Docstoc

MIKRO KREDIT _ TINJAUAN ATAS PERG

Document Sample
MIKRO KREDIT _ TINJAUAN ATAS PERG Powered By Docstoc
					                      MIKRO KREDIT:
          TINJAUAN ATAS PERGULIRAN DANA UNTUK
               PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

                                     Budiman
                        Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma


                                     ABSTRAK
         Program Pengentasan Kemiskinan dilakukan oleh pemerintah secara
    intensif, berdasarkan pengamatan di lapangan hasil yang dicapai belum
    maksimal. Di lingkungan masyarakat, proses produksi dalam perekonomian
    sangat terkait dengan karakteristik keluarga yang melakukan proses tersebut.
    Berdasarkan sejumah kajian teoritis dan data lapangan dikembangkan pola
    perguliran dana bagi pemberdayaan masyarakat : pola mikro-kredit bagi
    pengembangan modal mandiri.

    Kata kunci : mikro-kredit, modal mandiri


PENDAHULUAN                                    pengentasan kemiskinan yang dilakukan
     Banyak program pengentasan kemis-         di tingkat kelurahan, akan tetapi dari segi
kinan yang telah dilakukan oleh pemerin-       hasil, keragaman program tersebut belum
tah. Suyono (2003) mengidentifikasi Pro-       memberikan hasil yang optimal “member-
gram Pemberdayaan Masyarakat antara            dayakan masyarakat” menjadi masyara-
Tahun 1990 – 1999 mencakup program-            kat mandiri. Sejak tahun 1996, menurut
program sebagai berikut :                      hasil identifikasi di lapangan di Kelurahan
a. Inpres Desa Tertinggal, dilaksanakan        Lenteng Agung Kecamatan Jagakarsa
     pada tahun anggaran 1994/1995             Jakarta Selatan, sejumlah program peme-
     sampai dengan 1996/1997                   rintah untuk pengentasan kemiskinan
b. Pemberdayaan Keluarga Sejahtera,            tersebut mencakup (Budiman, 2003a) :
     dimulai pada tahun 1995 dan masih         1. Kukesra, yang dimulai sejak tahun
     dilaksanakan pada tahun 2003                    1996
c. Gerakan Terpadu Pengentasan Ke-             2. PDMDKE, yang dimulai sejak tahun
     miskinan (GERDU-TASKIN), dimulai                1999
     pada tahun 1998                           3. P2KP, yang dimulai sejak tahun 1999
d. Program-program lain yang dilakukan         4. PPMK, yang dimulai sejak tahun
     oleh masing-masing departemen pe-               2001
     merintah, yang masih berlangsung          Semua program terutama melakukan ke-
     pada tahun 2003                           giatan perguliran dana kepada masyara-
e. Program terakhir yang dilaksanakan          kat, khususnya masyarakat miskin, akan
     adalah    Program       Pemberdayaan      tetapi sampai tahun 2003 dua program
     Mandiri, yang dilaksanakan mulai          yang pertama yaitu Kukesra dan
     tahun 2000 sampai tahun 2003.             PDMDKE “vakum” kegiatannya, sedang-
     Di tingkat implementasi lapangan          kan P2KP dan PPMK saat ini masih aktif
juga dapat diidentifikasi sejumlah program     dilaksanakan.

