Docstoc

TUGAS BEL.PEM KELOMPOK 6

Document Sample
TUGAS BEL.PEM KELOMPOK 6 Powered By Docstoc
					TUGAS
“ MOTIVASI BELAJAR”

STRATEGI BELAJAR DAN MENGAJAR

DISUSUN OLEH: 1. 2. 3. 4. 5. Afrian Zulfikar T Afandi A.H Ahmad N Beny S Dona K (K 7408049) (K 7408048) (K 7408051) (K 7408188) (K 7408205)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009

1. ALASAN PEMILIHAN TEMA Kelompok kami memilih tema motivasi belajar karena motivasi sangat penting dalam pembelajaran dan tema ini ami pilih sebab sudah pernah dipelajari sebelumnya. Motivasi belajar merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh pendidik atau peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Motivasi belajar adalah dorongan atau tujuan seorang untuk melakukan sesuatu dalam hal ini adalah belajar. 2. RUMUSAN MASALAH DAN PEMBAHASAN PENGERTIAN MOTIVASI Menurut Ngalim Purwanto (2004: 64-65), apa saja yang diperbuat manusia, yang penting maupun kurang penting, yang berbahaya maupun yang tidak mengandung resiko, selalu ada motivasinya. Ini berarti, apa pun tindakan yang dilakukan seseorang selalu ada motif tertentu sebagai dorongan ia melakukan tindakannya itu. Jadi, setiap kegiatan yang dilakukan individu selalu ada motivasinya. Nasution (2002: 58), membedakan antara „motif‟ dan „motivasi‟. Motif adalah segala daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, sedangkan motivasi adalah usahausaha untuk menyediakan kondisi-kondisi, sehingga orang itu mau atau ingin melakukannya. Motivasi mengandung dua arti :  kontrol bathiniah dari tingkah laku seperti yang dimiliki oleh kondosi fisiologis, minat-minat, kepentingan-kepentingan, sikap-sikap, dan opini-opini.  Kecenderungan organisme untuk melakukan sesuatu : sikap atau perilaku yang dipengaruhi oleh kebutuhan dan diarahkan kepada tujuan tertentu yang telah direncanakan Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa : motif merupakan alasan atau dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berbuat dan bersikap tertentu. Sedangkan motivasi merupakan tenaga atau faktor yang terdapat dalam diri seseorang yang menimbulkan, mengarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya. Menurut Sardiman, dalam usahanya menyuimpulkan pendapat Mc. Donald mengatakan bahwa ada tiga elemen penting dalam motivasi yaitu:  Bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada diri setiap inividu  Motivasi ditandai dengan munculnya rasa atau feeling afeksi seseorang, kejiwaan, emosi, dan dapat menentukan tingkah laku ma TEORI MOTIVASI Menurut Martin Handoko ada enam teori motivasi, yaitu: 1. Teori Kognitif Menurut Ratna Wilis Dahar, konsep kognitif dapat diartikan sebagai suatu proses yang mementingkan cara berpikir insight, reasoning, menggunakan logika induktif

deduktif. Dengan demikian manurut pandangan teori kognitif, manusia adalah makhluk rasional. Makin inteligen dan berpendidikan, otomatis seseorang akan semakin baik perbuatan-perbuatannya, dan secara sadar pula adakn melakukabn perbuatan-perbuatan untuk memenuhi keinginan tersebut. Kelemahan teori ini, yaitu tidak dapat menerangkan tindakan yang berada di luar kontrol rasio. 2. Teori Hedonisme Teori ini mengatakan bahwa segala perbuatan manusia, entah itu disadari maupun tidak disadari, entah itu timbul dari kekuatan luar atau pun dalam, pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu mencari hal-hal yang menyenangkan dan menghindari hal-hal yang menyakitkan. Jika dikaitkan dengan masalah motivasi dapat dikatakan bahwa tindakan seseorang sangat bergantun pada antisipasi/ ekspektasi seseorang terhadap objek atau rangsang yang dihadapinya. Antisipasi yang positif, terhadap rangsang akan menimbulkan reaksi mendekat, sedangkan antisipasi negatif terhadap suatu rangsang akan menimbulkan reaksi menjauh. Teori ini menggunakan affectivearousal model yang intinya mengatakan bahwa setiap rangsang pada hakikaktnya telah membawa keaadan yang menimbulkan rasa enak atau tidak enak. 3. Teori Insting Dikatakan dalam teori ini bahwa setiap orang telah membawa “kekuatan biologis” semenjak lahir. Kekuatan biologis inilah yang membuat seseorang bertindak menurut cara tertenu. Teori ini sangat bertentangan dengan teori rasionalis. Teori rasionalis menekankan fungsi pikiran manusia sebagai penentuk tingkah laku manusia, sedangkan teori insting malah menyatakan bahwa pikiran manusia pun dikuasai oleh insting, atau dengan kata lain, pikiran manusia dikendalikan oleh insting. 4. Teori Psikoanalitis Sebenarnya teori psikoanalitis merupakan pengembangan teori insting. Dalam teori ini pun diakui adanya kekuatan bawaan di dalam diri setiap manusia, dan kekuatan bawaan inilah yang menyebabkan dan mengarahkan tingkah laku manusia. Freud, seorang tokoh psikoanalitis, mengatakan bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh dua kekuatan dasar yaitu insting kehidupan dan insting kematian. Insting kehidupan menampakkan diri dalam tingkah laku seksual sedangkan insting kematian melatarbelakangi tingkah laku agresif. Insting kehidupan (Eros) mendorong orang untuk tetap hidup dan berkembang. Sedangkan insting kematian (thanatos) mendorong orang ke arah penghancuran diri sendiri, misalnya bunuh diri maupun penghancuran diri orang lain dalam bentuk perbuatan agresif. 5. Teori Keseimbangan (homeostasis) Teori ini berpendapat bahwa tingkah laku manusia terjadi karena ketidakseimbangan di dalam diri manusia. Dengan kata lain, manusia selalu ingin mempertahankan adanya keseimbangan di dalam dirinya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkah laku manusia

