Docstoc

Hubungan kecerdasan emosi dengan kewirausahaan pada mahasiswa

Document Sample
Hubungan kecerdasan emosi dengan kewirausahaan pada mahasiswa Powered By Docstoc
					                        HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI
                          DENGAN KEWIRAUSAHAAN
                             PADA MAHASISWA

                                     Ahmad Ifham

                                     Avin F. Helmi

                                Universitas Gadjah Mada


                                     ABSTRACTS

        Bomer Pasaribu (CLDS, 2002) predicted that educated unemployee in Indonesia
is 40 million by December 2002. One solution to decrease educated unemployee is being
an entrepreneur. Chandra says that a person can be an entrepreneur if he have an
optimum emotional intelligence.
        The research examines there is a positive relationship between emotional
intelligence and intrapreneurship at college students. Intrapreneurship at college
students is when college students organization use the talents of their creative members
to develop innovative products and services fo the organizations. Very simple put,
intrapreneurship at college students is entrepeneurship practiced by people within
established organizations. The research subject is college students.
        Data is collected by using scale scale A is Emotional Intellignce Scale according
to Patton, Cooper, and Sawaf Theory (2000), consists of (1) emotional literacy, (2)
emotional fitness, (3) emotional depth, and (4) emotional alchemy. Scale B is
Entrepreneurship Scale according to Peter Ferdinand Drucker (1985), consists of (1)
able to see a business chance, (2) have a self confidence and able to behave good to their
own and environment, (3) leadershipbehavior, (4) have inisiative, creativity, and
innovation, (5) able to be a hard worker, (6) have a a wide vision and good optimism, (7)
dare to take a calculated risk, (8) have a sensitivity of critic and comment.
        The result showa that correlation coefficient level (r) concluded from the two
variables is 0,632 with significance level (p)= 0,000 (p<0,001), so the research
hypothesis can be accepted. Emotional Intelligence gives 39,9% effective contribution
for Entrepreneurship at college students.

