Menelusuri Jejak-jejak Kuno Sejarah Sepak Bola Dunia

Document Sample
Menelusuri Jejak-jejak Kuno Sejarah Sepak Bola Dunia Powered By Docstoc
					                                           1




                              TIMBANGAN BUKU



I.     DATA BUKU



                                Judul Buku         : Menelusuri Jejak-jejak Kuno

                                                    Sejarah Sepak Bola Dunia

                                Penulis            : Daud Darmawan

                                Penerbit           : Pinus Book Publisher

                                Tebal Buku         : 120 Halaman

                                Tahun Terbit       : 2007




II.    TENTANG PENULIS
            M. Daud Darmawan, Lahir di Kediri, Jawa Timur pada 1978. saat ini
       tingga di Yogyakarta. Penulis penggemar dan pecinta sepak bola. Latar
       belakagn akademis di bidang ilmu informatika, lulus dari Fakultas
       Teknologi Industri, Jurusan Teknik Informatika Universitas Islam Indonesia
       Yogyakarta pada 2004.
            Email: ttforex@yahoo.com.


III.   ISI BUKU

                                           BAB I
                          SEJARAH SEPAK BOLA KUNO

            Tidak banyak orang yang tahu secara pasti dari mana asal sepak
       bola seperti yang kita kenal pada zaman sekarang. Banyak bangsa di
                                  2



dunia yang mengklaim sebagai asal sepak bola yang asli. Permainan bola
telah ada dan dimainkan oleh orang dari zaman prasejarah. Permainan
dalam berbagai versi dari berbagai belahan dunia memang benar-benar
eksis menurut cacatan sejarah sejak ribuan tahun sebelum masehi, yang
dapat dibuktikan dengan penemuan-penemuan artefak, cacatan          kuno
atau peninggalan sejarah lain seperti lapangan pertandingan. Beberapa
peneliti memperkirakan, bahwa permainan melempar dan menedang bola
dari tengkorak binatang atau batu telah ada pada zaman prasejarah.
Masih ada beberapa versi permainan dari zaman dahulu sampai
sekarang.
     Sejarah telah membuktikan, bahwa sebuah permainan bola sepak
yang di sebut    tsu chu (dieja sebagai Cuju) telah dikenal luas dalam
sejarah Cina kuno sekitar 2500 SM. Tsu dapat diartikan sebagai
menendang bola dengan kaki, sedangkan Chu kurang lebih berarti bola
yang terbuat dari kulit. Berdasarkan cacatan yang ada biasanya, tsu chu
biasanya dimainkan untuk memperingati hari ulang tahun kaisar. Bola
yang digunakan dalam permainan ini terbuat dari kulit binatang yang diisi
rambut, disebut Zuqui. Sasaran utamanya adalah berusaha menendang
dan memasukan bola kedalam lubang jaring yang didirikan pada dua buah
tongkat bambu, tidak boleh menggunakan tangan, dan dimainkan
dilapangan yang dikelilingi tembok.
     Antara 300-600 M, permainan bola sepak telah berkembang di
Jepang yang disebut Kemari. Permainan ini mengadopsi tsu chu dari cina,
yang dibawa oleh para pedagang dan pelajar Jepang yang mengunjungi
Cina. Ada satu catatan tentang pertandingan yang mempertemukan
pemain tsu chu dari cina melawa pemain Kemari         dari Jepang yang
diadakan pada 50 M di Kyoto Jepang. Jika memang betul demikain, maka
inilah pertandingan sepak bola Internasional tertua yang pernah di
adakan. Pada abadn ke 13-sampai 14, Kemari menjadi semakin semarak
dan hidup dengan digunakannya perlengkapan seperti seragam atau
kostum berlengan panjang berwarna-warni yang di sebut Kariginu
                                  3



     Rakyat Yunani pada sekitar 2000 SM telah memainkan permainan
sepak bola yang disebut dengan Episkyros atau juga dikenal sebagai
Phaininda, seperti yang pernah disebutkan oleh penulis drama Yunani
Antiphanes (388-311 SM) Sejarawan berpendapat, bahwa prmainan bola
Pok-a-tok    telah dikenal sejak sekitar 3000 SM di Amerika Tengah.
Lapangan permainan terakhir yang di temukan di Paso de la Armada,
Meksiko diperkirakan berasal dari sekitar 1600 SM. Para peneliti sejarah
yakin, bahwa permainan Pok-a-Tok merupakan suatu bagian integral
dari kehidupan sosial, politik maupun keagamaan dari Mokaya, nenek
moyang bangsa Olmec dan Maya.