timbul karena adanya suatu kebutuhan, dan tingkah laku manusia tersebut mengarah pada pendcapaian tujuan yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan kita. Kebutuhan karena adanya ketidakseimbangan di dalam diri individu membuat individu yang bersangkutan melakukan suatu tindakan, tindakan itu mengarah pada suatu tujuan. Dan tujuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang ada. Bila kebutuhan pertama sudah terpenuhi, akan terjadilah keadaan tidak seimbang pada taraf yang lebih tinggi. Keadaan ini menimbulkan kebutuhan baru dan seterusnya sehingga manusia tidak pernah diam. 6. Teori Dorongan Penekanan dalam teori ini adalah pada hal yang mendorong terjadinya tingkah laku. Teori ini diperkenalkan oleh robert woodworth pada tahun 1918. Teori dorongan didasari oleh eksperimen-eksperimen yang teliti dan dapat dipertanggung jawabkan. Timbulnya dorongan, bertambah kuatnya dorongan maupun berkurangnya kekuatan dorongan dapat diukur secara obyektif. JENIS – JENIS MOTIVASI Motivasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:  Motivasi intrinsik Motivasi yang tidak dirangsang dari luar, karena di dalam diri individu tersebut sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Motivasi ekstrinsik Motivasi yang aktif karena adanya rangsangan dari luar



UNSUR-UNSUR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BELAJAR : 1. Cita-cita atau Aspirasi Siswa . Timbulnya cita-cita dibarengi oleh perkembnagan akal, moral, kemauan, bahasa dan nilai-nilai kehidupan. Timbulnya cita-cita juga dibarengi oleh perkembangn kepribadian. Cita-cita siswa untuk menjadi seseorang (gambaran ideal) akan memperkuat semangat belajar, dan mengarahkan perilaku belajar. 2. Kemampuan Siswa. Keinginan seseorang perlu dibarengi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Dengan didukung kemampuan, keberhasilan mencapai sesuatu akan menambah kekayaan pengalaman hidup, memuaskan dan menyenangkan hati anak. Karenanya kemampuan akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-tugas perkembangan. 3. Kondisi Siswa. Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmana dan rohani mempengaruhi motivasi belajar. 4 .Kondisi Lingkungan Siswa. Sebagai anggota masyarakat, maka siswa dapat terpengaruh oleh lingkugan sekitar. Lingkungan sekitar itu berupa keadaan alam, tempat tinggal, pergaualan sebaya dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu kondisi lingkungan sekolah yang sehat turut mempengaruhi motivasi belajar.

5. Unsur-unsur Dinamis belajar. Semua unsur dinamis dalam proses belajar dan pembelajaran meliputi materi, alat bantu, suasana dan pengembangan belajar turut mempengaruhi motivasi belajar. Karena siswa memiliki pengamatan, , perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Untuk itu guru yang professional diharapkan mampu memanfaatkan semua unsur tersebut. 6. Upaya Guru dalam Membelajarkan Siswa. Intensitas pergaulan guru dan siswa mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan jiwa siswa. Karenanya sebagai pendidik guru harus dapat memilah dan memilih dengan memberikan tauladan yang baik untuk membelajarkan siswa.Dalam kegiatan pembelajaran, „perhatian‟ berperan amat penting sebagai langkah awal yang akan memacu aktivitas-aktivitas berikutnya. Dengan „perhatian‟, seseorang berupaya memusatkan pikiran, perasaan emosional atau segi fisik dan unsur psikisnya kepada sesuatu yang menjadi tumpuan perhatiannya. Gage dan Berliner (1984) mengungkapkan, tanpa adanya perhatian tidak mungkin terjadi belajar. Jadi, seseorang siswa yang menaruh minat terhadap materi pelajaran, biasanya perhatiannya akan lebih intensif dan kemudian timbul motivasi dalam dirinya untuk mempelajari materi pelajaran tersebut. Di sini, motivasi belajar dapat didefinisikan sebagai usaha-usaha seseorang (siswa) untuk menyediakan segala daya (kondisi-kondisi) untuk belajar sehingga ia mau atau ingin melakukan proses pembelajaran. Dengan demikian, motivasi belajar dapat berasal dari diri pribadi siswa itu sendiri (motivasi intrinsik/motivasi internal) dan/atau berasal dari luar diri pribadi siswa (motivasi ekstrinsik/motivasi eksternal). Kedua jenis motivasi ini jalin-menjalin atau kait mengait menjadi satu membentuk satu sistem motivasi yang menggerakkan siswa untuk belajar. Motivasi belajar penting bagi siswa dan guru.

