Docstoc

Keselamatan pada Lingkungan Klinis.ppt

Document Sample
Keselamatan pada Lingkungan Klinis.ppt Powered By Docstoc
					Keselamatan pada Lingkungan
           Klinis
       Yoke Saadia Irawan
              Pokok Bahasan
1.   Pendahuluan
2.   Sumber Bahaya
3.   Keselamatan terhadap Devais Medis
4.   Bahaya Mekanik
5.   Bahaya Kimia
6.   Bahaya Radiasi
7.   Bahaya Termal
8.   Bahaya Biologi
9.   Bahaya Listrik
            1. Pendahuluan
• Devais medis dan tata cara pemeriksan medis
  dapat mempengaruhi tubuh sehingga
  persyaratan akan keselamatan dan
  performansi devais diperlukan
                    2. Sumber Bahaya
Sumber-sumber bahaya ini dapat terjadi secara individual maupun
  kumulatif
• Sistemik/Kesalahan Desain pada:
   –   Desain Peralatan medis: devais, aksesori, supplies/bahan habis pakai
   –   Sistem informasi: komputer, alat komunikasi
   –   Arsitektur: ruangan, tata letak ruang
   –   Kebijakan: Pembiayaan, desain, pelatihan, maintenance, ...
   –   Prosedur dan proses: administratif, diagnosa, terapi
• Faktor Situasional/Insidental
   – Lingkungan
        • Kegagalan sistem penunjang ; sistem informasi, sistem energi
        • Lingkungan: Noise, clutter, lighting
        • Kompatibilitas
   – Faktor manusia
        • Kelalaian, kompetensi, dll
3. Keselamatan terhadap Devais Medis
• Bahaya yang berhubungan dengan devais medis:
  – Internal terhadap devais: batasan keselamatan manusia
    (range fisiologis)
     •   Bahaya listrik
     •   Bahaya mekanik
     •   Bahaya kimia
     •   Bahaya radiasi
     •   Bahaya termal
     •   Bahaya biologi
  – Bahaya yang berhubungan dengan prosedur/penggunaan
    devais
     • Lingkungan penggunaan devais dan maintenance: temperatur,
       pasokan energi,penggunaan aksesori dan bahan habis
       pakai/kompatibilitas
     • Interaksi dengan manusia: kompleksitas sistem, user interface,
       pelatihan
            4. Bahaya Mekanik

• Bahaya mekanik dapat disebabkan oleh:
  – Alat bantu mobilitas, devais untuk transfer pasien,
    protesa,
              5. Bahaya Kimia
• Cara kontak bahan kimia:
  – Inhalasi/dihirup
  – Kontak
  – Ditelan
  – Jarum suntik
  – Melalui luka
             6. Bahaya Radiasi
• Bahaya radiasi:
  – Radiasi
  – Material radioaktif
• Beberapa bahaya radiasi
  – Somatik:
  – Heriditer:
• Sumber radiasi:
  – x-ray, gamma radiation
  – non-ionizing radiation?
7. Bahaya Termal
              8. Bahaya Biologi
• Bahaya biologi:
  – Infeksi
• Beberapa cara pencegahan:
  – Isolasi
  – Dekontaminasi
  – Sterilisasi
  – Pengolahan limbah biologi
                 9. Bahaya Listrik
• Bahaya listrik dapat terjadi pada tubuh jika:
   – Terdapat beda potensial listrik
   – Tubuh merupakan bagian dari sirkuit listrik. Arus listrik
     masuk tubuh melalui satu titik dan meninggalkan tubuh
     dari titik yang lain




