BAB I LAPORAN ANALISIS by terpaket

VIEWS: 1 PAGES: 51

More Info
									                       LAPORAN
               ANALISIS KEGIATAN
   PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
 TAMAN KANAK-KANAK, KELOMPOK BERMAIN, TPA




                        Disusun oleh
                 Nama            : SAMIRAH
                 NIM             : 821678702
                 Program Studi : S1 PG PAUD




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM
   BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) UNIVERSITAS TERBUKA
                    YOGYAKARTA
                           2012



                             1
2
3
                        LAPORAN
              PENELITIAN DAN ANALISIS
       PENGEMBANGAN KEGIATAN ANAK USIA DINI
     DALAM PEMBELAJARAN FISIK MOTORIK HALUS
 DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS MENGGAMBAR BEBAS
           PADA TK PERTIWI 30 GEDONGSARI




                        Disusun oleh
                 Nama            : ESTIYATI
                 NIM             : 822056216
                 Program Studi : S1 PG PAUD




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM
   BELAJAR JARAK JAUH (UPBJJ) UNIVERSITAS TERBUKA
                    YOGYAKARTA
                           2012




                             i
                             LEMBAR PENGESAHAN


                     LAPORAN PENELITIAN DAN ANALISIS


Nama Mahasiswa        : ESTIYATI
NIM                   : 822056216
Program Studi         : S1 PAUD
Tempat Mengajar       : TK Pamardisiwi Pandak
Judul Penelitian      : Analisis Pengembangan Kegiatan Anak Usia Dini dalam
                        Kegiatan     Menggambar    Bebas   pada     TK   Pertiwi   30
                        Gedongsari Pandak
Tanggal Penelitian    : 7 Mei 2012
Tempat Penelitian     : TK Pertiwi 30 Gedongsari Pandak



                                                     Bantul,      Juni 2012
                Mengetahui
   Kepala TK Pertiwi 30 Gedongsari                         Mahasiswa




         H. ALI ARIFIN, M.Pd                               ESTIYATI
      NIP. 19661205 198702 1 001                      NIM. 822056216


                                     Menyetujui
                                      Supervisor




                               RINI NINGSIH, M.Pd
                             NIP. 19581107 197803 2 009




                                          ii
                             KATA PENGANTAR


       Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan
karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Analisis Kegiatan
Pengembangan Pendidik Anak Usia Dini melalui observasi di TK Pertiwi 30
Gedongsari, dalam proses kegiatan pembelajaran tentang pengembangan kemampuan
fisik motorik halus melalui kegiatan menggambar bebas.
       Laporan analisis kegiatan pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini disusun
untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan penelitian di TK
Tunas Pertiwi 30 Gedongsari guna memenuhi Tugas Akhir S1 PAUD Universitas
Terbuka Yogyakarta.
       Penulis menyadari bahwa laporan ini dapat terselesaikan berkat bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Dr. Dyah Prastiti, M.Pd selaku kepala UPBJJ-UT Yogyakarta.
2. Ibu Rini Ningsih, M.Pd selaku supervisor dari UPBJJ-UT Yogyakarta.
3. Ibu Hj. Nuryani, S.Pd selaku Kepala TK Pamardisiwi Pandak yang telah
   memberikan izin untuk melaksanakan penelitian.
4. Bapak H. Ali Arifin, M.Pd selaku Kepala TK Pertiwi 30 Gedongsari yang telah
   memberikan izin dan tempat untuk pelaksanaan penelitian.
5. Ibu guru TK Pertiwi 30 Gedongsari yang telah mendukung, memotivasi dan
   merespon adanya penelitian ini.
6. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
       Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna,
oleh karena itu penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun guna
penyempurnaan laporan ini. Akhirnya semoga laporan analisis ini dapat bermanfaat.


                                                         Bantul,   Juni 2012
                                                               Penulis



                                                              Estiyati
                                                         NIM. 822.056216


                                        iii
                                     BAB I
                               PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
          Menurut Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang SistemPendidikan
   Nasional, Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang
   ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang
   dilakukan   melalui   pemberian   rangsangan    pendidikan   untuk   membantu
   pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan
   dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
          Pendidikan usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan yang
   menitik beratkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan
   fisik motorik kasar, halus, daya fikir, daya cipta, kecerdasan emosi (sosial
   emosional) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap
   perkembangannya. Dengan memperhatikan UU Sistim Pendidikan Nasional,
   pendidikan perlu memperhatikan bahwa setiap anak, apalagi anak usia dini,
   memerlukan orang dewasa yang bertanggung jawab, dapat memberikan berbagai
   kesempatan, dan dapat menunjukkan berbagai peraturan sosial serta moral yang
   penting.
          Dalam UU No. 20 tahun 2003 juga disebutkan bahwa PAUD
   diselenggarakan melalui jalur formal meliputi Taman Kanak-kanak (TK), Radatul
   Athfal (RA) atau bentuk lain yang sederajat. PAUD pada jalur pendidikan formal
   khususnya TK memberikan pelayanan pendidikan untuk anak usia 4-6 tahun.
   Pendidikan untuk anak TK sangat penting, karena anak usia 4-6 tahun merupakan
   usia emas (golden age), dimana usia anak tersebut merupakan masa yang paling
   optimal untuk berkembang. Pada masa ini anak mempunyai rasa ingin tahu yang
   sangat besar dan melakukan apapun untuk memenuhi rasa ingin tahunya.
          Dengan aktivitasnya tersebut anak memenuhi kebutuhan perkembangan
   dan belajarnya. Kegiatan di Taman Kanak-kanak dilakukan melalui bidang
   pengembangan nilai-nilai agama dan moral, berbahasa, kognitif, fisik motorik dan
   sosial emosional. Untuk memenuhi pertumbuhan dan perkembangan, maka


                                        1
   disusunlah suatu rencana yang disesuaikan dengan indikator yang ada pada
   kurikulum. Agar anak tidak merasa bosan maka kegiatan dibuat bervariasi dan
   selalu menggunakan prinsip belajar sambil bermain. Dalam pengembangan
   tersebut khususnya pengembangan fisik yaitu fisik motorik halus dapat diberikan
   dengan berbagai kegiatan, contohnya menggambar.
          Dalam penelitian yang saya lakukan di TK Pertiwi 30 Gedongsari,
   khususnya kelompok B pengembangan kegiatan motorik halus diberikan melalui
   kegiatan menggambar bebas, permainan warna dan kegiatan yang lain. Tentu saja
   kegiatan menggambar bebas berdasarkan kurikulum dan standar kompetensi
   untuk menjaga nilai-nilai yang telah ada di lingkungannya.
          Program S1 PAUD Universitas Terbuka menargetkan lulusannya menjadi
   pendidik yang profesional yaitu yang dapat mengembangkan program Analisis
   Kegiatan Pengembangan PAUD. Dalam rangka memenuhi tugas tersebut, maka
   saya melakukan penelitian di TK Pertiwi 30 Gedongsari. Penelitian ini bertujuan
   untuk mengumpulkan data mengenai kegiatan-kegiatan anak yang dianggap perlu
   untuk diteliti dan dianalisis lebih lanjut, melalui bidang pengembangan fisik
   motorik halus yaitu kegiatan menggambar bebas.
          Dengan diadakannya penelitian di TK Pertiwi 30 Gedongsari semoga
   dapat memberikan sumbang saran pada dunia pendidikan pada umumnya dan
   pendidikan di TK pada khususnya.


B. Fokus Penelitian
          Setelah diadakan observasi disalah satu ruang kelas Kelompok B di TK
   Pertiwi 30 Gedongsari, maka penelitian terfokus pada salah satu kegiatan anak
   yaitu pengembangan fisik motorik halus melalui kegiatan menggambar bebas
   menggunakan karyon.




