Employee Safety and Health by hcj

VIEWS: 13 PAGES: 32

									        Meily Margaretha
  Human Resource Management
Jurusan Manajemen-UK.Maranatha
l   Mahasiswa mampu menjelaskan
    apa yang dimaksud dengan
    kesehatan & keselamatan kerja
l   Mahasiswa memahami alasan
    pentingnya program kesehatan &
    keselamatan kerja
l   Mahasiswa memahami unsur-unsur
    organisasi yang mendukung
    program kesehatan & keselamatan
    kerja
l   Mahasiswa memahami
    pertimbangan hukum dalam
    program kesehatan & keselamatan
    kerja
l Keselamatan Kerja meliputi
 perlindungan karyawan dari cedera
 yang disebabkan oleh kecelakaan yang
 berkaitan dengan pekerjaan

l Kesehatanmerujuk kepada kebebasan
 karyawan dari penyakit secara fisik
 maupun mental dan emosional
              Sumber: Mondy (2008); Mathis & Jackson (2006)
l   Keamanan merujuk kepada perlindungan
    untuk karyawan dan fasilitas
    organisasional (Mathis & Jackson, 2006)

l   Kecelakaan kerja adalah peristiwa yang
    tidak direncanakan dan harus dianalisis
    dari segi biaya dan sebab-sebabnya serta
    dapat mengganggu kelangsungan
    aktivitas (Flippo, 1984; Beach, 1985)
l   Jumlah kecelakaan yang tinggi
    Kecelakaan kerja di Indonesia menduduki
    urutan ke-52 dari 53 negara didunia.
    Data Depnakernas tahun 2007 terjadi
    65.474 kecelakaan, terdiri dari:
    - 1.451 orang meninggal
    - cacat tetap 5.326 orang
    - sembuh tanpa cacat 58.697
l Masalah  kesehatan makin tinggi
  karena meningkatnya perekonomian
  berbasis teknologi
l Tetap saja banyak pengusaha
  menganggap hal ini tidak penting
  Pelanggaran tahun 2007 mencapai
  21.386 pelanggaran
1. Kondisi yang tidak aman dan Faktor lain
   yang berhubungan dengan pekerjaan
    – Kondisi tidak aman seperti:
       • Peralatan yang tidak terjaga
         dengan baik
       • Peralatan yang rusak
       • Prosedur berbahaya di dalam,
         pada, atau sekitar mesin atau
         peralatan
       • Penyimpanan tidak aman
       • Penerangan tidak tepat
       • Ventilasi tidak baik
2. Penyebab tindakan yang tidak aman
KEAMANAN
l   Persoalan keamanan ditempat
    kerja:
     •   Kekerasan ditempat kerja
     •   Keamanan Intranet/internet
     •   Kejahatan kerah putih (White-collar crime)
     •   Persoalan penyeleksian dan penyaringan
         karyawan
     •   Pelaksanaan bisnis yang tidak etis
     •   Pencurian peranti keras/peranti lunak
         komputer
  Profil dari Karyawan yang Kemungkinan
    Besar Melakukan Tindak Kekerasan
                Sumber: Mathis & Jackson (2006)
   Ancaman                                       Intimidasi
    Verbal
                              •Frustasi
                       •Sejarah penyerangan
                          •Obsesi/dendam
                             •Penyendiri
Menyalahkan                    •Stress
 Orang lain                 •Kemarahan
                                                    Perubahan
                         •Kerja merupakan
                                                     Perilaku
                       satu-satunya aktivitas
                                utama


