisiologi pada tanaman.
Beberapa tanaman budidaya lebih sensitif      (b). Penyakit Pecah Buah konsentris
tehadap perubahan-perubahan tersebut di           Belahan konsentris meling-kar yang
atas dibandingakn dengan varietas             terdapat pada seluruh permukaan buah
lainnya.                                      atau muncul dari tangkai buah biasanya
                                              disebabkan oleh tingginya suhu hari,
    Faktor lingkungan yang dapat              besarnya perbedaa suhu antara sian dan
menyebabkan kerusakan pada tanaman            malam dan perubahan tiba-tiba pada
antara lain:                                  siang dan suhu malan media
         Suhu ekstrim, kekurangan atau        pertumbuhan telah menjadi topik bagi
         kelebihan air.                       penelitian
         Kerusakan       atau     kelebihan
         cahaya.
         Kekurangan oksigen.
         Polusi udara.
         Defisiensi nutrisi.
         Keracunan mineral.
         Keasaman atau kebasaan tanah.
         Keracunan pestisida.
         Praktek penanaman yang salah                          Gambar 5.32.
                                                       Gejala penyakit buah konsentris
         dan lain sebagainya yang
         menyebabkan          pertumbuhan
                                              (c). Penyakit Belah Cekung
         tanaman tidak normal
                                              Belah yang umumnya keluar dari
                                              permukaan buah mulai dari bahu buah
(a). Penyakit Pecah Buah
                                              adalah akibat terdapatnya perbedaan
Pada permukaan bawah buah tomat
                                              tang nencocok antara mahasiswa.
,gejala terbakar, dan akibat akhirnya akan
                                              Perubahan suhu yang peralahan lahan
menimbulkan gejala bercak            kering
melingkar (Gambar ). Defisiensi calsium.

                                                                                           201
dimulai dari adanya ventilasi mencegah      kebersihan      ling-kungannya,   dan
terjadinya kejadian ini.                    mengadopsi praktek-praktek budidaya
                                            yang tepat seperti keseimbangan hara
                                            dapat mempertahankan tanaman tetap
                                            sehat. Kerusakan akibat hama dan
                                            penyakit akan berkurang. Selain itu
                                            dianjurkan agar memulai penanaman
                                            dengan menggunakan bibit yang sehat.
                                            Dengan strategi adopsi pengelolaan
                                            hama terpadu (PHT) untuk tanaman
                                            sangat di-anjurkan di sini. Jika perlu
                                            guna-kan bahan kimia yang direkomen-
                                            dasi untuk mengendalikan serangga
                 Gambar 5.33.               hama atau beberapa penyakit dan selalu
         Gejala penyakit nekrosa buah       mengikuti aplikasinya secara ketat
                                            sebelum proses panennya.
(d). Penyakit Keriting Buah
      Keriting buah merupakan keru-sakan    (e). Kerusakan tanaman akibat ketidak
fisiologis yang sangat meru-gikan           seuaian hara
mentimun. Buah muda menjadi seperti               Semua hara penting diberikan. Jika
kurva       dan    dimulai   pada    saat   larutan tanaman mengalami kekurangan
perkembangan bunga stadia awal dan          hara atau kelebihan salah satu komponen
mungkin dise-babkan oleh perubahan          haranya atau pH dan daya hantar
suhu yang mendadak, kelembaban media        listriknya melebihi daya toleransi
pertumbuhan yang kurang cocok,              tanaman.       Maka      tanaman    akan
kekurangan nutrisi, kebanyakan jumlah       menampak-kan gejala kerusakan. Gejala
buah dan diserang hama. Bakal buah          ini meliputi perubahan pada laju
yang tidak produktif sebaiknya dipangkas.   pertumbuhan, ukuran tanaman, bentuk
                                            daun dan warna daun, ketebalan daun,
                                            warna batang, jarang antar cabang,
                                            karakteristik akar dan lain-lain.
                                            Selanjutnya, karakteristik buah akan
                                            berubah juga. Walaupun gejala luar ini
                                            akan beragam berdasarkan tanaman
                                            dan varietasnya, beberapa gejala umum
                                            dapat digambarkan dalam tabel gambar
                                            berikut ini.

                                            2). Penyakit infeksius
                                                Penyakit tanaman pada umumnya
                                            disebabkan oleh bibit penyakit (patogen).
               Gambar 5.34. .               Patogen yang sering menyerang tanaman
         Gejala penyakit keriting buah.     budidaya adalah jamur (fungi), virus,
                                            bakteri, dan nematoda. Manusia sebagai
    Identifikasi keberadaan penyakit        penyebab       meningkatnya      penyakit
secara dini terhadap tanaman hidroponik     tumbuhan dapat dibuktikan dengan
dapat      mengendalikan    permasalah      banyak penyakit tumbuhan yang
penyakitnya. Dengan mempertahankan          berkembang sebagai akibat dari

                                                                                202
kemajuan       ilmu     pertanian     yang   terhadap penyakit banyak ditemui dan
dikembangkan oleh manusia. Penanaman         telah berjalan sejak manusia mulai
satu kultivar dalam areal yang luas,         mengenal bercocok tanam. Orang
penanaman yang terus menerus karena          akan cenderung menanam varietas
ditunjang irigasi, penanaman kultivar yang
                                             yang enak untuk dikonsumsi walaupun
berproduksi tinggi tetapi rentan terhadap
penyakit, pemasukan tanaman baru dari
                                             banyak hama dan penyakitnya,
daerah atau negara lain adalah contoh-       dibandingkan memilih tanaman yang
contoh penyebab meningkatnya penyakit        tidak begitu enak tetapi tidak
tumbuhan.                                    berpenyakitan.    Tetapi     teknologi
     Penanaman satu kultivar dalam areal     pengendalian menggunakan fungisida
yang luas, merupakan salah satu              tetap lebih mudah diaplikasikan dalam
penyebab        meningkatnya      penyakit   jangka pendek. Dengan pola yang
tumbuhan. Penanaman satu macam               demikian itu tanpa disadari telah
kultivar dalam areal yang luas               meyebabkan banyaknya plasma
menyebabkan tersedianya makanan              nutfah yang hilang, sehingga akan
dengan tingkat kerentanan yang sama          menyebabkan sulitnya mencari sumber
dalam jumlah berlimpah bagi patogen, hal     gen katahanan untuk tujuan pemuliaan.
demikian tersebut tidak mungkin              Akibat dalam jangka panjang adalah
ditemukan pada hutan alami yang belum        sulitnya pengendalian penyakit bila telah
disentuh teknologi. Adanya satu macam        timbul resistensi patogen terhadap
kultivar tanaman menyebabkan patogen         pestisida.
tidak punya pilihan lain selain harus             Pemasukan tanaman baru dari
memamfaatkannya sebagai makan.               daerah atau negara lain dengan tidak
Bahkan apabila kultivar tersebut             sengaja        akan        menyebabkan
merupakan tanaman tahan terhadap             meningkatnya penyakit tumbuhan karena
penyakit tertentu, maka patogen              dua alasan. Alasan pertama yaitu ada
kemungkinan besar akan menyesuaikan          kemungkinan penyakit akan terikut
diri dengan jalan adaptasi atau              sedangkan musuh alaminya tertinggal.
mekanisme lainnya agar dapat bertahan        Hal ini akan menyebabkan penyakit
hidup. Sekali patogen dapat dapat            berkembang pesat tanpa dihambat oleh
menyesuaikan diri, maka keturunannya         musuh alami seperti ditempat asalnya.
akan dapat berkembang dengan pesat           Alasan yang kedua yaitu bahwa ada
pada kultivar tersebut.                      kemungkinan di tempat baru-nya,
     Penanaman yang terus-menerus            tanaman ternyata rentan terhadap
karena meningkatnya irigasi, juga            patogen yang telah ada lebih dahulu
merupakan penyebab meningkatnya              sehingga akan memicu peningkatan
penyakit tumbuhan. Adanya penanaman          populasi patogen tersebut. Peningkatan
terus menerus, maka sepanjang musim          populasi patogen pada giliran berikutnya
akan selalu tersedia makanan bagi            akan menyebabkan gampang patahnya
patogen, sehingga patogen akan               ketahanan tanaman varietas lain yang
berkembang dengan pesat. Hal yang            saebelumnya tahan.
sama juga terjadi bila dalam suatu                Patogen     akan      menyebabkan
hamparan tertentu dilakukan penanaman        timbulnya penyakit dengan cara sebagai
satu jenis tanaman dengan tidak              berikut. Patogen menyebabkan penyakit
serentak.                                    pada tumbuhan dengan cara :
    Penanaman     kultivar           yang         Mengkonsumsi kandungan sel inang
berproduksi tinggi tetapi          rentan         atau mengabsorbsi makanan dari

                                                                                 203
    tanaman inang secara terus menerus      satu juta lainnya mengungsi ke Amerika
    sehingga melemahkan tanaman             pada tahun 1845-1846. Penyakit ini
    inang.                                  berjangkit pada tanaman kentang di Jawa
    Membunuh sel atau merusak               pada tahun 1935. Sampai saat ini pun
    aktivitas metabolisme sel inang         penyakit ini merupakan penyebab
    karena sekresi patogen berupa           kerugian yang terpenting pada tanaman
    enzim, toksin dan zat tumbuh; dan       kentang di dunia, termasuk di Indonesia.
    Mengganggu transportasi makanan,        Penyebab penyakit ini adalah jamur
    nutrisi mineral dan air pada jaringan   Phytophtrhora infestans. Patogen ini
    pembuluh inang                          menyerang daun, batang, akar dan umbi
                                            menyebabkan gejala hawar.
     Beberapa penyakit penting yang
disebabkan oleh virus adalah penyakit       (2). Karat daun kopi
keriting pada cabai merah, paprika, cabai        Penyakit ini merupakan penyakit
rawit. Penyakit mozaik pada tembakau        paling penting pada tanaman kopi Arabika
(TMV: Tobaco Mozaic Virus) dan CMV          di dunia. Di Sri Langka hanya dalam
(cucumber Mozaic Virus). Virus adalah       waktu 14 tahun saja (1870-1884) penyakit
organisme parasit obligat (organisme        ini       memusnahkan         perkebunan-
yang selalu menggantungkan hidupnya         perkebunan kopi sehingga sejak saat itu
pada tanaman yang diserang).                Sri Langka beralih dari negara penghasil
     Tanaman budidaya sering diserang       kopi menjadi penghasil teh sampai
oleh fungi. Fungi adalah organisme          sekarang. Peralihan ini menyebabkan
prokariotik (organisme yang tidak           beralihnya pula kebiasaan orang Eropa
mempunyai inti sel sejati). Fungi dapat     dari peminum kopi menjadi peminum teh
menyerang semua organ tanaman mulai         karena Sri Langka saat itu merupakan
dari akar, daun, batang, bunga dan buah.    pemasok kopi terbesar ke Eropa. Sampai
Beberapa fungi yang dapat menyebabkab       saat ini, karat merupakan ancaman
penyakit dan sangat merugikan tanaman       terbesar bagi produksi kopi Amerika
adalah fungi penyebab penyakit layu,        Selatan. Di Indonesia, penyakit ini pada
fungi penyebab penyakit busuk buah,         tahun      1876    telah    menyebabkan
fungi penyebab busuk daun dan fungi         musnahnya kopi yang dibudidayakan saat
penyebab kanker tanaman.                    itu, yaitu kopi Arabika, sehingga kopi ini
     Contoh fungi yang menyerang akar       sekarang hanya tinggal di daratan tinggi
diantaranya adalah Fusarium sp. dan         saja.
Phytoptora sp. Fungi yang menerang
daun adalah Cercospora sp dan
Helmintosporium sp.         Fungi yang
menyerang bunga dan buah adalah
Colletotrichum sp. Berikut ini beberapa
contoh gejala serangan patogen pada
tanaman.

a). Penyakit yang disebabkan oleh fungi
(1). Hawar Daun (Late Blight) pada
Kentang                                                     Gambar 5.35.
                                                      Penyakit layu pada tembakau
       Di Eropa, hawar daun pada
kentang telah menyebabkan ratusan ribu
rakyat Irlandia mati kelaparan da sekitar

                                                                                    204
                                                  desa ke kota dalam upaya mencari kerja
                                                  untuk membeli beras yang harganya
                                                  sangat tinggi dan telah menyebabkan
                                                  sekitar dua juta orang meninggal dunia.
                                                  Sampai beberapa tahun yang lalu bercak
                                                  coklat masih tergolong penyakit penting
                                                  pada tanaman padi di Indonesia.
                                                  Penyebab penyakit ini adalah jamur
                                                  Helminthosporium       oryzae      yang
                                                  menyerang daun, batang dan bulir padi.
                  Gambar 5. 36.
    sketsa Fusarium sp. (patogen penyakit layu)   (4). Hawar Daun Jagung
                                                        Penyakit hawar daun jagung
                                                  (Southern Corn Leaf Blight) yang
                                                  disebabkan oleh jamur Bipolaris maydis
                                                  (Helminthosporium maydis) sampai saat
                                                  ini terdapat di berbagai tempat di seluruh
                                                  dunia terutama di daerah-daerah hangat
                                                  dan lembab, termasuk Indonesia. Ras 0
                                                  merupakan ras yang umum dari patogen
                                                  ini, sedangkan ras T diketahui pernah
                                                  menyebabkan kerugian sekitar satu milyar
                 Gambar 5. 37.                    USD di Amerika Serikat pada tahun 1970.
          Foto mikroskopis Fusarium sp.           Ras T biasanya hanya diketahui ada pada
                                                  tanaman       jagung    hibrida    dengan
     Di daerah yang ketinggian kurang             sitoplasma jantan mandul jagung Texas.
dari 1000 m ditanam kopi Robusta yang             Ras T ini dapat menyerang semua bagian
tahan terhadap penyakit karat daun.               tanaman jagung.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur
Hemileia vastatrix yang menyerang daun-           (5). Penyakit rebah kecambah
daun kopi. Antara tahun 1896 sampai               Penyakit rebah kecambah disebabkan
1900 produksi kopi Indonesia merosot              oleh sekumpulan fungi atau satu jenis
menjadi 25% dari semula.                          fungi yang menyerang bibit tanaman
     Perhatian pemerintah terhadap                secara mandiri atau pun bersama-sama.
penyakit karat pada kopi meningkat sejak          Patogen penyakit rebah kecambah
tahun 1980-an dengan berusaha untuk               diantaranya adalah Pythium, Rhizoctonia,
meningkatkan produksi kopi Arabika.               Fusarium, and Phomopsis.          Gejala
Karena sampai tahun tersebut, kopi                penyakit yang muncul pada bibit tanaman
arabika hanya 5% dan ditanam di                   atau tanaman muda         relatif sama.
pegunungan, antar lain Dataran Tinggi             Penyakit ini sering muncul sejak benih
Ijen, Jawa Timur, sedangkan selebihnya            tumbuh di lapangan, karena ada
hampir seluruhnya adalah kopi Robusta.            kemungkinan patogen terbawa melalui
                                                  benih atau bertahan pada bahan organik
                                                  yang digunakan sebagai pupuk. Patogen
(3). Bercak Daun Helminthosporium pada            dapat menyerang sejak benih mulai
Tanaman Padi                                      berkecambah,        pada saat masih
     Di India pada tahun 1942, penyakit ini       berkecambah, atau pada waktu umur bibit
menyebabkan migrasi besar-besaran dari            masih sangat muda, tergantung jenis

                                                                                       205
patogen yang menyerang. Pada tingkat
serangan yang menengah, penyakit ini
akan menurunkan produksi. Penggunaan
unsur hara untuk mengembalikan vigor
tanaman ataupun untuk membantu
ketahanan tanaman terhadap penyakit
tidak akan berfungsi dengan baik dan
penyakit ini pun tidak dapat dikendalikan
dengan pestisida.



                                                                    Gambar 5. 40
                                                          Gejala serangan pada bagian akar.

