Perencanaan Pembangunan Daerah: Konsep, Strategi, T h K St t i Tahapan, d Proses dan P
Materi M t i
Tujuan Pembangunan Tiga Tahapan Perencanaan Good Governance Definisi Praktis Perencanaan Pembangunan Daerah Siklus Perencanaan Pembangunan Daerah Sikl P P b D h Tujuan Praktis Perencanaan Analisis Daerah Profil Daerah Kebijakan Daerah VISIVISI-Misi Penyusunan Rencana Strategis
www.dadangsolihin.com 2
Drs. Dadang Solihin, MA
Badiklat Depdagri Diklat Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah Jakarta, 19 Juli 2005
Tujuan P T j Pembangunan b
Mengurangi disparitas atau ketimpangan pembangunan antar daerah dan antar sub daerah serta antar warga masyarakat (pemerataan dan keadilan). Memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Menciptakan atau menambah lapangan kerja. kerja Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat daerah. Mempertahankan atau menjaga kelestarian sumber daya alam agar bermanfaat bagi generasi sekarang dan d generasi masa datang (berkelanjutan). i d t (b k l j t )
www.dadangsolihin.com 3
Tiga T h Ti Tahapan P Perencanaan
1. 2.
3.
Perumusan dan penentuan tujuan. Pengujian atau analisis opsi atau pilihan yang tersedia. tersedia Pemilihan rangkaian tindakan atau kegiatan untuk mencapai tujuan k i k i j y g yang telah ditentukan dan disepakati p bersama.
www.dadangsolihin.com 4
Good Governance G dG
1. 1 2. 3.
10 Prinsip G d G P i i Good Governance
1.
Negara atau pemerintahan (state); Sektor swasta atau dunia usaha (private ( i t sector) dan t ); d Masyarakat ( y (society). y)
2.
3.
www.dadangsolihin.com
5
Partisipasi: Partisipasi: Mendorong setiap warga untuk menggunakan hak dalam menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan masyarakat, baik secara l langsung maupun tidak langsung. tid k l Penegakan Hukum: Mewujudkan penegakan Hukum: Hukum yang adil bagi semua pihak, menjunjung pihak HAM dan memperhatikan nilai-nilai yang hidup di nilaimasyarakat. Transparansi: Transparansi: Menciptakan kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah melalui penyediaan informasi dan menjamin kemudahan mendapatkan informasi yang akurat dan www.dadangsolihin.com 6 memadai.
4.
5. 5
6.
Kesetaraan: Kesetaraan: Memberi peluang yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Daya Tanggap: Meningkatnya kepekaan Tanggap: para penyelenggara pemerintahan terhadap aspirasi masyarakat, tanpa masyarakat kecuali. Wawasan ke Depan: Membangun Depan: daerah berdasarkan visi dan strategi yang jelas dan mengikutsertakan warga dalam seluruh proses pembangunan.
www.dadangsolihin.com 7
7.
8.
9. 9
10.
Akuntabilitas: Akuntabilitas: Meningkatkan akuntabilitas para pengambil keputusan dalam segala bidang yang menyangkut k k t kepentingan masyarakat l ti k t luas. Pengawasan: Pengawasan: Meningkatnya upaya pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan dengan mengusahakan keterlibatan swasta dan masyarakat. Efisiensi & Efektivitas: Menjamin Efektivitas: terselenggaranya pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan sumberdaya yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab. jawab Profesionalisme: Profesionalisme: Meningkatkan kemampuan dan moral penyelenggara pemerintahan agar mampu memberi pelayanan yang mudah, cepat, b i l d h tepat, dengan biaya yang terjangkau.
