Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

Tantangan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Era Otoda

VIEWS: 1,970 PAGES: 11

Bintek Lembaga Pendidikan Keuangan Daerah Indonesia DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara-Hotel Grand Cempaka-Jakarta, 26 September 2008

More Info
  • pg 1
									BAPPENAS

Tantangan Pembangunan dan  Pemberdayaan Masyarakat di Era Otoda Pemberdayaan Masyarakat di Era Otoda

Drs. H. Dadang Solihin, MA
Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah‐Bappenas Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Bintek Lembaga Pendidikan Keuangan Daerah Indonesia DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Hotel Grand Cempaka‐Jakarta, 26 September 2008

Materi
Tujuan Pembangunan Wadah Perwakilan Rakyat Orientasi Dasar Politik DPRD Paradigma Governance Pemberdayaan Peranan Pemerintahan Daerah Pendekatan Pembangunan Ekonomi Daerah Pendekatan Pembangunan Ekonomi Daerah 2. 3. 1.

Apa Tujuan Pembangunan? Apa Tujuan Pembangunan?
(Todaro: the three objectives of development)
Peningkatan standar hidup (levels of living) setiap orang, baik  pendapatannya, tingkat konsumsi pangan, sandang, papan, pelayanan  kesehatan, pendidikan, dll. k h didik dll Penciptaan berbagai kondisi yang memungkinkan tumbuhnya rasa  p percaya diri (self‐esteem) setiap orang. y ( f ) p g Peningkatan kebebasan (freedom/democracy) setiap orang.

www.dadangsolihin.com

3

www.dadangsolihin.com

4

How?
1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah  antar sub daerah  antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. 4 Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar  bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang  (berkelanjutan).

Wadah Perwakilan Rakyat Wadah Perwakilan Rakyat
Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh Kepala Daerah yang dipilih secara langsung oleh rakyat DPRD sebagai organisasi politik Negara yang berpihak dan berjuang untuk kepentingan rakyat Berbagai partai politik yang seharusnya menjadi organisasi politik sipil tertinggi dari rakyat LSM dan berbagai bentuk asosiasi yang menjadi wadah fungsional atas p j perjuangan kepentingan tertentu g p g Berbagai organisasi kemasyarakatan yang dibentuk mulai dari tingkat dusun sampai tingkat nasional
5 www.dadangsolihin.com

Mana yang paling dekat dengan  M li d k d rakyat dan secara nyata sering  memperjuangkan kepentingan  y rakyat?  Organisasi mana yang terkait  langsung memperjuangkan  kepentingan rakyat?  Lembaga dan organisasi mana  yang mempunyai sumberdaya  pembangunan yang dapat  didayagunakan untuk secara  nyata dan cepat memenuhi  kebutuhan hidup rakyat?  Organisasi mana yang mempunyai  Organisasi mana yang mempunyai dasar pijakan kuat dan konkrit di  lingkungan rakyat?

www.dadangsolihin.com

6

Struktur dan Kompleksitas Keterwakilan Kepentingan Warga dalam Pembangunan Bentuk Kebijakan dan Program Pembangunan DPRD Parpol LSM
Produk‐produk  Fungsi DPRD Program partai  dan janji  kampanye p y Kebijakan dan  program khusus  LSM

Kelompok M Kelompok Median
Ormas
Agenda lobi dan  tekanan politik

Pemda
Kebijakan dan  Program  Pembangunan g

Sosial
Kesejahteraan sosial  bagi seluruh warga

Arena Pembangunan Ekonomi Lingkungan
Pertumbuhan dan  pemerataan Lingkungan yang sehat  dan lestari

Mereka adalah para pemain politik di tingkat  'meso' atau tengah yang cerdas dalam melihat  meso atau tengah yang cerdas dalam melihat peluang untuk melakukan perubahan.  Motif gerakan dan sasaran mereka seringkali sangat  ditentukan pada pemenuhan insentif yang mereka  ditentukan pada pemenuhan insentif yang mereka harapkan; bisa insentif politik atau ekonomi.  Mereka dapat bergerak seperti 'bola liar' karena  mampu masuk dalam berbagai kalangan dengan  kd l b b ik l d mudah.  Mereka juga bisa menjadi 'penunggang bebas' atau  free rider terhadap berbagai organisasi dan  program yang sesuai dengan minat dan  kepentingan mereka.  Pada umumnya, mereka muncul dari 'kelas  menengah' di lingkungan ekonomi atau pun  lingkungan intelektual.
7 www.dadangsolihin.com 8