                                                  (6). Penyakit busuk lunak seludang daun
                                                  Penyakit busuk lunak pada seludang
                                                  daun     disebabkan     oleh    patogen
                                                  Rhizoctonia solani.        Penyakit ini
                                                  merupakan penyakit penting pada
                                                  tanaman padi. Gejala penyakit pada
                                                  umumnya timbul pada bagian tanaman
                                                  yang dekat dengan air, organ tanaman
                                                  yang terserang biasanya daun padi
                                                  bagian bawah.      Pada kondisi yang
                                                  lembab (95%)dan hangat, penyakit ini
                                                  akan menyebar dengan cepat.
                   Gambar 5.38.
  Gejala penyakit rebah kecambah pada tanaman
                   kedelai muda




                                                                     Gambar 5. 41.
                                                   Gejala penyakit bercah basah (blight) pada tanaman
                                                                          padi.
                   Gambar 5. 38
 Gejala penyakit rebah kecambah yang disebabkan   (7). Penyakit bercak coklat cercospora
          Phytophthora pada kecambah              Penyakit bercak coklat disebabkan oleh
                                                  Cercospora janseana. Dari tahun ke
                                                  tahun penyakit berkembang terus
                                                  sehingga menjadi penyakit penting pada
                                                  tanaman padi. Patogen pada umumnya
                                                  menyerang tanaman pada saat tanaman
                                                  menjelang dewasa dan mengakibatkan
                                                                                                206
kematangan biji padi lebih cepat                     b). Penyakit tanaman yang disebabkan
dibandingkan dengan kondisi normal.                  oleh bakteri
Bercak pada daun berukuran 0.2 sampai                Kurang lebih terdapat 200 species dari
1.5 cm. Pada tingkat serangan yang                   bakteri penyebab penyakit tanaman yang
tinggi, dapat mengakibatkan daun padi                telah      dideskripsikan.      Kebanyakan
mati. Varietas padi yang genjah dapat                tanaman yang diserang merupakan
terhindar dari serangan patogen.                     tanaman yang tidak penting (minor).
                                                     Bakteri parasit tersebut berbentuk batang,
                                                     sebagian besar bisa bergerak (motile)
                                                     dengan bulu getar (flagella) yang ada di
                                                     ujung-ujung sel (polar) maupun yang ada
                                                     di sisi dan di ujung sel (Peritrichous), dan
                                                     bersifat tidak membentuk spora. Sel
                                                     bakteri berukuran 1,5 sampai 3 mikron
                                                     (panjang) dan tampak kecil meskipun di
                                                     bawah mikroskop dengan perbesaran
                                                     1.000 X dalam minyak imersi. Mereka
                   Gambar 5. 42.
                                                     tumbuh dengan segera dalam medium
  Gejala penyakit bercak crcospora pada daun padi.   PDA (Potato Dextrose Agar) dengan
                                                     membentuk koloni bulat berwarna putih,
(8). Penyakit bercak Pyricularia                     kuning kecoklatan, atau kuning.
Penyakit ini sering menyerang tanaman
padi. Patogen penyebab penyakit ini
adalah Pyricularia grisea. Pada varietas
tertentu penyakit ini dapat menggagalkan
panen.      Patogen menyerang daun,
panikel dan daun bendera.         Bagian
tengah bercak biasanya berwarna abu-
abu sedangkan sekeliling bercak
berwarna coklat atao coklat kemerahan.
Ukuran bercak sangat bervariasi.
                                                                        Gambar 5. 44.
                                                       Foto mikroskopis satu sel bakteri yang mempunyai
                                                                           flagella.

                                                          Bakteri penyebab penyakit pada
                                                     tanaman terdiri dari 6 genera :
                                                     Agrobakterium: Batang pendek, motile,
                                                     flagella    peritrichous,  menyebabkan
                                                     hypertrophies (pertumbuhan abnormal
                                                     karena pertambahan besar sel-sel yang
                                                     sangat cepat) dan benjolan-benjolan (gall)
             Gambar 5. 43.                           pada akar atau batang tanaman.
Gejala penyakit bercak piricularia.                  Corynebakterium: Batang ramping, non
                                                     motile (kecuali C. Flaccumfaciens dan C.
                                                     Poinsettiae); menyebabkan berbagai
                                                     gejala, kebanyakan gejala layu. Erwinia:
                                                     Bentuk batang, motile (peritrichous),
                                                     menyebabkan kematian jaringan yang
                                                                                                   207
bersifat kering, benjolan-benjolan, layu,      jaringan luar benjolan yang masih muda
dan busuk basah. Pseudomonas: Bentuk           dan tumbuh aktif, lalu ditularkan pada
batang, motile dan flagella ujung (polar).     tanaman tomat atau Kalanchoe untuk
Bila dibiakkan akan membentuk koloni           menguji pathogenicitynya. Biasanya
dengan pigmen berwarna kehijau-hijauan         benjolan akan timbul setelah 1 atau 2
yang dapat larut dalam air. Menyebabkan        minggu dari jaringan yang ditulari itu.
bercak-bercak daun berukuran kecil             Bakteri penyebab benjolan yang lain
(spots)     maupun      besar     (blights).   adalah yang menyerang tanaman “Olive”,
Xanthomona:         Batang kecil, motile,      “Oleander”, “Ash”, pohon buah-buahan
flagella satu di ujung. Koloni berlendir       “nuts”, dan pohon-pohon hutan.
berwarna kuning. Menyebabkan kematian
jaringan (necrosis) berupa bercak-bercak            Agrobacterium tumefaciens : Crown
kecil (spots) dan besar (blights) pada         Gall, Benjolan pada akar, batang, atau
daun.       Streptomyces: Myceliumnya          dahan-dahan. Agrobakterium rhizogenes
sangat halus ( 2/3 mikron), dan benang-        : Akar “Berambut” (Hairy Roots) :
benang filaments berbentuk spiral              Pertumbuhan berlebihan secara abnormal
membentuk segmen-segmen pada spora             dari akar-akar, baik yang menghasilkan
berbentuk tabung (cylinder) yang               benjolan (gall tissue) maupun tidak.
berukuran seperti bakteri (1 sampai 2          Agrobakterium      rubi   :      Benjolan
mikron).                                       batang/dahan (Cane Gall) : Benjolan-
     Dalam banyak hal maka identifikasi        benjolan pada batang/dahan yang sedang
dapat dilakukan berdasar gejala-gejala         berbuah dari tanaman “Blackberry” dan
yang terdapat pada tanaman. Limapuluh-         “Raspberry”. Pseudomonas savastanoi :
lima jenis bakteri yang penting dan sering     Benjolan Pohon “Olive” (Olive Knot) :
terdapat telah digolongkan menjadi 8           Benjolan-benjolan pada akar dari pohon
kelas berdasar gejala-gejala utama yang        “Olive” dan “Ash”, juga pada ranting-
ditimbulkannya pada tanaman inang.             ranting pohon “Olive”. Corynebakterium
Penggolongan tersebut disajikan di             fasciens : Penyebab Fasciation. Benjolan-
bawah ini.                                     benjolan pada dahan tanaman kapri,
                                               Crysanthemum, dan tanaman-tanaman
(1). Gejala utama benjolan (galls)             bunga lainnya.
     Galls atau Fasciations adalah
pertumbuhan abnormal yang disebabkan           Xanthomas beticola : kantong Bakteri
oleh peningkatan jumlah sel secara cepat,      (Bakteril Pocket) : Menyebabkan
disusul penyatuan/fusi sel-sel tersebut,       benjolan-benjolan dengan kantong-
bentuknya menjadi pipih dan terjadi pada       kantong bakteri pada leher akar dan akar-
organ tanaman seperti batang, dahan,           akar tanaman gula bit. Benjolan bakteri
dan sebagainya.                                sering terdapat pada leher akar tanaman
     Hanya terdapat beberapa jenis             berkayu yang disebabkan oleh beberapa
bakteri yang menstimulir tanaman inang         jenis bakteri. Contoh klasik dari gejala
untuk membentuk benjolan (galls),              penyakit ini adalah apa yang disebut
biasanya pada pangkal batang, leher            Crown Gall dari tanaman buah-buahan
akar, atau pada akar. Contoh yang klasik       golongan “pome” dan “stone” fruits. Di
seperti yang telah dikemukakan adalah          samping itu Crown Gall juga menyerang
Crown Gall pada golongan tanaman               kira-kira 20 jenis tanaman berkayu
budah-buahan “pome” dan “stone” Fruits,        lainnya, termasuk beberapa golongan
serta pada kira-kira 200 tanaman berkayu       tanaman hias. Anda dapat membuat
lainnya. Bakteri dapat dibiakkan dari          biakan bakteri dengan mengambil

                                                                                   208
jaringan bagian luar dari benjolan yang         Corynebacterium sepedonicum :
masih muda dan sedang tumbuh. Biakan            Busuk-melingkar pada kentang (Bakteril
murni bakteri tersebut lalu diuji sifat         ring-rot of potato). Sangat merugikan di
patogenesitasnya dengan menularkannya           lapangan dan di tempat penyimpanan.
kepada tanaman tomat (batangnya) atau           Gejala-gejala baru muncul pada saat
bagian yang sukulen (tanaman yang               kentang menjelang masak, yaitu terlihat
mengandung banyak air). Kedua macam             cabang/batang tanaman menjadi layu
tanaman ini akan cepat menumbuhkan              atau         tumbuhnya           seolah-olah
benjolan bila diserang oleh bakterium ini.      terhambat/kerdil      (stunted).    Pangkal
Contoh-contoh benjolan bakteri yang lain        batang menunjukkan gejala busuk basah.
adalah penyakit benjolan bakteri pada           Suatu ciri khas dari penyakit ini adalah :
tanaman “Olive”, Oleander, “Ash”, dan           bila batang dipotong, lalu dipijit, maka
pohon-pohon hutan.                              keluarlah cairan (exudates) yang
                                                berwarna kuning-kecoklatan (cream).
(2). Layu Bakteri                               Infeksi pada umbi mula-mula tidak
Tanaman menjadi layu oleh karena                tampak, tetapi kemudian di dalam gudang
serangan      Bakteri   pada     jaringan       penyimpanan gejala-gejala khas penyakit
pembuluh. Jenis-jenis bakteri ini               ini mulai kelihatan. Seakan-akan bagaikan
mempunyai pengkhususan (specialisasi)           sebuah cincin yang melingkar di dalam
dalam kelompok-kelompok tanaman                 jaringan umbi yang berwarna kuning
inang yang diserangnya, misalnya jenis          kecoklatan, lalu berubah menjadi coklat
bakterium yang menyerang golongan               muda. Selanjutnya lingkaran tersebut
tanaman semangka dan sebangsanya,               makin jelas berubah menjadi busuk
tomat, kentang, buncis, jagung, dan lain-       (seperti “keju”) tanpa bau. Kemudian
lain. Ada pula jenis-jenis bakteri yang         setelah adanya serangan mikro-
mula-mula menyerang jaringan pembuluh           organisme sekunder barulah timbul bau
tanaman, tetapi kemudian menyebabkan            yang kurang sedap, yang terutama
busuk-jaringan        pada       jaringan       disebabkan oleh E. Carotovora
disekelilingnya.
                                                Corynebakterium flaccumfaciens :
Bakteri ada juga yang menyebabkan               Layu bakteri dari Kacang buncis.
penyakit dengan gejala perlendiran-             Menyebabkan tanaman menjadi layu
Bakteri atau Kebasahan pada kayu                pada segala tahapan umur. Biasanya
(Bakteril Slime-Flux or Wetwood) pada           bakteri sudah ada pada (atau di dalam)
pohon Elm dan pohon-pohon lain.                 biji. Seringkali tanaman juga menjadi
Penyebab penyakit adalah Erwinia nimi-          kerdil.
pressuralis        yang        menimbulkan
terbentuknya cairan di jaringan kayu            Corynebakterium michiganense :
(heart-wood) dengan tekanan, sehingga           Layu bakteri pada Tomat. Bibit tanaman
cairan tersebut meleleh keluar ke bagian        tomat menjadi kerdil. Daun-daun bawah
bawah dari batang. Cairan yang menjadi          tepinya menjadi layu dan mengering.
seperti lendir (flux) ini kemudian diuraikan    Bintik-bintik kecil bagaikan “mata-burung”
oleh Bakteri lain dan Ragi sehingga             terdapat pada buah.
menimbulkan          bau      yang      tidak
sedap/merangsang.                               Pseudomonas caryophylli :
                                                Layu bakteri pada Bunga Anyelir.
                                                Menyerang tanaman-tanaman Anyelir
                                                dalam Rumah-Kaca. Tanaman menjadi

                                                                                       209
layu dan mengering, serta akarnya           Menyebabkan tanaman mati atau daun-
membusuk.      Mula-mula     daun-daun      daunnya gugur
menjadi hijau-keabu-abuan, lalu menjadi
kuning dan mati. Terdapat garis-garis       Xanthomonas incanae :
kuning pada jaringan pembuluh dari          Bercak-bercak bakteri pada tanaman
batang.                                     “Stock” (Tanaman hias Matthiola). Pada
                                            tanaman muda/bibit menyebabkan layu
Ralstonia solanacearum:                     serentak, boleh jadi terus mati. Pada
Penyebab penyakit layu pada banyak          tanaman dewasa terjadi bercak-bercak
jenis sayur-mayur dan tanaman hias.         hitam pada batang, seluruh jaringan
Gejala utama : Kerdil atau layu serentak,   pembuluh berubah warnanya.
jaringan-jaringan pembuluh berwarna
coklat dan tampak garis-garis coklat pada   Xanthomonas stewartii :
irisan batang membujur. Kadang-kadang       Layu bakteri pada tanaman Jagung.
terjadi busuk-lunak berwarna coklat pada    Tanaman menjadi kerdil, buku-buku
batang dari tanaman tomat dan kentang,      menjadi coklat, pada daun-daun terjadi
juga umbi kentang menjadi busuk             baris-baris (streaks) berwarna hijau-pucat
berwarna coklat melingkar.                  yang panjang. Terdapat lendir berwarna
                                            kuning pada jaringan pembuluh.
Corynebakterium insidiosum :
Layu bakteri pada Alfalfa. Menyebabkan
kerdil dan penguningan warna bagian
atas tanaman ; jika kulit akar tunggang
dikelupas, maka akan tampak garis-garis
coklat tingkat awal pada jaringan kayu,
yang selanjutnya meningkat menjadi
bercak-bercak meluas berwarna kuning-
coklat pada seluruh jaringan kayu.

Erwinia tracheiphilla :
Layu       bakteri      pada     golongan
Cucurbitaceae. Penyakit pada jaringan
pembuluh (melalui luka) yang disebarkan
oleh bangsa kumbang dari golongan
Cucurbit ini. Menyebabkan layu serentak                       Gambar 5.45.
                                              Foto mikroskopis bakteri penyebab penyakit layu
dan kematian pada batnag/cabang
penjalar (Tidak terjadi pada semangka).

Xanthomonas campestris :
Busuk-hitam dari golongan Cruciferae.
Bakteri memasuki jaringan tanaman
melalui pori-pori air atau luka, kemudian
menyebar melalui jaringan pembuluh.
Irisan melintan akan menunjukkan
lingkaran hitam pada pembuluh. Irisan
melintang dari petiole (tangkai daun)
                                                             Gambar 5. 46.
menunjukkan jaringan Xylem yang seperti      Pseudomonas sp. Pada media agar, hasil isolasi dari
tersumbat serta berwarna hitam.                           tanaman yang sakit


                                                                                           210
                                                         menimbulkan tekanan (gas) pada cairan
                                                         yang beredar dalam tanaman. Bau- busuk
                                                         timbul pada lendir setelah diuraikan oleh
                                                         micro-organisme sekunder.

