IMBALAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

Document Sample
IMBALAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN Powered By Docstoc
					                                                             Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005



      IMBALAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN PENGARUHNYA TERHADAP
       KEPUASAN KERJA KARYAWAN DI BALAI BESAR INDUSTRI HASIL
                        PERTANIAN BOGOR

                                                  Oleh :
                                              Ramlan Ruvendi


          Abstract : The study was carried out to find out whether there were influence and correlation bet-
   ween : a) Reward received by the IRDABI’s employees on their job satisfaction. b) style of the leader-
   ship on the job satisfaction. c) Reward together with style of leadership on the job satisfaction of IR-
   DABI’s employees.
          The result of the study showed that there was significant correlation and influence between the
   reward on the job satisfaction with was shown by the value of partial correlation coefficient of 0.6185
   and coefficient of multiple regression for reward variable (β1) of 0.412. The influence of variable for style
   of leadership on the job satisfaction was also significant with the partial correlation coefficient of 0.5495
   and coefficient of multiple regression (β2) of 0.355.
          In the test of Analysis of Variance (ANOVA) on the equation of multiple regression show that F-
   value was bigger that F-table (F = 58.97 > F-table = 3.098) or the Probability Value smaller than 0.05. At
   showed that there was significant correlation and influence between reward variables all together with
   style of leadership on the job satisfaction of employees. The value of multiple correlation coefficient (R)
                                  2
   was 0.751 and R Square (R ) was 0.564. Value of R Square (0.564) meant that 56.5% of variation pro-
   portion total of job satisfaction can be eliminated of equation of multiple regression was used as the es-
   timator rather than using average value of job satisfaction as the estimator.


              PENDAHULUAN                                     f. Tingkat motivasi para pegawai yang ter-
                                                                 cermin dalam perilaku pekerjaan.
       Setiap organisasi baik itu swasta                      g. Reaksi positif atau negatif terhadap kebi-
maupun pemerintah akan berupaya dan                              jakan organisasi.
berorientasi pada tujuan jangka panjang yaitu                 h. Unjuk rasa atau perilaku destruktif lainnya.
berkembangnya organisasi yang diindikasikan                          Berkenaan dengan masalah kepuasan
dengan meningkatnya pendapatan, sejalan                       kerja pegawai tersebut, sebenarnya banyak
pula dengan meningkatnya kesejahteraan para                   faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan
pegawainya. Namun dalam prakteknya untuk                      pegawai dalam pekerjaannya diantaranya ada-
mencapai tujuan tersebut organisasi sering                    lah sistem imbalan yang dianggap tidak adil
menghadapi kendala, yang salah satu                           menurut persepsi pegawai. Karena setiap
faktornya adalah ketidakpuasan kerja dari para                pegawai akan selalu membandingkan antara
pegawainya. Sebagai akibatnya dapat ber-                      rasio hasil dengan input dirinya terhadap rasio
pengaruh kepada kinerja pegawai maupun                        hasil dengan input orang lain. Perlakuan yang
kinerja organisasi secara keseluruhan.                        tidak sama baik dalam reward maupun punish-
       Indikator kepuasan atau ketidakpuasan                  ment merupakan sumber kepuasan atau keti-
kerja pegawai dapat diperlihatkan oleh be-                    dakpuasan pegawai.
berapa aspek diantaranya :                                           Di samping sistem imbalan, faktor lain
a. Jumlah kehadiran pegawai atau jumlah                       yang berpengaruh terhadap ketidakpuasan
    kemangkiran.                                              kerja adalah sistem karir yang tidak jelas juga
b. Perasaan senang atau tidak senang dalam                    merupakan sumber ketidakpuasan pekerjaan.
    melaksanakan pekerjaan.                                   Tidak adanya penghargaan atas pengalaman
c. Perasaan adil atau tidak adil dalam mene-                  dan keahlian serta promosi yang tidak diran-
    rima imbalan.                                             cang dengan benar dapat menimbulkan sikap
d. Suka atau tidak suka dengan jabatan yang                   apatis dalam bekerja serta tidak memberikan
    dipegangnya.                                              harapan yang lebih baik di masa depan.
e. Sikap menolak pekerjaan atau menerima
    dengan penuh tanggung jawab.                                    Ketidakpuasan kerja dapat pula ditim-
                                                              bulkan oleh isi dari pekerjaan itu sediri, mi-


Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.                                  Halaman 17
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


