Docstoc

uin _4_

Document Sample
uin _4_ Powered By Docstoc
					SISTEM INFORMASI TOURISM GUIDE KOTA JAKARTA
   DENGAN MENGGUNAKAN ALGORIMA DJIKSTRA




                  SKRIPSI




                    Oleh:

             SOFYAN ANDRIANSYAH
                 NIM. 04550014




        JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
       FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
       UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
      MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
                    2010
SISTEM INFORMASI TOURISM GUIDE KOTA JAKARTA
  DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA



                        Diajukan Kepada:
  Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang
          Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam
          Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S. Kom)




                             Oleh:

                  SOFYAN ANDRIANSYAN
                      NIM. 04550014




         JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
        FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
        UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
       MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
                     2010
                LEMBAR PERSETUJUAN SKRIPSI

    SISTEM INFORMASI TOURISM GUIDE KOTA JAKARTA
      DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA


                                 SKRIPSI


                                    Oleh:


                         SOFYAN ANDRIANSYAH
                             NIM. 04550014



                          Telah Disetujui untuk Diuji
                           Malang, 23 April 2010




  Dosen Pembimbing I                              Dosen Pembimbing II




M. Amin Hariyadi, M.T.                         Dr. Munirul Abidin, M.Ag.
NIP. 19670118200501100                         NIP. 197 204202002121003


                                 Mengetahui,
                       Ketua JurusanTeknik Informatika




                         Ririen Kusumawati, M.Kom.
                         NIP. 197203092005012002
                        HALAMAN PENGESAHAN

      SISTEM INFORMASI TOURISM GUIDE KOTA JAKARTA
        DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA


                                     SKRIPSI

                                       Oleh

                                Sofyan Andriansyah
                                  NIM. 04550014

               Telah Dipertahankan Di Depan Dewan Penguji Skripsi
              Dan Dinyatakan Diterima Sebagai Salah Satu Persyaratan
               Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S. Kom)

                               Tanggal, 23 April 2010

Susunan Dewan Penguji :                                          Tanda Tangan
1. Penguji Utama        : Ririen Kusumawati, M.Kom           (                  )
                           NIP. 197203092005012002
2. Ketua Penguji        : Muhammad Faisal, M.T               (                  )
                           NIP. 197405102005011007
3. Sekretaris Penguji   : M. Amin Hariyadi, M.T              (                  )
                           NIP. 196912222006041001
4. Anggota Penguji      : Dr. Munirul Abidin, M.Ag           (                  )
                           NIP. 197204202002121003



                           Mengetahui dan Mengesahkan
                          Ketua Jurusan Teknik Informatika




                            Ririen Kusumawati, M.Kom.
                            NIP. 197203092005012002
                             LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama                          : Sofyan Andriansyah
NIM                           : 04550014
Jurusan               : Teknik Informatika
Judul Tugas Akhir     :SISTEM INFORMASI TOURISM GUIDE KOTA JAKARTA
                       DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA



Dengan ini menyatakan bahwa :



   1. Isi dari tugas Akhir yang saya buat adalah benar-benar karya sendiri dan
       tidak menjiplak karya orang lain, selain nama-nama termaktub di isi dan
       tertulis di daftar pustaka dalam Skripsi ini.
   2. Apabila dikemudian hari ternyata Skripsi saya tulis terbukti hasil jiplakan,
       maka saya akan bersedia menanggung segala resiko yang akan saya terima.


Demikian pernyataan ini dibuat dengan segala kesadaran.


                                                       Malang, 29 Januari 2010
                                                          Yang menyatakan




                                                         Sofyan Andriansyah
                                                           NIM. 04550014
                         MOTTO


             ‫اِنﱠ ﷲَ َ ِ ْ ٌ ُ ِ ﱡ ا ْ َ َ ل‬
             ِ
    SesungguhNya Alloh Maha Indah dan Menyukai Keindahan
                      (HR.Imam Muslim)




     #—Žô£ç„ Ύô£ãèø9$# yìtΒ ¨βÎ*sù

karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
               LEMBAR PERSEMBAHAN


Pertama dan yang utama Puji syukur Alhamdulillah saya ucapkan kepada Alloh
SWT yang telah memberikan hidayah dan kelancaran dalam menyusun skripsi .

Skripsi ini Q Persembahkan Kepada:

   Kedua orang Tua q tercinta, Bpk.Yuliono.s dan Ibu Royah milasari yang
   selalu Mendoakan, Menyayangiku serta Pengorbanan, Kekuatan dan
   Ketabahannya menghadapi hidup ini. Semoga Allah Selalu Memberikan
   Keselamatan, Kebahagiaan Dunia-Akhirat Dan Umur Panjang…Amin

   Dosen2 Teknik Informatika yang terhormat; P.hartono, P.Syahid,
   P.Fatur, P.Totok's, P.Yaqin, P.zaenal,B.Roro, P.Faisol, P. Cahyo, P.Amin,
   B.Ririen, B.Hani, P.sauqi, etc (except a lecture). Dan Staff Laboratorium Cak
   Gun, Mas Deni, Mas Wawan, Mas Ali, mbk. Ivana, Mbah agung, Mas Zaenal
   yang selalu membantu aku disaat aku kesulitan. Semoga Allah membalas
   kebaikan Mereka…Amin

   Dosen-dosen UIN Malang, Guru-guruQ, Ustadz2Q, dan orang-orang yang
   pernah aq temui selama aq ada yang bisa aq ambil hikmahnya (baik
   Pengamen, Penjual Asongan, Pencopet, Orang minta2 sampai jendral
   pethak).

   Temen2Seperjuangan di T informatika
   Buat temen2 Q di jurusan teknik Informatika ‘04 Danbul, Agung, Kang ajib,
   Mbah war, Zainal, kronos, Fadeli, Badak, Alfi, bejo dan smua temen2
   Seperjuangan di informatika tanpa terkecuali, mudah2an ilmu mu
   bermanfaat dunia akhirat. Amieenn….

   Teman-Teman di Crunk Guns
   Buat teman serumah terima kasih atas doa dan persahabatan yang tak
   pernah berhenti memberi semangat.
                               KATA PENGANTAR



      Segala puja dan puji syukur Alhadulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada seluruh hamba-Nya, yang telah
memberikan taufik, hidayah dan inayah-Nya kepada kita serta memberikan nikmat
Islam dan Iman serta tak lupa nikmat kesehatan yang diberikan kepada penulis
khususnya sehingga penulis dapat menyusun Skripsi dengan judul “SISTEM
INFORMASI          TOURISM         GUIDE        KOTA    JAKARTA        DENGAN
MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA ” dan harapan kami penyusunan
skripsi ini dapat berjalan dengan baik dan lancar.
      Shalawat beriring Salam, semoga tetap tercurahlimpahkan keharibaan baginda
Rasulullah Muhammad SAW atas segala bentuk kemapanan dan kejayaan yang
beliau hadirkan bagi seluruh umat Islam di dunia, serta kepada semua keluarga,
sahabat, para pengikut, dan juga pecintanya yang senantiasa meneruskan perjuangan
sampai saat ini hingga akhir zaman.
      Penulis menyadari keterbatasan pengetahuan yang penulis miliki, karena itu
tanpa keterlibatan dan sumbangsih dari berbagai pihak, sulit bagi penulis untuk
menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Maka dari itu dengan segenap kerendahan hati
patutlah penulis ucapkan terima kasih kepada:
    1.   Bapak Prof. Dr. H. Imam Soprayogo, selaku Rektor Universitas Islam
         Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.
    2.   Bapak Prof. Dr. Sutiman Bambang Sumitro, SU., Dsc, selaku Dekan
         fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
    3.   Ibu Ririen Kusumawati, S.Si, M.Kom., selaku Ketua jurusan         Teknik
         Informatika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim
         Malang yang telah megarahkan dan membina dalam penyusunan skripsi.
   4.    Bapak M. Amin Harriyadi, M.T. selaku Dosen pembimbing I yang telah
         meluangkan waktu untuk membimbing, memotivasi, mengarahkan sampai
         terselesaikannya laporan akhir skripsi.
   5.    Bapak Munirul Abidin, M.A. selaku Dosen pembimbing II yang telah
         memberikan arahan dan motivasi.
   6.    Seluruh Dosen jurusan Teknik Informatika fakultas Sains dan Teknologi
         UIN Malang yang telah mengalirkan ilmu, pengetahuan, pengalaman,
         wacana dan wawasannya, sebagai pedoman dan bekal bagi penulis.
   7.    Teman-teman jurusan Teknik Informatika Fakultas Sains dan Teknologi
         UIN Malang yang telah memberi motivasi, informasi, dan masukannya
         pada penulis.
        Doa dan harapan semoga apa yang telah mereka berikan kepada penulis,
mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah SWT. Amin…
        Akhirnya atas segala kekurangan dari penyusunan Skripsi ini, sangat
diharapkan saran dan kritik yang bersifat konstruktif dari semua pembaca demi
sempurnanya skripsi ini. Semoga apa yang telah tertulis di dalam Skripsi ini dapat
memberi konstibusi positif serta bermanfaat bagi kita semua, Amin…......




                                                     Malang, 23 April 2010
                                                   DAFTAR ISI


HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ iii
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iv
KATA PENGANTAR ...................................................................................... viii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xii
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiii
BAB I .................................................................................................................. 1
PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
         1.1 Latar Belakang ................................................................................. 1
         1.2 Rumusan Masalah ............................................................................ 5
         1.3 Batasan Masalah ............................................................................... 5
         1.4 Tujuan dan Manfaat .......................................................................... 6
         1.5 Sistematika Penulisan Skripsi .......................................................... 6
BAB II ................................................................................................................. 9
LANDASAN TEORI ........................................................................................... 9
        2.1 Sistem informasi Geografis............................................................... 9
        2.2 Pengertian Pariwisata ..................................................................... 15
                   2.2.1 Pariwisata Dalam Islam .................................................... 17
                   2.2.2 Manfaat Pariwisata Dalam Islam ...................................... 22
        2.3 ArcView ........................................................................................ 27
        2.4. Web Sistem informasi Geografis ................................................... 33
        2.5 Mapserver ..................................................................................... 36
        2.6 Chameleon .................................................................................... 42
                   2.6.1 Pengenalan Chameleon ..................................................... 42
                   2.6.2 Menggunakan Fungsi Chameleon ..................................... 42
        2.7 Mapscript ...................................................................................... 44
                     2.7.1 Mapscript Environment .................................................. 44
                    2.7.2 Map File ......................................................................... 45
                    2.7.3 Map Script Objek ............................................................ 47
        2.8 PostgreSQL .................................................................................. 49
        2.9 PostGIS ........................................................................................ 54
        2.10 Algoritma Djikstra ........................................................................ 55
        2.11 Pengertian UML ........................................................................... 58
BAB III.............................................................................................................. 63
DESAIN DAN IMPLEMENTASI ..................................................................... 63
       3.1 Tahap-tahap Pembuatan Program ................................................... 63
       3.2 Analisis dan Perancangan Sistem.................................................... 64
                   3.2.1 Entity Relationship Diagram(ERD).................................. 65
                  3.2.2 Use Case Diagram ............................................................ 65
                  3.2.3 Penjelasan Setiap Aktor.................................................... 66
                  3.2.4 Activity Diagram.............................................................. 68
                  3.2.5 Sequence Diagram ........................................................... 77
                  3.2.6 Class Diagram .................................................................. 80
       3.3 Table Data ...................................................................................... 80
BAB IV ............................................................................................................. 84
HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................................... 84
       4.1 Implementasi ................................................................................ 84
       4.2 Database ....................................................................................... 84
       4.3 Penjelasan Program ...................................................................... 87
                  4.3.1 Menu Home ..................................................................... 87
                  4.3.2 Menu Obyek wisata.......................................................... 89
                  4.3.3 Menu Hotel ...................................................................... 91
       4.4 Pembahasan .................................................................................. 96
                  4.4.1 Input Data ........................................................................ 96
                  4.4.2 Rute terpendek menggunakan Algoritma Djikstra........... 100
BAB V............................................................................................................. 111
KESIMPULAN ............................................................................................... 111
       5.1 Kesimpulan .................................................................................. 111
       5.2 Saran ............................................................................................ 111
DAFTAR PUSTAKA
                                          DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Komponen SIG ............................................................................... 11
Gambar 2.2 Subsistem SIG ................................................................................ 14
Gambar 2.3 Arsitektur Web Gis ......................................................................... 34
Gambar 2.4 Perbandingan Thin dan Thin System ............................................... 35
Gambar 2.5 Arsiktektur Peta Dalam halaman web ............................................. 39
Gambar 2.6 Arsitektur Mapserver ...................................................................... 41
Gambar 2.7 Konfigurasi Chameleon yang digynakan dengan Mapserver ........... 42
Gambar 2.8 Proses mapscript Pada Web Server ................................................. 44
Gambar 2.9 Sofware Tampilan Rasional Rose.................................................... 59
Gambar 2.10 Aktor dan Usecase ........................................................................ 60
Gambar 2.11 Class Diagram .............................................................................. 61
Gambar 2.12 Statechart Diagram ....................................................................... 62
Gambar 3.1 ERD Sistem Informasi .................................................................... 65
Gambar 3.2 Usecase Diagram ............................................................................ 66
Gambar 3.3 Activity Diagram Usecase Login .................................................... 68
Gambar 3.4 Activity Diagram Usecase Tambah Modul ...................................... 69
Gambar 3.5 Activity Diagram Usecase Input Hotel ............................................ 70
Gambar 3.6 Activity Diagram Usecase Input Wisata .......................................... 70
Gambar 3.7 Activity Diagram Usecase Input Jalan............................................. 71
Gambar 3.8 Activity Diagram Usecase Update Hotel ......................................... 72
Gambar 3.9 Activity Diagram Usecase Update Wisata ....................................... 72
Gambar 3.10 Activity Diagram Usecase Update Jalan ........................................ 73
Gambar 3.11 Activity Diagram Usecase Hapus Data Hotel ................................ 74
Gambar 3.12 Activity Diagram Usecase Hapus Data Wisata .............................. 74
Gambar 3.13 Activity Diagram Usecase Hapus Data Jalan ................................. 75
Gambar 3.14 Activity Diagram Usecase Melihat Hotel ...................................... 76
Gambar 3.15 Activity Diagram Usecase Melihat Wisata .................................... 76
Gambar 3.16 Sequence Diagram untuk Usecase Logim...................................... 78
Gambar 3.17 Sequence Diagram untuk Usecase wisata ...................................... 79
Gambar 3.18 Class Diagram Sistem Informasi Tourism Guide ........................... 80
Gambar 4.1 Menu Home .................................................................................... 88
Gambar 4.2 Menu Obyek Wisata ....................................................................... 89
Gambar 4.3 Menu Hotel..................................................................................... 91
Gambar 4.4 Menu Utama Admin ....................................................................... 93
Gambar 4.5 Halaman utama User ....................................................................... 94
Gambar 4.6 Form Tambah Modul ...................................................................... 97
Gambar 4.7 Form Input Informasi Objek wisata................................................. 98
Gambar 4.8 Form Input Informasi Hotel ............................................................ 99
Gambar 4.9 Form Rute Djikstra .................................................................. .....101
Gambar 4.10 Form Hasil Pencarian Rute Terpendek ........................................ 103
Gambar 4.11 Preview Rute Terpendek Pada Peta ............................................. 106
                                             DAFTAR TABEL



Tabel 2.1   Prinsip-prinsip pengembangan SIG.................................................... 34
Tabel 3.1   Vertice_tmp....................................................................................... 81
Tabel 3.2   Geometry_columns ........................................................................... 81
Tabel 3.3   Spartial_ref_sys ................................................................................. 81
Tabel 3.4   User................................................................................................... 82
Tabel 3.5   Agenda .............................................................................................. 82
Tabel 3.6   Hubungi kami .................................................................................... 82
Tabel 3.7   Berita ................................................................................................ 83
Tabel 3.8   Modul................................................................................................ 83
Tabel 3.9   Jalan Kota ......................................................................................... 83
                                  ABSTRAK
AndriAnsyah, Sofyan. 2010. 04550014. Sistem Informasi Tourism Guide Kota Jakarta
Dengan Metode Algoritma Djikstra.
Pembimbing : (I) M. Amin Harriyadi, M.T. (II) Dr.Munirul Abidin, M.Ag.
Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis, Djikstra
        Informasi mengenai geografi semakin dibutuhkan oleh banyak pihak,
misalnya informasi untuk mengetahui jarak antara satu daerah dengan daerah lain,
informasi seputar daerah yang diinginkan, informasi tentang sumber daya alam yang
dicari, informasi untuk menemukan lokasi kecelakaan dengan cepat, dan banyak
informasi mengenai geografi lainnya. Geographical Information Systems (GIS)
merupakan salah satu solusi untuk mendapatkan informasi geografi tersebut.
        Tujuan perancangan adalah membuat suatu perangkat lunak yang dapat
memberikan informasi geografi mengenai rute jalan terpendek antara jalan yang satu
dengan jalan yang lainnya di kota Jakarta. Program ini dirancang tanpa menggunakan
satelit namun hanya menggunakan database, sehingga penggunaannya lebih murah
dibandingkan dengan menggunakan satelit.
        Perancangan dilakukan dengan menggunakan metode Dijkstra’s yang
merupakan salah satu algoritma yang berguna untuk mencari lintasan terpendek dari
satu titik ke titik lain dalam gambar. Metode Dijkstra’s dipilih karena metode ini
hanya mengeluarkan satu nilai output yang merupakan lintasan terpendek. Oleh
karena itu, program ini tidak memiliki kemampuan untuk memberikan jalan
alternatif.
        GIS dapat dimanfaatkan untuk memenuhi ke ingin tahuan manusia terhadap
segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaan geografi. Masyarakat dapat
memanfaatkan semua kemampuan yang dimiliki oleh GIS untuk menjalankan
kehidupan ke arah yang lebih baik.
                                                        BAB I

                                               PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

          Ajaran Islam menyerukan kepada para pemeluknya untuk melakukan

  perjalanan yang merupakan faktor utama berkembangnya peradaban Islam dan

  unggulnya kaum muslimin di muka bumi pada masa-masa yang lampau.

  Perjalanan yang dilakukan kaum muslimin di zaman lampau, selain untuk

  menyebarkan Islam dan mencari ilmu pengetahuan, juga ditujukan untuk

  berdagang Pada zaman itu, kaum muslimin gemar melakukan perjalanan jauh ke

  berbagai penjuru dunia dan mereka kemudian kembali ke negaranya dengan

  membawa ilmu, teknologi, dan barang-barang dagang. Tujuan terpenting Islam

  dalam memerintahkan umatnya untuk melakukan perjalanan wisata, adalah untuk

  memotivasi manusia dalam memikirkan rahasia-rahasia dan fenomena alam.

  Memikirkan alam ciptaan Tuhan. Dalam Agama Islam menganjurkan kaum

  muslimin untuk berwisata, sebagaimana tercantum dalam Al-Quran, Allah swt

  menyeru manusia untuk melakukan perjalanan di atas bumi dan memikirkan

  berbagai fenomena dan penciptaan alam. (QS.Al’Ankabut29:20) Allah berfirman:


  4’n?tã ©!$# ¨βÎ) 4 nοtÅzFψ$# nοr'ô±¨Ψ9$# à⋅Å´Ψムª!$# ¢ΟèO 4 t,ù=y⇐ø9$# r&y‰t/ y#ø‹Ÿ2 (#ρãÝàΡ$$sù ÇÚö‘F{$# †Îû (#ρ玍ř ö≅è%


                                                                                                  ∩⊄⊃∪ ֍ƒÏ‰s% &óx« Èe≅à2
        20. Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, Maka perhatikanlah

        bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian

        Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas

        segala sesuatu.

