Docstoc

uin _2_

Document Sample
uin _2_ Powered By Docstoc
					RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORI
  MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULES
           DI CV. DAMAR LANGIT.



                 SKRIPSI




                   Oleh:

              ZAINUL FANANI
               NIM. 04520044




       JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
      FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
      UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
     MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
                   2010
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI INVENTORI
  MENGGUNAKAN METODE ASSOCIATION RULES
           DI CV. DAMAR LANGIT


                          SKRIPSI


                       Diajukan Kepada:

                   Fakultas Sains Dan Teknologi
  Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang
         Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam
          Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom)



                            Oleh:

                      ZAINUL FANANI
                       NIM. 04520044




        JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
       FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
       UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
      MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
                    2010



                                                                ii
iii
iv
v
                   ***...PERSEMBAHAN...***
                   ***...PERSEMBAHAN...***
                         PERSEMBAHAN
                     Yang Utama dari Segalanya,.......

             Sembah Sujud Serta syukur Kepada Allah SWT, Dzat
                            egalanya.
                           Segala
         Pemilik Penguasa Segalanya. Solawat dan salam Semoga
           Senantiasa Terlimpahkan Kepada Rasulullah SAW.

                                              untuk:
              Hasil karya ini aku dedikasikan untuk:

                (alm.) Mat
Kepada ayahku (alm.) Mat Ropi dan ibuku Kastini.....
 Yang selalu mengiringi do’anya serta motivasi dan nasehat dalam
 hidupku....Tiada kata yang dapat ku tulis untuk menggambarkan
 segala pengorbanan dan kasih sayang beliau. Namun hanya do’a
 yang dapat ku persembahkan semoga kasih sayang dan rahmat Allah
 SWT Tercurahkan.

               ekeluarga.....
Kakakku Serta Sekeluarga.....
 Saudaraku: Khoirudin, Abdul Rofik, Khoirul Ma’arif, Kholidul
 Azhar dan saudara-saudaraku yang lain tidak saya sebutkan satu
 per satu ku ucapkan terimah kasih atas segala do’a, pengorbanan
 yang telah memberikan dukungan secara moril dan materil.....

                                     membantuku.....
Serta kepada setiap orang yang telah membantuku.....
 Yang tidak saya bisa sebutkan satu per satu...yang sudah kuanggap
 seperti saudara sendiri yang telah banyak memberikan keceriaan,
 kesenangan, saran dan motivasi, serta ku ucapkan terimah kasih
 atas jasanya. Semoga Allah SWT membalas atas kebaikan kalian
 semua.




                                                                vi
            ***…MOTTO…***




 Sebaik-                         paling
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat
                              lain."
            bagi manusia yang lain."                   1




                1
                    Shahih al-Jami' no 3289 (Hasan).




                                                           vii
                            KATA PENGANTAR




       Alhamdulillahirrobil'alamin. Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat

Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga skripsi

yang telah saya lakukan selesai dengan baik, walaupun ada hambatan dan

rintangan..

       Dalam perjalanan penyelesaian skripsi ini disadari dan diakui bahwa

sangat banyak pihak yang telah membantu baik secara moral maupun materil.

Oleh karenanya para kesempatan ini, dengan setulus hati penulis ingin

mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga dan penghargaan yang setinggi-

tingginya kepada beberapa orang. Dalam kesempatan ini saya sampaikan terima

kasih, kepada:

1. Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, Selaku Rektor Universitas Islam Negeri

   Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah memberikan kesempatan untuk

   mengikuti ujian skripsi program sarjana (S-1) pada Teknik Informatika.

2. Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU., DSc, selaku Dekan Fakultas Sains

   Dan Teknologi, UIN Malang.

3. Ririen Kusumawati, M.Kom selaku Ketua Jurusan serta Staf Karyawan dan

   laboran teknik informatika di Universitas Islam Negeri Maulana Malik

   Ibrahim Malang yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terima kasih telah

   memberikan pengalaman yang tidak dapat dilupakan serta saran dan

   dorongan. Dan terutama untuk laboran yang selalu membantu, mendorong dan

   menyediakan saya dengan apa saja yang saya perlukan. Terima kasih atas

   semua informasi, pengetahuan dan wawasan yang diberikan kepada saya.



                                                                            viii
4. Muhammad Faisal, M.T, selaku Pembimbing Skripsi yang bersedia

   meluangkan waktu untuk memberikan atas pertolongan, motivasi, arahan dan

   masukan dalam penyusunan skripsi secara teknis dan non teknis.

5. M. Ainul Yaqin, M.Kom, selaku Pembimbing Integrasi Sains dan Islam UIN

   Maulana Malik Ibrahim Malang yang bersedia meluangkan waktu unuk

   memberikan atas pertolongan, motivasi, arahan dan masukan dalam proses

   menyelesaikan skripsi ini.

6. Serta dewan penguji Skripsi, Bpk. Zainal Abidin M.Kom dan Ibu Ririen

   Kusumawati, M.Kom. atas pengujian skripsi. Terima kasih banyak usulan,

   saran, kesabaran dan meluangkan waktu untuk berdiskusi serta memberikan

   bimbingan dan nasehat, ketika di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

7. Semua Bapak dan Ibu dosen Jurusan teknik informatika, yang telah banyak

   memberi bekal keilmuan kepada saya, baik secara teoritas maupun praktis

   ketika menjalankan perkuliahan. Dan khususnya Bpk. Fatchurrahman, M.Kom

   yang telah banyak memberikan motivasi, perhatian, arahan, dan masukan

   kepada penulis tentang skripsi, dan saya ucapkan banyak terimah kasih yang

   sebesar-besarnya.

8. Kepala perusahaan sekaligus pembimbing di CV. Damar Langit yaitu Bpk.

   Jauhari Effendi. Terima kasih atas dukungan dan waktunya dalam pelaksanaan

   program penelitian saya dan demi kelancaran dalam penyusunan skripsi. Yang

   telah membantu, memberikan saran dan masukkan serta mendorong dan

   menyediakan saya dengan apa saja yang saya perlukan. Terima kasih atas

   semua informasi, pengetahuan dan wawasan yang diberikan kepada saya.




                                                                           ix
   Penyelesaian laporan ini tidak mungkin terealisasi tanpa waktu dan informasi

   dari dari CV. Damar Langit.

9. Staf karyawan administrasi di CV. Damar Langit. Terima kasih atas dukungan

   dan waktunya dalam pelaksanaan program penelitian saya dan demi

   kelancaran dalam penyusunan skripsi. Terima kasih atas semua informasi,

   pengetahuan dan wawasan yang diberikan kepada saya.

10. Secara khusus kepada keluarga saya tercinta; orang tua dan beserta keluarga

   yang telah menyediakan saya rumah dan fasilitas selama saya berada di

   Malang.

11. Kepada semua teman-teman angkatan 2004 dan teman-teman yang lain. Dan

   khusunya sahabatku Azwar, Zaenal, Ajib, Mujib. Terimah kasih atas segala

   ilmunya serta dukungan kerjasama dalam belajar dan atas persahabatan dan

   kerjasamanya selama waktu kita di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana

   Malik Ibrahim Malang. Dan untuk sahabat-sahabatku angkatan 2004, terima

   kasih atas semua kesenangan dan tertawanya.

   Skripsi ini tidak mungkin diselesaikan tanpa dorongan dan motivasi mereka

semuanya. Untuk itu kami bersyukur kepada Allah SWT, karena dapat

melaksanakan dengan baik, walaupun ada hambatan dan rintangan yang kami

jalani. Skripsi ini disusun berdasarkan program sarjana (S-1) pada jurusan teknik

informatika yang diberikan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Malang. Skripsi ini merupakan salah satu matakuliah ujian Tugas Akhir yang

wajib ditempuh oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Malang pada jurusan Teknik Informatika.




                                                                               x
   Penulis menyadari bahwa sebagai manusia biasa tidak akan luput dari

kekurangan dan keterbatasan, maka dengan segenap kerendahan hati. Masih saya

harapkan adanya saran dan kritik yang membangun dari semua pihak demi

kesempurnaan dan pengembangan selanjutnya dari skripsi ini. Akhirnya saya

berharap semoga karya ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pembaca semua,

serta dapat menambah salah satu wawasan keilmuwan. Khususnya dibidang

Teknik Informatika. Amin....!



                                                     Malang, 24 April 2010



                                                                   Penulis




                                                                          xi
                                                 DAFTAR ISI



HALAMAN SAMPUL ........................................................................................... i

HALAMAN JUDUL ............................................................................................. ii

HALAMAN PERSETUJUAN ............................................................................ iii

HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iv

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS .................................................v

HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... vi

MOTTO ............................................................................................................... vii

KATA PENGANTAR ........................................................................................ viii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xviii

DAFTAR TABEL .............................................................................................. xxi

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xxii

ABSTRAK ........................................................................................................ xxiii



BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1

        1.1. Latar Belakang .........................................................................................1

        1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................5

        1.3. Batasan Masalah.......................................................................................6

        1.4. Tujuan Penelitian .....................................................................................7

        1.5. Manfaat penelitian ....................................................................................6

        1.6. Metode Penelitian.....................................................................................8

        1.7. Sistematika Penulisan ............................................................................10




                                                                                                                     xii
BAB II TINJAUAN PUSTAKA..........................................................................12

      2.1. Sistem Informasi Manajemen Inventori .................................................12

      2.2. Inventori .................................................................................................18

      2.3. Metode ...................................................................................................22

        2.3.1. Algoritma Apriori dan Market Basket Analysis ...............................22

        2.3.2. Association rule (aturan asosiasi)....................................................23

      2.4. Data Mining ...........................................................................................25

      2.5. OLAP (On-line Analitytic Processing) ..................................................27

      2.6. Data Warehouse .....................................................................................29

      2.7. DSS ........................................................................................................30

      2.8. Definisi sistem, informasi, data, siklus informasi ..................................37

        2.8.1. Sistem ...............................................................................................37

        2.8.2. Informasi ..........................................................................................38

        2.8.3. Data ..................................................................................................38

        2.8.4 Siklus Informasi ...............................................................................39

      2.9. Borland Delphi 7.0 ................................................................................40

      2.10. Interbase ...............................................................................................41

         2.10.1. Kebutuhan Sistem Minimal ..........................................................43

         2.10.2. Fitur-Fitur dan Keuntungan ..........................................................43

         2.10.3. Tipe Data File Interbase ................................................................53

         2.10.4. Arsitektur Interbase .......................................................................54

      2.11. Basis Data ............................................................................................55

      2.12. BDE (Borland DatabaseEngine) dan BDB

              (Borland Database Dekstop) ................................................................59




                                                                                                                    xiii
     2.13. Contex Diagram, DFD, ERD ...............................................................61

       a). Conteks Diagram...................................................................................61

       b). DFD (Data Flow Diagram) ..................................................................61

       c). Flowchart ............................................................................................63

       d). ERD (Entity Relationship Diagram).....................................................65



BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM........................................66

   3.1. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN ........................................66

     A. Sejarah perusahaan ...................................................................................66

     B. Visi, Misi, dan Motto ...............................................................................69

     C. Struktur Organisasi Perusahaan ................................................................70

   3.2. DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM ............................................73

     3.2.1. Analisis Sistem ....................................................................................73

       3.2.1.1. Deskripsi Sistem ...........................................................................73

       3.2.1.2. Batasan Sistem ..............................................................................75

     3.2.2. Perancangan Jaringan ..........................................................................77

     3.2.3. Perancangan Uji Coba .........................................................................77

          A. Data ....................................................................................................77

          B. Skenario Pengujian .............................................................................78

     3.2.4. Perancangan Sistem ............................................................................78

        3.2.4.1. Context Diagram ..........................................................................79

        3.2.4.2. DFD (Data Flow Diagram) .........................................................80

           A. DFD (Data Flow Diagram) pada proses input-output) Level 1 .......80

                a). Pada Proses Operator ..................................................................80




                                                                                                                   xiv
                  b). Pada Proses Manager ...................................................................82

              B. DFD (Data Flow Diagram) Pada Proses Input-Output) Level 2 ......83

                  a). Pada Proses Operator ...................................................................83

                  b). Pada Proses Manager ...................................................................86

        3.2.5. Flowchart (Diagram Alur) ..................................................................88

             a). Flowchart Untuk User Baru ...............................................................88

             b). Flowchart Untuk Operator ................................................................90

             c). Flowchart Untuk Manager .................................................................92

             d). Flowchart Untuk Metode Association Rules. ....................................94

        3.2.6. ERD (Entity Relationship Diagram)s ................................................95

        3.2.7. Perancangan Basis Data .....................................................................97

        3.2.8. Desain Form .....................................................................................101

        3.2.9. Desain Interface ...............................................................................103



BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ...........................................................107

4.1. Implementasi .................................................................................................107

      a). Perangkat Keras .......................................................................................108

      b). Perangkat Lunak ......................................................................................108

4.2. Desain Fom dan Fungsinya ...........................................................................109

     a) Form Login ..............................................................................................109

     b) Form Utama .............................................................................................109

     c) Form Type ................................................................................................110

     d) Form Warna .............................................................................................111

     e) Form Main_Dealer ...................................................................................112




                                                                                                                  xv
     f) Form Petugas ............................................................................................113

     g) Form Sepeda ............................................................................................114

     h) Form Pembelian .......................................................................................117

     i) Form Customer ........................................................................................118

     j) Form Penjualan ........................................................................................119

     k) Form Association Rules ...........................................................................121

     l) Form Inventori .........................................................................................122

     m) Form Tentang Program ............................................................................124

     n) Form Petunjuk ..........................................................................................124

     o) Form Biodata Perancang ..........................................................................125

4.3. Deskripsi Program .........................................................................................126

     a) Generate Data ..........................................................................................126

     b) Support 1 Item ..........................................................................................128

     c) Support 2 Item ..........................................................................................129

     d) Frequent Itemset.......................................................................................130

     e) Confidence................................................................................................131

     f) Rekomendasi dari Aturan Asosiasi Final .................................................135

     g) Lift Rasio ..................................................................................................137

4.4. Penerapan Aplikasi........................................................................................141

4.5. Pengujian Sistem ...........................................................................................142

     A. OLAP (Online Analytical Processing)......................................................142

     B. Nilai Support 1 Item dan Nilai Support 2 Item .........................................144

     C. Frequent Itemset .......................................................................................146

     D. Nilai Confidence .......................................................................................147




                                                                                                                   xvi
     E. Rekomendasi..............................................................................................148

     F. Lift Rasio ...................................................................................................149

4.6. Analisa Hasil .................................................................................................150

       A. Analisa Hasil Pengujian Metode Association Rules ...............................150

       B. Hasil Analisa Sistem Informasi Stok.......................................................153

4.7. Contoh Manual Proses Data Untuk Menemukan Pola..................................153

4.7. Konstribusi Program Dalam Merealisasikan Perencanaan ...........................156



BAB V PENUTUP ..............................................................................................159

        5.1. Kesimpulan ..........................................................................................159

        5.2. Saran .....................................................................................................160

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN




                                                                                                                     xvii
                                         DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Simple Store Process .........................................................................15

Gambar 2.2. Tahapan-Tahapan Dalam Data Mining .............................................26

Gambar.2.3. Tahap-Tahap Proses Dalam Pengambilan Keputusan ......................33

Gambar 2.4. Konsep Sistem ...................................................................................38

Gambar 2.5. Hubungan Data dan Informasi ..........................................................38

Gambar 2.6. Arus Produksi (Produktion Flow) .....................................................39

Gambar.2.7. Arus Kerja Paper (Paper Work Flow) ...............................................39

Gambar 2.8. Siklus Pengolahan Data .....................................................................39

Gambar 2.9. IB Consule .........................................................................................43

Gambar 2.10. Arsitektur Basis Data Delphi ..........................................................60

Gambar 2.11. Kotak Dialog Create Table .............................................................61

Gambar 2.12. Contoh Entity luar ...........................................................................62

Gambar 2.13. Simbol Aliran Data.........................................................................62

Gambar 2.14. Simbol Proses ..................................................................................63

Gambar 2.15. Simbol Berkas .................................................................................63

Gambar 2.16. Rangkaian Simbol Grafik Arus Dokumen ......................................64

Gambar 2.17. Rangkaian Simbol Grafik Arus Sistem ..........................................65

Gambar 2.16. Simbol ERD ...................................................................................65

Gambar 3.1. Struktur Organisasi CV. Damar Langit .............................................70

Gambar 3.2. Diagram Blok Sistem ........................................................................77

Gambar 3.3. Context Diagram ...............................................................................79

Gambar 3.4. DFD Level 1 Pada Proses Operator ..................................................80

Gambar 3.5 DFD Level 1 Pada Proses Manager ...................................................82




                                                                                                           xviii
Gambar 3.6 DFD Level 2 Pada ProsesOperator ....................................................83

Gambar 3.7 DFD Level 2 Pada Proses Manager ...................................................86

Gambar 3.8. Flowchart Sistem Dalam Membuat User Baru .................................89

Gambar 3.9. Flowchart Sistem Dalam Mengedit Data Dan Menghapus Data ......90

Gambar 3.10. Flowchart Sistem Dalam Mencari Data Dan Menampilkan Data ...91

Gambar 3.11. Flowchart sistem untuk Manager dalam Melihat informasi

          Inventori Menggunakan Metode Association Rule Didalam Program. ...92

Gambar 3.12. Flowchart Algoritma Pencarian Association Rule ..........................94

Gambar 3.13. ERD (Entity Relationship Diagram) Didalam Database. ..............96

Gambar 3.14. Skema Form Aplikasi Program .....................................................102

Gambar 3.15. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

          Untuk tab “OLAP” .................................................................................103

Gambar 3.16. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

          Untuk tab menu “NILAI SUPPORT 1 ITEM”. .....................................103

Gambar 3.17. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

          untuk tab “NILAI SUPPORT 2 ITEM” ................................................104

Gambar 3.18. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

          untuk tab “SUPPORT” untuk pencarian frequent itemset ....................104

Gambar 3.19. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

          untuk tab “CONFIDENCE” ..................................................................105

Gambar 3.20. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

          untuk tab “REKOMENDASI” ..............................................................105

Gambar 3.21. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule

           untuk tab “LIFT RASIO” .....................................................................106




                                                                                                          xix
Gambar 4.1 Struktur Program ..............................................................................107

Gambar 4.2 Form Login .......................................................................................109

Gambar 4.3. Form Menu Utama ..........................................................................110

G ambar 4.4 Form Type. ......................................................................................111

G ambar 4.5 Form Warna.....................................................................................112

Gambar 4.6 Form Main Dealer ............................................................................113

Gambar 4.7. Form Petugas ...................................................................................114

Gambar 4.8 Form sepeda .....................................................................................116

Gambar 4.9. Form Pembelian .............................................................................118

G ambar 4.10. Form customer .............................................................................119

Gambar 4.11. Form penjualan ..............................................................................121

Gambar 4.12. Form Association Rules ................................................................121

Gambar 4.13. Form Inventori ..............................................................................123

Gambar 4.14. Form Tentang Program .................................................................124

Gambar 4.15. Form Petunjuk ..............................................................................125

Gambar 4.16. Form Biodata Perancang ..............................................................125

Gambar 4.17. Hasil Perhitungan Data Transaksi Itemset Setiap Baris dan

            Kolom....................................................................................................144

Gambar 4.18. Hasil Perhitungan Nilai Satu Support Item ...................................145

Gambar 4.19. Hasil Perhitungan Nilai Dua Support Item ...................................146

Gambar 4.20. Hasil Perhitungan Nilai Frequent Itemset .....................................147

Gambar 4.21. Hasil Perhitungan Nilai Confidence ..............................................148

Gambar 4.22. Hasil Perhitungan Nilai Rekomendasi ..........................................149

G ambar 4.23. Hasil Perhitungan Nilai Lift Rasio ...............................................150




                                                                                                                    xx
                                          DAFTAR TABEL



Tabel 1.1. Penjelasan Sistematika Penulisan .........................................................11

Tabel 2.1. Tipe Data Field Interbase .....................................................................53

Tabel 3.1. Data Merk yang Diperdagangkan .........................................................68

Tabel 3.2. Data Sarana Perusahaan ........................................................................68

Tabel 3.3. Data Pelayanan Jasa Service / Bengkel .................................................69

Tabel 3.4. Data Penjualan Spare Parts ..................................................................69

Tabel 4.1. Total Data Untuk Uji Coba .................................................................142

Tabel 4.2. Hasil Perhitungan Nilai Aturan Asosiasi Final ...................................151

Tabel 4.3. Hasil Perhitungan Nilai Maksimum Dari Aturan Asosiasi Final .......151

Tabel 4.4. Hasil Perhitungan Lift Rasio ...............................................................152

Tabel 4.5. Total Data Untuk Uji Coba Menemukan Pola ....................................153

Tabel 4.6. Analisa OLAP ....................................................................................154

Tabel 4.7. Tabel 4.7. (a). Nilai support 1 item, (b).nilai support 2 Item ..............155

Tabel 4.8. Tabel 4.8. Hasil Nilai Confidence .......................................................155

Tabel 4.9. Tabel 4.9. (a).Hasil Nilai Aturan Asosiasi Final, (b). Hasil Nilai

              Maksimum Untuk Rekomendasi Inventori .........................................156

Tabel 4.10. Hasil Nilai Lift Rasio ........................................................................156




                                                                                                          xxi
                                       DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran 1. Hasil Perhitungan Data Secara Manual dan Analisa Data ..............160

Lampiran 2. Hasil Pengolahan Data.....................................................................171

Lampiran 3. Daftar Istilah ....................................................................................194

Lampiran 4. Surat Keterangan .............................................................................196

Lampiran 5. Form Surat Ijin Penelitian ...............................................................197

Lampiran 6. Permohonan Surat Ijin Penelitian ....................................................198

Lampiran 7. Tanda Bukti Konsultasi Pembimbing I ...........................................199

Lampiran 8. Tanda Bukti Konsultasi Pembimbing II ..........................................201

Lampiran 9. Biodata Penulis ................................................................................202




                                                                                                            xxii
                                    ABSTRAK


Fanani, Zainul. 2010. Rancang Bangun Sistem Informasi Inventori
        Menggunakan Metode Association Rules Di CV. Damar Langit.
        Pembimbing I: Muhammad Faisal, MT, Pembimbing II: M. Ainul Yaqin,
        M.Kom.
Kata Kunci : Sistem informasi, Inventori, Sistem Pendukung Keputusan,
              Association   Rule,    Data   Mining,   OLAP     (Online   Analitic
              Processing), Algoritma Apriori, Support, Confidence, Lift Rasio.


        Sistem informasi manajemen inventori merupakan sistem informasi yang
mengelola data transaksi dan persediaan dalam gudang. Perusahaan yang bergerak
dibidang produksi umumnya memerlukan Sistem Inventori. Sistem Inventori
biasanya terdiri dari sistem penerimaan barang, sistem pembelian barang, dan
sistem gudang. Sistem ini harus dapat memberikan informasi inventori seperti
informasi pengeluaran barang, pembelian barang, penerimaan barang dan
informasi lain secara cepat dan akurat, selain itu sistem dapat mempermudah kerja
user.
        Pada penelitian yang dilakukan berkaitan dengan rancang bangun sistem
informasi inventori menggunakan association rules (aturan asosiasi), bertujuan
sebagai sistem pendukung keputusan untuk merekomendasikan persediaan sepeda
motor sesuai tipe dan warna dengan menganalisa data penjualan sepeda motor
SUZUKI. Dan dari apliaksi ini dapat mengetahui pola/ kebiasaan customer dalam
kecenderungan membeli sepeda motor. Sehingga dari aturan asosiasi ini
menghasilkan informasi yang bisa digunakan untuk membantu dalam mendukung
keputusan seorang manager dalam manajemen perusahaan terutama dalam
memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan inventori (persediaan)
sepeda motor dari produk SUZUKI yang sesuai tipe dan warna dengan tipe dan
warna yang lainnya, sehingga dapat bermanfaat dalam menentukan strategi
pemasaran. Selanjutnya seorang pimpinan operasional dapat merencanakan
sendiri untuk menentukan jumlah pembelian. Dan output dari aplikasi sistem
informasi jumlah sisa persediaan didapat dari hasil pemrosesan didalam database.




                                                                            xxiii
                                     ABSTRACT

Fanani, Zainul. 2010. Inventory Information System Design Method Using
       Association Rules In CV. Damar Langit. Advisors I: Muhammad Faisal,
       MT, Advisor II: M. Ainul Yaqin, M. Kom.

Keywords: Information systems, Inventory, Decision Support System, Association
       Rule, Data Mining, OLAP (Online Analytical Processing), Apriori
       algorithm, Support, Confidence, Lift Ratio.

       Inventory management information system is an information system that
manages transactions and inventory data in the warehouse. Company engaged in
the production generally requires Inventory System. Inventory systems usually
consist of a system for receiving goods, purchasing systems, and warehouse
systems. This system must be able to provide inventory information such as
information on expenditures, purchases of goods, receiving goods and other
information quickly and accurately, otherwise the system can simplify user work.

       In a study related to design and build an inventory of information systems
using association rules (association rules), is intended as a decision support
system for recommending the appropriate type of motorcycle supplies and color
by analyzing sales data for SUZUKI motorcycle. And from this apliaksi can find a
pattern / habits of customers in the trend of buying a motorcycle. So, from this
association rules produce information which can be used to assist in supporting
the decision of a manager in corporate management, especially in solving
problems related to inventory (stock) SUZUKI motorcycles from the appropriate
product type and type and color with other colors, so it can useful in determining
marketing strategy. Furthermore, a manager can plan their own operations to
determine the amount of purchase. And the output from the application of
information systems derived from the number of remaining inventory results in
database processing.




                                                                             xxiv
                                               BAB I

                                       PENDAHULUAN



1.1. Latar Belakang.

Dalam firman Allah pada ayat Al-Qur’an yang berbunyi:


$JΒöθs% (#θç7ŠÅÁè? βr& (#þθãΨ¨t6tGsù :*t6t⊥Î/ 7,Å™$sù óΟä.u!%y` βÎ) (#þθãΖtΒ#u tÏ%©!$# $pκš‰r'‾≈tƒ

                                      ∩∉∪ tÏΒω≈tΡ óΟçFù=yèsù $tΒ 4’n?tã (#θßsÎ6óÁçGsù 7's#≈yγpg¿2
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik

           membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak

           menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui

           keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”

           (QS. Al-Hujurrat/ 49: 6).

         Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, bahwa Allah SWT memerintahkan

agar benar-benar meneliti berita yang dibawa oleh orang-orang fasik dalam rangka

mewaspadainya sehingga tidak ada seorangpun yang memberikan keputusan

berdasarkan perkataan orang fasik tersebut, dimana pada saat itu orang fasik

tersebut berpredikat seorang pendusta dan berbuat kekeliruan sehingga orang yang

memberikan keputusan berdasarkan ucapan orang fasik itu berarti ia telah

mengikutinya dari belakang. Padahal Allah SWT telah melarang untuk mengikuti

jalan orang-orang yang yang berbuat kerusakan.

         Dalam ayat tersebut terdapat kata berita (naba’). Berita juga disebut

dengan informasi, yang artinya adalah pengetahuan dari hasil pengolahan data-

data yang berhubungan menjadi sebuah kesimpulan. Beberapa data dapat




                                                                                                     1
dinyatakan sebagai informasi bila dari sedikit data tersebut sudah dapat ditarik

sebuah kesimpulan.

       Berdasarkan lafadz dan tafsir ayat tersebut, kita juga diperintahkan untuk

memeriksa dengan teliti (tabayyun) akan kebenaran berita/informasi tersebut. Hal ini

dapat diterapkan pada sebuah sistem untuk memeriksa dengan teliti tentang

kebenaran suatu informasi. Dalam skala besar seperti perusahaan, tentu kemungkinan

orang berbuat kerusakan (fasik) terhadap Sistem Informasi inventori akan ada. Sistem

ini sedikitnya berfungsi untuk mengecek setiap orang yang masuk ke dalam sistem

tersebut. Dan orang yang berhak mengakases sistem adalah orang yang dipercaya

untuk memasukkan data dengan benar. Dan jika ada orang yang tidak berhak

mengakases sistem mencoba masuk sistem, maka akan tertolak untuk memasukkan

data karena mereka dianggap sebagai orang yang mencoba merusak sistem dan

merusak data. Inilah fungsi sistem tersebut sehingga informasi yang masuk benar-

benar valid sebagaimana yang diperintahkan dalam QS. Al Hujurat ayat 6 di atas.

       Sistem informasi merupakan hal yang tidak bisa lepas dari suatu organisasi

mananapun. Karena suatu organisasi dikatakan efektif dan efisien dalam hal

pelayanan organisasi bila organisasi itupun sudah dapat menerapkan prinsip-

prinsip sistem informasi dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Dengan semakin

meningkatnya teknologi komputer saat ini, sistem informasipun mulai

dikembangkan menjadi sistem informasi yang berbasis komputer. Dan CV.

Damar Langit merupakan perusahaan milik swasta yang bergerak dalam bidang

penjualan, bengkel dan suku cadang. Dalam melaksakan kegiatan operasionalnya

CV. Damar Langit mendapatkan pasokan bahan baku dari suplier (penyedia).

       Sistem Informasi Manajemen Inventori adalah sistem informasi yang

mengelola data transaksi dan persediaan dalam gudang. Dalam sistem inventori


                                                                                  2
barang biasanya terdiri dari sistem penerimaan barang, sistem pembelian barang,

dan sistem gudang. Sistem ini harus dapat memberikan informasi inventori seperti

informasi pengeluaran barang, pembelian barang, penerimaan barang dan

informasi lain secara cepat dan akurat, selain itu sistem dapat mempermudah kerja

user.

        Inventori (stock barang) merupakan permasalahan operasional dalam

pendistribusian barang ke sub-sub dealer yang sering dihadapi oleh perusahaan.

Dalam inventori barang yaitu berupa sepeda motor, yang terdiri dari jumlah

barang yang diletakkan di etalase perusahaan atau bisa berupa jumlah sepeda

motor yang disimpan di gudang. Jika jumlah inventori terlalu sedikit dan

permintaan tidak dapat dipenuhi karena kekurangan persediaan, hal ini akan

mengakibatkan customer akan kecewa dan ada kemungkinan customer tidak akan

kembali lagi. Begitu juga jika inventori sepeda motor sesuai tipe dan warna terlalu

besar, hal ini akan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan karena harus

menyediakan tempat yang lebih besar, kemungkinan terjadinya penyusutan nilai

guna barang (sepeda motor), serta harus menyediakan biaya-biaya tambahan yang

terkait dengan biaya inventori seperti biaya pemeliharaan dan biaya akuntansi.

Karena itu, manajemen harus bisa memutuskan berapa banyak sepeda motor

SUZUKI harus disiapkan (distock) yang sesuai tipe dan warna sepeda motor.

Selain itu, manajemen juga harus jeli dalam melihat kebutuhan customer sehingga

mereka merasa puas karena mendapatkan apa yang dibutuhkannya.

        Dan    kapan     seorang     manager      dapat    menentukan       jumlah

inventori/persediaan stock sepeda motor yang tepat serta bisa melihat kebutuhan

customer dalam pembelian sepeda motor sesuai tipe dan warna yang disukai,



                                                                                 3
manajemen harus sering mengadakan kajian terhadap masalah tersebut. Mereka

memerlukan survei pasar dengan mengamati transaksi penjualan, menganalisa

data penjualan, mengamati pola/ kebiasaan pembelian sepeda motor sesuai tipe

dan warna yang satu dengan tipe dan warna lainnya, mengamati keterkaitan

sepeda motor yang dibeli oleh customer, dan kegiatan lain-lainnya.

       Oleh karena itu penelitian yang dilakukan berkaitan dengan rancang

bangun sistem informasi inventori menggunakan association rules (aturan

asosiasi), dapat menentukan pola/ kebiasaan customer dalam membeli sepeda

motor SUZUKI sesuai tipe dan warna yang satu dengan tipe dan warna lainnya.

Sehingga dari aturan asosiasi ini menghasilkan informasi yang bisa digunakan

untuk membantu dalam mendukung keputusan seorang manager dalam

manajemen perusahaan terutama dalam memecahkan permasalahan yang

berhubungan dengan inventori (persediaan) barang berupa sepeda motor yang

sesuai tipe dan warna, sehingga dapat bermanfaat dalam menentukan strategi

pemasaran.

       Dan untuk itu diperlukan sebuah aplikasi data warehouse yang dilanjutkan

dengan analisis menggunakan model dimensional pada OLAP (Online Analitic

Processing). Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan proses data mining dengan

menggunakan metode Association Rule yang ada pada SQL Server (database).

Selanjutnya informasi tersebut disajikan dengan mengunakan SQL Reporting

Services.

       Pada OLAP digunakan sebagai representasi array multidimensional

analisisnya menggunakan model dimensional, sedangkan basis data relational

data dimasukkan ke dalam tabel .Sedangkan konsep OLAP pertama di usulkan



                                                                             4
oleh E.F Codd, bapak dari basis data relational, pada basis data relasional data

dimasukkan ke dalam tabel, sementara pada OLAP digunakan representasi array

multidimensional. Sehingga dengan adanya OLAP pada aplikasi program ini

berfungsi sebagai salah satu cara untuk menampilkan relational data kepada user

sebagai salah satu fasilitas untuk memahami data dan suatu pola yang penting

terdapat didalamnya (Nofri Defri Anda, 2002.20).

       Dan sistem aplikasi ini diharapkan dapat membantu para pegawai atau

pihak-pihak   yang bersangkutan     dalam   melaksanakan    kegiatan   transaksi

penerimaan barang dalam pembelian barang. Dalam melakukan pencatatan

inventori barang berupa sepeda motor yang sesuai tipe dan warna di CV. Damar

Langit tersebut, serta pencatatan sistem transaksi penjualan barang ke (post

channel) dan konsumen yang terjadi dalam sub main dealer tersebut. Serta dapat

membantu keputusan manager dalam mengambil keputusan didalam sistem

sebagai alternatif pemecahan masalah dalam persediaan sepeda motor sesuai tipe

dan warna yang tepat dan diminati untuk dibeli oleh konsumen.



1.2. Rumusan Masalah.

       Dari latar belakang yang ada, maka permasalahan yang diangkat adalah:

Bagaimana merancang dan membangun aplikasi yang dapat mencatat inventori

barang berupa sepeda motor dalam kegiatan transaksi seperti: data stock, data

penjualan, data pembelian, laporan, dan cara menentukan model operasi-operasi

OLAP ((Online Analitycal Processing) selanjutnya dilakukan perhitungan

association rules dari data input pada suatu distribusi set data indeks jumlah

transaksi penjualan barang yang dibeli oleh customer atau perusahaan lain dari



                                                                              5
aturan asosiasi yang bisa digunakan oleh manajemen untuk memecahkan

permasalahan inventori di perusahaan tersebut?.