                                                         (4). Gejala utama : busuk lunak/basah
                                                         Gejala penyakit ini kiranya cukup
                                                         dideskripsikan sebagai berikut : Type
                                                         penyakit yang disebabkan oleh serangan
                                                         bakteri pada zat perekat antara sel-sel
                                                         jaringan tanaman, sehingga zat perekat
                                                         terebut mencair dan akibatnya jaringan
                  Gambar 5.47.                           lalu rusak menjadi semacam lendir.
Gejala serangan bakteri layu pada batang tomat (irisan   Berdasar type klasik bakterium Erwinia
                    membujur)
                                                         carotovora (penyebab busuk basah yang
                                                         umum), maka kita dapat pula mengetahui
(3). Gejala utama : mengeluarkan lendir                  cara untuk melakukan tindakan-tindakan
(slime flux)                                             kontrol yang cocok guna mengatasi
Seperti yang telah diuraikan di muka,                    penyakit-penyakit busuk basah lainnya.
bakteri juga ada yang menyebabkan                        Busuk basah terjadi terutama pada
penyakit yang mengeluarkan lendir terus                  sayuran yang banyak mengandung air.
menerus seperti yang terdapat pada                       Rhizome dari tanaman Iris, Cactus yang
pohon Elm dan pohon-pohon lain.                          besar ukurannya, dan tanaman-tanaman
Penyebabnya adalah Erwinia nimi-                         lainnya. Penyebabnya belum tentu E.
pressuralis yang merupakan suatu jenis                   carotovora, tetapi gejala menyeluruhnya
bakterium penghasil gas. Jaringan kayu                   (Syndrome) adalah asma.
(heart-wood) yang terserang membentuk
zat cair yang karena ada tekanan (gas)                   Erwinia carotovora :
lalu keluar ke permukaan batang dan                      Busuk basah dari sayuran. Terjadi di
mengalir ke bagian bawah. Kemudian                       lapangan, di tempat penyimpanan, transit
cairan itu menjadi mangsa bakteri                        pada sayuran maupun tanaman hias,
pembusuk yang lain dan jenis-jenis                       misalnya tanaman hias-daun. Infeksi
cendawan ragi, sehingga terjadi                          melalui luka, cepat menjalar dan menjadi
penguraian yang menimbulkan bau tidak                    busuk dengan abu tak sedap. Enzyme-
sedap dan merangsang. Patut dicatat,                     enzyme yang dihasilkan oleh bakteri
bahwa organisme sekunder tersebut                        menghancurkan zat perekat antara sel-sel
bukan penyebab penyakit.                                 jaringan tanaman, sehingga menimbulkan
                                                         busuk jaringan yang basah dan berlendir.
Erwinia nimipressuralis :
Perlendiran Bakteri atau Kebasahan pada                  Pengujian cepat :
Kayu (Slime Flux or Wetwood).                            Pada medium Na-polypectate yang baru
Menyerang pohon Elm, mulberry, maple,                    dituang ke dalam cawan Petri diberikan
oak, poplar, dan willow. Jaringan kayu                   (inoculasi) organisme tersebut dengan
dan pohon-pohon itu menjadi berwarna                     menyapukannya. E. Carotovora akan
gelap dengan sifat seperti bekas                         merubah medium emnjadi cair dalam
terendam air, dari luka-luka maupun                      waktu 24 sampai 48 jam.
celah-celah     yang      ada    keluarlah
cairan/lendir    secara     terputus-putus
maupun        terus-menerus.       Bakteri
                                                                                             211
Erwinia aroideae :                         agar anda dapat memberikan anjuran
Busuk lunak dari Calia. Juga               tindakan kontrol. Kecuali dalam hal
menyebabkan busuk basah pada banyak        busuk-melingkar pada kentang di mana
macam sayuran, tanaman hias, juga          tindakan kontrol yang drastis diperlukan).
umbi-umbi tanaman hias, golongan
Cucurbit, dan Cacti. Busuk lunak yang      (5). Gejala utama : busuk – keras (firm
khas.                                      rot)
                                           Seperti halnya pada penyakit bercak-
Erwinia dissolvens :                       bercak daun yang kecil (spots) dan besar
Busuk bakteri pada Batang Jagung.          (blights), maka penyakit busuk-keras ini
Sangat merugikan bila menyerang buku-      menyebabkan kerusakan jaringan yang
buku batang bagian bawah sehingga          terbatas. Kerusakan atau kematian
menyebabkan busuk lunak/basah, batang      jaringan itu terjadi pada daun-daun,
tanaman menjadi patah/rebah dan mati.      batang/dahan, buah, umbi, lapis, umbi
                                           batang, dan lain-lain. Bercak-bercak
Erwinia atroseptica :                      bersifat seperti bekas terendam air pada
Busuk-hitam pada Kentang (Potato           tingkat awal, dan pada tingkat lanjut
Blackleg). Daun-daun tanaman di bagian     mengering serta mengeras.
bawah       berwarna      kuning,  dan
pertumbuhannya menjadi tegak. Batang       Erwinia cypripedii:
di bawah permukaan tanah menjadi hitam     Busuk-coklat pada anggrek. Bercak-
dan membusuk, umbi-umbinya ikut            bercak kecil berwarna coklat-mengkilap,
terinfeksi melalui jaringan penghubung     seperti terendam air, kemudian menjadi
dengan batang.                             coklat-tua dan cekung. Pangkal tanaman
                                           mengkerut dan daun-daun gugur.
Erwinia phytophthora (atroseptica):
Busuk-hitam dari Delphinium (Blackleg of   Pseudomonas cattleyae : bercak-bercak
Delphinium). Menyebabkan busuk-lunak-      coklat pada anggrek. Bercak-bercak
hitam pada pangkal batang dengan cairan    berbentuk bulat, berwarna hijau-gelap,
bakteri yang meleleh keluar dari celah-    seperti bekas terendam air, kemudian
celahnya. Menurut Elliot : bakteri         menjadi coklat sampai hitam.
penyebabnya termasuk E.atroseptica.
                                           Pseudomonas syringae :
Erwinia carnegiana :                       Busuk hitam pada celah-celah tanaman
Necrosis-bakteri dari Cactus Besar         citrus (Black Pits of Citrus-Citrus Blast).
(Bact.Necrosis of Giant Cactus). Mula-     Bercak-bercak berwarna hitam dan
mula mendapat bercak-bercak kecil,         cekung pada buah Citrus, terutama
berbentuk bulat atau oval, lalu menjadi    Lemon; tanpa pembusukan.
hitam pada permukaan jaringan cactus
yang seperti semangka itu. Bagian-bagian   Pseudomonasi marginalis :
dengan kematian jaringan yagn luas         Kurap pada gladiol (Gladiolus Scab).
menghasilkan cairan coklat-hitam. Pada     Mula-mula terdapat bercak-bercak kecil
tahapan ini tanaman inang tak bisa         pada daun bagian bawah (dekat batang).
diselamatkan lagi, karena penyakit sudah   Bercak-bercak    berwarna    kemerah-
terlampau lanjut.                          merahan dan berbentuk agak meruncing
Adalah tidak terlampau penting untuk       atau menonjol. Kemudian bercak-bercak
mengidentifikasi sampai kepada species     melebar, bergabung menjadi hitam, dan
dari bakteri penyebab busuk lunak/basah    menghasilkan busuk lunak maupun keras.

                                                                                 212
Pada umbi-lapis bercak-bercak pada          disebabkan oleh serangan bakterium
tingkat awal bersifat seperti bekas         Erwinia amylovora.
terendam air dan berwarna kuning-pucat.
Selanjutnya bila umbi tersebut menjadi      Terjadinya bercak-bercak berukuran
tua dan penyakitnya berkembang :            besar pada bunga-bunga, tunas buah,
bercak-bercak menjadi berwarna coklat       dan ranting-ranting baru adalah pada
tua, cekung dengan pinggirannya agak        musim bunga dan periode sesudahnya di
terangkat.                                  mana terjadi pertumbuhan yang pesat di
                                            musim semi. Jaringan yang terinfeksi
Xanthomonas hyacinthi :                     menjadi mati dan warnanya berubah
Penyakit kuning pada hyacinth (Hyacinth     menjadi coklat-muda sampai tua
Yellow). Umbi-umbi Hyacinth yang            tergantung jenis tanaman inang. Pada
terkena infeksi berat tidak akan            pertengahan musim panas infeksi
menghasilkan bunga dan daun-daunnya         terhenti, dan tampak garis pembatas yang
mempunyai gejala baris-baris (streaks)      sangat jelas/tajam antara jaringan yang
kuning sampai coklat. Irisan melintang      mati dan yang hidup.
pada umbi akan menimbulkan lendir
kuning.                                     Fire blight merupakan penyakit yang
                                            sangat dikenal menyerang tanaman Pear
Xanthomonas citri :                         dan Apel, tetapi bisa juga menyerang
Canker Pada Citrus (Citrus canker).         jenis-jenis tanaman dari golongan famili
Menimbulkan bercak-bercak berwarna          Rosaceae termasuk “stone” fruits dan
kecoklatan dan bergabus pada daun dan       tanaman hias seperti loquat, cotoneaster,
buah. Penyakit yang serius ini telah        pyracantha, dan Photinia. Serangan Fire
dimusnahkan dari daerah Florida dan         Blight sangat merusak bila telah
sepanjang Teluk Mexico. Di negeri           mencapai daerah Cambium dari batang
Amerika Serikat ini tidak akan dijumpai     atau dahan pohon. Masuknya sang
lagi.                                       bakteri melalui ranting-ranting, tunas
                                            buah, atau tunas-tunas air yang kena
Xanthomonas vesicatoria :                   infeksi. Cambium menjadi berwarna
Bercak-bercak bakteri pada Tomat dan        coklat muda, sel-selnya mati, lalu disusul
Cabai. (Bakteril Spots of Tomato&Papper-    dengan mati dan mengkerutnya jaringan
Bakteril Pustuler). Menimbulkan bercak-     kulit yang seterusnya menyebabkan
bercak sangat kecil, bersudut-sudut, dan    terjadinya celah-celah. Jika kerusakan
berbentuk meruncing ke atas pada daun.      Cambium terjadi secara melingkar, maka
Seringkali bercak-bercak ini mempunyai      gejala mengkerut dan matinya kulit
lingkaran kuning di sekelilingnya (yellow   tampak jelas sekali pada bagian-bagian
halo) dan menyebabkan daun rontok.          dahan yang terserang. Bagian tanaman
Bercak-bercak serupa bisa juga timbul       yang terletak di atas “lingkaran kematian”
pada buah.                                  itu lalu mati pula. Bakteri dapat bertahan
                                            hidup di jaringan Cambium yang
(6). Gejala utama : hawar (blights) dan     diserangnya itu selama musim dingin
kanker                                      (over-winter), lalu di musim semi
Gejala-gejala dari penyakit “FIRE           berikutnya menghasilkan cairan/lendir
BLIGHT” pada tanaman Apel yang              yang selanjutnya menulari bagian-bagian
terkenal itu merupakan TYPE gejala          pohon yagn lain seperti bunga, ranting,
umum golongan penyakit ini. Fire blight     dan sebagainya. Penularan terjadi melalui
                                            vektor serangga atau uap air. Bercak-

                                                                                 213
bercak yang terjadi pada daun-daun,            terendam air terdapat banyak sekali pada
ranting, atau buah dari tanaman tidak          daun-daun, lalu bercak-bercak membesar
berkayu seringkali mengeluarkan tetesan-       dan menyebabkan daun menjadi salah
tetesan lendir (exudate). Jika terkena         bentuk. Bercak-bercak menjadi coklat
butiran air maka lendir lalu menyebar dan      hitam dengan tepi kuning. Dahan yang
membentuk lapisan bakteri yang sangat          muda menjadi bergaris-garis hitam
tipis.                                         dengan mengeluarkan lendir. Akibatnya
                                               pohon menjadi kerdil.
Erwinia amylovora :
Penyakit      fire  blight.  Menyerang         Xanthomonas pruni :
bermacam-macam tanaman golongan                Bercak-bercak bakteri dan canker pada
“pome” dan “stone”fruits dan berbagai          “Stone”fruits.    Bercak-bercak      kecil
tanaman hias. Penyaki canker yang bisa         berwarna kemerah-merahan lalu menjadi
melewati musim dingin pada medium              coklat, terdapat banyak sekali pada daun-
dahan-dahan yang besar itu di musim            daun,       menyebabkan         daun-daun
semi berikutnya mengeluarkan lendir            berlubang karena bercak-bercak itu
yang kemudian ditularkan oleh serangga         menjadi lepas (shotholes). Daun-daun lalu
dan percikan-percikan air (uap air) ke         rontok. Bercak-bercak pada ranting
bagian tanaman lain : bunga-bunga dan          berwarna gelap dan cekung ke dalam.
ranting-ranting baru. Akibatnya bunga-         Pada buah terjadi bercak-bercak yang
bunga dan ranting-ranting menjadi mati         bersifat kering, cekung, mengandung
(necrosis) dan berbercak-bercak dengan         gum, dan mengeluarkan cairan (exudate)
ukuran besar. Cambium menjadi hitam            berwarna kuning.
dan mati, disusul jaringan kulit menjadi
mati pula.                                     (7). Bercak banteri pada tanaman yang
                                               tidak berkayu
Pseudomonas syringae :
Canker bakteri pada “tone”Fruits. Hampir       Pseudomonas syringae pv. Glycinea
serupa dengan Fire Blight dengan 2             Bercak-bercak bakteri dari Kedelai.
perbedaan : (1) Infeksi terjadi selama         Bercak-bercak kecil, bersudut-sudut, dan
musim dingin dan awal musim semi, lalu         translucent pada daun kedelai. Mula-mula
menjadi terhenti pada musim panas ;(2)         berwarna coklat-kemerahan, lalu menjadi
Biasanya disertai dengan terjadinya gum        hitam pada tingkat lanjut. Seringkali
yang mengalir keluar pada darah-darah          terdapat lapisan bakteri tipis (exudate)
yang kena canker.                              pada permukaan bawah dari daun yang
                                               berwarna keputih-putihan. Ada juga
Xanthomonas junglandis :                       bercak-bercak pada batang dan petiole
Bercak-bercak bear bakteri pada pohon          yang berwarna hitam. Polong yang kena
Walnut. Bercak-bercak hitam dengan sel-        infeksi berbercak-bercak seperti bekas
selnya yang mati pada taji ranting (catkin),   terendam air, lalu menjadi hitam dan
buah-buah yang muda dan masak,                 mengeluarkan cairan (exudate). Kalau
ranting-ranting, dan cabang-cabang yang        sudah begini maka biji-bijinya seringkali
aktif. Tanaman lain yang diserang : Black      kena infeksi juga. Penyakit ini merupakan
Walnut dan butternut.                          penyakit yang umumnya terdapat pada
                                               keledai.
Pseudomonas mori :
Bercak-bercak bakteri pada tanaman             Pseudomonas syringae pv. Phaseolicola
Mulberry. Bercak-bercak seperti bekas

                                                                                    214
Bercak-bercak dengan “halo” pada              membesar dan menghitam. Bercak-
kacang buncis/polong (Halo blight of          bercak pada buah mula-mula hijau dan
Bean). Bercak-bercak seperti penyakit         seperti bekas terendam air, kemudian
bercak-bercak lainnya, hanya saja             menjadi berwarna gelap
terdapat lingkaran (halo) lebar hijau atau
hijau-kuning di sekitar bercak-bercak yang    Pseudomonas pisi
seperti bekas terendam air itu. Kemudian      Bercak-bercak bakteri dari Kapri (bakteril
bercak-bercak menjadi coklat dan kering.      Blight of Pea). Mula-mula bercak-bercak
Bercak-bercak pada polong berwarna            daun berwarna hijau-tua dan seperti
kemerahan sampai coklat dengan lapisan        bekas terendam air, lalu membesar dan
tipis berwarna perak yang berasal dari        mengering      serta   menjadi     coklat
lendir baceria. Semua jenis kacang buncis     kemerahan. Bercak-bercak serupa pada
peka (rentan) terhadap penyakit ini, tetapi   batang/cabang. Juga pada bunga-bunga
banyak jenis kacang polong (dry beans)        dan polong-polong muda. Jika tulang
resisten.                                     daun kena infeksi pada usia muda
                                              biasanya tanaman lalu mati.
Xanthomonasi campestris pv. Phaseoli
Bercak-bercak bakteri biasa paca kacang       Xanthomonas carotae
buncis/polong. Mula-mula bercak-bercak        Bercak-bercak bakteri pada Wortel.
kecil pada daun, bersudut-sudut, bersifat     (Bakteril Blight of Carrots). Bercak-bercak
seperti bekas terendam air, dan berwarna      yang tak teratur bentuknya pada daun
hijau-muda. Kemudian menjadi besar dan        dan petiole. Bunga-bunga yang dibiarkan
mengering,      berwarna     kuning-coklat    untuk memproduksi biji bisa menjadi
dengan tepinya berwarna kuning. Bercak-       rusak/mati oleh serangan penyakit ini.
bercak         pada        batang/cabang
menyebabkan mudah patah bila tertiup          (8). Gejala utama : bercak-bercak daun
angin. Bercak-bercak pada polong              Penyakit bercak-bercak daun yang
merupakan noda seperti bekas terendam         disebabkan oleh bakteri juga mempunyai
air, hijau-tua, lalu mengering, cekung,       gejala-gejala karakteristik yang umum.
kemerah-merahan, dan mengadung kerak          Mula-mula translucent (agak tembus
dari lendir bakteri yang kering. Kalau        cahaya), kemudian bercak-bercak itu
sudah begini maka biji-bijnyapun kena         berubah menjadi berwarna gelap dan
infeksi : berbercak-bercak dengan warna       tidak tembus cahaya (opaque). Bila cuaca
kuning-coklat sampai kelabu.                  lembab, maka bercak-bercak itu akan
                                              mengeluarkan tetesan lendir bakteri yang
Xanthomonas malvacearum :                     bila mengering menjadi setitik kecil karak
Bercak-bercak daun bersudut-sudut pada        lendir. Bila kena tetesan air maka lendir
kapas (Angular leaf spots of Cotton-Black     menyebar menjadi suatu lapisan bakteri
arm). Mula-mula bercak-bercak daun            yang tipis. Acapkali bercak-bercak daun
seperti bekas terendam air, jika dilihat      mempunyai tepi yang bersudut-sudut
dengan latar belakang yang mempunyai          sebab dibatasi oleh tulang-tulang daun.
pancaran cahaya akan tampak hijau-            Pada cabang atau buah bercak-
muda; kemudian menjadi hijau-tua dan          bercaknya bisa berukuran kecil (spots)
berwarna gelap. Bercak-bercak tersebar        sampai besar (blights), mula-mula
sepanjang tulang daun utama, dan              translucent, lalu menjadi gelap warnanya,
dibatasi oleh tulang-tulang daun kecil        bentuknya bulat atau lonjong (oval), dan
hingga tepinya seperti bersudut-sudut.        tidak bersudut-sudut.
Bercak-bercak pada batang/cabang

