Acrobat PDF

Pengangguran

You must be logged in to download this document
Description

FE-Universitas Darma Persada; Jakarta, 2 Mei 2005

Reviews
Shared by: Dadang Solihin
Categories
Stats
views:
1169
rating:
2(1)
reviews:
0
posted:
10/10/2008
language:
Indonesian
pages:
0
Persoalan Dasar Ketenagakerjaan Pengangguran Drs. H. Drs H Dadang Solihin, MA Solihin • Pengangguran terbuka dan terselubung kini jauh lebih banyak menimbulkan dampak negatif yang berat dan kronis bagi tenaga kerja di negara-negara b k b berkembang, dib di k dibandingkan dengan yang dahulu dialami oleh para pencari kerja di negara-negara industri. • Masalah ketenagakerjaan sekarang ini sebenarnya bahkan jauh lebih berat daripada ya g pernah e jad yang pe a terjadi pada ja a Depresi Besar jaman ep es esa (Great Depression). FE-Universitas Darma Persada Jakarta, 2 Mei 2005 www.dadangsolihin.com 2 Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) • Meliputi pengangguran sukarela maupun pengangguran karena terpaksa. • Orang-orang y g menganggur secara g g yang g gg sukarela adalah mereka yang tidak ingin menerima pekerjaan yang sebenarnya bisa mereka peroleh, mungkin karena mereka p , g memiliki cara atau sumber lain untuk menopang hidupnya. • Pengangguran karena terpaksa merupakan suatu keadaan di mana para pencari kerja ingin bekerja, akan tetapi tidak ada pekerjaan yang tersedia baginya. baginya • Pengangguran terbuka paling banyak terdapat di berbagai kota di negara-negara berkembang. www.dadangsolihin.com 3 Pengangguran Terselubung (Disguised Underemployment) • Suatu situasi kesenjangan antara beban tugas dengan sumber daya (khususnya tenaga kerja) yang ada ada. • Sepintas lalu, nampak bahwa semua pekerja terdayagunakan, terdayagunakan tetapi dalam kenyataannya banyak waktu yang tersia-siakan oleh para pekerja tersebut yang sering melakukan kegiatan yang tidak produktif di tengah-tengah jam kerja. www.dadangsolihin.com 4 Persoalan Dasar Ketenagakerjaan . . Ketenagakerjaan. • M Masalah k t l h ketenagakerjaan di negara-negara k j Dunia Ketiga ternyata mempunyai dampak dan implikasi y g j p yang jauh lebih kompleks bila p dibandingkan dengan soal ketenagakerjaan di negara-negara maju. • Ol h karena it setiap upaya pemecahannya Oleh k itu, ti h memerlukan bermacam-macam pendekatan ya g eb u yang lebih rumit da pada se eda pe e apa daripada sekedar penerapan kebijakan ala Keynes yang dahulu lazim dipraktikkan oleh negara-negara maju untuk meningkatkan permintaan agregat dalam rangka menciptakan lapangan kerja sebanyakbanyaknya bagi para warganya. www.dadangsolihin.com 5 Persoalan Dasar Ketenagakerjaan. . . • Apa pun dimensi dan penyebab timbulnya pengangguran di negara-negara Dunia Ketiga Ketiga, semuanya selalu berkaitan dengan kerapuhan mental manusianya yang diakibatkan oleh buruknya lingkungan dan taraf hidup warisan penjajahan penjajahan. • Untuk itu diperlukan kebijakan bersama dan terpadu antara negara berkembang dengan negara maju. Negara D i K ti perlu mengubah k bij k N Dunia Ketiga l b h kebijakan domestiknya dengan melibatkan penciptaan lapangan kerja sebagai tujuan pembangunan ekonomi d sosialnya yang paling pokok. k i dan i l li k k • Sedangkan negara-negara maju perlu meninjau kembali dan mengubah kebijakan ekonominya terhadap masyarakat negara Dunia Ketiga, terutama di bidang perdagangan, bantuan