                                  BAB II
            SEJARAH SEPAK BOLA ABAD PERTENGAHAN

     Benua Eropa menjadi pusat perhatian utama dalam perkembangan
sepak bola pada sekitar abad 5-15 M. Bagaimana asal mula permainan
sepak bola seperti yang ada pada zaman moderen sekarang, tidak ada
yang tahu secara pasti karena banyak di hiasi oleh cerita rakyat ataupun
legenda setempat yang sulit di buktikan kebenarannya. Salah satu
legenda     menceritakan    tentang   sebuah   ritual;   panganisme   yang
dilaksanakan sebelum lahan pertanian ditanami. Dalam ritual ini bola
melambangkan matahari yang harus ditaklukan. Ada juga legenda, bahwa
sepak bola berasal dari sebuah peristiwa eksekusi hukuman mati seorang
prajurit di depan publik.
     Sampai sekitar 800 tahun yang lalu, sepak bola belum berupa
pertandingan yang menarik antara dua tim yang terdiri dari 11 orang
melawan 11 orang, yang dimainkan di lapangan rumput dan Stadion yang
megah serta dapat di nikmati dengan santai oleh apra penggemarnya.
Sepak bola saat itu lebih mirip sebagai pertarungan brutal atau
perkelahian massal yang berdarah-darah antara warga kota. Karna
sifatnya yang liar dan brutal ini, sepak bola sangat tidak disukai oleh
kalangan bangsawan dan gereja, meskipun sangat populer di kalangan
                                4



rakyat kebanyakan. Sepak bola dianggap sebagai “ tidak sesuainajaran
Kristen” (un Christian). Pada tanggal 13 April 1314,   Raja Edward II
emngeluarkan larangan bermain sepak bola, terutama untuk kalangan
prajurit. Raja khawatir akrna terlalu asik bermain   bola, para prajurit
melupakan latihan perang serta menurunkan kesiagaan mereka dalam
menghaddapi musuh.
     Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I (1533-1608), kaum
Puritan Inggris mengkampanyekan larangan terhadap sepak bola dengan
lebih gencar. Kaum Puritan merupakan kaum yang dipandang memiliki
jiwa yang suci bersih dan menjalani kehidupan yang berdasarkan ajaran
Bible yang murni. Oliver Cromwell adalah seorang Puritan sejati.
Menurutnya, kehidupan rakyat sudah sangat jauh melenceng dari apa
yang di ajarkan oleh kitab Bible. Siapa yang menjauhi kehidupan hura-
hura dan hibura akan masuk surga. Sehingga pada saat itu, segala bentuk
hiburan dilarang. Rakyat harus menghadiri misa setiap Minggu di Gereja.
Barang siapa ketahuan melakukan kegiatan selain Misa setiap Minggu
akan dikenai hukuman, dari denda, cambuk, sampai hukuman penjara.
Banyak teater maupun gedung pertunjukan di tutup. Selain itu, para
wanita dan gadis harus berpakaian dengan pantas memakai make-up,
pakaian berwana-warni yang meriah dan perhiasan yang berlebihan
dilarang. Oliver Cromwell sangat keras dalam penegakkan hukum.


                               BAB III
                 SEJARAH SEPAK BOLA MODERN

     Apakah bisa permainan sepak bola dikatagorikan sebagai permainan
moderen? Satu hal yang pasti adalah apabila permainan terebut telah
memiliki aturan pemainan yang jelas dan tegas. Sepak bola bukan lagi
permainan yang biadab dan penuh kekerasan serta tanpa aturan. Jika
dibandingkan dengan periode di mana permainan sepak bola banyak
menyebabkan jatuhnya korban yang tidak perlu, maka pada era moderen
sepak bola telah berubah menjadi tontonan dan hiburan yang menarik dan
                                  5



