Asam Perklorat by GybsonZhea

VIEWS: 1 PAGES: 29

Asam perklorat adalah asam oksidator kuat, berupa cairan tidak berwarna. Asam perklorat digunakan untuk pendahulu garam perklorat khususnya amonium perklorat, yang penting untuk bahan bakar roket

More Info
									Pengetahuan Bahan Kimia

Asam Perklorat
Oleh : Yoga Gunawan
105970
                   MATERI
Identitas bahan

 Simbol / label
                                         Ekologi
    bahaya        Perlindungan
                    personal
  Pertolongan                            Informasi
   pertama        Sifat fisika dan      lingkungan

 Pencegahan            kimia             Informasi
  kebakaran                            transportasi
                  Stabilitas dan
Tumpahan dan        reaktifitas         Informasi
  kebocoran                            keselamatan

Penanganan dan      Toksikologi
                                     Pembuatan bahan
 penyimpanan

                                        Kegunaan
             IDENTITAS BAHAN

Rumus molekul      : HClO4
Nomor katalog      : 100518
Nama produk        : Perchloric acid 60% GR
                      for analysis ACS
Struktur molekul   :
               INFORMASI BAHAN
Nama kimia    : perchloric acid
Konsentrasi   : 60%
CAS-No        : 7601-90-3
EC-No         : 231-512-4
EC-index-No   : 017-006-00-4
Klasifikasi   : R5
                 O; R8
                 C; R35
                 INFORMASI LAIN
Asam perklorat adalah asam oksidator kuat,
 berupa cairan tidak berwarna.
Asam perklorat digunakan untuk pendahulu
 garam perklorat khususnya amonium perklorat,
 yang penting untuk bahan bakar roket.
Nama lain bahan :
  ØAsam klor (VII)
  ØPerchloric acid
  ØChloric (VII) acid
  ØHydronium perchlorate
SIMBOL / LABEL BAHAYA

  Bahan kimia yang karena reaksi
  kimianya dapat mengakibatkan
  kerusakan apabila kontak dengan
  jaringan tubuh atau bahan lainnya


  Bahan kimia yang dalam reaksinya
  dapat menghasilkan oksigen sehingga
  dapat menyebabkan kebakaran pada
  bahan-bahan lainnya
        SIMBOL BAHAYA MENURUT NFPA
            NFPA Rating
             •Health: 3
    o           Berakibat serius pada keterpaan
                singkat meskipun ada pertolongan
3       3
             •Flammability: 0
                Bahan tidak dapat dibakar sama
                sekali
             •Reactivity: 3
                Mudah meledak tapi memerlukan
                penyebab panas dan tumbukan kuat
    INFORMASI KESELAMATAN MENURUT GH
 Pernyataan Bahaya
    H271: Bisa menyebabkan kebakaran atau ledakan; oksidator kuat.
    H314: Menyebabkan luka bakar kulit dan kerusakan mata.
 Pernyataan Pencegahan
    P210: Jauhkan dari panas / percikan api / nyala api terbuka /
     permukaan yang panas. - Dilarang merokok.
    P280: Pakailah sarung tangan pelindung / pakaian pelindung /
     pelindung mata / pelindung wajah.
    P301 + P330 + P331: Jika tertelan: mulut dibilas. Hindari muntah.
    P305 + P351 + P338: Jika terkena mata: Bilas hati-hati dengan air
     selama beberapa menit. Lepas lensa kontak jika digunakan dan mudah
     dilakukan. Lanjutkan pembilasan.
 Informasi bahaya tambahan
    Danger
   TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA
             KECELAKAAN

Setelah terhirup      Hirup udara segar dan segera panggil dokter.


Setelah kontak         Cuci dengan air yang banyak, oles dengan
  pada kulit       polyethilene gycol 400 dan segera panggil dokter.


Setelah kontak      Bilaslah dengan air yang banyak dengan kelopak
  pada mata          mata terbuka lebar dan segera panggil dokter.


                   Beri air minum yang banyak kepada korban, hindari
Setelah tertelan
                            muntah dan segera panggil dokter.
     TINDAKAN PENCEGAHAN KEBAKARAN
Jauhkan dari bahan yang mudah menyala.
Kebakaran akibat reaksi dengan oksidator seperti
 asam perklorat ini lebih sulit dipadamkan karena
 menghasilkan oksigen sendiri.
Jangan berada di zona berbahaya tanpa peralatan
 pelindung yang sesuai.
Dinginkan bahan dengan menyemprotkan air dari
 jarak yang aman.
Cegah air pemadam kebakaran memasuki air
 permukaan atau air tanah.
TINDAKAN TERHADAP TUMPAHAN DAN KEBOCO
                         Jangan menghirup uap / aerosol
     Tindakan
 pencegahan untuk         Hindari kontak dengan bahan
  personil terkait
                      Pastikan pasokan udara segar di dalam
                                 ruangan tertutup

