Docstoc

JARINGAN, ORGAN DAN SISTEM ORGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

Document Sample
JARINGAN, ORGAN DAN SISTEM ORGAN TUMBUHAN DAN HEWAN Powered By Docstoc
					LAPORAN PRAKTIKUM IV JARINGAN, ORGAN DAN SISTEM ORGAN TUMBUHAN DAN HEWAN

OLEH NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN : MUHAMMAD PARHANI : J1F109039 : 4 : C. TRI RELIGI A.P

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU NOPEMBER, 2009

BAB I PENDAHULUAN

1. 1

Latar Belakang Dalam tubuh hewan dan tumbuhan terdiri dari berbagai penyusun tubuh,

salah satunya adalah organ. Organ merupakan bagian tubuh yang memiliki satu atau lebih fungsi tertentu. Penyusun organ adalah beberapa jenis jaringan yang terorganisir dan saling berkaitan satu dg lainnya. Contoh: usus halus, berfungsi mencerna dan menyerap sari-sari makanan. Struktur usus halus terdiri dari jaringan otot, jaringan epitel, jaringan ikat, dan jaringan saraf. Sedangkan Sistem organ merupakan gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu fungsi dalam koordinasi tertentu (Kimball, 1992). Pembesaran dan diferensiasi sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk organ-organ, selanjutnya kumpulan oragan membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan dan hewan bersel banyak (multiseluler) (Amin, 1994). Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama, atau bentuk yang sama fungsi berbeda. Semua jaringan tumbuhan umumnya dibagi menjadi 2 tipe yaitu jaringan merismetik dan jaringan permanen. Jaringan merismatik (muda) dan jaringan permanen (dewasa) bersamasama membentuk organ-organ tumbuhan yaitu : akar, batang, daun, dan organ reproduksi (bunga, buah dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan (angiospermae) (Parlan, 1995). Dalam praktikum ini dipelajari dan dibahas beberapa organ tubuh vertebrata dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat-alat yang satu dengan yang lain dan sekitarnya disebut Topografi. Topografi dibedakan atas syntopi, yaitu letak alat-alat terhadap yang lain dan skeletopi, yaitu letak alat-alat terhadap permukaan/dinding (Salisbury, 1995). Dalam pembahasan juga dibahas tentang sifat-sifat tumbuhan bersel banyak. Sifat dari tumbuhan bersel banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan korelasi yang tinggi antara komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan tumbuhan dapat dibagi menjadi beberapa macam berdasarkan struktur, fungsi dan

lokasi dari jaringan tersebut. Jaringan pada tumbuhan di bagi menjadi dua tipe, yaitu jaringan meristematik (muda), yang biasanya terdiri atas sel-sel embrional, dinding tipis, kaya akan plasma, vakuola-vakuola kecil dan bentuk sel isodiametris, dan jaringan permanen (dewasa), yang biasanya mempunyai bentuk sudah tetap, tidak mengalami pembelahan, vakuola besar, mengalami penebalan dan plasma sedikit, yang bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan organ-organ reprodukdi (bunga, buah,dan biji) yang keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan angiospermae. Ciri-ciri dari jaringan pemanen adalah mempunyai bentuk yang tetap, tidak mengalami pembelahan, vakoula besar, dinding sel mengalami pembelahan, dan mempunyai plasma dalam jumlah sedikit. Berdasarkan bentuk dan fungsinya pada jaringan dewasa sudah dapat dibedakan menjadi : jaringan pengangkut dan jaringan fotosintetik (Kimball, 1992).

1.2

Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal organ-organ tumbuhan

beserta bagian-bagiannya pada angiospermae dan mengenal organ-organ tubuh hewan yang membentuk sistem organ dan mempelajari letak organ terhadap organ lain.