www.dadangsolihin.com 8
Definisi Praktis Perencanaan Pembangunan Daerah
“Suatu usaha yang sistematik dari pelbagai pelaku (aktor), baik umum (publik) atau pemerintah, swasta, maupun swasta, kelompok masyarakat lainnya pada tingkatan yang berbeda untuk menghadapi saling ketergantungan dan keterkaitan aspek fisik, sosial ekonomi dan aspek lingkungan lainnya dengan cara:
secara terus menerus menganalisis kondisi dan pelaksanaan pembangunan daerah merumuskan t j k tujuan d kebijakan pembangunan daerah dan k bij k b d h menyusun konsep strategi bagi pemecahan masalah (solusi), dan melaksanakannya dengan menggunakan sumber daya yang tersedia te sedia
Siklus Perencanaan Pembangunan Daerah
Pemahaman Daerah
Monitoring & Evaluasi g Penetapan Visi dan Misi Pelaksanaan / Implementasi Perumusan Tujuan Penganggaran
Seleksi Alternatif & Penentuan Strategi / Program
Mengidentifikasi Strategi Alternatif
sehingga peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah dapat ditangkap secara berkelanjutan”.
www.dadangsolihin.com 9
Pengujian Alternatif Strategi atau Program
www.dadangsolihin.com
10
Tujuan Praktis Perencanaan
1.
2.
3.
4.
Menghasilkan dokumen perencanaan yang akan berfungsi sebagai alat koordinasi bagi semua pihak /pelaku (stakeholders). Membuat pedoman atau arahan dan strategi bagi pelaksanaan pembangunan untuk mencapai harapan dan tujuan pembangunan. Mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pembangunan melalui monitoring & evaluasi. Memberikan umpan balik dan rekomendasi bagi perencanaan selanjutnya.
www.dadangsolihin.com 11
Analisis Daerah
Analisis Daerah adalah suatu proses Pemahaman Daerah yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi secara sistematis tentang kondisi utama lingkungan, fisik, sosial, ekonomi, budaya, politik, administratif dan kelembagaan dari suatu daerah yang sedang dikaji dan direncanakan pembangunannya. b Tujuan yang menyeluruh dari analisis daerah adalah untuk meningkatkan pemahaman para perencana daerah dan masyarakat tentang situasi kini yang mendasar dan relevan untuk perumusan kebijakan dan pembuatan keputusan bagi pembangunan daerah. Analisis Daerah dimulai dengan analisis kondisi kualitatif pembangunan daerah pada saat ini, analisis kuantitatif, hingga pengidentifikasian persoalan (problems) daerah beserta sebab dan akibatnya, serta penggalian potensi daerah yang ada. Hal ini diperlukan untuk merumuskan dan d H l i i di l k t k k d mendefinisikan tujuan, untuk mengevaluasi strategi atau pilihan dan dampaknya, serta untuk pengambilan keputusan strategi pembangunan yang akan diterapkan diterapkan.
www.dadangsolihin.com 12
Profil Daerah
Profil Daerah biasanya berisi atau menggambarkan berbagai situasi dan kondisi dasar tentang daerah b b i i i d k di i d d h yang akan direncanakan, meliputi antara lain keadaan fisik geografis, keadaan aktivitas ekonomi, sosial budaya dan kelembagaan serta kondisi lingkungan hidup sebagai hasil dari pengumpulan dan analisis data dan informasi daerah (hasil analisis daerah). Gambaran keadaan ini pada akhirnya dipergunakan untuk mengidentifikasi dan menguraikan isu atau permasalahan utama daerah (development issues), persoalan daerah (problems) potensi atau ), kekuatan daerah serta peluang daerah untuk tumbuh dan berkembang. g
www.dadangsolihin.com 13
Kebijakan Daerah
Kebijakan Daerah merupakan prinsip dasar dan arahan yang akan diterapkan dan ditempuh serta h k d k d d h disepakati pelaku yang terlibat (stakeholders), sehingga menjadi pedoman bagi semua pelaku. gg j p g p Kebijakan Daerah diperlukan sebagai kriteria atau ramburambu-rambu di dalam menyeleksi dan menyaring berbagai opsi dan alternatif atau usulan program pembangunan yang tersedia. Biasanya berupa pernyataan cita-cita atau harapan citadi masa mendatang serta arah (ke mana) pembangunan daerah tersebut akan menuju. Kebijakan Daerah biasanya disajikan dalam bentuk j y j Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Arah, Prioritas dan Strategi Umum Pembangunan.
