buku sadar wisata by rudyagungsetyawan

VIEWS: 3,242 PAGES: 21

									BUKU KAMPANYE SADAR WISATA DAN SAPTA PESONA BAB I PENDAHULUAN

tetapi terlebih pada terciptanya rasa aman dan damai. Itulah yang paling mereka butuhkan. Memang bangsa ini sedang mengalami krisis multidimensi yang berdampak pada semua bidang kehidupan, di antaranya bidang pariwisata terlebih jika dikaitkan dengan kasus bom Bali di atas. Seakan Anda juga tak bisa mernbantah pandangan betapa kejamnya bangsa Indonesia menurut keluarga, teman dan sanak saudara dari wisatawan korban bom Bali. Akhirnya dunia pariwisata kita rrengalami kemunduran Anda dan kita semua mungkin masih ingat era tahun 1980- 1990 an, betapa dunia pariwisata kita berkembang sangat pesat dengan Program Sapta Pesona-nya yang begitu melekat pada masyarakat Indonesia waktu itu sehingga wisatawan mancanegara banyak berdatangan. Kini, yang terjadi malah sebaliknya Bermula dari gambaran kondisi dunia pariwisata Indonesia di atas, maka Kampanye Nasional Sadar wisata dengan Sapta pesona-

Latar Belakang Ketika seorang wisatawan asing menanyakan kondisi keamanan Bali dengan logat bahasa Indonesia yarg kaku dengan ucapan “ Bagaimana, sudah amankah jika saya berkunjung ke sana ?". Kalimat itu pasti mengacu pada tragedi bom Bali yang sangat memukul bangsa ini, terutama bagi dunia pariwisata kita karena peristiwa itu mengakibatkan terjadinya kelesuan dunia pariwisata di tanah air. Di luar Bali mungkin yang terjadi bukan hanya peristiwa itu. Banyak perlakuan dan sikap masyarakat maupun pemerirtah sendiri yang kurang berkesan bagi wisatawan yang datang Padahal yang mereka butuhkan dari masyarakat dan pemerintah setempat itu lebih dari sekedar sikap yang berkesan baik akan

nya ini perlu dikampanyekan lagi. Upaya ini dilakukan agar kondisi pariwisata di tanah air bisa pulih kembali. Seiring dengan kebijakan pemerintah tentang Otonomi Daerah, diharapkan Kampanye Sadar Wisata ini rnemperoleh dukungan yang berarti. Untuk itu diperlukan langkah-langkah yang tepat agar setiap lapisan masyarakat di seluruh pelosok tanah air ini mampu memahami dan menerapkan nilai dan tujuan Kampanye Nasional Sadar Wisata. Agar kita bisa secara bersama-sama mengembalikan kepercayaan wisatawan mancanegara dalam memenuhi kepuasannya selama berkunjung ke tanah air, terutama ke tempat - tempat panwisata. Dalam rangka itulah pesan salah satu inti program Kampanye Nasional Sadar Wisata sebelumnya telah disosialisasikan dalam bentuk penyebaran Buku Panduan Sadar Wisata. Isi buku panduan ini telah disesuaikan dengan perubahan kondisi sosial dan budaya yang menopang dunia pariwisata di tanah air sehingga kita semua bisa lebih mudah memahami dan mempraktikannya.

Buku panduan ini manual pergertian Sadar Wisata, Sapta Pesona, Nilai Filosofis & Kepariwisataan Indonesia, serta ilustrasi Sadar Wisata melalui abstraksi "pohon Pariwisata” Selanjutnya diulas pula penerapan dan manfaat Sapta Pesona dan diakhiri dengan Konsep Tiga Serangkai, Sadar Wisata. Sapta Pesona dan Tuan Rumah Yang Baik, yang menekankan pada Keamanan. Ketertiban, dan Kebersihan Keseluruhan isi pesan di atas diharapkan mampu memotivasi seluruh pihak terutama masyarakat Pariwisata Indonesia. Amin.

BAB II PENGERTIAN 1. Sadar Wisata Sebelum kita mampu melaksanakan pesan Kampanye Nasional Sadar Wisata ini diperlukan pemahaman terhadap apa yang disebut dengan “Sadar Wisata". Anda mungkin sudah sering mendengarnya, tetapi apakah Anda memahami makna yang sebenarnya ? Apa sih “Sadar Wisata” itu ? Sebagai masyarakat yang mendukung program ini rnaka kita sangat perlu memahami bahwa: harapan yang diemban dari Kampanye Sadar Wisata ini adalah terciptanya suatu kondisi kepanwisataan Indonesia yang diinginkan ditengah - tengah masyarakat melalui penerapan unsur-unsur Sapta Pesona secara konsekuen dan konsisten atas dasar kesadaran yang tumbuh dari dalam diri sendiri. Lalu apa itu yang disebut dengan Sapta Pesona ?

