Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

penyakit hati

VIEWS: 2,999 PAGES: 15

									1. PENDAHULUAN

A.STRUKTUR MANUSIA Menurut allah, pencipta manusia sendiri, manusia itu terdiri atas dua bagian (unsure), yaitu:  Jasmani

Jasmani ini menurut allah, diciptakanNya dari tanah, banyak sekali ayat-ayat Al_Quran yang menerangkan hal ini. Di antaranya ialah ( S. As. Sajadah 7 ). 

Rohani

Menurut Allah, daripada Nya. Dan Rohani ini ditiupkan oleh allah dalam jasmani, setelah jasmani ini sempurna kejadiannya. Drs.s. Gazalba menyatakan ; Manusia tidaklah akan dapat mengetahui utusan tuhan, sebab : 1. Tuhan adalah khaliq (pencipta ), sedangkan manusia makhluk (yang diciptakan) 2. Tuhan adalah Maha Gaib 3. Tuhan tidak terbatas, sedangkan Manusia adalah makhluk yang sangat terbatas.

Rohani ditiupkann ke dalam jasmani oleh malaikat pada waktu jasmani itu telah dip roses dalam rahim ibunya selama 120 hari ( 4 bulan ). Manusia terdiri dari 2 bagian(unsure), yaitu jasmani dari tanah dan rohani dari Allah. Tetapi ada perbedaan antara manusia pertama dan manusia keturunannya. 1. manusia pertama jasmaninya langsung di ciptakan oleh allah,begitu juga rohaninya yang ditiupkan oleh allah kepadanya. 2. manusia keturunanya, jasmaninya berproses dari sari tanah ke muthfah, ke alaqah, ke mudhqhah dan kebayi, sedangkan rohaninya ditiupkan kepadanya oleh malaikat atas utusanya.

Istilah rohani adalh nama bagi keseluruhan yang ada pada bagian yang batin dari

manusia, sebagaimana jasmani adalah nama bagi keseluruhan yang ada pada bagian yang lahir darimanusia.

B. KEMUNGKINAN ADANYA PENYAKIT ROHANI Tentang adanya penyakit jasmani tidak perlu di persoalkan lagi. Sebab semua orang sudah menyadarinya. Manusia telah mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, dan dengan yang tidak terhingga untuk menanggulanginya dengan mengadakan segala macam hal yang berhubungan dengan usaha penanggulangan tersebut. Al-Quran dengan sangat tegas sekali menyatakan, bahwa rohani manusia itu dapat mempunyai penyakit. Allah berfirman : (s. al-baqara : 10 ) Dalam rohani manusia terdapat beberapa kandungan seperti :      Roh – alat hidup Qalbu – alat pemutus Nafs – alat pendoronbg Af-idah Aqal - alat penimbang

Kemudian Al Quran mumbagi nafsu ini kepada tiga bagian Yaitu: 1.Nafsu amarah, seoerti yang terdapat dalam surat yusuf ayat 53,yang telah di sebutkan di atas.

2. Nafsu lawwamah, seperti yang terdapet dalam surat Al Qiyamah ayat 2, yang berbunyi:

Artiny : Dan tidak aku bersumpah dengan nafsu yang menegor dirinya. 3. Nafsu muthama –innah, seperti yang terdapat dakam surat Al Fajri ayat 27, yang berbunya:

Arrtinya: Hai nafsu yang tenang. Pembagian nafsu ini rupanya ada hubungannya dengan perkembangannya. Nafsu tingkat rindah iyalah amarah,yang mengaku dirinya benar selalu. Nafsu tingkat ke 2 ialah lawwamah, yang telah bersedia mengoreksi dirinya. Nafsu muthama-innah, yang tenang menundukan dirinya kepasa allah.