    Konflik
    Dengan                                      Marah karena
   Orang lain                                   Ketidakadilan
                                                     kecil
KESEHATAN
l Persoalan   kesehatan:
  – Bahaya penyakit (AIDS, SARS, H1N1,
    penyakit lainnya)
  – Alkoholisme dan Penyalahgunaan zat
    kimia
  – Stress, burnout, dan depresi
  – Kesehatan berkaitan dengan komputer
  – Merokok ditempat kerja
l   Mengurangi kondisi tidak aman
l   Mengurangi tindakan tidak aman dengan
    menekankan keamanan
l   Mengurangi tindakan tidak aman melalui seleksi
    dan penempatan
l   Mengurangi tindakan tidak aman melalui
    pelatihan
l   Mengurangi tindakan tidak aman melalui
    Motivasi: poster, program insentif, penguatan
    positif
l   Keamanan berdasarkan perilaku
l   Menggunakan partisipasi karyawan
l   Melakukan inspeksi dan audit kesehatan dan
    keamanan
 PROGRAM KEAMANAN, KESEHATAN &
      KESELAMATAN KERJA
l Menciptakan   lingkungan dan
  perilaku kerja yang menunjang
  keselamatan dan keamanan
l Membangun dan mempertahankan
  lingkungan kerja fisik yang aman,
  yang dapat dirubah untuk mencegah
  terjadinya kecelakaan
  PROGRAM KESEHATAN KERJA

►Menurut  Flippo (1984), program
 kesehatan kerja dibagi dua:
 1. Physical Health
 2. Mental Health
             1. Physical Health
► Preplacement   physical examinations
  (pemeriksaan jasmani prapenempatan)

         Physical examination for all key
► Periodic
  personnel (pemeriksaan jasmani secara
  berkala untuk personalia)

► Voluntaryperiodic physical examinations for all
  key personnel (pemeriksaan jasmani berkala
  secara sukarela untuk semua personalia)
►   A well-equipped and staffed medical dispensary (klinik
    medis yang mempunyai staf dan perlengkapan yang
    baik)

►   Availability of trained industrial hygienist and medical
    personnel (tersedianya personalia medis dan ahli
    hygiene industri yang terlatih)

►   Systematic and preventive attention devoyed to
    industrial stresses and strains (perhatian yang
    sistematik dan prefentif yang dicurahkan pada
    tekanan dan ketegangan industri)

►   Periodic and systematic inspections of provisions for
    propersanitation (pemeriksaan-pemeriksaan berkala
    dan sistematis atas ketentuan untuk sanitasi yang
    tepat)
             2. Mental Health
► Availabilityof psychiatric specialist and
  instructions (tersedianya penyuluhan
  kejiwaan dan psikiater)

► Cooperation  with outside psychiatric
  specialist and instruction (kerja sama
  dengan spesialis dan lembaga-lembaga
  psikiater dari luar organisasi)
► Educationof company personnel concerning
 the nature and importance of mental health
 problem (pendidikan personalia perusahaan
 sehubungan dengan hakikat dan pentingnya
 masalah kesehatan mental)

► Development and maintenance of a proper
 human relations program (pengembangan
 dan pemeliharaan program hubungan
 kemanusiaan yang tepat)
  TANGGUNG JAWAB
    KESEHATAN,
 KESELAMATAN, DAM
KEAMANAN KARYAWAN
   Alasan-alasan Dukungan
  Manajemen untuk Program
        Keselamatan
l Kerugian pribadi
l Kerugian finansial bagi orang yang
  cedera
l Kehilangan produktivitas
l Premi asuransi yang lebih tinggi
l Kemungkinan hukuman penjara
l Tanggung jawab sosial
Pembagian Umum Tanggung Jawab SDM

         Unit SDM                        Para Manajer
§Mengoordinasi program-program     §Memonitor kesehatan dan
kesehatan dan keselamatan          keselamatan para karyawan setiap
§Mengembangkan sistem              hari
pelaporan keselamatan              §Melatih para karyawan untuk
§Memberikan keahlian investigasi   sadar akan keselamatan
kecelakaan                         §Menginvestigasi kecelakaan-
§Memberikan keahlian teknis atas   kecelakaan
pencegahan kecelakaan              §Mengamati perilaku kesehatan
§Melatih para manajer untuk        dan keselamatan para karyawan
mengenali dan menangani situasi-   §Berkomunikasi dengan karyawan
situasi karyawan yang sulit        §Mengikuti prosedur keamanan
                                   dan merekomendasikan
                                   perubahan seperlunya
    P3K dapat dicapai apabila ada unsur-
    unsur yang mendukung, antara lain:
l   Dukungan dari pimpinan puncak
l   Ditunjuknya direktur keselamatan
l   Rekayasa pabrik dan kegiatan yang aman
l   Diberikannya pendidikan bagi semua
    karyawan untuk bertindak aman
l   Terpeliharanya catatan-catatan tentang
    kecelakaan
l   Menganalisis penyebab kecelakaan
l   Kontes keselamatan
l   Melaksanakan peraturan