• Besar dan jalan masuk arus listrik yang mengalir pada tubuh
  lebih berperan dalam timbulnya bahaya listrik daripada besar
  potensialnya
• Cara arus listrik masuk tubuh:
  – Tidak sengaja
  – Sengaja (prosedur kedokteran):
     • Pengukuran laju respirasi melalui metoda impedasi
     • Pemberian arus listrik dengan frekuensi tinggi pada
       pembedahan
  10. Efek Arus Listrik pada Tubuh
                            [1/3]
• Efek arus listrik pada tubuh jika tubuh:
  – Stimulasi listrik pada sel yang dapat tereksitasi:
     • Saraf: rasa sakit
     • Otot: kontraksi, fibrilasi ventrikel otot jantung
  – Resistive heating dari jaringan tubuh
  – Electro-chemical burn (elektrolisis) dan kerusakan
    jaringan
    Efek Arus Listrik pada Tubuh
                    [2/3]
• Respon tubuh terhadap arus AC pada 60 Hz
  selama satu detik yang diaplikasikan dari
  tangan ke tangan
           Efek Arus Listrik pada Tubuh
                               [3/3]
                                 Besar arus     Efek pada tubuh
                                    mA
Treshold                            1-5         Tingling sensation
                                    5-8         Sensasi rasa sakit
Let-go current:                    8 – 20       Treshold kontraksi otot
arus maksimum dimana manusia                    involunter
dapat menarik tubuhnya dari
stimulus
                                    > 20        Sakit dan paralisa respirasi
                                  80 - 1000     Arus melalui jantung dan
                                                menimbulkan detak ectopic
                                                Fibrilasi jantung dan
                                                ventrikel
                                1000 – 10.000   Kontraksi otot jantung terus
                                                menerus
                                                Terbakarnya jaringan
    Resistensi kulit terhadap listrik
• Tubuh manusia terdiri dari zat cair yang mengandung
  ion, sehingga dapat berfungsi sebagai konduktor.
• Dalam keadaan kering kulit tubuh mempunyai resistensi
  yang tinggi sehingga dapat membatasi jumlah arus listrik
  yang masuk
                        Resistensi kulit per cm2 pada 60 Hz

               Kondisi kulit                          Impedansi kulit

  Kering                                  93 KΩ cm2

  Elektroda beserta gel pada kulit        10,8 KΩ cm2

  Penetrated skin                         200 93 Ω cm2
                      11. Kejut Listrik

              10 mA                                              10 m A




                                   distribusi arus




Kejut listrik makro/macroshock         Kejut listrik mikro/ macroshock
 arus listrik ≥5 mA pada 50/60Hz       arus listrik ≥10 μA pada 50/60Hz
             diberikan pada                        diberikan pada
        permukaan tubuh                       permukaan jantung
                        Kejut listrik makro

*Kejut listrik makro                         *Pengaruh tak
  (macroshock):                                dikehendaki dapat
  pengaruh fisiologis                          berupa:
  yang tak dikehendaki                       • rasa tak nyaman
  oleh arus listrik ³ 5                      • rasa sakit
  mA pd 50Hz (60Hz)                          • kerusakan jaringan
  yang diberikan pd                          • fibrilasi jantung
  permukaan tubuh.                           • kematian

Soegijardjo Soegijoko       Elektronika Biomedika - Bab 3           18
                        Kejut listrik mikro

• Kejut listrik mikro (microshock): pengaruh
  fisiologis yang tak dikehendaki oleh arus listrik
  ³10 mA pd 50Hz (60Hz) yang diberikan pd
  permukaan jantung. Pengaruh tak
  dikehendaki dapat berupa:
• kerusakan jaringan
• fibrilasi jantung
• kematian

Soegijardjo Soegijoko       Elektronika Biomedika - Bab 3   19
Soegijardjo Soegijoko   Elektronika Biomedika - Bab 3   20
      3. PERALATAN PROTEKSI terhadap
               KEJUT LISTRIK
•    Ground Fault Interrupter
•    Isolation Transformer
•    Line Isolation Monitor
•    Receptacle tester
•    Electrical Safety Analyser




Soegijardjo Soegijoko   Elektronika Biomedika - Bab 3   21
                  Ground Fault Interrupter
• Gb 3.7. Guna: mencegah bahaya kejut listrik bila
  orang tersentuh kawat H & kawat G ber-sama2.
  Misal: GFI diatur agar perbedaan IH dan IN ³ 2 mA,
  selama ³ 0,2 det.
• Bagian2 (prinsip, disederhanakan): trafo toroida,
  sensing amplifier, relay & kontak.
• Dasar (prinsip) cara kerja