lebih pantas disebut sebagai permainan atau olah raga. Pada abad ke 16,
kota Florence di Italia menyelenggarakan festifal yang diadakan di Piazza
della Novere. Festifal ini dimeriahkan oleh pemain yang di sebut o Calcio
Storico (sepak bola historis), atau yang lebih dikenal dengan Calcio. Asal
muasal permainan ini diduga dari latihan militer. Pada 17 Februari 1530,
pasukan dari Prancis menyerang dan mengepung Kota Florence.
Penduduk kota setempat kemudian mengorganisir suatu permainan
Calcio sebagai bentuk perlawanan damai. Permainan ini juga bertujuan
untuk menunjukkan persatuan warga         dan tekad warga Kota Florence
untuk tetap menyelenggarakan festifal pada Februari.
     Calcio diangap sebagai cikal bakal sepak bola moderen yang telah
mengenal aturan permainan ketika pada 1580 Counet Giovanni de Bardi
di Vernio membukukan serentetan peraturan yang mengatur permainan
Calcio, yang ditulis dalam buku       Discorso Sepora I geuoco del Calcio
Fiorentino. Ini disebut-sebut sebagai peraturan buku pertama tertulis yang
mengatur permainan sepak bola. Pada 1581, Richard Mulcaster, seorang
kepala sekolah Mercahant’s Taylor St. Apul di Inggris, yang sedikit banyak
terpengaruh oleh peraturan dalam permainan Calcio juga terinspirasi
untuk menjadikan sepak bola di Inggris sebagai olahraga dan permainan
yang menghibur. Menurutnya, sepak bola seharusnya bisa dijadikan
sebagai sarana olah fisik dan kebugaran dan bukannya mengutamakan
unsur kekerasan. Selain itu sepak bola bisa menjadi hiburan atau
tontonan untuk rakyat yang menarik dengan reorganisasi permainan,
misalnya dengan pembatasan jumlah pemain di masing-masing tim, dan
juga perlunya peran seorang wasit sebagai pemimpin pertandingan yang
memiliki kekuasaan mutlak.
     Permainan Calcio yang asli pada saat ini sudah tidak banyak
dimainkan kecuali pada festipal pada setiap bulan Juni di Florence
sebagai bagian dari pertunjukan budaya. Nama Calcio sendiri sudah
telanjur melekat dengan permainan sepak bola di Italia, dan       sampai
sekarang masih di gunakan sebagai nama resmi kompetisi sepak bola di
Italia (Lega Calcio). Pada 1801, seorang penulis Inggris Joseph Strutt
                                   6



menulis buku yang berjudul The Sports and pastimes of the people of
Enggland. Dalam buku ini sempat dideskripsikan permainan sepak bola
yang dimainkan di Inggris pada sekitar akhir masa 1700-an. Joseph Strutt
menyebutkan tentang permainan di mana para pemain dari dua tim
dengan jumlah pemain yang sama berada di lapangan dengan panjang
80-100 yard,     dan masing-masing tim mepertahankan gawang selebar
satu yard. Dia juga menulis : The ball, which is commonly made of blown
bladder and cased in leather, is delivered in the midst of the ground, and
the object of each party is to drive it through the goal of their antagonists,
which being achieved, the game is won. Disini disebutkan tentang aturan
dasar sepak bola dengan tujuan memasukan bola ke gawang lawannya,
dan siapa yang pertama berhasil melakukannya maka tim tersebut yang
menang. Pada saat inilah, tampaknya satu peraturan sepak bola telah
diberlakukan, dan sepak bola di Inggris         mulai memasuki era baru.
Perkembangan sepak bola di Inggris perlahan, tapi pasti menuju ke arah
yang lebih maju dan beradab pada permulaan abad ke 19.
     Pada 1848, Harey de Winton dan Jhon Charles Thiring, dua orang
pemain Football       dari Universitas Cambridge, berinisiatif mengundang
perwakilan dari sekolah Eton, Haraw, Rugby, Winchester, dan Shrewsbury
untuk bertemu dan membahas peraturan permainan yang seragam,
universal, dan dapat diterima oleh semua pihak untuk menjembatani
perbedaan-perbedaan peraturan antar sekolah. Dalam pertemuan itu telah
berhasil disepakati    serangkaian peraturan yang di sebut        Cambridge
Rules.   Naskah asli dari peraturan ini tidak pernah ditemukan sampai
sekarang, tetapi satu salinan dari revisi peraturan ini yang berangka pada
1856 berhasil di temukan di perpustakaan sekolah Shrewsbury. Peratiran
ini dengan jelas menyebutkan Football sebagai permainan bola sepak dan
penggunaan tangan hanya diperbolehkan dalam situasi tertentu.           Juga
terdapat versi    awal dari    peraturan    Offside, yang bertujuan untuk
menghindari para pemain hanya berkumpul dan menunggu bola di depan
gawang lawan.
                                  7



