Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

					Tiga Faktor Utama Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan
1. Akumulasi modal, yang meliputi semua bentuk atau jenis investasi baru yang ditanamkan pada tanah, peralatan fisik dan modal atau sumber daya manusia fisik, manusia. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. Kemajuan teknologi teknologi.

2. 3. 3 Drs. H. Drs H Dadang Solihin MA Solihin,

FE-Universitas Darma Persada Jakarta, 4 April 2005
www.dadangsolihin.com 2

1. Akumulasi modal
• Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output d k b li d j b dan pendapatan di kemudian hari. • Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan dan g bahan baku dalam rangka meningkatkan stok modal (capital stock) secara fisik memungkinkan akan terjadinya peningkatan output di masa-masa mendatang. • Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi "infrastruktur" ekonomi dan sosial. • Contoh: pembangunan jalan-jalan raya, penyediaan listrik, persediaan air bersih dan perbaikan sanitasi, pembangunan fasilitas komunikasi, peningkatan kualitas SDM, d b SDM dsb, yang kesemuanya itu mutlak dibutuhkan d l k it tl k dib t hk dalam rangka menunjang dan mengintegrasikan segenap aktivitas ekonomi produktif.
www.dadangsolihin.com 3

• Sebagai contoh, investasi yang dilakukan oleh seorang petani sayuran berupa pembelian sebuah traktor baru pasti dapat meningkatkan produksi sayurannya. • Tetapi tanpa fasilitas transportasi (jalan dan/atau kendaraan) yang memadai guna mengangkut tambahan produksi tersebut ke pasaran, maka investasi sang petani tersebut tidak akan banyak menambah produksi pangan nasional nasional.

www.dadangsolihin.com

4

2. Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja
• Pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan angkatan kerja secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. • Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif sedangkan produktif, pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti ukuran pasar domestiknya lebih besar. • Positif atau negatifnya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi sepenuhnya tergantung pada kemampuan sistem perekonomian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. • Kemampuan itu dipengaruhi oleh tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya input atau faktor-faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial dan administrasi.

Kurva Kemungkinan Produksi (production-possibility curve, (production possibility curve PPC)
• Kurva ya g menggambarkan pe g ata pote s tota u a yang e gga ba a peningkatan potensi total output dari suatu perekonomian pada tingkat penguasaan teknologi dan jumlah SDM dan modal fisik tertentu • PPC memperlihatkan jumlah output maksimum yang berupa k bi b kombinasi d j i k i dua jenis komoditi, misalnya: b diti i l beras (padat karya) dan radio (padat modal atau teknologi), • Asumsi: segenap sumber daya yang tersedia dalam perekonomian yang bersangkutan benar-benar digunakan secara penuh dan efisien.

www.dadangsolihin.com

5

www.dadangsolihin.com

6

Dampak pertambahan modal dan lahan terhadap PPF
Dampak kenaikan SDM dan SD Fisik terhadap PPF Adanya kenaikan kuantitas SDM dan fisik hingga dua kali lipat berkat d k li li t b k t adanya investasi, baik itu investasi yang meningkatkan kualitas sumber daya yang sudah ada maupun investasi yang dimaksud adalah tanah, modal, modal dan tenaga kerja. kerja peningkatan kuantitas tersebut akan menggeser PPC ke luar secara sejajar sejajar, dari P-P ke P'-P'. Hal itu menunjukkan bahwa perekonomian atau negara ata yang bersangkutan sekarang dapat memproduksi lebih banyak radio dan beras beras.
7

