Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

tugas ketikan by andrelesmana

VIEWS: 7,358 PAGES: 5

									A.Ciri – Ciri Jamur Jamur adalah kelompok organisme yang besar termasuk cendawan , ragi , kapang dan lapuk. Jamur tidak berklorofil , karena itu tidak dapat membuat sendiri makanannya secara fotosintesis. Jamur yang memakan tempat hidupnya di sebut parasit dan yang memakan bahan organik yang mati disebut saprofit. Jamur yang paling umum adalah cendawan dan jamur paying. Perbeadaan jamur dengan tumbuhan tinggi ialah tubuh jamur berupa talus ( tidak punya akar , batang , dan daun ). Ciri – ciri jamur sebagai berikut : 1. Organisme eukariota penghasil spora. 2. Tidak punya flagel dalam daur hidupnya. 3. Dinding selnya tidak mengandung selulosa ,tetapi karbohidrat kompleks termasuk zat kitin. 4. Tubuh ada yang uniseluler dan multiseluler. 5. Adapun yang multi seluler mempunyai benang ( hifa ) yang membentuk anyaman disebut miselium . 6. Tidak mempunyai klorofil, maka hidupnya bersifat heterotrof ,yaitu mendapatkan senyawa organik dari mahkluk hidup lain baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. 7. Berdasarkan makanan ( nutrisi yang di dapat ). Jamur di golongkan menjadi parasit ( jia mendapat makan dari mahkluk hidup lain yang mash hidup ). Parasit di bagi menjadi dua , yaitu parasit obligat ( parox / bener / sesungguhnya ), yaitu jamur yang bisa hidup sebagai parasit sementara parasit fakultatif, yaitu jamur yang bisa sebagai parasit, bisa sebagai saprofit. 8. Hidup di tempat – tempat yang lembap, sedikit asam dan tidak begitu membutuhkan sinar matahari.

B. REPRODUKSI JAMUR Jamur berkembang biak, baik secara vegetatif maupun generatif. Secara vegetatif ( tak kawin ) dilakukan dengan cara :

1. Fragmentasi : Yaitu memisahkan diri dari sebagian tubuhnya dan tumbuh menjadi organisme baru. Seperti benang hifa yang terpotong , potongan tersebut tumbuh menjadi hifa baru. 2. Spora : yang dihasilkan dari pembelahan mitosis yang ada dalam sporangium atau konidia. Spora yang berflagel, sehingga dapat bergerak disebut zoospora, sedang spora yang tidak punya flagel tidak dapat bergerak disebut apland spora. 3. Membentuk Tunas. Spora ada beberapa macam sebagai berikut. 1. Sporangiospora : dibuat didalam sporangium , dari protoplasma yang berkelompok kecil dan masing – masing punya inti. 2. Konidiospora : di ujung hifa yang membelah membentuk konidispora atau

konidia. Sementara pembawa konidia disebut konidiofor. 3. Klamidospora : ialah bagian miselium yang membesar dan dindingnya tebal. 4. Antrospora : yaitu terjadi dari bagian miselium.

Klasifikasi jamur di dasarkan cara reproduksi dan struktur tubuhnya. Berdasarkan system kingkom jamur di bedakan menjadi 4 divisio , yaitu :  Divisio Zygomycota  Divisio Ascomycota  Divisio Basidiomycota  Divisio Deuteromycota

1. Zygomycota Jamur ini disebut zygomycota karena dapat membentuk spora istirahat bedinding tebal yang disebut zigospora. Jamur ini hidup di darat , tanah , atau sisa – sisa organisme yang telah mati. Zigomycota ada yang membentuk mikroriza ( yaitu simbiosis jamur dengan akar tanaman). Struktur tubuh a. Muselium bercabang banyak tak bersekat. b. Hifa bersifat senositik.

c. Septa di temukan pada saat bereproduksi.

Contoh : Rhizopus stolonifer , yang hidup pada roti atau makanan lain. Rhizophus mempunyai 5 tipe hifa yaitu : a. stolon , ialah hifa yang membentuk jaringan pada permukaan substrat ( seperti pada roti dan lain – lain ). b. Rizoid , ialah hifa yang menembus subsrat dan berfungsi sebagai alat penyerap makanan . c. Sporangiotor , ialah hifa yang tumbuh tegak pada permukaan substrat dan memiliki sporangium globuler di ujungnya. Manfaat Zygomycota : Rhizopus orizae , untuk membuat tempe. Mucor javanika terdapat dalam ragi tape.