                 Sumber : Flippo, 1984 dalam Panggabean (2006)
l Studi  dan rancangan lingkungan
  kerja untuk menghadapi tuntutan
  psikologis dan tuntutan fisik atas
  para individu
l Contoh: Kelelahan, Penerangan, Alat
  -alat, Susunan Peralatan, dll
Keuntungan Ergonomi
l   Lingkungan kerja yang ergonomis bukan
    hanya membantu para karyawan, namun
    juga secara bisnis à menghemat biaya
    ganti rugi karyawan
l   Meningkatkan semangat kerja
l   Menurunkan tingkat cedera
l   Memberikan tingkat pengembalian
    investasi yang positif
Sumber: Mathis & Jackson (2006)
                                  Pendekatan Organisasional
                                  •Merancang pekerjaan
                                  •Mengembangkan & mengimplementasikan
                                   kebijakan keselamatan
                                  •Menggunakan komite-komite keselamatan
                                  •Mengoordinasi investigasi keselamatan
Pendekatan
                                  Pendekatan Teknik Mesin
Manajemen                         •Merancang lokasi dan peralatan kerja
Keselamatan                       •Meninjau peralatan
Yang Efektif                      •Menerapkan prinsip ergonomi



                                  Pendekatan Individual
                                  •Menguatkan motivasi dan sikap keselamatan
                                  •Memberikan pelatihan keselamatan karyawan
                                  •Memberikan penghargaan keselamatan
                                   melalui program insentif
   PENGARUH
   FINANSIAL
BAGI PERUSAHAAN
Sumber: Mathis & Jackson (2006)

Ketidakhadiran yang Meningkat     •Membayar orang yang tidak hadir
                                  •Membayar staf pengisi

                                  •Kerugian waktu
   Kecelakaan/Kerusakan           •Biaya tuntutan medis
      Yang meningkat              •Upah para karyawan temporer
                                  •Mengganti peralatan yang rusak
                                  •Ongkos investigasi

   Kebutuhan perawatan
                                  •Biaya asuransi yang meningkat
 Kesehatan yang meningkat
                                  •Kerugian waktu karyawan
                                  •Biaya administratif

                                  •Jam-jam yang tidak produktif
                                  •Biaya penggantian barang yang
     Pencurian/penipuan            dicuri
       Yang meningkat             •Biaya memperkerjakan jasa
                                   keamanan
                                  •Ongkos hukum
Pertimbangan Hukum
l   “Occupational Safety and Health
    Administration” (OSHA)
l   Program-program kompensasi
    pekerja
l   “Common-Law Doctrine of Torts”
l   Inisiatif-inisiatif lokal
Peraturan Perundangan di Indonesia yang
         Mengatur Program K3

l Program  Keselamatan dan kesehatan
  kerja (P3K) di Indonesia diatur dalam
  UU No.1 Tahun 1970 yang dikenal
  dengan UU Keselamatan Kerja
l Undang-undang No.23 Tahun 2003
  tentang Ketenagakerjaan
 Beberapa Perusahaan Yang Mendapat
    Penghargaan Zero Accident Dari
       Pemerintah RI Thn 2008:
l PT Pupuk Kujang
l PT HM Sampoerna
l PT Batubara Bukit Asam
l PT Pelabuhan Indonesia
l PT. Samsung Elektronik
       Latihan Lapangan
l Dikerjakan berdua2
  “Seberapa Aman Universitas Saya?”
  hal:313 (Dessler)
l Dikumpul minggu depan, laporan di
  ketik A4

								
To top