        Allah menganjurkan supaya mereka berjalan mengunjungi tempat-tempat

lain seraya memperhatikan dan memikirkan betapa Allah menciptakan makhluk-

Nya. Perhatikanlah susunan langit dan bumi, serta ribuan bintang yang

gemerlapan, sebagian ada yang tetap pada posisinya, tetapi berputar pada garis

orbitnya. Demikian juga di bumi, gunung-gunung dan daratan luas yang

diciptakan Allah sebagai tempat hidup. Beraneka ragam tumbuh-tumbuhan dan

buah-buahan, sungai dan lautan yang terbentang luas. Semuanya bila direnungkan

akan menyadarkan seseorang betapa Maha Kuasanya Allah Pencipta sekaliannya

itu. Bila telah diperhatikan apa yang diperintahkan di atas, maka tanyailah diri

sendiri, apakah patut kita tidak percaya bahwa untuk menghidupkan dan

mematikan diri manusia yang lemah itu adalah suatu hal yang sangat mudah bagi-

Nya? Lebih dari itu untuk membangkitkannya kembali dalam menempuh suatu

kehidupan kedua (hari akhirat) juga masalah yang tidak sukar bagi Allah. Pada

surat Fussilat : 53 Allah menjelaskan :


4’n?tã …çµ‾Ρr& y7În/tÎ/ É#õ3tƒ öΝs9uρr& 3 ‘,ptø:$# çµ‾Ρr& öΝßγs9 t¨t7oKtƒ 4®Lym öΝÍκŦà Ρr& þ’Îûuρ É−$sùFψ$# ’Îû $uΖÏF≈tƒ#u óΟÎγƒÎŽã∴y™



                                                                                                            ∩∈⊂∪ Íκy− &óx« Èe≅ä.
     53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan)
     Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas
     bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
     Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu.

     Dengan semakin berkembangnya kemajuan zaman terutama dibidang ilmu

teknologi informasi, maka informasi yang akurat merupakan suatu kebutuhan

utama bagi masyarakat khususnya didalam bidang ilmu pendidikan. Terutama

kemajuan di bidang ilmu komputer yang mampu memberikan data-data yang

handal, cepat, dan akurat yang dibutuhkan dalam pengambilan suatu keputusan.

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi pariwisata kota Jakarta yang

dibutuhkan seperti persebaran objek wisata dan sarana pendukung pariwisata, dan

deskripsi atau gambaran objek wisata dan sarana pendukung wisata. Tempat-

tempat tersebut diatas telah difirmankan Allah SWT (QS.An-Nahl,16:15) yang

berbunyi:

            ∩⊇∈∪ tβρ߉tGöηs? öΝà6‾=yè©9 Wξç7ß™uρ #\≈pκ÷Ξr&uρ öΝà6Î/ y‰‹Ïϑs? βr& €†Å›≡uρu‘ ÇÚö‘F{$# ’Îû 4’s+ø9r&uρ



     15. dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak

     goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-

     jalan agar kamu mendapat petunjuk,

     Dalam Ayat diatas Allah SWT menyebutkan nikmat yang didapat oleh

manusia secara tidak langsung. Yaitu bahwa Dia telah menciptakan gunung-

gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang dan binatang-binatang serta
manusia yang berada di permukaannya dapat hidup tenang. Gambaran yang dapat

diambil dari ayat ini ialah bahwa gunung diciptakan oleh Allah sebagai

pemelihara keseimbangan bumi sehingga bumi dapat berputar secara tenang.

Mengenai ketenangan bumi karena adanya gunung itu dapat diumpamakan seperti

tenangnya perahu di atas air, apabila perahu itu tidak diberi beban maka

terlihatlah ia mudah terguncang oleh gelombang ombak. Tetapi apabila perahu itu

diberi beban yang cukup berat maka perahu itu tidaklah akan oleng. Dan Allah

SWT menciptakan beberapa sungai di permukaan bumi itu yang mengalir dari

suatu tempat ke tempat lain sebagai nikmat yang diberikan pada hamba Nya.

Karena dengan sungai itulah pengairan-pengairan dapat diatur untuk mengairi

sawah dan lading yang karenanya manusia dapat bercocok tanam sehingga segala

macam kebutuhan dapat terpenuhi. Sungai-sungai itu mengalir melalui

berbagainegeri di celah-celah gunung yang di samping mengairi sawah-sawah

mereka dapat juga dijadikan lalu lintas guna kepentingan pengangkutan barang-

barang dagangan mereka. Dan Allah juga menciptakan daratan-daratan yang

dapat digunakan sebagai jalan perhubungan dari suatu negeri ke negeri yang lain.

Jalan-jalan itu terbentang mulai dari tepi pantai menembus hutan-hutan

melingkari gunung-gunung sehingga dengan demikian manusia dapat mencapai

tujuannya tanpa tersesat ke tempat-tempat yang lain.Informasi tersebut

bermanfaat dalam membantu mempromosikan pariwisata di daerah tersebut dan

membantu para wisatawan dalam bernavigasi atau traveling.
     Biasanya informasi yang disediakan untuk wisatawan berbentuk pamflet

atau sekedar peta dengan sedikit iklan tempat wisata dan penginapan. Sarana

informasi ini ternyata kurang praktis, kadang-kadang informasi yang diberikan

kurang akurat atau sudah tidak up to date. Salah satu kendala lain dalam bidang

pariwisata di Jakarta adalah kurang terintegrasinya berbagai komponen

pendukung yang terkait misalnya pusat informasi, penginapan, tempat wisata,

sarana transportasi, dan sebagainya. Untuk benar-benar bisa menggunakan

panduan informasi yang ada, seringkali diperlukan usaha yang besar, misalnya

banyak bertanya pada penduduk setempat, atau mengeksplorasi sendiri kota

Jakarta.

      Permasalahan penentuan rute dan urutan perjalanan wisata tersebut

memungkinkan suatu solusi yang palimg efektif untuk diterapkan dalam

persoalan yang akan dihadapi oleh para wisatawan yaitu kemacetan yang sering

terjadi selama perjalanan ,kemacetan tersebut menggangu perjalanan mereka dan

membuat ketidaknyamanan dalam perjalanan .maka dibutuhkan suatu cara untuk

menangulangi gangguan tersebut,yaitu dengan dara mencari lintasan terpendek

dari tempat wisata tujuan dengan

      Dalam usulan skripsi ini peneliti membuat suatu sistem informasi untuk

dapat melihat informasi jarak tependek menuju tempat-tempat pariwisata yang

ada di kota Jakarta.
1.2 Rumusan masalah

   Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini

   adalah :

   1.Bagaimana membangun sistem informasi pengunjung wisata yang berbasis web

     dengan menggunakan metode algoritma djikstra?

1.3 Batasan masalah

      Agar pembahasan yang dilakukan tidak menyimpang dari tujuan atau

   persoalan maka perlu diadakan pembatasan masalah yang diteliti. Pembahasan

   dalam tulisan ini hanya meliputi :

   1. Perjalanan dari hotel menuju tempat wisata

   2. Peta geografis jalan yang digunakan adalah jalan besar (jalan-jalan utama)

      saja, tidak termasuk jalan-jalan kecil atau gang.

   3. tempat penelitian hanya dilakukan di kota Jakarta (Jakarta pusat)

   4. Sistem ini belum memperhatikan kondisi jalan yang ada di kota malang secara

      riil/nyata, semua kondisi jalan dianggap jalan satu arah dan tidak

      memperhatikan aturan-aturan jalan.

1.4 Tujuan dan manfaat penelitian

      A.Tujuan penelitian

              Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana membangun sistem

      informasi pariwisata yang berbasis web dengan menggunakan konsep SIG.

      B. Manfaat penelitian

      1. Membatu user dalam menentukan tempat wisata tujuan.
        2. Dapat memberikan informasi tentang obyek wisata di Jakarta.

        3. Memperdalam dan meningkatkan ketrampilan dan kreatifitas diri dalam

           lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

        4. Menambah wawasan, pengetahuan dan pengalaman sehingga dapat

           menjadi tenaga kerja yang berguna dan siap untuk menghadapi segala

           tantangan dunia kerja sesungguhnya.

1.5 Sistematika Penulisan Penelitian

BAB I          PENDAHULUAN

               Berisi tentang latar belakang pemilihan judul Pengembangan

               Perangkat Lunak Berbasis Web untuk Sistem Informasi Gourism

               Guide Kota Jakarta dengan metode algoritma djikstra, maksud dan

               tujuan, batasan masalah, dan sistematika penulisan laporan.

BAB II         TEORI DASAR

               Pada bab ini membahas tentang teori-teori yang menjadi acuan dalam

               pembuatan analisa dan pemecahan dari permasalahan yang dibahas,

               sehingga memudahkan penulis dalam menyelesaikan masalah.

BAB III        DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM

               Pada bab ini menjelaskan mengenai tahapan-tahapan yang dilalui

               dalam penyelesaian tugas akhir ini, mulai dari perancangan tahapan

               perancangan, perancangan blok diagram sistem (desain umum

               sistem), perancangan Use Case Diagram, Perancangan Activity
              Diagram, perancangan Sequence Diagram, dan perancangan Class

              Diagram.

BAB IV        IMPLEMENTASI DAN EVALUASI

              Implementasi dan Evaluasi berisi kebutuhan peralatan, cara instalasi

              program, cara pemakaian program yang dijelaskan dalam gambar dan

              penjelasan proses aplikasi yang terjadi pada system.

BAB V         KESIMPULAN DAN SARAN

              Berisi tentang kesimpulan yang diambil dari pembahasan program

              aplikasi sistem informasi ini dan saran untuk pengembangan program

              aplikasi ini.

         Selain terdiri dari 5 bab yang telah disebutkan di atas, masih ditambah lagi

dengan daftar pustaka dan lampiran yang berisi program aplikasi dari sistem ini.
                                         BAB II

                                  LANDASAN TEORI



   Pada bab ini akan mengemukakan beberapa teori yang berkaitan dengan masalah

yang akan membahas didalam penulisan Skripsi ini,teori-teori ini yang akan

dikemukakan merupakan dasar-dasar penulis untuk mengemukakan masalah yang

sedang .Adapun teori-teori tersebut antara lain

2.1 Sistem Informasi Geografis

       Geografi adalah informasi mengenai permukaan bumi dan semua objek yang

   berada diatasnya, yang menjadi kerangka bagi pengaturan dan pengorganisasian

   bagi semua tindakan selanjutnya. Menurut Richthhofen, Geographic adalah ilmu

   yang mempelajari permukaan bumi sesuai dengan referensi, atau studi mengenai

   area-area yang berbeda di permukaan bumi

       SIG merupakan teknologi untuk mengelola, menganalisa dan menyebarkan

   informsi geografis. Sistem Informasi Geografi yang selanjutnya disebut dengan

   SIG, pertama kali dikenal pada awal tahun 1980 dan mulai berkembang pesat

   sekitar tahun 1990, seiring dengan perkembangan perangkat komputer, baik

   perangkat lunak (software) maupun perangkat keras (hardware). Pengertian

   Sistem Informasi Geografis atau lebih dikenal dengan istilah Geographical

   Information System jika ditinjau dari asal suku katanya dapat diuraikan sebagai

   berikut:




                                            9
1. Geography

   Istilah ini digunakan karena SIG dibangun berdasarkan pada keadaan

geografis atau spasial. Obyek ini mengarah pada spesifikasi lokasi dalam

suatu daerah. Obyek dapat berupa fisik, budaya, ekonomi, dan alamiah.

Penampakan tersebut ditampilkan pada suatu peta untuk memberikan

gambaran yang representatif dari spasial suatu obyek sesuai dengan kenyataan

di bumi. Simbol, warna dan garis digunakan untuk mewakili setiap spasial

yang berada pada peta dua dimensi. Saat ini teknologi komputer telah mampu

membantu proses pemetaan mulai pengembangan dari pembuatan peta

Aoutomated Cartography dan Computer Aided Design (CAD).

2. Information

   Informasi merupakan hasil pengolahan dari sejumlah data. Dalam SIG

informasi memiliki volume terbesar. Setiap obyek geografi memiliki

pengaturan data tersendiri karena tidak sepenuhnya data yang ada dapat

terwakili dalam peta. Jadi, semua data harus diasosiasikan dengan obyek

spasial yang dapat membuat peta menjadi lebih informatif. Ketika data

tersebut diasosiasikan dengan permukaan geografi yang representatif, data

tersebut mampu memberikan informasi dengan hanya mengklik obyek. Dalam

SIG semua informasi adalah data, tetapi tidak semua data adalah informasi.

3. System

   Pengertian system adalah kumpulan elemen-elemen              yang   saling

berintegrasi dan berinterdependensi dalam lingkungan yang dinamis untuk
   mencapai tujuan tertentu. Istilah ini digunakan untuk mewakili pendekatan

   sistem yang digunakan dalam SIG, dengan lingkungan yang kompleks dan

   komponen yang terpisah-pisah, sistem digunakan untuk mempermudah

   pemahaman dan penanganan yang terintegrasi. Teknologi komputer sangat

   dibutuhkan dalam pendekatan ini, jadi hampir semua sistem informasi

   berdasarkan pada komputer.

   Definisi SIG selalu berkembang, bertambah dan bervariasi. Hal ini telihat dari

banyaknya definisi SIG yang telah beredar. Selain itu, SIG juga merupakan suatu

kajian ilmu dan teknologi yang relatif baru, digunakan oleh berbagai bidang

disiplin ilmu, dan berkembang dengan cepat.




                          Gambar 2.1 Komponen SIG
               (Sumber: John E. Harmon, Steven J. Anderson, 2003)

   Orang yang menjalankan sistem meliputi mengoperasikan, mengembangkan

   bahkan memperoleh manfaat dari sistem. Kategori orang yang menjadi bagian

   dari SIG ini ada beragam, misalnya operator, analis, programmer, database

   administrator bahkan stakeholder.
Aplikasi merupakan kumpulan dari prosedur-prosedur yang digunakan untuk

mengolah             data        menjadi          informasi.          Misalnya

penjumlahan,klasifikasi,rotasi,koreksi geometri, query, overlay, buffer, join

table dan sebagainya.

Data yang digunakan dalam SIG dapat berupa data grafis dan data atribut.

Data grafis spasial ini merupakan data yang merupakan representasi fenomena

permukaan bumi yang memiliki referensi (koodinat) lazim berupa peta, foto

udara, citra satelit dan sebagainya atau hasil dari interpretasi data-data

tersebut. Sedangkan data atribut misalnya data sensus penduduk, catatan

survei, data statistik lainnya. Kumpulan data-data dalam jumlah besar dapat

disusun menjadi sebuah basisdata.Jadi dalam SIG juga dikenal adanya

basisdata yang lazim disebut sebagai basisdata spasial (spatial database).

Perangkat lunak SIG adalah program komputer yang dibuat khusus dan

memiliki kemampuan pengelolaan, penyimpanan, pemrosesan, analisis dan

penayangan data spasial. Ada pun merk perangkat lunak ini cukup beragam,

misalnya Arc/Info, ArcView, ArcGIS, Map Info, TNT Mips (MacOS,

Windows, Unix, Linux tersedia), GRASS, bahkan ada Knoppix GIS dan

masih banyak lagi.

Perangkat keras ini berupa seperangkat komputer yang dapat mendukung

pengoperasian perangkat lunak yang dipergunakan. Dalam perangkat keras ini

juga termasuk didalamnya scanner, digitizer, GPS, printer dan plotter.
   Secara harafiah, SIG dapat diartikan sebagai suatu komponen yang terdiri dari

perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang

bekerja bersama secara efektif untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki,

memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan

menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis. (Puntadewo A+,

2003)

        Dengan kata lain Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah system

informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial

(bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem

komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola

dan menampilkan informasi bereferensi geografis, misalnya data yang

diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah basis data termasuk juga orang

yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem

ini. (Sembiring,2007)

        SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut:

        1. Data Input: Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan dan

           mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber.

           Subsistem ini pula yang bertanggung jawab dalam mengkonversi atau

           mentransformasikan format-format data aslinya kedalam format yang

           dapat digunakan oleh SIG.
       2. Data Output: subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran

          seluruh atau sebagian basisdata baik dalam bentuk softcopy maupun

          bentuk hardcopy seperti: tabel, grafik, peta, dan lain-lain.

       3. Data Management: subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial

          maupun data atribut kedalam sebuah basisdata sedemikian rupa

          sehingga mudah dipanggil, di-update, dan di-edit.

       4. Analisis dan manipulasi data: subsistem ini menentukan informasi-

          informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini

          juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan

          informasi yang diharapkan.




                         Gambar 2.2 Subsistem SIG
                            (Sumber: Prahasta,2005)

   Cara kerja SIG adalah dengan mempresentasikan real world (dunia nyata)

diatas monitor komputer sebagaimana lembaran peta dapat mempresentasikan

dunia nyata diatas kertas. Tetapi SIG memiliki kekuatan dan fleksibilitas lebih
   daripada lembaran Peta kertas. Peta merupakan representasi grafis dari dunia

   nyata, obyek-obyek yang dipresentasikan diatas peta disebut unsur peta atau map

   features (contoh: sungai, taman, kebun, jalan, dan lain-lain). Karena peta

   mengorganisasikan unsur-unsur berdasarkan lokasi-lokasinya, maka peta sangat

   baik dalam memperlihatkan hubungan atau relasi yang dimiliki oleh unsur-

   unsurnya.

2.2 Pengertian Pariwisata

       Kata "Pariwisata" sesungguhnya baru populer di Indonesia setelah diselenggarakan

   Musyawarah Nasional Tourisme ke II di Tretes,Jawa Timur (12 s/d 14 Juni 1458) Pariwisata

   adalah suatu fenomena yang ditimbulkan oleh bentuk kegiatan manusia, yaitu kegiatan melakukan

   perjalanan(travel)(Kodhyat,    1996).PARI       berarti    banyak,berkali-kali,berputar-putar,

   lengkap.WISATA berarti perjalanan, bepergian.

       Pariwisata bisa diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali atau

   berputar-putar dari suatu tempat ketempat lain yang dalam bahasa Inggris disebut

   dengan kata"tour", sedang untuk pengertian jamak "kepariwisataan" dapat

   digunakan kata "tourisme" atau "tourism", lebih lanjut batasan pariwisata menurut

   ketetapan MPRS No I-II tahun 1960, sebagai berikut :

       "Kepariwisataan dalam dunia modern pada hakekatnya adalah suatu cara

       memenuhi kebutuhan manusia dalam memberi hiburan rohani dan jasmani

       setelah beberapa waktu bekerja serta mempunyai modal untuk melihat-lihat

       daerah lain (pariwisata dalam negeri) atau negara-negara lain (pariwisata luar

       negeri)".
Untuk perbandingan lebih lanjut, batasan pariwisata diberikan oleh beberapa

orang ahli, diantaranya :

     - Seorang ahli ekonomi bangsa Austria tahun 1910 yaitu Hermann V.

       Schulalard, sebagai berikut :

           "Tourism is The sum of operations, mainly of an economic nature,

           which directly related to the entry, stay and mavemant of foreigner

           inside certain cauntry, city or region".

     - E. Guyer Freuler, merumuskan pengertian pariwisata dengan memberi

       batasan sebagai berikut :

             "Pariwisata dalam pengertian modern adalah merupakan penomena

           dari jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesahatan

           dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuhkan (cinta)

           terhadap keindahan alam dan pada khususnya disebabkan oleh

           bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas masyarakat

           manusia sebagai hasil dari pada perkembangan perniagaan, industri,

           perdagangan      serta      penyempurnaan     dari    pada     alat-alat

           pengangkutan".

     - Prof. K. Kraft (1942) mengemukakan batasan yang lebih bersifat tekhnis

       sebagai berikut :

           "Tourism is the totally of the relation shif and phenomena arising from

           the travel and stay of strangers (ortsfremde), provide the stay does not

           imply the esta blishment of a permanent resident".
      maksudanya kepariwisataan adalah keseluruhan dari pada gejala-gejala

      yang ditimbulkan oleh perjalanan dan pendiaman orang-orang asing serta

      penyediaan tempat tinggal sementara, asalkan pendiaman itu tidak tinggal

      menetap dan tidak memperoleh penghasilan dari aktifitas yang bersifat

      sementara itu.

2.2.1 Pariwisata Dalam Islam

            Keberhasilan manusia dalam mencapai kemajuan di bidang ilmu,

     teknologi, komunikasi, dan transportasi, telah memberi kemudahan dalam

     melakukan perjalanan wisata. Dengan melihat pada sejarah, kita akan

     melihat bahwa kebiasaan melakukan perjalanan wisata memiliki peran yang

     besar pada masa puncak kegemilangan peradaban Islam, yaitu abad 2

     hingga 7 Hijriah. Pada zaman itu, kaum muslimin gemar melakukan

     perjalanan jauh ke berbagai penjuru dunia dan mereka kemudian kembali ke

     negaranya   dengan    membawa    ilmu,   teknologi,   dan   barang-barang

     dagang(www.periastawan.com).

