Penyusunan APBD
Sesuai UU 25/2004, UU 17/2003, dan Permendagri 13/2006 dan Permendagri 13/2006
Drs. H. Dadang Solihin, MA
Seminar APBD Murni dan Perubahannya S i APBD M i d P b h Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi
Asrama Haji Bekasi, 31 Juli 2006 s a a aj e as , 3 Ju 006
www.dadangsolihin.com 2
SPPN adalah….
satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana‐rencana pembangunan dalam jangka panjang, j g jangka menengah, g , dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan y masyarakat
Materi Seminar M t iS i
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) Penyusunan Rancangan APBD Perubahan APBD P b h APBD
di tingkat di ti k t Pusat dan Daerah
www.dadangsolihin.com
3
www.dadangsolihin.com
4
Tujuan SPPN j
Mendukung koordinasi antar-pelaku pembangunan. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar-Daerah, antar-ruang, antar-waktu, antar-fungsi pemerintah maupun antara Pusat dan Daerah. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan pengawasan. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
www.dadangsolihin.com 5
Proses Perencanaan
Pendekatan Politik:
Pemilihan Presiden/Kepala Daerah menghasilkan rencana pembangunan hasil proses politik (public choice theory of planning), khususnya penjabaran Visi dan Misi dalam RPJM/D.
Proses Teknokratik: Menggunakan metode dan kerangka berpikir ilmiah oleh lembaga atau satuan kerja y g secara fungsional g j yang g bertugas untuk itu. Partisipatif: Dilaksanakan dengan melibatkan seluruh stakeholders, antara lain melalui Musrenbang. Proses top-down dan bottom-up: Dilaksanakan menurut jenjang pemerintahan.
www.dadangsolihin.com
6
Alur Perencanaan dan Penganggaran
20 Tahunan 5 Tahunan Renstra R t KL
Pedoman Pedoman
Ruang Lingkup Perencanaan (UU25/2004)
NASIONAL
Dokumen Penetapan UU (Ps. 13 Ayat 1) Per Pres (Ps. 19 Ayat 1) Peraturan Pimpinan KL (Ps. Ayat (P 19 A t 2) Per Pres ( (Ps. 26 Ayat 1) y ) Peraturan Pimpinan KL (Ps. (Ps 21 Ayat 1)
Tahunan Renja R j KL
Pedoman
DAERAH
Dokumen Rencana Pembangunan R P b Jangka Panjang Daerah (RPJP-Daerah) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( (RPJM-Daerah) ) Renstra Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) Penetapan Perda P d (Ps. 13 Ayat 2) Peraturan KDH (Ps. 19 Ayat 3) Peraturan Pimpinan SKPD (Ps. Ayat (P 19 A t 4) Peraturan KDH ( (Ps. 26 Ayat 2) y ) Peraturan Pimpinan SKPD ( Ps. 21 Ayat 3) Ps
8
RKA-KL
Rincian Ri i APBN
Diacu Dijabar kan Pedoman
Rencana Pembangunan R P b Jangka Panjang Nasional (RPJP-Nasional) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) (RPJM-Nasional) Renstra Kementerian / Lembaga (Renstra KL)
Pemerin ntah Pusat
RPJP Nasional
Diacu
Pedoman
RPJM
Nasional
RKP
RAPBN
APBN
Diperhatikan Pedoman
Diserasikan melalui Musrenbang
RPJP Daerah
RPJM Daerah
Dijabar kan
RKP Daerah
Diacu
Pedoman
RAPBD
APBD
Pe emerintah h Daerah
Pedoman
Renstra SKPD
Pedoman
Renja j SKPD
Pedoman
RKA SKPD
Rincian APBD
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Rencana Kerja Kementerian / Lembaga (Renja KL)
UU SPPN
www.dadangsolihin.com
UU KN
7
www.dadangsolihin.com
Penyusunan dan Penetapan RPJMD
(1) Visi, Misi, Program Kepala Daerah Terpilih (2) (3)
Penyusunan dan Penetapan RKPD
(8) Bappeda menyusun Rancangan Awal RKPD a) Prioritas Pembangunan Daerah b) Kebijakan Umum c) Kerangka Ekonomi Daerah Pagu Indikatif d) Program SKPD (11.a) (9) (10) SKPD Menyusun Renja SKPD Program SKPD