BUDIMAN, MIKRO KREDIT….
1
     Dengan membandingkan kondisi                anggap sebagai rumahtangga keluar-
makro kebijakan pemerintah di tingkat            ga beranggota tunggal.
nasional dan kondisi mikro implementasi     2.   rumah tangga perusahaan. Yang ter-
di tingkat kelurahan maka muncul perta-          golong dalam kategori ini mempunyai
nyaan: bagaimanakah alternatif pola per-         bentuk ruridis yang bermacam-ma-
guliran dana di masyarakat yang                  cam. Ada yang berbentuk perseroan
member-dayakan masyarakat ?                      terbatas, persekutuan komanditer,
Catatan lapang kegiatan (Budiman,                persekutuan dengan firma, perusa-
2003b) juga menunjukkan bahwa masa-              haan perseorangan, perusahaan ne-
lah-masalah yang dihadapi dalam proses           gara, koperasi dan sebagainya.
percobaan perguliran dana di lapangan            Perusahaan dengan singkat kita
menunjukkan perlunya pola alternatif ke-         sebut juga produsen, perusahaan
giatan perguliran dana masyarakat untuk          atau badan usaha.
pemberdayaan masyarakat.                    3.   rumah tangga pemerintah, biasanya
Penulisan bertujuan untuk :                      adalah pemerintah yang diakui.
a. melakukan interpretasi data deskripsi
     yang diperoleh selama kegiatan pem-         Dari sisi lain, dalam perekonomian
     binaan kelompok masyarakat mela-       secara keseluruhan, para pelaku ekonomi
     kukan perguliran mikro-kredit di       dapat dikelompokkan dalam salah satu
     lapang.                                dari kelima kelompok besar yang ada
b. menyusun alternatif pola perguliran      dalam suatu perekonomian (Nellis dan
     dana mikro-kredit di masyarakat ber-   Parker, 2000:49), yaitu:
     dasarkan gambaran hasil yang diper-    1. sektor rumah tangga
     oleh dalam proses pembinaan pergu-     2. sektor perusahaan
     liran dana di kelompok masyarakat.     3. sektor pemerintahan
     Pembahasan akan dilakukan berda-       4. sektor jasa keuangan
sarkan tinjauan pustaka dan data lapang-    5. sektor luar negeri
an yang diperoleh di Kelurahan Lenteng      Pada sektor rumah tangga keluarga, pola
Agung sejak tahun 2001 sampai dengan        aktivitas ekonomi tertentu yang sedikit
Mei 2003. Pengamatan dilakukan pada         banyak dipengaruhi oleh sistem pereko-
kelompok mikro-kredit masyarakat yang       nomian yang berlaku adalah (Soediyono,
dibina oleh Tim Asistensi Teknis (TAT)      2000:4):
Lembaga Pengabdian kepada Masyara-          1. menjual atau menyewakan sumber-
kat (LPM) Universitas Gunadarma.                 sumber daya yang mereka miliki de-
                                                 ngan mendapatkan pendapatan yang
                                                 dapat berupa upah, gaji, sewa,
PEMBAHASAN                                       bunga atau laba sebagai hasil
Ekonomi, Produksi, dan Keluarga.                 penjualan atau hasil persewaan
Secara teoritis dalam satu negara, pela-         sumber-sum-ber daya mereka
ku-pelaku ekonomi terdiri atas (Soedi-
yono, 2000:4):                              2.   membayar pajak
                                            3.   membeli dan mengkonsumsi barang-
1.   rumah tangga keluarga. Dalam litera-        barang dan jasa-jasa pribadi yang
     tur kelompok pelaku ekonomi keluar-         dihasilkan oleh rumah-rumah tangga
     ga biasa disebut sebagai household,         perusahaan
     dan dapat berupa organisasi keluar-    4.   memanfaatkan jasa pemakaian ba-
     ga atau dapat pula berupa orang             rang-barang dan jasa-jasa publik
     perorangan. Orang perorangan kita           yang disediakan oleh pemerintah.


2                         JURNAL EKONOMI & BISNIS NO. 1, Jilid 8, Tahun 2003
                                                     Rumahtangga atau keluarga merupa-
Kinerja usaha ditentukan oleh produksi          kan salah satu penyumbang pada sektor
yang berupa cara sumberdaya digunakan           produksi, minimal sebagai tenaga kerja.
untuk menghasilkan produk perusahaan            Untuk dapat meningkatkan atau mengem-
(Pappas, 1983 : 201). Secara matematik,         bangkan kesempatan kerja maka faktor-
produksi dapat dilihat dari fungsi produksi:    faktor berupa produktivitas, pertumbuhan
Q = f {X,Y} dimana: Q = jumlah produk           ekonomi, profitabilitas dan investasi. Hu-
yang dihasilkan, X dan Y = input (Pappas,       bungan antara keempat faktor tersebut
1983:202). Bentuk produk yang dihasilkan        dapat di lihat pada gambar lingkaran per-
dapat berupa barang dan jasa.                   tumbuhan kesempatan kerja (Nellis dan
                                                Parker, 2000:34) berikut:


                                       Produktivitas



                                                                  Pertumbuhan
          Investasi                                                 Ekonomi




