Docstoc

Pengertian Iptek

Document Sample
Pengertian Iptek Powered By Docstoc
					     Pengertian IPTEK
     IPTEK sebagai singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
             IPTEK adalah suatu yang sangat berkaitan dengan teknologi, definisi lebih
     lengkap tentang teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuh
     kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga menggunakan
     teknologi.
     IPTEK dalam Kehidupan Sehari-hari
             Tanpa disadari untuk beraktifitas melakukan pekerjaan sehari-hari mulai
     pagi dari rumah kesekolah dan kembali kerumah, kamu menggunakan IPTEK.
     Seseorang menyatakan bahwa manusia sudah menggunakan teknologi seja zaman
     dahulu kala, seperti memecahkan kemiri dengan batu atau memetik buah dengan
     galah sebagai teknologi sederhana.
     Masalah Lingkungan Hidup dan perlunya IPTEK
1.    Krisis Air
2.   Banjir
3.   Krisis Pangan dan Lahan
4.   Sampah
     IPTEK dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup
1.    Biopori
         Biopori adalah lubang-lubang didalam tanah yang terbentuk akibat berbagai
     aktifitas organisma didalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan
     fauna tanah lainya.
      Cara Pembuatan Biopori

1) Buat lubang silindris secara vertical kedalam tanah dengan diameter 10 cm.
2) Mulut lubang dapat diperkuat dengan semen selebar 2-3 cm dengan tebal 2 cm di
   sekeliling mulut lubang.
3) Isi lubang dengan samah organic yang berasal dari sampah dapur, sisa tanaman,
   dedaunan, atau pengkasan rumput.
4) Sampah organic perlu selalu ditambahkan ke dalam lubang yang isinya sudah
   berkurang dan menyusut akibat proses pelapukan.

     Lokasi Pembuatan

        Lubang resapan biopori dapat dibuat di dasar saluran yang semula dibuat
     untuk membuang air hujan. Biopori dibuat dihalaman rumah dengan mulut lubang
     disemen untuk dudukan loster sebagai penutup.



     IPTEK DAN IMAN KRISTEN
oleh: Pdt. Dr. Ichwei G. Indra, Th.M.

PENDAHULUAN

Pada tahun 1991 dunia digemparkan oleh berita bahwa Perancis telah
menghasilkan kereta rel tercepat di dunia yang diberi nama Train de Grand Vitesse
(TGV), yang mampu melaju dengan kecepatan 300 Km/Jam hingga 513 Km/Jam.
TGV Perancis ini menggambarkan betapa IPTEK telah berkembang dengan pesat
pada beberapa dekade terakhir ini.

Dalam kenyataannya, di satu pihak memang IPTEK dan produk-produknya telah
banyak memberikan manfaat, kemudahan, kenyamanan, kesenangan, dan
menolong kehidupan umat manusia. Namun di pihak lain, kita perlu menyadari
bahwa sejak lahirnya, IPTEK juga selalu membawa pengaruh, akibat-akibat, dan
risiko-risiko negatip yang tidak kecil nilainya, bahkan sering harus dibayar berlipat
dari nilai produk IPTEK itu sendiri.

Itulah sebabnya, terhadap topik bahasan kita "IPTEK dan Iman Kristen," sebuah
pertanyaan yang ingin saya ajukan ialah bagaimanakah menempatkan nilai moral
Kristen (tanpa mengubah nilai itu) di tengah-tengah era teknologi yang melaju
dengan cepat? Untuk menjawab pertanyaan ini ada tiga hal yang perlu kita selidiki:

I. Adakah IPTEK dalam Alkitab?

Sebelumnya, kita perlu membedakan ilmu pengetahuan dari teknologi. Ilmu
pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana
pengujian kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku sistem. Sedangkan
teknologi, berasal dari dua kata Yunani tekhne (=pekerjaan) dan logos, berarti suatu
studi peralatan, prosedur dan metode yang digunakan pada berbagai cabang
industri. Dari pengertian ini bisa dilihat bahwa ilmu pengetahuan cenderung berpijak
pada teori, sedangkan teknologi merupakan suatu ilmu terapan. Namun jika kita
selidiki dengan seksama maka kita akan menemukan adanya kesamaan, yaitu
keduanya bersangkut-paut dengan ide manusia dan berobjek pada alam semesta.

