Docstoc

Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan - PDF

Document Sample
Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan - PDF Powered By Docstoc
					BAPPENAS

DasarDasar-dasar Monitoring dan Evaluasi Perencanaan e ba gu a Pembangunan
Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Bintek Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika Hotel Bintang Griya Wisata-Jakarta, 15 Agustus 2008
www.dadangsolihin.com 2

Materi
Dasar-dasar Perencanaan
Pergeseran Paradigma: From Government to Governance Pelaku Pembangunan: Paradigma, Stakeholders, TRoika Perencanaan: Definisi, El P D fi i i Elemen, F Fungsi, S i Syarat t Kegagalan Perencanaan Bias bias Bias-bias dalamPerencanaan

Dasar-dasar Perencanaan

Dasar-dasar Monitoring dan Evaluasi g
Pengertian Pertanyaan Kunci Monitoring Monitoring: Tujuan, Manfaat, Tipe dan Jenis Evaluasi: Pentingnya, Tujuan, Jenis

www.dadangsolihin.com

3

Pergeseran Paradigma:

From G Government t G t to Governance

Pelaku Pembangunan: Paradigma Governance
Interaksi antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat yang bersendikan transparansi, akuntabilitas, M k t b dik t i k t bilit partisipatif, dsb. Tenaga Kerja
Kontrol Kontrol

Dunia Usaha Swasta

Pemerintah

Masyarakat

Government
Memberikan hak ekslusif bagi negara untuk mengatur hal-hal p publik, Aktor di luarnya hanya dapat disertakan sejauh negara gj y mengijinkannya.

Governance
Persoalan-persoalan publik adalah urusan bersama p pemerintah, civil society dan y dunia usaha sebagai tiga aktor utama.
Nilai Pertumbuhan Pasar Redistibusi Melalui Pelayanan

www.dadangsolihin.com

5

Apabila sendi-sendi tersebut dipenuhi, maka Governance akan Good. www.dadangsolihin.com

6

Pelaku Pembangunan: Stakeholders
STATE
Executive Judiciary d Legislature Public service Military Police

Troika: Pola Hubungan antara Pemerintah, Dunia Usaha Swasta, dan Masyarakat

CITIZENS
Community-based organizations C it b d i ti Non-governmental organizations Professional Associations Religious groups Women’s groups Media

organized into:

Masyarakat, Masyarakat Bangsa, dan Negara

Masyarakat y Pemerintah

VISI

BUSINESS
Small / medium / large enterprises Multinational Corporations Financial institutions Stock exchange

Good Governance

Dunia Usaha

www.dadangsolihin.com

7

www.dadangsolihin.com

8

Definisi Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui serangkaian pilihan-pilihan. pilihan pilihan
Menentukan : Menemukan (mengungkapkan dan meyakinkan) meyakinkan). Tindakan : Spesifik dan berkaitan dengan persoalan pelaksanaan Tepat : Dikaitkan dengan tindakan Pilihan-pilihan :
1. Pemilihan tujuan dan kriteria 2. 2 Identifikasi seperangkat alternatif yang konsisten dengan preskripsi dengan pemilihan alternatif yang memungkinkan 3. Arahan tindakan mengenai tujuan yang telah ditentukan

Elemen Perencanaan
Dalam melakukan perencanaan, ada elemen – elemen penting yang harus diperhatikan: 1. Memilih alternatif 2. 2 Alokasi sumber daya 3. Pencapaian Tujuan 4. 4 Berorientasi ke masa depan

www.dadangsolihin.com

9

www.dadangsolihin.com

10

Fungsi Perencanan
Perencanaan diharapkan menjadi pedoman bagi pelaksanaan kegiatan yang ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaan membuat proses pencapaian tujuan lebih terarah. Perencanaan dapat memperkirakan ( p p (forecast) terhadap hal – ) p hal yang akan dilalui. Perencanaan memberi kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara terbaik untuk memilih kombinasi cara lt tif t t t b ik t k ilih k bi i terbaik. Perencanaan dilakukan berdasarkan skala priorotas (tujuan (tujuan, sasaran, maupun tindakan). Dengan Perencanaan maka akan ada suatu alat ukur untuk melakukan evaluasi.
www.dadangsolihin.com 11

Syarat Perencanaan
Harus memiliki, mengetahui, dan memperhitungkan: g g 1. Tujuan akhir yang dikehendaki. 2. Sasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). 3. Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Masalah-masalah yang dihadapi. 5. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. pengalokasiannya 6. kebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. 7. Orang, organisasi 7 Orang organisasi, atau badan pelaksananya pelaksananya. 8. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan p pelaksanaannya. y
www.dadangsolihin.com 12