BAB II TINAJUAN PUSTAKA

Dalam tubuh tumbuhan juga terdiri dari beberapa jaringan. Jaringan pokok penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan epidermis, merupakan jaringan penyusun tubuh tumbuhan paling luar dan umumnya terdiri dari selapis sel saja. Berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan, sehingga disebut sebagai jaringan pelindung. Jaringan parenkim atau disebut juga jaringan dasar karena merupakan penyusun sebagian besar organ tumbuhan seperti korteks batang dan akar, mesofil daun dan endosperma biji. Parenkim juga merupakan tempat utama berlangsungnya aktivitas penting bagi tumbuhan seperti fotosintesis, respirasi dan penimbunan zat-zat makanan cadangan. Parenkim yang mampu melakukan fotosintesis mengandung banyak kloroplas sehingga disebut klorenkim. Jaringan kolenkim dan sklerenkim berfungsi sebagai jaringan penguat pada tubuh tumbuhan. Jaringan kolenkim terdiri dari sel-sel yang berprotoplas hidup dengan penebalan dinding dari selulosa, hemiselulosa dan pektin. Selnya kadang-kadang juga berisi kloroplas sehingga mampu menjalankan fotosintesis. Terdapat di daerah perifer, misalnya langsung di sebelah dalam epidermis batang atau akar. Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel yang berdinding tebal dan keras karena telah mengalami lignifikasi yaitu penebalan dari zat lignin (kayu). Pada umumnya terdapat bersama parenkim, misalnya parenkim kortek, yang berfungsi sebagai penguat jaringan lainnya (Amin, 1994). Organ pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan menjadi tiga macam organ penting, yaitu : 1. Akar Akar merupakan alat tubuh tumbuhan yang lazimnya berada di dalam tanah dan mempunyai peranan yang sangat penting. Secara skematis akar dilengkapi oleh bagian-bagian akar primer (radix primarius), leher akar (collum rasici), batang akar (corpus radici), cabang-cabang akar (radix lateralis), ujung akar (apex radici), serabut akar (fibrica radiculi), rambut-rambut akar (pilus radici), dan tudung akar (calyptra) (Saktiono, 1989).

2. Batang Batang merupakan salah satu bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi sebagai tempat tumbuhnya akar dan daun. Secara skematis, batang dilengkapi oleh bagian-bagian buku-buku batang (nodus), ruas batang (internodus), daun (folium) dengan duduk daunnya, dan daun penumpu (stipula) (Saktiono, 1989). 3. Daun Daun adalah alat tubuh tumbuhsn yang lazimnya berwarna hijau, tipis, dan permukaannya lebar. Daun berfungsi sebagai tempat terjadinya proses fotosintesis, karena di daun terdapat klorofil atau zat hijau daun yang berfungsi sebagai makanan bagi tumbuhan. Daun yang lengkap mempunyai upih daun (vagina), tangkai daun (petolus), dan helai daun (lamina). Secara skematis, sehelai daun dilengkapi oleh bagian-bagian yaitu pangkal daun (basis), ujung daun (apex), tepi daun (margo), petulangan daun (nervatio), ibu tulang daun (Saktiono, 1989).

Jaringan pokok penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan epidermis, merupakan jaringan penyusun tubuh tumbuhan paling luar dan umumnya terdiri dari selapis sel saja. Berfungsi melindungi bagian dalam organ tumbuhan, sehingga disebut sebagai jaringan pelindung. Jaringan parenkim atau disebut juga jaringan dasar karena merupakan penyusun sebagian besar organ tumbuhan seperti korteks batang dan akar, mesofil daun dan endosperma biji. Parenkim juga merupakan tempat utama berlangsungnya aktivitas penting bagi tumbuhan seperti fotosintesis, respirasi dan penimbunan zat-zat makanan cadangan. Parenkim yang mampu melakukan fotosintesis mengandung banyak kloroplast sehingga disebut klorenkim. Jaringan kolenkim dan sklerenkim berfungsi sebagai jaringan penguat pada tubuh tumbuhan. jaringan kolenkim terdiri dari sel-sel yang berpotoplas hidup dengan penebalan dinding dari selulosa, hemiselulosa dan pektin. Selnya kadang-kadang juga berisi kloroplast sehingga mampu menjalankan fotosintesis. Terdapat di daerah perifer, misalnya langsung di sebelah dalam epidermis batang atau akar. Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel yang berdinding tebal dan keras karena telah mengalami lignifikasi yaitu

