Centre for Economic and Public Policy Studies y
Perencanaan PAD dalam y j Penyusunan APBD Berbasis Kinerja
Drs. H. Dadang Solihin, MA
Workshop Nasional Penyusunan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan APBD Berbasis Kinerja Hotel Jayakarta-Jakarta, 3 November 2007
www.dadangsolihin.com 2
Materi Diskusi
Fungsi-fungsi M F if i Manajemen P b j Pembangunan Anggaran Pengalokasian Anggaran g gg Alur Perencanaan dan Penganggaran Perencanaan Keuangan Daerah Analisis Potensi Pendapatan Daerah Analisa Anggaran Belanja Daerah Masalah dan Tantangan Pokok Pembangunan Daerah Prioritas Pembangunan Daerah Prinsip Penyusunan APBD Anggaran Berbasis Kinerja
FungsiFungsi-fungsi Manajemen Pembangunan
www.dadangsolihin.com
3
www.dadangsolihin.com
4
Anggaran
Menghubungkan tugas (tasks) yang akan dilakukan dengan jumlah sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakannya. Membatasi pengeluaran sepadan dengan penerimaan, menjaga keseimbangan, dan mencegah pengeluaran y g yang berlebihan di atas batas kemampuan. p Memiliki aspek teknis dan juga aspek-aspek politis. Sangat dipengaruhi oleh situasi perekonomian, opini publik, publik berbagai tingkat pemerintahan, kelompok pemerintahan kelompokkelompok kepentingan, pers, dan kaum politisi. Memiliki kaitan yang erat antara rakyat sebagai y g y g pembayar pajak dengan pemerintah sebagai pengguna dana yang bersumber dari rakyat.
www.dadangsolihin.com 5
Pengalokasian Anggaran
Diprioritaskan t k Di i it k untuk membiayai bi i kegiatan yang merupakan bagian dari upaya p p y pembangunan y g g yang direncanakan. Digunakan dengan sebaikg g baiknya, yaitu sesuai rencana, hemat, serta mencegah pemborosan dan kebocoran. kebocoran
www.dadangsolihin.com
6
Alur Perencanaan dan Penganggaran
20 Tahunan 5 Tahunan Renstra R t KL
Pedoman Pedoman
Tahunan Renja R j KL
Pedoman
Perencanaan Keuangan Daerah
Rincian Ri i APBN
RKA-KL
1. Analisis Potensi Pendapatan Daerah
Identifikasi potensi pendapatan Penetapan Asumsi Ekonomi untuk PAD Pengembangan Sumber Pendapatan Daerah g g p
Pemerin ntah Pusat
Diacu Dijabar kan Pedoman
RPJP Nasional
Diacu
Pedoman
RPJM
Nasional
RKP
RAPBN
APBN
Diperhatikan Pedoman
Diserasikan melalui Musrenbang
RPJP Daerah
RPJM Daerah
Dijabar kan
RKP Daerah
Diacu
Pedoman
RAPBD
APBD
2. Bila terjadi Defisit APBD, perlu dilakukan:
Pe emerintah h Daerah
Analisis Kemampuan Pi j A li i K Pinjaman D Daerah h Analisis Alternatif Sumber Keuangan Daerah di luar pinjaman. pinjaman
Pedoman
Renstra SKPD
Pedoman
Renja j SKPD
Pedoman
RKA SKPD
Rincian APBD
UU SPPN
www.dadangsolihin.com
UU KN
7 www.dadangsolihin.com 8
Lanjutan . . . 3. 3 Arah Anggaran Belanja Daerah
Prinsip Umum: Lakukan analisis belanja masa lalu dan ke depan Proporsi Belanja Unit Satuan Belanja Arah Pengembangan Ek A hP b Ekonomi L k l i Lokal Fasilitasi Ekonomi Lokal Kemitraan Pemda dan Swasta Arah Menuju Kesejahteraan Masyarakat Posisi Daerah dalam pencapaian kesejahteraan (IPM) Alokasi mempercepat perbaikan IPM.
Analisis Potensi Pendapatan Daerah
Apa saja yang merupakan sumber Pendapatan Daerah?
