Docstoc

1 PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA

Document Sample
1 PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA Powered By Docstoc
					PETUNJUK TEKNIS PENILAIAN ANGKA KREDIT STATISTISI (Lampiran Keputusan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 147 Tahun 2003 Tanggal 2 Desember 2003) I. PENDAHULUAN

Petunjuk Teknis Penilaian Angka kredit Statistisi ini dimaksudkan untuk menjadi pedoman yang lebih rinci bagi Statistisi, anggota Tim Penilai, dan Pejabat lain yang berkepentingan agar terdapat kesatuan pengertian dan pemahaman dalam pelaksanaan penilaian kegiatan Statistisi dan angka kreditnya dari Pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional Statistisi pada instansi Pemerintah di pusat dan di daerah.

Dalam Keputusan ini diatur tentang kegiatan statistisi yang dapat dinilai dalam rangka pelaksanaan Jabatan Fungsional Statistisi dan angka kreditnya pada unit kerja statistik instansi pemerintah di pusat dan daerah.

II.

PENJELASAN UMUM 1. Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. 2. Analisis Statistik adalah penelaahan dan penguraian atas data hingga mengahasilkan simpulan-simpulan. 3. Analisis Statistik Sederhana adalah penelaahan dan penguraian atas tabel dan atau grafik sederhana hingga memberikan gambaran yang jelas. Contoh : analisis tabel atau grafik.

4.

Analisis Statistik Mendalam adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian dengan menggunakan metode statistik inferens untuk memperoleh gambaran yang tepat.

5.

Analisis Statistik Deskriptif Satu Sektor adalah penguraian suatu sector atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri untuk memperoleh gambaran yang tepat.

1

6.

Analisis Statistik Deskriptif Lintas ektor adalah penguraian beberapa sector dan berbagai bagiannya serta penelaa han sector itu sendiri maupun hubungan antar sector untuk memperoleh gambaran yang tepat.

7.

Analisis Statistik/Analtik Satu Sektor adalah penelaahan dan penguraian secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.

8.

Analisis Statistik/Analitik Lintas Sektor adalah penelaahan dan penguraian secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data lintas sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.

9.

Pengembangan Statistik adalah memajukan statistik yang meliputi : a. konsultasi statistik; b. pengarahan statistik; c. penyebarluasan statistik; dan d. pengembangan metode atau system statistik

10.

Statistik Kelembagaan adalah statistik yang diselenggarakan oleh badan, instansi pemerintah maupun swasta.

11.

Konsultasi statistik adalah suatu kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembagaan.

12.

Pengarahan statistik adalah suatu kegiatan memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik dengan materi yang sudah disiapkan sebelumnya.

13.

Penyebarluasan statistik adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan suatu kegiatan statistik baik yang akan dilaksanakan maupun yang telah dilaksanakan.

14.

Inovasi metode statistik adalah melakukan suatu terobosan/penemuan baru metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sebelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan meningkat kualitas metode statistik yang berbeda dari yang sudah ada atau yang sudah dikenal sbelumnya dimana hasil inovasi tersebut diharapkan dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas metode statistik

2

15.

Sensus adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan semua unit populasi di suatu daerah tertentu untuk memperoleh karekteristik suatu populasi pada saat tertentu.

16.

Survei adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel untuk memperkirakan karekteristik suatu populasi pada saat tertentu.

17.

survey Terstruktur adalah cara pengump ulan data yang dilakukan dengan daftar pertanyaan yang telah ditentukan dan alternative jawaban yang sudah tersedia. a. Survei terstruktur sederhana (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) b. Survei terstruktur sedang (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) c. Survei terstruktur komplek (lebih dari 8 halaman)

18.

In-depth interview adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan sampel dengan menggunakan daftar inti pernyataan dimana semua informasi yang akan dikumpulkan harus dikembangkan sendiri oleh pewawancara in-depth interview ini dibedakan dalam tiga tingkatan yaitu : a. In-depth interview sederhana adalah cara pengumpulan data primer yang menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan pertanyaannya terbatas pada pola piker yang telah diberikan. b. In-depth interview sedang adalah cara pengumpulan data primer yang menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan pertanyaannya terbatas pada pola piker yang telah diberikan dan memerlukan perhitungan tersendiri dalam pengumpulan datanya. c. In-depth interview komplek adalah cara pengumpulan data primer yang menggunakan kuesioner in-depth interview dengan pengembangan pertanyaannya berdasar kerangka teori tertentu yang telah dikuasai oleh pencacah.

19.

Pengamatan atau Obsevasi adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, pengalihan dan perhitungan.

20.

Data administrasi adalah catatan administrasi yang ada pada pemerintah atau swasta, lembaga atau perorangan.

3

21.

Kompilasi data administrasi adalah cara pengumpulan data pemungutan data administrasi pada satu atau beberapa

melalui instansi

pemerintah/lembaga. 22. 23. Obyek Statistik adalah sasaran dari suatu kegiatan pengumpulan data. Wilaya obyek statistik sensus/survey adalah wilayah geografisyang

mempunyai batas-batas yang jelas yang dipakai sebagai dasar penelitian. Wilayah ini bisa berupa wilayah dalam pengertian administrative, seperti : RT ataupun RW maupun wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian, seperti: segmen atau blok sensus. 24. Wilayah kerja adalah wilayah yang menjadi beban tugas seorang pejabat statistisi, bisa berupa wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian. 25. Non wilayah kerja adalah wilayah tugas seorang pejabat statistisi yang bukan berdasarkan wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian. 26. Kerangka penarikan sampel adalah daftar yang berisi nama wilayah kerja/perusahaan/kepala rumahtangga/ obyek statistik lainnya dengan

beberapa identitas pokok sebagai dasar dalam penarikan sampel. 27. Mengkaji adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/permasalahan secara lebih dalam, dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk meningkatkan mutu dari kegiatan yang sedang dikaji. 28. Mengevaluasi adalah melakukan penilaian dari suatu kegiatan yang telah dilakukan dengan tujuan dapat memberikan masukan perbaikan dari kegiatan yang sedang dievaluasi. 29. Kerangka kegiatan analisis adalah suatu bagan atau alur tahapan kegiatan analisis dengan tujuan menyeragamkan dan mempermudah atau

memperlancar kegiatan tersebut. 30. Indikator dan ukuran statistik adalah angka yang menunjukan cirri suatu populasi. 31. Peta adalah gambar atau lukisan pada kertas atau lainnya yang menunjukan letak tanah, laut, sungai, gunung, arah mata angina, dsb; denah; reprensentasi

4

melalui gamb ar dari suatu daerah yang menyatakan sifat-sifatseperti batsan daerah, sifat permukaan. 32. Sketsa peta wilayah obyek statistik (peta analog) adalah peta yang dibuat secara manual dengan mengamati langsung ke obyek yang akan digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak. 33. Peta Termatik adalah peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan sensual, survey, data sekunder atau hasil observasi, informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau symbol dari penduduk, hewan, hasil pertanian atau lainnya. 34. Peta Digital adalah peta yang tediri dari sekumpulan file yang memuat unsur dasar pembuatan peta, yaitu titik, garis, serta ruang dimana masing-masing unsur dasar pembuatan peta tersebut sudah ditandai sesuai dengan kode wilayah administrasi yang tersimpan dalam media computer. 35. Monografi adalah penyajian informasi hasil kegiatan sensus, survey, data sekunder atau hasil observasi dalam bentuk tabel atau grafik melalui media dinding dalam tampilan yang mudah dilihat atau dibaca. 36. Peta Indeks adalah peta yang menapilkan urutan sistemtik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi. 37. Rancangan jadwal Kegiatan adalah rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi melakukan kegiatan sensus/survey, kompilasi data

administrasi dan obsevasi yang akan dilak ukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan.

III.

KEGIATAN YANG DAPAT DINILAI DAN DIBERIKAN ANGKA KREDIT

A. UNSUR KEGIATAN UTAMA 1. UNSUR PENDIDIKAN a. Pendidikan Sekolah dan Memperoleh Gelar/Ijazah PEndidikan sekolah dimasudkan adalah pendidikan formal baik di dalam maupun di luar negeri pada Sekolah Lanjutan Tingkat atas atau

5

perguruan tinggi atau setara yang terakreditasi oleh Departemen Penidikan Nasional.

Untuk pengangkatan pertama, gelar/ijazah diberikan angka kredit sebesar 25 untuk SLTA dan Diploma I, 40 untuk Diploma II, 60 untuk Diploma III, 75 untuk S1, 100 untuk S2, dan 150 untuk S3. Sedangkan Statistisi yang memperoleh gelar jejang pendidikan lebih tinggi setelah ia diangkat sebagai statistisi, angka kredit yang diberikan adalah selisih antara angka kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut dengan angka kredit ijazah yang pernah dilai sebelumnya.

Contoh:

Ahmad, Statistisi Pelaksana Pemula, dengan angka kredit SLTA pada pengangkatan pertama sebesar 25. Dalam masa jabatan Statistisinya , dia berhasil memperoleh ijazah D-III, maka ybs memperoleh tambahan angka kredit dari pendidikan sebanyak 60-25 = 35.

Bukti fisik :

1. Fotocopy ujazah dan transkip (daftar nilai dari matakuliah yang dilegalisir oleh instansi yang berwenang sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku bagi pengangkatan pertama

angkakredit. 2. Fotocopy Surat Tugas atau Ijin Belajar bagi Statistisi yang meningkatkan pendidikan.

b. Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional/Penjenjangan di Bidang Statistik dan Memperoleh Surat Tanda tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP). Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Fungsional Statistisi terdiri dari :

6

-

Diklat Fungsional yang bersifat wajib dengan tujuan untuk memenuhi kompetensi jabatan Statistisi pada pengangkatan pertama (Kursus Statistik Dasar dan Kursus Statistik Lanjutan), dan

-

Diklat Teknis yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi di bidang Statistik.

Bukti fisik :

STTPP yang dikeluarkan oleh penyelenggara diklat terakreditasi dan surat penugasan mengikuti diklat.

Dasar Pemberian Angka Kredit : Kepada Statistisi yang telah menyelesaikan diklat bidang statistik, sebagaimana Lampiran 1 Kep MenPAN No. 37/KEP/M.PAN/4 2003, diberkan angka kredit yang bersarnya tergantung kepada jumlah jam pelajaran (1jam pelajaran + 45 menit) yaitu :

a. Lebih 960 jam pelajaran memperoleh 15 angka kredit; b. 641- 960 jam pelajaran memperoleh 9 angka kredit; c. 461- 640 jam pelajaran memperoleh 6 angka kredit; d. 161- 460 jam pelajaran memperoleh 3 angka kredit; e. 81 - 160 jam pelajaran memperoleh 2 angka kredit; f. 31 – 80 jam pelajaran memperoleh 1 angka kredit;

g. 10 – 30 jam pelajaran memperoleh 0,5 angka kredit;

Apabila dalam STTPP lamanya pendidikan hanya tertulis dalam satuan hari, maka satu hari diperhitungkan + 8 (delapan) jam.

2. PENYEDIAAN DATA DAN INFORMASI STATISTIK 2.1.STATISTISI TERAMPIL

7

a. Sensus /Survei (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Sensus/Survei : (a) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0,08) (b) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0,2) (c) Statistisi Penyelia (Angka Kredit) 0,4)

Jadwal

kegiatan

sensus/survey

dimaksud

adalah

membuat

rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survey yang akan dilakukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni, semester II: Juli s/d Desember). Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan sensus/survey. Contoh :

Sutjipto, Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan sensus/survey semester 1 tahun 2003. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0.80.

(2) Merancang dan Menentukan Sampel Wilayah Kerja Survei di Bidang : (a). Penyiapan Data Input (Angka Kredit 1,08, Statistisi Penyelia) Menyiapkan data input yang memenuhi kreteria yang ditentukan dengan menggunakan metode statistik untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menetukan sampel wilayah kerja. Bukti fisik :

Laporan penyiapan Data input.

8

Contoh : Dalam rangka survey minat baca murid sekolah dasar, Purwanto, Statistisi Penyelia pada Dinas Pendidikan

Kabupaten Madiun ditugaskan untuk menyusun data fasulitas perpustakaan SD menurut desa, untuk dijadikan data input wilayah kerja. Dari 80 desa yang ada di Kabupaten Madiun, terdapat 50 desa yang SD-nya memiliki fasilitas perpustakaan, dalam hal ini Purwanto mendapatkan angka kredit sebesar 1,08. (b) Penarikan Sampel (Angka Kredit 0,38, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Menentukan sampel wolayah kerja sesuai dengan metode statistik yang telah ditentukan. Bukti fisik:

Laporan Penarikan Sampel.

Contoh :

Fajar Handayani, Statistisi Pelaksana Lanjutan, telah menarik sampel desa dalam rangka survey minat baca di kalangan murid sekolah dasar di Kabupaten Madiun, maka Fajar Handayani memperoleh angka kredit sebesar 0,38.

(c) Memeriksa hasil Penarikan Sampel Wilayah Kerja Survei (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia) Meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja dimaksud sudah sesuai dengan metode yang telah ditentukan setelah sampel wilayah kerja suatu kegiatan survey ditentukan.

Bukti fisik:

9

Laporan pemeriksaan penarikan sampel

Contoh :

Ahmad, Statistisi Penyelia di Kabupaten madiun, memeriksa hasil penarikan sampel yang dilakukan oleh Fajar Handayani, maka Ahmad memperoleh angka kredit sebesar 0,06.

(3) Memeriksa Hasil Penarikan Sampel Wilayah Kerja Survei (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia)

Meneliti dan memeriksa apakah sampel wilayah kerja dimaksud sudah sesuai dengan metode yang telah ditentukan setelah sampel wilayah ker ja suatu kegiatan survey ditentukan.

Bukti fisik : Laporan pemeriksaan penarikan sampel

Contoh: Ahmad, Statistisi Penyelia di Kabupaten Madiun, memeriksa hasil penarikan sampel yang dilakukan oleh Fajar Handayani, maka Ahmad memperoleh angka kredit sebesar 0,06.

(4)

Mengatur Alokasi Dokumen Sensus/Survei: a. Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0,004, Statistisi Pelaksana) b. Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pelaksana Lanjutan) c. Tingkat Propinsi (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penye lia)

Pengaturan dokumen sensus/survey yang akan digunakan dalam kegiatan sensus/survey tingkat kecamatan, Kabupaten/kota dan

10

tingkat propinsi yang meliputi penghitungan kebutuhan dokumen dan membuat daftar alokasi dokumen sesuai dengan beban tugas masing- masing wilayah kerja. Dengan demikian bagi Statistisi yang berkedudukan di pusat, dapat membuat alokasi dokumen pada tingkat propinsi atau kabupaten/kota atau kecamatan. Sedangkan Statistisi yang berkedudukan pada tingkat Kecamatan, hanya dapat membuat alokasi dokumen pada tingkat kecamatan. Penghitungan angka kredit untuk kegiatan ini berdasrkan jenis dokumen yang dialokasikan, bukan berdasarkan jumlah

dokumennya.

Bukti fisik : Daftar alokasi dokumen per wilayah.

Contoh:

Sutrisno, Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Ngestiharjo, Kabupaten Bantul telah mengatur alokasi dokumen survey. Dokumen yang dialokasikan sebanyak 500 kuesioner di

Kecamatan Ngestihajo, terdiri dari 250 dokumen Daftar-1 150 dokumen kredit sebesar 3 x 0,004 = 0,012.

(5) Merekrut Petugas Pelaksana Sensus/Survei: a. Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pelaksana Lanjutan b. Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,03, Statistisi Penyelia)

Merekrut petugas pelaksana sensus/survey adalah mencari dan menyeleksi secara langsung petugas yang akan terlibat dalam

11

pengumpulan data tiap kegiatan sensus/survey baik pada tingkat kecamatan maupun kabupaten/kota

Bukti fisik:

Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasi per wilayah.

Contoh:

Andi Kumia, Statistisi Penyelia pada BPS Kota Makasar telah merekrut petugas yang akan diterjunkan pada kegiatan Survei Sosial Ekonomi Nasional Kota Makassar. Petugas yang direkrut sebanyak 30 orang, maka Andi Kurnia mendapat angka kredit sebesar 30 x 0,03 = 0.9.

(6) Memberikan Pelatihan Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur bagi: a. Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0,02, Statistisi Penyelia) Melatihan pemeriksa/pengawas kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner tersturktur untuk dapat melakukan pemeriksaan atau pengawasan suatu kegiatan pencacahan atau pengolahan sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik:

Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegasir atau surat tugas.

12

Isnaini Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Sumatera Barat telah melatih petugas pemeriksa/pengawas Survei Sosial Ekonomi Nasional selama 4 hari di Padang dengan jumlah jam latihan 8 jam perhari. Dengan bukti fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas pelatihan maka Isnaini mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 0,02 = 0,64 b. Petugas Pencacahan ( Angka Kredit 0,01, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melatih petugas pencacah sensus/survey atau pengolah hasil sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk dapat melakukan pengumpulan data atau pengolahan kegiatan sensus/survey sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Bukti Fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas Contoh: Ajat Sudrajat, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Garut ditugaskan untuk melatih petugas pengolah hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional di garut selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 4 jam perhari, maka Ajat Sudrajat mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 4 x 0,01 = 0,16 (7) Memberikan Pelatihan Survei In Depth Interview bagi Petugas Pencacah (angka Kredit , Statistisi Penyelia)

Melatih petugas pencacah untuk dapat melakukan pencacahan dengan in-depth interview (teknik wawancara mendalam) tingkat sederhana atau sedang sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyyan sesuai dengan tujuan pelaksanaan sensus/survey

13

Bukti Fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surta tugas

Contoh : Nurhadi, Statistisi Penyelia pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur ditugaskan untuk melatih petugas survey in-depth interview Persepsi Konsumsi Kopi di Surabaya selama 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam perhari. Dengan demikian maka Nurhadi mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0,02 = 0.32 (8) Mengikuti Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur sebagai : (a) Koordinator Teknis (Angka Kredit 0,02, Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan coordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan .

Bukti fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh : Nona Niode, Statistisi Penyelia pada BS Propinsi Gorontalo ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis Survei Sosial Ekonomi Nasional di Gorontalo selam 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 10 jam per hari, maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 10 x 0,02 = 0,4

(b)

Pemeriksa/Pengawas Pelaksana Lanjutan)

(Angka

Kredit

0,01,

Statistisi

14

Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas agar mampu lapngan memeriksa/mengawasi atau pengolahan hasil jalannya pelaksanaan yang

sensus/survey

dilakukan oleh petugas pelaksana

Bentuk fisik : Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas

Contoh : Ahmad Saleh, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Sumbawa ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas Survei Sosial Ekonomi

Nasional di Mataram selama 2 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jan per hari, maka Ahmad Saleh mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0,01 = 0,16 (c) Pelaksana (Angka Kredit 0,004, Statistisi Pelaksana) Mengikuti pelatihan sebagai pelaksana sensus/survey atau pengolah hasil sensus/survey agar mamapu melaksanakan pencacahan lapangan atau pengelohan hasil sensus/survey.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh : Ngadimun, Statistisi Pelaksana pada kecamatan Duren Sawit, BPS kota Jakarta Timur, ditugaskan untuk mnegikuti pelatihan sebagai pelaksana pendataan Pedagang Kaki Lima selam 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam

15

per hari, maka Ngadimun mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0,004 = 0,128 (9) Mengikuti Pelatihan Survei In-depth Interview sebagai : (a) Pemeriksa/Pengawas Penyelia) Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas survey in-depth interview agar mampu memeriksa atau mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan surevei in depth interview yang dilakukan oleh petugas pelaksana (Angka Kredit 0,02, Statistisi

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas

Contoh : Sigit Budoyo, Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi D.I. Yogyakarta ditigaskan untuk mengikuti pelatihan sebagain pemeriksa/pengawas in depth interview masalah

kemiskinan di Yogyakarta selama 4 hari dengan jumlah jam pelatihan 8 jam per hari, maka Sigit Budoyo mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0,02 = 0,64 (b) Pelaksana Lanjutan) Mengikuti pelatihan sebagai pelaksana in-depth interview sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan pelaksanaannya. (Angka Kredit 0,01 Statistisi Pelaksana

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas

16

Conto h: Neti, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Sleman ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pelaksana in-depth interview masalah Narkoba di

Yogyakarta selama 3 hari dengan jumlah jam pelatihan 7 jam per hari, maka Neti mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 7 x 0,01 = 0,21 (10) Membuat Kerangka Penarikan Sampel untuk : (a) Perusahaan/Lembaga Pelaksana Lanjutan) Membuat suatu daftar yang berisi atau memuat nama dan alamat perusahaan/lembaga pada wilayah tertentu yang akan dijadikan obyek penelitian suatu survey. Kerangka tersebut akan digunakan sebagai dasar penarikan sample terpilih dengan metode penarikan sample tertentu. (Angka Kredit 0,08 statistisi

Bentuk Fisik: Laporan pembuatan kerangka sample

Contoh: Irwanto statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS kota Jakarta Timur ditugaskan untuk membuat kerangka sample survey Perusahaan Industri kecil di Jakarta Timur, maka Irwanto mendapatkan angka kredit sebesar 0,08

(b) Rumahtangga (Angka Kredit 0,08 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Membuat suatu daftar yang berisi atau memuat nama dan alamat rumahtangga pada wilayah tertentu yang akan

17

dijadikan obyek penelitian suatu survey. Kerangka tersebut akan digunakan sebagai dasar penarikan sample terpilih dengan metode penarikan sample tertentu.

Bentuk Fisik : Laporan pembuatan kerangka sample Contoh : Nunung, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas untuk

Perhubungan

Kabupaten

Cirebon

ditugaskan

membuat kerangka sample survey Pelanggan Telepon yang didasarkan pada buku Telepon di Cirebon. Dengan bukti daftar kerangka sample tersebut maka Nunung

mendapatkan angka kredit sebesar 0,08.

(11) Melakukan Pengenalan Wilayah Obyek Statistik Sensus/Survei (Angka Kredit 0,028, statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan identifikasi batas-batas wilayah obyek statistic baik batas alam maupun batas buatan sehingga mudah dikenali dan tidak ada terlewat cacah.

Bukti fisik: Laporan melakukan pengenalan wilayah obyek statistic

Contoh: Arifin, ststistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Ciawi, BPS Kabupaten Bogor, melakukan pengenalan wilayah obyek statistic dalam rangka survey social Ekonomi Nasional di Kabupaten Ciawi, satukan wilayah yang diidentifikasi

sebanyak 3 blok sensus, maka Arifin mendapatkan angka kredit sebesar 3x 0,028 = 0,084

18

(12) Melakukan

Pendaftaran

(Listing)

obyek

statistic

Sensus/survei berupa: (a) Rumahtangga/Bangunan (angka kredit 0,001 Statistisi Pelaksana Pemula) melakukan Pendaftaran (Listing) terhadap semua

rumahtangga atau bangunan dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya

Bukti Fisik: Laporan hasil pendaftaran (listing)

Contoh : Poltak Sitorus, Statistisi Pelaksana Pemula kecamatan sidikalang, BPS Kabupetan Dairi, ditugaskan untuk melakukan pendaftaran rumahtangga/bangunan dalam rangka Survei Sosial Ekonomi Nasional pada Blok Sensus 07B. Hasil pendaftaran tercatat sebanyak 90 rumahtangga/bangunan, maka Poltak Sitorus

mendapatkan angka kredit sebesar 90 x 0,001 = 0,09 (b) Perusahaan/Usaha Pelaksana) Melakukan pendaftaran (Listing) terhadap semua (Angka Kredit 0,008, Statistisi

perusahaan/usaha dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya. Bukti fisik : Laporan hasil pendaftaran Contoh :

19

Tumpak Simbolon, Statistisi Pelaksana di Kecamatan Lubuk Pakam, BPS Kabupaten Deli Serdang, melakukan pendaftaran perusahaan/usaha dalam rangka SurveiUsaha Terintegrasi pada Blok Sensus 01B Kecamayan Lubuk Pakam Hasil pendaftaran tercatat sebanyak 35

perusahaan/usaha, maka Tumpak Simbolon mendapatkan angka kredit sebesar 35x 0,008 = 0,2. (c) Lainnya (Angka Kredit 0,005, Statistisi Pelaksana Pemulan)

Melakukan pendaftran (listing) terhadap semua obyek statistik selain rumah tangga atau perusahaan/usaha dalam satu wilayah obyek statistic yang menjadi tugasnya.

