Docstoc

Sepuluh Kesalahan Muslim terhadap Masjid

Document Sample
Sepuluh Kesalahan Muslim terhadap Masjid Powered By Docstoc
					                  Sepuluh Kesalahan Perilaku Muslim terhadap Masjid
                                    Oleh: Abdul Rajak Husain

                        Guru dan pemerhati Islam, tinggal di Bone Bolango

Banyak kesalahan yang dilakukan oleh kaum Muslim terhadap Masjid. Pada kesempatan ini saya
akan mengangkat 10 kesalahan. Kesalahan ini dilakukan oleh setiap Muslim, baik yang awam,
terpelajar, maupun oleh mereka yang bergelar (lulusan perguruan tinggi), berpangkat, dan
memegang jabatan dalam pemerintahan.

       Adapun kesalahan itu, antara lain, sebagai berikut.

1) Pergi ke masjid untuk salat lima waktu dan salat Jumat dengan pakaian seadanya (pakaian
   asalan). Perilaku ini SALAH karena tidak sesuai dengan sunah dan syariat Islam, sebagaimana
   firman Allah dalam Al-Quran Surah Al-A’raf ayat 31, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang
   INDAH (bagus) setiap (kamu memasuki) masjid (untuk salat).” Kita banyak menyaksikan
   perilaku yang salah ini dipraktikkan oleh kalangan berpendidikan, berpangkat, dan masyarakat
   awam di daerah yang berjuluk “Serambi Madinah” ini. Hampir setiap Jumat, banyak kantor,
   sekolah, atau instansi lain yang melaksanakan kegiatan olahraga atau kegiatan kebersihan
   dengan pakaian pakaian olahraga atau pakaian kerja, lalu pegawai, guru, atau siswa yang
   langsung ke masjid, tanpa mandi dan mengganti pakaian mereka.
2) Mendengar azan dari masjid, tetapi tidak salat di masjid. Perilaku ini jelas SALAH, karena tidak
   sesuai dengan sunah dan syariat Islam. Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah
   bersabda, "Demi Zat yang diriku berada dalam genggaman-Nya (di bawah kekuasaan-Nya).
   Sungguh aku bermaksud untuk memerintahkan mengumpulkan kayu bakar dan aku
   memerintahkan untuk salat lalu diazani (ditegakkan) salat. Kemudian aku menyuruh
   seseorang untuk mengimami manusia dan aku mendatangi rumah orang-orang yang tidak
   menghadiri salat jamaah, lalu AKU BAKAR RUMAH mereka.” Nabi saw. memerintahkan
   dengan SANGAT supaya kaum Muslimin yang laki-laki untuk melaksanakan salat wajib lima
   waktu (berjamaah) di masjid (bukan di rumah), karena ia akan mendapatkan 25 atau 27 kali
   derajat kebajikan (pahala) dibandingkan dengan apabila dia salat di rumah. Hadis lain dari Abu
   Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Salat yang paling berat bagi orang-orang
   munafik ialah salat Isya dan Subuh. Seandainya mereka tahu apa yang ada pada kedua salat
   itu, mereka akan mendatanginya walaupun dengan MERANGKAK.". (sepakat lima ahli hadis).
   Perilaku yang salah ini banyak dipraktikkan oleh umat Muslim di daerah ini, baik masyarakat
   awam, terpelajar, para guru, maupun para pejabat, bahkan oleh yang mereka dianggap
   terpandang. Bahkan ada yang mendengar azan dari masjid, tetapi mereka tidak berhenti kerja,
   ada yang sengaja menunda waktu salat, bahkan ada yang TIDAK SALAT sama sekali. Ini ‘kan
   sudah SANGAT PARAH. Mengaku Muslim, tetapi malah TIDAK SALAT. Padahal salat itu sebagai
   batas (pembeda) antara Muslim dan orang kafir. Nabi saw bersabda: "Batas antara seorang
   Muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan salat." (HR Muslim)
   “Perjanjian antara kita dan mereka adalah salat, maka barang siapa yang meninggalkan salat
   berarti ia kafir.” (HR Ahmad dan At-Tirmidzi)
3) Mengumandangkan azan sebelum waktunya.                Salah satu fungsi dan tujuan utama
   dikumandangkan azan adalah untuk memberitahukan kaum Muslimin tentang MASUKNYA
   WAKTU salat wajib lima waktu, sekaligus mengajak mereka untuk melaksanakan salat wajib
   lima waktu di masjid. Masuknya waktu salat itu merupakan salah satu SYARAT sahnya salat
   wajib lima waktu itu. Karena itu, sangat disayangkan beberapa masjid di Provinsi Gorontalo ini
   yang para Takmirul Masjidnya yang masih membiarkan, tidak peduli, atau yang tidak tahu

