Docstoc

Bali - DOC

Document Sample
Bali - DOC Powered By Docstoc
					PESONA WISATA DI PULAU DEWATA
LAPORAN KARYA TULIS
Diajukan guna melengkapi salah satu syarat Untuk menempuh Evaluasi Tahap Akhir (EBTA) Pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama

Disusun Oleh : Kelompok Kelas IXD 1. Andri Ari Wibowo (05) 2. Ricky Yuda Sena Firmansyah (34) 3. Riki Antoni (36) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 TANON SRAGEN TAHUN AJARAN 2009/2010

PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN
Karya tulis ini telah dipersetujui dan disahkan oleh pembimbing Kepala Sekolah. Hari : Senin Tanggal : 19 oktober 2009

Mengetahui :

Kepala Sekolah

Pembimbing

Drs. Joko Margiantomo NIP : 136 125 00

Siti Nuratmi

PERSEMBAHAN
Laporan karya wisata ini kami persembahkan kepada yang kami hormati : 1. Bapak Kepala Sekolah beserta Wakil Kepala Sekolah SMP N 1 Tanon 2. Bapak dan Ibu guru yang kami hormati 3. Bapak dan Ibu yang telah membimbing kami dalam menyusun karya tulis ini 4. Adik-adik kelas 1 dan 2 SMP N 1 Tanon 5. Orang tua kami yang kami cinta 6. Teman-temn semua yang telah ikut berpartisipasi dalam pembuatan laporan karya wisata ini. 7. Semua pembaca yang telah membaca karya wisata ini

MOTTO
Untuk Semangat Kami Bermotto :
     Koreksilah dirimu sendiri sebelum kau mengoreksi orang lain

Jangan mencamperadukan antara dugaan dan kepastian

Kesalahan adalah pengalaman dan pengalaman guru yang berharga

Ilmu tanpa diamalkan ibaran pohon tak berbuah

Memperolehkemenangan lantaran bertambah seorang teman lebih berharga dari pada kemenangan cinta dari seorang perempuan

       

Kegagalan adalah keberuntungan yang tertunda

Pengalaman adalah guru yang terbaik

Satu musuh kebanyakan, seribu teman kurang

Buku adalah sumber ilmu

Dalam jerih peyah ada keuntungan

Cinta lebih membutuhkan hati dari pada suara

Lebih baik mati berkalang tanah, dari pada hidup bercermin bangkai

Sebaik-baik teman adalah yang dapat dipercaya

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadiran allah SWT karena dengan rahmatnya kami dapat menyelesaikan penyusunan karya tulis ini dengan mudah dan lancar. Penyusunan karya tulis ini dengan judul “Pesona Wisata Dipulau Dewata” ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi para pembaca yang budiman. Terselesainya karya tulis ini berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan kali ini kami menyampaikan terima kasih kepada : 1. Drs. Joko Margiantomo, selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tanon 2. Ibu Siti Nuratmi, selaku pembimbing pembuatan karya tulis 3. Semua pihak yang membantu penyusun menyelesaikan laporan Kami menyadari bahwa penyusunan karya tulis ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi maupun bahasa. Oleh karena itu saran dan kritik dari para pembaca sangat kami harapkan demi baiknya penyusunan karya tulis mendatang. Terakhir, harapan kami semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dalam pemenuan informasi mengenai obyek-obyek wisata, khususnya di Pulau Dewata.