2. Sapta Pesona Mari kita lihat apa itu "Sapta” dan apa itu “Pesona" dalam dunia Pariwisata. Pada dasarnya Sapta Pesona ini dipahami sebagai 7 (tujuh) unsur yang terkandung di dalam setiap Produk Pariwisata serta dipergunakan sebagai tolok ukur peningkatan kualitas produk pariwisata. Anda masih ingat ’kan ketujuh unsur itu? Untuk sekadar menyegarkan kembali ingatan kita, yang termasuk ke dalam tujuh unsur produk pariwisata ini adalah : a) aman; b) tertib; c) bersih: d) sejuk; e) indah; dan g) kenangan. Lalu apa sih yang dimaksud dengan produk pariwisata itu? Silahkan simak penjelasan berikut ini. Yang dimaksud dengan produk pariwisata itu mercakup Usaha Jasa Pariwisata; Pengusahaan Obyek dan Daya Tark Wisata dan Usaha Sarana Pariwisata. Setiap produk pariwisata ini harus mampu memunculkan unsur-unsur yang membangun Sapta Pesona tersebut. Dengan demikian, melalui Buku Pedoman ini diharapkan kita

semua mampu mempraktikkan pesan-pesan Kampanye Nasional Sadar Wisata ini dalam kegiatan pariwisata dimanapun kita berada. 3. Apa itu "Nilai Filosofis Kepariwisataan Indonesia" Mungkin anda bertanya-tanya, “Kenapa mesti ada filosofi dalam dunia pariwsata ? Jawabnya adalah agar dunia pariwisata memiliki landasan kepribadian yang kuat, yang benarbenar bertindak, bergaul dalam dunia pariwisata secara mendasar. Baiklah, sebelumnya diungkapkan bahwa “Sadar Wisata" terdiri atas 7 (tujuh) unsur Sapta Pesona yaitu aman, tertib, bersih sejuk, indah, ramah dan kerangan. Dengan demikian, antara konsep Sadar Wisata dan konsep Sapta Pesona itu terdapat hubungan yang padu dan berkaitan satu sama lainnya. Nah hubungan inilah yang disebut sebagai “Filosofi Kepariwisataan Indonesia".

Atas pemahaman inilah kita semua diharapkan mampu menerapkannya pada setiap kegiatan Pembangunan Kepariwsataan Indonesia di seluruh daerah. 4. Ilustrasi Sadar Wisata melalui Abstraksi " Pohon Pariwisata" Anda mungkin pernah menanam sebatang pohon mangga, dan kemudian setelah beberapa hari Anda memberinya pupuk.

Beberapa tahun kemudian mangga itu berbunga dan akhirnya menghasilkan buah yang banyak, besar, dan manis rasanya. Pada akhirnya banyak orang (tidak hanya Anda) bias menikmati buah mangga tersebut. Jika kita amati lebih detail apa yang Anda lakukan dalam “membesarkan” pohon mangga itu, maka diantaranya adalah memberikan pupuk dan menyiramnya dengan air. Nah apabila pariwisata hendak kita gambarkan sebagai pohon mangga tersebut, maka posisi Sadar Wisata akan berada pada bagian paling bawah dan pohon mangga tersebut, yakni pada bagian Akar. Jadi, kesimpulannya? Ya, bahwa kedudukan Sadar Wisata terdapat pada bagian akar “ Pohon Pariwisata”. Dalam arti ia akan menjadi dasar atau pondasi (penyangga) yarg kuat sehingga pohon tumbuh dengan subur dan kuat. Maka apa yang harus kita lakukan agar Pohon Pariwisata tersebut tumbuh besar, berbunga dan akhirnya berbuah ? “Ya, jangan kita lupakan, marilah kita memelihara, menjaga

dan memberinya pupuk yang baik dan berkualitas”, sehingga apa yang dihasilkan dari pohon itu dapat kita cicipi bersama. Lalu bagaimana jika kita mengaitkannya dengan Organisasi Pariwisata di pemerintahan, dimanakah letak dari Sadar Wisata ini ? Kita sudah pasti mengetahui bahwa Sadar Wisata terletak pada kekuatan unit-unit kerja yang mendukung organisasiorganisasi pariwisata tersebut. Dengan demikan, tentu akan amat membesarkan hati apabila “pohon” ini dimiliki pula oleh seluruh insan pariwisata dan masyarakat pada umumnya. Marilah kita mulal menggali dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam program Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini dalam segala aktivitas kehidupan kita sehari-hari.