                                      Profitabilitas



Pemberdayaan Masyarakat.                        secara umum. Kapabilitas masyarakat
Rowlands (dalam Eade, 1996:87) menge-           diukur de-ngan menghitung seberapa
mukakan bahwa pemberdayaan berkaitan            besar ke-mampuan masyarakat untuk
dengan proses menjadikan manusia yang           memenuhi atau tidak memenuhi berbagai
berada di luar proses pengambilan kepu-         kebutuhan yang mereka anggap penting
tusan masuk ke dalam proses tersebut.           atau dibu-tuhkan dalam kehidupannya.
Pemberdayaan merupakan proses di                Kemiskinan, kemudian, dilihat sebagai
mana masyarakat menjadi sadar ter-              penurunan       ka-pabilitas   (capability
hadap keinginan/kebutuhannya dan ba-            deprivation). Seseo-rang dikatakan miskin
gaimana hal tersebut, dalam kaitannya           jika dia tidak mam-pu untuk melakukan
dengan orang lain, dapat membuatnya             berbagai hal yang mereka anggap
berpartisipasi dengan posisi yang lebih         penting untuk mereka lakukan atau
kuat dalam proses pengambilan kepu-             mereka capai.
tusan sehingga dapat mempengaruhi                    Agar proses pemberdayaan dapat
keputusan yang diambil tersebut. Sen            terwujud, seperti yang dikemukakan oleh
(dalam Marris, 1999:24) mengemukakan            Rowlands (dalam Eade, 1996 : 87), maka
bahwa daripada memandang kemiskinan             proses pemberdayaan itu mencakup
dari sisi pendapatan atau pemenuhan             perubahan masyarakat dari hanya
sejumlah kebutuhan barang maka akan             sekedar melakukan pemikiran menjadi
lebih baik jika kemiskinan dilihat dari         tindakan nyata yang dapat dirasakan
sudut pandang pencapaian kapabilitas            manfaatnya oleh masyarakat yang terlibat
keluar-ga/masyarakat,    yang     dapat         di dalamnya. Oleh karena itu, pember-
disamakan dengan konsep kualitas hidup          dayaan dalam konteks pengentasan

BUDIMAN, MIKRO KREDIT….
3
kemiskinan merupakan tindakan bukan         1.   transparan (transparent)
hanya pemikiran, sebuah tindakan yang       2.   bertanggungjawab (accountable)
membuat masyarakat miskin menjadi           3.   menguntungkan (profitable)
terlibat dalam proses penentuan terkait     4.   berlanjut (sustainable)
kehidupannya. Pemberdayaan berkaitan        5.   dapat diperluas (replicable).
dengan individu dan kelompok secara
bersamaan, individu yang berdaya akan       Dalam literatur yang lain, McVay
menimbulkan kelompok yang berdaya           (1997:17-29) mengemukakan beberapa
pula. Dari sisi praktis, pemberdayaan       ukuran untuk mengukur keberhasilan se-
merupakan sebuah proses, yang dalam         buah lembaga jasa pelayanan usaha
tingkat         tertentu       mencakup     (Business Development Service, BDS),
pengembangan         pribadi  dan    juga   terdiri atas:
mencakup tindakan yang nyata bukan          1. Skala (scale), yaitu jumlah orang
sekedar hanya pemikiran. Oleh karena itu         yang dilayani
program pemberdayaan akan menjadi           2. Luas layanan (outreach) yaitu: pa-
lebih baik jika dilakukan menggunakan            sar yang belum terlayani, khususnya
proses partisipatif dari masyarakat yang         adalah masyarakat miskin
dijadikan kelompok sasaran sehingga         3. Dampak (impact) yaitu: perbaikan
berkelanjutan. Dalam implementasinya,            yang dicapai berupa perbaikan kehi-
terutama dalam tahap awal diperlukan             dupan masyarakat melalui pengen-
intervensi pihak luar-masyarakat sebagai         tasan kemiskinan dan pertumbuhan
pembimbing untuk melihat potensi-                usaha
potensi masyarakat dan kemudian             4. Efektivitas-biaya     (cost-effective-
membinanya           sehingga      dapat         ness) yaitu: biaya terendah yang
memanfaatkan potensi tersebut sebagai            dikeluarkan   untuk    pelaksanaan
kekuatan untuk membangun diri menjadi            program
masyarakat yang mandiri.                    5. Keberlanjutan (sustainability) yaitu:
      Salah satu aspek penting dari pola         jaminan dalam jangka panjang akan
pemberdayaan masyarakat untuk pe-                pelayanan dan keuntungan yang
ngentasan kemiskinan adalah melibatkan           terus-menerus
pola pengelolaan dana yang baik, yang
aplikatif dan yang tepat-guna. Semuanya         Dengan memenuhi ciri-ciri program
merupakan perpaduan antara pola pen-        pemberdayaan seperti yang telah diurai-
danaan masyarakat dari luar masyarakat      kan di atas maka diharapkan program ter-
dan pola pengelolaan masyarakat dari        sebut akan mampu membantu masyara-
dalam masyarakat itu sendiri. Semua hal     kat untuk keluar dari kondisi kemis-
tersebut terkait dengan ciri masyarakat     kinannya.
dalam mengelola dana bagi kepentingan
konsumsi, baik masyarakat sebagai unit-     Perguliran Dana untuk Pemberdaya-an
unit keluarga maupun sebagai satu           Masyarakat: Alternatif Pola dan Data
kelompok yang merupakan bagian dari         Lapangan.
organisasi masyarakat. Untuk dapat me-          Dengan didasarkan pada uraian
lakukan pola pengelolaan dana tersebut      Sumodiningrat (2001) dan McVay (1997)
maka perlu diperhatikan indikator-indika-   di atas maka dapat ditentukan indikator
tor keberhasilan program pemberdayaan.      berhasil atau tidaknya pola perguliran
Sumodiningrat (2001:23) mengemukakan        dana yang dilakukan, yaitu mencakup ciri
bahwa program pemberdayaan yang baik        :
bersifat :


