Docstoc

sayidul istigfar mohon tobat dan banyak hajat besar pada allah swt mohon maaf757575757575

Document Sample
sayidul istigfar mohon tobat dan banyak hajat besar pada allah swt mohon maaf757575757575 Powered By Docstoc
					terakhir shalat shubuh?!” Ya allah SWT aku berusaha dalam hati memohon langsung pada mu Ya allah SWT terlalu besar kuasa mu....aku tak berdaya dengan kekuasaanmu siang malam aku mohon hajatku...terkabulllllllll ya...allah ganjalan hati ini aku memohon engkau beliau beliau ini tuan tuan mas mas mbak mbak bapak ibu...................................kalo pedang tergores mungkin bisa sembuh 2 minggu atau 1 bulan tapi kalau hati tergores susah lupa dari ingatan........................mudah mudahan sahabat sahabayku ibu bapak sahabat abang mas pedagang pegawai …..pegawai negeri tukang ojeg tukang jahit tukang warung wiraswasta tukang sayur pegawai swasta mas mbak yang ada di kontrakan …... mas mbak dari bahagia 1 samapai bahagia 13 gang pesantren gang sulaiman gang muhtar sepanjang jalan ciledug raya khususnya : 1. Abram fatagoshi 2. joko sumanto ika edi dimyati 3. purwadi wasono 4. deddy efendy 5. suparman 6. darmo darmi 7. ebil 8. warung ucok 9. warung indomie 10. bu gito 11. bu jupri angga anggi aryo 12. kasdik 13. mulyono 14. bapak bintoro 15. edi sukatman 16. hari kartiono 17. hari 18. mpok mus, bang hamdani, yopih, cing guntur, nyak leha..hari,mas rumijo bule nik 19. bulek ummmm... 20. mas bewok marsiah bu pak madyo 21. pak paulus 22. pak rujuman 23. pegwau angkatan laut 24. pelaut 25. bapak sugeng 26. warung ucok nabila

27. mbak lela mbak ita mbak angga anggi......semua kontrakan di bu ali bu agus bu imam muaris bu nurkosim bu isah bapak ridin bapak slamet bapak agung bakso tukang sayur di 29 kontrkan 28. 40 pegawai bali nirwana dari pimpinan sampai pegawai 29. satpam aminah abang mahdi abang makmun abang makmur abang ucon abang jinul 30. abang ujang rais 31. mas mbak dini bu fadlun 32. ibu bapak sarnubih... 33. ibu bapak dedi eko mas parnafiah adik kaka keluarga besar masparnapiah................semua kontrakan sukriyah bakso agung ibu darmi ibu jupri seluruhhhhhhpegawai budi lihur pimpinan zaitun seluruh mahasiswa mahasiswi budi luhur......... seluruh mahasiswa mahasiswi bsi bina sarana informatika \ tukang sapu tukang bersih bersih pembantu..............satpam matnuh abang ilyas bapak purbo waskito mas mbak adi bapak wagiman bapak satpam komplek mutiara abang kidupppppp sayur tukang sampah tukang jahit dari bahagia 1 sampe 13 tukang ojeg semua 100 orang ojeg santren ojeg deplu.satpam auto seluruhhhhh pegawai auto 2000 seluruh pegawai bali nirwana seluruh pedagang warung di depan bali nirwana

