Docstoc

Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan Berkelanjutan_teknik industri_

Document Sample
Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan Berkelanjutan_teknik industri_ Powered By Docstoc
					Jurnal Teknik Industri, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, 25-34
ISSN 1411-2485 print / ISSN 2087-7439 online



                            Pengembangan Model Simulasi Kebijakan
                                Pengelolaan Ikan Berkelanjutan

                            Ratna Purwaningsih1,2*, Sjarief Widjaja1, Sri Gunani Partiwi3



          Abstract: Stock assessment studies of Sardinella Lemuru Bali strait indicate overfishing. The
          growth of fishing vessel numbers result on fish biomass stock reduction. Sustainable fishery
          management in overfishing area can be done by limiting number of fishing effort. There are
          three kinds of methods approach on determine number of fishing effort and total allowed catch
          Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY) and Maximum Social
          Yield (MScY). Sustainable fishery has three main aspect as its indicators; ecology, economic and
          social. This research attempts to simulate three kinds of methods to the indicators of sustainable
          fishery, biomass fish stock as ecological aspect, profit of purse seine fishing vessel as economical
          aspect and numbers of fishers involved in the business of marine capture fishery represents
          social aspect. System dynamic method and powersim software are used in simulation model.
          Simulation output shows that fish biomass stock can be maintain in sustainable level by applied
          fishery policy. Limiting number of fishing effort create balancing between fish stock natural
          growth and fish harvest. This policy starts to apply on year 2010 in simulation model and run
          until 2030 to forecast future condition of fish biomass stock.

          Keywords: Overfishing, limiting fishing effort, sustainable fishery, system dynamic simulation.


                       Pendahuluan                                      kapan ikan Lemuru. Hal ini dapat dibuktikan
                                                                        dengan pertumbuhan jumlah alat tangkap.
Perikanan tangkap (marine capture fisheries) memi-
liki peran penting karena ikan yang dihasilkan                          Jumlah nelayan tahun 2000 adalah 11.974 orang
menjadi sumber protein bagi gizi masyarakat dan                         meningkat menjadi 13.330 orang pada tahun 2009
sektor ini menyediakan lapangan kerja bagi jutaan                       dengan rata-rata peningkatan 1,32% per tahun.
nelayan (DFID [5]). Usaha memaksimalkan hasil                           Jumlah alat penangkapan ikan meningkat dari
tangkap atau peningkatan produksi perikanan laut                        1.680 unit pada tahun 2000 menjadi 2.124 unit pada
sering berujung pada pengelolaan perikanan yang                         2009 dengan rata-rata peningkatan 3,93% per tahun
tidak berkelanjutan sehingga terjadi kerusakan                          (BPPI Muncar [3,4]). Alat tangkap untuk ikan
ekologi dan kerugian ekonomi.                                           Lemuru adalah pukat cincin (purse seine), payang
                                                                        dan bagan. Produksi terbesar Lemuru diperoleh dari
Muncar adalah pelabuhan perikanan pantai                                pukat cincin. Jumlah kapal purse seine ini terus
(coastal fisheries port) di Propinsi Jawa Timur                         meningkat sejak dioperasikan pada 1975 (Buchary
dengan area penangkapan (fishing area) perairan                         et al. [1]). Pada 1990, Dinas Kelautan dan Perikanan
selat Bali dan produksi utama ikan Lemuru (Sar-                         (DKP) Jatim dan DKP Bali membuat peraturan
dinella Lemuru). Melimpahnya hasil ikan Lemuru                          tentang pembatasan jumlah kapal purse seine yang
maka di sekitar pelabuhan Muncar tumbuh industri                        beroperasi di Selat Bali karena berbagai kajian stok
pengolahan yang menghasilkan ikan kaleng (Sar-                          ikan Lemuru telah mengindikasikan terjadinya
dine, Tuna), tepung dan minyak ikan serta ikan                          lebih tangkap (DKP Jatim [6]). Sampai tahun 2010
beku (frozen fish). Tumbuhnya industri-industri                         jumlah kapal purse seine tetap terjaga pada tingkat
                                                                        tersebut. Namun ukuran muatan kapal (GT/Gross
ini meningkatkan tekanan terhadap upaya penang
                                                                        tonnase), daya mesin dan jumlah ABK (anak buah
                                                                        kapal) sebenarnya terus meningkat (Setyohadi [17]).
1 Fakultas Teknologi Kelautan, Jurusan Teknik Perkapalan,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Kampus Keputih
Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia.                                    Lebih tangkap atau overfishing diartikan sebagai
Email: ratna_ti2005@yahoo.com, sjarief.widjaja@yahoo.co.uk              jumlah ikan yang ditangkap melebihi jumlah yang
2 Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Industri, Universitas

Diponegoro. Jl. Prof. Dr. Soedharto, SH, Semarang 50269,
                                                                        diperbolehkan untuk mempertahankan stok ikan
Indonesia.                                                              lestari dalam suatu wilayah laut tertentu. Salah
3 Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri, Institut        satu penyebab kondisi di atas adalah adanya
Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Kampus Keputih Sukolilo            tekanan terhadap eksploitasi perikanan laut (fishing
Surabaya, 60111, Indonesia.
Email: srigunani@ie.its.ac.id                                           pressure). Dua hal yang diakui sebagai tekanan
                                                                        terhadap eksploitasi perikanan adalah pertumbuhan
*   Penulis korespondensi