                                                                                           Page | 1
   tentang masalah ini. Di beberapa masjid para muazin sering mengumandangkan azan sebelum
   masuk waktunya. Yang tentu saja ini bisa menyebabkan salat lima waktu pada saat itu menjadi
   TIDAK SAH. Ini tentu menjadi tanggung jawab para muazin, para Takmirul Masjid, warga
   masyarakat, atau pemerintah setempat yang membiarkan hal itu terjadi. Perilaku ini jelas
   SALAH.
4) Sering menunda waktu salat. Banyak di antara kaum Muslimin yang sering menunda-nunda
   waktu pelaksanaan waktu salat, bahkan tidak salat sama sekali. Mereka lebih mementingkan
   pekerjaan mereka daripada menyembah Allah swt. yang menciptakan mereka, sekaligus akan
   meminta pertanggungjawaban mereka. Jelas ini SALAH, menyalahi kodrat atau hakikat
   penciptaan manusia, sebagaimana firman Allah, “Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia
   melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 ). Perilaku sering
   menunda waktu salat juga mendapatkan ancaman dari Allah swt. sebagaimana firman Allah,
   “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya” (QS
     Al-Maun: 4-5). Para ulama menafsirkan bahwa orang—orang yang lalai dari salatnya adalah orang yang
     ria dalam salat, sering menyia-nyiakan (menunda-nunda) waktu salat, dan tidak menjaga perilaku
     sesuai dengan hakikat salat. Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya salat itu dapat mencegah perbuatan
     keji dan mungkar" (QS. AI-'Ankabut: 45). Jika orang-orang yang sering menunda waktu salat, itu
     mendapat ancaman sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surah Al-Maun: 4-5 di atas, maka orang
     yang TIDAK SALAT, sudah dipastikan akan masuk ke dalam NERAKA, sebagaimana firman Allah, "Apakah
     yang memasukkan kamu ke dalam (neraka) Saqar? Mereka menjawab: "Kami dahulu TIDAK TERMASUK
     orang-orang yang mengerjakan salat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,” (QS Al-
     Muddatsir: 42-44).
5)   Masuk ke dalam masjid dengan kaki kiri,
6)   Keluar masjid dengan kaki kanan,
7)   Tidak membaca doa masuk masjid, dan
8)   Tidak membaca doa keluar masjid.
     Perilaku-perilaku di atas jelas SALAH, karena tidak sesuai dengan sunah dan tuntunan Nabi saw. Masuk
     ke dalam masjid adalah sebuah perbuatan yang baik sehingga harus dimulai dengan kaki kanan dan
     meninggalkan masjid berarti meninggalkan tempat yang penuh berkah sehingga langkah kita harus
     dimulai dengan kaki kiri. Membaca doa masuk masuk dan keluar masjid adalah doa yang sangat singkat
     sehingga sangat rugilah kita bila masuk/ keluar masjid tanpa membacanya. Karena Allah swt. akan
     membalas semua amal kita (baik amal yang baik maupun amal yang buruk) sekecil bijih zarah (butir
     atom yang lebih kecil daripada butiran tepung atau debu yang berterbangan). Allah swt. berfirman,
     “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.
     Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)
     nya pula.” (QS Az Zalzalah: 7-8). Doa masuk masjid, “Allahummaftahliii abwaaba rahmatika” Artinya, ‘ya
     Allah bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu’, sedangkan doa keluar masjid, “Allahumma inniii as'aluka
     min fadl-lika”. Artinya, ‘ya Allah, aku mohon keutamaan daripada-Mu.’ Empat perbuatan atau perilaku
     yang sangat kecil di atas (masuk masjid dengan kaki kanan, keluar masjid dengan kaki kiri, dan
     membaca doa waktu masuk/ keluar masjid) dapat mengantarkan kita masuk ke dalam surga yang
     penuh dengan kenikamatan yang belum pernah terlihat oleh mata kita, terdengar oleh telinga, atau
     terlintas dalam hati kita. Dari Abu Huroiroh, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
     bersabda : “Allah telah berfirman: Aku telah menyiapkan bagi hamba-hamba-Ku yang saleh (di surga)
     kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah terlihat oleh mata-mata, dan tidak pernah terdengar oleh
     telinga-telinga, dan tidak pernah terbetik dalam benak (hati) manusia.”
9)   Tidak menyempurnakan wudu. Masih banyak kalangan, baik yang awam tentang Islam, siswa yang
     masuk golongan terpelajar, dan bahkan dari kalangan yang berpendidikan tinggi dan memangku
     jabatan penting yang masih tidak memperhatikan hal ini. Misalnya, mereka tidak membasuh tangan
     hingga SIKU mereka atau bagian-bagian yang lain termasuk hal wajib dalam berwudu. Jelas ini SALAH,
     karena wudu merupakan salah satu kunci diterima atau tidaknya salat kita. Nabi saw. bersabda, “Allah