                                         2
C. Tujuan Penelitian
   Penelitian ini bertujuan :
   1. Mengumpulkan data mengenai
      1.1 Kegiatan pembelajaran menggambar di TK Pertiwi 30 Kelompok B
          Kegiatan menggambar hampir setiap hari diberikan di TK Pertiwi 30.
          Karena dengan menggambar anak dapat mengembangkan berbagai aspek
          perkembangan khususnya motorik halus.
          Anak-anak TK Pertiwi 30 sangat antusias terhadap kegiatan ini, lebih-
          lebih menggunakan krayon. Hasilnya hampir 100% bagus hanya ada 1
          atau 2 anak yang kurang antusias. Pada saat diberikan kegiatan justru
          malah bersedih dan termehek-mehek menangis. Namun guru tetap
          berupaya agar anak yang kurang antusias bisa mengikuti seperti anak yang
          lain yaitu dinasehati dan dibimbing.


      1.2 Alasan pendidik melakukan kegiatan menggambar bebas dengan krayon
          yaitu    untuk    mengembangkan        kemampuan   motorik   halus   dan
          meningkatkan kreatif serta imajinatif anak.


      1.3 Tujuan pendidik melakukan kegiatan menggambar bebas yaitu agar anak
          dapat menuangkan seluruh perasaannya, melatih agar lebih kreatif,
          melatih ingatan serta dapat mengutarakan ekspresi, pendapat maupun
          gagasan.


      1.4 Kebijakan yang mendukung dan digunakan sebagai acuan pembelajaran
          menggambar di TK Pertiwi 30 adalah program tahunan, program
          semester, program mingguan maupun RKH yang sesuai dengan standar di
          TK.




                                         3
   2. Membuat analisis kritis (Ciritical Analysis)
      Mengenai kegiatan menggambar yaitu bahwa menggambar dapat membuat
      anak senang, terhibur, kreatif, imajinatif serta dapat menuangkan seluruh isi
      hati, gagasan dan pendapat.


D. Manfaat Penelitian
   Penelitian ini bermanfaat :
   1. Manfaat bagi anak didik
      1.1 Meningkatkan kreatifitas dan imajinatif anak
      1.2 Meningkatkan dan menumbuhkan rasa percaya diri anak dalam kegiatan
          menggambar bebas.


   2. Manfaat bagi mahasiswa
      2.1 Melatih mahasiswa melakukan penelitian kelas dan menganalisis kegiatan
          menggambar di TK.
      2.2 Meningkatkan mahasiswa agar lebih kreatif, dapat berfikir kritis dan lebih
          professional.
      2.3 Sebagai study banding untuk kemajuan dalam pendidikan di Taman
          Kanak-kanak.


   3. Manfaat bagi sekolah
      3.1 Memberi masukan terhadap kegiatan pengembangan anak di TK Pertiwi
          30 Gedongsari.
      3.2 Meningkatkan kualitas serta mutu sekolah.




                                         4
                                    BAB II
                                KAJIAN TEORI


A. Pengertian Motorik Halus
          Kemampuan motorik halus adalah kemampuan yang berhubungan dengan
   keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan
   (http://bidanku.com/index.php?/perkembangan-motorik-halus-anak).           Saraf
   motorik halus ini dapat dilatih dan dikembangkan melalui kegiatan dan
   rangsangan yang kontinyu secara rutin. Seperti bermain puzzle, menyusun balok,
   memasukkan benda ke dalam lubang yang sesuai bentuknya, membuat garis,
   melipat kertas dan sebagainya.
          Kecerdasan motorik halus anak berbeda-beda. Dalam hal kekuatan
   maupun ketepatannya, perbedaan ini juga dipengaruhi oleh pembawaan anak dan
   stimulasi yang didapatkannya. Lingkungan (orang tua) mempunyai pengaruh
   yang lebih besar dalam kecerdasan motorik halus anak. Lingkungan dapat
   meningkatkan ataupun menurunkan taraf kecerdasan anak, terutama pada masa-
   masa pertama kehidupannya.
          Setiap anak mampu mencapai tahap perkembangan motorik halus yang
   optimal asal mendapatkan stimulasi tepat. Di setiap fase, anak membutuhkan
   rangsangan untuk mengembangkan kemampuan mental dan motorik halusnya.
   Semakin banyak yang dilihat dan didengar anak, semakin banyak yang ingin
   diketahuinya. Jika kurang mendapatkan rangsangan anak akan bosan. Tetapi
   bukan berarti anda boleh memaksa si kecil. Tekanan, persaingan, penghargaan,
   hukuman, atau rasa takut dapat mengganggu usaha yang dilakukan si kecil.
          Berikut perkembangan motorik halus anak berdasarkan usianya
   1. Anak usia 3 tahun
      a. Menggambar mengikuti bentuk
      b. Menarik garis vertikal, menjiplak bentuk lingkaran
      c. Membuka menutup kotak
      d. Menggunting kertas mengikuti pola garis lurus




                                        5
   2. Anak usia 4 tahun
       a. Menggambar sesuatu yang diketahui, bukan yang dilihat
       b. Mulai menulis sesuatu dan mampu mengontrol gerakan tangannya
       c. Menggunting zig zag, melengkung, membentuk dengan lilin
       d. Menyelesaikan pasel 4 keping
   3. Anak usia 5 tahun
       a. Melipat
       b. Menggunting sesuai pola
       c. Menyusun mainan konstruksi bangunan
       d. Meniru tulisan
            Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa motorik halus anak
   adalah kemampuan yang berhubungan dengan keterampilan fisik yang melibatkan
   otot kecil dan koordinasi mata tangan serta dapat dilatih dan kembangkan secara
   rutin.


B. Tingkatan Perkembangan Psikomotorik
            Bloom   menyatakan     bahwa        rentangan     penguasaan   psikomotorik
   ditunjukkan oleh gerakan yang kaku sampai kepada gerakan yang lancar luwes,
   sedangkan     Dave      memperjelasnya       dengan      mengklasifikasikan   domain
   psikomotorik ke dalam lima katagori mulai dari tingkatan yang paling rendah
   sampai pada tingkatan yang paling tinggi. (Buku Pedoman Pembelajaran Bidang
   Pengembangan Seni di TK, Depdiknas Dirjen Manajemen Pendas dan Menengah
   Direktorat Pembinaan TK dan SD : Jakarta 2007)
   Adapun lima kategori domain psikomotorik sebagai berikut :
   1. Peniruan (Imitation)
               Penirupan merupakan suatu keterampilan untuk menirukan sesuatu
       gerakan yang telah dilihat, didengar atau dialaminya. Jadi kemampuan ini
       terjadi ketika anak mengamati suatu gerakan dimana ia mulai memberi
       respons serupa dengan apa yang diamatinya. Gerakan meniru ini akan
       mengurangi koordinasi dan kontrol otot-otot saraf, karena peniruan gerakan
       umumnya dilakukan dalam bentuk global dan tidak sempurna.


                                            6
   2. Penggunaan konsep (Manipulation)
              Penggunaan konsep merupakan suatu ketrampilan untuk memanipulasi
      dalam    melakukan       kegiatan   (gerakan).   Keterampilan   manipulasi   ini
      menekankan pada perkembangan kemampuan mengikuti pengarahan,
      penampilan gerakan-gerakan pilihan dan menetapkan suatu penampilan
      melalui latihan. Jadi penampilan gerakan anak menurut petunjuk-petunjuk dan
      tidak hanya meniru tingkah laku saja.
   3. Ketelitian (Presition)
              Ketelitian merupakan suatu keterampilan yang berhubungan dengan
      kegiatan melakukan gerakan secara teliti dan benar. Keterampilan ini
      sebenarnya hampir sama dengan gerakan manipulasi tetapi dilakukan dengan
      kontrol yang lebih baik dan kesalahan lebih sedikit. Keterampilan ini selain
      membutuhkan kecermatan juga proporsi dan kepastian yang lebih tinggi
      dalam penampilannya. Respons-respons lebih terkoreksi dan kesalahan
      dibatasi sampai pada tingkat minimum.
   4. Perangkaian (Artikulation)
              Perangkaian adalah ketrampilan untuk merangkaikan bermacam-
      macam gerakan secara berkesinambungan. Gerakan artikulasi ini menekankan
      pada koordinasi suatu rangkaian gerakan dengan membuat urutan tetap dan
      mencapai yang diharapkan atau konsistensi internal antara gerakan-gerakan
      yang berbeda.
   5. Kewajaran / Pengalamiahan (Naturalization)
              Kewajaran adalah suatu keterampilan untuk melakukan gerakan secara
      wajar. Menurut tingkah laku yang ditampilkan, gerakan ini paling sedikit
      mengeluarkan energy baik fisik maupun psikis. Gerakan ini biasanya
      dilakukan secara rutin sehingga telah menunjukkan keluwesannya.