1.3. Batasan Masalah.

   Dalam penulisan laporan penelitian ini, penulis membatasi permasalahan yaitu

   sebagai berikut:

   a. Aplikasi program yang digunakan dalam penelitian ini bersifat client-

       server dengan menggunakan 2 komputer yaitu berjumlah 1 komputer

       server dan 1 komputer client dalam uji coba.

   b. Nilai support yang digunakan adalah dengan 1 Item dan 2 Item, sedangkan

       nilai confidence adalah nilai kepastian pada kuatnya hubungan antar 1

       Item dengan 1 item lainnya.

   c. Parameter yang digunakan tipe dan warna sepeda motor pada produk

       SUZUKI.



1.4. Tujuan Penelitian.

     Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi stok atau sisa

persediaan di dalam gudang dari hasil perhitungan dari jumlah data pembelian

dikurangi jumlah data penjualan pada setiap sepeda motor berdasarkan tipe dan

warna yang telah diproses didalam database. Dan untuk mengetahui model

operasi OLAP (Online Analitycal Processing) kemudian dilakukan perhitungan

association rule untuk mendapatkan informasi rekomendasi inventori sepeda

motor sesuai tipe dan warna dari analisa data penjualan sepeda motor berdasarkan

tipe dan warna yang dibeli oleh konsumen yang didapatkan dari nilai aturan



                                                                              6
asosiasi final dengan menerapkan dan menguji data untuk uji coba di perusahaan

tersebut.



1.5. Manfaat Penelitian.

       Adapun manfaat dari penulisan penelitian ini antara lain:

 1.    Mengetahui aktivitas yang dilakukan pegawai pada CV. Damar Langit

       dalam pendistribusian barang ke sub dealer atau post display.

 2.    Mengetahui sistem informasi inventori barang dalam melakukan transaksi

       sepada motor sesuai tipe dan warna, serta mengetahui sistem pembayaran

       dan penjualan barang di CV. Damar Langit.

 3.    Dengan mendapatkan informasi mengenai jumlah maksimal inventori,

       manajemen perusahaan akan dapat memangkas biaya inventori yang

       mungkin timbul karena stock yang terlalu besar.

 4.    Dengan mendapatkan informasi mengenai jumlah minimal inventori pada

       setiap sepeda motor SUZUKI berdasarkan tipe dan warna, manajemen bisa

       membuat perencanaan pembelian terhadap barang tersebut.

 5.    Dengan mendapatkan barang yang seharusnya tidak distok lagi, biaya

       yang mungkin timbul karena manajemen menyimpan barang tersebut akan

       dapat dihilangkan. Selain itu, manajemen juga tidak perlu melakukan re-

       order pembelian meskipun barang tersebut sudah mendekati stock

       minimal.

 6.    Dengan adanya Metode Association Rule ini, bermanfaat sebagai sistem

       informasi yang digunakan sebagai sistem pengambil keputusan/ sistem

       pendukung keputusan untuk persediaan sepeda motor berrdasarkan tipe



                                                                            7
          dan warna dari produk SUZUKI, dengan menganalisa data penjualan ke

          customer untuk mengamati trend atau pola pembelian konsumen dalam

          pembelian sepeda motor SUZUKI sesuai tipe dan warna dengan tipe dan

          warna lainnya.



1.6. Metode Penelitian.

     Penyusunan laporan penelitian ini melalui beberapa metode yang dipakai,

yaitu :

a.        Pengumpulan Data

          Dalam pengumpulan data terdiri dari dua kegiatan, yaitu:

          o Mengidentifikasi masalah

             Mengidentifikasi masalah      yang didapatkan     diobjek penelitian,

             sehingga lebih jelas masalah yang akan dibahas.

          o Mengumpulkan data-data yang berhubungan

             Dari masalah yang timbul, dilakukan pengumpulan data yang berkaitan

             dengan masalah yang diangkat. Pengumpulan data bisa dilakukan

             dengan metode :

             1. Studi Literatur

                 Setelah dilakukan analisa, maka untuk mengerjakan program

                 diperlukan studi literature sebagai bahan           referensi dalam

                 pembuatan program yang didapat dari dokumentasi buku-buku dan

                 dokumentasi hasil browsing internet yang berkaitan dengan

                 masalah yang di angkat. Studi literatur ini dilakukan terhadap

                 berbagai buku yang membahas sistem informasi, inventori, data



                                                                                  8
           mining, sistem pendukung keputusan, OLAP, metode association

           rule, pengolahan database dengan menggunakan Interbase, bahasa

           pemograman delphi 7.

       2. Observasi

           Penelitian dan analisa langsung terhadap kondisi system yang ada

           sebelumnya. Kemudian dilihat kebutuhan pemakai informasi

           tersebut serta system komputerisasi apakah yang akan digunakan

           sesuai dengan kondisi yang ada. Observasi juga mencakup

           pencarian dan pengambilan data-data yang akan digunakan dalam

           perancangan aplikasi baru.

       3. Diskusi dan Wawancara

           Diskusi dilakukan dengan pimpinan dan pihak-pihak lain yang

           secara langsung berhubungan dengan system aplikasi (program)

           yang akan dikerjakan, maupun pihak yang berkepentingan secara

           langsung dengan proyek yang akan dikerjakan, dan dalam hal ini

           adalah pihak Dealer.

b. Analisis Data

   Data yang diperoleh dari pengumpulan data di atas kemudian

   dikelompokkan dan dianalilis, untuk menetapkan data mana yang dipakai

   dan bila terjadi kekurangan data dapat dilakukan penambahan.

c. Perancangan Sistem

   Setelah data terkumpul dan dianalisis kemudian dilakukan perancangan

   sistem yang terdiri dari perancangan database dan perancangan tampilan

   aplikasi.



                                                                         9
    d. Evaluasi Sistem

        Sebelum menuju proses pembuatan aplikasi terlebih dahulu sistem yang

        telah disusun di perancangan sistem di evaluasi guna mengetahui

        kekurangan-kekurangan sementara dari sistem tersebut.

    e. Pembuatan Aplikasi

        Dalam proses ini dilakukan pembuatan tampilan sistem, pembuatan

        database, dan penyusunan coding program.

    f. Pengujian Sistem

        Dalam pengujian sistem, aplikasi akan diuji dengan cara memasukkan data

        yang sudah diperoleh. Jika masih terjadi kesalahan maka akan diperiksa

        kembali mulai dari perancangan sistem sampai didapat hasil yang

        maksimal.

    g. Dokumentasi dan Penyusunan Laporan

        Pada tahap ini, setelah melakukan pengujian sistem kemudian dilakukan

        proses dokumentasi dan penyusunan laporan yang bertujuan untuk

        mempermudah pengembangan selanjutnya.



1.7. Sistematika Penulisan.

        Untuk memperoleh gambaran yang mudah dimengerti dalam penulisan

dari isi skripsi ini adalah sebagai berikut:

 BAB I       : PENDAHULUAN

                Pada bab ini membahas mengenai latar belakang, rumusan

                masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,



                                                                             10
           metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II    : TINJAUAN PUSTAKA

           Bab ini menjelaskan tentang: Sistem Informasi Manajemen

           Inventori, Inventori, Metode Association Rule (aturan asosiasi),

           Data Mining, OLAP (On-line Analitytic Processing), Data

           Warehouse, DSS, Definisi sistem, informasi, data. siklus

           informasi, Delphi 7.0, Interbase, DFD (Data FlowDiagram), ERD

           (Entity Relationship Diagram),. Adapun literatur yang digunakan

           meliputi buku referensi, dokumentasi internet dan dokumentasi

           perusahaan.

BAB III   : DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM

           Pada bab ini dijelaskan dua hal pertama: tinjauan organisasi di

           perusahaan CV. Damar Langit dan kedua desain dan perancangan

           aplikasi   sistem    informasi      inventori    menggunakan   metode

           association rules di CV. Damar Langit.

BAB IV    : HASIL DAN PEMBAHASAN

           Bab ini menjelaskan tahapan implementasi dan uji coba dari

           perancangan sistem serta analisis hasil.

BAB V     : PENUTUP

           Pada bab ini berisi kesimpulan dari pembahasan dan saran yang

           bermanfaat     untuk    penelitian     dan      pengembangan   program

           selanjutnya dari isi skripsi ini.


              Tabel 1.1. Penjelasan Sistematika Penulisan.




                                                                              11
                                                 BAB II

                                     TINJAUAN PUSTAKA



2.1. Sistem Informasi Manajemen Inventori.

      Sistem Informasi Manajemen Inventori adalah sistem informasi yang

mengelola data transaksi dan persediaan dalam gudang. Sistem Inventori biasanya

terdiri dari sistem penerimaan barang, sistem pembelian barang, dan sistem

gudang. Sistem ini harus dapat memberikan informasi inventori seperti informasi

pengeluaran barang, pembelian barang, penerimaan barang dan informasi lain

secara cepat dan akurat, selain itu sistem dapat mempermudah kerja user (Oka

Sudana, 2008:1).

         Pada dasarnya secara mu’amalah, semua transaksi yang dilakukan oleh

seorang muslim haruslah berdasarkan prinsip rela sama rela, dan tidak boleh ada

pihak yang menzalimi atau yang dizalimi. Prinsip dasar ini mempunyai implikasi

yang sangat luas dalam bidang ekonomi dan bisnis, termasuk dalam praktik

perusahaan. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa’ ayat 29 yang berbunyi:


šχθä3s? βr& HωÎ) È≅ÏÜ≈t6ø9$$Î/ Μà6oΨ÷t/ Νä3s9≡uθøΒr& (#þθè=à2ù's? Ÿω (#θãΨtΒ#u šÏ%©!$# $y㕃r'‾≈tƒ

           ∩⊄∪ $VϑŠÏmu‘ öΝä3Î/ tβ%x. ©!$# ¨βÎ) 4 öΝä3|¡à Ρr& (#þθè=çFø)s? Ÿωuρ 4 öΝä3ΖÏiΒ <Ú#ts? tã ¸οt≈pgÏB
    Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan

                harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan

                perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.

                dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah

                Maha Penyayang kepadamu”. (QS: An-Nisa’: 29)




                                                                                                            12
     Didalam tafsir Ibnu katsir menyebutkan bahwa Allah SWT melarang

hamba-hamba-Nya yang beriman memakan harta sebagian mereka terhadap

sebagian lainnya dengan bathil, yaitu dengan berbagai macam usaha yang tidak

syar’i seperti riba, judi dan berbagai hal serupa yang penuh tipu daya, sekalipun

pada lahiriahnya cara-cara tersebut berdasarkan keumuman hukum syar’i, tetapi

diketahui oleh Allah dengan jelas bahwa pelakunya hendak melakukan tipu

muslihat terhadap riba.

     Jadi dalam surat ini Allah melarang kaum muslimin memakan harta

sesamanya dengan jalan bathil, artinya Allah menghalalkan jual beli dan

mengharamkan riba, dan Allah memerintahkan kaum muslimin                   untuk

bermu’amalah dengan jalan suka sama suka dan rela sama rela. (Abdullah bin

Muhammad, 2003: 555-556)

       Oleh sebab itu dari penjelasan yang dipaparkan didalam surat tersebut ada

kesamaan dalam bidang persediaan. Dan biasanya perusahaan yang bergerak

dibidang penjualan biasanya memiliki sistem inventori khusus. Sistem inventori

umum (paket) jika diterapkan untuk perusahaan biasanya memiliki kelemahan-

kelemahan yang secara umum mempengaruhi efisiensi kerja user. Masalah-

masalah tersebut misalnya mekanisme transaksi yang masih menggunakan

hubungan one to one, masalah portioning, spoil, retur, masalah perhitungan biaya

produksi, desain basis data dan backup data transaksi. Masalah lainnya adalah

sering terjadi kesalahan pada sistem baik saat melakukan proses pelaporan atau

proses lainnya. Guna mengatasi permasalahan Sistem Inventori tersebut maka

dibuat Sistem Informasi Inventori yang khusus dipergunakan pada sebuah

perusahaan jasa barang. Beberapa mekanisme dan rancangan basis data tetap



                                                                              13
mengacu pada sistem yang telah ada sehingga proses-proses pada aplikasi sistem

akan relatif sama. Sistem ini dapat memberikan informasi permintaan barang ke

gudang (Store Requisition), pengeluaran barang (Stock Transfer), permintaan

pembelian barang (Purchase Requisition), pembelian barang (Purchase Order),

penerimaan barang (Receiving), Informasi mengenai barang yang telah rusak

(Spoil), pengembalian barang (Retur) dan informasi inventori lainnya (Oka

Sudana, 2008:1).

     Secara singkat merchandising dapat diartikan sebagai upaya pengadaan dan

penanganan barang. Merchandising diartikan sebagai upaya penyediaan barang-

barang yang tepat, pada tingkat harga, yang tepat, dalam jumlah yang tepat/

cukup, ditempat yang tepat dan pada saat yang tepat pula. Kemudian definisi ini

dikenal dengan “the 5 right of merchandising”: yaitu sebagai berikut (Asep ST

Sujana, 2005:33-34):

 1) Right merchandise berarti jenis, model, merek, warna, ukuran, dan lainnya

     yang ingin dibeli konsumen

 2) Right palaces merujuk bukan hanya pada lokasi toko, melainkan barang apa

     yang selayaknya ada disuatu toko dan tempat pemajangan didalam toko itu

     sendiri.

 3) Right time bahwa keberadaan barang ditoko pada saat mana konsumen

     membutuhkannya.

 4) Right quantities berarti keberadaan barang dalam jumlah barang yang sesuai

     dengan kebutuhan konsumen.

 5) Right prices adalah tingkat harga barang yang pantas dan bersaing pada

     tingkat mana masih memberikan keuntungan bagi retailer.



                                                                            14
Ada empat fungsi merchandising yaitu sebagai berikut:

 1) Pengadaan barang (merchandise purchasing).

 2) Kodifikasi dan sistem informasi (merchandise codification & information

     system).

 3) Penjualan barang (merchandise selling).

 4) Proses-proses penanganan barang (merchandise handling process).

     Penanganan barang merupakan aktivitas utama dari operasional harian

ditoko, sebagai “show case” pembentuk citra toko dalam pandangan konsumen,

atau sebagai cermin, atau tolak ukur dari keberhasilan keseluruhan proses

merchandising dari retailer tersebut. Keseluruhan proses penanganan barang mulai

dari pemesanan (ordering), penerimaan (receiving), Sampai dengan transaksi

internal (antar departemen atau antar toko) yamg merupakan aktivitas keseharian

dari toko retail (Asep ST Sujana, 2005: 42-43).




                       Gambar 2.1. Simple Store Process.
                        (Asep ST Sujana, 2005: 42-43).

Pada gambar 2.1. Pada dasarnya proses penanganan barang merupakan proses

yang menghubungkan        manufacture atau importer / distributor dengan

customernya. Peran suatu toko retail dalam jalur distribusi adalah suatu sebagai



                                                                             15
sustu mata rantai terakhir sebelum sampai kekonsumen akhir. Proses penanganan

barang ditoko terdiri dari beberapa proses-proses yaitu sebagai berikut :

 1. Pemesanan (ordering): aktivitas untuk mendatangkan barang melalui

     pemesanan kepada supplier dengan cara dan prosedur yang baku atau umum

     berlaku, yakni dengan membuat purchase order dan mengirimkan kepada

     supplier, supplier akan mengirimkan barang yang disertai dengan faktur

     penjualan (invoice) dan surat jalan (delivery note). (Asep ST Sujana, 2005:

     51)

 2. Penerimaan (receiving) : merupakan aktivitas yang mengikuti aktivitas

     ordering atau delivery supplier. Aktivitas ini dilakukan melalui pemeriksaan

     atas barang yang dikirim oleh supplier, yaitu dengan memeriksa kesesuaian

     barang yang dipesan dengan yang terkirim, secara kualitatif dan kuantitatif,

     kesuaian dengan dokumen pengiriman dan                kelengkapan      dokumen

     pengirimannya. (Asep ST Sujana, 2005: 55)

       Pada sistem komputer merchandise yang terintegrasi, proses input data

     kuantitas barang per item yang diterima untuk membuat receiving report

     akan secara sekaligus mengupdate data stock barang di sistem komputer.

     Proses input data untuk membuat/mencetak receiving report ini harus

     didasarkan purchasing order asli dan faktur penjualan (Asep ST Sujana,

     2005: 57)

 3. Pemusatan Penyimpanan/ Distribution Center (central-warehousing/

     cross-docking), retailer dengan banyak toko cabang (multi-chain retailer)

     memungkinkan untuk memiliki suatu gudang pusat (central warehouse) dan

     atau melakukan kontrak dengan suatu perusahaan jasa pergudangan untuk



                                                                                 16
   menjalankan suatu cross docking system. Keduanya merupakan suatu bentuk

   implementasi pemusatan distribusi dengan memusatkan penerimaan dari

   bebrapa supplier untuk beberapa toko dan kemudian melakukan drop-

   shipment ke masing-masing toko per container sesuai jadwal kirim. Tujuan

   dari kedua jenis pemusatan distribusi tersebut adalah (Asep ST Sujana,

   2005: 57):

   a) Memberikan benefit bagi supplier dengan melakukan efisiensi

      pengiriman hanya ke suatu titik

   b) Sebagai kompensasinya supplier memberikan sustu tambahan discount

      pembelian atau suatu bentuk fees (sehingga bagi retailer tersebut, cross

      docking berfungsi juga sebagai profit center)

   c) Memberikan jaminan kontinuitas ketersediaan stock barang karena

      adanya kapasitas pembelian cukup besar.

4. Pengembalian (returning), aktivitas pengembalian barang kepada supplier

   karena tidak layak jual (un-saleable) dengan kondisi yang biasanya diatur

   sesuai hasil negoisasi dengan supplier (Asep ST Sujana, 2005: 59)

5. Pemusnahan (break-age), adalah kegiatan membuang atau memusnakan

   barang karena kondisi tidak layak jual (un-saleable) dan tidak dapat diretur

   (un-returnable). Aktivitas ini jelas merugikan retailer, karena akan

   mengurangi gross profit margin. Dalam pelaporan keuangan bulanan

   (montly financial bulletin), break-age ini biasanya termasuk dalam kategori

   known-loss (kerugian yang diketahui sumbernya) yang akan mengurangi

   nilai gross margin. Dan jika tidak dilakukan breakage maka barang rusak




                                                                            17
     dan un-returnable tersebut pada akhirnya akan merancukan nilai kehilangan

     barang (Asep ST Sujana, 2005: 61)

 6. Transaksi internal (internal purchases and sale), adalah transaksi barang

     (dalam harga beli) antar divisi dalam suatu organisasi toko. Proses transaksi

     internal ini diberlakuan untuk membantu kelancaran operasional divisi yang

     sifatnya sebagai pembeli (buying party) untuk mendapatkan barang yang

     tidak bisa diperolehnya dari supplier langsung atupun karena kondisi urgensi

     (Asep ST Sujana, 2005: 62)

 7. Inter store transfer (proses transfer barang antar toko), adalah untuk

     mengatasi masalah dengan kondisi stock disuatu toko dalam multi-chain

     retailer. Masalah stock ini antara lain bisa berupa kekosongan (out-of-stock)

     dan atau overstock di suatu toko sementara di toko lainnya tidak. (Asep ST

     Sujana, 2005: 64).

2.2. Inventori

       Inventori merupakan item atau material yang dipakai oleh suatu organisasi

atau perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Inventori bagi perusahaan adalah

untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan. Begitu juga dalam industri

manufacturing, inventori digunakan untuk aktivasi perusahaan yang mana untuk

memenuhi pelanggan yang kadang kala tidak dapat diprediksi sehingga kita harus

menjaga stock inventory. Hal yang tidak dapat diprediksi pun bukan saja terjadi

atas pelanggan yang menginginkan barang dari perusahaan kita. Inventory juga

berperan sebagai buffer (penahan) dalam hal supply (penyedia) dan demand

(permintaan), memenuhi customer demand (permintaan atau kebutuhan

pelanggan). (Holy Icun Yunarto Dan Martinus Getty Santika, 2005:1-2).



                                                                               18
       Dalam manajemen persediaan tersedia sejumlah sistem yang mengatur dan

menghitung bagaimana mengisi kembali persediaan barang. Persediaan barang

yang ada digudang akan berkurang karena diambil dan dipakai oleh berbagai

pihak atau bagian perusahaan. Jumlah, frekuensi, keteraturan, dan turun-naiknya

pengambilan atau pemakaian tergantung dari kebutuhan. Kebutuhan ini kadang-

kadang tidak teratur sama sekali. Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan

untuk pengisian kembali persediaan juga didasarkan atas berbagai kondisi

kebutuhan atau permintaan barang (Richardus Eko Indrajit Dan Richardus

Djokopranoto, 2003:47)

       Konsep persediaan minimum-maksimum, secara ideal seharusnya

persediaam minimum adalah nol dan persediaan maksimum adalah sebanyak yang

secara ekonomis mencapai optimal (Richardus Eko Indrajit Dan Richardus

Djokopranoto, 2003: 52).

       Persediaan barang meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada

saat tertentu, dengan tujuan untuk dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi

normal perusahaan. Aktiva lain yang dimiliki perusahaan, tetapi tidak untuk dijual

atau dikonsumsi tidak termasuk dalam klasifikasi persediaan. Penggolongan

persediaan ada 3 macam yaitu: 1). Perusahaan jasa: tidak punya pesediaan. 2).

Perusahaan manufaktur: bahan baku (raw material), barang dalam proses (good in

process), barang jadi (finished goods). 3).Perusahaan dagang: persediaan barang

dagangan, yaitu aktiva dalam bentuk siap jual kembali kepada pelanggan (Budi

Prijanto, 2008:1).




                                                                               19
Sistem pencatatan (administrasi) persediaan yaitu sebagai berikut (Budi

Prijanto, 2008:1):

   1. Sistem fisik/periodik (periodic inventory system), berdasarkan sistem ini

         persediaan ditentukan dengan melakukan menghitung fisik terhadap

         persediaan. Penghitungan fisik persediaan dilakukan secara periodik.

         Dalam sistem ini pencatatan terhadap mutasi persediaan tidak selalu

         diikuti. Oleh karena itu prosedur penghitungan fisik persediaan pada akhir

         periode harus dilakukan (mandatory procedure) untuk dapat menentukan

         fisik persediaan yang akan dilaporkan dalam laporan keuangan. Hasil

         perhitungan fisik ini dipakai sebagai dasar penentuan nilai persediaan

   2. Sistem perpetual (perpetual inventory system), Pencatatan terhadap mutasi

         persediaan selalu diikuti secara konsisten, dengan mencatat semua

         transaksi yang menyebabkan berkurang atau bertambahnya persediaan.

         Penghitungan fisik persediaan menjadi tidak wajib diselenggarakan

         (mandatory procedure).

Tujuan pokok akutansi terhadap persediaan (Agung Toto Wibowo, 2007:3):

   1.     Penentuan jumlah persediaan yang akan disajikan di Neraca (Penilaian

        Persediaan)

   2. Penentuan laba-rugi periodik (income determination), yaitu melalui proses

        mempertemukan antara kos barang yang dijual dengan hasil penjualan.

Masalah dalam penilaian persediaan (Agung Toto Wibowo, 2007:3):

        1. Menentukan dan mengidentifikasi fisik (baik jenis maupun kuantitas).

        2. Menentukan kos yang akan dipakai sebagai dasar penilaian terhadap

           persediaan.



                                                                                  20
Asumsi Aliran Kos (Cost Flow Assumption) (Agung Toto Wibowo, 2007:3):

       Perusahaan memiliki persediaan yang cukup banyak. Persediaan didapat

dari beberapa pembelian yang telah dilakukan, dengan waktu dan kos yang

berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam penilaian kos persediaan harus didasarkan

pada asumsi aliran kos.

       Sedangkan dengan sistem komputer yang terintegrasi dan terkontrol

dengan metode penghitungan persediaan yang tepat, sangat dibutuhkan oleh

perusahaan-perusahaan secara umum untuk mensapatkan informasi yang cepat

dan akurat. Dengan dikembangkannya sistem yang terkomputerisasi ini

diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kinerja dari perusahaan yang

menggunakannya. Dan untuk trnsaksi-transaksi lain, seperti pencatatan kartu

stock, pembuatan penagihan, dan lain-lain dilakukan dengan pencatatan dan

penghitungan yang masih secara manual juga. Dengan sistem yang seperti ini,

sering terjai “human error”, sehingga dibutuhkan sistem transaksi yang

terkomputerisasi untuk lebih mengoptimalkan sistem yang ada didalam

perusahaan. Dengan metode FIFO (First-in, First-out ) mengasumsikan barang

yang dibeli dahulu dibeli adalah barang yang akan dijual pertama kali dijual.

Metode FIFO seringkali tidak nampak pada aliran fisik dari barang tersebut

karena pengambilan barang dari gudang lebih didasarkan       pada pengaturan

barangnya. Dengan demikian metode FIFO, lebih nampak pada penghitungan

harga pokok barang, biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali

akan dikenali sebagai cost of goods sold (COGS). Untuk penghitungan harga

maka digunakan harga dari stock barang dari transaksi yang terdahulu (Liliana

dan Denny Fransiskus, 2008:1-2)



                                                                           21
       Pada umumnya Inventory costing, adalah proses menghitung nilai

inventory yang ada pada perusahaan menggunakan metode-metode seperti

standart cost, moving average, FIFO, dan LIFO guna melihat situasi inventory

baik dari sisi akunting maupun manajemen (Holy Icun Yunarto dan Martinus

Getty Santika, 2005:28).

2.3. Metode.

2.3.1. Algoritma a priori dan Market Basket Analysis.

       Algoritma a priori termasuk jenis aturan asosiasi pada data mining. Selain

a priori, yang termasuk pada golongan ini adalah metode Generalized rule

Induction dan Algoritma Hash Based. (Kusrini dan Emha Taufiq Luthfi,

2009:149)

       Aturan asosiasi (Association rules) atau analisis afinitas (affinity analysis)

berkenaan dengan ’studi tentang apa bersama apa’. Ini bisa berupa studi transaksi

di supermaket, misalnya seseorang membeli susu bayi juga membeli sabun mandi.

Disini berarti susu bayi bersama dengan sabun mandi. Karena awalnya berasal

dari studi tentang database transaksi pelanggan untuk menentukan kebiasaan suatu

produk dibeli bersama apa, maka aturan asosiasi juga sering dinamakan market

basket analysis (Budi Santoso, 2007:225).

       Market basket analysis adalah salah satu cara yang digunakan untuk

menganalisis data penjualan dari suatu perusahaan. Proses ini menganalisis buying

habits konsumen dengan menemukan asosiasi antar item-item yang berbeda yang

diletakkan konsumen dalam shopping basket. Hasil yang telah didapatkan ini

nantinya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan retail seperti toko atau swalayan




                                                                                  22
         untuk mengembangkan strategi pemasaran dengan melihat item-item mana saja

         yang sering dibeli secara bersamaan oleh konsumen (____, 2008:1).

2.3.2.   2.3.2. Association rule (aturan asosiasi).

              Association rule mining adalah suatu prosedur untuk mencari hubungan

         antar item dalam suatu data set yang ditentukan. Association Rule meliputi dua

         tahap:

              1. Mencari kombinasi yang paling sering terjadi dari suatu itemset.

              2. Mendefinisikan Condition dan result (untuk conditional association

                  rule).

              Umumnya dua kepercayaan (interesting measure) yang digunakan dalam

         menentukan suatu aturan association rule, yaitu (____, 2010:1):

              1. Support: suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar tingkat dominasi

                  suatu item / itemset dari keseluruhan transaksi. Ukuran ini menentukan

                  apakah suatu item / itemset layak untuk dicari confidence faktornya.

              2. Confidence: suatu ukuran yang menunjukkan hubungan antar 2 item

                  secara conditional (misal, seberapa sering item B dibeli jika orang

                  membeli item A).

              Kedua ukuran ini nantinya berguna dalam menentukan interesting

         association rules, yaitu untuk dibandingkan dengan batasan (treshold) yang

         ditentukan oleh user. Batasan tersebut umunya terdiri dari min_support dan

         min_confidence. Bila memenuhi kedua batasan maka sebuah rule dapat disebut

         interesting rule.




                                                                                         23
     Confidence adalah rasio antara jumlah transaksi yang meliputi semua item

dalam antedent dan concequent dengan jumlah transaksi yang meliputi semua

item dalam antecendent atau dapat ditulis:

Confidence=jumlahtransaksi dengan item dalam antedent(A)dan concequent(B)
                     Jumlah transaksi dengan item dalam antedent (A)
Dan biasanya pada istilah antecedent untuk mewakili bagian “jika” dan

concequent untuk mewakili bagian “maka”. (Budi Santoso, 2007:228)

     Lift rasio merupakan salah satu cara yang lebih baik untuk melihat kuat

tidaknya aturan asosiasi adalah membandingkan dengan nilai benchmark, dimana

kita asumsikan kejadian item dari concequent dalam suatu transaksi adalah

independent dengan kejadian dari antecendent dari suatu aturan asosiasi. Atau

dengan kata lain, bila item-item dalam antecendent dan concequent saling

independent, maka support adalah:

     P(antecendent)*P(concequent)            = P (consequent)
             P(antecendent)
Nilai estimasi dari confidence benchmark dihitung dari suatu aturan yang dihitung

dengan:

Confidence benchmark=jumlah transaksi dengan item dalam concequent(B)
                           Jumlah transaksi dalam database
Kita bandingkan confidence terhadap confidence benchmark dengan melihat

rasionya, yang dinamakan lift rasio. Jadi lift rasio adalah perbandingan antara

confidence untuk suatu aturan dibagi dengan confidence, dimana diasumsikan

consequent dan antencedent saling independent

     Lift rasio =           confidence    .
                       Benchmark confidence
Nilai lift rasio lebih besar dari 1 menunjukkan adanya manfaat dari aturan

tersebut. Lebih tinggi lift rasio, lebih besar kekuatan asosiasi.(Budi Santoso, 2007:

229-230).




                                                                                  24
2.4. Data Mining

     Data mining adalah suatu proses untuk menemukan suatu interesting

knowladge dari sejumlah data yang ada dalam database sehingga didapatkan

suatu pattern tertentu yang dapat disimpan sebagai knowladge baru. Interesting

knowladge ini biasanya dikenal dengan istilah pattern (pola). Ada beberapa

metode dalam data mining salah satunya adalah dengan association rule.

Association rule adalah salah satu model data mining yang digunakan untuk

mendapatkan hubungan ketergantungan antara item pada sekumpulan record.

Misalnya, untuk memprediksi ketergantungan antara dua produk pada sebuah

pembelian di toko retail. Ada dua tahap yang harus dilakukan untuk melakukan

proses ini, yaitu (1) mencari kombinasi yang paling sering terjadi dalah suatu item

set (himpunan item), dan (2) mendefinisikan conditional dan result (akibat).

Dalam association rule, ada beberapa ukuran yang sering digunakan. (1) support,

(2) confidence, (3) Improvement, dan (4) Certainly Factor (Hanif, 2009:1)

     Selain association rule, metode lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan

pola keterhubungan antara dua object adalah sequential pattern discovery

(menemukan pengurutan pola). Metode ini berusaha untuk mendapatkan

hubungan secara sekuensial (berurutan) antar item yang berada dalam suatu item

set dimana masing-masing item berkaitan dalam suatu waktu kejadian. Misal jika

ada seseorang membeli sepatu olah raga, kemudian membeli raket dan tenis, maka

bisa dipastikan dia juga akan membeli jaket olah raga (Haniif, 2009:1).

     Data mining dapat dikatakan sebagai hasil dari evolusi teknologi informasi.

Yaitu mulai dari sistem data (collection), database creation, data management

(termasuk storage dan retrieval dan database transaction processing) dan data



                                                                                25
analysis and understanding. Situasi dimana tersedianya data dalam jumlah sangat

banyak dan sekaligus sebagai juga kebutuhan akan alat analisa data yang memadai

dideskripsikan juga sebagai data rich but informationpoor situation (data tersedia

dalam jumlah sangat banyak tapi tanpa informasi yang cukup). Program data

mining melakukan analisa data dan dapat menemukan informasi penting

mengenai pola data, dapat memberikan konstribusi besar-besaran pada strategi

bisnis, knowledge base, dan penelittian serta riset medikal (Handoejo Andreas,

Dkk, 2008:1-2).

   Proses pada data mining ini secara lebih detail terdiri dari lima tahap seperti

terdapat pada gambar (2.2).




             Gambar 2.2. Tahapan-Tahapan Dalam Data Mining.
                    (Handoejo Andreas, Dkk, 2008:1-2).
Tahap-tahapnya dimulai dari pemrosesan raw data (data mentah) sampai pada

penyaringan hingga ditemukannya knowledge, dijabarkan sebagai berikut

(Handoejo Andreas, Dkk, 2008:2):

1. Selection, yaitu proses memilih dan memisahkan data berdasarkan beberapa

   kriteria, misalnya berdasarkan kota tempat tinggal konsumen.




                                                                               26
2. Preprocessing, yaitu mempersiapkan data, dengan cara membersihkan data,

   informasi atau field yang tidak dibutuhkan, yang jika dibiarkan hanya akan

   memperlambat proses query, misalnya nama pelanggan jika kita sudah

   mengetahui kode pelanggannya. Selain itu juga, ditahap ini dilakukan

   penyeragaman format terhadap data yang tidak konsisten, misalnya pada suatu

   field dari suatu tabel, data jenis kelamin diinputkan dengan “L” atau “M”,

   sedangkan pada tabel yang lain, data tersebut diinputkan sebagai “P” atau

   “W”.

3. Transformation, pada tahap ini dilakukan transformasi terhadap data dengan

   menambahkan data tertentu sehingga membuat data menjadi lebih muda untuk

   digunakan dan dinavigasikan.

4. Data mining, tahap ini dipusatkan untuk mendapatkan pola dari data (extraction

   of data).

5. Interpretation and evaluation, pola yang telah diidentifikasi oleh sistem

   kemudian di terjemahkan/ diintepretasikan menjadi bentuk knowledge yang

   lebih mudah dimengerti oleh user untuk membantu pengambilan keputusan,

   misalnya menunjukan item yang saling berasosiasi melalui grafik atau bentuk

   lain yang lebih mudah dimengerti.



2.5. OLAP (On-line Analitytic Processing).

       OLAP merupakan salah satu dari teknik data mining. Tidak semua yang

dapat digunakan untuk menganalisa data merupakan data mining. OLAP adalah

suatu cara untuk menampilkan relational data kepada user sebagai salah satu

fasilitas untuk memahami data dan suatu pola yang penting yang terdapat



                                                                              27
didalamnya. Seperti pada suatu penggambaran, OLAP bukan merupakan suatu

alat yang penting untuk menggambarkan informasi. Metode OLAP yang sering

digunakan berdasarkan multidimensional databases (MDDs). MDDs adalah suatu

representasi data yang memungkinkan pengguna untuk lebih dalam melihat data

pada suatu kesimpulan yang bervariasi. (Nofri Defri Anda, 2002:20)

       Operasi-Operasi OLAP (Silfi:2010):

 a) Slicing dan dicing.