                                                                   25
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



populasi dunia dan target pembangunan untuk                          dapat dikatakan aspek ekologi menjadi titik berat
mencapai pendapatan yang tinggi dari sektor                          pendekatan ini. Sedangkan pendekatan MEY (Maxi-
perikanan. Kondisi ini diperburuk dengan sifat ke-                   mum Economic Yield) menentukan jumlah tang-
pemilikan sumber daya perikanan sebagai common                       kapan yang memberikan keuntungan ekonomi ter-
property, lemahnya pengawasan akan pembatasan                        tinggi (economic rent) per trip penangkapan.
kapal ikan dan illegal fishing (Fauzi [8]).                          Pendekatan MScY (Maximum Social Yield) menen-
                                                                     tukan jumlah tangkapan dengan memaksimumkan
Widodo dan Suadi [20] menyatakan overexploited                       jumlah upaya penangkapan sampai batas yang ti-
mengakibatkan waktu melaut menjadi lebih pan-                        dak menyebabkan menurunnya biomass stock ikan.
jang, lokasi penangkapan lebih jauh, produktivitas                   Upaya penangkapan atau fishing effort adalah per-
(hasil tangkap per satuan upaya atau Catch per unit                  kalian antara jumlah armada (kapal ikan) dengan
effort (CPUE) menurun, dan biaya penangkapan                         jumlah trip melaut. Semakin besar upaya penang-
yang menjadi besar sehingga menyebabkan menu-                        kapan yang diperbolehkan, maka akan semakin
runnya keuntungan nelayan. Hal-hal di atas adalah                    banyak nelayan yang dapat diserap sebagai pekerja,
indikasi terjadinya overfishing. Pembatasan jumlah                   sehingga mengurangi pengangguran. Tampak bah-
kapal purse seine memang harus dilakukan untuk                       wa pendekatan ini mengedepankan aspek sosial
menjaga kelestarian perikanan Lemuru selat Bali                      sebagai tujuan utamanya.
dan agar tetap memberi keuntungan yang cukup
bagi nelayan.                                                        Pengembangan model simulasi dalam penelitian ini
                                                                     bertujuan memberikan estimasi kondisi mendatang
FAO dalam review terakhirnya mengenai kondisi                        sampai tahun 2030 jika diterapkan batasan upaya
sumber daya perikanan global memperkirakan bah-                      penangkapan sesuai ketiga skenario pendekatan
wa dari 523 jenis ikan dunia yang telah dilakukan                    pengelolaan perikanan di atas. Indikator penilaian
stock assessment, 52% sudah mengalami fully eks-                     meliputi aspek ekologi, ekonomi dan sosial. Tiga
ploited, 17% overexploited dan hanya 3% saja yang                    pendekatan yang disimulasikan akan memberi gam-
underexploited (FAO [7]). Penelitian lainnya dari                    baran kondisi yang berbeda pada ketiga indikator
Boris Worm menyampaikan bahwa diproyeksikan                          tersebut. Informasi ini diharapkan dapat menjadi
ikan akan punah dari perairan bumi tahun 2048                        bahan pertimbangan bagi penentu kebijakan penge-
(Lukito [13]). Terjadinya berbagai kerusakan ling-                   lolaan perikanan dalam mengambil keputusan yang
kungan dan kelangkaan sumber daya alam dan                           tepat.
energi akibat eksploitasi yang tidak terkendali
memaksa setiap negara menerapkan kebijakan                                             Metode Penelitian
Pembangunan Berkelanjutan atau „sustainable deve-
lopment‟ dalam pengelolaan sumber daya alam.                         Pengelolaan sumberdaya perikanan pada mulanya
Pembangunan berkelanjutan diartikan oleh WCED                        didasarkan pada konsep hasil maksimum lestari
sebagai pembangunan untuk memenuhi kebutuhan                         (MSY). Konsep ini berangkat dari model pertum-
generasi sekarang dengan tetap menjamin terpenu-                     buhan biologi ikan yang dikembangkan oleh
hinya kebutuhan generasi yang akan datang                            Schaefer [16].
(WCED [19]).
                                                                     Model Gordon Schaefer
Nixon [14] menyatakan bahwa pembangunan berke-
lanjutan di bidang perikanan sudah mendesak                          Stok ikan dipengaruhi oleh laju pertumbuhan stok
untuk segera diwujudkan karena kondisi perikanan                     dan jumlah tangkapan. Stok ikan mampu ber-
dunia saat ini telah berada pada kondisi krisis.                     kembang hingga tingkat biomassa maksimumnya,
Krisis ini terjadi karena laju ekstraksi sumber daya                 dengan laju pertumbuhan tergantung pada ke-
ikan melebihi kemampuan regenerasinya sehingga                       limpahan stok ( . Laju pertumbuhan stok ikan
terjadi perubahan ekosistem yang menyebabkan                         atau natural growth adalah pertambahan jumlah
menurunnya kemampuan produksi di masa yang                           stok karena terjadinya perkembangbiakan ikan
akan datang. Kapasitas yang berlebih akibat investasi                maupun pertumbuhan masa tubuh. Bila          lebih
yang intensif di bidang perikanan selama 100 tahun                   kecil dari ukuran kelimpahan stok maksimum yang
terakhir menjadi penyebab overfishing (Fauzi, [8]).                  sesuai dengan daya dukung lingkungan ( ), maka
                                                                     stok ikan akan cenderung meningkat. Pertumbuhan
Dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan ter-                       maksimum terjadi pada        tertentu, setelah itu
dapat tiga pendekatan pengelolaan yaitu MSY,                         angka pertumbuhan menurun hingga mencapai .
MEY dan MScY (Widodo dan Suadi [20]). Pada                           Sedangkan hasil tangkapan semakin besar seiring
pendekatan MSY (Maximum Sustainable Yield),                          meningkatnya jumlah effort dan kelimpahan stok.
jumlah tangkapan dibatasi pada level tertentu agar                   Pada jumlah effort tertentu hasil tangkap akan
stok ikan dapat terjaga pada tingkat mampu lestari,                  mendekati laju pertumbuhannya. Pada kondisi


                                                                26
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



inilah terjadi kesetimbangan antara hasil tangkap                      Sedangkan total biaya penangkapan atau total cost
dengan laju pertumbuhan.                                                   dituliskan dengan persamaan:

Laju pertumbuhan alami stok ikan yang tidak di-                                                                                   (7)
eksploitasi digambarkan oleh Schaefer [16] dengan
persamaan:                                                                 : total revenue atau total keuntungan per tahun
                                                                           : harga per satuan berat ikan
                                                                           : biaya per upaya penangkapan
                                                            (1)
                                                                       Penerimaan bersih sebagai keuntungan               dari hasil
dimana                                                                 tangkapan sebesar     adalah:
    : laju pertumbuhan alami stok ikan
    : biomass stock saat                                                                                                          (8)
    : laju pertumbuhan intrinsik spesies ikan yang
      diteliti                                                         Metode open access berupaya memaksimalkan effort.
    : koefisien daya dukung lingkungan                                 Effort ditentukan oleh jumlah armada kapal ikan
                                                                       dan rata-rata frekuensi melaut per tahun. Hasil
Bila dilaksanakan kegiatan penangkapan, maka                           tangkap kondisi open acces dihitung dengan persa-
hasil tangkapan akan tergantung pada biomass stok                      maan berikut:
saat ini, tingkat upaya penangkapan dan koefisien
daya tangkap seperti digambarkan dengan per-                                                                                      (9)
samaan:
                                                                       sedangkan tingkat upaya penangkapan pada kon-
                                                            (2)        disi open access diperoleh dari persamaan:

    : hasil tangkapan pada saat                                                                                                  (10)
    : koefisien daya tangkap (dari suatu alat tangkap)
                                                                       Tingkat penangkapan pada kondisi MEY diperoleh
    : tingkat upaya penangkapan (merupakan per-                        dengan persamaan:
      kalian antara jumlah kapal dan trip melaut)
                                                                                 *         +                                     (11)
Pada kondisi kesetimbangan                  atau
Hasil tangkap persatuan upaya (catch per unit effort                   Demikianlah cara menentukan jumlah tangkapan
CPUE) model MSY Schaefer dapat diestimasi                              dan besarnya upaya penangkapan pada pendekatan
dengan persamaan berikut:                                              MSY, MEY dan MscY. Selanjutnya dikembangkan
                                                                       model sistem dinamik untuk melakukan simulasi
          (    )                                            (3)        pengelolaan perikanan pada ketiga skenario pen-
                                                                       dekatan tersebut.
dimana          dan          ⁄ , sehingga tingkat
                                                                       Pengembangan Model dengan Sistem Dinamik
upaya dan nilai maximum sustainable yield dari
model Schaefer dapat ditentukan dengan persama-                        Pemodelan dengan sistem dinamik menurut Fores-
an:                                                                    ter [9] mensyaratkan adanya hubungan atau depen-
                                                                       densi antar variabel sistem dan bahwa perubahan
                                                            (4)        nilai variabel adalah merupakan fungsi waktu. Sub
                                                            (5)        sistem stok ikan terkait dengan upaya penangkapan
                                                                       karena tingkat mortalitas ikan sebanding dengan
Namun demikian MSY hanya penggambaran suatu                            jumlah tangkapan jika kematian alami diabaikan.
keseimbangan berdasarkan faktor biologi saja,                          Jumlah tangkapan ditentukan oleh besarnya upaya
padahal perikanan juga harus mempertimbangkan                          penangkapan (effort) dan jumlah stok ikan. Per-
faktor ekonomi. Oleh karena itu, Gordon [11]                           tumbuhan stok ikan melibatkan variabel-variabel
kemudian menganalisis parameter ekonomi ke                             seperti pada persamaan (1). Untuk menentukan
dalam model Schaefer untuk menghasilkan kese-                          besarnya upaya penangkapan pada alat tangkap
imbangan bio-ekonomi. Konsep ini dikenal dengan                        yang beragam (multigears), maka berbagai alat
teori Gordon-Schaefer. Total perolehan dari usaha                      tangkap tersebut dikonversikan ke dalam standar
penangkapan       dituliskan dengan persamaan:                         alat tangkap yang dominan (memberi jumlah tang-
                                                                       kapan terbanyak per unit alat tangkap berdasarkan
                                                            (6)        data historis).



                                                                  27
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



Terdapat tiga kelompok nelayan yang melakukan                                          r
penangkapan Lemuru di perairan selat Bali, yaitu
nelayan Bali (Pengambengan), nelayan Muncar dan
nelayan di pesisir Banyuwangi yang tidak men-                                                   STOKLEM
daratkan hasil tangkapannya di Muncar. Ketiga                                PTMBHN ALMSTK                     TOTKEM
kelompok ini harus dilibatkan dalam model karena
pengelolaan perikanan harus bersifat holistik. Selu-                     K

ruh upaya penangkapan yang beroperasi pada                                                                   PROD LEM S BALI
wilayah tersebut akan memberi pengaruh pada stok                     Gambar 2. Stock dan flow diagram sub sistem stok ikan
ikan Lemuru dan kelestariannya. Gambar 1 men-
jelaskan causal loop diagram dari model sistem                       Tabel 1. Produksi perikanan Lemuru di PPP Muncar
dinamik perikanan Lemuru selat Bali.                                 tahun 2000 – 2009
                                                                               Produksi               Produksi               Total
Pengembangan formulasi model sebagian besar                          Tahun                     %                     %
                                                                              Lemuru (kg)            by catch (kg)         produksi
didasarkan pada persamaan-persamaan matematis                         2000       4.101.574     35     7.577.174      65   11.678.748
yang sudah dikenal luas sehingga validasi output                      2001       6.781.206     45     8.286.854      55   15.068.060
tidak dilakukan dan lebih mengutamakan pada                           2002      15.831.075     68     7.319.468      32   23.150.543
validasi struktur (Ullah [12]). Selain itu, tingginya                 2003      25.618.960     75     8.439.881      25   34.058.841
angka illegal and unreported fishing di perairan                      2004      15.933.526     67     7.844.013      33   23.777.539
Indonesia menyebabkan penelitian perikanan sulit                      2005       9.020.670     78     2.545.206      22   11.565.876
                                                                      2006      51.336.512     87     7.478.773      13   58.815.285
melakukan validasi output untuk data jumlah
                                                                      2007      54.089.139     90     6.304.509      10   60.393.648
tangkapan atau total catch (Sedik [18], Buchary [2]).                 2008      27.833.004     78     7.923.632      22   35.756.636
                                                                      2009      28.446.134     87     4.336.863      13   32.782.997
Pengumpulan data didasarkan pada data sekunder
dari berbagai sumber baik instansi pemerintah                        dan ikan lainnya (by catch). Produksi by catch ini
(DKP Jatim, DKP Bali, BPPI Muncar) dan pene-                         dibangkitkan sesuai dengan model distribusinya
litian sebelumnya tentang kajian stok perikanan                      yaitu distribusi normal dengan nilai rata–rata 6.990
Lemuru selat Bali. Data ekonomi untuk menentukan                     ton dan standar deviasi 1.790 ton. Produksi non
biaya per trip dan biaya investasi kapal diperoleh dari              Lemuru Muncar antara tahun 2000–2009 disajikan
wawancara dengan nelayan dan pemilik kapal di                        dalam Tabel 1.
Muncar antara 2010 - 2011.
                                                                     Proporsi jumlah tangkapan atas by catch ini antara
Indikator perikanan yang digunakan adalah indi-                      purse seine dan non purse seine didasarkan pada
kator utama dari dimensi perikanan berkelanjutan,                    data historis antara tahun 2000–2009. Purse seine
yaitu stok biomassa, total tangkapan Lemuru, dan                     mendapat 60% dari produksi non Lemuru Muncar
effort atau upaya penangkapan. Keuntungan per ta-                    setiap tahunnya.
hun per kapal (dengan asumsi harga ikan konstan)
menjadi indikator aspek ekonomi.                                     Sub Sistem Upaya Penangkapan