Buksi fisik :

Laporan hasil pendaftaran

Contoh :

La Oda Musarafe, Statistisi Pelaksana Pemula pada Dinas Perhubungan Kota Makssar ditugaskan utnuk melakukan pendaftaran Survei Kebutuhan lampu Pengatur Lalu Lintas di Kota Makassar. Unit pendaftran yang digunakan adalah persimpangan yang belum menggunakan lampu pengatur lalu lintas. Dari bukti Laporan hasil pendaftaran diperoleh 20 persimpangan, maka La Ode Musarafa mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0,005 = 0,1.

20

(13) Memeriksa Hasil Pendaftaran (Listing) Obyek Statistik Sensus/Survei berupa : (a) Rumahtangga/Bangunan (angka Kredit 0,07, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan

pemerikasaan

untuk

mengetahui

tingkat

kesahihan, konsistensi dan kebenaran daftar hasil listing rumahtangga/bangunan yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya. Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan. Contoh : Umar Bakrie, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Wonogiri melakukan pemeriksaan hasil

pendaftaran rumahtangga/bangunan dalam rangka Survei Sosial Ekonomi Nasional di Kabupaten Wonogiri. Dengan bukti hasil pemerikasaan daftar listing dari 10 Blok Sensus, maka Umar Bakrie mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0,07 = 0,70 (b) Perusahaan/Usaha (Angka Kredit 0,04, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan

pemeriksaan

untuk

mengetahui

tingkat

kesahihan, konsistensi dan kebenaran daftar hasil listing perusahaan/usaha yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya.

Bukti fisik : Laporan hasil pemeriksaan.

21

Contoh :

Sumarsono, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Semarang melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran

perusahaan/usaha dalam rangka Survei Usaha Terintegrasi. Dengan bukti laporan hasil pemeriksaan sebanyak 15 daftar listing, maka Sumarsono mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0,04 = 0,6.

(c) Lainnya (Angka Kredit 0,04, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan

pemeriksaan

untuk

mengetahui

tingkat

kesahihan, konsistensi dan kebenaran daftra listing obyek statistic selain rumahtangga atau perusahaan/usaha yang telah dilakukan oleh petugas pencacah dalam wilayah tugasnya.

Bukti fisik :

Laporan hasil pemeriksaan.

Contoh :

Ketut Suwarsana, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Perhubungan Propinsi Bali melakukan pemerikhaan hasil pendaftaran persimpangan jalan yang belum menggunakan lampu pengatur lalu lintas di Kota Denpasar. Dengan bukti Laporan hasil pemeriksaan sebanyak 4 daftar listing, maka Ketut Suwarsana mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 0,04 = 0,16.

22

(14) Melakukan Penarikan Sampel Rumahtangga/Usaha/Obyek Statistik :

(a)

Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,17, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan penarikan sample rumahtangga/usaha/obyektif statistik berdasarkan wilayah kerja yang dibentuk untuk keperluan penelitian. Bukti fisik :

Laporan penarikan sanmpel dalam bentuk daftar sample.

Contoh :

Yudi Hartono, Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Batu Ampar, BPS Kota Batam, ditugaskan melakukan panarikan sample rumahtangga dalam rangka Susenas Tahun 2003 sebanyak 3 blok sensus. Dengan laporan kegiatan ini, Yudi Hartono mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 0,17 = 0,51.

(b)

Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,03, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan penarikan sample rumahtangga/usaha/obyek statistic yang bukan berdasarkan wilayah kerja misalnya wilayah administrasi.

Bukti fisik :

23

Laporan penarikan sampel dalam bentuk daftar sample. Contoh : I Ketut Sudimawa Statistisi Pelaksa Lanjutan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Propinsi Bali ditugaskan untuk melakukan penarikan sampel hotel berbintang dalam rangka Survei Penyerapan Tenaga Kerja Asing tahun 2003 di Wilayah Bali. Dari laporan hasil kegiatan ini, I ketut Sudimawa mendapatkan angka kredit Sebesar 0,03. (15) Memeriksa Penarikan Sampel Rumahtangga/Usaha/Obyek Statistik: (a) Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,04, Statistisi Penyelia) (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,02 Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah cara pengambilan sample telah sesuai dengan metode yang ditetapkan masing- masing sample pada daftar sample yang dilaporkan telah diberikan identitas yang jela serta obyek statistic tersebut ada dalam kerangka penarikan sample yang digunakan.

Bukti Fisik: Laporan hasil pemeriksaan penarikan sample

Contoh : Handoyo Statistisi Penyelia pada BPS Kota smarang ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan hasil penarikan sample Survei Sosial Ekonomi Nasional dari satu wikayah kerja (blok sensus). Dengan bukti lpaoran kegiatan ini, Handoyo mendapatkan angka kredit sebesar 0,04.

24

(16) Membuat

Sketsa

Peta

Wilayah

Obyek

Statsistik

Sensus/Survei atau Peta analog (angka Kredit 0,20 Statistisi Pelaksana) Membuat sketsa peta secara manual dengan mengamati langsung ke wilayah obyek statistic yang akan digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak. Sketsa peta wilayah dimaksud adalah peta wilayah terkecil di bawah

desa/kelurahan.

Bukti fisik: Laporan pembuatan sketsa peta wilayah obyek statistic

Contoh : Muwardi, Statistisi Pelaksana pada BPS Kab. Serang melakukan pembuatan sketsa peta blok sensus untuk kecamatan Cikonde, Muwardi telah membuat sebanyak 6 sketsa peta blok sensus, maka kredit yang yang diperole hnya sebesar 6 x 0,02 = 0,12 (17) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/survey dengan Obyek Rumahtangga :

(a)

Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0,004, Statistisi Pelaksana Pemula) Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1s/d3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia

(b) Terstruktur Sedang (angka Kredit 0,008, Statistisi Pelaksana)

25

Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia (d) In Depth Interview sederhana (Angka Kredit 0,02 Statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer in-depth interview sederhana dengan pengembangan pertanyaan terbatas pada topic yang sederhana (e) In Depth Interview Sedang (Angka Kredit 0,04 statistisi Penyelia) Melakukan pengumpulan data primer in-depth Interview sedang dengan pengembangan pertanyaan pada tofik sederhana yang memerlukan perhitungan tersendiri atau dengan penggunaan bahasa asing dalam pengumpulan datanya 0,03 Statistisi

Bukti Fisik: Laporan Jumlah rumahtangga yang disurvei Contoh: - Rusniansyah, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Banjarmasin melakukan pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner secara

terstruktur komplek pada kegiatan survei biaya hidup, Rusniansyah telah melakukan pencacahan senabyak 12 rumahtangga, maka angka kredit yang

diperolehnya sebesar 12 x 0,03 = 0.36

26

-

Muladi, Statistisi Penyelia pada BPS kota Medan melaukan pengumpulan data primer secara in-depth interview sederhana pada survey persepsi komsumsi kopi. Muladi melakukan pencacahan sebanyak 10 rumahtangga, maka angka kredit yang diperolehnya sebasar 10 x 0,02 = 0,2

-

Yongki Manupati, Statistisi peneyelia pada BPS Propinsi Papua, melakukan pengumpulan data primer secara in-depth interview sedang pada survey konsumsi kopi. Yongki Manupati melakukan pencacahan

sebanyak 8 rumahtangga, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 8 x 0,04 = 0,32 (18) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha :

(a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0,008, Statistisi Pelaksana Pemula Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3

halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia

(b) Terstruktur Pelaksana)

Sedang

(Angka

Kredit

0,02,

Statistisi

Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman ) dan alternative jawatan yang sudah tersedia

(c) Terstruktur

Komplek

(Angka

kredit

0,06

Statistisi

Pelaksana Lanjutan)

27

1 Kuesioner terdiri 2 halaman yang terisi data, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 1,315 x 2 x 0,001 = 2,63 Melakukan pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dan alternative jabawan yang sudah tersedia. (d) In Depth Interview Sederhana (Angka Kredit 0,06, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan pengumpulan data primer in-depth interview sederhana dengan pengembangan pertanyaan terbatas pada topik yang sederhana. (e) Indepth Inteview Sedang (Angka Kredit 0,1, Statistisi Penyelia)

Melakukan pengumpulan data primer i- depth interview sedang dengan pengembangan pertanyaan pada topic sederhana yang memerlukan penghitungan tersendiri atau dengan penggunaan bahasa asing dalam pengumpulan datanya.

Bukti fisik:

Laporan jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang disurvei.

Contoh: Nazaruddin Kiemas, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Palembang, melakukan pengumpulan data primer secara tersturktur komplek pada Survei Tahunan Industri Besar Sedang di Kota Palembang. Nazaruddin Kiemas telah melakukan pencacahan sebanyak 10

perusahaan industri, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 10 x 0.06 = 0.6.

28

-

Pieter Sondakh, Statistisi Penyelia pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Sulawesi Utara, melakukan pengumpulan data primer in-depth Interview sederhana, pada Survei Kualitas Produk Industri Makanan Olahan di Kota Manado. Pieter Sondakh telah melakukan pencacahan sebanyak 2 perusahaan industri, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 2 x 0,06 = 0,12.

(19) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: Mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan sensus/survey dengan obyek rumahtangga yang sedang dilaksanakan. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang

menggunakan daftar pertanyaan yang telah (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

(b) Terstruktur Komplek (Angka Kredit Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan

0,06, Statistisi

data

yang

menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

(c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia)

Melakukan

pengawasan

pengumpulan

data

yang

menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8

29

halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

Bukti fisik: Laporan hasil pengawasan pelaksanaan sensus/survey.

Contoh: Baharsyah, Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi

Kalimantan Selatan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Survei Biaya Hidup (setiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di kota Banjarmasin. Baharsyah telah melakukan pengawasan sebanyak 22 rumah tangga, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 22 x 0,06 = 1,32.

(20) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : Mengawasi jalannya pelaksanaan lapangan sensus/survey dengan obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha yang sedang

dilaksanakan. (a) Terstruktur Sederhana( Angka Kredit 0.01, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang

menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia. (b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pelaksana Lajutan) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang

menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

30

(c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasan pengumpulan data yang

menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

Bukti fisik: Laporan hasil pengawasan pelaksanaan sensus/survei

Contoh :

Iwan Isanto, Statistisi Penyelia pada BPS Sumatera Selatan, melakukan pengawasan pelaksanaan Survei Tahunan Industri Besar Sedang (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Propinsi Sumatera Selatan. Iwan Isanto telah mengawasi sebanyak 23 perusahaan, maka angka angka kredit yang diperoleh sebesar 23 x 0,06 = 1,38. (21) Memeriksa Hasil Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah semua rumah tangga yang menjadi obyek sensus/survey didata dan apakah semua pertanyaan dalam kuesioner sudah dijawab dengan benar sesuai dengan petunjuk pengisian/pedoman. (a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0.003, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

31

(b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0,005, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) demikian alternative jawaban yang sudah tersedia

(c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0,016, Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

Bukti fisik: Laporan pemeriksaan hasil pengumpulan data primer sensus/survey.

Contoh :

Baharsyah, Kalimantan

Statistisi Selatan

Penyelia melakukan

pada

BPS

Propinsi hasil

pemeriksaan

pengumpulan data Survei Biaya Hidup (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Kota Banjarmasin. Baharsyah telah memeriksa sebanyak 30 rumah tangga, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 30 x 0,16 = 0,48. (22) Memeriksa Hasil Pengumpulan Data Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/ Usaha: Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah semua perusahaan/lembaga/usaha yang menjadi obyek sensus/survey sudah didata dan apakah semua pertanyaan dalam kuesioner

32

sudah dijawab dengan benar sesuai pengisian/pedoman.

dengan

petunjuk

(a) Terstruktur Sederhana (Angka Kredit 0,002, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksanaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah dintentukan (terdiri dari 1 s/d 3 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

(b) Terstruktur Sedang (Angka Kredit 0,004, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksanaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (terdiri dari 4 s/d 7 halaman) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

(c) Terstruktur Komplek (Angka Kredit 0,016, Statistisi Penyelia) Melakuka n pemeriksaan hasil pengumpulan data yang menggunakan daftar pertanyaan yang telah ditentukan (8 halaman atau lebih) dengan alternative jawaban yang sudah tersedia.

Bukti Fisik: Laporan pemeriksaan hasil pengumpulan data primer sensus/survey.

Contoh :

33

Iwan Isanto, Statistisi Penyelia pada BPS Sumatera Selatan, melakukan pemerikasaan hasil pengumpulan data Survei Tahunan Industri Besar Sedang (tiap kuesioner terdiri dari 12 halaman) di Propinsi Sumater Selatan, Iwan Isanto telah memeriksa sebanyak 27 perusahaan, maka angka kredit yang diperolehnya sebesar 27 x 0,016 = 0,43.

(23) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Statistisi Sensus / Survei atau Peta Analog (Angka Kredit 0,4, Statistisi Penyelia Pelaksana Lanjutan)

Membuat Sketsa peta secara manual dengan mengamati langsung ke obyek yang akan digambar, baik menggunakan peta dasar atau pun tidak. Sketsa peta wilayah dimaksud adalah peta wilayah minimal tingkat desa/kelurahan.

Bukti fisik: Laporan pembuatan sketsa peta wilayah.

Contoh:

Muwardi, Statistisi Pelaksana lanjutan Kecamatan Cikonde, BPS Kabupaten Serang, melakukan pembuatan sketsa peta desa/kelurahan. Kecamatan Cikonde terdiri dari 16 desa. Dari pembuatan 16 sketsa peta/kelurahan, maka Muardi

memperoleh angka kerdit sebesar 16 x 0,06 = 0,96.

(24) Memeriksa Hasil Pembuatan Sketsa Peta Wilayah Obyek Statistik Sensus/Survei atau Peta analog (Angka Kredit 0,4, Statistisi Penyelia)

34

Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah sketsa peta wilayah obyek statistik yang telah dibuat telah sesuai kondisi wilayah keadaan terakhir seperti batas-batas alam dan batasbatas buatan.

Bukti fisik : Laporan pemeriksaan sketas peta wilayah.

Contoh :

Sahroni, Statistisi Penyelia, BPS Kabupaten Serang, ditugaskan melakukan pemeriksaan sketsa peta desa untuk Kabupaten Serang, Sharoni, telah memeriksa sebanyak 24 sketsa peta desa sehingga ia mendapatkan angka kredit sebesar 24 x 0,04 = 0,96.

(25) Mengelola Peta Analog Sensus/ Survei secara Manual (Angka Kredit 0,03 Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengelola peta analog sensus/survey secara manual adalah kegiatan memelihara dan mengatur penyimpanan peta analog sensus/survey dalam media tertentu dalam periode 1 (satu) tahun kalender, yang terjaga keberadaannya, terpelihara serta mudah ditemukan sehingga dapat dipakai pada kegiatan sensus/survey selanjutnya.

Bukti fisik :

Laporan pengelolaan peta analog suatu wilayah.

Contoh :

35

Mundori, Statistisi Pelaksana Lanjutan Kabupaten Bekasi ditugaskan melakukan pengelolaan peta analog. Mudori telah mengelola sebanyak 60 peta analog selama tahun 2002, maka angka kredit yang diperolehnya adalah 60 x 0,03 = 1,8.

(26) Mengelola Peta Digital Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia)

Kegiatan memelihara dan mengatur penyimpanan peta digital sensus /survey dalam media computer dalam periode 1 (satu) tahun kalender, agar terjaga keberadaannya serta mudah ditemukan sehingga dapat dipakai pada kegiatan selanjutnya. Besaran angka kredit 0,06 adalah merupakan pengelolaan per jenis peta per propinsi.

Bukti fisik: Laporan pengelolaan peta digital suatu wilayah.

Contoh: Matsani, Statistis i Pelaksana di Subdit Pemetaan BPS, ditugaskan melakukan pengelolaan peta digital. Matsani telah mengelola sebnyak 3 jenis peta dari 20 propinsi selama 1 (satu) tahun. Maka Matsani akan mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 20 x 0,06 = 3,6.

(27) Membuat Peta Tematik Manual Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,012, Statistisi Pelaksana).

Peta tematik adalah peta wilayah kerja dengan dilengkapi informasi data hasil kegiatan sensus/survey. Informasi yang ditampilkan pada peta bisa berupa jumlah atau symbo l dari

36

penduduk, hewan, hasil pertanian atau potensi desa lainnya. Besaran angka kredit 0,012 merupakan nilai pembuatan peta tematik per tema. Bukti fisik:

Laporan pembuatan peta tematik pertema.

Contoh :

Pattiasina, Statistisi Pelaksana di Propins i Maluku membuat beberapa peta tematik dari hasil Sensus Pertanian tahun 2003. Peta tersebut dibuat dengan kreasi gambar dari obyek yang disajikan yaitu jumlah sapi, kuda dan kerbau sebagai tema. Dari pembuatan 3 (tiga) jenis peta pematik tersebut, Pattiasina mendapat angka kredit sebesar 3 x 0,012 = 0,036.

(28) Melakukan Penandaan (Marking), Penyuntingan (Editing), dan Penyandian (Coding) Kuesioner/ Daftar Isian Kegiatan Sensus/Survei: (a) Terstruktur sederhana (Angka Kredit 0,001, Statistisi Pelaksana Lanjutan). Terdiri dari 1-3 halaman. (b) Terstruktur sedang (Angka Kredit 0,002, Statistisi

Pelaksana Lanjutan). Terdiri dari 4-7 halaman. (c) Terstruktur komplek (Angka Kredit 0,008, Statistisi Penyelia). Terdiri dari 8 halaman atau lebih.

Penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan sensus/survey adalah

37

kegiatan pengolahan manual dokumen hasil sensus/survey yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data untuk mendapatkan validasi dan memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer. Besaran angka kredit tersebut, diperhitungkan hanya untuk halaman yang terisi data.

Bukti fisik :

Laporan jumlah halaman keseluruhan dari dokumen yang diolah.

Contoh : Wilson, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Jayapura, melakukan serangkaian kegiatan mulai dari penandaan, penyuntingan dan penyandian kuesioner P4B. Wilson telah menyelesaikan sebanyak 1.315 kuesioner dan tiap

(29) Melakukan Validasi Pengolahan Data sensus/survey secara Manual (Angka kredit 0,016 Statistisi penyelia) Validasi pengolahan data sensus/survey secara manual adalah kegiatan pemeriksaan data silang secara manual terhadap

kebenaran hasil pengolahan isian kuesioner. Besaran angka kredit 0,016 adalah merupakan nilai validasi perhalaman yang diperbaiki. Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman yang divalidasi

Contoh : Budi, Statistisi Penyelia di Propinsi Banten menyelesaikan validasi dokumen survey Peternakan sebanyak 50 dokumen,

38

setiap dokumen terdiri dari 8 halaman. Jumlah halaman yang divalidasi adalah sebanyak 30 halaman. Angka kredit yang diperoleh sebesar 20 x 0,016 = 0,48 (30) Merancang/membuat Tabel kegiatan Sensus/survei secara manual (Angka kredit 0,016, statistisi Pelaksana Lanjutan)

Merancang/membuat Tabel kegiatan Sensus/survei secara manual adalah membuat tabel dengan menggunakan media worksheet sebelum dituangkan dalam tabel. Tabel dimaksud adalah tabel inti yang akan di publikasikan atau untuk kebutuhan dinas

Bukti Fisik: Laporan berupa jumlah tabel yang dib uat dilengkapi dengan surat tugas

Contoh : Agus, Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kecamatan Argawani membuat 10 tabel secara manual dari kegiatan Statistik Pertanian. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0,016 = 0,16

(31) Merancang/Membuat Grafik kegiatan sensus/survey secara Manual ( Angka Kredit 0,018, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Merancang/membuat grafik kegiatan sensus/survei secara manual adalah penyajian data dalam bentuk lain selain angkaangka ( misalnya: balok, garis-garis, lingkaran) secara manual.

39

Grafik dimaksud adalah grafik yang akan dipublikasikan atau untuk kebutuhan dinas

Bukti fisik: Laporan jumlah grafik yang dibuat dilengakapi dengan surat tugas Contoh: Jamilah, Statistisi Pelaksana lanjutan di kecamatan Argawuni membuat grafik hasil data seri kegiatan sensus penduduk sebanyak 5 grafik. Angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 0,018 = 0,09 (32) Merancang/membuat monografi kegiatan sensus/survey (Angka kredit 0,018, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Monografi kegiatan sensus/survey adalah penyajian informasi hasil kegiatan sensus, survey dalam bentuk tabel atau grafik melalui media dinding dalam tampilan yang mudah dilihat atau dibaca

Bukti fisik: Laporan pembuatan monografi

Contoh: Yahya, Statistisi Pelaksana Lanjutan di kecamatan Argawuni membuat monogram data sensus penduduk di 10 desa. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0,018 = 0,18 (33) Memindahkan data sensus/survey ke media Komputer (Data Entry) dengan Validasi (angka Kredit 0,002, Statistisi Pelaksana)

40

Memindahkan data sensus/survey ke media computer (data entry) dengan validasi adalah memindahkan data dengan perlakuan pemeriksaan silang antar isian dalam kuesioner. Besaran angka kredit 0,002 per halaman setara dengan 250 karakter.

Bukti Fisik : Laporan berupa jumlah halaman karakter yang di- entry

Contoh: Hasan, Statistisi pelaksana disub direktorat Statistik Harga Produsen telah memindahkan data survey Harga Produsen Pedesan Tahun 2003 dengan validasi ke media computer sebanyak 500 dokumen setiap dokume n yang dientry, terdiri 6 halaman. Setelah di print, jumlah karakter yang di-entry sebanyak 150.000 karakter. Angka kredit yang diperoleh Hasan sebesar (150.000 : 250) x 0,002 = 1,2 (34) Memindahkan Data sensus/Survei ke media Komputer (Data Entry) tanpa Validasi (Angka Kredit 0,001, Statistisi Pelaksana)

Memindahkan data sensus/Survei ke media computer (data entry) tanpa validasi adalah memindahkan data tanpa perlakuan pemeriksaan silang antar isian dalam kuesioner. Besaran Angka kredit 0,001 per hala man setara dengan 250 karakter.

Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman yang di- entry

41

Contoh : Bahdi, Statistisi Pelaksana di sub Direktorat statistik

Ketenagakerjaan telah memindahkan data Survei Pekerja Anak Tahun 2002 tanpa validasi ke media computer sebnayak 500 dokumen. Setiap dokumen yang di entry, terdiri 6 halaman. Setelah di-print, jumlah karakter yang di-entry sebnayak 150.000 karakter. Angka kredit yang diperoleh Bahdi sebesar ( 150.000:250) x 0,001 = 0,6 (35) Memeriksa Tabel Hasil Sensus/Survei yang akan disajikan: (a) Tabel data kecamatan (Angka Kredit 0,01 Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Tabel Data Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,02 statistisi Penyelia)

Memeriksa tabel hasil sensus/survey adalah memeriksa kelengkapan dan konsistensi antar sel dalam tabel atau antar tabel. Tabel dimaksud adalah tabel inti yang akan dipublikasikan atau untuk kebutuhan dinas

Bukti fisik : Laporan jumlah tabel yang diperiksa dilengkapi dengan surta tugas

Contoh : Suhadi, Statistisi Pelaksana Lanjutan di Kabupaten Maros memeriksa seluruh tabel (200 tabel) yang akan

dipublikasikan dalam kabupaten dalam angka tahun 2003. Angka kredit yang diperoleh sebesar 200 x 0,01 = 2 (36) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Sensus/survey:

42

(a)

Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0,94, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

(b)

Publikasi Kabupaten/Kota (Angka kredit 1,88 Statistisi Penyelia)

Menyusun publikasi statistic hasil sensus/survei adalah kegiatan menyusun tata letak (lay out) tabel- tabel, ulasan tabel dan grafik secara sistematis yang akan

dipublikasikan Bukti fisik: Surat tugas penyusunan publikasi statistic

Contoh: Jamhuri, statistisi penyelia di kabupaten Maros menyusun tabel-tabel, ulasan tabel dan grafik secara sistematis, sehingga menjadi bentuk buku yang akan dipublikasikan dengan judul statistic Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Maros 2003. Angka kredit yang diperolah Jamhuri sebesar 1,88. b. Kompilasi Administrasi (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Kompilasi Data Administrasi : (a) (b) (c) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0.06) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0,15) Statistisi Penyelia (Angka Kredit 0,3)

Membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat Statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan, me liputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam

43

perioedesemesteran (semester I: Januari s/d Juni, semester II: Juli s/d Desember).

Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan kompilasi data administrasi.

Contoh :

Sutjipto, Statistisi Pelaksana pada Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan kompilasi data administrasi semester I tahun 2003. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0,06. (2) Melakukan Penandaan (Marking), Penyuntingan (Editing), dan Penyandian (Coding) Hasil Pengumpulan Data Sekunder (Angka Kredit 0,004, Statistisi Penyelia) Penandaan (marking), Penyuntingan (editing), dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan administrasi adalah kegiatan yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data administrasi agar memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer. Bukti fisik:

Laporan jumlah halaman dari dikumen yang diolah.

Contoh: Jolali, Statistisi Penyelia di BPS Pusat menyelesaikan pekerjaan editing/coding sebanyak 600 dokumen, setiap dokumen terdiri 1 halaman. Total angka kredit yang diperoleh sebesar 600 x 0,004 = 2,4.

44

(3)

Melakukan Pengolahan Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0,006, Statistisi Penyelia) Cuk up jelas.

Bukti Fisik: Laporan jumlah halaman dari dokumen yang diolah. Contoh: Loli, Statistisi Pemula di Kab. Jonggol menyelesaikan pengolahan data registrasi penduduk secara manual sebanyak 500 dokumen, setiap dokumen terdiri dari 1 halaman. Total angka kredit yang diperoleh sebesar 500 x 0,006 = 3.

(4)

Melakukan Validasi Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0,03 Statistisi Penyelia)

Validasi data sekunder dimaksud adalah mengecek keselisihan data sekunder atau hasil kegiatan administrasi yang dilakukan tanpa bantuan computer termasuk proses pengecekan pra computer.

Bukti fisik : Laporan jumlah halaman yang divalidasi. Contoh:

Sudrajat, Statistisi Penyelia, pada BPS Kabupaten Kutai, ditugaskan untuk melakukan validasi data jumlah pencari kerja yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja setempat. Dengan laporan yang terdiri dari 50 halaman, maka Sudrajat mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0,03 = 1,5.

(5)

Merancang/Membuat Tabel hasil Pengumpulan Data Sekuder secara Manual (Angka Kredit 0,016, statistisi Pelaksana Lanjutan)

45

Merancang/membuat tabel berdasarkan informasi yang ada pada data sekunder tertentu dan dikerjakan secara manual untuk keperluan pelapor/penyajian data hasil kegiatan administrasi.

Bukti fisik : Laporan berisi dummy table (tabel kosong)

Contoh : Diman, Statistisi Pelaksana lanjutan di Pemda Kabupaten Bogor membuat tabel hasil pengumpulan data Keluarga Sejahtera tahun 2001 sebanyak 5 tabel, amaka Diman memperoleh angka kredit sebesar 5 x 0,016 = 0,8.

(6)

Merancang/ Membuat Grafik Hasil Pengolahan Data Sekunder secara Manual (Angka Kredit 0,018, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang/membuat grafik berdasarkan informasi yang ada pada data sekunder tertentu dan dikerjakan secara manual untuk keperluan pelaporan/penyajian data hasil kegiatan administrasi.

Bukti fisik:

Laporan berupa jumlah grafik.

Contoh:

Ainum, Statistisi Pelaksana Lanjutan di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bogor ditugaskan untuk membuat grafik Pendapatan Perkapita Penduduk Kab. Bogor Tahun 2000 – 2003 yang didasarkan pada publikasi BPS Kabupaten Bogor sebanyak 4 grafik. Dengan laporan ini Ainum memperoleh angka kredit sebesar 4 x 0,018 = 0,064.

46

(7)

Membuat Monografi Hasil Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 0,07, Statistisi Pelaksana La njutan) Monografi yang dimaksud adalah pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Penyajian data monografi dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat mengetahui gambaran umum suatu wilayah pada waktu tertentu.

Bukti fisik :

Laporan berupa jumlah tabel yang disajikan.

Contoh :

Basofi, Statistisi Pelaksana Lanjutan di Pemda Kabupaten Bekasi ditugaskan untuk membuat monografi Desa Jatibening Tahun 2002, sebanyak 10 tabel. Dengan laporan ini Basofi memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0,07 = 0,7.

(8)

Memindahkan Data Sekunder ke Media Komputer (Data Entry) dengan Validasi ( Angka Kredit 0,002, Statistisi Pelaksana) Memindahkan data dengan validasi dimaksudkan adalah

memasukkan data sekunder ke dalam media computer dengan validasi (perlakuan pemeriksan silang antar isian kuesioner). Besaran angka kredit 0,002 per halaman setara dengan 250 karakter.

Bukti fisik : Laporan berupa jumlah halaman atau jumlah karakter yang dientry.

Contoh :

47

Basirun Statistisi Pelaksana di Pemda Kabupaten Karawang ditugaskan untuk meng-entry data penduduk per kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Karawang sebanyak 10 halaman. Dengan laporan ini Basirun memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0,002 = 0,02.

(9)

Memindahkan Data Sekunder ke Media Komputer (Data Entry) tanpa Validasi (Angka Kredit 0,001, Statistisi Pelaksana Pemula) Memindahkan data tanpa validasi dimaksud adalah memasukkan data sekunder ke dalam media computer tanpa pemeriksaan silang antar isian.

Bukti fisik:

Laporan jumlah halaman yang di-entry.

Contoh: Basiska Statistisi Pelaksana di Pemda Kabupaten Bandung ditugaskan untuk meng-entry data penduduk per kecamatan yang diperoleh dari BPS Kabupaten Bandung sebanyak 10 halaman. Dengan laporan ini Basirun memperoleh angka kredit sebanyak 10 x 0,001 = 0,01. (10) Memindahkan Pengumpulan Data Sekunder (Angka Kredit 0,012, Statistisi Pelaksana Pemula) Pengumpulan data sekunder adalah kegiatan pengumpulan data dari hasil kegiatan administrasi suatu instansi atau beberapa sumber data.

Bukti fisik

Laporan berisi data sekunder beserta jumlah daftar, dilampiri fotocopy sumbernya.

48

Contoh:

Sutikno, Statistisi Pelaksana Pemula, pada BPS Kabupaten Karo, ditugaskan untuk melakukan pengumpulan data jumlah pencari kerja terdaftar yang didapat dari Dinas Tenaga Kerja, jumlah sekolah dari Dinas Diknas setempat, untuk digunakan dalam publikasi Kabupaten Karo Dalam Angka Tahun 2002. Dengan laporan yang terdiri dari 15 halaman, maka Sutikno mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0,012 = 0,18.

(11) Memeriksa Tabel yang Disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 1,23, Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 2,6, Statistisi Penyelia)

Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder dimaksudkan adalah merancang dan membuat serta menggandakan publikasi yang didasarkan pada data sekunder di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/propinsi/nasional.

Bukti fisik: Fotocopy sampul publikasi dan daftar isi buku yang dibuat dan telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.

Conto h:

Sudirjo Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kota Jakarta Selatan, ditugaskan untuk menyusun publikasi Statistik Pendidikan

Kecamatan jagakarsa Tahun 2002 dan publikasi Penduduk Jagakarsa

49

berdasarkan Hasil Registrasi Tahun 2002. Dengan laporan yang terdiri dari 2 publikasi, maka ybs mendapat angka kredit sebesar 2 x 1,23 = 2,46.

c.

Observasi/Pengamatan (1) Merancang dan membuat Jadwal Kegiatan Observasi oleh: (a) (b) (c) Statistisi Pelaksana (Angka Kredit 0,04) Statistisi Pelaksana Lanjutan (Angka Kredit 0,1) Statistisi Penyelia (Angka Kredit 0,2)

Jadwal kegiatan observasi dimaksudkan adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan observasi yang akan dilakukan meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni, semester II: Juli s/d Desember).

Bukti fisik :

Laporan berisi recana kegiatan.

Contoh :

Sutjipto seorang statistisi Penyelia pada BPS Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang di tugaskan merancang dan membuat jadwal 3 kegiatan observasi/pengamatan selama semester II Tahun 2003. Dengan laporan rencana jadwal kegiatan itu maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 0,2 = 0,6.

(2)

Mengatur Alokasi Peralatan Obeservasi pada: (a) (b) Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0,004, Statistisi Pelaksana) Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

50

(c)

Tingkat Propinsi (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia)

Mengatur alokasi peralatan observasi dimaksud adalah merancang dan membuat alokasi per jenis peralatan observasi di tingkat kecamatan/kabupaten/kota/propinsi.

Bukti fisik: Laporan berisi daftar alokasi jumlah peralatan yang dialokasikan.

Contoh: Dendi, Statistisi Pelaksana pada BPS Kabupaten Bogor, ditugaskan untuk melakukan alokasi peralatan obeservasi ubinan padi di 2 (dua) kecamatan. Dendi mendapatkan angka kredit sebesar 2x0,004 = 0,008. (3) Merekrut/Mengalokasikan Petugas Pelaksana Observasi pada: (a) (b) Tingkat Kecamatan (Angka Kredit 0,008, Statistisi Pelaksana) Tingkat Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,015, Statistisi Pelaksana Lanjutan) (c) Tingkat Propinsi (angka Kredit 0,03, Statistisi Penyelia) petugas pelaksana observasi adalah mencari dan

Merekrut

menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data dengan cara pengukuran, pengalihan atau penghitungan (observasi) baik pada tingkat

kecamatan/kabupaten/kota maupun tingkat propinsi.

Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasikan.

Contoh: Djarih adalah seorang Statistisi Pelaksana pada BPS Kabupaten Bogor, ditugaskan, untuk mencari 10 petugas observasi kepadatan

51

lalulintas di Kecamatan Ciawi, maka Djarih mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0,008 = 0,08.

(4)

Memberikan Pelatihan Kegiatan Observasi bagi: (a) Pemeriksa/Pengawas (Angka Kredit 0,02, Statistisi Penyelia) Melatih pemeriksa/pengawas kegiatan observasi untuk dapat melakukan pemeriksaan atau pengawasan dari suatu kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Fotocopy Surat Tugas.

Contoh: Robert, Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Sumatera Barat telah melatih petugas pemeriksa/pengawas Survei Saltaranas (asal dan tujuan barang nasional) selama 4 hari di Padang, maka Robert mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0,02 = 0,64.

(b)

Petugas Observasi (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melatih petugas observasi untuk dapat melakukan kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Fotocopy Surat Tugas.

Contoh : Dedi seorang Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Bogor, ditugaskan untuk melatih petugas observasi ubinan padi

52

selama 4 hari dan setiap hari 8 jam pelajaran, maka Dedi mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0,01 = 0,32. (5) Mengikuti Pelatihan Kegiatan Observasi bagi : (a) Koordinator Teknis (Angka Kredit 0,02, Statistisi Penyelia) Mengikuti pelatihan koordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik :

Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh:

Nona Niode, Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis observasi tentang Meningkatnya Kriminalitas di Propinsi Lampung selama 2 hari, maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0,02 = 0,32.

(b)

Pemeriks/Pengawas (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas agar mampu memeriksa atau mengawasi jalannya pelaksanaan kegiatan observasi yang dilakukan oleh petugas pelaksana sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik:

Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh :

53

Ahmad Saleh, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Lampung Utara ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pemeriksa/pengawas kegiatan observasi Meningkatnya Kriminalitas di Propinsi Lampung selama 2 hari, maka Ahmad Saleh mendaptkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0,01 = 0,16.

(c)

Petugas Obsevasi (Angka Kredit 0.004, Statistisi Pelaksana) Mengikuti Pelatihan sebagai petugas observasi agar mampu melaksanakan obsevasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas

Contoh: Ngadimun, Statistisi Pelaksana pada BPS Kecamaatn Duren Jaya Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai petugas obsevasi tentang meningkatnya krimnalitas selama 4 hari, maka Ngadimun mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 8 x 0,004 = 0,128 (6) Membuat kerangka Penarikan Sampel Obyek Observasi (Angka Kredit 0,08, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Kerangka Penarikan sample dimaksud adalah daftar yang terisi populasi dari obyek observasi seperti daftar nomor urut obyek observasi/daftar rumahtangga dalam satu blok sensus/daftar nama badan usaha sejenis, yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar pemilihan sample yang akan diobservasi

54

Bukti Fisik: Laporan kegiatan penyusunan kerangka sample yang dibuat

Contoh: Barudin, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Pusat Penelitian dan Pengambangan (Puslitbang), Departemen Pertanian membuat

kerangka sample yang berupa daftar nomor urut pohon karet (obyek observasi) dalam Survei Produksi Getah Karet Jenis Unggul Baru. Kerangka sampel ini akan dipakai sebagai dasar pemilihan sampel pohon karet yang akan diobservasi. Angka kredit yang diperoleh sebesar 1 x 0,08 = 0,08 (7) Melakukan Pengenalan Wilayah Obyek Observasi (Angka Kredit 0,012, Statistisi Pelaksana Pemula)

Pengenalan wilayah dimaksud adalah kegiatan mengenali batasbatas wilayah observasi baik batas alam maupun batas buatan agar tidak ada obyek obsevasi yang terlewat serta memudahkan pelaksanaan observasi

Bukti fisik: Surat tugas Pengenalan wilayah obyek observasi

Contoh: Bambang, Statistisi Pelaksan Pemula dan BPS Kabupaten Sleman, Yogyakarta, melakukan observasi produksi salak pondok di kecamatan Turi. Dalam hal ini Bambang melakukan pengenalan wilayah observasi, maka Bambang akan mendapatkan angka kredit sebesar 0,12 per wilayah kerja.

55

(8)

Melakukan Pendaftaran (Listing) Obyek Observasi (Angka Kredit 0,001, Statistisi Pelaksana Pemula

Pendaftaran (listing) obyek observasi adalah kegiatan pengumpulan data langsung ke lapangan guna mendapatkan daftar obyek observasi yang masuk dalam wilayah kerja obyek observasi (daftar nomor urut obyek observasi/daftar nama, alamat rumahtangga dalam blok sensus/daftar nama dan alamat badan usaha sejenis)

Bukti fisik: Laporan daftar (Listing) nama dan alamat pemilik atau nomor urut obyek observasi

Contoh : Abas Siregar, Statistisi Pelaksana Pemula pada BPS kota Medan Melakukan Pendaftaran (Listing) rumahtangga dalam satu blok sensus dalam kegiatan ubinan padi di kecamatan jaga bonar. Dalam wilayah observasi ini terdapat 50 rumahtangga, sehingga Abbas akan mendapatkan angka kredit sebesar 50 x0,001 = 0,05 (9) Memeriksa Hasil Pendaftaran (Listing) Obyek Observasi (Angka Kredit 0,004 Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Memeriksa hasil pendaftaran (listing) obyek observasi yang dimaksud adalah memeriksa kebenaran, kelengkapan dan konsistensi isian daftar listing

Bukti fisik : Laporan kegiatan pemeriksaan daftar listing

Contoh:

56

Pandu Muhamad, statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Propinsi Bangka Belitung melakukan pemeriksaan hasil pendaftaran (listing) rumahtangga survei ubinan sebanyak 15 BS di kecamatan beli untung. Dari pemeriksaan ini Pandu Muhamad mendapatkan angka kredit sebesar 15 x 0,004 = 0,06 (10) Melakukan Penarikan Sampel Obyek Observasi berdasarkan : (a). Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,045, statistisi Pelaksana Lanjutan)

Obyek observasi berdasarkan wilayah kerja yang dimaksud adalah obyek observasi yang didasarkan pada batasan wilayah yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya. Melakukan penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja adalah memilih dan menetapkan sampel yang akan diobservasi.

Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel

Contoh : Dalam survei tentang dampak penggunaan penyejuk ruangan (AC) terhadap produktivitas kerja, Cungki Hermawan sebagai pejabat statistisi pelaksana lanjutan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, ditugaskan untuk menarik sampel. Dari daftar sampel yang ada, Cungki melakukan pemilihan sampel terhadap perusahaan industri yang ada di kecamatan Jatake. Dari kegiatan ini Cungki mendapatkan angka kredit sebesar 0,045 (b) Non Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,04, Statistisi Penyelia)

57

Obyek Observasi berdasarkan non wilayah kerja yang dimaksud adalah obyek observasi yang didasarkan tidak pada batasan wilayah (bisa antar wilayah) yang pada umumnya sudah ditentukan sebelumnya. Melakukan penarikan sampel obyek observasi yang bukan berdasarkan wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian.

Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel Contoh: Hamdan Rifa’i sebagai pejabat Statistisi Penyelia di BPS kota Jakarta Selatan melakukan penarikan sampel terhadap rumah makan/restoran yang berklasifikasi (talam selaka, talam gangsa, dan talam kencana) dalam observasi tentang pelayanan rumah makan/restoran terhadap para pengunjung. Kerangka sampel yang digunakan sebagai dasar pemilihan obyek observasi adalah daftar nama dan alamat rumah makan/restoran dari sub Dinas Parawisata Daerah. Dari kegiatan ini Hamdan Rifa’I menghasilkan 1 daftar sampel rumah makan/restoran yang akan diteliti lebih lanjut. Oleh karenanya angka kredit yang diperoleh sebesar 0,04 (11) Memeriksa Penarikan Sampel Obyek Observasi berdasarkan Wilayah Kerja (Angka Kredit 0,04 statistisi Penyelia)

Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja yang di maksud adalah memeriksa kebenaran penarikan sampel sesuai metode yang sudah ditentukan, seperti kelengkapan,

kebenaran nama dan alamat serta indicator lainnya yang diperlukan sebagai dasar pemilihan sampel berdasarkan wilayah kerja.

58

Bukti fisik: Laporan Hasil Pemeriksaan Contoh : Dari hasil pengambilan sampel rumahtangga korban kriminalitas yang dilakukan oleh salah seorang pejabat statistisi pelaksana lanjutan di kabupaten Bondowoso, Badri memeriksa kelengkapan dan kebenaran isian satu daftar sampel yang terdiri dari beberapa rumahtangga terkena sampel yang akan dipakai sebagai dasar dalam penelitian perilaku korban kriminalitas. Dalam hal ini Badri mendapatkan angka kredit sebesar 0,04 (12) Melakukan Kegiatan Observasi : (a) Mudah (Angka Kredit 0,014, Statistisi Pelaksana Pemula) Melakukan kegiatan observasi mudah adalah pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan secara sederhana

Bukti fisik : Laporan kegiatan observasi

Contoh: Watiningsih sebagai pejabat Statistisi Pelaksana pemula di kota Makassar ditugaskan melakukan observasi kepadatan lalu lintas di 5 titik rawan kemacetan di kecamatan Jampang. Dalam hal ini Wayiningsih mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0,014 = 0,07, Meskipun Watiningsih menghitung seluruh kendaran yang lalu lalang di 5 titik rawan kemacetan, penghitungan angka kredit tidak didasarkan pada jumlah kendaran yang dihitung

59

(b)

Sedang (Angka Krdit 0,07, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan kegiatan observasi sedang yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran, penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pelatihan khusus (seperti pengukuran tingkat kebisingan ruang kerja, pengaruh suatu pupuk terhadap hasil produksi)

Bukti fisik: Laporan kegiatan observasi

Contoh : Wagiono sebagai pejabat statistisi Pelaksana Lanjutan Dinas Pertanian Kabupaten Bogor ditugaskan untuk melakukan observasi terhadap produksi buah dari 50 pohon mangga Arum Banget di kecamatan Luano yang disemprot dengan pestisida jenis tertentu. Dalam pengamatan ini Wagiono mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0,07 = 3,5 (13) Melakukan Pengawasan Observasi (a) Mudah (Angka Kredit 0,035, statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pengawasan kegiatan observasi mudah adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan atau penghitungan secara sederhana Bukti fisik : Laporan kegiatan pengawasan

Contoh :

60

Sumanto sebagai pejabat Statistisi Pelaksana Lanjutan di kota Kediri melakukan pengawasan terhadap 5 perusahaan yang sedang di observasi survei dampak kenaikan harga tembakau terhadap produksi pabrik rokok, dalam pengawasan ini Sumanto mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0,035 = 0,175 (b) Sedang (Angka Kredit 0,1, Statistisi Penyelia) Melakukan pengawasanobservasi sedang yang dimaksud adalah kegiatan pengawasan terhadap pengumpulan data melalui pengukuran, penglihatan atau penghitungan terhadap obyek observasi yang agak sulit oleh petugas yang telah mengikuti pe latihan khusus

Bukti fisik: Laporan kegiatan pengawasan

Contoh : Suparjo sebagai pejabat Statsitisi Penyelia di Kabupaten Bogor melakukan pengawasan terhadap 10 pohon yang telah/sedang di observasi dan dampak penggunaan pestisida terhadap produksi mangga. Dalam pengawasan ini Suparjo mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0,1 = 1 (14) Memeriksa Hasil Observasi : (a) Tingkat Mudah (angka Kredit 0,003, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi mudah adalah pemeriksaan seluruh terhadap hasil pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan atau penghitungan secara sederhana

Bukti fisik:

61

Laporan kegiatan pemeriksaan

Contoh: Maryono sebagai pejabat Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Dinas Pertanian di Kabupaten Boyolali melakukan

pemeriksaan terhadap 50 daftar hasil observasi efektivitas penggunaan pupuk kandang terhadap tanaman cabai. Dalam kegiatan ini Maryono mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 0,003 = 0,15 (b) Tingkat Sedang (Angka Kredit 0,01, Statistisi Penyelia) Melakukan pemeriksaan hasil observasi pada tingkat sedang yang dimaksud adalah kegiatan pemeriksaan terhadap

pengumpulan data dengan obyek observasi yang agak sulit

Bukti Fisik: Laporan Kegiatan Pemeriksaan

Contoh; Mahmud Subarno sebagai pejabat Statistisi Penyelia pada DIans Pertanian di Kabupaten Boyolali melakukan

pemeriksaan terhadap 40 daftar hasil observasi Dampak Curah Hujan terhadap produksi Tanaman Padi. Dalam kegiatan ini Mahmud Subarno mendapatkan angka kredit sebesar 40 x 0,01 = 0,4 (15) Membuat Sketsa Peta Wilayah Obyek Observasi/Peta Analog (Angka Kredit 0,08 Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Membuat Sketsa pada peta wilayah obyek observasi (Peta Analog) adalah membuat peta secara manual dengan mengamati langsung ke

62

obyek observasi yang kan digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak

Bukti fisik: Laporan tentang jumlah sketsa yang dibuat Contoh : Marzuki, sebagai pejabat statistisi pelaksana Lanjutan di BPS Kabupten Wonosobo membuat 10 sketsa peta wilayah observasi pada 10 titik rawan kepadatan lalu lintas sepanjang jalan menuju daerah wisata Dieng. Dalam kegiatan ini Marzuki mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0,08 = 0,8 (16) Memeriksa Hasil Pembuatan Sketsa Peta Wilayah Obyek Observasi/Peta Analog (Angka Kredit 0,04, Statistisi Penyelia) Memeriksa hasil pembuatan sketsa peta wilayah obyek observasi (peta analog) adalah memeriksa kebenaran atau kesahihan peta yang dibuat secara manual dengan mengamati obyek observasi yang digambar, baik menggunakan peta dasar ataupun tidak. Bukti fisik: Laporan Jumlah sketsa peta yang diperiksa

Contoh : Mu’min Iskandar, sebagai pejabat statistisi Penyelia di BPS Kabupaten Wonosobo memeriksa 10 sketsa peta wilayah obyek observasi yang dibuat oleh Marzuki sebelum dipakai sebagai petunjuk jalan dalam melakukan pengamatan tingkat kepadatan lalulintas di daerah wisata Dieng. Dalam hal ini Mu’min mendapatkan angka kredit sebesar 10 x 0,04 = 0,4

(17) Mengelola Peta Analog Observasi (Manual) (Angka Kredit 0,03 Statsistisi Pelaksana La njutan)

63

Mengelola peta analog observasi (manual) adalah menghimpun, mengetur dan menata serta melakukan perbaikan ( Updating) terhadap peta obyek observasi yang dibuat secara manual

Bukti Fisik: Laporan jumlah peta analog yang dikelola Contoh: Indriyanti, statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Wonosobo ditugaskan untuk mengelola (Mengumpulkan, mengatur, Menata dan melakukan perbaikan seperlunya) 600 peta-peta analog hasil observasi (manual) yang dibuat oleh para petugas pencacah terhadap peta-peta tersebut. Dari 600 yang ada disetujui dilakukan perbaikan sebanyak 20 peta, maka Indtiyanti mandapatkan angka krdeit sebesar 20 x 0,03 = 0,6 (18) Mengelola Peta Digital kegiatan Observasi (Angka Kredit 0,06, statistisi Penyelia) Mengelola peta digital kegiata n observasi adalah menghimpun, mengatur dan menata serta melakukan perbaikan (updating) terhadap peta digital hasil observasi yang dibuat melalui proses komputerisasi

Bukti fisik: Laporan jumlah peta digital yang dikelola

Contoh : Bambang Legowo statistisi Penyelia pada Badan Koordinasi Survai dan Pemetaan Nasional, ditugasi untuk mengelola peta digital sebanyak 200 peta obyek observasi hutan lindung di Kalimantan Tengah. Dari 200 Peta yang ada disetujui sebanyak 15 peta dilakukan perbaikan. Angka kredit yang Legowo adalah sebesar 15 x 0,06 = 0,9 diperoleh Bambang

64

(19) Membuat Peta Tematik Manual Kegiatan Observasi (Angka Kredit 0.012, Statistisi Pelaksana) Membuat peta tematik manual kegiatan observasi adalah membuat peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan hasil observasi atau pengamatan. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau simbol dari penduduk, hewan, hasil pertanian atau lainnya

Bukti fisik : Laporan jumlah peta tematik yang dibuat

Contoh: Dalam rangka pameran pe mbangunan menyambut hari jadi kota palembang, Priyanto, Statistisi Pelaksana BPS kota Palembang ditugasi untuk membuat 20 peta tematik manual hasil kegiatan pengamatan tingkat kejahatan di kota Palembang. Dari kegiatan ini Priyanto mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0, 012 = 0,24

(20) Melakukan Penandaan (Marking), Penyuntingan (Editing) dan Penyandian (coding) Daftar Isian hasil Observasi (Angka Kredit 0,0o2, Statistisi Penyelia)

Melakukan penandaan (marking), penyuntingan (editing) dan penyandian (coding) daftar isian hasil observasi adalah kegiatan yang dilakukan setelah selesai observasi sehingga memudahkan untuk diolah secara manual atau computer Bukti fisik: Laporan berupa jumlah halaman serta fotocopy 1 (satu) kuesioner yang dikerjakan.