BAB III PENERAPAN DAN MANFAAT SAPTA PESONA

1. Aman Apa yang akan Anda rasakan jika melancong ke tempat yang lingkungannya aman ?” Tentu Anda menyukai tempat wisata tersebut, kan ?! Sebaliknya jika tempat atau daerah obyek wisata yang kita kunjungi dinyatakan tidak aman, maka kita akan takut dan pasti ingir cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut. Inilah akibat kita tidak menciptaken rasa aman. Oleh karena itu, marilah kita ciptakan, kondisikan, pelihara, dan masyarakatkanlah situasi aman agar terwujud rasa aman yang sesungguhnya dengan cara yang tidak melanggar aturan, norma adat dan budaya kita sebagai bangsa yang besar dan beradab. Ada beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk menciptakan dan menjaga rasa aman, di antaranya adalah :

a. Kita semua harus sadar akan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban; harus selalu disadari bahwa setiap perilaku kita dalam bergaul dengan siapapun dan di manapun apa yang kita lakukan pasti berhubungan dengan kepentingan orang lain bahkan dengan kepentingan sistem, dan prosedur yang berlaku. b. Membangun sistem keamanan yang kuat. Sistem keamanan bisa dibangun mulai dari sikap disiplin kita baik secara individu maupun secara komunitas sosial, masyarakat. c. Kita juga harus taat kepada hukum; artinya bahwa negara kita adalan negara hukum dan harus bangga bahwa bangsa kita sudah mampu membangun sistem keamanan melalui bidang hukum Untuk itu seyogianya kita semua menjungjung tinggi dan menjaga sistem, hukum yang ada agar keberadaannya mampu melindungi hak dan kewajiban. Jadi, sudah tentu hukum itu patut ditaati. Dalam kaitan pelaksanaan Program Sadar Wisata juga dapat dikatakan sebagai sikap taat dan menjunjung tinggi

berhubungan dengan orang lain; maksudnya bahwa setiap warga masyarakat diharapkan mampu berdisiplin, baik secara individu maupun dalam interaksi dengan orang lain di mana pun berada. Dengan demikian, akan tumbuh sikap saling menghargai yang secara tidak langsung sudah memberikan rasa arnan bagi semua orang. f. Memberikan kepercayaan kepada orang lain sesuai dengan potensinya, terutama terhadap petugas keamanan; maksudnya bahwa kita semua diharapkan bisa memberikan rasa percaya dan menghormati sikap orang lain sesuai dengan profesinya sebagai petugas keamanan. Anda pasti bisa merasakan betapa besar kebutuhan akan rasa aman in ketika berkunjung ke daerah wisata tertentu. Terpenuhinya kebutuhan akan rasa aman akan menghasilkan kepuasan berwisata. Tentu siapa pun ingin mengulangi kepuasaan ini dan mengunjungi lagi tempat wisata tersebut di lain waktu. Inilah seharusnya yang

hukum secara tidak langsung d. Memfungsikan semua alat penerangan lampu terutama pada malam hari khususnya di daerah obyek wisata sesungguhnya hal ini adalah hal sederhana yang mendasar dalam Iingkungan hidup bermasyarakat. Namun apakah kita sudah melaksanakannya berkaitan dengan kepentingan sebagai tempat obyek wisata? e. Disiplin dalam melakukan segala sesuatu

kita upayakan bersama. Bagi kita sebagai pihak yang berupaya menciptakan dan memelihara, maupun bagi pihak lain yang turut menikmatinya, ada beberapa manfaat minimal yang dapat dirasakan dari rasa aman yaitu : a. Tidak ada rasa takut untuk bepergian b. Keinginan wisatawan untuk berkunjung lebih besar. c. Citra positif pariwisata tetap terjaga d. Memberikan peluang pembangunan dan penyempurnaan fasilitas dan sistem pelayanan jasa informasi yang bermanfaat baik di tempat-tempat obyek wisata maupun di tempat-tempat lain. Itulah manfaat terciptanya rasa aman! Apakah hal itu mendatangkan keuntungan dan peluang bagi pengembangan kualitas daerah obyek wisata yang kita miliki? Tentunya pasti!