       Slicing dan dicing adalah operasi untuk melihat data sebagai visualisasi

 dari kubus. Dengan slicing dan dicing pengguna dapat melihat data dari

 beberapa perpestif. Slicing memotong kubus sehingga dapat memfokuskan pada

 perspektif yang spesifik (pada suatu dimensi). Sedangkan pada dicing

 memberikan kemampuan untuk melihat pemilihan data pada dua dimensi atau

 lebih, yaitu dengan merotasi cube pada perpekstif yang lain sehingga pengguna

 dapat melihat lebih spesifik terhadap data yang di analisa.

 b) Roll up dan drill down.

       Roll up dan drill down adalah operasi untuk melihat data global atau detail

 di sepanjang level hirarki dimensi. Roll up untuk melihat data secara global atau

 rangkuman (summary). Drill down memandu pengguna untuk memeperoleh

 data yang lebih detail. Drill down ini biasa digunakan untuk menjawab

 pertanyaan atas suatu kasus tertentu. Misalnya untuk menjawab pertanyaan

 ketika sebuah summary number (rata-rata jumlah) di bawah atau di atas harapan.




                                                                               28
2.6. Data Warehouse

    Data warehouse Adalah kumpulan dari komponen-komponen perangkat keras

dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mendapatkan analisa yang lebih

baik dari data yang berjumlah sangat besar sehingga dapat membuat keputusan

yang baik. Dengan kata lain sebagai “gudang data”.sedangkan manfaat Data

Warehouse biasanya digunakan untuk (Iwayan, 2008:1):

1. Memahami trend bisnis dan membuat perkiraan keputusan yang lebih baik.

2. Menganalisa informasi mengenai penjualan harian dan membuat keputusan

    yang cepat dalam mempengaruhi performance perusahaan.

    Spesifikasi kebutuhan fungsional informasi secara teknis menyatakan data apa

yang harus disimpan didalam data warehouse untuk memenuhi analisa yang akan

dilakukan oleh pemakai. Ini dapat dinyatakan dalam bentuk pertanyaan yang harus

dapat dijawab oleh data didalam data warehouse, misalnya untuk contoh kita sebagai

berikut:

Berapa besar penjualan dan laba per bulan, per produk, per tipe pelanggan/pembeli

(grosir,   pabrikan,    industri   rumah,     atau     exportir),   jenis     industri   (dari

pelanggan/pembeli), dan kemana barang pesanan dikirim (propinsi atau nama

negera)

Pertanyaan    pemakai    semacam     diatas    biasa     disebut    analisa    multi-dimensi

(multidimensional analysis). Besaran (measure) yang ditanyakan (dianalisa) adalah

‘penjualan’ dan ‘laba’. Batasan (dimension) dari besaran tersebut adalah bulan

(period), produk, tipe pelanggan, jenis industri, dan tujuan pengiriman (location).

Selain harus memenuhi spesifikasi fungsional dari pemakai, data model untuk data

warehouse yang kita buat (rancang) nantinya harus menampung data dari sumber,




                                                                                           29
yang biasanya adalah data didalam sistem operasional, misalnya dalam contoh kita

adalah sistem pesanan (sales order system) (Iwayan, 2008:1).



2.7. DSS

       Sistem pendukung keputusan (Decision Support System atau DSS)

merupakan sistem informasi interaktif yang meyediakan informasi, permodelan,

dan pemanipulasian data, sistem itu digunakan untuk membantu pengambil

keputusan dalam situasi yang semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur,

dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat

(Kusrini, 2007:15-16).

       DSS biasanya dibangun untuk mendukung solusi atas suatu masalah atau

untuk mengevaluasi suatu peluang. DSS yang seperti itu disebut aplikasi DSS.

Aplikasi DSS digunakan dalam pengambilan keputusan. Aplikasi DSS

menggunakan data, memberikan antarmuka pengguna yang mudah, dan dapat

menggabungkan pemikiran pengambil keputusan. (Kusrini, 2007:39)

       Tujuan dari DSS adalah (Kusrini, 2007: 16-17):

a)   Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semi

     terstruktur.

b)   Memberikan      dukungan    atas   pertimbangan    manajer   dan   bukannya

     dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer.

c)   Berdaya saing. Manajemen dan pemberdayaan sumber daya perusahaan.

     Tekanan persaingan menyebabkan tugas pengambilan keputusan menjadi

     sulit. Persaingan tidak hanya pada harga, tetapi juga pada kualitas,

     kecepatan, kustomasi produk, dan dukungan pelanggan. Organisasi harus




                                                                              30
    mampu secara sering dan cepat mengubah mode operasi, merekayasa ulang

    proses dan struktur, memberdayakan karyawan, serta berinovasi. Teknolgi

    pengambilan keputusan bisa menciptakan pemberdayaan yang signifikan

    dengan cara memperbolehkan seseorang untuk membuat keputusan yang

    baik secara cepat, bahkan jika mereka memiliki pengetahuan yang kurang.

              Untuk dapat bertahan menghadapi persaingan tersebut tidak cukup

    hanya dengan membuat harga menjadi lebih murah, karena pelanggan juga

    mencari kepuasan jika membeli suatu barang di toko yang bersangkutan.

    Maka pihak manajemen selalu dituntut menemukan ide-ide yang dapat

    mempertahankan pelanggan agar tetap setia membeli di CV. Damarlangit

    tersebut. Salah satu yang didapat adalah dengan mengetahui pola pembelian

    beberapa pelanggan yang berkaitan dengan asosiasi antara barang-barang

    yang dibeli. Misal banyak pelanggan yang selalu membeli barang A

    bersamaan dengan barang B. Jika pola pembelian pelanggan tersebut dapat

    diketahui, maka pihak manajemen dapat melakukan sesuatu untuk

    meningkatkan kepuasan pelanggan dalam membeli suatu produk.

              Didalam Al-qur’an (An-Nisaa’/ 04 :58) yang berbunyi:


    βr& Ĩ$¨Ζ9$# t÷t/ ΟçFôϑs3ym #sŒÎ)uρ $yγÎ=÷δr& #’n<Î) ÏM≈uΖ≈tΒF{$# (#ρ–Šxσè? βr& öΝä.ããΒù'tƒ ©!$# ¨βÎ)

            ∩∈∇∪ #ZŽÅÁt/ $Jè‹Ïÿxœ tβ%x. ©!$# ¨βÎ) 3 ÿϵÎ/ /ä3ÝàÏètƒ $−ΚÏèÏΡ ©!$# ¨βÎ) 4 ÉΑô‰yèø9$$Î/ (#θßϑä3øtrB


Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada

      yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan

      hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.




                                                                                                              31
     Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.

     Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat” (An-

     Nisaa’/ 04 :58).

     Dalam potongan surat An-Nisa’ ayat 58 pada bagian:




“apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan

adil”. Bahwa Allah SWT memerintahkan untuk menetapkan hukum di antara

manusia dengan adil. Untuk itu Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam dan Syahr

bin Hausyab berkata: ”sesungguhnya ayat ini diturunkan untuk para umara, yaitu

para pemutus hukum diantara manusia”. Yaitu yang berwenang memutuskan

hukum     diantara   manusia.   Didalam   sebuah   hadits     disebutkan,   yang

artinya:”sesungguhnya Allah akan selalu bersama seorang hakim selama ia tidak

berlaku zalim. Apabila ia berlaku zalim maka Allah akan membiarkan ia dengan

dirinya-sendiri” (HR. At-Tirmidzi).

     Dan firman Allah:                                      “Sesungguhnya Allah

memberikan pengajaran sebaik-sebaiknya kepadamu.” Artinya Allah SWT

memerintahkan kalian untuk menunaikan amanat, menetapkan hukum di antara

manusia dengan adil dan hal lainnya, yang mencakup perintah-perintah dan

syariat-syariat-Nya yang sempurna, agung dan lengkap. (Syaikh Syafiyur al-

mubarak, 2006: 560-561)

        Oleh sebab itu dari penjelasan yang dipaparkan dari ayat dan tafsir

tersebut. Bahwa ketika akan mengambil keputusan itu harus ada aturan-aturannya

dalam proses pengambilan keputusan. Menurut Rizky Dermawan (2004:32)



                                                                             32
pengambilan keputusan tidak mungkin terlakasana tanpa ketersediaan informasi.

Informasi dapat dikatakan sebagai bahan mentahnya (raw material) proses

pengambilan keputusan. Tanpa kehadiran informasi, sulit untuk menghasilkan

keputusan yang baik, atau bahkan mungkin sulit untuk melaksanakan proses

pengambilan keputusan yang digambarkan pada gambar 2.3 yaitu sebagai berikut:




     Gambar 2.3. Tahap-Tahap Proses Pengambilan Keputusan Rizky.
                   (Rizky Dermawan, 2004:32).
Tahap 1: Pemahaman Dan Perumusan Masalah, para manajer sering menghadapai

kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit dikemukakan atau bahkan sering

hanya mengidentifikasi gejala masalah, bukan penyebab yang mendasar.

Tahap 2: Pengumpulan Dan Analisis Data Yang Relevan, manajer harus

menentukan data-data apa yang dibutuhkan untuk membuat keputusan yang tepat

dan kemuadian mendapatkan informasi tersebut.

Tahap 3: Pengembangan Alternatif-Alternatif, kecenderungan untuk menerima

alternatif keputusan pertama uang feasible sering menghindarkan manajer dari

pencapaian penyelesaian yang terbaik untuk masalah manajer.

Tahap 4: Evaluasi Alternatif-Alternatif, manajer harus mengevaluasinya untuk

menilai efektifitas setiap alternatif.




                                                                           33
Tahap 5: Pemilihan Alternatif Terbaik, alternatif yang terpilih akan didasarkan

pada jumlah informasi yang tersedia bagi manajer dan ketidaksempurnaan

kebijakan manajer.

Tahap 6: Implementasi Keputusan, hal ini menyangkut lebih dari sekadar

pemberian perintah. Manager harus menetapkan anggaran atau skedul kegiatan,

mengadakan dan mengalokasikan sumber daya                                              yang diperlukan, serta

menugaskan tanggung jawab dan wewenang pelaksanaan tugas tertentu.

Tahap 7: Evaluasi Hasil-Hasil Keputusan, manajer harus mengevaluasi apakah

implementasi yang dilakukan dengan lancar dan keputusan memberikan hasil

yang diinginkan. Pembuatan keputusan adalah suatu proses yang bersifat kontinu

bagi manager dan merupakan tantangan yang harus selalu dihadapinya.

         Begitu pula dalam firman Allah dalam Al-Qur’an (QS. Al-Qalam/ 68:34-

40):


 ö/ä3s9 $tΒ ∩⊂∈∪ tÏΒ̍ôfçRùQ$%x. tÏΗÍ>ó¡çRùQ$# ã≅yèôfuΖsùr& ∩⊂⊆∪ ËΛÏè¨Ζ9$# ÏM≈¨Ψy_ öΝÍκÍh5u‘ y‰ΖÏã tÉ)−Fßϑù=Ï9 ¨βÎ)

  ÷Πr& ∩⊂∇∪ tβρ玨sƒrB $pRmQ ϵ‹Ïù ö/ä3s9 ¨βÎ) ∩⊂∠∪ tβθß™â‘ô‰s? ϵ‹Ïù Ò=≈tGÏ. ö/ä3s9 ÷Πr& ∩⊂∉∪ tβθãΚä3øtrB y#ø‹x.

                           ∩⊂∪ tβθãΚä3øtrB $pRmQ ö/ä3s9 ¨βÎ) € Ïπyϑ≈uŠÉ)ø9$# ÏΘöθtƒ 4’n<Î) îπtóÎ=≈t/ $oΨø‹n=tã í≈yϑ÷ƒr& ö/ä3s9
Artinya:”

34. Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) syurga-syurga

       yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.

35. Maka apakah patut kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan

       orang-orang yang berdosa (orang kafir) [1496]?

36. Atau Adakah kamu (berbuat demikian): bagaimanakah kamu mengambil

       keputusan?




                                                                                                                            34
37. Atau Adakah kamu mempunyai sebuah Kitab (yang diturunkan Allah) yang

     kamu membacanya?,

38. Bahwa di dalamnya kamu benar-benar boleh memilih apa yang kamu sukai

     untukmu.

39. Atau apakah kamu memperoleh janji yang diperkuat dengan sumpah dari

   kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; Sesungguhnya kamu benar-

   benar dapat mengambil Keputusan (sekehendakmu). (QS. Al-Qalam/ 68:34-

   39).

       Maksud menurut tafsir ibnu katsir dari surat tersebut adalah bahwa orang

yang bertakwa dan mentaatinya akan mendapatkan surga-surga kenikmatan

dialam akherat kelak, yang tidak dilenyapkan, dianggurkan, serta tidak pernah

akan habis. Pada ayat ke-35 apakah kami memberikan pahala yang sama antara

orang-orang itu dengan yang lainnya. Pada ayat ke 36, apkah mereka mengira

sedemikian itu. Sedang ditangan kalian terdapat sebuah kitab yang diturunkan dari

langit yang dipelajari dan dihafalkan. Dan apakah pada kalian terdapat janji-janji

       Bahwa manusia itu dapat memilih apa yang disukai dengan memperoleh

janji-janji yang diperkuat dengan sumpah, dan manusia itu dapat mengambil

keputusan dengan yang diinginkan dan diharapkan akan tercapai. (Abdullah,

2003: 260-261).

       Oleh sebab itu dari penjelasan yang dipaparkan dari tafsir tersebut. Bahwa

informasi yang akurat dan benar mampu mendukung keputusan dalam

pengambilan keputusan dengan benar.

       Kualitas suatu informasi tergantung dari 3 hal yaitu: informasi harus

akurat (accurate), tepat waktu (timelines), dan relevan (relevance). Penjelasan



                                                                                 35
tentang kualitas informasi tersebut akan dipaparkan dibawah ini (Tata Sutabri.

2005: 35-36):

   1) Akurat (accurate): Informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan

       tidak bisa atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus akurat

       karena dari sumber informasi sampai penerima informasi kemungkinan

       banyak terjadi gangguan (noise) yang dapat mengubah atau merusak

       informasi tersebut.

   2) Tepat waktu (timelines): informasi yang datang pada si penerima tidak

       boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai

       lagi karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan.

       Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal bagi

       organisasi.

   3) Relevan (relevance): informasi tersebut mempunyai manfaat untuk

       pemakainya. Relevansi informasi untuk orang satu dengan yang lain

       berbeda, misalnya informasi sebab musabab kerusakan mesin produksi

       kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan

       bila ditujukan pada ahli teknik perusahaan. Sebaliknya, informasi

       mengenai harga pokok produksi untuk ahli teknik merupakan informasi

       yang relevan, tetapi akan sangat relevan untuk seorang akuntan

       perusahaan.

       Tujuan dari sistem pendukung keputusan ini adalah untuk membantu

pengambil keputusan memilih berbagai alternatif keputusan yang merupakan hasil

pengolahan      informasi-informasi   yang   diperoleh   atau   tersedia   dengan




                                                                              36
menggunakan model-model pengambil keputusan. Ciri-ciri SPK                yang

dirumuskan oleh alters Keen sebagi berikut (Agung Toto Wibowo, 2007: 16-105):

       SPK untuk membantu keputusan-keputusan yang kurang terstruktur dan

       umumnya dihadapi oleh para manager yang berada ditingkat puncak

       SPK merupakan gabungan antara kumpulan model kualitatif dan

       kumpulan data.

       SPK memiliki fasilitas interaktif yang dapat mempermudah hubungan

       antara manusia dengan komputer

       SPK bersifat luwes dan dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan

       yang terjadi.



2.8. Definisi Sistem, Informasi, Data, Siklus Informasi.

 2.8.1. Sistem

     Sistem adalah suatu keseluruhan atau totalitas yang terdiri dari bagian-

     bagian atau sub-sub sistem atau komponen-komponen yang paling

     berinteraksi dan berinterelasi satu sama lain dan dengan keseluruhan itu

     untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sistem terdiri tiga komponen yaitu:

     (Omaer Hamalik, 1993:15)

       a. Komponen masukan (input), terdiri dari: bahan mental (raw material)

          dan input instrumental. Komponen-komponennya khusus seperti

          perilaku komunikator dan perilaku khalayak sasaran.

       b. Komponen pemroses (process), adalah prosedur pemrosesan atau

          program yang bertugas mengolah bahan mentah itu menjadi hasil yang




                                                                            37
           diharapkan. Komponen proses ini meliputi: perencanaan, metode,

           media dsb.

       c. Komponen keluaran (output), adalah produk atau hasil dari suatu

           sistem sesuai dengan tujuan dari sistem tersebut. komponen-komponen

           ini meliputi : kuantitas dan kualitas perilaku yang dihasilkan.


              Input (masukan)                Proses                Output (Hasil)

                          Gambar. 2.4. Konsep Sistem.
                           (Omaer Hamalik, 1993:16)
2.8.2. Informasi.

       Informasi adalah hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih

berguna bagi yang menerimanya dan menggambarkan suatu kajadian-kejadian

nyata sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan.

Sedangkan informasi sebagai hasil dari proses pengolahan data, dikatakan bernilai

jika memiliki kaitan dengan pengambilan keputusan.

                        Data              Proses            Informasi

                       Gambar 2.5. Hubungan Data dan Informasi.
                                   (Sitia-ITS, 2008:3).
Istilah data dan informasi sering saling tertukar dalam pemakaiannya, tetapi ada

perbedaan mendasar bahwa data adalah bahan baku yang diolah untuk dijadikan

informasi, sedangkan informasi pada umumnya dihubungkan dengan pengambilan

keputusan. Oleh Karena itu informasi dapat dianggap memiliki tingkat yang lebih

tinggi dan efektif dibandingkan dengan data (Sitia-ITS, 2008:3).



2.8.3. Data

      Data didefinisikan sebagai bahan mentah (raw material), dan dapat masuk

ke pemrosesan data (yang didalam sistem komputer disebut punched card, pucer


                                                                                    38
paper tape, tulisan dibelakang envelop dsb. Data yang telah diproses disebut

informasi dan dengan suatu bentuk untuk membantu manajemen dan pemakai

lainnya (Sitia-ITS, 2008:1).
     Data

     Data                      Data Processing               Informasi

     Data
                     Gambar 2.6. Arus Produksi (Produktion Flow).

            Bahan mentah               Proses produksi
            (Raw Material)                                     Hasil Akhir

                  Gambar. 2.7. Arus Kerja Paper (Paper Work Flow).
                                 (Sitia-ITS, 2008:1).

2.8.4 Siklus Informasi

       Data merupakan bahan mentah apabila tidak diolah maka data tersebut

   tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu

   informasi apabila diolah melalui sustu model. Model yang digunakan untuk

   mengolah data tersebut dengan model pengolahan data atau lebih dikenal

   dengan nama siklus pengolahan data.


                     Input                       Proses             Output




                     Data                  Umpan Balik               Penerima




                      Gambar 2.8. Siklus Pengolahan Data.
                            (Andri Kristanto, 2003:9)
   Dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa data yang merupakan suatu

   kejadian yang menggambarkan kenyataan yang terjadi dimasukkan melalui

   elemen-elemen input kemudian data tersebut akan diolah dan diproses menjadi


                                                                                39
   suatu output dan output tersebut adalah informasi yang dibutuhkan. Informasi

   tersebut akan diterimah oleh pemakai atau penerima. Kemudian penerima

   akan memberikan umpan balik yang berupa evaluasi terhadap informasi

   tersebut dan hasil umpan balik tersebut akan menjadi data yang akan

   dimasukkan menjadi input kembali. Begitu seterusnya.(Andri Kristanto,

   2003:9)



2.9. Borland Delphi 7.0

          Borland Delphi merupakan suatu bahasa pemrograman               yang

   memberikan berbagai fasilitas pembuatan aplikasi visual. Keunggulan bahasa

   pemrograman ini terletak pada produktivitas, kualitas, pengembangan

   perangkat lunak, kecepatan kompilasi, pola desain yang menarik serta

   diperkuat dapat digunakan untuk merancang program aplikasi yang dimiliki

   tampilan seperti program aplikasi lain yang berbasis windows.

          Bahasa Pemrograman Delphi termasuk dalam salah satu bahasa

   pemrograman visual adalah generasi lanjut pemrograman pascal. Adapun, rilis

   pertamanya (versi Delphi pertama) adalah tahun 1995, kemudian berlanjut

   sampai rilis ketujuh pada tahun 2002. Pemrograman Delphi sendiri dibuat oleh

   Borland International Corporation dan berjalan di atas platform (sistem

   operasi) Windows, sedangkan sebagai pengetahuan yang berjalan di atas

   platform (sistem operasi) Linux adalah Kylic, yang merupakan saudara kembar

   pemrograman Delphi. (Jamaluddin, 2005: 1)

          Delphi adalah software buatan Borland yang sangat populer. Berbeda

   dengan software Windows umumnya, Delphi bukanlah software aplikasi



                                                                            40
    seperti MS Office atau permainan game. Delphi adalah sebuah bahasa

    pemrograman, Development Language, aplikasi untuk membuat aplikasi.

    Delphi digunakan untuk membangun Windows, aplikasi grafis, aplikasi

    visual, bahkan aplikasi jaringan (client/server) dan berbasis internet. (Husni,

    2004: 1)

              Secara umum, kemampuan Delphi adalah menyediakan komponen-

    komponen dan bahasa pemrograman yang andal, sehingga memungkinkan

    untuk membuat program aplikasi sesuai dengan keinginan, dengan tampilan

    dan kemampuan yang canggih.


2.10. INTERBASE.


$tΒuρ 4 ̍óst7ø9$#uρ ÎhŽy9ø9$# †Îû $tΒ ÞΟn=÷ètƒuρ 4 uθèδ āωÎ) !$yγßϑn=÷ètƒ Ÿω É=ø‹tóø9$# ßxÏ?$x tΒ …çνy‰ΨÏãuρ

C§Î/$tƒ Ÿωuρ 5=ôÛu‘ Ÿωuρ ÇÚö‘F{$# ÏM≈yϑè=àß ’Îû 7π¬6ym Ÿωuρ $yγßϑn=÷ètƒ āωÎ) >πs%u‘uρ ÏΒ äÝà)ó¡n@

                                                                              ∩∈∪ &Î7•Β 5=≈tGÏ. ’Îû āωÎ)
Artinya: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang

            mengetahuinya kecuali dia sendiri, dan dia mengetahui apa yang di

            daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur

            melainkan dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun

            dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering,

            melainkan tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (QS. Al-

            An'aam / 6:59).

         Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ibnu Hatim meriwayatkan dari

Ibnu Abbas, ia berkata ; ”Allah menciptakan an-nun, yaitu tinta dan Allah juga

menciptakan alwah (jamak dari lauh yang berarti papan, batu atau sejenisnya, yang



                                                                                                         41
ditulisi di atasnya, atau dapat juga berarti lembaran-lembaran tulisan). Kemudian

Allah menuliskan semua urusan dunia didalamnya hingga tuntas penulisann

penciptaan makhluk atau rizki yang halal ataupun yang haram, amal kebaikan atau

amal keburukan,” lalu Ibnu Abbas membaca ayat di atas. (Abdullah bin Muhammad,

2003:337)

     Dengan memahami ayat dan tafsir ayat di atas, maka fungsi kitab yang nyata

(Lauh Mahfudz) dalam konteks sains adalah sebagai sebuah database untuk

menyimpan semua data. Salah satu program database yang digunakan pada delphi

disediakan yaitu interbase.

     Interbase merupakan program aplikasi database untuk menangani dan

mengelola database oleh sebuah perangkat lunak yang sangat terkenal, yaitu

Borland. Interbase dapat ditemukan dalam satu paket dengan program Delphi.

Tujuannya adalah agar pemakai lebih mudah mengakses data. Delphi merupakan

program aplikasi database berbasis Windows yang menyertakan banyak

komponen untuk mengakses database dan mempresentasikan isi dari informasi

(Bambang Robi’in, 2002:10).

     Borland Interbase adalah database transaksional yang ekonomis dan

memiliki performa yang tinggi, dan banyak digunakan oleh jutaan pengguna di

seluruh dunia. Dengan mengkombinasi instalasi yang mudah, crash-recovery

secara otomatis, dan perawatan yang sangat minim, Interbase menjadi sangat

sesuai untuk embedding dalam aplikasi terdistribusi. Dukungan terhadap

multiprosesor dan arsitektur yang canggih menjadikannya sebuah pilihan yang

tepat untuk aplikasi bisnis dengan kekuatan tinggi yang memiliki banyak

pengguna yang terkoneksi. Kekuatannya, yaitu kemudahan penggunaan,

dukungan     terhadap    platform   Windows,   Linux,   dan   Solaris   (termasuk


                                                                              42
pengembangan dalam lingkungan seperti Borland Delphi, C++ Builder, dan

Kylix), membuat Interbase menjadi favorit bagi para pengembang. (Dafferianto,

2009:1).




                          Gambar 2.9. IBConsole
                          (Dafferianto, 2009:1).
2.10.1. Kebutuhan Sistem Minimal.

   •       32 MB RAM.

   •       20 MB dari spasi harddisk untuk instalasi.

   •       Drive CD-ROM.

   Windows: Microsoft Windows Server 2003, Windows XP, Windows 2000

   (SP2), Windows ME, Windows 98 SE, Windows NT 4.0 (SP6 atau lebih).



2.10.2. Fitur-Fitur Dan Keuntungan yaitu sebagai berikut (Dafferianto,

2009:2):

a). Keunggulan Database Terintegrasi

   •       Pemeliharaan yang sangat minim;

           Dapat di-deploy tanpa kehadiran administrator database atau bantuan

           teknis.



                                                                           43
    •   Kinerja yang tinggi;

         Interbase memiliki semua fitur, kekuatan, dan skalabilitas yang

         diperlukan untuk aplikasi bisnis yang kompleks yang menawarkan

         keunggulan performa untuk jumlah pengguna yang besar.

    •   Jejak kaki yang kecil;

         Dapat di-deploy dengan mudah melalui jaringan atau CD tunggal dan

         dalam platform dengan memori dan sumber disk yang terbatas.

    •   Backup secara online;

         Menjaga produktivitas saat melakukan backup, dan memastikan bahwa

         data di-backup dengan aman.

    •   Crash Recovery secara otomatis;

         Kembali pada pekerjaan dalam waktu yang sangat singkat setelah

         kehilangan sumber daya atau crash pada server tanpa atensi dari staf TI

         atau administrator database.

    •   Instalasi yang mudah;

         Borland Interbase didesain untuk dapat di install dengan mudah pada

         lokasi end-user tanpa pertolongan administrator database. Interbase

         dapat di install secara terselubung, sehingga end-user tidak tahu jika

         sudah terinstal.

    •   Biaya kepemilikan total yang murah;

         Biaya penyebaran dan pemeliharaan yang rendah memberikan biaya

         kepemilikan total yang rendah.

b). Fleksibel

    •   Pengawasan transaksi;



                                                                             44
    Para pengembang dan administrator akan lebih produktif dengan

    pengertian yang mendalam pada koneksi pengguna, performa transaksi,

    dan masih banyak lagi yang disediakan melalui antarmuka grafis.

•   Skalabilitas dari permintaan single-user embedded sampai permintaan

    enterprise;

    Interbase memelihara basis kode tunggal yang membantu jalannya

    aplikasi tanpa modifikasi atau tingkah laku yang tidak konsisten, tidak

    perduli skala deploy-nya.

•   Sesuai untuk lingkungan produksi yang beragam;

    Instalasi yang mudah dan pemeliharaan yang sedikit membuat Interbase

    sebuah database yang bagus untuk di-deploy untuk workgroup, kantor

    cabang, pabrik satelit, atau apa saja yang tidak memiliki departemen TI

    atau administrator database di lokasi.

•   Mendukung beragam pasar industri vertikal;

    Interbase di-deploy secara luas pada pasar finansial, medis, transportasi,

    logistik, dan retail. Juga digunakan secara luas dalam pemerintahan dan

    edukasi. Adopsi yang luas ini memberi kepercayaan kepada para

    pengembang bahwa Interbase memenuhi tantangan dari industri-industri

    di atas.

•   Instalasi secara langsung dan jejak kecil memudahkan kebutuhan deploy;

    Dengan mudah men-deploy aplikasi database Interbase dengan sebuah

    CD dalam platform dengan limitasi memori dan disk.

•   Secara terselubung menyatukan Interbase ke dalam aplikasi dengan

    komponen instalasi yang dapat dikustomisasi;



                                                                           45
    Komponen instal yang dapat dikustomisasi mengizinkan server database

    untuk secara transparan dimasukkan dalam prosedur instalasi aplikasi.

•   Meregulasi penggunaan aplikasi dengan mengungkit komponen lisensi

    built-in;

    Skema lisensi Interbase memungkinkan para pengembang untuk

    melacak penggunaan aplikasikapan saja terjadi, memudahkan distribusi

    lisensi untuk akses aplikasi.

•   Unicode, kumpulan karakter universal, ditambah kumpulan karakter

    internasioal lainnya;

    Interbase mendukung berbagai kumpulan bahasa untuk meningkatkan

    portabilitas dan skalabilitas global.

•   Fungsi user-defined untuk perluasan dukungan query;

    Interbase memiliki mekanisme perluasan yang mengizinkan pengguna

    untuk menentukan fungsinya sendiri yang kemudian dapat disatukan

    dalam query aplikasi database.

•   Pembatasan pengenal untuk konvensi penamaan yang fleksibel;

    Pembatasan pengenal SQL berguna untuk membantu mengamankan

    aplikasi dari benturan dengan kata kunci baru. Interbase mengizinkan

    karakter untuk muncul dalam pengenal dan membuat pengenal case-

    sensitive untuk pembacaan yang lebih baik dan ekspresi yang diperluas.

•   Blob, subtypes, dan filter untuk menangkap data besar yang tidak

    terstruktur;




                                                                            46
    Tipe data Blob dalam Interbase mengizinkan volume data yang besar

    untuk disimpan dan dimanipulasi di bawah kontrol transaksi dengan

    backup penuh dan restorasi penuh.

•   Menyebar database dalam CD-ROM, DVD, dan media read-only

    lainnya;

    Interbase menawarkan pilihan untuk menandai database sebagai read-

    only. Ini membuka pasar baru bagi para pengembang untuk menjalankan

    dari CD-ROM atau DVD, termasuk historical-database, game, dan

    aplikasi ensiklopedi.

•   Dukungan SQL-compliant DATE, TIME, dan TIMESTAMP;

    Interbase menyediakan manipulasi kompleks dari tipe data tanggal dan

    waktu menggunakan        antarmuka SQL yang distandardisasi.     Ini

    memudahkan migrasi aplikasi ke Interbase dari produk standard-

    compliant lainnya.

•   Dukungan database yang sangat besar: 64 bit I/O (VLDB) mengizinkan

    database dalam file tunggal untuk berkembang melebihi panjang

    terrabytes;

    Dukungan VLDB memungkinkan pembuatan file-file besar (lebih besar

    dari limitasi pseudo 4 GB) tanpa membuat database multifile.

•   Fitur SQL ROWS memberi kontrol set hasil yang lebih baik;

    Klausa ROWS digunakan dalam konjungsi dengan klausa SQL ORDER

    BY untuk menyediakan ranking kapabilitas untuk query SQL. Fitur ini

    memungkinkan para pengembang web untuk mengirimkan kepingan dari

    set hasil yang lebih besar dari server web ke browser client.



                                                                     47
   •    Kemampuan generasi data XML untuk Interbase Client;

        Fitur ini mengizinkan para pengembang untuk menghasilkan dokumen

        XML langsung dari Interbase.

   •    Pembatalan asyncronous memungkinkan pembatalan query yang sedang

        dijalankan.

c). Cepat

   •    Dukungan untuk multiproses secara simetris;

        Dengan adanya kemungkinan aplikasi menggunakan banyak prosesor,

        aplikasi bekerja lebih cepat , mendukung lebih banyak pengguna, dan

        menangani arsitektur aplikasi yang lebih kompleks.

   •    Native server multi-thread dengan latar belakang koleksi sampah dan

        manajemen multi-user page-buffer;

        Interbase memberikan performa yang lebih baik dengan membebaskan

        transaksi pengguna dari penghalangan performa oleh koleksi sampah.

        Hal ini dilakuakn dengan membuat untaian latar brlakang serial yang

        mereduksi beban server, menyebarkan tugas lewat periode waktu yang

        ditentukan pengguna. Manajemen cache sudah dioptimalkan untuk

        menjaga working set dari halaman-halaman database untuk transaksi-

        transaksi individual melawan opserasi-operasi panjang, termasuk backup

        database, sweeping, tabel berukuran besar, dan scan indeks.

   •    Penyetelan sendiri dengan query optimizer berbasis biaya;

        Fitur penyetelan sendiri (self-tuning) dari Interbase meningkatkan

        performa dan meminimkan administrasi database. Termasuk di

        dalamnya query optimizer berbasis biaya yang menggunakan statistik



                                                                           48
    pada kekardinalan tabel, otomasis koleksi sampah, dan dynamic

    rebalancing struktur indeks untuk melpaskan halaman indeks kosong.

•   Thread safe Client Library;

    Thread safe Client Library memberikan stabilitas yang diperbaharui dan

    peningkatan performa untuk client Interbase.

•   Integrasi dengan Borland Delphi, Kylix, C++Builder, dan Jbuilder;

    Para pengembang dapat membangun aplikasi dan men-deploy lebih

    cepat menggunakan teknologi pengembangan dan deploy yang

    berproduktivitas tinggi dari Borland.

•   ODBC dan JDBC API (Application Programming Interface);

    ODBC dan JDBC API memungkinkan aplikasi yang dibangun dengan

    berbagai macam tool pengembangan dapat menggunakan Interbase.

•   SQL92 compliance;

    Compliance dengan standar SQL92 membuat para pengembang yang

    terbiasa menggunakan database SQL lainnya akan familiar dengan

    perintah-perintah Interbase SQL dalam waktu singkat.

•   Protokol jaringan yang populer membuat koneksi dengan database lebih

    mudah;

    Dukungan untuk TCP/IP menyediakan akses database antar jaringan

    intranet dan jaringan internet global yang berjalan di lingkungan

    platform Windows, UNIX, dan NetWare OS. Dengan fungsionalitas

    jaringan NetBEUI yang terintegrasi, Interbase menyediakan para

    pengembang Windows dengan alternatif untuk mengatur infrastruktur

    TCP/IP secara penuh.



                                                                         49
   •   Dukungan Delphi dan Kylix untuk untuk Interbase Express dan

       dbExpress native driver;

        Komponen kerangka Interbase Express dan dbExpress memberikan para

        pengembang akses ke fitur paling advance dari Interbase, sama seperti

        keunggulan performa yang datang dari dukungan native driver untuk

        server database.

   •   Prosedur yang disimpan meng-enkapsulasi logika bisnis pada server;

        Prosedur yang disimpan adalah koleksi SQL yang diberi nama dan

        logika pengontrol alur yang disimpan dan dijalankan dengan server

        database. Hal ini mengizinkan logika SQL yang kompleks untuk

        dijalankan seluruhnya pada server tanpa mengkonsumsi bandwith

        jaringan secara signifikan.

   •   Servis yang dapat diprogram untuk menangani dan memonitor database;

        Otomatisasi employ untuk manajemen kontrol program pengguna,

        backup, dan tugas administratif lainnya.