Kelembagaan
Pembuatan keputusan  partisipatif

Pemda
KDH, Sekda, SKPD 

DPRD

Lembaga Intermediary Parpol
Pimpinan Partai,  Biro‐biro dalam  Bi bi d l Partai

LSM

Ormas
Berbagai bentuk  dan jenis Ormas d j i O

Pimpinan, Komisi,  Fraksi, Kaukus F ki K k

Berbagai bentuk  dan jenis LSM d j i LSM

Kelompok median pendukung pemilu dan political entrepreneur
Warga Negara dan Kepentingan‐kepentingannya

Gender
Laki Perempuan

Ekonomi
Kaya Miskin

Domisili
Tetap
www.dadangsolihin.com Tidak Tetap

Keamanan
Mapan Rentan

Organisasi
Kelompok Individual 

Sumber: ADEKSI, KAS, GTZ, ProLH (2005)

Pendukung Pemilu endukung P endukung 
Pada umumnya mereka mendapatkan  d k d k akses pemanfaatan fasilitas publik dan  sumberdaya pembangunan secara  lebih baik dibandingkan dengan  masyarakat kebanyakan.  Karena posisi yang berada di lapisan  Karena posisi yang berada di lapisan tengah, mereka dapat diakses baik  oleh para penguasa formal maupun  masyarakat luas, sebab keduanya  masyarakat luas sebab keduanya punya ketergantungan terhadap  kelompok median ini. 1.

Fungsi DPRD menurut UU Fungsi DPRD menurut UU
Legislasi: kewenangan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), yaitu  menginisiasi lahirnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan juga  e ba as da e ye uju / e o a ape da ya g d usu a o e e se u membahas dan menyetujui/menolak Raperda yang diusulkan oleh eksekutif. Anggaran: kewenangan menyetujui atau menolak dan menetapkan RAPBD  menjadi APBD, melalui proses pembahasan Arah Kebijakan Umum,  pembahasan rancangan APBD yang diajukan oleh kepala daerah, dan  b h APBD di j k l hk l d h d menerapkan Perda tentang APBD. g g p g p Pengawasan: kewenangan dewan untuk melakukan pengawasan terhadap  pelaksanaan perda dan peraturan lainnya, pengawasan pelaksanaan APBD,  mengawasi kebijakan dan kinerja pemerintah daerah dalam  pelaksanaan  pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. pembangunan daerah, dan kerjasama internasional di daerah. Sumber: UU 32/2004

2.

3.

www.dadangsolihin.com

9

www.dadangsolihin.com

10

Orientasi Dasar Politik DPRD Orientasi Dasar Politik DPRD
1. Agenda politik yang sangat nyata dan  langsung memenuhi kebutuhan warga. Penanggulangan kemiskinan; Penanggulangan kemiskinan; Peningkatan aksesibilitas dan kualitas  pendidikan dan kesehatan; Pemberantasan korupsi dan reformasi  birokrasi.

Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
2. Argumentasi politik yang dibangun adalah  sangat mendasar dan tidak klise. Dengan membawa dukungan politik nyata  dari warga, anggota DPRD akan dapat  dari warga anggota DPRD akan dapat memperkuat pijakan mereka dalam proses  politik yang berlangsung dalam berbagai  sidang DPRD.  id DPRD Dengan informasi dan pengetahuan yang  g g p g y langsung diperoleh dari warga masyarakat,  para anggota DPRD akan mampu  membawakan semua kepentingan warga ke  dalam proses pembuatan Peraturan  dalam proses pembuatan Peraturan Daerah, penentuan APBD dan pengawasan  politik.

www.dadangsolihin.com

11

www.dadangsolihin.com

12

Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
3. Pemikiran yang selalu mencari upaya  k l l perbaikan. Anggota DPRD akan selalu dituntut  ggo a a a se a u d u u untuk berpikir positif dan  konstruktif dalam melaksanakan  tugas dan fungsinya.  tugas dan fungsinya Sering tanpa disadari kebiasaan ini  justru meningkatkan kapasitas  modal politik yang memang  dibutuhkan oleh anggota DPRD dan  struktur politik pendukungnya.