•

• •

Asumsi: hanya salah satu faktor produksi (modal atau tanah saja) yang bisa berubah dalam suatu waktu, baik itu kualitas waktu maupun kuantitasnya. Apabila terjadi penambahan modal PPC pasti akan lebih condong k produksi radio d ke d k i di Apabila terjadi penambahan lahan (atau peningkatan kualitas penggarapannya), maka kurva tersebut akan lebih condong pada padi d d di
www.dadangsolihin.com 8

www.dadangsolihin.com

3. 3 Kemajuan Teknologi
• kemajuan teknologi yang bersifat netral ( f (neutral technological progress), • kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor saving technological progress), dan • kemajuan teknologi y g hemat modal (capitalj g yang ( p saving technological progress). • Kemajuan teknologi yang meningkatkan pekerja (labor-augmenting technological progress) (l b ti t h l i l ) • kemajuan teknologi yang meningkatkan modal (capital augmenting (capital-augmenting technological progress)

neutral technological g progress
• Terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama. • Contoh: pengelompokan tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang dapat mendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat. • Ditinjau dari sudut analisis kemungkinan produksi, perubahan teknologi yang netral, yang dapat melipatgandakan output secara konseptual sama output, konseptual, saja artinya teknologi yang mampu melipatgandakan semua input produktif.
www.dadangsolihin.com 10

www.dadangsolihin.com

9

laborsaving technological progress
• Penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input tenaga kerja yang sama. • P Penggunaan k komputer elektronik, mesin t k til t l kt ik i tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah, dan banyak lagi jenis mesin serta peralatan modern lainnya, • Sebagian besar kemajuan teknologi pada abad kedua puluh adalah teknologi yang hemat tenaga kerja. • Jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam berbagai kegiatan produksi mulai dari pengemasan kacang sampai dengan pembuatan sepeda dan jembatan, semakin sedikit.
www.dadangsolihin.com 11

capital-saving technological progress
• Di negara-negara Dunia Ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal kemajuan teknologi hemat modal, modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan. • Kemajuan teknologi ini akan menghasilkan metode produksi padat karya yang lebih efisien ( k i yang d k i d tk l bih fi i (yakni, memerlukan biaya lebih rendah), misalnya mesin pemotong rumput berputar atau mesin pengayak g g y dengan tenaga tangan, pompa penghembus dengan tenaga kaki dan penyemprot mekanis di atas p gg g punggung untuk p pertanian skala kecil. • Pengembangan teknik produksi di negara-negara berkembang yang murah, efisien dan padat karya (hemat modal) -atau teknologi tepat guna- merupakan atau guna salah satu unsur terpenting dalam strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada perluasan penyediaan lapangan kerja kerja.
www.dadangsolihin.com 12

labor-augmenting technological progress)
• Terjadi apab a pe e apa te o og te sebut mampu e jad apabila penerapan teknologi tersebut a pu meningkatkan mutu atau keterampilan angkatan kerja secara umum. • Misalnya, dengan menggunakan LCD, televisi, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses b l j bi l bih l belajar bisa lebih lancar sehingga ti k t hi tingkat penyerapan bahan pelajaran juga menjadi lebih baik.

capital-augmenting technological progress
• Jika penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yang ada secara lebih produktif. produktif • Misalnya, penggantian bajak kayu dengan bajak baja dalam produksi pertanian. pertanian

www.dadangsolihin.com

13

www.dadangsolihin.com

14

Definisi pertumbuhan ekonomi (economic growth) suatu negara ( i th) t menurut Prof. Simon Kuznets “Pertumbuhan k “P t b h ekonomi adalah k i d l h kenaikan k ik kapasitas d l it dalam
jangka panjang dari negara yang bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), dan ideologis terhadap berbagai tuntutan keadaan yang ada".