Bahwa pada manusia ada sifat-sifat buruk dan sifat-sifat baik antara lain : a. Sifat-sifat buruk itu antara lain:          Keluh kesah ( S. Al Ma’arif 34) Zhalim dan ingkar (s. ibrahhim 34 ) Pembantah ( s. AlKahfi 54) Melewati batas (S. Al Alaq 6-7 ) Hendak membuat yabg vurukj terus ( S. AL Qiamah 5) Tergesa-gesa (S. Al Isra 11)

b. Sifat-sifat baik antara lain Ikhlas ( s. Al Bayyinah 5 ) Adil ( S. Asy Sura 15 ) Memenuhi jajni (S. Al Mainah 1 )    

c. kemampuann yang istimewa, antara lain ; mengarungi angkasa luar (S. Ar Rahman 33 ) mengalahkan malaikat ( S. Al Baqarah 31-33 )\] mengalahkan jin ( ifrit 0 ( S> An Naml 438-42 ) menciptakan benda atau keadaan yang luar biasa ( S. al Khafi 93-98 dan Surat Al Anfal 65

Dikatakan bahwa penyakit rohani ialah adanya sifat dan sikap (budi pekerti) yang buruk dalam rohani seseorang manusia, yang mendorongnya untuk berbuat buruk dan merusak, yang menyebabkan terganggunya kebahagiaannya dan terhalangnya dia dari memeroleh keridhaan Allah. Menurut Hamzah Ya'cob

mengatakan kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit rohani itu amat banyak tetapi dapat disimpulkan sebagai berikut: a. Merongrong ketenangan b. Menjauhkan diri dari tuhan c. Melumpuhkan daya kerja d. Merusak jasmani e. Menimbulkan psiko-neurose dan psikose Hal-hal yang menyebabkan adanya penyakit rohani adalah: 1. Nafsu Sebab nafsu ini dinyatakan sebagai penyebab timbulnya (adanya) penyakit rohani adalah karena nafsu itu menumbuhkan sifat dan sikap buruk dalam rohani manusia serta mendorongnya untuk berbuat jahat. 2. Syetan Sebab syetan dinyatakan sebagai penyebab terjadinya penyakit rohani karena seperti keadaannya nafsu, ia mendorong manusia pula kepada berbuat jahat dan menghiasinya dengan kejahatan itu. Bahwa syetan menjadi penyebab bagi manusia untuk mempunyai sikap dan sifat yang buruk dan merusak. Karena itu syetan dinyatakan sebagai penyebab adanya (timbulnya) penyakit rohani pada manusia. Nafsu dan syetan mempunyai hubungan (kerja sama) yang erat sekali. Dalam hal ini Imam Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumiddin" memberikan keterangan sebagai berikut" Bahwa permulaan segala perbuatan manusia adalah lintasan yang ada di dalam hatinya. Lintasan yang menggerakkan keinginan itu terbagi dua: a. Lintasan yang menarik pada kejahatan, yaitu sesuatu yang akibatnya berbahaya disebut was-was. b. Lintasan yang mengajak pada kebajikan, yaitu sesuatu yang bermanfaat disebut ilham. 3. Karena rohani tidak diberi makan Rohani dari Tuhan, karena itu makanan haruslah yang dari Tuhan pula. Sebab itulah yang sesuai dengan fitrahnya. Tuhan yang Maha Bijaksana dan Maha Pengasih itu telah memberitahukannya kepada manusia lewat wahyu-Nya yang didalam AlQuran. Oleh sebab itu kalau manusia ingin memberi makanan rohaninya, maka hendaklah ia mencari keterangan dalam Al-Quran tersebut tentang makanan rohani..

Al-Quran menyatakan, bahwa makanan rohani itu ialah "Mauizah Tauhan" (=agama Tuhan). Apabila rohani tidak diberi makan, maka Allah menjelaskan: a. Kehidupan manusia akan menjadi sempit b. Manusia akan ditemani dan dipimpin oleh syetan