Orientasi Dasar Politik DPRD . . .
4. Membangun dan memperkokoh sistem  umpanbalik yang cepat dan efektif. Para anggota DPRD dan partai  politiknya dapat selalu melakukan up‐ politiknya dapat selalu melakukan up date terhadap informasi dan program  kerjanya.  Partai politik yang diwakili oleh  anggota DPRD tersebut juga secara  g terus menerus mengevaluasi diri  apakah mereka mempunyai akar yang  kuat di tingkat akar rumput atau justru  berkembang menjadi partai politik  berkembang menjadi partai politik yang mengambang.

www.dadangsolihin.com

13

www.dadangsolihin.com

14

Pergeseran Paradigma:  From Government to Governance G tt G

Pelaku Pembangunan:  Paradigma Governance Paradigma  Paradigma Governance
Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat  yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb. yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, partisipatif, dsb.
Tenaga Kerja Kontrol Kontrol

Dunia Usaha  Swasta

Pemerintah

Masyarakat

Government
Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal p publik, Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara gj y mengijinkannya.

Governance
Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama p pemerintah, civil society dan y dunia usaha sebagai tiga aktor utama.

Nilai Pertumbuhan Pasar

Redistibusi Melalui Pelayanan

Apabila sendi‐sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan  Good.
15 www.dadangsolihin.com 16

www.dadangsolihin.com

Mengapa Pemberdayaan?
Konsep Pertumbuhan
• Pembangunan dipandang sebagai proses yang berkesinambungan dari  g p g g p y g g peningkatan pendapatan riil per kapita melalui peningkatan jumlah dan  produktivitas sumber daya. 

Upaya Memberdayakan Masyarakat paya Memberdayakan M
1.

Enabling
Menciptakan suasana atau iklim yang memungkinkan potensi  p y g g p masyarakat berkembang.

2.

Konsep Pemberdayaan Masyarakat
• • Konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai‐nilai sosial.  Konsep pembangunan ekonomi yang merangkum nilai nilai sosial Konsep ini mencerminkan paradigma baru pembangunan, yakni yang  bersifat "people‐centered, participatory, empowering, and sustainable"  (Chambers, 1995).

Empowering
Memperkuat potensi atau daya yang dimiliki oleh masyarakat.

3.

Protecting
Mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang, serta eksploitasi  M h t j di i tid k i b t k l it i yang kuat atas yang lemah.

www.dadangsolihin.com

17

www.dadangsolihin.com

18

Strategi Utama  Strategi Utama  Strategi Utama Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat
1. 2. 3. Pemberdayaan Masyarakat (Community Empowerment) Perluasan Kesempatan (Promoting Opportunity) Pengembangan Perlindungan Sosial (Enhancing Social Security)

1. Pemberdayaan masyarakat (community empowerment)
a. Pembentukan iklim demokrasi dan partisipasi secara umum di tingkat  nasional sampai desa, sampai menjadi nilai yang inheren pada setiap  tindakan dalam program pemberdayaan masyarakat; demokrasi  i d k d l b d k d k i memungkinkan pelebaran makna permasalahan dari lapisan bawah  kepada elite masyarakat; Desentralisasi dan kemandirian dalam pengambilan keputusan agar  masalah dan penyelesaiannya memiliki akar empiris yang kuat; hal ini  meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pemecahan  meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pemecahan masalah pembangunan; Peningkatan kemampuan pemerintah pusat dan daerah dalam melayani  kebutuhan penduduk miskin dan marjinal; k b h d d k k d l

b.

c.