www.dadangsolihin.com 14
VISI
VISI adalah suatu potret keadaan masa depan yang istimewa dan diharapkan, mewakili tujuan yang global dan berjalan terus, berjangka panjang serta j g j g menyediakan suatu dasar/fondasi atau arah bagi suatu sistem perencanaan pembangunan. b VISI harus menggambarkan suatu masa depan yang ideal bagi masyarakat serta d id l b i k t t merupakan suatu pernyataan umum yang menjadi dasar/ basis bagi semua elemen atau semua pelaku (stakeholders) dalam proses perencanaan.
www.dadangsolihin.com 15
Syarat Visi yang baik y Visi y g
Dapat dibayangkan oleh semua pelaku (imaginable) Memiliki nilai yang memang diinginkan dan dicita-citakan dicita(desirable) Memungkinkan, Memungkinkan wajar dan layak untuk dicapai dengan situasi, situasi kondisi dan kapasitas yang ada (feasible) Memusatkan perhatian kepada isu dan permasalahan utama daerah, sehingga pemerintahan dan pembangunan daerah , gg p p g dapat beroperasi dan terselenggara secara efektif, efisien dan berkelanjutan serta dapat terjamin eksistensi daerah di masa depan (focused) Dapat mengantisipasi dan disesuaikan dengan perubahan D t ti i i d di ik d b h zaman (flexible) Dapat dikomunikasikan dan mudah dimengerti oleh semua pelaku (communicable) Dapat dirumuskan dan ditulis dengan suatu pernyataan yang singkat, jelas dan padat.
www.dadangsolihin.com 16
MISI
MISI adalah suatu alasan bagi suatu daerah atau pemerintahan daerah dibentuk atau didirikan, sehingga merupakan alasan keberadaan atau eksistensi suatu daerah atau pemerintahan daerah daerah. MISI harus mengidentifikasi dan menguraikan kewenangan pangkal atau tugas pokok yang diselenggarakan oleh daerah atau pemerintahan daerah serta untuk siapa kewenangan atau tugas itu dikerjakan. dik j k MISI harus dapat mengingatkan setiap orang atau setiap pelaku seperti Kepala Daerah, DPRD, Organisasi Non Pemerintah (Ornop), Sektor Swasta, Perangkat Pemerintah Daerah, Unsur Masyarakat lainnya serta Pihak lain yang berkepentingan dengan daerah yang bersangkutan tentang tugas pokok, maksud atau kegunaan (purpose) yang spesifik dan unik dari daerah yang akan dikembangkan, dikembangkan dipromosikan dan diselenggarakan oleh daerah atau pemerintahan daerah. MISI merupakan hal yang penting untuk mengarahkan penyelenggaraan atau operasionalisasi suatu pemerintahan atau pembangunan daerah, sehingga semua pelaku (stakeholders) dan daerah pihak yang berkepentingan dapat mengenal daerah yang bersangkutan serta mengetahui peran, program, dan hasil yang akan diperoleh di masa depan.
www.dadangsolihin.com 17
Perumusan Misi
Melibatkan semua pelaku seperti Kepala Daerah, DPRD, Daerah DPRD Organisasi Non Pemerintah (Ornop), Sektor Swasta, Perangkat Pemerintah Daerah, Unsur Masyarakat lainnya serta Pihak lain yang berkepentingan dengan daerah yang bersangkutan Mengkaji dan menilai lingkungan yang sangat berguna untuk menentukan apakah misi daerah tidak bertentangan atau memiliki konflik secara internal dan iliki k flik i t ld eksternal, misalnya dengan kebijakan atau peraturan yang lebih tinggi. tinggi
www.dadangsolihin.com 18
Rencana atau Program
Rencana biasanya dirumuskan dalam bentuk R bi di k d l b t k program atau proyek pembangunan. Dokumen Rencana/Program biasanya berisi serangkaian langkah atau strategi yang lebih rinci untuk mencapai visi, misi atau tujuan pembangunan daerah. b d h Sebagai pedoman pelaksanaan pembangunan, program atau proyek harus memiliki tujuan dan sasaran serta indikatornya, cara/metode, lokasi, prakiraan biaya dan tahapan waktu pelaksanaannya yang j l jelas, serta memiliki kejelasan keterkaitan t iliki k j l k t k it dengan dan kontribusinya terhadap pencapaian visi, misi dan tujuan pembangunan daerah.