salnya seseorang yang tidak menyukai berha-         3. Persepsi pegawai terhadap gaya ke-
dapan dengan orang banyak justru diberikan             pemimpinan dengan mengacu kepada tiga
jabatan pada public relation, orang yang tidak         jenis gaya kepemimpinan yaitu : auto-
suka dengan pekerjaan yang berhubungan                 kratik, partisipatif, dan bebas-kendali.
dengan angka ditempatkan pada bagian ang-
                                                          Aspek-aspek tersebut akan digali dari
garan atau perencanaan dan keuangan, tentu
                                                    para responden yaitu pegawai BBIHP melalui
saja hal itu dapat menyebabkan ketidakpuasan
                                                    instrumen penelitian kuesioner yang didesain
kerja.
                                                    untuk kepentingan penelitian, tujuan yang telah
       Faktor pengaruh lain yang perlu diper-       ditetapkan serta menelaah catatan-catatan dan
timbangkan adalah konteks pekerjaan atau            laporan-laporan yang relevan untuk meleng-
lingkungan pekerjaan seperti, gaya kepemim-         kapi data dan analisisnya.
pinan penyelia, hubungan dengan rekan kerja,
dan lain-lain.                                                 TINJAUAN PUSTAKA
      Meskipun banyak faktor yang dapat             Kepuasan Kerja
mempengaruhi kepuasan kerja pegawai dalam
suatu organisasi tetapi mengingat keterba-                 Kepuasan kerja adalah suasana psiko-
tasan penulis untuk mengupas seluruh faktor         logis tentang perasaan menyenangkan atau
penyebabnya maka setelah dilakukan studi            tidak menyenangkan terhadap pekerjaan
awal (penjajagan) kepada obyek penelitian           mereka (Davis, Keith, 1985). Sementara itu
yaitu Balai Besar Industri Hasil Pertanian          Porter dan Lawler dalam Bavendam, J. (2000)
(BBIHP), penulis akan membatasi kepada dua          menjelaskan bahwa kepuasan kerja meru-
variabel bebas yaitu sistem imbalan dan gaya        pakan bangunan unidimensional, dimana se-
kepemimpinan saja.                                  seorang memiliki kepuasan umum atau keti-
                                                    dakpuasan dengan pekerjaannya.
       Penelitian yang dilakukan akan di-
arahkan pada pengumpulan dan analisis data                 Vroom sebagaimana dikutip oleh Ah-
untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dan          mad, M.A. Roshidi (1999) mendefinisikan
korelasi pada persepsi pegawai mengenai:            kepuasan kerja sebagai satu acuan dari orien-
1. Imbalan yang diterima pegawai BBIHP              tasi yang efektif seseorang pegawai terhadap
    terhadap kepuasan kerjanya.                     peranan mereka pada jabatan yang di-
2. Gaya kepemimpinan atasan terhadap                pegangnya saat ini. Sikap yang positif terha-
    kepuasan kerja para pegawainya.                 dap pekerjaan secara konsepsi dapat dinyata-
3. Sistem imbalan dan gaya kepemimpinan             kan sebagai kepuasan kerja dan sikap negatif
    secara bersama-sama terhadap kepuasan           terhadap pekerjaan sama dengan ketidak-
    kerja pegawai BBIHP.                            puasan. Definisi ini telah mendapat dukungan
                                                    dari Smith dan Kendall (1963) yang menjelas-
       Untuk      lebih mengefektifkan proses       kan bahwa kepuasan kerja sebagai perasaan
pengumpulan data dan pengolahannya perlu            seseorang pegawai mengenai pekerjaannya.
diidentifikasi aspek-aspek yang akan diteliti
dan menjadi ruang lingkup penelitian, yaitu :               Secara sederhana, job satisfaction dapat
1. Kondisi psikologis yang menyangkut ting-         diartikan sebagai apa yang membuat orang-
    kat kepuasan umum para pegawai dalam            orang menginginkan dan menyenangi peker-
    melaksanakan pekerjaan atau menerima            jaan. Apa yang membuat mereka bahagia da-
    tugas yang dibebankan kepadanya. Oleh           lam pekerjaannya atau keluar dari pekerjaanya.
    karena itu dalam penelitian perlu melihat              Menurut Robin dalam Siahaan, E. E.
    aspek-aspek yang menjadi indikator              Edison (2002) menyebutkan sumber kepuasan
    kepuasan seperti : kesukaan dalam me-           kerja terdiri atas pekerjaan yang menantang,
    laksanakan pekerjaan, kehadiran di tempat       imbalan yang sesuai, kondisi/ lingkungan kerja
    kerja, motivasi kerja, tanggung jawab,          yang mendukung, dan rekan kerja yang
    reaksi atas kebijakan, potensi destruktif,      mendukung.       Indra,   Hary    (…)   dalam
    dan lain-lain.                                  penelitiannya menyebutkan bahwa faktor yang
2. Persepsi pegawai terhadap sistem imbalan         mempengaruhi kepuasan kerja pegawai
    yang diberlakukan meliputi: gaji pokok,         secara signifikan adalah : faktor yang
    tunjangan, insentif, uang lembur, hadiah,       berhubungan dengan pekerjaan, dengan
    cuti, serta penghargaan yang diterima.          kondisi kerja, dengan teman sekerja, dengan

                       Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Halaman 18                  Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.
                                                  Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