        Pertandingan sepak bola pertama yang memakai peraturan resmi FA
yang baru rencananya diadakan pada 2 Januari 1864 di Battersea Park
sebagai bagian dari perayaan tahun baru. Tapi para penggemar sepak
bola yang antusias sudah tidak sabar, dan sebuah petandingan Uji coba
digelar pada 19 Desember 1863 di Mortlake antara Morlet’s Barnes
melawan Richmond. Pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Salah satu
tim yang bertanding, yaitu Richmond, tidak begitu puas dengan peraturan
FA yang baru tersebut, yang pada akhirnya memilih bergabung dengan
Rugby Football Union pada 1871. Perkembangan dari             FA   sangatlah
pesat, baru delapan tahun berdiri, FA sudah memiliki anggota sebanyak
50 klub. Pada 1871, sekertaris FA, Charles W. Alcock mengutarakan ide
tentang perlunya diadakan suatu kompetisi atau kejuaran dengan sisem
gugur yang saling mempertemukan klub-klub anggota FA. Maka jadilah
kompetisi sepak bola tertua di dunia, yaitu kejuaraan FA CUP, atau yang
pertama kali diadakan bernama Chal Lernge Cup pada 1872. Pada saat
itu, Inggris adalah satu-satunya negara yang telah memiliki organisasi
sepak bola Nasional. Pada 1880, keanggotaan FA telah membengkak
menjadi 128 klub.
        Maka, 22 Maret 1888 di London dan 17 April 1888 di Royal Hotel,
Manchester diadakan pertemuan yang diikuti oleh 12 klub             anggota
perwakilan FA      yang paling terkemuka.       Pertemuan ini menghasilkan
kesepakatan untuk membentuk suatu Football League, yang merupakan
cikal-bakal dari English Premiership League ( EPL) pada masa kini.
Pertandingan       Football League yang pertama dilakukan pada 8
September 1888. Kompetisi ini         diikuti   oleh 12 klub. Juara Football
League yang pertama pada 1888 adalah klub Preston Noreth End, yang
pada saat itu merupakan klub sepak bola terkuat di Inggris. Di luar Eropa,
sepak bola juga berkembang cukup pesat. Di Brazil, para pelaut Inggris
telah      memainkan sepak bola pada 1870. Tetapi, jika berbicara
perkembangan sepak bola       di Brazil, tidak bisa dilupakan sosok yang
bernama Charles William Miiler, putra seorang pengusaha perkeretaapian
Inggris di Sao Paulo, Brazil. Ayahnya mengirim kembali ke Inggris untuk
                                 8