Ciri proses pertumbuhan ekonomi Profesor Kuznets
1. 1 Tingkat pertumbuhan output per kapita dan pertumbuhan penduduk yang tinggi. 2. Tingkat kenaikan total produktivitas faktor yang tinggi. tinggi 3. Tingkat transformasi struktural ekonomi yang tinggi. 4. Tingkat transformasi sosial dan ideologi yang tinggi. 5. Adanya kecenderungan negara-negara yang mulai atau yang sudah maju perekonomiannya untuk berusaha merambah bagian bagian dunia lainnya bagian-bagian sebagai daerah pemasaran dan sumber bahan baku yang baru. 6. Terbatasnya penyebaran pertumbuhan ekonomi 6 T b t b t b h k i yang hanya mencapai sekitar sepertiga bagian penduduk dunia.
www.dadangsolihin.com 16

www.dadangsolihin.com

15

Delapan perbedaan yang mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan syarat-syarat terlaksananya pembangunan ekonomi modern
1. Perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas modal manusia. 2. Pendapatan p kapita dan tingkat GNP di saat mulai p per p g membangun, bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya. 3 3. Perbedaan iklim. e bedaa 4. Perbedaan jumlah penduduk, distribusi, serta laju pertumbuhannya. 5. 5 Peranan sejarah migrasi internasional internasional. 6. Perbedaan dalam memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional. 7. Kemampuan melakukan penelitian d pengembangan 7 K l k k liti dan b dalam bidang ilmiah dan teknologi dasar. 8. Stabilitas dan fleksibilitas lembaga-lembaga politik.
www.dadangsolihin.com 17

1. Kekayaan Sumber Daya Alam dan y y Manusia
• Negara-negara Dunia Ketiga dewasa ini kurang memiliki kekayaan alam apabila dibandingkan dengan negara-negara maju pada saat pertama kali memulai pembangunan ekonominya. k i Dahulu, ketika mereka mulai menggalang kekuatan ekonomi, kekayaan alam mereka masih utuh; sedangkan kekayaan negara-negara negara negara berkembang sudah dirampok atau bahkan habis diperas oleh kolonialisme. Di Amerika Latin dan Afrika, walaupun memiliki sumber daya alam agak banyak tidak memiliki modal untuk mengelola dan banyak, memanfaatkannya. Modal tersebut tidak akan mudah diperoleh tanpa g j mengorbankan sejumlah besar otonomi dan kekuasaan nasional mereka kepada perusahaan-perusahaan multinasional yang secara teknis dan finansial memang lebih mampu mengelola sumber-sumber daya itu secara efisien.
www.dadangsolihin.com 18

•

• •

• Kemampuan suatu negara untuk mengelola sumber p g g daya alam antara lain tergantung pada kecakapan manajerial dan kapabilitas teknis penduduknya, serta p akses mereka ke pasar serta akses untuk memperoleh informasi dengan biaya minimal. • Dewasa ini, mayoritas penduduk negara-negara Dunia Ketiga kurang terdidik, kurang pengalaman, terdidik pengalaman dan kurang cakap apabila dibandingkan dengan penduduk negara-negara yang sekarang maju pada awal pertumbuhan ekonominya Akses mereka ke ekonominya. pasar dan sumber informasi pun relatif sangat terbatas. • M Menurut ekonom Paul R t k P l Romer, d dewasa i i negaraini negara berkembang "miskin karena penduduknya tidak memiliki akses ke gagasan-gagasan yang dahulu dimanfaatkan oleh negara-negara yang d h l di f tk l h sekarang maju untuk menciptakan nilai ekonomis".
www.dadangsolihin.com 19

• Bagi Romer, kesenjangan teknologi antara negaranegara miskin dan negara-negara kaya dapat dipilah menjadi d j di dua, yakni k k i kesenjangan objek (object gap) j bj k ( bj t ) yang bersifat fisik (pabrik, jalan raya, dan mesin modern), dan kesenjangan gagasan (idea gap) yang antara lain b t l i berwujud k ti j d ketimpangan i f informasi, i serta ketimpangan pengetahuan tentang pemasaran, distribusi, upaya kontrol inventori, pemrosesan transaksi, dan pembangkitan motivasi pekerja. • Kesenjangan gagasan ini oleh Thomas Homer-Dixon disebut kesenjangan daya kreasi (ingenuity gap), yakni, ketimpangan dalam menciptakan gagasangagasan inovatif untuk mengatasi berbagai persoalan sosial dan teknis yang bersifat praktis yang menjadi praktis, sumber perbedaan pengalaman pertumbuhan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang. • Kesenjangan sumber daya manusia seperti itu tidak ditemui oleh negara-negara yang sekarang tergolong maju pada awal industrialisasinya.
www.dadangsolihin.com 20

