EVOLUSI ORGANISASI DAN TEORI MANAJEMEN by aldibz

VIEWS: 4,829 PAGES: 30

									THE EVOLUTION OF ORGANIZATION AND MANAGEMENT THEORY

The Evolution of Organization and Management Theory
ORGANIZATIONAL BASE KNOWLEDGE

Source:

Figure 2.1

PERKEMBANGAN GENERASI MANAJEMEN


MANAGEMENT BY DOING/JUDGEMENT


CIRI FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN BERADA PADA SATU ORANG ATAU SEKELOMPOK KECIL DALAM SUATU KEGIATAN BISNIS ATAU ORGANISASI MUNCUL PADA ERA REVOLUSI INDUSTRI KEPUTUSAN DAN FUNGSI MANAJEMEN PADA SATU ORANG PIMPINAN ORANG LAIN SEBAGAI PELAKSANA DENGAN ARAHAN PIMPINAN



MANAGEMENT BY DIRECTION
  



MANAGEMENT BY OBJECTIVE/ PARTICIPATION


FUNGSI MANAJEMEN (KHUSUSNYA PERENCANAAN PADA KEPUTUSAN BERSAMA DENGAN BEBERAPA “EXCEPTION”



MANAGEMENT “TOTAL QUALITY MANAGEMENT”
 



MANAJEMEN BERORIENTASI KUALITAS SEGENAP UPAYA DAN PERILAKU MENGACU KEPADA MUTU DAN KEINGINAN KONSUMEN SEMUA PERILAKU ANGGOTA ORGANISASI MENGACU KEPADA MUTU SECARA TOTAL



MANAGEMENT BY KNOWLEDGE




GENERASI MANAGEMEN YANG MEMADUKAN SEMUA PENGETAHUAN DALAM SUATU JEJARING ATAU “NETWORKING” MANAJEMEN YANG “MENGATUR” ORANGORANG YANG MEMPUNYAI PENGETAHUAN SPESIFIK DAN DERAJATNYA TINGGI

LATE AGRICULTURAL

EARLY INDUSTRIAL

LATE INDUSTRIAL

EARLY KNOWLEDGE

SOURCE OF WEALTH

LAND

LABOR

CAPITAL

KNOWLEGDE

TYPE OF ORGANIZATIONAL

FEUDAL

PROPRIETORSHIP

STEEP HIERARCHIES

KNOWLEDGE NETWORKING

CONCEPTUAL PRINCIPLES

“ONE MAN SHOW”

- DIVISION OF LABOR - SELF- INTEREST - PAY FOR TASK

- DIVISION OF MANAGEMENT - SEPARATE OWNERMANAGER - SEPARATE THINKINGDOING - ONE PERSON/ONE BOSS

- PEER TO PEER NETWORKING - INTEGRATIVE PROCESS - WORK AS DIALOGUE - HUMAN TIME AND TIMING - VIRTUAL ENTERPRISING - DYNAMIC TIMING

TYPE OF ORGANIZATION

LATE INDUSTRIAL
ROUTINE

EARLY KNOWLEDGE
COMPLEXITY

PARALLEL

SEQUENTIAL

STEEP HIERARCHIES - Chain of Command - Command and Control - Authority of Position - Sequential Activities - Vertical Communication - Values : Distrust and Compliance

KNOWLEDGE NETWORKING - Networked and Networking - Focus and Coordinate - Authority of Knowledge - Simultaneous Activities - Horizontal Communication - Values : Trust and Integrity

CONCEPTUAL PRINCIPLES

- DIVISION OF LABOR - SELF- INTEREST - PAY FOR TASK - DIVISION OF MANAGEMENT - SEPARATE OWNER-MANAGER - SEPARATE THINKING-DOING - ONE PERSON/ONE BOSS

- PEER TO PEER NETWORKING - INTEGRATIVE PROCESS - WORK AS DIALOGUE - HUMAN TIME AND TIMING - VIRTUAL ENTERPRISING - DYNAMIC TIMING

1.TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN KLASIK Manajemen Ilmiah / Scientific Management
    Frederick Winslow Taylor (1856-1915) melakukan penelitian atas rendahnya efisiensi dan produktivitas kerja kaum buruh Time Motion Study Menyarankan penerapan metode ilmiah untuk menganalisis pekerjaan, meningkatkan produktivitas dan melaksanakan pekerjaan secara efisien. Four principles