belajar di sekolah Bannister di Southampton pada 1884. Di Inggris,
Charles Miller terbukti sebagai pemain sepak bola yang berbakat, dan
sempat bermain untuk klub Southampton FC.
     Brazil, negara Amerika Latin yang terkenal sebagai       o pais   do
futebol (negara sepak bola) dapat membuktikan, bahwa dirinya sangat
pantas menyandang sebutan tersebut. Brazil saat ini merupakan negara
eksportir pemain-pemain sepak bola nomor satu. Selain sekitar 25.000
orang sepak bola yang berstatus sebagai pemain profesional di dalam
negri, Brazil juga memiliki lebih dari 10.000 orang sepak bola yang
tersebar di lima benua dan disemua level kompetisi, dari kompetisi yang
paling bergengsi di liga-liga Eropa dengan bayaran tinggi selangit sampai
kompetisi kelas level yang paling bawah di nagara antah berantah yang
tidak di kenal dalam peta persepak bolaan dunia. Tim Brazil juga di kenal
luas sebagai penganut sejati     gaya permainan sepak bola        modern
dengan permainan cantik memikat yang ofensif.
     Sejarah Liga Sepak Bola Brazil dimulai pada 1902, yang pada saat
itu di Sao Paulo diadakan kompetisi sepak bola untuk yang pertamakali di
Brazil. Kompetisi ini di adakan oleh Liga Paulista de Foot-Ball (LPF) atau
Sepak Bola Sao Paulo. Pada saat itu sepak bola di Brazil masih di angap
sebagai oalah raga untuk kaum elit, yang banyak di mainkan oleh orang
kulit putih yang kaya. Nyaris tidak ada tempat bagi orang dengan kelas
sosial rendah, terutama orang kulit hitam. Rasisme masih cukup marak
sebagai imbas dari era perbudakkan yang belum begitu lama di hapuskan.
Piala dunia 1938, di Perancis bisa dikatakan sebagai awal kejayaan Brazil
di pentas Dunia. Meskipun, Brazil hanya mampu meraih posisi ketiga
setelah kalah di final menghadapi Italia, yang akhirnya berhasil menjadi
juara, tapi penampilan mereka dapat banyak pujian.
     Piala Dunia 1950, merupakan penyelenggaraan piala Dunia yang ke
empat setelah absen selama 12 tahun akibat meletusnya perang Dunia ke
II. Bertindak selaku tuan rumah, Brazil menujukan penampilan yang lebih
baik jika dibandingkan dengan penampilan pada 1938. Meskipun harus
menyerahkan gelar juara kepada Uruguay setelah kalah 1-2 di partai final,
                                 9



Brazil telah berhasil menunjukkan permainan yang ofensip dan sangat
produktif mencetak gol. Piala Dunia 1958 di Swedia menjadi saat yang
bersejarah bagi Brazil karena pada saat itu mereka berhasil meraih juara
untuk kali pertama. Pada kejuraan ini muncullah pemain debutan yang
fenomenal di kubu Brazil, Edson Arantes do Nascimento alias Pele, yang
kelak akan dikenang sebagai pemain terbaik sepanjang masa. Pele pada
saat itu baru berusia 17 tahun dan berposisi sebagai penyerang. Di usia
semuda itu, Pele berhasil mencetak 6 gol untuk Brazil memang masih
jauh di bawah pencetak gol terbanyak, yaitu Just Fontaine yang tampil
menggila dengan berhasil pencetak 13 gol. Belum ada yang berhasil
memecahkan rekor Fontaine sampai sekarang.
     Pada kejuaraan piala Dunia yang berikutnya pada 1962 di Chili,
Brazil mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Cekoslowakia di
partai final dengan skor 3-1. Kali ini, sang Perola Negra alias ‘ Mutiara
Hitam’ Pele tidak berhasil meneruskan penampilan gemilangnya karena
cedera   saat    pertandingan    kedua    babak    penyisihan    melawan
Cekoslowakia dan harus puas sebagai penonton sampai akhir kejuaraan.
Piala Dunia 1970 di Meksiko kembali menjadi saksi kehebatan tim Brazil.
Penyelenggaraan Piala Dunia kali ini terasa istimewa karena untuk
pertama kalinya, pertandingan dapat disiarkan dan disaksikan penonton
televisi di seluruh Dunia dengan berwarna. Pada turnamen kali ini, Brazil
tidak saja meraih gelar juara. Mereka juga dinilai mampu menampilkan
permainan menyerang yang terbaik sepanjang sejarah pelaksanaan Piala
Dunia. Ini adalah Piala Dunia yang keempat        dan terakhir bagi Pele.
Keberhasilan Brazil ini menjadi catatan rekor tersendiri bagi Pele sebagai
satu-satunya pemain yang berhasil meraih tiga gelar juara, belum ada
pemain lain yang bisa menyamai pretasi ini sampai sekarang. Brazil tampil
sebagai tim yang paling produktif dengan berhasil mencetak 19 gol.
     Baru pada 1994, Brazil kembali menunjukan kehebatannya setelah
harus menunggu selama 24 tahun untuk dapat meraih gelar juara. Tampil
di piala Dunia 1994 Ameika Serikat, Brazil yang diperkuat duet penyerang
berbahaya    Romaria Faria dan Bebeto tampil perkasa tanpa pernah
                                    10