            Wisatawan muslim sejak awal abad ke-2 Hijriah atau abad ke-8

     Masehi dalam melakukan perjalanannya, memiliki motivasi keilmuan dan

     penyebaran ajaran Islam. Mereka dalam perjalanan itu juga mengadakan

     penelitian terhadap   berbagai masalah    sosial dan    alam,   kemudian

     menuliskan hasil penelitian itu dalam berbagai buku. Jika kita membaca

     buku-buku catatan perjalanan yang ditinggalkan para musafir muslim pada

     zaman itu, kita akan mnemukan bahwa para wisatawan muslim itu lebih
sedikit memperhatikan masalah geografi alam dan lebih banyak menuliskan

pengalaman-pengalamannya di bidang sosial, politik, dan agama.

       Pada masa-masa setelah abad ke-8 Mesehi, barulah penelitian di

bidang geografi memulai tahap awalnya. Hasil penelitian para wisatawan

muslim yang tercatat dalam buku catatan perjalanan mereka itu sangatlah

bernilai tinggi dan bermanfaat bagi dunia ilmu.Melakukan perjalanan wisata

adalah langkah awal kaum muslimin dalam usaha mencari ilmu dan

pengetahuan di abad pertengahan. Selain itu, komunitas ilmu dan budaya di

berbagai wilayah Islam tumbuh subur sehingga banyak cendekiawan yang

melakukan perjalanan jauh ke berbagai penjuru dunia untuk mendatangi

pusat-pusat ilmu dan budaya itu dan belajar langsung dari ulama-ulama

terkenal pada zaman itu.

       Perjalanan yang dilakukan kaum muslimin di zaman lampau, selain

untuk menyebarkan Islam dan mencari ilmu pengetahuan, juga ditujukan

untuk berdagang. Pedagang-pedagang Islam pada abad pertengahan dikenal

sebagai pedagang-pedagang yang tangguh dalam melakukan perjalanan

yang panjang dan melelahkan. Mereka melayari lautan dari Timur Tengah

hingga ke Lautan Cina, Samudera Atlantik, Lautan Mediterania, dan

Samudera Hindia.

       Tujuan seruan Islam untuk melakukan perjalanan pariwisata lebih

luas dari tujuan-tujuan yang dewasa ini diungkapkan dalam masalah

pariwisata. Hijrah, haji, perdagangan, dan mencari ilmu pengetahuan
merupakan di antara faktor-faktor yang dijadikan alasan Islam untuk

mendorong               umatnya             melakukan              perjalanan.

Hijrah merupakan perjalanan ibadah dan politis dalam Islam. Hijrah bisa

berupa perjalanan dari satu kota ke kota lain, atau dari negara ke negara lain,

atau dari dirinya sendiri untuk menuju Tuhan (www.persiawisata.com).

       Hijrah biasanya memiliki dua tujuan, yaitu menyebarkan agama

Islam atau keluar dari wilayah kekuasaan sebuah pemerintahan yang kejam.

Islam dengan konsep hijrahnya menyerukan kaum muslimin agar ketika

kondisi hidupnya tidak memberi kesempatan baginya untuk berkembang

dan maju, mereka harus berhijrah ke negeri lain dan membebaskan dirinya

dari tekanan pemerintahan yang kejam(Imam Al-Ghazali, 2003).

       Demikian pula, haji dan ziarah merupakan bentuk perjalanan wisata

dalam Islam yang penuh nilai-nilai maknawi. Kaum muslimin pada waktu-

waktu yang telah ditentukan melakukan perjalanan meninggalkan tanah air

mereka untuk menuju kota Mekah. Di kota suci Mekah, kaum muslimin dari

berbagai penjuru dunia bertemu dan terjadilah komunikasi dan pengenalan

terhadap berbagai budaya kaum muslimin di dunia.

       Sementara     itu,   perjalanan   wisata   ziarah,   dilakukan    untuk

mengunjungi berbagai tempat suci di dunia, seperti makam suci Imam

Husain a.s. di kota Karbala, Irak, atau makam suci Imam Ridha a.s. di kota

Masyhad, Iran. Dalam perjalanan haji, kaum muslimin pun dianjurkan untuk

berziarah ke makan Rasulullah dan keluarga suci beliau (Imam Al-Ghazali,
2003). Wisata ziarah akan memberikan pengaruh besar dalam jiwa manusia.

Manusia akan terkenang pada kehidupan Rasullah SAW dan keluarga suci

beliau. Dengan cara ini, mereka akan terdorong untuk meneladani

kehidupan para manusia suci itu dan selalu berusaha untuk mencapai tingkat

manusia yang sempurna atau insan kamil.

       Hal paling utama yang harus diperhatikan oleh para wisatawan

muslim adalah ketawakalan kepada Allah dan berharap pada kemuliaan dan

kasih sayang-Nya. Makna kata tawakal adalah mempercayai pihak lain dan

menjadikan pihak lain itu sebagai sandaran. Atas dasar ini, seseorang yang

mempercayai Tuhan, akan menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan

berpandangan bahwa orang yang memiliki harapan selain kepada Tuhan

akan menemui kesengsaraan. Di saat melakukan perjalanan dan jauh dari

tanah air serta sanak saudara, sikap tawakal kepada Tuhan akan memberikan

ketenangan bagi jiwa manusia dan kesulitan selama perjalanan pun akan

terasa lebih ringan.

       Harus diperhatikan pula bahwa tawakal kepada Tuhan tidaklah

bermakna mengabaikan berbagai fasilitas material dan cara-cara yang alami,

namun menunjukkan iman dan ciri dari hamba yang beriman, yang selain

menggunakan fasilitas material dalam mencapai tujuannya, juga meminta

pertolongan dari Tuhan. Hal ini pula yang harus dilakukan dalam

melakukan perjalanan wisata. Selain dengan mengusahakan berbagai cara

alami, seperti memilih jalur-jalur perjalanan yang aman, menggunakan alat-
alat pengaman selama perjalanan, dan sebagainya, seorang muslim juga

harus berdoa dan bertawakal kepada Allah agar selalu memberi

perlindungan(www.wisatamelayu.com). Dalam Al-Quran Surah Hud ayat

41 Allah berfirman:


             ×ΛÏm§‘ Ö‘θà tós9 ’În1u‘ ¨βÎ) 4 !$yγ8y™öãΒuρ $yγ11øgxΧ «!$# ÉΟó¡Î0 $pκŽÏù (#θç7Ÿ2ö‘$# tΑ$s%uρ



      Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut
      nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku
      benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Pada ayat ini diterangkan bahwa Nuh a.s. menyuruh orang yang beriman

kepadanya supaya naik ke dalam bahtera itu dengan menyebut nama Allah

di waktu berlayar dan berlabuh, sebab segala kekuasaan ada di tangan-Nya

Yang dapat berbuat sekehendak-Nya, mengatur sunah-Nya sesuai dengan

ibadah-Nya sedang keselamatan mereka di saat yang sangat penting itu

hanya berada di bawah kekuasaan-Nya di dalam pengayoman dan

lindungan-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

 :‫ِ ا َ َ ُق إذا ر ِ ُ ا ا َ َ أن َ ُ ُ ا‬
                         َ َ                      ِ َ ُ ‫َلر ُ لﷲ َ َ َ ﷲ ََ ِو َّ :أ َ ن‬
                                                                  َ              َ َ َ
              ِ ‫$! ا إ َ ُ َ َ َ ُ ر ر‬yγ8y™öãΒuρ $yγ11øgxΧ «!$# ÉΟó¡Î0 ÉΟŠÏm§9$# Ç≈uΗ÷q§9$# «!$# ÉΟó¡Î0
                َ ُ
Artinya:     Berkata Rasulullah saw.: "Umatku akan selamat (tidak tenggelam)
apabila      mereka        menaiki         bahtera         supaya         membaca           "bismillahil
malikirrahmanirrahim, bismillahi majreha wa mursaha innahu lagafururrahim".
(HR. At Tabrani)
    Pada ayat ini diterangkan bahwa Nuh a.s. menyatakan: "Sesungguhnya

    Tuhanku adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ucapan ini

    selain mengandung syukur, menunjukkan bahwa ia beserta pengikut-

    pengikutnya yang beriman dapat lepas dari bahaya topan itu adalah berkat

    rahmat karunia Allah yang sangat luas yang tidak membinasakan hamba-

    Nya hanya lantaran dosa-dosanya kecuali dosa kekafiran.(Kitab Qubasun

    Min Nuri Muhammad SAW,1991)

2.2.2 Manfaat Pariwisata Dalam Islam

           Seruan untuk melakukan perjalanan atau yang diistilahkan dengan

    safar, merupakan salah satu ajaran budaya Islam. Dalam kitab-kitab kaum

    muslimin seperti Al-Quran serta hadis, kita akan mendapati bahwa banyak

    faedah, tujuan-tujuan dan manfaat dalam perjalanan pariwisata adalah

    sebagai berikut:

           •   Mengenal Tuhan

               Tujuan Islam dalam menggalakkan pariwisata, yang merupakan

               tujuan paling utama, adalah untuk mengenal Tuhan. Dalam

               berbagai ayat Al-Quran, Allah swt menyeru manusia untuk

               melakukan perjalanan di atas bumi dan memikirkan berbagai

               fenomena dan penciptaan alam. Dalam Surat Ankabut ayat 20,

               Allah berfirman:
         ª!$# ¢ΟèO 4 t,ù=y⇐ø9$# r&y‰t/ y#ø‹Ÿ2 (#ρãÝàΡ$$sù ÇÚö‘F{$# †Îû (#ρ玍ř ö≅è%

                   ֍ƒÏ‰s% &óx« Èe≅à2 4’n?tã ©!$# ¨βÎ) 4 nοtÅzFψ$# nοr'ô±¨Ψ9$# à⋅Å´Ψãƒ
    “Katakanlah, berjalanlah di muka bumi maka perhatikanlah
    bagaimana Allah menciptakan manusia dari permulaannya,
    kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah
    Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
    Dalam perjalanan pariwisata yang bertujuan untuk bersenang-
    senang,     manusia       akan      menemukan            kesempatan          untuk
    melepaskan diri dari segala kehidupan yang monoton dan
    melelahkan. Lebih jauh dari itu, bila kita memiliki tujuan yang
    maknawi, yaitu untuk mengenal berbagai ciptaan Tuhan,
    perjalanan wisata itu juga akan menambah keimanan kepada
    Allah. Perjalanan wisata seperti ini bisa disebut sebagai wisata
    maknawi, yang akan menerangi hati, membuka mata dan
    melepaskan jiwa dari kerendahan dan kehinaan. Sebagaimana
    yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW: "Semoga Allah
    membekali kamu dengan takwa, mengarahkan kamu kepada
    segala kebaikan, melaksanakan bagimu segala kebutuhan dan
    keperluanmu,        menyelamatkan              agama         dan        duniamu,
    mengembalikan kamu pulang dengan selamat dan memperoleh
    keberuntungan". (HR. Ibnu Babawih)
•   Berbisnis

    Tujuan lain pariwisata yang dianjurkan oleh Islam adalah untuk

    berniaga atau berbisnis. Dewasa ini perdagangan juga menjadi

    salah satu tujuan terpenting dari pariwisata. Dalam Islam,

    mencari penghasilan melalui usaha yang benar dan halal
    merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan. Berbagai ayat

    dan riwayat    Islam menunjukkan pujian kepada            usaha

    perkonomian yang sehat, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya.

    Rasullah SAW bersabda:

    “Hendaklah kamu berdagang, karena di dalamnya terdapat 90

    % pintu rezeki”(HR.Ahmad).

    Pemberian motivasi seperti ini telah membuat kaum muslimin

    melakukan    perjalanan   ke   berbagai penjuru   dunia   untuk

    berdagang mencari penghasilan. Yang menarik dari fenomena ini

    adalah bahwa melalui kegiatan perjalanan dagang ini pula Islam

    tersebar ke berbagai penjuru dunia.

•   Menambah Wawasan

    Faktor ilmu dan wawasan juga merupakan faktor penting yang

    membuat pariwisata berkembang dalam budaya Islam. Sejak

    masa munculnya Islam, agama mulia ini telah memotivasi

    umatnya untuk menuntut ilmu.

    Rasulullah SAW bersabda:

    “menuntut ilmu wajib atas tiap muslim (baik muslimin maupun

    muslimah).(HR. Ibnu Majah)
    Salah satu sebab penting dari tumbuh dan berkembangnya

    peradaban Islam adalah perjalanan pariwisata yang bertujuan

    untuk menuntut ilmu pengetahuan.

    Dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 137, Allah berfirman;


    tβ%x. y#ø‹x. (#ρãÝàΡ$$sù ÇÚö‘F{$# ’Îû (#ρ玍šsù ×sß™ öΝä3Î=ö6s% ÏΒ ôMn=yz ô‰s%

                                                                 tÎ/Éj‹s3ßϑø9$# èπt6É)≈tã
    “Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunanh-sunnah
    Allah karena itu berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah
    bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan Rasulullah.”
    Allamah      Thabathabai        dalam      tafsirnya     terhadap        ayat      ini

    menyatakan, “Perintah untuk melakukan perjalanan pariwisata

    dan menyaksikan peninggalan kaum-kaum terdahulu adalah

    untuk mengambil pelajaran dari peninggalan tersebut. Istana-

    istana yang tinggi, harta-harta yang terpendam, ranjang-ranjang

    tidur yang indah, beserta segala pernik-perniknya yang pada

    zaman dahulu merupakan sumber kebanggaan bagi manusia, kini

    telah lenyap dan tidak bernilai. Semua ini dimaksudkan Allah

    agar dapat dijadikan pelajaran oleh umat-umat berikutnya.”

•   Mengenal Budaya Lain

    Berwisata dan bertamasya, selain sebagai cara untuk melewatkan

    waktu luang, juga merupakan alat untuk mengenal kebudayaan

    bangsa lain dan melihat berbagai peninggalan sejarah. Berwisata
    akan memberikan pengalaman yang mahal bagi manusia.

    Berbagai pengalaman dan pengajaran yang didapatkan oleh

    seorang manusia setelah melakukan perjalanan jauh dari tanah

    kelahirannya     akan    menjadi    modal    untuk      menjalani

    kehidupannya,     membuka     cakrawala     pemikirannya,     dan

    mengenalkannya pada hikmah dan kebijaksanaan.

•   Bersenang-Senang

    Tujuan lain dari dorongan Islam terhadap umatnya untuk

    melakukan perjalanan wisata,       adalah untuk      mendapatkan

    kesempatan      bersenang-senang   dengan   cara   yang     sehat.

    Menyaksikan berbagai ciptaan Tuhan yang indah, seperti

    gunung-gunung yang menjulang tinggi, sungai-sungai yang

    mengalir deras, mata-mata air yang jernih, atau hutan-hutan yang

    hijau dan lautan yang penuh ombak, akan menimbulkan rasa

    senang dan kesegaran dalam jiwa manusia.

    Selain itu, menemui kerabat dan sanak-saudara dengan tujuan

    untuk menjalin dan mempererat silaturahmi, merupakan tujuan

    lain dari pariwisata yang dianjurkan oleh Islam. Dalam riwayat

    Islam disebutkan bahwa silaturahmi akan memberikan kebaikan,

    membuka luas rezeki, membersihkan jiwa, memperpanjang hari,

    dan memperlambat kematian. Rasulullah SAW bersabda:
                    “barang siapa yang di lapangkan rezekinya dan di panjangkan
                   umurnya, maka sambunglah silahtuhrahmi.”(HR.Abu Dawud)
               Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan

       perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan

       rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. Definisi yang

       lebih lengkap, turisme adalah Industri jasa. Mereka menangani jasa mulai

       dari Transportasi, Jasa keramahan, Tempat tinggal, Makanan-minuman, dan

       jasa bersangkutan lainnya seperti Bank, Asuransi, Keamanan, dll. Dan juga

       menawarkan tempat istrihat, budaya, pelarian, petualangan, dan pengalaman

       baru dan berbeda lainnya. Banyak negara, bergantung banyak dari industri

       pariwisata ini sebagai sumber pajak dan pendapatan untuk perusahaan yang

       menjual jasa kepada wisatawan. Oleh karena itu pengembangan industri

       pariwisata ini adalah salah satu strategi yang dipakai oleh Organisasi Non-

       Pemerintah untuk mempromosikan wilayah tertentu sebagai daerah wisata

       untuk meningkatkan perdagangan melalui penjualan barang dan jasa kepada

       orang non-lokal.

2.3 ArcView

      Arcview merupakan salah satu perangkat lunak desktop Sistem Informasi

   Geografis dan pemetaan yang telah dikembangkan oleh ESRI (Environmental

   System Research Institute, Inc).ArcView memiliki kemampuan-kemampuan untuk

   melakukan visualisasi, menjelajahi, menjawab query (baik basisdata spasial

   maupun non spasial), menganalisis data secara geografis, dan sebagainya.
   Secara umum kemampuan-kemampuan perangkat SIG ArcView dapat

dijabarkan sebagai berikut:

 1. Pertukaran data: membaca dan menuliskan data dari dan kedalam format

     perangkat lunak SIG lainnya,

     a.   ArcView dapat membaca data spasial raster yang dituliskan dalam

          format-format perangkat lunak SIG dan penginderaan jauh; misalnya:

          JPEG, BMP, TIFF, GeoTIFF, BSQ, BIL, BIP, ERDAS, (LAN & GIS),

          ERDAS Imagine, GRID ArcInfo (data grid-cell), raster SUN, dan

          sebagainya.


     b.   ArcView dapat membaca data spasial vector yang dituliskan dalam

          format-format perangkat lunak SIG lainnya (import); misalnya ArcInfo

          (coverage), MapInfo (MIF), AutoCad (DWG dan DXF), dan

          sebagainya.

      c. ArcView dapat menuliskan basisdata spasial vektornya (coverage dan

          shape files) baik ke dalam format shapes file sendiri maupun kedalam

          perangkat lunak SIG lainnya, misalnya MapInfo.

 2. Melakukan analisa statistik dan operasi-operasi matematis.

 3. Menampilkan informasi (basisdata) spasial maupun atribut.

     a. ArcView dapat menampilkan informasi (basisdata dengan format sendiri)

          baik yang terdapat pada sistem komputer yang bersangkutan maupun

          yang tersebar di jaringan komputer (network).
   b. ArcView dapat mengakses dan menampilkan basisdata eksternal.

   c. Menampilkan informasi atau data dalam bentuk view (tampilan untuk

       dilayar monitor), layout (tata letak format siap cetak), table (tabel data),

       chart (grafik).

4. Menjawab query spasial maupun atribut.

   a. Menghubungkan informasi spasial dengan atribut-atributnya yang

     terdapat (disimpan) didalam basis data atribut:

     (1) memilih fitur (entitas) spasial, muncul informasi spasialnya,

     (2) memilih data atribut dari basisdata atribut, muncul representasi spasial

     dari fitur yang dipilih,

     (3) memilih data atribut, muncul data atribut-atribut lainnya yang terdapat

     didalam basisdata atribut,

     (4) memilih suatu fitur spasial, muncul fitur spasial lainnya yang terkait.

   b.Menggunakan SQL sebagai standard untuk melakukan query terhadap

     basisdatanya.

5. Melakukan fungsi-fungsi dasar SIG yaitu menyediakan alat bantu analisis

   spasial sederhana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:

   (1) berapa jumlah sumur bor yang terdapat disuatu area pertambangan?

   (2) berapa jumlah rumah yang terdapat di dalam buffer (area) 50 meter dari

   pinggir sungai.

6. Membuat peta tematik.
     a. Menyediakan pustaka simbol dan warna (fiturs) untuk pembuatan peta

          tematik.

     b. Menggunakan pustaka simbol dan warna untuk mempresentasikan

          fiturnya    berdasarkan atribut-atributnya (membuat peta-peta tematik

          turunan).

7.        Memodifikasi aplikasi dengan menggunakan bahasa skrip.Menyediakan

     bahasa pemrograman sederhana atau skrip (avenue) untuk mengotomasikan

     pengoperasian rutin dan meng-customize apliksi-aplikasi SIG yang

     dikembangkan dengan perangkat lunak ArcView.