C. Urgensi Pengembangan Motorik Halus
          Masa lima tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan motorik
   anak. Perkembangan motorik diartikan sebagai perkembangan dari unsur
   kematangan dan pengendalian gerak tubuh. Ada tiga unsur yang menentukan


                                           7
   dalam perkembangan motorik yaitu otak, saraf dan otot. Ketika motorik bekerja,
   ketiga unsur tersebut melaksanakan masing-masing perannya secara interaksi
   positif, artinya unsur-unsur yang satu saling berkaitan, saling menunjang, saling
   melengkapi dengan unsur yang lainnya untuk mencapai kondisi motoris yang
   lebih sempurna keadaannya. Jadi ketiga unsur tersebut saling bekerja sama
   sehingga terbentuk suatu gerakan yang bertujuan misalnya berbicara, berjalan,
   berlari, menulis, menggambar dan sebagainya.


D. Teori Neuroscience dan Perkembangan Motorik Halus
          Proses   perkembangan       motorik          sangat   erat     kaitannya   dengan
   perkembangan pusat motorik di otak. Keterampilan motorik berkembang sejalan
   dengan kematangan saraf dan otak. Oleh karena itu, setiap gerakan yang
   dilakukan anak, sesederhana apapun sebenarnya merupakan hasil pola interaksi
   kompleks dari berbagai bagian dalam sistem dalam tubuh yang dikontrol otak.
   Jadi otaklah sebagai bagian dari susunan saraf pusat yang mengatur dan
   mengontrol semua aktifitas fisik dan mental. Dengan kata lain, aktifitas anak
   terjadi dibawah kontrol otak, secara simultan (berkesinambungan) otak terus
   mengolah informasi yang diterimanya. Bersamaan dengan itu, otak bersama
   jaringan saraf yang membentuk sistem saraf pusat yang mencakup lima pusat
   kontrol akan mengendalikan setiap gerakan anak. Semakin matangnya
   perkembangan     sistem   saraf   otak       yang     mengatur      otot   memungkinkan
   berkembangnya kompetensi atau ketrampilan motorik anak.


E. Fungsi Perkembangan Motorik Halus
          Hurlock mencatat beberapa alasan tentang fungsi perkembangan motorik
   bagi konstelasi perkembangan individu, yaitu :
   1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan memperoleh
      perasaan senang. Seperti anak merasa senang dengan memiliki keterampilan
      memainkan boneka, melempar dan menangkap bola atau memainkan alat-alat
      mainan lainnya.




                                            8
   2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi helpessness
      (tidak berdaya) pada bulan-bulan pertama kehidupannya, ke kondisi yang
      independence (bebas, tidak bergantung). Anak dapat bergerak dari satu tempat
      ke tempat lainnya, dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya. Kondisi ini akan
      menunjang perkembangan self confidence (rasa percaya diri).
   3. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menyesuaikan dirinya dengan
      lingkungan sekolah (School Adjustment). Pada usia pra sekolah (taman kanak-
      kanak) atau usia kelas awal sekolah dasar, anak sudah dapat dilatih
      menggambar, melukis, baris-berbaris, dan persiapan menulis.


F. Karakteristik Pengembangan Motorik Halus
          Keterampilan motorik halus yang paling utama adalah kemampuan
   memegang pensil dengan tepat yang diperlukan untuk menulis kelak. Pada
   awalnya anak memegang pensil dengan cara menggenggam seluruh pensil dan
   digunakan hanya untuk mencoret-coret. Cara ini dilakukan oleh anak usia 2-3
   tahun. Setelah itu cara memegang pensil sudah berkembang lebih baik lagi, tidak
   menggunakan seluruh jari, melainkan hanya jempol dan telunjuk. Pada saat ini
   anak tidak lagi menggunakan lengan dan bahunya untuk ikut melakukan gerakan
   menulis atau menggambar, melainkan lebih banyak b ertumpu pada gerakan jari.


   Karakteristik keterampilan motorik anak dapat dijelaskan sebagai berikut :
   1. Pada saat anak berusia 3 tahun, kemampuan gerakan halus anak belum terlalu
      berbeda dari kemampuan gerakan halus pada masa bayi. Meskipun anak pada
      saat ini sudah mampu menjumput benda dengan menggunakan jempol dan jari
      telunjuknya, tetapi gerakan itu sendiri masih sangat kikuk.
   2. Pada usia 4 tahun, koordinasi motorik halus anak secara substansial sudah
      mengalami kemajuan dan gerakannya sudah lebih cepat, bahkan cenderung
      ingin sempurna.
   3. Pada usia 5 tahun, koordinasi motorik halus anak sudah lebih sempurna lagi.
      Tangan, lengan, dan tubuh bergerak di bawah koordinasi mata. Anak juga




                                         9
      mampu membuat dan melaksanakan kegiatan yang lebih majemuk, seperti
      dalam kegiatan proyek.
   4. Pada akhir masa kanak-kanak (usia 6 tahun), ia telah belajar bagaimana
      menggunakan jari jemari dan pergelangan tangannya untuk menggerakkan
      ujung pensil.


G. Konsep Dasar Pengembangan Motorik Halus
   1. J.H. PESTALOZZI (Pengajaran Berupa)
                Sumber pengetahuan adalah alat dria : pengamatan permulaannya.
      Oleh karena itu dalam pelajaran harus digunakan benda-benda yang
      sebenarnya. Benda tersebut diamati dari segala segi dengan alat dria anak
      dibawah pimpinan pendidik dan dipelajari jumlah, bentuk dan namanya.
      Setelah     diamati   anak   mengukur      dan    menggambarkannya.        Setelah
      menggambar baru anak diajarkan menulis.


   2. FRIEDRICH FROBEL (Asas Bekerja Sendiri)
                Dasar utama untuk mempelajari pengetahuan dan kecekatan adalah
      keaktivan anak-anak (auto-aktivitas). Cara mendidik yang lebih baik menurut
      Frobel ialah dengan metode yang banyak memberi kesempatan kepada anak
      untuk sibuk aktif mengerjakan, membuat dan menciptakan sesuatu atas
      inisiatif sendiri (ekspresi). Bentuk pengajaran Frobel adalah :
      a. Menggambar => diawali dengan garis vertikal dan horizontal
      b. Spielgaben dan spielformen => dengan permainan bentuk
      c. Alat permainan untuk ber-frobel (pekerjaan tangan) => misalnya moziak,
         lidi peletak, cicin, bilah lipat, bilah anyaman, kertas lipat dan tanah liat.


   3. MARIA MONTESSORI
                Untuk melatih fungsi-fungsi motorik anak tidak perlu diadakan alat-
      alat tertentu, kehidupan sehari-hari cukup memberi latihan bagi motorik anak.
      Asas metode Montessori adalah :




                                         10
      a. Pembentukan sendiri
          Perkembangan itu terjadi dengan berlatih, yang dapat dikerjakan sendiri
          oleh anak-anak.
      b. Masa peka
          Masa peka merupakan masa di mana bermacam-macam fungsi muncul
          menonjolkan diri dengan tegas untuk dilatih.
      c. Kebebasan
          Mendidik itu kebebasan dengan kebebasan, dengan tujuan agar masa peka
          dapat menampakkan diri secara leluasa dengan tidak dihalang-halangi di
          dalam ekspresinya.