GEJALA Setiap penyakit jasmani mempunyai gejala-gejala tertentu, yaitu tanda-tanda yang sudah dikenal yang menyatakan bahwa seseorang terserang oleh sesuatu penyakit tertentu. Demikian juga dengan penyakit rohani. Ia pun memunyai gejala gejala tertentu. Dr. Hamzah Ya'cob dalam bukunya "Tingkat Ketenangan dan Kabahagiaan Mukmin" mengatakan:... maka demikian jugalah pemyakit-pemyakit rohani ada banyak gejala-gejala sebagai tanda yang sudah dikenal bahwa seorang mengidap penyakit rohani. Adapun gejala-gejala itu antara lain: a. lemahnya daya kerja b. tumpulnya daya pikir c. pendangkalan rasa d. gelisah dan keluh kesah e. liar terhadap kebenaran f. prasangka buruk (curiga) g. suka menghasut (fitnah) h. menaruh hati terhadap perempuan yang bersuami Dan terdapat pula beberapa tambahan seperti: a. suka mempermaikan agama atau orang-orang beragama, bahkan mengatakan bahwa agama itu penghambat kemajuan b. suka membujuk dan bermulut manis c. suka memutar balikkan kenyataan d. sering berkata/berbuat melewati batas (over acting) e. tidak tahan terhadap kritik dan menyangka dirinya sendiri yang paling benar f. suka main paksa/intimidasi g. takut mati h. emosional, seperti suka marah-marah dan berlaku kasar

MACAM

Seperti telah diketahui, bahwa penyakit rohani itu ialah adanya sifat dan sikap buruk dalam rohani seseorang manusia, yang mendorongnya untuk berbuat buruk dan merusak, yang menyebabkan terganggunya kebahagiaannya dan terhalangnya dia dari memperoleh keridhaan Allah. 1. Nifak Orang yang mempunyai sifat dan sikap nifak ini disebut munafik. Munafik dalam arti populernya ialah orang yang suka berpura-pura atau lain di mulut lain di hati. Menurut agama Islam ialah orang-orang yang menyembunyikan kekufuran di dalam hatinya dan menyatakan iman dengan lidahnya. 2. Takabbur (sombong) Takabbur ialah memandang rendah orang lain dan memandang tinggi atau mulia diri sendiri. Takabur dapat disebabkan oleh: a. Kekuasaan b. Kekayaan c. Kepintaran (ilmu yang banyak) d. Kecantikan e. Kebangsawanan f. Dan lain sebagainya Dan takabbur itu dapat terbagi terhadap: a. Allah, dengan tidak menghiraukan ajaran dan ancamanNya b. Nabi/Rasul, dengan meremahkan sunnahNya c. Manusia, seperti yang telah diuraikan di atas 3. Ria (suka pamer) Ria ialah memperlihatka amal kebajikan, supaya dilihat dan dipuji orang lantaran amal tersebut. Adapula yang mengartikannya dengan: a. Bekerja dengan menginginkannya pujian orang, bukan beramal karena Allah SWT secara ikhlas. b. Suka memuji diri dan membanggakan kemuliaan dirinya, hartanya, ilmunya, keturunannya dan sebagainya. 4. Hasad (iri hati= dengki) Hasad ialah rasa atau sikap tidak senang terhadap kerahmatan (kenikmatan) yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk menghilangkannya. 5. Dusta Dusta ialah pemberitaan atau pernyataan tentang sesuatu yang berlainan dengan

kejadian atau kenyataan yang sesungguhnya. Dusta dapat terjadi dalam beberapa bentuk seperti kemunafikan, melanggar janji, memuji orang untuk menjilat, kesaksian palsu untuk membujuk dan sebagainya. 6. Bakhil (kikir) Kikir ialah enggan memberikan sebagian harta miliknya kepada orang lain. Keinginannya, apa yang telah dimilikinya itu sedikitpun jangan hendaknya sampai berkurang. Bahkan kadang-kadang untuk dirinya sendiri, ia tidak mau