2. Tingkat Relatif GNP dan Pendapatan Per K it P Kapita
• • • Lebih dari 70% penduduk negara-negara Dunia Ketiga harus negara negara berusaha keras guna mempertahankan hidupnya dengan pendapatan yang sangat minimum. Pada saat memulai era pertumbuhan modern, negara-negara yang sekarang makmur, d l k k dalam b b berbagai aspek ekonomi sudah i k k i d h jauh lebih maju daripada bagian--bagian dunia lainnya. Mereka dapat mengambil manfaat dari posisi keuangannya yang kuat untuk memacu kesejahteraannya sendiri sehingga kian memperlebar kesenjangan pendapatan antara mereka dengan penduduk negara-negara berkembang. Di saat mereka mengawali proses pertumbuhan ekonomi modernnya, mereka sudah mempunyai modal dan posisi yang cukup kokoh. y , g g g Sebaliknya, negara-negara berkembang dewasa ini memulai proses pertumbuhan dengan tingkat pendapatan per kapita yang paling rendah menurut skala internasional.

3. 3 Perbedaan Iklim
• Masih memerlukan analisis lebih mendalam untuk memastikan benar atau tidaknya perbedaan iklim ini termasuk ke dalam faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan g usaha-usaha pembangunan. Hampir seluruh negara-negara Dunia Ketiga terletak di daerah yang beriklim tropis atau subtropis. Sejarah membuktikan bahwa hampir setiap negara yang berhasil mengembangkan ekonominya secara modern terletak di daerah yang beriklim dingin. Salah satu faktor iklim yang secara langsung mempengaruhi produksi pada umumnya adalah suhu udara yang panas dan lembab di kebanyakan negara miskin. Suhu yang panas dan lembab itu tidak hanya menyebabkan perasaan yang kurang enak pada para pekerja tetapi juga pekerja, menggerogoti atau menekan kesehatan, mengurangi keinginan bekerja keras sehingga pada akhirnya menurunkan tingkat produktivitas dan efisiensi.
www.dadangsolihin.com 22

• • • •

• •

www.dadangsolihin.com

21

4. Jumlah Penduduk, Penyebaran, dan Pertumbuhannya
• Pada saat ini jumlah penduduk negara-negara Dunia Ketiga, kepadatan dan perkembangannya sangat berbeda dengan y g ada di negara-negara maju, g yang g g j , baik sekarang maupun di masa lampau ketika mereka mengawasi proses pembangunannya. • Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat jelas merupakan kendala. • Revolusi industri dan tingkat pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang ti j k j tinggi mustahil akan d i t hil k dapat t dicapai oleh negara-negara yang sekarang maju apabila mereka juga mengalami laju pertumbuhan penduduk yang sedemikian cepat d nyaris tid k d d k d iki t dan i tidak terkendali seperti yang terjadi dewasa ini di negaranegara miskin.
www.dadangsolihin.com 23

5. Peranan Sejarah Migrasi j g Internasional
• Jaman dahulu negara-negara yang sekarang maju merasa bebas berimigrasi ke mana saja belahan bumi ini • Sekarang mereka sangat membatasi datangnya para imigran ke negara mereka • Terbuka bagi mereka yang berpendidikan tinggi, sehingga menimbulkan brain drain