   •   Fitur Database Active termasuk pemicu modular dan pensiagaan event;

        Bahasa pemicu Interbase mengizinkan logika forward-chaining dan

        notifikasi event untuk dipicu dari operasi SQL INSERT, UPDATE, dan

        DELETE. Berbagai definisi pemicu mengizinkan pemicu untuk

        diekspresikan dan di-katalog-kan dalam format yang bersih, terurut, dan

        dapat dimengerti.

d). Dapat Dipercaya

   •   Validitas data melalui batasan integritas referensial bertingkat;




                                                                            50
    Interbase mengizinkan referensi orantua-anak antar baris untuk

    dipelihara secara otomatis, menyediakan validitas data dan kebebasan

    dari kesalahan umum.

•   Ketersediaan database secara kontinyu dengan backup online;

    Interbase    membuat     sebuah   transaksi-konsisten   backup    selama

    mengizinkan pengguna untuk membaca dan menulis ke database.

    Pengguna tidak perlu disconnect dari database untuk melakukan backup

    rutin.

•   Crash Recovery secara otomatis;

    Recovery langsung dari kegagalan sistem membuat waktu produksi tidak

    terbuang ketika kehilangan daya atau crash. Crash Recovery secara

    otomatis berarti tidak dibutuhkan administrator database untuk

    menjalankan backup sistem. Yang harus dilakukan pengguna adalah

    menghidupkan kembali sistem dan database kembali tersedia.

•   Fitur Self-tuning untuk meminimalisir administrasi database.

•   Keamanan metadata;

    Keamanan      metadata    melindungi   kekayaan     intelektual   dengan

    menunjukkan bahwa metadata tidak dimodifikasi oleh pengguna yang

    tidah sah.

•   Dukungan terhadap bilangan bulat besar;

    Dukungan terhadap bilangan bulat besar menjadikan Interbase pilihan

    yang tepat untuk aplikasi akuntansi dan finansial analisis. Interbase 7

    dapat menyediakan dukungan ketepatan sampai 18 digit.

•   IBConsole;



                                                                         51
        IBConsole merupakan tool manajemen grafis yang didesain untuk

        mengatur dan mengurus Interbase lokal dan remote.

   •   Sejarah panjang dari pengembangan dan inovasi;

        Interbase sudah melalui lebih dari 14 tahun pengembangan. Selama masa

        itu para insinyur telah bekerja untuk meningkatkan produktivitas dan

        kehandalan.

e). Kebebasan Platform

   •   Mendukung kerangka Java dan Microsoft .NET;

        Interbase mendukung kerangka Microsoft .NET melalui driver

        ADO.NET, yaitu Borland Data Provider. Juga mendukung Java melalui

        driver JDBC 2.0 type 4-full compliant.

   •   Dukungan untuk Windows, Linux, dan UNIX memberikan pilihan untuk

       platform yang paling sesuai kebutuhan.

   •   Dukungan multi-bahasa untuk C, C++, Java, dan Object Pascal dengan

       Delphi dan Kylix;

   •   Transparan interoperabilitas mengizinkan akses terdistribusi tanpa batas

       di antara database;

        Dukungan transaksi terdistribusi dan akses untuk banyak database

        terintegrasi dalam arsitektur.

f). Dukungan Untuk Standar Industri

   •   Driver JDBC Tipe 4;

        Penyesuaian untuk standar industri membuat para pengembang tidak

        khawatir mengenai belajar sintaks tambahan.

   •   ANSI SQL92 compliance;



                                                                            52
         Para pengembang yang mengerti standar SQL92 akan familiar dengan

         perintah SQL dan sintaks Interbase.

    •    ODBC untuk aplikasi Windows dan Linux;

         Ketersediaan driver ODBC memastikan para pengmbang dapat

         menggunakan lingkungan pengembangan ODBC-compliant apa saja

         dengan Interbase dan berkomunikasi dengan mudah dengan database

         ODBC apa saja.

    •    Dukungan untuk kerangka .NET dan Java.



2.10.3. Tipe Data Field Interbase (Dafferianto, 2009:9-10):

 TYPE               UKURAN         KETERANGAN
 BLOB               bervariasi
                    1 – 32,767     Panjang string ditetapkan, altenatif keyword :
 CHAR(n)
                    karakter       CHARACTER
                    1 – 32,765     Alternatif keyword : CHAR VARYING,
 VARCHAR(n)
                    karakter       CHARACTER VARYING
                                   1 Jan 100 s/d 11 Jan 5941, termasuk juga
 DATE               8 bytes
                                   waktunya (time)
 DOUBLE
                    8 bytes        1.7 * 10-308 s/d 1.7 * 10308 (presisi 15 digit)
 PRECISION
 FLOAT              4 bytes        3.4 * 10-38 s/d 3.4*1038 (presisi 7 digit)
 Quad               8 bytes        Didukung oleh Database Explorer
 INTEGER            4 bytes        -2,147,483,648 s/d 2,147,483,648
 SMALLINT           2 bytes        -32768 s/d 32767
                                   Digunakan untuk menangani exact number,
                                   presisi 1 s/d 15 digit menspesifikasikan
                                   banyaknya digir untuk disimpan

                                   Skala 1 s/d 15 digit, menspesifikasikan lokasi
 NUMERIC
                    Bervariasi     dari decimal point. Harua lebih kecil atau
 (presisi,skala)
                                   sama dengan presisi yang ditentukan.
                                   Contoh :

                                    NUMERIC(10,3) = ppppppp.sss (menyimpan
                                    tepatnya 10 digit)
                      Tabel 2.1. Tipe Data Field Interbase.




                                                                                     53
2.10.4. Arsitektur Interbase

     InterBase memiliki dua tipe arsitek, yaitu Super Server dan Classic. Super

Server merupakan multi klien, implementasi multi-thread dari proses server

InterBase. Implementasi ini menggantikan jenis implementasi model Classic yang

telah digunakan pada versi InterBase sebelumnya (Dafferianto, 2009:10):.

       Super Server melayani banyak klien dalam waktu yang sama

menggunakan urutan daripada proses server yang terpisah untuk setiap klien.

Multiple thread membagi akses kepada proses single server. Keuntungan dari

Super Server meliputi (Dafferianto, 2009:10): :

   Memiliki sebuah proses server mengeliminasi kemacetan hasil dari arbitrasi

   untuk membagi halaman-halaman database dan mengurangi kenaikan yang

   diperlukan untuk multiple proses memulai dan permintaan database

   Super Server meningkatkan kinerja interaksi pesan karena pemanggilan

   sharing library selalu lebih cepat daripada interproses permintaan komunikasi

   pada proses server

   Super Server menigkatkan integritas database karena hanya satu proses server

   yang telah ditulis mengakses database, daripada satu proses untuk setiap klien.

   Super Server mengijinkan dalam mengoleksi statistic database dan informasi

   user yang dapat digunakan oleh tool InterBase untuk kinerja pengawasan dan

   tugas administratif.

    Super Server bernilai lebih efektif ketimbang arsitektur Classic. Semua

   sistem operasi memiliki batas nilai dari operasi sistem operasi yang dapat

   berjalan secara bersama-sama. Super Server mengijinkan untuk angka dari




                                                                               54
   database yang telah ditetapkan meneruskan menjadi digandakan angka yang

   besar secara potensial dari koneksi database berbarengan.



2.11. BASIS DATA

     Dalam basis data, database dapat kita kelolah menggunakan program

aplikasi basis data, misalnya: MySql, Access, PostgreSQL, dan SQL Server.

Aplikasi yang dapat membuat dan mengola database sering disebut SMDB

(Sistem manajemen basis data) atau DBMS (Database Manajemen System). Ada

dua perbedaan SMBD (sistem manajemen basis data) yang sering kita gunakan,

yaitu database yang bersifat Stand Alone dan database yang bersifat database

server. Berikut ini pengkategoriannya: (Bunafit Nugroho, 2008:1-2)

1. Database server (Berjalan Client/ Server):

   a) MySQL

   b) MsQL

   c) PostgreSQL

   d) SQL Server

   e) Interbase

   f) Oracle

2. Bukan database server (Berjalan Stand Alone).

   a) Microsoft Access

   b) Paradox

   c) dBase

   Tingkatan aplikasi database dibedakan menjadi tiga kategori yaitu sebagai

berikut (Bunafit Nugroho, 2008:3-5):



                                                                         55
a) Aplikasi Database Berbasis Stand Alone.

          Maksudnya adalah aplikasi yang hanya berjalan pada satu

   komputer dan hanya mampu diakses oleh satu orang dalam satu waktu..

   Database (Back End) beserta program aplikasinya (Front End) berada

   dalam satu komputer, dan pengguna mengaksesnya dalam waktu dan

   tempat yang sama. Biasanya, aplikasi seperti ini, kita buat untuk

   menangani pengolahan data atau sistem informasi yang lingkupnya kecil.

   Database yang sering digunakan adalah MS Access, paradox, dBase, dan

   FoxPro. Sedangkan program aplikasinya bebas menggunakan apa saja.

b) Aplikasi Database Berbasis Multi User.

          Maksudnya dalah program tersebut dapa digunakan oleh banyak

   pengguna dalam satu waktu dan dalam tempat yang berbeda. Istilah multi

   user tersebut memang sangat familiar dengan bahasa kita, yaitu banyak

   pengguna. Pada prinsipnya, program yang dibuat hampir sama dengan

   jenis sebelumnya atau jenis stand alone. Hanya saja pada aplikasi yang

   berbasis multiuser, databasenya dapat diakses secara bersama dalam satu

   waktu oleh dua orang atau lebih. Konsepnya sederhana, dengan cara

   membuat sebuah aplikasi Stand Alone, kemudian databasenya kita sharing

   (bagi pakai) kepada komputer lain yang hendak mengakses database

   tersebut. Database yang digunakan sama, yaitu: Ms Access, dBase, dan

   Paradox.

c) Aplikasi Database Berbasis Client/ Server.

          Untuk membuat aplikasi yang berbasis client/ server, kita pasti

   membutuhkan aplikasi database yang bertindak sebagai server (pusat) data



                                                                        56
       dan komputer yang dijadikan sebagai client (pengakses). Sehingga dalam

       aplikasi ini, kita harus menggunakan database server sebagai media

       penyimpanan datanya.

               Dari kemampuan datanya, aplikasi yang berbasis Client/ server

       tentu memiliki kemampuan, data dapat diakses oleh dua orang atau lebih

       dalam satu wsaktu.

               Yang membedakan antara aplikasi Multi User dan Client Server

       sebagai berikut:

         •   Aplikasi Multi User belum tentu Client Server.

         •   Aplikasi Client/ Server pasti juga berbasis Multi User.

         •   Aplikasi     Multi   User   sifat   databasenya   hanya    di   Sharing

             (bagi pemakaian/ pemakaian bersama-sama).

         •   Aplikasi Client/ Server sifat databasenya berjalan dalam jaringan

             dengan sistem remote

         •   Aplikasi Multi User dapat menggunakan SMDB biasa, yaitu Access,

             Paradox, atau dBase.

         •   Aplikasi Client/ server, databasenya harus berbasis Database Server,

             seperti Interbase, MySQL, dan PostgreSQL.

         •   Aplikasi Multi User tidak terjamin keamanan datanya.

         •   Aplikasi Client/ server sangat terjamin keamanan datanya, karena

             mampu menangani autentifikasi user.

     Basis data adalah kumpulan dari satu atau lebih tabel yang menyimpan data

dengan suatu format terstruktur. Tabel-tabel, ini berisi data yang diwakili oleh

field dan row. Ketika suatu basis data terdiri dari dua atau lebih tabel, tabel-tabel



                                                                                  57
ini yang biasanya berisi data relasi terpisah. Ms Acces. Interbase atau SQL Server

menggunakan file tunggal (Ms Access: *.mdb) menyatakan keseluruhan basis

data Paradox dan dBase terdiri dari tabel-tabel yang terpisah, dan file-file yang

menyatakan index dan relasi tabel. Dan semua file tersebut yang diperlukan untuk

menjabarkan suatu basis data Paradox, yang umumnya disimpan di dalam

direktori tunggal. Delphi, tentu saja mampu bekerja dengan kedua pendekatan

tersebut. (Teddy Marcus, dkk, 2005: 48)

     Dengan Delphi, kita dapat menghubungkan basis data yang berbeda : basis

data lokal atau client/ server (remote server). Basis data lokal disimpan pada drive

lokal atau pada suatu jaringan area lokal (LAN). Basis data remote pada server

yang pada umumnya berada pada suatu mesin remote. Contoh jenis basis data

lokal antara lain: Paradox, dBase dan MS Access. Sedangkan jenis basis data

client/ server adalah Interbase atau Oracle dan MS SQL Server. . (Teddy Marcus

dkk, 2005: 48-49)

     Basis data lokal sering disebut juga basis data single-tiered. Suatu basis data

single tiered adalah suatu basis data dimana perubahan apapun, seperti mengedit

data, memasukkan/ menyisipkan rekord, atau penghapusan rekord akan terjadi

seketika. Basis data single tiered terbatas pada berapa banyak data pada tabel-

tabel dapat ditampung dan banyaknya para pemakai aplikasi yang dapat didukung.

Ketika informasi basis data meliputi relasi yang kompleks antar beberapa tabel,

atau ketika banyaknya jumlah client, maka akan digunakan suatu aplikasi two-

tiered atau multi-tiered. (Teddy Marcus dkk, 2005: 49)




                                                                                 58
2.12. BDE (Borland Database Engine) dan DBD (Borland Database Dekstop).

A. BDE (Borland Database Engine).

     Pada suatu aplikasi basis data didalam delphi, kita perlu menggunakan

beberapa database Engine untuk mengakses suatu data didalam basis data.

Database Engine membuat fokus pada data yang ingin diakses, sebagai ganti

bagaimana cara mengaksesnya. Dari permulaan versi, delphi menyediakan

pengembangan basis data dengan BDE (Borland Database Engine. BDE adalah

suatu lapisan umum akses data untuk semua produk borland, termasuk delphi dan

C++ Builder. Keunngulan dari BDE menjadi fakta bahwa semua manipulasi data

menjadi “transparan” kepada setiap pengembang. BDE datang dengan satu

kumpulan driver yang memungkinkan aplikasi untuk bekerja dengan beberapa

tipe basis data yang berbeda. (Tedy Marcus, Agus Prijono, Josef Widiandhi, 2005:

49-50)

     BDE (Borland Database Engine) ini telah hadir sejak delphi versi 1.0 yang

berjalan di windows 3.1. Keunggulan BDE adalah menyertakan banyak driver

untuk berkomunikasi dengan banyak software database management, seperti

Paradox, dBaseIII+, SQL Server, Acces, dan interbase. bahkan, BDE

menyediakan koneksi kedatabase lain melalui ODBC (Open Database

Coneectivity) manapun (Husni, 2004 :4).

     Untuk mengakses basis data tertentu, aplikasi hanya perlu mengetahui alias

untuk basis data dan akan mempunyai akses ke semua data didalam basis data.

Alias disediakan didalam BDE Administrator dan menetapkan parameter-

parameter di driver dan lokasi basis data (Tedy Marcus dkk, 2005: 51).




                                                                             59
     Secara umum, arsitektur basis data pada BDE dapat di ilustrasikan seperti

gambar 2.11

                             Program
                             Anda


                                BDE
       SQL Links             BDE to ODBC Driver



                                   ODBC
                                                       dBase
       Oracle      MS SQL                              Paradox
                   Server


                                  Basis Data
                                  ODBC

                     Gambar 2.10. Arsitektur Basis Data Delphi.
                             (Antony Pranata, 2003:431).
Seperti pada gambar (2.11), BDE mendukung beberapa macam format tabel basis

data, seperti dBase dan Paradox. Bahkan BDE juga dapat mengakses basis data

ODBC. BDE yang disertakan Delphi Enterprise menambahkan suatu driver yang

dinamakan SQL Links. SQL Links memungkinkan program anda membaca tabel

basis data dari server SQL, seperti Oracle, Informic, DB2, MS SQL, Sybase, dan

Interbase. (Antony Pranata, 2003:431).



B. DBD (Borland Database Dekstop).

       Borland Database Dekstop adalah utilitas yang disediakan delphi untuk

membuat tabel, indeks, memanipulasi tabel. Untuk membuka DBD, pilih menu

Start |Program | Delphi | Database Dekstop. Dan pada kenyataanya, DBD paling

sering digunakan untuk membuat tabel. Sedangkan untuk mebuat tabel baru, pilih

menu file |new|Table DBD akan menampilkan kotak dialog Create Table untuk


                                                                           60
memasukkan tabel yang akan dibuat. Ada beberapa tipe yang disediakan (Antony

Pranata, 2000:490)




                   Gambar 2.11. Kotak Dialog Create Table.
                        (Antony Pranata, 2000:490)
2.12. Contex Diagram, DFD, ERD

1). Conteks Diagram

       Conteks Diagram adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan

   hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran system. Conteks Diagram

   direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem

   (Kristanto, 2003:55).

2). DFD (Data Flow Diagram)

       DFD adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk

   menggambarkan dari mana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari

   system, dimana data disimpan proses apa yang menghasilkan data tersebut dan

   interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data

   tersebut (Kristanto, 2003:55)


                                                                           61
   DFD      menggambarkan       penyimpanan     data     dan     proses   yang

mentransformasikan data. DFD menunjukan hubungan antara data pada

system dan proses pada sistem. Ada beberapa simbol DFD yang dipakai untuk

menggambarkan data beserta proses transformasi data, antara lain (Kristanto,

2003:55-59):

a. Entity luar

   Entity luar digambarkan dengan bujur sangkar yang merupakan sumber

input atau tujuan output data. Entity luar merupakan sumber atau tujuan dari

aliran data dari atau ke sistem. Entity luar merupakan lingkungan luar sistem,

jadi sistem tidak mengetahui mengenai apa yang terjadi di entity luar. Entity

luar bias digambarkan secara fisik dengan sekelompok orang atau mungkin

sebuah sistem.


                                  Entt_1


                      Gambar 2.12. Contoh Entity luar.

b. Aliran data

   Aliran data merupakan gambaran aliran data dari proses ke proses, dari

Entity luar ke proses atau sebaliknya serta dari Data store ke proses atau

sebaliknya. Adapun simbol aliran data adalah sebagai berikut :



                     Gambar 2.13. Simbol Aliran Data.

c. Proses

   Merupakan suatu proses yang dipicu atau didukung oleh data dan

digambarkan dengan segi empat tumpul seperti berikut:



                                                                           62
                        Pengenal                            1
                     Kata kerja +
                     diskripsi dari
                                                            2
                     fungsi


                      Kegunaan Fisik

                              Gambar 2.14. Simbol Proses

   Keterangan :

   1. Berisi nomor untuk identitas.

   2. Berisi tentang keterangan proses.

   3. Berisi bagian yang bersifat opsional, bias berisi nama bagian dari

         perusahaan atau nama modul program atau apa saja implementasi fisik

         yang dipakai dalam proses

   d. Berkas atau tempat penyimpanan ( Data Store)

        Merupakan suatu alat penyimpanan seperti file transaksi, file induk, atau

   file referensi yang digambarkan dengan segi empat terbuka seperti berikut :



                              Gambar 2.15. Simbol Berkas.

3). Flowchart.

         Flowchart adalah representasi grafikal dari sebuah system yang

   menjelaskan relasi fisik diantara entitas-entitas kuncinya. Flowchart dapat

   digunakan untuk menyajikan kegiatan manual, kegiatan pemrosesan computer,

   atau keduanya.

         Flowchart terdiri dari dua macam yaitu :

   a.    Flowchart Dokumen yaitu digunakan untuk menggambarkan elemen-

         elemen dari sebuah system manual, termasuk record-record akuntansi




                                                                                 63
     (dokumen, jurnal, buku besar, dan file), departemen organisasional yang

     terlibat dalam proses, dan kegiatan-kegiatan (baik klerikal maupun

     fisikal) yang dilakukan dalam departemen tersebut.

     Beberapa gambar symbol untuk grafik arus dokumen adalah sebagai

     berikut    :

                                 Terminal : merupakan sumber atau tujuan dari
                                 dokumen dan laporan.

                                 Dokumen : merupakan dokumen sumber
                                 atau laporan

                                 Operasi manual

                                  File dokumen : sebagai sumber penyimpanan
                                  dan laporan.


                                 Catatan akuntansi (jurnal, register, catatan
                                 harian, buku besar)


                                 Conektor halaman (on - page)

                                 Konektor Off - page

                                 Jalur arus dokumen

               Gambar 2.16. Rangkaian Simbol Grafik Arus Dokumen.

b.   Flowchart Sistem yaitu menggambarkan aspek-aspek computer dalam

     sebuah system. Mereka menggambarkan relasi antara data input

     (sumber), file-file transaksi, program computer, file-file induk, dan

     laporan output yang dihasilkan oleh system tersebut. Flowchart system

     juga menjelaskan jenis media yang digunakan oleh system tersebut,

     seperti pita magnetis, disket magnetis, dan terminal.

     Beberapa gambar symbol untuk grafik arus system adalah sebagai

     berikut    :



                                                                                64
                               Hard copy (dokumen sumber dan output)

                               Proses computer (program dijalankan)

                               Akses langsung perangkat penyimpanan (paket disket)


                               Kaset magnetis (penyimpanan sekuensial)


                               Perangkat video


                               Arus proses

                               Perangkat terminal input / output


                               Konektor Real time (on-line)

             Gambar 2.17. Rangkaian Simbol Grafik Arus Sistem.



c). ERD (Entity Relationship Diagram)

      ERD adalah suatu teknik dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan

   relasi antara entitas (sumber daya, peristiwa, dan agen) dalam sebuah system.

   Relasi entitas dapat juga dijelaskan dalam istilah cardinality. Ini adalah

   pemetaan numerik diantara instansi entitas. Satu relasi dapat satu lawan satu

   (1:1), satu lawan banyak (1:M), atau banyak lawan banyak (M:M). entitas

   merupakan file record-record sedangkan cardinality adalah jumlah maksimum

   record dalam satu file yang berkaitan dengan record tunggal dalam file lain

   atau sebaliknya. Dalam ERD terdapat dua symbol yaitu:

                                                  Entitas



                                                    Relasi


                    Gambar 2.18. Simbol ERD.


                                                                               65
                                      BAB III

                   DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM



       Pada bab ini dijelaskan dua hal pertama: gambaran umum objek penelitian,

dan kedua: desain dan perancangan untuk aplikasi sistem informasi inventori

menggunakan metode association rules di CV. Damar Langit yang meliputi:

analisis sistem, perancangan basis data, perancangan sistem. Sedangkan analisis

sistem terdiri dari deskripsi sistem dan batasan sistem.

3.1. GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN

   A. Sejarah Perusahaan.

         Suzuki Gondanglegi (Nama Dealer) berdiri tanggal 1 Juli 2004 dengan

   nama UD Suzuki Gondanglegi dengan pemilik Bpk. H Gunawan Hasibuan,

   SH, M.Hum, dengan bidang usaha penjualan sepeda motor, spareparts dan

   melayani service sepeda motor merk Suzuki. Pada tahun 2007 terjadi

   pergantian kepemilikan kepada anaknya sendiri Bpk Vebry Wiranta Vurchon

   seiring dengan pergantian nama perusahaan menjadi PT. Maju Bersama Kita.

         Dan pada bulan Februari 2008 karena kepentingan manajemen terjadi

   pergantian badan hukum dan nama perusahaan menjadi CV. Damar Langit

   yang masih merupakan cabang atau anak perusahaan dari PT. Maju Bersama

   Kita. Sebagai Pemilik CV Damar Langit, Ibu Hj Nasucha yang merupakan

   istri dari H Gunawan mengelola perusahaan dibantu Bapak Jauhari Effendi

   yang menjabat sebagai pimpinan atau maneger perusahaan mulai dari awal

   pendidiannya. Sedangkan profil perusahaan CV. Damar Langit yaitu sebagai

   berikut:



                                                                            66
1. Data Umum Perusahaan

  Nama                  : CV. DAMAR LANGIT

  Bentuk Badan Usaha : Perseroan Komanditer

  Alamat                : Jl. Raya Hayam Wuruk No.3 Rt.01Rw.01

  Desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang

   65174

No. Telepon.            : (0341) 875762

Telex                   :-

Telefax No.             : (0341) 875965

Rekening Bank           : 3173101798 BCA KCP Gondanglegi

Akta Pendirian Perusahan : Tanggal 19 Februari 2008 Nomor - 049 -

Dibuat di hadapan Notaris : Lushun Adji Dharmanto, S.H., di Kepanjen

                             Kabupaten Malang.

Perubahan-perubahan akta :

Modal Dasar             : Rp. 600.000.000,-

Modal Ditempatkan       : Rp. 150.000.000,-

Modal Disetor           : Rp. 150.000.000,-

Surat Ijin Usaha

Perdagangan (SIUP)      : 510 / 046 / 421.106 / 2008 Tanggal 10 Maret 2008

Bidang Usaha            : Penjualan Eceran Sepeda Motor serta Suku Cadang

                             dan Aksesorisnya.

Tanda Daftar

Perusahaan ( TDP )      : No. 132535001992, Tanggal 11 Maret 2008

Surat Ijin Tempat


                                                                       67
      Usaha ( SITU )/HO            : No.180/180/HO/KEP/421.012/2006, Tanggal 13

                                   Oktober 2006

      Keterangan Domisili

      Perusahaan ( KDP )           : 460 / 172 / 35.07.02 / 2008

      Nomor Pokok Wajib

      Pajak ( NPWP )               : 02.785.052.8-654.000                ( PKP/Non PKP) *

      Kantor Pelayanan Pajak : Kepanjen Kabupaten Malang.

2. Susunan Pengurus terakhir ( per tanggal 19 Februari 2008 )

       a. Direktur                 : Nasucha

       b. Manager                  : Jauhari Efendi

3. Pengalaman usaha di bidang automotive.

        a. Merek yang diperdagangkan dan status usaha.

                                              Status Usaha
                                             (beri tanda V )               Lama Usaha
                                                                          (dari tahun s/d
                No.      Merek       Sub         Show      Lainnya            tahun )
                                    Dealer       room    ( jelaskan )

                1.     SUZUKI         V           V                     2004 s/d 2008
                2.     YAMAHA         V           V                     1991 s/d 2004
                        Tabel 3.1. Data Merek Yang Diperdagangkan

       b. Sarana yang dimiliki

         1 ).         Showroom.

 No.               Nama,               Status              Luas             Rata-rata        Dijaminkan
                 Alamat dan          Kepemilikan      Bangunan/lahan    Penjualan/bln(Rp)     Kepada
                  No. Telp                                ( m2 )          dalam tahun
                                                                             terakhir
 1.      Suzuki Gondanglegi             Milik         240 M2/264 M2       537.680.000            -
         Jl. Hayam Wuruk               Sendiri
         Gondanglegi – Malang
         (0341) 876762

                              Tabel 3.2. Data Sarana Perusahaan



                                                                                            68
         2 ).       Pelayanan Jasa Service / Bengkel

 No.              Nama,              Status            Luas            Rata-rata        Dijaminkan
                Alamat dan         Kepemilikan    Bangunan/lahan   Penjualan/bln(Rp)     Kepada
                 No. Telp                             ( m2 )          dalam tahun
                                                                        terakhir

 1.      Suzuki Gondanglegi            Milik      240 M2/264 M2         4.572.776           -
         Jl. Hayam Wuruk              Sendiri
         Gondanglegi – Malang
         (0341) 876762

                     Tabel 3.3. data Pelayanan Jasa Service / Bengkel

         3 ).       Penjualan Spare Parts

 No.              Nama,               Status           Luas            Rata-rata      Dijaminkan
                Alamat dan          Kepemilikan   Bangunan/lahan   Penjualan/bln (Rp)  Kepada
                 No. Telp                             ( m2 )          dalam tahun
                                                                        terakhir.
 1.      Suzuki Gondanglegi                       240 M2/264 M2           362.993          -
         Jl. Hayam Wuruk
         Gondanglegi – Malang
         (0341) 876762

                             Tabel 3.4. Data Penjualan Spare Parts.

B. Visi, Misi Dan Motto

      Visi, misi serta mooto perusahaan di CV. Damar langit adalah sebagai berikut:

      a). Visi :

      Berusaha keras dengan semangat kebersamaan mengutamakan kepuasan

      konsumen dengan memberikan pelayanan sepenuh hati.

      b). Misi:

      Berusaha keras dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan menjadikan

      Suzuki Gondanglegi sebagai Pusat Penjualan Sepeda Motor Merek Suzuki di

      wilayah Malang Selatan.

      c). Motto :

      Bersama Kita Bisa.


                                                                                       69
           C. Struktur Organisasi Perusahaan.
                                                     STRUKTUR ORGANISASI SUZUKI GONDANGLEGI


                                                                        PT. MBK


                                           ADMINISTRASI        KANIT SUZUKI             KEUANGAN
                                               Dian            Jauhari Effendi             Wiwi


         SALES COUNTER                                             COUNTER SERVICE                                     ADMINISTRASI
            Suwarno                                                 Dwi Herminingtyas                               Eliasari Chandrawati


DRIVER      SALESMAN            CHANEL                             CHIEF MECHANIC            STOCK          ANGSURAN             SURAT-SURAT       KASIR
Asmawi       Irfan Lubis                                              Ari Sutanto        Rike Trisnawati   Ferina Novianita       Moch Sulton   Diana Irawati


            WONOSARI           SUMBERMANJING      WAJAK               MECHANIC
         Solehadi / Sriningati     KULON      KH Mashyuri / Agus      Syafiil Umam
                                 Drs. Suranto


                                                                      MECHANIC
                                                                     Ach Rofiul Ulum




                 Gambar 3.1. Struktur Organisasi CV. Damar Langit (suzuki Gondanglegi).

                   Sedangkan job description (gambaran kerja) atau tugas masing-masing, yaitu

           sebagai berikut:

           1       Pimpinan Operasional – JAUHARI EFENDI

                            Menentukan Kebijakan-kebijakan Organisasi

                            Menentukan Program Penjualan

                            Menentukan Program Service (Bengkel)

                            Menentukan Program Promosi

           2       Sales Counter - SUWARNO

                            Menerima Konsumen di Dealer

                            Melayani Konsumen di Dealer



                                                                                                                                           70
         Menentukan Lembaga Pembiayaan

         Memberi Perintah Follow up Sales

         Membuat Laporan Transaksi ( Nama Pemohon + STNK, Type, Warna,

         UM, Disc, Leasing, Surveyor dll)

3   Salesman – IRFAN LUBIS

         Mengarahkan Konsumen Baru ke Dealer

         Follow Up Konsumen

         Kelengkapan Persyaratan Kredit Konsumen

4   Administrasi – ELIASARI CHANDRAWATI

         Laporan Keuangan Penjualan dan Bengkel (Neraca, RL dan Buku

         Besar)

         Tagihan ke Main Dealer (Promosi, SPF, KSG dan Claim)

         Laporan Mingguan dan Bulanan Penjualan dan Stock Unit ke Main

         Dealer

         Faktur Pajak Standar

         Surat Menyurat

         Konfirmasi Pencairan Leasing dan    Main Dealer (Promosi, SPF,

         KSG+Claim)

         Pembayaran (unit dan SP)

5   Kasir – DIANA IRAWATI

         Kasir Uang Muka dan Musiman

         Buku Harian (Kas Besar)

         Cek Kekurangan Uang Muka dan Musiman

         Tagihan Uang Muka dan Musiman



                                                                    71
         Tagihan ke Leasing

         Pengajuan Faktur ke Main Dealer dan STNK ke SAMSAT

         Pengambilan STNK Konsumen

         Pengambilan BPKB Cash

6   Stock – FERINA NOVIANITA

         Buku Harian (Kas Kecil)

         Kelengkapan Unit termasuk Accu, Spion dan Toolkit

         Kecocokan No.Rangka/Mesin dan Stiker Unit

         Persediaan Gesekan, Jaket dan Kaos dll

         Membuat Surat Jalan dan Kesiapan Pengiriman Unit

         Membantu Kelengkapan Perpanjangan STNK dan pengambilan BPKB

         Konsumen (Pelunasan) ke Leasing

         Mengecek STNK dan BPKB serta memberi keterangan untuk BPKB

         Cash / Avalis / Kredit (in put data)

         Penyerahan BPKB ke Leasing

7   Driver - ASMAWI

         Menyerahkan Unit dan Kelengkapannya ke Konsumen

         Menerangkan Angsuran, Service dan Claim ke Konsumen

         Pengambilan unit ke Gudang

8   Angsuran – RIKE TRISNAWATI

         Menerima Angsuran

         Kasir Bengkel

         Perpanjangan STNK

         Membantu Pengambilan BPKB Konsumen ke Leasing (Pelunasan)



                                                                     72
9     Counter Service – DWI HERMININGTYAS

             Menerima Konsumen Service

             Mengetahui Keluhan Konsumen

             Membuat WO dan Kuitansi

             Stock dan Order Sparepart

             Laporan Harian Bengkel

             Laporan KSG ke Main Dealer

             Laporan Claim

MEKANIK – Ari Sutanto + Safiil Umam + Ach Rofiul Ulum

OFFICE BOY / Kebersihan – Muarofik



3.2. DESAIN DAN PERANCANGAN SISTEM

3.2.1. Analisis sistem

           Untuk membuat suatu aplikasi dibutuhkan sebuah perencanaan terlebih

     dahulu pada alur kerja dari sistem yang diharapkan. Pada tahap perencanaan

     ini akan dijelaskan dua hal yaitu deskripsi sistem dan batasan sistem.

    3.2.1.1. Deskripsi Sistem

           Untuk memperoleh gambaran aplikasi ini yang berkaitan dengan rancang

     bangun sistem informasi inventori menggunakan metode association rules

     (aturan asosiasi) ini adalah berbentuk client-server. Dengan sistem secara semi

     online (local network) akan memberikan manfaat baik dari segi ekonomi

     kepada petugas maupun manager perusahaan. Pada client berfungsi sebagai

     operator yang bertugas sebagai penginput data-data barang masuk. Sedangkan

     manager sebagai server sekaligus pengawas jalannya sistem dan sekaligus



                                                                                 73
melihat informasi inventori sepeda motor di gudang dan mengamati pola

transaksi konsumen dalam membeli sepeda motor sesuai tipe dan warna dari

dataset transaksi yang dijalankan pada aplikasi program sistem informasi

inventori didalam database.

     Sehingga pada manager berfungsi sebagai server untuk aplikasi program

ini. Dari server ini seorang pimpinan operasional dapat mengetahui dan

memliki hak akses seluruh isi form dalam sistem aplikasi program sistem

informasi inventori sepeda motor. Dan dapat mengetahui sistem yang dapat

mendukung keputusan dalam persediaan sepeda motor SUZUKI sesuai tipe

dan warna di perusahan tersebut berdasarkan analisa data penjualan melalui

form aplikasi “OLAP (Online Analitical Processing). Selanjutnya pimpinan

operasional perusahaan di CV. Damar Langit dapat merencanakan jumlah

pemesanan atau pembelian sepeda motor SUZUKI pada masa periode

selanjutnya ke main dealer. Hal ini untuk menambah stok di gudang.