Nah! Karena menyangkut ide manusia dan alam semesta, sebenarnya IPTEK sudah
dimulai sejak zaman Alkitab atau sejak awal sejarah manusia. Secara filosofis,
setelah kejatuhan ke dalam dosa, ide dan pemikiran manusia selalu dipengaruhi
oleh dua kekuatan: manusia dengan ide dan pemikiran yang telah dipulihkan oleh
Allah atau ide dan pemikiran yang tetap dalam dosa. Dua pengaruh ini akan tampak
terlihat pada tujuan dan karya-karya manusia dalam IPTEK. Beberapa contoh dapat
saya ketengahkan sebagai berikut:

Pertama, dalam sejarah air bah dengan jelas bahwa Allah memerintahkan Nuh
membuat kapal untuk menyelamatkan ia dan keluarganya dari kebinasaan akibat
air bah dan kebobrokan moral dunia pada waktu itu. Dimensi ruang dalam kapal
ataupun bahan telah ditentukan oleh Allah (Kej 6:14-15).

Kedua, ketika Musa diperintahkan untuk membuat Kemah Suci (Kel 25:9), Allah
sendiri telah menjadi arsitek yang merencanakan ruang-ruang, dimensi dan bahan
untuk kemah suci tersebut (Kel 25:1-27:21). Kemudian kita membaca bahwa
kemuliaan Allah memenuhi Kemah Suci tersebut (Kel 40:35).

Ketiga, tentang Bait Suci dan istana yang dibangun oleh Salomo (1 Raj 7-8). Dari
contoh-contoh di atas dapat dilihat bahwa Allah tidak pernah menghalangi ataupun
menutup segala perkembangan IPTEK. Kita pun melihat dalam contoh-contoh ini
bahwa setiap teknologi selalu di kaitkan dengan keselamatan dan maksud Allah
terhadap manusia dan dunia.

Akan tetapi di sisi lain, kita akan melihat bahwa Allah juga menentang setiap
penciptan teknologi yang bermotivasikan kebesaran diri, kelompok, ataupun
bangsa. Beberapa contoh dapat saya ketengahkan sebagai berikut:

Keempat, ketika Allah memporak-porandakan Babel (Kej 11:1-9), yang ditentang
bukanlah pendirian kota dan menara Babelnya tapi motivasi mereka yang mencari
nama dan ingin menyamai Allah (Kej 11:4).

Kelima, kemewahan, gemerlap teknologi di zaman Salomo dapat menyebabkan dia
banyak mengoleksi wanita asing sehingga dia kemudian jatuh kepada penyembahan
berhala (1 Raj 11:1-13).

Keenam, Ketika murid-murid menunjuk pad bangunan Bait Suci, Yesus mengatakan
bahwa bangunan tersebut akan diruntuhkan (Mat 24:1-2).

Ketujuh, Tuhan Yesus juga menentang penyalahgunaan fungsi Bait Suci yang
dibangun selama empat puluh enam tahun menjadi arena komersil (Yoh 2:16).

Dari tinjauan Alkitab ini bisa disimpulkan bahwa IPTEK telah dimulai sejak awal
sejarah manusia. Manusia memiliki daya cipta IPTEK karena dia diciptakan sebagai
gambar Allah dan sebagai pribadi yang berakal budi. Allah sendiri adalah pencipta
alam semesta, pendorong dan pencetus ide terhadap lahirnya IPTEK. Kita harus
ingat bahwa Yesus sendiri adalah tukang kayu (Mrk 5:3). Ia adalah seorang yang
mengerti pondasi dan mekanika tanah (Mat 7:24-27). Allah tidak pernah membatasi
daya cipta dan kreasi manusia akan IPTEK. Namun perlu juga dicatat bahwa ide dan
tujuan penciptaan IPTEK dan produknya oleh manusia akan dipengaruhi oleh
pandangan-pandangannya terhadap Allah, manusia dan alam semesta.