   4. OVIDE DECROLY (“Centres d’ Interet”)
             Menurut Decroly, pelajaran yang diberikan harus berkaitan dengan
      hal-hal yang dapat mengikat perhatian anak-anak yaitu hal-hal yang menjadi
      “pusat-pusat minat” mereka. Cara pembelajaran bagi suatu “pusat minat”
      adalah :
      a. Mengamati (memperoleh pengalaman)
      b. Mengolah pengalaman
      c. Ekspresi (Abstrak dan Konkret)
      d. Ukuran (mengukur, menimbang dan menghitung)
             Ekspresi abstrak berhubungan dengan pemakaian bahasa, sedangkan
      ekspresi konkret meliputi menggunting, merekat, menggambar, menjahit,
      bersandiwara,   bersenam    dan   bermain.   Penekanannya    pada   kegiatan
      menggambar sebagai pengabdian pengamatan yang telah dilakukan.


H. Prinsip dalam Pengembangan Motorik Halus
          Untuk mengembangkan motorik halus anak usia 4-6 tahun di Taman
   Kanak-kanak secara optimal, perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut :
   1. Memberikan kebebasan ekspresi pada anak
      Ekspresi adalah proses pengungkapan perasaan dan jiwa secara jujur dan
      langsung dari dalam diri anak.


                                        11
2. Melakukan pengaturan waktu, tempat, media (alat dan bahan) agar dapat
   merengsang anak untuk kreatif
   Kreativitas merupakan kemampuan mencipta sesuatu yang baru yang bersifat
   orisinil asli dari dirinya sendiri. Kreativitas erat kaitannya dengan fantasi
   (daya khayal), karena itu anak perlu diaktifkan dengan cara membangkitkan
   tanggapan   melalui   pengamatan       dan   pengalamannya   sendiri.   Untuk
   mendukung anak dalam merangsang kreatifitasnya perlu dialokasikan waktu,
   tempat, dan media yang cukup.
3. Memberikan bimbingan kepada anak untuk menemukan teknik/cara yang baik
   dalam melakukan kegiatan dengan berbagai media
   Ketika melakukan kegiatan motorik halus, anak menggunakan berbagai
   macam media/alat dan bahan, oleh karena itu perlu kiranya anak mendapatkan
   contoh dan menguasai berbagai cara menggunakan alat-alat tersebut, sehingga
   anak merasa yakin akan kemampuannya dan tidak mengalami kegagalan.
   Latihan menggunakan alat ini dapat dilakukan dengan berbagai gerakan
   sederhana misalnya bermain jari (finger palys).
4. Menumbuhkan keberanian anak dan hindarkan petunjuk yang dapat merusak
   keberanian dan perkembangan anak
   Hindari komentar negatif ketika hasil karya motorik halus anak, begitu pula
   kata-kata yang membatasi berupa larangan atau petunjuk yang terlalu banyak
   serta labeling kepada anak. Hal-hal tersebut dapat menyebabkan anak berkecil
   hati, kurang percaya diri dan frustasi dengan kemampuannya. Berikan
   motivasi dengan kata-kata positif, pujian, dorongan dan reward lainnya
   sehingga anak termotivasi untuk terus mengembangkan kemampuannya.
5. Membimbing anak sesuai dengan kemampuan dan taraf perkembangan
   Dalam perkembangan anak terdapat karakteristik perkembangan yang
   berbeda-beda untuk tiap usia.




                                     12
I. Menggambar
         Taman Kanak-kanak sebagai lembaga yang mempunyai tanggungjawab
  mempersiapkan lulusan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi
  yaitu sekolah dasar ataupun yang sederajat, dapat mengembangkan sikap
  professional, mampu berkarir dan berkompetensi menjadi warga negara yang
  produktif, adaptif, dan kreatif. Hal ini sesuai dengan tujuan Taman Kanak-kanak,
  yaitu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap, perilaku, pengetahuan,
  ketrampilan, serta perkembangan anak didik selanjutnya (Kemendikbut nomor
  0489/U/1992) Bab II pasal 3 ayat (1).
         Menggambar adalah membuat gambar. Kegiatan ini dilakukan dengan
  cara mencoret, menggores, menorehkan benda tajam ke benda lain dan memberi
  warna, sehingga menimbulkan gambar. (Buku Seni Keterampilan Anak oleh :
  Hajar Pamadhi, Evan Sukardi S; Penerbit UT). Menggambar merupakan
  kebiasaan anak pada usia dini. Kegiatan menggambar seperti halnya menyanyi
  dapat dilakukan dengan kesadaran penuh berupa maksud dan tujuan tertentu
  maupun sekedar membuat gambar tanpa arti. Kegiatan ini dimulai dari
  menggerakkan tangan untuk mewujudkan sesuatu bentuk gambar secara tidak
  sengaja, sampai dengan menggambar untuk maksud tertentu. Anak-anak akan
  merasa senang setelah menggambar karena hal itu menjadi suatu cara
  berkomunikasi kepada orang lain. Apabila ketika menggambar anak tersebut
  ditanggapi oleh orang tua dengan pertanyaan tentang makna dan arti bentuk
  gambar yang dihasilkan.
         Kegiatan menggambar merupakan kegiatan yang naluriyah atau alami
  buat anak. Hampir setiap hari anak melakukan kegiatan ini untuk bercerita dengan
  orang lain. Sedangkan hasil gambar anak dapat diamati dari berbagai sudut
  pandang, misalnya kejiwaan (psikologi), kemasyarakatan (sosiologi), gerakan
  tangan dan ide (fisiologi), dan masih banyak lagi. Kenneth M Langsing
  menjelaskan bahwa gambar anak itu mempunyai manfaat ganda bagi anak :
  manfaat perkembangan mental (pikiran, perasaan, kepribadian) dan manfaat
  praktis pengembangan pengamatan (intelegensi visual). Kenneth M Langsing (tt)
  lebih lanjut menyarankan : jika kita akan mengetahui manfaat gambar sebaiknya


                                          13
  melihat dari tiga sisi : (a) sisi produk atau hasil karya anak : (b) proses, yaitu
  kegiatan anak ketika sedang menggambar; dan (c) keterkaitan isi dan bentuk
  gambar dengan kehidupan sosial, kemungkinan berupa tema atau bentuk-bentuk
  yang mengungkap keadaan sekitarnya.
           Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa menggambar adalah
  membuat gambar dengan cara mencoret, menggores, menorehkan benda tajam ke
  benda lain dan memberi warna sehingga menimbulkan gambar.


J. Minat
           Untuk mencapai prestasi yang baik disamping kecerdasan juga minat,
  sebab tanpa adanya minat segala kegiatan akan dilakukan kurang efektif dan
  efisien. Dalam percakapan sehari-hari pengertian perhatian dikacaukan dengan
  minat dalam pelaksanaan perhatian seolah-olah kita menonjolkan fungsi pikiran,
  sedangkan dalam minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa, tetapi kenyataannya
  apa yang menarik minat menyebabkan pula kita perhatian, dan apa yang
  menyebabkan perhatian kita tertarik minatpun menyertai kita (Dakir. 1971 : 81).
           Dari pengertian minat di atas memberikan pengertian bahwa minat
  menyebabkan perhatian dimana minat seolah-olah menonjolkan fungsi rasa dan
  perhatian seolah-olah menonjolkan fungsi pikiran. Hal ini menegaskan bahwa apa
  yang menarik minat menyebabkan pula kita berperhatian dan apa yang
  menyebabkan berperhatian kita tertarik, minatpun menyertainya jadi ada
  hubungan antara minat perhatian.
           Pengertian minat menurut Tidjan (1976 : 71) adalah gejala psikologis
  yang menunjukkan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek sebab ada perasaan
  senang. Dari pengertian tersebut jelaslah bahwa minat itu sebagai pemusatan
  perhatian atau reaksi terhadap suatu obyek seperti benda tertentu atau situasi
  tertentu yang didahului oleh perasaan senang terhadap obyek tersebut.
           Sedangkan menurut Drs. Dyimyati Mahmud (1982), Minat adalah sebagai
  sebab yaitu kekuatan pendorong yang memaksa seseorang menaruh perhatian
  pada situasi atau aktifitas tertentu dan bukan pada yang lain, atau minat sebagai




                                       14
  akibat yaitu pengalaman efektif yang distimular oleh hadirnya seseorang atau
  sesuatu obyek, atau karena berpartisipasi dalam suatu aktifitas.
         Berdasarkan definisi tersebut dapatlah penulis kemukakan bahwa minat
  mengandung unsur-unsur sebagai berikut :
  1. Minat adalah suatu gejala psikologis
  2. Adanya pemusatan perhatian, perasaan dan pikiran dari obyek karena tertarik
  3. Adanya perasaan senang terhadap obyek yang menjadi sasaran
  4. Adanya kemauan atau kecenderungan pada diri subyek untuk melakukan
     kegiatan guna mencapai tujuan.
         Berdasarkan beberapa pengertian minat menurut para ahli tersebut dapat
  disimpulkan bahwa minat adalah gejala psikologis yang menunjukkan bahwa
  minat adanya pengertian subyek terhadap obyek yang menjadi sasaran karena
  obyek tersebut menarik perhatian dan menimbulkan perasaan senang sehingga
  cenderung kepada obyek tersebut.