Berdasarkan uraian di atas, marilah kita beraktivitas dengan selalu menaati ramburambu atau aturan-aturan yang mengatur dan mejaga keamanan demi terwujudnya keselamatan bersama. Jika semua itu terwujud, maka kondisi bidang kepariwisataan di Indonesia akan membaik dan terbangun kembali.

2. Tertib Apa yang anda rasakan ketika harus berebutan untuk mendapatkan sebuah tiket masuk sebuah pertunjukan musik? Apakah anda merasa senang berdesakan saling sikut dan saling injak dengan pengunjung lain? Jawabannya cuma satu ” tidak senang.” Dan kunci pengondisian ketidakteraturan tersebut adalah dengan ”Tertib”. Untuk itu seyogianya kita semua bersikap tertib demi kepuasan bersama. Perlu disadari bahwa suasana tertib merupakan cerminan tingkat disiplin yang tinggi dari sebuah masyarakat yang terpuji. Berikut ini cara-cara yang dapat kita lakukan dalam menciptakan ketertiban umum : a. Ikuti ketentuan atau tata tertib yang berlaku, di manapun kita berada; Perlu diakui, kita sering menyepelekan dan mengabaikan masalah tata tertib. Padahal kita semua tahu pasti tujuan dan manfaat diberlakukannya sebuah tata tertib.

Pemberlakuan tata tertib diharapkan mampu memberikan pemenuhan atas aspek-aspek seperti rasa aman, nyaman dan rasa keindahan. Contohnya jika kita berjalan-jalan di taman kemudian melihat tanda pemberitahuan yang berbunyi: Dilarang menginjak rumput. Sudah tentu maksud papan peringatan tersebut agar taman tetap kelihatan indah dengan tanaman yang tetap subur dan enak dipandang mata. Untuk itu marilah kita kendalikan diri kita untuk tidak melanggar tata tertib apapun, baik itu yang berhubungan dengan pribadi maupun dengan orang lain, apalagi bila sudah berkaitan dengan kepariwisataan, pemeliharaan keindahan dan kenyamanan wisatawan tentu perlu diutamakan. b. Janganlah kita menciptakan suasana berisik atau gaduh; Ajakan ini bertujuan agar setiap warga masyarakat Indonesia bisa saling menghormati, menghargai tertib dan teratur dalam melakukan segala sesuatu, baik demi kepentingan pribadi maupun

kepentingan umum. Sebagai contoh, pada waktu ada kunjungan wisatawan asing atau domestik ke tempat obyek wisata sebagai tuan rumah kita diharapkan bisa menciptakan situasi yang tenang di lingkungan sekitar. Hal ini bertujuan agar wisatawan dapat benar-benar merasakan kenyamanan, dan keindahan obyek wisata yang mereka kunjungi. Dengan demikian, para wisatawan pun akan menghargai dan menghormati kita sebagai warga masyarakat yang berbudi luhur, ramah, dan berwibawa. Sehubungan dengan uraian di atas, berikut ini diketengahkan manfaat terwujudnya suasana tertib, yaitu : a) terciptanya ketenangan; b) terciptanya kondisi teratur; dan c) terbentuknya wibawa sebagai masyarakat yang berbudaya. Nah, jika kita semua menyadari manfaat menciptakan situasi ”tertib” ini, janganlah menciptakan suasana yang sebaliknya. Karena ketidaknyamanan yang kita rasakan, juga akan dirasakan oleh tamu kita, para wisatawan.

3. Bersih Jika Iingkungan disekitar kita bersih, semua orang akan merasakan kenyamanan dalam penglihatan, pernapasan, dan aktivitas hidup lainnya. Terlebih jika aktivitas itu adalah pelancongan ke tempat wisata. Jika sebuah tempat wisata bersih, tentu akan membuat wisatawan betah berlama-lama menikmatinya. Tidak sukar membiasakan diri hidup bersih. Mulailah dari hal-hal kecil pada diri sendiri, karena lingkungan keluarga, lingkungan di sekitar sehingga akhirnya kita akan terbiasa hidup bersih di manapun berada. Berikut ini adalah cara sederhana melakukan dan membiasakan hidup bersih ini bermula dari diri kita sendiri, yaitu : a. Selalu teratur membersih an badan; b. Makan, minum secara teratur dan bersih; c. Tidak membuang sampah sembarangan; d. Tidak meludah di sembarang tempat, atau membuang kotoran seenaknya; e. Menyediakan tempat sampah; f. Lakukan pemusnahan sampah secara