pengawasan, dengan promosi jabatan dan             imbalan yang bersumber dari luar atau disebut
dengan gaji. Dari keenam faktor tersebut yang      juga dengan imbalan ekstrinsik terutama im-
paling  dominan      adalah    faktor    yang      balan yang berbetuk uang seperti gaji, tun-
berhubungan dengan kondisi kerja, yaitu            jangan dan lain-lain.
dengan korelasi 0,6997 atau sebesar 69,97%.
                                                          Penelitian yang menghubungkan antara
       Smith, Kendal dan Hulin dalam               imbalan terutama gaji dengan kepuasan kerja
Bavendam, J. (2000) mengungkapkan bahwa            dilakukan oleh para peneliti seperti Kalleberg
kepuasan kerja bersifat multidimensi dimana        (1974), Locke, E.A. (1973), Ronen et al (1973),
seseorang merasa lebih atau kurang puas            dan Vroom, V.H. (1964) hasil penelitiannya
dengan pekerjaannya, supervisornya, tempat         menyimpulkan terdapat hubungan positif
kerjanya dan sebagainya. Porter dan Lawler         antara gaji dengan prestasi kerja. Lawler, E.E.
seperti juga dikutip oleh Bavendam, J. (2000)      and Porter, L.W. (1966) melaporkan terdapat
telah membuat diagram kepuasan kerja yang          hubungan yang signifikan antara gaji dengan
menggambarkan kepuasan kerja sebagai               kepuasan kerja.
respon emosional orang-orang atas kondisi
                                                   Gaya Kepemimpinan (Leadership Style)
pekerjaannya.
                                                          Kepemimpinan adalah kemampuan
       Kepuasan       kerja bersifat  multi-
                                                   untuk mempengaruhi orang lain untuk
dimensional maka kepuasan kerja dapat
                                                   mencapai tujuan dengan antusias (David,
mewakili sikap secara menyeluruh (kepuasan
                                                   Keith, 1985). Gibson, James L. et.al., (1982)
umum) maupun mengacu pada bagian
                                                   menerangkan bahwa kepemimpinan adalah
pekerjaan seseorang. Artinya jika secara
                                                   konsep     yang    lebih   sempit   daripada
umum mencerminkan kepuasannya sangat
                                                   manajemen. Manajer dalam organisasi formal
tinggi tetapi dapat saja seseorang akan
                                                   bertanggung jawab dan dipercaya dalam
merasa tidak puas dengan salah satu atau
                                                   melaksanakan fungsi manajemen. Pemimpin
beberapa aspek saja misalnya jadwal liburan
                                                   kadang terdapat pada kelompok informal,
(Davis, Keith. 1985).
                                                   sehingga tidak selalu bertanggung jawab atas
       Konsekuensi dari kepuasan kerja dapat       fungsi-fungsi manajemen. Seorang manajer
berupa meningkat atau menurunnya prestasi          yang ingin berhasil maka dituntut untuk
kerja pegawai, pergantian pegawai (turnover),      memiliki kepemimpinan yang efektif.
kemangkiran, atau pencurian (Davis, Keith,
                                                          Bagaimana usaha seorang pemimpin
1985).
                                                   untuk mempengaruhi orang lain atau agar
Sistem Imbalan (Reward System)                     bawahan mengikuti apa yang diperintahkan
                                                   akan     sangat    tergantung     dari gaya
       Imbalan merupakan pemberian kepada
                                                   kepemimpinan yang digunakan. Namun
pegawai atau sesuatu yang diterima pegawai
                                                   demikian tidak ada gaya kepemimpinan yang
sebagai balas jasa atas prestasinya kepada
                                                   efektif berlaku umum untuk segala situasi
perusahaan dalam melaksanakan pekerjaan.
                                                   (Gibson, James L. et.al., (1982).
Imbalan ekonomi biasanya diberikan dalam
bentuk gaji, upah, tunjangan, bonus, insentif,            Gaya kepemimpinan menurut Davis,
dan lain-lain.                                     Keith. (1985) adalah pola tindakan pemimpin
                                                   secara keseluruhan seperti yang dipersepsikan
       Para ahli umumnya membagi imbalan
                                                   oleh para pegawainya. Gaya kepemimpinan
menjadi 2 kelompok yaitu imbalan intrisik dan
                                                   mewakili filsafat, ketrampilan, dan sikap
imbalan ekstrinsik. Imbalan intrinsik adalah
                                                   pemimpin dalam politik.
imbalan yang bersumber dari diri para pegawai
sendiri seperti penyelesaian tugas, prestasi,             Terdapat 3 jenis gaya kepemimpinan
otonomi, perkembangan pribadi. Sedangkan           (leadership style) yang sangat berpengaruh
imbalan ekstrinsik adalah imbalan yang             terhadap efektivitas seorang pemimpin yaitu
berasal dari luar pegawai seperti gaji dan tun-    gaya autokratis, demokratis/partisipatif, dan
jangan, interpersonal (status dan pengakuan),      bebas kendali (Reksohadirpodjo, S dan T.
serta promosi (Gibson, James L. et.al., 1982;      Hani Handoko. 1986; David. Keith, 1985).
Davis, Keith. 1985).
                                                          Penelitian tentang gaya kepemimpinan
      Untuk lebih memfokuskan pembahasan           dilakukan oleh Sutanto, Eddy Madiono dan
dalam penelitian ini penulis hanya membahas        Budhi Setiawan (…) untuk menguji gaya

Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.                 Halaman 19
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