65

Contoh: Ambor, Statistisi Penyelia pada BPS Kabupaten jayapura,ditugaskan untuk melakukan penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan penyandian (coding), hasil observasi survei garam yodium 2003, dengan laporan sejumlah 62 blok sensus, setiap blok sensus satu daftar yang terdiri dari 2 halaman maka Ambor memperolah angka kredit sebanyak 62 x 2 x 0,002 = 0,248 (21) Melakukan Validasi data observasi secara Manual (Angka Kredit 0,016, Statistisi Penyelia) Melakukan validasi data observasi secara manual dimaksud meliputi mencari kesalahan isian serta memperbaiki sehingga menjadi sahih (valid)

Bukti fisik: Laporan berupa data observasi yang divalidasi

Contoh: Bagas susilo, statistisi Penyelia di BPS Propinsi Papua, ditugaskan melakukan validasi data hasil observasi ubinan sebanyak 100 daftar yang masing- masing terdiri 1 halaman, maka Bagus Susilo memperoleh angka kredit sebanyak 100 x 1 x 0,016 = 1,6 (22) Merancang dan membuat Tabel HAsil Observasi secara Manual (Angka Kredit 0,016, statistisi Pelaksana Lanjutan) Merancang dan memebuat tabel hasil observasi secara manual adalah kegiatan yang meliputi penentuan judul, sumber data, bentuk tabel serta memasukkan data secara manual sehingga menjadi tabel siap dipublikasikan.

Bukti fisik:

66

Laporan berupa jumlah tabel yang dibuat dan fotocopy cover buku publikasi serta daftar isi

Contoh: Tabrani, Statistisi Pelaksana Lanjutan BPS Propinsi Papua ditugaskan untuk merancang dan membuat 20 judul tabel kependudukan maka Tabrani, memperoleh angka kredit sebanyak 20 x 0,016 = 0,32

(23) Merancang dan Membuat grafik Hasil Observasi secara Manual (Angka Kredit 0,018, Statsitisi Pelaksana Lanjutan) Merancang dan membuat grafik di sini meliputi pembuatan grafik, penentuan judul grafik dan jenis atau bentuk grafik

Bukti Fisik: Laporan berupa jumlah grafik yang dikerjakan

Contoh: Mulyadi, statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Bogor ditugaskan merancang dan membuat grafik data hasil observasi ubinan sebanyak 20 grafik, maka Mulyadi mendapat angka kredit sebanyak 20 x 0,018 = 0,36

(24) Memindahkan Data Observasi ke dalam Media Komputer tanpa Validasi (Angka Kredit 0,002, Statistisi Pelaksana) Memindahkan data Observasi ked lam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke media computer, besaran angka kredit 0,002 per halaman setara 250 karakter

Bukti fisik: Laporan Jumlah Halaman hasil observasi yang dikerjakan

67

Contoh: Ahmad, Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kabupaten Karawang ditugaskan memindahkan data tanpa validasi hasil observasi ubinan sebnayak 50 daftar masing- masing terdiri 1 halaman, maka Ahmad mendapatkan angka kredit sebnayak 50 x 1 x 0,002 = 0,1

(25) Memindahkan Data Observasi ke dakam Media Komputer dengan Validasi (Angka Kredit 0,001, Statistsisi Pelaksana) Memindahkan Data Observasi ke dalam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke Media computer, Besaran angka kredit 0,001 per halaman setara 250 karakter.

Bukti fisik: Laporan jumlah halaman hasil observasi yang dikerjakan Contoh : Sujadi, Statistisi Pelaksana di BPS Kabupetn Majalengka ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan survei garam yodium sebanyak 300 daftar masing- masing terdiri 1 halaman , maka Sujadi mendapatkan angka kredit sebanyak 300 x 1 x 0,001 = 0,3

(26) Melakukan Validasi data Observasi Hasil Pengolhan Komputer (Angka Kredit 0,008, Statistisi Pelaksanan Lanjutan) Melakukan Validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesalahan

Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang divalidasi

Contoh : Rina, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Direktirat Statistik Pertanian BPS ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan data observasi

68

ubinan sebanyak 120 desa masing- masing terdiri 1 halaman, maka Rina mendapat angka kredit sebanyak 120 x 1 x 0,008 = 0,96

(27) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0,01, statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,02, Statistisi Penyelia) Contoh: Ahmad Tantowi, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Tumanggung, ditugaskan untuk memeriksa tabel hasil pengamatan tentang perilaku konsumen rokok dan dampaknya terhadap produktivitas kerja di kecamatan Tretep. Tabel yang diperiksa sebanyak 20 tabel, sehingga Ahmad

Tantowi memperoleh angka kredit sebesar 20 x 0,01 = 0,2 (28) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi : (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0,52, Statistisi Pelaksana Lanjutan) (b) Publikasi Kabupaten/Kota ( Angka Kredit 1,04, Statistisi Penyelia) Menyusun Publikasi statistik hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku

Bukti fisik: Buku publikasi

Contoh :

69

Amzi, Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS kota Tegal ditugaskan menyusun bahan publikasi Statistisi kecamatan. Maka Amzi mendapatkan angka kredit sebnayak 0,52

70

71

(25) Memindahkan Data Observasi ke Dalam Media Komputer dengan Validasi (Angka Kredit 0,001, Statistisi Pelaksana) Memindahkan Data Observasi ke Dalam Media Komputer tanpa Validasi adalah memindahkan data ke media computer. Besaran angka kredit 0,001 per halaman setara 250 karakter.

Bukti fisik : Laporan jumlah halaman hasil observasi yang dikerjakan.

Contoh: Sujadi, Statistisi Pelaksana di BPS Kabupaten Majalengka ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan survey garam yodium sebanyak 300 daftar masing-masing terdiri 1 halaman. Maka Sujadi mendapatkan angka kredit sebanyak 300 x 1 x 0,001 =0,3.

(26) Melakukan Validasi Data Observasi Hasil Pengolahan Komputer (Angka Kredit 0,008, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

Melakukan validasi data observasi hasil pengolahan yang meliputi perbaikan kesahan.

Bukti fisik: Laporan jumlah halaman yang divalidasi.

Contoh:

Rina, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Direktorat Statistik Pertanian BPS ditugaskan melakukan validasi hasil pengolahan data observasi ubinan sebanyak 120 desa masing- masing terdiri 1 halaman. Maka Rina mendapat angka kredit sebanyak 120 x 1 x 0,008=0,96.

72

(27) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan Disajikan pada: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pelaksana Lanjutan). (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 0,02, Statistisi Penyelia).

Contoh : Ahmad Tantowi, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada BPS Kabupaten Tumananggung, ditugaskan untuk memeriksa tebel hasil pengamatan tentang perilaku konsumen rokok dan dampaknya terhadap produktivitas kerja di Kecamatan Tretep. Tabel yang diperiksa sebanyak 20 tabel, sehingga Ahmad Tantowi memperoleh angka kredit sebesar 20 x 0,01 = 0,2.

(28) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi: (a) Publikasi Kecamatan (Angka Kredit 0,52, Statistisi Pelaksana Lanjutan). (b) Publikasi Kabupaten/Kota (Angka Kredit 1,04, Statistisi Penyelia). Menyusun publikasi statistik hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku.

Bukti fisik: Buku publikasi

Contoh: Amzi, Statistisi Pelaksana Lanjutan di BPS Kota Tegal ditugaskan menyusun bahan publikasi statistik kecamatan. Maka Amzi mendapatkan angka kredit sebanyak 0,52.

73

2.2.STATISTISI AHLI

a. Sensus/Survei (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Sensus/Survei: (a) (b) (c) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0,2) Statistisi Muda (Angka Kredit 0,4) Statistisi Madya (Angka Kredit 0,6)

Jadwal kegiatan sensus/survey dimaksud adalahmembuat rencangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan sensus/survey yang akan dilakukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semesteran I: Januari s/d Juni, semesteran II : Juli s/d Desember).

Bukti fisik:

Laporan berisi rencana kegiatan sensus/survey.

Contoh: Ir. Sutjipto, Statistisi Pertama pada BPS Kecamatan Gajah Mungkur Kota Semarang ditugaskan merancang dan membuat jadwal semua kegiatan sensus/survey semester I tahun 2003. Dengan laporan rencana kegiatan ini maka Sutjipto mendapatkan angka kredit sebesar 0,2. (2) Mengumpulkan Bahan ?informasi Pendukung Sensus/Survei dalam rangka : (a) (b) Penyusunan daftar isian (Angka Kredit 1,1, Statistisi Pertama) Penyusunan Konsep dan definisi (Angka Kredit 1,67, Statistisi Pertama) (c) Penyusunan system pengolahan (Angka Kredit 2,4, Statistisi Pertama)

74

Bukti fisik: Laporan mengumpulkan bahan/informasi pendukung.

Contoh: Alex Sidabutar, S.Si, Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera Utara telah mengumpulkan berbagai bahan/informasi yang akan dipakai dalam penyusunan daftar isian Survei Perekenomian di Kabupaten Karo. Dengan bukti laporan acuan tersebut maka Alex Sidabutar mendapat angka kredit sbesar 1,1.

(3)

Menelaah Bahan/Informasi Pendukung Sensus/Survei dalam rangka: (a) (b) Penyusunan daftar isian (Angka Kredit 1,3, Statistisi Muda) Penyusunan konsep dan definisi (Angka Kredit 1,34, Statistisi Muda) (c) Penyusunan system pengolahan (Angka Kredit 1,96, Statistisi Muda) Mempelajari bahan/informasi pendukung sensus/survey dengan tujuan apakah bahan/informasi pendukung tersebut dapat

diaplikasikan atau digunakan.

Bukti fisik: Laporan menelaah bahan/informasi pendukung.

Contoh: Ir. Alex Sidabutar, Statistisi Muda pada BPS Propinsi Sumatera Utara telah menelaah dan mempelajari berbagai bahan/informasi yang akan dipakai dalam penyusunan daftar isian Survei Perekonomian di Kabupaten Karo. Dengan bukti laporan hasil telaah maka Alex Sid abutar mendapat angka kredit sebesar 1,3.

75

(4)

Merancang dan Membuat Daftar Isian/Kuesioner/ Instrumen Sensus/Survei : (a) Sederhana (Angka Kredit 0,42, Statistisi Pertama) Daftar isian/kuesioner yng terdiri dari 1-3 halaman. (b) Sedang (Angka Kredit 0,78, Statistisi Pertama) Daftar isian/kuesioner yang terdiri dari 4-7 halaman. (c) Komplek (Angka Kredit 1,84, Statistisi Muda) Daftar isian/kuesioner yang terdiri dari 8 halaman atau lebih.

Bukti fisik : Kuesioner Contoh :

Andi Mapajalos,

S.Si., Statistisi Pertama pada Dinas Kesehatan

Propinsi Sulawesi Selatan telah merancang dan membuat kuesioner modul Balita yang akan digunakan pada Survei Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Wajo. Jumlah halaman dari kuesioner tersebut adalah 2 (dua). Dengan bukti kuesioner yang dibuatnya maka Andi Mapajalos mendapat angka kreadit sebesar 0,42.

(6)

Merancang dan Membuat Rencana Tabulasi Sensus/Survei: (a) Sederahana (Angka Kredit 0,016, Statistisi Pertama) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survey berupa table satu arah.

Bukti fisik: Laporan berupa jumlah tabul, daftar judul yang digunakan.

Contoh : Suryo Lontoh, S.Si., Statistisi Pertama pada Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10

76

rencana tabulasi satu arah pada Survei Dampak Lingkungan pada Sektor Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka Suryo Lontoh mendapat angka kredit sebesar 10 x 0,016 = 0,16.

(b)

Sedang (Angka Kredit 0,04, Statistisi Muda) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survey berupa table dua arah.

Bukti fisik : Laporan berupa jumlah table, daftar judul yang digunakan.

Contoh: Roy Tomohon, S.Si., Statistisi Muda pada Dinas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 rencana tabulasi dua arah pada Survei Dampak Lingkungan pada sector Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka Roy Tomohon mendapat angka kredit sebesar 10 x 0,04 = 0,4.

(c)

Komplek (Angka Kredit 0,12, Statistisi Madya) Merancang dan membuat rencana tabulasi sensus/survei berupa table multi arah.

Bukti fisik: Laporan berupa jumlah table, daftar judul yang digunakan.

Contoh: George Tuerah, S.Si., Statistisi Madya pada DInas Pariwisata Propinsi Sulawesi Utara telah merancang dan membuat 10 rencana tabulasi multi arah pada Survei Dampak Lingkungan

77

pada Sektor Pariwisata di Propinsi Sulawesi Utara. Dengan rancangan tabulasi tersebut maka George Tuerah, S.Si., mendapat angka kredit sebesar 10 x 0,12 = 1,2.

(7)

Membuat Pedoman Pengisian Daftar/Isian Kuesioner/Instrumen Sensus/Survei : Pedoman pengisian daftar isian/kuesioner/instrument sunsus/survey dimaksudkan adalah pedoman yang dipakai agar dalam pelaksanaan pencacahan dapat berjalan sesuai dengan tujuan sensus/survey, yang diklasifikasikan sebagai berikut : (a) Sederhana (Angka Kredit 0,58, Statistisi Pertama) Contoh: Permadi, S.Si., Statistisi Pertama pada Kanwil Departemen Perindustrian dan perdagangan Propinsi Kalimantan Timur telah membuat buku pedoman pengisian kuesioner Survei Usaha Kecil di Balikpapan. Dengan pedoma n yang dibuatnya, maka Permadi mendapatkan angka kredit sebesar 0,58.

(b)

Sedang (Angka Kredit 2, Statistisi Muda) Contoh: Satrio Juwono, S.Si., Statistisi muda pada BPS Propinsi Banten telah membuat buku pedoman pemeriksaan kuesioner Survei Khusus Penyus unan Angka PDRB Propinsi Banten. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Satrio Juwono, S.Si., mendapatangka kredit sebesar 1,42.

(d)

Komplek (Angka Kredit 3,6 Statistisi Madya) Contoh: Sagap AT, S.Si., Statistisi Madya pada BPS Pusat telah membuat buku pedoman pemeriksaan kuesioner Survei Ilkim

78

Investasi Sektor Industri. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Sagap AT, S.Si. mendapat angka kredit sebesar 3,6.

Bukti fisik: Buku pedoman.

(8)

Mengikuti pembahasan Materi Kuesioner dan Instrumen Lainnya dari Kegiatan Sensus/Survei sebagai : (a) (b) (c) Penyaji (Angka Kredit 0,2, Statistisi Muda) Nara Sumber (Angka Kredit 0,42, Statistisi Madya) Peserta (Angka Kredit 0,16, Statistisi Pertama)

Kegiatan ini dimaksudkan untuk membahas materi pertanyaan yang akan dituangkan da lam format kuesioner sehingga materi pertanyaan tersebut akan dapat mewujudkan tujuan dari pelaksanaan suatu kegiatan sensus/survey

Bukti fisik: Surat tugas.

Contoh: Laksamana, S.Si., Statistisi Muda pada Dinas Pertanian Propinsi Lampung telah bertugas s ebagai penyaji dalam rapat pembahasan materi kuesioner yang akan digunakan untuk Survei Monitoring Harga Gabah dan Palawija, dan dengan demikian maka Laksamana, S.Si. telah mendapatkan angka kredit sebesar 0,2.

(9)

Merancang

dan

Membuat

Pedoman

Pelaksanaan

Kegiatan

Sensus/Survei (Angka Kredit 1,38, Statistisi Madya) Pedoman pelaksanaan kegiatan sensus/survey meliputi rangkaian suatu kegiatan sensus/survey yang dituangkan dalam satu pedoman

79

mulai dari maksud dan tujuan, organisasi lapangan, pencacahan, pengolahan sampai dengan pelaporan.

Bukti fisik: Buku Pedoman. Contoh: Syahrul Jahja, S.Si., Statistsi Madya pada BPS Pusat, telah merancang dan membuat buku pedoman pelaksanaan kegiatan Survei Biaya Hidup. Dengan buku pedoman yang telah dibuatnya maka Syahrul Jahja, S.Si. mendapatkan angka kredit sebesar 1,38. (10) Merancang dan Menentukan Sampel Wilayah Kerja Survei di bidang: (a) Penentuan metode penarikan sampel dan estimasi (Angka Kredit 156, Statistisi Muda) Menentukan metode penarikan sampel dan estimasi yang sesuai dengan rancangan survey dan menggunakan metode statistik untuk menyusun kerangka sampel dalam rangka menentukan sampel wilayah kerja.

Bukti fisik: Laporan penentuan metode penarikan sampel dan estimasi.

Contoh: Dalam rangka Survei Tingkat Kesejahteraan Guru SD di Propinsi Jambi, Ir. Habibie, Statistisi Muda pada Kanwil Departemen Pendidikan Nasional Propinsi Jambi telah

merancang metode penarikan sampel dan estimasi yang akan digunakan sebagai sampel wilayah kerja. Dengan demikian Hebibie mendapatkan angka kredit sebesar 1,56. (b) Penyusunan kerangka sampel (Angka Kredit 0,46, Statistisi Pertama)

80

Menyusun kerangka sampel sesuai dengan metode penarikan sampel yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Laporan Penyiapan kerangka sampel.

Contoh:

Ghosfar, Statistisi Pertama pada Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Kerinci, telah menyusun kerangka sampel dalam rangka Survei Tingkat Kesejahteraan Guru SD di Kab. Kerinci. Dengan demikian Ghosfar mendapat angka kredit sebesar 0,46.

(11) Menghitung Tingkat Kesalahan Penarikan Sampel (Angka Kredit 1,26, Statistisi Muda) Menghitung tingkat kesalahan dimaksudkan adalah menentukan sampling error dan non sampling error yang terjadi dalam penerapan metode sampling untuk pelaksanaan sensus/survey.

Bukti fisik : Laporan menghitung tingkat kesalahan penarikan sampel.

Contoh: Lili Sugiono, S.Si., Statistisi Muda pada Direktorat Metodologi Statistik BPS telah menghitung besarnya sampling error Survei Usaha Terintegrasi, dengan demikian maka Lily Sugiono, S.Si. mendapat angka kredit sebesar 1,26.

(12) Merancang dan Membuat Klasifikasi, Konsep dan Definisi Obyek Sensus/Survei (Angka Kredit 2,34, Statistisi Madya)

81

Merekrut petugas pelaksana sensus/survey adalah mencari dan menyeleksi petugas yang akan terlibat langsung dalam proses pengumpulan data tiap kegiatan sensus/survey pada tingkat propinsi.

Bukti fisik: Laporan berisi daftar nama petugas yang direkrut/dialokasikan per wilayah.

Contoh: Nanny Kurniani, Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sulawesi Selatan telah merekrut petugas yang akan terjunkan pada kegiatan Survei Sosia Ekonomi Nasional Propinsi Sulawesi Selatan. Petugas yang direkrut sebanyak 30 orang, maka nanny Kurniani

mendapatkan angka kredit sebesar 30 x 0,015 = 0,45.

(16) Memberikan Pelatihan Sensus/Survei Terstruktur bagi: (a) Pelatihan /instruktur (TOT) (Angka Kredit 0,02, Statistisi Muda) Melatih Pelatih/Instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk dapat memberikan pelatihan kepada pemeriksa/pengawas/pe tugas pencacah sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bentuk fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegasir atau surat tugas.

Contoh:

Maukena, M.Si., Statistisi Muda pada Sub Direktorat Analisis dan Konsistensi Statistik BPS mendapat tugas me njadi Instruktur Nasional (TOT) bagi calon Instruktur Daerah pada

82

kegiatan Susenas Tahun 2003 sebanyak dua gelombang di Cisarua Bogor. Setiap gelombang dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam per hari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 2 x 3 x 8 x 0,02 = 0,96.

(b)

Koordinator teknis (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pertama) Melatih seseorang petugas sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terstruktur agar mampu menjdai coordinator teknis sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh:

Hilda Kaunang, S.Si., Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera barat mendapat tugas menjadi Instruktur Daerah bagi para coordinator teknis pada kegiatan Susenas Tahun 2003 sebanyak tiga gelombang Kota Padang. Setiap gelombang dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam per hari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 3 x 8 x 0,01 = 0,72.

(17) Memberikan Pelatihan Survei In-Depth Interview bagi: (a) (b) (c) Pelatih/instruktur (TOT) (Angka Kredit 0,03, Statistisi Madya) Koodinator teknis (Angka Kredit 0,02, Statistisi Muda) Pemeriksa/pengawas (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pertama)

Melatih instruktur/coordinator teknis/pengawas pencacah dengan indepth interview (teknik wawancara yang lebih mendalam) sederhana atau sedang sehingga menguasai teknik pengembangan pertanyaan sesuai dengan tujuan pelaksanaan sensus/survey.

83

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh: Yahya Muharam, M.Sc. Statistisi Muda pada Sub Dit Statistisi harga Konsumen BPS mendapat tugas menjdai instruktur untuk pada coordinator teknis. Survei Pola Konsumsi masyarakat Pasca Kritis dengan indepth interview di Propinsi Nanggroe Ache Darussalam sebanyak satu gelombang selama 5 hari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 8 x 0,02 = 0,8.

(18) Mengikuti

Pelatihan

Sensus/Survei

terstruktur

sebagai

Pelatihan/Instruktur (TOT) (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pertama) Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/Instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey dengan menggunakan kuesioner terseturk untuk dapat memberikan pelatihan kepada pelatihan/instruktur sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh: Candraningtias, S.Si., Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Jawa Timur mendapat tugas mengikuti pelatihan Survei Kemiskinan sebagai Instruktur Daerah selama 3 hari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0,01 = 0,24.