                                                                                    215
Suatu variasi yang menarik dari golongan      seperti bekas terendam air, dan
penyakit ini ialah adanya bintik-bintik       mengeluarkan cairan (exudate) yang
bakteri (bakteril pustules) yang timbul di    seterusnya menjadi lapisan tipis bakteri
sisi bawah permukaan daun. Bintik-bintik      keputih-putihan. Bercak-bercak pada
ini berukuran sangat kecil (1 sampai 2        tingkat lanjut berwarna kelabu, mudah
mm), tampak seolah-olah meruncing             patah, dan kadang-kadang menimbulkan
keluar dari permukaan bawah daun dan          lubang karena bercak-bercak itu terlepas.
bergabus. Terdapat menyerang pada             Pada buah bercak-bercak berwarna
tomat, cabai, kedelai, dan lain-lain. Daun-   keputih-putihan, bulat dan kecil-kecil.
daun yang kena infeksi berat menguning
dan gugur. Selain daun, bintik-bintik juga    Pseudomonas tabaci :
terdapat pada buah.                           Penyakit “ Terbakar” pada Tembakau
                                              (Tobacco Wildfire). Bercak-bercak daun
Pseudomonas andropogonis :                    berwarna kuning-coklat sampai coklat
Penyakit bakteri-bergaris pada Sorghum        pada pusatnya, serta mempunyai
dan Jagung (Bakteril Stripe of Sorghum        lingkaran “halo” berwarna kuning. Selain
and Corn). Garis-garis dan noda-noda          tembakau, penyakit ini menyerang
merah pada daun-daun dan pelepah.             anggota-anggota Solanaceae lainnya,
Terdapat kerak merah bakteri, mudah           kedelai dan kacang polong (cowpeas).
tersebar/ tercuci oleh butir air hujan.
                                              Pseudomonas washingtoniae :
Xanthomonas holcicola :                       Bercak-bercak daun dari Palem (Bakteril
Penyakit bakteri bergaris-garis tak teratur   leaf-spot of Palm). Gejala berupa bercak-
pada Sorghum dan Jagung (Bakteril             bercak kecil berjumlah sangat banyak
Streak of Sorghum and Corn). Hampir           pada daun, dan dengan pancaran sinar
serupa dengan di atas.                        tampak berwarna hijau-muda. Pada
                                              tingkat lanjut bercak-bercak menjadi tak
Pseudomonas apii :                            tembus cahaya.
Bercak-bercak bakteri pada Selderi
(Bakteril Blights of Celery). Bercak-bercak   Xanthomonas begoniae :
kecil tak teratur pada daun, berwarna         Bercak-bercak daun dan batang/dahan
seperti karat, dapat menyebabkan daun         dari Begonia (bakteril leaf and stem blight
rontok. Tapi bercak-bercak biasanya           of    Begonia). Bercak-bercak seperti
berwarna lebih gelap/tua.                     melepuh, berwarna coklat dengan tepi
                                              berwarna      kuning-translucent,      dan
Pseudomonas delphinii :                       terdapat pada daun. Menyebabkan daun
Bercak-bercak hitam pada Delphinium           gugur secara prematur. Bila menyerang
(Delphinium Black Spot). Bercak-bercak        batang/dahan, Begonia akan mati.
hitam-tak teratur pada seluruh bagian
tanaman Delphinium. Bercak-bercak             Xanthomonas axonopodis pv.glycines:
seringkali bergabung hingga menjadi lebih     Pustul bakteri pada tanaman kedelai
besar.                                        (bakteril pustules of Soybean). Terutama
                                              menyerang daun. Bercak-bercak kecil
Pseudomonas syringae pv. Lachrymans           berwarna       hijau-kekuningan   dengan
         Bercak- bercak daun yang             pusatnya yang coklat-kemerahan. Pada
bersudut-sudut dari Cucurbit (Angular         permukaan bawah daun timbul bintik-
leaf-spots of Cucurbits). Bercak-bercak       bintik (pustule).
daun bersudut-sudut, tak teratur, bersifat

                                                                                    216
(9).   Gejala utama : kurap atau luka        Dalam menyatakan gejala-gejala penyakit
terbuka     (scab   or    pits)   ordo       tanaman yang disebabkan oleh bakteri,
Actinomycetales        –        family       sudah tentu diperlukan istilah-istilah yang
Streptomycetaceae                            tepat dan singkat serta dimengerti oleh
                                             semua fihak. Hal ini untuk menghindarkan
Streptomyces (Actinomyces) :                 pertelaan gejala yang panjang-lebar serta
Suatu genus yang mempunyai mycelium,         untuk mencegah salah pengertian.
tetapi dalam Manual Bergey digolongkan       Dibawah ini akan dikemukakan beberapa
Bakteri     dalam    Ordo     terpisah.      istilah yang sering dipakai untuk gejala
Myceliumnya sangat halus (2/3 mikron)        penyakit bakteri yang banyak dijumpai.
dan mempunyai benang-benang spiral
yang membentuk segmen-segmen ke              (10). Gejala penyakit bakteri berupa
dalam sporanya yang berbentuk cylinder.      busuk-Keras (Firm Rot).
Spora ini mempunyai ukuran seperti
bakteri, yaitu 1 sampai 2 mikron             Penyakit ini menyebabkan kematian
panjangnya. Bila dibuat seksi (irisan),      sebagian jaringan (necrosis) dari daun,
maka sukar untuk melihat myceliumnya,        dahan, buah, umbi lapis, umbi batang,
sehingga       sukar    pula      untuk      dan lain-lain sehingga menimbulkan
mengisolasinya.                              gejala bercak-bercak (lesions), lalu
                                             seluruh bagian mengering dan mengeras.
S. scabies :                                 Buah-buahan menjadi busuk dan keras.
Penyakit Kurap Yang Umum (Common             Seperti gejala serangan bakteri pada
Scab) pada kentang, gula-bit, dan            umumnya, maka bercak-bercak pada
tanaman        ubi-ubian    yang     lain.   tingkat awal menunjukkan sifat seperti
Menyebabkan timbulnya bercak-bercak          bekas terendam air (watersoaked), lalu
bergabus pada ubi,stolon, maupun akar.       mengering dan mati.
Bercak-bercak itu bisa dangkal atau
dalam, pada umbi menimbulkan luka                 Ada pula serangan penyakit bakteri
terbuka. Dengan melihat gejalanya saja       yang      mengakibatkan      mati-jaringan
sudah cukup untuk memberikan                 dengan bercak-bercak berukuran besar-
diagnosis. Tetapi janganlah anda             besar (Bakteril Blighting) pada bunga,
terkacau dengan penyakit kurap yang          tunas buah, dan ranting-ranting muda
lain, yaitu kurap-berbubuk (powdery scab)    yang biasanya terjadi pada musim bunga
yang disebabkan oleh Spongospora.            dan periode pertumbuhan yang cepat di
                                             musim semi. Jaringan yang terinfeksi mati
S. Ipomoea :                                 dan warnanya menjadi coklat muda
Menyebabkan Busuk dalam Tanah (Soil          sampai tua tergantung pada tanaman
Rot or Pox) pada ubi-jalar. Daun-daun        inang. Serangan penyakit ini biasanya
tanaman ubi-jalar yang terkena infeksi       terhenti di pertengahan musim panas, dan
berukuran kecil, pucat, dan cabangnya        tampak garis pembatas yang sangat jelas
kerdil. Akar-akar rabut berkurang            antara jaringan yang mati dengan yagn
jumlahnya dan mengalami salah bentuk.        hidup. Yang paling banayk dikenal adalah
Akibatnya ubi-jalar menjadi berkurap,        Fire Blight” pada tanaman Apel, yang bisa
kadang-kadang dengan celah terbuka           pula menyerang tanaman dari golongan
(luka yang dalam) sampai sepanjang 2,5       Mawar termasuk golongan “Stone”Fruits
cm pada ubinya. Diagnosis cukup dengan       dan tanaman hias seperti “loquat”,
melihat gejalanya.                           “Cotoneaster”,      “Pyracantha”,      dan
                                             “Photinia”.

                                                                                   217
                                              atau lonjong, dan tidak pernah bersudut-
     Serangan “Fire Blight” dapat menjadi     sudut.
lebih parah bila mencapai tingkatan                Pustul bakteri (Bakteril Pustules)
serangan bakterium pada daerah                berupa bintik-bintik kecil ( 1 sampai 2 mm)
Cambium dari dahan dan batang.                yang menonjol pada bagian bawah daun
Bakterium masuk lewat ranting-ranting,        dan pada buah-buahan seperti buah
tunas buah, dan tunas/cabang air, menuju      tomat, cabai, kedelai, dan lain-lain. Bintik-
daerah Cambium dan menyebabkan                bintik ini seperti bergabus dan bentuknya
kematian jaringan dengan warna coklat         meruncing. Kalau infeksi bertambah
muda. Bagian yang Cambiumnya mati,            berat, maka daun menguning dan gugur
kulitnya mengkerut, kering dan mati pula,     sebelum waktunya.
serta sering-sering menimbulkan celah-
celah. Bila kematian jaringan Cambium
terjadi secara melingkar (girdling), maka
akan tampak jelas lingkaran kulit pohon
yang mengkerut dan mati. Selanjutnya
bagian atas pohon menyusul mati. Bakteri
dapat bertahan hidup selama musim
dingin di jaringan Cambium yang telah
diserangnya     (over-wintering).    Pada
musim semi berikutnya bangkit kembali,
                                                                Gambar 5.48.
mengeluarkan cairan (exudates), dan                 Gejala pustul bakteri pada daun kedelai.
cairan ini lalu menulari bagian-bagian
bunga, dan lain-lain, melalui serangga        (c). Penyakit-penyakit nematoda
dan uap air.                                  Penyakit atau gangguan pada tanaman
                                              yang disebabkan oleh parasit nematoda
     Bercak-bercak          daun      yang    telah lama diketahui, terutama yang
disebabkan bakteri (Bakteril Leaf spots)      mengakibatkan terbentuknya benjolan-
merupakan gejala yang khas mula-mula          benjolan      pada      akar     (root-knot
translucent (dapat melewatkan sebagian        nematodes). Jenis-jenis nematoda lainnya
cahaya), lalu menjadi berwarna lebih          juga menimbulkan kerugian dengan
gelap serta tidak tembus cahaya               menjadi parasit pada tanaman, walaupun
(opaque). Jika kelembaban udara tinggi,       tanpa menimbulkan benjolan-benjolan
si-bakterium akan mengeluarkan setetes-       (galls) dan tanpa gejala yang jelas bagian
dua-tetes lendir. Jika tak terganggu, maka    tanaman di atas tanah. Gejala umum
lendir tadi akan menjadi kering sehingga      yang      dapat    ditimbulkan      adalah
yang tertinggal adalah setitik kecil lendir   pertumbuhan yang terhambat dan hasil
kering. Jika terkena air, maka lendir akan    yang menurun. Besar dan luasnya
menyebar-melebar rata, sehingga setelah       kerugian yang diakibatkan oleh kira-kira
kering akan tampak sebagai lapisan yang       24 jenis (genra) parasit nematoda (tidak
sangat tipis berwarna keputih-putihan.        termasuk penyebab benjolan akar) baru
Bercak-bercak daun seringkali bersudut-       disadari sejak tahun 1950. Di bawah ini
sudut, sebab perusakan jaringan dibatasi      dicantumkan gejala-gejala utama dari
oleh tulang-tulang daun. Serangan bakteri     serangan parasit nematoda bukan-
pada cabang atau buah bisa                    pembentuk benjolan (non-gall formers).
mengakibatkan bercak-bercak kecil dan         Bercak-bercak akar (root lesions), mula-
besar, mula-mula translucent, lalu            mula sangat kecil, kemudian bisa
berwarna gelap, biasanya berbentuk bulat      menjalar ke seluruh akar

                                                                                               218
                                               akar-akar tanaman, rhizome, umbi (yang
     Busuk akar, disebabkan oleh               akan ditanam); maupun tanahnya sendiri.
organisme sekunder setelah terjadinya
pelukaan oleh nematoda. Percabangan
akar berlebihan, terjadi pembentukan akar
lateral yang sangat banyak setelah
nematoda melukai dan menyerang akar.
Ujung akar terluka (Injured Root-tips),
menyebabkan akar menjadi kerdil dan
bengkak (seperti “stubby roots”).
Kerusakan pada daun, batang dan bunga;
nematoda yang menyerang bagian
tanaman di atas tanah menimbulkan
salah bentuk pada daun-daun dan
batang/cabang. Beberapa jenis nematoda                        Gambar 5.50.
yang menyerang golongan tanaman butir-                 Nematoda di dalam sel tanaman
butiran (gandum misalnya) dan rumput-
rumputan menyebabkan terbentuknya
benjolan (galls) dalam jaringan biji.
     Akibat-akibat lain yang umum
terdapat : tanaman merana, kerdil, layu
secara abnormal, menguning, dan/atau
menghasilkan panen yang rendah
kwalitasnya (misalnya sayuran). Acapkali
akibat-akibat ini sulit untuk dievaluasi dan
dibedakan dari akibat-akibat yang
ditimbulkan oleh faktor-faktor lain yang
mungkin bisa juga menyebabkan
pertumbuhan yang jelek.




                                                                  Gambar 5.51.
                                                .Gejala puru akar yang disebabkan oleh nematoda

                                                    Pemilik tanaman agar diberitahu
                                               dengan segera agar bisa melakukan
                                               tindakan-tindakan guna menghindarkan
                                               bahaya penyebaran infestasi.
                 Gambar 5.49.
           Gejala serangan nematoda            Diagnosis penyakit nematoda
                                               Type dari benjolan akar (Types of
Bila terdapat infestasi, maka adalah           rootknot galls) : Tergantung pada
sangat penting untuk melakukan                 tanaman inang maka terdapat beberapa
diagnosis secara akurat. Hal ini               type benjolan akar yang akan
disebabkan oleh besarnya kemungkinan           dikemukakan di bawah ini (penggolongan
penyebaran parasit nematoda melalui            secara “ artificial” hanya untuk membantu
                                               mempermudah mengenali gejala).

                                                                                           219
                                            sifatnya), benjolan-benjolan ini sering
Type 1 : Berukuran besar (relatif),         diabaikan karena tidak mudah terlihat
berbentuk bulat – Tanaman sukulen yang      “Nematoda-nematoda betina kadang-
tumbuhnya cepat seperti tomat, bangsa       kadang berada di luar akar tanpa
labu-ketimun, pare, kacang buncis, dan      pembentukan benjolan”).
dahlia seringkali membentuk benjolan
yang kurang-lebih bulat (spherical) dan     Type 4 : Benjolan pada ujung akar-
bisa mencapai diameter 1,2 cm atau          Beberapa tanaman tertentu misalnya
lebih. Jika benjolan-benjolan sebesar ini   Palem, membentuk benjolan hanya
banyak terdapat pada akar tunggang          sebagai pembengkakan dari ujung akar-
(utama), maka akar tunggang itu akan        akar rambut yang masih lunak. Benjolan-
tampak membengkak besar sekali dan          benjolan ini cepat membusuk dan
salah bentuknya; serta benjolan-benjolan    biasanya tidak akan ikut terambil bila
kecil lainnya terdapat pada akar lateral.   dilakukan pengambilan contoh (samples)
Benjolan-benjolan akar bersifat sukulen     untuk pemeriksaan. Ujung akar yang
dan akan cepat membusuk. Dalam              membusuk      itu   selanjutnya   akan
jaringan benjolan terdapat nematoda-        memperlihatkan benang-benang halus
betina yang berukuran kecil dan tampak      yang putih warnanya (ikatan pembuluh
seperti mutiara. Anda bisa melihatnya       primer).
(dengan merobek jaringan benjolan)
dengan mata langsung, atau dengan           Type 5 : Bercak-bercak kecil, menonjol,
lensa-tangan akan terlihat lebih jelas.     dan kulitnya tebal (warty) : Tanaman
Type benjolan ini adalah yang paling        kentang membentuk benjolan-benjolan
umum terdapat.                              kecil dan berkulit tebal pada umbinya.
                                            Benjolan-benjolan ini mempunyai celah-
Type 2 : Benjolan yang keras, berwarna      celah di mana terdapat nematodanya.
gelap, berkayu, dan pada beberapa           Juga rhizome (akar-tinggal) dari tanaman
tanaman inang berukuran besar –             Iris mempunyai celah-celah serupa, tetapi
Tanaman-tanaman yang sangat peka            tanpa benjolan-benjolan berkulit tebal
misalnya pohon “fig”, “peach”, dan          (waret) itu.
beberapa tanaman hias (misalnya
“pepper tree”) membentuk benjolan-          Kriteria khusus yang digunakan untuk
benjolan yang besar dan bentuknya           melakukan        diagnosis     pemeriksaan
bermacam-macam.       Benjolan-benjolan     (distinguishing features) : Harus dicari :
akar ini dapat terkacau dengan gejala       Benjolan-benjolan kecil berbentuk kelos
penyakit Crown Gall (bakteri), bedanya      yang berjumlah banyak sampai pada
ialah : benjolan-benjolan ini terdapat      benjolan yang lebh besar dengan bentuk
sepanjang akar dan tidak berbentuk          bulat pada akar-akar dari segala macam
bulan, serta disertai dengan benjolan-      ukuran. Meskipun tanaman terserang
benjolan kecil lain yang berjumlah          dengan tidak terlampau berat, namun
banyak.                                     benjolan-benjolan bisa berjumlah banyak.