2. Ascomycota Tubuhnya berbentuk talus, yang miseliumnya bersekat. Ciri – cirinya Ascomycota dalah sebagai berikut : 1. Tubuh berbentuk talus 2. Tersusun atas satu sel dan multiseluler. 3. Hidup di tanah yang lembab , banyak bahan organik. 4. Hifa bersekat – sekat . 5. Hidup parasit dan saprofit. 6. Reproduksi seksual dengan membentuk askosopra di dalam askus. Adapun reproduksi aseksual di hasilkan spora konidium yang terbentuk pada ujung hifa yang disebut konidiofor. Askus dibentuk di dalam tubuh buah yang disebut askokarp. Macam – macam bentuk askus : a. Askus tanpa askokarp b. Askus yang askokarpnya berbentuk mangkok yang namanya apotesium. c. Askus yang askokarpnya bentuk bola disebut kleistotesium. d. Askus yang askokarpnya bentuk botol disebut peritesium.

3. Basidiommycota Ciri – ciri : a. Hifanya bersekat – sekat b. Spora seksual terbentuk di basidium. c. Bentuk tubuh seperti batang dan tudung disebut basidiokarp. d. Pada ujung basidium tumbuh 4 basidiospora. Peranan Basidiommycota : a. Lentinusedodes dan shitake diproduksi untuk di konsumsi di Negara China dan Jepang. b. Ganoderma aplanatum , polyporus gigenteus dipakai sebagai obat – obatan atau Ganoterapi. c. Auricularia polytrica ( jamur kuping ), jamur ini enak dimakan, tumbuh pada kayu. d. Pleurotes : jamur kayu, yang hidup pada kayu yang banyak mengandung selulose dan liginin, jamur ini enak dimakan. e. Amanita muscaria : hidup pada kotoran ternak, mengahasilkan toksin yang disebut muskarin, dimanfaatkan untuk membunuh lalat. Adapun golongan Basidiommycota yang hidup parasit pada rumput – rumputan dan menimbulkan bercak –bercak seperti karat ( jamur karat ). Contohnya : Puccinia Graminis . 4. Duteromycota Jamur ini merupakan jamur tidak sempurna ( Fungi Imperfecti) sebab cara reproduksi seksualnya belum diketahui. Hidupnya di darat dengan membentuk konidia. Cara berkembang biak, dengan aseksual membentuk konidia. Peranan jamur Deuteromycota : Yang bermanfaat :  Minola sithopyla ( jamur oncom ) Yang Merugikan :  Microsporum  Tricho phyton  Ephydermo phyton

Ketiga ini dapat merusak tanaman budidaya , tanaman hias dan menyebabkan penyakit pada manusia, seperti Dermatomikosis seperti kurap.  Tinea versicolor : menyebabkan penyakit panu.  Ephydermo phyton floocosum : menimbulkan penyakit kaki atlit. Contoh – contoh lain :  Chladosporium.  Curvularia.  Gleosporium.  Diploria. Obat yang dipakai untuk memberantas jamur disebut Fungisida. Peranan jamur bagi kehidupan :  Menguntungkan :  Rhizopus orizau  Voluariella volvacea  Lentinus edodes  Aspergillius wentii  Auricillium polytrica  Merugikan :  Aspergillius flavus  Aspergillius furmigatus  Ustilago maudis  Amanita phalloides  Candida SP  Ephidermatophyton floocosum : Menghasilkan racun aflatoksin : Parasit pada akar paru – paru burung : Parasit pada akar tanaman tembakau : Penghasil racun balin : Infeksi pada saluran genita wanita : Penyakit kaki atlit : Pembuatan tempe : Untuk sayur : Untuk dimakan & untuk obat kanker : Pembuatan kecap : Untuk sayur

 Renicillium verme vermeculatum : Industri farmasi

Nama Kelas

: Kalpika Widioati : X.4

SMA AL – IRSYAD AL – ISLAMIYYAH CILACAP


								
To top