Soegijardjo Soegijoko     Elektronika Biomedika - Bab 3   22
             G N H                     IH




                        IN


                                       IF


                             Ground Fault Interrupter




Soegijardjo Soegijoko          Elektronika Biomedika - Bab 3   23
                              Trafo Isolasi
                        (Isolation Transformer)
• Gb 3.8. Guna: mencegah bahaya kejut listrik bila
  orang tersentuh kawat H & kawat G ber-sama2. Juga
  mencegah terjadinya bunga api listrik bila kawat H
  tersentuh G (bahaya terbakarnya gas2 yang mudah
  terbakar).
• Bagian2 (prinsip, disederhanakan): trafo dengan
  perbandingan lilitan 1 : 1; impedansi isolasi sangat
  tinggi
• Dasar (prinsip) cara kerja

Soegijardjo Soegijoko          Elektronika Biomedika - Bab 3   24
                                                           (a) Trafo Isolasi


                        1 : 1




                                                         Line Isolation
                                                         Monitor




Soegijardjo Soegijoko    Elektronika Biomedika - Bab 3                         25
                        Line Isolation Monitor
• Gb 3.8. Guna: digunakan bersama trafo isolasi;
  memonitor arus antara tiap kawat output trafo
  isolasi thd G.
• Bagian2 (prinsip, disederhanakan): trafo dengan
  perbandingan lilitan 1 : 1; impedansi isolasi sangat
  tinggi. Impedansi meter sangat tinggi
• Dasar (prinsip) cara kerja




Soegijardjo Soegijoko          Elektronika Biomedika - Bab 3   26
                        Power Receptacle Tester


Soegijardjo Soegijoko          Elektronika Biomedika - Bab 3   27
                        Receptacle tester
• Gb. 3.9. Rangk dasar terdiri atas: LED seri
  dengan dioda & R (masing-masing 3 buah).
  Nyala/matinya LED Þsebagai tanda keadaan
     jaringan (polaritas terbalik, terbuka, hubung-singkat)




Soegijardjo Soegijoko       Elektronika Biomedika - Bab 3   28
                 Electrical Safety Analyser

   • Fungsi utama: mentest alat thd bahaya
     microshock
   • Gb 3.10.Diagram blok sederhana:
      – saklar (S1, S2, S3, S4, S5), Amp-meter,
      – Kalibrator 1 mA; Alat yang ditest (P1, P2 =
        patient leads).
   • Pengukuran:
          – kalibrasi,
          – arus bocor (chassis - ground; H-N terbalik; patient lead;
            patient leads-H)
Soegijardjo Soegijoko         Elektronika Biomedika - Bab 3             29
                                                                  Alat
                                                                  yg
                                                                  ditest




                        Diagram blok sederhana (generik) suatu
                              Electrical Safety Analyzer


Soegijardjo Soegijoko             Elektronika Biomedika - Bab 3            30
Contoh Electrical
Safety Analyzer




 Contoh Line
 Isolation Monitor




Soegijardjo Soegijoko   Elektronika Biomedika - Bab 3   31
                    4. PROGRAM KEAMANAN
                        (Safety Program)
   • Peraturan keamanan (pemerintah, organisasi
     profesi)
   • Peraturan rumahsakit
   • SDM & Unit Teknik Biomedika (Biomedical Eng.
     Department)
   • ** Biaya
   • Peralatan penunjang
   • Pemeriksaan rutin (pemeliharaan, maintenance)
   • Pelaksanaan perbaikan (troubleshooting & repair)
Soegijardjo Soegijoko     Elektronika Biomedika - Bab 3   32
                Beberapa Lembaga/instansi yang
               menerbitkan Peraturan Keselamatan
                           Kesehatan
• Departemen Kesehatan, Ditjen Pengawasan Obat &
  Makanan (POM), Direktorat Alat Kesehatan