penebalan dari zat lignin (kayu). Pada umumnya terdapat bersama parenkim, misalnya parenkim kortek, yang berfungsi sebagai penguat jaringan lainnya (Kimball, 1983). Ada tiga lapisan lembaga (germinal) yang merupakan bakal dari pembentukan jaringan atau organ-organ dewasa, yaitu lapisan lembaga ektoderm, lapisan lembaga mesoderm dan lapisan lembaga endoderm. Lapisan lembaga ektoderm menurunkan kulit dan sistem syaraf, sedangkan lapisan lembaga mesoderm akan membentuk otot, rangka, organ ekskretori, jantung dengan pembuluh darahnya serta organ-organ genetalia dan juga akan menurunkan coelum atau body cavity diantara kedua lapisan mesoderm lateral. Saluran pencernaan dengan kelenjar pencernaannya, paru-paru dan kantung air seni akan diturunkan dari lapisan lembaga endoderm (Salisbury, 1995). Pada hewan-hewan multiseluler atau metazoa terdapat suatu pembagian tugas untuk melaksanakan aktivitas atau fungsi tertentu. Dalam perkembangan awal embrio hewan multiseluler sudah mulai terbentuk diferensiasi lapisanlapisan lembaga yang kelak akan terdiferensiasi lagi menjadi jaringan atau organ yang spesifik. Kegiatan ini dicoba pengenalan beberapa organ tubuh vertebrata dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat alat yang satu terhadap alat-alat yang lain dan sekitarnya disebut Topografi. Topografi dibedakan atas synotopi yaitu letak alat-alat terhadap yang lain dan skeletopi yaitu letak alat alat terhadap permukaan (Salisbury, 1995). Penentuan topografi atau letak alat-alat terhadap yang lain menggunakan istilah seperti anterior, posterior, dorsal, ventral sinester, dexter, lateral, medial, proxsimal, distal, dan lain-lain. Pada tofografi vertebrata akan dilihat organ-organ dalam rongga dada (situs viscerum thoracis) antara lain cor, pulmo, bronchus, bifurcatio trachea dan trachea. Dan organ yang terdapat pada rongga perut (situs viscerum abdominis) antara lain hepar, pancreas, ventriculus, intertinum tenue, coecum, intestenum crasum, ren, lien, vesica fellea, dan testis/ovarium. Antara rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh sekat yang disebut diafragma. (Amin, 1994).

Jaringan hewan dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan fungsi dan strukturnya, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot dan jaringan syaraf. Jaringan epitel terdiri dari sekumpulan sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran, tidak mempunyai substansi interseluler dan cairannya sangat sedikit. Jaringan pengikat (connective tissue) terdiri dari bermacam-macam sel, terdapat substrat interseluler dan berasal dari jaringan mereskim. Ada beberapa jaringan pengikat, salah satunya adalah jaringan hemopoitik (jaringan darah), merupakan suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut plasma darah. Jaringan otot merupakan jaringan yang mampu melangsungkan kerja mekanik dengan jalan kontraksi dan relaksasi sel atau serabutnya. Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan otot dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu otot polos, otot lurik dan otot jantung. Jaringan syaraf merupakan jaringan dasar yang terdapat hampir di seluruh jaringan tubuh sebagai jaringan komunikasi (Kimball, 1992).

BAB III METODE PRAKTIKUM

A.

Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 3 November 2009, pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.00 WITA. Bertempat di ruang Biologi 1, Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

B.

Alat dan Bahan 1. Sistem organ tumbuhan Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu cutter/pisau silet, loupe, mikroskop, kaca benda, dan kaca penutup. Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu tanaman jagung (famili Poaceae), kembang sepatu (famili Malvaceae) dan kembang merak (famili Caesalpinaceae). 2. Sistem organ hewan Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu papan seksi/bak parafin, alat bedah, buku gambar, dan alat tulis. Bahan-bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu mencit jantan dan mencit betina.

C.