Tanon, Oktober 2009

Penyusun

DAFTAR ISI
Halaman

Halaman Judul ……………………………………………………………… Persetujuan dan Pengesahan ………………………………………………... Persembahan ………………………………………………………………... Motto ……………………………………………………………………….. Kata Pengantar ……………………………………………………………… Daftar Isi ……………………………………………………………………. BAB 1 : Pendahuluan ………………………………………………………. BAB 2 : Landasan Teori …………………………………………………… A : Tanah Lot ………………………………………………………… B : Tanjung Benua ………………………………………………….... C : Garuda Wisnu Kencana(GWK) ………………………………….. D : Kute ……………………………………………………………… E : Barong ……………………………………………………………. F : Pasar Sukowati …………………………………………………… BAB 3 : Pembahasan ……………………………………………………….. A : Kesimpulan ……………………………………………………….. B : Saran …………………………………………………………….... BAB 4 : Penutup …………………………………………………………… BAB 5 : Daftar Gambar …………………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Latar Belakang penulisan laporan karya wisata / karya tulis ini adalah : 1. Sebagai salah satu syarat mengikuti UAN pada SMP Negeri 1 Tanon. 2. Penyusun ingin mencurahkan kekaguman indahan obyek-obyek wisata di Pulau Dewata. 3. Sebagai tanda syukur kepada allah SWT atas anugrah yang telah diberikannya.

B. Alasan Pemilihan Judul
Untuk Mengungkapkan keindahan obyek-obyek wisata di Pulau Dewata.

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini adalah : 1. Untuk memenuhi syarat kelulusan tahap akhir. 2. Penulis menjoba membuat laporan dari sesuatu yang telah dilihatnya.

D. Manfaat Penulisan
1. Untuk menceritakan keindahan obyek-obyek wisata yang ada diPulau Dewata 2. Supaya pembaca dapat menikmati keidahan obyek-obyek wisata diPulau Dewata dan agar Pembaca dapat mensyukuri semua ciptaan allah..

BAB 2 LANDASAN TEORI
A. Obyek Pesona Wisata diPulau Dewata

Pulau

Dewata

adalah

taman

rekreasi

yang menyajikan

sesuatu

yang

menyenangkan dan sarat akan ilmu pengetahuan. Hal itu diwujudkan dengan tamantaman yang ada di Pulau Dewata diantaranya :

1. Tanah Lot
Tanah Lot adalah sebuah objek wisata diBali, Indonesia. Di sini ada dua pura yang terletak di di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha. Obyek wisata tanah lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, sekitar 13 km barat Tabanan. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura dengan daratan dan berbentuk seperti jembatan (melengkung). Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini. Dari tempat parkir menuju ke area pura banyak dijumpai art shop dan warung makan atau sekedar kedai minuman. Juga tersedia toilet bersih yang harga sewanya cukup murah untuk kantong wisatawan domestik sekalipun.

Odalan atau hari raya di Pura ini diperingati setiap 210 hari sekali, sama seperti pura-pura yang lain. Jatuhnya dekat dengan perayaan Galungan dan Kuningan yaitu tepatnya pada Hari Suci Buda Cemeng Langkir. Saat itu, orang yang sembahyang akan ramai bersembahyang di Pura Ini.

2. Tanjung Benua
Tanjung Benua adalah Tempat wisata di Bali banyak sekali. Tanjung Benoa, terletak di ujung selatan pulau Bali namun memiliki daya tarik yang berbeda. Tempat wisata di Bali banyak sekali dan Tanjung benua salah satunya.Nusa Dua dan Tanjung Benoa, terletak di ujung selatan pulau Bali namun memiliki daya tarik yang berbeda. Sementara itu, Tanjung benoa dikenal sebagai pusat wisata air mulai dari parasailing, banana boat, Jet Ski, Rolling Donut, Flying Fish, Snorkeling, Scuba Diving, Glass Bottom Boat + Turtle island dan olahraga air lainnya dapat dinikmati di sini.

3. Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) adalah sebuah taman wisata di bagian selatan pulau Bali. Taman wisata ini terletak di Tanjung Nusa Benua Kabupaten Badung, kira-kira 40 kilo meter di sebelah selatan Denpasar, Ibu Kota provinsi Bali. Di areal taman budaya ini, direncanakan akan didirikan sebuah landmark atau maskot Bali, yakni patung berukuran raksasa Dewa Wisnu yang sedang menunggangi tunggangannya, Garuda, setinggi 12 meter. Area Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana berada di ketinggian 146 meter di atas permukaan tanah atau 263 meter di atas permukaan laut.

