Anggaran Berbasis Kinerja dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan

Description

Semiloka DPRD Kabupaten Bekasi-Bandung, 24 Mei 2007

Reviews
Shared by: Dadang Solihin
Categories
Stats
views:
3247
rating:
2(5)
reviews:
0
posted:
10/10/2008
language:
Indonesian
pages:
0
dalam Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Drs. H Drs H. Dadang Solihin MA Solihin, Semiloka DPRD Kabupaten Bekasi Bandung, 24 Mei 2007 www.dadangsolihin.com 2 Materi Semiloka 1. 2. 3. 4. 5. 6. 6 7. 8. 9. 10. 11. 11 12. Pendahuluan Tujuan Hirarki Perencanaan dan Penganggaran Proses Perencanaan Ruang Lingkup Perencanaan Penyusunan dan Penetapan RPJPD Penyusunan dan Penetapan RPJMD Penyusunan dan Penetapan RKPD y p Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD Anggaran Ki j A Kinerja Pengukuran Kinerja 3 Pendahuluan Anggaran Berbasis Kinerja (Performance Based Budgeting) adalah penyusunan anggaran yang didasarkan atas perencanaan kinerja, yang terdiri dari did k ki j di i d i program dan kegiatan yang akan dilaksanakan serta indikator kinerja yang ingin dicapai oleh suatu entitas anggaran (budget entity). www.dadangsolihin.com www.dadangsolihin.com 4 Tujuan Dengan penyusunan anggaran berbasis kinerja diharapkan rencana dan program-program pembangunan yang disusun dapat mengarah kepada: – terwujudnya sasaran yang telah ditetapkan ditetapkan, – dicapainya hasil yang optimal dari setiap investasi yang dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, – tercapainya efisiensi serta peningkatan produktifitas di dalam pengelolaan sumberdaya dan peningkatan kualitas produk serta jasa untuk mewujudkan kesinambungan pembangunan dan kemandirian nasional. nasional – mendukung alokasi anggaran terhadap prioritas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan. www.dadangsolihin.com 5 Hirarki Perencanaan dan Penganggaran 20 Tahunan 5 Tahunan Renstra KL Pedoman Pedoman Tahunan Renja KL Pedoman RKA-KL Rincian APBN Pemerin ntah Pusa at Diacu Dijabar kan Pedoman RPJP Nasional Diacu Pedoman RPJM Nasional RKP RAPBN APBN Diperhatikan Pedoman Diserasikan melalui Musrenbang RPJP Daerah RPJM Daerah Dijabar kan RKP Daerah Diacu Pedoman RAPBD APBD Pemerintah P h Daerah Pedoman Renstra SKPD Pedoman Renja SKPD Pedoman RKA SKPD Rincian APBD UU SPPN www.dadangsolihin.com UU KN 6 Proses Perencanaan Pendekatan Politik: Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D. Dokumen Rencana Pembangunan R P b Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Ruang Lingkup Perencanaan NASIONAL Penetapan UU (Ps. 13 Ayat 1) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. A t (P 19 Ayat 2) Per Pres ( (Ps. 26 Ayat 1) y ) Peraturan Pimpinan KL (Ps. (Ps 21 Ayat 1) Dokumen Rencana Pembangunan R P b Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( (RPJM-Daerah) ) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) DAERAH Penetapan Perda P d (Ps. 13 Ayat 2) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. A t (P 19 Ayat 4) Peraturan KDH ( (Ps. 26 Ayat 2) y ) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) Ps 8 Proses Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah M k t d d k k b iki il i h oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Musrenbang Proses top-down dan bottom-up: Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan pemerintahan. www.dadangsolihin.com 7 Sumber: UU25/2004 www.dadangsolihin.com Penyusunan dan Penetapan RPJMD Penyusunan dan Penetapan RPJPD dilaksanakan paling lambat satu tahun sebelum berakhirnya periode RPJP yang sedang berjalan. a) b) c) d) ) (1) Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3) Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD dilaksanakan paling lambat 2 bulan setelah Kepala Daerah dilantik Rancangan RPJPD Musrenbang RPJPD Bahan Rancangan RPJP Melibatkan Masyarakat Penyusunan Rancangan Akhir Penetapan Rancangan RPJPD menjadi Perda P d oleh DPRD (4) e) Program SKPD Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g (5) Penetapan RPJMD ( ) (7) Proses Teknokratik oleh Bappeda oleh Bappeda (6) Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD www.dadangsolihin.com 9 www.dadangsolihin.com 10 Penyusunan dan Penetapan RKPD (8) Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD a) Prioritas Pembangunan Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka Ekonomi Daerah Pagu Indikatif d) Program SKPD (11.a) Rancangan Akhir RKPD a) b) c) d) Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD (15) Penetapan RKPD Mei Perencanaan & Penganggaran Tahunan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Rencana P b R Pembangunan Jangka J k Menengah Daerah (RPJMD) (9) (10) SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD MUSRENBANG Desa/Kelurahan/Kecamatan (11.b) MUSRENBANG Kab/Kota a. a Sinkronisasi Program SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP (12) MUSRENBANG Prov Sbg g Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP (13) (14) Bappenas menyelenggarakan (4) MUSRENBANGNAS a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP www.dadangsolihin.com 11 April PEMDA (EKSEKUTIF) April Maret MUSRENBANG MUSRENBANGDES / MUSRENBANGKEL RKPD - 1 RKPD - 2 RKPD - 3 RKPD - 4 RKPD - 5 EVALUASI TAHUNAN 1. Analisis Kebijakan Nasional 2. Analisis Ekonomi Daerah 3. Proyeksi Estimasi Pendapatan 4. Survey Kepuasan Masyarakat 5. Survey Penjaringan Aspirasi y j g p RENSTRA SKPD / RENSTRA DINAS RENJA SKPD-1 RENJA SKPD-2 RENJA SKPD-3 RENJA SKPD-4 RENJA SKPD-5 RKA-SKPD APBD (TAHUN BERJALAN) ( U J ) DOKUMEN PELAKSANAAN ANGGARAN MUSRENBANG KECAMATAN MUSRENBANG KABUPATEN / KOTA Rancangan Awal RKPD Rancangan Akhir RKPD KEBIJAKAN UMUM APBD PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA RANCANGAN AWAL RENJA SKPD MONITORING & EVALUASI (MONEV) IMPLEMENTASI PROGRAM (TAHUN BERJALAN) RANCANGAN AKHIR RENJA SKPD Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBD DPRD (LEGISLATIF) RKA SKPD (TAHUN BERIKUTNYA) R / APBD Tahun Anggaran yang Direncanakan DOKUMEN PELAKSANAAN APBD www.dadangsolihin.com 12 Sinkronisasi Penyusunan Rancangan APBD (UU 17/2003, UU 25/2004 UU 32/2004, dan UU 33/2004) RPJMD Renstra SKPD 5 tahun 5 tahun Dibahas bersama DPRD RPJM Anggaran Kinerja gg j Anggaran dalam Rupiah R i h Renja SKPD 1 tahun 1 tahun RKPD RKP KUA PPAS Setara Nota Kesepakatan Pimpinan DPRD Dengan KDH Pedoman Penyusunan P RKA-SKPD Penyediaan Pelayanan RKA-SKPD Tim gg Anggaran Pemda RAPERDA APBD www.dadangsolihin.com 13 www.dadangsolihin.com 14 MSOffice1 Apa itu Anggaran Kinerja Identifikasi output dan outcome yang akan dihasilkan p y g oleh suatu program dan pelayanan Menghubungkan pengeluaran dengan hasil yang akan dicapai di i Nilai efektivitas, efisiensi