Prosedur Kerja 1. Sistem organ tumbuhan Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut : 1. 2. Ditulis nama spesies dari suku spesimen yang digunakan Diamati organ-organ (akar, batang, daun, bunga, dan buah) dengan memperhatikan masing-masing :

a.

Akar 1. Disebutkan sistem perakarannya (akar tunggang atau serabut). 2. Digambarkan secara skematis dan dilengkapi dengan keterangan bagian – bagiannya seperti (akar primer, leher akar, batang akar, cabang akar, ujung akar, serabut akar, rambut-rambut akar, dan tudung akar).

b.

Batang Digambarkan secara skematis dan dilengkapi dengan keterangan bagian-bagiannya, seperti buku-buku batang (nodus), ruas batang (internodus), daun (folium) dengan duduk daunnya dan daun penumpu (stipula).

c.

Daun 1. Apakah daun tumbuhan sampel tersebut lengkap atau tidak lengkap. Daun yang lengkap mempunyai upih daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina). 2. Digambarkan secara skematis sehelai daunnya dan diberi keterangan mengenai pangkal daun (basis), ujung daun (apex), tepi daun (margo) dan pertulangan daun (nervatio).

d.

Bunga 1. Dituliskan jenis bunga apakah sampel tumbuhan tersebut (tunggal atau majemuk). 2. Digambarkan dan disebutkan bagian-bagian seperti ibu tangkai bunga (pedunculus rachis), tangkai bunga

(pedicellus), dasar bunga (receptaculum), daun pelindung (bractea), daun tangkai (bracteola), seludang bunga (spatha), daun kelopakdan kelopak bunga, daun mahkota dan mahkota bunga, benang sari dengan tangkai sari dan kepala sari, putik dengan bakal buah, tangkai putik dan kepala putik.

2.

Sistem organ hewan Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum ini yaitu sebagai berikut : 1. 2. Dituliskan Klasifikasi hewan yang digunakan Digambarkan morfologi dan diberi keterangan bagian-bagian badannya. 3. Dilakukan pembedahan dengan cara, punggung mencit

diletakkan pada bak parafin, kemudian keempat kakinya direntangkan dengan jarum pada bak parafin tersebut. Rambut di linea mediana dibasahi dan diusap kearah lateral/samping, kemudian kulitnya digunting mulai daerah sternum ke cranial dan juga ke caudal. Kulit dari jaringan di bawahnya diangkat dengan pinset. Dinding perut dibuka memanjang sampai di

dekat diafragma/sternum. 4. Sternum dipotong melingkar mulai datri dexter kemudian sinester, sehingga akan nampak organ-organ di dalam rongga dada dan rongga perutnya, yaitu : A. situs viscerum abdominis      Hepar : warna merah coklat, terdiri atas beberapa lobi. Vesica fellea (kantung empedu) : terletak pada lobus dexter hepatis. Venticulus : berupa kantung besar berwarna agak putih. Lien : berwarna coklat, menempel pada ventriculus bagian dorsal. Pancreas : berwarna coklat pucat, lebih besar daripada lien, bentuk irregular, meluas di bagian dorsal ventriculus.    Intestinum tenue : halus berwarna kemerahan. Intestinum crassum : berwarna hijau tua, lebih besar. Coecum : batas antara 6 dan 7, besar sekali, berwarna hijau tua dan jelas kelihatan bagian-bagian incisura, haustra dan taenia.

 

Vesica urinaria : tampak sebagai gelembung putih kekuningan berisi urin. Ren : ada 2 buah, di kanan dan di kiri, bentuk seperti biji kacang dengan melanjutkan ke ureter sebagai saluran yang menuju vesica urinaria.