membelanjakannya. Kalau dapat bakhkan ia tidak segan-segan pula meminta-minta. 7. Ghadhab (=marah) Marah dapat terbagi menjadi 3 tingkatan yaitu:  Tingkat rendah.orang yang tenaga marahnya rendah saja. Orang ini tercela. Sebab orang ini akan menjadi tidak bersemangat, tidak berwibawa, lemah dan menaggulangi bahaya yang mengancamnya dan tidak akan marah pada tempat-tempat seharusnya marah.  tingkat yang berebih-lebihan. Orang yang tenaga maraanya ber;lebihan. Orang ini juga tercela. Orang ini akan menjadi marah , soal-soal kecil saja sudah membuatnya marah, dan ia akan terlepas dari kenda;li akal dan agama.  tinngkat yang sederhana. Orang yang tenaga marahnya terpuji.dia marah bersebab edan bertempat, sesuai denganpertimbangan akal dan agama. Marah yang beginilah yang dikehendaki agama. Marah karena allah, senang karena allah.agama islam mencea orang pemarah.

8. Hiqdu (= dendam ) Dendam adalahbuah dari amarah.dan dendam ini membuahkan delapan perkara yaitu :  Dengki  Senang, kalau orang didendami itu terimpa musibahmemutus silaturahmi  Berusaha untuk menghinakannya  Membukakan rahasianya  Mengejek dan menghina  Menyakiti badanya  Melarangnya dari haknya 9. Namimah (Mengadudomba = fitrah)

Namimah adalah menyatakan perkatan seseorang atau menceritakan keadaan orang lain dengan maksud mengadu domba antara kedua belah pihak dan merusakkan hubungan baik antara mereka 10. Ujub Ujub ialah mengherani diri atau membanggakan diri karena sesuatu rahmat allah yang cukup besar yang kita miliki ( terima), seperti kekuatan. Kekayaan, kepintaran,jumlah yang banyak atau sebagainya. 11. kufran kurfan artinya mengingkari rahmat (nikmat ) Tuhan terlimaph pada kita. Pada gari besarnya, nikmat allah itu dapat kita bagi kepada tiga bagian yaitu :  nikmat kecil, yaitu semua benda-benda materi yang ada dalam alam ini  nikmat besar, yaitu ilmu yang besar,iamn yang besar,kebahagiaan. keselamatan  nikmat sempurna, yaitu masuk sorga. Mensyukuri nikmat alllah berarti :  menerimanya dengan segala kerendahan hati, apapun bentuknya dan berapapun jumlahnya.  Melahirkan rasa senang itu dengan ucapan alhamdulilahi robbil allamin.  Mempergunakan memberikannya. 12. Israf (= berlebih-lebihan) Israf artinya mempergunakan sesuatu dengan melewati batas-batas yang patut menurut ajaran allah. 13. Jubun (=Pengecut ) Jubun artinya tidak berani menegakkan dan membela yang benar. 14. Anamiah (= egois=mementingkan diri sendiri ) 15. Gibah (=Mengumpat ) Gibah artinya menyebutatau memperkatakan seseorang atau perkataan seseorang dengan yang tidak disukainya kalau yang tidak disukai kalau sampai kepadanya 16. Makru ( penipuan ) Peniuan ialah mencarikeuntungan dengan cara yang tidakbenar, seperti dengfan mengurangi ukuran sandal/sukatan, dengan nama palsu, dengan bujukan, dengan sihir dan sebagainya. 17. Kejam (=sadis) nikmat itu sesuai dengan kehendak allah yang