Dana Transfer DAU Apakah Daerah berpotensi memiliki DAK Apakah Memiliki SDA yang dapat dibagihasilkan Apakah Memiliki Pajak Penghasilan yang signifikan Jenis-Jenis PAD
www.dadangsolihin.com
9
www.dadangsolihin.com
10
Lanjutan . . . Bagaimana memperkirakan Potensinya
DAU dan DAK berdasarkan Formula Bagi Hasil SDA dan Pajak berdasarkan potensi dan formula f l Potensi PAD
• • • • • Kenali setiap jenis Pajak Daerah Kenali Setiap Jenis Retribusi Daerah Kenali i dik t utama yang mempengaruhi J i P j k K li indikator t hi Jenis Pajak Daerah tersebut Kenali indikator utama yang mempengaruhi jenis retribusi daerah (K itk d d h (Kaitkan dengan pelayanan publik yang dib ik ) l blik diberikan) Buat analisa potensi pajak dan kaitkan dengan p pertumbuhan ekonomi daerah
www.dadangsolihin.com 11
Analisa Anggaran Belanja Daerah gg j
Kenali Struktur Belanja Daerah
Berdasarkan P B d k Pengelompokan (k t l k (kategori) i) Besaran dan prosentase terhadap total dan sub total Kenali yang sangat signifikan bagi daerah (belanja pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sektor utama daerah) k h t i f t kt d kt t d h) Kenali Trend perubahan dalam 2 sd 4 tahun terakhir.
Analisis Trend Belanja dan Trend Ekonomi Daerah
Buat analisa trend Belanja daerah dengan trend ekonomi. Buat spesifikasi sektor ekonomi yang berpengaruh bagi daerah (sektor unggulan) mis: menggunakan pendekatan analisa Input unggulan), Inputoutput dan lainnya. Buat analisa hubungan antara belanja daerah dengan sektor unggulan daerah.
Buat Prakiraan Belanja Daerah berdasarkan indikatorindikator belanja masing-masing sektor/bidang
www.dadangsolihin.com 12
Masalah dan Tantangan Pokok Pembangunan Daerah
1. 1 Masih tingginya pengangguran terbuka; 2. Masih besarnya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan: 3. Masih rentannya keberlanjutan investasi dan rendahnya daya saing ekspor; 4. Pemenuhan kebutuhan energi di dalam negeri masih terkendala; 5. Rendahnya produktivitas pertanian dalam arti luas dan belum terkelolanya sumber daya alam dan potensi energi terbarukan secara optimal;
Lanjutan . . . j
6. Kualitas pendidikan dan kesehatan rakyat masih relatif rendah; 7. Penegakan hukum dan reformasi birokrasi belum didukung secara optimal; g p 8. Masih rendahnya rasa aman, kurang memadainya kekuatan pertahanan, dan masih adanya potensi konflik horisontal; horisontal 9. Belum memadainya kemampuan dalam menangani bencana; 10.Masih perlunya upaya pengurangan kesenjangan antar wilayah khususnya di daerah p y y perbatasan dan wilayah y terisolir masih besar; 11.Dukungan infrastruktur masih belum memadai.
www.dadangsolihin.com
13
www.dadangsolihin.com
14
Prioritas Pembangunan Daerah
1. 1 Penanggulangan kemiskinan; 2. Peningkatan kesempatan kerja, investasi dan ekspor; 3. Revitalisasi pertanian dalam arti luas dan pembangunan perdesaan; 4. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan dan kesehatan; 5. Penegakan hukum dan HAM, pemberantasan korupsi, dan reformasi birokrasi; 6. Penguatan kemampuan pertahanan, pemantapan keamanan dan ketertiban serta penyelesaian konflik; 7. 7 Mitigasi dan penanggulangan bencana; 8. Percepatan pembangunan infrastruktur; 9. Pembangunan daerah p g perbatasan dan wilayah terisolir. y
www.dadangsolihin.com 15
Prinsip Penyusunan APBD
1. Partisipasi masyarakat d l 1 P ti i i k t dalam proses penyusunan d dan penetapan APBD. 2. 2 Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran. Anggaran
APBD yang disusun harus dapat menyajikan informasi secara terbuka dan mudah diakses oleh masyarakat
3. Disiplin Anggaran
Pendapatan harus terukur secara rasional, Belanja merupakan batas tertinggi pengeluaran belanja Adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup, Dilakukan melal i Dilak kan melalui rekening kas umum daerah m m daerah.
www.dadangsolihin.com
16
Lanjutan . . .