8.        Melakukan fungsi-fungsi SIG khusus lainnya (dengan menggunakan

     extension yang ditujukan untuk mendukung penggunaan perangkat lunak

     SIG ArcView). Adapun ekstensi-ekstensi SIG yang terdapat di ArView

     adalah berikut diantaranya:

     a.      Network Analyst: modul perangkat lunak yang diguakan untuk

           melakukan       analisis-analisis yang berhubungan dengan jaringan

           (Routing).

     b Internet Map Server (IMS): modul perangkat lunak yang digunakan

           untuk      mempublikasikan peta (basisdata dijital) ke jaringan internet

           (web-based GIS) hingga dapat diakses dengan menggunakan program

           browser.
     c. 3D Analyst: modul perangkat lunak yang digunakan untuk membuat,

          menganalisa, dan menampilkan data spasial tiga dimensi (permukaan

          dijital).

     d.    Tracking Analyst: modul perangkat lunak yang digunakan untuk

          perekaman,     tampilan, dan pemantauan data – baik secara langsung

          (realtime) maupun tidak langsung (playback atau replay) yang memiliki

          kecenderungan perubahan posisi geografis dari waktu ke waktu.

     e.    Image Analyst: modul perangkat lunak yang dipergunakan untuk

          melakukan analisis-analisis yang berhubungan dengan citra dijital

          (penginderaan jauh).

   ArcView secara default membaca, menggunakan, dan mengolah data spasial

dengan format yang disebut sebagai shapefile. Format yang dikembangkan dan

dipublikasikan oleh ESRI ini digunakan untuk menyimpan informasi-informasi

atribut dan geometri non-topologi fitur spasial di dalam sebuah kumpulan data.

Geometri fitur ini disimpan sebagai shape yang terdiri dari sekumpulan

koordinat-koordinat vektor. Shapefile dapat mendukung representasi bebagai fitur

baik titik (point), garis (line), maupun polygon (area). Setiap fitur polygon

direpresentasikan sebagai loop tertutup. Data atribut disimpan dalam format

perangkat lunak DBMS Dbase. Setiap record, memiliki relasi one to one terhadap

fitur data spasial yang bersangkutan.

   Shapefile ESRI terdiri dari beberapa file: file utama, file indeks, dan sebuah

tabel Dbase. File utama merupakan direct-access, file dengan panjang record
yang bervariasi dimana setiap record-nya mendeskripsikan sebuah shape (fitur)

dengan sebuah list (daftar) verteks-verteksnya. Pada file indeks, setiap record

mengandung offset record file utama yang bersesuaian dari awal ke file utama.

Tabel Dbase berisi atribut-atribut fitur, satu record per fitur. Relasi one to one

antara fitur (geometri) dengan atributnya didasarkan pada nomor record-nya.

Record atribut, urutannya, harus sama sebagaimana di dalam file utama.

   Sesuai dengan konvensi penamaannya, file utama, file indeks, dan file Dbase

memiliki nama depan (suffix) yang sama, tetapi nama-nama belakangnya (suffix

atau extension) berbeda. Nama-nama belakangnya berturut-turut adalah “SHP”

(file utama), “SHX” (file indeks), dan “DBF” (file table atribut).

   Shapefile ESRI dapat dibuat atau dihasilkan dengan menggunakan empat

metode/cara sebagai berikut:

   a. Eksport: format data spasial ini dapat dihasilkan dari proses eksport

        perangkat lunak SIG lainnya, misalnya dengan menggunakan ArcInfo,

        SDE13, MapInfo.

   b.   Dijitasi: shapefile dapat secara lansung dibuat melalui proses dijitasi.

   c.   Semi pemrograman: shapefile dapat dapat secara langsung dibuat, dibaca,

        atau dituliskan dengan menggunakan salah satu bahasa (semi)

        pemrograman skrip/makro yang dimiliki oleh beberapa perangkat SIG.

        serumpun (misalnya Aveneu-nya ArcView, MapObjects, ARC Macro

        Language/AML ArcInfo, Simple macro Language/SML PC ArcInfo).
      d.   Bahasa   pemprograman:     dengan    memahami     spesifikasi   teknisnya,

           shapefile dapat secara langsung dibuat, dibaca, atau dituliskan dengan

           menggunakan salah satu bahasa pemrogrman yang ada (misalnya C/C++,

           pascal/Delphi, Basic).

      Keuntungan-keuntungan jika bekerja dengan menggunakan data spasial

   shapefile ArcView adalah sebagai berikut:

      a. Proses pengambilan (draw) atau penggambaran kembali (redraw) dari fitur

           petanya dapat dilakukan dengan relatif cepat, setidaknya lebih cepat dari

           proses penggambaran coverage milik ArcInfo


      b.   Informasi atribut dan geometrinya dapat di atur

      c.   Dapat dirubah ke dalam format-format data spasial lainnya

      d.   Memungkinkan untuk proses on-screen digitizing.

                                                             (Prahasta, Eddy. 2007)


2.4 Web Sistem Informasi Geografis

      Sistem Informasi Geografis merupakan sistem yang dirancang untuk bekerja

   dengan data yang tereferensi secara spasial atau koordinat-koordinat geografi.

   GIS memiliki kemampuan untuk melakukan pengolahan data dan melakukan

   operasi-operasi tertentu dengan menampilkan dan menganalisa data. Aplikasi GIS

   saat ini tumbuh tidak hanya secara jumlah aplikasi namun juga bertambah dari

   jenis keragaman aplikasinya. Pengembangan aplikasi GIS kedepannya mengarah

   kepada aplikasi berbasis Web yang dikenal dengan Web GIS. Hal ini disebabkan
karena pengembangan aplikasi di lingkungan jaringan telah menunjukan potensi

yang besar dalam kaitannya dengan geo informasi. Sebagai contoh adalah adanya

peta online sebuah kota dimana pengguna dapat dengan mudah mencari lokasi

yang diinginkan secara online melalui jaringan intranet tanpa mengenal batas

geografi penggunanya. Secara umum Sistem Informasi Geografis dikembangkan

berdasarkan pada prinsip input/masukan data, manajemen, analisis dan

representasi data. Di lingkungan web prinsip-prinsip tersebut di gambarkan dan di

implementasikan seperti pada tabel berikut :

                    Gis prinsip                   Pengembang Web

       Data input                        Client

       Manejemen Data                    DBMS dengan komponen spasial

       Analisis Data                     GIS Libarary di server

       Representasi Data                 Client Sever

                       Tabel 2.1 Prinsip-prinsip pengembangan SIG

   Untuk dapat melakukan komunikasi dengan komponen yang berbeda di

lingkungan web maka dibutuhkan sebuah web server.karena standar dari

geografis data berbeda-beda dan sangat spesifik maka pengembangan arsituktur

sistem mengikuti arsitektur ’Client Server’
                          Gambar 2.3 Arsitektur Web GIS
                    (Sumber: Denny Charter, Ilmu Komputer.com)

   Gambar diatas menunjukkan arsitektur minimum sebuah sistem web-based

GIS. Aplikasi berada disisi client yang berkomunikasi dengan Server sebagai

penyedia data melalui web Protokol seperti HTTP (Hyper Text Transfer

Protocol). Aplikasi seperti ini bisa dikembangkan dengan web browser (Mozzila

Firefox, Opera, Internet Explorer). Untuk menampilkan dan berinteraksi dengan

data GIS, sebuah browser membutuhkan Plug-In atau Java Applet atau bahkan

keduanya. Web Server bertanggung jawab terhadap proses permintaan dari client

dan mengirimkan tanggapan terhadap respon tersebut. Dalam arsitektur

web, sebuah web server juga mengatur komunikasi dengan server side GIS

component.server side GIS component bertanggung jawab terhadap koneksi

kepada basisdata spasial seperti menterjemahkan query kedalam tag SQL dan

membuat representasi yang diteruskan ke server. Dalam kenyataannya server

side   GIS   component berupa software libraries yang menawarkan layanan

khusus untuk analisis spasial pada data. Selain komponen, hal lain yang juga

sangat penting adalah aspek fungsional yang terletak di sisi client atau di server.

Gambar berikut adalah dua pendekatan         yang    menunjukan      kemungkinan
distribusi fungsional pada sistem client/server berdasarkan konsep pipeline

visualization.




                     Gambar 2.4 Perbandingan Thin dan Thick System
                                Pada Sistem Clien Server

    Pendekatan-1: Thin Client : Memfokuskan diri pada sisi server. Hampir

semua proses dan analisa data dilakukan berdasarkan permintaan disisi server.

Data hasil pemrosesan dikirimkan ke client dalam format HTML, yang

didalamnya terdapat file gambar sehingga dapat dilihat dengan browser. Pada

pendekatan ini interaksi pengguna terbatas dan tidak fleksibel

    Pendekatan-2: Thick/Fat Client : Pemrosesan data dilakukan disisi client,

data dikirim dari server ke client dalam bentuk data vektor yang

disederhanakan.Pemrosesan      dan    penggambaran      kembali      dilakukan   oleh

client. Cara ini menjadikan pengguna dapat berinteraksi lebih interaktif dan

fleksibel.

    Internet merupakan kumpulan jaringan komputer yang tersebar secara

geografis dan terhubung dalam satu alat komunikasi dan protokol yang sama

sehingga memungkinkan untuk saling berhubungan. Web atau lebih dikenal

dengan world wide web (www) merupakan aplikasi jaringan yang mendukung
   terlaksananya HTTP (hypertext transfer protocol) dalam suatu jaringan

   internet.Sehingga dapat disimpulkan bahwa internet tidak sama dengan web.

   Internet merujuk kepada infrastruktur jaringan, sedangkan web merujuk kepada

   salah satu aplikasi yang berjalan dalam jaringan internet. Oleh karena itu,

   Internet GIS tidak sama dengan web GIS. Internet GIS merujuk kepada

   penggunaan internet untuk melakukan pertukaran data, melakukan analisis

   spasial, dan menyajikan hasil analisis. Sedangkan web GIS menggunakan

   aplikasi web dalam melakukan operasi GIS.

                                                          (Iwan Setiawan & Harris Noor Rabbasa)

2.5 Mapserver

       Mapserver merupakan perangkat lunak open source dan sekaligus freeware

   yang dapat digunakan untuk menampilkan data spasial (peta dijital) pada

   halaman web. Mapserver dikembangkan di Universitas Minesotta (UMN),

   Amerika Serikat untuk pengembangan proyek ForNet (sebuah proyek untuk

   manajemen sumber daya alam) yang didanai langsung oleh NASA. Dari

   proyek ForNet inilah dihasilkan tools utama yaitu MapServer dan ImageView

   yang dapat diaplikasikan ke berbagai tipe permasalahan yang terkait dengan

   data spasial. Selanjutnya mapserver digunakan sebagai tools visualisasi data

   SIG (terutama data vector) yang memungkinkan penggunaan layanan web,

   sementara     Imageview      dipakai sebagai tools visualisai khusus untuk citra

   (dijital) satelit dan data-data tipe raster lainnya.
   Pada bentuk       paling   dasar   MapServer       merupakan sebuah program

CGI(Common Gateway Interface). Program tersebut akan dieksekusi di web

server, dan berdasarkan parameter tertentu terutama konfigurasi dalam bentuk

file *.MAP akan menghasilkan data yang kemudian akan dikirim ke web

browser, baik dalam bentuk peta atau dalam bentuk lain.

Fitur-fitur dari MapServer diantaranya adalah:

    a. Menampilkan data spasial dalam format vektor seperti Shapefile (ESRI),

         ArcSDE (ESRI), PostGIS dan berbagai format fektor lain dengan

         menggunakan library OGR.

    b. Menampilkan data spasial dalam bentuk format raster seperti

         TIFF/GeoTIFF, APPL7 dan berbagai format data raster lain dengan

         menggunakan library GDAL

    c.    Menggunakan quadtree dalam          indexing    data spatial,   sehingga

         operasi-operasi spasial dapat dilakukan dengan cepat.

    d. Dapat dikembangkan dengan tampilan keluaran yang dapat diatur dengan

         menggunakan file tamplate.

    e. Dapat melakukan seleksi objek berdasarkan nilai, titik, area, atau

         berdasarkan sebuah objek spasial tertentu.

    f. Mendukung rendering karakter berupa font TrueType.

    g. Mendukung penggunaan data raster maupun vektor yang dibagi-bagi

         menjadi sub bagian yang lebih kecil sehingga proses untuk mengambil

         dan menampilkan gambar dapat dipercepat.
    h. Dapat menggambarkan peta tematik yang dibangun menggunakan ekpresi

       lojik atau ekspresi reguler.

    i. Dapat menampilkan label dari objek spasial, dengan label dapat diatur

       sedemikian rupa sehingga tidak salin tumpang tindih.

    j. Konfigurasi dapat diatur secara on the fly melalui parameter yang

       ditentukan pada URL.

    k. Dapat menangani beragam sistem proyeksi secara on the fly

                                                         (Nuryadin, Ruslan. 2005)

   Saat ini, selain dapat mengakses MapServer sebagai program CGI, kita

dapat mengakses MapServer sebagai modul MapScript, melalui berbagai bahasa

skrip: PHP, Perl, Python atau Java. Sehingga akses fungsi-fungsi MapServer

melalui skrip akan lebih memudahkan pengembangan aplikasi. Pengembang

dapat memilih bahasa yang paling familiar.

     - Arsitektur Mapserver

             Bentuk umum arsitektur aplikasi berbasis peta dalam halam web

        dapat jelaskan sesuai dengan gambar 2.4




                         Gambar 2.5 Arsitektur Peta Dalam Halaman Web
       interaksi antara klien dengan server berdasarkan skenario request

dan respon. Web browser di sisi klien mengirim request ke server web.

Karena server web tidak memiliki kemampuan pemrosesan peta, maka

permintaan yang berkaitan dengan pemrosesan peta akan diteruskan

eleh     server   web   ke     server   aplikasi   dan   MapServer.   Hasil

pemrosesan akan dikembalikan lagi melalui server web, yang

terbungkus dalam bentuk file HTML atau applet. Arsitektur aplikasi

pemetaan di web dibagi menjadi dua pendekatan sebagai berikut:

-     Pendekatan Thin Client

    Pendekatan ini memfokuskan diri pada sisi server. Hampir semua

    proses dan analisis data dilakukan berdasarkan permintaan di sisi

    server. Data hasil pemrosesan kemudian dikirim ke klien dalam format

    standar HTML, yang didalamnya terdapat file gambar dalam format

    standar misalnya GIF, PNG, JPG, sehingga dapat dilihat dengan

    menggunakan sembarang web browser. Kelemahan utama pendekatan

    ini menyangkut keterbatasan opsi interaksi dengan user yang kurang

    fleksibel.

-     Pendekatan Thick Client

            Pada pendekatan ini, pemprosesan data dilakukan di sisi

    klien menggunakan beberpa kontrol seperti kontrol ActiveX atau

    applet. Kontrol ActiveX atau applet akan di jalankan di klien

    untuk memungkinkan web browser menangani format data yang tidak
           dapat ditangani oleh web browser dengan kemampuan standard.

           Dengan adanya pemprosesan di klien, maka tranfer data antra klien

           dengan web server akan berkurang.

   Tidak seperti pada pendekatan thin client, data dikirim ke klien dalam bentuk

data vektor yang disederhanakan. Pemprosesan dan penggambaran kembali

akan dilakukan di sisi klien. Dengan cara demikian, pengembang aplikasi

dapat lebih fleksibel dalam menentukan prosedur interaksi aplikasi dengan

pengguna (user). Kelemahan dari pendekatan ini, harus ada tambahan

aplikasi yang dipasang di komputer klien (Kontrol ActiveX atau Applet).

   Mapserver menggunakan pendekatan Thin Client. Sehingga pemrosesan

dilakukan di sisi server. Informasi peta dikirim ke web browser di sisi klien dalam

bentuk file gambar (JPG,PNG,GIF, atau TIFF). Pada saat ini kelemahan

pendekatan thin client sudah dapat diatasi dengan adanya Framework aplikasi

seperti Chameleon, CartoWeb, Kmap.

   Aplikasi yang di bangun dengan menggunakan MapServer memiliki

arsitektur sebagai berikut:
                                 Gambar 2.6 Arsitektur Mapserver

   Pada sistem aplikasi, browser (client) mengirimkan request ke web server dalam

   bentuk request yang terkait dengan data spasial (lokasi [X,Y]) klik kursor, status

   [on/off] layer yang akan dimunculkan, dan lain sebagainya. Kemudian oleh web

   server request tersebut dikirim ke server dan MapServer. Kemudian MapServer

   akan membaca mapfile, dan data peta. Untuk membentuk sebuah gambar yang

   sesuai dengan permintaan dari client. Setelah gambar tersebut di render, file

   gambar yang bersangkutan akan dikirim ke web server kembali dan diteruskan ke

   browser client sesuai dengan format tamplate tampilannya. Dilihat dari tempat

   pengolahan data arsitektur tersebut cenderung bersifat thin-client, sebab prosedur-

   prosedur yang terkait dengan pengolahan data dan analisis proses dilakukan di

   server, sementara browsernya hanya menerima hasil request dalam bentuk file

   HTML.

2.6 Chameleon

  2.6.1 Pengenalan Chameleon

                Chameleon merupakan salah satu framework atau tool yang

         dapat digunakan untuk aplikasi pemetaan SIG berbasis layanan web (web-

         based GIS).Chameleon dapat digunakan secara berdampingan atau full

         integrated dengan Mapserver berdasarkan spesifikasi yang ditentukan oleh

         Open Geospatial Consortium (OGC). Gambar berikut mengilustrasikan

         konfigurasi framework chameleon:
       Gambar 2.7 Konfigurasi Chameleon yang digunkan dengan MapServer
                   (Sumber : Charter, Denny September 2008)

         Framework Chameleon dikembangkan oleh DM Solution Group

    (Kanada),    framework   ini   dibentuk   dari   sekumpulan   komponen-

    komponen perangkat lunak yang berisi program atau skrip-skrip php (php

    scripts) yang dapat digunakan kembali (reusable) oleh setiap client-nya,

    sehingga     mudah mengintegrasikan sebuah web-map-server dengan

    tampilan antarmuka (layout interface) yang sederhana dan mudah

    digunakan.

2.6.2 Menggunakan Fungsi Chameleon

         Chameleon merupakan sebuah produk OpenSource yang dibangun

    dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Chameleon memberikan

    akses yang sederhana ke beberapa fitur yang hanya bisa diakses dalam

    MapScript, dimana dalam MapScript telah disediakan sebuah skrip sebagai

    komponen yang dapat langsung digunakan. Dengan Chameleon seorang
         yang bukan programer sekalipun bisa memodifikasi tampilan web dengan

         memasukan komponen yang dibutuhkan pada aplikasi web-based-GIS.

                Chameleon terdiri lebih dari 300 skrip PHP yang memberikan fungsi

         dan akses ‘widgets’pada WebGIS.kita tidak mesti mengetahui bagaimana

         skrip ini bekerja karena dibangun dengan PHP MapScript jadi disini kita

         dapat dengan mudah memberikan HTML tag. Sebagai contoh penggunaan

         HTML Tag seperti melakukan           desain   untuk   menambahkan       peta,

         scalebar, legend, query tool, printing tools dan aplikasi-aplikasi lainnya.

                Pengembang      aplikasi   yang   menggunakan     Chameleon     dapat

         melakukannya hanya dengan menambahkan Tag pada halaman HTML.

         Cara seperti ini disebuat dengan CWC2 tag sebuah konfigurasi untuk

         komponen klien WebGIS. Penggunaan tag ini memberikan metode yang

         sederhana dalam menambahkan sebuah halaman pada aplikasi web.

2.7 Mapscript

  2.7.1 Mapscript Environment

                Php/Mapscript, atau sering disebut Mapscript saja, adalah sebuah

         modul yang digunakan untuk membuat fungsi-fungsi dan class-class

         MapServer agar dapat dijalankan pada PHP3/PHP4. Sedangkan MapServer

         sendiri adalah sebuah service untuk memproses dan menampilkan data

         spatial beserta   proyeksi    dan koordinatnya.MapServer      dikembangkan

         oleh     universitas     Minnesota (http://mapserver.gis.umn.edu)        dan

         merupakan freeware sehingga dapat digunakan secara gratis. MapScript
dapat berjalan di sistem operasi windows maupun linux serta dapat

dijalankan pada beberapa Web Server. Secara garis besar, peran dari

mapscript dalam sebuah web-map-server dapat digambarkan seperti

gambar berikut:




                  Gambar 2.8 Proses Mapscript Pada Web Server
                     (Sumber: Prasetyo, Daniel Hary. 2004)

     Proses diawali dengan request dari client ke server, Web Server akan

menjalankan fungsi-fungsi yang ada di library Mapscript. Data spatial yang

akan digunakan berupa data dengan tipe shapefile, yang merupakan file

spasial standar dari ESRI. Dengan perantara MapFile, sebagai pengatur

setting dari data yang akan ditampilkan, MapScript akan membaca data

spatial di shapefile ini, memprosesnya sesuai permintaan dari client,

kemudian menyimpannya kedalam bentuk file gambar (GIF,JPG, atau

PNG). File gambar ini kemudian akan di-load ke client dalam bentuk

obyek   gambar       HTML.      Karena     bentuk     peta      yang ditampilkan

merupakan file gambar maka kerja client tidak berat, terutama jika

dibandingkan dengan cara lain yang menggunakan activeX.
2.7.2 Map File

            Mapscript memerlukan sebuah file text yang berisi setting layer-layer

      peta yang akan ditampilkan. File ini disebut Mapfile dengan extensi .map.