www.dadangsolihin.com

19

www.dadangsolihin.com

20

Lanjutan… Lanjutan
d. d Keberlanjutan program atau proyek dengan memfasilitasi gerakan  b l kd f l k masyarakat dalam memelihara maupun meningkatkan hasil program  dan proyek tersebut; Penyediaan fasilitator untuk menggerakkan kehidupan kelompok dan  masyarakat lokal, serta memberi pengetahuan manajerial; fasilitator  juga berfungsi sebagai mediator untuk memungkinkan komunikasi yang  juga berfungsi sebagai mediator untuk memungkinkan komunikasi yang setara dari penduduk miskin dan marjinal kepda pihak lainnya sehingga  akses kepada penduduk miskin terbuka lebar;

2. Perluasan kesempatan (promoting opportunity):
a. b. Penyusunan kebijakan publik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, dan  budaya dialokasikan kepada lapisan miskin dan marjinal; Pembangunan prasarana dan sarana fisik di bidang transportasi,  komunikasi, perumahan, kesehatan, terutama untuk daerah‐daerah  gg ; p g g tertinggal; pembangunan fisik diarahkan untuk meningkatkan dan  mempercepat perolehan impak kepada perkembangan ekonomi  wilayah; Pemberian akses kepada lembaga pendidikan, lembaga ekonomi,  Pemberian akses kepada lembaga pendidikan lembaga ekonomi lembaga sosial, lembaga politik, lembaga budaya, terutama kepada  keluarga miskin dan golongan perempuan; dengan demikian lapisan  bawah dan kelompok marjinal memiliki modal untuk bersaing dalam  b hd k l k l lk d l kb d l kehidupan modern;

e.

c. c

www.dadangsolihin.com

21

www.dadangsolihin.com

22

3. Pengembangan perlindungan sosial (enhancing  3 Pengembangan perlindungan sosial (enhancing social security):
a. b. Pemberian legalitas kepada properti penduduk miskin agar bisa  digunakan sebagai modal kerja dan perolehan kredit mikro/kecil; Pembentukan atau penguatan kelompok atau organisasi secara modern  agar penduduk miskin dapat memanfaatkan akses ekonomi, politik,  y g p g j sosial dan budaya bagi peningkatan ketahanan sosial dan kesejahteraan  masyarakat; Pembangunan jaringan kerjasama antara individu, lembaga/ kelompok  swadaya masyarakat, lembaga pemerintahan, dan lembaga ekonomi;  swadaya masyarakat lembaga pemerintahan dan lembaga ekonomi; jaringan berguna untuk memperluas batas kemampuan individu atau  kelompok, serta sebagai pertahanan dari krisis yang mungkin  menghadang secara mendadak; h d d d k 1. 2.

Peranan Pemerintahan Daerah
Memahami aspirasi rakyat dan harus peka terhadap masalah yang  dihadapi oleh rakyat. Membangun partisipasi rakyat. Artinya, berilah sebanyak‐banyaknya  kepercayaan pada rakyat untuk memperbaiki dirinya sendiri.  Aparat  p pemerintah membantu memecahkan masalah yang tidak dapat diatasi  y g p oleh masyarakat sendiri. Menyiapkan masyarakat dengan sebaiknya, baik pengetahuannya  maupun cara bekerjanya, agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat  maupun cara bekerjanya agar upaya pemberdayaan masyarakat dapat efektif.  Ini merupakan bagian dari upaya pendidikan sosial untuk  memungkinkan rakyat membangun dengan kemandirian.

c.

3.

www.dadangsolihin.com

23

www.dadangsolihin.com

24

Lanjutan… Lanjutan
4. Membuka dialog dengan masyarakat. Keterbukaan dan konsultasi  ini amat perlu untuk meningkatkan kesadaran (awareness)  masyarakat, dan agar aparat dapat segera membantu jika ada  masyarakat, dan agar aparat dapat segera membantu jika ada masalah yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh rakyat. Membuka jalur informasi dan akses yang diperlukan oleh  masyarakat yang tidak dapat diperolehnya sendiri. Menciptakan instrumen peraturan dan pengaturan mekanisme  pasar yang memihak golongan masyarakat yang lemah. pasar yang memihak golongan masyarakat yang lemah

