Arti, Elemen, dan Jenis , , Perencanaan
Drs. H. Dadang Solihin, MA
Pelatihan Fungsional Penjenjangan Perencana Tingkat Pertama Bapeda Provinsi DKI Angkatan IX Jakarta, 17 November 2006 17
www.dadangsolihin.com 2
Materi M t i
Arti Perencanaan Sumber Daya Pembangunan Mobilisasi Dana Pembangunan Penyiapan SDM Pemanfaatan Teknologi Penguatan Kelembagaan Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) b l( ) Kegagalan Perencanaan Sistem Perencanaan yang Berhasil Perencanaan yang Ideal
Arti Perencanaan
Perencanaan adalah suatu proses untuk menentukan ti d k masa d t k tindakan depan yang tepat, melalui urutan pilihan, dengan memperhitungkan sumber daya g p g y yang tersedia.
www.dadangsolihin.com
3
www.dadangsolihin.com
4
Sumber Daya Pembangunan b b
1. 2. 3. 3 4.
Mobilisasi Dana Pembangunan bili i b
1.
Dana (modal), Sumber daya manusia, Teknologi, Teknologi Organisasi atau kelembagaan.
2.
Mobilisasi pajak, penerimaan lain di luar pajak, pajak, dan t b pajak, d tabungan masyarakat. j k k t Jika tabungan pemerintah dan tabungan masyarakat tidak memadai untuk mencapai sasaran pembangunan yang diinginkan, maka diupayakan sumber dana pembangunan dari luar negeri, dengan syarat yang paling menguntungkan.
www.dadangsolihin.com 6
www.dadangsolihin.com
5
Penyiapan SDM i
3.
3.
Merangsang berkembangnya investasi masyarakat, yang bersumber dari dalam dan luar y ,y g negeri. Upaya itu tertuang dalam berbagai kebijakan ekonomi, ekonomi seperti kebijakan fiskal dan moneter, moneter perizinan, perizinan, dan kebijakan lain di bidang perdagangan, industri, dan investasi pada umumnya. umumnya Memelihara stabilitas agar pembangunan dapat menghasilkan peningkatan kesejahteraan yang nyata, d agar masyarakat memiliki t dan k t iliki kepercayaan pada perekonomian nasional, sehingga dapat menciptakan iklim investasi yang baik. b ik
www.dadangsolihin.com 7
Yang berkualitas, kreatif, produktif, memiliki disiplin dan etos kerja, serta mampu mengembangkan potensi dan memanfaatkan peluang (enterprising), melalui: melalui:
1. 2. 3. 3 4. 5. Pendidikan dan pelatihan, Ilmu pengetahuan dan teknologi, Kesehatan, Kesehatan Kependudukan, dan Agama dan budaya.
www.dadangsolihin.com
8
Pemanfaatan T k l i P f t Teknologi
Setiap upaya pembangunan memerlukan teknologi y g p yang tepat untuk melaksanakan pembangunan p g secara efektif dan efisien. Dalam mengembangkan teknologi, manajemen pembangunan perlu memperhatikan kondisi sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat. Kondisi sosial ekonomi turut menentukan dalam pemilihan jenis teknologi padat modal, atau di modal antaranya, atau gabungan keduanya. Kondisi sosial budaya turut menentukan p y proses transformasi penguasaan teknologi dari pengguna menjadi penghasil teknologi.
www.dadangsolihin.com 9
Penguatan Kelembagaan P t K l b
Kelembagaan dapat berupa organisasi-organisasi formal, organisasiantara lain birokrasi, dunia usaha, dan partai politik Dapat juga berupa lembaga ekonomi seperti pasar, lembagapasar lembagalembaga hukum, dan sebagainya. Di negara berkembang kelembagaannya bersifat tradisional p j j atau warisan penjajahan. Menjadi tugas manajemen pembangunan untuk mempersiapkan lembaga yang dibutuhkan agar upaya pembangunan dapat berhasil mencapai sasarannya. PertamaPertama-tamanya organisasi pemerintah perlu dibangun agar dapat berfungsi sebagai alat pembangunan. Selain itu, juga harus dibangun lembaga-lembaga sosial lembagaekonomi dan sosial politik masyarakat, agar pembangunan k id i l litik k t b dapat berlangsung efisien dan memperoleh partisipasi yang seluasseluas-luasnya dari masyarakat, dan dilakukan dengan derajat rasionalitas yang tinggi.