Kejam artinya melakukan sesuatu diluar batas kemampuan dan aturan agama allah. 18. Huzn (=duka Cita= sedih) Sedih artinya hati menjadi susah atau resah karena mengingat hal-hal yang telah berlalu, aa musibah yang menimpa, kesulitan-kesulitan, atau pengalamanpengalaman pahit yangg diderita dan sebagainya. Sebab sedih dapat menimbulkan:  Putus asa  Lemah dan sakit jasmani  Ganguan syaraf dan gila. 19. Putus asa Putus asa artinya putus harapan untuk memeroleh sesuatu, setelah usaha yng gigih atau sebelum berusaha karena dirasa ada penghalang-penghalang yang tidak akan teratasi. 20. Pemalas Malas artinya hilang gairah berusaha. Malas menyebabkan kegagalan dan kemunduran islam menghendaki keberhasilan dan kemajuan.karea itu islam mencela malas. Islam menghendaki kerajinan dan kesungguhan. 21. Pemabuk 22. Penjudi 23. Penzina hukuman penzina ada dua macam, yaitu :  Kalau yng berzina itu masih jaka/perawan, maka hukumanya dipukul dengan cambuk 100 X ( s. An nur)  Kalau yang berzina itu sudah bersuami atau beristri au duda/janda, maka hukumanya, dikubur hidup-hidup sampai leher, kemudian kemudian kepalanya itu dilemparkan dengan batu samapi mati. Ini namanya diranjam. 24. Pencuri (=koruptor) 25. Perampok 26. Penghina 27. Pencaci/ Pencela/ Pemaki 28. Pembunuh 29. penakut/ Pencemas/ Phobi takut adalah salah satu naluri manusia yang pokok untuk memeringkatkanya dari

bahaya yang mengancam. Karena itu takut itu ada dua macam, yaitu:  Takut yang positif, ialah takut yang wajar, takut untuk meindungi diri dari bahaya.seperti takut melompat pada ketinggian.  Takut yang negatif yaitu takut yang tidak wajar, takut yang tidak tentu sebabsebabnya atau yang berlebih-lebihan (=cemas/ geisa ). Takut seperti ini membayakan, menghambat perkembangan pribadi, merunthkan martabat sebagai manusia. Takut ini akan menimbulkan perbuatan-perbuatan yang tidak wajar, diluar batas-batas ketentuan prikemanusiaan dan agama.takut inilah yang termasuk penyakit rohani. 30 Ragu / Bimbang ragu artinya tidak berani (mampu) mengambil keputusan. Ia bersumber dari rasa takut. Orang-orang yang menpunyai budi pekerti yang tidak baik menurut ajaran islam, pada hakikatnya mereka sedang menderita penyakit rohani. Semakin buruk budi pekertinya berarti semakin parah penyakit rohani yang dideritanya. AKIBAT Setiap orang merasakan dan mengetahui betapa buruknya akibat-akibat penyakit jasmani yang menimpa seseorang. Tetapi penyakit rohani yang sebenarnya

mempuunyai akibat-akibat yang lebih serius dari ada penyakit jasmani.akibatakibat buruknya ada banyak dan dapat disimpulkan sebagai berikut:  Merongrong ketenangan  Menjauhkan diri pada tuhan  Meumpuhkan daya kerja  Merusak jasmani  Menimbulkan psiko-neurose dan psikose Adapun akibat dosa itu menurut ajaran islam amat banyak sekali. Tetapi disini kita kemukakan yang penting dan besar saja, antara lain:  Merusak jasmani dn akal  Merusak imam  Merusak hubungan dengan allah  Merusak hubungan dengan manusia  Merusak kebahagian hidup  Merusak moral  Menutup rohani dari kebenaran

PENGOBATAN PENYAKIT RHANI A. OBAT Setiap penyakit walaupun kecil harus diobati. Sebab, seperti telah diketahui, setiap penyakit itu memunyai akibat yang buruk dan merusak. Apalagi penykit rohani, sangat perlu skali diobati. Sebab telah diketahui, akibat penyakit rohani amat buruk dan merusak sekali serta amat uas sekali jangkauannya, baik bagi kehidupan jasmaniah dan rohaniyh manusia, maupun bagi kehidupan duniawiyah dan ukhrawiyahya. B. METODE Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari suah kita ketahui dan kita praktekan pula, bahwa bagi penyakit tertentu ada metode tertentu pula untuk pengobatannya. Kesalahan metde pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat buruk. Bahkan dapat membawa kepada kematian. 1. penyadaran Penyadaran berarti memberikan pengertian yang baikdan mendalam tentang sesuatu kemudian menberikan tuntunan pengamalanya agar dapat diamalkan dengan baik dan sungguh-sungguh sehingga sesuar\tu itu disaari. Penawaran/pengobatan rohani manusia memakai metode penyadaran  memerikan pengertian  menuntun pengalaman

