Percobaan Berdasarkan SLACKWARE LINUX Kernel by hcj

VIEWS: 202 PAGES: 13

									Percobaan Berdasarkan SLACKWARE LINUX Kernel
TUGAS 1 Cobalah cat file autoexecution pada computer anda (rc,local) - Disini telah di customize untuk eksekusi ipmaddr (melihat ip address) dan ls

mountpoint

2. Simpan hasilnya pada file anda

3. Jelaskan apa isi dari file tersebut ! - Isi dari file rc.local adalah LOADED FILE Dimana nama nama file yg akan di eksekusi secara otomatis pada saat WARM BOOT Linux.

TUGAS 2 Lihatlah file lilo.conf pada computer anda

2. Berikan penjelasan apa maksudnya. Partisi harddisk yang mengandung boot sector Sistem operasi yang diload secara default oleh lilo jika dalam waktu yang ditentukan user tidak memilih / Berisi file teks yang akan ditampilkan di lilo. Waktu yang diberikan oleh lilo bagi user untuk memilih sistem operasi yang akan diload, dalam satuan. Framebuffer VGA

didalamnya. menekan tombol.

(Image) Berisi direktori + file kernel linux yang akan diload Label dari sistem operasi tersebut Read only / Read write pilihan apakah file sistem akan diload secara read-only dan read-write 3. Ubahlah setting timeoutnya menjadi 200 dan 300, edit menggunakan vi editor, lalu boot ulang computer anda, apakah ada perbedaannya

Timeout 1000  300

4. Kembalikan setting lilo ke defaulnya

Telah di-set ke default

5. Atur default system agar linux menjadi prioritas Default = sLinux

6. Beri komentar -Pengubahan pengubahan pada file lilo.conf Sebaiknya dikerjakan dengan memiliki file back-upnya terlebih dahulu. Karena tak jarang beberapa pengubahan bisa saja mengalami error, dengan demikian kita bisa mengembalikan kembali file yg corrupt tadi dengan file back-up an aslinya. khusunya bagi newbie.

TUGAS 3 Cobalah cat file fstab pada computer anda

2. Simpan hasilnya pada file kerja anda

3. Jelaskan apa isi dari file tersebut !

File ini berisi daftar- daftar partisi yang akan dimount setiap kali linux booting. Pada sistem linux, partisi-partisi di mount atau mudahnya ditempatkan di dalam direktori direktori. Tidak seperti pada dos/windows, yang partisi ditempatkan pada drive-drive, misalnya seperti berikut: Terdapat sebuah harddisk dan berisi dua buah partisi, yang pertama primary untuk sistem windows, yang kedua logical untuk data-data, maka windows secara default akan memount partisi pertama di drive C dan partisi kedua di drive D: Pada sistem linux tidak seperti itu, misal terdapat dua buah partisi yang pertama

primary untuk keseluruhan sistem linux, kemudian, partisi yang kedua berisi windows. Maka partisi pertama akan dimount di sebuah direktori, root atau "/" dan partisi kedua yaitu windows diletakkan di direktori "/mnt/win" misalnya. Perhatian Tanda "/" paling kiri pada /mnt/win', hal tersebut menandakan bahwa partisi kedua dimount di dalam direktori “/” yang direktori "/" itu sendiri adalah partisi pertama. Berarti partisi kedua seolah-olah berada di dalam partisi pertama. Anda tidak perlu bingung dengan hal ini, setelah anda pelajari lebih jauh maka akan mudah. Sebenarnya di windows juga ada mekanisme lain untuk memount sebuah partisi di dalam sebuah direktori, dapat anda, coba di bagian

computer management.
TUGAS 4

Cobalah cat file initab pada computer anda Simpan hasilnya pada file kerja anda Jelaskan apa isi dari file tersebut !

Penjelasan isi file inittab (run level 0-6):  Run level 0 = pada run. level ini tidak ada satu pun proses yang berjalan dan sistem akan berhenti otomatis.  Run level 1 = adalah mode single user, tidak bisa menjalankan lebih dari 1 user. Biasanya digunakan untuk reparasi. Seperti save mode di windows.  Run level 2 = run level ini tidak dipakai. (Namun apabila digunakan, sama seperti run level 3).  Run level 3 = adalah mode full multi user mode, ini adalah run level default. Semua proses standar di load di run level ini kecuali sistem Xwindow. (Default Slackware).  Run level 4 = ini adalah run level yang paling lengkap, multi user + sistem Xwindow. (Session Manager).  Run level 5 = run level ini tidak dipakai. (Namun apabila digunakan, sama seperti run level 3).  Run level 6 = pada run level ini sistem akan melakukan rebooting. Atau restart ulang sistem. Anda dapat melakukan perpindahan run level dengan mengetikkan perintah init disertai dengan noinor run level yang dipilih Contoh: berpindah ke mode multi user + sistem Xwindow InitS

2. Coba ubah default runlevelnya pada kondisi 1,2,3 dan 5.  Pada kondisi Default run level 1

Mode single user, tidak bisa menjalankan lebih dari 1 user. Biasanya digunakan untuk reparasi. Seperti save mode di windows.

 Pada kondisi Default run level 2

Run level ini tidak dipakai. (Namun apabila digunakan, sama seperti run level 3)

 Pada kondisi Default run level 3

Mode full multi user mode, ini adalah run level default. Semua proses standar di load di run level ini kecuali sistem Xwindow. (Default Slackware).

 Pada kondisi Default run level 4

Run level yang paling lengkap, multi user + sistem Xwindow. (Session Manager)

 Pada kondisi Default run level 5

Run level ini tidak dipakai. (Namun apabila digunakan, sama seperti run level 3).

TUGAS 5 Coba isi fle motd sesuai dengan keinginan dengan vi editor lalu simpan, lihat haslnya pada layer setelah login (ingat buat dulu user anda). File motd setelah di edit dengan vi editor, dan kemudian telah disimpan.

File motd setelah di tampilkan.

TUGAS 6 Jalankan dan lihat isi file profile, beri penjelasan ! 1. Isi dari file profile.

Penjelasan :

Shell script yang berlaku untuk seluruh pengguna sistem, file ini akan dijalankan pada saat user login ke sistem. File /etc/HOSTNAME, berperan penting dalam pengubahan – pengubahan settingan script ini. Dan beberapa PATH yang harus diperhatikan apabila ingin mengubahnya. Disarankan back-up terlebih dahulu file profile sebelum di customisasi.

Nama Kelompk : Dwija Putra Tirtana (0715353038) : Agus Purnama Wijaya (0715353039) Kelas :B

Politeknik Negeri Bali
2008-2009


								
To top