                                                                                                   Page | 2
    tidak menerima doa (salat) tanpa bersuci (wudu) dan tidak menerima sedekah dari hasil penipuan." (HR
    Muslim).
10) Merokok di masjid. Merokok adalah sesuatu yang sangat membahayakan bagi kesehatan manusia dan
    dapat sangat dianjurkan oleh ilmu kesehatan untuk sejauh mungkin dihindari. Nabi saw. melarang
    segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan (menjadikan lemah). Merokok dapat menyebabkan
    kita lemah karena dapat menyebabkan berbagai penyakit. Karena itu, sebagian ulama menggolongkan
    merokok sebagai hal yang diharamkan. Sebagian yang lain, masih menganggapnya sebagai hal yang
    makruh. Namun, begitu merokok dalam masjid merupakan hal yang buruk. Karena itu, merokok dalam
    masjid adalah suatu perbuatan yang SALAH, tidak sesuai dengan sunah dan tuntunan Islam. Merokok
    dalam masjid dapat mengganggu jamaah lain yang tidak merokok, baik karena baunya maupun asap
    yang ditimbulkannya.

   Demikian sepuluh kesalahan yang sering dilakukan oleh umat Islam terhadap Masjid, semoga ada
   manfaatnya.




                                                                                                Page | 3
    Sepuluh Pandangan dan Perilaku Muslim yang Keliru terhadap Syariat Islam
                                      Oleh: Abdul Rajak Husain

                        Guru dan pemerhati Islam, tinggal di Bone Bolango

Pada tulisan terdahulu, saya telah mengangkat 10 kesalahan perilaku Muslim yang salah terhadap
Masjid, yaitu (1) pergi salat lima waktu atau salat Jumat di Masjid dengan pakaian seadanya
(seharusnya dengan pakaian yang bagus (indah); (2) mendengar azan dari masjid, tetapi tidak salat
di Masjid; (3) mengumandangkan azan sebelum waktunya; (4) sering menunda waktu salat atau
bahkan tidak salat lima waktu sama sekali; (5) masuk Masjid dengan kaki kiri (seharusnya dengan
kaki kanan); (6) keluar masjid dengan kaki kanan (seharusnya dengan kaki kiri); (7) tidak membaca
doa masuk Masjid (padahal doanya sangat singkat: “Allahummaftahliii abwaaba rahmatika”, yang
artinya, ‘ya Allah bukalah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu’; (8) tidak membaca doa keluar masjid (doanya
juga sangat singkat): “Allahumma inniii as'aluka min fadl-lika”, yang artinya, ‘ya Allah, aku mohon
keutamaan daripada-Mu’; (9) tidak menyempurnakan wudu; dan (10) merokok di dalam masjid.