Bappeda menyusun Rancangan Awal RPJMD a) b) c) d) ) Visi,Misi Kepala Daerah Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah g
SKPD Menyusun Renstra SKPD Program SKPD
MUSRENBANG Desa/Kelurahan/Kecamatan (11.b) MUSRENBANG Kab/Kota a. a Sinkronisasi Program SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP (12) MUSRENBANG Prov Sbg g Wakil Pemerintah Pusat a. Harmonisasi Dekon dan TP (13) (14) Bappenas menyelenggarakan (4) MUSRENBANGNAS a. Sinkronisasi Program KL/SKPD b. Harmonisasi Dekon dan TP
www.dadangsolihin.com 10
April April Maret
(4)
e) Program SKPD
Bappeda menyelenggarakan pp y gg MUSRENBANG RPJMD a) b) c) d)
Rancangan Akhir RKPD Prioritas Pembangunan Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD (15) Penetapan RKPD
Mei
Bappeda menyusun Rancangan Akhir RPJMD a) ) b) c) d) e) ) Visi, Misi Kepala Daerah p Strategi Pembangunan Daerah Kebijakan Umum Kerangka Ekonomi Daerah Program SKPD g
(5)
Penetapan RPJMD ( ) (7)
(6)
Digunakan sebagai pedoman penyusunan Rancangan RKPD
Sebagai pedoman penyusunan Rancangan APBD
www.dadangsolihin.com
9
Penyusunan Rancangan APBD
Azas Umum Penyusunan RAPBD y
No 1 2 3 4 5 6 7 Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Kewenangan D K Daerah. h Kewenangan pemerintah di Daerah. Pemerintahan Provinsi yang penugasannya dilimpahkan kepada Kabupaten/Kota dan/atau Desa. Pemerintahan Kabupaten/Kota yang penugasannya dilimpahkan kepada Desa Desa. Seluruh penerimaan dan pengeluaran pemerintahan daerah baik dalam bentuk uang, barang dan/atau jasa. Sumber Dana APBD APBN APBD Provinsi APBD Kabupaten/Kota APBD
Penganggaran penerimaan dan pengeluaran APBD harus memiliki dasar hukum penganggaran. Anggaran belanja daerah diprioritaskan untuk melaksanakan kewajiban pemerintahan daerah sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
www.dadangsolihin.com
11
www.dadangsolihin.com
12
Hati‐hati…Ada Sanksi Pidana
Pasal 34 UU 17/2003
1) Menteri/Pimpinan lembaga/Gubernur/Bupati/ Walikota yang terbukti melakukan penyimpangan kebijakan y g telah ditetapkan dalam undangj yang p g undang tentang APBN/Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. 2) Pimpinan Unit Organisasi Kementrian Negara/ Lembaga/Satuan Kerja Perangkat Daerah yang terbukti melakukan penyimpangan kegiatan anggaran yang telah ditetapkan dalam undangundang tentang APBN/ Peraturan Daerah tentang APBD diancam dengan pidana penjara dan denda sesuai dengan ketentuan undang-undang. 3) Presiden memberi sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan undang-undang kepada pegawai negeri serta pihak-pihak lain yang tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana ditentukan dalam undang-undang ini.
www.dadangsolihin.com 13 Minggu 1 Mi 1 Juli
Alur Penyusunan RAPBD
Juni
pembicaraan pendahuluan RAPBD pertengahan Juni
Minggu 1 Oktober
RKUA
Mei
Rancangan Kebijakan Umum APBD
DPRD
KUA
j Kebijakan Umum APBD
RKPD
Minggu 2 Juli Nota Kesepakatan KDH‐DPRD
Rencana Kerja Pemda
PPAS
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara
Pedoman Penyusunan RKA‐SKPD Awal Agustus
Raperda p APBD
Sosialisasi Raperda
Akhir Juli
PPA
Prioritas dan Plafon Anggaran
RKA‐ SKPD
Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
Raperkada Penjabaran APBD
www.dadangsolihin.com
14
RKPD
Rencana Kerja Pemerintah Daerah
KUA
Kebijakan Umum APBD
• Penjabaran dari RPJMD dengan menggunakan bahan dari j g gg Renja SKPD untuk jangka waktu 1 tahun yang mengacu kepada RKP. • Diselesaikan paling lambat akhir bulan Mei sebelum tahun anggaran berkenaan.