www.dadangsolihin.com

24

6. Rangsangan Pertumbuhan dari Maraknya Perdagangan Internasional
• Dasar pertukaran atau nilai tukar perdagangan (terms of trade) negara-negara b k b (t ft d ) berkembang selama l ini terus menunjukkan penurunan. • Apabila negara-negara berkembang mampu p g g g p memproduksi barang-barang tertentu dengan biaya yang lebih rendah daripada negara-negara maju (misalnya saja, tekstil, pakaian, sepatu, dan beberapa produk manufaktur ringan) maka negaranegara maju segera mencoba menghambat masuknya barang-barang tersebut ke negaranya barang barang dengan berbagai macam alasan dan cara, yakni mulai dari pengenaan tarif impor atau bea masuk yang kelewat tinggi pengenaan aneka rupa tinggi, hambatan perdagangan nontarif (nontariff barriers) seperti kuota impor, sampai dengan penerapan persyaratan kesehatan dan ijin-ijin khusus khusus.
www.dadangsolihin.com 25

7. Kemampuan Melakukan Penelitian serta Pengembangan IPTEK Dasar
• • • Dalam bidang penelitian serta pengembangan IPTEK, negaranegara Dunia Ketiga sampai sejauh ini masih berada dalam posisi yang sama sekali tidak menguntungkan Hanya negara-negara makmur yang memiliki surplus kekayaan sajalah yang sanggup melakukannya, mengingat begitu besa ya biaya yang dibutuhkan. besarnya b aya ya g d butu a Negara-negara kaya sangat tertarik untuk mengembangkan produk-produk yang serba canggih, pasar yang seluas-luasnya, metode produksi dengan teknologi tinggi yang menggunakan banyak i b k input modal d manajemen serta pengetahuan yang d l dan j h tinggi, dalam usahanya untuk menghemat tenaga kerja dan bahan-bahan baku yang langka. Sebaliknya, negara-negara Sebaliknya negara negara miskin lebih berkepentingan dengan produk-produk relatif sederhana, menghemat modal, padat karya dan bisa diproduksi untuk pasar yang terbatas.
www.dadangsolihin.com 26

•

8.Stabilitas serta Fleksibilitas Lembaga-lembaga Politik dan Sosial
• Sebelum revolusi industri negara-negara maju merupakan negara yang benar-benar merdeka, k b b d k sehingga mereka sepenuhnya mampu menyusun kebijakan nasional mereka sendiri berdasarkan konsensus umum menuju k arah " d i k j ke h "modernisasi". i" • Kebanyakan negara-negara Dunia Ketiga dewasa ini merupakan negara atau bangsa yang baru saja memperoleh kebebasan berpolitik, mereka belum merupakan bangsa yang kokoh, utuh atau terkonsolidasi, dan tentu saja belum memiliki kemampuan yang memadai untuk menyusun strategi pembangunan nasionalnya sendiri. • Konsep modernisasi pada hakekatnya merupakan konsep "impor" yang masih asing bagi masyarakat negara-negara Dunia Ketiga
www.dadangsolihin.com 27

Terima Kasih

www.dadangsolihin.com

28

Dadang Solihin’s Profile
Dadang holds a MA degree ( g g (Economics), University of ) y Colorado, USA. His previous post is Head, Center for Research Data and Information at DPD Secretariat General as well as Deputy Director for Information of Spatial Planning and Land Use Management at Indonesian National Development Planning Agency (Bappenas). Beside working as Assistant Professor at Graduate School of AsiaAsia Pacific Studies, Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe included Advanced International globe, Training Programme of Information Technology Management, at Karlstad City, Sweden (2005); the Training Seminar on Land Use and Management, Taiwan (2004); Developing Multimedia Applications for Managers Kuala Managers, Lumpur, Malaysia (2003); Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002); Local Government Administration Training Course, os a, Japa (2001); and eg o a e e op e and a g Hiroshima, Japan ( 00 ); a d Regional Development a d Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He published more than five books regarding local autonomous. You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile at +62812 932 2202
www.dadangsolihin.com 29


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags: pertumbuhan
Stats:
views:9772
posted:10/10/2008
language:Indonesian
pages:8
Description: FE-Universitas Darma Persada; Jakarta, 4 April 2005