Syarat Perencanaan . . .
• • • • • Faktual dan Realistis Logis dan Rasional Fleksibel Komitmen Komprehensif atau menyeluruh

Fungsi/Manfaat Perencanaan
Sebagai penuntun arah Minimalisasi ketidakpastian Minimalisasi inefisiensi sumberdaya Penetapan standar dan pengawasan kualitas

www.dadangsolihin.com

13

www.dadangsolihin.com

14

Kegagalan Perencanaan (1)
1. Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:

Kegagalan P K l Perencanaan
www.dadangsolihin.com 15

informasinya kurang lengkap, l k metodologinya belum dikuasai, , perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbanganpertimbangan teknis p perencanaan diabaikan.
www.dadangsolihin.com 16

Kegagalan Perencanaan (2)
2. Perencanaannya mungkin baik, tetapi p pelaksanaannya tidak seperti seharusnya. y p y
kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan dengan pelaksanaannya. p pelaksana tidak siap atau tidak kompeten, p p , aparat p masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya.

Kegagalan Perencanaan (3)
3. Perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang. Misalnya, orientasi semata-mata pada p pertumbuhan y g yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan. Dengan demikian, yang keliru bukan semata-mata perencanaannya, tetapi falsafah atau konsep di balik perencanaan itu.

www.dadangsolihin.com

17

www.dadangsolihin.com

18

Kegagalan Perencanaan (4)
4. Karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun. sekalipun
Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh penuh. Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya. Perencanaan seperti i il h yang di b t sebagai sistem P ti inilah disebut b i i t perencanaan terpusat (centrally planned system).

Bias-bias Bias bias dalam Perencanaan Pembangunan g
www.dadangsolihin.com 19 www.dadangsolihin.com 20

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (1)
Bias pertama Adanya kecenderungan berpikir bahwa:
– dimensi rasional dari pembangunan lebih penting dari dimensi moralnya, – dimensi material lebih penting daripada dimensi kelembagaannya, dan – dimensi ekonomi lebih penting dari dimensi sosialnya.

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (2)
Bias kedua Pendekatan pembangunan yang berasal dari atas lebih sempurna daripada pengalaman dan aspirasi pembangunan di tingkat bawah (grass-root). (grass root). Akibatnya kebijakan pembangunan menjadi kurang efektif karena kurang mempertimbangkan kondisi yang nyata dan hidup di masyarakat masyarakat.

Akibat dari anggapan itu ialah alokasi sumber daya pembangunan diprioritaskan menurut jalan p pikiran y g demikian. yang

www.dadangsolihin.com

21

www.dadangsolihin.com

22

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (3)
Bias ketiga Pembangunan masyarakat banyak di tingkat bawah lebih memerlukan bantuan material daripada keterampilan teknis dan manajerial. Anggapan ini sering mengakibatkan pemborosan sumber daya dan dana, karena:
– kurang mempersiapkan keterampilan teknis dan manajerial dalam pengembangan sumber daya manusia, dan – mengakibatkan makin tertinggalnya masyarakat di lapisan bawah.

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (4)
Bias keempat Teknologi yang diperkenalkan dari atas selalu jauh lebih ampuh daripada teknologi yang berasal dari masyarakat itu sendiri. Anggapan demikian dapat menyebabkan pendekatan pembangunan yang:
terlalu memaksa dan menyamaratakan teknologi tertentu untuk seluruh kawasan pembangunan di tanah air yang sangat luas dan beragam tahap perkembangannya ini ini. pendekatan pembangunan terlalu mengabaikan potensi teknologi tradisional yang dengan sedikit penyempurnaan dan pembaharuan mungkin lebih efisien dan lebih efektif untuk dimanfaatkan dibandingkan dengan teknologi impor.

www.dadangsolihin.com

23

www.dadangsolihin.com

24

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (5)
Bias kelima Lembaga-lembaga yang telah berkembang di kalangan rakyat cenderung tidak efisien dan kurang efektif bahkan menghambat proses pembangunan. Anggapan ini membuat lembaga-lembaga masyarakat di lapisan bawah kurang dimanfaatkan dan kurang ada ikhtiar untuk memperbaharui, memperkuat serta memberdayakannya. Bahkan justru terdapat kecenderungan untuk memperkenalkan lembaga-lembaga baru yang asing dan tidak selalu sejalan dengan nilai dan norma j g masyarakat.