Isi: Prioritas Pembangunan Daerah Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah Arah Kebijakan Keuangan Daerah Program SKPD, lintas SKPD, kewilayahan, dan lintas kewilayahan yang memuat kegiatan dalam: Kerangka Regulasi Kerangka Anggaran
1. Kepala daerah ‐dibantu oleh TAPD yang dipimpin oleh Sekda‐ menyusun Rancangan KUA berdasarkan RKPD. 2. RKUA memuat: 2 RKUA t
1. Target pencapaian kinerja yang terukur dari program‐program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah untuk setiap urusan pemerintahan daerah yang disertai dengan proyeksi pendapatan daerah, 2. Alokasi belanja daerah, 3. Sumber dan penggunaan pembiayaan, 4. Asumsi dasar (ekonomi makro dan perubahan pokok‐pokok kebijakan fiskal yang ditetapkan oleh pemerintah). p p )
5. RKUA yang telah disusun, disampaikan oleh Sekda selaku koordinator pengelola keuangan daerah kepada kepala daerah, paling lambat pada awal bulan Juni. 6. RKUA disampaikan kepala daerah kepada DPRD paling lambat pertengahan bulan Juni tahun anggaran berjalan untuk dibahas dalam pembicaraan pendahuluan J it h b j l t k dib h d l bi d h l RAPBD tahun anggaran berikutnya. 7. Pembahasan RKUA tersebut dilakukan oleh TAPD bersama panitia anggaran DPRD. 8. RKUA yang telah dibahas selanjutnya disepakati menjadi KUA paling lambat minggu RKUA yang telah dibahas selanjutnya disepakati menjadi KUA paling lambat minggu pertama bulan Juli tahun anggaran berjalan.
www.dadangsolihin.com
15
www.dadangsolihin.com
16
PPAS
Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara gg
Penyusunan RKA‐SKPD y
1. Berdasarkan nota kesepakatan, TAPD menyiapkan rancangan surat edaran 1 Berdasarkan nota kesepakatan TAPD menyiapkan rancangan surat edaran kepala daerah tentang pedoman penyusunan RKA‐SKPD sebagai acuan kepala SKPD dalam menyusun RKA‐SKPD, yang mencakup:
a. PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKPD berikut rencana a PPA yang dialokasikan untuk setiap program SKPD berikut rencana pendapatan dan pembiayaan; b. sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD dengan kinerja SKPD berkenaan sesuai dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan; c. b batas waktu penyampaian RKA‐SKPD kepada PPKD; k k d. hal‐hal lainnya yang perlu mendapatkan perhatian dari SKPD terkait dengan prinsip‐prinsip peningkatan efisiensi, efektifitas, tranparansi dan akuntabilitas penyusunan anggaran dalam rangka pencapaian prestasi kerja; dan penyusunan anggaran dalam rangka pencapaian prestasi kerja; dan e. dokumen sebagai lampiran meliputi KUA, PPA, kode rekening APBD, format RKA‐SKPD, analisis standar belanja dan standar satuan harga.
1. Berdasarkan KUA yang telah disepakati, pemerintah daerah menyusun y g p p y rancangan PPAS, yang disusun dengan tahapan:
1. menentukan skala prioritas untuk urusan wajib dan urusan pilihan; 2. menentukan urutan program untuk masing‐masing urusan; dan 3. menyusun plafon anggaran sementara untuk masing‐masing program.
2. Kepala daerah menyampaikan rancangan PPAS yang telah disusun kepada DPRD untuk dibahas paling lambat minggu kedua bulan Juli tahun anggaran berjalan. anggaran berjalan 3. Pembahasan rancangan PPAS tersebut dilakukan oleh TAPD bersama panitia anggaran DPRD. 4. Rancangan PPAS yang telah dibahas selanjutnya disepakati menjadi PPA 4 Rancangan PPAS yang telah dibahas selanjutnya disepakati menjadi PPA paling lambat akhir bulan Juli tahun anggaran berjalan. 5. KUA serta PPA yang telah disepakati masing‐masing dituangkan ke dalam nota kesepakatan yang ditandatangani bersama antara kepala daerah nota kesepakatan yang ditandatangani bersama antara kepala daerah dengan pimpinan DPRD.