Sub Sistem Stok Ikan Sardinella Lemuru                               Simulasi dilaksanakan dengan empat skenario,
                                                                     yaitu kondisi tanpa pengelolaan dimana kebijakan
Metode estimasi stok ikan yang dipakai dalam                         pembatasan jumlah kapal tidak terlaksana dengan
penelitian ini yaitu metode tradisional dengan pen-                  baik (sebagai existing condition), pendekatan MSY,
dekatan model surplus produksi karena dalam pene-                    pendekatan MEY dan pendekatan Open Access
litian ini stok ikan adalah satu kesatuan biomassa                   (OA) atau MScY.
seluruh ikan, baik ikan yang masih kecil maupun
yang sudah dewasa, dan tidak memperhitungkan                         Pada skenario tanpa regulasi, alat tangkap meng-
strukturnya (ukuran ikan, umur ikan, dan jenis                       alami pertumbuhan dengan tingkat tertentu setiap
kelamin). Nilai awal yang diinputkan dalam model                     tahunnya. Pertumbuhan jumlah alat tangkap men-
serta stock and flow diagram stok ikan Lemuru                        jadikan dinamika pada jumlah tangkapan menurut
disajikan pada Gambar 2.                                             fungsi waktu. Jumlah tangkapan ditentukan oleh
                                                                     nilai stok ikan dan effort (jumlah alat tangkap x
Nilai stok biomassa      (tahun 2000) diinputkan                     frekuensi melaut). Simulasi pada tiga skenario
sebesar 155.995 ton,          per tahun, diduga                      lainnya dilakukan dengan mengunci nilai effort atau
sebesar 252.484,3 ton/tahun. Nilai         dan                       upaya penangkapan sesuai nilai yang diperoleh dari
didasarkan pada penelitian Setyohadi [17].                           perhitungan matematis.

Perairan selat Bali bersifat multi spesies maka hasil                Beberapa nilai input lainnya untuk simulasi
perikanan dipilah atas ikan Lemuru (target species)                  sub sistem upaya penangkapan diantaranya:


                                                                28
         Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34

                                                                                                                                                                         -
            _
                                                                                                  Effort standard
                                            +                                         +            purse seine
                                                                                                                                                               Pertumbuhan
                                                                                                        Bali
                         Stock                                   _                                                                                           jumlah kapal PS
Natural Growth
                        Lemuru
                                                                                              +             Effort standard                                      +
                                                 CPUE
            +                                   Lemuru                 Total Effort                          purse seine                     Jumlah kapal
                                                                         standar                           Banyuwangi non                     purse seine
                                       +                               purse seine                +            Muncar                           Muncar
                    _                                     +                                                                         +
                                                                        Selat Bali

                                                                                                            Effort standard         +           Trip purse
                        Produksi lemuru
                                                                                                             purse seine                           seine
                           Selat Bali
                                                                                      +                        Muncar


                                   +                Produksi lemuru
                                                        Muncar                                                                     +           Jumlah kapal
                                                                                                                                              Non purse seine
                                                                                                      Jumlah tangkapan
                                   +                                                                  Lemuru Non Purse
                                                                                                                              +                   Muncar
                                                                              +
                                                                                                        seine Muncar                                         +   Pertumbuhan     +
                                                                                                                                                Trip non
                 Jumlah tangkapan                   Produksi non lemuru                                                                                             jumlah
                                                                                  +                                                              purse
                                                                                                                                                                 kapal Non PS
                Lemuru Purse seine          +             Muncar                                                                                 seine
                      Muncar
                                                                                                                         +                                       +
                                             By catch                          By catch                                           Investment
                        +                                                   non purse seine                                                          Biaya Trip Non
                                            purse seine                                                                            Cost Non
                                   +          Muncar                           Muncar
                                                                                                            +                                         Purse seine                Biaya Trip
                                                                                                                                  Purse seine
                                                                                                                                                                                Purse seine
                                                                                                                 Pendapatan Non                                      +
                     Pendapatan                               Investment                                           Purse seine           +
                     Purse seine                              Cost Purse                                                                         Total cost Non
                                                                 seine                                                                          (TC) Purse seine
                                                                                          +                         +
                             +             Keuntungan                                                                    Keuntungan Non          _
                                           Purse seine                                                                     Purse seine
                                                                 _                                                                               +
                                                                                Total cost
                                                                             (TC) Purse seine

                                                                     Gambar 1. Causal loop diagram

Jumlah kapal Purse seine pada tahun 2000 ( : 180                                                      Pengembangan model pengelolaan perikanan harus
unit. Trip/tahun purse seine: 126 trip/tahun. CPUE                                                    bersifat holistik, maka seluruh armada yang meng-
non purse seine dikonversi ke standar purse seine:                                                    eksploitasi perairan laut selat Bali dilibatkan dalam
0,089. Jumlah kapal non purse seine pada tahun                                                        model. Terdapat tiga macam kelompok nelayan
2000 ( : 337 unit. Trip/tahun non purse seine: 33                                                     yang beroperasi di perairan selat Bali, yaitu nelayan
trip/tahun. (coefficient of technology) = 0,000018.                                                   kecamatan Muncar kabupaten Banyuwangi, nela-
                                                                                                      yan sepanjang pesisir Banyuwangi di luar Muncar
Terdapat dua matode bagi kapal purse seine dalam                                                      dan nelayan Pengambengan kabupaten Jembrana,
menangkap Lemuru, yaitu dengan satu kapal atau                                                        Bali. Armada kapal ikan dari ketiga kelompok ini
one boat system dan cara “tandem” atau two boat                                                       dilibatkan dalam pengembangan model, namun
system dengan mengoperasikan dua kapal secara                                                         dalam hasil dan pembahasan hanya difokuskan
bersama. Satu kapal sebagai pemburu dan satu                                                          pada wilayah Muncar.
kapal untuk memuat beban. Dalam simulasi ini
teknik penangkapan ikan diabaikan. Kedua teknik                                                       Tabel 2. Trip standar purse seine selat Bali
penangkapan tersebut tentu memberikan nilai
CPUE yang berbeda namun tidak tersedia data                                                                           Trip pada Standar Purse Seine
spesifik yang dibutuhkan sebagai input simulasi.                                                                    Total      Total   Banyuwangi
                                                                                                      Tahun
                                                                                                                       Bali Banyu-
                                                                                                                    Selat                  (selain                              Muncar
                                                                                                                    Bali      wangi       Muncar)
Keragaman alat tangkap (multigears) dikonversikan
                                                                                                       2000            9.784 18.955
                                                                                                                    28.739                 13.290                                  5.665
ke standar purse seine berdasarkan nilai CPUE
                                                                                                       2001          10.082 12.143
                                                                                                                    22.225                   5.536                                 6.607
yang mencerminkan perbandingan perolehan jum-                                                          2002            7.138
                                                                                                                    15.192      8.054        2.995                                 5.059
lah tangkapan per trip per kapal antara berbagai                                                       2003            9.183
                                                                                                                    18.151      8.968        4.376                                 4.592
alat tangkap dibandingkan dengan purse seine. Jadi                                                     2004          12.390 21.219
                                                                                                                    33.069                   3.755                                17.464
jika nilai CPUE 0,01 berarti jumlah tangkapan 1                                                        2005          13.794 28.309
                                                                                                                    42.103                   2.388                                25.921
unit alat tangkap tersebut per trip adalah 1/100                                                       2006          13.769 24.467
                                                                                                                    38.236                   1.427                                23.040
dibandingkan dengan hasil tangkapan 1 unit purse                                                       2007          11.036 25.440
                                                                                                                    36.476                   1.976                                23.464
seine per trip. Nilai CPUE dihitung dengan meng-                                                      Rerata         10.897                  4.468
gunakan data historis jumlah kapal, trip, dan                                                         Sumber: Setyohadi, 2010, diolah dari data BPPI                            Muncar,
jumlah tangkapan.                                                                                     DKP Kab Jembrana dan DKP Kab Banyuwangi