Peranan LSM
1. LSM dapat berperan sebagai: pelaksana program pemerintah (mewakili pemerintah),  dapat menjadi pembantu (konsultan) pemerintah, dan  dapat juga menjadi pembantu rakyat dalam program pemerintah. 2. LSM dapat pula mengembangkan programnya sendiri dan bersinergi  dengan program pemerintah. 3. LSM diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam upaya pemberdayaan  3 LSM diposisikan sebagai mitra pemerintah dalam upaya pemberdayaan masyarakat.  Tentunya yang dimaksudkan di sini adalah LSM yang murni  dan bukan kepanjangan tangan dari suatu kepentingan. 

5. 6.

www.dadangsolihin.com

25

www.dadangsolihin.com

26

Peranan Koperasi
1. Koperasi merupakan wadah ekonomi rakyat yang secara khusus  dinyatakan dalam konstitusi sebagai bangun usaha yang paling sesuai  untuk demokrasi ekonomi Indonesia.  untuk demokrasi ekonomi Indonesia Koperasi dapat merupakan wahana yang efektif bagi upaya  pemberdayaan masyarakat, dengan membangun manusia modern  namun dengan dasar‐dasar kekeluargaan dan kegotong‐royongan yang  namun dengan dasar dasar kekeluargaan dan kegotong royongan yang menjadi ciri demokrasi Indonesia. Koperasi harus menjadi sasaran bagi pengembangan kelompok  masyarakat yang sudah dapat melampaui tahap awal kerjasama dan  k t d hd t l it h lk j d kerja bersama dalam kelompok.  Kelompok dan anggota‐anggotanya harus benar‐benar dipersiapkan,  agar bentuk koperasi dapat sungguh‐sungguh menunjang upaya  meningkatkan kegiatan usaha para anggota yang dilakukan secara  bersama.
www.dadangsolihin.com 27

Peranan Pendamping
1. Masyarakat pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam  mengembangkan dirinya. Oleh karena itu, diperlukan pendamping  untuk  membimbing dalam upaya memperbaiki kesejahteraannya.   bi bi d l b iki k j h Pendamping bertugas menyertai proses pembentukan dan  p y penyelenggaraan kelompok masyarakat sebagai fasilitator, komunikator,  gg p y g , , ataupun dinamisator. Lingkup pembinaan yang dilakukan para pendamping meliputi upaya  peningkatan kualitas sumber daya manusia, yakni kualitas para anggota  peningkatan kualitas sumber daya manusia yakni kualitas para anggota dan pengurus kelompok serta peningkatan kemampuan usaha anggota.   Untuk maksud tersebut, pendamping perlu mengenal dan mengadakan  komunikasi yang intensif dengan kelompok.   k k fd k l k

2.

2.

3.

3.

4.

www.dadangsolihin.com

28

Lanjutan… Lanjutan
4. Pendamping yang paling efektif adalah dari anggota masyarakat itu  p gy gp g gg y sendiri, yaitu anggota masyarakat yang telah lebih sejahtera dan telah  berhasil dalam kehidupan dan kegiatan ekonominya. Selain itu, dapat  pula direkrut sarjana sarjana untuk menjadi pendamping purna waktu. pula direkrut sarjana‐sarjana untuk menjadi pendamping purna waktu Selain itu, pendamping dapat diambil dari petugas lapangan pada  tingkat kecamatan dan desa dari berbagai departemen dan lembaga  kemasyarakatan. k k Untuk dapat melaksanakan tugasnya secara efektif, pendamping harus  siap bekerja setiap waktu, menghadiri pertemuan kelompok,  siap bekerja setiap waktu, menghadiri pertemuan kelompok, mengorganisasikan program latihan, serta membantu kelompok dalam  memperoleh akses terhadap berbagai pelayanan yang dibutuhkan.