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (6)
Bias keenam Masyarakat di lapisan bawah tidak tahu apa yang diperlukannya atau bagaimana memperbaiki nasibnya nasibnya. Oleh karena itu, mereka harus dituntun dan diberi petunjuk dan tidak perlu dilibatkan dalam perencanaan meskipun yang menyangkut di i ki k t dirinya sendiri. di i Akibat dari anggapan ini banyak proyek-proyek pembangunan yang ditujukan untuk rakyat, tetapi salah alamat, tidak memecahkan masalah, dan bahkan merugikan rakyat. Bias ini melihat masyarakat sebagai objek dan bukan subjek pembangunan.

www.dadangsolihin.com

25

www.dadangsolihin.com

26

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (7)
Bias ketujuh Orang miskin adalah miskin karena bodoh dan malas. Dengan demikian, cara menanganinya haruslah bersifat paternalistik seperti memperlakukan orang b d h d malas, d l k k bodoh dan l dan bukan dengan memberi kepercayaan. Dengan anggapan demikian masalah kemiskinan dipandang lebih sebagai usaha sosial (charity) dan bukan usaha penguatan ekonomi.

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (8)
Bias kedelapan Bi k d l Ukuran efisiensi pembangunan yang salah diterapkan, misalnya ICOR, diartikan bahwa investasi harus selalu diarahkan pada yang segera menghasilkan bagi pertumbuhan. Padahal upaya pemberdayaan masyarakat, akan menghasilkan pertumbuhan bahkan merupakan pertumbuhan, sumber pertumbuhan yang lebih lestari (sustainable), tetapi umumnya dalam kerangka waktu (time frame) yang lebih panjang. panjang Anggapan yang demikian beranjak dari konsep pembangunan yang sangat bersifat teknis dan tidak memahami sisi sisi sosial budaya dari sisi-sisi pembangunan dan potensi yang ada pada rakyat sebagai kekuatan pembangunan.
27 www.dadangsolihin.com 28

www.dadangsolihin.com

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (9)
Bias kesembilan • Sektor pertanian dan perdesaan adalah sektor tradisional, tradisional kurang produktif dan memiliki masa produktif, investasi yang panjang, karena itu kurang menarik untuk melakukan investasi modal besar-besaran di sektor itu. itu • Oleh karenanya, bermitra dengan petani dan usaha kecil di sektor pertanian dan perdesaan dipandang tidak menguntungkan dan memiliki risiko tinggi tinggi. • Anggapan ini juga telah mengakibatkan prasangka dan menghambat upaya untuk secara sungguh-sungguh g p y gg gg membangun usaha pertanian dan usaha kecil di perdesaan.
www.dadangsolihin.com 29

BiasBias-Bias dalam Perencanaan Pembangunan (10)
Bias kesepuluh Kegiatan investasi makin cenderung terpusat di perkotaan, di sektor industri yang justru banyak disubsidi dan diproteksi, yang akibatnya juga mendorong urbanisasi. d b i i Pengalaman Taiwan dan Jepang menunjukkan bahwa investasi di wilayah perdesaan dapat meningkatkan pertumbuhan dan sekaligus pemerataan yang menyebabkan ekonominya menjadi k k h j di kukuh.

www.dadangsolihin.com

30

Sistem Perencanaan yang Berhasil

Perencanaan yang Ideal y g
• Prinsip partisipatif: masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan harus turut serta dalam prosesnya. • Prinsip kesinambungan: perencanaan tidak hanya berhenti pada sat tahap tetapi har s berlanj t satu tahap; harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan jangan sampai terjadi kemunduran. k d • Prinsip holistik: masalah dalam perencanaan dan p pelaksanaannya tidak dapat hanya dilihat dari satu sisi y p y (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan. • Mengandung sistem yang dapat berkembang (a learning and adaptive system). • Terbuka dan demokratis (a pluralistic social setting).
31 www.dadangsolihin.com 32

• Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan peran serta masyarakat. • Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara garis besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta swasta.

www.dadangsolihin.com

Pengertian
• Monitoring d l h M i i adalah proses pengumpulan d analisis i f l dan li i informasi i (berdasarkan indikator yg ditetapkan) secara sistematis dan kontinu tentang kegiatan program/kegiatan sehingga dapat dilakukan tindakan koreksi untuk penyempurnaan program/kegiatan itu selanjutnya. Evaluasi adalah proses penilaian pencapaian tujuan dan pengungkapan masalah kinerja program/kegiatan untuk memberikan umpan balik bagi peningkatan kualitas kinerja program/kegiatan. program/kegiatan

Dasar-d D Dasar-dasar Monev M

•

www.dadangsolihin.com

34

Pertanyaan Kunci Monitoring
1. Masalah-masalah apa yang timbul? 1 M l h l h i b l? 2. Apakah kegiatan berjalan sesuai jadwal? 3. 3 Apakah kegiatan menghasilkan Output yang direncanakan? 4. Apakah anggarannya sesuai dengan rencana? 5. Apakah strateginya berjalan sesuai dengan rencana? p g y j g 6. Apakah kelompok sasaran (target group) terlibat dalam aktivitas kegiatan?