www.dadangsolihin.com 10
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN)
satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan b untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, b d l j k j jangka menengah, dan tahunan yang dil k dilaksanakan oleh unsur k l h penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah
www.dadangsolihin.com 11
Tujuan SPPN
Mendukung koordinasi antar-pelaku pembangunan. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar-Daerah, antar-ruang, antar-waktu, antar-fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah. Menjamin k keterkaitan d konsistensi antara k dan k perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pengawasan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
www.dadangsolihin.com 12
Elemen P El Perencanaan
1. 2.
Jenis d Sif t P J i dan Sifat Perencanaan
1.
3. 4. 5. 6. 7. 8.
Tujuan akhir yang dikehendaki. dikehendaki. SasaranSasaran-sasaran dan prioritas untuk mewujudkannya (yang mencerminkan pemilihan dari berbagai alternatif). alternatif). Jangka waktu mencapai sasaran-sasaran tersebut. sasarantersebut. MasalahMasalah-masalah yang dihadapi. dihadapi. Modal atau sumber daya yang akan digunakan serta pengalokasiannya. pengalokasiannya. kebijakankebijakan-kebijakan untuk melaksanakannya. melaksanakannya. Orang, organisasi, atau badan pelaksananya. pelaksananya. Mekanisme pemantauan, evaluasi, dan pengawasan pelaksanaannya.
www.dadangsolihin.com 13
2. 3.
4. 4
Dari segi ruang lingkup tujuan dan sasarannya, sasarannya perencanaan dapat bersifat nasional, sektoral dan spasial. Perencanaan dapat berupa perencanaan p p p agregatif atau komprehensif dan parsial. Dalam jangkauan dan hierarkinya, ada perencanaan ti k t pusat d ti k t tingkat t dan tingkat daerah. Dari jangka waktunya perencanaan dapat waktunya, bersifat jangka panjang, menengah, atau j g p jangka pendek.
www.dadangsolihin.com 14
Jenis dan Sifat Perencanaan
5.
Proses Perencanaan
Pendekatan Politik:
Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana / p g pembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D.
6.
7. 7 8.
Dilihat dari arus informasi, perencanaan dapat bersifat dari atas ke bawah (top down) dari down), bawah ke atas (bottom up), atau kedua-duanya. keduaDari segi ketetapan atau keluwesan proyeksi ke depannya, perencanaan dapat indikatif atau preskriptif. Berdasarkan sistem politiknya perencanaan dapat politiknya, bersifat alokatif, inovatif dan radikal. Produk perencanaan dapat berbentuk rencana (plan), kebijakan, peraturan, alokasi anggaran, program, atau kegiatan (d/h proyek).
www.dadangsolihin.com 15
Proses Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja yang secara fungsional bertugas untuk itu. b k Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Proses top-down dan bottom p top do n bottom-up: Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.
www.dadangsolihin.com 16
Ruang Li k Perencanaan (UU25/2004) R Lingkup P (UU2 /2004)
NASIONAL
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka R P b J k Panjang Nasional (RPJP-Nasional) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL) Penetapan UU (Ps. 13 Ayat 1) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. 19 Ayat 2) Per Pres (Ps. Ayat (P 26 A t 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. (Ps 21 Ayat 1) Dokumen Rencana Pembangunan Jangka R P b J k Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM_Daerah) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD)
Alur Perencanaan dan Penganggaran
20 Tahunan 5 Tahunan Renstra KL
Pedoman
Tahunan Renja KL
Pedoman
DAERAH
Penetapan Perda P d (Ps. 13 Ayat 2) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. 19 Ayat 4) Peraturan KDH (Ps. Ayat (P 26 A t 2) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) Ps
17
RKA-KL
Rincian APBN
Pemerin ntah Pusa at
Pedoman
Diacu Dijabar kan Pedoman
RPJP Nasional
Diacu
Pedoman
RPJM
Nasional
RKP
RAPBN
APBN
Diperhatikan Pedoman
Diserasikan melalui Musrenbang
RPJP Daerah
RPJM Daerah
Dijabar kan
RKP Daerah
Diacu
Pedoman
RAPBD
APBD
Pemerintah P Daerah
Pedoman
Renstra SKPD
Pedoman edo a
Renja SKPD
Pedoman edo a
RKA SKPD
Rincian APBD
UU SPPN
www.dadangsolihin.com
UU KN
18
www.dadangsolihin.com
Kegagalan Perencanaan K l P
1.