                                                                                              29
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



Tabel 3. JTB dan trip optimal pada berbagai pendekatan               2010, sedangkan antara tahun 2000–2009 meng-
pengelolaan perikanan                                                gunakan input data riil. Hasil penghitungan mate-
                                          Jumlah PS pada             matis untuk ketiga pendekatan tersebut dirangkum
Pendekatan JTB (ton/thn) Effort                                      pada Tabel 3. Nilai–nilai effort ini diinputkan
                                             trip 126
MSY              54.360       23.921         190 unit                sebagai nilai effort mulai tahun 2010 bagi pendekat-
MEY              48.370       16.004         127 unit                an pengelolaan perikanan MSY, MEY dan MScY,
OA               48.012       42.103         334 unit                dengan mengunci effort pada nilai tersebut diharap-
                                                                     kan output simulasi jumlah tangkapan akan
            Hasil dan Pembahasan                                     memberikan hasil seperti jumlah tangkapan yang
                                                                     diperbolehkan (JTB) seperti yang direncanakan
Muncar adalah pelabuhan ikan terbesar di wilayah                     pada tabel setelah tercapainya steady state stok
tersebut dengan status pelabuhan perikanan pantai                    ikan. JTB ini diharapkan berimbang dengan laju
(coastal fishery port). Pada 2009 terdapat 13.330                    pertumbuhan stok ikan sehingga tercipta kese-
nelayan dan setiap unit kapal purse seine rata-rata                  imbangan antara eksploitasi dan laju produksi
berisi 43 orang, maka pada rata-rata 126 trip melaut                 seperti yang disyaratkan pada pengelolaan perikan-
per tahun jumlah purse seine pada pendekatan MSY                     an berkelanjutan.

sekitar 190 unit. Saat ini pembatasan jumlah kapal                   Hasil simulasi disajikan dalam grafik–grafik pada
yang ditetapkan oleh DKP Prop Bali dan DKP Prop                      Gambar 3 sampai Gambar 6. Gambar–gambar ter-
Jatim hanya berlaku pada purse seine. Alat tangkap                   sebut menunjukkan perbandingan antara kondisi
non purse sebenarnya juga menyumbang sekitar 20                      regulasi pembatasan jumlah tangkapan (JTB) tidak
% dari total tangkapan. Sebagai gambaran, Tabel 2                    dipatuhi dibandingkan dengan jika dilakukan pem-
menyajikan data trip melaut standar purse seine di                   batasan JTB dengan pendekatan MSY, MEY dan
perairan selat Bali antara 2000–2007.                                MScY.

Besarnya trip melaut sangat menentukan produksi                      Pengelolaan Perikanan tanpa Pembatasan
perikanan. Trip melaut memiliki rentang data yang                    Upaya Penangkapan
lebar yang menunjukkan variabilitas yang tinggi.
Trip melaut pada tahun 2004–2007 berbeda signi-                      Stok ikan pada kondisi skenario tanpa JTB berada
fikan dengan tahun–tahun sebelumnya.                                 pada kondisi deplesi karena upaya penangkapan
                                                                     terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah
Nelayan menaikkan trip melaut dengan ekstrim                         kapal. Pertumbuhan purse seine ditetapkan sebesar
pada saat terjadi El Nino (Ghofar [10]). Peristiwa                   0,9% /tahun dan non purse seine sebesar 4,5% /thn.
alam ini menyebabkan up welling sehingga lebih
banyak plankton tersedia di permukaan laut. Ikan                                     Kondisi Stok Lemuru Selat Bali
Lemuru adalah jenis ikan yang hidup di permukaan                         ton
                                                                     150,000
laut (pelagis) dan hidup dalam kelompok (school)
sehingga pada waktu terjadi El Nino terjadi pening-                  125,000

katan stok ikan yang cukup tinggi. Tentu saja hal                    100,000                                                     STOKLEM
ini juga mendongkrak produksi perikanan Lemuru.                       75,000
                                                                                                                                 PROD LEM S BALI
                                                                                                                                 PTMBHN ALMSTK
                                                                      50,000
Pada 2009 sebanyak 34 ribu ton ikan didaratkan di
PPP Muncar, 28 ribu ton adalah ikan Lemuru dan                           1/1/2000         1/1/2010      1/1/2020     1/1/2030

sekitar 4 ribu ton adalah by catch, terdiri dari ikan                                            Time
layang, teri, kembung, tongkol, tuna dll. Perikanan                                                                        Non-commercial use only!
                                                                     Gambar 3.a. Stok ikan Lemuru pada pengelolaan tanpa
Lemuru setiap tahunnya menyumbang produksi
                                                                     JTB
pelabuhan Muncar antara 30%–90%. Rata–rata
produksi Lemuru berdasarkan data antara tahun
                                                                                      Pendapatan Kapal Rp/thn
2000 s/d tahun 2009 adalah 23.899.180 kg dan ikan
                                                                     200,000,000
jenis lain sebesar 6.805.637 kg. Rata-rata prosentase
produksi Lemuru terhadap total produksi PPP                          150,000,000

Muncar adalah 71% (lihat Tabel 1).                                   100,000,000
                                                                                                                                    PDPT PS
                                                                      50,000,000
                                                                                                                                    PDPT NONPS
Hasil Simulasi Kebijakan Pengelolaan                                            0
Perikanan
                                                                     -50,000,000

Simulasi dengan software Powersim akan dijalan-                                1/1/2000      1/1/2010     1/1/2020    1/1/2030

kan dari tahun 2010–2030. Simulasi pendekatan                        Gambar 3.b. Keuntungan nelayan pada pengelolaan
                                                                                                                         Non-commercial use only!