Sedangkan jumlah persediaan (inventori) diperoleh dari hasil penyimpanan

yang diproses ke dalam database.

     Dengan adanya OLAP tersebut seorang manager (Pimpinan operasional)

Di CV. Damar Langit dapat menganalisa dari data warehouse untuk

mengetahui pola/ kebiasaan konsumen (customer) dalam membeli sepeda

motor sesuai tipe dan warna yang satu dengan tipe dan warna lainnya dengan

melihat nilai prosentase yang paling di dominasi dari aturan asosiasi final.




                                                                               74
3.2.1.2. Batasan Sistem

           Dalam batasan sistem yang akan dirancang dan direncanakan dalam

  aplikasi rancang bangun sistem informasi inventori dengan menggunakan

  metode association rules adalah menjelaskan dua hal yaitu berupa:

 A. Identifikasi kebutuhan software dan hardware.

           Identifikasi kebutuhan software dan hardware yang digunakan untuk

  pengujian aplikasi dalam sistem ini adalah:

   1. Windows XP SP2

   2. Borland Delphi 7.0

             Delphi 7.0 dalam hal ini adalah tool bahasa pemrograman yang

   digunakan untuk mengimplementasikan program yang sudah dirancang

   dengan metode association rule.

   3. Interbase

             Untuk merancang basis data dalam program ini, peneliti menggunakan

   Interbase 6.5.

   4. Power Designer (Prosess Analyst) versi 6.0.0 32 bit.

            Power Designer (Prosess Analyst merupakan sebuah tool pemodelan

  visual,. Dengan tool ini dapat dilakukan sebuah perancangan dan desain

  sistem.

            Sedangkan spesifikasi perangkat keras yang direncanakan pada client-

  server menggunakan jaringan komputer ini adalah sebagai berikut:

      1.        Dua buah komputer masing-masing:

            a. Komputer 1, dengan spesiiikasi:

                •   Operating System : Microsott Windows XP.



                                                                             75
          •   Processor : Intel ® Pentium 4 CPU 2.66 GHz

          •   RAM (Read Access Memory) : 768 MB.

          •   Card LAN atau NIC (Network Interface Card) : Realtek

              RTL8139 Family PCI Fast Ethernet NIC.          Card LAN ini

              digunakan agar sebuah komputer dapat terhubung ke suatu

              jaringan.

      b. Komputer 2 (LAPTOP), dengan spesitikasi:

          •   Operating System: Microsoft Windows XP.

          •   Processor: Intel Core To Duo.

          •   RAM (Read Access Memory): 1 GB.

          •   Card LAN atau NIC (Network Interface Card). Atheros

              AR8121/AR8113/AR8114 PCI-E Ethernet Controller. Card

              LAN ini digunakan agar sebuah komputer dapat terhubug ke

              suatu jaringan.

3.2.2. Perancangan Jaringan

          Sistem yang dirancang dalam jaringan computer untuk uji coba

   pada sistem informasi inventori menggunakan metode association rule ini

   adalah: pada server sebagai admin (Manager) melakukan ke address pada

   port tertentu. Client (operator) melakukan mekanisme join ke alamat

   server. Join disini berarti client juga mengirim stream media ke alamat

   yang dibuat server. Apabila stream media dari operator telah diterima oleh

   server maka computer client dapat mengirim data ke database server yang

   telah dikirim oleh operator. Sedangkan gambaran penelitian, untuk




                                                                          76
          memodelkan sistem secara keseluruhan digambarkan pada diagram blok

          sistem yaitu sebagai berikut:

                         Input data:
                         Input stock barang
                         Input data supplier
                         Input data customer
                         Input data penjualan          1. Data simpan
                         Input data pembelian             di SQL Server Service
                      Barang Masuk                     2. Diproses dengan
                       Input Data                         data mining


                     Barang Keluar
                      Data Penjualan
                                                                   OLAP
                                                                SQL Reporting
Customer/ konsumen                                                 Service
                                                                                        Server
                                                 User
                        1. Rekomendasi inventori Dari metode Association rule:
                            Dari Hasil Perhitungan dengan Association Rules Untuk
                            menganalisa Data penjualan terbanyak pada sepeda motor sesuai
                            dengan tipe dan warna.
                        2. Informasi Inventori dari proses Database:
                           Jumlah item penjualan pada tiap tipe dan warna sepeda motor.
                           Jumlah item pembelian pada tiap tipe dan warna sepeda motor
                           Jumlah stock pada tiap tipe dan warna sepeda motor




                          Gambar 3.2. Diagram Blok Sistem.

 3.2.3. Perancangan Uji Coba.

   A. Data.

               Data yang digunakan dalam perancangan sistem untuk uji coba dan

      analisis dan adalah produk barang berupa motor suzuki yaitu data stok, data

      pembelian, data penjualan, data konsumen pada tanggal 1 oktober 2008-29

      November 2008 (lihat lampiran: “Hasil Pengolahan Data”). Dan dalam setiap

      merk produk suzuki memiliki banyak tipe, dan setiap tipe memiliki banyak

      warna. Dan setiap tipe dan warna memiliki nomer rangka dan nomer mesin.

      Dan yang membedakan dari setiap tipe dengan tipe lainnya pada sepeda motor

      suzuki ini adalah spesifikasi sepeda motor itu sendiri.




                                                                                                 77
B. Skenario Pengujian.

   1. Skenario pengujian pada Aplikasi OLAP, terdiri dari 3 tahap yaitu sebagai

      berikut:

      1) Tahap pembuatan data transaksi secara random (acak) untuk dijadikan

          data trainingnya atau untuk menghasilkan aturan asosiasi (Association

          Rule) berdasarkan rentang waktu periode yang diinginkan user yaitu

          mulai tanggal-bulan-tahun sampai ke tanggal-bulan-tahun, dan no.

          Faktur penjualan. Dan selanjutnya dari data penjualan tersebut di

          proses dengan perhitungan menggunakan metode association rules.

      2) Tahap penginputan data sample secara random (acak) adalah data

          penjualan. Kemudian di proses pada aplikasi program sistem informasi

          inventori yang bertujuan untuk dijadikan data testnya.

      3) Dan tahap pengujian sistem rekomendasi, merupakan tahap pengujian

          data-data yang di inputkan dan diterapkan pada aplikasi program.

          Untuk mengetahui hasil implementasi dan rekomendasi untuk

          persedian sepeda motor SUZUKI sesuai tipe dan warna dari

          perhitungan dengan metode association rules ke dalam aplikasi

          program tersebut.

   2. Pembuatan data sample, ini sebagai uji coba yang digunakan adalah data

      penjualan sepeda motor ke customer 1 oktober 2008-29 November 2008.

      lihat pada lampiran-lampiran (Hasil Pengolahan Data).

3.2.4. Perancangan Sistem

      Untuk membuat suatu aplikasi dibutuhkan sebuah perancangan terlebih

   dahulu, dan alur kerja dari sistem yang diharapkan didalam sistem informasi



                                                                            78
   inventori menggunakan metode assosiation rule. Dan hal ini akan dijelaskan

   dengan: context diagram, DFD (Data Flow Diagram) pada proses input-

   output pada level 1 dan level 2, Flowchart (Diagram Alur) Sistem yaitu

   sebagai berikut:

   3.2.4.1. Context Diagram.

       Perancangan alur sistem didalam apliaksi dapat dilihat pada gambar (3.3),

   yaitu sebagai berikut:




                            Gambar 3.3. Context Diagram.


      Context Diagram mencakup satu simbol proses yang merupakan alur dari

sistem yang melibatkan tiga entitas dan memiliki fungsi masing-masing, yairu

sebagai berikut:



                                                                             79
        1. Operator menggambarkan seseorang yang bertugas menginputkan data

           stok sepeda motor berupa tipe dan warna, data main dealer, data

           customer, data penjualan, data pembelian.

        2. Manager menggambarkan seseorang yang bertugas melihat dan

           memantau jalannya sistem informasi inventori pada stok sepeda motor,

           data penjualan, data pembelian, data supplier, data customer.

        3. Customer menggambarkan seseorang, badan usaha atau perusahaan

           yang membeli sepeda motor suzuki ke dealer CV. Damar Langit.

3.2.4.2. DFD (Data Flow Diagram).

A. DFD (Data Flow Diagram) Pada Proses Input-Output) Level 1.
    Pada DFD (data flow diagram) pada proses input-output) level 1.terdapat 2
proses yaitu:
   1)    Proses Operator.




                     Gambar 3.4. DFD Level 1 Pada Proses Operator
                                                                            80
      Penjelasan pada gambar (3.4). Pada operator sebelum menjalankan

program harus mendaftar sebagai petugas dalam penginputan data ke manager

(pimpinan operasional) dengan memasukkan id user, password, dan level

sebagai level “operator”. Operator menggambarkan seseorang yang bertugas

menginputkan data-data stok, data penjualan, data pembelian, data customer,

data main dealer (supplier), data macam tipe dan macam warna pada tiap

sepeda motor SUZUKI. Dan mencetak laporan berupa laporan pembelian,

laporan penjualan, laporan stok.

      Sedangkan data-data yang di inputkan tersebut akan disimpan didalam

beberapa tabel yaitu tabel sepeda, pembelia, item-pembelian, penjualan, item-

penjualan, main_dealer, customer. Kemudian data-data yang disimpan dalam

beberapa tabel tersebut, akan diambil untuk diproses menjadi bentuk beberapa

informasi yang diinginkan operator seperti informasi data stok masuk yang

ada didalam gudang, informasi penjualan sepeda motor, informasi pembelian

sepeda motor, dan mencetak beberapa laporan seperti laporan pembelian,

laporan penjualan, dan laporan stok untuk melaporkan ke pimpinan

operasional pada saat waktu ditentukan perusahaan dan petugas yang login

saat itu.

      Sedangkan customer adalah seseorang atau atas nama sub dealer lain

yang membeli sepeda motor ke CV. Damar Langit. Dan sistem menjual

sepeda motor ke customer dan hal ini diproses oleh operator untuk mencatat

dan menginputkan data-data transaksi yang dilakukan pihak customer.




                                                                          81
2)       Proses Manager.
                                                                                   Tabel Item
                                                                             7
                                                                                   Penjualan




                                                       2
                          Login Manager                           Cek Data I Tem Penjualan

                     Konfirmasi Login Manager                                Ambil item data penjualan      Tabel
                                                                                                    6
                                                                                                           Penjualan
                                                                     [Cek Data Penjualan]

                        Informasi Data Stok                                                  Ambil Data Penjualann
     MANAGER

               Informasi Data Penjualan Sepeda Motor                                                      Tabel I Tem
                                                                      cek Item pembelian             5
                                                                                                           Pembelian
                                                                     Ambil item data pembelian
                    Informasi Data Pembeliann
                                                 Proses Manager
                                                                                                            Tabel
                                                                     Cek Data Pembeliann             4
                                                                                                          pembelian
                                                                      Ambill Data Pembeliann

                                                                                                           Tabel
                                                                        Cek Data Stok                2
                                                                                                           Sepeda
                                                                         Tampil Data Stok


                                                                   Input Login Data Manager          1   Tabel petugas
                                                            +        Ambil data login manager

                       Gambar 3.5. DFD Level 1 Pada Proses Manager .


                Penjelasan pada gambar (3.5), Manager menggambarkan seseorang

      yang bertugas sebagai pimpinan operasional perusahaan dan mengawasi alur

      sistem yang ada diperusahaan ini. Didalam sistem informasi inventori ini,

      manager hanya melihat beberapa informasi seperti informasi penjualan,

      informasi pembelian, informasi stok yang ada didalam gudang, informasi

      petugas yang terdaftar, dan informasi pola konsumen dalam membeli barang

      yang sesuai tipe dan warna sepeda motor. sehingga hal ini berguna untuk

      membantu dalam mendukung keputusan seorang manager dalam manajemen

      perusahaan terutama dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan

      dengan inventori (persedian barang) berupa sepeda motor sesuai tipe dan

      warna, sehingga dapat bermanfaat dalam menentukan strategi pemasaran.




                                                                                                              82
B. DFD (Data Flow Diagram) Pada Proses Input-Output) Level 2.
       DFD (Data Flow Diagram) Pada Proses Input-Output Level 2 terdapat 2 proses yaitu:
   a). Pada Proses Operator.




                                                                                              83
                                                Gambar 3.6 DFD Level 2 Pada Proses Operator
      Sedangkan penjelasan pada gambar (3.6), didalam entity operator terjadi 7

proses yaitu sebagai berikut:

1. Proses login operator

   Operator melakukan login dengan memasukkan id_user, password, dan level.

   Jika login benar maka sistem menampilkan beberapa form yang ditentukan

   oleh sistem dalam penginputan data. Apabila proses login dengan level

   operator salah, maka harus mendaftar ke manager untuk melakukan proses

   pendaftaran. Selanjutnya sistem akan menyimpan data login yang di inputkan

   operator kedalam tabel petugas, kemudian operator dapat login dan dapat

   menjalankan program.

2. Proses data supplier.

   Operator menginputkan data-data supplier kemudian sistem akan menyimpan

   kedalam tabel main_dealer. Dan apabila operator ingin melihat informasi data

   supplier maka sistem akan menampilkan data-data supplier.

3. Proses data customer.

   Operator menginputkan data-data customer kemudian sistem akan menyimpan

   kedalam tabel customer. Dan apabila operator ingin melihat informasi data

   customer maka sistem akan menampilkan data-data customer

4. Proses data sepeda.

        Operator menginputkan data-data data stok yang masuk seperti transaksi

   barang masuk kedalam gudang. Selanjutnya sebelum sepeda motor masuk ke

   gudang operator terlebih dahulu memberikan kode untuk tiap macam tipe

   sepeda motor dan kode tiap macam warna sepeda motor, kemudian sistem

   akan menyimpan kedalam tabel “types” dan tabel “warna”.



                                                                            84
        Selanjutnya operator dapat menampilkan dan mencari data-data stok

   sepeda motor pada form “sepeda” maka dari hasil akhir proses akan

   menampilkan data stok menjadi bentuk informasi data stok sepeda motor

   suzuki.

5. Proses data penjualan.

       Operator menginputkan data-data transaksi penjualan yang ada didalam

   gudang, kemudian sistem akan menyimpan kedalam tabel penjualan dan tabel

   item_penjualan. Dan sistem akan menampilkan data penjualan tersebut

   menjadi bentuk informasi penjualan sepeda motor.

       Selain itu operator ini juga dapat menambah dan menyimpan data-data

   yang terbatas pada data tipe dan warna, data stok sepeda motor, data customer.

   Apabila seorang operator terjadi kesalahan dalam penginputan data, maka

   petugas yang login sebagai operator tidak dapat menghapus data penjualan,

   maka operator harus melaporkan ke pimpinan operasional agar dapat login

   dengan level manager untuk menghapus data penjualan yang di inginkan. Dan

   operator lain dapat mengetahui nama petugas yang melayani transaksi

   penjualan dengan konsumen.

6. Proses data pembelian.

    Operator menginputkan data-data pembelian sepeda motor serta beberapa

    itemnya, seperti transaksi pembelian sepeda motor produk suzuki ke main

    dealer atau sesama sub dealer atau dealer lain, kemudian sistem akan

    menyimpan kedalam tabel pembelian dan tabel item_pembelian. Dan apabila

    operator ingin melihat informasi data pembelian maka sistem akan

    menampilkan data pembelian menjadi bentuk informasi pembelian sepeda



                                                                              85
     motor SUZUKI dan dapat mengetahui nama petugas yang menginputkan data

     pembelian..

 7. Proses cetak laporan.

    Operator akan melakukan cetak laporan dari data-data yang disimpan didalam

    tabel setelah diproses seperti: data stok (sepeda), data penjualan, data

    pembelian. Selanjutnya operator akan memberi laporan ke pimpinan

    operasional.



b). Pada Proses Manager.

      Sedangkan DFD (Data Flow Diagram) Pada Proses Input-Output) Level 2

 Pada Proses Manager dapat dilihat pada gambar 3.6 yaitu sebagai berikut:




         Gambar 3.7 DFD (Data Flow Diagram) Level 2 Pada Proses Manager.



                                                                            86
       Penjelasan pada gambar (3.7), Pada proses manager ada tiga proses yaitu

 sebagai berikut:

1. Proses Login.

   Manager melakukan login dengan memasukkan id user, password, dan

   level. Dan sistem akan menyimpan data login yang di inputkan Manager

   kedalam tabel petugas. Kemudian operator dapat login dan dapat

   menjalankan program. Jika login benar maka sistem menampilkan semua

   form didalam apliaksi untuk mengakses informasi seperti informasi stok,

   informasi pembelian, informasi penjualan, informasi analisa data penjualan

   dengan teknik data mining melalui OLAP (Online Analytical Processing)

   dan informasi perhitungan dengan metode association rule.

2. Proses Data.

   Sistem memeproses data untuk menampilkan beberapa informasi yang di

   inginkan oleh manager dalam mengakses informasi seperti informasi stok,

   informasi pembelian, informasi penjualan, informasi analisa data penjualan.

3. Proses Association Rule.

   Sistem akan memproses dan menampilkan informasi pola pembelian

   konsumen yang menggunakan aturan asosiasi (association rules) yang

   mengambil dari data penjualan yang disimpan dan diproses didalam tabel

   penjualan dan tabel item-penjualan. Kemudian dari data tersebut tersebut di

   proses dan diolah dengan teknik data mining melalui OLAP (Online

   Analytical Processing) dengan menggunakan metode association rules

   kemudian ditampilkan dan menjadi bentuk informasi pola pembelian yang

   dilakukan konsumen yang terkait membeli sepeda motor sesuai dengan tipe



                                                                            87
 dan warna yang disukainya berdasarkan nilai support 1 item dan support 2

 item, frequence itemset yang muncul yang ditentukan nilai batasan

 (threshold) yaitu dengan menentukan nilai minimal support samapai

 maximal support. Sedangkan data untuk nilai support 2 item di simpan

 didalam tabel sementara (temp_a), selanjutnya oleh sistem dilakukan

 perhitungan selanjutnya seperti perhitungan nilai confidence, nilai aturan

 asosiasi final secara maksimal yang dijadikan rekomendasi persediaan sesuai

 tipe dan warna, serta lift rasio.



3.2.5. Flowchart (Diagram Alur).

       Sedangkan diagram alur sistem pada program yang akan dibuat pada

sistem informasi inventori menggunakan metode associatin rules ini ada 6

macam flowchart, yaitu sebagai berikut:

a) Flowchart Untuk User Baru.




                                                                         88
             Gambar 3.8. Flowchart Sistem Dalam Membuat User Baru.


       Sedangkan penjelasan pada gambar (3.8),      Untuk membuat user baru

sebagai petugas didalam program sistem informasi inventori ini adalah kita harus

daftar terlebih dahulu ke pimpinan operasional dengan memasukkan id_user,

pasword, dan level dengan login sebagai “manager”. Sedangkan level ini ada dua

jenis yaitu sebagai level operator dan level manager. Dan apabila       id_user,

pasword, dan level sudah benar maka data akan tersimpan didalam database.

Selanjutnya kita dapat login dengan level yang ditentukan, untuk memliki hak

akses untuk mengaktifkan form yang ditentukan dalam sistem.




                                                                             89
b)   Flowchart Untuk Operator.




     Gambar 3.9. Flowchart Sistem Dalam Mengedit Data dan Menghapus Data.




                                                                            90
 Gambar 3.10. Flowchart Sistem Dalam Mencari Data dan Menampilkan
              Data.
      Sedangkan penjelasan pada alur sistem pada gambar (3.9) dan

gambar (3.10): Jika id_user, password dan levelnya sebagai operator sudah

terdaftar di database dan formatnya sudah benar didalam database. Maka

operator ini dapat login ke dalam program dan dapat menjalankan program

tersebut. Kemudian operator dapat menginputkan data stok, data macam

tipe dan macam warna dari sepeda motor SUZUKI, data penjualan, data

pembelian, data customer, data supplier. Dan operator ini dapat


                                                                      91
     menjalankan program sistem informasi inventori ini dengan mencari data,

     menampilkan data, mengedit dan menghapus pada data yaitu berupa

     warna, type, customer, main dealer, stok sepeda. Dan operator ini tidak

     dapat berhak mengedit dan menghapus data pembelian serta tidak berhak

     menghapus data penjualan, apabila terjadi kesalahan maka operator harus

     melaporkan ke manager untuk memperbaiki data yang salah.



  c. Flowchart Untuk Manager.




Gambar 3.11. Flowchart Sistem Untuk Manager Dalam Melihat Informasi
            Inventori Menggunakan Metode Association Rule Didalam Aplikasi
            Program.


                                                                         92
      Sedangkan penjelasan pada gambar (3.11) pada alur program tersebut

  adalah sebagai berikut: Jika id user, password dan levelnya sebagai manager

  sudah terdaftar didatabase maka manager tersebut dapat melihat dan memantau

  sistem informasi inventori dan manager dapat melihat jumlah stok sepeda

  motor, data penjualan, data pembelian, data supplier, data customer, dan

  informasi association rule untuk dapat mengamati pola atau kebiasaan customer

  dalam membeli sepeda motor suzuki sesuai tipe dan warna yang satu dengan

  tipe dan warna lainnya didalam program tersebut. sehingga hal ini berguna

  untuk membantu dalam mendukung keputusan seorang manager dalam

  managemen perusahaan terutama dalam memecahkan permasalahan yang

  berhubungan dengan inventori (persedian barang) berupa sepeda motor sesuai

  tipe dan warna, sehingga dapat bermanfaat dalam menentukan strategi

  pemasaran.



d. Flowchart Untuk Metode Association Rules.

      Sedangkan flowchart secara garis besar untuk pencarian association

   rulenya dengan algoritma apriori dapat dilihat pada gambar 3.12:




                                                                            93
        Gambar 3.12. Flowchart Algoritma Pencarian Association Rules.

   Sedangkan penjelasan pada gambar 3.12. untuk alur program secara garis

besar adalah sebagai berikut:

   1. Memasukkan data penjualan kedalam database, kemudian aplikasi

       program akan mengambil jumlah penjualan tiap masing-masing item

       berdasarkan tipe dan warna yang dijadikan sebagai parameter, menetukan

       rentang periode tangal-bulan-tahun, minimum confidence, max-min

       support untuk pencarian frequent itemset dengan mennetukan nilai

       threshold (nilai batasan)..




                                                                            94
   2. Mencari record-record pada setiap item berdasarkan tipe dan warna dalam

       tabel transaksi Dan menjumlahkan record-record dan mendefinisikan tiap-

       tiap item yang didapat dari langkah-langkan dengan metode association

       rule terhadap tiap-tiap transaksi dengan analisa dimensi dengan teknik

       OLAP (Online Analytical Processing).

   3. Menghitung nilai support 1 item dan support 2 item.

   4. Mencari nilai frequent itemset pada nilai support dengan menentukan nilai

       threshold (batasan) terlebih dahulu dari nilai minimal support dan maximal

       support.

   5. Menghitung nilai confidence, dengan menentukan terlebih dahulu nilai

       min-confidence terlebih dahulu.

   6. Menghitung nilai aturan asosiasi final dari itemset yang muncul

       berdasarkan nilai minimal confidence yang ditentukan, kemudian mencari

       nilai tertinggi untuk dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan dalam

       persediaaan sepeda motor SUZUKI sesuai tipe dan warna.

   7. Menghitung nilai lift rasio dari itemset yang muncul berdasarkan nilai

       minimal confidence yang ditentukan.



3.2.6. ERD (Entity Relationship Diagram).

      Basis data yang akan dibangun terdiri dari komponen barang berupa sepeda

motor dari produk perusahan SUZUKI. Sedangkan pengembangan dari komponen

utama adalah data penjualan. Dan didalam komponen utama tersebut untuk

parameter yang digunakan antara lain tipe/model dan warna sepeda motor pada

setiap merk sepeda motor. Berikut ini adalah relasi antar tabel dalam basis data.



                                                                              95
                                                                                                item_pembelian                                         pembelian
  petugas
                                                                                              no_urut                                          no_faktur
id_user
                                                                                              no_faktur                                        tanggal                                     main_dealer
nama                                                                                                                    Entry_data_pembelian
                    Entry_Data_Beli_sepeda                                                    kd_sepeda                                        kode_main_dealer                            kode
password
                                                                                    types     types                                            nama_main_dealer    Entry_Data_MainDealer   nama
lefel
                                                                                  kode        warna                                            jumlah_dibeli                               alamat
kota                                   sepeda
                                                                                  types       no_rangka                                        grand_total                                 telepon
telepon     Relation_292                                 Entry_Data_TypeSepeda
                              kd_sepeda                                                       no_mesin                                                                                     nama_kontak
                                                                                                                                               h
                              types                                                           no_polisi                                        yang_melaporkan                             telp_kontak
                                                        Entry_Data_WarnaSepeda
                              warna                                                           tahun_pembuatan
                              no_rangaka                                                      tahun_perakitan
                              no_mesin                                                        isi_silinder
                              no_polisi                                                       bahan_bakar
                              tahun_pembuatan                                                 harga_beli
                              tahun_perakitan                                                 harga_jual
                              isi_silinder                                                    laba
                              bahan_bakar                                warna                h
                              harga_beli                                                      yang_melaporkan
                                                                      kode
                              harga_jual
                                                                      warna
                              laba
                              foto

                    item_penjualan                                            penjualan
                 no_urut                                               no_faktur
                 no_faktur                                             tanggal
                                             Isi_data_ItemPenjualan                                                customer
                 kd_sepeda                                             kode_customer                                                             temp_a
                 types                                                                                          kode
                                                                       nama_customer        Isi_Data_Cuatomer                                  nomer
                 warna                                                 jumlah_dijual                            status                         kode
                 no_rangka                                                                                      nama
                                                                       grand_total                                                             jml
                 no_mesin                                                                                       jenis_kelamin
                                                                       h
                 no_polisi                                             yang_melaporkan                          agama
                 tahun_pembuatan                                                                                alamat
                 tahun_perakitan                                                                                telepon
                 isi_silinder
                 bahan_bakar
                 harga_beli
                 harga_jual
                 tanggal
                 jml
                 h


                                                                Gambar 3.13. ERD (Entity Relationship Diagram) Didalam
                                                                                      Database.



                                                                                                                                                                                                   96
                                                                                                                                                                                                   96
       ERD adalah model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara

penyimpanan (dalam DFD). DFD digunakan untuk memodelkan struktur data dan

hubungan antar data. Dengan ERD, model dapat duuji dengan mengabaikan

proses yang dilakukan.. Pembuatan ER (Entity Relationship Diagram) ini

dimaksudkan untuk memeodelkan suatu database yang didalamnya terdapat relasi

yang dihubungkan oleh field kunci.

3.2.7. Perancangan Basis Data.

       Aplikasi database yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah Interbase,

Berikut ini nama-nama tabel yang digunakan beserta field-field yang terdapat pada

masing-masing tabel.

a). Tabel petugas berfungsi untuk menyimpan data petugas yang dapat login

   dalam aplikasi ini.

     No         Field Name           Data Type           Field Size
     1      id_user               char              15
     2      Nama                  char              15
     3      password              char              15
     4      level                 char              15
     5      kota                  char              15


b). Tabel sepeda, berfungsi untuk menyimpan data stok identitas sepeda motor

   yang akan masuk ke gudang.

     No        Field Name            Data Type           Field Size
     1     kd_sepeda             char               10
     2     types                 char               20
     3     warna                 char               20
     4     no_rangka             char               20
     5     no_mesin              char               20
     6     no_polisi             char               20
     7     tahun_pembuatan       char               4
     8     tahun_perakitan       char               4
     9     isi_silinder          long
     10    bahan_bakar           char               10
       11    harga_beli           double
       12    harga_jual           double
       13    laba                 double
       14    foto                 Text Blob

c). Tabel main_dealer, berfungsi untuk menyimpan data dealer yaitu tempat untuk
   membeli barang yang dibeli oleh perusahaan CV. Damar Langit.
       No        Field Name          Data Type               Field Size
       1     kode                 char                 10
       2     nama                 char                 30
       3     alamat               char                 40
       4     telepon              char                 20
       5     nama_kontak          char                 20
       6     telepon_kontak       char                 20

d). Tabel Pembelian dan Item_pembelian.

   •    Pembelian berfungsi untuk menyimpan data pembelian sepeda motor dari

        main dealer atau perusahaan lain.

    No      Field Name          Data Type          Field Size
     1   no_faktur           long
     2   tanggal             date
     3   kode_main_dealer char                 10
     4   nama_main_dealer char                 30
     5   jumlah_dibeli       double
     6   grand_total         double
     7   h                   char              1
     8   yang melaporkan     char              30
   • Item_Pembelian berfungsi untuk menyimpan data item pembelian sepeda

        motor dari main dealer atau perusahaan lain.

        No      Field Name           Data Type              Field Size
         1      no_urut              long
         2      no_faktur            long
         3      kd_sepeda            char                   10
         4      type                 char                   20
         5      warna                char                   20
         6      no_rangka            char                   20
         7      no_mesin             char                   20
         8      no_polisi            char                   20
         9      tahun_pembuatan      char                   4
        10      tahun_perakitan      char                   4
        11      isi_silinder         long


                                                                            98
        12     bahan_bakar          char                10
        13     harga_beli           double
        14     harga_jual           double
        15     laba                 double
        16     h                    char                1
        17     yang_melaporkan      char                30

e). Tabel Penjualan dan tabel Item penjualan,

   •    Penjualan berfungsi untuk menyimpan data penjualan sepeda motor

        kepada customer (konsumen).

       No       Field Name          Data Type            Field Size
       1     no_faktur           long
       2     tanggal             date
       3     kode_customer       char              10
       4     nama_customer       char              30
       5     jumlah_dijual       double
       6     grand_total         double
       7     h                   char              1
       8     Yang melaporkan     char              30

   •    Item_Penjualan berfungsi untuk menyimpan data item penjualan sepeda

        motor kepada customer (konsumen).

       No        Field Name         Data Type            Field Size
       1     no_urut             long
       2     no_faktur           long
       3     kd_sepeda           char              10
       4     types               char              20
       5     warna               char              20
       6     no_rangka           char              20
       7     no_mesin            char              20
       8     no_polisi           char              20
       9     tahun_pembuatan     char              4
       10    tahun_perakitan     char              4
       11    isi_silinder        long
       12    bahan_bakar         char              10
       13    harga_beli          double
       14    harga_jual          double
       15    laba                double
       16    tanggal             date
       17    jml                 long
       18    h                   char              1



                                                                              99
f). Tabel Cutomer, berfungsi untuk menyimpan data identitas customer
   (konsumen) dalam membeli sepeda motor di perusahaan CV. Damar Langit.
     No        Field Name          Data Type            Field Size
     1     kode                 char               10
     2     status               char               20
     3     nama                 char               30
     3     jenis_kelamin        char               20
     4     agama                char               20
     5     alamat               char               40
     6     telepon              char               20

g). Tabel types berfungsi untuk menyimpan kode pada setiap tipe sepeda motor di

   perusahaan CV. Damar Langit yang diproses oleh operator.

     No       Field Name           Data Type            Field Size
     1     kode                 char               10
     2     sepeda               char               20

h). Tabel warna berfungsi untuk menyimpan kode data macam warna pada setiap

   tipe sepeda motor di perusahaan CV. Damar Langit yang diproses oleh

   operator.

     No       Field Name           Data Type            Field Size
     1     kode                 char               10
     2     warna                char               20


i). Tabel temp_a berfungsi untuk menyimpan data sementara dari hasil analisa

   OLAP berdasarkan masa awal periode tanggal sampai akhir periode yang

   diinginkan. Untuk menghitung nilai sementara pada nilai support 2 itemset

   dalam tiap transaksi, selanjutnya digunakan untuk proses perhitungan nilai

   confidence.

     No        Field Name          Data Type            Field Size
     1     nomer                long
     2     kode                 char               50
     3     jml                  shot




                                                                           100
3.2.8. Desain Form

   Dalam perancangan perangkat lunak ini, terdapat 6 menu utama, yaitu File,

Pembelian, Penjualan, Informasi, Setting, Help. Dan masing-masing dari menu

utama terdapat beberapa sub menu form. Dan untuk lebih jelasnya lihat gambar

3.13. Skema Forms Pada Aplikasi Program. Sedangkan desain form yang akan

diimplementasikan dalam program ini adalah sebagai berikut:

   1. Form Utama
   2. Form Type
   3. Form warna
   4. Form Main_dealer
   5. Form Petugas
   6. Form Login
   7. Form Sepeda
   8. Form Pembelian
   9. Form Cutomer
   10. Form Penjualan
   11. Form Association Rule
   12. Form Inventori.
   13. Form Setting
   14. Form Tentang Program
   15. Form Petunjuk
   16. Form Biodata Perancang.




                                                                        101
                                  Form Login


Menu File                         Form Utama

               Form Type

               Form Warna

               Form Main Dealer

               Form Petugas

               Form Login
               Form
               Keluar

Menu Pembelian

               Form Sepeda

               Form Pembelian


Menu Penjualan

               Form Customer
               Form Penjualan

Menu Informasi

               Form Association Rules

               Form Inventori

Menu Setting

               Ubah Background

Menu Help

               Form Biodata Perancang

               Form Tentang Program

               Form Petunjuk
  Gambar 3.14. Skema Forms Pada Aplikasi Program



                                                   102
3.2.9. Desain Interface.

       User interface adalah bagian yang paling tampak dari sebuah inti dari isi

program komputer yang memungkinkan terjadinya interaksi antara pengguna

dengan program komputer. Rancangan user interface perlu dibuat untuk

mendapatkan user interface terbaik menurut penggunanya. Kriteria terbaik dapat

ditinjau dari segi kemudahan penggunaan dan keindahan tampilan.




    Gambar 3.15. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule
                            untuk tab “OLAP”.




Gambar 3.16. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule untuk
                      tab menu “NILAI SUPPORT 1 ITEM”.


                                                                            103
Gambar 3.17. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule untuk
                         tab “NILAI SUPPORT 2 ITEM”.




Gambar 3.18. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule untuk
               tab “SUPPORT” untuk pencarian frequent itemset.




                                                                       104
Gambar 3.19. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule untuk
                           tab “CONFIDENCE”..




Gambar 3.20. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule untuk
                          tab “REKOMENDASI”.




                                                                       105
Gambar 3.21. Rancangan Antarmuka Aplikasi pada form Association Rule untuk
                           tab “LIFT RASIO”.




                                                                       106
                                              BAB IV

                                HASIL DAN PEMBAHASAN



              Pada bab ini menjelaskan seluruh proses yang dirancang pada bab

       sebelumnya, tampilan antarmuka, serta bagian-bagian source code yang dibuat,

       serta analisa terhadap data yang dihasilkan.

       4.1. Implementasi

              Implementasi sistem (System Implementation) merupakan tahapan untuk

       meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap implementasi adalah

       tahap untuk mewujudkan aplikasi komputer melalui aktivitas pemrograman

       komputer atau coding. Berikut ini adalah desain menu utama dalam program

       sistem informasi inventori menggunakan metode Association Rules.