2. Surat edaran kepala daerah perihal pedoman penyusunan RKA‐SKPD diterbitkan paling lambat awal bulan Agustus tahun anggaran berjalan.
www.dadangsolihin.com
17
www.dadangsolihin.com
18
Penyiapan Raperda APBD
1. 2. 2 RKA‐SKPD yang telah disusun oleh SKPD disampaikan kepada PPKD untuk dibahas lebih lanjut oleh TAPD. Pembahasan oleh TAPD dilakukan untuk menelaah kesesuaian antara Pembahasan oleh TAPD dilakukan untuk menelaah kesesuaian antara RKA‐SKPD dengan KUA, PPA, prakiraan maju yang telah disetujui tahun anggaran sebelumnya, dan dokumen perencanaan lainnya, capaian kinerja, indikator kinerja, kelompok sasaran kegiatan, standar analisis belanja, standar satuan harga, standar pelayanan minimal, serta b l d h d l l sinkronisasi program dan kegiatan antar SKPD. Apabila hasil pembahasan RKA‐SKPD terdapat ketidaksesuaian, kepala SKPD melakukan penyempurnaan. SKPD melakukan penyempurnaan RKA‐SKPD yang telah disempurnakan oleh kepala SKPD disampaikan kepada PPKD sebagai bahan penyusunan Raperda tentang APBD dan Raperkada tentang penjabaran APBD. Raperkada tentang penjabaran APBD Raperda tentang APBD sebelum disampaikan kepada DPRD disosialisasikan kepada masyarakat. Penyebarluasan rancangan peraturan daerah tentang APBD dilaksanakan Penyebarluasan rancangan peraturan daerah tentang APBD dilaksanakan oleh Sekda selaku koordinator pengelolaan keuangan daerah. 1. 1
Penyampaian dan Pembahasan Raperda tentang APBD
Kepala daerah menyampaikan Raperda beserta lampirannya kepada Kepala daerah menyampaikan Raperda beserta lampirannya kepada DPRD paling lambat pada minggu pertama bulan Oktober tahun anggaran sebelumnya dari tahun yang direncanakan untuk mendapatkan p persetujuan bersama. j Pengambilan keputusan bersama DPRD dan kepala daerah terhadap Raperda dilakukan paling lama satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. Atas dasar persetujuan bersama, kepala daerah menyiapkan Raperkada tentang penjabaran APBD. Penyampaian Raperda disertai dengan nota keuangan. Pembahasan Raperda berpedoman pada KUA serta PPA yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD. Apabila DPRD sampai batas waktu paling lama satu bulan tidak menetapkan persetujuan bersama dengan kepala daerah terhadap k j b d k l d h h d Raperda, kepala daerah melaksanakan pengeluaran setinggi‐tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya untuk membiayai keperluan setiap bulan. keperluan setiap bulan
www.dadangsolihin.com 20
2. 3. 4. 5. 6.
3. 4. 5. 6. 6
www.dadangsolihin.com
19
lanjutan
Evaluasi Raperda tentang APBD dan Raperkada tentang Penjabaran APBD Raperkada tentang Penjabaran APBD
Evaluasi Raperda dan Raperkada Provinsi Evaluasi Raperda dan Raperkada Provinsi
1. Raperda yang telah disetujui bersama DPRD dan Rapergub sebelum ditetapkan oleh gubernur paling lama 3 hari kerja disampaikan terlebih ditetapkan oleh gubernur paling lama 3 hari kerja disampaikan terlebih dahulu kepada Mendagri untuk dievaluasi, yang disertai dengan:
a. persetujuan bersama antara pemerintah daerah dan DPRD terhadap Raperda tentang APBD; Raperda tentang APBD; b. KUA dan PPA yang disepakati antara kepala daerah dan pimpinan DPRD; c. risalah sidang jalannya pembahasan terhadap rancangan peraturan daerah tentang APBD; dan tentang APBD; dan d. nota keuangan dan pidato kepala daerah perihal penyampaian pengantar nota keuangan pada sidang DPRD.
7.
8. 9. 10. 11.
Pelampauan batas tertinggi dari jumlah pengeluaran hanya p gg j p g y diperkenankan apabila ada kebijakan pemerintah untuk kenaikan gaji dan tunjangan PNS serta penyediaan dana pendamping atas program dan kegiatan yang ditetapkan oleh pemerintah serta bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah yang ditetapkan dalam undang‐undang. daerah dan retribusi daerah yang ditetapkan dalam undang undang Rencana pengeluaran disusun dalam Raperkada. Raperkada dapat dilaksanakan setelah memperoleh pengesahan dari Mendagri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota. Mendagri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota Penyampaian Raperkada untuk memperoleh pengesahan paling lama 15 hari kerja terhitung sejak DPRD tidak menetapkan keputusan bersama dengan kepala daerah terhadap Raperda. bersama dengan kepala daerah terhadap Raperda. Apabila dalam batas waktu 30 hari kerja Mendagri/gubernur tidak mengesahkan Raperkada, kepala daerah menetapkan Raperkada dimaksud menjadi Perkada.
www.dadangsolihin.com
21
www.dadangsolihin.com
22
lanjutan
lanjutan
2. 2
3. 4. 5.