A. Pentingnya motivasi belajar bagi siswa : 1. Menyadarkan kedudukan pada awal belajar, proses dan hasil akhir. 2. Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar, yang dibandingkan dengan teman sebaya. 3. Mengarahkan kegiatan belajar. 4. Membesarkan semangat belajar. 5. Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja (di selaselanya adalah istirahat atau bermain) yang bersinambung. Individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa sehingga dapat berhasil. B. Pentingnya motivasi belajar bagi guru : 1. Membangkitkan, dan memelihara semangat siswa untuk belajar sampai berhasil; membangkitkan, bila siswa tak bersemangat; meningkatkan, bila semangat belajarnya

timbul tenggelam; memelihara, bila semangatnya telah kuat untuk mencapai tujuan belajar. 2. Motivasi belajar siswa di kelas bermacam-macam; ada yang acuh tak acuh, ada yang tidak memusatkan perhatian, ada yang bermain, disamping yang bersemangat untuk belajar. Dengan bermacamragam motivasi belajar tersebut, maka guru dapat menggunakan bermacam-macam strategi mengajar belajar. 3. Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam-macam peran seperti sebagai penasihat, fasilitator, insruktur, teman diskusi, penyemanagat, pemberi hadiah, atau pendidik. 4. Memberi peluang guru untuk “unjuk kerja” rekayasa pedagogis. Tugas guru adalah membuat semua siswa belajar sampai berhasil. Tantangan profesionalnya justru terletak pada “mengubah” siswa tak berminat menjadi bersemangat untuk belajar. “mengubah” siswa cerdas yang acuh tak acuk menjadi bersemangat belajar. Pada garis besarnya motivasi mengandung nilai-nilai dalam pembelajaran sebagai berikut : 1. Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya kegiatan belajar siswa. 2. Pembelajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, dorongan, motif, minat yang ada pada diri siswa. 3. Pembelajaran yang bermotivasi menuntut kreatifitas dan imajinitas guru untuk berupaya secara sungguh-sungguh mencari cara-cara yang relevan dan serasi guna membangkitkan dan memeliharan motivasi belajar siswa. 4. Berhasil atau gagalnya dalam membangkitkan dan mendayagunakn motivasi dalam proses pembelajaran berkaitan dengan upaya pembinaan disiplin kelas. 5. Penggunaan asas motivasi merupakan sesuatu yang esensial dalam proses belajar dan pembelajaran. Peranan motivasi dalam pembelajaran: Dalam hubungannya dalam pengembangan daya-daya yang dimiliki manusia, motivasi mempunyai peranan sebagai berikut: 1. Peranan Motivasi pada Pengamatan 2. Peranan Motivasi pada Perhatian 3. Peranan Motivasi pada Ingatan 4. Peranan Motivasi pada Proses Berpikir dan Imajinasi

3.KESIMPULAN DAN PENUTUP Motivasi belajar bagi siswa sangat penting,Ibarat seseorang menjalani hidup dan kehidupannya, tanpa dilandasi motivasi maka hanya kehampaanlah yang diterimanya dari hari ke hari. Tapi dengan adanya motivasi yang tumbuh kuat dalam diri seseorang maka hal itu akan merupakan modal penggerak utama dalam melakoni dunia ini hingga nyawa seseorang berhenti berdetak. Begitu pula dengan siswa, selama ia menjadi pembelajar selama itu pula membutuhkan motivasi belajar guna keberhasilan proses pembelajarannya. Pentingnya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh pendidik agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. Motivasi dirumuskan sebagai dorongan, baik diakibatkan faktor dari dalam maupun luar siswa, untuk mencapai tujuan tertentu guna memenuhi atau memuaskan suatu kebutuhan. Dalam konteks pembelajaran maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk belajar. Teori behaviorisme menjelaskan motivasi sebagai fungsi rangsangan (stimulus) dan respons, sedangkan apabila dikaji menggunakan teori kognitif, motivasi merupakan fungsi dinamika psikologis yang lebih rumit, melibatkan kerangka berpikir siswa terhadap berbagai aspek perilaku.

4.SOURCE  http://suhadianto.blogspot.com/2009/02/pentingnya-motivasi-dalam-proses.html, diakses: 26 September 2009; 21:05:01,  http://anies-elka.blogspot.com/2009/03/motivasi-belajar.html diakses: 27 September 2009; 18:55:026,,


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:1038
posted:11/17/2009
language:Indonesian
pages:8
Description: TUGAS BEL.PEM KELOMPOK 6