      Susunan dari Mapfile dengan dua layer peta adalah seperti berikut :

     1 NAME Canada
     2 SIZE 400 400
     3 STATUS ON
     4 SYMBOLSET ./symbols/symbols.sym
     5 EXTENT -140 45 -53 80
     6 UNITS METERS
     7 SHAPEPATH "C:/Inetpub/wwwroot/Mapscript/peta/"
     8 WEB
     9 IMAGEPATH "C:\Inetpub\wwwroot\Mapscript\tmp\"
     10 IMAGEURL "C:\Inetpub\wwwroot\Mapscript\tmp\"
     11 END
     12 LAYER
     13   NAME Province
     14 TYPE POLYGON
     15 STATUS ON
     16 DATA Province
     17 CLASS
     18     COLOR 20 150 10
     19    OUTLINECOLOR 220 220 220
     20 END
     21 END
     22 LAYER
     23     NAME roads
     24     TYPE LINE
     25     STATUS ON
     26     DATA Roads
     27     CLASS
     28         COLOR 250 20 20
     29     END
     30 END
     31 END



            Pada baris 1, Name adalah judul dari susunan peta yang akan

      ditampilkan. Baris ke 2, Size adalah ukuran dari file gambar yang

      akan dihasilkan dan ditampilkan pada halaman web. Baris ke 5, Extent

      adalah bingkai sebagai batas view peta. Secara berurutan angka-angka

      disampingnya adalah batas kiri, batas bawah, batas kanan, dan batas atas.
Batas batas tersebut disesuaikan dengan posisi peta (proyeksi peta) sesuai

dengan koordinat yang digunakan oleh peta tersebut. Angka-angka ini

dapat diketahui melalui program ArcView dengan melihat pada menu

view-properties-area of interset peta yang kita olah. Baris berikutnya, Units

adalah satuan panjang yang digunakan. ShapePath adalah direktori dimana

data peta (shapefile) berada.

     Bagian berikutnya menyimpan alamat dimana file gambar yang

dihasilkan akan disimpan, dan alamat URLnya. Bagian berikutnya

adalah   susunan    dari Layer-layer peta yang akan ditampilkan. Layer

dengan urutan lebih awal akan menjadi layer dengan posisi bawah saat

ditampilkan pada halaman web. Pada baris 13 dan 23, Name adalah judul.

Berikutnya Type adalah tipe dari shapefile. Ada tiga tipe Shapefile yang

digunakan yaitu tipe Polygon, Line, dan Point. Data, pada baris 16 dan 26,

adalah nama file peta yang akan ditampilkan. Pada baris 18 dan 28, Color

adalah warna yang akan digunakan pada peta dan angka-angka

dibelakangnya adalah susunan warna berdasar RGB (red, green, blue),

pada bagian STYLE ini juga merupakan bagian untuk menentukan tebal

garis atau besarnya suatu titik yang akan ditampilkan nantinya, dan juga

bentuk arsiran pada garis maupun Polygon. Untuk menambah layer,

bisa dilakukan dengan menambahkan baris Layer (baris 22-30) dan untuk

memodifikasi tampilannya bisa dilakukan dengan pengaturan/setting

dibagian color.
2.7.3 Map Script Objek

               MapScript digunakan sebagai interface untuk class-class yang

      terdapat di MapServer.Secara garis besar, peta tersusun dari beberapa layer.

      Layer tersusun dari bentuk-bentuk polygon, garis, dan atau titik yang

      disebut dengan Shape. Class-class yang terdapat di MapServer melingkupi

      class manipulasi untuk Peta, Layer, dan Shape ini. class-class didalam

      MapServer yang sering digunakan untuk mengembangkan Web GIS

      anatara lain adalah :

      a. MapObj Class

               Class untuk berhubungan dengan MapFile, atau secara tidak

         langsung berhubungan dengan data peta. Class ini juga sebagai class

         utama di MapScript untuk memproses dan menyimpan data peta ke file

         gambar.

        Beberapa fungsi dan class penting yang terdapat pada class ini, antara

       lain:

         1. Mempunyai kumpulan class layerObj yang meyusun peta dan fungsi

               untuk mengatur urutan peta.

         2. Fungsi untuk menggambar peta, disimpan ke dalam class ImageObj.

         3. Fungsi untuk menggambar legend, dan disimpan kedalam class

               ImageObj

         4. Fungsi untuk menggambar scalebar, dan disimpan kedalam class

               ImageObj
  5. Fungsi SetExtent untuk menentukan Extent dari Peta.

  6. Fungsi ZoomPoint, ZoomRectangle, ZoomScale untuk melakukan

     pembesaran(zoom in) atau pengecilan (Zoom out) peta.

  7. Fungsi untuk mengatur proyeksi peta

  8.Fungsi        QueryByPoint,        QueryByRect,        QueryByShape,

     QueryByFeature      untuk    mencari objek di peta yang ada di

     posisi tertentu dengan Rectangle, Shape, dan dengan peta lain.

b. LayerObj Class

      Class yang mewakili satu layer yang menyusun peta.Fungsi-fungsi

  yang penting pada class ini antara lain

  1. Fungsi GetShape untuk mengambil sebuah shape yang ada pada

      layer. Disimpan dalam shapeObj class.

  2. Fungsi AddFeature, untuk menambah layer dengan sebuah shape

  baru.

c. ImageObj Class

 Adalah class yang menyimpan gambar hasil pengolahan peta.

d. LabelObj Class

  Class yang mengatur label-label yang akan ditampilkan pada peta.

e. WebObj Class

 Class yang berhubungan dengan alamat-alamat internet.

f. PointObj, LineObj, RectObj Class, ShapeObj Class
           Berturut-turut adalah Class yang digunakan untuk manipulasi Titik,

           Garis, Kotak, dan Polygon

        g. ScaleBar Class

           Class untuk menggambar Scalebar.

        h. LegendObj Class

               Class untuk menggambar legenda.

                                                   (Prasetyo, Daniel Hary. 2004)

2.8 PostgreSQL

       PostgreSQL atau sering disebut Postgres merupakan server Object

   Relational Database Management System (ORDBMS) yang bersifat open

   source. PostgreSQL adalah DBMS yang memiliki skalabilitas, keluwesan dan

   kinerja tinggi, karena selain mendukung standar SQL92 dan SQL99, Postgres

   juga sudah mendukung bahasa pemrograman C, C++, Perl, java, Tcl, phyton dan

   juga php.

       Awal perkembangan PostgreSQL dimulai dari penelitian yang dilakukan di

   Univesity of California, Berkeley (1977-1985), Postgres berawal dari kode

   Ingres, yang kemudian dikembangkan menjadi database server relational dan

   berhasil dikomersilkan oleh Relational Technologies/Ingres Corporation. Pada

   periode tahun 1986 1994 Postgres telah banyak digunakan untuk penelitian dan

   produksi aplikasi. Postgres juga banyak digunakan sebagai bahan belajar

   diberbagai Universitas. Pada periode ini perkembangan Postgres adalah sampai

   pada Postgres versi 4.2. Kemudian pada tahun 1994-1995, dua orang
mahasiswa lulusan Berkeley melakukan penambahan kemampuan SQL pada

Postgres dengan menggunakan kode ANSI C, dan diberi nama Postgres95,

kedua    mahasiswa tersebut adalah Jolly Chen dan Andrew Yu. Untuk

meningkatakan kinerja dan untuk kemudahan dalam pengembangan, berbagai

perubahan internal juga dilakukan pada Postgres95, sehingga Postgres95 dapat

berjalan lebih cepat jika dibandingkan dengan Postgres versi 4.2.

Penambahan yang dilakukan pada Postgres95 diantaranya adalah:

a. Bahasa query PostQUEL diganti menjadi SQL (implementasi pada

  server). subQuery belum didukung namun dapat dilakukan dengan

  menggunakan fungsi-fungsi SQL yang didefinisikan. Dimasukkan perintah

  klausa GROUP BY pada SQL.

b. Tersedianya program psql untuk interactif query dengan SQL. Program psql

  ini menggunakan GNU readline.

c. Interface object besar ditinggalkan. Mekanisme yang digunakan untuk

  menyimpan obyek besar yaitu menggunakan Inversion.

d. Penghapusan system instance-level.

e. Tutorial singkat penggunaan fitur SQL, disertakan dengan contoh

  programnya.

f. GNU make digunakan untuk proses build. Postgres95 bisa dikompilasikan

 dengan GCC.

    awal tahun 1996 nama Database Server Postgres95 dihapus dan diganti

menjadi PostgreSQL. Relaease PostgreSQL dilakukan setiap tiga hingga
lima bulan, dimana pada tiap periode dilakukan pengembangan selama dua

hingga tiga bulan.

    Seperti halnya DBMS komersil lainnya, sebagai salah satu software

opensource, PostgreSQL juga telah didukung dengan fitur-fitur yang lengkap,

diantaranya:

a. Dukungan tipe data yang banyak digunakan pada database komersial, seperti

  floating point, integer, character string, money, date/time dan tipe data binary.

b. Dukungan tipe data yang semakin beragam, seperti tipe data untuk geometri

  (seperti Point, Polygon, Circle, dan Line) ,tipe data jaringan(TCP/IP) untuk

  menyimpan data pada IP4, IP6 dan Mac Address (Lnet,cidr,maddr).

c. Didukung tipe data array dan tipe data komposit serta konsep tipe data Object

  Identifiers (OIDS), yang digunakan PostgreSQL sebagai primary key pada

  beberapa table.Pada postgreSQL versi 8.x, OIDS digunakan sebagai default

  pada pembuatan table pada database.

d. Dukungan penyimpanan binary large object(gambar, suara,vidio). Kinerja

  PostgreSQL sebagai server database object-relational semkin memudahkan

  user untuk mengimplementasikan system aplikasi yang dibuat

e. Dukungan fitur Foreign Key dan referential integrity, membuat PostgreSQL

  banyak dipilih sebagai database server dalam pengembangan aplikasi.

f. PosgreSQL telah mengimplementasikan tipe join SQL99: inner join, left,

  right, full outer join, natural join, yang mempermudah proses querry.
g. Dukungan fitur view dan trigger menyederhanakan proses query yang

     kompleks pada sisi server. Fungsi trigger bisa ditulis dalam bahasa C,

     Procedural Langguage.

h. Dukungan fungsi Full-text indexing.

i. Tersedianya fungsi ODBC.

j. Fitur rule yang dapat digunakan untuk memanipulasi data pada operasi SQL

     yang dilakukan, serta fungsi yang berkenaan dengan keamanan data, seperti

     fungsi hash cryptographic(MD5, SHAI).

k. Dukungan standar regular expression (full POSIX) dan case-intensitive regular

     expression matching.

l.   Dukungan dari bahasa pemprograman pada sisi server, seperti: C, SQL,

     PL/pgSQL, Tcl, PERL, Python, dan ruby.

m. Temporary table yang digunakan sebagai tabel temporer, dimana akan

     dihapus pada saat koneksi database berakhir.

n. Dukungan fitur schema yang memungkinkan:

     1. Banyak user menggunakan database yang sama tanpa mengganggu yang

       lainnya.

     2. Untuk memudahkan mengorganisasikan database dalam satu program

       tertentu.

     3. PostgreSQL 8.0 adalah PosgreSQL pertama yang bisa dioperasikan pada

     Microsoft Windows sebagai server, dimana PostgreSQL berjalan sebagai
   salah satu service windows server. Release PosgreSQL ini bisa dijalankan

   pada form Windows XP, Windows 2000 maupun Windows 2003.

   PosgreSQL memberikan fitur dan kinerja yang lengkap untuk Administrasi

server, seperti:

1. Model keamanan untuk setiap user dan group pada objek database

2. Akses yang bisa dibatasi ke server berdasrkan host, nomor IP, user name, dan

   database tertentu.

3. Dukungan tools dalam proses backup semua ojek database bukan hanya tabel

   saja tetapi termasuk juga fungsi, triger, privillages, tipe, data custom.

4. Operasi backup data dan kebalikannya(restore) data dilakukan oleh user

   database yang mempunyai privileges superuser.

5. Dukungan backup data yang menggunakan database cluster dengan WAL

   archive

6. Dukungan kerberos untuk proses authentification.

7. Koneksi database yang terenkripsi dengan menggunakan SSL dan SSH.

8. Dukungan koneksi lewat TCP/IP atau local unix dimain socket.

9. Dukungan database replikasi dengan menggunakan aplikasi open source DB

   MIRROR.

10. Dukungan Tablespace yang memungkinkan administrator server memilih file

   sistem dan media penyimpanan untuk tabel tertentu dalam database.

    PostgreSQL juga dapat berjalan di banyak platform Sistem Operasi,

sehingga Database Server ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi,
   diantaranya FreeBSD (x86,Alpha), BSD/OS (x86,Sparc), OpenBSD (x86,Sparc),

   NetBSD (x86, Alpa, ARM, m68k, Power PC, Sparc, VAX), Digital Unix, Linux

   (x86, Alpa, ARM, MIPS, Power PC, Sparc. s/390), SCO OponServer, SCO

   UnixWare, SunOS 4, Sun Solaris (x86, Sparc), Compaq Tru64 Unix, AIX, BeOS,

   Windows (XP, WIN 2000, WIN 2003).

       Dukungan dari database pemrograman berupa library yang bisa digunakan

   untuk koneksi ke server database PostgreSQL, menyebabkan pengguna database

   PostgreSQL    berasal   dari   berbagai   latarbelakang   penguasaan   bahasa

   pemprograman, diantaranya adalah Python (lewat PyGreSql/PoPy), JDBC (Java

   Database Connectivity), PHP Librar php-pgsql, Tcl, Standard SQL embeded C,

   Perl (Standard DBI/DBD), Native C dan C++ API, ODBC.

                                             (Sugiana, Owo. Munir, Sirojul. 2005)

2.9 PostGIS

       PostGIS adalah sebuah perangkat lunak tambahan (geo-spatial extension)

   untuk database PostgreSQL yang berfungsi untuk menyimpan obyek-obyek

   sistem informasi geografis (data spasial) (Anonymous3. 2007). PostGIS

   dikembangkan sebagai sebuah teknologi database spasial open source dibawah

   lisensi GNU general public licence. fungsi PostGIS pada database PostgreSQL

   adalah sebagai spatially enables (menambahkan tabel khusus untuk penyimpanan

   data-data sapsial) untuk menyimpan obyek-obyek sistem informasi geografis

   (data spasial) dalam database PostgreSQL. selain menambahkan tabel data

   spasial, PostGIS juga akan menambahkan tabel geometry (geom_table) untuk
    menyimpan informasi dan atribut geometri data spasial, sehingga dengan adanya

    informasi geometri peta tersebut bisa dilakukan analisis dan pemrosesan data sig

    menggunakan query sql.

           Dalam PostGIS juga sudah terintegrasi dua konverter yaitu shp2pgsql dan

    pgsql2shp. fungsi shp2pgsql adalah untuk mengkonversi data shapefile (format

    yang dikembangkan ESRI untuk menyimpan informasi–informasi atribut dan

    geometri data spasial) ke format databse (format .sql) sehingga memungkinkan

    database postgres untuk membuat kolom geometri yang digunakan oleh

    PHPMapscript untuk menampilkan fitur geometri, sedangkan pgsql2shp

    berfungsi mengkonversi database (format .sql) ke format shapefile.

2.10 Algoritma Djikstra

           Graf merupakan suatu cabang ilmu yang memiliki banyak terapan. Banyak

    sekali strukturyang bisa direpresentasikan dengan graf, dan banyak masalah yang

    bisa diselesaikan dengan bantuan graf. Seringkali graf digunakan untuk

    merepresentasikan suaru jaringan. Misalkan jaringan jalan raya dimodelkan graf

    dengan kota sebagai simpul (vertex/node) dan jalan yang menghubungkan setiap

    kotanya sebagai sisi (edge) yang bobotnya (weight) adalah panjang dari jalan

    tersebut. Dalam beberapa model persoalan dimungkinkan bahwa bobot dari suatu

    sisi    bernilai   negatif.   Misalkan   simpul   merepesentasikan   bandara,   sisi

    mereprentasikan penerbangan yang memungkinkan, dan bobot dari setiap sisi

    adalah biaya yang dikeluarkan dalam penerbangan tersebut. Untuk suatu kasus

    dimana seseorang akan dibayar untuk menempuh rute tertentu oleh suatu biro
penerbangan, maka bobotnya akan bernilai negatif. Lintasan terpendek

merupakan salah satu dari masalah yang dapat diselesaikan dengan graf.

    Jika diberikan sebuah graf berbobot, masalah lintasan terpendek adalah

bagaimana kita mencari sebuah jalur pada graf yang meminimalkan jumlah bobot

sisi pembentuk jalur tersebut.

Terdapat beberapa macam persoalan lintasan terpendek antara lain:

   a. Lintasan terpendek antara dua benda simpul tertentu (a pair shortets path).

   b. Lintasan terpendek antara semua pasangan simpul (all pairs shortest path).

   c. Lintasan terpendek dari simpul tertentu ke semua simpul yang lain (single-

   source shoertest path).

   d. Lintasan terpendek antara dua benda simpul yang melalui beberapa simpul

   tertentu (intermediate shortest path).

Beberapa algoritma yang digunakan untuk menyelesaikan persoalan ini adalah

algoritma Dijkstra, algoritma Bellman-Ford, dan algoritma Floyd-Warshall.

    Algoritma Dijkstra, dinamai menurut penemunya, Edsger Dijkstra, adalah

algoritma dengan prinsip greedy yang memecahkan masalah lintasan terpendek

untuk sebuah graf berarah dengan bobot sisi yang tidak negatif. Misalnya, bila

simpul dari sebuah graph melambangkan kota-kota dan bobot tiap simpul

melambangkan jarak       antara kota-kota tersebut,algoritma Dijkstra dapat

digunakan untuk menemukan jarak terpendek antara dua kota. Input algoritma ini

adalah sebuah graf berarah dan berbobot, G dan sebuah source vertex s dalam G.

V adalah himpunan semua simpul dalam graph G. Setiap sisi dari graph ini
adalah pasangan vertices (u,v) yang melambangkan hubungan dari vertex u ke

vertex v. Himpunan semua edge disebut E. Weights dari edges dihitung dengan

fungsi w: E → [0, ∞); jadi w(u,v) adalah jarak non-negatif dari vertex u ke vertex

v. Cost dari sebuah edge dapat dianggap sebagai jarak antara dua vertex, yaitu

jumlah jarak semua edge dalam path tersebut. Untuk sepasang vertex s dan t

dalam V, algoritma ini menghitung jarak terpendek dari s ke t.

    Dijkstra Algorithms (Shortest Path Algorithms) adalah algoritma untuk

menemukan jarak terpendek dari suatu vertex ke vertex yang lainnya pada suatu

graph yang berbobot, dimana jarak antar vertex adalah bobot dari tiap edge pada

graph tersebut.Algoritma dijkstra mencari jarak terpendek untuk tiap vertex dari

suatu graph yang berbobot. Algoritma dijkstra mencari jarak terpendek dari node

asal ke vertex terdekatnya, kemudian ke vertex kedua, dan seterusnya. Secara

umum, sebelum dilakukan initerasi, algoritma sudah mengidentifikasi jarak

terdekat dari i-1 vertex terdekatnya. Selama seluruh edge berbobot tertentu yang

(positif), maka vertex terdekat berikutnya dari node asal dapat ditemukan selama

vertex berdekatan dengan vertex Ti. Kumpulan vertex yang berdekatan dengan

vertex di Ti dapat dikatakan sebagai “fringe vertices”. Vertex inilah yang

merupakan kandidat dari algoritma dijkstra untuk memilih vertex berikutnya dari

node asal. Cara kerja algoritma Dijkstra memakai stategi greedy, dimana pada

setiap langkah dipilih sisi dengan bobot terkecil yang menghubungkan sebuah

simpul yang sudah terpilih dengan simpul lain yang belum terpilih.
2.11 Pengertian UML (Unified Modelling Language)

        Rational Rose merupakan salah satu software yang paling banyak digunakan

    untuk melakukan design software melalui pendekatan UML (Unified Modelling

    Language). Rational Rose merupakan software yang menyediakan banyak fungsi

    - fungsi seperti : design proses, generate code, reverse engineering, serta banyak

    fungsi-fungsi yang lain. Rational Rose merupakan tool yang sangat mudah

    karena sudah menyediakan contoh-contoh design dari beberapa software.