kepemimpinan yang efektif di Toserba Sinar                    e = prosentase tingkat kesalahan
Mas, Sidoarjo, dari penelitian tersebut                           yang ditoleransi adalah 5%.
diketahui adanya hubungan antara gaya
                                                          Dengan menggunakan rumus di atas
kepemimpinan     dengan     semangat     dan
                                                    maka akan diperoleh jumlah sampel sebanyak
kegairahan kerja. Diungkapkan pula bahwa
                                                    126 yaitu :
gaya kepemimpinan yang efektif adalah ke-
pemimpinan yang disesuaikan dengan situasi                         184
                                                    (n) =                     = 126,02 atau 126
dan kondisi (Contingency). Indikasi turunnya                1 + (184)(0,05) 2
semangat dan kegairahan kerja ditunjukkan
                                                    responden.
dengan tingginya tingkat absensi dan perpin-
dahan pegawai. Hal itu timbul sebagai akibat               Teknik pengambilan sampel dilakukan
dari kepemimpinan yang tidak disenangi.             dengan metode Proporsionate Stratified Ran-
                                                    dom Sampling (sample acak terstratifikasi se-
       Perilaku pemimpin merupakan salah
                                                    cara proporsional) yaitu teknik pengambilan
satu faktor penting yang dapat mempengaruhi
                                                    sampel untuk populasi yang heterogen dan
kepuasan kerja. Menurut Miller et al. (1991)
                                                    berstrata (Sugiyono, 2002).
menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan
mempunyai hubungan yang positif terhadap                    Strata akan ditentukan berdasarkan unit
kepuasan kerja para pegawai. Hasil penelitian       organisasi yang ada di BBIHP. Penentuan
Gruenberg (1980) diperoleh bahwa hubungan           strata tersebut didasarkan pada asumsi bahwa
yang akrab dan saling tolong-menolong de-           pegawai di dalam unit kerja akan menerima
ngan teman sekerja serta penyelia adalah            imbalan yang berbeda serta gaya kepemim-
sangat penting dan memiliki hubungan kuat           pinan atasan yang berbeda pula.
dengan kepuasan kerja dan tidak ada kait-
                                                           Pengumpulan data dilakukan pada bu-
annya dengan keadaan tempat kerja serta
                                                    lan Desember 2002 sampai Januari 2003.
jenis pekerjaan.
                                                    Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan
        Salah satu faktor yang menyebabkan          dianalisis dengan teknik statistik parametrik.
ketidakpuasan kerja ialah sifat penyelia yang
                                                           Pelaksanaan pengumpulan data dilaku-
tidak mau mendengar keluhan dan pandangan
                                                    kan dengan menggunakan instrumen daftar
pekerja dan mau membantu apabila diperlukan
                                                    pertanyaan (Questioner) yang isinya dibagi
(Pinder, 1984). Hal ini dibuktikan oleh Blakely
                                                    kedalam 4 kelompok pertanyaan yaitu :
(1993) dimana pekerja yang menerima
                                                    1. Kelompok A berisi pertanyaan untuk data
penghargaan dari penyelia yang lebih tinggi di-
                                                        responden yang jumlahnya sebanyak 7
bandngkan dengan penilaian mereka sendiri
                                                        butir pertanyaan bersifat tertutup dan ter-
akan lebih puas, akan tetapi penyeliaan yang
                                                        buka.
terlalu ketat akan menyebabkan tingkat kepu-
                                                    2. Kelompok B berisi pernyataan aspek sis-
asan yang rendah (King et al.,1982).
                                                        tem imbalan, berisi 20 butir pernyataan.
                                                    3. Kelompok C berisi pernyataan aspek gaya
         METODOLOGI PENELITIAN
                                                        kepemimpinan, berisi 20 butir pernyataan.
      Jumlah sampel penelitian adalah se-           4. Kelompok D berisi aspek kepuasan kerja
banyak 126 responden dari populasi 184                  yang merupakan butir-butir pernyataan JSI
pegawai di kantor Balai Besar Industri Hasil            (Job satisfaction Index) sebanyak 25 butir.
Pertanian Bogor (BBIHP).
                                                            Responden diminta untuk mengisikan
         Jumlah sampel (size of samples)            angka (score) 1-5 pada setiap butir penyataan
ditentukan berdasarkan pada perhitungan dari        dalam bagian B, C dan D kuesioner. Setiap
rumus Slovin dengan tingkat kesalahan yang          butir pernyataan dalam angket tersebut akan
ditoleransi sebesar 5%.                             diberi nilai oleh responden sbb:
                   N                                Angka 1 = sama sekali salah,
       n =                                          Angka 2 = salah,
               1 + Ne       2                       Angka 3 = ragu-ragu,
                                                    Angka 4 = benar, dan
Dimana    n = jumlah sampel                         Angka 5 = benar sekali.
          N = jumlah populasi                              Data yang berasal dari kuesioner se-
                                                    lanjutnya ditabulasikan dan dijumlahkan

                       Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Halaman 20                  Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.
                                                     Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


skornya untuk masing-masing variabel. Ke-                      Dari tabel tersebut terlihat bahwa reli-
mudian hasil tabulasi tersebut diolah, dianalisis     abilitas daftar pertanyaan X1 (variabel imbalan)
dan diinterpretasikan.                                adalah 0,931; untuk pertanyaan X2 (variabel
                                                      kepemimpinan) adalah 0,909; dan untuk per-
       Untuk memudahkan pengolahan data
                                                      tanyaan Y (variabel kepuasan kerja) adalah
kuantitatif digunakan paket program komputer
                                                      0,954 yang berarti bahwa kuesioner yang
SPSS (Statistical Product and Service Solu-
                                                      digunakan semuanya reliable.
tions) Versi 11,5.
                                                              Uji validitas terhadap kuesioner dilaku-
     PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN                      kan secara uji kontrak untuk mengetahui apa-
                                                      kah jawaban responden konsisten dan data
Reliabilitas dan Validitas Instrumen                  yang dikumpulkan tersebut adalah valid.
        Untuk mengetahui ketepatan alat ukur                   Langkah pertama adalah menghitung
kuesioner, maka dalam penelitian ini perlu di-        korelasi antara setiap butir pertanyaan dengan
lakukan uji reliabilitas. Suatu alat ukur dikata-     total skornya dari setiap variabel yang diukur.
kan reliabel jika alat ukur tersebut cukup            Selanjutnya nilai korelasi setiap nomor jawab-
akurat, stabil dan konsisten dalam mengukur           an dibandingkan dengan angka kritis nilai R
suatu obyek.                                          pada tingkat signifikansi 5%.
        Uji reliabilitas instrumen kuesioner                  Angka kritis R untuk pertanyaan varia-
yang dilakukan, menggunakan internal con-             bel imbalan dan gaya kepemimpinan pada
sistency Teknik Belah Dua (split half) teknik ini     derajat bebas (20-2=18) tingkat signifikan 5%
banyak digunakan karena caranya lebih mu-             adalah 0,444. Sedangkan angka kritis R untuk
dah.                                                  pertanyaan kepuasan kerja pada derajat bebas
         Dalam teknik ini butir-butir pertanyaan      (25-2=23) adalah 0,398.
dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu ke-                    Pada Tabel 2 disajikan nilai-nilai koe-
lompok bernomor ganjil dan kelompok ber-              fisien korelasi dari masing-masing butir per-
nomor genap. Setiap kelompok dijumlahkan,             tanyaan. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai
dan antara jumlah ganjil dengan jumlah genap          R (korelasi) setiap butir pertanyaan dari
dilakukan analisis korelasi. Selanjutnya koe-         masing-masing variabel memiliki nilai korelasi
fisien korelasi tersebut dimasukkan ke dalam          yang lebih tinggi dari angka kritis nilai R-nya,
rumus korelasi Spearman Brown (Sugiyono,              sehingga seluruh butir pertanyaan tersebut
2002). Rumus Spearman Brown adalah seba-              adalah valid.
gai berikut :
                     2 xR b                           Persyaratan Analisis Regresi
           Ri =
                    1 + Rb                                 Untuk melakukan analisis Regresi Linier
                                                      Berganda diperlukan beberapa persyaratan
 Ri = korelasi reliabilitas                           sebagai berikut :
 Rb = koefisien korelasi Product Moment antara
       nomor genap dengan. ganjil                     a) Data harus berdistribusi normal.
                                                      b) Tidak terdapat multicolliniearity pada varia-
         Dari analisis reliabilitas yang dilakukan       bel bebas.
terhadap instrumen penelitian diperoleh hasil         c) Tidak terdapat otokorelasi.
seperti pada Tabel 1.                                 d) Tidak terjadi heterosedastis.