B. Situs viscerum thoracis   Cor : terletak di tengah berbentuk seperti jantung pisang. Pulmo : berwarna merah dengan sejumlah lobus di kanan dan di kirinya. 5. Dari organ-organ yang didapatkan, organ-organ tersebut dikelompokkan dalam systema digestorium, systema

cardiovasculare dan systema respiratorium. 6. Organ-organ di dalam rongga dada dan rongga perut digambarkan. 7. Systema urogenitale dan systema digestoria digambarakan dan dilengkaapi dengan keterangannya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil

A. Organ dan Sistem Organ Tumbuhan 1. Tanaman Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) Klasifikasi : Regnum Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotylae : Malvales : Malvaceae : Hibiscus : Hibiscus rosa-sinensis

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Tangkai bunga Dasar bunga Daun kelopak (Sepala) Kelopak bunga Mahkota bunga Benang sari (Stamen) Tangkai sari Kepala sari (Anthera) Tangkai putik (Stylus)

10. Kepala putik (Stigma) Gambar 1a. Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Keterangan : 1. Helaian daun 2. Tulang daun 3. Ibu tulang daun 4. Ujung daun 5. Tepi daun 6. Pangkal daun

Gambar 1b. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Keterangan : 1. Leher akar (Collum radix) 2. Ujung akar (Apex radix) 3. Batang akar (Corpus radix) 4. Cabang akar (Radix lateralis) 5. Bulu akar (Pilus radix) 6. Tudung akar (Calyptra)

Gambar 1c. Akar kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Keterangan : 1. Batang utama 2. Cabang Berwarna Hijau

Gambar 1d. Batang Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

2. Tanaman Kembang Merak (Caesalpinia pulcherima) Klasifikasi : Regnum Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotylae : Rosales : Caesalphinaceae : Caesalphinia : Caesalphina pulcherima

Keterangan : 1.Putik 2.Benang sari 3.Kepala sari 4.Kelopak 5.Mahkota bunga

Gambar 2a. Kembang merak (Caesalpinia pulcherima)

Keterangan : 1. 2. 3. Helai daun Anak tangkai daun Ibu tangkai daun

Gambar 2b. Daun kembang merak (Caesalpinia pulcherima)

Keterangan : 4.1 Ujung akar (Apex radix) 4.2 Batang akar (Corpus radix) 4.3 Cabang akar (Radix lateralis)

Gambar 2c. Akar kembang merak (Caesalpinia pulcherima)

Keterangan : 1. Rongga udara 2. Hitam tua

Gambar 2d. Batang Kembang merak (Caesalpinia pulcherima)

3. Tanaman Jagung (Zea mays) Klasifikasi : Regnum Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monokotyladanae : Gramilanes : Graminae : Zea : Zea mays

Keterangan : 1. Daun 2. Buah jagung 3. Bunga jagung 4. Batang 5. Akar 6. Serabut akar

Gambar 3a. Tanaman jagung (Zea mays)

Keterangan : 1. Akar primer 2. Leher akar 3. Batang akar 4. Cabang akar 5. Serabut akar 6. Tudung akar

Gambar 3b. Akar jagung (Zea mays)

Keterangan : 1. Buku-buku batang (nodus) 2. Ruas batang (internodus)

Gambar 3c Batang jagung (Zea mays)

Keterangan : 1. Ujung daun (apex) 2. Tepi daun (margo) 3. Helaian daun (lamina) 4. Pertulangan daun (nervatio) 5. Pangkal daun (basis) 6. Tangkai daun (petiolus)

Gambar 3d. Daun jagung (Zea mays) B. Jaringan Tumbuhan Jaringan Epidermis Daun Karet Klasifikasi : Regnum Divisio Subdivisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Angiospermae : Monokotyladanae : : : :

Klasifikasi: Kingdom : Animalia Phylum : Chordata

Subpilum : Vertebrata Class Ordo Famili Genus Spesies Gambar 1. Jaringan Epidermis Daun Karet Keterangan: 1. Epidermis atas 2. Kutikula 3. Jaringan bunga karang 4. Jaringan tiang 5. Epidermis bawah 6. Jaringan pengangkut 7. Stomata 8. Xilem 9. Floem : Mamalia : Rodentia : Muredae : Mus : Mus musculus

C. Sistem Organ Hewan 1. Mencit Jantan Klasifikasi Kingdom Phylum Subpilum Class Ordo Famili Genus Spesies : : Animalia : Chordata : Vertebrata : Mamalia : Rodentia : Muredae : Mus : Mus musculus