teratur dan memerhatikan sanitasi lingkungan; g. Penataan saluran air dan tempat pembuangan sampah di sekitar lingkungan anda; h. Memasyarakatkan nilai-nilai santasi lingkungan. Jika terbiasa hidup sehat, tentunya anda akan selalu memakan rnakanan sehat yang higienis den selalu menjaga kebersihan lingkungan. Membiasakan hidup bersih berarti kita menciptakan a. pola hidup sehat; b. suasana hidup yang lebih menyenangkan; c. semangat hidup yang lebih bergairah. Untuk itu marilah kita senantiasa membiasakan diri hidup bersih dalam setiap aspek kehidupan, demi kepentingan kita bersama.

4. Sejuk Kondisi yang sejuk pasti sangat didambakan semua orang. Kondisi alam yang segar, enak dipandang nikmat dihirup udaranya dan mampu membawa pikiran anda ke dalam nuansa ketenangan. Kondisi itulah yang dicari oleh para wisatawan dalam perjalanan wisatanya. Jadi, akibat kesejukan ini tiada lain tercipta dari kondisi lingkungan yang sehat, bersih dan nyaman. Untuk itu marilah kita menciptakan kondisi yang memberikan makna sejuk bagi lingkungan dan tempat-tempat obyek wisata.

Ada beberapa cara sederhana yang kita semua bisa melakukarnya sehingga kondisi sejuk bisa terwujud. Yaitu : a) melakukan penghijauan di lingkungan, termasuk tempat-tempat yang menjadi objek wisata; b) menjaga kebersihan ingkungan; dan c) melestarikan segala potensi wisata yang dimiliki lingkungan sekitar kita; dan yang terpenting adalah d) mengatur sirkulasi udara bebas yang baik. khususnya untuk ruangan -ruangan tertutup Marilah kita ciptakan kondisi yang sejuk di manapun kita berada. Berikut in manfaat kesejukan yaitu : a) tubuh dan pikiran kita menjadi segar dan fit setiap saat; b) stamina kita dalam beraktivitas bertahan lebih lama.

5. Indah Keindahan merupakan cerminan atas kuasa Tuhan dan karya manusia kreatif. Semua insan pasti menyukai keindahan, tetapi keindahan yang bagaimanakah yang perlu kita mewujudkan dan nikmati bersama terutama di bidang pariwisata? Anda mungkin pernah melihat pemandangan di Pantai Kuta Bali, pada saat melihatnya anda pasti merasakan keindahan alam waktu itu. Atau mungkin di tempat wisata lainnya. Bahkan sesungguhnya keindahan juga bisa kita ciptakan mulai dari lingkungan sekitar. Misalnya dengan menata pekarangan rumah, atau menata lingkungan tempat kita tinggal. Hakikat keindahan itu cenderung kita nikmati melalui penglihatan yang pada akhirnya berpusat pada perasaan estetis dengan demikian mulailah menciptakan keindahan ini dengan menata segala apa yang kita lihat Ada beberapa cara sederhana untuk menciptakan dan menjaga keindahan yang tentunya bisa anda lakukan, diantaranya:

a) Gemar menata ruang Artinya kita semua mencoba menyadari bahwa segala kegiatan kita yang berhubungan dengan menata ruang, baik itu di ruangan rumah, pekarangan, lingkungan, bahkan tempat obyek wisata tertentu, merupakan upaya nenciptakan keindahan visual. Jadi ketika anda melakukan penataan di tempat-tempat tersebut, maka indera penglihatanlah yang pertama kali merasakan keindahan yang muncul dihadapan kita semua. Inilah yang seyogianya kita kembangkan sebagai perilaku individu bangsa Indonesia yang mampu memaknai nilai-nilai dan pengalaman Sadar Wisata melalui pembenahan dan pengembangan Sapta Pesona dalam kehidupan sehari-hari b) Melestarikan lingkungan; Artinya kita semua harus mampu, menjaga keseimbangan lingkungan mulai dari lingkungan pribadi sampai dengan lingkungan tempat kita beraktivitas sehari-hari.