Tabel 1. Hasil Perhitungan Uji Reliabilitas In-
         strumen
         Keterangan         Variabel Instrumen
 No                             Penelitian
                           X1       X2        Y
 1   Koefisien Kore-      0,871   0,833     0,913
          a)
     lasi
 2   Koefisien Reli-    0,931     0,909    0,954
              b)
     abilitas
a. Korelasi Product Moment
b. Korelasi Spearman Brown


Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.                     Halaman 21
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


Tabel 2. Koefisien Korelasi Masing-Masing Butir      lebih kecil dari 5, sehingga dapat dikatakan
         Pertanyaan                                  kedua variabel di atas sudah memenuhi syarat
                                                     untuk dimasukkan ke dalam model.
        Imbalan      Kepemim       Kepuasan                     Tabel 3. Uji Multikolinearitas
 No.
           R            R              R
   1     0,552        0,588          0,561                 Variable             Collinearity Statistics
   2     0,530        0,549          0,627                                   Tolerance           VIF
   3     0,550        0,592          0,598
                                                      Imbalan                   ,964             1,038
   4     0,534        0,542          0,444
   5     0,740        0,588          0,644            Kepemimpinan              ,964             1,038
   6     0,604        0,578          0,753                   Uji otokorelasi dilakukan melalui uji
   7     0,663        0,588          0,644           Durbin Watson dengan ketentuan suatu reg-
   8     0,552        0,627          0,544           resi tidak terjadi otokorelasi jika d > dL.
   9     0,511        0,542          0,444                   Nilai Durbin Watson (d) hasil pengo-
  10     0,601        0,578          0,541           lahan SPSS (Statistical Product and Service
  11     0,520        0,588          0,758           Solutions) adalah = 2,163, sedangkan batas
  12     0,465        0,627          0,792           bawah Durbin Watson pada n = 94, signifi-
                                                     cance = 0,05, k = 2; dimana nilai dL = 1,62.
  13     0,679        0,668          0,718
                                                     Maka galat nilai-nilai pengamatan bersifat be-
  14     0,736        0,756          0,718           bas (tidak terjadi otokorelasi) karena d > dL
  15     0,530        0,549          0,749           atau 2,16 > 1,62.
  16     0,650        0,592          0,718
                                                           Scatterplot    yang    menghubungkan
  17     0,530        0,668          0,617
                                                     antara Regression Standardized Predicted
  18     0,617        0,431          0,718           Value dengan Regression Studentized Delete
  19     0,559        0,756          0,749           (Press) Residual serta Scatterplot Regression
  20     0,572        0,441          0,732           Standardized Predicted Value dari variabel Y
  21       -            -            0,573           (Kepuasan kerja) memperlihatkan bahwa vari-
  22       -            -            0,561           ance disepanjang garis adalah seragam atau
                                                     konstan yang mengandung arti tidak terjadi
  23       -            -            0,718
                                                     heteroscedastic.
  24       -            -            0,718
  25       -            -            0,732           Model Regresi Linier Berganda
                                                            Dari hasil pengolahan data melalui Pro-
                                                     gram SPSS Ver. 11,5 terhadap data hasil
       Untuk memeriksa kenormalan data da-           penelitian (dengan n=94) diperoleh model Re-
pat ditelusuri melalui Casewise Diagnostic ter-      gresi Linier Berganda sebagai berikut :
hadap variabel Kepuasan Kerja. Syarat data
berada pada distribusi normal jika standar             )
residualnya     berkisar   pada    :   –1,96<          Y = 49 ,964 + 0, 412 X 1+ 0,355 X 2
Std.Residual < 1,96.
                                                     Dimana :
       Casewise Diagnostic dilakukan se-
                                                     Ŷ = Dugaan total skor kepuasan kerja,
banyak 9 kali dengan case number yang ter-
                                                     X1 = Variabel imbalan;
sisa sebanyak 94 reponden dan kesemuanya
                                                     X2 = Variabel gaya kepemimpinan.
berada pada distribusi normal.
                                                            Nilai constanta (ßo) adalah 49,964 yang
         Untuk mengetahui ada tidaknya koli-
                                                     mengandung arti bahwa total skor kepuasan
nearitas antarvariabel bebas dilakukan melalui
                                                     kerja sebesar 49,96 jika skor X1 dan X2 = 0.
uji collinearity seperti disajikan pada tabel 3.
                                                            Nilai koefisien X1 (ß1) sebesar 0,412 ar-
       Pada Tabel 3 nilai tolerance pada varia-
                                                     tinya untuk setiap kenaikan 1 skor variabel im-
bel imbalan dan kepemimpinan masing-masing
                                                     balan akan meningkatkan skor kepuasan kerja
adalah 0,964 berarti nilainya lebih besar dari
                                                     sebesar 0,412.
0,0001 sedangkan VIF (variance inflation fac-
tors) atau 1/Tolerance adalah 1,038 nilainya