bersama ini saya Nama : Adhari Purnawan

bersama ini memohon di bukakan pintu maaf atas segala tindak tanduk saya.....aku menganggur aku tidak bekerja saat ini aku di rumah........pikiranku saat ini lagi lemah...badan sakit semuaa....aku mohon aku juga memohon semoga ibu jupri ibu hajah nurali mas bowo mau memaafkan saya saya dalam kondisi tidak bekerja dan sakit lemah terkulai di rumah.....aku mohon agar di doakan agar bioasa bekerja seperti orang orang dan bisa menikah seperti orang orang....wabil khusus abram fatagosi...........amin.secara terbuka saya mohon maaf dan mohon dibukakan pintu hati...semoga hajat besar ini dikabulkan Allah SWT......ya...pak joko ya ibu ika....maaafkan salah wawan ya............mas bowoo ibu hajah yanii....maapinnn salah wawan.....wawan kini sakit hajatku supaya bisa kawin munurut alquran bisa bekerja.semuaa.....orang yang pernah aku kenal....yang merasa pernah sakit hati sama wawan aku mohon dibukakann pintu hatinyaa....bicara memang mudahhh aku mohonn....aku dapat hidayah ridlo.....agar hatiku ini dapat semuh total ….....ya sahabat ku...maapin wawan ya..........................semua sahabtku...katolik buda kristennn seluruh karyawan gramedia emang wawan yang salah aku memang yang salah.............. kalo memang ada saran masukan mohon aku di berim pekerjaan aku menganngurr dalam posisi termat sangat sulit total nganggur....sama sekali tidak punya uang di dompet.....pusing...sekali.buntu...

wabil khusus bapak

hamdani dan seluruh tukang ojeg bahagia yang mungkin tergores hatinya

mas parman maapin wawan ya bu abram maapin wawan ya bapak dedi maapin wawan yaa mas muti maapin wawan yaaa

sahabatku umat kristiani katolik di bahagia dan santren

lurah idam susanto jinul.....dan segenap stap kelurahan.......................semua sahabt ku di jalan santren sulaiman muhtar..........................tukang ojeg semuanyaaaaaaaaaaaaa bang hamdani mpok mus...abang gunturrrrrrrrr.semua hari..........totok..............bapak purbo adi dan keluarga abram...semua kontrakan abram

seluruh karyawan pompa bensin di indonesia

Doa qunut ada tiga macam. Pertama, doa Qunut Nazilah, yaitu doa yang dibacakan setelah ruku’ (i’tidal) pada rakaat terakhir shalat. Hukumnya sunnah hai’ah (kalau lupa tertingal tidak disunatkan bersujud sahwi). Qunut Nazilah dilaksanakan karena ada peristiwa (mushibah) yang menimpa, seperti

bencana alam, flu burung dan lainnya.

Qunut Nazilah ini mencontoh Rasulullah SAW Yang memanjatkan doa Qunut Nazilah selama satu bulan atas mushibah terbunuhnya qurra’ (para sahabat Nabi SAW yang hafal al Qur’an) di sumur Ma’unah. Juga diriwayatkan dari Abi Hurairah ra. bahwa “Rasulullah SAW kalau hendak mendoakan untuk kebaikan seseorang atau doa atas kejahatan seseorang, maka beliau doa qunut setelah ruku’ (HR. Bukhori dan Ahmad). Kedua, qunut shalat witir. Menurut pengikut Imam Abu Hanifah (hanafiyah) qunut witir dilakukan dirakaat yang ketiga sebelum ruku’ pada setiap shalat sunnah. Menurut pengikut Imam Ahmad bin Hambal (hanabilah) qunut witir dilakukan setelah ruku’. Menurut Pengikut Imam Syafi’i (syafi’iyyah) qunut witir dilakukan pada akhir shalat witir setelah ruku’ pada separuh kedua bulan Ramadlan. Akan tetapi menurut pengikut Imam Malik qunut witir tidak disunnahkan. Ketiga, doa qunut pada raka’at kedua shalat Shubuh. Menurut pengikut Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad doa qunut shalat Shubuh hukumnya tidak disunnahkan karena hadits Nabi SAW bahwa ia pernah melakukan doa qunut pada saat shalat Fajar selama sebulan telah dihapus (mansukh) dengan ijma’ sebagaiman diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud: “Diriwayatkan oleh Ibn Mas’ud: Bahwa Nabi SAW telah melakukan doa qunut selama satu bulan untuk mendoakan atas orang-orang Arab yang masih hidup, kemudian Nabi SAW meninggalkannya.” (HR. Muslim)