4                         JURNAL EKONOMI & BISNIS NO. 1, Jilid 8, Tahun 2003
1.   transparan, artinya semua yang ter-      dana mikro-kredit dapat memenuhi
     libat dalam proses tersebut dapat        semua kriteria yang dibutuhkan untuk
     mengetahui       perkembangan      ke-   dapat menggagas dan mewujudkan
     uangan yang digulirkan                   perekono-mian masyarakat yang mandiri.
2.   bertanggungjawab, artinya perguliran     Diakui bahwa masih ada masalah-
     dikelola oleh orang-orang yang dapat     masalah pengelolaan yang muncul,
     dipercaya oleh masyarakat dan ma-        seperti adanya tunggakan peminjam dari
     syarakat juga mempunyai kontrol          10 orang pe-serta. Ada 2 yang melakukan
     atas pengelolaan perguliran yang         tunggakan atau adanya penyimpangan
     dilaksanakan                             dari skema yang seharusnya dari 10
3.   menguntungkan, artinya semua yang        orang menjadi hanya 9 orang, akan tetapi
     terlibat dapat memperoleh manfaat,       masalah-masalah       tersebut     dapat
     khususnya keuntungan materi,             ditangani. Adanya masalah di lapangan
4.   berlanjut, artinya proses tersebut       juga menunjukkan bahwa pola perguliran
     dapat dilakukan secara terus-mene-       dana itu lancar, akan tetapi kelancaran
     rus dalam jangka panjang                 perguliran bukan berarti bahwa seluruh
5.   dapat diperluas, artinya pola yang       proses yang harus dilakukan telah
     dilakukan dapat dijadikan contoh bagi    dilakukan, kelancaran ter-jadi karena
     pihak lain                               adanya faktor penunjang yang lain.
6.   skala, artinya ada luasan target ter-
     tentu, apakah dalam bentuk daerah
     atau wilayah atau lainnya, yang dija-
     dikan sasaran bagi pola perguliran
7.   dampak, artinya dalam jangka pan-
     jang terjadi perubahan yang positif
     terhadap target yang ditentukan
8.   efektivitas, artinya pengelolaan dila-
     kukan dengan biaya yang rendah.

     Dari ke delapan formulasi tersebut,
maka dapat ditentukan tiga ciri yang
harus dipenuhi oleh pola mikro-kredit bagi
pemberdayaan masyarakat yang akan
dilaksanakan, yaitu :
1. kelompok dapat mengembalikan pin-
     jaman yang diperolehnya dari pihak
     luar
2. kelompok dapat memperoleh modal
     mandiri (kelompok) setelah pinjaman
     dari luar tersebut dikembalikan
3. kelompok dapat melakukan akumula-
     si modal-mandiri yang telah diper-
     olehnya sehingga terjadi pertambah-
     an modal bagi kelompok dalam jang-
     ka panjang.