                        Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Halaman 22                   Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.
                                                              Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


      Nilai koefisien X2 (ß2 ) sebesar 0,355                   Pengaruh Variabel Bebas Terhadap Varia-
yang berarti untuk setiap kenaikan 1 skor gaya                 bel Tergantung
kepemimpinan akan meningkatkan skor
                                                                      Hasil pengolahan data dengan SPSS
kepuasan kerja sebesar 0,355.
                                                               memperlihatkan koefisien regresi berganda
Uji Keberartian Persamaan Regresi                              dan tingkat signifikansi terlihat pada Tabel 6.
     Untuk mengetahui apakah ada hubung-                                  Tabel 6. Koefisien Regresi
an antara variabel terikat (kepuasan kerja)
dengan variabel bebas (imbalan dan gaya ke-                                    Unstandardized
pemimpinan) dilakukan melalui uji F.                                            Coefficients
       Diketahui F-tabel pada tingkat signifikan                                         Std.       t      Sig.
                                                                                 B       Error
5% dan derajat bebas V1 = 2; V2 = (94-2-1=91)
atau (F0,05, 2,91) = 3,098. Dan nilai F-hitungnya               (Constant)     49,964    3,831    13,041   ,000
dapat dilihat pada tabel 4. ANOVA.berikut :
                                                                Imbalan           ,412    ,055     7,509   ,000
                      Tabel 4 ANOVA(c)                          Kepemimp          ,355    ,057     6,274   ,000

                 Sum of              Mean                             Perhatikan nilai t-hitung untuk variabel
                 Squares      Df    Square       F     Sig.    Imbalan sebesar 7,509 lebih besar dari nilai t-
 Regression       3854,685     2   1927,343   58,971   ,00     tabelnya 1,98. Perhatikan pula kolom
 Residual                                                      Sig.(Significance) bernilai 0,000 lebih kecil dari
                  2974,123    91     32,683
                                                               0,05 berarti variabel imbalan memiliki penga-
 Total            6828,809    93
                                                               ruh signifikan terhadap kepuasan kerja.
       F-hitung = 58,97 lebih besar dari F-tabel                       Pada Tabel 6 di atas nilai t-hitung untuk
= 3,098 dan nilai probabilitasnya (Sig) 0,000                  variabel kepemimpinan sebesar 6,274 lebih
lebih kecil dari 0,05 yang berarti vaiabel im-                 besar dari nilai t-tabel 1,98. Perhatikan pula
balan dan gaya kepemimpinan atau salah                         kolom Sig. (Significance) bernilai 0,000 lebih
satunya mempunyai pengaruh terhadap                            kecil dari 0,05 berarti variabel gaya kepemim-
kepuasan kerja.                                                pinan memiliki pengaruh signifikan terhadap
                                                               kepuasan kerja. Hubungan antara variabel
 Tabel 5. Koefisien Korelasi dan Determinasi                   gaya      kepemimpinan       dengan       variabel
                                                               kepuasan kerja ditunjukkan pula oleh koefisien
                                          Std. Error           korelasi partialnya sebesar 0,5495 (variabel
     R          R Square     Adjusted R     of the             imbalan sebagai kontrol). Nilai tersebut
                              Square      Estimate             signifikan karena nilai probabilitasnya < 0,05.
         ,751        ,564          ,555       5,7169           Interpretasi Hasil Penelitian
        Koefisien korelasi berganda (R) bernilai                      Imbalan seperti telah dijelaskan pada
0,751 setelah dikonsultasikan dengan tabel R                   Studi Pustaka, adalah pemberian kepada
pada df 94 dan α = 0,05 adalah 0,207 maka                      pegawai atau sesuatu yang diterima pegawai
variabel X1 dan X2 berkorelasi positif secara                  sebagai balas jasa atas prestasi yang telah
signifikan.                                                    diberikan oleh pegawai kepada organisasi.
       R Square (koefisien determinasi)                                Beberapa    hasil   penelitian   yang
nilainya sebesar 0,564 yang berarti 56,4% dari                 dilakukan oleh Kalleberg (1974), Locke, E.A.
total variasi kepuasan kerja (Y) disebabkan                    (1973), Ronen et al (1973), Vroom, V.H.
oleh hubungan regresi berganda antara Y                        (1964), Lawler, E.E. and Porter, L.W. (1966)
dengan variabel imbalan (X1) dan gaya ke-                      menyimpulkan terdapat hubungan yang
pemimpinan (X2). Sisanya sebesar 43,6%                         signifikan antara imbalan ekstrinsik terutama
disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti : ling-             gaji dengan kepuasan kerja.
kungan pekerjaan, hubungan dengan teman
sekerja, jenis pekerjaan, kondisi kerja, penga-                       Demikian juga dari hasil penelitian
wasan, promosi jabatan, dan lain-lain.                         terhadap pegawai yang dilakukan di BBIHP
                                                               Bogor diketahui bahwa antara imbalan yang
                                                               diterima pegawai dengan kepuasan kerjanya


Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.                               Halaman 23
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


memiliki hubungan signifikan, dengan koefisien       diperoleh skor 3,613. Angka tersebut me-
korelasi partial 0,6185, dan koefisien beta          rupakan indeks kepuasan kerjanya.
sebesar 0,529.
                                                           Indeks kepuasan kerja dapat pula dihi-
        Skor rata-rata variabel imbalan adalah       tung melalui persamaan sbb :
47,325. Bila kita bandingkan dengan total skor                          n      b
dari berbagai alternatif jawaban seperti ter-
cantum pada Tabel 7, maka dapat disimpulkan                            ∑∑
                                                                       i =1    j =1
                                                                                      S ij
bahwa persepsi pegawai terhadap imbalan
yang diterima saat ini rata-rata menjawab ma-
                                                           JSI =
sih di bawah cukup (3).
                                                                              nxb
                                                     S=skor masing-masing butir pertanyaan
        Gaya kepemimpinan adalah pola tin-
                                                     j = butir pertanyaan ke j
dakan pemimpin secara keseluruhan seperti            i = responden ke i
yang dipersepsikan oleh para pegawainya              b = jumlah butir pertanyaan
(Davis, Keith, 1985). Hasil penelitian Miller et     n = jumlah responden
al. (1991), Gruenberg (1980) (Pinder,1984),
Blakely (1993) dan King et al.,(1982) menyim-
pulkan bahwa terdapat hubungan/pengaruh                            11.382 11.382
                                                           JSI =           =      = 3,613
signifikan antara gaya kepemimpinan dengan                         126 x 25 3.150
kepuasan kerja.
                                                            Interpretasi terhadap skor untuk : 1 =
   Tabel 7. Skor dan Interpretasi Jawaban            sangat tidak puas, 2 = tidak puas, 3 = cukup
 Skor   Total     Interpretasi     Keterangan        puas, 4 = puas, 5 = sangat puas.
   1.    20     Sangat kurang     Butir perta-             Dengan demikian Job satisfaction Index
                                  nyaan 20
   2.    40     Kurang                               pegawai BBIHP berada diantara cukup puas
   3.    60     Cukup                                dan puas.
   4.    80     Baik
   5.   100     Sangat baik                            KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
       Penelitian yang dilakukan di BBIHP ter-       Kesimpulan
hadap gaya kepemimpinan juga menunjukkan                   Dari pembahasan hasil penelitian seba-
adanya hubungan yang signifikan antara gaya          gaimana yang diuraikan di atas maka dapat
kepemimpinan dengan kepuasan kerja. Nilai            disimpulkan sebagai berikut :
korelasi partial 0,5495 dengan nilai probabili-
tasnya 0,000 lebih kecil 0,05 (signifikan).          1. Terdapat hubungan dan pengaruh signifi-
                                                        kan antara variabel imbalan dengan
      Total skor rata-rata dari jawaban res-            kepuasan kerja pegawai BBIHP yang di-
ponden terhadap masing-masing gaya ke-                  perlihatkan oleh koefisien korelasi partial
pemimpinan antara lain : gaya otoriter 370,33,          sebesar 0,619. Koefisien regresi (ß1) X1
gaya partisipatif 373,38 dan gaya bebas ken-            sebesar 0,412.
dali 329. Dengan demikian gaya kepemim-
pinan yang menonjol (dominan) di BBIHP ada-          2. Terdapat hubungan dan pengaruh signifi-
lah gaya demokratis/partisipatif, kemudian              kan antara variabel gaya kepemimpinan
gaya otoriter. Penilaian gaya kepemimpinan              dengan kepuasan kerja pegawai BBIHP
tersebut diberikan oleh responden dalam                 yang diperlihatkan oleh koefisien korelasi
mempersepsikan atasan langsungnya.                      partial sebesar 0,549. Koefisien regresi
                                                        (ß2) X2 sebesar 0,355.
       Kepuasan kerja merupakan suasana
psikologis yang dirasakan oleh para pegawai          3. Terdapat hubungan dan pengaruh signifi-
terhadap pekerjaannya, baik yang menyenang-             kan antara variabel imbalan dan gaya ke-
kan maupun yang tidak menyenangkan.                     pemimpinan terhadap kepuasan kerja
                                                        pegawai BBIHP Bogor yang diperlihatkan
      Penelitian terhadap kepuasan kerja ter-           oleh koefisien korelasi berganda sebesar
hadap pegawai BBIHP menunjukkan skor rata-              0,751. Sedangkan R Square sebesar
rata = 90,33. Jika angka tersebut dibagi de-            0,564 yang berarti 56,4% dari total variasi
ngan jumlah pertanyaan (25 butir) akan                  kepuasan kerja (Y) disebabkan oleh hu-

                        Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Halaman 24                   Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.
                                                   Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