      Tindakan
                        Jangan biarkan memasuki sistem
   perlindungan
                         pembuangan air, risiko meledak
    lingkungan

                     Serap dengan bahan penyerap cairan dan
    Prosedur                        penetral
  pembersihan /
                            Teruskan ke pembuangan
   penyerapan
                           Bersihkan area yang terkena
    PENANGANAN DAN PENYIMPANAN
                 Jagalah kebersihan semua wadah,
                peralatan dan tempat kerja. Ledakan
Penanganan
                      perklorat mungkin terjadi

                        Tertutup sangat rapat.
                Simpan secara terpisah atau bersama-
Penyimpanan   sama dengan bahan pengoksidasi lain dan
                jauhkan dari sumber nyala atau panas.
                    Simpan pada 50C hingga 30oC

Persyaratan       Wadah jangan terbuat dari logam
  wadah

   Kelas        LGK 5.1A : bahan-bahan pengoksidasi
penyimpanan
  KONTROL PEMAPARAN / PERLINDUNGAN PERS

 Pernapasan       : diperlukan ketika uap/aerosol dihasilkan
                     filter B (menurut DIN 3181) untuk gas
                     dan uap inorganik
 Mata/muka        : goggles dan pelindung muka
 Tangan           : dengan kontak penuh
                    Bahan sarung tangan   : getah alam
                    Ketebalan lapisan     : 0,6 mm
                    Waktu terobosan       : > 480 min.
                    pada saat terkena percikan
                    Bahan sarung tangan   : getah alam
                    Ketebalan lapisan     : 0,6 mm
                    Waktu terobosan       : > 480 min.
 Peralatan lainnya : pakaian pelindung tahan asam
                        SIFAT FISIKA
 Wujud zat               : cairan
 Warna                   : tak berwarna
 Bau                     : tak berbau
 Nilai pH                : bersifat asam kuat (20)
 Titik didih             : ~160oC
 Titik lebur             : tidak tersedia
 Suhu penyalaan          : tidak tersedia
 Titik nyala             : tidak tersedia
 Densitas                : 1,53 g/cm3 (150)
 Bobot molekul           : 100,46 g/mol
 Kelarutan dalam air     : dapat larut (200)
                 SIFAT KIMIA

Bereaksi dengan larutan natrium hidroksida
 membentuk larutan natrium perklorat.
     NaOH + HClO4  NaClO4 + H2O
Termasuk asam kuat dan oksidator kuat.
Larut sempurna dalam air.
Higroskopis.
Mempunyai oksigen berlebih yang bisa
 meningkatkan bahaya kebakaran.
             KEKUATAN ASAM
Urutan kekuatan asam
     HClO < HClO2 < HClO3 < HClO4
Kekuatan asamnya akan semakin besar
 dengan semakin banyaknya oksigen yang
 terikat pada atom pusat.
Kekuatan asam akan semakin besar dengan
 semakin besarnya bilangan oksidasi atom
 pusat
            MENGAPA DEMIKIAN?
Menurut Bronsted-Lowry asam adalah donor
 proton, jadi kekuatan asam ditentukan oleh
 seberapa mudah suatu jenis asam untuk
 mendonorkan protonnya.
Semakin mudah suatu jenis asam mendonorkan
 protonnya maka keasamannya akan semakin kuat
 begitu juga dengan sebaliknya.
Mudah tidaknya suatu jenis asam untuk
 mendonorkan protonnya dapat dilihat dari
 seberapa besar harga Ka dan seberapa besar
 asam tersebut terionisasi dalam larutan.
 Reaksi senyawaan HClO, HClO2, HClO3, dan HClO4 yang
  terionisasi dalam air.
       HClO + H20 → H3O+ + ClO–
       HClO2 + H20 → H3O+ + ClO2–
       HClO3 + H20 → H3O+ + ClO3–
       HClO4 + H2O → H3O+ + ClO4–

 Semakin besar jumlah asam yang terionisasi maka
  asam tersebut akan semakin kuat dan sebaliknya.
           STABILITAS DAN REAKTIVITAS
 Stabilitas:
     Tidak stabil pada suhu dan tekanan biasa dan
     dapat mengalami dekomposisi ledakan, terutama
     pada suhu tinggi
 Kondisi yang harus dihindari:
     Penghangatan (bersifat eksplosif)
 Bahan yang harus dihindari:
     acetonitrile, alkohol, logam oxidessulfoxides,
     ethers, fluorine, hydrogen halides, halogenated
     hydrocarbon, nitric acid, sulfuric acid, acetic
     acid, senyawa organik yang mudah menyala,
     hydrogen, logam, dan antimony oxide.
 Reaksi eksotermik dengan ketones dan phosphides.
                           TOKSIKOLOGI
 Toksisitas akut
       LD50 (oral, tikus): 1100 mg/kg.
 Sifat yang harus diantisipasi:
  Bahan korosif kuat
                                  Terbakar pada membran
   Setelah menghirup uap           mukosa dan paru-paru