    Dari data lapangan (Budiman,
2003b), ke tiga ciri bagi pola perguliran

BUDIMAN, MIKRO KREDIT….
5
PENUTUP                                    _______, 2003b, Catatan lapang 15
     Dari data lapangan dan tinjauan           April, 22 April, 19 Mei dan 21 Mei
teoritis dapat dilihat bahwa pola              2003 (tidak dipublikasikan), Lembaga
perguliran dana menggunakan skema              Pengabdian kepada Masyarakat
mikro-kredit untuk program pengentasan         (LPM)     Universitas    Gunadarma,
kemiskinan merupakan program yang              Jakarta.
dapat dilakukan di lapangan. Meskipun
data lapangan yang digunakan masih         McVay, Mary, June 1999, Measuring BDS
belum banyak akan tetapi terlihat bahwa         Performance        –    a    summary
perguliran dana menggunakan mikro-              framework, dalam Small Enterprise
kredit merupakan pola yang berprospek           Development Vol 10 No 2:hal. 17-
cerah untuk dikem-bangkan.                      29.
Ciri dari pola perguliran dana untuk       Nellis, Joseph G. dan David Parker, 2000,
pemberdayaan masyarakat bisa menca-             The Essence of The Econo-my:
kup hal-hal berupa: pengembalian pin-           Ekonomi (terj.), Penerbit ANDI,
jaman dari pihak luar, terjadinya modal         Yogyakarta.
mandiri masyarakat, dan terjadinya aku-    Pappas, James L., Eugene F. Brigham,
mulasi dari modal mandiri masyarakat            Mark Hirschey, 1983, Managerial
                                                                th
tersebut.                                       Economics, 4 ed., Holt Saunders
     Dari data-data lapangan juga perlu         International Editions, Japan.
dilihat bahwa kita perlu melakukan kaji-   Parkin, Michael dan Robin Bade, 1995,
ulang dan kaji-tindak untuk menentukan          Modern MacroEconomics, 4th ed.,
apakah pola perguliran yang telah               Prentice      Hall     Canada     Inc.
dilakukan sekarang memang benar                 Scarborough, Ontario.
“tepat-guna”.                              Rowlands, Jo, 1996, Empowerment
                                                Examined, dalam Deborah Eade
DAFTAR PUSTAKA                                  (ed.) Development and Social
Budiman, 1999, Laporan Pelaksanaan              Diversity, Oxfam, UK, hal. 86 – 92.
    Kegiatan     Pengabdian    Kepada      Sen, Amartya, 1999, dalam Marris, Robin,
    Masyarakat (PKM) Kuliah Kerja               1999, Ending Poverty, Thames &
    Nyata Usaha (KKNU) dan Magang               Hudson, Slovenia.
    Kewirausahaan (MKU) 31 Agus-tus        Soediyono        Reksoprayitno,      2000,
    1998 s/d 31 Januari 1999 (tidak             Pengantar Ekonomi Mikro : Edisi
    dipublikasikan),    Lembaga     Pe-         Millenium, BPFE Yogyakarta.
    ngabdian kepada Masyarakat (LPM)       Sumodiningrat, Gunawan, 2001, Kepe-
    Universitas Gunadarma, Jakarta.             mimpinan       dan     Pemberdayaan
_______, 2003a, Laporan Pelaksa-naan            Ekonomi Rakyat, Pidato Pengu-
    Kegiatan Pengabdian Kepa-da                 kuhan Guru Besar pada Fakultas
    Masyarakat (PKM) : Identifikasi             Ekonomi       Universitas      Gadjah
    Pelaksanaan Pemberdayaan Ma-                Mada, Yogyakarta.
    syarakat di Kelurahan Lenteng          Suyono, Haryono, 2003, Catatan Ring-
    Agung, Kecamatan Jagakarsa,                 kas Tentang Pokok-Pokok Prog-
    Jakarta Selatan (tidak dipublika-           ram Terpadu untuk Pengentasan
    sikan), Lembaga Pengabdian kepada           Kemiskinan, makalah disampaikan
    Masyarakat       (LPM)   Universitas        pada Acara Pertemuan Seri Diskusi
    Gunadarma, Jakarta.                         Panel Pengentasan Kemiskinan dan
                                                Arah Kebijakan dalam Era Pem-


6                        JURNAL EKONOMI & BISNIS NO. 1, Jilid 8, Tahun 2003
   bangunan di Indonesia, Jakarta, 06   Mei 2003.




BUDIMAN, MIKRO KREDIT….
7

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:111
posted:11/27/2009
language:Indonesian
pages:7