3.1. Perwujudan Modern Sebuah Tradisi Kuno Wisnu - Simbol Hindu yang melambangkan kekuatan utama pemelihara alam semesta yang mendominasi kawasan ini. Diwujudkan sebagai patung berukuran raksasa terbuat dari kuningan dan tembaga dengan ketinggian mencapai 22 meter, menjadikan figur ini sebagai perwujudan modern sebuah kebudayaan dan tradisi kuno. Wujud yang menyertainya adalah Garuda - seekor burung besar yang menjadi kendaraan Dewa Wisnu sebagai perlambang kebebasan sekaligus pengabdian tanpa pamrih.

Gapura Batu - beberapa buah pilar batu cadas alami setinggi 25 meter yang berdiri kokoh yang akan ditatah dengan berbagai ornamen yang diambil dari kisah dramatis Ramayana yang menjadi sumber inspirasi seni pertunjukan Bali. Pahatan ukiran latar belakang relief bercorak seni pahat pewayangan (Kayon atau Gunungan) yang sangat khas Bali dan Jawa

3.2. Sebuah Lokasi Kunjungan Spiritual Berdekatan dengan patung Dewa Wisnu terdapat Parahyangan Somaka Giri, sebuah mata air keramat darimana mengalir air yang dengan kandungan mineralmineral utama. Keberadaan air di puncak bukit kapur padas ini memang merupakan sebuah keajaiban dan belum dapat dijelaskan dengan ilmiah, sehingga menjadikannya tempat kunjungan spiritual dan meditasi.

4. Kute
Kute adalah sebuah pantai di Bali yang gaungnya mendunia. pantai yang kian sulit dilihat langsung dari jalan lantaran ditumbuhi hotel2 dengan rimbunnya ini letaknya hanya beberapa menit saja di utara bandara.

5. Barong-Barong
Barong adalah satu di antara begitu banyak ragam seni pertunjukan Bali. Barong merupakan sebuah tarian tradisional Bali yang ditandai dengan topeng dan kostum badan yang dapat dikenakan oleh satu atau dua orang untuk menarikannya. Di Bali ada beberapa jenis barong yakni Barong Ket, Barong Bangkal, Barong Landung, Barong Macan, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Lembu, Barong Kedingkling, Barong Kambing, dan Barong Gagombrangan.

Barong Ket atau Barong Keket adalah tari Barong yang paling banyak terdapat di Bali dan paling sering dipentaskan. Barung ini juga memiliki pebendaharaan gerak tari yang paling lengkap. Dari wujudnya, Barong Ket merupakan perpaduan bentuk antara singa, macan,sapi dan naga. Badan Barong Ket dihiasi dengan kulit berukiran rumit dan ratusan kaca cermin berukuran kecil. Kaca-kaca cermin itu bagai permata dan tampak berkilauan ketika tertimpa cahaya. Bulu Barong Ket terbuat dari