II. Hasil-hasil IPTEK dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Manusia

Secara ringkas dapat disebutkan hasil positip dan hasil negatip dari IPTEK. Secara
positip, hasil dan penemuan teknologi telah banyak memberikan manfaat dan
kemudahan bagi umat manusia. Bila pada masa lalu seorang perencana bangunan
bertingkat memerlukan berhari-hari ataupun berbulan-bulan dalam melakukan
perhitungan-perhitungan struktur, kini dengan bantuan software bisa dilakukan
dengan waktu kurang dari seminggu dalam kondisi ketelitian dan ketepatan yang
jauh lebih tinggi. Demikian pula perkembangan teknologi dalam dunia kedokteran
telah banyak membantu analisis dan penangan pasien secara lebih tepat dan
cermat.
Dengan perkembangan video, TV, antene parabola, satelit komunikasi, komunikasi
antarkota, antarpulau dan bahkan antarbenua bukan merupakan suatu kesulitan
yang besar. Penginjilan pun dapat dilakukan dengan mudah memakai hasil-hasil
teknologi tersebut. Revolusi dalam teknologi transportasi seperti pesawat terbang,
kereta listrik, kapal laut ataupun perkembangan mobil, telah memungkinkan suatu
perjalanan yang cepat, aman dan nyaman. Dunia rumah tangga juga mengalami
terobosan teknologi yang revolusioner, alat dapur, mesin cuci sampai pemotong
rumput telah banyak membantu manusia dalam menghemat waktu dan tenaga
dalam tugas-tugas rumah tangga.

Namun demikian harus pula kita akui bahwa di samping keuntungan-keuntungan
kita dapati pula kerugian-kerugiannya dari hasil perkembangan IPTEK. Beberapa
krisis yang dapat timbul, misalnya, sebagai dampak IPTEK adalah:

Pertama, krisis sosial-ekonomi. Perkembangan teknologi yang cepat akan memacu
para produsen untuk terus mengadakan pembaruan terhadap produknya agar
mereka bisa menguasai pasar dan memiliki daya saing yang kuat di pasaran.
Ambilnya contoh suatu produk komputer dan software pada IBM-PC, hampir setiap
tahun mereka selalu menawarkan pembaruan dan produk baru. Akibatnya,
masyarakat mau tidak mau juga harus dipacu untuk terus hidup mengikuti
perkembangan teknologi. Untuk mengikuti perkembangan teknologi perlu suatu
biaya yang tidak kecil, sehingga hanya mereka yang memiliki finansial yang kuat
sajalah yang akan dapat mengambil manfaat dari perkembangan teknologi tersebut.
Di sisi lain, kemajuan teknologi juga banyak mengurangi tenaga manusia untuk
diganti dnegan tenaga mesin, sehingga krisis pengangguran menjadi bagian yang
tak terpisahkan dari suatu era teknologi.

Kedua, krisis media. Kemajuan dalam setiap produk teknologi telah memungkinkan
nilai-nilai yang amoral seperti ide-ide pornografi, kekejaman dan sadistis dapat
disalurkan dan dinikmati melalui TV, video, disket komputer dan lain-lain, secara
sempurna. Kenyataan ini secara tidak langsung telah menawarkan model-model
keriminalitas dalam suatu masyarakat, sehingga mereka didorong melakukan hal
yang sama, sehingga, bukanlah hal yang mustahil bila masyarakat memasuki "nilai-
nilai" yang disesuaikan dengan teknologi yang ada. Sebagai contoh, hubungan seks
tanpa nikah saat ini merupakan hal yang normal bagi masyarakat karena mereka
banyak melihat model baik melalui koran, televisi ataupun film, baik dari luar maupun
dalam negeri. Lebih dari itu televisi menjadikan manusia memiliki hobi baru, yaitu
sebagai penonton; sedangkan waktu-waktu utnuk berdoa, bekerja menjadi
terabaikan karena acara-acara televisi lebih menarik perhatian.