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hidung Mata Telinga Kumis Kaki Badan Ekor

Gambar 5a. Mencit jantan sebelum dibedah

Keterangan : 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Hati Ginjal Jantung Usus halus Lambung Kerongkongan Ureter Usus besar Testis Sklorotum

10. Sekum 11. Kantung empedu

Gambar 5b. Gambar organ dalam mencit jantan setelah dibedah

2. Mencit Betina Klasifikasi Kingdom Phylum Subpilum Class Ordo Famili Genus Spesies : : Animalia : Chordata : Vertebrata : Mamalia : Rodentia : Muredae : Mus : Mus musculus

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hidung Mata Telinga Kumis Kaki Badan Ekor

Gambar 6a. Mencit betina sebelum dibedah

Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Hati Ginjal Jantung Usus halus Lambung Kerongkongan Usus besar Uterus Sekum

10. Kantung empedu

Gambar 6b. Mencit betina sesudah dibedah 3. Ayam Klasifikasi : Kingdom : Animalia Phylum : Chordata

Subpilum : Vertebrata Class Ordo Famili Genus Spesies : Aves : Gallusies : Gallusies : Gallus : Galus sp.

Gambar7. Ayam (Gallus sp.) Keterangan: 1. 2. 3. 4. Laring Tembolok Paru-paru Calon telur 5. 6. 7. 8. Hati Ovarium Usus Anus

D. Jaringan Hewan 1. Otot Jantung Keterangan: 1. Otot jantung 2. Inti sel 3. Warna merah muda

Gambar 8. Otot Jantung

2. Otot Polos Keterangan: 1. Inti sel 2. Sitoplasama

Gambar 9. Otot Polos 3. Jaringan Epitel Selapis Keterangan: 1. Sitoplasma 2. Membran Sel

Gambar 10. Jaringan Epitel Selapis

4.2

Pembahasan Pada percobaan ini, praktikan malakukan pengamatan terhadap tanaman jagung (Zea mays), kembang sepatu (Hibiskus sp.), dan kembang merak (Caesalpinia pulcherima) yang merupakan tanaman dari divisi yang sama namun berasal dari kelas yang berbeda. Selain itu dilakukan juga pengamatan terhadap mencit (Mus muskulus), dan ayam (Galus sp.). 1. Organ dan sistem organ pada tumbuhan. Dari hasil pengamatan, tanaman jagung merupakan tumbuhan biji tunggal dan mempunyai ciri-ciri umum yaitu : a. b. c. d. e. Embrio mempunyai 1 kotiledon. Daun sempit dengan tulang daun sejajar. Batang tidak bercabang, tetapi beruas-beruas. Jaringan pengangkut sedikit dan tersebar. Tidak mempunyai kambium (kecuali familia liliceae).

Ciri-ciri akar tumbuhan biji tunggal yaitu : a. Berkas pengangkut semuanya radial (membentuk jari-jari berselang-seling antara xilem dan floem). b. Jaringan terluar epidermis dan dibawahnya

hypodermis/eksodermis. c. Cortex tersusun atas jaringan parenkim dengan bagian terdalam membentuk lapisan endodermis yang berdinding tebal (sebagai batas cortex dan stele). d. Tidak semua lapisan sel-sel lapisan endodermis berdinding tebal, ada yang tidak mengalami penebalan disebut sel peresap (agar dapat dilalui larutan), penebalan endodermis dengan pita kaspari. e. Di bawah lapisan endodermis ada sel-sel yang berdinding tipis yaitu perisikel. f. g. Stek tersusun atas berkas pengangkut dan empelur. Berkas pengangkut (floem dan xilem) umumnya membentuk jari-jari, tetapi ada juga yang membentuk kelompok.

h.

Banyakinya jari-jari floem dan xilem ada 2,3,4,5 dan seterusnya dengan sebutan Diarch (2), Triarch (3), Tetrach (4), Pentarch (5) dan Polyarch (apabila banyak).