Type 3 : Benjolan-benjolan sangat kecil,    Jika anda membuat seksi (irisan) pada
berbentuk seperti kelas penggulung          benjolan dengan pisau silet yang tajam,
benang (Very small spindle-shaped galls)    maka biasanya terdapat celah-celah kecil
– Terdapat pada beberapa jenis tanaman      berwarna coklat dimana berada sang
seperti arbel dan “ash” (dan beberapa       nematoda (telur, larva, atau dewasa) yang
jenis tanaman lain yang agak peka           bisa terlihat dengan bantuan lensa-

                                                                                 220
tangan. Adalah lebih baik bila diperiksa      besar terhadap hasil-hasil pertanian.
dengan mikroskop (stereo)binocular atau       Beberapa jenis virus mampu menyerang
dengan         mikroskop       compound       banyak     macam        tanaman       inang,
berperbesaran rendah. Crown Gall tidak        sedangkan ada pula yang mempunyai
mempunyai celah-celah seperti ini.            hanya satu tanaman inang spesifik.
Adanya Nematoda puru-akar (root-knot          Gejala penyakit virus juga bervariasi : ada
nematodes) dapat ditetapkan dengan            virus yang latent tanpa gejala, ada pula
memeriksa irisan akar rambut yang             yang menimbulkan gejala-gejala pada
mengandung telur Nematoda di bawah            tanaman inang : dari yang tidak begitu
mikroskop compound. Telur-telur itu           berat sampai yang sangat berat, bahkan
sangat kecil ukurannya serta berbentuk        menimbulkan kematian. Pada umumnya
seperti cylinder dan transparant. Hal ini     penyakit-penyakit                       virus
lebih mudah dilakukan daripada                disebarkan/ditularkan oleh serangga
memeriksa larvae atau Nematoda dewasa         golongan Aphid dan Belalang-daun (Leaf-
yang bisa menimbulkan kekeliruan              hoppers), atau oleh pembuatn okulasi
dengan Nema dari species lain.                atau penyambungan (enten), atau oleh
                                              adanya kontak/sentuhan dari tanaman
Tanda-tanda serangan nematoda di              yang sakit kepada yang sehat. Beberapa
lapangan :                                    jenis penyakit virus bisa pula ditularkan
Walaupun ada beberapa macam gejala            oleh serangga golongan Thrips, Tungau,
pada bagian tanaman yang terdapat di          dan sejenis Lalat putih (Whiteflies).
atas tanah yang agak jelas, namun untuk
memastikan adanya serangan Nematoda
kita harus memeriksa akar tanaman.
Gejala layu di sore hari dalam keadaan
kadar air tanah yang cukup adalah gejala
pertama. Tanaman muda di pembibitan
banyak mengalami kematian karena
infeksi Rhixoctonia dan lain-lain, setelah
Nematoda melukai jaringan akar. Selain
itu, tanaman-tanaman muda yang kena
serangan Nematoda seringkali lalu
menjadi kerdil dan tidak produktif. Gejala
lainnya :Tanaman semusim yang sukulen                        Gambar 5.52.
                                                              Struktur virus
dan peka (sayuran dan bunga-bungaan)
seringkali bila diserang Nematoda
                                              Gejala penyakit virus tampak paling
menunjukkan gejala daun-daun “terbakar”
                                              menyolok dan nyata pada bagian
dan bisa mati di tengah-tengah musim.
                                              pertumbuhan baru dari tanaman,
Kalau tanaman berkayu tampak merana,
                                              sedangkan bagian-bagian yang tua,
harap diperiksa akar-akarnya.
                                              misalnya daun-daun bawah tampak
                                              sehat-sehat saja. Sebagian besar
(d). Penyakit tanaman yang disebabkan
                                              penyakit virus bersifat systemic, oleh
oleh virus
                                              karenanya virus-virus terdapat pada
Penyakit-penyakit       tanaman       yang
                                              seluruh bagian tanaman dan ini dapat
disebabkan oleh serangan virus telah
                                              dinyatakan dari cairan-tanaman (sap)
dipelajari secara ekstensif selama 20
                                              yang berasal dari bagian manapun.
tahun terakhir ini, oleh karena Virus telah
menimbulkan kerugian ekonomis yang

                                                                                      221
Nama-nama virus yang akan dicantumkan         Ahli-ahli Penyakit Tanaman yang telah
di bawah ini adalah nama-nama umum,           dilatih dengan Teknik-Virus dapat
oleh karena nama dengan system                menyelamatkan virus yang ada di dalam
binomial jauh lebih ruwet dan belum           bibit-bibit tanaman dengan perlakuan
seragam serta belum diterima oleh semua       pemanasan atau kultur jaringan.
ahli virus.                                   Selanjutnya bibit-bibit tanaman dijaga
                                              agar tetap bebas dari virus dengan cara
Diagnosis penyakit-penyakit virus             seleksi.
Partikel-partikel virus berukuran sangat      Deskripsi gejala penyakit virus
kecil dan hanya bisa dilihat dengan
mikroskop elektron. Oleh karena itu           Gejala mosaic :
pengamatan jasad virus tidak merupakan        (1). Tulang-tulang daun menguning-pucat
suatu cara diagnosis yang praktis untuk       (vein clearing)
pekerjaan identifikasi yang rutin. Untuk      Sebelum tampak gejala mosaic atau
membuktikan adanya virus di dalam             perubahan warna secara tak teratur dan
tanaman haruslah dideteksi dengan             meluas, maka terlebih dulu terjadi
gejala-gejala pada tanaman yang               perubahan warna tulang-tulang daun atau
ditimbulkan.      Kadang-kadang    untuk      di daerah di dekatnya menjadi lebih
melakukan hal ini haruslah dibantu            “terang” :kuning-pucat. Atau terjadi
dengan suatu pengujian penularan yang         Chlorosis.
sederhana (Transmission test).
                                              (2). Tulang daun menjadi “baris-baris”
Seperti yang telah dikemukakan, gejala-       (Vein banding)
gejala penyakit virus sangat bervariasi       Tulang-tulang     daun     dan    daerah
dan biasanya terdapat tiga sampai enam        sekitarnya menjadi baris-baris chlorosis,
macam gejala yang berassosiasi dengan         atau Chlorosis/necrosis terjadi pada
tiap-tiap penyakit. Serangan penyakit         jaringan parenchyma di antara tulang-
yang telah mencapai tingkat lanjut dapat      tulang daun sehingga tulang-tulang daun
dengan mudah dinyatakan sebagai               menjadi baris-baris hijau. Kedua macam
serangan Virus. Meskipun demikian, jika       gejala di atas bisa merupakan gejala
ditinjau dari segi anjuran yang merupakan     transisi ke arah mosaic yang lebih luas
proSedure bagi pemilik tanaman                atau bisa juga tetap seperti itu sebagai
penanam), maka jawabannya selalu sama         gejala utamanya).
: “ Tanaman yang telah kena infeksi Virus
tidak dapat dipulihkan/disembuhkan lagi       (3). Jala-Kuning (Yellow-net) :
oleh sipemilik tanaman, dan malahan           Tampak seperti jala berwarna kuning
lebih baik dimusnahkan guna mencegah          pada daun yang sesungguhnya adalah
penularan lebih lanjut kepada tanaman         seluruh tulang daun telah menguning. Ini
yang masih sehat”. Di tempat-tempat           adalah tahap lanjut dari gejala No. 1.
dengan areal pertanaman yang luas cara
ini seringkali tidak praktis dan pengobatan   (4). Bercak-bercak Bulat (Ring spots)
yang effektif belum ada. Beberapa varitas     Terdapat bercak-bercak bulat Chlorosis
tanaman telah dimulyakan sehingga             (sel-selnya Chlorosis) dan bercak-bercak
resisten/toleran inilah yang di kelak         bulat necrosis (sel-selnya necrosis/mati
kemudan         hari    akan      merupakan   secara berselang-seling dengan sel-sel
carautama guna mengontrol penyakit-           hijau-normal). Pusat dari kedua macam
penyakit virus.                               bercak-bercak menjadi necrosis pada
                                              tahap lanjut.

                                                                                  222
                                             pada   Kobis,    Mosaic    pada   Peach.
(5). Mosaic
Variasi dalam warna daun dengan pola         Salah bentuk (malformations):
beraneka.                                    Daun bertekstur kasar (Rough-textured
                                             Leaves): Gejala penyakit Mosaic Rugose
(6). Mottle                                  pada Kentang.
Beberapa pola tertentu dari variasi warna    (1). Reduksi pada lamina-daun (Leaf
                                             blades reduced)
Gejala nekrosis:                             Gejala penyakit “ Daun Paku-pakuan”
(1). Necrosis Pucuk (Top Necrosis)           (Fern leaf) dari tomat, Mosaic pada Fig.
Terjadi kematian pucuk (terminal)
ranting/cabang dan daun-daun. Gejala         (2). Warna Terputus dari Petal (Color
dari penyakit “Layu berbercak-bercak”        Break in Petals)
(Spotted Wilt) dari tanaman tomat.           Gejala perubahan warna dari mahkota-
                                             bunga (petals) pada tanaman Kapri,
(2). Garis-garis tak teratur (Streaks)       Petunia, Stock, dan Tulip.
Terjadi necrosis yang berupa bercak-
bercak memanjang seperti garis-garis tak     (3). Pertumbuhan Terhambat
teratur (terputus-putus) pada batang.        Gejala dengan ujung-ujung/pucuk-pucuk
                                             meruncing pada tanaman ketimun, umbi
(3). Necrosis pada Phloem                    berlekuk-lekuk (spindle-tuber) pada
Kematian jaringan Phloem yagn tampak         kentang.
pada irisan melintang batang/cabang.
Gejala dari penyakit Phloem Necrosis dari     (4). Endapan Gum dalam jaringan Xylem
pohon Elm, penyakit Pucuk-Keriting           dari kayu (Gum depostis inXylem of
(Curly Top)d ari gula-bit, dan lain-lain.    wood)
                                             Gejala penyakit “Kulit Bersisik” (Scaly
(4). Necrosis Lokal                          Bark) dari Citrus.
Bercak-bercak kecil-bulat yang berupa
jaringan mati pada daun.                     (5). Daun menggulung ke atas
                                             Penyakit Pucuk- Keriting (Curly Top) dari
Gejala kerdil dan mati.                      tanaman Gula-bit dan Tomat.
(1). Kerdil                                  (6). Daun-daun menggulung ke bawah
Seluruh bagian tanaman menjadi kerdil,       Penyakit Pucuk Keriting ari Buncis
termasuk akar-akar. Gejala penyakit
Kerdil pada Dahlia, Kerdil pada Alfalfa.     Gejala      pertumbuhan      berlebihan
(2). Pengerdilan pada Pertumbuhan Baru       (overgrowth).
(Stunting of Current Growth): Gejala         (1). Enations: Tumbuh tonjolan-tonjolan
“Rosettes” pada penyakit Mosaic dari         lunak di atas permukaan daun atau
tanaman Peach, dan gejala “meranting”        batang. Gejala Pucuk-Keriting (Curly
(Spnidly twigs) pada penyakit Yellows dari   Top).
pohon Peach.
(3). Kerdil dan Mati dari Tanaman            (2). Kuncup-kuncup tumbuh berlebihan
Berkayu (Stunting and Death of Woody         (Proliferation of buds): Gejala penyakit
Palnts): Tristeza dari Citrus.               Aster Yelows ; “Sapu setan” (Witches
(4). Daun Gugur Prematur (Premature          broom) pada kentang. (3). Pertumbuhan
Leaf Shedding) : Gejala penyakit Mosaic      berlebihan dari akar-akar sekunder
                                             (Proliferation of secondary roots): Gejala

                                                                                  223
penyakit Pucuk-keriting (Curly Top), dan
juga gejala penyakit “Aster Yellows”

Gejala penguningan (yellows symptoms).
(1). Chlorosis yang menyeluruh dan
permanen pada daun-daun dan lain-lain
(Permanent uniform Chlorosis of leaves,
etc.): Gejala “Aster Yellows”.
(2). Mahkota bunga menguning atau
menghijau (Greening or Yellowning of
Petals): Gejala penyakit “Aster Yellows”
pada tanaman Aster dan Delphinium                         Gambar 5.54.
                                                 Kutu daun, salah satu vektor virus
Virus-Virus Penting yang Menyerang                           tanaman.
Tanaman
Virus mosaic tembakau (Tobacco mosaic                 Virus yang menyerang inang
virus)- vector aphids.        Virus mosaic            dalam satu famili.
ketimun (Cucumber mosaic virus) vector         Virus mosaic Peach (Peach Mosaic
aphids. Virus Pucuk-keriting (Curly-top        virus)-vector tungau eriophid.       Virus
virus)-vector eblalang-daun (leafhoppers),     “Western X- disease”-vector belalang
satu species Virus Aster yellows (Aster        daun (leafhopper). Virus Tristeza dari
Yellows        virus)-vector       belalang    Citrus-vector aphids. Virus mosaic tebu
daun(leafhopper). Virus layu-berbercak-        (Sugarcane mosaic virus)-vector tak
bercak (Spotted wilt virus)-vector thrips.     diketahui. Virus busuk-melingkar hitam
Virus mosaic alfalfa (Alfalfa mosaic virus)-   dari Kobis (Cabbage black ring-rot virus)-
vector aphids                                  vector aphids. Virus mosaic buncis (Bean
                                               mosaic virus)-vector aphids (11 species)




                                                               Gambar 5.55.
                Gambar 5.53.                      Gejala serangan virus pada polong kacang
  Gejala serangan virus pada daun tembakan                         buncis



                                                     Virus yang menyerang inang
                                                     dalam satu genus
                                               Virus nekrosis Phloem dari Elm (Phloem
                                               necrosis virus of Elm)-vector kumbang-

                                                                                         224
kulit-pohon. Virus gabus bagian-dalam           organisme ini disebut mycoplasma
(internal cork virus) dari tanaman ubi jalar-   (berarti :”bentuk cendawan”), tidak
vector aphids. Virus “Peach Yellow”-            mempunyai dinding sel yang kaku, dan
vector aphids.        Virus “Sour Cherry        oleh karenanya dapat berubah bentuknya
Yellows”-vector tak diketahui.                  sesuai dengan sifat membran selnya yang
                                                lentur tapi mudah rusak/luka iut.dengan
                                                mikroskop elektron, mereka akan tampak
                                                sebagai benang-benang yang bercabang-
                                                cabang dan memanjang yang kemudian
                                                akan terputus-putus menjadi sel-sel yang
                                                berbentuk bulat. Di Dalam beberapa jenis
                                                mycoplasma ditularkan oleh belalang-
                                                daun (leafhoppers).

                                                Dari segi diagnosis, mereka akan
                                                diperlakukan seperti penyakit-penyakit
                                                dimana identifikasi dilakukan berdasar
                                                gejala-gejala yang ditimbulkannya pada
                                                tanaman. Jenis-jenis mycoplasma yang
                                                telah dinyatakan berada dalam tanaman
                                                dan mengakibatkan penyakit tidak banyak
                 Gambar 5.56.                   jumlahnya. Akan tetapi dapat dipastikan,
   Gejala serangan virus pada tanaman bawang    bahwa jenis-jenis yang dikenal akan
                                                bertambah dalam waktu singkat.
                                                Mycoplasma resisten terhadap Penicillin,
                                                tetapi dapat dihambat perkembangannya
                                                secara partial (partially inhibited) oleh
                                                senyawa-senyawa              Tetracycline
                                                (Aeromycin et al).

                                                Penyakit-penyakit                 “yellows”
                                                (mycoplasma):
                                                “American Aster Yellows” : Pada tanaman
                                                Aster, Chrysanthemum, Petunia, dan lain-
                                                lain. Kerdil-jagung (Corn stunt) : Jagung.
                Gambar 5.57.                    Kerdil pada Mulberry (Mulberry dwarf):
  Penyakit bunchy Top yang disebabkan oleh      Pada Mulberry. Stolbur, Parastolbur :
         virus pada tanaman pisang.
                                                Pada tanaman Periwinkle, kentang,
                                                tomat, dan cabai
5). Penyakit-penyakit mycoplasma
Belum lama berselang (1967) telah               Kerdil Clover (Clover dwarf) : Pada
didemonstasikan,      bahwa    sejumlah         Clover. Penyakit-X pada Peach (Peach
penyakit “yellow diseases” yang dulunya         X-disease). Kerdil-kuning pada padi (Rice
dikira disebabkan oleh serangan virus,          Yellow-dwarf).       Kemunduran pada
ternyata tidak demikian. Penyebabnya            Pertanaman Pech (Peach decline).
adalah suatu golongan organisme yang
sangat kecil dengan ukuran terletak di          Gejala-gejala : Penyakit “Aster Yellows”
antara virus dan bakteri. Organisme-            menyerang lebih dari 150 genera

                                                                                      225
tanaman, termasuk banyak jenis gulma.        seperti rumput kremah, rumput bermuda,
Akan tetapi kerugian ekonomis diderita       dan alang-alang.
terutama oleh golongan tanaman hias dari
family Compositae seperti Aster,             Beberapa gulma yang sering mengganggu
golongan tanaman sayuran dari family         pertumbuhan dan perkembangan tanaman
Umberlliferae seperti wortel, selderi dan    budidaya adakah: gulma berdaun lebar,
parsley. Gejala-gejalanya mencakup           gulma teki dan gulma rumput.
terjadinya penguningan (warna kuning
yang bersifat umum) dan effek ini
seringkali terjadi secara “unilateral”. Di
samping itu mungkin terdapat pula gejala-
gejala : Pertumbuhan berlebihan dari
akar-akar kecil, dorongan tumbuh pada
kuncup-kuncup yang dormant, dan “sapu
setan”. Bagian-bagian berubah bentuk
dan warnanya seperti daun, dan bunga-
bunganya secara keseluruhan akan
mengalami salah-bentuk atau steril.
Gejala “Pucuk-Ungu” (Purple Top) adalah
serangan penyakit “Aster Yellows” pada
tanaman kentang di mana terjadi pula                        Gambar 5.58.
gejala timbulnya umbi-umbi pada buku-                 Gulma tanaman daun lebar
buku cabang/batang. Penyakit “Aster
Yellows” biasanya dapat didiagnosis
berdasar gejala-gejala pada tanaman
inang, walaupun tidak gampang.