Ketiga, krisis mental. Manusia menjadi egois, tak pernah memperhatikan orang lain,
memburu kemewahan dan kekayaan, memandang rendah agama. Mentalitas lain
yang berkembang dalam era teknologi saat ini adalah mental kompromi, suatu
mental yang menginginkan berpijak pada dua dunia sekaligus. Mentalitas yang
menerima dan berbuat kenyataan yang salah meskipun dia mengetahui hal itu
bertentangan dengan nilai-nilai kebenaran. Inilah suatu era di mana banyak orang
Kristen kehilangan wajahnya sebagai orang percaya!

KESIMPULAN DAN PENUTUP
Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa meskipun IPTEK terus berkembang
dan moral masyarakat terus merosot namun sifat dasar mereka masih tetap sama
dengan apa yang dikatakan oleh firman Allah. Ide dan produk manusia dalam era
IPTEK ini tetap berada dalam dialektis dua pengaruh, pengaruh kebenaran dan
ketidakbenaran, pengaruh kesucian dan dosa, tesis dan antitesis, sehingga
relevansi Alkitab tidak pernah pudar, sebagaimana perkataan Tuhan Yesus, "Langit
dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu" (Luk 21:33).

Dalam menghadapi perkembangan IPTEK dan pengaruhnya, sikap Yesus kiranya
menjadi model dari iman Kristen dalam menghadapi pembaharuan dan perubahan.
Yesus dalam menghadapi zaman tidak pernah kembali ke belakang, Ia selalu
berpandangan ke depan, dan menerima perubahan dan pembaharuan (Mat 9:16-
17). Namun pandangan dan perbuatan Yesus tidak pernah mengubah kebenaran
allah dan kompromi terhadap pandangan dunia.

Pengaruh kekristenan yang mendorong lahirnya IPTEK merupakan cermin sikap
kristiani yang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan Allah kepada
manusia sebagaiamana tertulis dalam Kejadian 1:28. Pengaruh tersebut makin
diperlukan dalam menghadapi era IPTEK saat ini, sehingga hal ini menjadi tanggung
jawab setiap ilmuwan Kristen. Lebih dari itu iman Kristen harus merupakan
penyaring segala ide IPTEK yang bertentangan dengan iman Kristen.

Gaya hidup kristiani harus mempunyai sikap selektif, menahan diri untuk memilih
dan memiliki produk-produk teknologi, agar tidak jatuh ke dalam sekularisme dan
teologi kemakmuran. Lebih dari itu, hidup kasih, yang makin ditinggalkan oleh
manusia era IPTEK ini, pada kenyataannya justru makin diperlukan dan makin
membawa kesejukan bila diterapkan pada masa kini.

Just another WordPress.com weblog

Dampak Positif dan Negatif Akibat Perkembangan
Teknologi Internet
Internet adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar di seluruh dunia.
Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan
memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik).Jaringan jutaan
komputer ini memungkinkan berbagai aplikasi dilaksanakan antar komputer dalam jaringan internet
dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu
pihak ( dalam hal ini provider ) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan
informasi dan data yang dapat di akses oleh pihak lain yang tergabung dalam internet.