K. Manfaat Menggambar
  1. Menggambar sebagai alat bercerita (bahasa visual / bentuk)
  2. Menggambar sebagai media mencurahkan perasaan
  3. Menggambar sebagai alat bermain
  4. Menggambar melatih ingatan
  5. Menggambar melatih berfikir komprehensif (menyeluruh)
  6. Menggambar sebagai media sublimasi perasaan
  7. Menggambar melatih keseimbangan
  8. Menggambar mengembangkan kecakapan emosional
  9. Menggambar melatih kreatifitas anak
  10. Menggambar melatih ketelitian melalui pengamatan langsung


L. Tujuan Menggambar
  1. Alat mengutarakan ekspresi, isi hati, pendapat, maupun gagasan
  2. Media fantasi, imajinasi




                                        15
   3. Untuk menumbuhkan gagasan baru
   4. Alat menjelaskan bentuk atau situasi


M. Fungsi bagi Anak
   1. Sebagai ekspresi
   2. Sebagai catatan harian
   3. Melatih kepekaan rasa
   4. Menambah wawasan budaya
   5. Melatih rasa kebersamaan
   6. Menyatakan pandangan kemanusiaan


N. Ciri Umum Gambar Anak
   1. Perspektif atas (diatas jauh, di bawah dekat)
   2. Bertumpu pada garis datar
   3. Pembesaran bentuk tertentu
   4. Perspektif rebahan
   5. Tembus pandang
   6. Syair gambar
   7. Stereotype


O. Jurus-jurus Menggambar
   1. Membuat garis datar
   2. Membuat garis miring
   3. Membuat garis tegak
   4. Membuat bentuk tidak beraturan
   5. Membuat gambar dari bentuk-bentuk tidak beraturan




                                         16
                                      BAB III
                         METODOLOGI PENELITIAN


A. Subyek Penelitian
   Subyek penelitian ini dilakukan di :
   Nama TK                   : TK Pertiwi 30
   Alamat                    : Gedongsari, Wijirejo, Pandak, Bantul
   Kelompok                  :B
   Jumlah Siswa              : 18 anak
   Nama Guru Pembimbing : Supartini, A.Md
   Nama Kepala Sekolah       : H. Ali Arifin, M.Pd
   Tema                      : Alam Semesta


                                          Tabel 1.
                                   Jadwal Penelitian
     Hari /
                        Kegiatan yang dilakukan                  Keterangan
    Tanggal
   Senin          Observasi secara umum tentang TK        -   Berjalan lancar
   7-5-2012        Pertiwi 30
                  Wawancara dengan Kepala TK              -   Berjalan lancar
                   Pertiwi 30
                  Wawancara dengan pendidik TK            -   Berjalan lancar
                   Pertiwi 30
   Selasa         Observasi kegiatan pembelajaran di      -   Berjalan lancar
   8-5-2012        kelompok A
                  Observasi kegiatan pembelajaran di      -   Ada anak yang
                   kelompok B                                  menangis saat
                                                               kegiatan
                                                               menggambar
                  Wawancara dengan pendidik               -   Berjalan lancar
                   kelompok A dam B
   Rabu           Pengambilan dan pencatatan dokumen      -   Berjalan lancar
   9-5-2012        secara umum
                  Pengambilan dan pencatatan dokumen      -   Berjalan lancar
                   di kelompok B




                                          17
B. Metode Penelitian
   Metode penelitian ini menggunakan metode interpretatif, yaitu menginter
   prestasikan data mengenai fenomena / gejala yang diteliti di lapangan. Dalam hal
   ini guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang
   telah dikumpulkan dengan benar dan dapat dipercaya. Selanjutnya data
   diinterpretatif oleh peneliti guna menemukan makna dari data yang dikumpulkan
   untuk menjawab pertanyaan peneliti.


C. Instrumen Penelitian
   Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
   1. Observasi
      Observasi yaitu suatu tehnik atau sistem yang digunakan untuk merekam
      proses atau mengamati kegiatan secara langsung.
      Observasi dapat dilakukan dengan cara :
      1.1 Observasi terbuka yaitu observasi yang ideal dan paling dapat
            dipertanggungjawabkan.
      1.2 Observasi tertutup yaitu observasi yang dilakukan secara diam-diam dan
            dirahasiakan.
      Adapun instrument observasi seperti yang ada pada tabel berikut.
                                         Tabel 2
                                   Instrumen Observasi
                 Hal-hal yang unik/ menarik          Ada       Keterangan / Uraian /
      No
                    yang dilakukan dalam           Ya Tidak         Pertanyaan
       1.   Kegiatan Awal
               a. RKH
               b. Berdoa sebelum kegiatan
               c. Apersepsi
       2.   Kegiatan Inti
               a. APE
               b. Penjelasan
               c. Proses
               d. Bimbingan Guru
       3.   Kegiatan Penutup
               a. Evaluasi
               b. Penilaian
               c. Hadiah / Reward



                                         18
2. Wawancara
   Wawancara yaitu Tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan
   keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah.
   Adapun tehnik wawancara ada pada contoh berikut :
   a. Usia berapa saja anak-anak yang ada di kelompok B yang ibu asuh?
      Jawab : ….
   b. Apakah dalam mengajar ibu mengunakan RKH?
      Jawab : ….


3. Dokumentasi
   Dokumentasi yaitu tehnik pengumpulan data dengan menghimpun, mencatat
   dan menganalisis dokumen-dokumen yang ada baik dalam bentuk tertulis,
   gambar maupun elektronik.




                                    19
                                    BAB IV
                              ANALISIS DATA


A. Diskripsi Data
   1. Profil TK Pertiwi 30
             TK Pertiwi 30 Gedongsari berdiri pada tanggal 16 April 1974. Pada
      tahun 1974 Pengurus Dharma Wanita Desa Wijirejo, yang diketahui oleh Ibu
      Kapiarso, berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan Taman
      Kanak-kanan di dusun Gedongsari. Atas persetujuan semua pengurus Dharma
      Wanita dan bapak Lurah desa Wijirejo beserta pamongnya berdirilah sebuah
      TK di Gedongsari dengan diberi nama TK Pertiwi 59 II.
             Mengingat luasnya wilayah dan jumlah anak-anak usia sekolah yang
      belum tertampung dan jauh dari lembaga TK dusun lainnya, maka pada
      tanggal 16 November 1974 secara resmi didirikan TK Pertiwi 59 II oleh
      pengurus Dharma Wanita Desa Wijirejo yang berlokasi di dusun Gedongsari.
             Berhubung lembaga TK yang baru didirikan belum ada pengasuh,
      sarana, prasarana dan tempat, maka pengurus Dharma Wanita desa Wijirejo
      mengupayakan pengasuh TK yaitu Bu Budiarti, Ibu Suparti, untuk mengelola
      TK Pertiwi 59 II dan ditempatkan di rumah penduduk, rumah Bapak
      Notowiarjo dengan gratis. Ketika itu kegiatan belajar mengajar masih
      menggunakan tikar karena sarana prasarana mengajar sangat terbatas.
             Tahun 1982 Ibu Sri Budiarti mengundurkan diri karena mengikuti
      suami. Tahun 1983 Ibu Sri Supartijah diminta pengurus Dharma Wanita desa
      Wijirejo untuk ikut mengelola TK Pertiwi 59 II Gedongsari.
             Berkat kegigihan pengurus dan pengasuh TK, TK Pertiwi 59 II dapat
      berkembang dan baru tahun 1987 TK Pertiwi 59 II mendapat guru negeri dari
      Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Bantul Yaitu Bapak Ali Arifin.
             Pada tahun 1997 nama TK Pertiwi 59 II diganti nama menjadi TK
      Pertiwi 30 oleh Pengurus Dharma Wanita Kabupaten Bantul. Melihat kondisi
      TK Pertiwi 30 semakin berkembang dari 1 kelas menjadi 2 kelas namun
      belum mempunyai tempat, Bapak Sukirnodiharjo merasa prihatin dan