c.         Gulma Tumbuhan

Gulma adalah tumbuhan yang hidup pada
tanaman budidaya sehingga akan
menjadi    pesaing     bagi    tanaman.
Persaingan antara gulma dengan                           Gambar 5.59.
tanaman utamanya adalah bersaing                      Gulma di lahan sawah.
dalam penggunaan unsur hara, air dan
udara dan tempat tumbuh. Gulma juga
dapat menjadi inang bagi hama dan
penyakit bagi tanaman. Jenis gulma yang
tumbuh sangat bervariasi, tergantung
pada tempat tumbuh, cara pengolahan
tanah dan lokasi penanaman. Gulma
semusim (berdaun lebar) yang sering
dijumpai di semua lokasi misalnya
babadotan      (Ageratum    conyzoides),
bayam duri (Arnaranthus spinosus), teki-
tekian (Cyperus sp.) dan rerumputan
                                                           Gambar 5.60.
                                                    Struktur gulma Cyperus iria

                                                                                  226
                                           Pengendalian secara sanitasi adalah
                                           menghilangkan        inang      alternatif
                                           barupatumbuhan          yang         tidak
d.   Teknik pengendalian opt               dibudidayakan yang biasanya digunakan
                                           untuk tempat hidup alternatif bagi hama
Pemberantasan        hama       serangga   tanaman. Pada umumnya pengendalian
dilakukan dengan cara:                     hama secara sanitasi dilakukan dengan
         penggunaan varitas tahan atau     membersihkan tumbuhan liar yang
         resisten,                         mungkin menjadi tempat hidup dan
         tehnik budidaya,                  bertelur ataupun tempat makan hama
         sanitasi,                         yang      sangat    diperlukan      untuk
         penggunaan insek-tisida,          kehidupannya.      Kegiatan      sanitasi
         secara biologi,                   dilakukan dalam upaya untuk mengurangi
         pengendalian hama secara          populasi serangga. Memusnahkan sisa
         terpadu.                          tanaman yang berada di lahan pertanian
                                           juga termasuk dalam usaha sanitasi untuk
Pengendalian hama dengan varietas          memberantas hama karena sisa tanaman
tahan merupakan upaya pemberantasan        budidaya akan memungkinkan hama
hama yang paling mudah, midalnya           dapat bertahan hidup sampai masa tanam
penanaman padi tahan weereng, seperti      berikutnya.
PB26, PB28, dan PB30. Sifat-sifat kimia/
fisik serta morfologi tanman yang tahan    Pengendalian         hama       dengan
tidak disukai oleh hama, sehingga hama     menggunakan pestisida selalu dilakukan
akan kekurangan makanan sekali gus         pada saat populasi hama telah
akan berpengaruh terhadap penurunan        melampaui bata ambang ekonomi (tingkat
populasi hama.                             membahayakan). Penggunaan pestisida
                                           dapat dianjurkan pada kondisi seperti
Pengendalian secara tehnik budidaya        tersebut di atas. Pestisida digunakan
adalah mengatur masa tanam, rotasi         apabila tehnik pengen-dalian dengan
tanaman dan pergiliran tanaman yang        varietas resisten, tehnik budidaya dan
merupakan salah satu cara memberantas      sanitasi tidak menunjukkan hasil dalam
hama      dengan    tehnik    budidaya.    menu-runkan populasi hama. Penyem-
Pengendlian secara tehnis budidaya         protan pestisida hendaknya dilakukan
bertujuan untuk memutuskn dan              secara       berulang-ulang     dengan
memperpendek       masa     tersedianya    konsentrasi yang rendah dan sesuai
makanan bagi hama. Kebanyakan hama         dengan dosis rekomendasi.
sangat tergantung pada jenis makanan
tertentu.       Dengan terputus dan        Penyemprotan       pestisida   sebaiknya
bergantinya tanaman yang dibudidayakan     ditujukan pada stadium hama yang paling
maka      kesempatan     hama     untuk    lemah, misalanya stadiaum nimfa atau
mendapatkan makanan yang paling            imago. Penyemprotan pestisida dapat
disenangi akan terputus.       Sehingga    diulamngi apabila penyemprotan yang
perkembangan      dan      pertumbuhan     pertama tidak menunjukkan hasil dalam
populasi hama akan turun sampai batas      menu-runkan populasi hama dan ssangat
yang tidak membahayakan tanaman            memungkinkan        apabila    diperlukan
budidaya.                                  konsentrasi pestisida dapat ditingkatkan.
                                           Pemilihan pestisida yang efektif amat
                                           mutlak diperlukan. Hal ini terkait dengn

                                                                                227
bahaya residu pestisida terhadap            Pengendalian hama terpad (integrated
tanaman manusia, dan lingku-ngan.           pest control) adalah perpaduan beberpa
Akibat pengunaan pestisida yang kurang      metode dan tehnik pengendalian hama
tepat menimbulkan ketahanan serangga        dalam suatu program untuk mengelola
terhadap pestisida.                         populais hama sehingga kerusakan
                                            tanaman yang disebabkan oleh OPT tidak
Akibat negatif dari pestisida adalah        termasuk ke dalam kerusakan ekonomis.
resurgensi hama dan letusan hama kedua      Ciri-ciri pengendalian hama terpadu
yang lebih dahsyat dibanding dengan         adalah sebagai berikut:
serangan hama yang pertama. Pada            tujuan utama bukanlah memusnahkan
kondisi ini diduga musuh alami banyak       hama, mebasmi ataupun memberantas,
terbunuh pada saat melakukan aplikasi       tetapi hanya mengenalikan populasi hama
penyemprotan pestisida yang pertama.        agar tetap berada di bawah suatu
                                            tingkatan atau aras yang dapat
Cara pengendalian hama secara biologi       mengakibatkan kerugian ekonomis.
adalah dengan memanfaatkan musuh            Strategi pemberantasan hama terpadu
alami dari hama yang menyerang              bukanlah eradikasi hama, tetapi berupa
tanaman budidaya. Pengendalian hama         pembatasan         populasi       hama.
secara biologi diarahkan supaya hama        Pengendalian hama mengakui adanya
secara alami dapat berkompetisi dengan      jenjang toleransi manusia terhadap
organisme       se-kitar   lingkungannya.   populasi hama atau terhadap kerusakan
Musuh alami hama dapat berupa predator      yang diakibatkan oleh hama. Pandangan
dan parasit, misalnya parasit wereng        yang menyatakan dan harus dilakukan
adalah tabuhan dari famili Tricogamatidae   pemberantasan tidak sesuai dengan
yang merupakan parasit telur          dan   kaidah pengendalian hama terpadu.
predatornya adlah kumbang Coxinella         Dalam kondis tertentu ada kemungkinan
arcuata.      Hama Flutella pada kubis      bahwa adanya individu serangga atau
diparasit oleh Angitaria.                   bina-tang malahan lebih berguna bagi
                                            manusia di masa yang akan datang.
Untuk mengintroduksi predator atau
parasit membutuhkan modal yang besar.       Dalam melaksanakan pengendalian hama
Apabila parasit yang ditetapkan bekerja     digunakan semua metode atau tehnik
secara efisien, maka dapat bertahan lebih   pengendalian yang sudah umum
lama.      Dan cara biologi ini tidak       dilakukan. Pengendalian hama terpadu
mencemarkan lingkungan seperti ada          tidak tergantung pada suatu cara
aplikasi pestisida.     Penerapan cara      pengenalian tertentu seperti pengunaan
pemberantasan         biologi      harus    pestisida, atau penanaman varietas tahan
mengusahakan pendistribusian parasit        hama, tetapi memadukan semua tehnik
seefisien    mungkin     agar    tercipta   pengendalian dalam satu        kesatuan
kesinambungan biologi antara parasit        sistem pengelolaan. Pengendalian hama
dengan hama.        Keseimbangan yang       yang hanya bertumpu hanya pada satu
diharapkan adalah kemungkinan bahwa         tehnik pengendalian sering disebut
parasit dapat mengurangi populasi           dengan pengendalian seca unilateral.
serangga sampai tidak membahayakan,         Sedangkan pengendalian hama terpadu
tetapi bukan untuk memusnahkan seluruh      merupakan kegiatan pengendalian secara
hama yang menjadii OPT.                     multilateral.




                                                                               228
Dalam mencapai sasaran pengendalian            Beberapa taktik dasar pengendalian
hama terpadu, yaitu mempertahankan             hama terpadu antar lain pemanfaatan
populasi hama di bawah kerusakan               pengendali hayati yang asli dari tempat
ekonomi.         Sehingga produktivitas        tersebut, pengelolaan lingkungan dengan
pertanian dapat diusahakan pada tingkat        cara bercocok tanam menggunakan
yang tinggi, maka perlu diperhatikan           pestisida secara selektif termasuk
bebe-rapa kendalanya, yaitu kendala            pestisida fisiologis, ekologis, dan
sosial dan ekonomi, yang berarti bahwa         selektivitas melalui perbaikan tehnik
pelaksanaan pengendalian hama terpadu          aplikasi dan pengetahuan terhadap sifat
harus dapat didukung oleh kelayanan            dan perilaku hama.
sosial ekonomi masyarakat setempat.
Kendala ekologi yang berarti bahwa             1) Pengendalian organisme penganggu
dalam penerapan pengendalian hama              dengan pola bercocok tanam
terpadu harus secara biologis dapat            Pada dasarnya pengendalian organisme
dipertanggung-jawabkan      dan    tidak       pengganggu secara kultur tehnis adalah
menimbulkan       kegoncangan       atau       mengelola lingkungan tempat budi daya
kerusakan    linkungan     yang    akan        tanaman      agar    kondisinya   tidak
merugikan binatang berguna,marga               mendukung        perkembangan       dan
satwa, manusia, dan lingkungannya.             pertumbuhan organisme pengganggu.

Pengendalian hama terpadu tidak hanya          2) Pengendalian organisme pengganggu
memperhatikan sasaran jangka pendek            secara mekanis
tetapi merupakan pencapaian untuk              Pengendalian       secara      mekanis
sasaran       jangkan    panjang,      serta   dimaksudkan untuk mengurangi populasi
kelestarian produksi dan pengelolaan           (jumlah) organisme pengganggu dengan
lingkungan. Langkah-langkah pokok yang         bantuan tangan atau alat tertentu. Cara
harus dilalui dalam pengendalian hama          pengendalian ini cukup sederhana dan
terpadu:                                       dapat dilakukan oleh semua orang.
          Identifikasi dan analisis status     Keberhasilan    pengendalian     secara
          hama yang harus dikelola             mekanis dapat dicapai jika dilakukan
          Mempelajari                 saling   secara terus menerus. Beberapa cara
          ketergantungan dalam ekosistem       mengendalikan organisme pangganggu
          Menetapkan                    dan    secara mekanis adalah sebagai berikut :
          mengembangkan            ambang
          ekonomi                              Pengendalian dengan tangan, yaitu
          Mengembangkan                        dengan      pengambilan  organisme
          sistempengamatan dan meoni-          pengganggu secara langsung dengan
          toring hama                          menggunakan tangan.
          Mengembangkan              model
          deskripsi dan peramalan hama         Pemasangan perangkap, pada prinsipnya
          Mengembangkan             strategi   hanya menyediakan sesuatu (alat dan
          pengelolaan hama                     bahan) yang menyebabkan organisme
          Melakukan penyuluhan kepada          pengganggu       tertarik    sehingga
          para petani agar menerima dan        menghampiri perangkap. Pemasangan
          menerapkan pengendalian hama         lampu (sumber cahaya) pada malam hari,
          terpadu                              di tengah kebun sangat efektif untuk
                                               hama dari ordo Lepidoptera (kupu-kupu
          Mengembangkan           orgnisasi
                                               dan ngengat).
          pengendalian hama terpadu

                                                                                 229
                                               keriting yang tahan terhadap penyakit
3) Pengendalian organisme pengganggu           layu.
secara fisik
Pengendalian secara fisik merupakan            6)     Pengendalian organisme secara
pengendalian yang menggunakan faktor-          kimiawi
faktor fisik atau mengubah lingkungan          Pengendalian organisme peng-gangu
fisik agar organisme pengganggu menjadi        secara kimiawi adalah penggunaan zat-
mati atau berkurang jumlahnya. Kematian        zat kimia untuk mematikan organisme
organisme pengganggu dapat disebabkan          pengganggu, sehingga populasinya
oleh       pemanasan,      pembakaran,         menurun. Pestisida dapat dikelompokkan
pembasahan, pengeringan, penghalang            menjadi insetisida, fungisida, bakterisida,
dan lain-lain.                                 nematisida, rodentisida, akarisida dan
                                               herbisida. Insektisida adalah bahan kmia
4) Pengendalian organisme secara hayati        yang dapat membunuh serangga
Pengendalian hayati adalah pemanfaatan         (insekta). Fungisida dalah bahan kimia
dan penggunaan musuh alami untuk               yang dapat membunuh jamur (fungi).
menumnkan/mematikan            populasi        Bakterisida adalah bahan kimia yang
organisme     pengganggu      tanaman.         dapat membunuh bakteri. Nematisida
Pengendalian hayati dengan musuh alami         adalah bahan kimia yang dapat
yaitu menggunakan organisme an dapat           membunuh        nematoda.      Rodentisida
menyerang hama atau patogen (bibit             adalah bahan kimia yang dapat
penyakit) atau gulma. Akan tetapi              membunuh tikus. Acarisida adalah bahan
organisme musuh alami tersebut tidak           kimia yang dapat membunuh tungau
merugikan tanaman yang diusahakan.             (ordo Acarina). Dan herbisida adalah
                                               tanaman yang dapat membunguh
5) Pengendalian organisme pengganggu           rerumput-an gulma. Ada tiga cara
dengan varitas/klon tanaman tahan hama/        penamaan pestisida, yaitu nama umum,
penyakit                                       nama dagang dan nama kimiawi. Contoh
Pengendalian organisme peng-ganggu             penamaan pestisida dalam kegiatan
dengan varitas atau klon tanaman yang          sehari-hari adalah nama dagang, yaitu
tahan terhadap organisme tersebut              sebagai berikut :
bertujuan      untuk        meminimumkan       Nama umum                  : Karbofuran
(menurunkan)       serangan      organisme     Nama Umum                  :      Furadan,
penggganggu karena adanya daya tahan           Curater dan lain-lain
yang tinggi dari varitas atau klon tanaman     Nama Kimia                 : 2,3-dihidro
yang diusahakan. Pengendalian dengan           2,2-dimetil-7-benzonil-dimetilkarbonat
cara ini merupakan cara yang paling
mudah, murah dan ramah lingkungan.             Dari cara masuknya pes-tisida ke dalam
Dengan cara ini petani tidak perlu belajar     organisme pengganggu tanaman, dapat
secara khusus, dan petani dapat secara         digolongkan menjadi racun perut, racun
langsung     menggunakannya          seperti   kontak, racun sistemik dan fumigan.
halnya membudidayakan tanaman pada             Racun perut adalah bahan kimia yang
umumnya, hanya benih/bibit yang                mematikan hama setelah memasuki
ditanam diambil dari kelompok varitas/         tubuh hama melalui saluran pencernaan
klon yang tahan terhadap suatu                 makanan. Racun kontak adalah bahan
organisme pengganggu. Contohnya                kimia yang mematikan hama setelah
adalah tanaman tomat Ratna dan cabe            memasuki tubuh hama apabila bahan
                                               kimia tersebut bersentuhan atau

                                                                                     230
menempel pada tubuh hama. Racun                       menjadi gas dan membunuh organisme
sistemik adalah bahan kimia yang                      pengganggu melalui proses pernafasan.
mematikan hama yang masuk ke dalam                    Pada umumnya pestisida dibuat dalam
tubuh hama melalui bagian tumbuhan                    bentuk formulasi tertentu, sehingga efektif
yang terlebih dahulu telah mengandug                  dan efisien penggunaannya. Beberapa
bahan kimia tersebut, kemudian termakan               bentuk formula pestisida disajikan dalam
organisme penggangu atau nama.                        tabel berikut ini.
Fumigan adalah bahan kimia yang mudah

Tabel 5.11. Jenis Formulasi Pestisida

           NAMA
NO                           KODE                            KETERANGAN
         FORMULASI
     Emulsifiable                      Bila dicampur air, cairan akan menjadi emulsi (putih seperti
 1
     Concentrates           (EC)       susu)
 2   Wetable Powders        (WP)       Tepung basah, bila dicampur air menjadi suspensi
                                       Tepung halus dan basah (seperti
 3   Flowable Powder                   puding). Bila dicampur air emnjadi suspensi tepung dan
                            (F)
                                       dapat larut dalam air
 4   Soluble Powder         (SP)       Tepung, dapat larut dalam air
                                       Larutan mempunyai-daya racun tinggi terhadap organisme
 5   Solution
                            (S)        pengganggu tanaman
 6   Dust                   (D)        Debu, digunakan tanpa campuran bahan pelarut lagi
                                       Butiran, diberikan kepada tanaman tanpa bahan tambahan
 7   Granular
                            (G)        (langsung dibenamkan pada tanah)
                                       Bahan aktif, merupakan partikel kecil yang dapat menguap
 8   Aerosol                (A)
                                       ke udara
                                       Umpan beracun, digunakan bersama bahan tambahan
 9   Poisonous Baits        (B)
                                       yang disenangi hama (sebagai makanan)
     Slow- release                     Bahan aktif, keluar secara per lahan-lahan, pemakaian
10                          (SR)
     Formulations                      selama musim tanam beberapa kali.