dan ekonomis (Value for money) Apa yang Dimaksud dengan Kinerja? PP 58/2005, Ps 1 (35) Kinerja adalah keluaran/hasil dari kegiatan/program yang akan atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur. www.dadangsolihin.com 15 www.dadangsolihin.com 16 Slide 16 MSOffice1 Menggantikan peraturan lama PP 105 ; 01/02/2006 Perubahan Substansial Sistim A Si ti Anggaran Indonesia I d i Sistem Tradisional Kinerja diukur atas jumlah uang yang dikeluarkan Kinerja tidak diukur atas keluaran suatu kegiatan Tidak ada indikasi bahwa output telah tercapai Anggaran secara incremental tidak pernah di reevaluasi di-reevaluasi UU 17/2003 tentang Keuangan Negara Kerangka Penganggaran Jangka Menengah; Sistem Anggaran Terpadu (unified budget); Sistem Klasifikasi Anggaran menurut U i A Unit Organisasi, Fungsi, SubFungsi, Program, dan Kegiatan; dan Anggaran Berbasis Kinerja. Kinerja 17 www.dadangsolihin.com ElemenElemen-elemen Anggaran Kinerja Visi Misi Tujuan Sasaran Program Kegiatan g Hirarki Perencanaan Strategis Unit Kerja VISI MISI TUJUAN 1 Sasaran 1a Program 1a 1 1a.1 TUJUAN 2 Sasaran 2a Program 2b.1 Sasaran 1b Sasaran 2b Program 2b.2 Program 1a 2 1a.2 Kegiatan 1a.1.1 Kegiatan 1a.1.2 Kegiatan 1a 1 3 1a.1.3 www.dadangsolihin.com 18 Kegiatan 1a.2.1 Kegiatan 1a.2.2 Kegiatan 2b.1.1 Kegiatan 2b.2.1 Kegiatan 2b.1.2 Kegiatan 2b.1.3 www.dadangsolihin.com 19 Visi Mencerminkan apa yang akan dicapai organisasi dalam jangka j k panjang j Memberi arah dan fokus yang jelas agar organisasi dapat k i d t eksis, antisipatif dan inovatif ti i tif d i tif Mudah diingat, ringkas dan sederhana Sebaiknya hanya di tingkat Kabupaten/Kota b ik h i k b / Misi Menetapkan kerangka tujuan dan sasaran yang akan dicapai Visi k di Vi i akan dicapai melalui beberapa misi i l l ib b ii Mendukung pernyataan visi Menjelaskan tujuan organisasi Idealnya tidak lebih dari 3 pernyataan www.dadangsolihin.com 20 www.dadangsolihin.com 21 Indikator Penilaian Kinerja Tujuan Tujuan Mendukung Pencapaian Misi Menggambarkan arah yang jelas Menantang serta Realistik MASUKAN (Input) PROSES (process) KELUARAN (Output) HASIL (Outcome) MANFAAT (Benefit) DAMPAK ( A A (Impact) ) Sasaran Bagaimana mencapai tujuan Program Sekumpulan kegiatan untuk mencapai sasaran Kegiatan g Tindakan/langkah-langkah yang dilaksanakan untuk mencapai program www.dadangsolihin.com 22 www.dadangsolihin.com 23 Jenis-jenis Indikator Kinerja 1. Indikator masukan (inputs) Indikator yang menggambarkan segala sesuatu yang dibutuhkan, baik berupa sumber dana, sumber daya alam, alam sumber daya manusia maupun yang berupa manusia, teknologi dan infomasi, agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk menghasilkan keluaran. Indikator proses (process) Indikator yang menggambarkan upaya yang dilakukan di dalam mengolah masukan menjadi keluaran. Indikator ini umumnya dikaitkan dengan keterlibatan stakeholders, stakeholders termasuk penerima manfaat (beneficiaries); serta dikaitkan dengan mekanisme pelaksanaannya, termasuk koordinasi dan hubungan kerja antar unit organisasi. nit organisasi www.dadangsolihin.com 24 Jenis-jenis Indikator Kinerja 2. 3. Indikator keluaran (outputs) Indikator yang diharapkan langsung dicapai dari suatu kegiatan, baik berupa fisik maupun berupa non-fisik. 4. 