TRANSPOR MATERI DAN ENERGI PADA ORGANISME by Faarhan

VIEWS: 3,655 PAGES: 8

									LAPORAN PRAKTIKUM TRANSPOR MATERI DAN ENERGI PADA ORGANISME

OLEH : NAMA NIM KELOMPOK ASISTEN NIM : MUHAMMAD PARHANI : J1FI09039 : 4 : ENDAR PRAYUDI : J1D107033

PROGRAM STUDI S-1 ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU OKTOBER, 2009

BAB I PEMBAHASAN

1.1 1.2

Latar Belakang Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui proses difusi dan

osmosis pada organisme hidup serta memahami penyebabnya, mengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis pada sel tumbuhan serta memahami penyebabnya, dan untuk mengetahui dan memahami mekanisme terjadinya krenasi dan hemolisis sel darah manusia serta penyebabnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1

Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 28 Oktober 2009, pukul

08.00 sampai dengan pukul 10.00 WITA. Bertempat di ruang Biologi 1, Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. 3.2 Alat dan Bahan 3.2.1 Proses Difusi dan Osmosis Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah gelas kimia ukuran 50 ml, pipet tetes, penunjuk waktu atau stopwatch, cawan petri, jarum,dan pengaduk. Bahan yang digunakan adalah air, larutan metilen blue atau eosin, kristal CuSO4, mentimun, kentang dan kertas label. 3.2.2. Proses Plasmolisis dan Deplasmolisis Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah mikroskop, kaca benda, kaca penutup, pisau silet, dan penunjuk waktu atau stopwatch. Bahan yang digunakan adalah daun Rhoe discolor, aquades, larutan sukrosa 0,2 M, dan kertas saring atau kertas pengisap. 3.2.3. Proses Krenasi dan Hemolisis Sel Darah Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah mikroskop, kaca benda, kaca penutup, blood lancet, dan pipet tetes. Bahan yang digunakan adalah darah, larutan NaCl 0,3 M, HCl 0,1 M, Alkohol 70% dan kapas. 3.3 Prosedur Kerja Untuk percobaan proses difusi, larutan metilen blue diteteskan pada gelas kimia yang telah diisi air, kristal CuSO4 dimasukkan pada gelas kimia lainnya.

Perubahan yang terjadi diamati. Langkah 1-2 diulangi, kristal CuSO4 dimasukkan dan segera diaduk. Hasil pengamatan dibandingkan. Pada percobaan osmosis, larutan garam dapur disiapkan dengan ditambahkan 3 sendok makan garam dapur dalam 100 ml air, dimasukkan kedalam cawan A dan diberi label ‘larutan garam’, dan kedalam cawan B dimasukkan air dan diberi label ‘air’. Irisan mentimun dan kentang dibuat setebal 3-4 mm. 2 iris mentimun dan 2 iris kentang dimasukkan kedalam masing-masing cawan (A dan B), dibiarkan selama 15 menit. Diamati, perlakuan diteruskan sampai 30 menit. Hasil pengamatan dibandingkan dengan cara kedua bahan dipijit untuk menentukan turgor. Untuk proses plasmolisis dan deplasmolisis, permukaan bagian bawah daun Rhoe discolor disayat. Sayatan diletakkan pada kaca benda yang telah ditetesi larutan sukrosa pada salah satu tepi kaca penutup, kertas saring/pengisap ditempelkan pada tepi yang lain. Diamati dengan mikroskop selama 5 menit, perubahan dicatat. Langkah ketiga diulangi , medium diganti dari larutan sukrosa dengan aquades, perubahan yang terjadi dicatat. Untuk proses krenasi dan hemolisis sel darah, darah diambil dari jari manis dengan blood lancet, diteteskan pada dua buah kaca benda, masing-masing satu tetes. Dua tetes larutan NaCl 0,3 N diteteskan pada kaca benda pertama. Dua tets larutan HCl 0,1 N diteteskan pada kaca benda kedua. Ditutup dengan kaca penutup dan diamati di bawah mikroskop. Hasil pengamatan digambarkan dan diberi keterangan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 4.2

Hasil Pembahasan

BAB V PENUTUP

5.1 5.2

Kesimpulan Saran

DAFTAR PUSTAKA


								
To top