•    National Fire Protection Association (NFPA)
•    FDA (Food & Drug Administration)
•    Underwriters’ Laboratories (UL)
•    Association for the Advancement of Medical
     Instrumentation (AAMI)


Soegijardjo Soegijoko     Elektronika Biomedika - Bab 3   33
                        PROGRAM KEAMANAN

• Komponen/spare-parts, transducers, special modules
  & components
• Tabel persyaratan arus bocor (tabel 3.2)
• Persyaratan2 ambang batas untuk memenuhi
  persyaratan keamanan alat (misal: energi gelomb
  ultrasonik max, energi elektromagnetik, energi
  panas, dosis radiasi X-Ray)
• Hal-hal lain


Soegijardjo Soegijoko        Elektronika Biomedika - Bab 3   34
         Tabel 3.2 Harga Batas Arus bocor untuk
        Peralatan yang digunakan bersama Pasien

   Penjelasan                                           Arus bocor
                                                        (mA)
   Kabel pasien individual                                           10
   Kabel pasien (driven)                                             20
   Arus antar kabel pasien                                           50
   Seluruh kabel pasien disatukan                                100
   Arus bocor chassis ke ground                                  100

Soegijardjo Soegijoko   Elektronika Biomedika - Bab 3                     35
         Tabel 3.3.Harga Batas Arus bocor untuk
        Peralatan yang digunakan bersama Pasien




Soegijardjo Soegijoko   Elektronika Biomedika - Bab 3   36
                        PROGRAM KEAMANAN

   • Masalah Emergency Power Systems, UPS
     (uninterruptible power supply)
   • Masalah keamanan gas oksigen, dan gas2 lain
     yang digunakan
   • Keamanan dlm ruang operasi: syarat steril,
     bahaya gas yang mudah terbakar (oksigen,
     anesthesia), bunga api listrik, bahaya ledakan,
     potensi infeksi, dll.
   • Alat2 penunjang untuk ruang operasi

Soegijardjo Soegijoko        Elektronika Biomedika - Bab 3   37
                        PROGRAM KEAMANAN

• Bahaya gas mudah terbakar
• Bahaya chambers bertekanan tinggi




Soegijardjo Soegijoko        Elektronika Biomedika - Bab 3   38
              5. PREVENTIVE MAINTENANCE &
                    TROUBLESHOOTING
• Preventive Maintenance & Troubleshooting
• Logical steps in troubleshooting (Gb. 3.15).
  Terdpt sedikitnya 25 langkah yang dianjurkan
  (dapat disesuaikan dengan keadaan setempat)




Soegijardjo Soegijoko   Elektronika Biomedika - Bab 3   39
                 Langkah-langkah Perbaikan
              (Logical Steps in Troubleshooting)
-1.Periksa keseluruhan                    -6.Periksa kerja alat
   alat                                   -7.Periksa kabel pasien
-2.Cari kemungkinan salah                 -8.Gunakan alat bantu
   operator                               -9.Diag error messages
-3.Periksa pd tkat sistem                 -10.Prosedur self testing
-4.Periksa hubungan2                      -11.Buka kotak alat
-5.Isolasi thd unit yang                  -12.Periksa pd tk modul
   salah
                                          -13.Periksa hub2 modul

Soegijardjo Soegijoko    Elektronika Biomedika - Bab 3                40
                 Langkah-langkah Perbaikan
              (Logical Steps in Troubleshooting)
-14.Periksa pd board level                -18. --dan seterusnya--
-15.Gunakan alat bantu
  diagnostik, manual,
  diagnostic software
-16.Catatan pemakaian                     -25.Bila masalah telah
  alat                                      terpecahkan, terapkan
-17.Lakukan analisis data                   preventive maintenance



Soegijardjo Soegijoko    Elektronika Biomedika - Bab 3              41

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:6
posted:3/4/2014
language:Unknown
pages:41