                                   Login


                                Form Utama


   File          Pembelian       Penjualan        Association Rule     Setting         Help


• Tipe          • Sepeda.       • Penjualan        • Association     • Ubah          • Tentang
• Warna         • Pembelian     • Customer.          rule.             Background      Program
• Main                                             • Inventori         .             • Petunjuk
  dealer.                                                                            • Biodata
• Petugas                                                                              Perancang
• Login
• Keluar


                                 Gambar 4.1. Struktur Program

              Sedangkan lingkungan implementasi untuk uji coba yang dilakukan dalam

       aplikasi program adalah sebagai berikut:



                                                                                    107
a) Lingkungan Perangkat Keras.

       Perangkat keras yang digunakan untuk menjalankan apliaksi program

adalah menggunakan 2 macam spesifikasi computer, karena program bersifat

client-server menggunakan jaringan komputer yaitu sebagai berikut:

a. Komputer 1, dengan spesifikasi:

          •   Operating Sistem : Microsott Windows XP.

          •   Processor : Intel ® Pentium 4 CPU 2.66 GHz

          •   RAM (Read Access Memory) : 768 MB.

          •   Card LAN atau NIC (Network Interface Card) : Realtek

              RTL8139 Family PCI Fast Ethernet NIC.          Card LAN ini

              digunakan agar sebuah komputer dapat terhubung ke suatu

              jaringan.

b. Komputer 2 (LAPTOP), dengan spesitikasi:

          •   Operating Sistem: Microsoft Windows XP.

          •   Processor: Intel Core To Duo.

          •   RAM (Read Access Memory): 1 GB.

          •   Card LAN atau NIC (Network Interface Card). Atheros

              AR8121/AR8113/AR8114 PCI-E Ethernet Controller. Card

              LAN ini digunakan agar sebuah komputer dapat terhubug ke

              suatu jaringan.

b) Lingkungan Perangkat Lunak.

   Perangkat lunak yang digunakan dalam penelitian adalah:

       1. Sistem operasi: Windows XP professional Service pack 2.



                                                                      108
           2. Bahasa pemograman yang digunakan adalah: Delphi 7.0 dalam

               pengembangan aplikasi.

           3. Database yang digunakan adalah: Interbase.

4.2. Desain Form Dan Fungsinya.

        Di dalam sub bab ini, menjelaskan mengenai fungsi masing-masing form

yang ada di dalam program sistem informasi inventori menggunakan metode

association rule beserta desain form-nya, yaitu sebagai berikut:

   a)    Form Login.

               Form login merupakan form yang digunakan untuk masuk ke form

        menu utama dari program ini. Adapun desain form-nya adalah sebagai

        berikut:




                                  Gambar 4.2 Form Login


   b)    Form Utama

               Form menu utama merupakan form awal untuk masuk ke dalam

        program sistem informasi inventori menggunakan metode association

        rules. Dimana pertama kali user akan memasuki program ini. Pada form



                                                                          109
     ini, disediakan beberapa menu diantaranya menu: File, Pembelian,

     Penjualan, Informasi, Setting, Help. Adapun desain form-nya adalah

     sebagai berikut:




                           Gambar 4.3 Form Menu Utama.


c)    Form Type

            Form Type merupakan form yang digunakan untuk memasukkan

     data macam-macam tipe sepeda motor Suzuki yang akan diproses dalam

     program sistem informasi inventori ini. Dengan form ini, data type sepeda

     motor Suzuki di database bisa dimanipulasi, yaitu save, tutup, edit, delete.

     Selain itu, melalui form ini user dapat melihat data seluruh macam tipe

     sepeda motor SUZUKI setelah penginputan data yang dilakukan, didalam

     form ini yang terdapat tab sub menu “LAPORAN/ DELETE”. Pada sub

     menu ini user dapat mengedit dan menghapus dengan cara klik kanan

     pada mouse, atau pada keyboard tekan Ctrl+E untuk mengedit data,

     Ctrl+D untuk menghapus. Berikut ini adalah desain form-nya:


                                                                             110
     (a)                                          (b)
     Gambar 4.4 Form Type, (a). Form Untuk Input Data Tipe sepeda motor
           SUZUKI; (b). Form Untuk Menampilkan Data Tipe sepeda motor
           SUZUKI.


d)    Form warna

           Form warna merupakan form yang digunakan untuk memasukkan

     data macam-macam warna sepeda motor Suzuki yang akan            diproses

     dalam program sistem informasi inventori ini. Dengan form ini, data

     warna sepeda motor Suzuki di database bisa dimanipulasi, yaitu save,

     tutup, edit, delete. Selain itu, melalui form ini user dapat melihat data

     seluruh macam tipe sepeda motor SUZUKI setelah penginputan data yang

     dilakukan, didalam form ini terdapat tab sub menu “LAPORAN/

     DELETE”. Pada sub menu ini user dapat mengedit dan menghapus

     dengan cara klik kanan pada mouse, atau pada keyboard tekan Ctrl+E

     untuk mengedit data, Ctrl+D untuk menghapus data. Berikut ini adalah

     desain form-nya:



                                                                          111
     (a)                                            (b)
     Gambar 4.5 Form Warna, (a). Form Untuk Input Data warna sepeda motor
           SUZUKI; (b). Form Untuk Menampilkan Data Warna sepeda motor
           SUZUKI.

e)    Form Main_dealer.

            Form warna merupakan form yang digunakan untuk memasukkan

     data macam-macam main dealer Suzuki yaitu tempat pensupply sepeda

     motor SUZUKI yang dibeli oleh CV. Damar Langit. Dan selanjutnya akan

     diproses dalam program sistem informasi inventori ini. Pada form ini, data

     Main_dealer di database bisa dimanipulasi, yaitu save, tutup, edit, delete.

     Selain itu, melalui form ini user dapat melihat data seluruh macam main

     dealer pensupply sepeda motor SUZUKI setelah penginputan data yang

     dilakukan, karena dalam form ini terdapat sub menu “LAPORAN/

     DELETE”. Pada sub menu ini user dapat mengedit dan menghapus

     dengan cara klik kanan pada mouse, atau atau pada keyboard tekan Ctrl+E

     untuk mengedit data, Ctrl+D untuk menghapus data. Berikut ini adalah

     desain form-nya:




                                                                            112
             (a)                                            (b)

         Gambar 4.6 Form Main dealer, (a). Form Untuk Input Data Main dealer sepeda
               motor SUZUKI; (b). Form Untuk Menampilkan Data Main dealer Warna
               sepeda motor SUZUKI.


f)    Form Petugas

          Form petugas merupakan form yang digunakan untuk mengolah data

     petugas di CV. Damar Langit. Dan yang berhak khusus mengakses login

     adalah dengan level manager. Dengan form ini, data petugas yang ada di

     database bisa manipulasi, yaitu simpan, edit, delete, tutup. Sedangkan untuk

     dapat mengakses dan melihat fom petugas dapat dilihat pada form ini terdapat

     sub menu “ISI” dan sub menu “LAPORAN/ DELETE” dengan harus login

     terlebih dahulu dengan id_user, password, dan level sebagai “manager”. Hal

     ini dilakukan untuk menjaga privasi dari data petugas terutama mengenai

     passwordnya. Pada sub menu ini user dapat mengedit dan menghapus dengan

     cara klik kanan pada mouse, atau pada keyboard tekan Ctrl+E untuk mengedit

     data, Ctrl+D untuk menghapus. Berikut ini adalah desain form-nya:




                                                                               113
                                     (a)




                                       (b).
     Gambar 4.7 Form Petugas, (a). Form Untuk Input Data Petugas; (b). Form Untuk
           Menampilkan Data Petugas.


g)    Form Sepeda.

            Form sepeda merupakan form yang digunakan untuk memasukkan

     data masuk yaitu data sepeda motor SUZUKI baru, kemudian diproses

     dalam program sistem informasi inventori ini. Pada setiap 1 unit sepeda

     motor suzuki memiliki satu macam nama merk dan memliki banyak tipe

     dan banyak warna. Sedangkan setiap tipe dan warna memliki nomer


                                                                             114
rangka dan nomer mesin yang berbeda. Dengan form ini, data sepeda

motor SUZUKI di database bisa dimanipulasi, yaitu save, tutup, edit,

delete perhatikan pada gambar 4.8(a).

      Selain itu, melalui form ini user dapat melihat data seluruh macam

data sepeda motor SUZUKI tersebut yang telah disimpan didalam

database. Dan     dalam form ini terdapat sub menu “LAPORAN/

DELETE”. Pada sub menu ini user dapat mengedit dan menghapus

dengan cara klik kanan pada mouse, atau pada keyboard tekan Ctrl+E

untuk mengedit data, Ctrl+D untuk menghapus. Maka perhatikan pada

gambar 4.8.(b)

      Dan juga terdapat fasilitas pencarian data sepeda motor

berdasarkan kode, type dan warna, perhatikan pada gambar 4.8 (c).

Berikut ini adalah desain form-nya masing-masing:




                                (a).



                                                                    115
                                 (b).




                  (c). Form Pencarian Data Sepeda.

Gambar 4.8 Form Sepeda, (a). Form Untuk Input sepeda motor; (b). Form Untuk
      Menampilkan Data sepeda motor Yang tersimpan Didalam Database.
      (c). Form Pencarian Data Sepeda.




                                                                       116
h)    Form Pembelian.

           Form pembelian       merupakan    form   yang digunakan    untuk

     memasukkan data pembelian sepeda motor SUZUKI yang baru dibeli dari

     supplier (main dealer) tersebut. Dan pada form ini, data sepeda motor

     SUZUKI di database bisa dimanipulasi, yaitu save ,edit, delete. Selain

     itu, melalui form ini user dapat melihat data seluruh macam data

     pembelian dan item pembelian sepeda motor SUZUKI tersebut yang telah

     disimpan didalam database. Serta petugas dapat mencetak hasil laporan

     beberapa data pembelian ke pimpinan operasional dengan menekan

     tombol cetak pada sub menu “LAPORAN”. Untuk menjalankan form ini,

     bila yang login sebagai petugas tidak dapat mengedit data dan menghapus

     data, sedangkan apabila yang login manager dapat mengedit dan dapat

     menghapus data. Sedangkan data yang sudah dilakukan proses pembelian

     dan masuk kedalam database tidak dapat dilakukan proses pembelian.

     Berikut ini adalah desain form Pembelian.




                                    (a)


                                                                        117
                                     (b)

     Gambar 4.9 Form Pembelian, (a). Form Untuk Input Proses Pembelian Sepeda
           Motor; (b). Form Untuk Menampilkan Hasil Proses Input Data
           Pembelian Dengan Beberapa Item. Data Pembelian Sepeda Motor Yang
           Tersimpan Dari Dalam Database.

i)    Form Cutomer

            Form    Cutomer    merupakan     form    yang    digunakan    untuk

     memasukkan data konsumen yang membeli sepeda motor Suzuki di dealer

     CV. Damar Langit. Dan selanjutnya akan diproses dalam program sistem

     informasi inventori ini. Pada form ini, data konsumen di database bisa

     dimanipulasi, yaitu save, tutup, edit, delete. Selain itu, melalui form ini

     user dapat melihat data konsumens, karena dalam form ini terdapat sub

     menu “LAPORAN/ DELETE”. Pada tab sub menu ini user dapat

     mengedit dan menghapus dengan cara klik kanan pada mouse, atau pada




                                                                            118
     keyboard tekan Ctrl+E untuk mengedit data, Ctrl+D untuk menghapus.

     Berikut ini adalah desain form-nya:




                                    (a)




                                    (b)

      Gambar 4.10. Form customer a). Form Untuk Input data konsumen; (b). Form
                Untuk Menampilkan Hasil Proses dan Pencarian Data Konsumen
                Yang Tersimpan dari Dalam Database.

j)    Form Penjualan

           Form     Penjualan   merupakan    form   yang   digunakan    untuk

     memasukkan data Penjualan yaitu data penjualan sepeda motor ke

     konsumen yang diproses dalam program sistem informasi inventori ini.



                                                                          119
Dan pada form ini, data sepeda motor SUZUKI di database bisa

dimanipulasi, yaitu save, cetak, delete dan terdapat fasilitas pencarian data

yang dibeli konsumen berdasarkan no.faktur, kode, nama serta pencarian

informasi penjualan yang dibeli konsumen pada masa periode. Selain itu,

melalui form ini user dapat melihat data seluruh macam data penjualan

dan beberapa data item penjualan sepeda motor SUZUKI yang telah

disimpan didalam database. Serta petugas dapat mencetak hasil laporan

beberapa data penjualan ke pimpinan operasional dengan menekan tombol

cetak pada sub menu “LAPORAN”. Untuk menjalankan form ini, bila

yang login sebagai petugas tidak dapat menghapus data, sedangkan

apabila yang login manager, maka dapat melakukan penghapusan data

penjualan. Sedangkan data yang sudah dilakukan proses penjualan dan

masuk kedalam database tidak dapat dilakukan proses transaksi

penjualan. Berikut ini adalah desain form penjualan.




                                  (a).


                                                                         120
                                       (b).

Gambar 4.11. Form penjualan. a). Form Untuk Input data penjualan; (b). Form
            Untuk Menampilkan dan Pencarian Hasil Proses input Data Penjualan.


k)    Fom Association Rules.

              Form Association Rules ini merupakan bagian inti dari program

     yang berfungsi untuk menampilkan informasi hasil pemrosesan data

     mining dari input data transaksi data penjualan yang berguna sebagai

     analisa data penjualan dan perhitungan dengan metode association rules.

     Sehingga hal ini dapat membantu dan menghasilkan sistem yang dapat

     mengambil keputusan didalam sistem dan berfungsi sebagai alternatif

     pemecahan masalah dalam persediaan sepeda motor sesuai tipe dan warna

     yang tepat dan diminati untuk dibeli oleh konsumen. “Hitung Association

     Rule”, tombol ini berfungsi untuk menghitung seluruh proses perhitungan

     dengan     metode   Association   Rule.   Sebelum   memprosesnya     kita


                                                                          121
     menentukan terlebih dahulu pada fom ini dengan mengisi ketentuan yaitu:

     min. support, max support, dan min confidence pada masing-masing field

     yang sudah disediakan.




                     Gambar 4.12. Form Association Rules.

l)    Form Inventori.

            Form Inventori adalah form untuk menampilakan informasi jumlah

     pembelian, jumlah penjualan, junlah stok sepeda motor SUZUKI selama

     masa periode tanggal 1 oktober 2008 sampai 29 November 2008 dengan

     sesuai data yang telah di inputkan dalam uji coba aplikasi tersebut dan

     pada fom ini terdapat fasilitas cetak laporan data stok sepeda motor. Dan

     didalam form ini dapat menampilkan informasi tersebut dalam bentuk

     grafik. Sedangkan desain formnya yaitu sebagai berikut:




                                                                          122
                                 (a).




                                   (b).
Gambar 4.13. Form Inventori. (A). Form Sub Tab Menu Stok, (B). Form Sub
             Tab Menu Grafik.

                                                                    123
m)    Form Tentang Program.

            Form Tentang Program yang terletak pada menu help merupakan

     form untuk mendeskripsikan secara singkat tentang program sistem

     informasi inventori menggunakan metode “Association Rules”. Berikut ini

     adalah desain form-nya:




                       Gambar 4.14. Form Tentang Program.

n)    Form Petunjuk.

            Form Petunjuk. Yang terletak pada menu help merupakan form

     yang berfungsi untuk menjelaskan tata cara atau panduan dalam

     menggunakan program sistem informasi inventori menggunakan metode

     “Association Rules”, khususnya panduan atau tutorial tentang Association

     Rules. Form Petunjuk.ini berbentuk file .hlp untuk memudahkan user

     dalam mengaksesnya. Berikut ini adalah desain form-nya:




                                                                         124
                           Gambar 4.15. Form Petunjuk


o)    Form Biodata Perancang.

            Form Biodata Perancang.digunakan untuk menjelaskan identitas

     perancang   dan   pembuat     program       “Sistem   Informasi   Inventori

     Menggunakan Metode Association Rules Di CV. Damarlangit”. Adapun

     tampilan form-nya adalah sebagai berikut:




                     Gambar 4.16. Form Biodata Perancang.




                                                                            125
4.3. Deskripsi Program.

         Pada deskripsi program menjelaskan inti dari isi atau listing program

    dalam perhitungan data mining menggunakan metode association rules ini,

    yang terdapat 6 proses yaitu sebagai berikut:

 a. Generate Data.

         Generate data yang digunakan untuk menggenerate data transaksi

    yang akan dijadikan data iterasi, yaitu dengan menentukan masa periode

    yang diinginkan, setelah periode sudah ditentukan oleh user dan menekan

    tombol “search” maka proses generate telah diproses, dan menampilkan

    informasi dari hasil proses OLAP (online Analitical Processing).

    Sedangakan fungsi OLAP ini adalah suatu cara untuk menampilkan

    relational data kepada user sebagai salah satu fasilitas untuk memahami data

    dan suatu pola yang penting terdapat didalamnya. Berikut ini adalah

    cuplikan program dari hasil inisialisasi dari proses generate.

procedure TFaso.Button1Click(Sender: TObject);
Var
 D3:Tdate;
 I,Y,A:Integer;
begin
 For I:=1 To S1.RowCOunt-1 Do
 For Y:=1 To S1.ColCOunt-1 Do
      S1.Cells[Y,I]:='';

     Q1.Close;
     Q1.Sql.Clear;
     Q1.Sql.Add('Select No_Faktur, Tanggal from Item_penjualan,
Penjualan Where Item_penjualan.No_faktur=Penjualan.No_faktur And
Tanggal>=:A And Tanggal<=:B');
     Q1.ParamByName('A').AsDateTime:=D1.Date;
     Q1.ParamByName('B').AsDateTime:=D2.Date;
     Q1.Sql.Add('Group By No_Faktur, Tanggal Order By No_faktur');
     Q1.Prepare;
     Q1.Open;       //*
     J1.Caption:=InttoSTr(Q1.RecordCount);
     If Q1.RecordCount>0 Then
        Begin
          S1.ColCount:=Q1.RecordCount + 4;
          Q1.First;
          I:=1;


                                                                            126
               Repeat
                  S1.Cells[I+2,0]:=Q1.FieldByNAme('Tanggal').AsString;

 S1.Cells[I+2,1]:=Q1.FieldByNAme('No_faktur').AsString;
               I:=I+1;
             Q1.Next;
           Until Q1.Eof;
         End Else
         Begin
        End;


    Sedangkan salah satu operasi dari OLAP untuk strategi pencarian adalah Roll

up dan drill down. Roll up dan drill down adalah operasi untuk melihat data global

atau detail di sepanjang level hirarki dimensi. Berikut ini adalah cuplikan dari

listing aplikasi program:

 //Total DIbawah (driil down)
  For I:= 3 To S1.ColCOunt-2 DO
   Begin
      A:=0;
      For Y:= 2 To S1.RowCOunt-2 DO
          Begin
            If S1.Cells[I,Y]<>'' Then
                Begin
                 A:=A+1;
                End;
          End;
      S1.Cells[I,S1.ROwCOunt-1]:=InttoStr(A);
   End;

   //Total dikanan (roll up)
    For I:= 2 To S1.ROwCOunt-2 DO
    Begin
       A:=0;
       For Y:= 3 To S1.ColCOunt-2 DO
           Begin
             If S1.Cells[Y,I]<>'' Then
                 Begin
                  A:=A+1;
                 End;
           End;
       S1.Cells[S1.ColCOunt-1,I]:=InttoStr(A);
    End;

 end;




                                                                              127
b.   Support 1 Item.

         Fungsi dari nialai support 1 item adalah ukuran yang mennunjukkan

seberapa besar tingkat suatu per item/ itemset dari keseluruhan transaksi. Berikut

ini adalah inisilalisasi cuplikan dari program:

procedure TFaso.Button9Click(Sender: TObject);
Var
I , X,xx: Integer;
begin
S2.RowCount:=S1.RowCount-2;
S2.Cells[0,0]:='No';
S2.Cells[1,0]:='Dataset 1 Item';
S2.Cells[2,0]:='Jumlah Transaksi';
S2.Cells[3,0]:='Hitungan';
S2.Cells[4,0]:='Nilai Support (%)';

S2.ColWidths[0]:=30;
S2.ColWidths[1]:=200;
S2.ColWidths[2]:=100;
S2.ColWidths[3]:=100;
S2.ColWidths[4]:=100;

For I:= 1 To S1.ROwCOunt-1 Do
  Begin
      S2.Cells[0,I]:=InttoStr(I);
      S2.Cells[1,I]:=S1.Cells[1,I+1]+' - '+S1.Cells[2,I+1];
      S2.Cells[2,I]:='0';
      xx:=0;
      For X:=3 To S1.ColCOunt-2 DO
         Begin
          If S1.Cells[X,I+1]<>'' Then
          xx:=XX+1;
          S2.Cells[2,I]:= INtTOstr(xx);

           If ((XX>0) And (StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-
2,1])>0)) Then
           Begin
           S2.Cells[3,I]:= INtTOstr(xx)+'/'+IntTostr(S1.COlCOunt-
4)+'*100';
           S2.Cells[4,I]:= FormatFLoat('#,0.00',(xx / (S1.COlCOunt-
4)) *100)+'%';
           End;

            End;
  ENd;
end;




                                                                              128
c.     Support 2 Item.

         Fungsi dari nilai support 2 item adalah ukuran yang menunjukkan

seberapa besar tingkat nilai minimal support sebanyak 2 item tiap per item/

itemset dari setiap transaksinya dengan melihat fungsi OLAP (Online Analitycal

Processing). Dengan mengambil data sementara dari hasil proses di dalam

database kemudian dilakukan proses perhitungan dengan nilai support 2 item pada

aplikasi program tersebut. Berikut ini adalah inisilalisasi cuplikan dari program:

procedure TFaso.Button2Click(Sender: TObject);
Var
 I, Y: INteger;
 A, ALamat: INteger;
 A1,A2,A3, Jumlah : Integer;
 Aa,BB : String;
 Ax, Bx : Double;
begin
Q2.Close;
Q2.SQL.Clear;
Q2.SQL.Add('Select Kode, Sum(Jml) From temp_A');
Q2.SQL.Add('Group By Kode');
Q2.Prepare;
Q2.Open;
If Q2.RecordCount>0 Then
  Begin
      I:=1;
      Q2.First;
      Repeat
        If Q2.FieldByName('Sum').AsInteger>=2 Then
            Begin
              S3.Cells[1,I]:=Q2.FieldByName('Kode').AsString;

S3.Cells[2,I]:=Inttostr(Q2.FieldByName('Sum').AsINteger-1);

               S3.Cells[3,I]:='Jml Tr (A-B)/ Tot Tr * 100%';
               Ax:=Q2.FieldByName('Sum').AsINteger-1;
               Bx:=StrToint(J1.Caption);

               S3.Cells[4,I]:=FormatFLoat('#,0.00',(Ax/bx) *
100)+'%';

               Inc(I);
             ENd;

        Q2.Next;
        Until Q2.Eof;
     ENd;




                                                                                129
d.   Frekuent Item Set.

       Sebelum mencari nilai frequence itemset, user terlebih dahulu menentukan

nilai threshold (batasan) dari nilai support minimum support sampai maksimum

support yang dilakukan oleh user. Fungsi dari frekuent item set adalah

membangkitkan nilai random dari nilai hasil perhitungan satu support satu item

dan nilai support dua item, selanjutnya di filter oleh aplikasi program ini sesuai

dengan nilai batasan yang telah ditentukan uleh user. Selama rentang waktu

periode yang ditentukan didalam sistem program aplikasi ini. Berikut ini adalah

cuplikan dari program:

procedure TFaso.Button5Click(Sender: TObject);
Var
  Tertinggi, Terendah,Angka : Double;
  I,Y, Mulai,Baris : INteger;
begin

S10.Cells[0,0]:='No';
S10.Cells[1,0]:='Frequent Itemset';
S10.Cells[2,0]:='Support (%)';

S10.ColWidths[0]:=30;
S10.ColWidths[1]:=300;
S10.ColWidths[2]:=90;

//FREQUENT ITEMSET
FOr I:=1 To S10.ROwCOunt-1 Do
FOr Y:=1 To S10.ColCOunt-1 Do

S10.Cells[Y,I]:='';

S10.RowCount:=2;
Baris:=1;


FOr I:=1 To S2.ROwCOunt-1 Do
  Begin
  If S2.Cells[4,I]<>'' Then
  Begin
  Angka:= StrTofloat(Copy(S2.Cells[4,I],1,Length(S2.Cells[4,I])-
1));
     If ((Angka >= StrToFLoat(Edit1.Text)) And
        (Angka <= StrToFLoat(Edit3.Text))) Then
       Begin
           S10.Cells[0,Baris]:=Inttostr(Baris);
           S10.Cells[1,Baris]:=S2.Cells[1,I];
           S10.Cells[2,Baris]:=S2.Cells[4,I];
           Baris:=Baris+1;


                                                                              130
                   S10.RowCount:=S10.RowCount+1;
            ENd;
     End;
     End;

  FOr I:=1 To S3.ROwCOunt-1 Do
  Begin
  If S3.Cells[4,I]<>'' Then
  Begin
  Angka:= StrTofloat(Copy(S3.Cells[4,I],1,Length(S3.Cells[4,I])-
1));
     If ((Angka >= StrToFLoat(Edit1.Text)) And
        (Angka <= StrToFLoat(Edit3.Text))) Then
       Begin
            S10.Cells[0,Baris]:=Inttostr(Baris);
            S10.Cells[1,Baris]:=S3.Cells[1,I];
            S10.Cells[2,Baris]:=S3.Cells[4,I];
            Baris:=Baris+1;
            S10.RowCount:=S10.RowCount+1;
       ENd;
  End;
  End;
  S10.RowCount:=S10.RowCount-1;
 end;



e.     Confidence.

            Fungsi nilai confidence merupakan nilai kepastian untuk kuatnya

hubungan antar item dalam aturan asosiasi. Sedangkan untuk menampilkan

itemset pada nilai confidence tersebut. Mengambil hasil pemetaan dari nilai

support 2 item, untuk perhitungan jumlah kolom (ColCOunt) dengan nilai

minimal = 2 pada setiap itemset yang dicari pada tiap-tiap transaksi. Pada hasil

informasi OLAP setelah dilakukan proses generate.

            Hal ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asosiasi/ pola konsumen

yang cenderung dalam membeli sepeda motor SUZUKI. Hubungan asosiatif ini

mencari hubungan nilai pola satu item dengan satu item lainnya, yang berdasarkan

type dan warna pada sepeda motor SUZUKI, kemudian dari hasil item set tersebut

yang muncul dibalik. Untuk mencari nilai item yang mengandung entencedent

atau nilai yang pertama (A), Berikut ini adalah cuplikan programnya:




                                                                            131
procedure TFaso.Button3Click(Sender: TObject);
Var
  Angka : Double;
  K, I,Y, Mul_1,Mul_2,Mul_3,mul_4,Baris,ke_1,Ke_2,Ke_3,ke_4, j :
INteger;
  A,B,C,D,Datane : String;
  Hasil:DOuble;
  Str:String;
begin
Str:=Edit2.Text;
Edit2.Text:='0';
For I:=1 To S33.RowCount-1 Do
  Begin
      S33.Cells[1,I]:='';
      S33.Cells[2,i]:='';
      S33.Cells[3,i]:='';
      S33.Cells[4,i]:='';
  ENd;
S33.Cells[0,0]:='No';
S33.Cells[1,0]:='ItemSet';
S33.Cells[2,0]:='Jumlah Transaksi';
S33.Cells[3,0]:='Perhitungan';
S33.Cells[4,0]:='Nilai Confiden (%)';
S33.Cells[5,0]:='Nilai Transaksi Item Pertama';

S33.ColWidths[0]:=30;
S33.ColWidths[1]:=350;
S33.ColWidths[2]:=90;
S33.ColWidths[3]:=90;
S33.ColWidths[4]:=90;
S33.ColWidths[5]:=150;

FOr I:=1 To S33.ROwCOunt-1 Do
FOr Y:=1 To S33.ColCOunt-1 Do
      S33.Cells[Y,I]:='';

S33.RowCount:=2;
Baris:=1;

//NOrmal
  FOr I:=1 To S3.ROwCOunt-1 Do
  Begin
  If S3.Cells[4,I]<>'' Then
  Begin
  Angka:= StrTofloat(Copy(S3.Cells[4,I],1,Length(S3.Cells[4,I])-
1));
     If ((Angka >= StrToFLoat(Edit2.Text)) And
        (Angka <= StrToFLoat(Edit3.Text))) Then
       Begin
           S33.Cells[0,Baris]:=Inttostr(Baris);
           S33.Cells[1,Baris]:=S3.Cells[1,I];
           S33.Cells[2,Baris]:=S3.Cells[2,I];

          Datane:= S3.Cells[1,I];

          Mul_1:=1;
          Mul_2:=1;
          Mul_3:=1;
          Ke_1:=0;


                                                               132
                Ke_2:=0;
                Ke_3:=0;
                Ke_4:=Length(Datane);
                // Deni-hitam; inul-merah

                FOr J:=1 To Length(Datane) Do
                  Begin
                       If ((Ke_1=0) And (Datane[j]='-')) Then
                           Begin
                             Mul_1:=1;
                             Ke_1 :=j-1;
                             Mul_2:=j+1;
                            ENd;
                       If ((Ke_2=0) And (Datane[j]=';')) Then
                           Begin
                              Ke_2 :=(j-1)-Mul_2;
                              MUl_3:=J+2;
                           ENd;
                       If ((MUl_3>0) And (Datane[j]='-')) Then
                           Begin
                             Ke_3 :=(j)-Mul_3;
                             Mul_4:=J+1;
                           End;
                  End;
                A:=Trim(Copy(Datane,MUl_1,Ke_1));
                B:=Trim(Copy(Datane,MUl_2,Ke_2));
                C:=Trim(Copy(Datane,MUl_3,Ke_3));
                D:=Trim(Copy(Datane,MUl_4,Ke_4));

                S33.Cells[1,Baris]:=A+'-'+B+'=>'+C+'-'+D;

                Hasil:=1;
                For K:=1 To S1.ROwCOunt-1 Do
                  Begin
                    If ((S1.Cells[1,K]=A) And (S1.Cells[2,K]=B)) Then
                        Begin
                           Hasil:=StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-1,K]);
                        End;
                  End;


S33.Cells[3,Baris]:=S3.Cells[2,I]+'/'+FLoatTostr(Hasil)+'*100';

S33.Cells[4,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S3.Cells[2,I
])/ (Hasil)) * 100));

                S33.Cells[5,Baris]:=FLoatTostr(Hasil);

                Baris:=Baris+1;
                S33.RowCount:=S33.RowCount+1;
         ENd;
  End;
  End;

 // DIbalik
   FOr I:=1 To S3.ROwCOunt-1 Do
  Begin
  If S3.Cells[4,I]<>'' Then
  Begin


                                                                      133
  Angka:= StrTofloat(Copy(S3.Cells[4,I],1,Length(S3.Cells[4,I])-
1));
     If ((Angka >= StrToFLoat(Edit2.Text)) And
        (Angka <= StrToFLoat(Edit3.Text))) Then
       Begin
           S33.Cells[0,Baris]:=Inttostr(Baris);
           S33.Cells[1,Baris]:=S3.Cells[1,I];
           S33.Cells[2,Baris]:=S3.Cells[2,I];

          Datane:= S3.Cells[1,I];
          Mul_1:=1;
          Mul_2:=1;
          Mul_3:=1;

          Ke_1:=0;
          Ke_2:=0;
          Ke_3:=0;
          Ke_4:=Length(Datane);
          // Deni-hitam; inul-merah

          FOr J:=1 To Length(Datane) Do
            Begin
                 If ((Ke_1=0) And (Datane[j]='-')) Then
                     Begin
                       Mul_1:=1;
                       Ke_1 :=j-1;
                       Mul_2:=j+1;
                      ENd;
                 If ((Ke_2=0) And (Datane[j]=';')) Then
                     Begin
                        Ke_2 :=(j-1)-Mul_2;
                        MUl_3:=J+2;
                     ENd;
                 If ((MUl_3>0) And (Datane[j]='-')) Then
                     Begin
                       Ke_3 :=(j)-Mul_3;
                       Mul_4:=J+1;
                     End;
            End;

          A:=Trim(Copy(Datane,MUl_1,Ke_1));
          B:=Trim(Copy(Datane,MUl_2,Ke_2));
          C:=Trim(Copy(Datane,MUl_3,Ke_3));
          D:=Trim(Copy(Datane,MUl_4,Ke_4));

          S33.Cells[1,Baris]:=C+'-'+D+'=>'+A+'-'+B;

          Hasil:=1;
          For K:=1 To S1.ROwCOunt-1 Do
            Begin

              If ((S1.Cells[1,K]=C) And (S1.Cells[2,K]=D)) Then
                 Begin
                    Hasil:=StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-1,K]);
                 End;
            { If ((C='FL 125 SD') And (D='BIRU-HITAM')) Then
                  Begin
                      Hasil:=StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-1,K]);
                  End;     }


                                                                134
               End;
             If Hasil=1 Then
                Hasil:=StrToFLoat(S3.Cells[2,I]);


S33.Cells[3,Baris]:=S3.Cells[2,I]+'/'+FLoatTostr(Hasil)+'*100';
          S33.Cells[5,Baris]:=FLoatTostr(Hasil);

S33.Cells[4,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S3.Cells[2,I
])/ (Hasil)) * 100));

             Baris:=Baris+1;
             S33.RowCount:=S33.RowCount+1;
       ENd;
  End;
  End;
  Edit2.Text:=Str;
  For I:=1 To S33.RowCOunt-2 Do
     Begin
           If STRToFLoat(S33.Cells[4,i]) >= StrToFLoat(Edit2.Text)
THen
               Begin
               End Else
               Begin
                  S33.Cells[1,i]:='';
                  S33.Cells[2,i]:='';
                  S33.Cells[3,i]:='';
                  S33.Cells[4,i]:='';
               ENd;
     End;

     For Y:=1 To 10 Do

       For I:=1 To S33.RowCOunt-1 Do
       Begin
             If S33.Cells[1,i]='' THen
                 Begin
                   S33.Row:=I;
                   MenuItem2Click(Sender);
                 End;
       End;

    For I:=1 To S33.RowCOunt-1 Do
    Begin
       S33.Cells[0,i]:=Inttostr(I);
       If S33.Cells[1,i]='' Then S33.RowCOunt:=S33.RowCOunt-1;
    End;
 end;



f.     Rekomendasi Dari Aturan Asosiasi Final.