Ciri-ciri batang tumbuhan biji tunggal yaitu : a. Bagian luarnya berupa epidermis ada pada waktu muda, setelah tua hilang dan digantikan oleh hypodermis atau jaringan gabus (floem). b. Jaringan mekanik/penguat umumnya adalah sklerenkim, tetapi tidak ada yang berupa kilenkim. c. Pada spesies tertentu dijumpai adanya saluran lender dan daluran getah. d. Bagian kortex biasanya tersusun atas kolenkim dan parenkim yang berisi kristal. Ciri-ciri daun tumbuhan biji tunggal yaitu : a. Jaringan terluar berupa epidermis (atas dan bawah) yaitu Addaxial (atas) dan Abdaxial (bawah). b. Mesofil/daging daun tersusun oleh beberapa lapis jaringan palisade/pagar dan beberapa lapis jaringan spons parenkim atau bunga karang. c. Permukan epidermis biasanya tertutupi oleh kutikula atau lilin untuk mencegah penguapan, dan sering ada rambut-

rambut/trikomata. d. Spons parenkim sedikit mengandung klorofil dan lebih banyak digunakan sebagai penyimpanan makanan. e. Jaringan penguat umumnya adalah kolenkim, sedangkan skelerenkim pada bagian tertentu saja (berkas pengangkut). Dari pengamatan kembang sepatu, didapat ciri-cirinya yaitu : a. b. c. d. e. Embrio mempunyai 2 kotiledon. Berakar tunggang. Batangnya bercabang-cabang. Berkas pengangkutan melingkar-lingkar. Pertumbuhan sekunder, karena ada kambium.

Bagian-bagian akarnya yaitu : a. Paling luar adalah epidermis, tetapi setelah tua hilang dan digantikan dengan jaringan gabus yang tersususn atas felogen. b. c. d. Parenkim kortex mengandung amilum. Ada xilem sekunder dan primer karena aktivitas kambium. Jaringan penguat berupa sklerenkim yang tersebar di antara parenkim cortex. Bagian daun tumbuhan biji belah yaitu : a. b. Jaringan terluar berupa epidermis addaxial dan abdaxial. Berkas pengangkut bermacam-macam tipe dan umumnya bikolateral/kolateral terbuka seperti juga pada tulang daun dan tangkai daun. c. Permukan epidermis biasanya tertutupi oleh kutikula dan lilin untuk mencegah penguapan dan sering ada rambut/trikomata. d. Jaringan penguat umumnya berupa kolenkim sedangkan skelerenkim pada bagian tertentu saja. Bagian batang tumbuhan biji belah yaitu : a. Ditemui lentisel untuk petukaran gas pada species tertentu, terdapat jaringan dilatasi yang sebenarnya adalah jari-jari empelur yang menekan kearah kortex. b. c. Umumnya terdapat berkas pengangkut tipe kolateral. Terdapat jaringan gabus yang berasal dari folagen (kambiun gabus) yang mempunyai aktivitas di pleurus (ke luar berupa felum dan ke dalam berupa feloderm). d. Bagian kortex biasanya tersusun atas kolenkim dan parenkim yang berisi amilum dan kristal. Bagian bunga tumbuhan biji belah yaitu : a. b. Bunga merupakan perkembangan dari tunas. Bagian bunga : petiolus/pedicellus merupakan perkembangan dari batang, corolla dan calyx berasal dari daun. c. Petiolus mempunyai bagian-bagian :

1) Epidermis sering dengan kutikula dan trikomata.