terkalahkan     dari   sepanjang    babak     penyisihan.   Mereka    berhasil
mengalahkan Italia pada partai final melalui adu tendangan pinalti, setelah
kedua tim bermain imbang tanpa gol sepanjang babak normal, yang
berakhir dengan skor 3-2. Romario berhasil tampil sebagai top scorer
dengan 5 gol dan berhak atas penghargaan Golden Ball sebagai pemain
terbaik. Dengan gelar ini, Brazil sukses sebagai tim pertama yang meraih
empat gelar juara Piala Dunia. Inilah sekelumit sejarah panjang dari kisah
sukses Brazil di pentas Dunia. Tidak ada yang meragukan, bahwa pada
masa datang, dengan tradisi sepak bola yang sudah mengakar dengan
kuat, Brazil akan mampu mengukir kisah-kisah sukses berikutnya.


                                   BAB IV
                       GLOBALISASI SEPAK BOLA

     Sepak Bola memasuki era baru dalam perjalanan sejarahnya yang
panjang pada abad ke-20. Dimulai dengan berdirinya organisasi
Internasional    sepak    bola     FIFA     yang   berperan   besar    dalam
mempopulerkan sepak bola ke seluruh penjuru Dunia. Kejuaraan Piala
Dunia sepak bola yang diselenggarakan FIFA sejak 1930 turut
mempererat persatuan Bangsa-bangsa di dunia melalui sepak bola.
Walau sempat mengalami krisis pada awal berdirinya, FIFA                tetep
mamapu bertahan sampai sekarang. Kini, FIFA mampu berdiri tegak
sebagai organisasi olahraga terbesar di Dunia.
     Pada saat ini, sepak bola bukan lagi menjadi sekedar olahraga atau
permainan biasa. Popularitas sepak bola yang luar biasa telah jauh
menuntun sepak bola ke dalam setiap aspek kehidupan masyarakat
dunia, banyak contoh di berbagai negara bagaimana sepak bola telah
memengaruhi kehidupan seluruh bangssa dan negara tersebut. Sepak
bola telah menjadi identitas atau kebanggaan Nasional dari banyak
negara-negara di dunia. Kini dengan hadirnya tokoh-tokoh selebriti dan
idola dari lapangan hijau, sepak bola telah menjadi kekuatan tersendiri
yang sangat efektif dalam menyampaikan pesan-pesan kemanusiaan bagi
                                      11



dunia. Globalisasi sepak bola telah mampun merubah kehidupan banyak
orang di dunia.
     Awal abad ke-20 menjadi tonggak bersejarah bagi perkembangan
sepak bola dunia. Pada saat itu, sejalan makin meningkatnya popularitas
sepak bola di seluruh dunia, membuat banyak pihak memandang perlu
dibentuknya suatu organisasi Internasional sepak bola. Pada 21 Mei 1904,
perwakilan dari beberapa asosiasi di Eropa, mengadakan pertemuan di
markas besar Union Francaise de Sport Athletique di Paris untuk
membahas mengenai hal ini. Pertemuan berakhir                  dengan keputusan
untuk membentuk      Federation Internationale de Foot Ball Association
(FIFA). Ketika ide membentuk suatu organisasi sepak bola Internasional
untuk pertamakali muncul di Eropa, beberapa pihak telah menyinggung
tentang Foot Ball Association di Inggris yang telah berperan besar dalam
menerapkan beberapa peraturan dasar sepak bola. Niatpun muncul untuk
mengadopsi     peraturan-peraturan         tersebut   dalam    suatu    organisasi
Internasional sepak bola. FA Inggris yang di wakili sekretaris FJ Wall
menyambut baik niat ini, tetepi sempat tertunda beberapa lama karena
menunggu tanggapan dari Executive Commitee FA serta asosiasi Wales,
Skotlandia, dan Irlandia.
     Pada 14 April 1905, FA Inggris akhirnya turut bergabung dengan
FIFA. Ini adalah sukses FIFA yang pertama. Bergabungnya Inggris tidak
lepas dari peran    Presiden UBSS Belgia Baron Edouard de Laveleye.
Dengan kemampuan diplomasi dan pendekatan peersonal yang di
lakukan Baron Edouard, FA yang awalnya enggan bergabung akhirnya
mengubah pendiriannya. Atas jasanya ini, Baron Edouard de laveleye
dinobatkan    menjadi       anggota    kehormatan       FIFA     yang    pertama.
Perkembangan FIFA menglami hambatan selama perang dunia pertama
yang mulai meletus pada 1914. Banyak pemain sepak bola yang di kirim
ke medan perang, serta terhambatnya transportasi dan komunikasi untuk
menyelenggarakan pertandingan Internasional. Selain itu, perpecahan
pada tubuh FIFA mulai terlihat, terutama diantara negara-negara yang
terlibat perang. Kegiatan sepak bola internasional praktis nyaris hampir
                                12