Menurut pengikut Imam Malik (Malikiyyah) doa qunut shalat Shubuh hukumnya sunnah tetapi disyaratkan pelan saja (sirr). Begitu juga menurut Syafi’iyyah hukumnya sunnah ab’adl (kalau lupa tertinggal disunatkan sujud sahwi) dilakukan pada raka’at yang kedua shalat Shubuh. Sebab Rasulullah SAW ketika mengangkat kepala dari ruku’ (i’tidal) pada rakaat kedua shalat Shubuh beliau membaca qunut. Dan demikian itu “Rasulullah SAW lakukan sampai meninggal dunia (wafat)”. (HR. Ahmad dan Abd Raziq) Imam Nawawi menerangkan dalam kitab Majmu’nya:

“Dalam Madzhab kita (madzhab Syafi’i) disunnahkan membaca qunut dalam shalat Shubuh, baik karena ada mushibah maupun tidak. Inilah pendapat mayoritas ulma’ salaf”. (al-Majmu’, juz 1 : 504)

Penulis berpendapat tentang bagaimana dua hadits tentang doa qunut pada shalat Shubuh yang tampa’ tidak sejalan. Cara kompromi untuk mendapat kesimpulan hukum (thariqatu al-jam’i wa al-taufiiq) dapat diuraikan, bahwa hadits Abu Mas’ud (dalil pendapat Hanafiyyah dan Hanabilah) menegaskan bahwa Nabi SAW telah melakukan qunut selama sebulan lalu meninggalkannya tidak secara tegas bahwa hadits tersebut melarang qunut shalat Shubuh setelah itu. Hanya menurut interpretasi ulama yang menyimpulkan bahwa qunut shalat Shubut dihapus (mansukh) dan tidak perlu diamalkan oleh umat Muhammad SAW. Sedangkan hadits Anas bin Malik (dalil pendapat Malikiyyah dan Syafi’iyyah) menjelaskan bahwa Nabi SAW melakukan qunut shalat Shubuh dan terus melakukannya sampai beliau wafat.

Kesimpulannya, ketika interpretasi sebagian ulama bertentangan dengan pendapat ulama lainnya dan makna teks tersurat (dzahirun nashs) hadits, maka yang ditetapkan (taqrir) adalah hukum yang sesuai dengan pendapat ulama yang berdasarkan teks tersurat hadits shahih. Jadi, hukum doa qunut pada shalat Shubuh adalah sunnah ab’adl, yakni ibadah sunnah yang jika lupa tertinggal mengerjakannya disunatkan melakukan sujud sahwi setelah duduk dan membaca tahiyat akhir sebelum salam. Wallahu a’lam bi -shawab.

HM Cholil Nafis, MA Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masa’il PBNU

Prev: PAHLAWAN NERAKA Next: Islam Namun Memerang Islam reply share 4 CommentsChronological Reverse Threaded khaylif reply khaylif wrote on Aug 11, '08 kalo yang gak mau pake qunut za ga usah dilakukan

Jawaban beliau, “Doa qunut witir yang terkenal yang Nabi ajarkan kepada al Hasan bin Ali yaitu allahummahdini fiman hadaita …tidak terdapat dalil yang menunjukkan bolehnya menggunakan doa tersebut untuk selain shalat witir. Tidak terdapat satupun riwayat yang menunjukkan bahwa Nabi berqunut dengan membaca doa tersebut baik pada shalat shubuh ataupun shalat yang lain. Qunut dengan menggunakan doa tersebut di shalat shubuh sama sekali tidak ada dasarnya dari sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan qunut shubuh namun dengan doa yang lain maka inilah yang diperselisihkan di antara para