2) Sel-sel parenkim memenuhi bagian di dalam epidermis. 3) Jaringan penguat berupa sklerenkim dan kolenkim. 4) Berkas pengangkut kolateral dan bikolatral dan diselubungi oleh arung sklerenkim. d. Corolla atau mahkota bunga mempunyai bagian-bagian : 1) Epidermis dengan kutikula atau papilla (tonjolan-tonjolan). 2) Mesofil dengan sel-sel parenkim (tidak ada diferensiasi) yang diantaranya ada sel-sel minyak steris (penyebab : bau bunga yang khas). 3) Parenkim mesofil mengandung zat warna (anthocyan) yang memberi warna pada bunga. Pada bunga merak mempunyai struktur yang hampir sama dengan bunga sepatu. Yang membedakan adalah keadaan dan ukuran filamen dan anthera. Pada kembang merak filamennya pendek bila dibandingkan dengan kembang sepatu. Benang sari pada kembang merak terlepas (tidak berlekatan satu sama lain) sedangkan pada kembang sepatu benang sarinya bersatu. Bunga merak mempunyai ciri-ciri yaitu warna mahkota bunga merah mencolok, mahkota dan kelopaknya berkelipatan lima atau empat dan merupakan bunga sempurna, karena memiliki bagian yang sempurna. 2. Organ dan sistem organ pada hewan. Dari hasil pengamatan luar mencit, yang terlihat yaitu bagian kepala (mata, telinga, hidung, mulut), bagian badan (empat buah kaki, kuku), dan bagian ekor. Setelah melakukan pembedahan, terlihat organ bagian dalam mencit. Dari organ-organ itu dapat dikelompokkan berdasarkan organ-organ yang termasuk sistem digestorium (pencernaan) yaitu mulut yang di dalamnya terdapat gigi, lidah, kelenjar air liur, esophagus, laring, kelemjar submaksikalis, kelenjar sublingualis, ventrikel, hati, kantung empedu, lambung, usu halus, kolon. Sekum, dan vesika urinaria. Sistem cardiovaskuler adalah atrium (jantung), paru-paru, dan sistem

respiratorium (penapasan) adalah rongga hidung, laring, trakea, dan paruparu. Ayam termasuk golongan unggas (aves), memiliki ciri-ciri yaitu mempunyai jengger di kepala, jakun/tembolok, sayap, dua kaki, ekor dan seluruh tubuhnya ditumbuhi bulu. Bagian dalam tubuhnya terdapat organorgan tubuh yang masing-masing memiliki fungsi tertentu. Organ-organ yang meiliki fungsi sebagai sistem pencernaan adalah mulut yang berbentuk paruh, esophagus, tembolok, hati, lambung kelenjar, lambung otot, usus, dan kloaka. Organ-organ yang termasuk sistem pernapasan adalah lubang hidung, celah tekak atau faring, trakea, dan paru-paru.

BAB IV PENUTUP

4.1.

Kesimpulan Adapun kesimpulan yang diperoleh pada praktikum kali ini adalah sebagai

berikut : 1. Sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk suatu organ dan kumpulan organ tersebut membentuk sistem organdan menjadi tubuh suatu organisme. 2. Jaringan pada hewan berupa jaringan epitel, jaringan saraf, jaringan konektif dan jaringan otot. 3. Jaringan pada tumbuhan terdiri dari jaringan muda (meristematik) dan jaringan dewasa. Jaringan dewasa terdiri dari jaringan epidermis, parenkim, sklerenkim, kolenkim, dan jaringan pengangkut. 4. Organ pada hewan seperti mata, hidung, jantung, kulit, ginjal, hati, usus, lambung, laring, faring, anus, dan lain sebagainya. 5. 6. Organ pada tumbuhan seperti akar, batang, daun, buah, dan bunga. Sistem organ pada hewan seperti sistem pencernaan, reproduksi, pernapasan, peredaran darah, ekskresi, endokrin dan saraf.

4.2.

Saran Kepada pada praktikan diharapkan dapat mempersiapkan terlebih dahulu

bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum dan juga keseriusan dan kedisiplinan dalam melakukan praktikum sangat diperlukan untuk kelancaran praktikum ini.

DAFTAR PUSTAKA

Amin. 1994. Fisiologi Hewan daan Tumbuhan. Karunika. Jakarta. Kimball, J. W. 1992. Biologi Jilid I. Erlangga; Jakarta. Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung. Saktiono. 1989. Biologi Umum. Gramedia. Jakarta Parlan.V. F. 1995. Panduan Belajar Biologi. Yudistira. Jakarta.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:88083
posted:11/24/2009
language:Indonesian
pages:33