4. Keadilan Anggaran
Pajak daerah, retribusi daerah, dan pungutan daerah lainnya harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat untuk membayar. Harus d H dapat di ik ti oleh seluruh l i t dinikmati l h l h lapisan masyarakat t k t tanpa diskriminasi dalam pemberian pelayanan.
Anggaran B b i Kinerja A Berbasis Ki j
5. Efisiensi dan Efektivitas Anggaran
Penetapan secara jelas tujuan dan sasaran, hasil dan manfaat, serta indikator kinerja yang ingin dicapai. Penetapan prioritas kegiatan dan penghitungan beban kerja, serta penetapan harga satuan yang rasional. t t h t i l
6. Taat Azas
APBD tidak boleh bertentangan dengan p g g peraturan p perundangg undangan yang lebih tinggi, kepentingan umum dan peraturan daerah lainnya.
www.dadangsolihin.com
17
www.dadangsolihin.com
18
Pendahuluan
Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan ki j yang did k t kinerja, terdiri dari program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran (budget entity). y)
Tujuan
Dengan penyusunan anggaran berbasis kinerja diharapkan rencana dan program-program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada:
– terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan, – dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik publik, – tercapainya efisiensi serta peningkatan produktifitas di dalam pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan kemandirian nasional. – mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program d k i dan kegiatan yang akan dil k k dilaksanakan. k
www.dadangsolihin.com
19
www.dadangsolihin.com
20
Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)
Rencana P b R Pembangunan Jangka J k Menengah Daerah (RPJMD)
RKPD - 1 RKPD - 2 RKPD - 3 RKPD - 4 RKPD - 5
Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD (UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, dan UU 33/2004)
RPJMD Renstra SKPD
5 tahun 5 tahun Dibahas bersama DPRD
RPJM
MUSRENBANG
MUSRENBANGDES / MUSRENBANGKEL
EVALUASI TAHUNAN
1. Analisis Kebijakan Nasional 2. Analisis Ekonomi Daerah 3. Proyeksi Estimasi Pendapatan 4. Survey Kepuasan Masyarakat y j g p 5. Survey Penjaringan Aspirasi
RENSTRA SKPD / RENSTRA DINAS
RENJA SKPD-1 RENJA SKPD-2 RENJA SKPD-3 RENJA SKPD-4 RENJA SKPD-5
Renja SKPD
1 tahun
1 tahun
RKPD
RKP
RKA-SKPD APBD (TAHUN BERJALAN) ( U J ) DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN
MUSRENBANG KECAMATAN
KUA
PPAS
MUSRENBANG KABUPATEN / KOTA
Rancangan Awal RKPD Rancangan Akhir RKPD
KEBIJAKAN UMUM APBD
RANCANGAN AWAL RENJA SKPD
MONITORING & EVALUASI (MONEV)
IMPLEMENTASI PROGRAM (TAHUN BERJALAN)
RANCANGAN AKHIR RENJA SKPD
Nota Kesepakatan Pimpinan DPRD Dengan KDH
Pedoman Penyusunan P RKA-SKPD
RKA-SKPD
DPRD (LEGISLATIF)
RKA SKPD
(TAHUN BERIKUTNYA)
PEMDA (EKSEKUTIF)
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA
R / APBD
Tahun Anggaran yang Direncanakan
Tim gg Anggaran Pemda 21 www.dadangsolihin.com RAPERDA
APBD
www.dadangsolihin.com
DOKUMEN PELAKSANAAN APBD
22
Anggaran Kinerja
Apa itu Anggaran Kinerja
Identifikasi output dan outcome yang akan dihasilkan oleh suatu program dan pelayanan Menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang akan dicapai
Anggaran dalam Rupiah R i h
Setara
Penyediaan Pelayanan
Nilai efektivitas, efisiensi dan ekonomis (Value for , ( money)
www.dadangsolihin.com
23
www.dadangsolihin.com
24
MSOffice1
Slide 25 MSOffice1 Menggantikan peraturan lama PP 105
; 01/02/2006
Apa A yang Di k d d Dimaksud dengan Ki Kinerja? j ?