Evaluasi bertujuan untuk tercapainya keserasian antara kebijakan daerah Evaluasi bertujuan untuk tercapainya keserasian antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional, keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur serta untuk meneliti sejauh mana APBD provinsi tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan/atau peraturan daerah lainnya yang ditetapkan oleh provinsi i id / d hl i di k l h i i bersangkutan. Untuk efektivitas pelaksanaan evaluasi, Mendagri dapat mengundang pejabat pemerintah daerah provinsi yang terkait. pejabat pemerintah daerah provinsi yang terkait Hasil evaluasi dituangkan dalam keputusan Mendagri dan disampaikan kepada gubernur paling lama 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya rancangan dimaksud. rancangan dimaksud. Apabila Mendagri menyatakan hasil evaluasi atas Raperda dan Rapergub sudah sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan p perundang‐undangan yang lebih tinggi, gubernur menetapkan rancangan g g y g gg g p g dimaksud menjadi Perda dan Pergub.
6. 6
7.
8.
Apabila Mendagri menyatakan bahwa hasil evaluasi Raperda dan Apabila Mendagri menyatakan bahwa hasil evaluasi Raperda dan Rapergub bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang‐undangan yang lebih tinggi, gubemur bersama DPRD p y p p g j g j melakukan penyempurnaan paling lama 7 hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi. Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh gubernur dan DPRD, dan gubernur tetap menetapkan Raperda dan Rapergub menjadi Perda dan Pergub, Mendagri membatalkan Perda dan Pergub dimaksud sekaligus b d b lk d d bd k d k l menyatakan berlakunya pagu APBD tahun sebelumnya. Pembatalan Perda dan Pergub serta pernyataan berlakunya pagu APBD tahun sebelumnya ditetapkan dengan peraturan Mendagri. tahun sebelumnya ditetapkan dengan peraturan Mendagri
www.dadangsolihin.com
23
www.dadangsolihin.com
24
Evaluasi Raperda dan Raperkada Kabupaten/Kota
1. 2. Raperda yang telah disetujui bersama DPRD dan Raperkada sebelum ditetapkan oleh bupati/walikota paling lama 3 hari kerja disampaikan kepada gubernur untuk dievaluasi. kepada gubernur untuk dievaluasi Evaluasi bertujuan untuk tercapainya keserasian antara kebijakan daerah dan kebijakan nasional, keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur serta untuk meneliti sejauh mana APBD kepentingan aparatur serta untuk meneliti sejauh mana APBD kabupaten/kota tidak bertentangan dengan kepentingan umum, peraturan yang lebih tinggi dan/atau peraturan daerah lainnya yang ditetapkan oleh kabupaten/kota bersangkutan. Untuk efektivitas pelaksanaan evaluasi, gubernur dapat mengundang pejabat pemerintah daerah kabupaten/kota yang terkait. Hasil evaluasi dituangkan dalam keputusan gubernur dan disampaikan kepada bupati/walikota paling lama 15 hari kerja terhitung sejak kepada bupati/walikota paling lama 15 hari kerja terhitung sejak diterimanya rancangan dimaksud. Apabila evaluasi atas Raperda dan Raperkada sudah sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang undangan yang lebih kepentingan umum dan peraturan perundang‐undangan yang lebih tinggi, bupati/walikota menetapkan rancangan dimaksud menjadi Perda dan Perkada.
lanjutan
3. 4. 5.
Apabila gubernur menyatakan hasil evaluasi Raperda dan Raperkada A bil b t k h il l iR d d R k d tidak sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang‐ undangan yang lebih tinggi, bupati/walikota bersama DPRD melakukan penyempurnaan paling lama 7 hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil penyempurnaan paling lama 7 hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi. 7. Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan DPRD, dan bupati/walikota tetap menetapkan Raperda dan Raperkada menjadi Perda dan Perkada, gubernur membatalkan Perda dan Perkada dimaksud sekaligus menyatakan berlakunya pagu APBD tahun sebelumnya. 8. Pembatalan Perda dan Perkada dan pernyataan berlakunya pagu APBD 8 P b t l P d d P k d d t b l k APBD tahun sebelumnya ditetapkan dengan peraturan gubernur. 9. Paling lama 7 hari kerja setelah pembatalan, kepala daerah harus memberhentikan pelaksanaan Perda dan selanjutnya DPRD bersama memberhentikan pelaksanaan Perda dan selanjutnya DPRD bersama kepala daerah mencabut Perda dimaksud. 10. Pencabutan Perda tersebut dilakukan dengan peraturan daerah tentang p pencabutan peraturan daerah tentang APBD. p g 11. Pelaksanaan pengeluaran atas pagu APBD tahun sebelumnya ditetapkan dengan peraturan kepala daerah.