1. Pengembangan manajemen ilmiah untuk setiap elemen pekerjaan (Metode-metode kerja dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan) 2. Penyeleksian, pelatihan dan pengembangan secara ilmiah terhadap setiap pekerja. 3. Kerjasama antara manajemen dan pekerja 4. Pembagian kerja dan tanggung jawab yang seimbang

Scientific Management
Contributions
Meningkatkan produktivitas dan efisiensi organisasi
Memperkenalkan analisis ilmiah pada tempat kerja Sistem upah disesuaikan dengan kinerja pekerja

Limitations
Menyederhanakan asumsi-asumsi motivasi Para pekerja dipandang sebagai mesin Berpotensi untuk mengeksploitasi para buruh Mengesampingkan tugas-tugas senior manajer

ADMINISTRATIVE MANAGEMENT
• Henry Fayol (1841-1925) • Emphasized the perspective of senior managers • Five management functions – planning – organizing – commanding – coordinating – controlling • Fourteen principles of management

Fayol’s 14 Principles of Management
Division of work Authority & Responsibility Discipline Unity of command Unity of direction Subordination of individual interest to the general interest Renumeration Centralization Scalar chain Order Equity Stability and tenure Initiative Esprit de corps

Fayol’s 14 Principles of Management
1. Pembagian kerja (division of work). Dengan adanya pembagian kerja atau spesialisasi, otomatis seseorang dapat memusatkan diri pada pekerjaan/kegiatan yang sesuai dengan keahliannya. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility) Wewenang adalah hak untuk memberikan perintah/mengatur. Wewenang berjalan seiring dengan tanggung jawab. Jika wewenang digunakan, timbullah tanggung jawab. Disiplin (discipline) Para pegawai harus mentaati dan menghormati peraturan yang mengatur organisasi Kesatuan perintah (unity of command) Setiap anggota seharusnya menerima perintah dan bertanggungjawab hanya kepada satu orang

2.

3.

4.

5. 6.

Kesatuan arah/tujuan (unity of direction) Organisasi akan efektif bila diarahkan pada tujuan yang sama Mendahulukan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi (subordination of individual interest to general interst)

7.
8.

Pemberian upah (renumeration of personnel) Para pekerja harus diberi gaji sesuai jasa yang mereka berikan.
Sentralisasi (centralization) Sejauhmana para bawahan terlibat dalam pengambilan keputusan. Apakah pengambilan keputusan pada tingkat top manajemen (sentralisasi) atau pada tingkat bawahan (didesentralisasi).Kuncinya terletak pada bagaimana menemukan tingkat sentralisasi yang optimal untuk setiap situasi. Skala hirarki (scalar chain) Garis wewenang dari manajemen puncak sampai ke tingkat paling rendah.

9.

10. Tata tertib (order) Orang dan bahan harus ditempatkan pada tempat dan waktu yang tepat. 11. Keadilan (equity) Manajemen harus berlaku adil terhadap pekerja. 12. Stabilitas jabatan (stability of tenure of personnel) Dibutuhkan waktu bagi karyawan untuk sukses dalam suatu pekerjaan selain itu penting terdapatnya kelangsungan, keamanan dan kepuasan kerja. 13. Inisiatif (initiative) Berupa ide-ide kreatif atau rencana-rencana dari bawahan 14 Semangat kesatuan (esprit de corps) Semangat kesetiaan, kebanggaan dan rasa memiliki para anggota.

Bureaucracy
 Menurut Max Weber Birokrasi sebagai model struktural yang ideal sebagai alat yang paling efisien bagi organisasi untuk mencapai tujuannya

Karakteristik Birokrasi Weber
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Pembagian kerja: Pembagian kerja setiap orang dipecah sampai ke pekerjaan sederhana dan ditetapkan dengan jelas Hirarki kewenangan yang jelas: Bahwa setiap posisi di bawah supervisi dan kontrol yang lebih tinggi Formalisasi yang tinggi: Ketergantungan pada prosedur dan peraturan formal untuk memastikan adanya keseragaman Bersifat tidak pribadi (impersonal): Sanksi-sanksi diterapkan secara seragam tanpa preferensi pribadi para anggota Pengambilan keputusan mengenai penempatan pegawai didasarkan pada kemampuan Jejak karier bagi para pegawai Kehidupan organisasi yang dipisahkan dengan jelas dari kehidupan pribadi.