Penyempurnaan Mekanisme  Penyempurnaan Mekanisme Pembangunan
1. Dilakukan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.  2. Penajaman sasaran pembangunan dengan pengertian bahwa investasi  pemerintah melalui bantuan dana, prasarana dan sarana benar‐benar  mencapai kelompok sasaran yang paling memerlukan sehingga  g g y meningkatkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat secara  berkesinambungan.  3. Kelancaran dan kecepatan dalam penyaluran dana serta pembangunan  prasarana dan sarana sehingga dapat segera digunakan sepenuhnya oleh  prasarana dan sarana sehingga dapat segera digunakan sepenuhnya oleh kelompok masyarakat tepat jumlah dan tepat waktu sesuai dengan jangka  waktu yang disediakan. 

5.

6.

www.dadangsolihin.com

29

www.dadangsolihin.com

30

Lanjutan…
4. Membangun kesiapan masyarakat dalam menerima dan mendayagunakan  da a, p asa a a, da sa a a. dana, prasarana, dan sarana.   5. Masyarakat harus diberi kepercayaan untuk memilih kegiatan usahanya  dan diberi bimbingan berupa pendampingan supaya berhasil. 6. Kemampuan masyarakat bersama aparat untuk meningkatkan nilai  tambah dari investasi tersebut dan menciptakan akumulasi modal.  7. Kelengkapan pencatatan sebagai dasar pengendalian dan penyusunan  7 Kelengkapan pencatatan sebagai dasar pengendalian dan penyusunan informasi dasar yang lengkap, operasional dan bermanfaat bagi evaluasi  dan penyempurnaan program yang akan datang. 8. Koordinasi untuk menyatukan berbagai upaya agar menghasilkan sinergi  d k k b b h lk serta untuk menghindari tumpang tindih sehingga dapat dijamin efisiensi  dalam upaya mencapai hasil yang optimal.

Peran Pemda dalam Pengembangan  Peran Pemda dalam Pengembangan Perekonomian Daerah
Pasal 176 UU 32/2004:  Kerangka regulasi “Pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian daerah dapat memberikan insentif dan/atau kemudahan kepada masyarakat dan/atau investor yang diatur dalam Perda dengan berpedoman pada peraturan perundang‐undangan” Kerangka Investasi “Yang dimaksud insentif dan/atau kemudahan dalam ayat ini adalah pemberian dari Pemerintah Daerah antara lain dalam bentuk penyediaan sarana, prasarana, dana stimulan, pemberian modal usaha, pemberian bantuan teknis, keringanan biaya dan percepatan pemberian ijin”

www.dadangsolihin.com

31

www.dadangsolihin.com

32

Sistem Pasar
Pelaku Pasar
Pemerintah P i t h

SWOT Pemda SWOT Pemda
Swasta

R&D Koordinasi

FUNGSI PENDUKUNG
(supporting functions)

Kapasitas & Keahlian Jasa terkait

Strengths (Kekuatan)
1. 2. 2 3. 4. SDA Budaya Tenaga kerja Lokasi

Weaknesses (Kelemahan)
1. Terbatasnya kapasitas pengelolaan  pembangunan daerah (regional  pembangunan daerah (regional development management) 2. Terbatasnya sarana dan prasarana  sosial dan ekonomi  sosial dan ekonomi 3. Terbatasnya kemampuan wirausaha 4. Belum terbentuk iklim dunia usaha  yang kondusif

Infrastruktur

Informasi & Komunikasi

Permintaan

INTI

Penawaran

Regulasi Hukum
Jejaring Informal

Penegakan Hukum

Norma & Adat Standard
Organisasi Bisnis
33

Opportunities (Peluang)
1. Otonomi yg lebih luas kepada  pemerintah daerah 2. Perdagangan bebas dan globalisasi

Threats (Ancaman)
1. Kompetisi internasional 2. Non economic barriers di dalam  perdagangan internasional
34

ATURAN
(rules f th ( l of the game) ) www.dadangsolihin.com

www.dadangsolihin.com

Pohon Masalah Pengembangan  Ekonomi Daerah Di Indonesia
Kapasitas yang Terbatas Daya Saing y g yang Rendah Kurangnya Dukungan dari Stakeholder