Pihak yang telah tergabung dalam jaringan ini akan memiliki alamat tersendiri ( bagaikan
nomor telepon ) yang dapat dihubungi melalui jaringan internet. Provider inilah yang menjadi
server bagi pihak-pihak yang memiliki personal komputer ( PC ) untuk menjadi pelanggan
ataupun untuk mengakses internet.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kemajuan teknologi internet juga semakin maju.
‘Internet’ adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau
jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau
berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.
Pada tahun 1999, jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet di seluruh dunia
mencapai lebih dari 40 juta dan jumlah ini terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs
web mencapai jutaan, bahkan mungkin trilyunan, isinya memuat bermacam-macam topik.
Tentu saja, situs-situs itu menjadi sumber informasi baik yang positif ataupun negatif.
Informasi dikatakan positif apabila bermanfaat untuk penelitiaan. Di bawah ini akan
dijelaskan dampak-dampak positif maupun negatif dari penggunaan internet.

Dampak Positif:1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling
banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari
seluruh dunia. 2. Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world
wide web – jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar
informasi dengan cepat dan murah. 3. Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan
internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
4. Kemudahan memperoleh informasi yang ada di internet sehingga manusia tahu apa saja yang
terjadi. 5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi
menuju ke tempat penawaran/penjualan.Dampak Negatif
Pornografi
Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan
kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela.Untuk
mengantisipasi hal ini, para produsen ‘browser’ melengkapi program mereka dengan kemampuan
untuk memilih jenis home-page yang dapat di-akses.Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan
kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.Violence
and Gore
Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak
terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat ‘menjual’ situs
mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.


Penipuan
Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu.
Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang
Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.

Carding
Karena sifatnya yang ‘real time’ (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu
kredit adalah carayang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet
pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para
penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan
mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang
mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.

Perjudian
Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi
tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu
menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan
banyak persetujuan dari pengunjungnya.1. Mengurangi sifat sosial manusia karena cenderung
lebih suka berhubungan lewat internet daripada bertemu secara langsung (face to face). 2. Dari sifat
sosial yang berubah dapat mengakibatkan perubahan pola masyarakat dalam berinteraksi. 3.
Kejahatan seperti menipu dan mencuri dapat dilakukan di internet (kejahatan juga ikut berkembang).


 4.   Bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat
      menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut


Dampak perkembangan teknologi (Iptek)
Filed under: Uncategorized — 2 Komentar
Mei 26, 2010

Kemajuan ilmu dan teknologi yang semula bertujuan untuk mempermudah pekerjaan
manusia, tetapi kenyataannya teknologi telah menimbulkan keresahan dan ketakutan baru
bagi kehidupan manusia. Ketakutan yang dirasakan oleh manusia akibat perkembangan
teknologi ini disebabkan adanya kekhawatiran akan adanya penyalahgunaannya oleh orang
yang tidak bertanggung jawaab.

Berbicara tentang dampak dari perkembangan IPTEK, maka kita akan dihadapka pada
berbagai bidang, bahkan hampir semua aspek dalam kehidupan di dunia ini peyang dapat
dipengaruhi oleh adanya perkembangan IPTEK, seperti yang kita lihat sekarang ini, semua
orang dalam kehidupannya sehari-hari hampir tidak bisa lepas dari teknologi, seorang dosen
kalau pergi ke kampus tidak lupa membawa, laptop dan LCD, setiap orang selalu
berdampingan dengan HP, saat jam istirahat di rumah, selalu ditemani dengan tayangan
Televisi, dan lain sebagainya, kesemuanya itu hanya sebagian kecil dari pengaruh
perkembangan yang ditimbulkan oleh IPTEK.

Sebagai contoh PSS saat ini mengidentifikasi bahwa penyalahgunaan senjata nuklir, kimia,
biologi dan radiologi serta WMO lain merupakan merupakan salah satu klaster ancaman
bersama bagi umat manusia. Padahal hal tersebut merupakan hasil pemikiran manusia yang
genius. Apalagi kalau perkembangan tersebut bersinergi negative dengan bahaya terhadap
keamanan lain, baik yang bersifat simetrik seperti antar Negara maupun bahaya asimetrik
seperti terorisme dan kejahatan transnasional terorganisasi yang disponsori oleh “nonstate
actors”. Hal tersebut tidak hanya membahayakan Negara sebagai kesatuan (statecentric),
tetapi juga membahayakan keamanan manusia (human security). (Sofyan Sauri, 2009).