6. 6
www.dadangsolihin.com
25
www.dadangsolihin.com
26
Penetapan Perda tentang APBD dan Perkada tentang Penjabaran APBD
1. 2. 3. 4. Raperda dan Raperkada yang telah dievaluasi ditetapkan oleh kepala daerah menjadi Perda tentang APBD dan Perkada tentang penjabaran APBD. Penetapan Perda dan Perkada dilakukan paling lambat tanggal 31 Desember tahun anggaran sebelumnya. Dalam hal kepala daerah berhalangan tetap, maka pejabat yang ditunjuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang selaku penjabat/pelaksana d dit t k l h j b t b l k j b t/ l k tugas kepala daerah yang menetapkan Perda dan Perkada . Kepala daerah menyampaikan Perda dan Perkada kepada Mendagri bagi provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota paling lama 7 hari kerja provinsi dan gubernur bagi kabupaten/kota paling lama 7 hari kerja setelah ditetapkan.
Perubahan APBD
Perubahan APBD hanya dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun anggaran, kecuali dalam keadaan luar biasa.
www.dadangsolihin.com 27 www.dadangsolihin.com 28
Dasar Perubahan APBD
1 Asumsi KUA sudah tidak sesuai lagi • terjadinya p j y pelampauan atau tidak tercapainya p y p p y proyeksi p pendapatan p daerah dan alokasi belanja daerah, • sumber dan penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan dalam KUA. • antar unit organisasi, antar k i t t it i i t kegiatan, antar j i b l j antar obyek t jenis belanja, t b k belanja, antar rincian obyek belanja. • • • • • • membayar bunga dan pokok utang dan/atau obligasi daerah; melunasi seluruh kewajiban bunga dan pokok utang; mendanai kenaikan gaji dan tunjangan PNS; mendanai kegiatan lanjutan; mendanai program dan kegiatan baru; dan mendanai kegiatan-kegiatan yang capaian target kinerjanya ditingkatkan dari yang telah ditetapkan semula dalam DPA-SKPD tahun anggaran berjalan.
Alur Penyusunan RAPBD Perubahan Alur Penyusunan RAPBD Perubahan
Rancangan Kebijakan Umum APBD
2 3
Pergeseran anggaran P Saldo anggaran Iebih tahun sebelumnya y harus digunakan dalam tahun berjalan
KUA Perubahan
RKUA Perubahan Nota Kesepakatan KDH‐DPRD Pedoman Penyusunan RKA‐SKPD
Minggu 1 Agustus
DPRD
Minggu 2 Agustus
Minggu 3 Agustus
4
Keadaan darurat
• bukan merupakan kegiatan normal dari aktivitas pemerintah daerah dan tidak dapat diprediksikan sebelumnya; • tidak diharapkan terjadi secara berulang; • berada di luar kendali dan pengaruh pemerintah daerah; dan • memiliki dampak yang signifikan terhadap anggaran dalam rangka pemulihan yang disebabkan oleh keadaan darurat. keadaan yang menyebabkan estimasi penerimaan dan/atau pengeluaran dalam APBD mengalami kenaikan atau penurunan lebih besar dari 50% 50%.
www.dadangsolihin.com 29
PPAS Perubahan
Prioritas dan Plafon i i d l f Anggaran Sementara
PPA Perubahan
RKA‐ SKPD
Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
5
Keadaan luar biasa
www.dadangsolihin.com
30
Penyiapan Raperda Perubahan APBD
Raperda tentang perubahan APBD Raperkada tentang penjabaran penjabaran perubahan APBD
Sesuai
Raperda tentang Perubahan APBD dan Raperkada tentang Penjabaran Perubahan APBD
1.
Satuan Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Pejabat Pengelola Keuangan Daerah Tim Anggaran Pemda
2. 3. 3 4. 5.