Kegagalan Perencanaan Perencanaannya mungkin baik, tetapi pelaksanaannya tidak seperti seharusnya. l k tid k ti h
kegagalan terjadi karena tidak berkaitnya perencanaan d dengan pelaksanaannya. l k aparat pelaksana tidak siap atau tidak kompeten, kompeten masyarakat tidak punya kesempatan berpartisipasi sehingga tidak mendukungnya. mendukungnya
Penyusunan perencanaan tidak tepat, mungkin karena:
informasinya kurang lengkap, metodologinya belum dikuasai, dikuasai perencanaannya tidak realistis sehingga tidak mungkin pernah bisa terlaksana g p pengaruh politis terlalu besar sehingga pertimbanganpertimbangan-pertimbangan teknis perencanaan di b ik diabaikan.
2.
www.dadangsolihin.com
19
www.dadangsolihin.com
20
Kegagalan Perencanaan
3.
Kegagalan Perencanaan
4.
perencanaan mengikuti paradigma yang ternyata tidak sesuai dengan kondisi dan perkembangan serta tidak dapat mengatasi masalah mendasar negara berkembang. b k b
karena perencanaan diartikan sebagai pengaturan total kehidupan manusia sampai yang paling kecil sekalipun. i li k il k li
Misalnya, orientasi semata-mata pada sematapertumbuhan yang menyebabkan makin melebarnya kesenjangan. Dengan demikian, yang keliru bukan sematasematamata perencanaannya tetapi falsafah atau perencanaannya, konsep di balik perencanaan itu.
www.dadangsolihin.com 21
Perencanaan di sini tidak memberikan kesempatan berkembangnya prakarsa individu dan pengembangan kapasitas serta potensi masyarakat secara penuh. Sistem ini bertentangan dengan hukum penawaran dan permintaan karena pemerintah mengatur semuanya. Perencanaan seperti inilah yang disebut sebagai sistem perencanaan terpusat (centrally
p planned system). y )
www.dadangsolihin.com
22
Sistem Perencanaan yang Berhasil h l
Sistem perencanaan yang mendorong berkembangnya mekanisme pasar dan b k b k i d peran serta masyarakat. Dalam sistem ini perencanaan dilakukan dengan menentukan sasaran-sasaran secara sasarangaris besar, baik di bidang sosial maupun ekonomi, dan pelaku utamanya adalah masyarakat dan usaha swasta.
www.dadangsolihin.com 23
Perencanaan yang Id l P Ideal
Prinsip partisipatif: partisipatif: Masyarakat yang akan memperoleh manfaat dari perencanaan h harus turut serta d l t t t dalam prosesnya. Prinsip kesinambungan: kesinambungan: Perencanaan tidak hanya berhenti pada satu tahap; tetapi harus berlanjut sehingga menjamin adanya kemajuan terus-menerus dalam kesejahteraan, dan terusjangan sampai terjadi kemunduran. kemunduran Prinsip holistik: holistik: Masalah dalam perencanaan dan pelaksanaannya tidak p p y dapat hanya dilihat dari satu sisi (atau sektor) tetapi harus dilihat dari berbagai aspek, dan dalam keutuhan konsep secara keseluruhan.
www.dadangsolihin.com 24
Empat Langkah Penyusunan Rencana
1. 2.