Tujuan Monitoring
1. 1 mengkaji apakah k i k ji k h kegiatan-kegiatan yang dil k k i dilaksanakan telah k l h sesuai dengan rencana 2. Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi 3. melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan kegiatan. 4. mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, 5. 5 menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah tanpa berubah, menyimpang dari tujuan.

www.dadangsolihin.com

35

www.dadangsolihin.com

36

Manfaat Monitoring
Bagi Penanggung Jawab Program
Salah satu fungsi manajemen yaitu pengendalian ata s per isi atau supervisi. Sebagai bentuk pertanggungjawaban (akuntabilitas) kinerja ki j Untuk meyakinkan pihak-pihak yang berkepentingan Membantu penentuan langkahlangkah yang berkaitan dengan g g j y kegiatan kegiatan selanjutnya. Sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi selanjutnya.
www.dadangsolihin.com 37

Tipe dan Jenis Monitoring
Aspek masukan (i A k k (input) k i ) kegiatan antara l i mencakup : tenaga lain k manusia, dana, bahan, peralatan, jam kerja, data, kebijakan, manajemen dsb. yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan kegiatan. Aspek proses / aktivitas yaitu aspek dari kegiatan yang mencerminkan suatu proses kegiatan seperti penelitian pelatihan kegiatan, penelitian, pelatihan, proses produksi, pemberian bantuan dsb. Aspek keluaran (output), yaitu aspek kegiatan yang mencakup hasil dari proses yang terutama berkaitan dengan kuantitas (jumlah)

Bagi Pengelola Kegiatan
Membantu untuk mempersiapkan laporan dalam waktu yang singkat akt ang Mengetahui kekurangankekurangan yang perlu diperbaiki dan d menjaga ki j yang sudah j kinerja d h baik. Sebagai dasar (informasi) yang penting untuk melakukan evaluasi kegiatan.

www.dadangsolihin.com

38

Pentingnya Evaluasi
memperlihatkan k b h il atau k lih k keberhasilan kegagalan k i l kegiatan menunjukkan di mana dan bagaimana perlu dilakukan perubahanperubahan menentukan bagaimana kekuatan atau potensi dapat ditingkatkan. memberikan informasi untuk membuat perencanaan dan pengambilan keputusan. membantu untuk dapat melihat konteks dengan lebih luas serta implikasinya terhadap kinerja pembangunan pembangunan. •

Tujuan Evaluasi
untuk mendapatkan i f k d k informasi d menarik pelajaran d i i dan ik l j dari pengalaman mengenai pengelolaan kegiatan, keluaran, manfaat, dan dampak dari kegiatan pembangunan yang baru selesai dilaksanakan, maupun yang sudah berfungsi, sebagai umpan balik bagi pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, p pelaksanaan, p , pemantauan dan p g pengendalian kegiatan selanjutnya. g j y

www.dadangsolihin.com

39

www.dadangsolihin.com

40

Jenis Evaluasi
Tahap Perencanaan (ex-ante) • dilakukan sebelum ditetapkannya rencana pembangunan • untuk memilih dan menentukan skala prioritas d i b b i it dari berbagai i alternatif dan kemungkinan cara mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya Tahap Pelaksanaan (on-going) • dilakukan pada saat pelaksanaan rencana pembangunan • untuk menentukan tingkat kemajuan pelaksanaan rencana l k dibandingkan dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya Tahap Pasca Pelaksanaan (ex-post)
• dilaksanakan setelah pelaksanaan rencana berakhir • untuk melihat apakah pencapaian (keluaran/ hasil/ dampak) program mampu mengatasi masalah pembangunan yang ingin dipecahkan • untuk menilai efisiensi t k il i fi i i (keluaran dan hasil dibandingkan masukan), ( efektivitas (hasil dan dampak terhadap sasaran), ataupun manfaat (dampak terhadap kebutuhan) dari suatu program program.
41

TERIMA KASIH

www.dadangsolihin.com

Dadang Solihin’s Profile
Dadang Solihin currently is Director for Regional Development Performance Evaluation at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in y , p post Economics from University of Colorado, USA. His previous p is Director for System and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas. Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asiag Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe, included Public Officials Capacity Building Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced International Training Programme of Information Technology g , y, ( ); g Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 www.dadangsolihin.com 43


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: Evaluasi
Stats:
views:6043
posted:10/10/2008
language:Indonesian
pages:11
Description: Bintek Perencanaan Pembangunan Daerah-Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika- Hotel Bintang Griya Wisata-Jakarta, 15 Agustus 2008