kombinasi perasok (serat daun tanaman sejenis pandan) dan ijuk. Ada pula yang mengganti ijuk dengan bulu burung gagak. Barong Ket ditarikan oleh dua orang penari yang disebut Juru Saluk atau Juru Bapang. Juru Bapang pertama menarikan bagian kepala, Juru Bapang yang lainnya di bagian ekor. Biasanya Barong Ket ditarikan berpasangan dengan Rangda, yaitu sosok seram yang melambangkan adharma (keburukan). Barong Ket sendiri dalam tarian tersebut melambangkan dharma (kebajikan). Pasangan Barong Ket dan Rangda melambangkan pertempuran abadi andara dua hal yang berlawanan (rwa bhineda) di semesta raya ini. Tari Barong Ket diiringi dengan gamelan Semar Pagulingan. Barong Bangkal adalah barong yang menyerupai babi dewasa. Di Bali, babi dewasa jantan dinamakan bangkal, sedangkan yang betina dinamakan bangkung. Itu sebabnya barong jenis ini disebut juga dengan Barong Bangkung. Biasanya Barong Bangkal dipentaskan dengan cara ngelelawang atau menari dari pintu ke pintu berkeliling desa pada saat perayaan hari raya Galungan-Kuningan. Barong ini ditarikan oleh dua orang penari dengan iringan gamelan batel/tetamburan. Barong Landung adalah barong yang sosoknya menjulang tinggi. Sosoknya menyerupai manusia dengan tinggi dua kali tingga badan orang dewasa. Sosok lakilakidinamakan Jero Gede, sedangkan pasangannya disebut Jero Luh. Konon, barong jenis dibuat untuk mengelabui mahluk-mahluk halus yang menebar bencana. Masyarakat Bali percaya bahwa mahluk-mahluk halus tersebut adalah kaki tangan Ratu Gede Mecaling, penguasa alam gaib di Lautan Selatan Bali yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida. Saat itu, seorang pendeta sakti menyarankan masyarakat untuk membuat patung yang mirip Ratu Gede Mecaling, yang sosoknya tinggi besar, hitam dan bertaring, lalu mengaraknya keliling desa. Rupanya, tipuan ini manjur. Para mahluk halus ketakutan melihat bentuk tiruan bos mereka, lalu menyingkir. Hingga kini, di banyak desa, secara berkala masyarakat mengarak Barong Landung untuk menangkal bencana.

Barong Landung ditarikan oleh seorang. Ada sebuah lubang di bagian perut barong sebagai celah pandangan sang penari. Di beberapa tempat di Bali ada juga Barong Landung yang tak hanya sepasang. Barong-barong tersebut diberi peran seperti Mantri (raja), Galuh (permaisuri), Limbur (dayang) dan sebagainya. Musik pengiring tarian Barong Landung adalah gamelan Batel.

Melihat Barong Landung, kamu mungkin teringat dengan Ondel-ondel. Ya, barong ini sangat mirip dengan tarian khas Betawi itu. Seperti namanya, barong ini menyerupai seekor macan. Jenis barong ini cukup terkenal di kalangan masyarakat Bali. Pementasan barong ini sama dengan barong bangkal, yakni ngelawang berkeliling desa. Adakalanya pementasan barong ini dilengkapi dengan dramatari semacam Arja (opera tradisional Bali). Barong macan ditarikan oleh dua penari dengan iringan musik gamelan batel. Barong Kedingkling disebut juga Barong Blasblasan. Ada juga yang menyebutnya barong Nong nong Kling. Secara bentuk, barong jenis ini berbeda jauh dengan barong jenis lainnya. Barung ini lebih menyerupai kostum topeng yang masing-masing karakter ditarikan oleh seorang penari. Tokoh-tokoh dalam barong Kedingkling persis dengan tokoh-tokoh dalam Wayang Wong. Saat menari, cerita yang dibawakannya pun adalah lakon cuplikan dari cerita Ramayana terutama pada adegan perangnya. Pementasan barong kedingkling ini biasanya dilakukan dengan ngelawang dar rumah- ke rumah berkeliling desa pada perayaan hari Raya Galungan dan Kuningan. Pertunjukan Barong Kedingkling diiringi dengan gamelan batel atau babonangan (gamelan batel yang dilengkapi dengan reyong). Barong Kedingkling banyak terdapat di daerah Gianyar, Bangli dan Klungkung. Barong Gajah tentu saja menyerupai gajah. Barong ini ditarikan oleh dua orang. Karena barong ini termasuk jenis yang langka dan dikeramatkan, masyarakat Bali pun jarang menjumpai barong jenis ini. Sekali waktu, pada saat-saat khusus, barong ini dipentaskannya secara ngelewang dari pintu ke pintu berkeliling desa dengan iringan gamelan batel atau tetamburan. Barong Gajah terdapat di daerah Gianyar, Tabanan, Badung dan Bangli. Kamu termasuk orang yang beruntung jika sempat menyaksikan pementasan barong ini. Barong Brutuk termasuk jenis tarian langka yang ditarikan hanya pada saat-saat khsusus. Barong ini memiliki bentuk yang lebih primitive dibandingkan dengan jenis barong Bali yang lain. Topeng barong ini terbuat dari batok kelapa dan kostumnya terbuat dari keraras atau daun pisang yang sudah kering. Barong ini melambangkan makhluk-makhluk suci (para pengiring Ida Ratu Pancering Jagat) yang berstana di Pura Pancering Jagat, Trunyan. Penarinya adalah remaja yang telah disucikan, yang masing-masing membawa cambuk yang dimainkan sambil berlari-lari mengelilingi pura.