4 Indikator hasil (outcomes) Indikator yang menunjukkan telah dicapainya maksud dan tujuan dari kegiatan–kegiatan y g j g g yang telah selesai dilaksanakan atau indikator yang mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah menengah. www.dadangsolihin.com 25 Jenis-jenis Indikator Kinerja 5. Indikator manfaat (benefits) Indikator yang terkait dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan. l k k i Indikator dampak (impacts) Indikator yang menunjukkan pengaruh, baik positif maupun negatif, yang ditimbulkan pada setiap pelaksanaan kebijakan/program/kegiatan dan asumsi yang telah ditetapkan. Persyaratan Indikator Kinerja: SMART 6. Specific (spesifik dan jelas) Indikator kinerja yang disusun harus jelas agar tidak ada kemungkinan kesalahan interpretasi. Measureable (dapat diukur secara objektif) Indikator kinerja yang disusun harus menggambarkan sesuatu yang jelas ukurannya ukurannya. Kejelasan ukuran tersebut akan menunjukan tempat dan cara untuk mendapatkan data pencapaian indikator tersebut. b www.dadangsolihin.com 26 www.dadangsolihin.com 27 Persyaratan Indikator Kinerja: SMART Pengukuran Kinerja Attributable (bermakna) Indikator kinerja yang ditetapkan harus bermanfaat untuk j y g p kepentingan pengambilan keputusan. Relevant (sesuai) Indikator kinerja harus sesuai dengan ruang lingkup program/kegiatan dan dapat menggambarkan hubungan sebab akibat sebab-akibat antar indikator indikator. Timely (tepat waktu) Indikator kinerja yang disusun harus didukung oleh ketersediaan data yang dapat diperoleh pada waktu yang tepat dan akurat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengambilan keputusan pada saat yang dibutuhkan. dibutuhkan www.dadangsolihin.com 28 Alat untuk mengukur kinerja dan hasil yang dicapai sesuai dengan sasaran. – Manajemen yang baik – Menitikberatkan hasil – “Yang diukur adalah yang dilakukan” www.dadangsolihin.com 29 Pengukuran Kinerja g j Pendekatan d k Empat Kuadran Kuantitas Inp put/ Ef ffort Kualitas Seberapa banyak (biasanya #) Seberapa baik (biasanya %) Ou utput/ Ef ffect www.dadangsolihin.com 30 www.dadangsolihin.com 31 Pengukuran Kinerja g j Kuantitas In nput/ Ef ffort Ou utput/ Effect E Input/ Effort t Ou utput/ Ef ffect Kualitas Inpu ut/ Effo fort Pengukuran Kinerja g j Kuantitas Berapa banyak pelayanan disediakan? Kualitas Berapa baik pelayanan disediakan? Effort (Apa yang digunakan) Outp put/ Effe ect Effect (Apa yang akan dihasilkan) www.dadangsolihin.com 32 Berapa banyak efek/perubahan dihasilkan? Apa kualitas efek/perubahan yang dihasilkan? www.dadangsolihin.com 33 Tidak Semua Pengukuran Kinerja Sebanding! Kuantitas Kualitas Input/ Effor / rt Contoh: Sepak Bola p Kuantitas # Pertandingan yang dimainkan Kualitas • Gol, • Tembakan ke gawang per gol, • Tangkapan per pertandingan t di Sederhana Ke 2 Output/ O Effect E Ke 3 Lengkap/ Paling tepat 34 #P Pertandingan yang di dimenangkan Persentase pertandingan yang dimenangkan 35 www.dadangsolihin.com www.dadangsolihin.com Sektor Pemerintah Kuantitas Yang dikerjakan # klien/konsumen yang dilayani # kegiatan (berdasarkan jenis kegiatan) Kualitas Sebaik apa dikerjakan % ukuran umum Mis: rasio klien staf, rasio beban kerja, tingkat pergantian staf, kepuasan kerja % staf terlatih % staf kerja, terlatih, kepuasan konsumen, % klien dilayani dalam bahasa daerah, keamanan kerja, dll. % ukuran kegiatan Mis: % tindakan tepat