PP 58/2005, Ps 1 (35) Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program y g yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan p g g penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur.
www.dadangsolihin.com
25
Perubahan Substansial Sistim Anggaran Indonesia
Sistem Tradisional
Kinerja diukur atas jumlah uang yang dikeluarkan Kinerja tidak diukur atas keluaran suatu kegiatan Tidak ada indikasi bahwa p p output telah tercapai Anggaran secara incremental tidak pernah di-reevaluasi
Elemen- l Elemen-elemen Anggaran Kinerja El A Ki j
Visi Misi Tujuan Sasaran Program g Kegiatan
UU 17/2003 tentang g g Keuangan Negara
Kerangka Penganggaran Jangka Menengah; Sistem Anggaran Terpadu (unified budget); Sistem Klasifikasi Anggaran g , menurut Unit Organisasi, Fungsi, Sub-Fungsi, Program, dan Kegiatan; dan gg j Anggaran Berbasis Kinerja.
www.dadangsolihin.com
26
www.dadangsolihin.com
27
Hirarki Perencanaan Strategis Unit Kerja
VISI MISI
Visi
TUJUAN 2 Mencerminkan apa yang akan dicapai organisasi dalam j d l jangka panjang k j Memberi arah dan fokus yang jelas agar organisasi dapat eksis, antisipatif d i d t k i ti i tif dan inovatif tif Mudah diingat, ringkas dan sederhana Sebaiknya h S b ik hanya di ti k t K b tingkat Kabupaten/Kota t /K t
Sasaran 2b
Program 2b.2
TUJUAN 1
Sasaran 1a
Program 1a 1 1a.1
Sasaran 1b
Sasaran 2a
Program 2b.1
Program 1a 2 1a.2
Kegiatan 1a.1.1 Kegiatan 1a.1.2 Kegiatan 1a 1 3 1a.1.3
Kegiatan 1a.2.1 Kegiatan 1a.2.2
Kegiatan 2b.1.1 Kegiatan 2b.2.1 Kegiatan 2b.1.2 Kegiatan 2b.1.3
www.dadangsolihin.com
28
www.dadangsolihin.com
29
Misi
Menetapkan kerangka tujuan dan sasaran yang akan dicapai Visi akan dicapai melalui beberapa misi Mendukung pernyataan visi Menjelaskan tujuan organisasi Idealnya tidak lebih dari 3 pernyataan
Tujuan
Tujuan Mendukung Pencapaian Misi Menggambarkan arah yang jelas Menantang serta Realistik
Sasaran
Bagaimana mencapai tujuan
Program
Sekumpulan kegiatan untuk mencapai sasaran
Kegiatan g
Tindakan/langkah-langkah yang dilaksanakan untuk mencapai program
www.dadangsolihin.com 30 www.dadangsolihin.com 31
Indikator P il i I dik t Penilaian Kinerja Ki j
MASUKAN (Input) PROSES (process) KELUARAN (Output) HASIL (Outcome) (O t ) MANFAAT (Benefit) DAMPAK (Impact)
Jenis-jenis Indikator Kinerja
1. Indikator masukan (inputs)
Indikator yang menggambarkan segala sesuatu yang dibutuhkan, baik berupa sumber dana, sumber daya , y , p y g p alam, sumber daya manusia, maupun yang berupa teknologi dan infomasi, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran.
2. Indikator proses (process) p (p )
Indikator yang menggambarkan upaya yang dilakukan di dalam mengolah masukan menjadi keluaran. y g Indikator ini umumnya dikaitkan dengan keterlibatan stakeholders, termasuk penerima manfaat (beneficiaries); serta dikaitkan dengan mekanisme pelaksanaannya, termasuk koordinasi dan hubungan kerja antar unit organisasi. organisasi
www.dadangsolihin.com
32
www.dadangsolihin.com
33
Jenis-jenis I dik t Ki J i j i Indikator Kinerja j
3. Indikator keluaran (outputs)
Indikator yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan baik berupa fisik maupun berupa kegiatan, non-fisik.