                                       20
mengusulkan untuk minta tanah kas desa yang berlokasi di RT 05 dusun
Gedongsari yang berupa sawah kas desa Wijirejo, untuk membangun gedung
TK Pertiwi 30 dan pemerintah desa Wijirejo memberi ijin. Pada tahun 1994
mulai dibangun gedung TK Pertiwi 30, secara swadaya dan gotong royong,
dan selama 11 tahun TK Pertiwi 30 bertempat di rumah Bapak Notowiarjo
tanpa imbalan apapun juga. Dikarenakan gedung TK sudah selesai dibangun
kemudian TK Pertiwi 30 pindah ke gedung baru.
       Tahun 2001 Ibu Suparti mengundurkan idri karena sudah lanjut usia,
diganti Ibu Sri Sumarsih, pada tahun 2005 mengangkat 2 orang guru yayasan
yaitu Ibu Supartini dan Jazimah. Pada tahun 2005, Ibu Sri Sumarsih diangkat
menjadi guru bantu pada TK Pertiwi 30 oleh Dinas Pendidikan Menengah dan
Non Formal. Kemudian tahun 2008 Ibu Sri Sumarsih diangkat CPNS yang
ditempatkan di TK Negeri Pembina Bantul.
       Sebagai panduan penyusunan Rencana Kegiatan TK Pertiwi 30
Gedongsari, mengacu pada kurikulum 2004 dan 2010 untuk itu disusunlah
visi dan misi TK Pertiwi 30 :
 VISI
   Bertaqwa, cerdas, terampil dan mandiri untuk memasuki Pendidikan
   Dasar.


 MISI
   1. Menumbuhkembangkan pengamalan agama dan budaya bangsa.
   2. Melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar dan Bimbingan secara
       efektif, sehingga setiap anak didik berkembang secara optimal.
   3. Mendorong setiap anak didik untuk mengenal potensi dirinya melalui
       Kegiatan Belajar Mengajar, sehingga dapat dikembangkan secara
       maksimal.
   4. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh
       warga Taman Kanak-kanak.




                                 21
    TUJUAN
       1. Membantu tumbuh kembang anak didik sejak dini.
       2. Membantu keluarga, masyarakat, pemerintah, dalam membimbing,
          mendidik, anak didik menuju kependidikan dasar.
       3. Turut serta mencerdaskan anak didik agar berguna bagi agama, nusa,
          bangsa dan negara.


2. Dalam penyajian data, analisis dilakukan dengan cara
   2.1 Observasi
       a) Ketika anak-anak diminta menggambar bebas sebagian banyak sudah
          senang dan kreatif, namun ada 1 atau 2 anak yang sangat sedih,
          bahkan menangis.
       b) Pendidik dengan penuh kesabaran tetap memberikan motivasi,
          bimbingan dalam menggambar bebas sampai anak yang menangis ikut
          bergabung bersama teman mengerjakan tugas menggambar.
       c) Sampai akhirnya semua anak mau mengerjakan tugas menggambar
          tanpa ada yang menangis.
   2.2 Wawancara dengan guru atau pendidik
       a) Di TK Pertiwi 30 anak-anak sangat antusias dengan kegiatan
          menggambar bebas yang disampaikan guru, karena hasilnya menarik
          dibanding dengan media yang lain.
       b) Materi pembelajaran disusun pendidik dengan mengacu pada RKH
          dan sesuai tema hari itu.
       c) Penilaian digunakan dengan berbagai cara yang mengacu pada
          kurikulum dan pedoman penilaian yang ada di TK.
   2.3 Wawancara langsung dengan Kepala Sekolah TK Pertiwi 30
       a) TK Pertiwi 30 mempunyai visi dan misi yaitu
          Visi       : Bertaqwa, cerdas, trampil dan mandiri untuk memasuki
                       jenjang Pendidikan Dasar.




                                      22
      Misi        :
                  -   Menumbuhkembangkan            pengamalan     agama    dan
                      budaya bangsa.
                  -   Melaksanakan       Kegiatan    Belajar     Mengajar   dan
                      Bimbingan secara efektif, sehingga setiap anak didik
                      berkembang secara optimal.
                  -   Mendorong setiap anak didik untuk mengenal potensi
                      dirinya melalui Kegiatan Belajar Mengajar, sehingga
                      dapat dikembangkan secara maksimal.
                  -   Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif
                      kepada seluruh warga Taman Kanak-kanak.
   b) TK Pertiwi 30 kedepannya mempunyai banyak program dalam
      mengembangkan semua aspek perkembangan anak.
2.4 Dokumentasi
   a) Data peserta didik di Pertiwi 30
   b) Catatan hasil observasi
   c) Foto kegiatan pembelajaran
   d) Data guru TK Pertiwi 30
   e) Struktur organisasi TK Pertiwi 30
   f) Visi dan Misi TK Pertiwi 30
   g) Denah Lokasi TK Pertiwi 30
   h) Jadwal Kegiatan TK Pertiwi 30
   i) RKH, RKM, Promes, Program Tahunan TK Pertiwi 30




                                 23
     Berikut Hasil Observasi Nilai Anak dalam Kegiatan Menggambar
                                     Tabel. 3
                                                         Penilaian
No            Nama Anak
                                                                   
 1   Ayu Prasetyaningrum                                                  √
 2   Dito                                                            √
 3   Lutfi                                                                √
 4   M. Sholeh                           √
 5   Reza Ega                                                        √
 6   Yogi Insan                                      √
 7   Febriyana                                                       √
 8   Danish                                                               √
 9   Galuh                                           √
10   Tifo Sari                                                            √
11   Lina Septian                                                    √
12   Natasya                                                              √
13   Faris Lukman                                                    √
14   Moreno                                          √
15   Lindu Aji                                                       √
16   Tomi Tabah                                                           √
17   Tatra Primahasa                                                 √
18   Yuliana                                         √
                Jumlah                   1           4               7    6


Keterangan :
            : Tidak mengerjakan tugas
           : Mengerjakan tugas belum selesai
          : Dapat mengerjakan tugas kurang rapi
 : Dapat mengerjakan tugas sampai selesai dan sangat rapi




                                         24
                                  Grafik
               Hasil Penilaian Kegiatan Menggambar Bebas



                                           1




                     6                          4




                                           7




Keterangan :
        : Tidak mengerjakan tugas
       : Mengerjakan tugas belum selesai
      : Dapat mengerjakan tugas kurang rapi
 : Dapat mengerjakan tugas sampai selesai dan sangat rapi




                                     25
B. Tabulasi Data
        Permasalahan
   No                    Observasi Guru         Wawancara             Dokumen
          Observasi
   1.   Perencanaan       Dalam               RKH sudah           Dalam
        Pembelajaran /     pembelajaran         dipersiapkan         rencana sudah
        RKH                guru telah           dan hari ini         sesuai tema
                           melakukan            tema alam            dengan
                           pembelajaran         semesta, sub         pelaksanaan
                           sesuai dengan        tema benda-          nya
                           RKH                  benda angkasa.      Dlam RKH
                          Sebelum             Rencana              tertulis alat
                           kegiatan RKH,        kegiatan :           peraga, tetapi
                           LKS, alat-alat       bersyair,            guru tidak ada
                           pembelajaran         menggambar           alat peraga.
                           sudah                bebas,
                           disiapkan            mencetak,
                          Alat-alat untuk      menghitung
                           menggambar,          gambar dan
                           mencetak juga        diakhiri dengan
                           sudah siap.          bercerita.
                          Tidak ada alat
                           peraga yang
                           tepat dan
                           menarik.
   2.   Pelaksanaan       Anak-anak           Sebelum             Dalam
        pembelajaran       berdoa               kegiatam belajar     dokumen visi
                           bersama-sama         anak-anak selalu     misi tertulis
                           sebelum              berdoa terlebih      anak mandiri,
                           pembelajaran         dahulu dipimpin      tetapi berdoa
                           dimulai,             guru, kadang         dipimpin guru