Tabel 5.12. Daftar hama dan penyakit tanaman serta jenis pestisida

No. NAMA HAMA/           PESTISIDA                        DOSIS PENGENDALIAN
     PENYAKIT
      A. HAMA                              1-2 cc/liter air, disemprotkan merata ke tanaman setelah
                       Takothion 500 EC               tanaman berumur 15-30 hari, dengan
                                                               selang waktu 7-10 hari.
                                            2-4 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak
                          Furadan G
 1                                              serangga), dibenarnkan dalam media tanam
        Thrips                               2 gram per tanaman untuk membasmi nimfa (anak
                         Temik 10 G
                                                serangga), dibenamkan dalam media tanam
                                             2 gram per tanaman, untuk membasmi nimfa (anak
                         Curater 3 G
                                                serangga), dibenamkan dalam media tanam
 2      Tungau         Takothion 500 EC             Lihat dosis untuk pengendalian Thrips

                                                                                                  231
                          Trithion 4 E                   25-40 ml/liter air
                          Omite 57 EC                     1-2 cc/liter air

                        Tahothion 500 EC       Lihat dosis untuk pengendalian Thrips
                          Anthio 33 EC                  1 – 2 cc per liter air
 3     Kutu Daun          Dibrom 8 EC                       2 cc/liter air
                         Folithion 50 EC                 0,25-1 cc/liter air
                         Karphos 25 EC                    1-2 cc/liter air
                         Nudrin 24 WSC                    2-3 cc/liter air
                         Diazinon 40 EC                 0,75-1,5 cc/liter air
 4        Ulat          Baythroid 50 WSC                  0,5-1 cc/liter air

                         Cymbush 6 EC                     1-2 cc/liter air
 5     Kumbang           Bayrusil 250 EC                 0,2% per liter air
                        Hostathion 75 EC                 0,15% per liter air
 6     Lalat Buah       Bayrusil 250 EC                  0,2% per liter air
                        Laybaycid 25 EC                 0,15% per liter air
 7       Kepik           Folithion 50 EC               0,25 – 1 cc / liter air.
 8      Belalang            Curacron                 0,5        - I cc / liter air

      B. PENYAKIT      Benlate / Antracol 70
 1                                                     0.5 – 1 gram / liter air
                          WP / Velimex
      Bercak Daun

 2   Layu Fusarium               -               Tanaman dibangkar lalu dibakar

 3    Layu Bakteri               -               Tanaman dibangkar lalu dibakar

 4 Antraknose/ patek Benlate / Antracol 70             0,5 – 1 gram / liter air
                        WP/ Velimex

d.   Teknik pengendalian hama, penyakit          fungsinya secara “density dependent”.
     dan gulma (hpg) secara organik              Untuk itu keadaan dan perkembangan
                                                 hama yang penting perlu terus dipantau
Patogen serangga dapat digunakan                 dan menjaga tindakan-tindakan yang
dalam Pengendalian Hama Tanaman                  mengurangi berfungsinya patogen hama
(PHT) melalui beberapa teknik dan                dapat dibatasi sekecil mungkin.
sasaran yaitu :
1).   Memanfaatkan secara maksimal               2). Introduksi dan aplikasi patogen hama
proses pengendalian alami oleh patogen           sebagai faktor mortalitas tetap. Prinsip
hama. Ada banyak jenis jamur patogen             penggunaan patogen hama disini sama
penyebab penyakit dan jamur yang                 dengan introduksi serangga parasitoid
mampu menekan populasi hama secara               atau predator untuk menekan populasi
alami sehingga populasi tetap berada di          hama untuk jangka waktu yang panjang.
bawah aras ekonomik. Kita harus                  Caranya adalah dengan memasukkan
menjaga ekosistem sedemikian rupa                dan menyebarkan patogen pada suatu
sehingga patogen dapat melaksanakan              ekosistem sedemikian rupa sehingga

                                                                                       232
patogen tersebut mantap di ekosistem         dalam keadaan seimbang di bawah aras
yang baru ini, sehingga menjadi faktor       ekonomik dalam jangka waktu yang
mortalitas tetap bagi spesies hama yang      panjang
dikendalikan. Permu-laan bagi patogen
diperlukan kepadatan populasi inang yang     b). Aman bagi lingkungan
cukup.                                       Pengendalian hayati tidak memiliki efek
                                             samping terhadap lingkungan terutama
3). Aplikasi patogen hama sebagai            terhadap serangga atau orga-nisme yang
insektisida mikrobial. Aplikasi patogen      bukan sasaran
perlu dilakukan beberapa kali sama           Relatif ekonomik karena begitu usaha
prinsipnya      dengan       penggunaan      tersebut berhasil kita tidak memerlukan
insektisida sintetik organik. Saat ini       lagi tambahan biaya khusus untuk
beberapa jenis patogen seperti Bacillus      pengen-dalian hama yang kita upayakan
thuringiensis telah dipasarkan dengan        dan tidak merugikan per-kembangan
nama dagang tertentu. Berbeda dengan         musuh alami.
insektisida sintetik organik maka
insektisida     mikrobia      mempunyai      Kerugian pengendalian hayati adalah:
keuntungan yaitu berspektrum sempit          a). Modal investasi yang besar
atau khas inang dan aman bagi                Modal untuk pengendalian hayati relatif
lingkungan hidup serta tidak membunuh        besar karena harus dikeluarkan untuk
binatang bukan sasaran. Kecuali itu          kegiatan eksplorasi, penelitian, pengujian,
apabila        keadaan         lingkungan    dan evaluasi terutama yang menyangkut
memungkinkan patogen hama yang               berbagai aspek dasar baik untuk hama,
diaplikasikan pada ekosistem mungkin         musuh alami maupun tanaman.
dapat menjadi pengendali alami hama
yang permanen di ekosistem tersebut.         Aspek dasar yang meliputi taksonomi,
Teknik penggunaan pengendali hama            ekologi, biologi, siklus hidup, dinamika
jenis mikroba biasanya diigunakan pada       populasi,      genetika,     fisiologi, dll.
tanaman setelah melalui pengenceran          Identifikasi yang tepat jenis hama maupun
untuk mendapatkan konsentrasi yang           musuh alaminya merupakan langkah
tepat, kemudian disemprotkan ke seluruh      permulan yang sangat penting, supaya
tanaman atau langsung ke dalam tanah di      tidak memperoleh kesulitan dalam
sekitar perakaran, sedangkan untuk           mempelajari sifat-sifat kehidupan musuh
microbial agen yang telah dikeringkan dan    alami dan langkah kegiatan selanjutnya
dicampur dengan media lain dapat
langsung dibenamkan kedalam tanah            Diperlukan Fasilitas yang lengkap dan
atau ditebarkan ke tanah disekitar           para     peneliti   yang    berkualitas,
tanaman.                                     berpendidikan khusus dan, berdedikasi
Dibandingkan      dengan     teknik-teknik   tinggi untuk pengembangan teknologi
pengendalian yang lain terutama              pengendalian hayati. Keberhasilan dari
pestisida, pengendalian OPT dengan           penggunaan pengendali hayati relatif
musuh alami memiliki keuntungan              lebih lama.
diantaranya:
                                             4)        Taktik Pengendalian
a). Permanen                                 Telah       tersedia   berbagai  taktik
Musuh alami menjadi lebih mapan dan          pengendalian yang dapat dikelompokkan
selanjutnya secara alami musuh alami         seperti di bawah ini :
akan mampu menjaga populasi hama

                                                                                    233
(a).       Mengusahakan pertumbuhan                    Penggunaan mulsa
tanaman sehat
Yang dimaksud dengan tanaman sehat             (b). Pengendalian hayati (musuh-musuh
ialah tanaman yang terlihat segar, tumbuh      alam)
normal menurut kriteria pertumbuhan            Dalam pengertian ekologi definisi
yang telah diketahui. Dimulai dengan           pengendalian hayati ialah pengaturan
menilai kesehatan benih. Tanda-tanda           populasi kepadatan organisme oleh
benih sehat ialah benih harus bersih,          musuh-musuh alamnya, hingga tingkat
terlihat bernas, tidak berkeriput, tidak ada   kepadatan rata-rata organisme tersebut
gejala-gejala berpenyakit, persentase          lebih rendah dibandingkan dengan yang
tumbuhnya (kecambah) hampir 100%.              tidak teratur oleh musuh alamnya
Demikian juga kecepatan pertumbuhan            (DeBach, 1979). Dari segi kepentingan
benih tersebut harus memenuhi kriteria         manusia musuh-musuh alam tersebut
yang telah ditentukan. Benih yang sehat        dimanfaatkan sebagai pengendali hama
akan menghasilkan tanaman yang sehat           agar fluktuasi kepadatan rata-rata
pula. Di lapangan dapat dibedakan antara       populasi hama tanaman selalu rendah.
pertumbuhan tanaman sehat dengan               Dengan demikian hama tersebut tidak
yang bukan. Misalnya varietas unggul           mendatangkan kerugian. Musuh-musuh
Cisadane. Bentuk tanamannya tegak,             alam tersebut dapat digolongkan sebagai
tinggi antara 105-120 cm, anakan               berikut (van den Bosch et al. 1985;
produktif 15-20 batang, warna kaki,            Pimentel, et al. 1986)
batang, dan daun hijau, muka daun kasar,                Predator
posisi daun tegak, bentuk dan warna                     Parasitoid
gabah gemuk dan kuning bersih, umur                     Patogen serangga ( jamur,
antara 135-145 hari.                                    bakteri, virus, nematoda)
                                                        Vertebrata (mamalia, burung,
Mengapa        harus       mengusahakan                 amphibia, ikan).
pertumbuhan tanaman sehat. Apakah
hubungan antara pertumbuhan tanaman            (c). Varietas tahan
sehat dengan masalah hama. Jelas ada           Yang dimaksud dengan varietas tahan
hubunganya, malah sangat erat.                 ialah varietas-varietas yang memang
Tanaman yang sehat akan lebih mampu            tahan terhadap serangan hama-hama
menahan serangan berbagai spesies              tertentu. Daya tahannya itu diwariskan
hamanya. Jadi pertumbuhan tanaman              kepad keturunan-keturunannya, jadi daya
sehat pada umumnya menjadi lebih tahan         tahan yang diwariskan secara genetik.
terhadap serangan hama. Bagaimana              Mekanisme ketahanan varietas dapat
caranya mengusahakan pertumbuhan               digolongkan sebagai berikut (Pinter,
tanaman sehat. Usaha ini mencakup              1951) :
berbagai aspek kultur teknik yaitu :                    Non-preferensi
        Pola-pola tanam                                 Antibiosis
        Pergiliran tanaman                              Toleransi tanaman
        Sanitasi
        Pemangkasan                            (d). Mekanik
        Waktu tanam                            Pengendalian secara mekanik ialah
        Pemupukan                              menggunakan berbagai alat/bahan untuk
        Pengelolaan        tanah     dan       membinasakan     hama,       termasuk
        pengairan                              menggunakan tangan kita untuk
        Tanaman perangkap

                                                                                 234
mengambil/menangkap hama sebagai             lain dengan tujuan untuk mengendalikan
berikut :                                    hama tersebut. Metoda pengendalian
          Membinasakan dengan tangan,        secara genetik yang dibicarakan di sini
          alat                               ialah :
          Memagari tanaman dengan
          pagar                                      Teknik jantan mandul dengan
          Menangkap     dengan      alat             radiasi
          penghisap                                  Zat kimia pemandul
          Menggunakan alat perangkap
                                             (h). Pestisida
(e). Fisik                                   Yang dimaksud dengan pestisida ialah
Yang dimaksud dengan pengendalian            zat-zat kimia untuk membunuh hama.
secara fisik ialah memanfaatkan faktor-      Jadi pestisida adalah racun. Namun
faktor fisik untuk membinasakan atau         masih terjadi perdebatan apakah berbagai
menekan perkembangan populasi hama,          produk kimia yang non-letal seperti
antara lain dengan :                         pengatur      tumbuh,    feromon     dan
          Suhu panas, dingin                 sebagainya, juga termasuk pestisida.
          Suara
          Kelembapan                         Yang dibicarakan di sini antara lain
          Energi, perangkap cahaya,          penggolongan          pestisida   menurut
          pengaturan cahaya                  golongan hama yang diberantasnya,
                                             efeknya terhadap hama, formulasi,
(f).  Senyawa-senyawa kimia semio            toksisitas, penyimpanan, transpor, dan
       (“semiochemicals”)                    teknik memusnahkan serta alat-alat dan
Selama dua dekade terakhir ini banyak        teknik aplikasi dan pengelolaan pestisida.
kemajuan      telah    tercapai   dalam                Insektisida
mengidentifikasi dan menetapkan fungsi                 Fungisida
berbagai senyawa kimia yang dikeluarkan                Bakterisida
oleh serangga yang mutlak penting dalam                Molusida
kehidupannya.       Beberapa    diantara               Akarisida
senyawa kimia ini telah dapat                          Herbisida
dimanfaatkan sebagai salah satu taktik       Sesuai dengan definisi PHT untuk
dalam PHT.                                   menanggulangi          sesuatu    spesies/
                                             sekelompok spesies hama penting dipilih
Yang termasuk ke dalam senyawa-              mana dari taktik-taktik pengendalian
senyawa kimia semio ini adalah feromon-      tersebut di atas yang paling cocok untuk
feromon dan senyawa-senyawa kimia            digabungkan menjadi satu kesatuan
alelo (“allelochemicals”). Mekanisme         program pengendalian. Namun tidak
kerjanya ialah mengubah perilaku             mutlak demikian. Apabila dengan
serangga, tetapi tidak mematikannya.         menggunakan satu taktik pengendalian
Sepanjang diektahui efek racunnya            sudah berhasil baik sesuai dengan
terhadap kehidupan hewan dan tanaman         falsafah dan tujuan PHT, yang lainnya
sangat sedikit atau tidak ada sama sekali.   tidak diperlukan.

(g). Pengendalian secara genetik             Program PHT hendaknya sudah harus
Ada kemungkinan untuk merubah                dimulai sejak persiapan tanam sampai
komponen-komponen genetik populasi           dengan pasca panen. Dengan demikian
hama atau mekanisme pewarisnya yang          harus dapat diantisipasi spesies-spesies

                                                                                  235
hama penting apa saja yang mungkin          musuh alami yang paling penting adalah
timbul pada setiap fase kegiatan dan        dari go-longan serangga sendiri. Dilihat
pertumbuhan tanaman. Untuk ini              dari fungsinya musuh alami dapat kita
diperlukan     pengetahuan      tentang     kelompokkan        menjadi     parasitoid,
agorekosistem tanaman tersebut dan eko-     predator, dan patogen.
biologi    hama-hamanya.       Misalnya     1). Parasitoid
tanaman kedelai. Hama kedelai yang          Parasitoid adalah serangga yang
terpenting selama fase pertumbuhan          merugikan serangga atau binatang
pertama yaitu sejak berumur 4-10 hari       arthropoda lainnya. Parasitoid bersifat
setelah tanam ialah lalat kacang,           parasitik pada fase pra dewasanya
Ophiomya phaseoli, kumbang daun             sedangkan pada fase dewasa mereka
kedelai, Phaedonia inclusa dan kutu         hidup bebas tidak terikat pada inangnya.
kebul, Bemisia tabaci. Spesies-spesies      Umumnya parasitoid dapat membunuh
hama lain mungkin juga ada. Tabel III.3     inangnya meskipun ada inang yang
memuat daftar hama-hama kedelai yang        mampu melengkapi siklus hidupnya
dapat hadir pada fase-fase pertumbuhan      sebelum      mati.   Parasitoid    dapat
tanaman kedelai (Wedanimbi dan              menyerang setiap fase instar serangga
Soehardjan, 1993).                          maupun fase dewasa.          Oleh induk
                                            parasitoid telur dapat diletakkan pada
e.       Implementasi Pengendalian          permu-kaan kulit inang atau dengan
                                            tusukan ovipositornya telur langsung
Pengendalian hama dan patogen               dimasukkan ke dalam tubuh inang. Larva
tanaman dapat dilakukan dengan              yang keluar dari telur menghisap cairan
berbagai cara. Pengendalian yang sudah      inangnya        dan        menyelesaikan
umum dilakukan oleh petani Indonesia        perkembangannya di luar tubuh inang
adalah pengendalian secara kultur teknis,   (sebagai ekto-parasitoid) dan sebagian
pengendalian      secara       mekanis,     besar di dalam tubuh inang (sebagai
penegndalian secara fisik, pengendalian     endoparasitoid). Fase inang yang
secara hayati, pengendalian secara          diserang pada umumnya adalah telur dan
kimiawi, pengendalian dengan varietas       larva.
yang tahan terhadap OPT dan
penendalian secara terpadu (PHT:            Ada spesies parasitoid yang hanya
Pengendalian hama, patogen dan gulma        digunakan oleh satu para-sitoid untuk
secara terpadu). Untuk mengendalian         dapat melengkapi per-kembangannya
hama dan penyakit tanaman dapat             sampai fase dewasa pada satu inang.
dilakukan sevara bilogis.          Untuk    Parasitoid semacam ini disebut parasitoid
keberhasilan suatu pengendalian secara      soliter. Sedangkan parasitoid gregarius
biologis harus mengenal terlebih dahulu     adalah jenis parasitoid yang lebih dari
musuh-musuh alami hama dan penyakit         satu individu dapat hidup bersama-sama
tanaman. Berikut ini adalah beberapa        dalam tubuh satu inang. Banyak lebah
musuh alami hama dan penyakit               Ichneumonid merupakan parasito-id
tanaman.                                    soliter, dan banyak lebah Braconid dan
                                            Chalcidoid yang bersifat gregarius.
Hampir semua kelompok organisme             Terdapat 6 ordo dan 86 famili serangga
dapat berperan sebagai musuh alami          yang      termasuk     parasitoid  yaitu
serangga hama termasuk binatang             Coleoptera,     Diptera,   Hymenoptera,
vertebrata, nematoda, mikroorganisme,       Lepidoptera,       Neuro-ptera,      dan
invertebrata selain serangga. Kelompok      Strepsiptera. Dalam ordo Hymenoptera