Tahapan Perencanaan
1. Penyusunan Rencana
Rancangan Rencana Pembangunan Nasional / Daerah Rancangan Rencana Kerja Dep / Lembaga SKPD Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rancangan Akhir Rencana Pembangunan R Akhi R P b
Penyiapan rancangan rencana pembangunan yang bersifat teknokratik, menyeluruh, dan terukur. MasingMasing-masing instansi pemerintah menyiapkan rancangan rencana kerja dengan berpedoman pada rancangan rencana pembangunan yang telah disiapkan. Pelibatan masyarakat (stakeholders) dan penyelarasan rencana pembangunan yang dihasilkan masingmasing-masing jenjang pemerintahan melalui musyawarah perencanaan pembangunan. Penyusunan rancangan akhir rencana pembangunan.
www.dadangsolihin.com 25
2. Penetapan Rencana
RPJP Nas dgn UU dan RPJP Daerah dgn Perda RPJM dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah RKP / RKPD dengan Peraturan Presiden / Kepala Daerah
3.
4.
3. Pengendalian Pelaksanaan Rencana 3 P d li P l k R 4. Evaluasi Kinerja
www.dadangsolihin.com 26
Perencanaan – Apa yang B ? P A Baru?
DULU Daftar Usulan - “Shopping List” Sebanyak banyaknya • Sebanyak-banyaknya • Seindah-indahnya • Tidak terbatas SEKARANG Rencana Kerja - “Working Plan” (Rp Naker Fasilitas, dll ) • Input (Rp., Naker, Fasilitas dll.) • Kegiatan (Proses) • Output / Outcome
2) 1)
Pasal 34 UU 17/2003
Menteri/Pimpinan lembaga/Gubernur/Bupati/Walikota yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan yang p g g g telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. Pimpinan Unit O i i i Organisasi Kementrian Negara/ i i i / Lembaga/Satuan Kerja Perangka Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undang-undang tentang APBN/ undang undang Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undangundang. Presiden memberi sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini ini.
www.dadangsolihin.com 28
Sehingga Perencanaan • Dimulai dengan informasi tentang ketersediaan sumberdaya dan arah pembangunan nasional Critical point-nya adalah • Menyusun hubungan optimal antara input, proses, dan output / outcomes
Karena: K Ada Sanksi Pidana Pasal 34 UU 17/2003
3)
www.dadangsolihin.com
27
Musrenbang M b
Musrenbang Desa/Kelurahan, Kecamatan dilaksanakan sebelum Musrenbang Kabupaten dan g p Kota. Musrenbang Daerah Kabupaten/Kota dilaksanakan sepanjang bulan Maret. dil k k j b l M t Musrenbang Pusat (Musrenbangpus) dilaksanakan pada akhir bulan Maret. Maret Musrenbang Provinsi dilaksanakan pada bulan April. Musrenbang Nasional (Musrenbangnas) dilaksanakan pada akhir bulan April.
www.dadangsolihin.com 29
Penyusunan dan Penetapan PJP P d P
1. 2.
3. 4.
Rancangan Rencana Proses Teknokratik oleh Bappenas/Bappeda Musrenbang d M b dengan bahan R b h Rancangan R Rencana yang melibatkan Masyarakat – dimaksud de ga “masyarakat” ada a o a g d a sud dengan asya a at adalah orang perseorangan, kelompok orang termasuk masyarakat hukum adat atau badan hukum yang berkepentingan dengan kegiatan dan hasil pembangunan baik sebagai penanggung biaya, pelaku, penerima manfaat maupun penanggung resiko Penyusunan Rancangan Akhir P R Akhi Penetapan Rencana (RPJP Nasional UU, RPJP Daerah Perda) )
www.dadangsolihin.com 30
Penyusunan dan Penetapan RPJMD RPJMD
(1) Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3)
Penyusunan dan Penetapan RKPD
(8) Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD a) Prioritas Pembangunan Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka Ekonomi Daerah Pagu Indikatif d) Program SKPD (11.a) (9) (10) SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD
Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD a) b) c) d) ) Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g
SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD
MUSRENBANG Desa/Kelurahan/Kecamatan (11.b) MUSRENBANG Kab/Kota a. a Sinkronisasi Program SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP (12) MUSRENBANG Prov Sbg g Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP (13) (14) Bappenas menyelenggarakan (4) MUSRENBANGNAS a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP
www.dadangsolihin.com 32 April April Maret
(4)
e) Program SKPD
Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD a) b) c) d)
Rancangan Akhir RKPD Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD (15) Penetapan RKPD
Mei
Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g
(5)
Penetapan RPJMD ( ) (7)
(6)
Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD
31
Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBD
www.dadangsolihin.com
Isi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)
RPJP 2005–2025 (RUU) 2005–
Bab I Pendahuluan Bab II Kondisi Umum Bab III Visi dan Misi Pembangunan Nasional Tahun 2005–2025 2005– Bab IV Arah Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2005–2025 2005– Bab V Penutup
NASIONAL Penjabaran Tujuan j j Nasional ke dalam:
Visi Misi Arah Pembangunan Nasional
DAERAH Mengacu p g pada RPJP Nasional dan memuat:
Visi Misi Arah Pembangunan Daerah
33
www.dadangsolihin.com
www.dadangsolihin.com
34
Isi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
RPJM NASIONAL
Penjabaran visi, misi, program Presiden; Berpedoman pada RPJP N i l B d d Nasional Isi:
Strategi Pembangunan Nasional Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Makro Program kementerian, lintas kementerian, kewilayahan, dan lintas kewilayahan yang memuat kegiatan dalam:
RPJM 2004 2009 RPJM 2004–2009 (Perpres 7/2005)
Bagian I: Bagian II: Bagian III: Bagian IV: Bagian V: Bagian VI: Permasalahan dan Agenda Pembangunan Nasional 2004-2009 2004Agenda Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai Agenda Menciptakan Indonesia yang Adil dan Demokratis Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan P b Penutup
www.dadangsolihin.com 36
RPJM DAERAH
Penjabaran visi, misi, program Kepala Daerah; Berpedoman pada RPJP D B d d Daerah dan hd memperhatikan RPJM Nasional Isi:
Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum
Arah Kebijakan Keuangan Daerah Program SKPD, lintas SKPD, y y kewilayahan, dan lintas kewilayahan yang memuat kegiatan dalam: Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran
www.dadangsolihin.com 35
Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran
Isi Renstra-KL & Renstra-SKPD RenstraRenstra-
Isi Rencana Kerja Pemerintah/Daerah (RKP/D)
RKP
Penjabaran RPJM Nasional
RKP Daerah
Penjabaran RPJM Daerah; Mengacu pada RKP g p
Renstra-KL
Berpedoman pada RPJM Nasional Isi: 1. Visi-Misi 2. T j Tujuan, Strategi, dan Kebijakan St t i d K bij k 3. Program-program 4. 4 Kegiatan Indikatif Isi:
1. 2. 3. 4. 4
Renstra-SKPD
Berpedoman pada RPJM Daerah Visi-Misi Tujuan, Strategi, dan Kebijakan T j St t i d K bij k Program-program Kegiatan Indikatif
Isi: Prioritas Pembangunan Nasional Rancangan Kerangka Ekonomi Makro Arah Kebijakan Fiskal Program Kementerian, lintas kementerian, kewilayahan, dan lintas k il h li t kewilayahan yang memuat t kegiatan dalam: Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran
Isi: Prioritas Pembangunan Daerah Rancangan Kerangka Ekonomi Makro Daerah Arah Kebijakan Keuangan Daerah Program SKPD, lintas SKPD, kewilayahan, dan lintas kewilayahan k il h yang memuat k i t t kegiatan dalam: Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran
www.dadangsolihin.com
37
www.dadangsolihin.com
38
Isi Renja I i R j -KL & Renja-SKPD RenjaRenjaR j RenjaRenja-KL
Penjabaran Renstra KL
Isi: 1. 1 Kebijakan KL 2. Program dan Kegiatan Pembangunan
Dilaksanakan Pemerintah Mendorong Partisipasi Masyarakat
RenjaRenja-SKPD
Penjabaran Renstra SKPD
Isi: 1. 1 Kebijakan SKPD 2. Program dan Kegiatan Pembangunan
Dilaksanakan Pemerintah Mendorong Partisipasi Masyarakat
Terima Kasih
www.dadangsolihin.com
39
www.dadangsolihin.com
40
Dadang Solihin’s Profile
Dadang holds a MA degree (Economics), University of Colorado, g g ( ), y , USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). g Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaPacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. g g g , He got various training around the globe, included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala ( ); p g pp g , Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. g g You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202
www.dadangsolihin.com 41