SKPD
RKA‐SKPD
Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
PPKD
•
TAPD
menelaah kesesuaian antara RKA-SKPD dan DPPASKPD dengan kebijakan umum perubahan APBD serta PPA perubahan APBD, prakiraan maju yang direncanakan atau yang telah disetujui dan dokumen perencanaan Iainnya Iainnya, capaian kinerja, indikator kinerja, standar analisis belanja, standar satuan harga, dan standar pelayanan minimal.
•
DPPA‐ SKPD
Dokumen Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran
•
Raperda dan Raperkada yang disusun oleh PPKD memuat pendapatan, belanja dan pembiayaan yang mengalami perubahan dan yang tidak mengalami perubahan. l i b h Raperda yang telah disusun oleh PPKD disampaikan kepada kepala daerah. Sebelum disampaikan oleh kepala daerah kepada DPRD disosialisasikan S b l di ik l hk l d h k d DPRD di i li ik kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut bersifat memberikan informasi mengenai hak dan kewajiban pemerintah daerah serta masyarakat dalam pelaksanaan kewajiban pemerintah daerah serta masyarakat dalam pelaksanaan perubahan APBD tahun anggaran yang direncanakan. Penyebarluasan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD dilaksanakan oleh Sekda.
Disempurnakan lagi
Tidak Sesuai
www.dadangsolihin.com
31
www.dadangsolihin.com
32
Lampiran Raperda
Lampiran Raperkada
Raperda Perubahan APBD
1 Penyampaian
• Kepala daerah menyampaikan Raperda tentang p perubahan APBD beserta Iampirannya kepada DPRD p y p paling lambat minggu kedua bulan September tahun anggaran berjalan untuk mendapatkan persetujuan bersama. • Penyampaian Raperda disertai dengan nota keuangan perubahan APBD. DPRD menetapkan agenda pembahasan Raperda Raperda. • Pembahasan Raperda berpedoman pada kebijakan umum perubahan APBD serta PPA perubahan APBD yang t l h di telah disepakati antara k k ti t kepala d l daerah d h dan pimpinan DPRD. • Pengambilan keputusan DPRD untuk menyetujui Raperda t t R d tentang perubahan APBD paling lambat 3 b h li l b t bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir.
1. Ringkasan perubahan APBD; 1. Ringkasan penjabaran perubahan anggaran 2. Ringkasan perubahan APBD menurut urusan pendapatan daerah, pemerintahan daerah dan organisasi; belanja daerah dan 3. Rincian perubahan APBD menurut urusan pemerintahan pembiayaan daerah; daerah, organisasi, pendapatan, belanja dan dan pembahyaan; 2. Penjabaran perubahan 4. 4 Rekapitulasi perubahan belanja menurut urusan APBD menurut pemerintahan daerah, organisasi, program dan kegiatan; organisasi, program, 5. Rekapitulasi perubahan belanja daerah untuk kegiatan, kelompok, keselarasan dan keterpaduan urusan pemerintahan jenis, b k i i j i obyek, rincian daerah dan fungsi dalam kerangka pengelolaan obyek pendapatan, keuangan negara; belanja dan 6. Daftar perubahan jumlah pegawai per golongan dan per pe b ayaa pembiayaan. jabatan; 7. Laporan keuangan pemerintah daerah yang telah ditetapkan dengan peraturan daerah; 8. Daftar kegiatan-kegiatan tahun anggaran sebelumnya yang belum diselesaikan dan dianggarkan kembali dalam tahun anggaran ini; 9. 9 Daftar pinjaman daerah daerah.