                                                                                 236
yang terbanyak parasitoid adalah famili     Gejala serangan :
Ichneumonidae,    Braconidae,      dan      Bacillus thuringiensis sporulasi dalam
Chalcidoidea.                               tubuh serangga membentuk kristal yang
                                            mengandung protein beracun. Bila spora
2). Predator                                dan kristal bakteri dimakan oleh serangga
Predator merupakan orga-nisme yang          yang peka maka terjadi gejala paralisis
hidup bebas de-ngan memakan atau            yang mengakibatkan kematian inang.
memangsa binatang lainnya. Beberapa         Kristal bakteri akan melarut dalam saluran
perbedaan antara predator dan parasitoid:   pencernaan. Dalam jaringan tersebut
Parasitoid umumnya monofag atau             bakteri mengeluarkan toksin yang dapat
oligofag                                    mematikan serangga

Dalam perkembangannya parasitoid            Cendawan (fungi). Kelompok jenis jamur
memerlukan satu inang, sedangkan            yang menginfeksi serangga kita namakan
predator memerlukan banyak mangsa.          jamur entomofatogenik, jenis yang
Yang mencari inang pada parasitoid          terkenal adalah Nomuraea rileyi,
adalah serangga dewasa betina, tetapi       Metharizium anisopliae, dan Beauveria
pada predator serangga jantan dan           basiana
betina.
                                            Gejala serangan :
Hampir semua jenis ordo se-rangga           Jamur patogen masuk ke dalam tubuh
mempunyai jenis yang menjadi predator,      serangga tidak melalui saluran makanan
seperti     Coleop-tera,     Neuroptera,    tetapi langsung masuk ke dalam tu-buh
Hymenoptera, Diptera, dan hemiptera.        melalui kulit atau integumen. Setelah
Beberapa famili yang terkenal adalah        konidia jamur masuk ke dalam tubuh
kumbang         kubah       (Coleoptera:    serangga           serangga,       jamur
Coccinellidae),     Kumbang       tanah     memperbanyak           dirinya    melalui
(Coleoptera : Carabidae), Undur-undur       pembentukan hifa dalam jaringan
(Neuroptera : Chrysopidae).                 epikutikula, epidermis, hemocoel, serta
                                            jaringan-jaringan lainnya. Pada akhirnya
3). Mikroorganisme patogen                  semua jaringan dipenuhi oleh miselia
Jenis-jenis    mikroorganisme        yang   jamur. Disamping itu ada beberapa jenis
berperan sebagai agen pengendali hayati     jamur yang mempengaruhi pigmentasi
diantaranya adalah sebagai berikut :        serangga dan menghasilkan toksin yang
                                            sangat mempengaruhi fisiologi serangga.
Bakteri. Kelompok bakteri yang lebih        Karena pengaruh infeksi jamur terhadap
penting adalah bakteri pem-bentuk spora     pembentukan pigmen, larva atau instar
yang pada saat ini telah banyak             serangga       yang     terserang  jamur
digunakan sebagai insektisida mikrobial.    memperlihatkan       perubahan     warna
jenis bakteri patogen yang penting adalah   tertentu seperti warna merah dan merah
bakteri bacillus popiliae dan bacillus      muda.
thuringiensis. Fungsi bakteri: Bacillus
popilliae yaitu menyebabkan seperti         Proses perkembangan jamur dalam tubuh
penyakit susu pada kumbang jepang           inang sampai inang mati berjalan sekitar 7
Popiliae japonica dan kumbang skarabid      hari. Setelah inang terbunuh, jamur
lainnya. Bacillus thuringiensis sangat      membentuk konidia primer dan sekunder
efektif digunakan untuk mengendalikan       yang dalam kondisi cuaca yang sesuai
larva ordo Lepidoptera dan larva nyamuk.

                                                                                 237
konidia tersebut muncul keluar dari          Jenis-jenis agen pengendali hayati yang
kutikula serangga.                           dapat dipergunakan untuk mengendalikan
Saat ini di Indonesia jamur Metarhizium      penyakit tumbuhan adalah bakteri, virus,
anisopliae telah digunakan secara luas       protozoa, nematoda, tungau dan jamur.
untuk pengendalian hama Oryctes sp.          Jamur pengendali hayati adalah
yang      menyerang     kelapa.  Jamur       Trichoderma spp., Gliocladium spp. dan
Beauveria      telah    dicoba    untuk      Metharizium sp. (baker and Cook, 1982).
pengendalian hama wereng padi coklat
dan hama penggerek buah kopi.                Berikut beberapa contoh pembuat-an
                                             pestisida hayati dari mikro-organisme,
Jamur antagonis. Beberapa spesies            yaitu Jamur B. bassiana merupakan
Gliocladium sp. bersifat antagonis yang      entomopatogen yang dapat mematikan
menyebabkan          kematian          dan   serangga dewasa dan pra dewasa (telur,
menghancurkan hifa inangnya dengan           larva, pupa) hama penggerek bonggol
sekresi satu atau lebih antibiotik, dengan   pisang, C. sordidus. Bila pupa yang
sifat hiperparasit dan persaingan hara       terinfeksi B. bassiana dapat hidup,
maupun ruang. Antibiotik yang dihasilkan     namun serangga imagonya akan cacat
Gliocladium sp. adalah gliotoksin.           dimana perkembangan sayapnya tidak
Gliocladium dan Trichoderma berpotensi       sempurna. Jamur B. bassiana terlihat
sebagai agen pengendali hayati untuk         keluar dari tubuh serangga terinfeksi
penyakit layu fusarium. Trichoderma spp.     mula-mula dari bagian alat tambahan
Membebaskan gas-gas yang mudah               (apendages) seperti antara segmen-
menguap dan berfungsi sebagai anti           segmen antena, antara segmen kepala
jamur. Anti jamur yang dihasilkan            dengan toraks, antara segmen toraks
berpengaruh terhadap pertumbuhan             dengan abdomen dan antara segmen
Fomes annosus dan Lentinus lepideus          abdomen dengan cauda (ekor). Setelah
                                             beberapa hari kemudian seluruh
Menurut Baker and Cook (1982),               permukaan tubuh serangga yang
pengendalian hayati adalah tindakan          terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur
penekanan kepadatan inokulum atau            yang berwarna putih. Penetrasi jamur
aktifitas patogen yang berada dalam          entomopato-gen sering terjadi pada
keadaan aktif atau dorman oleh satu atau     membran antara kapsul kepala (head
lebih organisme. Pengendalian hayati         capsule) dengan toraks atau diantara
dapat berjalan dengan alami melalui          segmen-segmen apendages demikian
manipulasi lingkungan inang (tumbuhan),      pula miselium jamur keluar pertama kali
agen pengendali hayati atau dengan           pada bagian-bagian tersebut.
introduksi masal satu atau lebih agen
pengendali hayati.




                                                                                 238
                                              Gambar 48.
               Gejala pada serangga dewasa C. sordidus yang terinfeksi oleh jamur B.bassiana




                                                   Gambar
                   Morfologi Gliocladium sp. (kiri) dan Hiperparasitisme Gliocladium sp.
                                      Pada patogen tanaman (kanan)



Jamur        Metarrhizium        anisopliae                Gliocladium sp. diperbanyak pada media
Perbanyakan jamur dilakukan pada PDA,                      PDA dengan cara isolat murni
setelah itu dipin-dahkan ke dalam media                    Gliocladium sp. yang berada dalam
ja-gung pecah. Pada media jagung                           tabung reaksi dituangkan ke tanah yang
tersebut akan tumbuh miselium berwarna                     mengandung patogen, lalu diinkubasikan
putih dan spora-spora jamur berwarna                       selama satu minggu. Tanah tersebut
hijau olive. Suspensi jamur dibuat dari                    disirami setiap hari sampai lembab.
biakan pada media jagung yang                              Kemudian tanah yang mengandung
disuspensikan ke dalam akuades dan                         patogen dan jamur antagonis diambil satu
disaring. Suspensi ini dihitung kepekat-an                 gram, lalu diencerkan dengan aquades
sporanya dengan alat Haemocytometer di                     steril sampai dengan 10-5. Satu milimeter
bawah mikroskop dengan perbesaran                          hasil pengenceran tanah ditumpahkan ke
400–600x, sehingga diperoleh suspensi                      dalam cawan petri lalu ditambah sembilan
dasar yang selanjutnya akan diencerkan                     mililiter media PDA dan antibiotik.
sesuai kebutuhan.                                          Campuran tersebut digoyang sekitar 20
                                                           kali, kemudian diinkubasikan dalam suhu

                                                                                               239
kamar selama 2 hari. Pada hari ke-3           dapat ditranslokasikan ke seluruh bagian
pindahkan jamur antagonis ke dalam            tumbuhan. Herbisda sterilisasi tanah
cawan petri yang mengandung PDA steril,       adalah herbisida yang selama berada di
lalu diinkubasikan sela-ma 4 hari. Pilih      dalam tanah dapat mencegah tumbuhnya
satu cawan petri yang mengandung koloni       gulma.      Pemberian herbisida untuk
Gliocladium sp. murni. Setelah dipotong-      memberantas gulma dilakukan dengan
potong dengan alat Cork Boorer, setiap        cara sebar, larikan dan langsung.
satu potongan dipindahkan ke cawan
petri, lalu diinkubasikan selama tujuh        Cara sebar dilakukan untuk menyemprot
hari. Dengan demikian diperoleh koloni        atau menebar herbisida ke seluruh area
murni Gliocladium sp.                         pertanaman.         Cara larikan adalah
                                              pemberian herbisida yang disebarkan di
f. Implementasi pengendalian gulma.           antara barisan tanaman. Sedangkan cara
Untuk mengendalikan gulma tanaman             langsung dilakukan apabila herbisida
terdapat lima tehnik pengendalian, yaitu      disemprotkan secara langsung pada
(1)     cara      mekanis,        melakukan   gulma atau dengan cara melukai gulma
pembabatan, pencabutan, pengolahan            dan mengoleskan herbisida pada bagian
tanah, pengenangan, pembakaran dan            yang luka.
penutupan lahan dengan mulsa plastik          Translokasi herbisida ke bagian-bagian
hitam-perak atau mulsa organik;               gulma dibagi atas tiga cara, yaitu
(2) tehnik kompetisi,yaitu mengatur waktu     translokasi melalui jaringan kulit kayu atau
tanam yang tepat sehingga tanaman tidak       floem, trnaslokasi melalui jaringan pem-
tersaingi dalam kebutuhan air, unsur hara     buluh kayu (xilem) dan translokais melalui
dan oksigen;                                  ruang inertseluler.
(3) pergiliran tanaman, yaitu melakukan
pergantian tanaman budidaya pada setiap       Penyemprotan herbisida melalui daun
musim tanam;                                  akan diterukan ke bagian bawah,
(4) cara biologi, dengan menggunakan          termasuk akar. Penyemprotan sebaiknya
predator gulma dan penyakit tanaman           dilaku-kan pada sel-sel yang masih muda,
berupa fungi atau bakteri atau virus.         karena proses translokasi bahan-bahan
Contohnya memberantas Lantana camara          dari daun ke bagian tanaman berjalan
dengan hama penggerek batang                  secara aktif. Herbisida yang toksik akan
Plagiohanus spini atau pengerek daun          mema-tikan sel-sel atau jaringan yang
seperti Octotoma scrabripennis;               dilewatinya. Selama sel-sel floem masih
(5) secara kimia, yaitu mengendalikan         berfungsi maka gulma masih tetap dapat
gulma dengan menggunakan ba-han               bertahan hidup. Oleh karena itu untuk
kimia atau herbisida.                 Dalam   membunuh gulma dengan menggunakan
penerapannya, herbisida digolongkan           herbisida harus selalu mematikan fungsi
dalam tiga kelompok, yaitu herbisida          floem sehingga fungsi akar akan terhenti.
kontak, sistemik dan sterilisasi tanah.
                                              Pemberian herbisida melalui tanah akan
Herbisida kontak yaitu herbisida yang         diangkut oleh jaringan pembuluh xilem
dapat membunuh bagian gulma yang              ke bagian atas gulma termasuk daun.
terkena herbisida kemudian mengalir           Xilem merupakan sel-sel yang tidak hidup
melalui sel-sel xilem. Herbisida sistemik     sehingga herbisida sulit untuk merusak
adalah herbisida yang dapat membunuh          sel xilem. Translokais dari bagian akar ke
seluruh bagain tumbuhan, diabsorpsi oleh      bagian di atas permukaan tanah akan
akan atau bagian tanaman lainnya dan

                                                                                     240
selalu mengikuti translokasi air dan           interaksi sifat herbisida, gulma dan
larutan hara tanama                            lingkungan.

Translokasi bahan aktif dari herbisida         Sifat herbisida menyangkut daya kerja,
melalui ruang interseluler karena adanya       mekanisme kerja, formulasi dan pH.
sifat bahan pelarut yang nonpolar dan          Tehnik penggunaan herbisida mencakup
mempunyai tekanan permukaan yang               cara penyemprotan, penempatan dan
rendah.      Dengan demikian herbisida         hubungannya dengan alat serta waktu
dapat menyebar ke seluruh bagian               penggunaannya.         Sifat gulma yang
tanaman, dari bagian atas ke bawah, atau       mempengaruhi efektivitas dan selektivitas
sebaliknya. Begitupun dengan proses            herbisida adalah sifat morfologis, fisiologis
secara radian ataupun tangensial.              dan genetis, Keadaan seperti tanah,
Faktor-faktor      yang      mempengaruhi      sinar, suhu, kelembaban udara, air dan
efetivitas dan selektivitas herbsida adalah:   faktor biologi akan mempengaruhi pula
sifat herbisida, cara pemberian atau           efektivitas dan selektivitas herbisida.
pemakaian, sifat gulma, lingkungan, dan




                                                                                       241
                                        Ringkasan

Setelah mempelajari BAB 5. siswa telah mampu menguasai kompetensi-kompetensi
berikut:
    1. Menyiapkan lahan dan media tanam
    2. Mengelola alat dan mesin pemeliharaan tanaman
    3. Menerapkan K-3 dalam merawat tanaman
    4. Merawat benih tanaman

         Media tumbuh                     Sifat fisik tanah    Sifat kimia
        Perkembangan dan                       Tekstur           Unsu hara
        pengertian tanah                       Struktur          makro
        Profil tanah                           Aerasi tanah      Unsur hara
        Komponen tanah                         Temperatur        mikro
        Fungsi utama tanah                     tanah
        senagai media tumbuh                   Warna tanah
                                               Klasifikasi
                                               warna
      Teknik pengolahan tanah           Teknik penanaman       Pemupukan
Teknik pengolahan tanah terdiri      Teknik penanaman            Pupuk organic
dari persiapan lahan, dan            terdiri dari persemain,     Pupuk
pembuatan bedengan untuk             pembibitan,                 anorganik
tempat tumbuh tanaman.               pemeliharaan bibit dan
Kegiatan selanjutnya adalah          penanaman.
membuat lubang tanam dengan
jarak tanaman yang efektif dan
efisien.

            Pengairan                    Pemangkasan              OPT
        Fungsi air bagi tanaman             Pemangkasan          Hama
        Kebutuhan bagi tanaman              tanaman              Penyakit
        Peran utama air tanah               muda.                Gulma
        Proporsi dan siklus air             Pemangkasan          Tekniik
        tanah.                              tanaman tua.         pengendalian
        Koefisien dan                                            HPG
        ketersediaan air tanah                                   Implementasi
        factor-faktor ketersediaan                               pengendalian
        air
        Teknik pengairan




                                                                                 242
SOAL:
   1. Jelaskan tentang unsur hara makro dan mikro bagi tanaman.
    2. Jelaskan minimal 10 OPT dan teknik pengendaliannya.
    3. Mengapa pengendalian OPT yang terbaik adalah secara terpadu.



TUGAS:
   1. Lakukan observasi terhadap unsur hara yang digunkan petani di sekitar sekolahmu.
    2. Amati hama. Penyakit dan gulma yang menyerang tanaman yang dibudidayakan di
        sekolahmu dan diskusikan dengan teman satu kelompok bagaimana cara
        mengendalikan OPT tersebut.




                                                                                  243

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9830
posted:12/2/2009
language:Indonesian
pages:254