ulama. Ada dua pendapat dalam hal ini. Pendapat yang paling tepat adalah tidak ada qunut pada shalat shubuh kecuali ada sebab yang terkait dengan kaum muslimin secara umum. Misalnya ada bencana selain wabah penyakit yang menimpa kaum muslimin maka kaum muslimin disyariatkan untuk berqunut pada semua shalat wajib, termasuk di dalamnya shalat shubuh, agar Allah menghilangkan bencana dari kaum muslimin. Meski demikian, andai imam melakukan qunut pada shalat shubuh maka seharusnya makmum tetap mengikuti qunut imam dan mengaminkan doanya sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ahmad dalam rangka menjaga persatuan kaum muslimin. Sedangkan timbulnya permusuhan dan kebencian karena perbedaan pendapat semacam ini adalah suatu yang tidak sepatutnya terjadi. Masalah ini adalah termasuk masalah yang dibolehkan untuk berijtihad di dalamnya. Menjadi kewajiban setiap muslim dan para penuntut ilmu secara khusus untuk berlapang dada ketika ada perbedaan pendapat antara dirinya dengan saudaranya sesama muslim. Terlebih lagi jika diketahui bahwa saudaranya tersebut memiliki niat yang baik dan tujuan yang benar. Mereka tidaklah menginginkan melainkan kebenaran. Sedangkan masalah yang diperselisihkan adalah masalah ijtihadiah. Dalam kondisi demikian maka pendapat kita bagi orang yang berbeda dengan kita tidaklah lebih benar jika dibandingkan dengan pendapat orang tersebut bagi kita. Hal ini dikarenakan pendapat yang ada hanya berdasar ijtihad dan tidak ada dalil tegas dalam masalah tersebut. Bagaimanakah kita salahkan ijtihad orang lain tanpa mau menyalahkan ijtihad kita. Sungguh ini adalah bentuk kezaliman dan permusuhan dalam penilaian terhadap pendapat” (Kutub wa Rasail Ibnu Utsaimin 208/12-13, pertanyaan no 772, Maktabah Syamilah). Pada kesempatan lain, Ibnu Utsaimin mengatakan, “Qunut dalam shalat shubuh secara terus menerus tanpa ada sebab syar’i yang menuntut untuk melakukannya adalah perbuatan yang menyelisihi sunnah Rasul. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah qunut shubuh secara terus menerus tanpa sebab. Yang ada beliau melakukan qunut di semua shalat wajib ketika ada sebab. Para ulama menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan qunut di semua shalat wajib jika ada bencana yang menimpa kaum muslimin yang mengharuskan untuk melakukan qunut. Qunut ini tidak hanya khusus pada shalat shubuh namun dilakukan pada semua shalat wajib. Tentang qunut nazilah (qunut karena ada bencana yang terjadi), para ulama bersilang pendapat tentang siapa saja yang boleh melakukannya, apakah penguasa yaitu pucuk pimpinan tertinggi di suatu negara ataukah semua imam yang memimpin shalat berjamaah di suatu masjid ataukah semua orang boleh qunut nazilah meski dia shalat sendirian. Ada ulama yang berpendapat bahwa qunut nazilah hanya dilakukan oleh penguasa. Alasannya hanya Nabi saja yang melakukan qunut nazilah di masjid beliau. Tidak ada riwayat yang mengatakan bahwa selain juga mengadakan qunut nazilat pada saat itu. Pendapat kedua, yang berhak melakukan qunut nazilah adalah imam shalat berjamaah. Alasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengadakan qunut karena beliau adalah imam masjid. Sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bersabda, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku mengerjakan shalat” (HR Bukhari). Pendapat ketiga, yang berhak melakukan qunut nazilah adalah semua orang yang mengerjakan shalat karena qunut ini dilakukan disebabkan bencana yang menimpa kaum muslimin. Sedangkan orang yang beriman itu bagaikan sebuah bangunan, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat ketiga. Sehingga qunut nazilah bisa dilakukan oleh penguasa muslim di suatu negara, para imam shalat berjamaah demikian pula orang-orang yang mengerjakan shalat sendirian. Akan tetapi tidak diperbolehkan melakukan qunut dalam shalat shubuh secara terus menerus tanpa ada