luar negeri, serta pengalihan teknologi. www.dadangsolihin.com 6 Empat Aspek Masalah Ketenagakerjaan di Negara Berkembang 1. Pengangguran Terdidik g gg 1. Adanya pengangguran di kalangan orang-orang yang b berpendidikan; didik 2. Pekerja mandiri (menciptakan lapangan kerjanya sendiri); 3. Besarnya peran wanita dalam pekerjaan; serta 4. Pengangguran di k l 4 P kalangan pemuda. d • Di sejumlah negara berkembang, semakin tinggi pendidikan seorang maka semakin besar kemungkinan ia menganggur. • Penyebabnya adalah, mereka yang tidak terdidik tidak akan makan kalau tidak bekerja sehingga mereka mau melakukan pekerjaan apa saja demi sesuap nasi. • Sedangkan bagi mereka yang bisa memperoleh pendidikan lanjutan, apalagi sampai ke jenjang , y j universitas, mereka hanya mau bekerja kalau hal itu memberi uang, status, atau kepuasan yang relatif tinggi. 7 www.dadangsolihin.com 8 www.dadangsolihin.com 2. Pekerja Mandiri • Ketidakmampuan para pengusaha (karena skala bisnisnya sangat terbatas) untuk menggaji orang lain mendorong mereka untuk melakukan segala sesuatunya sendiri pada perekonomian modern ( (sektor-formal). ) • Mereka inilah yang mewarnai sektor informal baik di perkotaan maupun di daerah pedesaan. Lanjutan… j • Pekerja mandiri di negara maju kebanyakan adalah pemilik perusahaan kecil, mitra dalam sebuah firma, g profesional ( (dokter, p g , pengacara, akuntan, , , atau tenaga p dan sebagainya) • Pekerja mandiri di negara Dunia Ketiga adalah pedagang asongan pemilik warung kecil tukang asongan, kecil, semir sepatu, pengamen, pelacur, penarik becak, dan perajin kaki lima. • Tujuan mereka semata mata adalah semata-mata mempertahankan kelangsungan hidup. • Mereka menumpahkan keringat sekedar agar bisa p g g makan, dan dalam melakukan pekerjaannya mereka tidak bisa optimal sehingga mereka sebenarnya juga g g p g gg bisa dikategorikan sebagai semipengangguran. www.dadangsolihin.com 10 www.dadangsolihin.com 9 3. Kaum Wanita di Dunia Kerja • Kaum wanita dalam angkatan kerja di negara-negara Dunia Ketiga telah meningkat secara dramatis pada tahun 1990 (di Asia naik 43% Amerika Latin 32% 43%, 32%, dan di dunia Arab 13%) • Namun kebanyakan dari mereka hanya bekerja di tempat-tempat tempat tempat yang tidak banyak menghasilkan pendapatan, bahkan tidak dibayar sama sekali (ibu rumah tangga yang ikut membantu pekerjaan suami). • Peran aktif kaum wanita dalam dunia kerja terpusat di sektor pertanian (78% di Afrika dan 80% di Asia) atau sektor informal perkotaan ( hingga 40% di p (25 gg Amerika Latin). • Kaum wanita hampir selalu mengalami diskriminasi dalam hal perolehan imbalan peningkatan kelas imbalan, pekerjaan, dan dalam keamanan kerja. • Proporsinya yang menganggur juga lebih besar ketimbang kaum pria pria. www.dadangsolihin.com 11 4. Pengangguran di Kalangan Pemuda dan Pekerja Anak-anak • Di Dimensi paling menyedihkan d i masalah i li dihk dari l h ketenagakerjaan di negara Dunia Ketiga adalah tingginya tingkat pengangguran pada usia antara gg y g p g gg p 15 - 24 tahun. • Pengangguran di kalangan pemuda itu terjadi di antara yang berpendidikan maupun yang tid k t b didik tidak berpendidikan, pria maupun wanita. • David Turnham memperkirakan bahwa pengangguran di kalangan pemuda di sebagian besar negara berkembang itu mencapai 30% (artinya, 30% pemuda adalah pengangguran) ( ti d d l h ) www.dadangsolihin.com 12 Lanjutan… Lanjutan • Para pemuda yang menganggur itu cenderung terkumpul di daerah-daerah perkotaan. • Banyak di antaranya yang merupakan migran dari desa, dan harapan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di kota begitu tinggi, bahkan seringkali tidak realistis realistis. • Akibat pesatnya laju pertumbuhan penduduk di negara berkembang, maka porsi pemuda dalam total penduduk menjadi kian besar dan menambah besar, tekanan penyediaan lapangan kerja. • Jika tidak teratasi, masalah ini cepat atau lambat p akan mengganggu keseluruhan usaha pembangunan di negara Dunia Ketiga. www.dadangsolihin.com 13 Lanjutan… j • Tekanan masalah pengangguran para pemuda itu terkesan tidak seberapa kalau kita bandingkan p g dengan masalah berikutnya yang benar-benar menyayat hati, yakni banyaknya anak-anak di bawah umur di negara Dunia Ketiga yang harus membanting tulang sekedar untuk menyambung hidup. • Celakanya, masalah pekerja anak-anak (child labor) ini belum ditangani secara memadai memadai. • International Labor Office memperkirakan bahwa di negara berkembang terdapat sekitar 60 juta anakanak di b k bawah usia 14 t h yang b k j sepanjang h i tahun bekerja j hari demi mendapatkan imbalan tidak seberapa yang hanya cukup untuk membeli makanan pada hari itu saja; • Lingkungan kerja mereka bukan saja buruk, namun juga mengerikan. www.dadangsolihin.com 14 Lanjutan… Lanjutan • Menurut Komisi Hak Asasi Manusia yang mengadakan penetitian khusus di Pakistan pada tahun 1994, di negara itu terdapat sekitar 11 sampai 12 juta anak-anak ingusan, separuhnya berusia di anak anak bawah 10 tahun, yang harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang dalam prakteknya lebih menyerupai budak hanya untuk sesuap nasi nasi. • Pendapatan mereka tidak sampai separuh pendapatan pekerja dewasa, sedangkan waktu kerjanya mencapai 80 jam seminggu. seminggu • Jika tidak menjadi pembantu rumah tangga, pekerja anak-anak di Pakistan tersebut memeras peluh pusat-pusat industri padat karya seperti di pabrikpabrik karpet atau tanur pembuatan batu bata. www.dadangsolihin.com 15 Terima Kasih www.dadangsolihin.com 16 Dadang Solihin’s Profile Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaAsia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Management Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration a g Course, os a, Japa (2001); and eg o a e e op e Training Cou se, Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202 www.dadangsolihin.com 17

Related docs
RPP KD 7.1
Views: 97  |  Downloads: 3
kuliah-ke-empat-belas
Views: 471  |  Downloads: 15
Selayang Pandang Kota Banjar
Views: 156  |  Downloads: 11
Power Point Sulawesi Utara
Views: 952  |  Downloads: 88
Power Point Sulawesi Selatan
Views: 1072  |  Downloads: 92
Sukatan Pelajaran Ekonomi STPM
Views: 3019  |  Downloads: 70
Kebutuhan Instalasi System
Views: 65  |  Downloads: 4
osn09ekonomi
Views: 2851  |  Downloads: 2
CURRENT STATUS OF BIOFUEL IN INDONESIA
Views: 66  |  Downloads: 2
Prof Dr Raja Masbar Unsyiah
Views: 389  |  Downloads: 13
Pendidikan Berbasis Entrepreneur
Views: 343  |  Downloads: 37
Korupsi Pendidikan sangat Merugikan Bangsa
Views: 84  |  Downloads: 6
LAPORAN RINGKAS HASIL SUSEDA 2004
Views: 4  |  Downloads: 1
LAPORAN RINGKAS HASIL SUSEDA 2004
Views: 77  |  Downloads: 5
premium docs
Other docs by Dadang Solihin