www.dadangsolihin.com 19
Monitoring & Evaluasi
Monitoring dan Evaluasi (M &E) adalah suatu kegiatan untuk mengawasi dan mengendalikan pelaksanaan pembangunan agar sesuai dengan Rencana berdasarkan indikator pencapaian (kinerja) (ki j ) yang telah ditetapkan dalam perencanaan. t l h dit t k d l Laporannya dapat berupa Dokumen Hasil M & E. Tujuan Monitoring dan Evaluasi adalah untuk memberikan Umpan Balik berupa Koreksi atau Pelurusan apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan; dan berupa rekomendasi bagi l k d b k d ib i perbaikan dan penyempurnaan proses perencanaan selanjutnya. j y
www.dadangsolihin.com 20
Penyusunan Rencana Strategis
Penyusunan rencana strategis (Renstra) atau perencanaan strategis, d dapat dipahami sebagai d h b suatu proses sistematis yang berkelanjutan dari p pembuatan keputusan yang berisiko, dengan p y g , g memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan sebanyakantisipatif, mengorganisasikan secara sistematis p p usahausaha-usaha pelaksanaan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisasi dan sistematis. Renstra Daerah dibutuhkan sebagai suatu dokumen rencana yang berisi tentang visi dan misi Daerah, bidangbidang-bidang strategis yang harus diintervensi dalam rangka mengemban Misi dan mewujudkan Visi tersebut, serta strategi-strategi terpilih dan strategirencana aksi dalam rangka mensukseskan bidangbidangbidang strategis tersebut
www.dadangsolihin.com 21
Arti Penting Penyusunan Rencana Strategis g y g
1. 2. 3. 4. 5. 5 6. 7. 8. 9. 10.
Memungkinkan masyarakat dan Pemerintah Daerah melakukan kontrol akan masa depan melalui tindakan masa kini; Memungkinkan masyarakat dan Pemerintah Daerah menciptakan suatu outcome yang mungkin tidak bisa terjadi dengan sendirinya; Memungkinkan masyarakat dan pemerintah daerah melakukan investasi sekarang untuk masa d i t i k t k depan; Memampukan masyarakat dan Pemerintah Daerah meminimumkan ketidakpastian dan mengendalikan guncangan yang terdapat di luar; Memungkinkan masyarakat dan Pemerintah Daerah seirama dengan arus/ gerak perubahan di sekitarnya; Menjadi sarana untuk meminimumkan risiko dan memaksimumkan hasil yang dikehendaki; Menjadi media koordinasi dengan berbagai stakeholders di tengah kompleksitas penyelenggaraan Pemerintah Daerah; Memudahkan pencapaian konsensus tentang sasaran dan strategi serta penggunaan sumber daya; Dapat menjadi alat untuk mengukur kemajuan pelaksanaan tugastugastugas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; Dapat menjadi media peningkatan daya saing Daerah; p j p g y g
www.dadangsolihin.com 22
Tujuan Penyusunan Rencana Strategis
LangkahLangkah-Langkah Penyusunan Rencana Strategis
1. 2. 3. 4. 5. 6.
1. 2. 3.
4. 5. 5
6. 6 7.