vakum. FIFA mengalami pukulan hebat yang di akibatkan meninggalnya
Presiden Daniel Burley Woolfall pada 1918. FIFA mengalami krisis paling
parah.
     Akhirnya, pada 1920 perwakilan dari negara-negara anggota FIFA
bersedia menghadiri pertemuan di Antwerp, Belgia. Dewan administrasi
FIFA di bentuk. Jules Rimet resmi terpilih sebagai Presiden pada
konggres FIFA 1921. Sebuah tugas mahaberat menanti Jules Rimet untuk
menyelamatkan FIFA yang masih belum mampu keluar sepenuhnya dari
krisis. Mestipun demikian, Olimpiade 1924 Paris merupakan sukses besar
untuk cabang sepak bola. FIFA        baru    dapat menggelar kongres
berikutnya pada 1 Juli 1946 di Luxembourg.


                                BAB V
           SEPAK BOLA SEBAGAI BISNIS DAN INDUSTRI

     Pesta sepak bola Piala Dunia 2006 di Jerman baru saja berakhir.
Seluruh 64 pertandingan dari 32 tim nasional dari berbagai negara di 12
kota di Jerman di saksikan oleh total 32 Milyar pasng mata di seluruh
dunia. Piala Dunia 2006 bukan sekedar pesta biasa. Piala Dunia 2006
adalah hajatan yang bernilai milyaran dolar. Tidak kurang dari 3 milyar
dolar pemasukan kotor yang didapat panitia pelaksana.
     Popularitas sepak bola yang luar biasa pada era globalisasi
membawa dampak yang tidak kalah dahsyat bagi perkembangan sepak
bola sebagai industri bernilai multimiliar dolar. Pengelolaan sepak bola
modern kita tidak semata-mata tentang masalah teknis permainan, tetapi
juga pengelolaan sepak bola sebagai suatu bisnis dengan sasaran untuk
meraup untung sebanyak-banyaknya dari segi finansial. Ini terutama
terlihat jelas di negara-negara dengan tradisi sepak bola yang kuat, di
mana sepak bola sepenuhnya dikelola berdasarkan profesionalisme.
Sepak bola adalah lahan bisnis yang sangat basah bagi kaum kapitalis.
     Kesuksesan sebuah klub profesional dalam mengelola keuangan
dan sepak bola sebagai bisnis menjadi salah satu kunci yang paling
                                  13



penting dari sukses klub tersebut secara keseluruhan. Sebaliknya,
kegagalan suatu klub mengelola cash flow-nya sering berakibat bencana
bagi klub tersebut.
     Kebanyakan pemasukan terbesar dari klub profesional selain dari
hasil penjualan tiket pertandingan adalah dari penjualan merchandise.
Apalagi sebuah klub yang memiliki pemain bintang pujaan dari jaringan
fans club di seluruh dunia, maka logo klub tersebut dipastikan akan
menjadi barang dagangan yang laris manis di seluruh dunia. Untuk hal
yang satu ini, liga Inggris makin bisa menjadi contoh nyata bagai mana
mengelola bisnis sepak bola. Terutama Manchester United yang pernah
selama 9 tahun berturut-turut menjadi klub terkaya di dunia. Kapitalisme
sepak bola ternyata tidak selamanya berkonotasi baik.        Banyak pihak
menuding kapitalisme telah mulai melupakan nilai-nilai fundamental sepak
bola sebagai olahraga karena banyak klub yang lebih mengutamakan
sepak bola sebagai bisnis dari pada sepak bola sebagai olah raga.
Keluhan-keluhan muncul dari suporter, bahwa klub menggunakan harga
jual yang terlalu tinggi terhadap tiket pertandingan. Selain itu para pemain
juga sering dianggap mengalami eksploitasi berlebihan sebagai akibat dari
padatnya jadwal pertandingan yang harus di jalani, sementara mereka
juga dituntut untuk tetap menjaga konsistensi permainan. Sebagai
akibatnya banyak pemain yang rentan mengalami cedera karena
staminanya diforsir secara berlebihan.     Klub-klub besar semakin kuat,
sedangkan klub-klub kecil yang kehilangan pemain berbakat semakin
terpuruk dan tidak mampu bersaing. Dan, bila dibiarkan ini akan
menciptakan iklim persaingan yang tidak sehat dan tentu tidak baik bagi
kemajuan sepak bola secara keseluruhan, sebagai olahraga yang
merakyat.
                                     14