MSY, MEY dan MScY baru dijalankan untuk tahun                        tanpa JTB


                                                                30
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



Terjadi kerugian yang besar pada alat tangkap                                        Kondisi Stok Lemuru Selat Bali
purse seine terutama pada 2009, dan setelah tahun                        ton
                                                                     150,000
2020 purse seine semakin merugi.
                                                                     125,000

Fluktuasi keuntungan yang terjadi lebih disebabkan                   100,000                                                       STOKLEM

oleh by catch atau tangkapan non Lemuru yang                          75,000                                                       PROD LEM S BALI
                                                                                                                                   PTMBHN ALMSTK
relatif stabil sepanjang tahun. Pada 2015 diperoleh                   50,000

by catch sebesar 23.799 ton dan pada 2030 sebesar
                                                                         1/1/2000         1/1/2010      1/1/2020      1/1/2030
24.374 ton. Keuntungan kapal non purse seine pada
                                                                                                 Time
kondisi stok ikan yang deplesi lebih baik karena                                                                            Non-commercial use only!
biaya trip melaut maupun biaya investasi untuk                       Gambar 4.a. Stok ikan Lemuru pada JTB pendekatan
kapal non purse seine cukup murah.                                   MSY

                                                                                     Pendapatan Kapal Rp/year
Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan MSY
                                                                     250,000,000
                                                                     200,000,000
Pada pendekatan MSY hubungan antara effort
                                                                     150,000,000
dengan jumlah tangkapan diperoleh dengan mema-                       100,000,000                                                      PDPT PS
sukkan nilai pertumbuhan intrinsik ( ), daya                          50,000,000                                                      PDPT NONPS
dukung lingkungan Lemuru Selat Bali            , dan                             0
koefisien catch ability ( ), ke persamaan (6), maka                  -50,000,000
diperoleh persamaan               4,545E-0,000095E2.                           1/1/2000      1/1/2010      1/1/2020     1/1/2030
Hasil perhitungan matematis dengan persamaan                                                                               Non-commercial use only!
tersebut memberikan nilai effort maksimum lestari                    Gambar 4.b. Keuntungan nelayan pada JTB pendekatan
                                                                     MSY
(fMSY) per tahun sebesar 23.921 trip pada standar
purse seine dan hasil tangkapan maksimum lestari
(MSY) perikanan Lemuru sebesar 54.360 ton per
                                                                                     Kondisi Stok Lemuru Selat Bali
tahun.
                                                                         ton
                                                                     150,000
Diberlakukannya pembatasan effort menyebabkab
                                                                     125,000
terjadinya peningkatan stok ikan. Kondisi steady
state dari stok tercapai pada tahun 2021 yaitu                       100,000                                                       STOKLEM
sebesar 126.000 ton.                                                  75,000
                                                                                                                                   PROD LEM S BALI
                                                                                                                                   PTMBHN ALMSTK
                                                                      50,000
Terjaganya biomass stock ikan ini membawa
dampak pada keuntungan kapal purse seine dan non                         1/1/2000     1/1/2010          1/1/2020      1/1/2030

purse seine. Sejak 2010 kapal tidak pernah meng-                                                 Time
alami kerugian. Fluktuasi keuntungan adalah hasil                                                       Non-commercial use OA
                                                                     Gambar 6.a. Stok ikan Lemuru pada JTB pendekatan only!
dari fluktuasi by catch, produksi by catch pada 2030
adalah 24.373 ton. Pada 2030 keuntungan purse                                         Pendapatan Kapal Rp/thn
seine sebesar Rp 245.555.119 dan non purse seine
                                                                     200,000,000
sebesar Rp 118.943.717.
                                                                     150,000,000

Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan                              100,000,000
MEY                                                                   50,000,000
                                                                                                                                      PDPT PS
                                                                                                                                      PDPT NONPS
                                                                                0
Hasil analisis MEY menunjukkan bahwa optimum
                                                                     -50,000,000
produksi 48.370 ton/tahun dan dibutuhkan effort
fMEY sebesar 16.004 trip/tahun. Hasil ini diperoleh                            1/1/2000      1/1/2010      1/1/2020     1/1/2030

dengan harga Lemuru Rp 4000,00/kg, harga ikan by                     Gambar 6.b. Keuntungan nelayan pada JTB pendekatan
                                                                                                                          Non-commercial use only!
catch Rp 7000 dan biaya melaut sebesar Rp                            OA
3.750.000/trip (Purwaningsih [15]). Biaya investasi
telah dibagi rata sesuai umur pakai (life time) kapal                Pada pendekatan MEY fluktuasi keuntungan lebih
dan mesin kapal menjadi biaya tetap per tahun                        disebabkan oleh by catch (produksi non Lemuru).
(annual fix cost) sebesar Rp 166.530.000. Keuntungan                 Tampak bahwa sejak 2010 ketika diberlakukan
adalah pengurangan revenue atau pendapatan dari                      pembatasan effort, terjadi kenaikan stok ikan secara
penjualan ikan hasil tangkapan dengan biaya terdiri                  signifikan. Kondisi steady state stok tercapai pada
dari biaya melaut (trip cost) dan biaya tetap tahunan.               2018 sebesar 167.000 ton.