   Setelah kontak dengan                  Terbakar
            kulit

   Setelah kontak dengan            Terbakar dan berisiko
            mata                         kebutaan

                                 Terbakar pada esofagus dan
      Setelah tertelan                      perut
                      EKOLOGI
Lingkungan Toksisitas:
 LC 20 / 2.000 ppm/goldfish/24 jam. Bahan ini
 dapat menjadi racun bagi kehidupan air.
Efek biologik
  efek berbahaya akibat perubahan pH
   membentuk campuran toksik dan korosif dengan
   air walaupun jika diencerkan
  Jangan biarkan memasuki perairan, air limbah,
   atau tanah
   Kelas pencemaran    WGK 1 : agak berbahaya untuk air
        PERTIMBANGAN PEMBUANGAN

Disposal 12:
  dilarutkan atau dihidrolisis dengan mengaduk
   perlahan di dalam air es dan dinetralkan dengan
   natrium hidroksida.
  Cek pH dengan indikator pH. Lalu ditempatkan
   pada wadah D.
    HClO4 + NaOH  NaClO4 + H2O
            INFORMASI TRANSPORTASI
Jalan dan rel ADR, RID
  UN 1873 PERCHLORSAEURE, 5.1 (8), I
Jalur perairan pedalaman (sungai)       ADN
laut IMDG-Code
  UN 1873 PERCHLORIC ACID, 5.1 (8), I
  Ems F-A S-Q
Udara
  UN 1873 PERCHLORIC ACID, 5.1 (8), I
  CAO   5.1 (8), I
       INFORMASI KESELAMATAN
          R-Frasa : 5-8-35

R5          Pemanasan dapat menimbulkan ledakan



        Dapat menimbulkan kebakaran jika terkena bahan
R8                  yang mudah terbakar.



R 35         Mengakibatkan luka bakar yang parah.
          S-FRASA : 23-26-36-45

   S 23                 Jangan menghirup uap.


                 Jika terkena mata, segera bilas dengan
   S 26         banyak air dan dapatkan bantuan medis.


               gunakan pakaian pelindung, sarung tangan,
S 36/37/39       dan pelindung mata/muka yang sesuai.


                Jika terjadi kecelakaan atau merasa tidak
   S 45           enak, segera dapatkan bantuan medis.
              PEMBUATAN BAHAN
 Mereaksikan natrium perklorat dengan kelarutan air
  tinggi (209 g/100 mL air pada suhu kamar) dengan
  asam klorida.
      NaClO4 + HCl  NaCl + HClO4
 Mereaksikan barium perklorat dengan asam sulfat
  pekat yang menghasilkan endapan barium sulfat dan
  asam perklorat dalam larutan.
      BaClO4 + H2SO4  BaSO4  + HClO4
 Mencampurkan asam nitrat dengan amonium perklorat.
  Reaksinya menghasilkan NO2, asam perklorat dan ion
  amonium.
      HNO3 + NH4ClO4  NO2 + HClO4 + NH4+
                KEGUNAAN

Reagen untuk analisis
Produksi bahan kimia
Untuk mendegradasi zat organik
Sebagai komposisi bahan peledak
Sebagai pendahulu untuk amonium
 perklorat yang digunakan sebagai bahan
 bakar roket.
    HClO4 + NH3 → NH4ClO4
                   DAFTAR PUSTAKA
 http://belajarkimia.com/urutan-kekuatan-asam-larutan-hcl-
  hclo-hclo2-hclo3-dan-hclo4
 http://en.wikipedia.org/wiki/Perchloric_acid
 Chemdat, Merck – MSDS Asam Perklorat
 http://chemweb.unp.ac.za/chemistry/Physical_Data/pKa_v
  alues.htm
 http://209.85.175.104/search?q=cache:WLXGgmmeJBAJ:r
  esearch.chem.psu.edu/brpgroup/pKa_compilation.pdf+pKa
  +values&hl=en&ct=clnk&cd=1&gl=in
 http://www.merck-chemicals.com/perchloric-acid-60-
  percent/MDA_CHEM-
  100518/p_uuid?WT_oss=100518&WT_oss_r=1
 http://www.jtbaker.com/msds/englishhtml/p1564.htm
TERIMA KASIH

								
To top