Behavioral Perspective
HUMAN RELATIONS • Bertujuan untuk memahami bagaimana faktorfaktor psikologis dan proses sosial berinteraksi dengan situasi kerja dan hal tersebut mempengaruhi performa kerja. • Hawthorne Studies – Hawthorne Effect - workers perform and react differently when researchers observe them • Pada aliran ini yang harus diperhatikan manajer adalah kesejahteraan pekerja, motivasi dan komunikasi.

Human Relations (cont.)
Key concepts
Productivity and employee behavior are influenced by the informal work group Cohesion, status, and group norms determine output Social needs have precedence over economic needs

Contributions
Psychological and social processes influence performance Maslow’s hierarchy of need

Limitations
Ignored workers’ rational side and the formal organization’s contributions to productivity

Maslow’s Hierarchy of Needs

Self-Actualization

Need for Self Esteem

Need for Social Relations

Need for Security

Physical Needs

McGraw-Hill

© 2004 The McGraw-Hill Companies, Inc. All rights reserved.

McGregor’s Theory X and Theory Y
• Leaders and managers who hold Theory X assumptions believe that employees are inherently lazy and lack ambition. – A negative perspective on human behavior.

• Leaders and managers who hold Theory Y assumptions believe that most employees do not dislike work and want to make useful contributions to the organization. – A positive perspective on human behavior.

Management Science Theory
 Sebuah pendekatan manajemen yang menggunakan teknik-teknik kuantitatif untuk memaksimalkan penggunaan sumber-sumber dalam organisasi.

 Quantitative management—utilizes linear programming, modeling, simulation systems.  Operations management—techniques to analyze all aspects of the production system.  Total Quality Management (TQM)—focuses on improving quality throughout an organization.  Management Information Systems (MIS)— provides information about the organization.

Organizational Environment Theory
The Open-Systems View




  

Open System Sebuah sistem yang menggunakan sumber-sumber dari lingkungan eksternal dan mengubahnya menjadi barang atau jasa dan kemudian mengirimnya kembali kepada konsumen melalui suatu penjualan Inputs: Pengambilan sumber-sumber yang berasal dari luar Conversion: proses perubahan input menjadi output Output: Melepaskan barang dan jasa tersebut kepada lingkungan (konsumen)







Di dasari penelitian Joan Woodward terhadap sekelompok perusahaan industri di Inggris. Hasil penelitian menunjukan bahwa, perusahaan yang sukses adalah perusahaan mampu beradaptasi terhadap lingkungan Sering disebut juga sebagai teori sistem karena melihat semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan. Teori Modern mengatakan bahwa organisasi bukanlah sebagai suatu sistem tertutup yang berada pada lingkungan yang stabil. TETAPI MERUPAKAN SISTEM TERBUKA YANG MEMPENGARUHI DAN DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN

The Organization as an Open System

The External Environment

Laws and politics New Entrants Buyers Economy

Suppliers

Organization

Technology Competitive Macroenvironment Environment

Rivals

Substitutes

Social values

Demographics

Systems Theory
Organization is viewed as a managed system Key concepts

Management must interact with the environment Organizational goals must address effectiveness and efficiency Organizations contain a series of subsystems Synergies enable the whole to be more than the sum of the parts

Contributions

Recognized the importance of the relationship between the organization and the environment

Limitations
Does not provide specific guidance on the functions of managers

KONSEP KONTINGENSI


Menekankan bahwa konsep-konsep atau teknik yang baik pada suatu situasi belum tentu tepat untuk situasi lainnya.



States that there is no “one best way” to manage an organization.
Pendekatan ini juga memasukan variabel-variabel lingkungan dalam analisisnya, sehingga karena perbedaan lingkungan memerlukan aplikasi konsep atau teknik manajemen yang berbeda pula.



Variabel Kontingensi
   

Besarnya Organisasi Kerutinan dari Tugas Teknologi Ketidakpastian Lingkungan Perbedaan Individu

MANAGEMENT by KNOWLEDGE


MANAGEMENT BY KNOWLEDGE




GENERASI MANAGEMEN YANG MEMADUKAN SEMUA PENGETAHUAN DALAM SUATU JEJARING ATAU ―NETWORKING‖ MANAJEMEN YANG ―MENGATUR‖ ORANG-ORANG YANG MEMPUNYAI PENGETAHUAN SPESIFIK DAN DERAJATNYA TINGGI

TUGAS!!!
Buatlah kesimpulan dari masing-masing teori (Klasik-Neoklasik dan Modern)


								
To top