    Sebelum menggunakannya, terlebih dahulu pahamilah tentang UML ( Unified

    Modelling Language ). Tutorial ini ditujukan untuk pembaca yang sudah

    memiliki pengetahuan tentang UML (Unified Modelling Language).

       Untuk membuat file Rational Rose, buka aplikasi Rational Rose sehingga

   anda akan dihadapkan pada beberapa pilihan seperti terlihat pada gambar 1,

   contohnya: jdk-12,jdk-116, jenterprise,jfc-11,Oracle Database , Rational Unified

   Process (RUP), VB6 Standard serta model-model yang lain. Model-model ini

   merupakan pilihan apakah ingin membuat file Rational Rose yang mengandung

   komponen Java, Visual Basic atau Visual C++. Hal ini dibutuhkan ketika nanti

   akan melakukan generate code (membuat contoh code) dari design yang telah

   dibuat.
                    Gambar. 2.9 Software Tampilan Rasional Rose

      Rational Unified Proses (RUP ) merupakan pilihan yang tepat untuk

membuat suatu design yang lengkap dengan cara mudah karena model ini

merupakan template,sehingga kita dapat langsung melakukan perubahan dengan

mengganti use case,actors,class diagram yang telah ada pada template RUP.

      Pada Rasional Rose ada beberapa diagram diantranya: Use Case Diagram,

Activity Diagram, Sequence Diagram, Class Diagram, Statechart Diagram,

Collaboration Diagram. Tapi yang sering di gunakan Use Case Diagram, Activity

Diagram, Sequence Diagram dan Class Diagram. Berikut Penjelasan dari

masing-masing diagram:

  •     Use Case Diagram

             Use case diagram menggambarkan interaksi antara actor dengan

        proses atau sistem yang dibuat. Use case diagram mempunyai beberapa

        bagian penting seperti: Actor, Use Case,Undirectional Association ,

        Generalizati on.
                                            use case
                       aktor




                        Gambar 2.10 aktor dan usecase

       Actor

                Actor merupakan bagian dari use case yang bertindak sebagai

       subjek ( pelaku) dalam suatu proses.

       Use Case

                Use case adalah proses-proses yang terjadi dalam suatu

       software.Use case juga menggambarkan apa yang sedang dilakukan

       oleh seorang Actor.

       Relasi

                Relasi menggambarkan hubungan antara actor dan use

       case.relasi-relasi tersebut dapat dibagi menjadi:

                Undirectional Association

                Generalization

                Dependency

•   Activity Diagram

         Activity diagram menggambarkan proses-proses yang terjadi mulai

    aktivitas dimulai sampai aktivitas berhenti.Activity diagram ini mirip
    dengan flowchart diagram. Untuk membuat activity diagram klik kanan

    pada design model kemudian klik new activity diagram

•   Sequence Diagram

         Sequence diagram merupakan interaksi antara objek-objek dalam

    suatu sistem dan terjadi komunikasi yang berupa pesan(message) serta

    parameter waktu.untuk membuat sequence diagram klik kanak pada

    package, kemudian pilih new sequence diagram.

•   Class Diagram

         Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansiasi akan

    menghasilkan sebuah objek dan merupakan inti dari pengembangan dan

    desain   berorientasi   objek.    Class    menggambarkan    keadaan

    (atribut/properti) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk

    memanipulasi keadaan tersebut (metoda/fungsi).




                             Gambar 2.11 class diagram

•   Statechart Diagram

         Statechart Diagram merupakan diagram yang menggambarkan

    perubahan state dari state yang satu ke state lainnya. Untuk membuat

    statechart diagram hampir sama dengan membuat activity diagram
    yaitu:klik kanan pada Package design model kemudian pilih New terus

    Statechart Diagram.




                       Gambar 2.12 Statechart Diagram



•   Collaboration Diagram

         Collaboration Diagram hampir sama dengan sequence diagram

    tetapi berbeda pada objek yang di titik tekankan , collaboration lebih

    menekankan pada pemunculan objek itu sendiri sedangkan sequence

    diagram lebih pada penyampaian message dengan parameter waktu. Untuk

    membuat collaboration diagram dapat secara otomatis dibuat jika sudah

    ada sequence diagramnya.untuk membuat collaboration diagram klik

    browse pada menu kemudian create collaboration diagram, atau dengan

    menekan tombol F5 pada keyboard.
                                     BAB III

                         DESAIN DAN PERANCANGAN


3.1 Tahap-Tahap Pembuatan Program

          Penelitian yang dilakukan untuk merancang sistem diperoleh dari

    pengamatan data-data yang ada. Tahap-tahap yang dilakukan untuk penelitian

    guna perancangan (pendesainan sistem) tersebut secara terstruktur adalah:

     1.   Observasi

               Melakukan pengamatan terhadap data yang diteliti, melakukan

          interview dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan pembuatan program

          untuk mengetahui tempat wisata dan jalan yang ada di kota jakarta .

     2.   Analisa data

               Membuat analisa terhadap data yang sudah diperoleh dari hasil

          observasi yaitu menggabungkan dengan laporan survey dan kebijakan

          pemakai menjadi spesifikasi yang terstruktur dengan menggunakan

          pemodelan.

     3.   Perancangan sistem

               Memahami rancangan sistem informasi sesuai data yang ada dan

          mengimplementasikan model yang diinginkan oleh pemakai. Pemodelan

          sistem ini berupa Diagram of Decision Situation, ERD (Entity

          Relationship Diagram),dengan didukung Use Case Diagram, Activity



                                          64
          Diagram, Sequence Diagram dan Class Diagram, serta perancangan

          database guna mempermudah dalam proses-proses selanjutnya.

     4.   Pembuatan program

               Membuat program dan merepresentasikan hasil desain ke dalam

          pemrograman berdasarkan sistem yang sudah dirancang.

     5.   Evaluasi program

               Menguji coba seluruh spesifikasi terstruktur dan sistem secara

          keseluruhan. Pada tahap ini, dilakukan uji coba sistem yang telah selesai

          disusun. Proses uji coba ini diperlukan untuk memastikan bahwa sistem

          yang telah dibuat sudah benar, sesuai dengan karakteristik yang ditetapkan

          dan tidak ada kesalahan-kesalahan yang terkandung di dalamnya.

     6.   Pembuatan laporan Tugas Akhir

               Pembuatan laporan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan

          dari hasil program.

3.2 Analisa dan Perancangan Sistem

           Untuk mendapatkan gambaran mengenai sistem yang digunakan saat ini,

    kami melakukan analisa terhadap sistem dan memodelkannya dengan

    menggunakan Proses dan data model dari sistem dimodelkan dengan diagram

    Use Case Diagram, Activity Diagram, Sequence Diagram, dan Class Diagram.
3.2.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

          Entity Relationship Diagram (ERD) adalah sebuah diagram yang

     menggambarkan hubungan / relasi antar Entity, diagram E-R lebih

     menekankan pada struktur dan hubungan antar data, berbeda dengan DFD

     yang merupakan model jaringan fungsi yang akan dilaksanakan oleh

     system.

                   wisata
               ID
               nama
               keterangan
               gambar       info_obj ek_wis ata
                                                             user
                                                       ID
                                                       password
                                                       nama_lengkap
                                                                          user_objek
                  hotel                                email                               jalan
            ID                                                                         id_node
            nama                                                                       nama
                                                            info_hote l
            keterangan
            gambar
                                                                                             get



                                                                                           dijkstra
                modul                                                                   tanda
           id_modul
           nama_modul
           link
           gambar




                                                  Gambar 3.1 ERD Sistem informasi

3.2.2 Use Case Diagram

          Untuk mendapatkan gambaran mengenai sistem yang digunakan

     proses dan data model dari sistem dimodelkan dengan diagram use case.

     Dengan diagram use case ini dapat diketahui proses yang terjadi pada

     aktivitas sistem informasi tourism guide. Dengan diagram ini juga dapat

     diketahui fungsi yang digunakan oleh sistem yang digunakan. Gambar use

     case bisa dilihat pada gambar 3.2.
                                          inputdata_node_nm_jln


                                                                       <<include>>
           maintenance node_jln          updatedata_node_nm_jln
                                                                 <<include>>
                                                            <<include>>

                                    hapusdata_node_nm_jln                                       melihat_rute
                                                <<include>>
                                                                  <<include>>
                                                                                     login
   admin                                                      <<include>>
             maintenance node nama_htl         input data_node_nm_htl                                          user
                                                                                               meihat_hotel
                                                         <<include>>

                                        updatedata_node_nm_htl
                                                                    <<include>>

                                                                                              melihat_wisata
                                           hapus node nama_htl

                                              <<include>>
                                                             <<include>>

                  <<include>>


                                maintenance node nam a_wisatahapusdata_node_nm_wisata




     input_data_node_nama_wisata
                                          updatedata_node_nm_wisata




                                        Gambar 3.2 Use Case Diagram


3.2.3 Penjelasan Setiap Actor

               Actor menggambarkan pengguna software aplikasi ( user ). Actor

     membantu memberikan                                    suatu gambaran jelas tentang apa yang harus

     dikerjakan oleh software aplikasi. Sebuah actor bisa berupa manusia, satu

     device hardware atau sistem informasi lain. Pada studi kasus sistem

     informasi ini terdapat empat buah actor yang mempunyai peran dan fungsi

     sendiri-sendiri.

  Aktor                             Input                          Nama               Use Deskripsi Use Case

                                                                   Case

Admin                Username,                                                               Use case ini berfungsi
                     password                                      Tambah                    untuk mencatat data yang
                                                                   Data hotel                dibutuhkan         untuk
                                          kemudian disimpan dalam
                                          database.
Admin   Username,                         Use case ini      berfungsi
        password            Update Data   untuk melakukan edit data-
                            hotel         data hotel
Admin   Username,                         Use case ini berfungsi
        password            Hapus Data    untuk            melakukan
                            hotel         penghapusan       data-data
                                          hotel yang sudah tidak
                                          bermanfaat lagi
Admin   Username,                         Use case ini berfungsi
        password            Tambah        untuk mencatat data yang
                            data wisata   dibutuhkan           untuk
                                          kemudian disimpan dalam
                                          database.
Admin   Username,                         Use case ini      berfungsi
        password            Update data   untuk melakukan edit data-
                            wisata        data wisata
Admin   Username,                         Use case ini berfungsi
        password            Hapus Data    untuk            melakukan
                            wisata,       penghapusan       data-data
                                          yang sudah tidak terdaftar
                                          lagi
Admin   Username,                         Use case ini berfungsi
        password            Tambah        untuk mencatat data yang
                            Data jalan    dibutuhkan           untuk
                                          kemudian disimpan dalam
                                          database.
Admin   User        name,                 Use case update data
        Password            Update Data   asisten berfungsi untuk
                            jalan         melakukan edit data-data
                                          jalan.
Admin   User        Name, Hapus data      Use case ini berfungsi
        password          jalan           untuk            melakukan
                                          penghapusan       data-data
                                          jalan
Admin   Username,           Tambah        Use case ini berfungsi
        password            Modul         untuk modul-modul yang
                                          kita inginkan untuk diakses
                                          user.
Admin   Username,           Hapus         Use case ini berfungsi
        password            Modul         untuk menghapus modul-
                                              dmodul yang tidak perlu di
                                              gunakan lagi
Admin       Username,           Update        Use case ini berfungsi
            password            Home          untuk mengganti kata-kata
                                              yang ada pada halaman
                                              home
Admin       Username,           Update        Use case ini digunakan
            password            header        untuk menggantikan nama
                                              header sesuai keinginan
                                              kita.
  3.2.4 Activity Diagram dan Use Case Spesification

         Activity Diagram dari Use case login

              Activity diagram ini di include oleh use case lainnya. Use case ini

         menjaga sistem supaya aman dari orang-orang yang tidak berhak

         mengakses data yang ada pada sistem. Dengan kata lain login menjadi

         kunci bisa atau tidaknya seseorang untuk memasuki sistem ini.


                               s tart




                       m as ukkan
                       us ernam e


                       m as ukkan
                       pas s word


                                                eror




                     s is tem adm in




                               end




               Gambar 3.3 Activity Diagram Use Case Login
          Pada gambar proses login, seorang user yang telah registrasi baik

sebagai admin, manejemen hotel, dinas pariwisata, dan telah mendapatkan

username dan password dapat melakukan login ke system informasi tourism

guide. Apabila username dan password yang di inputkan valid atau ada pada

database maka sistem akan menampilkan halaman utam berdasarkan login

user.

   Activity Diagram Use Case Tambah Modul

             Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara

   untuk menambah modul.

   Berikut gambar activiy diagram untuk use case Tambah Modul:

                                    Start



                        Admin isi form data
                          tambah modul



                                                                   ulangi lagi
                           Admin memlih
                          link yang cocok
                                                          false




                                  true
                false
                          Sistem validasi
                               data


                                              false      Sistem penampilan
                                 true                         pesan eror


                          Sistem display
                               data


                                                  true            Sistem inserta data ke   Sistem display
                                                                      dalam database           resultan


                                                                                                     Finish




        Gambar 3.4 Activity Diagram Use Case Tambah Modul

        Activity Diagram Use Case input hotel

             Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara input

        atau menambah data hotel.
Berikut gambar activiy diagram untuk use case input hotel



                              start




                          masukkan
                          nama hotel




                                          eror




                             nama hotel
                              tersimpan



     Gambar 3.5 Activity Diagram Use Case input hotel

Activity Diagram Use Case input wisata

     Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara input

atau menambah data wisata



                               start



                         masukkan
                        nama wisata



                                                 eror




                        nama wisata
                         tersimpan                      end




           Gambar 3.6 Activity Diagram Use Case input wisata
Activity Diagram Use Case input jalan

     Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara input

atau menambah data jalan




                  masukkan
                  nama jalan


                                     eror




                  nama jalan
                   tersimpan                        end




      Gambar 3.7 Activity Diagram Use Case input jalan


Activity Diagram Use Case update hotel

       Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara

meng-update data hotel.

  Berikut gambar activiy diagram untuk use case Update hotel
                           start



                  pilih hotel




                                        eror




                   update_hotel
                                                 end




Gambar 3.8 Activity Diagram Use Case Update hotel


Activity Diagram Use Case update wisata

     Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara

meng-update data wisata.

     Berikut gambar activiy diagram untuk use case Update wisata



                        start



                  pilih wisata




                                     eror




                 update wisata
                                               end




    Gambar 3.9 Activity Diagram Use Case Update wisata
Activity Diagram Use Case update jalan

     Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur cara

meng-update data jalan


Berikut gambar activiy diagram untuk use case Update jalan



                         start




                  pilih nama
                      jalan




                                      eror




                 update nama
                     jalan                    end




    Gambar 3.10 Activity Diagram Use Case Update jalan

   Activity Diagram Use Case Hapus Data Hotel

       Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur

   bagaimana caranya menghapus data hotel jika data tersebut sudah

   tidak di butuhkan lagi.

   Berikut gambar activiy diagram untuk use case Hapus Data hotel:
                                 s tart




                      pilih hotel




                                             eror




                     hapus hotel



                                                     end




  Gambar 3.11 Activity Diagram Use Case Hapus Data hotel

   Activity Diagram Use Case Hapus Data Wisata

            Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur

   bagaimana caranya menghapus data wisata jika data tersebut

   sudah tidak di butuhkan lagi.

   Berikut gambar activiy diagram untuk use case Hapus Data

   wisata



                          start



                  pilih wisata




                                          eror




                  hapus wisata                      end




Gambar 3.12 Activity Diagram Use Case Hapus Data wisata
  Activity Diagram Use Case Hapus Data jalan

         Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur

  bagaimana caranya menghapus data jalan jika data tersebut

  sudah tidak di butuhkan lagi.

  Berikut gambar activiy diagram untuk use case Hapus Data jalan



                        s tart


                  pilih nama
                      jalan




                                       eror




                   hapus nama
                      jalan


                                  end




Gambar 3.13 Activity Diagram Use Case Hapus Data jalan

  Activity Diagram Use Case Melihat Hotel

           Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur

    caranya melihat data-data hotel.

    Berikut gambar activiy diagram untuk use case melihat hotel
              start



          pilih hotel




          lihat hotel




                      end




Gambar 3.14 Activity diagram Use Case Melihat Hotel



   Activity Diagram Use Case Melihat Wisata

          Activity diagram ini di gunakan untuk mengetahui alur

   caranya melihat data-data wisata.

    Berikut gambar activiy diagram untuk use case melihat wisata



                      start




           pilih wisata




         lihat wisata




                              end




Gambar 3.15 Activity diagram Use Case Melihat wisata
3.2.5 Sequence Diagram

     1. Sequence diagram untuk use case login

               Use case login di include oleh semua aktor, proses yang

        terjadi di dalamnya adalah sebagai berikut:

        1. SystemUser memasukan isian pada form login

        2. Interface akan     mengirimkan     isian dari form     login   ke

            loginManager (yang berfungsi sebagai kontrol) untuk mengecek

            validitas login

        3. loginManager mengecek validitas login dengan mengirimkan

            data dari interface login kepada entity user yang terdapat dalam

            database sistem

        4. jika login valid maka SistemUser akan masuk ke halaman utama

            masing-masing (interface halaman utama untuk setiap aktor

            berbeda-beda), jika login tidak valid maka sistem akan

            menampilkan pesan error kepada SystemUser

              Untuk lebih memperjelas proses-proses yang terjadi dalam use

       case login, dapat diperhatikan gambar sequence diagram
                                                                  : data modul
   : admin           : screen                : control


         input data( )
                                 login( )
                                                    user name( )

                                                         pasword( )

                                              select display( )

                                display( )




  Gambar 3.16 Sequence diagram untuk use case login

2. Sequence diagram untuk Use Case wisata

     Use case tambah ini menangani semua proses penambahan data-

   data wisata ini.Berikut proses-proses yang terjadi dalam use case

   tambah:

   1.    User memilih link tambah yang terdapat dalam interface.

   2.    Sistem akan menampilkan interface untuk tambah.

   3.        User mengisi form tambah, kemudian klik tambah.
     4.       System akan memvalidasi data yang akan di masukkan ke

              dalam database

     5.       Interface akan mengirimkan data tambah ke dalam database

              (yang berfungsi sebagai kontrol)

     6.       Sistem menyampaikan konfirmasi bahwa data telah disimpan

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar sequence diagram berikut:




                                                                        : data wisata
    : admin                : screen                 : control

          input data wisata( )
                                      cek data( )
                                                         get data wisata( )

                                      display( )                return( )




              confirm( )
                                       delete( )       delete data wisata( )

                                                                return( )
                                      display( )




    Gambar 3.17 Sequence diagram untuk use case wisata
    3.2.6 Class Diagram

                    Class diagram membantu kita dalam visualisasi struktur kelas-

           kelas dari suatu sistem dan merupakan tipe diagram yang paling banyak

           dipakai. Class diagram memperlihatkan                   hubungan antar kelas dan

           penjelasan detail tiap-tiap kelas didalam model desain dari suatu sistem,

           seperti Gambar berikut ini:

                                            data hotel

                                          deletdata()
                                          cekdata()
                    control
                                          saveData()
                                          get data hotel()
                    cekData()             delete data hotel()
                 cekusernam e()
                 cekpas sword()
                       login()
                                                                         data jalan
                 s elect display()
                                            data m odul
                    cek data()
                      return()                                           cekData()
                    cek data()              us er nam e()                deleteData()
                      return()              pasword()                    savedata()
                      delete()                                           get data()
                      delete()



                                              data wis ata

                                            cekData()
                                            deletData()
                                            savedata()
                                            get data wisata()
                        s creen             delete data wisata()


                       input data()
                         dis play()
                         dis play()
                   input data wis ata()
                        confirm()
                    input data hotel()




                 Gambar 3.18 Class Diagram Sistem Informasi Tourism Guide


3.3 Table Data

       Tabel tabel database yang akan dikelola dalam aplikasi dibuat melalui Data

   Flow Diagram dan Entity Relationship Diagram. Aplikasi database yang

   digunakan dalam Tugas Akhir ini adalah PosgreSQL, file databasenya “jakdb”.
     Berikut ini nama-nama table yang digunakan beserta field-field yang

terdapat pada masing-masing table.