Melestarikan lingkungan dapat dilalukan dalam dua sudut pandang : 1) menjaga dan mempertahankan keseimbangan alam yang sudah ada; 2) melestarikan dalam arti kita semua berupaya mengubah alam yang tadinya belum memunculkan rasa ketenangan, keindahan, dan kenyamanan, menjadi lebih memberikan rasa ketenangan, keindahan, dan kenyamanan. Untuk itu marilah kita wujudkan kelestarian baik dalam bentuk tindakan menjaga, mempertahankan serta mewujudkan keindahan. c) Mencegah dan rnenghilangkan aksi corat – coret ; Aksi corat-coret pada pagar atau dinding rumah jelas amat merusak nilai keindahan Oleh sebab itu, mari kita bersarna-sama menjaga dan mencegah agar diri kita bali sebagai orang tua, pemuda-pemudi, dan anakanak menjaga lingkungan sekitar agar aksi menjadi ajang aksi corat-coret tersebut. Jika

anda melihat di suatu tempat obyek wisata ada corat-coret yang dilakukan wisatawan tentunya hal itu akan mengurangi nilai keindahan. Terlebih jika yang melakukan kita sendiri sebagai pribumi, perilaku tersebut jelas tidak sesuai dengan kampanye ”Sadar Wisata” melalui “Sapta Pesona” ini. d) Gemar akan kegiatan hias-menghias secara teratur; Jika Anda seorang seniman atau seniwati mungkin tidak asing lagi dengan kegiatan hiasmenghias. Akan tetapi, melalui kampanye Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini kita semua sebagai warga masyarakat Indonesia diharapkan bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang termasuk ke dalam kategori hiasmenghias ini. Apalagi jika ditujukan untuk menghasilkan daya tarik bagi orang lain atau wisatawan baik domestik mapun mancanegara tentunya hal ini sangat kita harapkan bersama. Jadi secara langsung kita semua yang terlibat di dalamnya sudah mampu menunjukkan dukungar terhadap kebangkitan kembali pariwisata Indonesia melalui program Sadar Wisata dan Sapta Pesona.

Manfaat keindahan adalah :
(1) Timbulnya kesadaran akan kebesaran

Tuhan ;
(2) Terciptanya perasaan senang; (3) Mencegah munculnya perasaan stress (4) Mempertajam kepekaan estetis.

Kita semua tahu bahwa segala sesuatu yang memiliki nilai keindahan pasti membuat orang tertarik. Jika suatu tempat wisata memiliki keindahan yang khas, wisatawan pun akan

berdatangan. Sekali lagi marilah kita ciptakan, jaga dan lestarikan nilai-nilai keindahan ini bersama-sama.

muIai pada diri kita sendiri di antaranya dengan cara : a. Bertutur kata yang sopan dengan mimik wajah yang menyenangkan:

6. Ramah Keramahan merupakan sikap positif dari seseorang yang memiliki etika moral dan berpendidikan. Akan tetapi keramahan dapat menjadi milik kita semua sebagai warga masyarakat yang berbudaya dan memiliki adat istiadat ketimuran. Perilaku atau pribadi yang ramah memang disukai banyak orang. Keramahan inilah yang harus kita munculkan dan tingkatkan kembali dalam kehidupan sehari-hari dan dalam segala aspek kehidupan. Jika sudah terwujud, marilah kita semua mempertahankan keramahan tersebut sampai betul-betul bisa dinikmati dan dicontoh oleh orang Iain. Aspek keramahan inilah yang selama ini menjadi kebanggaan dan diharapkan dapat mengembalikan prestasi bidang pariwisata Indonesi ini ke masa kejayaan yang pernah kita capai pada masa Ialu. Memasyarakatkan keramahan bisa di

Keramahan yang diwujudkan lewat perilaku tutur kata dan ekspresi wajah yang manis bukan berarti harus dibuat-buat akan tetapi diharapkan sudah menjadi kepribadian kita sebagai rnasyarakat Indonesia yang cinta damai dan persahabatan.