Merencanakan perubahan dalam lingkungan yang semakin kompleks secara efektif dan proaktif; Mengelola keberhasilan secara sistematik; Menjadikan Renstra sebagai sesuatu perangkat manajerial dalam pengelolaan kepemerintahan secara efektif, efisien dan akuntabel; Mengembangkan pemikiran, sikap dan tindakan yang berorientasi pada masa depan; Memudahkan masyarakat dan pemerintah Daerah melakukan langkah-langkah adaptasi terhadap lingkungan langkahyang berubah secara cepat; Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara prima; Mengembangkan dan meningkatkan komunikasi di antara berbagai stakeholders Daerah.
www.dadangsolihin.com 23
7.
Merumuskan Nilai-nilai Strategis Daerah NilaiPerumusan Visi dan Misi Daerah Analisis lingkungan strategis Daerah; Penentuan isu-isu strategis Daerah; isuPenentuan bidang-bidang strategis Daerah; bidangg g g ; Perumusan strategi untuk masing-masing bidang masingstrategis; Perumusan rencana aksi pelaksanaan strategi;
www.dadangsolihin.com 24
Perumusan Nilai-nilai Strategis Nilai1.
Perumusan Nilai-nilai Strategis. . . NilaiStrategis.
2.
Perumusan mandat Daerah.
Penetapan kesepakatan awal.
Penepatan kesepakatan awal merupakan tahap di mana semua stakeholders Daerah secara bersama-sama k h ld h bersamab membangun pemahaman dan komitmen atas pentingnya renstra Daerah. Dengan melibatkan segenap unsur atau komponen masyarakat d pemerintah dalam Daerah, pada k k t dan i t hd l D h d tahap ini diharapkan telah dapat dihasilkan kesepakatan awal tentang berbagai hal yang berkaitan dengan bentukbentukbentuk partisipasi dari masing-masing unsur/komponen masingtersebut, mulai dari tahap penyusunan renstra, implementasi renstra sampai dengan evaluasinya kelak.
Setelah kesepakatan awal ditetapkan, langkah selanjutnya adalah perumusan mandat Daerah. Daerah Perumusan mandat ini sangat penting dalam rangka mengembangkan legitimasi dan formalisasi dari renstra yang hendak disusun Mandat Daerah disusun. pada dasarnya dimaksudkan sebagai pernyataan yang menjabarkan identitas atau karakteristik suatu Daerah tujuan pembentukan Daerah serta Daerah, tugas dan tanggung jawab pemerintahan Daerah, khususnya dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah. Pe m san dae ah Perumusan mandat dilak kan dengan dilakukan mengacu pada berbagai perangkat perundangperundangundangan yang mengatur Daerah seperti undangundangundang pembentukan D d b t k Daerah, undang-undang h undang- d d pemerintahan daerah dan lain- lain seperti Inpres lainnomor 7 tahun 1999.
www.dadangsolihin.com 26
www.dadangsolihin.com
25
Tujuan Penetapan Visi: Visi:
1. 1 2. 2 3. 3 4. 4 5. 6.
Pernyataan Visi dan Misi yang Baik
1. 2. 3. 3 4. 5. 6. 7.
Mencerminkan apa yang ingin dicapai Daerah; Memberikan arah dan fokus strategi yang jelas; Menjadi perekat dan menyatukan berbagai gagasan strategis; Memiliki orientasi terhadap masa depan; Menumbuhkan komitmen seluruh jajaran dalam lingkungan kabupaten/ kota; Menjamin kesinambungan kepemimpinan Daerah. Daerah
www.dadangsolihin.com 27
Ringkas; lazimnya kurang dari sepuluh kata; Ri k l i k d i l hk t Menarik perhatian dan mudah diingat; Memberi inspirasi dan tantangan bagi prestasi di masa mendatang; Dapat dipercaya dan konsisten dengan nilai strategis Daerah; Berfungsi sebagai titik temu dengan semua stakeholders; k h ld Menyatakan dengan jelas esensi tentang keberadaan Daerah; Memungkinkan fleksibilitas dan kreativitas dalam p pelaksanaannya. y
www.dadangsolihin.com 28
Pernyataan Misi yang Baik
1. 2. 3. 4. 4 5. 5 6.