         Rekomendasi dari aturan asosiasi final digunakan sebagai sistem

pengambil keputusan untuk persedian sepeda motor SUZUKI sesuai tipe dan

warna. Selanjutnya pimpinan operasional dapat merencanakan jumlah pemesanan


                                                                       135
sepeda motor SUZUKI sesuai tipe dan warna. Sedangkan untuk rumus

rekomendasi adalah nilai: support*confidence terbesar. Sedangkan listing

programnya dalah sebagai berikut:

Sxx.RowCOunt:=S33.RowCOunt;
For I:=1 To S33.RowCOunt-1 Do
  Begin
     Sxx.Cells[0,I]:=S33.Cells[0,I];
     Sxx.Cells[1,I]:=S33.Cells[1,I];
     Sxx.Cells[2,I]:='';
     Sxx.Cells[3,I]:=S33.Cells[4,I];
     Sxx.Cells[4,I]:='';
  End;

For I:=1 To Sxx.RowCOunt-1 Do
  Begin
    For Y:=1 To S3.RowCOunt-1 Do
      Begin
         H:='';
         A:=Sxx.Cells[1,I];
         For J:=1 To Length(A) Do
            Begin
                if A[j]='=' then H:=H+' ;';
                if A[j]='>' then H:=H+' ';
                if ((A[j]<>'>') And (A[j]<>'='))then H:=H+A[j];
            End;


            For nul:=1 To Length(H) do
              Begin
               If h[nul]=';' Then
                   Begin
                    Tengah :=nul;
                   End;
              End;
           HA:=Trim(Copy(h,1, tengah-1));
           HB:=Trim(Copy(h,tengah+2, length(H)-tengah+2));

           If I=9 Then
              Begin
                 Sxx.Cells[2,I]:=S3.Cells[4,Y];
              End;

            If ( (H=S3.Cells[1,Y]) Or
                 (S3.Cells[1,Y]=(HB+' ; '+HA)) Or
                 (S3.Cells[1,Y]=(HA+' ; '+HB)) ) Then

                Sxx.Cells[2,I]:=S3.Cells[4,Y];
         End;
  End;

JMl:=Trunc((Sxx.RowCOunt-1)/2);
For I:=1 To JML Do
  Begin
      Sxx.Cells[2,JML+I]:= Sxx.Cells[2,I];



                                                                    136
     End;

Terbesar:=0;
For I:=1 To Sxx.rowCOunt-1 DO
   Begin
    If Sxx.Cells[2,I]<>'' Then
        Begin
        Sxx.Cells[4,I]:=
FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(Copy(Sxx.Cells[2,I],1,Length(Sxx
.Cells[2,I])-1))/100) * ((StrToFLoat(Sxx.Cells[3,I]))/100) ) * 100
);
        If Terbesar< StrToFLoat(Sxx.Cells[4,I]) Then
           Terbesar:= StrToFLoat(Sxx.Cells[4,I]);
        End;
   End;
gg:=0;
Jain:=1;
For I:=1 To Sxx.rowCOunt-1 DO
   Begin
        gg:= StrToFLoat(Sxx.Cells[4,I]);
        If Terbesar=gg Then
           Begin
              Syy.Cells[1,jain]:=Sxx.Cells[1,I];
              Syy.Cells[2,jain]:=Sxx.Cells[2,I];
              Syy.Cells[3,jain]:=Sxx.Cells[3,I];
              Syy.Cells[4,jain]:=Sxx.Cells[4,I];
              Jain:=Jain+1;
           End;
   End;
If Jain>0 Then
Syy.rowCOunt:=Jain Else
Syy.rowCOunt:=2;
end;



g.     Lift Rasio.

            Lift rasio merupakan salah satu cara yang lebih baik untuk melihat kuat

tidaknya aturan aosiasi dengan membandingkan nilai benchmarknya.

confidence benchmark = jumlah transaksi dg I Tem dalam concequent(B)
                              Jumlah transaksi di dalam database
Lift rasio =       confidence      .
             Confidence benchmark
Sedangkan listing programnya dalah sebagai berikut:

FOr I:=1 To S12.ROwCOunt-1 Do
FOr Y:=1 To S12.ColCOunt-1 Do
      S12.Cells[Y,I]:='';

S12.RowCount:=2;
Baris:=1;

//NOrmal
  FOr I:=1 To S3.ROwCOunt-1 Do


                                                                               137
  Begin
  If S3.Cells[4,I]<>'' Then
  Begin
  Angka:= StrTofloat(Copy(S3.Cells[4,I],1,Length(S3.Cells[4,I])-
1));
     If ((Angka >= StrToFLoat(Edit2.Text)) And
        (Angka <= StrToFLoat(Edit3.Text))) Then
       Begin
           S12.Cells[0,Baris]:=Inttostr(Baris);
           S12.Cells[1,Baris]:=S3.Cells[1,I];

           Datane:= S3.Cells[1,I];


           FOr J:=1 To Length(Datane) Do
             Begin
                  If ((Ke_1=0) And (Datane[j]='-')) Then
                      Begin
                        Mul_1:=1;
                        Ke_1 :=j-1;
                        Mul_2:=j+1;
                       ENd;
                  If ((Ke_2=0) And (Datane[j]=';')) Then
                      Begin
                         Ke_2 :=(j-1)-Mul_2;
                         MUl_3:=J+2;
                      ENd;
                  If ((MUl_3>0) And (Datane[j]='-')) Then
                      Begin
                        Ke_3 :=(j)-Mul_3;
                        Mul_4:=J+1;
                      End;
             End;
           A:=Trim(Copy(Datane,MUl_1,Ke_1));
           B:=Trim(Copy(Datane,MUl_2,Ke_2));
           C:=Trim(Copy(Datane,MUl_3,Ke_3));
           D:=Trim(Copy(Datane,MUl_4,Ke_4));

           S12.Cells[1,Baris]:=A+'-'+B+'=>'+C+'-'+D;

           Hasil:=1;
           For K:=1 To S1.ROwCOunt-1 Do
             Begin
               If ((S1.Cells[1,K]=C) And (S1.Cells[2,K]=D)) Then
                   Begin
                      Hasil:=StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-1,K]);
                   End;
             End;

           S12.Cells[2,Baris]:=FLoatTostr(Hasil);

           S12.Cells[3,Baris]:=S12.Cells[2,baris]+'/'+J1.Caption
+'*100';    //HItungan

           //Hasil Nilai Konfidence Benmark

S12.Cells[4,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',(StrToFLoat(S12.Cells[2,b
aris]) / StrToFLoat(J1.Caption)) *100) ;



                                                                   138
                S12.Cells[5,Baris]:=S3.Cells[2,I];

S12.Cells[6,Baris]:=S3.Cells[2,I]+'/'+S33.Cells[5,Baris]+'*100';

          //Hasil Nilai Konfidence
         //
S12.Cells[7,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S3.Cells[2,I
])/ StrTofloat(S33.Cells[5,Baris])) * 100));

            if S33.cells[4,baris]<>'' then
            begin
            S12.Cells[7,Baris]:=S33.cells[4,baris];
            //* Nilai lift Rasio

S12.Cells[8,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S12.Cells[7,
I])/ StrToFLoat((S12.Cells[4,I])) )));
         end else

         begin
         S12.Cells[1,I]:='';
     S12.Cells[2,i]:='';
     S12.Cells[3,i]:='';
     S12.Cells[4,i]:='';
     S12.Cells[5,i]:='';
     S12.Cells[6,i]:='';
     S12.Cells[7,i]:='';
     S12.Cells[8,i]:='';
         end;

//Hasil Nilai LIft Rasio
//S12.Cells[8,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S12.Cells[
7,I])/ StrToFLoat((S12.Cells[4,I])) )));

                Baris:=Baris+1;
                S12.RowCount:=S12.RowCount+1;
         ENd;
  End;
  End;

//Edit2.Text:=Str;

 // DIbalik
  FOr I:=1 To S3.ROwCOunt-1 Do
  Begin
  If S3.Cells[4,I]<>'' Then
  Begin
  Angka:= StrTofloat(Copy(S3.Cells[4,I],1,Length(S3.Cells[4,I])-
1));
     If ((Angka >= StrToFLoat(Edit2.Text)) And
        (Angka <= StrToFLoat(Edit3.Text))) Then
       Begin
        If S33.Cells[5,Baris]<>'' Then
           Begin

                S12.Cells[0,Baris]:=Inttostr(Baris);
                S12.Cells[1,Baris]:=S3.Cells[1,I];

                Datane:= S3.Cells[1,I];



                                                               139
           FOr J:=1 To Length(Datane) Do
             Begin
                  If ((Ke_1=0) And (Datane[j]='-')) Then
                      Begin
                        Mul_1:=1;
                        Ke_1 :=j-1;
                        Mul_2:=j+1;
                       ENd;
                  If ((Ke_2=0) And (Datane[j]=';')) Then
                      Begin
                         Ke_2 :=(j-1)-Mul_2;
                         MUl_3:=J+2;
                      ENd;
                  If ((MUl_3>0) And (Datane[j]='-')) Then
                      Begin
                        Ke_3 :=(j)-Mul_3;
                        Mul_4:=J+1;
                      End;
             End;
           A:=Trim(Copy(Datane,MUl_1,Ke_1));
           B:=Trim(Copy(Datane,MUl_2,Ke_2));
           C:=Trim(Copy(Datane,MUl_3,Ke_3));
           D:=Trim(Copy(Datane,MUl_4,Ke_4));

           S12.Cells[1,Baris]:=C+'-'+D+'=>'+A+'-'+B;

           Hasil:=1;
           For K:=1 To S1.ROwCOunt-1 Do
             Begin

               If ((S1.Cells[1,K]=A) And (S1.Cells[2,K]=B)) Then
                  Begin
                     Hasil:=StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-1,K]);
                  End;
           {   If ((C='FL 125 SD') And (D='BIRU-HITAM')) Then
                   Begin
                       Hasil:=StrToFLoat(S1.Cells[S1.COlCOunt-1,K]);
                   End; }
             End;
           If Hasil=1 Then
              Hasil:=StrToFLoat(S3.Cells[2,I]);

           S12.Cells[2,Baris]:=FLoatTostr(Hasil);

           //HITUNGAN
           S12.Cells[3,Baris]:=S12.Cells[2,baris]+'/'+J1.Caption
+'*100';

           //Hasil Konfidence Benmark

S12.Cells[4,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',(StrToFLoat(S12.Cells[2,b
aris]) / StrToFLoat(J1.Caption)) *100) ;

           S12.Cells[5,Baris]:=S3.Cells[2,I];

S12.Cells[6,Baris]:=S3.Cells[2,I]+'/'+S33.Cells[5,Baris]+'*100';
          //Konfidence

//S12.Cells[7,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S3.Cells[2


                                                                   140
,I])/ StrTofloat(S33.Cells[5,Baris])) * 100));

          if S33.cells[4,baris]<>'' then
          begin
          S12.Cells[7,Baris]:=S33.cells[4,baris];

S12.Cells[8,Baris]:=FormatFLoat('#,0.00',((StrToFLoat(S12.Cells[7,
I])/ StrToFLoat((S12.Cells[4,I])) )));
          end else
          begin
     S12.Cells[1,I]:='';
     S12.Cells[2,i]:='';
     S12.Cells[3,i]:='';
     S12.Cells[4,i]:='';
     S12.Cells[5,i]:='';
     S12.Cells[6,i]:='';
     S12.Cells[7,i]:='';
     S12.Cells[8,i]:='';
     end;
            //LIft Rasio
            Baris:=Baris+1;
            S12.RowCount:=S12.RowCount+1;
         End;
       ENd;
  End;
  End;
  Edit2.Text:=Str;

  For Y:=1 To 10 Do
     For I:=1 To S12.RowCOunt-1 Do
     Begin
           If S12.Cells[1,i]='' THen
               Begin
                 S12.Row:=I;
                 MenuItem4Click(Sender);
               End;
     End;
     For I:=1 To S12.RowCOunt-1 Do
     Begin
        S12.Cells[0,i]:=Inttostr(I);
        If S12.Cells[1,i]='' Then S12.RowCOunt:=S12.RowCOunt-1;
     End;
end;



4.4. Penerapan Aplikasi.

        Aplikasi diterapkan dengan memasukkan data stok, data pembelian, data

   penjualan, data konsumen data supplier (main dealer). Adapun jumlah data

   yang dimasukkan adalah sebagai berikut:

         No     Kriteria               Jumlah
         1      Data stok sepeda motor 135 unit
                dan     data pembelian


                                                                         141
                      tanggal 1 oktober 2008-
                      29 November 2008.
             2        Data penjualan              53 unit
             3        Konsumen                    41 (atas nama perorangan
                                                  atau perusahaan)
             4        Dealer                      2 perusahaan
                                Tabel 4.1. Total Data Untuk Uji Coba.

          Dan dari data-data tersebut yang digunakan sampel dalam uji coba aplikasi

“Rancang Bangun Sistem Informasi Inventori Menggunakan Metode Association

Rules Di CV. Damar Langit” adalah sepeda motor dari produk suzuki didalam

gudang dan lebih jelasnya lihat di lembar lampiran.



4.5.     Pengujian Sistem.

          Pengujian sistem dilakukan untuk uji coba sistem yang dijalankan dan

hasil output dari inputan data yang diproses kedalam aplikasi program sistem

informasi        inventori   dalam   perhitungan   metode   Association   Rule   yang

menggunakan Algoritma Apriori. yaitu sebagai berikut:

A. OLAP (Online Analitical Processing).

          Untuk menghasilkan perhitungan metode association rule ini berdasarkan

dari proses operasi-operasi OLAP yaitu sebagai berikut:

1) Slicing dan dicing.

          Slicing dan dicing adalah operasi untuk melihat data sebagai visualisasi

       dari kubus. Dengan slicing dan dicing pengguna dapat melihat data dari

   beberapa perpestif. Yang dimaksud disini adalah aplikasi program mempunyai

   kemampuan dapat melihat data berdasarkan masa awal periode sampai akhir

   periode yang ditentukan. Misalnya user ingin melihat data secara per tanggal,

   perbulan, atau pertahun maka perhitungan secara komputasi pada data per



                                                                                 142
   itemnya berubah pada total transaksi (total nilai per baris) dalam tiap item,

   dan nilai peluang untuk nilai pola (total nilai kolom) yang muncul dalam tabel

   dalam masing-masing transaksi. Sedangkan data yang digunakana untuk

   analisa adalah dari jumlah data transaksi penjualan ke konsumen.

2) Roll up dan drill down

       Fungsi roll up adalah untuk melihat data secara global atau rangkuman

   jumlah perhitungan data setiap beberapa item yang mengandung tipe dan

   warna, kemudian setiap itemnya dalam tiap-tiap transaksi berdasarkan masa

   periode awal sampai periode akhir yang di inginkan user.

       Sedangkan operasi drill down pada aplikasi program ini pengguna dapat

   memperoleh data yang lebih detail. Drill down ini digunakan untuk menjawab

   pertanyaan atas suatu kasus tertentu. Misalnya dalam aplikasi ini untuk

   mengetahui jumlah banyaknya data transaksi penjualan sepeda motor

   berdasarkan tipe dan warna pada tiap-tiap transaksi yang muncul.

       Dari hasil uji coba pada analisa data yang digunakan pada periode 1

   oktober 2008-29 November 2008. Maka hasil implementasi dari visualisasi

   program adalah mempunyai 42 titik transaksi dalam penjualan sepeda motor

   dengan 16 itemset sepeda motor sesuai tipe dan warna yang muncul. Maka hal

   ini dapat dilihat pada gambar 4.17.




                                                                             143
        Perhitungan dengan operasi roll up: untuk mengetahui hubungan dibeli
        atau tidak dan menghitung jumlah unit yang terjual dari nilai itemset per
        kolom (ColCount) dan hal ini berguna untuk menghitung nilai support
        dalam 2 item dan nilai Confidence.

        Perhitungan dengan operasi driil down: Jumlah Transaksi dari nilai
        itemset per baris (RowCount) untuk menghitung nilai masing-masing
        Support dalam 1 item.

     Gambar 4.17. Hasil Perhitungan Data Transaksi Itemset Setiap Baris dan
                  Kolom.

B.      Nilai Support Satu Item dan Nilai Support Dua Item.

            Sedangkan metodologi Analisis asosiasi terbagi menjadi 2 tahap, tahap ini

     mencari kombinasi item yang memenuhi syarat minimum dari nilai support dalam

     database dengan memperhatikan aplikasi OLAP tersebut. Sedangkan nilai support

     sebuah item di peroleh dengan rumus sebagai berikut:

     Support (A): Jumlah Taransaksi mengandung A                       *100%
                       Total Transaksi.
     Sedangkan nilai support dari 2 item diperoleh dengan rumus sebagai berikut:



                                                                                    144
Support (A,B): ∑ Transaksi Mengandung A&B *100%
                  Total Transaksi.
       Dan hasil perhitungan nilai satu support item dari implementasi program,

dapat dilihat pada gambar (4.18) yaitu sebagai berikut:




                Gambar 4.18. Hasil Perhitungan Nilai Satu Support Item

       Selanjutnya untuk mencari jumlah itemset nilai support 2 item dengan

nilai minimal 2 per kolomnya. Apabila nilainya lebih dari dua maka nilai jumlah

dalam masing tiap-tiap kolom harus dipecah untuk mengandung nilai support dua

item. Karena dalam satu per itemnya mengandung tipe dan warna pada sepeda

motor. Perhatikan pada gambar 4.19 pada apliaksi untuk perhitungan support 2

item ada 5 tombol untuk memproses data secara berurutan yaitu: (1). Dikecilkan

(untuk mencari nilai kolom=2 atau apabila lebih dari dua dipecah), (2).

Direlasikan (untuk mencari hubungan per item yang mengandung 1 item dengan 1

item, (3) simpan kedalam database (untuk menyimpan hasil proses data secara


                                                                           145
 sementara kedalam database), menampilakan hasil (untuk menampilkan data hasil

 dari pemrosesan tersebut, yang disimpan dari database), (4) hitung semua

 (dilakukan perhitungan pada itemset yang muncul). Sedangkan hasil perhitungan

 support 2 item dapat dilihat pada gambar 4.19 yaitu sebagai berikut:




                 Gambar 4.19. Hasil Perhitungan Nilai Dua Support Item.

C. Frekuensi Itemset.

        Untuk hasil perhitungan nilai support 1 item sampai 2 item ini, dicari nilai

 frequence itemset dengan menentukan batasan (threshold) dengan cara

 menentukan nilai minimum support sampai maksimum support yang ditentukan

 oleh user. Selanjutnya diproses oleh aplikasi program ini, untuk melakukan

 penyaringan data (filter data) untuk mencari itemset yang muncul. Hal ini

 bertujuan bagi perusahaan CV. Damar Langit untuk merancang kampanye

 pemasaran dalam penjualan produk sepeda motor SUZUKI yang sesuai tipe dan



                                                                                146
 warna dan pemberian diskon ke konsumen misalnya pemberian jaket, helm,

 pernak-pernik.   Misalnya: seorang pimpinan operasional di perusahaan CV.

 Damar Langit tersebut, ingin mencari frequent per itemset pada data penjualan

 dengan menentukan nilai default. Sedangkan yang dimaksud nilai default pada

 aplikasi program ini adalah 0 %-100 %. Maka nilai item yang muncul pada hasil

 implementasi pada program dapat dilihat pada gambar 4.20.




             Gambar 4.20. Hasil Perhitungan Nilai Frequent Itemset.


D. Nilai Confidence.

      Confidence adalah rasio antara jumlah transaksi yang meliputi semua item

 dalam antedent dan concequent dengan jumlah transaksi yang meliputi semua

 item dalam antecendent atau dapat ditulis:

                                                                          147
 Confidence=jumlah transaksi dengan item dlm antedent(A)dan concequent(B)
                      Jumlah transaksi dengan item dalam antedent (A)
       Confidence merupakan suatu ukuran yang menunjukkan hubungan antar 2

 item secara conditional (misal, seberapa sering item B dibeli jika orang membeli

 item A).

       Misalnya: user menentukan nilai minimal confidence: 0% maka jumlah

 itemset yang muncul dan perhitungannya, maka dapat dilahat pada gambar 4.21

 yaitu sebagai berikut:




                Gambar 4.21. Hasil Perhitungan Nilai Confidence.


E. Rekomendasi.

        Pada form rekomendasi ini dari aturan asosiasi ini menghasilkan informasi

yang bisa digunakan untuk membantu dalam mendukung keputusan seorang

manager untuk pengambilan keputusan dalam manajemen perusahaan terutama

dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan inventori (persediaan)

barang berupa sepeda motor yang sesuai tipe dan warna, sehingga dapat bermanfaat

dalam menentukan strategi pemasaran. Yang menggunakan aturan rumus:



                                                                             148
 Aturan asosiasi final=nilai support * confidence terbesar.

        Sedangkan hasil dari nilai rekomendasi dapat berubah secara dinamis,

 apabila hasil generate dari masa awal periode sampai akhir periode yang di

 inginkan oleh user. Sedangkan hasil dari uji coba dari proses generate dari tanggal

 1 Oktober 2008 sampai 29 November 2008 yaitu sebagai berikut:




        Nilai Rekomendasi Untuk Pengambilan Keputusan Dalam
        Persediaan Sepeda Motor Sesuai Tipe Dan Warna.

        Nilai Aturan Asosiasi Final
                 Gambar 4.22. Hasil Perhitungan Nilai Rekomendasi.


F. Lift Rasio.

        Lift rasio merupakan salah satu cara yang lebih baik untuk melihat kuat

   tidaknya aturan asosiasi adalah membandingkan dengan nilai benchmark. Yang

   menggunakan aturan rumus:




                                                                                149
Lift rasio=     confidence     .
           Benchmark confidence
Confidence benmark= jumlah transaksi dengan item dalam concequent.
                           Jumlah transaksi dalam database.

Nilai lif rasio lebih besar dari 1 menunukkan adanya manfaat dari aturan tersebut.

Lebih tinggi nilai lif rasio, lebih besar kekuatan asosiasinya. Sedangkan hasil

perhitungan lift rasio dapat dilihat pada gambar 4.23.




                 Gambar 4.23. Hasil Perhitungan Nilai Lift Rasio.


4.6.   Analisa Hasil.

A. Analisa Hasil Pengujian Metode Association Rules.

       Dan hasil penerapan aplikasi untuk uji coba pada data penjualan tanggal 1

Oktober 2008 sampai tanggal 29 November 2008 ada 16 item yang muncul

dengan mempunyai 42 titik transaksi. Kemudian dari analisis ini dihitung nilai

supportnya untuk menghitung nilai support 1 item dan 2 item, frequence item

support dengan menentukan batasan (threshold) dari nilai frequence minimum

support sampai nilai maximum support yang ditentukan oleh user, nilai

confidence (nilai hubungan 1 item dengan 1 item lainnya, nilai lift rasio.


                                                                              150
       Dan misalnya: user menentukan nilai default= 0% pada nilai minimal

confidence, maka nama itemset muncul semua serta perhitungaanya. Dan ini

mempengaruhi nilai itemset yang muncul pada nilai confidence, nilai asosiasi

final, dan nilai lift rasio. Kemudian diproses secara berkelanjutan dalam masing-

masing perhitungannya. Sedangkan hasil akhir dari aturan asosiasi final, yaitu

sebagai berikut:

 No. Aturan                                     Support     Confidence   Support *
                                                                         Confidence
 1     EN_125-SILVER ⇒ FK_110_D-                2.38 %      33.33 %      0.79 %
       HITAM
 2     EN_125-SILVER ⇒ UY_125_SC-               4.76 %      66.67 %      3.17 %
       BIRU
 3     FK_110_D-HITAM ⇒                         2.38 %      20.00 %      0.48 %
       FL_125_XRCDF-HITAM(NR)
 4     FK_110_D-HITAM ⇒ UY_125_SC-              7.14 %      60.00 %      4.28 %
       BIRU
 5     FL_125_RCD-MERAH_HITAM ⇒                 4.76 %      28.57 %      1.36 %
       FL_125_SD-BIRU-HITAM
 6     FK_110_D-HITAM⇒EN_125-SILVER             2.38 %      20.00 %      0.48 %
 7     UY_125_SC-BIRU⇒EN_125-SILVER             4.76 %      40.00 %      1.90 %
 8     FL_125_XRCDF-HITAM(NR)⇒                  2.38 %      16.67 %      0.40 %
       FK_110_D-HITAM
 9     UY_125_SC-BIRU ⇒ FK_110_D-               7.14 %      60.00 %      4.28 %
       HITAM
 10    FL_125_SD-BIRU-HITAM ⇒                   4.76 %      50.00 %      2.38 %
       FL_125_RCD-MERAH-HITAM
                   Tabel 4.2. Hasil Perhitungan Nilai Aturan Asosiasi Final.

       Pada nilai maksimum dari aturan asosiasi final ini dijadikan data

rekomendasi dan sebagai sistem dalam pengambilan keputusan dalam persediaan

sepeda motor SUZUKI sesuai tipe dan warna, perhatikan pada tabel               ,yaitu

sebagai berikut:

 No.   Aturan                                Support      Confidence      Support *
                                                                         Confidence
 1     FK_110_D-Hitam ⇒ UY_125              7,14    %       60 %          4.28 %
       SC-Biru
 2     UY_125_SC-Biru ⇒ FK_110              7,14    %       60 %          4,28 %
       D-Hitam
       Tabel 4.3. Hasil Perhitungan Nilai Maksimum Dari Aturan Asosiasi Final.
       Sedangkan hasil akhir nilai untuk lift rasio adalah sebagai berikut:


                                                                                   151
 No.               Aturan                     Confidence               Lift Rasio
                                              Benchmark
 1     EN_125-SILVER ⇒ FK_110_D-            5/42*100=11,90          33,33 /11,90=2,80
       HITAM
 2     EN_125-SILVER ⇒                      5/42*100=11,90          66,67/11,90=5,60
       UY_125_SC-BIRU
 3     FK_110_D-HITAM ⇒                     6/42*100=14,29          20,00/14,29=1,40
       FL_125_XRCDF-HITAM(NR)
 4     FK_110_D-HITAM ⇒                     5/42*100=11,90          60,00/11,90=5,04
       UY_125_SC-BIRU
 5     FL_125_RCD-MERAH_HITAM ⇒              4/42*100=9,52           28,57/9,52=3,00
       FL_125_SD-BIRU-HITAM
 6     FK_110_D-HITAM⇒EN_125-                3/42*100=7,14           20,00/7,14=2,80
       SILVER
 7     UY_125_SC-BIRU⇒EN_125-                3/42*100=7,14           40,00/7,14=5,60
       SILVER
 8     FL_125_XRCDF-HITAM(NR)⇒              5/42*100=11,90          16,67/11,90=1,40
       FK_110_D-HITAM
 9     UY_125_SC-BIRU ⇒                     5/42*100=11,90          60,00/11,90=5,04
       FK_110_D-HITAM
 10    FL_125_SD-BIRU-HITAM ⇒               7/42*100=16,67          50,00/16,67=3,00
       FL_125_RCD-MERAH-HITAM
                         Tabel 4.4. Hasil Perhitungan Lift Rasio.
       Fungsi dari lift rasio ini adalah untuk megetahui ukuran kuat dan tidaknya

hubungan asosiasi pada hubungan satu item dengan satu item lainnya. Dan tiap 1

item mengandung tipe dan warna sepeda motor. Nilai lift rasio lebih besar dari

satu menunjukkan adanya manfaat dari aturan tersebut. Lebih tinggi nilai lift

rasio, lebih besar kekuatan asosiasi pada itemset yang muncul.

       Sedangkan hasil analisa data penjualan pada nilai tertinggi dari aturan

asosiasi untuk rekomendasi persediaan sepeda motor sesuai tipe dan warna yaitu

sebagai berikut: UY 125 SC=Biru ⇒ FK 110 D=Hitam dengan nilai support 7,14% dan

confidence 60 % dengan memperoleh nilai lift rasio yaitu 2,80. Sedangkan

hubungan asosiasi pada item tersebut dan yang membedakan masing-masing tipe

dan warna pada sepeda motor SUZUKI adalah berdasarkan spesifikasi dari tipe itu

sendiri yaitu: FK 110 D ⇒ UY 125 SC=Biru =Hitam artinya bila seseorang membeli

Spin CW berpelg bintang dengan warna biru, maka juga berkaitan membeli




                                                                                 152
sepeda motor yang bermerek Smash, rem tromol dengan warna hitam. Untuk lebih

detailnya lihat pada lampiran-lampiran (data keterangan format penulisan sepeda).

B. Hasil Analisa Sistem Informasi Stok.

       Pada hasil implementasi pada aplikasi informasi inventori untuk informasi

stok yang diproses melalui database pada tipe: “UY 125 SC” dengan warna

“Biru” =2 buah unit sepeda motor dan Tipe: “FK 110 D” dengan warna “Hitam” =

2 unit sepeda motor.



4.7. Contoh Manual Proses Data Untuk Menemukan Pola.

Identifikasi data yang akan diterapkan pada aplikasi adalah sebagai berikut:

          No    Kriteria                    Jumlah
          1     Data pembelian sepeda 70 unit tipe sepeda motor.
                motor         tanggal   1
                Desember          2008-31
                Desember 2008.
          2     Data penjualan              70 unit tipe sepeda motor
          3     Konsumen                    5 (atas nama perusahaan)
          4     Main Dealer                 1 perusahaan
           Tabel 4.5. Total Data Untuk Uji Coba Menemukan Pola.

       Dan dari data tersebut yang digunakan sampel dalam uji coba aplikasi

“Rancang Bangun Sistem Informasi Inventori Menggunakan Metode Association

Rules” untuk digunakan proses perhitungan dengan association rule bertujuan

untuk mendapatkan nilai pola, serdangkan penjelasan mengenai association rules

dijelaskan pada Bab II..

       Pada data tersebut digunakan di inputkan pada data stok sepeda (lihat pada

lampiran). Kemudian dilanjutkan proses pembelian untuk menginputkan tanggal

pembelian, dan menentukan tempat yang dibeli, harga beli dan disimpan kedalam

database. Misalnya: dari data tersebut telah terjual ke konsumen 10 tipe per



                                                                               153
harinya selama 7 hari, maka dari data tersebut di proses untuk transaksi penjualan.

Dengan menentukan tanggal transaksi dan nama konsumen. Selanjutnya dari

jumlah data penjualan sepeda motor setiap tipe dan warna pada setiap transaksi

per hari, dilakukan proses analisa dengan teknik OLAP (Online Analytica

Processing

     OLAP merupakan salah satu dari teknik data mining. Tidak semua yang

dapat digunakan untuk menganalisa data merupakan data mining. OLAP adalah

suatu cara untuk menampilkan relational data kepada user sebagai salah satu

fasilitas untuk memahami data dan suatu pola yang penting yang terdapat

didalamnya. Seperti pada suatu penggambaran, OLAP bukan merupakan suatu

alat yang penting untuk menggambarkan informasi. Metode OLAP yang sering

digunakan berdasarkan multidimensional databases (MDDs). MDDs adalah suatu

representasi data yang memungkinkan pengguna untuk lebih dalam melihat data

pada suatu kesimpulan yang bervariasi.




                            Tabel 4.6. Analisa OLAP.
Kemudian dari analisa OLAP tersebut dilakukan perrhitungan dengan metode

association rules dengan cara menentukan nilai support, yang mernggunakan

rumus:

Support (A): Jumlah Taransaksi mengandung A *100%
                 Jumlah Total Transaksi.
Support (A,B): ∑ Transaksi Mengandung A&B. *100%
                  Jumlah Total Transaksi.



                                                                               154
                                          (a).




                                          (b).
             Tabel 4.7. (a). Nilai support 1 item, (b).nilai support 2 Item.

        Selanjutnya dilakukan proses perhitungan nilai confidence, dengan

menggunakan rumus:

P(B|A) = ∑ Transaksi Mengandung A&B *100%
           ∑Transaksi Mengandung A




                          Tabel 4.8. Hasil Nilai Confidence.
        Kemudian dilanjutkan nilai aturan asosiasi final untuk menentukan nilai

maksimum dari aturan asosiasi final yang digunakan sebagai sistem pendukung

keputusan untuk menyediakan sepeda motor berdasarkan tipe dan warna yang

didapatkan dari nilai aturan asosiasi final derngan rumus: support*confidence

terrbesar.




                                                                               155
                                        (a)


                                        (b)
Tabel 4.9. (a).Hasil Nilai Aturan Asosiasi Final, (b). Hasil Nilai Maksimum Untuk
            Rekomendasi Inventori.

Sedangkan nilai lift rasionya didapatkan dari rumus:

Confidence Benchmark:
             Jumlah Transaksi Dengan Item dalam B (Concequent). *100%
                   Jumlah Transaksi Didalam Database
Lift Rasio:       Confidence      .
              Confidence Benchmark




                        Tabel 4.10. Hasil Nilai Lift Rasio.

4.8. Konstribusi Program Dalam Merealisasikan Perencanaan.

       Pentingnya sebuah perencanaan dalam Islam dan telah dijelaskan pula

langkah-langkah untuk menyusun sebuah perencanaan yang baik. Perencanaan

dapat diaplikasikan dengan berbagai cara dan metode sesuai dengan

permasalahannya. Salah satu contoh permasalahan yang harus diselesaikan



                                                                             156
dengan perencanaan yang matang ketika ingin tercapai visi dan misinya adalah

masalah Sistem Informasi Inventori Menggunakan Metode Association Rules Di

CV. Damar Langit.

       Telah banyak cara yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan masalah

Sistem Informasi Inventori Menggunakan Metode Association Rules Di CV.

Damar Langit. Namun cara–cara tersebut masih dilakukan dengan cara manual

dan belum terkomputerisasi secara khusus, maka dari itu hasilnya bisa jadi belum

optimal dan belum sesuai rencana.

       Dengan    adanya    program     aplikasi   Sistem   Informasi    Inventori

Menggunakan Metode Association Rules yang penulis kerjakan ini, diharapkan

akan mempermudah proses “Sistem Informasi Inventori Menggunakan Metode

Association Rules Di CV. Damar Langit”. Karena program ini adalah program

yang dibangun dengan metode algoritma apriori yang merupakan salah satu

cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang termasuk jenis aturan asosiasi pada

data mining.untuk menemukan aturan asosiatif antara suatu kombinasi item.

       Dengan adanya analisis penjualan sepeda motor sesuai tipe dan warna

kepada konsumen ini dapat diketahui oleh seseorang/ perusahaan dalam membeli

sepeda motor sesuai tipe dan warna yang satu dengan tipe dan warna lainnya.

       Selain manfaat diatas, dengan adanya program ini maka pencarian solusi

untuk inventori atau persediaan sepeda motor akan lebih cepat karena perhitungan

dilakukan langsung oleh komputer dan merekomendasikan persediaan sepeda

motor ke dalam gudang sesuai tipe dan warnanya dengan mengamati nilai

prosentase maksimum dari kombinasi itemset didalam database pada tiap

transaksi penjualan kekonsumen pada perhitungan aturan asosiasi final. Dan nilai



                                                                              157
kepastian untuk kuatnya hubungan antar ite dalam aturan asosiasi. Sedangkan

informasi stok (sisa perrsediaan) dihasilkan dari proses database.

       Sebuah perencanaan yang baik seharusnya juga diaplikasikan dengan

metode yang baik dan cepat. Association Rules sangat membantu sekali untuk

mencari nilai pola kebiasaan konsumen yang cenderung dalam membeli sepeda

motor suzuki sesuai tipe dan warna yang disukai, serta nilai penunjang/ prosentase

dalam tiap transaksi dari mulai periode ke periode berikutnya.