www.dadangsolihin.com 33
2 Pembahasan 3 Penetapan
www.dadangsolihin.com
34
Evaluasi Raperda dan Raperkada Perubahan
Evaluasi Raperda dan Raperkada Perubahan Provinsi 1. Apabila Mendagri menyatakan bahwa hasil evaluasi Raperda dan Rapergub bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang‐undangan yang lebih tinggi, gubernur bersama DPRD d d l bih i i b b DPRD melakukan penyempurnaan paling lama 7 hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi. Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh gubernur dan DPRD, dan gubernur tetap menetapkan Raperda dan Rapergub menjadi Perda dan Pergub, Mendagri membatalkan Perda dan Pergub dimaksud sekaligus Pergub, Mendagri membatalkan Perda dan Pergub dimaksud sekaligus menyatakan tidak diperkenankan melakukan perubahan APBD dan tetap berlaku APBD tahun anggaran berjalan. Pembatalan Perda dan Pergub serta pernyataan berlakunya APBD tahun P b t l P d d P b t t b l k APBD t h berjalan ditetapkan dengan Keputusan Mendagri. 1. Evaluasi Raperda dan Raperkada Perubahan Kabupaten/Kota Apabila Gubernur menyatakan hasil evaluasi Raperda dan Raperkada bl b k h l l d d k d tidak sesuai dengan kepentingan umum dan peraturan perundang‐ undangan yang lebih tinggi, bupati/walikota bersama DPRD melakukan penyempurnaan paling lama 7 hari kerja terhitung sejak diterimanya hasil evaluasi. Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan Apabila hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti oleh bupati/walikota dan DPRD, dan bupati/walikota tetap menetapkan Raperda dan Raperkada menjadi Perda dan Perkada, gubernur membatalkan Perda dan Perkada dimaksud, sekaligus menyatakan tidak diperkenankan melakukan dimaksud sekaligus menyatakan tidak diperkenankan melakukan perubahan APBD dan tetap berlaku APBD tahun anggaran berjalan. Pembatalan Perda dan Perkada serta pernyataan berlakunya APBD tahun berjalan ditetapkan dengan keputusan gubernur.
2.
2. 2
3. 3
3.
www.dadangsolihin.com
35
www.dadangsolihin.com
36
Pelaksanaan Perubahan Anggaran SKPD
1. 1 PPKD paling lama 3 hari kerja setelah Perda tentang perubahan APBD PPKD paling lama 3 hari kerja setelah Perda tentang perubahan APBD ditetapkan, memberitahukan kepada semua kepala SKPD agar menyusun rancangan DPA‐SKPD terhadap program dan kegiatan yang dianggarkan p dalam perubahan APBD. DPA‐SKPD yang mengalami perubahan dalam tahun berjalan seluruhnya harus disalin kembali ke dalam Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA‐SKPD). Dalam DPPA‐SKPD terhadap rincian obyek pendapatan, belanja atau pembiayaan yang mengalami penambahan atau pengurangan atau pergeseran harus disertai dengan penjelasan latar belakang perbedaan jumlah anggaran baik sebelum dilakukan perubahan maupun setelah jumlah anggaran baik sebelum dilakukan perubahan maupun setelah dilakukan perubahan. DPPA‐SKPD dapat dilaksanakan setelah dibahas TAPD, dan disahkan oleh PPKD berdasarkan persetujuan Sekda. PPKD berdasarkan persetujuan Sekda
Harus Selalu Ingat Tujuan Pembangunan Daerah
1. Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah dan antar sub daerah serta antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). masyarakat (pemerataan dan keadilan) 2. Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. 3. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. 4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. daerah 5. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan generasi masa datang (berkelanjutan). d t (b k l j t )
2. 3.
4.
www.dadangsolihin.com
37
www.dadangsolihin.com
38
Modus Korupsi di APBD
(Sebagai bahan penelisikan kejaksaan akan kasus‐kasus korupsi di DPRD)
• Penipuan terhadap anggaran dengan mengambil pos mengambil pos anggaran lain dengan maksud ‘menyembunyikan’ nama pos yang mungkin dianggap terlalu mencolok atau mengada‐ada.
• Menciptakan anggaran baru yang sebenarnya tidak diatur dalam PP 110/2000 dalam PP 110/2000 tentang Kedudukan Keuangan DPRD. • Mark up anggaran. Maksudnya, tunjangan yang sudah diatur dalam PP 110/2000 dilebih‐lebihkan demi kepentingan pribadi maupun berjamaah. maupun berjamaah
TERIMA KASIH
• Menghilangkan pos Menghilangkan pos anggaran • Pengambilalihan anggaran yang seharusnya diberikan yang seharusnya diberikan dalam bentuk jaminan asuransi dalam bentuk uang cash. cash Sumber: Indonesia Corruption Watch (ICW)
• Pengalokasian anggaran kembar dengan anggaran lain dengan nama yang berbeda. • Membuat anggaran tanpa rincian.
www.dadangsolihin.com 39 www.dadangsolihin.com 40
Dadang Solihin’s Profile
Dadang holds a MA degree (Economics), University of Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia Pacific Studies, Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia‐Pacific Studies Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe, included Advanced International Training He got various training around the globe included Advanced International Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001); and Regional p g g , pp , p ( ) p Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 at +62812 932 2202
www.dadangsolihin.com 41