    bungan regresi berganda antara Y dengan             menjadi faktor penyebab puas atau tidak
    variabel imbalan (X1) dan gaya ke-                  puasnya para pegawai dalam bekerja.
    pemimpinan (X2.). Sisanya sebesar 43,6%
                                                    4. Mencari hubungan antara kepuasan pega-
    disebabkan oleh faktor-faktor lain di luar
                                                       wai dengan kepuasan pelanggan BBIHP.
    model seperti faktor lingkungan pekerjaan,
    hubungan dengan teman sekerja, jenis
    pekerjaan, kondisi kerja, pengawasan,                       DAFTAR PUSTAKA
    promosi jabatan, dan lain-lain.
                                                    Ahmad, M.A.Roshidi (1999). Pengaruh Iklim
Rekomendasi                                            Organisasi ke Atas Kepuasan Kerja Guru-
                                                       Guru Sekolah Menengah : Kajian Kes di
        Penelitian yang telah dilakukan ini baru       Daerah Padang Terap, Kedah, Tesis Sar-
pada tingkat awal untuk memahami karak-                jana Sains Fakulti Sains Kognitif dan
teristik variabel kepuasan kerja yang dipenga-         Pembangunan Manusia Universiti Malay-
ruhi oleh dua variabel bebas yaitu variabel im-        sia Sarawak http://www.Webcastmy.Com.
balan dan gaya kepemimpinan.                           MyUnimasresearchgateway/thesis/
       Sebagaimana yang telah diulas pada           Bavendam, J. (2000). “How Do You Manage
kajian Pustaka bahwa kepuasan kerja sangat-            Turnover ? in a time of lean organizations
lah kompleks dan banyak sekali faktor-faktor           and dwindling pools of experienced new-
yang mempengaruhinya, maka dalam meng-                 hires”. J. Special Report, Vol 3, Bavendam
gunakan hasil penelitian ini sebagai landasan          Research Incorporated, Mercer Island.
kebijakan haruslah berhati-hati karena banyak          http;//www. bavendam.com/
hal yang harus dicermati seperti : imbalan da-
lam bentuk apa yang memiliki pengaruh cukup         Bavendam, J. (2000). “Managing Job Satisfac-
kuat terhadap kepuasan kerja (imbalan eko-             tion”. J. Special Report, Vol 6, Bavendam
nomi atau non ekonomi). Kemudian gaya ke-              Research Incorporated, Mercer Island.
pemimpinan apa yang paling efektif dan dapat           http://www. bavendam.com/.
meningkatkan moral serta kepuasan kerja             Blakely, G.L. (1993). The effect of performance
karyawan.                                               rating discrepancies on supervisors and
       Demikian juga dengan melihat nilai R             subordinates. Organizational behavior and
Square hanya sebesar 0,564 yang berarti vari-           human decision process. 54(1): 57-80
abel yang diteliti tidak cukup besar penga-         Davis, Keith and John W. Newstrom. (1985).
ruhnya pada variabel tergantung dikarenakan            Human Behaviour at Work : Organizational
masih terdapat variabel bebas di luar model            Behaviour. Mc. Graw-Hill Inc., New York
yang pengaruhnya cukup besar terhadap vari-
asi Y yaitu sebesar 43,6%. Faktor-faktor lain di    Gibson, James L. et.al. (1982). Organizations,
luar model tersebut seperti faktor teman se-           Behavior, Structure, Processes. 4th ed,
kerja, lingkungan pekerjaan, jenis pekerjaan,          Richard D. Irwin Inc.
kondisi kerja, pengawasan, promosi jabatan,         Gruenberg, B. (1980). The happy worker: An
pemberian kesempatan, kewenangan, peker-               analysis of educational and occupational
jaan yang menantang, dan lain-lain.                    difference in determinants of job satisfac-
       Untuk itu dalam rangka melengkapi ha-           tion. American journal of sociology. 86,
sil penelitian ini disarankan agar melakukan           247-271.
penelitian lanjutan seperti :                       Indra, Hary. (..). “Analisis Faktor – Faktor yang
1. Mencari hubungan dari setiap jenis im-               Mempengaruhi Kepuasan Kerja Pegawai
   balan terhadap kepusan kerja.                        PT X”. Jurnal The Winners Vol. 0802-0200
                                                        http://www.binus.ac.id /research/jurnal/jur-
2. Meneliti gaya kepemimpinan efektif yang              nal_winners_4.html.
   sesuai dengan lingkungan dan budaya or-
   ganisasi BBIHP.                                  Kalleberg, A.L. (1974). A causal approach to
                                                        the measurement of job satisfaction Social
3. Meneliti variabel bebas lain di luar variabel        science research, 3,299-322.
   imbalan dan gaya kepemimpinan yang



Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.                   Halaman 25
Jurnal Ilmiah Binaniaga Vol 01 No 1 Tahun 2005


King, M., M.A. Murray and T. Atkinson. (1982).
    Background, personality, job characteris-
    tics and satisfaction with work in a national
    sample. Human relations. 35(2): 119-133.
Lawler, E.E. and Porter, L.W. (1966). Predict-
   ing managers' pay and their satisfaction
   with their pay. Personnel psychology, 19,
   363-373.
Locke, E.A. (1973). “Satisfiers and dissatisfiers
   among whitecollar and blue-collar em-
   ployees”. Journal of applied psychology,
   58, 67-76.
Miller, L.E. (1991). Agr. Edu 885 research
     methods. Ohio State University.
Pinder, C.C (1984). Work motivation: Theory,
    issues and applications. Illinois: Scoff,
    Foresmen and Company.
Reksohadiprodjo, S. dan T. Hani H. (1986).
   Teori dan Perilaku Organisasi Perusa-
   haan. Ed. 2, BPFE Yogyakarta.
Ronen, W.W. and Organt, G.J. (1973). Deter-
   minants of pay and pay satisfaction. Per-
   sonnel psychology, 26, 503-520.
Siahaan, E.E. Edison. (2002). Kepuasan Kerja
    dan Produktivitas Pegawai. http://www.na-
    kertrans.go.id/berita_mass_media/B_Tena
    gakerja/2002/Oktober/MMTK021031a.html
Sugiyono. (2002). Metode Penelitian Adminis-
   trasi. Penerbit Alfabeta, Bandung.
Sutanto, Eddy Madiono dan Budhi Setiawan
    (…). “Peranan Gaya Kepemimpinan yang
    Efektif dalam Upaya Meningkatkan Se-
    mangat dan Kegairahan Kerja Pegawai di
    Toserba Sinar Mas Sidoarjo”. Journals
    Management 02-01-00-3. http://puslit.
    petra.ac.id/journals/ management/
Vroom, V. H. (1964). Work and motivation.
   New York: Wiley and Sons.




                        Ramlan Ruvendi : Imbalan dan Gaya Kepemimpinan Pengaruhnya Terhadap
Halaman 26                   Kepuasan Kerja Karyawan, Balai Besar Industri Hasil Pertanian Bogor.

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:18
posted:11/14/2013
language:
pages:10