                                         26
     Permasalahan
No                  Observasi Guru           Wawancara            Dokumen
      Observasi
                      dipimpin oleh         anak-anak yang      Dalam RKH
                      guru.                 memimpin.            tertulis alat
                     Guru                 Saya selalu          peraga gambar
                      mengabsen             mengabsen anak       binatang,
                      anak dengan           dengan               tetapi guru
                      memanggil             memanggil satu       tidak ada alat
                      anak satu             persatu dan          peraga.
                      persatu               selalu              Dalam RKH
                     Sebelum               memberikan           tertulis
                      kegiatan              apersepsi            menggambar
                      bersyair guru         dengan berbagi       bebas benda-
                      mengajak              cerita, menyanyi     benda di langit
                      anak-anak             atau bercakap-       tetapi anak-
                      menyanyi lagu         cakap                anak
                      bintang kecil        Dalam                kebanyakan
                      dan dilanjutkan       menggambar           gambar
                      percakapan            saya                 pemandangan
                     Guru                  mengharapkan         dan disertai
                      memberikan            agar anak            benda-benda
                      pelajaran             belajar merasa       di langit.
                      bersyair              senang, punya       Dalam RKH
                      dengan                kreatif, motorik     tertulis
                      langkah-              halusnya             permainan
                      langkah               berkembang           warna dengan
                      - Bersama-            secara               tinta tetapi
                       sama baris           maksimal.            pelaksanaan
                       perbaris            Saya                 dengan
                      - Secara per          memberikan           kesumba




                                     27
     Permasalahan
No                  Observasi Guru           Wawancara          Dokumen
      Observasi
                       kelompok              kegiatan
                      - Secara satu          menggambar
                       persatu               bebas dengan
                     Guru                   krayon karena
                      memberikan             anak lebih suka,
                      kegiatan inti          lebih kreatif.
                      yaitu                 Kegiatan
                      - Menggambar           menggambar
                       dengan                dapat dilakukan
                       krayon                dengan cara
                      - Menghitung           mencoret-coret,
                       gambar                menggores,
                       bintang,              mewarna.
                       bulan dan            Menggambar
                       sebagainya            merupakan
                      - Permainan            kegiatan yang
                       warna.                naluriah
                                            Kegiatan
                                             menggambar
                                             dapat dijadikan
                                             anak sebagai
                                             alat bercerita,
                                             alat bermain,
                                             melatih
                                             keseimbangan
                                             dan dapat untuk
                                             mencurahkan
                                             perasaan.




                                      28
     Permasalahan
No                  Observasi Guru         Wawancara            Dokumen
       Observasi
                                         Kegiatan
                                          berhitung
                                          dengan gambar
                                          binatang, bulan,
                                          awan karena
                                          tema hari ini
                                          alam semesta
                                          dan sub tema
                                          benda angkasa
                                         Kelompok kami
                                          lebih suka
                                          permainan
                                          warna dengan
                                          finger painting
                                          tetapi hari
                                          kemarin sudah
                                          finger painting
                                          dan untuk hari
                                          ini permainan
                                          warna dengan
                                          mencetak
                                          gambar bulan
                                          dan bintang.
3.   Pelaksanaan     Guru               Di akhir            Dalam RKH
     evaluasi /       memberikan          kegiatan saya        tertulis judul/
     kegiatan         kegiatan            sering               cerita Meteor
     penutup          penutup             memberikan           Ajaib, nabum
                      dengan              kegiatan             yang




                                   29
     Permasalahan
No                  Observasi Guru          Wawancara             Dokumen
      Observasi
                      bercerita.           bercerita dengan      disampaikan
                     Memberikan           tujuan agar           guru bintang
                      evaluasi             anak-anak tidak       kejora
                      tentang              bosan.               Dalam RKH
                      kegiatan            Hasil karya           tertulis pesan-
                      keseharian tadi.     dalam                 pesan tetapi
                                           menggambar            guru tidak
                                           dan permainan         menyampai
                                           warna saya nilai      kan pesan-
                                           sesuai dengan         pesan
                                           pedoman
                                           penilaian yaitu
                                           yang tidak bisa
                                           , yang bisa
                                           tetapi kurang
                                           rapi , yang
                                           sudah bisa tetapi
                                           kurang kreatif
                                           , dan
                                           yang bisa tapi
                                           kreatif dan tepat
                                           waktu 
                                          Dalam
                                           memberikan
                                           penilaian saya
                                           juga mengacu
                                           pada
                                           perkembangan




                                   30
     Permasalahan
No                  Observasi Guru     Wawancara         Dokumen
      Observasi
                                       dan usia anak.
                                      Hal yang pokok
                                       dalam menilai
                                       gambar.
                                       - Dilihat sisi
                                         produk/
                                         hasilnya
                                       - Dilihat
                                         prosesnya
                                       - Dilihat dari
                                         keterkaitan
                                         bentuk yang
                                         mengungkap
                                         kan keadaan
                                         di sekitarnya




                               31
C. Analisis Kritis
   Diskripsi dan temuan-temuan
   Dari hasil penelitian dan observasi di TK Pertiwi 30 Gedongsari khususnya
   kegiatan menggambar ditemukan beberapa kesimpulan :
   1. Karena di TK Kelompok B dalam menyampaikan kegiatan menggambar tidak
       menggunakan alat peraga yang menarik, maka ditemukan beberapa anak yang
       masih mendapat kesulitan, malas mengikuti kegiatan, bahkan ada yang
       menangis.
   2. Kegiatan menggambar bagi anak yang kreatif menjadi suatu teman dalam
       bermain, anak menjadi senang dan dapat mengembangkan imajinasi yang ada
       dalam pikirannya.
   3. Kegiatan menggambar bagi anak dapat untuk melatih dan mencurahkan
       segala perasaan.
   4. Dari segi pengembangan motorik halusnya kegiatan menggambar dapat
       mengembangkan ketrampilan dan imajinasinya.
   Dari penemuan-penemuan di atas, kegiatan menggambar di TK Pertiwi 30
   Gedongsari jika dilihat dari teori-teori yang ada sudah mendekati sempurna,
   hanya yang perlu diperhatikan adalah guru dalam menggunakan alat peraga.
   Kegiatan menggambar bebas yang dilakukan anak-anak TK Pertiwi 30 khususnya
   Kelompok B sudah dapat mengembangkan motorik halusnya dan dapat
   menanamkan aspek-aspek perkembangan lainnya. Sesuai dengan pendapat Hajar
   Pamadi bahwa kegiatan menggambar merupakan kebiasaan yang dilakukan anak
   dengan menggerakkan tangan untuk mewujudkan sesuatu bentuk naluriah atau
   alami sehingga anak merasa senang dan bisa mengungkapkan perasaannya.




                                     32
                                      BAB V
                          KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan
   Dari tabulasi dan analisis dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu :
   a. TK Pertiwi 30 Gedongsari mempunyai program pengembangan seni yaitu
      menggambar dengan krayon untuk mengembangkan fisik motorik halus pada
      anak usia dini dan mengembangkan kreatif anak.
   b. Pengembangan kemampuan motorik halus dapat dicapai melalui kegiatan
      menggambar bebas, permainan warna dan kegiatan yang lainnya.
   c. Lingkungan kelas di TK Pertiwi 30 juga disiapkan sedemikian rupa sehingga
      dapat mendukung pencapaian kemampuan motorik halus khususnya kegiatan
      menggambar.