                                                                31
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



Keuntungan kapal dengan pendekatan MEY adalah                        Pada kondisi steady state system dari model yang
yang tertinggi dibanding skenario lainnya. Pada                      dikembangkan juga telah tercapai sebuah kondisi
2030 purse seine mendapat keuntungan sebesar Rp                      equilibrium atau keseimbangan antara laju per-
461.702.152 dan non purse seine sebesar Rp                           tumbuhan alami stok ikan/thn dengan jumlah
176.374.521. Pendapatan kapal dengan pendekatan                      tangkapan/tahun atau               . Hal ini berarti
ini hampir dua kali lipat dibanding pada pen-                        struktur model yang disusun dengan menerapkan
dekatan MSY.                                                         formulasi matematis tersebut cukup valid menurut
                                                                     validasi struktur (structural validation) karena for-
Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan                              mulasi yang dibangun telah sesuai dengan behaviour
MScY                                                                 atau perilaku model. Validasi output sulit dilaksana-
                                                                     kan mengingat tingginya tingkat illegal fishing dan
Effort pada titik MScY produksi ikan Lemuru selat                    unreported fishing di berbagai pelabuhan perikanan
Bali sebesar 33.009 trip dengan hasil tangkap                        Indonesia. Buchary [2] dalam penelitiannya menye-
optimum 48.012 ton. Perhitungan ini menggunakan                      butkan nilai unreported fishing antara 40%-60%.
asumsi–asumsi biaya yang sama dengan yang
digunakan pada perhitungan MEY.                                      Penggunaan simulasi untuk menguji penerapan
                                                                     kebijakan dengan memprediksi nilai berbagai indi-
Hasil tersebut menunjukkan bahwa effort yang                         kator yang diamati pada masa yang akan datang
semakin besar ternyata memberikan hasil yang                         sangat berguna bagi para pengambil keputusan.
lebih sedikit jika dibandingkan hasil tangkap pada                   Pendekatan matematis memang dapat menetapkan
titik MEY. Pada open access sumberdaya ikan                          jumlah effort optimal dan batasan jumlah tang-
diekstraksi sampai pada titik yang terendah, berarti                 kapan untuk sebuah pengelolaan perikanan berke-
usaha tidak didasarkan pada efisiensi ekonomi.                       lanjutan, namun tidak dapat memprediksi kapan
Apabila usaha penangkapan masih tetap dilanjut-                      kondisi kesetimbangan atau sustainable tersebut
kan melampaui MScY maka stok ikan Lemuru akan                        dapat dicapai. Pendekatan matematis juga tidak
collapse. Steady state stok ikan hasil simulasi ter-                 dapat memperkirakan seberapa besar recovery atau
capai pada 2020 yaitu sebesar 83.000 ton.                            pertambahan stok ikan setelah kebijakan pembatas-
                                                                     an jumlah tangkapan diterapkan.
Pendapatan kapal berada disekitar garis batas
karena pendekatan ini seperti Break Even Point                       Pengelolaan perikanan Lemuru yang berkelanjutan
atau titik impas pada usaha perikanan. Pada 2030                     memiliki peran strategis karena banyak industri
pendapatan purse seine sebesar Rp 41.871.317 dan                     yang tergantung pada hasil produksi Lemuru.
non purse seine sebesar Rp 69.028.448. Pendapatan                    Menurut data dari pemerintah kabupaten Banyu-
non purse seine lebih baik karena biaya operasional                  wangi 2010, terdapat 43 industri cold storage, 9
dan investasi yang lebih rendah.                                     pabrik pengalengan ikan sardine, 35 unit industri
                                                                     tepung dan minyak ikan serta 86 unit industri
Menentukan Kebijakan Pengelolaan Terbaik                             pengolahan ikan tradisional. Pada 2009, kese-
                                                                     luruhan industri tersebut menyerap 5.811 orang
Berbagai kebijakan Pengelolaan perikanan yang                        tenaga kerja.
disimulasikan memiliki titik berat tujuan yang
berbeda untuk dicapai. Penetapan JTB dan effort                      Indonesia adalah negara berkembang yang masih
                                                                     menghadapi masalah pengangguran dan peme-
dengan pendekatan Maximum Sustainable Yield
                                                                     rintah selalu menetapkan kebijakan “padat karya”
menekankan pada aspek ekologi, Maximum Econo-
                                                                     dalam pengelolaan industri. Dinas Kelautan dan
mic Yield pada memaksimalkan keuntungan ekono-
                                                                     Perikanan Jawa Timur dan Bali sebagai pihak yang
mi dari upaya penangkapan dan Maximum Sosial
                                                                     berwenang menetapkan kebijakan pengelolaan
Yield mengutamakan aspek sosial dengan memak-
                                                                     perikanan selat Bali menetapkan jumlah armada
simalkan effort atau jumlah tenaga kerja yang
                                                                     perikanan dengan memaksimalkan serapan tenaga
terserap. Rangkuman hasil simulasi sebagai perban-
                                                                     kerja (pendekatan Open Access). Namun harus
dingan dari berbagai kebijakan pengelolaan disaji-
                                                                     diingat bahwa kebijakan ini hanya menjamin stok
kan dalam Tabel 4.                                                   ikan lestari pada tingkat yang paling rendah dan
                                                                     memberi keuntungan ekonomi terendah dibanding
Berdasarkan Tabel 4 dapat diketahui bahwa output                     kebijakan lainnya.
simulasi pada kondisi steady state telah memberikan
hasil yang tidak jauh berbeda dengan hasil                           Alternatif penyelesaian masalah pengangguran
perhitungan formulasi matematis baik untuk stok                      nelayan karena menetapkan batasan jumlah kapal
ikan maupun estimasi jumlah tangkapan sesuai                         yang beroperasi adalah dengan mengkaji pergeseran
jumlah effort yang diinputkan untuk masing-masing                    fishing ground nelayan ke wilayah perairan laut
jenis pendekatan pengelolaan (MSY, MEY dan OA).                      yang masih under exploited seperti laut selatan


                                                                32
       Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



Tabel 4. Perbandingan output hasil simulasi
                                                                           Skenario 1    Skenario 2      Skenario 3      Skenario 4
 No                      Indikator                         Satuan
                                                                           Tanpa JTB       MSY             MEY              OA
1     Indikator Perikanan (ekologi) pada 2030
1.1   Biomass stock lemuru                               Ton/ thn               68.443       126.235          167.914             83.335
1.2   Jumlah tangkapan         ton                       Ton/ thn               44.321        54.283           48.369             48.008
1.3   Laju pertumbuhan        ton                        Ton/thn                42.905        54.284           48.369             48.013
2.    Indikator ekonomi pada 2030
2.1   Keuntungan purse seine                             Rp/thn             10.783.428 245.555.119       461.702.152      41.871.317
2.2   Keuntungan non purse seine                         Rp/thn             42.356.147 118.943.717       176.374.521      69.028.448
      CPUE purse seine                                   Ton/trip                1,232       2,272             3,022           1,500
3.    Indikator sosial pada 2030
3.1   Pendapatan ABK P. Seine                            Rp/thn              9.263.102         14.722      19.749.584             10.906
3.2   Effort standar purse seine*                        Trip/thn               20.611         11.418           7.648             15.294
3.3   Jumlah nelayan terserap**                          Orang/thn               7009           3870            2580               5203
4.    Indikator model
4.1   Steady state stok ikan tercapai pada tahun         tahun         -                       2021             2018               2020
4.2   Nilai     steady state                             Ton/thn               deplesi       126.000          167.000             83.000
* Hanya effort di Muncar, belum termasuk di Pengambengan Bali dan pesisir Banyuwangi diluar Muncar
**Jika diasumsikan 1 kapal purse seine membutuhkan 43 ABK dan trip melaut 126 trip/thn