Dengan adanya perkembangan IPTEK manusia medapatkan berbagai kemudahan dalam
melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Bahkan saat sekarang ini hampir setiap orang itu tidak
bisa terpisah dari adanya teknologi, setiap orang memanfaatkan alat komunikasi langsung
jarak jauh seperti HP untuk berhubungan dengan orang lain yang berjauhan. Orang kalau
ingin bepergian ke luar negeri tidak lagi memerlukan waktu yang lama, karena mereka
tinggal naik pesawat terbang, dengan beberapa menit saja mereka sudah sampai di tempat
tujuan yang dituju, selain itu berbagai kegiatan yang pada awalnya dilakukan dengan
menggunakan banyak tenaga manusia untuk mengerjakannya, kini dengan adanya
perkembangan IPTEK semuanya itu dapat teratasi dengan penggunaan tenaga mesin untuk
melakukan pekerjaan tersebut dengan waktu yang relative lebih cepat daripada menggunakan
tenaga manusia secara manual.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa adanya perkembangan IPTEK, manusia sangat
banyak terbantu untuk memenuhi berbagai kebutuhan dan menyelesaikan berbagai
permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, tetapi disisi lain manusia juga
harus sadar akan adanya berbagai macam ancaman yang dapat ditimbulkan oleh adanya
perkembangan IPTEK tersebut, yang akan dapat membahayakan bagi manusia itu sendiri.

Diantara bidang yang dipengaruhi oleh perkembangan IPTEK adalah: bidang pendidikan,
bidang informasi dan komunikasi, bidang ekonomi dan industri, dan bidang politik. Untuk
lebih jelasnya mengenai berbagai dampak perkembangan IPTEK tersebut, berikut akan
dijelaskan mengenai dampak IPTEK tersebu.
1. Bidang Pendidikan

Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for
the Twenty First Century” merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup)
yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu: Learning to know
(belajar untuk menguasai. pengetahuan) Learning to do (belajar untuk menguasai
keterampilan), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live
together (belajar untuk hidup bermasyarakat). Untuk dapat mewujudkan empat pilar
pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran
perlu menguasai dan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.

Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran
dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di
mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke
fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media
pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon,
komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui
hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.
Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian
pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber
melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau
pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet.
Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran
dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam
penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-
learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan,
mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna
terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3)
memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma
pembelajaran tradisional. Sejalan dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning
menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi
seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau computer. (Soekartawi, Haryono dan
Librero, 2002).

Robin Paul Ajjelo juga mengemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi
tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa:
(1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi
belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan
kamera digital serta perekam suara, (2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi,
uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb. (3) Videophone bentuk
saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV, (4) alat-alat musik,
(5) alat olah raga, dan (6) bingkisan untuk makan siang. Hal itu menunjukkan bahwa segala
kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet
sebagai alat bantu belajar.

Sebagai sebuah proses, teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi
pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang
melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah,
mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan, menilai, dan mengelola
pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977).
Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir dari adanya
permasalahan dalam pendidikan. Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi
pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu / kualitas, relevansi, dan
efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari
pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di
pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.

Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan
zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari kita sering dijumpai adanya
pemanfaatan dari perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, seperti yang sering
dilakukan oleh guru yaitu mengkombinasikan alat teknologi dalam proses pembelajaran.

Internet merupakan merupakan salah satu alat komunikasi yang murah dimana
memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan
karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-
Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.

Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak boleh lupa bahwa teknologi itu
tidak hanya mendatangkan manfaat positif, melainkan juga akan dapat mendatangkan
dampak negative, inilah yang harus tetap kita waspadai. Mengingat saat sekarang ini sering
kita lihat dimana-mana banyak para pelajar dan mahasiswa yang sering menggunakan
pasilitas teknologi tidak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga hal ini dapat mendatangkan
dampak yang negatif.