                                   BAB VI

                            PENDAPAT SISWA

a.   Kesimpulan
         Tidak banyak orang yang tahu secara pasti dari mana asal sepak
     bola seperti yang kita kenal pada zaman sekarang.
          Sejarah telah membuktikan, bahwa sebuah permainan bola sepak
     yang di sebut   tsu chu (dieja sebagai Cuju) telah dikenal luas dalam
     sejarah Cina kuno sekitar 2500 SM.
          Antara 300-600 M, permainan bola sepak telah berkembang di
     Jepang yang disebut Kemari.
          Benua Eropa menjadi pusat perhatian utama dalam perkembangan
     sepak bola pada sekitar abad 5-15 M.
          Popularitas sepak bola yang luar biasa pada era globalisasi
     membawa dampak yang tidak kalah dahsyat bagi perkembangan sepak
     bola sebagai industri bernilai multimiliar dolar. Pengelolaan sepak bola
     modern kita tidak semata-mata tentang masalah teknis permainan, tetapi
     juga pengelolaan sepak bola sebagai suatu bisnis dengan sasaran untuk
     meraup untung sebanyak-banyaknya dari segi finansial. Ini terutama
     terlihat jelas di negara-negara dengan tradisi sepak bola yang kuat, di
     mana sepak bola sepenuhnya dikelola berdasarkan profesionalisme.
     Sepak bola adalah lahan bisnis yang sangat basah bagi kaum kapitalis.


b.   Saran
          Di balik sepak bola yang kini menjadi ajang bergengsi dan terhormat
     bagi seluruh kalangan dunia, tersimpan jejak-jejak sejarah perjalanannya
     yang sangat biadab. Asal muasal permainan yang kini telah menghipnotis
     seluruh lapisan masyarakat dunia ternyata berasal dari permainan kaum
     barbar. Tak sangka bola yang sekarang mudah ditendang dengan kaki
     tanpa memendam hati bersalah dan berdosa awalnya adalah dari
     potongan kepala manusia setelah dijatuhi hukuman penggal kepala.
                                    15



     Kemudian dilempar oleh algojo ke tengah masa dan ditendang beramai-
     ramai dengan tanpa merasa bersalah dan berdosa.
          Buku ini mengulas perjalanan sejarah panjang permainan sepak bola
     dari masa ke masa. Di mulai dari permainan bola sejak jauh ribuan tahun
     sebelum masehi, dengan berbagai macam versi dan tujuan permainan
     yang berbeda-beda, kemudian berkembang pada abad pertengahan
     permainan ini menggunakan bola dari kepala manusia, sampai dengan
     perkembangan abad ke-21 yang telah menjadi permainan terhormat,
     bergengsi, dan penuh keterjagaan.


c.   Penutup
          Demikianlah timbangan buku ini penulis buat, semoga dapat
     menambah ide dan wawasan baik bagi pelatih, pemain, maupun para
     pecinta sepakbola di tanah air mengenai taktik, teknik dan perkembangan
     sepakbola.

				
DOCUMENT INFO
Description: Judul Buku : Menelusuri Jejak-jejak Kuno Sejarah Sepak Bola Dunia Penulis : Daud Darmawan Penerbit : Pinus Book Publisher Tebal Buku : 120 Halaman Tahun Terbit : 2007