(19) Mengikuti Pe latihan Survei In-Depth Interview sebagai: (a) Pelatih/instrusktur (TOT) (Angka Kredit 0,02, Statistisi Muda) Mengikuti pelatihan sebagai pelatih/instruktur (TOT) kegiatan sensus/survey In-depth interview untuk dapat memberikan

84

pelatihan kepada pemeriksa/pengawas/petugas pencacah sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik:

Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh:

Darbeni, SE Statistisi Muda Propinsi DKI Jakarta, mendapat tugas mengikuti pelatihan Survei Kemiskinan melalui in-depth interview sebagai Instruktur Daerah selama 3 hari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0,02 = 0,48.

(b)

Koordinator teknis (Angka Kredit 0,01, statistisi Pertama) Mengikuti pelatihan coordinator teknis survey in-depth interview sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan.

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas.

Contoh:

Nona Niode, Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Gorontalo ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai coordinator teknis survey kemiskinan di Gorontalo selama 2 hari, maka Nona Niode mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0,01 = 0,16.

85

(20) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga In-depth Interview Komplek (Angka Kredit 0,03, Statistisi Pertama)

Melakukan wawancara langsung secara mendalam dengan teknik pengembangan pertanyaan sendiri kepada rumahtangga yang terkena sampel terhadap masalah yang disurvei.

Bukti fisik: Laporan jumlah rumahtangga yang disurvei.

Contoh: Sriyati, S.Si., Statistisi Pertama pada BPS Propinsi D.I. Yogyakarta mendapat tugas melakukan wawancara mendalam survey mobilitas pangan antar wilayah Jumlah rumahtangga yang disurvei sebanyak 10 rumahtangga di Kecamatan Jetis. Angka kredit diperoleh sebesar 10 x 0,03 = 0,3.

(21) Melakukan Pengumpulan Data Primer Sensus/Survei dengan obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha In-Depth Interview Komplek (Angka Kredit 0,06 Statistisi Pertama)

Melakukan wawancara langsung secara mendalam dengan teknik pengembangan pertanyaan sendiri kepada perusahaan/lembaga/usaha yang terkena sampel terhadap masalah yang disurvei.

Bukti fisik : Laporan jumlah perusahaan/lembaga/usaha yang survey.

Contoh:

86

Indar Taufik, S.Si., Statistisi Pertama pada Kanwil Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DKI Jakarta mendapat tugas melakukan wawancara mendalam survey perdagangan barang bekas dari luar negeri. Jumlah usaha yang disurvei sebanyak 10 usaha garmen di Kecamatan Kapuk. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0,06 = 0,6.

(22) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Rumahtangga: (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pertanian) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0,06, Statistisi Muda)

Pengawasan terhadap jalannya pengumpulan data atau informasi melalui in-depth interview pada rumahtangga yang terkena sampel agar tidak menyimpang dari tujuan dan cakupan survey.

Bukti fisik : Laporan jumlah rumahtangga yang diawasi.

Contoh:

Jajak, MA, Statistisi Pertama pada BPS Propinsi D.I. Yogyakarta mendapat tugas mengawasi pelaksanaan Survei Mobolitas pangan antar wilayah dengan indepth interview sedang di Kecamatan Jetis dan Kecamatan Tugu masing-masing sebanyak 10 rumahtangga. Angka kredit ya ng diperoleh sebesar 2 x 10 x 0,02 = 0,4.

87

(23) Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha : (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit, 0,003, Statistisi Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0,005, Statistisi Pertama) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0,016, Statistisi Muda)

Memeriksa seluruh hasil pengumpulan data atau informasi melalui in-depth interview terhadap rumahtangga yang terkena sampel pada cakupan daerah survey yang menjadi tanggungjawabnya.

Bukti Fisik: Laporan jumlah rumahtangga yang diperiksa.

Contoh: Yuyun, S.Si., Statistisi Pertama di BPS Prop. Jawa Barat menyelesaikan tugas memriksa 40 hasil wawancara langsung (indepth interview sederhana) survey persepsi konsumen gas terhadap rencana pipanisasi di Kecamatan Geger Kalong. Angka kredit yang diperoleh sebesar 40 x 0,003 = 0,12.

(24) Memeriksa hasil Pengumpulan Data Sensus/Survei dengan Obyek Perusahaan/Lembaga/Usaha:

Meneliti/memriksa peta analog adalah meneliti dan memeriksa batas-batas dan legenda peta yang dibuat secara manual pada kegiatan sensus/survey.

Bukti fisik:

88

Laporan Banyaknya peta yang diteliti.

Contoh:

Samiat, S.Si., Statistisi Pertama pada BPS Kabupaten Tidore selesai memeriksa sebanyak 15 peta desa analog yang dibuat secara manual. Angka kredit yang diperoleh sebesar 15 x 0,03 = 0,45.

(27) Membuat Peta Indeks Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,002, Statistisi Pertama) Membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi.

Bukti fisik: Laporan banyaknya peta yang dibuat.

Contoh: Sodikin, S.Si., Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Sumatera Selatan menyelesaikan pembuatan peta indeks desa miskin 10 kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Angka kredit yang diperoleh sebesar 10 x 0,002 = 0,02.

(28) Meneliti Peta Indeks Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,002, Statistisi Muda) Meneliti/memeriksa peta indeks adalah meneliti dan memeriksa urutan kode wilayah, batas-batas, dan legenda dari peta indeks pada kegiatan sensus/survey.

Bukti fisik:

Laporan banyaknya peta indeks yang dibuat.

89

Contoh: Juanda Karta, S.Si., Statistisi Muda pada BPS Propinsi Sumatera Selatan selesai meneliti 200 peta indeks Sensus Penduduk 2000 Propinsi Sumatera Selatan. Angka kredit yang diperoleh sebesar 200 x 0,002 = 0,4.

(29) Membuat Peta Tematik Digital Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,03 Statistisi Pertama) Membuat peta tematik digital adalah membuat peta yang menyajikan informasi hasil kegiatan sensus atau survey. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau symbol dari penduduk, hewan, hasil pertanian atau lainnya dan pembuatannya dilakukan melalui media computer (digitasi).

Bukti fisik : Laporan banyaknya peta yang dibuat.

Contoh:

Suprapto, M.Sc., Statistisi Pertama Dinas Pertanian Propinsi Lampung ditugaskan membuat peta tematik digital hasil pedataan hewan tematik kabupaten Lampung Utara. Jumlah peta yang dihalkan sebanyak 5 buah. Dengan laporan kegiatan ini Suprapto mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 0,03 = 0,15.

(30) Membuat Program Data Enrety dan Validasi Pengolahan Data Sensus/Survei (Angka Kredit 2,14, Statistisi Muda) Membuat program data entry dan validasi adalah membuat program computer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media kompeter yang disertai dengan konsisten antar isian kuesioner.

90

Bukti fisik: Laporan pembuatan program data entry dan validasi.

Contoh; Ir. Suprapti, Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugaskan membuat program data entry dan validasi pengolahan data hasil Survei kendaraan Bermotor Tahun 2003. Dengan laporan kegiatan ini, Suprapti mendapatkan angka kredit sebesar 2,14.

(30) Membuat Program Tabulasi Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,9, Statistisi Pertama) Membuat program data entry dan validasi adalah membuat program computer yang dipakai untuk memindahkan (memasukkan) data ke dalam media computer yang disertai dengan konsisten antar isian kuesioner.

Bukti fisik: Laporan pembuat program data entry dan validasi.

Contoh: Ir. Suprapti, Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugaskan membuat program data entry dan validasi pengolahan data hasil Survei Kendaraan Bermotor Tahun 2003. Dengan laporan kegiatan ini, Suprapti mendapatkan angka kredit sebesar 2,14.

(31) Membuat Program Tabulasi Kegiatan Sensus/Survei (Angka Kredit 0,9, Statistisi Pertama) Membuat program tabulasi adalah program yang digunakan untuk memperoleh hasil olahan data dalam bentuk tabel-tabel.

Bukti fisik:

91

Laporan pembuatan program data entry dan validasi.

Conto h:

Suprapto, S.Si., Statistisi Pertama BPS Propinsi DI Yogyakarta, ditugaskan membuat program tabulasi kegiatan Survei Gizi di Kabupaten Bantul. Jenis tabulasi yang dibuat programnya sesuai dengan rencana tabulasi yang sudah ditetapkan sebelumnya. Dari laporan kegiatan ini Suprapto mendapatkan angka kredit sebesar 0,9.

(32) Melakukan Penandaan (Marking); Penyuntingan (Editing), dan Penyadian (Coding) Kuesioner/Daftar Isian Kegiatan Sensus/Survei: (a) In-depth interview sederhana (Angka Kredit 0,001, Statistis i Pertama) (b) In-depth interview sedang (Angka Kredit 0,002, Statistisi Pertama) (c) In-depth interview komplek (Angka Kredit 0,008, Statistisi Muda)

Penandaan (marking), penyuntingan (editing), dan penyandian (coding) kuesioner/daftar isian kegiatan sensus/survey adalah kegiatan pengolahan manual dokumen hasil sensus/survey yang dilakukan setelah pelaksanaan kegiatan pengumpulan data untuk mendapatkan vasilitas dan memudahkan kegiatan pemindahan data ke media computer.

Bukti fisik:

Laporan jumlah halaman keseluruhan dari dokumen yang diolah.

Contoh:

92

Supartini,

MA,

Statistisi

Pertama

pada

Direktorat

Statistik

Kependudukan BPS ditugaskan untuk melakukan penandaan, penyuntingan dan penyandian pada kuesioner hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan dengan mutu kuesioner in-depth interview sederhana sebanyak 50 dikumen masing- masing terdiri dari 10 halaman. Dari laporan kegiatan ini, Supartini mendapatkan angka kredit sebesar 50 x 10 x 0,001 = 0,5.

(33) Melakukan Reformat Data Sensus/Survei dari Satu Format ke Format Lainnya dalam Media Komputer (Angka Kredit 0,07, Statistisi Pertama)

Melakukan reformat data sensus/survey dari satu format lainnya dalam media computer adalah membuat format data baru dari raw data hasil sensus/survey yang akan digunakan untuk pengolahan data sesuai kebutuhan.

Bukti fisik:

Laporan jumlah file yang di-convert ke format lain.

Contoh:

Dalam menyajikan data ringkas hasil Survei Usaha Terintregrasi (SUSI), Arianto, S.Si., Statistisi Pertama pada Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa BPS, ditugai mereformat data dari raw data Survei Usaha Terintergrasi ke, dalam file dbf. Sebanyak 10 File telah di-convert ke dalam format dbf. Sehingga dari kegiatan ini Arianto, S.Si., memperoleh angka kredit sebesar 10 x 0,07 = 0,7.

(34) Memeriksa Tabel Hasil Sensus/Survei yang akan Disajikan pada:

93

(a) (b)

Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pertama) Publikasi Nasional (Angka Kredit 0,04, Statistisi Muda)

Memeriksa tabel hasil sensus/survey adalah memeriksa konsistensi antar sel dalam tabel serta relevan isian dalam tabel realita atau kondisi saat sensus/survey tersebut dilakukan.

Bukti fisik: Laporan jumlah tabel yang diperiksa.

Contoh:

Dalam rencana publikasi hasil inventarisasi data hotel, Ir. Supriyoko, Statistisi Pertama pada BPS Propinsi Bangka Belitung melakukan pemeriksaan tabel-tabel yang akan disajikan dalam lingkup publikasi tingkat propinsi. Dari kegiatan ini Ir. Supriyoko melakukan pemeriksaan sebanyak 14 tabel, sehingga angka kredit yang diperoleh seba nyak 14 x 0,01 = 0,14.

(35) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Sensus/Survei berupa: (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0,9, Statistisi Pertama) Publikasi Nasional ( Angka Kredit 1,8, Statistisi Muda)

Menyusun publikasi statistik hasil sensus/survey adalah kegiatan menyusun publikasi secara sistematis tabel-tabel, ulasan tabel dan grafik yang akan dipublikasikan agar datanya. memudahkan pengguna

Bukti fisik:

Fotocopy cover dan daftar isi hasil publikasi yang telah dilegalisir.

94

Contoh: Ir. Abas Siregar, Statistisi Muda pada Subdirektori Statistisi Perhubungan BPS dibantu Drs. Joshua Simbolon, Statistisi Pertama pada Subdit yang sama ditugasi menyusun publikasi Statistik Angkutan Udara dalam tingkat nasional. Sebagai penyusun naskah utama, Ir. Abas Siregar memperoleh angka kredit sebesar 60 % x 1,8 = 1,08, sedangkan Drs. Joshua Simbolon memperoleh angka kredit sebesar 40% x 80%x1,8 = 0,72. Dalam hal ini Drs. Joshua Simbolon melakukan pekerjaan setingkat lebih tinggi dari apa yang harus dia lakukan sehingga masih harus dikalikan 80 % lagi.

b. Kompilasi Administrasi (1) Merancang dan Membuat Jadwal Kegiatan Kompilasi Data Administrasi oleh: (a) (b) (c) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0,15) Statistisi Muda (Angka Kredit 0,3) Statistisi Madya (Angka Kerdit 0,45)

Membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan kompilasi data administrasi yang akan dilakukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam perioede semesteran (semesteran I: Januari s/d Juni, semester II: Juli s/d Desember).

Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegiatan kompilasi data administrasi.

Contoh :

Sunarto, Statistisi Pertama ditugaskan untuk melakukan pembuatan jadwal kompilasi data administrasi tentang sekolah dasar yang ada di

95

Kabupaten Demak selama periode Januari – Juni 2002. Dalam rancangannya, jadawal kompilasi data admintrasi di buat per kecamatan setiap harinya.Dengan laporan kegiatan ini, Sunarto mendapatkan angka kredit sebesar 0,15.

(2)

Mengumpulkan/Menelaah Bahan/Informasi Data Admintrasi (Angka Kredit 0,15, Statistisi Pertama)

Mengumpulkan/menelaah bahan/informasi data adaministrasi adalah mengumpulkan atau menelaah informasi dari sumber lain berupa studi literature, hasil kajian/penelitian atau media massa sebagai bahan acuan yang diperlukan untuk kajian data administrasi.

Bukti fisik: Laporan jumlah bahan acuan yang digunakan.

Contoh: Hanggoro, S.Si., Statistisi Pertama, ditugaskan untuk

mengumpulkan/ menelaah bahan pustaka untuk bahan penyusun laporan penyajian data adminstrasi tentang tindak Kriminalitas selama Tahun 2002. Dengan laporan kegiatan ini Hanggoro mendapat angka kredit sebesar 0,15 untuk bahan acuan yang dikumpulkan/ditelaah.

(3)

Merancang dan Pemebuat Pedoman Pengolahan Data Sekunder untuk: (a) Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data

sekunder (Angka Kredit 1,22, Statistisi Muda)

Merancang

dan

membuat

pedoman

penyuntinagandan

penyandian data sekunder adalah membuat buku pedoman

96

yang memuat tentang tatacara melakukan penyuntingan dan penyandian terhadap data sekunder yang telah dikumpulkan

Bukti fisik:

Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir.

Contoh:

Handoyo, S.Si., Statistisi Muda, ditugaskan untuk menyusun pedoman penyuntingan dan penyandian dalam pengolahan data Daerah Aliran Sungai di jawa Barat Tahun 2002. Dengan laporan kegiatan ini Handoyo mendapat angka kredit sebesar 1,22.

(b)

Validasi data (Angka Kredit 0,96, Statistisi Muda) Merancang dan membuat pedoman validasi data sekunder adalah membuat buku yang memuat tentang tatacara

melakukan validasi data sekunder yang telah dikumpulkan.

Bukti fisik: Fotocopy dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir.

Contoh: Ir. Handayani, Statistisi Muda, ditugaskan untuk membuat pedoman validasi dalam pengolahan data bioskop di Jakarta Tahun2001. Dengan laporan kegiatan ini, Handayani mendapat angka kredit 0,96. (c) Tabulasi (Angka Kredit 0,38, Statistisi Pertama) Merancang dan membuat pedoman tabulasi hasil pengumpulan data sekunder untuk tabulasi adalah merancang buku pedoman

97

yang memuat tentang tatacara melakukan tabulasi data sekunder yang telah dikumpulkan.

Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir.

Contoh :

Drs. Mardono, Statistisi Pertama, ditugaskan untuk membuat pedoman tabulasi data hasil re gistrasi penduduk Kecamatan Kajengan Bulan April – Oktober 2002. Dengan laporan kegiatan ini Mardono mendapat angka kredit sebesar 0,38.

(4)

Membuat Program Data Entry dan Validasi untuk Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 2,14, Statistisi Muda) Membuat program data entry dan validasi untuk pengolahan data sekunder dimaksud adalah pembuatan program computer untuk data entry termasuk validasinya sehingga diperoleh raw data yang bebas dari kesalahan.

Bukti fisik: Laporan jumlah paket program yang dibuat.

Contoh :

Handini, S.Si., Statistisi Muda, ditugaskan untuk membuat program data entry dan validasi dalam Pengolahan Data Pendidikan Non PDK Kabupaten Wajo Tahun 2002. dengan laporan kegiatan ini, Handini mendapatkan angka kredit sebesar 2,14.

98

(5)

Membuat Program Tabulasi Pengolahan Data Sekunder (Angka Kredit 0,9, Statistisi Pertama) Mebuat program tabulasi pengolah data sekunder dimaksud dimaksud adalah membuat program, sehingga dapat menghasilkan tabel-tabel sesuai dengan yang telah direncanakan.

Bukti fisik : Laporan jumlah paket program yang dibuat.

Contoh: Hamidah, S.Si., Statistisi Pertama, ditugaskan untuk membuat program tabulasi data kendaraan bermotor roda 4 di Kabupaten Bekasi Tahun . Dengan laporan kegiatan ini Hamidah mendapatkan angka kredit sebesar 0,9.

(6)

Memeriksa Tabel yang akan Disajikan pada: (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 0,01, Statistisi Muda) Publikasi Nasional (Angka Kredit 0,02, Statistisi Pertama)

Memeriksa tabel dimaksud adalah mengecek kebenaran, kesahihan, kewajaran dan cek silang antar tabel dalam publikasi tingkat propinsi/nasional yang akan disajikan.

Bukti fisik: Fotocopy publikasi dan daftar isi yang dilegalisir, serta laporan jumlah tabel yang diperiksa.

Contoh:

Sudirman, Statistisi Muda pada BPS DKI Jakarta, ditugaskan untuk melakukan pemeriksaan tabel-tabel yang akan disajikan dalam

99

publikasi Jakarta Dalam Angka 2002. Dengan laporan yang terdiri dari 20 tabel, maka Sudirman mendapatkan angka kredit sebesar 20 x 0,01 = 0,2.

(7)

Menyusun Publikasi Statistik Hasil Pengumpulan Data Sekunder berupa : (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka Kredit 1,3, Statistisi Pertama) Publikasi Nasional (Angka Kredit 2,6, Statistisi Muda)

Menyusun publikasi statistik hasil pengumpulan data sekunder dimaksud adalah merancang dan membuat serta menggandakan publikasi yang didasarkan pada data sekunder di tingkat propinsi/nasional.

Bukti Fisik: Fotocopy sampul publikasi dan daftar isi buku yang dibuat dan telah dilegalisir Oleh pejabat yang berwenang

Contoh: Anang, S.si, Statistisi Pertama di BPS Propinsi Jawa Barat, ditugasi untuk menyusun publikasi penduduk Jawa Barat 2003 Hasil Registrasi ( 2 publikasi). Dari laporan kegiatan tersebut, Anang, S, si, Mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 1,3 = 2,6

C.

Observasi/Pengamatan (1) Merancang dan membuat Jadwal kegiatan observasi oleh : (a) Statistisi Pertama (Angka Kredit 0,1) (b) Statistisi Muda ( Angka Kredit 0,2) (c) Statistisi Madya ( Angka Kredit 0,3)

100

Jadwal kegiatan observasi dimaksud adalah membuat rancangan jadwal yang disusun oleh pejabat statistisi untuk melakukan kegiatan observasi yang akan Dilakukan, meliputi uraian kegiatan dan waktu pelaksanaan dalam periode semesteran (semester I : Januari s/d Juni. Semester II : Juli s/d Desember )

Bukti fisik : Laporan berisi rencana kegaitan

Contoh : Tarzan, S,si, seorang statistisi pertama pada Dinas Pertanian Kab. Semarang, ditugaskan merancang dan membuat 3 jadwal kegaitan observasi semester I tahun 2003 di Kab. Semarang, yaitu ubinan padi, ubinan ketela pohon, ubinan kacang tanah. Dengan renacna jadwal yang dihasilkan, yang bersangkutan mendapatkan angka sebesar 3 x 0,01 = 0,03 (2) Mengumpulkan Bahan/Informasi Pendukung Observasi untuk : (a) Penyusunan klasifikasi konsep dan definsi (Angka Kredit 0,24, statistisi Pertama (b) Penyusunan sistem Pengolahan (Angka kredit 0,8, Statistisi Pertama) Bahan dimaksud adalah bahan yang ada kaitannya dengan kegiatan observasi baik bersumber dari buku, majalah, Koran dan publikasi lainnya, yang akan digunakan untuk penyusunan. Konsep dan difinisi maupun sistem pengolahannya.

Bukti fisik : Laporan jumlah buku/majalah/publikasi yang dikumpulkan Contoh:

101

Siswadi adalah seorang statistisi pertama Subdit Pertanian Tanaman Pangan. Dalam rangka penyusunan konsep

pelaksanaan observasi produksi padi, ybs mengumpulkan buku Teknik mengubin dan majalah Trubus. Dengan demikian ybs mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 0,24 = 0,48 (3) Menelaah Bahan/Informasi Pendukung Observasi : (a) Penyusunan Klasifikasikan konsep dan definisi (Angka kredit 2, Statistisi muda) (b) Penyusunan sitem pengolahan (Angka kredit 2, statistisi Muda) Menelaah dimaksud adalah mempelajari buku/bahan informasi untuk dapat dituangkan dalam pedoman pelaksanaan observasi, maupun sistem pengolahannya.

Bukti fisik: Laporan/ringkasan hasil telaah

Contoh : Dalam rangka penyusunan pedoman pelaksanaan observasi produksi padi, Sugeng seorang Statistisi Muda, membuat ringkasan dari hasil mempelajari buku Teknik mengubin dan majalah Trubus. Dengan demikian ybs mendapat angka kredit sebesar 2 x 0,2 = 0,4

(4)

Membuat Pedoman Observasi (Angka kredit 1, Statistisi Pertama) Pedoman Observasi adalah buku yang memuat tentang tatacara pelaksanaan observasi, termasuk maksud dan tujuan observasi tersebut. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftra isi buku pedoman yang dilegalisir

Contoh :

102

Dalam rangka pelaksanaan observasi produksi padi, Siswono seorang Statistisi pertama, menyusun buku pedoman pelaksanaan Ubinan dengan demikan ybs mendapat angka kredit sebesar 1 x 1 = 1 (5) Merancang dan menentukan metode Pe narikan Sampel Observasi (angka Kredit 1,56, Statistisi Muda) Merancang dan menentukan metode dimaksud adalah menentukan metode penarikan sampel observasi dengan mempertimbangkan kemampuan dan tujuan survei serta kendala yang dihadapi Bukti fisik: Laporan kegiatan merancang dan menentukan metode penarikan sampel yang dibuat Contoh Merancang metode bukan mengambil sampel: Dengan jumlah dana yang tersedia, untuk menghitung angka produksi padi per Ha di Kab. Bogor, maka Dendi, Statistisi Muda di BPS Kabupaten Bogor menentukan metode penarikan sampel observasi per kecamatan yang bisa mewakili produksi padi di kabupaten Bogor. Dengan demikian Dendi mendapatkan angka kredit sebesar 1 x 1,56 = 1,56 (6) Merancang dan Membuat Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Observasi (Angka Kredit 1,2 Statistisi Muda) Pedoman pelaksanaan kegiatan observasi meliputi rangkaian suatu kegiatan observasi yang ditunagkan dalam satu pedoman mulai dari maksud dan tujuan, organisasi lapangan dan pencacahan. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman pelaksanaan observasi yang dilegalisir Contoh : Syahrul Jahja, Statistisi Muda pada BPS Pusat, telah merancang dan membuat buku pedoman pelaksanaan observasi kegiatan Survei Dampak Polusi Pabrik Kertas. Dengan buku pedoman yang telah dibuatnya maka Syahrul Jahja mendapatkan angka kredit sebesar 1,2 (7) Membuat Kerangka Penarikan sampel Wilayah Kerja Observasi (Angka Kredit 0,46, statistisi Pertama) Kerangka Penarikan sampel dimaksud adalah daftar yang berisi populasi dari obyek observasi yang selanjutnya akan dipakai sebagai dasar pemilihan desa/kecamatan/wilayah kerja observasi.