       Akhirnya, semoga program ini dapat digunakan dan aplikasikan

sebagaimana fungsinya dan dapat menghasilkan solusi yang optimal dari sebuah

perencanaan dalam inventori khususnya persediaan didalam gudang berupa

sepeda motor yang sesuai tipe dan warna dari produk suzuki di perusahaan CV.

Damar Langit tersebut.




                                                                              158
                                    BAB V
                         KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan.

         Pada pengujian data tanggal 1 oktober 2008 sampai 29 November 2008

pada aplikasi sistem informasi inventori menggunakan metode association rule ini

yang digunakan sebagai sistem pengambilan keputusan untuk merekomendasikan

persediaan sepeda motor SUZUKI berdasarkan tipe dan warna dari aturan asosiasi

final dengan nilai maksimum adalah 4,28% yang berkenaan konsumen membeli

tipe sepeda motor bertipe “UY 125 SC”, warna Biru dengan tipe “FK 110 D”,

warna Hitam      dengan nilai support 7,14% dan confidence 60 % dengan

memperoleh nilai lift rasio yaitu 2,80. Maka dari hasil rekomendasi yang harus

disediakan di perusahaan CV. Damar Langit adalah sepeda motor bertipe ”UY 125

SC”, warna Biru dengan tipe ”FK 110 D”, warna Hitam pada masa periode bulan

selanjutnya. Sedangkan hubungan asosiasi pada item tersebut dan yang

membedakan masing-masing tipe dan warna pada sepeda motor SUZUKI adalah

berdasarkan spesifikasi dari tipe itu sendiri yaitu: FK 110 D ⇒ UY 125 SC=Biru

=Hitam   artinya bila seseorang membeli Spin CW berpelg bintang dengan warna

biru, maka juga berkaitan membeli sepeda motor yang bermerek Smash, rem

tromol dengan warna hitam.

         Sedangkan hasil implementasi pada aplikasi informasi inventori untuk

informasi stok (sisa persediaan) yang diproses melalui database pada tipe: “UY

125 SC” dengan warna “Biru” =2 buah unit sepeda motor dan Tipe: “FK 110 D”

dengan warna “Hitam” = 2 unit sepeda motor.




                                                                            159
5.2. Saran.

       Perlu diadakan penelitian lebih lanjut tentang sistem informasi lain yang

menjadi satu-kesatuan didalam sistem informasi di CV. Damar Langit tersebut.

Program untuk persediaan sepeda motor ini masih jauh dari sempurna, maka saran

dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk pengembangan dan

perbaikan dari program ini selanjutnya, khususnya kepada dosen pembimbing

Bpk Muhammad Faisal, MT ., para peneliti, dan para pembaca.




                                                                            160
                            DAFTAR PUSTAKA



Arbie. 2004. Manajemen Database Dengan MySQL. Yogyakarta: Andi.

Bin Muhammad, Abdullah. 2003. Tafsir Ibnu Kasir. Bogor: Pustaka Imam
    Syafi’i.

Dafferianto. 2009. Borland Interbase 7.1,
     www.dafferianto.web.ugm.ac.id/mystudy/.../Tugas%20Interbase.doc.
     Diakses Tanggal 21 Oktober 2009.

Defri Anda, Nofri. 2002. Data Mining Menggunakan Jaringan Saraf Tiruan
     Untuk Aplikasi Inventori. Surabaya: ITS.

Dermawan, Rizky. 2004. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi.

Eko Indrajit, Richardus dan Djokopranoto, Richardus. 2003. Manajemen
    Persediaan Barang Umum Dan Suku Cadang Untuk Keperluan
    Pemeliharaan, Perbaikan, Dan Operasi. Jakarta: Penerbit PT Grasindo.

Hamalik, Oemar. 1993. Pengeleloaan Sistem Informasi. Bandung: Trigenda
    Karya.

Handojo, Andreas., Satia Budhi, Gregarius, Rusly, Hendra. Aplikasi Data Mining
    Untuk Meneliti Asosiasi Pembelian I Tem Barang Di Supermaket Dengan
    Metode Market Basket Analysis. http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/00-
     016/Data%20Mining%20Andreas%20Handojo.pdf , Diakses tanggal 13 Juli 2008.

Haniif. 2009. Data Mining. http://haniif.wordpress.com/2007/05/07/data-mining/.
Diakses pada tanggal 7 Mei 2009.

Husni. 2004. Membuat Aplikasi Database Client-Server Dengan Delphi Dan MySql.
     Graha Ilmu: Yogyakarta.

Icun Yunarto, Holy dan Getty Santika, Martinus. 2005. Bussines Concepts
     Implementation Series In Inventory Management. Jakarta: PT Elex Media
     Komputindo.

Iwayan. 2008. Data Warehouse.
     http://www.iwayan.powernet.or.id/Lecture/DBaseLanjut_S1/M9%20-
     %20DBMS.pdf. Diakses pada tanggal 8 Mei 2008.

Kusrini. 2007. Konsep dan Aplikasi system Pendukung Keputusan. Yogyakarta:
     C.V Andi Offset.
Kusrini dan Taufiq Luthfi, Emha. 2009. Algoritma Data Mining. Yogyakarta: C.V
     Andi Offset.

Kristanto, Andri. 2003. Perancangan Sistem Informasi Dan Aplikasinya, Penerbit
      Gava Media: Yogyakarta.

Liliana dan Fransiskus, Denny. Sistem Inventory Dengan Menggunakan Metode
      Persediaan FIFO dan Average. fportfolio.petra.ac.id/user_files/03-
      024/SistemDistribusi.doc. Diakses tanggal 13 Juli 2008.

Marcus, Tedy., Prijono, Agus., dan Widiandhi, Josef. 2005. Pemograman Delphi
    Dengan AdoExpress.. Bandung: Penerbit Informatika.
Nugroho, Bunafit. 2008. Panduan Lengkap Menguasai Perintah SQL.
    Jakarta:Mediakita.

Paulus., Khrisbianto, Andi., dan Budi Setiawan, Erwin. 2005. Sistem Informasi,
     Berbagai Makalah Tentang Sistem Informasi Dari Perspektif: Manusia Dan
     Sistem Informasi, Organisasi Dan Sistem Informasi, Teknologi Dan Sistem
     Informasi Yang Disampaikan Dalam Konferensi Nasional Sistem Informasi.
     Bandung: Informatika Bandung.

Pranata, Antony 2000. Pemograman Borland Delphi. Andi: Yogyakarta.

Pranata, Antony. 2003. Pemograman Borland delphi 6. Andi: Yogyakarta.

Prijanto, Budi. 2008. Penilaian persediaan: pendekatan kost (inventory valuation:
      cost method).
      staffsite.gunadarma.ac.id/remi/index.php?stateid=download&id=8448&par
      t=files . Diakses tanggal 5 Mei 2008.

Robi’in, Bambang. 2002. InterBase Menggunakan Delphi 6.0. Yogyokarta: Andi

Santoso, Budi. 2007. Data Mining: Teknik Pemanfaatan Data Untuk Keperluan
     Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Shafiyyur Al-Mubarak, Syaikh. 2006. Tafsir Ibnu Katsir. Bogor: Pustaka Ibnu
     Katsir.

Sitia-ITS. Data. 2008. http-its.net/data/data/paperrs/1Doc. Diakses Tanggal 12
      Desember 2007.

ST Sujana, Asep. 2005. Paradiigma Baru Dalam Manajemen Ritel Modern,
    Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudana, Oka. 2008. Sistem Informasi Manajemen Inventori Pada Perusahaan
     Layanan Jasaboga Pesawat Udara. Surabaya: Andi Offset.
Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi Offset.

Silfi. 2010. Sejarah OLAP.
       wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4409/OLAP.pdf. Diakses
       Tanggal 5 Mrei 2010

Toto Wibowo, Agung. 2007. Berbagai Makalah Sistem Informasi 2007 (KNSI
     2007. Sekolah Tinggi Teknologi Telkom: Bandung.

Gunadarma. 2008. Inventori.
    staffsite.gunadarma.ac.id/karami/index.php?stateid=download&id=4355&p
    art=file. Diakses pada Tanggal 5 Mei 2008.

_____ 2007. _____. greg@petra.ac.id. Diakses pada Tanggal 7 Juli 2008.

_____     2008.   Membuat     Data    Model   Untuk    Data     Warehouse.
     http://ilmukomputer.com/2006/09/01/membuat-data-model-untuk-data-
     warehouse/ . Diakses Tanggal 8 Mei 2008.

____.2010.___________http://ejournal.unud.ac.id/?module=detailpenelitian&idf
     =2&idj=2&idv=110&idi=98&idr=548. Diakses pada tanggal 13 Juli 2008.

____.2010. Desain Dan Implementasi Data Warehouse Penjualan Untuk
     Mendukung Sistem Manajemen Inventori Salah Satu Swalayan Di Surabaya,
     http.docstoc.com/docs/downloaddoc.aspx/?doc-id=20428492. Diakses
     Tanggal 10 Januari 2010.
                                                       Lampiran 1




PERHITUNGAN DATA SECARA MANUAL DAN ANALISA DATA DENGAN METODE
                      ASSOCIATION RULES.
            TANGGAL 1 OKTOBER 2008-29 NOVEMBER 2008
                PERHITUNGAN DATA SECARA MANUAL DAN ANALISA DATA DENGAN METODE ASSOCIATION RULES.
                                     TANGGAL 1 OKTOBER 2008-31 OKTOBER 2008.

A. OLAP (Online Analytical Processing).
No   Parameter                 Tanggal     1   1   2   2   3   3   3   3   4   6    6    6    7    7    7    11   14   15   23   24   25   27   28   29   31
     Tipe dan Warna            Transaksi   1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25
1    FL 125 SD=Biru-Hitam                  1   1   2                                                                                                           3
2    FL 125 SD=Mearah-Hitam                                1                                  1         1                                                      3
3    FL 125 SD=Putih-hitam                                                                         1                                                           1
4    FL 125 SD=Hitam                                                                                                                  1                        1
5    FL 125 RCD=Biru-Hitam                             1       1                                             1                                                 3
6    FL 125 RCD=Merah-Hitam                        1               1                                                                                           2
7    FL 125 RCD=Hitam                                                                                             2    1         1                             3
8    FL 125 XRCDF=Hitam (NR)                                           1            1    1                                  1                                  4
9    FL 125 XRCDZ=Hitam                                                        1                                                                               1
10   FK 110 D=Hitam                                                                                                                                  1         1
11   FK 110 SDK6=Merah-Hitam                                               1                                                               1                   2
12   FH 125 CM=Merah-Putih                                                                                                                      1              1
13   UY 125 SC=Biru                                                                                                                                  1         1
14   EN 125=Biru-Hitam                                                                                                                                    2    1
15   EN 125=Silver                                                                                                                                   1         1
                                           1   1   2   1   1   1   1   1   1   1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    1    3    1
B. Nilai Support.
Support (A): Jumlah Taransaksi mengandung A *100%
                     Total Transaksi.
Support (A,B): ∑ Transaksi Mengandung A&B. *100%
                     Total Transaksi.
1 Item
FL 125 SD=Biru-Hitam           :3   3/25 * 100%= 12 %   2 Item
FL 125 SD=Merah-Hitam          :3   3/25 * 100%= 12 %   FL 125 RCD=Merah-Hitam ; FL 125 SD=Biru-Hitam     :1    1/25 * 100% = 4 %
FL 125 SD=Putih-Hitam          :1   1/25 * 100%= 4 %
FL 125 SD=Hitam                :1   1/25 * 100%= 4 %    EN 125=Silver ; FK 110 D=Hitam                     :1   1/25 * 100% = 4 %
FL 125 RCD=Biru-Hitam          :3   3/25 * 100%= 12 %
FL 125 RCD=Merah-Hitam         :2   2/25 * 100%= 8 %    EN 125=Silver ; UY 125 SC=Biru                    :1    1/25 * 100% = 4 %
FL 125 RCD=Hitam               :3   3/25 * 100%= 12 %
FL 125 XRCDF=Hitam (NR)        :4   4/25 * 100%= 16 %   FK 110 D=Hitam ; UY 125 SC=Biru                   :1    1/25 * 100% = 4 %
FL 125 XRCDZ=Hitam             :1   1/25 * 100%= 4 %
FK 110 D=Hitam                 :1   1/25 * 100%= 4 %
FK 110 SDK6=Merah-Hitam        :2   2/25 * 100%= 8 %
FH 125 CM=Merah-Hitam          :1   1/25 * 100%= 4 %
UY 125 SC=Biru                 :1   1/25 * 100%= 4 %
EN 125=Biru-Hitam              :1   1/25 * 100%= 4 %
EN 125=Silver                  :1   1/25 * 100%= 4 %
                                                                                             Penentuan Batasan Nilai Threshold Support
Menentukan Nilai Support Minimum =.……..% Sampai Nilai Support Maximum =……....%               Minimum sampai Support Maximum
                                                                                             Berdasarkan Kebijakan Keputusan Manager
maka Akan Muncul Frekuensi Item Set berikut ini                                              (Pimpinan Perusahaan).
   No.                  Item Set                        Support
    1
    2
C. Confidence

        P(B|A) = ∑ Transaksi Mengandung A&B *100%
                   ∑Transaksi Mengandung A

FL 125 RCD=Merah-Hitam      FL 125 SD=Biru-Hitam :1   1/2 * 100% = 50 %
FL 125 SD=Biru-Hitam    FL 125 RCD=Merah-Hitam   :1   1/3 * 100% = 33,33 %


EN 125=Silver    FK 110 D=Hitam                  :1   1/1 * 100% = 100 %
FK 110 D=Hitam EN 125=Silver                     :1   1/1 * 100% = 100 %


EN 125=Silver    UY 125 SC=Biru                  :1   1/1 * 100% = 100 %
UY 125 SC=Biru     EN 125=Silver                 :1   1/1 * 100% = 100 %


FK 110 D=Hitam     UY 125 SC=Biru                :1   1/1 * 100% = 100 %
UY 125 SC=Biru    FK 110 D=Hitam                 :1   1/1 * 100% = 100 %


                                                         Penentuan Batasan Nilai Confidence Minimal Berdasarkan Kebijakan
Menentukan nilai confidence minimal: …….. %              Keputusan Manager (Pimpinan Perusahaan).

Misalnya: Confidence Minimal: 0 % maka akan muncul beberapa Item

  No.                Item Set                             Confidence (%)
   1
   2
Aturan Asosiasi Final
Aturan Asosiasi Final= Support X Confidence Terbesar.

       No.   Aturan                                              Support      Confidence    Support * Confidrnce
       1     FL 125 RCD=Merah-Hitam    FL 125 SD=Biru-Hitam        4%           50 %                2%
       2     FL 125 SD=Biru-Hitam FL 125 RCD=Merah-Hitam           4%          33,33 %              1%
       3     EN 125=Silver FK 110 D=Hitam                          4%           100 %               4%
       4     FK 110 D=Hitam EN 125=Silver                          4%           100 %               4%
       5     EN 125=Silver UY 125 SC=Biru                          4%           100 %               4%
       6     UY 125 SC=Biru EN 125=Silver                          4%           100 %               4%
       7     FK 110 D=Hitam UY 125 SC=Biru                         4%           100 %               4%
       8     UY 125 SC=Biru FK 110 D=Hitam                         4%           100 %               4%


Rekomendasi Persediaan Dari Nilai Aturan Asosiasi Final Sepeda Motor Berdasarkan Tipe dan Warna.
Nilai Maximum aturan asosiasi.

       No.   Aturan                                           Support      Confidence      Support * Confidence
       1     EN 125=Silver FK 110 D=Hitam                       4%           100 %                 4%
       2     FK 110 D=Hitam EN 125=Silver                       4%           100 %                 4%
       3     EN 125=Silver UY 125 SC=Biru                       4%           100 %                 4%
       4     UY 125 SC=Biru EN 125=Silver                       4%           100 %                 4%
       5     FK 110 D=Hitam UY 125 SC=Biru                      4%           100 %                 4%
       6     UY 125 SC=Biru FK 110 D=Hitam                      4%           100 %                 4%
LIFT RASIO
Confidence Benchmark: Jumlah Transaksi Dengan Item dalam B (Concequent) *100%
                          Jumlah Transaksi Didalam Database
Lift Rasio:         Confidence     .
              Confidence Benchmark

 No.                        Aturan                      Confidence Benchmark    Lift Rasio
 1     FL 125 RCD=Merah-Hitam FL 125 SD=Biru-Hitam           3/25*100=12         50/12=4
 2     FL 125 SD=Biru-Hitam    FL 125 RCD=Merah-Hitam        2/25*100=8          33,3/8=4
 3     EN 125=Silver    FK 110 D=Hitam                       1/25*100=4         100/4=25
 4     FK 110 D=Hitam EN 125=Silver                          1/25*100=4         100/4=25
 5     EN 125=Silver    UY 125 SC=Biru                       1/25*100=4         100/4=25
 6     UY 125 SC=Biru EN 125=Silver                          1/25*100=4         100/4=25
 7     FK 110 D=Hitam UY 125 SC=Biru                         1/25*100=4         100/4=25
 8     UY 125 SC=Biru     FK 110 D=Hitam                     1/25*100=4         100/4=25
       PERHITUNGAN DATA SECARA MANUAL DAN ANALISA DATA DENGAN METODE ASSOCIATION RULES.
                                         TANGGAL 1 OKTOBER 2008-29 NOVEMBER 2008.

A. OLAP (Online Analytica Processing).


  No   Parameter                 Tanggal     3    4    5    7    10   12   13   17   18   20   21   22   24   25   26   28   29
       Tipe dan Warna            Transaksi   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42
  1    FL 125 SD=Biru-Hitam                                                     1                                                 4
  2    FL 125 SD=Mearah-Hitam                                                                                                     3
  3    FL 125 SD=Putih-hitam                                                                        1                             2
  4    FL 125 SD=Hitam                                                                                                            1
  5    FL 125 RCD=Biru-Hitam                                                                                                      3
  6    FL 125 RCD=Merah-Hitam                               1         1         1              1              1                   7
  7    FL 125 RCD=Hitam                                                                                                           3
  8    FL 125 XRCDF=Hitam (NR)                         1                   1                                                      6
  9    FL 125 XRCDZ=Hitam                                                                                                         1
  10   FK 110 D=Hitam                                  1                             1    1                                  1    5
  11   FK 110 SDK6=Merah-Hitam                                                                                     1              3
  12   FH 125 CM=Merah-Putih                                                                                                      1
  13   UY 125 SC=Biru                             1              1                        1                                  1    5
  14   EN 125=Biru-Hitam                                                                                                          1
  15   EN 125=Silver                         1    1                                                                               3
  16   FK 110 SCD=Hitam                                                                                  1              1         2
                                             1    2    2    1    1    1    1    2    1    2    1    1    1    1    1    1    2
B. Support.
Support (A): Jumlah Taransaksi mengandung A *100%
                     Total Transaksi.
Support (A,B): ∑ Transaksi Mengandung A&B. *100%
                     Total Transaksi.
1 Item                                                     2 Item
FL 125 SD=Biru-Hitam           :4   4/42 * 100%= 9,52 %    FL 125 RCD=Merah-Hitam ; FL 125 SD=Biru-Hitam     :2    2/42 * 100% = 4,76 %
FL 125 SD=Merah-Hitam          :3   3/42 * 100%= 7,14 %
FL 125 SD=Putih-Hitam          :2   2/42 * 100%= 4,76 %    EN 125=Silver ; FK 110 D=Hitam                     :1   1/42 * 100% = 2,38 %
FL 125 SD=Hitam                :1   1/42 * 100%= 2,38 %
FL 125 RCD=Biru-Hitam          :3   3/42 * 100%= 7,14 %    EN 125=Silver ; UY 125 SC=Biru                     :2   2/42 * 100% = 4,76 %
FL 125 RCD=Merah-Hitam         :7   7/42 * 100%= 16,67 %
FL 125 RCD=Hitam               :3   3/42 * 100%= 7,14 %    FK 110 D=Hitam ; UY 125 SC=Biru                    :3   3/42 * 100% = 7,14 %
FL 125 XRCDF=Hitam (NR)        :6   6/42 * 100%= 14,29 %
FL 125 XRCDZ=Hitam             :1   1/42 * 100%= 2,38 %    FL 125 XRCDF=Hitam (NR) ; FK 110 D=Hitam           :1   1/42 * 100% = 2,38 %
FK 110 D=Hitam                 :5   5/42 * 100%= 11,90 %
FK 110 SDK6=Merah-Hitam        :3   3/42 * 100%= 7,14 %
FH 125 CM=Merah-Hitam          :1   1/42 * 100%= 2,38 %
UY 125 SC=Biru                 :5   5/42 * 100%= 11,90 %
EN 125=Biru-Hitam              :1   1/42 * 100%= 2,38 %
EN 125=Silver                  :3   3/42 * 100%= 7,14 %
FK 110 SCD=Hitam               :2   2/42 * 100%= 4,76 %

                                                                                                Penentuan Penentuan Batasan Nilai Threshold
Menentukan Nilai Support Minimum =.…..% Sampai Nilai Support Maximum =……....%                   Support Minimum sampai Support Maximum
                                                                                                Berdasarkan Kebijakan Keputusan Manager
Maka Akan Muncul Frekuensi Item Set Berikut Ini:                                                (Pimpinan Perusahaan).
   No.                  Item Set                           Support
    1
    2
C. Confidence

        P(B|A) = ∑ Transaksi Mengandung A&B *100%
                   ∑Transaksi Mengandung A

FL 125 RCD=Merah-Hitam     FL 125 SD=Biru-Hitam    :2    2/7 * 100% = 28,57 %
FL 125 SD=Biru-Hitam     FL 125 RCD=Merah-Hitam :2       2/4 * 100% = 50 %


EN 125=Silver    FK 110 D=Hitam                    :1   1/3 * 100% = 33,33 %
FK 110 D=Hitam      EN 125=Silver                  :1   1/5 * 100% = 20 %


EN 125=Silver    UY 125 SC=Biru                   :2    2/3 * 100% = 66,67 %
UY 125 SC=Biru     EN 125=Silver                  :2    2/5 * 100% = 40 %


FK 110 D=Hitam     UY 125 SC=Biru                 :3    3/5 * 100% = 60 %
UY 125 SC=Biru     FK 110 D=Hitam                 :3    3/5 * 100% = 60 %


FL 125 XRCDF=Hitam (NR)         FK 110 D=Hitam    :1    1/6*100% = 16,67 %
FK 110 D=Hitam     FL 125 XRCDF=Hitam (NR)        :1    1/5*100% = 20 %

                                                            Penentuan Batasan Nilai Confidence Minimal Berdasarkan Kebijakan
Menentukan nilai confidence minimal: …….. %                 Keputusan Manager (Pimpinan Perusahaan).

Misalnya: Confidence Minimal: 0 % maka akan muncul beberapa Item
  No.                Item Set                                Confidence (%)
   1
   2


Aturan Asosiasi Final
Aturan Asosiasi Final= Support X Confidence Terbesar.

       No.   Aturan                                                Support      Confidence    Support * Confidence
       1     FL 125 RCD=Merah-Hitam      FL 125 SD=Biru-Hitam       4,76 %       28,57 %              1,35 %
       2     FL 125 SD=Biru-Hitam    FL 125 RCD=Merah-Hitam         4,76 %        50 %                2,38 %
       3     EN 125=Silver   FK 110 D=Hitam                         2,38 %       33,33 %              0,79 %
       4     FK 110 D=Hitam EN 125=Silver                           2,38 %        20 %                0,49 %
       5     EN 125=Silver UY 125 SC=Biru                           4,76 %       66,67 %              3.17 %
       6     UY 125 SC=Biru EN 125=Silver                           4,76 %        40 %                1,90 %
       7     FK 110 D=Hitam UY 125 SC=Biru                          7,14 %        60 %                4.28 %
       8     UY 125 SC=Biru FK 110 D=Hitam                          7,14 %        60 %                4,28 %
       9     FL 125 XRCDF=Hitam (NR) FK 110 D=Hitam                 2,38 %       16.67 %              0.40 %
       10    FK 110 D=Hitam FL 125 XRCDF=Hitam (NR)                 2,38 %        20 %                0.48 %

Rekomendasi Persediaan Dari Nilai Aturan Asosiasi Final Sepeda Motor Berdasarkan Tipe dan Warna.
Nilai Maximum aturan asosiasi.

       No. Aturan                                               Support      Confidence      Support * Confidence
       1   FK 110 D=Hitam      UY 125 SC=Biru                    7,14 %         60 %                4.28 %
       2   UY 125 SC=Biru     FK 110 D=Hitam                     7,14 %         60 %                4,28 %
LIFT RASIO
Confidence Benchmark: Jumlah Transaksi Dengan Item dalam B (Concequent).*100%
                              Jumlah Transaksi Didalam Database
Lift Rasio:       Confidence      .
              Confidence Benchmark

  No.                          Aturan                        Confidence Benchmark     Lift Rasio
  1     FL 125 RCD=Merah-Hitam        FL 125 SD=Biru-Hitam       4/42*100=9,52      28,57 /9,52=3,00
  2     FL 125 SD=Biru-Hitam    FL 125 RCD=Merah-Hitam           7/42*100=16,67      50/16,67=3,00
  3     EN 125=Silver    FK 110 D=Hitam                          5/42*100=11,90     33,33/11,90=2,80
  4     FK 110 D=Hitam      EN 125=Silver                        3/42*100=7,14          20/7,14=2,80
  5     EN 125=Silver    UY 125 SC=Biru                          5/42*100=11,90     66,67/11,90=5,60
  6     UY 125 SC=Biru     EN 125=Silver                         3/42*100=7,14       40/7,14=5,60
  7     FK 110 D=Hitam     UY 125 SC=Biru                        5/42*100=11,90      60/11,90=5,04
  8     UY 125 SC=Biru      FK 110 D=Hitam                       5/42*100=11,90      60/11,90=5,04
  9     FL 125 XRCDF=Hitam (NR)       FK 110 D=Hitam             5/42*100=11,90     16,67/11,90=1,40
  10    FK 110 D=Hitam      FL 125 XRCDF=Hitam (NR)              6/42*100=14,29      20/14,29=1,4
                                                    PERHITUNGAN DATA UNTUK SAMPEL SECARA MANUAL
                                                      SELAMA 7 HARI DENGAN 10 TIPE YANG BERBEDA.

         A. OLAP (Online Analytica Processing).


           No     Parameter                      Tanggal     6-12-    10-12-         13-12-      15-12-      17-12-     19-12-     23-12-      Jumlah
                                                             2008     2008           2008        2008        2008       2008       2008        Transaksi
                  Tipe dan Warna                 Transaksi   43       44             45          46          47         48         49
           1      FU 150 CD=Biru_Hitam                                                                                  5                      1
           2      FL 125 SD=Biru_Hitam                                5                                                 5                      2
           3      FL 125 SD=Merrah_Hitam                     5        5              2           1           5                     4           6
           4      EN 125=Silver                              5                       5           7           5                     6           5
           5      UY 125 SC=Biru                                                     3           2                                             2
                                   Nilai Pola                2        2              3           3           2          2          2



         B. Support.
         Support (A): Jumlah Taransaksi mengandung A *100%
                              Total Transaksi.
         Support (A,B): ∑ Transaksi Mengandung A&B.*100%
                              Total Transaksi.
1 Item                                                                         2 Item
FU 150 CD=Biru-Hitam               :1           1/7 * 100%= 14.29 %            FL 125 SD=Merah-Hitam; EN 125 Silver          :5   5/7 * 100% = 71.43 %
FL 125 SD=Biru-Hitam               :2           2/7 * 100%= 28.57 %            FL 125 SD=Biru-Hitam; FL 125 SD=Merah-Hitam   :1   1/7 * 100% = 14.29 %
FL 125 SD=Merah-Hitam              :6           6/7 * 100%= 85.71 %            EN 125 Silver ; UY 125 SC =Biru               :2   2/7 * 100% = 28.57 %
EN 125 Silver                      :5           5/7 * 100%= 71.43 %            FL 125 SD=Merah-Hitam; UY 125 SC =Biru        :2   2/7 * 100% = 28.57 %
UY 125 SC =Biru                    :2           2/7 * 100%= 28.57 %            FU 150 CD=Biru-Hitam; FL 125 SD=Biru-Hitam    :1   1/7 * 100% = 14.29 %
                                                                                Penentuan Penentuan Batasan Nilai Threshold
Menentukan Nilai Support Minimum =.…..% Sampai Nilai Support Maximum =……....%   Support Minimum sampai Support Maximum
                                                                                Berdasarkan Kebijakan Keputusan Manager
Maka Akan Muncul Frekuensi Item Set Berikut Ini:
                                                                                (Pimpinan Perusahaan).
   No.                Item Set                                       Support
    1
    2



C. Confidence

         P(B|A) = ∑ Transaksi Mengandung A&B *100%
                    ∑Transaksi Mengandung A

FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ EN 125 Silver         : 5 5/6 * 100% = 83.33 %
EN 125 Silver⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam         : 5 5/5 * 100% = 100 %


FL 125 SD=Biru-Hitam⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam : 1 1/2 * 100% = 50 %
FL 125 SD=Merah-Hitam FL 125 SD=Biru-Hitam   : 1 1/6 * 100% = 16.67 %


EN 125 Silver⇒ UY 125 SC =Biru               : 2 2/5 * 100% = 40 %
UY 125 SC =Biru⇒ EN 125 Silver               : 2 2/2 * 100% = 100 %


FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ UY 125 SC =Biru       : 2 2/6 * 100% = 33.33 %
UY 125 SC =Biru⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam       : 2 2/2 * 100% = 100 %


FU 150 CD=Biru-Hitam⇒ FL 125 SD=Biru-Hitam : 1     1/1 * 100% = 100 %
FL 125 SD=Biru-Hitam⇒FU 150 CD=Biru-Hitam    : 1   1/2 * 100% = 50 %
Menentukan nilai confidence minimal: …….. %                 Penentuan Batasan Nilai Confidence Minimal Berdasarkan Kebijakan
                                                            Keputusan Manager (Pimpinan Perusahaan).
Misalnya: Confidence Minimal: 0 % maka akan muncul beberapa Item
  No.               Item Set                                Confidence (%)
   1
   2

D. Aturan Asosiasi Final
Aturan Asosiasi Final= Support X Confidence Terbesar.

        No. Aturan                                          Support Confidence Support * Confidence
        1     FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ EN 125 Silver          71.43 %     83.33 %    59.53 %
        2     EN 125 Silver⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam          71.43 %     100 %      35.72 %
        3     FL 125 SD=Biru-Hitam⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam   14.29 %     50 %       7.15 %
        4     FL 125 SD=Merah-Hitam FL 125 SD=Biru-Hitam    14.29 %     16.67 %    2.38 %
        5     EN 125 Silver⇒ UY 125 SC =Biru                28.57 %     40 %       11.43 %
        6     UY 125 SC =Biru⇒ EN 125 Silver                28.57 %     100 %      28.57 %
        7     FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ UY 125 SC =Biru        28.57 %     33.33 %    9.52 %
        8     UY 125 SC =Biru⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam        28.57 %     100 %      28.57 %
        9     FU 150 CD=Biru-Hitam⇒ FL 125 SD=Biru-Hitam    14.29 %     100 %      14.29 %
        10    FL 125 SD=Biru-Hitam⇒FU 150 CD=Biru-Hitam     14.29 %     50 %       7.15 %

Rekomendasi Persediaan Dari Nilai Aturan Asosiasi Final Sepeda Motor Berdasarkan Tipe dan Warna.
Nilai Maximum aturan asosiasi.

        No. Aturan                                                      Support    Confidence      Support * Confidence
        1.  FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ EN 125 Silver                      71.43 %     83.33 %         59.53 %
LIFT RASIO
Confidence Benchmark: Jumlah Transaksi Dengan Item dalam B (Concequent).*100%
                              Jumlah Transaksi Didalam Database
Lift Rasio:       Confidence      .
              Confidence Benchmark

  No. Aturan                                          Confidence Benchmark            Lift Rasio
  1     FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ EN 125 Silver              5/7*100=71.43 %       83.33/71.43=1.17

  2     EN 125 Silver⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam             6/7*100= 85.71 %       100/85.71=1.18
  3     FL 125 SD=Biru-Hitam⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam      6/7*100= 85.71 %       50/85.71=0.58
  4     FL 125 SD=Merah-Hitam FL 125 SD=Biru-Hitam       2/7*100= 28.57 %       16.67/28.57=0.58
  5     EN 125 Silver⇒ UY 125 SC =Biru                   2/7*100= 28.57 %       40/28.57=1.40
  6     UY 125 SC =Biru⇒ EN 125 Silver                   5/7*100= 71.43 %       100/71.43=1.40
  7     FL 125 SD=Merah-Hitam⇒ UY 125 SC =Biru           2/7*100= 28.57 %       33.33/ 28.57=1.17
  8     UY 125 SC =Biru⇒ FL 125 SD=Merah-Hitam           6/7*100= 85.71 %       100/85.71=1.2
  9     FU 150 CD=Biru-Hitam⇒ FL 125 SD=Biru-Hitam       2/7*100= 28.57 %       100/28.57=3.50
  10    FL 125 SD=Biru-Hitam⇒FU 150 CD=Biru-Hitam        1/7*100= 14.29 %       50/14.29=3.50
                        --===BIODATA PENULIS===--




Data Pribadi:
Nama Lengkap           : Zainul Fanani
Tempat, Tgl Lahir      : Malang, 06 Mei 1985
Jenis Kelamin          : Laki-laki
Agama                  : Islam
Alamat                : Ds. Kasin RT 12 RW 03 Sepanjang-Gondanglegi-Malang,
                         Kode Pos 65174. Telp. 0341-875805.
Telp./HP.              : 085234510012 / 085655573674
E-Mail                 : seminull@yahoo.com
Blog                   : www.zainul-1985.blogspot.com
Kebangsaan             : Indonesia


Latar Belakang Pendidikan Formal:
  1.     RA. Munir Ismail.                                      1990-1992
  2.     MI. Munir Ismail.                                      1992-1998
  3.     MTSN Malang 3.                                         1998-2001
  4.     SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi                         2001-2004
  5.     Universitas Islam Negeri (Uin) Maulana Malik Ibrahim   2004-2010
         Malang.
  6.     Program Akta Mengajar IV                               2008-2009
      Fakultas Tarbiyah UIN Malang.


Latar Belakang Pendidikan Non Formal:
 1.   PP. Daru Karomatil Qur’an                             1994-1999
 2.   NEC (Computer & Language Course)                            2005
 3.   INFOCOM (Education& Training Center)                  2005-2006
 4.   Pemograman Delphi                                           2005
 5.   SKOMTEK (Sentra Komputer & Teknologi): Java                 2008
      Database.
 6.   IT-TRAINING (Human IT Softskill And Hardskill               2009
      Development).


Pengalaman Organisasi:
 1.   Asisten Pelatihan Penerapan Dan Pengembangan Basis    4-6 Pebruari
      Data Untuk Pesantren Dan Madrasah.                          2008
 2.   Pengurus Gebyar ICT TI UIN Malang                           2008




                                                Malang, 24 April 2010



                                                (Zainul Fanani)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3
posted:12/18/2013
language:Unknown
pages:210