Pada kesempatan ini saya akan menurunkan paparan tentang sepuluh pandanagn dan perilaku Muslim
yang keliru terhadap Islam, sebagai berikut.

(1) Menganggap bahwa imsak adalah batas untuk makan dan minum bagi seorang Muslim yang
   akan berpuasa pada hari itu. Di mana-mana di Indonesia dalam jadwal puasa atau jadwal salat
   wajib lima waktu, yang biasanya dikeluarkan oleh Kementerian Agama, dicantumkan waktu
   imsak, yaitu 10 menit sebelum azan Subuh. Sebagian Muslim menganggap bahwa mereka
   SAMA SEKALI tidak boleh makan atau minum setelah waktu imsak tersebut. Pendapat atau
   pandangan seperti itu jelas keliru (salah), menyelisihi tuntunan Rasulullah saw. dalam
   sabdanya, “Ibnu Umar dan Aisyah r.a. mengatakan bahwa Bilal biasa berazan pada malam hari. Maka,
   Rasulullah bersabda, "Makanlah dan minumlah sampai IBNU UMMI MAKTUM mengumandangkan
   AZAN. Karena Ibnu Ummi Maktum tidak berazan sebelum terbit fajar." (HR Bukhari). Dari hadis
   tersebut, jelas bagi kita bahwa azan Subuh pada zaman Nabi saw. ada dua kali, yaitu azan pertama
   dilakukan oleh BILAL, yang dikumandangkan pada malam hari, sebelum terbit fajar (belum masuk
   waktu Subuh), sedangkan azan yang kedua dikumandangkan oleh IBNU UMMI MAKTUM, yang
   dilakukannya pada saat terbit fajar (masuk waktu untuk salat Subuh). Dalam hadis tadi, jelas Nabi saw.
   bersabda, “Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan azan.” Jadi,
   larangan untuk tidak makan atau minum SAMA SEKALI itu adalah azan Subuh, sebagai pertanda fajar
   sudah terbit. Bagaimana dengan IMSAK? Meminjam istlah yang dipopularkan oleh Uztad Moh. Aldes
   Ilahude (Kadi Bone Bolango), imsak adalah ibarat lampu kuning dalam lalu lintas, yaitu pertanda bahwa
   kita harus siap-siap untuk berhenti. Waktu imsak adalah waktu untuk bersiap-siap untuk menghentikan
   segala aktivitas kita dari makan dan minum, atau aktivitas yang dapat membatalkan puasa kita. Jadi,
   ketika kita masih makan atau minum pada waktu imsak, maka puasa kita masih tetap sah. Hanya
   sebaiknya, kita berhenti pada saat itu.
(2) Perbedaan pendapat di kalangan umatku adalah rahmat. Dulu istilah ini sangat banyak
   dipakai, dan dipopularkan oleh banyak kalangan, baik orang yang awam terhadap agama
   maupun oleh mereka yang dianggap paham terhadap agama (guru agama, uztad, dai, dsb.).
   Bahkan, ada yang menganggapnya sebagai hadis. Banyak ulama ahli hadis yang menolak
   pendapat atau ungkapan tersebut, bahkan ada yang menolaknya dengan SANGAT. Misalnya,
   Imam as-Subkiy berkata, “(Hadits ini) tidak dikenal di kalangan para ulama hadis dan saya (Imam as-
   Subkiy) tidak mengetahui ada sanad yang sahih, daif, atau maudu (palsu) mengenainya”. Bahkan
   Imam Syaikh Muhammad Luthfiy menulis bahwa, “Perbedaan pendapat itu bukanlah rahmat, tetapi
   bencana akan tetapi ia merupakan hal yang tidak bisa dihindari sehingga yang dituntut adalah (kita)
   selalu berada di dalam koridor syariat dan tidak menjadi sebab perpecahan, perselisihan, dan perang.
   Di samping itu, ungkapan tersebut sangat jauh dari anjuran Allah swt. dalam Al-Quran,

                                                                                                 Page | 4

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:51
posted:9/14/2013
language:
pages:4