103

Bukti fisik: Daftar populasi

(8)

Melakukan Penarikan sampel Wialyah Kerja Observasi (Angka Kredit 0,06, Statistsisi Pertama) Melakukan penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja atau wilayah yang dibentik untuk keperluan penelitian

Bukti fisik: Laporan kegiatan penarikan sampel wilayah kerja

(9)

Memeriksa hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi ( Angka Kredit 0,04, Statistisi Muda) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan wilayah kerja adalah memeriksa hasil penarikan sampel berdasarkan wilayah kerja atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian Bukti fisik: Laporan pemeriksaan hasil penarikan sampel wilayah kerja observasi

(10) Menghitung Tingkat Kesalahan Penarikan Sampel Observasi (Angka Kredit 0,02, Statistisi Muda) Menghitung tingkat kesalahan dimaksud adalah menetukan sampling error yang terjadi akibat penerapan metode sampling dalam pelaksanaan observasi. Bukti Fisik: Laporan hasil perhitungan standard error

Contoh: Setelah selesai dilakukan observasi angka produksi padi di Kab Bogor, Dendi menghitung standard error yang terjadi sebesar 0,65.

104

Dengan demikan Dendi memperoleh angka kredit sebesar 1 x 0,02 = 0,02

(11) Merancang dan membuat Klasifikasi, konsep dan definisi kegiatan Observasi ( Angka Kredit 0,78, Statistisi Pertama) Merancang dan membuat klasifikasi dimaksud adalah menentukan Klasifikasi, konsep dan definisi kegiatan dari aspek yang terkait dengan kegiatan observasi agar terdapat keseragaman dan kesamaan pandang sehingga dapat menghindari multi interprestasi

Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku klasifikasi, konsep dan definisi kegiatan observasi yang dilegalisir

Contoh: Peni Banget, SE, Statistisi pertamadi BPS ditugaskan membuat klasifikasi, konsep dan definisi dari kegiatan survei peranan wanita legislative dalam memperjuangkan kaumnya. Maka Peni

mendapatkan angka kredit sebesar 0,78

(12) Menghitung Penimbang dalam Pena rikan Sampel Observasi ( Angka kredit 1,2, Statistisi Muda) Penimbang yang dimaksud adalah factor pengali yaitu besarnya perkiraan populasi dibagi dengan nilai observasi berdasarkan sampel.

Bukti fisik: Laporan hasil penghitungan factor pengali/penimbang

Contoh:

105

Jika jumlah rumahtangga tanaman padi tahun 2003 di Kab Bogor diperkirakan sebanyak 1000 rumahtangga, sedangkan yang

diobservasi hamya sebanyak 25 rumahtangga, maka besarnya factor penagli adalah 40, Badrun, SSt, Statistisi Muda di Kab Bogor ditugaskan untuk menghitung factor pengali dari kegiatan observasi ubinan padi di kab Bogor, Angka Kredit yang diperoleh sebesar 1,2 (13) Merancang dan membuat Pedoman Pengolahan Data Observasi untuk: (a) Penyuntingan dan penyandian hasil pengumpulan data (Angka kredit 1,5, Statistisi Muda) Dari kegiatan ini diharapkan data yang dihasilkanpada pelaksanaan observasi dapat diolah dengan cepat, tepat dan benar dan mengikuti sistematika yang telah ditentukan

Bukti fisik : Pedoman Pengolahan Contoh: Rudi Hartono, Statistisi Muda pada BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman penyuntingan dan penyandian data observasi dari hasil survei dampak polusi di beberapa kota besar. Dengan pedoman yang telah dibuatnya maka Rudi Hartono mendapatkan angka kredit sebesar 1,5

(b)

Validasi data (Angka Kredit 1,5 Statistisi Muda) Membuat pedoman validasi data adalah pedoman yang berisi tatacara memperbaiki data isian agar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan

Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman yang dilegalisir

106

Contoh: Nurhidayat, Statistisi Muda pada BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman untuk mengetahui validitas data hasil observasi kepadatan lalulintas di DKI Jakarta. Dengan pedoman yang telah dibuatnya maka Nurhidayat mendapat angka kredit sebesar 1,5 (c) Tabulasi (Angka Kredit 0,85), Statistisi Pertama) Membuat pedoman tabulasi hasil pengolahan data observasi adalah tatacara membuat tabel pokok yang telah direncanakan dari hasil observasi baik secara manual maupun dengan computer

Bentuk fisik: Fotocopy cover dan daftar isi buku pedoman tabulasi yang dilegalisir

Contoh: Nujaman, S.St, Statistisi Pertama di BPS Pusat telah merancang dan membuat pedoman tabulasi data observasi pengaruh insentif terhadap produktivitas pekerja. Dengan pedoman yang dibuatnya maka Nujaman, S.st mendapat angka kredit sebesar 0,85 (14) Membuat Pelatihan Kegiatan Observasi bagi : (a) Pelatih/Instruktur (TOT) (Angka Kredit 0,02 Statistisi Muda) Melatih pelatihan/instruktur (TOT) untuk dapat memberikan pelatihan kepada petugas yang terlibat kegiatan observasi sesuai dengan tujuan pelaksanaan kegiatan observasi Bukti Fisik:

107

Fotocopy sertifikat atau surat tugas

Contoh : Sri Handayani, M.Sc, Statistisi Muda di BPS ditugaskan untuk melatih pelatih/instruktur observasi Saltranas selama 2 hari. Dengan demikian maka Sri Handayani, M.Sc mendapatkan angka kredit sebesar 2 x 8 x 0,02 = 0,32

(b)

Koordinator teknis (Angka Kredit 0,01, Statistisi Pertama) Melatih seseorang agar mampu menjadi coordinator teknis kegiatan observasi sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat atau surat tugas

Contoh: Hilda Kaunang, S.Si, Statistisi Pertama Sub Direktorat Analisa dan konsistensi Statistik mendapat tugas melatih koordinator teknis Saltranas tahun 2003 di Prop.Sumatera Barat.

Dilaksanakan selama 3 hari dengan rata-rata jam belajar 8 jam perhari. Angka kredit yang diperoleh sebesar 3 x 8 x 0,01 = 0,24 (15) Mengikuti pelatihan kegiatan observasi sebagai

pelatih/instruksi/TOT ( angka Kredit 0,01, statistisi Pertama )

memeriksa pelatihan kegiatan observasi sebagai pelatih/instruktur (TOT) adalah mengikuti pelatihan yang selanjutnya akan bertugas sebagai pelatih/instruktur dalam pengumpulan data melalui

pengamatan atau observasi

108

Bukti fisik: Fotocopy sertifikat pelatihan yang dilegalisir atau surat tugas

Contoh: Ir. Joko Sumarno, pejabat Statistisi Pertama, BPS Propinsi Lampung ditugaskan untuk mengikuti pelatihan sebagai pelatih/Instruktur dalam rangka observasi tentang meningkatnya Kriminalitas di tanjung Karang selama 5 hari setiap hari pelatihan dilakukan selama 8 jam, sehingga Joko Sumarno mendapatkan angka kredit sebesar 5 x 8x 0,01 = 0,4 (16) Memeriksa Penarikan sampel obyek Observasi berdasarkan Non Wilayah Kerja (Angka kredit 0.01, Statistisi Pertama) Memeriksa penarikan sampel obyek observasi berdasarkan non wilayah kerja adalah memeriksa hasil penarikan sampel yang tidak didasarkan pada wilayah administrasi atau wilayah yang dibentuk untuk keperluan penelitian Bukti Fisik: Laporan pemeriksaan penarikan sampel

Contoh : Abdul Kadir, S.si, Statistisi Pertama Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan memeriksa daftar penarikan sampel observasi kapasitas pelabuhan laut di Pekalongan selam 5 jam, sehingga angka kredit yang diperoleh sebesar 5 x 0,01 = 0,05 (16) Melakukan kegiatan Observasi sulit ( Angka Kredit 0,1 Statistisi Pertama)

109

Melakukan kegiatan observasi sulit yang dimaksud adalah kegiatan pengumpulan data melalui pengukuran, penglihatan atau

penghitungan terhadap obyek observasi yang sulit yang dilakukan oleh petugas yang telah memiliki/mengikuti pendidikan khusus (seperti pengukuran tingkat kesehatan dari dampak mengkonsumsi rokok, mengukur dampak polusi pabrik) Bukti fisik: Laporan kegiatan observasi

Contoh : Ir. Sagiono sabagai pejabat Statistisi Pertama di dinas Pertanian Kabupaten Bogor ditugaskan untuk melakukan observasi terhadap 50 rumahtangga di sekitar radius 500 meter dari pabrik Semen Cibinong untuk meneliti dampak polusi pabrik. Dalam pengamatan ini Ir. Sagiono mendapatkan angka kredit sebesar 50 X 0,1 = 5

(18) Melakukan Pengawasan Observasi Sulit (Angka Kredit 0,13, Statistisi Muda)

Melakukan pengawasan kegiatan observasi sulit adalah pengawasan dalam rangka pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penglihatan dan penghitungan dengan menggunakan rumus-rumus matematis dan atau menggunkan alat Bantu/penunjang observasi di medaan penelitian yang sulit

Bukti Fisik: Laporan kegiatan pengawasan

Contoh:

110

Andre, MA, Statistisi Muda Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali ditugasi melakukan pengawasan dalam penelitian terhadap lokasi yang cocok untuk ditanami pohon jati di tiga desa yang terletak dilereng gunung Merapi. Dalam kegiatan ini andre, MA memperoleh angka kredit sebesar 3 x 0,13 = 0.39 (19) Memeriksa Hasil Observasi Tingkat Sulit (Angka Kredit 0,015, Statistisi Muda)

Melakukan pemeriksaan kegiatan observasi sulit adalah pemeriksaan terhadap hasil pengumpulan data atau informasi yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan teerhadap obyek observasi yang sulit

Bukti fisik: Laporan kegiatan pemeriksaan

Contoh: Selain sebagai petugas pengawas, Andre, Statistisi Muda Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali juga ditugasi sebagai pemeriksa hasil penelitian tentang lokasi yang cocok untuk ditanami pohon jati di tiga kelurahan yang terletak di lereng gunung Merapi, sehingga angka kredit yang diperoleh dari kegiatan ini adalah sebesar 3 x 0,015 = 0,045

(20) Meneliti Peta Analaog Observasi (Manual) (Angka Kredit 0,03, Statistisi Pertama)

Meneliti peta analog observasi (Manual) adalah meneliti batas-batas dan legenda dari peta yang dibuat secara apakah sudah benar atau belum.

111

Bukti Fisik: Laporan penelitian peta

Contoh: Dwi Harmoko, S.si, Statistisi Pertama BPS Propinsi Bengkulu meneliti dahulu batas-batas dan legenda peta yang akan dipakai sebagai petunjuk jalan dalam rangka observasi dampak jumlah kendaran terhadap polusi udara di kota Bengkulu. Dari hasil pekerjaan ini Dwi Harmoko, S.Si memperoleh angka kredit 0,03 untuk setiap peta yang diperiksa

(21) Membuat Peta Indeks Kegiatan Observasi (Angka Kredit 0,002, Statistisi Pertama)

Membuat peta indeks kegiatan observasi adalah membuat peta yang menampilkan urutan sistematik wilayah sesuai dengan kode wilayah administrasi dari hasil pengumpulan data melalui pengamatan atau observasi

Bukti fisik: Laporan pembuatan peta indeks

Contoh: Ir. David Mulahela, Statistisi Pertama BPS Propinsi Maluku Utara, ditugasi memb uat 5 peta indeks hasil pengamatan dampak konflik antar warga di Propinsi Maluku Utara, sehingga ia memperoleh angka kredit sebesar 5 X 0,002 = 0,01

(22) Meneliti Peta Indeks Kegiatan Obsevasi (Angka Kredit 0,002, Statistisi Muda)

112

Meneliti peta Indeks ke giatan observasi adalah meneliti batas-batas dan legenda apakah sudah benar dari peta indeks yang dibuat berdasarkan hasil penegamatan atau observasi.

Bukti fisik: Laporan meneliti peta indeks

Contoh: Drs. Frederick Ambow, statistisi Muda BPS Propinsi Sulawesi Utara, meneliti 5 (lima) peta indeks kegiatan observasi, sehingga ia memperoleh angka kredit sebesar 5 x 0,002 = 0,01

(23) Membuat Peta Tematik Digital kegiatan Observasi (Angka Kredit 0,03, Statistisi Pertama)

Membuat peta tematik digital ke giatan observasi adalah membuat peta yang menyanjikan informasi hasil kegiatan observasi. Informasi yang ditampilkan pada peta antara lain jumlah atau simbol dari penduduk, hewan, hasil pertanian atau lainnya yang tersimpan dalam media computer.

Bukti Fisik : Laporan membuat peta indeks

Contoh : Drs. Sumartoyo, Statistisi Pertama BPS Pusat ditugasi membuat peta tematik digital hasil kegiatan observasi dampak polusi udara. Dari kegiatan ini Drs.Sumartoyo memperoleh angka kredit sebesar 0,03 untuk setiap peta yang dibuat.

113

(24) Membuat Program Data Entry dan Validasi Data Observasi (Angka Kredit 2,14, Statistisi Muda)

Membuat program entry dan validasi data observasi adalah membuat program yang dipakai untuk entry dan validasi data hasil pengataman atau observasi ke media computer

Bukti fisik: Laporan pembuatan program data entry

Contoh: Ir. Sudjatmiko, Statistisi Muda BPS Propinsi Jawa Tengah ditugasi membuat program data entry dan validasi kegiatan pbservasi Survei Balita Berambut Jambang. Dala m hal ini Ir. Sudjatmiko memperolah angka kredit sebesar 2,14

(25) Membuat Program Tabulasi Data Observasi ( Angka Kredit 0,9 Statistisi Pertama)

Membuat program tabulasi data observasi adalah membuat program yang bisa menghasilkan tabel- tabel hasil observasi berdasarkan rencana tabel yang telah dibuat’

Bukti fisik: Laporan pembuatan program tabulasi data observasi

Contoh: Dalam rangka menyusun publikasi hasil pengamatan terhadap balita berambut Jambang di Prop Jawa Tengah, Drs. Margianto, Statistisi Pertama BPS Jawa Tengah ditugasi untuk membuat program tabulasi, sehingga dia memperoleh angka kredit sebesar 0,9

114

(26) Memeriksa Tabel Hasil Kegiatan Observasi yang akan disajikan pada : (a) (b) Publikasi Propinsi (Angka kredit 0,01, Statistisi Pertama) Publikasi Nasioanl (Angka Kredit 0,02 Statistisi Muda)

Contoh: Dalam rangka menyusun publikasi hasil pengamatan terhadap penyebab terjadinya tawuran pelajar SMTA di DKI Jakarta, Drs Sumiarto, statistisi Pertama BPS Propinsi DKI Jakarta ditugasi untuk memeriksa 14 tabel yang akan dipakai sebagai bahan publikasi tersebut. Dalam hal ini Drs. Sumiarto memperoleh angka kredit sebesar 14 x 0,01 = 0,14 (27) Menyusun Publikasi Statistik Hasil Kegiatan Observasi : (a) Publikasi Propinsi (angka Kredit 0,52, Statistisi Pertama)

Publikasi propinsi adalah publikasi yang memuat data atau informasi di tingkat propinsi yang terdiri dari beberapa daerah tingkat II (Kabupaten/Kota) (b) Publikasi nasional(Angka Kredit 1,04 Statistisi Muda) Publikasi nasioanl adalah publiaksi yang memuat data atau informasi di tingkat nasional(Indonesia) yang terdiri dari beberapa daerah tingkat I ( Propinsi)

Menyusun publiaksi statistic hasil observasi adalah menyusun dan mengulas data atau informasi hasil observasi dalam bentuk laporan/buku. Bukti fisik: Fotocopy cover dan daftar isi yang telah dilegalisir

Contoh:

115

-

Drs. Amirul, Statistisi Pertama BPS Kota Medan ditugasi menyusun publikasi hasil observasi tentang lingkar lengan Ibu hamil. Dalam hal ini DRs. Amirul memperoleh angka kredit 0,52

-

Ir. Sudiono dan Drs. Bambang, Statistisi Muda BS Pusat ditugasi untuk menyusun publikasi hasil observasi dampak curah hujan terhadap produksi palawija di wilayah Indonesia bagian timur. Ir. Sudiono sebagai penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 1,04 = 0,624, sementara Drs. Bambang sebagai penulis pembantu memperoleh angka kredit sebesar 40% x 1,04 = 0,416.

3. ANALISIS DAN PENGEMBANGAN STATISTIK Butir-butir analisis statistik terdiri dari : Mengkaji hasil kegiatan sensus/survey, kompilasi data administrasi atau observasi. Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel dalam rangka

penyusunan kegiatan sensus, survey atau observasi. Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistik

kelembagaan. Inovasi metode statistik dalam rangka penyusunan kegiatan sensus, survey atau observasi. Membuat estimasi parameter dalam rangka penyusunan statistik

kelembagaan. Menentukan kerangka kegiatan analisa data dalam rangka analisa hasil sensus, survey, observasi atau kompilasi data statistik. Melakukan analisa statistik sederhana analitik lintas sector. Melakukan analisa statistik sederhana analitik lintas sector. Melakukan analisa statistik secara mendalam satu sector atau lintas sector. Merancang dan membuat metode analisa hasil sensus, survey, kompilasi data statistik atau observasi

116

Tabel 1. Penghitung Butir-butir Kegiatan Analisa Statistik No Jumlah Halaman Terampil Deskriptif Satu Lintas Sektor Sektor (3) (4) 3,60 3,00 2,40 1,80 1,20 1,08 0,84 0,60 0,48 0,36 5,70 4,75 3,80 2,85 1,90 1,71 1,33 0,95 0,76 0,57 Ahli Mendalam Satu Lintas Sektor Sektor (7) (8) 9,60 8,00 6,40 4,80 3,20 2,88 2,24 1,60 1,28 0,96 14,40 12,00 9,60 7,20 4,80 4,32 3,36 2,40 1,92 1,44

(1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(2) > 150 101 - 150 76 – 100 51 – 75 41 - 50 31 - 40 21 – 30 11 – 20 11 – 20 <6

Analitik Satu Sektor (5) 4,80 4,00 3,20 2,40 1,60 1,44 1,12 0,80 0,64 0,48

Analitik Lintas Sektor (6) 4,80 4,00 3,20 2,40 1,60 1,44 1,12 0,80 0,64 0,48

Tabel 2. Penghitungan Butir-butir Analisa Statistik Lainnya.
No Jumlah halaman Kaji hasil kegiatan sensus/ survey. Dll Kaji/evaluasi Metode tarik sampel Buat metode estimasi Inovasi Metode Statistik Estimasi parameter
Menentukan Kerangka Kegiatan Analisa

(1) 1 2 3 4 5 6 7

(2) > 150 101-150 76-100 51-75 41-50 31-40 21-30

(3) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(4) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(5) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(6) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

(7) 6.0 5.0 4.0 3.0 2.0 1.8 1.4

(8) 9.0 7.5 6.0 4.5 3.0 2.7 2.1

117

8 9 10

11-20 6-10 <6

1.5 1.2 0.9

1.5 1.2 0.9

1.5 1.2 0.9

1.5 1.2 0.9

1.0 0.8 0.6

1.5 1.2 0.9

3.1.STATISTISI TERAMPIL a. Analisis Statistik Melakukan analisis statistik sederhana: (1) Deskriptif satu sector (Angka Kredit Lihan Tabel 1. Kolom (3) Statistisi Pelaksana) Melakukan analisis statistik deskriptif satu sector adalah

mengulas/menguraikan suatu sector atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri memperoleh gambaran yang tepat. Yang dimaksud dengan analisis sector di atas adalah subjek/pokok bahasan yang dianalisis. Besaran angka kredit tergantung dari jumlah halaman hasil analisis dalam bentuk naskah (tidak termasuk cover, kata pengantar, daftar isi, lampiran). Lihat Tabel 1. Kolom (2).

Bukti fisik: Fotocopy naskah atau cover, kata pengantar dan daftar isi yang dilegalisir.

Contoh: Ahmad Surahmat, Statistisi Pelaksana pada Dinas Pendapatan

Daerah Kabupaten Sumedang, ditugaskan untuk menganalisis tentang pajak yang berasal dari usaha hotel dan restoran. Hasil analisis ini berupa buku terdiri dari 17 halaman yang memuat ulasan diskrptif (membaca tabel dan grafik) dari pajak hotel dan restoran. Dalam hal ini Ahmad Surahmat mendapatkan angka kredit sebesar 0,6.

118

(2)

Deskriptif lintas sector (Angka Kredit Lihat Tabel 1. Kolom (4), Statistisi Pelaksana Lanjutan) Melakukan analisis statistik deskriptif lintas sector adalah

mengulas/menguraikan beberapa dan berbagai bagiannya serta penelahan sector itu sendiri maupun hubungan antar sector untuk gambaran yang tepat.

Bukti fisik : Fotocopy naskah atau cove r, kata pengantar dan daftar isi yang dilegalisir.

Contoh:

Dwi Haryanto, Statistisi Pelaksana Lanjutan pada Sub Direktorat Statistik Demografi, ditugaskan untuk menganalisis tentang

Hubungan Tenaga Kerja dan Pendidikan yang dimiliki. Hasil Analisis berupa buku terdiri dari 25 halaman. Dalam hal ini Dwi Haryanto mendapatkan angka kredit sebesar 1,33.

(3)

Analitik satu sector (Angka Kredit Lihat Tabel 1. Kolom (5), Statistisi Penyelia) Melakukan analisis statistik analitik satu sector adalah

mengulas/menguraikan secara mendalam dengan menggunakan metode statistik inferens atas data satu sector hingga mengahsilkan simpulan-simpulan.

Bukti fisik: Fotocopy naskah atau cover, kata pengantar dan daftar isi yang dilegalisir.

Contoh:

119

Dedi Waluyo, Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Jawa Tengah, ditugaskan untuk mengalisis tentang pola Pendapatan Petani di Jawa Tengah. Hasil analisis ini berupa buku terdiri dari 35 halaman. Dalam hal ini Dedi Waluyo mendapatkan angka kredit sebesar 1,44.

b.

Pengembangan Statistik (1) Memberikan Konsultasi Statistik Dalam Rangka Penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat:

(a) Dasar (Angka Kredit 0,1, Statistisi Pelaksana Lanjutan) Memberikan konsultasi statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan pada tingkat dasar, adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penetapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data, pengolahan dan analisis secara sederhana dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik kelembagaan.

Bukti fisik:

Laporan pemberian konsultasi stataistik kelembagaan tingkat dasar.

Contoh:

Dalam

rangka

menyusun

laporan

statistik

semesteran

keberangkatan penduduk Indonesia yang pergi ke luar negeri, petugas UPT Imigrasi Ngurah Rai Denpasar meminta konsultasi ke BPS Kabupaten Bandung. I Wayan Pitana, Statistisi Pelaksana Lanjutan BPS Kabupaten Bandung ditugasi untuk memberikan konsultasi tentang bagaimana cara penyajikan data

120

dalam bentuk tabel, cara menyajikan grafik, serta cara mengartikan data/indokatornya. Dengan melayani konsultasi ini I Wayan Pitana memperoleh angka kredit sebesar 0,1 untuk setiap kali pertemuan.