Keywords: entrepreneurshi, emotional intelligence

    Krisis ekonomi yang terjadi di              tersebut dikarenakan mereka sudah tidak
Indonesia telah banyak menyentuh                punya lahan lagi untuk berusaha baik itu
semua sisi kehidupan masyarakat dari            karena di-PHK atau usaha yang biasanya
lapisan atas hingga ke lapisan bawah.           diandalkan mengalami kebangkrutan
Banyak sekali masyarakat yang sudah             sebagai imbas dari krisis ekonomi yang
kesulitan      untuk     mendapatkan            melanda.     Keadaan     itu   semakin
penghasilan untuk digunakan sebagai             diperparah       karena      kurangnya
biaya hidup sehari-hari. Kesulitan              kemampuan untuk membuka lahan
usaha baru yang lebih prospektif dan        mitos, dan mitos ini harus segera
mampu digunakan untuk mencukupi             dihilangkan.
kebutuhan hidup sehari-hari (Hidayat,           Menurut Baumassepe (2001), sangat
2000).                                      masuk akal bagi mahasiswa (dengan
    Sejak pertengahan 1998, terjadi         atribut-atribut yang dimilikinya) untuk
peningkatan yang cukup signifikan pada      berpola      pikir     sebagai      seorang
jumlah pengangguran karena tutupnya         wirausahawan. Saatnya mahasiswa
perusahaan-perusahaan di Indonesia.         kembali ditantang untuk menjadi agent
Lembaga kajian ketenagakerjaan CLDS         of change di bidang ekonomi maupun di
(Cener of Labor and Development             berbagai bidang kehidupan yang lain,
Studies) memperkirakan bahwa angka          misalnya       dengan      ikut    kegiatan
pengangguran akan terus meningkat 1         kemahasiswaan di dalam maupun di luar
juta sampai 2,5 juta per tahun selama       kampus yang bersifat non profit atau
2002-2004. Untuk tahun 2002, dengan         sosial. Tinggal bagaimana mahasiswa
asumsi pertumbuhan 3,3 persen, angka        mempersiapkan bekal untuk maju ke
pengangguran       diperkirakan      akan   medan perang tersebut.
mencapai jumlah 42 juta orang. Lebih            Kewirausahaan merupakan alternatif
memprihatinkan        lagi,    terjadinya   pilihan yang paling tepat bagi
pembengkakan pengangguran terdidik          mahasiswa       untuk      mengembangkan
lulusan perguruan tinggi, yakni dari 1,8    potensinya. Kewirausahaan mahasiswa
juta orang di tahun 2001 menjadi 1,9 juta   pada penelitian ini adalah kewirausahaan
pada tahun 2002; 2,41 juta pada tahun       mahasiswa        di    dalam     organisasi
2003, dan mencapai 2,56 juta pada tahun     kemahasiswaan           (intrapreneurship).
2004 (Pasaribu, 2002).                      Sebenarnya mahasiswa telah melakukan
    Sementara itu, pemerintah sudah         kegiatan atau perilaku wirausaha.
tidak mampu menyediakan lapangan            Perilaku kewirausahaan ini bisa dilihat
pekerjaan bagi para sarjana tersebut.       dari kegiatan wirausaha mahasiswa baik
Pemikiran yang kreatif dan inovatif dari    di luar maupun kewirausahaan dalm
para sarjana harus lebih banyak             organisasi              (intrapreneurship).
dikembangkan        guna    menciptakan     Mahasiswa juga telah melakukan
lapangan kerja baru. Sampai pada saat       perilaku kewirausahaan sesuai dengan
ini dunia wirausaha belum merupakan         ciri-ciri dan sifat seorang wirausahawan.
sebuah lapangan yang yang diminati dan      Di dalam organisasi maupun dalam
dinanti bagi para sarjana yang sedang       dalam         melaksanakan         kegiatan
putus asa mencari pekerjaan. Pada           kemahasiswaan,         mahasiswa       telah
dasarnya dunia wirausaha merupakan          membuktikan diri sebagai seorang
pilihan yang cukup rasional dalam           wirausaha, misalnya saat dia harus
situasi dan kondisi yang tidak mampu        memtuskan sesuatu untuk kegiatannya,
diandalkan, tetapi kelihatannya terdapat    mengadakan kegiatan seminar atau
sebuah persepsi yang memunculkan            workshop, memutuskan untuk medirikan
image yang buruk pada dunia wirausaha.      unit kegiatan tertentu, tentunya dengan
Image buruk ini sebenarnya berupa           segala resiko yang harus ditanggungnya.
keyakinan-keyakinan subjektif yang          Hal ini senada dengan pendapat
tidak mengandung kebenaran objektif.        Baumassepe (2001) bahwa mahasiswa
Berdasar kerangka pemikiran Banfe           mempunyai sifat rela berkorban dan
(1991), prasangka buruk ini disebut         berani mengambil resiko terhadap cita-
cita yang diperjuangkannya. Dan             antara     kecerdasan     emosi     dan
terakhir adalah berpengetahuan dan          kewirausahaan      pada      mahasiswa.
berpandangan luas. Jelas mahasiswa          Hubungan yang positif berarti bahwa
adalah golongan intelektual, karena lahir   semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi
dari tempat-tempat yang menjadi sumber      mahasiswa, maka semakin tinggi pula
pengetahuan (perguruan tinggi). Dengan      tingkat kewirausahaannya. Sebaliknya,
bekal pengetahuan dan ilmu yang             semakinrendah tingkat kecerdasan emosi
dimiliki setidaknya menjadi embrio          mahasiswa, maka semakin rendah pula
untuk      lahir     menjadi     seorang    tingkat kewirausahaannya.
wirausahawan sejati.
    Di sisi lain, Chandra (2001)            KEWIRAUSAHAAN
menyatakan bahwa wirausahawan perlu
mengembangkan kecerdasan emosi                  Drucker      (1985)     mengartikan
sehingga wirausahawan akan mampu            kewirausahaan      sebagai    semangat,
melihat peluang usaha yang ada di           kemampuan, sikap, perilaku individu
sekitarnya. Wirausahawan yang cerdas        dalam menangan usaha/kegiatan yang
emosinya tentunya juga memiliki intuisi     mengarah      pada    uapay     mencari,
yang tajam. Wirausahawan dapat              menciptakan, menerapkan cara kerja,
menangkap sesuatu yang tidak dilihat        teknologi, dan produk baru dengan
orang lain. Walaupun data tidak lengkap,    meningkatkan efisiensi dalam rangka
ia biasanya dapat mengambil konklusi        memberikan pelayanan yang lebih baik