2. waspada (= mawas diri) 3. Tobat, Setiap manusia mesti pernah mengalami diserang oleh penyakit rohani, sebabnya:  Karena penyebabnya ada didalam diri manusia sendiri  Karena manusia makhluk yang lemah dan mudah terpengaruh  Karena ada oknum-oknum yang menghendaki agar rohani manusia menjadi sakit  Karena ilmu manusia sangat terbatas sekali  Karena penyakit rohani sering pula membawa kepuasan-kepuasan tertentu pada manusia umpamanya: dapat membalas dendam Kalau kita sudah pernah diserang penyakit maka pengobatannya adalah di mulai

dengan tobat. Tobat artinya penyesalan atas sikap dan sifat yang buruk yang kita punyai dan amalkan. Ia terdiri atas tiga tingkatan yaitu ;    Menyesal atas sikap dan sifat buruk yang kita punyai dan kita amalkan Membuang segal sifat buruk itu dari diri kita jauh-jauh Mengganti sikap buruk itu dengan sikap yang baik.

Tanda tobat sudah diterima, yaitu :    Sudah hilang perasaan brrsalah itu dari hati. Sikap kesalahan mesti menimbulkan perasaan bersalah dalam hati seseorang. Bertambah besar kerinduan terhadap ALLAH SWT dengan bukti bertambah banyaknya amal shaleh Bertambah kebencian tehadap kejahatan dengan bukti bertambah giat membasmi kejahatan itu dan bertambah menjauhkan diri dari padanya. 4. Membetulkan iman dan memperbanyak amal shaleh Iman yang betul menurut islam ialah keyakinan yang mantapa adalah hati di ucapkan dengan lidah dan di amalkan dengan anggota, orang fasik dan orang munafik adalah orang yang mempunyai penyakit rohani. Karena itu membetulkan iman adalah salah satu metode menyembuhan penyakit rohani. Memperbanayak amal soleh ialah:   Memperbanyak kuantitas pengamalan aturan ALLAH Memperbaiki kualitas, mungkin sebelunnya kualitasnya kurang, seperti apa yang di baca dalam solat belum di mengerti 5. Berdoa Berdoa artinya memohon sesuatu kepada ALLAH dengan cara menyatakan kerendahan diri dan ketundukan kepadanya. Islam mengharuskan agar kita selalu berdoa kepada ALLAH sebabnya :  Manusia mahluk yang lemah  Manusia mahluk yang mempunyai ilmu sedikit  Segala usaha manusia ketentuan akhirnya adalah di tangan allah. Tanpa bantuan ALLAH manusia akan sengsara atau meliputi bermacam-macam

kritis, Atau rohaninya akan sakit. Budi pekerti yang baik adalah menyelamatkan rohani, maka menghiasi diri

denagan budi pekerti yang baik maka menyehatkan rohani Budi pekerti yang baik itu yang terpenting adalah:  Selalu berkata atau berbuat yang jujur dan benar  Selalu berkata atau berbuat yang baik dan lemah lembut  Selalu bekerja dengan sungguh-sungguh, rajin, ulet dan tekun.  Selalu bekerja dengan ikhlas  Pemaaf  Suka menolong dan dermawan  Sabar dan tabah  Malu berbuat yang kurang baik.  Tawakkal= menyerahkan keputusan kepada Tuhan  Zuhud = tidak diperbudak dunia/ materi  Pandai bersyukur  Selalu ingt Tuhan  Selalu ingat mati  Selalu mengoreksi diri  Berani pada yang benar  Merasa cukup dengan apa yang ada  Mencintai sesama manusia  Pandai menghormati dan menghargai orang.  Berbakti kepada orang tua  Takwa kepada ALLAH

6. sabar Sabar disini kita artikn dalam dua pengertian yaitu: Tabah menahankan gejolak nafsu sehingga ia tidak tersalur kepada hal-hal yang buruk. Tabah menahankan segala macam musibah yang menimpa diri. Setiap musibah yang datang apabila manusia tidak sabar menghadapinya sering membawa akibat-akibat yang buruk bagi manusia, terutaa kepada rohaninya. Karena musibah itu manusia dapat menjadi panik, putus asa, marah, dendam, bersedih terus, sakit syaraf dan seterusnya bahkan dapat menjadikannya gila.