Jawa (Samudra Indonesia). Selain itu perlu pula                       2.    Buchary, E., In Search of Viable Policy Option
dikaji alternatif pengembangan marikultur atau                              for Responsible Use of Sardine Resources in the
perikanan budidaya untuk menjaga ketersediaan                               Bali Strait of Indonesia, Ph D Thesis, University
ikan bagi konsumsi masyarakat dan bahan baku                                of British Columbia, 2010.
industri.                                                             3.    BPPI Muncar, Laporan Tahunan 2009.
                                                                      4.    BPPI Muncar, Laporan Tahunan 2010.
                       Simpulan                                       5.    DFID, A Framework for Linking Poverty to Policy
                                                                            in the Post-Harvest Fisheries Sector, DFID‟s Post-
Beberapa kesimpulan yang dapat diambil sebagai                              Harvest Fisheries Research Programe, 2004.
hasil dari simulasi kebijakan pengelolaan perikanan                   6.    DKP Jatim, Perikanan Lemuru Selat Bali,
Lemuru selat Bali diantaranya adalah bahwa tanpa                            Proceeding of FAO Fishcode Management, Papers
menerapkan kebijakan pembatasan jumlah alat                                 Presented at the Workshop on the Fishery and
tangkap maka akan terjadi deplesi pada stok ikan                            Managementof Bali Sardinella (Sardinella
Lemuru perairan selat Bali yang berakibat kerugian                          Lemuru) in Bali Strait, Rome, June 2000.
bagi usaha perikanan tangkap purse seine.                             7.    FAO, Fisheries and Aquaculture Development,
                                                                            The State of World Fisheries and Aquaculture,
Pembatasan jumlah upaya penangkapan (effort)                                Rome, 2008.
dengan pendekatan MSY, MEY dan OA jika mulai                          8.    Fauzi, A., Kebijakan Perikanan dan Kelautan,
diterapkan sejak tahun 2010 akan mampu menjaga                              Isu, Sintesis, dan Gagasan, Gramedia Pustaka
kelestarian stok ikan Lemuru dan keberlanjutan                              Utama, Jakarta, 2005.
ekonomi bagi usaha perikanan tangkap purse seine                      9.    Forrester, J. W., Industrial Dynamics, the M.I.T.
Muncar Banyuwangi dengan keuntungan yang me-                                Press, New York, 1961.
madai bagi pemilik kapal.                                             10.   Ghofar, A, Mathew, C. P., Merta, I. G. S., and
                                                                            Salim, S., Incorporating the Southern Oscillation
                                                                            Indices to the Management Model of the Bali
Kondisi kesetimbangan atau equilibrium telah ter-
                                                                            Strait Sardinella Lemuru, papers presented at
capai dimana nilai laju pertumbuhan stok ikan atau
                                                                            the Workshop on the Fishery and Management
biomass stock natural growth ikan sebanding
                                                                            of Bali Sardinella (Sardinella Lemuru) in Bali
dengan nilai jumlah tangkapan atau harvest sehing-
                                                                            strait, FAO proceeding, 2000.
ga tercipta pengelolaan perikanan yang berkelan-                      11.   Gordon, R. M., The Optimal Management of
jutan (sustainable fishery) dalam model simulasi.                           Transboundary Renewable Resources, Canadian
                                                                            Journal of Economic, 12(3),pp. 355-376, August
                   Daftar Pustaka                                           1979.
                                                                      12.   Ullah, H. Q., Structural Validation of System
1. Buchary, E., Pitcher, T. J., and Ganapathiraju                           Dynamic and Agent Based Simulation Model,
   P., An Estimation of Compliance of the Fisheries                         Proceeding of 19th European Commission for
   of Indonesia with Article 7, Fisheries Manage-                           Modelling and Simulation, 2005.
   ment of the UN Code of Conduct for Responsible                     13.   Lukito, O., Optimalisasi Subsektor Perikanan
   Fishing, 2008.                                                           dalam Menopang Pembangunan Nasional dan


                                                                 33
      Purwaningsih et al. / Pengembangan Model Simulasi Kebijakan Pengelolaan Ikan / JTI, Vol. 14, No. 1, Juni 2012, pp. 25-34



    Daerah, Proceeding Seminar Nasional                              17. Setyohadi, D., Kajian Pemanfaatan Sumber-
    Perikanan Universitas Brawijaya, Malang, 2007.                       daya Ikan Lemuru (Sardinella Lemuru) di Selat
14. Nixon, A., World Fisheries, the Current Crisis,                      Bali: Analisis Simulasi Kebijakan Pengelolaan
    Lybrary of Parliament, France, 1997.                                 2008-2020, Disertasi, Universitas Brawijaya,
15. Purwaningsih, R., and Hidayat, F., Pengem-                           Malang, 2010.
    bangan Model Simulasi Pengaruh Kenaikan                          18. Sodik, D. M., Combatting, Illegal, Unreported
    Bahan Bakar Minyak terhadap Keuntungan                               and Unregulated Fishing in Indonesian Waters:
    Nelayan (Studi Kasus Nelayan Purse Seine                             The Need for Fisheries Legislatif Reform, Thesis,
    Muncar, Banyuwangi), Proceeding Seminar                              University of Wollongong, Australia, 2007.
    Nasional Teknik Industri XV (SNTI XV),                           19. WCED, World Commission on Environment and
    Surabaya, 2011.                                                      Development, Our Common Future, Report of
16. Schaefer, B., and Martin, A., Study of the                           the World Commission on Environment and
    Dynamic of the Fishery of Yellowfin Yuna in the                      Development, 1987.
    Eastern Tropical Pasific Ocean, Inter-America                    20. Widodo, J., and Suadi, Pengelolaan Sumberdaya
    Tropical Tuna Commission Buletin, II(6),                             Perikanan Laut, Gadjah Mada University Press,
    California, 1957.                                                    Yogyakarta, 2006.




                                                                34

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Tags:
Stats:
views:1
posted:12/28/2013
language:Unknown
pages:10