6. Pasar Sukowati
Pasar Sukowati adalah Pasar Sukawati merupakan sebuah pasar yang sangat terkenal di Bali. Karena pasar ini menjual pakaian-pakaian santai dengan harga yang sangat miring. Pasar Sukawati menyediakan pakaian-pakaian seperti Batik khas bali, selain batik khas bali juga tersedia berbagai macam baju-baju serta celana pendek harga miring yang akan cocok dipakai di pantai. Dan juga ada beberapa kaos yang bercorak Bali. Semua barang-barang disini bisa ditawar, dan sebagai tipsnya harganya bisa sepertiga dari harga pertama yang ditawarkan oleh penjualnya.

BAB
A.Kesimpulan

3

PEMBAHASAN

Dengan Penulisan Karya Tulis ke Bali ini maka kami dapat memberikan kesimpulan-kesimpulan sebagai berikut : 1.

B. Saran
Dalam membuat karya tulis ini kami memberikan saran kepada adik-adik ataupun teman-teman demi suksesnya pembuatan karya tulis adik-adik atau temanteman mendatang. Setelah kami melaksanakan karya wisata kekota Bali,kami merasa bangga karena dnegara kita masih terdapat obyek. wisata yang indah. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus harus menjaga dan melestarikannya. Agar anak cucu kita kelak dapat merasakan indahnya obyek wisata di Bali. Kami berpesan agar nanti dalam pembuatan karya wisata adik-adik buatlah persiapanyang matang.

BAB 4 PENUTUP
Dengan terselesainya pembuatan karya tulis ini kami mengucapkan puji syukur kehadirat allah SWT yang telah memberikan dan melimpahkan hidayah

rahmatnyakepada kami dalam penyusunan karya tulis dan dapat menyelesaikan tugastugas dengan baik. Kami sadar bahwa dalam pembuatan karya tulis ini banyak kata-kata maupun tulisan-tulisanyang jauh dari sempurna,dan bila ada kata-kata yang tidak berkenan dihati adik-adikku maupun pembaca kami minta maaf yang sebesar-besarnya. Serta kami mengucapkan banyak terima kasih pada Bapak Ibu Guru dan teman-teman semua yang telah memberikan saran-sarn maupun kritik dalam pembuatan karya tulis ini. Semoga karya tulis ini berguna bagi kami khususnya dan pembaca pada umumnya.

BAB 5 DAFTAR GAMBAR

Barong

Barong

Barong

Barong

Tanah Lot

GWK

GWK

GWK

GWK

GWK

Tanah Lot

Tanah Lot

Tanah Lot

Pantai Kute

Pasar Sukowati

Pasar Sukowati

Pasar Sukowati

Pasar Sukowati

Pasar Sukowati

Pantai Kute

Tanjung Benua

Tanjung Benua

Tanjung Benua


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:6278
posted:11/21/2009
language:Indonesian
pages:33