Pendekatan Pembangunan Ekonomi Daerah
1. Bottom up approach
Kondisi di lapangan membutuhkan penanganan yang bersifat spesifik dan unik  K di i di l b hk b if ifik d ik yang belum tentu bersifat sama dengan daerah lain. Karena itu pendekatan dari  bawah dirasakan lebih tepat karena lebih bisa mengakomodasi keadaan di  lapangan. lapangan

2. Kerjasama antar daerah
• Limited human and social capital i l it l • Less budget support • Rapid changes • Bad accessibility
• limited regional promotion • lack of good quality of product • limited inter regional coordination/ coops • limited improvement of local business climate

• Lack of support facilities • Unclear strategy • Asymmetric information

Kegiatan ekonomi lokal seringkali bersifat lintas batas administrasi baik dari segi  g g g produksi, distribusi, maupun pemasaran. Oleh karenanya kerjasama antar daerah  yang bertujuan meningkatkan ekonomi lokal menjadi penting karena dapat  meningkatkan efisiensi dan efektivitas ekonomi lokal.

3. Fokus kepada pengembangan UKM
Perekonomian lokal dan nasional sebenarnya didominasi oleh usaha berskala kecil  dan menengah terutama di dalam hal penyerapan tenaga kerja. Kebijakan yang  dan menengah terutama di dalam hal penyerapan tenaga kerja Kebijakan yang berpihak kepada pengembangan UKM akan mendorong pertumbuhan ekonomi  lokal dan pada akhirnya mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Peluang: Otonomi Regional pelimpahan urusan wajib dan pilihan yang menjadi wewenang daerah proses desentralisasi daerah, terus berlangsung
www.dadangsolihin.com 35

www.dadangsolihin.com

36

Contoh: Dukungan terhadap UMKM
• • • • • • Pasokan bahan baku rotan yang berkesinambungan bagi industri meubel  Penyediaan fasilitas pengendali mutu oleh PEMDA pada industri susu   peningkatan kualitas susu Peningkatan akses kredit bagi UKM pada sektor meubel di Solo  Peningkatan kemampuan kewirausahaan b i k l P i k t k k i h bagi kelompok sasaran  k Innovasi produk pada industri meubel di Solo Raya Pembinaan UMKM melalui kerjasama swasta dan pemerintah Pembinaan UMKM melalui kerjasama swasta dan pemerintah • • • • • •

Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
Terciptanya komitmen PEMDA untuk memperbaiki iklim usaha Perbaikan PERDA yang menghambat dunia usaha Transparansi informasi guna pengambilan keputusan bagi pemerintah dan  swasta Tergeraknya inisiatif swasta untuk secara bersama‐sama memperbaiki  T k i i i tif t t k b b iki iklim usaha p y y g g Terciptanya koordinasi yang lebih baik antar instansi dalam menghasilkan  PERDA Keterlibatan sektor swasta dalam pembuatan kebijakan melalui forum  stakeholder

www.dadangsolihin.com

37

www.dadangsolihin.com

38

Kerjasama antar daerah dan pemasaran wilayah
• • • • Terciptanya kesepakatan bersama antar daerah untuk bekerjasama di  segala bidang Pendirian lembaga pemasaran wilayah  PT Solo Raya Promosi Terbangunnya identitas wilayah “Solo the Spirit of Java” Keterlibatan pemerintah dan swasta d l K t lib t i t hd t dalam membangun wilayah ekonomi b il h k i

TERIMA KASIH

www.dadangsolihin.com

39

www.dadangsolihin.com

40

Dadang Solihin’s Profile
Dadang Solihin currently is Director for Regional Development  Dadang Solihin currently is Director for Regional Development Performance Evaluation at Indonesian National Development  Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from  y , p p y University of Colorado, USA. His previous post is Director for System  and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas.  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia‐Pacific Studies,  g , Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University  of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building  He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced  International Training Programme of Information Technology Management, at  y, ( ); g g , Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management,  Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur,  Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002);  Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and  Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He  published more than five books regarding local autonomous.  g y g y y You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile  at +62812 932 2202
www.dadangsolihin.com 41


								
To top