(b) Menengah (Angka Kredit 0,2, Statsitisi Penyelia) Memberikan konsultasi statsitik dalam rangka penyusunan statistisi kelembagaan pada tingkat menengah adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistik yang meliputi antara lain pengumpulan data, pengolahan dan analisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistik

kelembangaan. Bukti fisik: Laporan pemberian konsultasi statistik kelembagaan tingkat menengah.

Contoh: Murni Handayani, Statistisi Penyelia BPS Kota Tegal melayani konsultasi pegawai Dinas Tenaga Kerja di Kabupaten Tegal. Tujuan konsultasi adalah untuk mendapatkan masukan terhadap rencana penelitian terhadap calon TKI yang akan di kirim ke luar negeri yang dilaksanakan Dinas Tenaga Kerja Setempat. Materi yang diberikan oleh Murni Handayani adalah bagaimana cara membuat kuesioner sederhana, cara pengambilan sampel dan cara mengolah serta menyajikannya. Untuk setiap pertemuan, Murni Handayani mendapatkan angka kredit 0,2.

(2)

Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik: (a) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik Dasar (Angka Kredit 0,15, Statistisi Pelaksana Lanjutan)

121

Menyiapkan materi pengarahan statistik dasar adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat dasar, yang anatara lain meliputi tata cara pengumpulan data, pengolahan dan analisis sederhana.

Bukti fisik:

Laporan tentang penyusunan materi pengarahan statistik dasar.

Contoh:

Untuk pengarahan tentang kegiatan statistik diBapeda Magetan, Sumarsono, Statistik Pelaksana Lanjutan BPS Kabupaten Magetan ditugasi untuk menyiapkan naskah/materi pengarahan yang berisi tentang tata cara pengumpulan data dengan kuesioner sederhana, cara pengolahan manual, dan cara menyajikan hasil pengumpulan data. Angka kredit yang diperoleh Sumarsono dari naskah yang dibuat adalah 0,15.

(b) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik Menengah (Angka Kredit 0,3, Statistisi Penyelia) Menyiapkan materi pengarahan statistik menengah adalah kegiatan penyiapan dan pembuatan naskah/materi pengarahan yang akan digunakan untuk memberikan arahan atau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik tingkat menengah yang antara lain meliputi tatacara pengumpulan data, pngolahan dan analisis dengan metode statistik diskriptif.

Bukti fisik:

122

Laporan menengah.

tentang

penyusunan

materi

pengarahan

statistik

Contoh: Dodi Hermawan, Statistisi Pelaksana untuk Lanjutan di BPS

Kabupaten

Temanggung

ditugasi

mensosialisasikan

pentingnya statistik kepada para pegawai kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung. Dari kegiatan ini Dodi Hermawan memperoleh angka kredit 0,03 dari setiap pertemuan yang dilakukan.

(b) Menengah (Angka Kredit 0,06, Statistisi Penyelia) Memberikan pengarahan statistik dalam rangka penyusunan statistik kelembagaan tingkat menengah adalah suatu kegiatan memberikan arahanatau petunjuk dalam suatu kegiatan statistik pada suatu lembaga tertentu dengan materi statistik tingkat menengah yang sudah disiapkansebelumnya.

Bukti fisik:

Laporan tentang pemberian pengarahan statistik menengah pada suatu lembaga tertentu.

Contoh:

Hermanto, Statistik Penyelia BPS Propinsi Bangka Belitung, ditugasi memberikan pengarahan kepada staf Bapeda tingkat II dalam rangka menyiapkan laporan tahunan Bapeda tingkat II. Materi yang disampaikan mencakup tentang tatacara membuat tabel-tabel distribusi serta cara mengulasnya. Dari kegiatan ini

123

Hermanto memperoleh angka kredit sebesar 0,06 untuk setiap pertemuan yang dilakukan.

(4)

Melakukan Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik dalam Rangka Evaluasi Kegiatan Kelembagaan Dalam Bidang Statistik: (a) Dasar (Angka Kredit 0,03, Statistik Pelaksana Lanjutan) Melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik dasar adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik dengan tingkat statistik dasar dalam evaluasi terhadap kegiatan hasil yang telah dilaksanakan.

Bukti fisik:

Laporan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik kelembagaan tingkat dasar.

Contoh:

Imam Suwandi, Statistisi Pelaksana Lanjutan Dinas Sosial ditugasi mensosialisasikan hasil survei kriminalitas kepada aparat Dinas Sosial. Materi yang disampaikan adalah temuan dalam survei tersebut dalam bentuk tabel-tabel dan grafik sederhana. Dalam kegiatan ini Imam Suwandi mendapatkan angka kredit 0,03 untuk setiap pertemuan.

(b) Menengah (Angka Kredit 0,06, Statistik Penyelia) Melakukan penbarluasan hasil pengumpulan data statistik dalam rangka evaluasi kegiatan kelembagaan dalam bidang statistik menengah adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk

124

mensosialisasikan hasil suatu kegiatan statistik kelembagaan dengan tingkat menengah dalam rangka evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.

Bukti fisik:

Laporan penyebarluasan hasil pengumpulan data statistik kelembagaan tingkat menengah.

Contoh:

Dalam rnagka sosialisasi hasil pengumpulan data perhotelan, sumanto, Statistisi Penyelia pada Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, ditugasi menyampaikan sosialisasi hasil

pengumpulan data hotel ini kepada staf Diperda dan Bapeda stempat. Materi yang disampaikan antara lain tentang tingkat penghunian kamar hotel (TPK) dikaitkan dengan situasi

pariwisata di Yogyakarta. Dengan laporan kegiatan ini Sumanto memperoleh angka kredit 0,06 untuk setiap kali pertemuan.

Hal 100

125

. STATISTISI AHLI a. Analisa Statistik (1) Mengkaji Hasil Kegiatan: Mengkaji hasil kegiatan adalah mengupas atau menelaah suatu kegiatan/hasil pelaksanaan secara lebih dalam, dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk meningkatkan mutu dari pelaksanaan kegiatan yangs sedang dikaji. (a) Sensus/Survei (Angka kredit lihat Tabel 2. Kolom(3), Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan tentang hasil kerja kegiatan sensus/survei yang bersifat komprehensif. Contoh: Ir. Arianto, SE, Statist isi Madya dari direktorat Statistik Perdagangan dan Jasa ditugasi untuk mengkaji hasil kegiatan Survei Usaha Terintegrasi (SUSI). Naskah yang dihasilkan terdiri dari 47 halaman yang memuat kajian hasil survei, secara sistematis serta rekomendasi untuk peningkatan mutu hasil pelaksanaan SUSI. Dari kegiatan ini Ir. Arianto SE memperoleh angka kredit sebesar 3 (Tabel 2. Kolom(3) No.5). (b) Komplikasi data administrasi (Angka Kredit lihat Tabel.2, Kolom (3) Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan tentang hasil kerja kegiatan kompilasi data administrasi yang bersifat komprehensif. Contoh: Drs. Bambang Subagio dan Ir. Hari Sasono, Statistisi Madya BPS Propinsi Bengkulu ditugaskan mengkaji terhadap hasil kompilasi data penduduk di desa/kelurahan yang selama ini pemungutan datanya dilakukan oleh para mantra Statistik di Propinsi Bengkulu. Naskah laporan terdiri dari 67 halaman. Sebagai penyusun utama naskah kajian adalah Drs. Bambang Subagio memperoleh angka kredit sebesar 60% x 4,5 = 2,7, Sedangkan Ir. Hari Sasono sebagai penulis pembantu memperoleh angka kredit 40% x 4,5 = 1,8 (Tabel 2, kolom (3) No.4) (2) Mengkaji/Mengevaluasi Metode Penarikan Sampel dalam rangka penyusunan Kegiatan Sensus, survei dan Observasi (Angka Kredit lihat Tabel 2. Kolom (4), statistis i Madya) Mengkaji/mengevaluasi metode penarikan sampel adalah mengupas, menelaah secara lebih dalam metode penarikan sampel, dengan tujuan mendapatkan atau menemukan suatu formulasi untuk mneingkatkan mutu dari

126

pelaksanaan kegiatan penarikan sampel dala m rangka penyusunan kegiatan sensus, survei atau observasi. Bukti fisik: Laporan tentang hasil kajian/evaluasi metode penarikan sampel pada sensus/survei/observasi Contoh: Drs. Ahmad Santosa, statistisi Madya Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS ditugaskan mengkaji metode penarikan sampel modul kriminalitas dalm survei Sosial Ekonomi Sosial (Susenas). Naskah laporan yang dibuat terdiri dari 14 halaman. Dari hasil kegiatan ini Drs. Ahmad Santosa memperoleh angka Kredit sebesar 1,5 (3) Membuat Metode Estimasi dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan (angka Kredit Tabel 2. kolom (5), Statistisi Madya) Membuat metode estimasi dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan adalah penyusunan metode/cara memperkirakan populasi berdasarkan data sampel yang ada termasuk cara menghitung tingkat ketelitiannya Bukti fisik : Laporan tentang penyusunan metoda estimasi dalam rangka penyusunan Statistik kelembagaan Contoh: Dalam menyusun statistic tenaga kerja sub sector kehutanan, Ir. Mohamad Basuki, statistisi Madya Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Selatan, ditugaskan untuk menyusun metode estimasi dari hasil survei sector pertanian subsektor kehutanan. Dari kegiatan ini Ir. Mohamad Basuki menyusun naskah laporan sebanyak 39 halaman sehingga angka kredit yang ia peroleh sebesar 2,7 (Tabel 2. kolom(5) No.6) (4) Inovasi Metode Statistik dalam rangka penyusunan Kegiatan Sensus, Survei dan obsevasi (Angka kredit lihat Tabel 2. Kolom (6), Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan penemuan inovasi me tode statistic yang telah diakui dan atau digunakan/akan digunakan dalam sensus/survei/observasi Contoh: Dr. Maksum, statistisi Madya di BPS berhasil menyusun kegiatan sensus Pertanian 2003 dengan metode statistik yang baru. Dengan laporan kegiatan sebanyak 60 halaman ini Dr. Maksum memperoleh angka kredit 4,5 (Tabel 2 kolom .(6) No.4)

127

(5)

Membuat Estimasi Parameter dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan (Angka Kredit lihat Tabel 2, Kolom (7) No.6, Statistisi Muda) Membuat estimasi parameter ada lah menyusun analisis populasi berdasarkan estimasi parameter hail suravei/observasi dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan Bukti fisik: Laporan estimasi parameter Contoh: Dr. Arifin, Statistisi Muda di BPS, ditugaskan menyusun Statistik Kesejahteraan Rakyat Tahun 2002 berdasarkan estimasi parameter hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2002. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 34 halaman ini, Dr Arifin mendapat angka kredit sebesar 1,8 (Tabel 2, Kolom (7) No.6)

(6) Menentukan Kerangka Kegiatan Analisis Data dalam rangka Analisis hasil sensus, survei, Observasi dan Kompilasi Data Administrasi (Angka Kredit lihat Tabel 2.Kolom (8), Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan penyusunan kerangka analisis data hasil sensus, observasi atau kompilasi data administrasi Contoh : S. Siahaan, Msc, Statistisi Madya di BPS ditugaskan membuat kerangka analisis data hasil Survei Mobilitas Pekerja di Wilayah Jabotabek. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 17 halaman ini S. Siahaan, MSc, Mendapat angka kredit sebesar 1,5 (7) Melakukan Analisis Statistik Sederhana Analitik Lintas Sektor (Angka Kredit lihat Tabel 1 Kolom (6), Statistisi Pertanma) Bukti Fisik: Laporan Penyusunan analisis statistic sederhana analitik lintas sector Contoh: Dwi, S.si, Statistik Pertama pada Direktorat Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS ditugaskan untuk menyusun analisis diskriptif hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2003. Dengan laporan kegiatan yang terdiri dari 43 halaman ini Dwi, S.Si, mendapatkan angka kredit sebesar 1,6 (Tabel 1 No.5 Kolom (6)) (8) Melakukan Analisis Statistik secara mendalam : (a) Satu sector (Angka Kredit lihat Tabel 1. Kolom (7), Statistisi Muda) Bukti fisik: Buku (Laporan) penyusunan analisis statistic secara mendalam satu sector

128

Contoh: Ahmad, S.Si, Statistisi Muda pada Direktorat Statistik Industri BPS ditugaskan untuk meyusun analisis secara mendalam hasil Survei Industri Besar 2002. Dengan laporan yang terdiri dari 26 halaman ini Ahmad, S.Si mendapat angka kredit sebesar 2,24 (Tabel 1 No.7 Kolom (7)) (b) Lintas Sektor (Angka Kredit lihat Tabel 1, Kolom (8), Statistisi Madya) Bukti fisik : Buku (Laporan) Analisis Statistik secara mendalam lintas sector. Contoh: Ali Suwarno, S.Si, Statistisi Madya di Departemen Pertanian ditugasi membuat analisis statistic secara mendalam Hasil Survei Pendapatan Petani 2002. dengan Laporan kegiatan yang terdiri dari 15 halaman ini Ali Suwarno, S.Si mendapat angka kredit sebesar 2,4 (Tabel 1 No.8 Kolom (8)) (9) Merancang dan Membuat Metoda analisis Hasil Sensus, Survei, Kompilasi Data Administrasi dan Observasi (angka Kredit 3, Statistisi Madya) Merancang dan membuat metoda analisis dimaksud adalah menyusun metoda analisis data hasil sensus/survei/kompilasi data administrasi/observasi tertentu, sehingga didapat keseragaman terhadap interprestasi data hasil kegiatan statistic tersebut Bukti Fisik: Buku (Laporan) menyusun metode analisis hasil sensus/survei/kompilasi data administrasi/observasi Contoh: S. Ritonga, S.Si, Statistisi Madya di BPS ditugasi menutusun metode analisis data hasil Survei Kesehatan 2003. Dengan laporan kegiatan ini S. Ritonga, S.Si mendapat angka kredit sebesar 3 b. Pengembangan Statistik (1) Mengembangkan Metode Penarikan Sampel dalam rangka Penyusunan Kegiatan Sensus, Survei dan Observasi (Angka Kredit 3, Statistisi Madya) Mengembangkan metode penarikan sampel dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis penarikan sampel yang telah dilaksanakan dalam rangka kegiatan sensus/survei/observasi dengan tujuan untuk mendapatkan mutu sampel yang paling representative Bukti Fisik: Laporan upaya pengembangan sensus/survei/observasi

metode

penatikan

sampel

129

Contoh: Rifai, S.Si Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengevaluasi metode penarikan sampel Survei Usaha Pertanian Hortikultura 2002 dalam rangka mengembangkan metoda penarikan sampel yang diduga sudah kurang cocok dengan Laporan ini Rifai, S.Si mendapat angka kredit sebesar 3 (2) Mengembangkan Sistem Administrasi dalam rangka pembaharuan Sistem Administrasi (Angka Kredit 3, Statistisi Madya) Mengembangkan Sistem Administrasi dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis terhadap sistem pemungutan data hasil kompilasi data administrasi yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan sistem administrasi yang lebih baik. Bukti Fisik: Laporan upaya pengembangan Sisitem Administrasi Contoh: Mandi, MSc, Statistisi Madya di BPS mengembangkan Sistem Administrasi Pencatatan Hasil Industri setiap bulan. Dengan laporan ini mandi, Msc mendapat angka kredit sebesar 3 (3) Mengembangkan Metoda Observasi dalam rangka penyempurnaan Kegiatan Observasi (Angka Kredit 3, Statistisi Madya) Mengembangkan metode observasi dimaksud adalah upaya pengkajian secara sistematis terhadap sistem pengumpulan data yang dilakukan secara langsung pada suatu obyek tertentu dengan pengukuran, penglihatan dan penghitungan yang telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan sistem administrasi yang lebih baik. Bukti fisik: Laporan upaya pengembangan metode observasi Contoh: S. Siahaan, MSc, Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengembangkan metode observasi Kesehatan Balita 2002. Dengan laporan ini S. Siahaan, MSc mendapat angka kredit sebesar 3 (4) Mengembangkan Sistem Informasi Data Administrasi dalam penyebarluasan Data Statistik ( Angka Kredit 3, Statistisi Madya) rangka

Mengembangkan sistem informasi data administrasi dimaksud adalah upaya pengembangan dan penyebarluasan data statistic administrasi melalui media/jaringan informasi data administrasi yang terkoordinasi dengan tujuan agar makin mudah untuk diakses Bukti fisik:

130

Laporan upaya pengembangan sistem informasi data administrasi Contoh: M. Siregar, S.Si, Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengevaluasi sistem informasi dalam rangka penyebarluasan data administrasi dari Departemen Kesehatan dan usulan pengembangannya. Dengan laporan ini M. siregar, S.Si mendapatkan angka kredit sebesar 3 (5) Mengembangkan Sistem Informasi Hasil Sensus/Survei dan observasi dalam rangka penyebarluasan data statistic (Angka Kredit 3, Statistisi Madya) Bukti Fisik: Laporan Upaya pengembangan sistem informasi hasil sensus/survei/observasi Contoh: M. Simamora, S.Si, Statistisi Madya di BPS ditugasi untuk mengembangkan sistem informasi dalam rangka penyebarluasan data hasil Survei Sosial Ekono mi Nasional. Dengan Laporan ini M. Simamora, S.Si medapat angka kredit sebesar 3 (6) Memberikan Konsultasi Statistik dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat: (a) Lanjutan (Angka Kredit 0,2, Statistisi Muda) Memberikan konsultasi statistic dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan pada tingkat lanjutan adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan ilmu statistic dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistic kelembagaan yang meliputi antara lain pengola han dengan media computer, inteprestasi hasil dan penyusunan analisisnya. Bukti Fisik: Laporan memberikan konsultasi statistic Contoh: Sri Astuti, S.Si, Statistisi Muda di BPS memberikan konsultasi statistic lanjutan yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan dalam rangka penyusunan Statistik Pertanian di Departemen Pertanian. Dengan laporan ini Sri Astuti, S.Si, medapatkan angka kredit sebesar 4 x 0,2 = 0,8 (b) Khusus (Angka Kredit 0,3, Statistisi Madya) Memberikan konsultasi statistic dalam rangka penyusunan statistic kelembagaan pada tingkat khusus adalah kegiatan memberikan masukan atau input dalam penerapan Ilmu statistik dengan tujuan penyempurnaan dan pengembangan statistic kelembagaan yang meliputi antara lain pemilihan model-model analisis/Indikator statistic dan tatacara penyusunan analisanya. Bukti fisik: Laporan memberikan kosultasi statistic khusus

131

Contoh: Rini,S.Si, Statistisi Madya di BPS memberikan konsultasi statistic khusus dalam 4 kali pertemuan dalam rangka Penyusunan Statistik Kriminal kepada para analisis data di Kantor Departemen Sosial. Dengan laporan ini Rini, S.Si, Mendapat angka kredit sebesar 4 x 0,3 = 1,2 (7) Menyiapkan Materi Pengarahan Statistik : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0,3, Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan naskah materi pengarahan statistic lanjutan Contoh: Rahmat, MSc, Statistisi Muda di BPS menyiapkan materi pengarahan statistic lanjutan dalam rangka penyusunan Statistik Kendaran bermotor di Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta. Dengan laporan ini Rahmat M.Sc mendapat angka kredit sebesar 0.3 (b) Khusus (Angka Kredit 0,45, Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan penyiapan materi pengarahan statistic khusus Contoh: Robert, Msc, Statistisi Madya pada BPS Propinsi Riau menyiapkan materi pengarahan statistic khusus dalam rangka penyusunan statistic Energi pada Dinas Pertambangan Propinsi Riau. Dengan laporan ini Robert, M.Sc mendapat angka kredit sebesar 0,45 (8) Memberikan Pengarahan Statistik dalam rangka penyusunan Statistik Kelembagaan pada tingkat : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0,06, Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan memberikan pengarahan statistic kelembagaan tingkat lanjutan Contoh: Haryati, S.Si, Statistisi Muda di BPS memberikan pengarahan statistic lanjutan dalam rangka penyusunan Statistik Perhubungan Darat di Departemen Perhubungan. Dengan laporan ini Haryati, S.Si mendapat angka kredit sebesar 0.06 (b) Khusus (Angka Kredit 0,09, Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan memberikan pengarahan statistic kelembagaan tingkat khusus Contoh: Robert, Msc, Statistisi Madya di BPS Propinsi Riau memberikan pengarahan Statistik Umum dalam rangka Penyusunan Statistik Energi pada Dinas Pertambangan Propinsi Riau. Dengan laporan ini Robert, MSc, mendapat angka kredit sebesar 0,09

132

(9)

Melakukan Penyebarluasan Hasil Pengumpulan Data Statistik dalam rangka Evaluasi Kegiatan Kelembagaan dalam bidang statistic : (a) Lanjutan (Angka Kredit 0,06, Statistisi Muda) Bukti fisik: Laporan melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data Contoh: Haryati, S.Si, Statistisi Muda di BPS ditugaskan untuk melakukan penyebarluasan hasil survei Kesehatan di Dinas Kesehatan Propinsi Bali. Dengan laporan ini Haryati, S.Si mendapat angka kredit sebesar 0,06 (b) Khusus (Angka Kredit 0,09, Statistisi Madya) Bukti fisik: Laporan melakukan penyebarluasan hasil pengumpulan data Contoh: Robert, M.Ms, Statistisi Madya di BPS Propinsi Riau ditugaskan untuk melakukan penyebarluasan data Angkutan Darat di Dinas Perhubungan Propinsi Riau dalam rangka evaluasi Kegiatan Perhubungan Darat. Dengan laporan ini Robert, M.Sc mendapat angka kredit sebesar 0,09

(10)

Menentukan Indikator dan Ukuran- ukuran Statistik (Angka Kredit 3, Statistik Madya) Bukti fisik: Laporan mennetukan Indikator dan Ukuran Statistik Contoh : Halip Kejora, MA, Statistisi Madya di BPS Propinsi Jawa Barat telah menentukan Indikator dan ukuran Statistik Kesejahteraan Sosial berdasarkan hasil Survei Sosial di Propinsi Jawa Barat. Dengan laporan ini Halip Kejora, MA, mendapatkan angka kredit sebesar 3

4. UNSUR PENGEMBANGAN PROFESI STATISTISI a. Sub Pembuatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di bidang Statistik (semua Jenjang Jabatan): Penilaian umum - 60% untuk penulis utama 40% dibagi rata untuk penulis pembantu Jumlah penulis pembantu sebanyak-bnayaknya 3 (tiga) orang

(1) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Penelitian,Pengkajian, Survei dan atau Evaluasi di bidang Statistik yang Dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka Kredit 12,5, semua jenjang)

133

Bukti fisik: Konsep buku dan buku yang sudah diterbitkan Contoh: Dr.Sihar, M.Sc (penulis utama) dan Ir. Gunadi, Msc (penulis pembantu), membuat karya ilmiah dalam bentuk buku berjudul “Pengaruh Suku Bunga Terhadap Investasi”, sudah diterbitkan, dan diedarkan secara nasional. Sebagai penulis utama, Dr. Sihar M.Sc, mendapatkan angka kredit sebesar 60 % x12,5 = 7,5 dan Ir. Gunadi,M.Sc, sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 12,5 = 5 Dr. Biwarto(penulis utama) serta Drs. Sunaryo dan Drs. Makmur Bukit, M.Sc (masing- masing, sebagai pneulis pembantu), Statistisi pada BPS Propinsi Jawa Timur, Membuat kajian dalam bentuk buku berjudul ‘Pola Migrasi di Jawa Timur’ Dalam dua volume (I dan II), sudah diterbitkan, dan diedarkan secara nasional. Untuk buku volume I, sebagai penulis utama Dr. Biwarto mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 12,5 = 7,5 Sedangkan Drs.Sunaryo dan Drs.Makmur Bukit, MSc, masing-masing sebagai penulis pembantu mendapat angka kredit (40% x 12,5)/2 = 2,5. Untuk buku volume II, perhitungan angka kredit untuk masing-masing sebagai penulis sama dengan buku volume I. Total Dr. Biwarto mendapatkan angka kredit sebesar 15, sedangkan Drs. Sunaryo,MS dan Drs. Makmur Bukit, MSc, masing-masing mendapatkan angka kredit sebesar 5 Sekelompok Statistisi, terdiri sari 4 (empat) orang dari Bapeda Propinsi Irian Jaya melakukan penelitian mengenai “Pola Migrasi di Irian Jaya” Hasil penelitian mereka diterbitkan dalam bentuk buku dan diedarkan secara nasional. Dalam hal ini penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 12,5 = 7,5, sedangkan penulis pembantu masing-masing mendapatkan angka kreit sebesar ( 40% x12,5)/3 = 1,67

(b) Dalam Majalah Ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka Kredit 6, semua jenjang) Bukti fisik:

134

Konsep artikel dan fotocopy majalah yang memuat artikel dimaksud Contoh: Ir. Sindang, MSc (penulis utama) dan Dra. Nina, MSc (penulis pembantu) menulis artikel mengenai “Pengaruh Kenaikan suku Bunga Terhadap Investasi di sector Industri” dan di muat dalam majalah Statistik (diakui oleh LIPI). Sebagai penulis utama Ir. Sondang, MSc mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 6 = 3,6, sedangkan Dra. Nina, MSc, sebagai penulis pembnatu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 6 = 2,4 Sekelomp ok statistisi terdiri dari 5(lima) orang dari Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah melakukan penelitian mengenai “Dampak Krisis Moneter terhadap Pendapatan Petani Gula”. Hasil penelitian ini dimuat sebagai artikel majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI. Mengingat jumlah penulis lebih dari yang disyaratkan, maka buku ini tidak dinilai. Meskipun demikian buku ini dapat dinilai dengan criteria lain misalnya kegiatan dalam penyediaan data dan informasi statistik (2) Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah Hasil Penelitian, Pengkajian, Survei dan atau Evaluasi dibidang Statistik yang tidak dipublikasikan: Yang dimaksud dengan tidak dipublikasikan adalah karya tulis/karya ilmiah yang tidak dipublikasikan secara nasional, tetapi hanya pada lingkup internal. Karya tulis/karya ilmiah tersebut digunakan sebagai salah satu referensi atau acuan dalam pengambilan kebijaksanaan internal suatu instansi. (a). Dalam bentuk buku (Angka Kredit 8, unutk setiap judul buku: semua jenjang) Bukti fisik: Buku hasil karya tulis yang direkomendasikan oelh pimpinan instansi yang juga memuat/daftar pustaka. Contoh: Dr.Ratna, Statistisi Muda, pada Direktorat Metodologi Statistik membuat karya tulis yang berjudul “Pemilihan petugas sensus/survei yang efektif” Hasil Karya tulis ini dipergunakan BPS sebagai acuan/referensi dalam rekrutmen petugas sensus/survei. Untuk itu Dr. Ratna mendapatkan angka kredit sebesar 8 (b) Dalam bentuk makalah (Angka kredit 4 untuk setiap makalah, semua jenjang)

135

Makalah yang dimaksud disini adalah yang dipresentasikan dalam pertemuan internal suatu instansi Bukti fisik: Fotocopy makalah yang sudah disajikan. Contoh: Farid, S.Si, Statistisi Penyelia pada Departemen Perindustrian dan Perdagangan telah membuat karya tulis berjudul” Pengaruh Musim pada Pola Perdaga ngan Komoditas Pertanian” karya tulis dimaksud telah dipresentasikan di lingkungan Deperindag. Sebagai penulis Farid, S.Si mendapatkan angka kredit sebesar 4.