Tabel 3.1 vertice_tmp


       Name             Data type           Not Null?     Primary
                                                          key?
       Id               Integer             Yes           Yes
       the_geom         geometry            No            No


Tabel 3.2 geometry_columns

      Name                    Data type       Not Null?     Primary
                                                            key?
      f_table_catalog   character             Yes           Yes
                        varying(256)
      f_table_schema    character             Yes           Yes
                        varying(256)
      f_table_name      character             Yes           Yes
                        varying(256)
      f_geometry_column character             Yes           Yes
                        varying(256)
      coord_dimension   Integer               Yes           Yes
      Type                    character       Yes           No
                              varying(30)
      Srid                    integer         Yes           No

Tabel 3.3 Spartial_ref_sys


      Name              Data type                   Not           Primary
                                                    Null?         key?
      Srid              integer                     Yes           Yes
      Auth_name         Character varying(256)      No            No
      auth_srid          integer                    No            No
      srtext            Character varying(2048)     No            No
      proj4text         character varying(2048)     No            No
Table 3.4 User

      Name              Data type                   Not Null?        Primary key?
      id_user           Character varying(50)            Yes                   Yes
      Password          Character varying(50)             Yes                  No
      Nama_lengkap      Character varying(100)            Yes                  No
      Email             Character varying(100)            Yes                  No
      Level             Character varying(50)             Yes                  No

Tabel 3.5 Agenda


         Name                  Data type               Not Null?         Primary key?

     id_agenda       Integer                      Yes                    Yes
     Tema            Character varying(100)       Yes                    No
     isi_agenda      Text                         Yes                    No
     Tempat          Character varying(100)       Yes                    No
     tgl_mulai       Date                         Yes                    No
     tgl_selesai     Date                         Yes                    No
     tgl_posting     Date                         Yes                    No
     id_user         Character varying(50)        Yes                    No

Tabel 3.6 Hubungi

       Name          Data type                   Not Null?         Primary key?
       id_hubungi    Integer                     Yes               Yes
       nama          character varying(50)       Yes               No
       email         character varying(100)      Yes               No
       subjek        character varying(100)      Yes               No
       pesan         Text                        Yes               No
       tanggal       Yes                         Date              No
 Tabel 3.7 Berita

     Name           Data type                 Not Null? Primary key?
     id_berita      Integer                   Yes       Yes
     id_kategori    Integer                   Yes         No
     id_user        character varying(50)     Yes         No
     judul          Text                      Yes         No
     isi_berita     Text                      Yes         No
     gambar         character varying(100)    Yes         No
     hari           character varying(20)     Yes         No
     tanggal        Date                      Yes         No
     jam            time without time zone    Yes         No
     counter        Integer                   Yes         No
     direktori      character varying(100)    Yes         No

 Tabel 3.8 Modul
  Name               Data type                  Not Null?      Primary key?
  id_modul           Integer                        Yes            Yes
  Nama_modul         character varying(50)          Yes             No
  Link               character varying(100)         Yes             No
  Static_content     Text                           No              No
  Gambar             character varying(100)         No              No
  Publish            character varying(10)          Yes             No
  Status             character varying(10)          Yes             No
  Aktif              character varying(10)          Yes             No
  Urutan             Integer                        Yes             No
Table 3.9 jalan kota
      Name           Data type                Not Null?     Primary key?
     Gid_id          Integer                  Yes           Yes
     Nama_jalan      character varying(25)    Yes           No
     The_geom        Geometry                 Yes           No
                                                                               85




                                    BAB IV

                          HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Implementasi

        Implementasi merupakan proses pembangunan komponen-komponen pokok

   sebuah sistem informasi berdasarkan desain yang sudah di buat. Implementasi

   sistem juga merupakan sebuah proses pembuatan dan penerapan system secara

   utuh baik dari sisi perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Pada tahap ini

   juga dilakukan langkah persiapan sumber daya manusia dari yang menjalankan

   sistem tersebut. Pada bab ini akan dibahas hal-hal yang berkaitan dengan web

   Sistem Informasi Geografis untuk pencarian rute terpendek Pariwisata di kota

   malang pada sebuah peta geografis beserta Sistem Informasi Pariwisata di kota

   jakarta.

4.2 Database

        Untuk menampilkan peta dari Arcview pada web diperlukan proses konversi

   data terlebih dahulu. Dalam hal ini digunakan aplikasi shp2pgsql. Data peta

   ArcView tersebut akan dikonversi dalam bentuk sql. Semua data peta yang

   bertipe poin, line dan polygon akan di rubah kedalam format WKB(Well Known

   Binary). Untuk menkonversi file tersebut dilakuka melalui command prompt,


   a. *.shp dirubah ke file crude PL/pgSQL yang sama, sehingga, file tersebut

       dapat diimpor ke database.




                                         85
                                                                                 86




b. Didalam       windows       command        prompt,      pastikan     C:\program

   file\postgreSQL\8.3\bin>” ditampilkan pada lokasi direktori anda saat ini.

   Pilihan lainnya yaitu dengan menambahkan direktori pada system path.

   • Masukkan perintah ini pada Common prompt, dan ganti variable ketika

     dibutuhkan.




                 Shp2pgsql –s 2276 –i –I “C:\*.shp”* > “C:\*.sql”




c. Peta : nama file *.shp pada perintah diatas, data *.shp dan pendukungnya

   (*.dbf, *.shx) sudah berada pada folder \bin > sehingga tidak perlu

   menuliskan nama filenya. Dan jika file *.shp berada di lain forder maka

   alamatnya harus ditulis secara lengkap: C:\malang\jalankota.shp .

d. Jalankota : nama tabel yang akan dibuat di database

e. jalankota.sql : nama file hasil konfersian yang ber ekstensi .sql. secara default

   akan tersimpan di folder \bin >. Jika ingin menyimpan di tempat yang lain

   maka alamat penyimpanan harus ditulis secara lengkap, sehingga menjadi :

   C:\jakarta\jalankota.sql

f. query jalankota.sql agar dapat ditampilkan berupa tabel dalm postgre maka

   data*.sql di query kan terlebih dahulu
                                                                                87




g. Untuk mengolah data jalankota agar dapat digunakan untuk aplikasi Dijkstra

   maka perlu dilakukan hal-hal berikut:

   1. Sebuah tabel baru dibuat untuk menambahkan source, target dan length.

       Adapun perintahnya adalah sebagai berikut:

      ALTER TABLE jalankota ADD COLUMN source integer;
      ALTER TABLE jalankota ADD COLUMN target integer;
      ALTER TABLE jalankota ADD COLUMN length double precision;


   2. Dibuat topologi network

      SELECT assign_vertex_id('jalankota', 0.001, 'the_geom',
      'gid');
      UPDATE edges SET length = length(the_geom);

       0.001 merupakan tingkat ketelitian dari pencarian jalur pada tabel

       jalankota yang akan dilakukan analisis network menggunakan algoritma

       Dijkstra

   3. Dibuat index untuk kolom source,target dan geometry pada tabel “jalan

       kota”:
        CREATE INDEX source_idx ON jalankota(source);
        CREATE INDEX target_idx ON jalankota(target);
        CREATE INDEX geom_idx ON jalankota USING GIST(the_geom
        GIST_GEOMETRY_OPS);




   4. Dibuat sebuah tabel Dijkstra result untuk menampilkan operasi routing:

        DROP TABLE IF EXISTS dijsktra_result;
               CREATE TABLE dijsktra_result(gid int4) with oids;
              SELECT AddGeometryColumn('dijsktra_result',
              'the_geom', '2276', 'MULTILINESTRING', 2);
              INSERT INTO dijsktra_result(the_geom)
        SELECT the_geom FROM dijkstra_sp('jalankota', 52,35);
                                                                                88




      Angka 52 merupakan titik awal pencarian jalur terpendek dan 35 adalah titik

      lokasi yang dituju.

4.3 Penjelasan Program

       Setelah semua komponen komputer yang mendukung proses aplikasi

   terinstall, proses selanjutnya adalah penjelasan program. Penjelasan program

   merupakan petunjuk yang dapat digunakan dalam menjalankan suatu program.

   Pada Tugas Akhir ini akan dijelaskan mengenai penggunaan program yang ada,

   antara lain: Menu Home, Menu Cari Lokasi, Menu Cari Jalur, Menu Berita, dan

   Menu Hubungi Kami (saran).

  4.3.1 Menu Home

           Menu Home adalah tampilan awal program dimana pada menu utama

       ini merupakan salam pembuka dari system ini dan isi menu ini dapat diganti-

       ganti sesuai selera di bagian Oleh Administrator. Adapun gambaran dari

       menu Home digambarkan pada gambar 4.1
                               Gambar 4.1 Menu Home

Potongan Source Code Halaman Menu Home

  <? include "kiri.php"; ?>
    </div></td>
    <td valign="top" bgcolor="#CCCCCC">&nbsp;</td>
    <td width="215" rowspan="3" valign="top" bgcolor="#FDBA11"><table
  width="193" border="0" align="center" cellspacing="0">
      <tr>
       <td width="216" bgcolor="#FDBA11"><div align="center">
        <?php
       $hari=array("Sunday" => "Minggu", "Monday" => "Senin", "Tuesday" =>
  "Selasa",
                                       "Wednesday" => "Rabu", "Thursday" =>
  "Kamis", "Friday" => "Jumat",
                                       "Saturday" => "Sabtu");
                $bulan=array("January" => "Januari", "February" => "Februari",
  "March" => "Maret",
                                       "April" => "April", "May" => "Mei", "June" =>
  "Juni", "July" => "Juli",
                                       "August" => "Agustus", "September" =>
  "September", "October" => "Oktober",
                                       "November" => "November", "December" =>
  "Desember");

              $hari_inggris = date ("l");
                                                                               90




               $tgl = date ("j");
               $bulan_inggris= date ("F");
               $thn = date ("Y");

                echo "<b><font color=\"#FFFFFF\" face=\"Tahoma\" size=\"2\">
  $hari[$hari_inggris], $tgl $bulan[$bulan_inggris] $thn";
        // include"clock.php";
         ?>

  4.3.2 Menu Obyek Wisata

           Menu Obyek Wisata adalah menu yang di sediakan untuk membantu

        user mengetahui informasi-informasi Wisata yang ada di Jakarta.




                         Gambar 4.2 Menu Obyek Wisata

Potongan Source Code

elseif ($_GET[module]=='informasi'){
  echo "<tr><td class=judul_head>&#187; Lokasi Wisata</td></tr>";

 $p = new Paging;
 $batas = 5;
                                                                             91




    $posisi = $p->cariPosisi($batas);

      $sql = "SELECT id_wst, namawisata, gambar FROM wst ORDER BY
namawisata DESC LIMIT $batas offset $posisi";
      $hasil = pg_query($sql);

 while($r=pg_fetch_array($hasil)){
         $tgl = tgl_indo($r[tanggal]);
        // echo "<tr><td class=isi_kecil>$r[hari], $tgl</td></tr>";
        echo "<tr><td class=judul><a
href=$_SERVER[PHP_SELF]?module=detailinformasi&id=$r[id_wst]>$r[namawisata]<
/a></td></tr>";
        echo "<tr><td class=isi>";
        if ($r[gambar]!=''){
                 echo "<img src='admin/foto_objek/$r[gambar]' hspace=10 border=0
align=left>";
        }

    $kalimat=strtok(nl2br($r[keterangan]),"&nbsp; ");
    for ($i=1;$i<=50;$i++){
     echo ($kalimat);
     echo (" "); // Spasi antar kalimat
     $kalimat=strtok(" "); // Potong per kalimat
    }

  echo " &nbsp;&nbsp; <a
href=$_SERVER[PHP_SELF]?module=detailinformasi&id=$r[id_wst]>>>> Detail
Obyek <<<</a><br><br>
      <hr color=white></td></tr>";
  }

    $jmldata = pg_num_rows(pg_query("SELECT * FROM wst"));
    $jmlhalaman = $p->jumlahHalaman($jmldata, $batas);
    $linkHalaman = $p->navHalaman($_GET[halaman], $jmlhalaman);

    echo "<tr><td class=kembali>$linkHalaman</td></tr>";
}


     4.3.3 Menu Hotel

               Menu Hotel adalah menu yang di sediakan untuk membantu user

            mengetahui informasi-informasi Hotel yang ada di Jakarta
                                                                       92




                               Gambar 4.3 Menu Hotel

Potongan Source Code

elseif ($_GET[module]=='hotel'){
  echo "<tr><td class=judul_head>&#187; Lokasi hotel</td></tr>";

 $p = new Paging;
 $batas = 5;
 $posisi = $p->cariPosisi($batas);

      $sql = "SELECT id_hotel, namahotel, gambar FROM hotel ORDER BY
namahotel DESC LIMIT $batas offset $posisi";
      $hasil = pg_query($sql);

 while($r=pg_fetch_array($hasil)){
        $tgl = tgl_indo($r[tanggal]);
       // echo "<tr><td class=isi_kecil>$r[hari], $tgl</td></tr>";
                                                                              93




        echo "<tr><td class=judul><a
href=$_SERVER[PHP_SELF]?module=detailhotel&id=$r[id_hotel]>$r[namahotel]</a>
</td></tr>";
        echo "<tr><td class=isi>";
        if ($r[gambar]!=''){
                 echo "<img src='admin/hotel/$r[gambar]' hspace=10 border=0
align=left>";
        }

    $kalimat=strtok(nl2br($r[keterangan]),"&nbsp; ");
    for ($i=1;$i<=50;$i++){
     echo ($kalimat);
     echo (" "); // Spasi antar kalimat
     $kalimat=strtok(" "); // Potong per kalimat
    }

  echo " &nbsp;&nbsp; <a
href=$_SERVER[PHP_SELF]?module=detailhotel&id=$r[id_hotel]>>>> Detail hotel
<<<</a><br><br>
      <hr color=white></td></tr>";
  }

    $jmldata = pg_num_rows(pg_query("SELECT * FROM hotel"));
    $jmlhalaman = $p->jumlahHalaman($jmldata, $batas);
    $linkHalaman = $p->navHalaman($_GET[halaman], $jmlhalaman);

    echo "<tr><td class=kembali>$linkHalaman</td></tr>";
}


     4.3.4 Halaman Admin

               Halaman Admin adalah halaman yang akan muncul apabila yang

      melakukan proses login adalah admin primer atau utama.
                                                                             94




                            Gambar 4.4 Menu Utama Admin

Potongan Source Code Halaman Admin

    <?php
     echo "<h2>Selamat Datang</h2>
              <p>Hai <b>$_SESSION[namauser]</b>,         silahkan   klik   menu
    pilihan yang berada
            di sebelah kiri untuk mengelola content website. </p>
              <p>&nbsp;</p>
              <p>&nbsp;</p>
              <p>&nbsp;</p>
              <p align=right>Login Hari ini: ";
      echo tgl_indo(date("Y m d"));
      echo " | ";
      echo date("H:i:s");


  b. Halaman Utama User

     Menu yang terdapat pada halaman user antara lain:

     1. Berita, Agenda, dan Pengumuman
                                                                       95




   Pada halaman ini user mempunyai hak akses penuh terhadapat berita

   yang ditus dengan menggunakan usernya sendiri sehingga tidak

   mempunyai akses terhadap berita yang dimasukkan oleh user lainnya.

2. Obyek Wisata jakarta

   Pada halaman ini user juga memiliki kewenangan dalam manajemen

   data dan informasi yang berkaitan dengan objek wisata di kota jakarta.

3. Peta

   Halam peta digunakan untuk menampilkan peta jalan beserta Hotel

   dan Wisata yang ada di kota jakarta serta menampilkan hasil proses

   pencarian jalur terpendek menggunakan algoritma Dijkstra




               Gambar 4.5 Halaman Utama User
                                                                          96




Potongan Source Code Halaman Admin
     <?php
      echo "<h2>Selamat Datang</h2>
               <p>Hai <b>$_SESSION[namauser]</b>, silahkan klik menu
     pilihan yang berada
                  di sebelah kiri untuk mengelola content website. </p>
                  <p>&nbsp;</p>
                  <p>&nbsp;</p>
                  <p>&nbsp;</p>
                  <p align=right>Login Hari ini: ";
       echo tgl_indo(date("Y m d"));
       echo " | ";
       echo date("H:i:s");
       echo "</p>";

   c. Halaman Utama Pengunjung

      Di halaman ini Pengunjung hanya dapat mengakses menu-menu yang

      telah disediakan oleh admin, menu-menu tersebut diantaranya:

      1. Home

      2. Hotel

      3. Objek Wisata

      4. Peta

      5. Rute Djikstra

      6. Berita

      7. Agenda

      8. Pengumuman

4.4 Pembahasan

       Setelah pada bagian sebelumnya dijelaskan tentang kebutuhan database

   untuk menjalankan fungsi algorima Djikstra, maka pada bagian ini akan

   dijelaskan mengenai implementasi dan cara kerja fungsi algoritma djikstra
                                                                          97




 yang ada dalam menentukan rute terpendek pariwisata kota jakarta. Selain itu

 juga akan dibahas mengenai fungsi dari masing-masing form yang ada di

 sistem beserta Kode Program proses.

4.4.1 Input Data

     a. Form Tambah Modul

        Form tambah modul digunakan administrator dalam mengatur konten

        dari web/sistem, meliputi menambah dan menampilkan menu yang

        dapat di akses oleh user dan pengunjung. Berikut adalah penjelasan

        dari form tambah modul:

        1.Nama modul merupakan nama atau label dari menu yang akan

         ditampilkan pada   halaman web.

        2.Link, digunakan untuk memasukkan alamat modul yang akan

        ditampilkan.

        3.Publish, apabila dipilih radio button Y maka link akan di tampilkan

         di menu pengunjung dan user jika N maka sebalikanya.

        4.Aktif, menu akan aktif bila radio button Y di pilih, jika N maka

        sebaliknya.