Jenis-jenis Indikator Kinerja
5. Indikator manfaat (benefits)
Indikator yang terkait dengan tujuan akhir dari y g g j pelaksanaan kegiatan.
4. Indikator hasil (outcomes) ( )
Indikator yang menunjukkan telah dicapainya maksud dan tujuan dari kegiatan–kegiatan yang y g telah selesai dilaksanakan atau indikator yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah.
6. Indikator dampak (impacts)
Indikator yang menunjukkan pengaruh, baik positif maupun negatif, yang ditimbulkan pada setiap p pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan dan asumsi j p g g yang telah ditetapkan.
www.dadangsolihin.com
34
www.dadangsolihin.com
35
Persyaratan Indikator Kinerja: SMART
Persyaratan Indikator Kinerja: SMART y j
Attributable (bermakna) Indikator kinerja yang ditetapkan harus bermanfaat untuk kepentingan pengambilan keputusan. Relevant ( R l t (sesuai) i) Indikator kinerja harus sesuai dengan ruang lingkup program/kegiatan dan dapat menggambarkan hubungan sebab-akibat antar indikator. y( ) Timely (tepat waktu) Indikator kinerja yang disusun harus didukung oleh ketersediaan data yang dapat diperoleh pada waktu yang tepat dan akurat, sehingga dapat digunakan akurat sebagai bahan pengambilan keputusan pada saat y g yang dibutuhkan.
36 www.dadangsolihin.com 37
Specific (spesifik dan jelas) Indikator kinerja yang disusun harus jelas agar tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi. Measureable (dapat diukur secara objektif) Indikator kinerja yang disusun harus menggambarkan sesuatu yang jelas ukurannya. ukurannya Kejelasan ukuran tersebut akan menunjukan tempat dan cara untuk mendapatkan data pencapaian i dik t t i indikator tersebut. b t
www.dadangsolihin.com
Pengukuran Ki P k Kinerja j
Alat untuk mengukur kinerja dan hasil yang dicapai sesuai dengan sasaran.
– Manajemen yang baik – Menitikberatkan hasil – “Yang diukur adalah yang dilakukan”
Pendekatan P d k t Empat Kuadran
www.dadangsolihin.com
38
www.dadangsolihin.com
39
Pengukuran Kinerja
Kuantitas Input/ Effor rt Outpu ut/ Effec ct Input t/ Effor rt Outpu ut/ Effec ct Kualitas Input t/ Effor rt
Pengukuran Kinerja
Kuantitas Kualitas
Effort (Apa yang digunakan)
Seberapa S y banyak (biasanya #)
Seberapa baik (biasanya %)
Output/ Effec ct
Effect (Apa y g akan dihasilkan) ( p yang )
www.dadangsolihin.com
40
www.dadangsolihin.com
41
Pengukuran Kinerja
Kuantitas
Berapa banyak pelayanan disediakan? di di k ? Berapa banyak efek/perubahan dihasilkan? dih ilk ?
Tidak Semua Pengukuran Kinerja Sebanding! Kuantitas Input t/ Effor rt Kualitas
Kualitas
Berapa baik pelayanan disediakan? di di k ? Apa kualitas efek/perubahan yang dihasilkan? dih ilk ?
Sederhana
Ke 2
Outp put/ Effect
Ke 3
Lengkap/ Paling tepat P li t t
www.dadangsolihin.com
42
www.dadangsolihin.com
43
Sektor Pemerintah
Contoh: Sepak Bola
Kuantitas Inp Ef put/ ffort Outp put/ Effect # Pertandingan y g yang dimainkan Kualitas
• Gol, • Tembakan ke gawang per gol, • T Tangkapan per k pertandingan
Input/ Effo ort
Kuantitas
Yang dikerjakan # klien/konsumen yang dilayani # kegiatan (berdasarkan jenis kegiatan)
Kualitas
Sebaik apa dikerjakan % ukuran umum Mis: rasio klien staf, rasio beban kerja, tingkat pergantian staf kepuasan kerja % staf terlatih staf, kerja, terlatih, % kepuasan konsumen, % klien dilayani dalam bahasa daerah, keamanan kerja, dll. % ukuran kegiatan Mis: % tindakan tepat waktu, % klien menerima seluruh pelayanan, % tindakan benar dan lengkap, lengkap % tindakan memenuhi standar dll standar, dll.