yang tepat.                                 dan atau memperoeh keuntungan yang
    Sebagai wirausahawan, mahasiswa         lebih    besar.    Untuk    memperoleh
juga harus merupakan orang yang action      keuntungan diperlukan kreativitas dan
oriented, bukan no action, dream only       penemuan hal-hal baru. Kewirausahaan
dalam     kondisi    apapun     sehingga    adalah proses yang mempunyai resiko
diperlukan kesanggupan berpikir secara      tinggi untuk menghasilkan nilai tambah
detil terhadap hal-hal penting. Bila        produk      yang     bermanfaat     bagi
kemudian muncul resiko, dia siap            masyarakat       dan      mendatangkan
menanggung resiko apapun atas               kemakmuran bagi wirausahawan.
aktivitasnya, namun secepat itu pula, dia       Intrapreneurship adalah ketika suatu
akan berbenah diri dan melangkah maju       organisasi/perusahaan      menggunakan
untuk lebih baik (Chandra, 2001). Tentu,    kemampuan/bakat                 anggota
perilaku kewirausahaan yang telah           (karyawannya) yang kreatif untuk
dilakukan oleh mahasiswa dalam              mengembangkan produk inovatif dan
berbagai kegiatannya membutuhkan            servisnya untuk organisasi/perusahaan.
kecerdasan emosi yang optimal.              Intrapreneurship     adalah    entrepre-
    Dari berbagai pendapat dan studi        neurship dalam organisasi.
pendahuluan yang penulis kutip tersebut
di atas, dapatlah diambil kesimpulan        Ciri-ciri Tingkah Laku, Karakteristik,
bahwa kecerdasan emosi sangatlah            dan Sifat Seorang Wirausaha
penting dan berpengaruh besar pada
terwujudnya kewirausahaan mahasiswa             Suhadi    (1985)   mengemukakan
pada      organisasi     kemahasiswaan      karakteristik wirausaha ialah percaya
(intrapreneurship), sehingga penulis        pada kemampuan diri sendiri, mampu
meneliti apakah ada hubungan positif        mengahadapi persoalan dengan baik,
berpandangan luas jauh ke depan,                     mengadakan langkah-langkah peru-
mempunyai keuletan mental, lincah                    bahan menuju masa depan yang
dalam           berusaha,           berupaya         lebih baik.
mengembangkan            sayap,        berani   b.   Memiliki rasa percaya diri danmapu
mengambil resiko, berguru kepada                     bersikap positif terhadap diri dan
pengalaman.                                          lingkungannya, yakni berkeyakinan
    Ada beberapa sifat-sifat penting                 bahwa usaha yang dikelolanya akan
seorang       wirausaha        sebagaimana           berhasil.
dikemukakan oleh Bygrave (1994),                c.   Berperilaku     memimpin,       yaitu
yaitu:                                               mampu                  mengarahkan,
 a. Dream (mimpi), yakni memiliki visi               menggerakkan orang lain, dan
    masa depan dan kemampuan                         bertanggungjawab               untuk
    mencapai visi tersebut.                          meningkatkan usaha.
 b. Decisiveness (ketegasan), yakni             d.   Memilik inisiatif, kreatif, dan
    tidak menangguhkan waktu dan                     inovatif, yaitu mempunyai prakarsa
    membuat keputusan dengan cepat.                  untuk menciptakan produk/metode
 c. Doers (pelaku), yakni melaksanakan               baru yang lebih baik mutu atau
    secepat mungkin.                                 jumlahnya, agar mampu bersaing.
 d. Determination (ketetapan hati),             e.   Mampu bekerja keras, yaitu bekerja
    yakni komitmen total, pantang                    penuh     energik,   tekun,    tabah
    menyerah.                                        melakukan kegiatan untuk mencapai
 e. Dedication        (dedikasi),       yakni        tujuan tanpa mengenal putus asa.
    berdedikasi total, tidak kenal lelah.       f.   Berpandangan luas dengan visi ke
 f. Devotion        (kesetiaan),        yakni        depan yang baik, yaitu berorientasi
    mencintai apa yang dikerjakan.                   ke     masa    depan    dan    dapat
 g. Details (terperinci), yakni menguasai            memperkirakan hal-hal yag dapat
    rincian yang bersifat kritis.                    terjadi sehingga langkah yang
 h. Destiny (nasib), yaki bertanggung                diambil sudah dapat diperhitungkan.
    jawab atas nasib sendiri yang hendak        g.   Berani mengambil resiko yang
    dicapainya.                                      diperhitungkan, yaitu suka pada
 i. Dollars (uang), yakni kaya bukan                 tantangan dan berani mengambil
    motivator utama, uang lebih berarti              resiko walau dalam situasi dan
    sebagai ukuran sukses.                           kondisi yang tidak menentu. Resiko
 j. Distributif        (distribusi), yakni           yang dipilih tentunya dengan
    mendistribusikan            kepemilikan          perhitungan yang matang.
    usahanya kepada karyawan kunci              h.   Tanggap terhadap saran dan kritik,
    yang merupakan faktor penting bagi               yaitu peduli dan peka terhadap kritik
    kesuksesan usahanya.                             sebagai dorongan untuk berbuat
      Pada penelitian ini, peneliti                  lebih baik.
 menggunakan ciri perilaku yang
 merupakan aspek kewirausahaan yang             Faktor-faktor yang Mempengaruhi
 dikemukakan oleh Drucker (1985),               Kualitas Kewirausahaan
 yaitu:
a. Mampu mengindera peluang usaha                  Secara garis besar ada dua faktor
    yakni kemampuan melihat dan                 yang      mempengaruhi         kualitas
    memanfaatkan         peluang       untuk    kewirausahaan, yaitu faktor dari dalam
individu dan faktor dari luar individu.
Faktor dari dalam individu dapat
dipilahkan pula menjadi dua, yaitu faktor
fisik dan faktor psikis. Faktor fisik
mempunyai peranan penting, terutama
taraf kesehatan fisik. Taraf kesehatan
fisik ini menentukan prestasi kerja,
karena dalam bekerja terdapat aktivitas
yang harus ditunjang oleh fisik yang
sehat dan prima (As’ad, 1982).

				
DOCUMENT INFO
Categories:
Stats:
views:6
posted:11/14/2013
language:
pages:5