        5.Status, memberikan keterangan mengenai hak akses suatu modul,

         apakah modul bisa diakses oleh user atau tidak.
                                                                          98




                      Gambar 4.6 Form Tambah Modul

Potongan Source Code Tambah Modul
        elseif ($module=='modul' AND $act=='input'){
              pg_query("INSERT INTO modul(nama_modul,
                                   link,
                                   publish,
                                   aktif,
                                   status,
                                   urutan)
                               VALUES('$_POST[nama_modul]',
                                  '$_POST[link]',
                                  '$_POST[publish]',
                                  '$_POST[aktif]',
                                  '$_POST[status]',
                                  '$_POST[urutan]')");
    header('location:media.php?module='.$module);
}


         b. Form Tambah Informasi Obyek Wisata

           form ini berfungsi menambah obyek wisata dari segi informasi

           tentang suatu obyek, seperti profil obyek wisata, foto obyek, dan

           keterangan lain yang berkaitan dengan obyek. Berikut adalah gambar

           form tambah informasi obyek wista ;
                                                                   99




             Gambar 4.7 Form Input Informasi Objek Wisata

Potongan Source Code Tambah Wisata
// Form Tambah informasi wisata
elseif ($_GET[act]=='tambahinformasi'){ echo "<h2>Tambah

Informasi wisata</h2> <form method=POST

action='aksi.php?module=informasi&act=input'

enctype='multipart/form-data'> <table> <tr><td>ID Lokasi</td> <td>

: <input type=text name=id size=60></td></tr> <tr><td>Nama

Lokasi</td> <td> : <input type=text name=nama size=60></td></tr>

<tr><td>Keterangan</td><td> : <textarea name=keterangan cols=80

rows=18></textarea></td></tr> <tr><td>Gambar</td> <td> : <input

type=file name=fupload size=40></td></tr> <tr><td colspan=2><input

type=submit value=Simpan> <input type=button value=Batal

onclick=self.history.back()></td></tr> </table> </form>"; }
                                                                         100




       c. Form Tambah Hotel

         form ini berfungsi menambah hotel dari segi informasi tentang hotel,

         seperti profil hotel, foto hotel, dan keterangan lain yang berkaitan

         dengan hotel. Berikut adalah gambar form tambah hotel ;




                 Gambar 4.8 Form Input Informasi Hotel

Potongan Source Code Tambah Hotel
  // Form Tambah informasi hotel
  elseif ($_GET[act]=='tambahinformasi'){ echo "<h2>Tambah
  Informasi hotel</h2> <form method=POST
  action='aksi.php?module=informasi&act=input'
  enctype='multipart/form-data'> <table> <tr><td>ID Lokasi</td>
  <td> : <input type=text name=id size=60></td></tr> <tr><td>Nama
  Lokasi</td> <td> : <input type=text name=nama
  size=60></td></tr> <tr><td>Keterangan</td><td> : <textarea
                                                                          101




 name=keterangan cols=80 rows=18></textarea></td></tr>
 <tr><td>Gambar</td> <td> : <input type=file name=fupload
 size=40></td></tr> <tr><td colspan=2><input type=submit
 value=Simpan> <input type=button value=Batal
 onclick=self.history.back()></td></tr> </table> </form>"; }


4.4.2 Pencarian Rute Terpendek menggunakan Algoritma Djikstra

        Pembahasan mengenai pencarian rute terpendek wisata kota jakarta

    menggunakan algoritma djikstra akan dijelaskan mulai dari proses input

    lokasi obyek yang dilakukan pengunjung hingga penampakan hasil

    pencarian pada peta. Berikut adalah urutan proses pencarian rute terpendek

    tersebut:

    1. Input lokasi

        Tahap awal yang dilakukan pengunjung yang ingin mencari rute

    terpendek Pariwisata Kota Jakarta adalah dengan melakukan input lokasi

    awal dan lokasi tujuan, berikut ini adalah form input data awal pencarian

    rute terpendek;
                                                                             102




                    Gambar 4.9 Form Rute Djikstra

Berikut adalah kode program untuk form input lokasi pencarian rute

terpendek menggunakan algoritma djikstra

<?php echo htmlspecialchars("Lokasi Awal")."&nbsp;" ?></td>

   <td width="70%" colspan="5" class="dr"><? echo" <select name=srcID>

     <option value=0 selected>- Pilih hotel -</option>";

     $tampil=pg_query("SELECT id_hotel,namahotel FROM hotel ORDER BY

id_hotel");

     while($r=pg_fetch_array($tampil)){

                 echo "<option value=$r[id_hotel]>$r[namahotel]</option>";

          }

                 echo "</select>" ?></td>

  </tr>

  <tr>
                                                                               103




   <td height="29" class="hr"><?php echo htmlspecialchars("Lokasi Tujuan")."&nbsp;"

?></td>

   <td width="70%" colspan="5" class="dr"> <? echo" <select name=trgID>

    <option value=0 selected>- Pilih Obyek Wisata -</option>";

    $tampil=pg_query("SELECT id_wst,namawisata FROM wst ORDER BY id_wst");

    while($r=pg_fetch_array($tampil)){

                echo "<option value=$r[id_wst]>$r[namawisata]</option>";

          }

                echo "</select>" ?>




2. Hasil Rute Terpendek

 Setelah melakukan input lokasi awal dan lokasi tujuan kemudian

menekan tombol “find route”, maka system akan menampilkan form hasil

pencarian rute terpendek pariwisata Kota jakarta. Adapun tampilan hasil

pencarian rute terpendek menggunakan algorima djikstra ditunjukkan

seperti pada gambar berikut ini:
                                                                     104




          Gambar 4.10 Form Hasil Pencarian Rute Terpendek

 Pada gambar 4.10 menunjukkan hasil pencarian rute terpendek dengan

input lokasi awal dari HOTEL ACACIA dengan input lokasi tujuan

MUSEUM GEDUNG JOANG ‘45, dan hasil yang ditampilkan dari

pencarian rute terpendek tersebut berupa jarak tempuh antara kedua obyek

wisata sejauh ± 0.240264667044222Km dengan nama-nama jalan (trayek)

yang bisa dilewati dari HOTEL menuju MUSEUM GEDUNG JOANG

’45 adalah seperti yang ditampilkan pada gambar diatas. Kemudian untuk

melihat hasil pencarian pada peta, dapat dilakukan dengan mengklik link

“peta”.

Berikut ini adalah skrip program untuk mencari rute terpendek pariwisata

kota jakarta;

<?php
                                                                                105




include "config/koneksi.php";
pg_query("DROP TABLE IF EXISTS dijsktra_result;");
pg_query("CREATE TABLE dijsktra_result(gid int4) with oids;");
pg_query("SELECT AddGeometryColumn('dijsktra_result', 'the_geom', '2276',
'MULTILINESTRING', 2);");
pg_query("INSERT INTO dijsktra_result(the_geom)
            SELECT the_geom FROM dijkstra_sp('jalan', $_POST[srcID],
$_POST[trgID]);");
pg_query("SELECT sum(length(the_geom))/1000 AS km_roads FROM
dijsktra_result;");
?>
<form id="map" method="post" action="distance.php" enctype='multipart/form-data'>
 <table width="58%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
   <tr>
     <td colspan="2" align="center">Hasil Pencarian Rute Terpendek dengan Algoritma
      Dijkstra </td>
   </tr>
   <tr>
     <td colspan="2">&nbsp;</td>
      </tr>
   <tr>
     <td width="34%">Lokasi Awal :</td>
     <td width="66%"><? echo
            "<input type=text name=awal size=40 value='$_POST[srcID]'>";
            ?> </td>
   </tr>
   <tr>
     <td>Lokasi Akhir:</td>
     <td>
      <?
                       echo "<input type=text name=awal size=40
value='$_POST[trgID]'>";
                      ?>
     </td>
   </tr>
   <tr>
     <td>Total Jarak:</td>
     <td>
      <?
                    $tampil=pg_query("SELECT sum(length(the_geom))/1000 AS
km_roads FROM dijsktra_result");
            while ($r=pg_fetch_array($tampil)){
    echo "<input type=text name=jarak size=40 value='$r[km_roads]'>";
                     }
          ?>
     </td>
   </tr>
   <tr>
     <td valign="top">Trayek :</td>
     <td>
                                                                                   106




      <?
                              $tampil=pg_query("select nama_jalan from
jalan,dijsktra_result where jalan.the_geom = dijsktra_result.the_geom;");
                              while($s=pg_fetch_array($tampil)){
                            echo "&lt;$s[nama_jalan]&gt;";
                            }
                            ?>
    </td>
   <tr>
    <td>&nbsp;</td>
    <td>&nbsp; </td>
   </tr></tr>

 </table>
</form>
<form id="result">
<?
          $buka=pg_query("SELECT id_hotel,namahotel FROM hotel ORDER BY
id_hotel");
          while ($s=pg_fetch_array($buka)){
    echo "dan lokasi Tujuan anda adalah : $s[namahotel] <br>";

            $buka=pg_query("SELECT id_wst,namawisata FROM wst ORDER BY
id_wst");
           while ($s=pg_fetch_array($buka)){
     echo "dan lokasi Tujuan anda adalah : $s[namawisata] <br>";

          $buka=pg_query("SELECT sum(length(the_geom))/1000 AS km_roads FROM
dijsktra_result");
          while ($s=pg_fetch_array($buka)){
    echo "Jarak Tempuh Antar Lokasi adalah : &plusmn;&nbsp;$s[km_roads] Km
<br><br><br>";
           }}}
           echo"Silahkan Lihat Rute perjalanan anda pada
                   [ <a href=http://localhost:2000/c/chameleon/Rute/htdocs>Peta</a> ]";

           echo" <br> <tr><td class=kembali><br>
           [ <a href=javascript:history.go(-1)>Kembali</a> ]</td></tr>";
?>


3. Preview hasil pencarian rute terpendek Algoritma Djikstra pada peta

     Gambar berikut ini merupakan preview hasil pencarian rute terpendek

dengan lokasi awal dari HOTEL ACACIA dan lokasi tujuan MUSEUM

GEDUNG JOANG ‘45, rute terpendek antara kedua lokasi digambarkan

dengan garis dengan warna ungu yang menghubungkan obyek wisata

(gambar kotak berwarna merah).
                                                                                              107




                     Gambar 4.11 Preview Rute Terpendek pada peta

      Pada zaman dahulu manusia memanfaatkan alam sebagai media yang

dapat dijadikan informasi dalam melakukan perjalanan. Mereka menggunakan

tanda-tanda alam seperti gunung, sungai, bintang dan lain-lain dalam

menentukan arah agar tidak tersesat. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam

Surah (QS.An-Nahl,16:15-16) yang berbunyi:


öΝà6‾=yè©9 Wξç7ß™uρ #\≈pκ÷Ξr&uρ öΝà6Î/ y‰‹Ïϑs? βr& €†Å›≡uρu‘ ÇÚö‘F{$# ’Îû 4’s+ø9r&uρ

                            ∩⊇∉∪ tβρ߉tGöκu‰ öΝèδ ÄΝôf¨Ζ9$$Î/uρ 4 ;M≈yϑ≈n=tæuρ ∩⊇∈∪ tβρ߉tGöηs?

      15. Dan dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu
tidak goncang bersama kamu, (dan dia menciptakan) sungai-sungai dan
jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
      16. Dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). dan dengan
bintang-bintang Itulah mereka mendapat petunjuk.
                                                                                             108




      Revolusi Industri di Inggris merubah pola pikir manusia. Orang-orang

disana memikirkan berbagai alat-alat baru yang dapat dipergunakan untuk

menggantikan cara lama. Hal itu dilakukan agar dalam melakukan perjalanan

membutuhkan waktu yang singkat, dikarenakan orang yang melakukan suatu

hal dengan cepat biasanya lebih baik daripada lambat.

       Maka pada pembahasan sistem Tourism Guide Kota jakarta yang telah

di bangun memberikan informasi-informasi tentang pariwisata Kota jakarta

baik wisata budaya, wisata alam, wisata sejarah, dan kepariwisataan yang

lainya. Selain itu sistem Tourism Guide memberikan kemudahan bagi

wisatawan yang ingin mendapatkan informasi tempat wisata.sesuai dalam

firman Allah SWT dalam surat (QS.Alam Nasyrah, 94:5-6) yang berbunyi:


                              ∩∉∪ #ZŽô£ç„ Ύô£ãèø9$# yìtΒ ¨βÎ) ∩∈∪ #—Žô£ç„ Ύô£ãèø9$# yìtΒ ¨βÎ*sù


          5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
                  6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

       Dengan adanya tempat wisata calon pengunjung bisa melakukan

perjalanan dan tidak harus mengunjungi agent tour tersebut untuk

mendapatkan informasi lebih lengkap. Dengan sistem ini informasi bisa mudah

didapat hanya dengan memanfaatkan internet. Kewajiban pemerintah daerah

untuk mengelola dan mengembangkan kepariwisataan memberikan manfaat

baik bagi daerahnya atau orang lain yang ingin mendapatkan informasi tentang

obyek wisata yang ada di Kota jakarta, sehingga Wisatawan atau pengunjung

dapat mengetahui tempat bersejarah yang ada di Kota jakarta. Seseorang yang

selalu memikirkan kekuasaan Allah yaitu dengan tadabur alam. Karena salah
                                                                                                    109




satu ciri orang yang pandai (Ulul Albab) adalah orang yang memperhatikan

tanda-tanda kekuasaan Allah. Hal ini membangkitkan untuk selalu mengingat

dan beribadah kepada Allah SWT. Seperti pada ayat Al-Imran ayat 190-191

yang berbunyi sebagai berikut:


É=≈t6ø9F{$# ’Í<'ρT[{ ;M≈tƒUψ Í‘$pκ¨]9$#uρ È≅øŠ©9$# É#≈n=ÏF÷z$#uρ ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈yϑ¡¡9$# È,ù=yz ’Îû āχÎ)

È,ù=yz ’Îû tβρ㍤6x tGtƒuρ öΝÎγÎ/θãΖã_ 4’n?tãuρ #YŠθãèè%uρ $Vϑ≈uŠÏ% ©!$# tβρãä.õ‹tƒ tÏ%©!$#     ∩⊇⊃∪

Í‘$¨Ζ9$# z>#x‹tã $oΨÉ)sù y7oΨ≈ysö6ß™ WξÏÜ≈t/ #x‹≈yδ |Mø)n=yz $tΒ $uΖ−/u‘ ÇÚö‘F{$#uρ ÏN≡uθ≈uΚ¡¡9$#

                                                                                                   ∩⊇⊇∪

   “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya
   malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
   berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
   duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
   penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah
   Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka
   peliharalah Kami dari siksa neraka”. (Q.S Al-Imran 190-191)


         Dengan memperhatikan ciptaan Allah SWT manusia bisa berfikir,

karena dengan ini manusia mengetahui hakekat hidupnya dan tahu apa yang

harus ia lakukan demi diri dan agamanya. Perlu disadari bahwa manusia

dibatasi oleh waktu, sehingga seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang

bisa menghargai waktu. Seorang muslim tidak patut menunggu dimotivasi oleh

orang lain untuk mengelola waktunya, sebab hal itu sudah merupakan

kewajiban bagi setiap Muslim. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap

hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti
                                                                                                       110




 ketaqwaan, sebagaimana tersirat dalam surah Al-Furqan ayat 62 yang

 berbunyi:


∩∉⊄∪ #Y‘θà6ä© yŠ#u‘r& ÷ρr& tā2¤‹tƒ βr& yŠ#u‘r& ôyϑÏj9 Zπx ù=Åz u‘$yγ¨Ψ9$#uρ Ÿ≅øŠ©9$# Ÿ≅yèy_ “Ï%©!$# uθèδuρ

        “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi
       orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”
       (Q.S Al-Furqan 62)

           Dengan pemahaman ayat di atas menjelaskan bahwa Dia pula yang

 menjadikan malam dan siang silih berganti agar supaya yang demikian itu jadi

 pelajaran dan i'tibar bagi orang-orang yang selalu mengingat nikmat Allah dan

 bertafakur tentang keajaiban ciptaan-Nya, sehingga timbul rasa dan dorongan

 hatinya untuk mensyukuri nikmat-nikmat Allah itu. Jika seandainya malam dan

 siang tidak bergiliran, dan matahari terus saja bersinar, niscaya hal demikian

 itu membawa perasaan jemu atau bosan dan lelah karena tidak dapat istirahat di

 malam harinya. Demikian pula jika malamnya terus berlangsung tanpa

 kelihatan sinar matahari, niscaya membawa perasaan kurang tenang. Adapun

 bergiliran siang dan malam itu memberikan kesempatan pula untuk

 menyempurnakan kekurangan dalam soal peribadatan yang sunah yaitu

 bilamana seseorang karena kesibukan bekerja pada siang harinya tidak sempat

 berdoa atau membaca wiridnya, dengan dibangunya sistem Tourism Guide

 Kota jakarta yang dapat melakukan perjalanan wisata secara online, maka

 dituntut pula untuk bisa menghargai waktu karena dengan sistem online bisa

 mendapat informasi dengan cepat dan waktu tidak terbuang dengan sia-sia.
                                                                             111




                                     BAB V

                                 KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

    1. Kesimpulan secara umum yang didapatkan oleh penulis dari perancangan

      ini adalah bahwa GIS (Geographical Information System) dapat

      bermanfaat untuk memenuhi keinginan dari manusia terhadap sesuatu

      yang   berhubungan     dengan    keadaan     geografi.   Masyarakat   dapat

      memanfaatkan kemampuan yang dimiliki oleh GIS untuk menjalankan

      kehidupan ke arah yang lebih baik.

    2. Sedangkan kesimpulan secara khusus dari perancangan ini adalah program

      tersebut mampu memberikan informasi geografi seperti menemukan rute

      terpendek dari satu daerah ke daerah yang lain. Kemampuan lain yang

      dimiliki oleh program tersebut adalah memberikan informasi mengenai

      hotel, dan tempat wisata

5.2 Saran

    1. Untuk hasil routing yang lebih akurat sesuai dengan keadaan nyata,

      sebaiknya pada tabel jalan diberikan aturan-aturan jalan sesuai dengan

      kondisi jalan pada keadaan yang sebenarnya, seperti aturan dilarang belok,

      aturan jalan buntu, ataupun aturan jalan satu arah.

    2. Jika di komputer lokal sudah terdapat server lain seperti AppServ, maka

      sebelum menginstall MapServer, terlebih dahulu dilakukan setting port

      yang ada pada MapServer untuk menghindari crash pada kedua server.
                                                                   112




3. Apabila ingin mengupload aplikasi ini di internet, sebaiknya carilah

  webhosting     yang     menyediakan      aplikasi    MapServer   dan

  PostgreSQL/PostGIS, sebab tidak semua webhosting mendukung aplikasi

  tersebut.

4. Perlu dilakukan penelitian atau pengembangan selanjutnya untuk kasus

  percepatan akses peta dan manajemen informasi pada peta.
                                                                        113




                     DAFTAR PUSTAKA

Charter,   Denny.      Chameleon      WebGIS      Framework,    (Online),

     (http://dennycharter.wordpress.com/2008/06/11/chameleon-webgis-

     framework/ diakses 7 September 2008)

Firdaus. 2007. 7 jam belajar interaktif PHP& MySQL dengan

     dreamweaver, Palembang: maxikom.

Floyd, Robert W. (1962). "Algorithm 97:ShortestPath".Communications of

     the ACM 5.Templat:Doi.

Gordon B.Davis, 1992. Kerangka Dasar Ssitem Informasi Manajemen

     Bagian I”,PT.Pustaka Bianaman Pressindo, Jakarta.

Hakim, Lukmanul. 2008. Membongkar Rahasia Trik Para Master PHP.

     Yogyakarta: Lokomedia.

http://harmiprasetyo.wordpress.com/2006/09/26/pengantar-uniifiied-

     modelliing-language-uml/

Iwan Setiawan & Harris Noor Rabbasa. Aplikasi Open Source untuk

     Pemetaan                                                        Online,

     (Online),(http://www.lapanrs.com/IGORS/WS_OS/PDF/Pemetaan_O

     nline_Iwan_S.pdf, diakses 23 Mei 2008)

Margiasih, Yohana Sekty. 2007. Penerapan Algoritma Djikstra Dalam

     Penentuan Rute Perjalanan Wisata Dengan Dukungan SIG Berbasis

     Web. Malang: Universitas Brawijaya.

Munir Rinaldi, Diktat Kuliah Strategi Algoritmik, 193, 2005.
                                                                       114




Nugroho,Bunafit. 2006. Tips dan Trik Pemrograman PHP5. Yogyakarta:

     Ardana Media.

Nugroho, Bunafit. 2008. Membuat sistem informasi penjualan berbasis

     WEB dengan PHP My SQL. Yogyakarta: Gava Media.

Nuryadin, Ruslan. 2005. Panduan MapServer. Bandung: Informatika.

Prasetyo, Daniel Hary. 2004. Pemanfaatan Mapscript Open Source Untuk

     Menampilkan       Peta     Interaktif    di     Internet,    (Online),

     (http://ejournal.gunadarma.ac.id/files/C08.pdf, diakses 23 Mei 2008)

Prahasta, Eddy. 2002. Tutorial ArcView. Bandung: Informatika.

Prahasta, Eddy. 2006. Membangun Aplikasi Web-based GIS Dengan

     MapSever. Bandung: Informatika.

Prahasta, Eddy. 2007. Desain dan Aplikasi Geofrapihcs Information System.

     Bandung: Informatika.

Puntadewo, A+. 2003. Sistem Informasi Goegrafis Untuk Pengelolaan

     Sumberdaya Alam, Jakarta: Graha Ilmu

Sembiring. 2007. Konsep Sistem Informasi Geografis.Yogyakarta: Graha

     Ilmu

Sugiana, Owo. Munir, Sirojul. 2005. Aplikasi Server Database Postgresql.

     Jakarta:Dian Rakyat.

Tavri D.Mansyur. 1995,”Analisa Dan Perancangan Sistem Pengolahan

     Data”,PT.Media Komputindo, Jakarta,.
                                                                  115




Utami,   Ema. 2006.     RDBMS dengan PostgreSQL di GNU/Linux.

     Yogyakarta: Andi. Chirzin, Muhammad.2003.Glosari Al-Quran.

     Jogjakarta: Lazuardi

Yulia, Kartika Gunadi dan Tanuhardja, Jeffrey . 2002. Perencanaan Rute

     Perjalanan Di Jawa Timur Dengan Dukungan GIS Menggunakan

     Metode Dijkstra‟s. Jurnal Informatika , 3( 2) : 68 – 73.
      116




xiv

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:12/18/2013
language:Unknown
pages:130