waktu, % klien menerima seluruh pelayanan, % tindakan benar dan lengkap, % tindakan memenuhi standar, dll. standar dll Apakah kondisi membaik? Pengukuran Input # tenaga # orang yang berhak atas pelayanan # ton aspal yang diterima p p yang # kartu perpustakaan y g dikeluarkan # permohonan ijin yang diterima # permintaan brosur # presentasi yang dilakukan # jam kerja Rasio tenaga ahli Rasio staf dibandingkan dengan jumlah penduduk yang dilayani www.dadangsolihin.com 37 Inp Effor put/ rt Outp Effec put/ ct # # # # ketrampilan/pengetahuan p p g sikap perilaku Kondisi % % % % ketrampilan/pengetahuan p p g sikap perilaku Kondisi 36 www.dadangsolihin.com Pengukuran Output Panjang jalan yang dihotmix # keluhan yang diterima # permohonan yang diijinkan pe o o a ya g d j a # perijinan yang dikeluarkan # ton material yang didistribusikan # inspeksi yang dilakukan # orang yang h di hadir Pengukuran Outcome Persentasi pengurangan kecelakaan lalu lintas Persen kenaikan badan usaha baru Jumlah usaha yang mematuhi peraturan Persen pengurangan siswa yang putus sekolah Jumlah persimpangan yang bebas macet pada jam padat www.dadangsolihin.com 38 www.dadangsolihin.com 39 Pengukuran Manfaat % kenaikan lapangan kerja % penurunan tingkat penyakit TBC Penurunan tingkat kriminalitas g Penurunan tingkat kecelakaan lalulintas Pengukuran Dampak % kenaikan pendapatan perkapita masyarakat k ik d t k it k t Peningkatan cadangan pangan daerah Penurunan tingkat kemiskinan Penurunan tingkat kematian www.dadangsolihin.com 40 www.dadangsolihin.com 41 Jenis Pengukuran Efisiensi atau Produktivitas Hubungan antara output dan input Jumlah kegiatan yang diselesaikan dalam waktu tertentu Pengukuran Efisiensi Output/Input O t t/I t # klien yang dilayani terhadap # petugas # permohonan yang diijinkan terhadap # permohonan yang diterima # brosur yang di b dipenuhi terhadap jumlah permintaan hi t h d j l h i t Output/Waktu Waktu yang dibutuhan utk memproses permohonan Waktu yang dibutuhkan utk memenuhi permintaan informasi i f i Waktu yang dibutuhkan utk menanggapi keluhan www.dadangsolihin.com 42 www.dadangsolihin.com 43 Pengukuran Efisiensi Output/Biaya Biaya per inspeksi y p p Biaya per peserta atau konsumen Biaya proses per order pembelian Outcome/Biaya Biaya per persen kenaikan tingkat pengembalian barang Biaya per penurunan tingkat kesalahan laporan Biaya per kenaikan perijinan sesuai dengan peraturan Kriteria Pengukuran yang Baik g y g Manfaat Ketersediaan data Validitas Kejelasan Reliabilitas Dapat dikendalikan Biaya Dapat dibandingkan 45 www.dadangsolihin.com 44 www.dadangsolihin.com Penting… Penting…! Outcome dikaitkan dengan sasaran Benefit dan impact dikaitkan dengan tujuan dan misi Kembangkan indikator y g berkaitan, bersama dengan g yang , g Kepala Dinas/Bagian dan Staf Perbarui indikator jika ada perbaikan data dan perubahan sasaran b h Terima Kasih www.dadangsolihin.com 46 www.dadangsolihin.com 47 Dadang Solihin’s Profile Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaAsia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala Managers, Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, os a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a g a g Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 www.dadangsolihin.com 48

Related docs
premium docs
Other docs by Dadang Solihin