Beberapa dampak positif dan negative dari perkembangan teknologi terkait dengan dunia
pendidikan, yaitu:

a. Dampak positif

1) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan. Seperti jaringan internet, lab computer sekolah, dll.

Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga
siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru di
sekolah, tetapi mereka juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet.

2) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru
dalam proses pembelajaran.

Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu
memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa
dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.

3) Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka

Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang
disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi,
proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga
menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.

4) Adanya sistem pengolahan data hasil penelitian yang menggunakan pemampaatan
teknologi.

Dulu, ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap
data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual. Namun setelah
adanya perkembangan IPTEK, semua tugas yang dulunga dikerjakan dengan manual dan
membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu
dengan menggunakan media teknologi, seperti computer, yang dapat mengolah data dengan
memanfaatkan berbagai program yang telah diinstalkan.

5) Pemenuhan kebutuhan akan pasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat.

Dalam bidang pendidikan tentu ada banyak hal dan bahan yanga harus dipersiapkan, salah
satu contoh, yaitu pengandaan soal ujian. Dengan adanya mesin photocopy, untuk memenuhi
kebutuhan akan adanya jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk
mengerjakannya kalau itu dilakukan dengan secara manual. Tapi dengan perkembangan
teknologi mesin photocopy, semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat.

Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari
perkembangan IPTEK, yaitu:

1) Pembelajaran menjadi lebih interaktif, simulatif, dan menarik

2) Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / kompleks

3) Mempercepat proses yang lama

4) Mengahadirkan peristiwa yang jarang terjadi

5) Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau di luar jangkauan

b. Dampak negatif

Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul
dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK dalam proses pendidikan,
antara lain:

1) Siswa menjadi malas belajar

Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti
Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa jadi malas belajar,
terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk berinternetan yang
hanya mendatangkan kesenangan semata, seprti main Facebook, Chating, Frienster, dll, yang
kesemuanya itu tentu akan berpengaruh terhadap minat belajar siswa.

2) Terjadinya pelanggaran asosila
Sering kita dengan diberita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asosila dilakukan oleh
seorang siswa terhadap siswa lainnya, seperti terjadinya tauran antar pelajar, terjadinya
priseks, dll.

3) Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat
pendidikan yang dapat disalah gunakan oleh siswa.

Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini dapat
menimbulkan adanya berbagai perilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya
siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk main game, main VS, main Facebook,
Chating lewat internet. Sehingga yang semula waktu yang seharusnya digunakan untuk
belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga jam belajar menjadi habis dengan sia-sia.
Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan
bahkan terjadi kemerosotan moral dari para siswa bahkan mahasiswa.

4) Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru
dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi malas.

Dengan adanya pasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini
terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih
dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka
merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat internet dan mengkopi
paste, sehingga siswa semakin menjadi malas belajar.

5) Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam.

Selama ini sering kita melihat dan mendengan di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal
ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya
perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses
informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan
penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian, sehingga kejadian ini sering meresahkan
pemerintah dan masyarakat.

6) Penyalah gunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.

Pada awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang bersifat positif,
namun pada akhirnya seringkali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai alasan.
Contohnya, seorang heker, dengan kemampuannya melakukan penerobosan system sebuah
kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu merampok
langsung ke bank atau ke kantor, cukup dengan melakukan pembobolan terhadap system
keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat keuntungan, dan sulit untuk
dilacak pelakunya.

7) Adanya penyalahgunaan sistem pengolahan data yang menggunakan teknologi.

Dengan adanya pengolahan data dengan sistem teknologi, sering kali kita temukan adanya
terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa
bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan hanya untuk mempermudah kepentingan pribadi,
dengan mengabaikan kebenaran hasil penelitian yang dilakukan.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:3
posted:7/29/2013
language:
pages:12