Untuk itu kita semua harus mampu membargun kepribadian hakiki yang bertutur kata sopan, penuh senyum yang ramah. Hal ini dapat kita mulai dan diri masing-masing. Di mana pun berada, tunjukkanlah tutur kata yang sopan dan ramah ini, karena hal ini pasti akan melahirkan persahabatan dan membuat orang senang dan menghargai kita. b. Pengendalian diri; Maksudnya mengendalikan diri terhadap perilaku-perilaku yang dapat meresahkan masyarakat, apalagi meresahkan warga negara asing (sebagai wisatawan mancanegara). Pengendalian diri ini juga berlaku pada perilaku yang dapat mengakibatkan bencana alam. Kita semua bisa melatih sikap pengendalian diri pada diri sendiri di manapun dan dalam kondisi apapun. Maka upayakanlah rnengedepankan pengendalian diri pasti kita semua akan selamat dan dihargai orang lain.

c. Saling menghormati Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan ungkapan “hormat menghormati” ini karena sejak dibangku SD bahkan para orang tua dan guru telah mengajari kita akan hal ini. Sikap saling menghormati terutama diperlukan dalam pergaulan sosial. Akan tetapi, kita kadangkala sukar untuk bersikap seperti itu. Hal ini terjadi ketika kita merasa lebih baik, lebih pintar, atau lebih tahu daripada orang lain. Sebagai konsekuensinya, sulit pula orang lain menghargai kita. Untuk itu marilah kita saling merendahkan hati, saling menghargai perasaan, pikiran, maupun karya orang lain sehingga kita pun menerima perlakuan yang sama dari orang lain. Sikap seperti inilah yang seyogyanya bisa dikembangkan tatkala kita ingin mewujudkan kembali keluhuran nilai-nilai pariwisata Indonesia kepada dunia internasional.

d. Gemar bertegur-sapa dengan baik; Pada intinya sikap inilah yang menjadi salah satu dasar keberhasila kita dalam pergaulan. Melalui bertegur sapa maka kita akan rnenebar kebaikan dan menciptakan ikatan persaudaraan, persahabatan, dan kekeluargaan di manapun kita berada. Dengan bertegur sapa secara baik-baik, maka ketika anda sedang berada di negeri asing sekalipun pasti tidak akan mendapat kesulitan. Terlebih jika dilakukan di lingkungan sekitar kita atau di tempat-tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan asing, tegur sapa akan memberikan kesan keramahan sehingga akhirnya mereka kerasan untuk menikmati lebih lama lagi pesona tempattempat wisata yang mereka kunjungi di negara kita. Manfaat tegur-sapa yang ramah adalah 1) Terjadinya keakraban; dengan tegur-sapa suasana hangat akan senantiasa tercipta dalam perasaan setiap individu meskipun tidak saling mengenal satu dengan lainnya.

2) Terciptanya rasa damai keakraban yang tercipta pada akhirnya tentu membuat hati kita menjadi damai, tanpa rasa was-was meski berada di lingkurgan dan orangorang yang asing bagi kita. 3) Mencegah terjadinya konflik; melalui tegur sapa bisa tercipta tali persaudaraan dan kekeluargaan yang akan mampu mencegah terjadinya konflik.

Nah, mari kita biasakan bertegur sapa yarg ramah dalam setiap kesempatan dalam dunia pergaulan kita dengan siapapun, di manapun.

7. Kenangan Pernahkah anda merasa terbayang lagi akan keindahan panorama tempat wisata yang telah dikunjungi sehingga amda merasa ingin kembali mengunjungi tempat itu? Pasti pernah kan? Perasaan itulah yang dimaksud dengan istilah “Kenangan" dalam dunia pariwisata. Kenangan merupakan ingatan ataupun kesan positif yang tersimpan di dalam pikiran seseorang setelah mendapatkan dan merasakan pelayanan yang baik menyangkut 6 (enam) unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, dan ramah. Disamping ada produk yang dibawa sebagai oleh-oleh. Setiap anda akan mengunjungi suatu tempat wisata, pasti pada benak anda muncul perasaan ingin, memperoleh kenangan yang indah dan menyenangkan. Oleh sebab itu, marilah kita berlomba-lomba menciptakan kenyamanan dan keunikan yang khas penuh pesona agar melahirkan kenangan yang indah bagi setap wisatawan yang datang,

dalam rangka rnengampanyekan kembali dunia pariwisata Indonesia melalui Program Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Kita bisa mulai menciptakan dan menjaga kenangan ini dengan cara-cara yang sederhana seperti : a. Memberikan pelayanan yang baik; kita semua melakukannya ketika kita d ih ada pkan da la m ke gia tan ya ng melibatkan orang lain, terutama yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan orang lain, seperti dalam pelayanan jasa memandu perjalanan, penyediaan makanan, dan sejenisnya. b. Menjaga perasaan orang lain; kita bisa melakukannya tatkala kita sedang berbincang dengan orang lain, baik itu orang yang sudah lama dikenal atau orang yang baru dikenal baik dengan orang yang seusia, lebih tua, ataupun lebih muda daripada kita. c. Menjaga kualitas produk; kita semua sadar, cinta tanah air berarti kita juga cinta produk negeri sendiri. Untuk itu kita harus berusaha agar kualitas produk dalam