sebab yang melatarbelakanginya karena perbuatan tersebut menyelisihi petunjuk Nabi. Bila ada sebab maka boleh melakukan qunut di semua shalat wajib yang lima meski ada perbedaan pendapat tentang siapa saja yang boleh melakukannya sebagaimana telah disinggung di atas. Akan tetapi bacaan qunut dalam qunut nazilah bukanlah bacaan qunut witir yaitu “allahummahdini fiman hadaita” dst. Yang benar doa qunut nazilah adalah doa yang sesuai dengan kondisi yang menyebabkan qunut nazilah dilakukan. Demikianlah yang dipraktekkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika seorang itu menjadi makmum sedangkan imamnya melakukan qunut shubuh apakah makmum mengikuti imam dengan mengangkat tangan dan mengaminkan doa qunut imam ataukah diam saja? Jawabannya, sikap yang benar adalah mengaminkan doa imam sambil mengangkat tangan dalam rangka mengikuti imam karena khawatir merusak persatuan. Imam Ahmad menegaskan bahwa seorang yang menjadi makmum dengan orang yang melakukan qunut shubuh itu tetap mengikuti imam dan mengaminkan doa imam. Padahal Imam Ahmad dalam pendapatnya yang terkenal yang mengatakan bahwa qunut shubuh itu tidak disyariatkan. Meski demikian, beliau membolehkan untuk mengikuti imam yang melakukan qunut shubuh karena dikhawatirkan menyelisihi imam dalam hal ini akan menimbulkan perselisihan hati di antara jamaah masjid tersebut. Inilah yang diajarkan oleh para shahabat. Khalifah Utsman di akhir-akhir masa kekhilafahannya tidak mengqashar shalat saat mabit di Mina ketika pelaksanaan ibadah haji. Tindakan beliau ini diingkari oleh para shahabat. Meski demikian, para shahabat tetap bermakmum di belakang Khalifah Utsman. Sehingga mereka juga tidak mengqashar shalat. Adalah Ibnu Mas’ud diantara yang mengingkari perbuatan Utsman tersebut. Suatu ketika, ada yang berkata kepada Ibnu Mas’ud, “Wahai Abu Abdirrahman (yaitu Ibnu Mas’ud) bagaimanakah bisa-bisanya engkau mengerjakan shalat bersama amirul mukminin Utsman tanpa qashar sedangkan Nabi, Abu Bakar dan Umar tidak pernah melakukannya. Beliau mengatakan, “Menyelisihi imam shalat adalah sebuah keburukan” (Diriwayatkan oleh Abu Daud)” (Kutub wa Rasail Ibnu Utsaimin 208/14-16, pertanyaan no 774, Maktabah Syamilah). Popularity: 100% [?] Sharing Artikel ini: • • • • • • 27 Comments 1. Erwin Ardianto Posted Juli 20, 2009 at 8:52 AM Syukron ustadz atas penjelasannya. seandainya dalam setiap sholat subuh berjamaah, imam melakukan qunut kemudian ada diantara makmum yang tidak mengikuti imam tersebut apakah makmum tersebut berdosa karena ia memiliki keyakinan bahwa qunut subuh tidak dicontohkan oleh rasullullah di setiap sholat subuh kecuali ada sebab tertentu? mohon penjelasannya ustadz. jazakallah khairan

2. ziafirnanda Posted Juli 20, 2009 at 9:54 PM Ustadz, membaca artikel di atas saya masih bingung. yaitu mengenai makmum tetap mengaminkan dan mengangkat tangan di belakang imam yang melakukan qunut di shalat shubuh. yang menjadi pertanyaan adalah apakah itu khusus untuk imam yang qunut shubuhnya bukan allahummahdini fiman hadaita atau termasuk yang qunut shubuhnya adalah allahummahdini fiman hadaita. Karena dari artikel di atas saya menangkap bahwa yang diperselisihkan adalah yang qunut shubuhnya bukan allahummahdini fiman hadaita. Jazakallaahu khairan ustadz atas jawabannya 3.


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:188
posted:11/23/2009
language:Indonesian
pages:24
Description: sayidul istigfar mohon tobat dan banyak hajat besar pada allah swt mohon maaf757575757575