# Pertandingan yang dimenangkan
Persentase pertandingan yang dimenangkan
44
Apakah kondisi membaik?
Output/ Eff fect
www.dadangsolihin.com
# ketrampilan/pengetahu % ketrampilan/pengetahuan p p g p p g an % sikap # sikap % perilaku # perilaku il k % Kondisi www.dadangsolihin.com # Kondisi
45
Pengukuran Input e gu u a put
# tenaga # orang yang berhak atas pelayanan # ton aspal yang diterima p p yang # kartu perpustakaan y g dikeluarkan # permohonan ijin yang diterima # permintaan brosur # presentasi yang dilakukan # jam kerja Rasio tenaga ahli Rasio staf dibandingkan dengan jumlah penduduk yang dilayani
www.dadangsolihin.com 46
Pengukuran O t t P k Output
Panjang jalan yang dihotmix # keluhan yang diterima # permohonan yang diijinkan # perijinan yang dikeluarkan # ton material yang didistribusikan # inspeksi yang dilakukan # orang yang h di hadir
www.dadangsolihin.com
47
Pengukuran Outcome
Persentasi pengurangan kecelakaan lalu lintas Persen kenaikan badan usaha baru Jumlah usaha yang mematuhi peraturan Persen pengurangan siswa yang putus sekolah Jumlah persimpangan yang bebas macet pada jam padat
Pengukuran Manfaat P k M f t
% kenaikan lapangan kerja % penurunan tingkat penyakit TBC Penurunan tingkat kriminalitas g Penurunan tingkat kecelakaan lalulintas
www.dadangsolihin.com
48
www.dadangsolihin.com
49
Pengukuran Dampak P k D k
% kenaikan pendapatan perkapita masyarakat Peningkatan cadangan p g daerah g g pangan Penurunan tingkat kemiskinan Penurunan tingkat kematian
Jenis Pengukuran
Efisiensi atau Produktivitas
Hubungan antara output dan input Jumlah kegiatan yang diselesaikan dalam waktu tertentu
www.dadangsolihin.com
50
www.dadangsolihin.com
51
Pengukuran Efisiensi g
Output/Input # klien yang dilayani terhadap # petugas # permohonan yang diijinkan terhadap # permohonan yang diterima # bros r yang dipenuhi terhadap j mlah brosur ang dipen hi jumlah permintaan Output/Waktu Waktu yang dibutuhan utk memproses p permohonan Waktu yang dibutuhkan utk memenuhi permintaan informasi Waktu yang dibutuhkan utk menanggapi keluhan www.dadangsolihin.com
52
Pengukuran Efisiensi
Output/Biaya Biaya per inspeksi Biaya per peserta atau konsumen Biaya proses per order pembelian Outcome/Biaya O t /Bi Biaya per persen kenaikan tingkat pengembalian barang Biaya per penurunan tingkat kesalahan laporan Biaya per kenaikan perijinan sesuai dengan peraturan
www.dadangsolihin.com
53
Kriteria Pengukuran yang Baik
Manfaat Ketersediaan data Validitas Kejelasan Reliabilitas Dapat dikendalikan Biaya Dapat dibandingkan
Penting… Penting…!
Outcome dikaitkan dengan sasaran Benefit dan impact dikaitkan dengan tujuan dan misi Kembangkan indikator yang berkaitan, bersama dengan Kepala Dinas/Bagian dan Staf Perbarui indikator jik d P b i i dik t jika ada perbaikan d t d b ik data dan perubahan sasaran
www.dadangsolihin.com
54
www.dadangsolihin.com
55
Centre for Economic and Public Policy Studies
TERIMA KASIH
Jl. Tala’salapang No. 5 Makassar Telp/Fax (0411) 868457 Contact Person: Dr. Ilham Labbase, SE, MSi HP: 0811444079
www.dadangsolihin.com
56
Dadang Solihin’s Profile
Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaAsia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala Managers, Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, os a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a g a g Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202
www.dadangsolihin.com 58