Menyatakan tujuan dasar keberadaan Daerah; D h Mengkomunikasikan visi Daerah; Menyatakan secara j l makna misi bagi M t k jelas k i ib i semua stakeholders; Memberikan petunjuk dalam pembuatan kebijakan; Mengandung nilai-nilai strategis; nilaiMembuat unsur-unsur pembentuk suatu unsurp y pernyataan misi seperti tujuan Daerah, p j , produk atau jasa unggulan, peranan pemerintah Daerah dan keterlibatan masyarakat Daerah Daerah.
www.dadangsolihin.com 29
Perumusan Visi Dilakukan Dengan Terlebih Dahulu Mengidentifikasi
1. 2. 3.
4. 5. 6.
Aspek kunci yang menentukan masa depan Daerah; Kontribusi yang spesifik dari Daerah bagi masa depan masyarakat; d k HalHal-hal yang membangkitkan gairah masyarakat dan jajaran pemerintah daerah sebagai bagian dari Daerah di masa depan; Nilai tambah yang perlu ditekankan melalui y gp pernyataan visi; Posisi strategis Daerah dalam hubungan dengan lingkungan eksternal; li k k t l Potensi Daerah untuk bertumbuh dan berkembang.
www.dadangsolihin.com 30
Dalam Merumuskan Pernyataan Misi y
1.
Enam Komponen Visi, Misi, dan Hasil Visi Misi
Visi Misi Rancangan Kerja
√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
2. 3. 4. 5. 6.
7. 8. 8
Pernyataan hendaknya tidak terlampau umum atau terlalu samar yang berakibat pada ketidakefektifan pernyataan tersebut memberi arahan bagi pengembangan strategi; Pernyataan hendaknya Pe n ataan hendakn a tidak terlampau khusus sehingga te lampa kh s s tidak perlu berubah terlalu cepat; Pernyataan tidak sekedar sebuah daftar keinginan; y g ; Pernyataan tidak seharusnya tenggelam dalam teknologi; Pernyataan harus dapat dikembangkan; Pernyataan h P t harus d dapat dit i t diterima dan didukung oleh d did k l h seluruh komponen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah; Pernyataan bukan merupakan sebuah daftar penilaian kinerja; Misi harus dapat dicapai. dicapai
www.dadangsolihin.com 31
SDM & Modal
√ √ √ √
Keterampilan Profesional
√ √ √ √ √
Motivasi dan Insentif
√ √ √ √ √ √
Hasil Pengembangan p g g perubahan dan keberhasilan Pengembangan tanpa arah Pengembangan tersendat-sendat tersendatTidak efektif (pemborosan) Frustrasi Perkembangan lambat dan tidak g kompetitif KeraguKeragu-raguan
√
√ √
√ √ √ √ √
www.dadangsolihin.com
32
Analisis Lingkungan Internal g g (Kekuatan dan Kelemahan) Kelemahan)
1.
Analisis Lingkungan Eksternal (Peluang dan Ancaman) Ancaman)
1. 2.
2. 2
3. 4.
Dukungan semua input pokok yang dibutuhkan Daerah; Proses atau strategi pengolahan ataupun pemanfaatan input tersebut; Hasil H il yang diperoleh selama ini; dan di l h l i i d Perbaikan atau tindakan koreksi yang telah diambil.
www.dadangsolihin.com 33
3.
Kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya, teknologi, teknologi fisik dan pendidikan; Peranan yang dimainkan oleh pihak-pihak pihakyang dapat diajak bekerja sama (collaborators) dan pihak-pihak yang pihakmenjadi pengganggu (competitors); serta Dukungan pihak- pihak yang memberikan pihakatau menyediakan sumber daya yang dibutuhkan (suppliers).
www.dadangsolihin.com 34
Penentuan Isu-Isu Strategis Daerah Isu1.
Pengelompokan Isu-isu Strategis Isu1. 1
2. 2
3.
4.