GEJALA ROHANI YANG SEHAT Gejala-gejala rohani yang sehat itu terpenting diantaranya ialah :  Sudah bersedia memeluk agama islam  Mempunyai pendirian yang teguh dalam ketaatan kepada Allah  Mempunyai akhlak yang amat mulia  Mempunyai rasa kasih sayang yang besar terhadap sesama manusia  Selalu mengoreksi diri dan tobat  Tabah menghadapi segala macam musibah Orang-orang yang rohaninya sehat menghadapi segala macam musibah itu ada 2 sikap yaitu : a. Menyadari bahwa musibah itu datang adalah karena kesalahan mereka sendiri b. Bersabar dan berkata: semua milik Allah dan semua akan kembali padaNya  Senang kepada semua yang indah  Selalu memenuhi panggilan suara batinnya (suara hati nuraninya)  Takwa KEUNTUNGAN ROHANINYANG SEHAT Yang terpokok diantaranya:  Terhindar dari penyakit-penyakit jasmani yang disebabkan oleh adanya penyakit rohani  Terhindar dari ketegangan-ketegangan batin, disebabkan oleh 2 hal yaitu:   Oleh dosa sesuai dengan HR. Muslim Karena kecewa terhadap masa lalu dan takut terhadap masa depan

 Terhindar dari bermacam-macam bencana Bencana itu pada garis besarnya ada dua macam yaitu:   Yang datang dari Allah atau alam Yang timbul karena kesombongan atau kelalaian manusia sendiri.

Orang-orang yang sehat rohaninya akan terhindar dari bencana-bencana tersebut sebabnya:    Mereka telah memiliki hubungan yang mesra dengan Tuhan Mereka selalu bertindak atau berbuat dengan sangat hati-hati Mereka selalu berusaha dengan sekuat daya kemampuan mereka untuk

menghindarkan bencana-bencana itu.  Usaha akan sukses ?????????????????????????????????????  Memperoleh ketentraman dan kebahagiaan Hidup Tentram dan bahagiaan di tentukan oleh suasana rohani. Rohani yang sakit tidak akan pernah menghasilkan ketentraman dan kebahagiaan. Sebab hanya rohani yang sakit itu selalu dalam keadaan resah dan gelisah. Hanya rohani yang sehatlah yang akan membawakan ketentraman dan kebahagiaan kepada kita. ROHANI YANG DITERIMA ALLAH Bahwa pada mulanya manusia adalah sehat. Kemudian karena sebab-sebab tertentu ia dapat menjadi sakit. Rohani yang akan diterima allah ialah rohani yang sehat, yaitu : 1. mengobatinya kalau terlanjur sakit 2. memeliharanya kalau terlanjur sakit 3. memperkebalnya agar tidak mudah terserang penyakit. adapun usaha untuk mempertebal dapat dilakukan antara lain: 1. Memperdalam pengertian tentang allah, roh, hari akhirat dan tujuan-tujuan amaliah yang kita lakukan sehari-hari. 2. Melatih diri dalam melakukan segala amal dan budi pekerti yang baik 3. Mengerjakan sesuatu dengan ikhlas semata-mata hanya karena allah 4. Mengendalikan nafsu dan mempersempit jalanan setan dengan puasa. 5. berusaha menjahui segala macam sarana yang akan menggelorakan nafsu atau mendorong untuk berbuat jahat. 6. mengisi waktu-waktu yang lowong dengan aktifitas yang bermanfaat. Itulah antara lain ciri-ciri rohani yang telah kebal/yang telah beriman dengan tebal.


								
To top