(3)

Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa Tinjauan atau Ulasan Ilmiah HAsil Gagasan sendiri di bidang statistik yang Dipublikasikan : (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka kredit 8 untuk setiap judul buku, semua jenjang) Bukti fisik: Konsep buku dan buku yang sudah diterbitkan. Contoh: Laely Sugiyono, MSc, Statistisi Muda (penulis utama) dan Dryanto, statistisi Pelaksana Lanjutan (Penulis kedua), Keduanya pada Direktorat Metodologi Statistik BPS, menulis tinjauan ilmiah mengenai “Teknik Pemilihan Metode Sampel dalam berbagai Ciri Populasi” diterbitkan dalam bentuk buku, dan dipublikasikan secara nasional. Sebagai penulis utama, Laely Sugiyono MSi mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 8,0 =4,8 sedangkan Daryanto sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 8,0 = 3,2

(b) Dalam Majalah Ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka kredit 4 untuk setiap artikel yang dimuat, semua jenjang) Bukti fisik: Konsep artikel dan majalah yang memuat artikel dimaksud Contoh:

136

-

Amanullah, MSi,, Statistisi Muda pada Direktorat Analisa Statistik Sosial (penulis Utama) dan Alexander, statistisi Pelaksana Lanjutan(penulis kedua) menulis tinjauan singkat dalam bentuk artikel mengenai “Tingkat Pendidikan Penduduk Daerah Pedesaan berdasarkan hasil Susenas 2002” serta dimuat dalam majalah Statistik (diakui oleh LIPI). Sebagai penulis utama, Amanullah, MSi mendapatkan anka kredit sebesar 60% x 4 = 2,4 dan Alexander sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 4 = 1,6

-

Sekelompok Statistisi Penyelia (terdiri dari 3 orang) pada dinas Parawista Prop insi Bali, mengulas tentang ‘Kinerja Industri Parawisata Bali Pasca Wabah SARS” dan dimuat dalam salah satu jurnal ekonomi Universitas Udayana yang sudah diakui oleh LIPI. Dalam hal ini, penulis utama mendapatkan angka kredit 60% x 4 = 2,4, sedangkan penulis pembnatu masing-masing mendapatkan angka kredit sebesar (40% x 4)/2 = 0,8

(4) Membuat Karya Tulis/Karya ilmiah Berupa tinjauan atau Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan sendiri di Bidang Statistik yang tidak dipublikasikan (a) Dalam bentuk buku (Angka Kredit 7 untuk setiap judul buku, semua jenjang) Karya Tulis/Ilmiah berupa tinjauan atau tulisan ilmiah hasil gagasan sendiri dalam bidang statistik dalam bentuk buku yang tidak dipublikasikan. Buku tersebut hanya dapat dinilai apabila digunakan sebagai bahan dik lat statistik atau mata kuliah lain di luar diklat statistik Bukti fisik: Konsep buku dan silabus yang memuat buku tersebut sebagai salah satu referensi. Contoh: Budianti,M.S (penulis utama) dan Ir. Fariz (penulis Pembantu). Statistisi Muda pada BPS Pusat, menulis buku berjudul “ Pencacahan Survei di Pedesaan, Teori dan Aplikasinya”. Buku tersebut tidak dipublikasikan, namun digunakan sebagai salah satu bahan mata kulaih (modul) dalam diklat statistik di Jakarta. Sebagai penulis utama, Budianti,MS mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 7 = 4,2,

137

sedangkan Ir. Fariz, sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 7 = 2,8 (b) Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 3,5 untuk setiap artikel yang dimuat; semua jenjang) Makalah yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila makalah tersebut digunakan sebagai salah satu referensi dalam kegiatan diklat statistisi atau mata kuliah lain diluar diklat statistik Bukti fisik: Konsep makalah dan silabus mata kuliah yang memuat makalah dimaksud sebagai salah satu referensinya Contoh: Anwar Fuadi (penulis utama) dan Tantowi (penulis pembantu), statistisi Penyelia pada Bappeda Propinsi Sumatera selatan, menulis makalah mengenai “Statistik Sosial Propinsi Sumatera Selatan”. Makalah tersebut digunakan sebagai salah satu bahan mata kuliah diklat statistik di Palembang. Sebagai penulis utama, Anwar Fuadi mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 3,5 = 2,1 dan Tantowi sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40 % x 3,5 = 1,4

138

139

(5)

Membuat karya Tulis/Karya Ilmiah Populer di Bidang Statsitik yang Disebarluaskan melakui Media masa (Angka Kredit 2,5, semua jenjang)

Angka kredit sebesar 2,5 diberikan untuk setiap karya tulis ilmiah popular yang dimuat dalam media masa, baik media dengan jangkauan local maupun nasional.

Bukti fisik :

Konsep artikel yang dikirim dan media cetak yang memuat artikel dimaksud.

Contoh: Mulyono, SE., Statistisi Pertama pada Direktorat Statistik Keuangan dan Harga BPS, menulis artikel popular mengenai “Dampak Inflasi pada Pendapatan Buruh Sektor Industri” dan dimuat dalam harian umum Kompas. Sebagai penulis, Mulyono, SE. mendapatkan angka kredit sebesar 2,5.

(6)

Membuat Karya Tulis/Karya Ilmiah berupa Tinjauan atau Ulasan Ilmiah Hasil Gagasan Sendiri di Bidang Statistik yang Disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah (Angka Kredit 2,5, semua jenjang)

Pertemuan ilmiah dimaksud adalah pertemuan yang melibatkan beberapa instansi terkait. Angka kredit sebesar 2,5 diberikan untuk setiap makalah (gagasan) yang diseminarkan dalam pertemuan ilmiah di bidang statistic.

140

Bukti fisik:

Konsep makalah yang diseminarkan disertai daftar hadir dari peserta seminar.

Contoh:

Ir. Dame Riana, Statsitisi Madya pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, mempunyai gagasan mengenai “ Indikator Penyimpangan Subsidi BBM Sektor Industri”, yang kemudian disampaikan dalam seminar Pola Penyimpangan Subsidi BBM Sektor Industri yang melibatkan beberapa instansi terkait. Sebagai penulis makalah Ir. Dame Riana mendapatkan angka kredit sebesar 2,5.

b. Penyusunan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengolahan Kegiatan Statistik Menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pengolahan kegiatan statistic (Angka Kredit 3, untuk setiap naskah, semua jenjang)

Petunjuk teknis pelaksanaan pengelola statistik adalah suatu petunjuk yang dapat dipakaidalam mengelola kegiatan statistic agar kegiatan dimaksud dapat berjalan baik sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Bukti fisik:

Naskah/buku.

Contoh:

141

Suryaminto, M.Sc. membuat Petunjuk Teknis Pengelolaan Survei Perusahaan Industri Besar Sedang. Sebagai penyusun Suryaminto, M.Sc. mendapatkan angka kredit sebesar 3.

c. Penerjemahan/Penyaduran Buku atau Karya Ilmiah di Bidang Statsitik

(1)

Menerjemahkan/menyadur buku atau karya ilmiah di bidang statsitik yang dipublikasikan: (a) Dalam bentuk buku yang diterbitkan dan diedarkan secara nasional (Angka Kredit 7, semua jenjang)

Angka kredit 7 diberikan untuk setiap buku saduran yang diterbitkan. Penyunting buku tidak mendapt angka kredit.

Bukti fisik:

Buku saduran yang telah diterbitkan dan diedarkan secara nasional

Contoh:

Ir. Bambang Juanda (penulis utama) dan Ir. Setyo Nugraha (penulis pembantu), Statistisi Muda pada Direktorat Statistik Demografi BPS, menyadur buku “Population Growth of Indonesia” dalam dua volume (I dan II). Untuk setiap volumenya, Ir. Bambang Juanda sebagai penulis utama mendapatkan angka kredit sebesar 60% x 7 = 4,2, sedangkan Ir. Setyo Nugraha sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40% x 7 = 2,8.

142

(a)

Dalam Majalah ilmiah yang diakui oleh LIPI (Angka Kredit 3,5, semua jenjang) Angka kredit 3,5 diberikan untuk setiap makalah saduran yang diterbitkan.

Bukti fisik:

Konsep makalah saduran dan majalah yang memuat makalah saduran tersebut.

Contoh:

Indra Kusuma, S.Si. (Penulis utama) dan Ir. Dyah Utami (penulis pembantu), Statistisi Muda pada BPS DKI Jakarta, menyadur makalah mengenai ‘The Sociology of Human Fertility’ dan dumuat dalam jurnal Sosial Ekonomi Universitas Indonesia yang diakui oleh LIPI. Sebagai penulis utama, Indra Kusuma, S.Si. mendapatkan angka kredit sebesar 60 % x 3,5 = 2,1; sedangkan Ir. Dyah utami sebagai penulis pembantu mendapatkan angka kredit sebesar 40 % x 3,5 = 1,4.

(2)

Menerjemahkan/ Menyadur Buku atau Karya Ilmiah di Bidang Statistik yang Tidak Dipublikasikan:

(a)

Dalam bentuk buku (Angka Kredit 3,5, semua jenjang) Buku terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila buku tersebut digunakan sebagai salah satu referensi kegiatan pendidikan dan latihan. Angka kredit sebesar 3,5 diberikan untuk setiap buku saduran yang tidak diterbitkan.

143

Bukti fisik:

-

Buku saduran dan silabus yang memuat buku dimaksud sebagai salah satu refensinya.

-

Surat keterangan dari perguruan tinggi yang melegalisir silabus tersebut.

Contoh:

Ir. Rose Marie Simanjuntak, Statistisi Muda pada Dinas Pertanian Propinsi Jawa barat, menerjemahkan buku ‘Experimental Design’ tidak diterbitkan, tetapi digunakan sebagai bahan kuliah pada salah satu universitas swasta di bandung. Untuk setiap volumenya, Ir. Rose marie Simanjuntak mendapatkan angka kredit sebesar 3,5.

(b)

Dalam bentuk makalah (Angka Kredit 1,5, semua jenjang) Makalah terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan hanya dapat dinilai apabila maka lah tersebut diseminarkan atau digunakan sebagai salah satu refensi dalam kegiatan pendidikan dan latihan. Angka kredit sebesar 1,5 diberikan untuk setiap makalah terjemahan/saduran yang tidak dipublikasikan.

Bukti fisik:

-

Makalah saduran dan daftar hadir seminar atau silabus yang memuat makalah dimaksud sebagai salah satu referensinya.

-

Surat keterangan dari perguruan tinggi/penyelenggara diklat dalam bidang statistik yang dapat melegalisir silabus tersebut.

Contoh :

144

Ano Herwana, SE., Statistik Muda pada Direktorat Statistik Demografi, BPS menyadur makalah mengenai konsep ‘Education and Life Expectation In The Health of Nation ‘ dan memaparkannya dalam seminar intern. Dalam hal ini, Ano Hrewana, SE. mendapatkan angka kredit sebesar 1,5.

(3)

Membuat Abstrak Tulisan Ilmiah yang Dimuat dalam Majalah Ilmiah (Angka Kredit 1, semua jenjang)

Abstrak tulisan ilmiah dimaksud adalah tulisan yang berisi tentang rangkuman atau uraian singkat dari suatu tulisan ilmiah dengan tujuan untuk memperkenalkannya. Abstraksi ini harus dimuat dalam majalah ilmiah.

Bukti fisik:

Naskah abstrak.

Contoh:

Drs. Puji Sunarto, MM., Statistisi Madya pada Direktorat Analisis dan Konsistensi Statistik BPS, menulis abstraksi dari buku ‘Partisipasi Angkatan Kerja di Indonesia has il Survei Penduduk 2000’ yang dimuat dalam majalah Varia Statistik. Sebagai penuli abstraksi Drs. Puji Sunarto, MM. mendapat angka kredit sebesai 1.

V.

PENDUKUNG KEGIATAN STATISTISI A Pengajaran/Pelatihan di Bidang Statistik Mengajar atau melatih pada unit/unit organisasi Pemerintah dalam Kegiatan Statsitik (Angka Kredit 0,03, semua jenjang

145

Kegiatan dimaksud adalah mengajar/melatih pada pendidikan dan pelatihan Pegawai Negeri Sipil dalam bidang statsitik.

Bukti fisik:

Surat tugas atau surat keterangan mengajar dari penyelenggara diklat.

Kriteria penilaian:

Angka kredit sebesar 0,03 diberikan kepada statistisi yang dapat menunjukkan bukti fisik mengajar/melatih/membimbing selama 2 jam pelajaran. (Umumnya 1 jam pelajaran = 45 menit)

Contoh:

Margo Ertianto, Statistisi Penyelia pada BPS Propinsi Jawa Timur, ditugaskan mengajar mata kuliah Statistik Ekonomi pada suatu diklat teknis fungsional di Propinsi Jawa Timur sebanyak 4 jam pelajaran. Dengan menunjukkan surat tugas mengajar dan surat keterangan mengajar dari penyelenggaran diklat, Margo Ertianto mendapatkan angka kredit sebesar 4 x 0,03 = 0,12.

B.

Peran Serta Dalam Seminar/Lokakarya/Konferensi Statistisi yang mengikuti seminar diberikan angka kredit apabila yang bersangkutan berperan sebaga i pemasaran/pembahas/nara sumber/moderator atau peserta. Namun frekuensi sebagai peserta seminar/lokakarya yang bisa dinilai hanya 2 (dua) kali dalam satu tahun.

Bukti fisik: Sertifikat dari penyelenggara seminar.

Penilaian:

146

-

Statistisi

yang

diundang

sebagai

pamasaran

dalam

seminar

local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Statistisi yang berlaku sebagai moderator/pembahas/nara sumber dalam seminar local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 2 setiap kali seminar/lokakarya. Statistisi yang berlaku sebagai peserta dalam seminar

local/nasional/internasional dapat diberikan angka kredit sebesar 1 setiap kali seminar/lokakarya. Seminar yang dapat diberikan angka kredit sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.

Contoh:

-

Dr. Suryadiningrat, M.Sc., Statistisi Madya pada Direktorat Statistik Industri BPS, diundang sebagai pembicara pada sebuah seminar nasional dengan topic “Iklim Investasi Perusahaan Industri Besar Sedang di Indonesia Periode 1997 – 2002 “ di Universitas Indonesia. Dengan menunjukkan surat keterangan dari penyelenggara seminar, Dr.

Suryadiningrat, MSc. Memperoleh angka kredit sebesar 3 Dalam seminar Kesehatan Ibu dan Anak yang diselenggarakan oleh R.S. Cipto Mangunkusumo, Ir. Billy Budiarjo, M.Sc., Statistisi Muda pada Departemen Kesehatan diundang untuk menjadi moderator. Dengan mununjukkan surat keterangan dari panitia seminar tersebut, Ir. Billy Budiarjo, M.Sc. mendapatkan angka kredit sebesar 2. Yulia, Statistisi Penyelia pada Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2002 diundang oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi sebagai peserta workshop di Universitas Brawijaya Malang, Seminar di ITB Bandung dan seminar di FISIP UI, Jakarta. Pada Tahun 2003, Yulia menghadiri Seminar Ketahanan Sosial di Bandung. Dengan menunjukkan sertifikat sebagai peserta pada beberapa seminar dan workshop tersebut, maka yang dapat diakui dan mendapatkan angka kredit sebesar 3 x 1 = 3,

147

yaitu angka kredit yang berasal dari 2 seminar pada Tahun 2002 dan 1 seminar pada 2003. C. Keanggotaan dalam Tim Penilaian Jabatan Fungsional Statistisi (Angka Kredit 1 setiap satu tahun, semua jenjang)

Kriteria penilaian:

Statistisi yang menjadi anggota Tim Penilai Angka Kredit pada instansinya dapat memperoleh angka kredit sebesar 1 untuk setiap tahun masa kenggotaan.

Bukti fisik :

-

Surat Keputusan Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit tentang pembentukan dan penetapan Tim Penilaian Angka Kredit.

-

Surat Keterangan/Surat Pernyataan dari Ketua Tim Penilai yang bersangkutan.

Contoh:

Ir. Yezua, Statistisi Muda pada BPS Propinsi NTT ditunjuk menjadi wakil ketua merangkap anggota Tim Penilai Propinsi dalam masa jabatan 20002003. Pada Tahun 2002, Ir. Yezua memasukkan kegiatan keanggotaan Tim Penialai sebagai salah satu kegiatan yang dinilai, maka yang bersangkutan mendapatkan angka kredit sebesar 2 Tahun x 1 = 2 (Tahun 2000 dan 2001).

D.

Keanggotaan dalam Organisasi Profesi a) Tingkat nasional/internasional sebagai: (1) (2) Pengurus aktif (Angka Kredit 1 setiap satu tahun, semua jenjang) Anggota aktif (Angka Kredit 0,5 setiap satu tahun, semua jenjang)

b)

Tingkat propinsi/kabupaten/kota sebagai :

148

(1)

Pengurus aktif (Angka Kredit 0,25 setiap satu tahun, semua jenjang)

(2)

Anggota aktif (Angka Kredit 0,15 setiap satu tahun, semua jenjang).

Yang dimaksud dengan keanggotaan dalam organiasi profesi aktif adlah statistisi yang menjadi pengurus atau anggota organisasi professional dalam bidang statistik, lingkup internasional/nasional atau

propinsi/kabupaten/kota.

Bukti fisik:

Surat keterangan pengurus organisasi profesi.

Contoh :

Dr. Ali Mursidi, Statistisi Madya pada Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral diangkat sebagai Wakil Ketua Ikatan Statistisi Indonesia (ISI) periode 2001 – 2003. Dengan menunjukkan surat keterangan surat keterangan pimpinan ISI Pusat, maka pada saat penilaian Tahun 2002, Dr. Ali Mursidi mendapatkan angka kredit sebesar 1.

E.

Perolehan Piagam Kehormatan

Memperoleh pengahrgaan tanda jasa Satya Lencana karya Satya: a) 30 (tiga p uluh) Tahun (Angka Kredit 3) b) 20 (dua puluh) Tahun (Angka Kredit 2 c) 10 (sepuluh) Tahun (Angka Kredit 1

Bukti fisik:

149

Surat keterangan atau surat keputusan dari instansi yang berwenag mengeluarkan tanda saja atau dari perguruan tinggi yang mengeluarkan penghargaan.

F.

Perolehan Gelar Kesarjanaan Lainnya (berlaku untuk semua jenjang)

Kriteria Penilai : Apabila suatu instansi/unit statistik memiliki kualifikasi pendidikan (jurusan) yang secara spesifik ditetapkan sebagai ‘jurusan yang

diperlukan’ bagi dan sesua i dengan bidang tugas ‘statistisi di lingkungan instansi/unit statistisi yang bersangkutan, maka yang dimaksud dengan ‘memperoleh gelar kesarjanaan lainnya’ adalah perolehan gelar yang tidak sesuai dengan bidang tugas statistisi. Dalam hal ini, angka kredit yang akan diberikan untuk : Doktor (S3) sebesar 15; Master (S2) sebesar 10; Sarjana (S1) sebesar 5 ; Diploma III sebsar 3 dan Diploma II sebesar 2. Apabila suatu instansi/unit statistisi tidak menetapkan kualifikasi pendidikan (jurusan) tertentu sebagai ‘jurusan yang diperlukan’ bagi dan ‘sesuai dengan bidang tugas’ statistisi, maka angka kredit yang diberikan untuk perolehan gelar kesarjanaan mengacu kepada ketentuan penilaian untuk unsure pendidikan sebagai bagian Kegiatan Utama. Bukti fisik:

Fotocopy ijazah kesarjanaan yang telah dilegalisir instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

A.

KOMPOSISI PERSENTASI ANGKA KREDIT

1. Sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 12 dan Lampiran III dan IV Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 37/KEP/M.PAN/4/2003 tentang Jabatan Fungsional Statistisi dan Angka Kreditnya, jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi

150

oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk kenaikan pangkat/jabatan statistisi, harus berasal dari unsure utama sekurang-kurangnya 80 %dan dari unsur penunjang sebanyak-banyaknya 20 %. 2. Angka kredit yang berasal dari unsur utama 80% tersebut, harus mengandung angka kredit yang berasal dari unsur kegiatan statistik dan pengembangan profesi bagi statistisi dengan jabatan statistisi Madya yang naik pangkat menjadi Pembina Tingkat I/Golongan ruang (IV/b) dan Pembina Utama Muda/Golongan ruang (IV/c) dengan komposisi sebagai berikut: a. Kegiatan Penyelia Data dan Informasi Statistik serta Analisis dan Pengembangan Statistik sekurang-kurangnya 25 %. b. Kegiatan Pengembangan Profesi sebanyak-banyaknya 75% dan sekurang-kurangnya 12 angka kredit. 3. Apabila hasil penilaian angka kredit tidak memenuhi komposisi angka kredit sebagaimana butir 1 dan 2 di atas, proses penetapan angka kreditnya ditangguhkan sampai komposisi tersebut dipenuhi.

Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 2 Desember 2003 Kepala Badan Pusat Statistik,

Dr. Soedarti Surbakti NIP. 340001648

151

152

153


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:537
posted:11/27/2009
language:Indonesian
pages:153