negeri tetap terjaga meningkatkan kualitasnya. Kualitas produk yang tinggi akan mendukung terciptanya kenangan yang membuat orang lain datang kembali. d. Percaya diri melalui kampanye Sadar Wisata dan Sapta Pesona ini marilah kita berbenah diri dan tunjukkan kemampuan kita sesuai dengan bidangnya masingmasing serta bekerja keras dengan mengedepankan rasa percaya diri agar semua yang dicita-citakan berhasil. e. Jujur; kejujuran adalah modal kepercayaan orang lain terhadap kita. Dalan aspek kehidupan apapun termasuk dalam memberikan pelayanan wisata terhadap para wisatawan, kejujuran akan rrenumbuhkan rasa simpati. Pada akhirnya kita akan dipercaya dan disenangi, karena mampu memberikan perasaan tenang dan damai kepada mereka. Kita sadari bersama bahwa unsur kenangan ini mampu memberikan berbagai manfaat pada kita semua. Manfaat tersebut, di antaranya adalah :

1) Terbentuknya penghormatan dan penghargaan dari orang lain 2) Terbentuknya citra yarg baik bagi pribadi, masyarakat, dan negara kita; 3) Terciptanya kepuasan bagi diri kita dan terlebih bagi wisatawan; 4) Meningkatkan rasa saling percaya di antara sesama. Marilah kita mulai dengan niat yang ikhlas, sadar, dan penuh percaya diri dengan bekal pengetahuan dan wawasan yang luas untuk merealisasikan suksesnya pembangunan dunia pariwisata Indonesia melalui Program Sadar Wisata dan Sapta Pesona berkat terbentuknya masyarakat yang mampu menjadi Tuan Rumah, yang baik bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Apabila konsep Tiga Serangkai ini dapat dilaksanakan dengan baik, maka hasilnya adalah berkembangnya dunia pariwisata Indonesia. Selanjutnya pergerakan dan penyebaran Wisatawan Nusantara akan berjalan dengan baik dan Wisatawan Mancanegara pun akan datang dan masuk ke

Indonesia. Untuk itu marilah kita semua bersama-sama mewujudkan konsep Tiga Serangkai ini dalam sikap serta aktivitas kita sehari-hari dimanapun berada, baik itu secara langsung maupun tidak langsung ditujukan pada upaya peningkatan prestasi pariwisata Indonesia sekarang dan masa yang akan datang.

BAB IV PENUTUP

Dari uraian dan bab-bab sebelumnya, jelas sekali kita harus mampu berbuat dan bertindak agar pembangunan dan pengembangan pariwisata dapat diwujudkan. Terwujud tidaknya visa dan misi pembangunan kebudayaan dan pariwisata kita terletak pada insan-insan bangsa Indonesia sendiri. Karenanya BUKU SAKU SADAR WISATA DAN SAPTA PESONA ini dapat kiranya dijadikan rujukan dalam mensosialisasikan SAPTA PESONA dan NILAI POSITIF YANG BERSIFAT UNIVERSAL. Berbagai metode dan tekniknya sangat tergantung sekali pada situasi dan kondisi di masing-masing daerah. Dengan modal kerjasama dan kebersamaan semua pihak dalam lapisan masyarakat di seluruh Nusantara, tiga komponen Sapta Pesona aman, tertib, dan bersih dapat tercapai. Hakikat sapta pesona yang tercermin dalam unsur aman, tertib dan bersih yang diungkap

dalam buku ini dapat betul-betul terwujud dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang membantu tersusun dan terbitnya buku saku ini, khususnya kepada Yayasan Arena Komunikasi yang dipimpin Prof. Dr. H. Nina Syam, Dra., M.S.; Pimpinan dan seluruh Staf di lingkungan Subdit Sadar Wisata Direktorat Kemitraan Usaha Parawisata yang telah bekerja sama dengan penuh pengertan dan dedikasi yang tinggi Sernoga buku ini dapat membantu tumbuhnya kesadaran dalam melaksanakan Sapta Pesona dan mengimplementasikan nilai-nilai Sadar Wisata di Bumi Pertiwi.


								
To top