Interaksi antara faktor-faktor kekuatan (Strengths) faktorde ga faktor- a to peluang Oppo tu t es dengan faktor-faktor pe ua g (Opportunities) atau a to interaksi S-O dengan prinsip “Gunakan kekuatan untuk Smemanfaatkan peluang.“ Interaksi antara faktor- faktor kekuatan (Strengths) faktordengan faktor-faktor ancaman (Threaths) atau interaksi faktorS-T dengan prinsip “Gunakan kekuatan untuk menghindari atau mengatasi ancaman.” ancaman Interaksi antara faktor- faktor kelemahan (Weaknesses) faktordengan faktor–faktor peluang (Opportunities) atau faktor– interaksi W- d i t k i W-O dengan prinsip “Atasi kelemahan dengan i i “At i k l h d memanfaatkan peluang “ atau “Manfaatkan peluang dengan meminimalkan kelemahan.” Interaksi antara faktor- faktor kelemahan (Weaknesses) faktordengan faktor–faktor ancaman (Threaths) atau interaksi faktor– W-T dengan prinsip “Minimalkan kelemahan dan hindari Minimalkan ancaman.” www.dadangsolihin.com 35
2.
Interaksi S-O yang lazim juga disebut sebagai Sstrategi agresif akan menghasilkan isu-isu strategis isudalam kelompok keunggulan komparatif (comparative advantage), yang pada hakikatnya merupakan keunggulan Daerah bersangkutan dibandingkan dengan Daerah lain; Interaksi S-T yang lazim juga disebut sebagai Sstrategi diversifikasi tindakan akan menghasilkan isuisuisu strategis dalam kelompok mobilisasi (mobilization), yang pada hakikatnya merupakan upayaupaya-upaya mobilisasi atas kekuatan yang dimiliki Daerah;
www.dadangsolihin.com 36
Pengelompokan Isu-isu Strategis . . . g p Isug
3. 3
Penentuan Bidang-Bidang Strategis Bidang1. 2. 2 3. 4. 4 5. 6. 6 7. 7 8.
4.
Interaksi W-O yang lazim juga disebut sebagai Wstrategi stabilisasi ataupun strategi rasionalisasi, yang menghasilkan dua kemungkinan pilihan yaitu melakukan sesuatu (investasi) atau tidak melakukan apaapa-apa dalam arti memilih untuk tidak melakukan sesuatu (divestasi). Isu-isu strategis yang muncul Isudari interaksi ini disebut sebagai isu-isu strategis isukelompok investment/divestment; Interaksi W-T yang lazim juga disebut sebagai Wstrategi defensif ataupun survival dengan cara-cara id f if i ld carauntuk mengendalikan kerugian ataupun menghindari kemungkinan kehancuran, yang umumnya dilakukan g ,y g y dalam rangka mempertahankan status quo. Isu-isu Isustrategis dalam kelompok ini disebut sebagai isu-isu isustrategis kelompok status quo. g p q
www.dadangsolihin.com 37
Urgensi; Sentralitas atau desentralitas; Kewenangan (dalam arti UU 32/2004); 2/2004); Kemampuan kendali; Biaya; Feasibilitas (politik, ekonomis, kultural, (politik ekonomis kultural administratif, religius, dll); Landasan legalitas; Dan lain-lain menurut kebutuhan Daerah. lainwww.dadangsolihin.com 38
Strategi Untuk Mensukseskan BidangBidang-bidang Strategis
1. 2.
3. 4. 5.
Pengembangan Renstra pemerintahan Daerah Pengembangan kelembagaan pemerintahan daerah yang meliputi kebijakan, organisasi, manajemen, budaya organisasi dan akuntabilitas. akuntabilitas Pengembangan SDM pemerintahan. Pengembangan jaringan kerja (networking) lembaga pemerintahan dengan pihak lain, dan Pengembangan dan pemanfaatan lingkungan yang kondusif. k d f
TERIMA KASIH
www.dadangsolihin.com
39
www.dadangsolihin.com
40
Dadang Solihin’s Profile
Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaAsia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala Managers, Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, os a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a g a g Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 www.dadangsolihin.com 41