B. Saran-saran
   a. Pendidik hendaknya lebih memperhatikan anak yang kurang kreatif, kurang
      antusias dalam kegiatan menggambar, sehingga anak tersebut tidak merasa
      takut dan dapat menggambar seperti anak lainnya.
   b. Pendidik sebaiknya dalam kegiatan pembelajaran selalu menggunakan alat
      peraga untuk merangsang minat anak dalam mengikuti proses kegiatan
      pembelajaran.




                                         33
                              DAFTAR PUSTAKA


Hajar Pamadhi, Evan Suakrdi S. (2010). Seni Ketrampilan Anak. Jakarta : Universitas
       Terbuka.

Buku Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Seni di TK. Depdiknas Dirjen
      Manajemen Pendas dan Menengah. Direktorat Pembina TK dan SD. Jakarta
      (2007)

http://bidanku.com/indexphp? perkembangan motorik halus anak.

Saiful Hag, S.Pd. (2009). Menstimulasi Kecerdasan Anak dengan Menggambar.
       IGTKI-PGRI Bantul.

Widarmi D Wijana, dkk. (2010). Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta :
      Universitas Terbuka.




                                        34
35
KEGIATAN ANAK DALAM MENGGAMBAR BEBAS




 HASIL KARYA ANAK MENGGAMBAR BEBAS

                 36
FOTO TK PERTIWI 30 GEDONGSARI PANDAK




                 37
                            VISI, MISI DAN TUJUAN


VISI :
Bertaqwa, cerdas, terampil dan mandiri untuk memasuki jenjang Pendidikan Dasar.


MISI :
a. Menumbuhkan pengamalan agama, dan budaya bangsa sehingga menjadi sumber
   kearifan dalam bertindak.
b. Melaksanakan KBM dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap anak didik
   berkembang secara optimal.
c. Mendorong setiap anak didik untuk mengenal potensi dirinya melalu KBM
   sehingga dapat dikembangkan secara maksimal.
d. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif, kepada seluruh warga TK.


TUJUAN :
Menumbuhkembangkan anak didik sejak dini menuju kependidikandasar dan
mencerdaskan anak bangsa.




                                       38
                           DAFTAR ANAK DIDIK
                KELOMPOK B TK PERTIWI 30 GEDONGSARI


No                 Nama           Tempat, Tanggal Lahir   L   P
1.   Ayu Prasetyaningrum           Bantul, 20-03-2005         P
2.   Dito Oktaviandika             Bantul, 26-10-2005     L
3.   Lutfi Padli                   Bantul, 26-08-2005     L
4.   Muh. Sholeh                   Bantul, 31-11-2005     L
5.   Reza Ega P.                   Bantul, 01-06-2004     L
6.   Yogi Insan Wibowo             Bantul, 24-04-2005     L
7.   Febriana Maryanti             Bantul, 22-02-2006         P
8.   Danish Aqula B                Bantul, 09-08-2006         P
9.   Galuh M.                      Bantul, 09-09-2006         P
10. Tifo Sari Ramadha              Bantul, 17-10-2005         P
11. Lina Septian Kristi            Bantul, 06-09-2006         P
12. Natasya Florias                Bantul, 13-02-2007         P
13. Faris Lukman Hidayat           Bantul, 11-10-2006     L
14. Moreno Suryananda              Bantul, 03-03-2005     L
15. Lindu Aji Mei Basuki           Bantul, 25-05-2005     L
16. Tomi Tabah Swasono             Bantul, 29-10-2006     L
17. Tatra Primahasa P.             Bantul, 30-10-2006     L
18. Yulia Ika Pratiwi              Bantul, 04-07-2006         P




                                  39
                                DATA GURU
                       TK PERTIWI 30 GEDONGSARI


                                   Tgl
No             Nama / NIP                   Ijazah   Jabatan   Gol    Ket
                                  Lahir
1.   H. Ali Arifin, M.Pd         05-12-66    S2      Kepala    IV a   PNS
     NIP : 196612051987021001                          TK
2.   Supartini, A.Md             07-02-78    D3       Guru      -     GTY
     NIP : -
3.   Jazimah                     25-02-68   SPG-      Guru      -     GTY
     NIP : -                                 TK
4.   Giyana                      12-12-68   SMA      Penjaga    -     PTT
     NIP : -




                                    40
                   STRUKTUR ORGANISASI PENGURUS
                     TK PERTIWI 30 GEDONGSARI




                            KETUA

                       1. Hj. FATONAH
                       2. RUSTRI




      BENDAHARA                            SEKRETARIS

   1. Hj. DURONI                        1. SURATMI
   2. NURJANAH                          2. SAMIRAH




 SIE PENDIDIKAN           SIE SARANA            SIE HUMAS

1. SUPRIYATI           1. SIYAM            1. SUMIYATI
2. YUNI                2. SARJIYO          2. BONIDI




                                   41
                        PENGURUS DEWAN
                    TK PERTIWI 30 GEDONGSARI



                                KETUA
                        1. Ludi Hantoro, S.Pd.
                        2. Sariyanto




                            SEKRETARIS
                        1. Sri Rejeki
                        2. Sri Sumarsih, A.Ma




                            BENDAHARA
                        1. H, Temu PR. MM
                        2. Supartini, A.Md




  SIE PENDIDIKAN             SIE SARANA               SIE HUMAS
1. Marwanto, S.Pd       1. Dalyono               1. Giyono
2. Suharmiyatun         2. Paijan                2. Tri Winarsih




                                    42
                                          JADWAL PELAJARAN TK PERTIWI 30 PANDAK
                                                    Tahun Pelajaran 2011/2012


NO     JAM (WIB)              SENIN             SELASA              RABU              KAMIS                 JUM’AT               SABTU
1.     07.00 – 07.30          Upacara
2.     07.30 – 08.00    Keg. Pembukaan       Keg. Pembukaan   Keg. Pembukaan      Keg. Pembukaan         Keg. Pembukaan    Keg. Pembukaan
3.     08.00 – 08.30          Keg. Inti         Keg. Inti           Keg. Inti         Keg. Inti              Keg. Inti           Keg. Inti
4.     08.30 – 09.00          Keg. Inti         Keg. Inti           Keg. Inti         Keg. Inti              Keg. Inti           Keg. Inti
5.     09.00 – 09.30          Keg. Inti         Keg. Inti           Keg. Inti         Keg. Inti              Keg. Inti           Keg. Inti
6.     09.30 – 10.00                                                    Kegiatan Istirahat
7.     10.00 – 10.30        Keg. Penutup      Keg. Penutup     Keg. Penutup         Keg. Penutup          Keg. Penutup         Keg. Penutup
8.     10.30 – 11.00                                                    Kegiatan Istirahat
9.     11.00 – 11.30        Menggambar*          Tari*               TPA*                    -            Bhs. Inggris*          Renang*
10.    11.30 – 12.00        Menggambar*          Tari*               TPA*                    -            Bhs. Inggris*          Renang*


Keterangan :                                                                                      Pandak, 11 Juli 2011
*Kegiatan Ekstrakurikuler                                                                         Kepala TK Pertiwi 30 Pandak




                                                                                                  H. ALI ARIFIN, S.Pd
                                                                                                  NIP. 19661205 198702 1 001


                                                               43
                                                  RENCANA KEGIATAN HARIAN

                                            Kelompok              :B
                                            Semester / Minggu     : II (Dua) / M : 18
                                            Tema / Sub Tema       : Alam Semesta / Benda Ruang Angkasa
                                            Hari / Tanggal        : Selasa, 08 Mei 2012

                                                                           Alat / Sumber         Penilaian Perkembangan ANak
              Indikator                             Kegiatan
                                                                              Bahan            Alat           
                                         I. Kegiatan Alwal + 30 menit
                                          Salam
                                          Doa mau belajar
                                          Absen
                                          Apersepsi
 Bersyair yang bernafaskan agama.        PT Syair “Matahari             Buku kumpulan    Penugasan
  NAM : 4                                                                 syair.           - Kelancaran
                                         II. Kegiatan Inti + 60 menit
 Menggambar bebas dengan                 PT menggambar bebas            Buku gambar,     Hasil karya    Soleh   Yogi     Dito    Ayu, Lutfi,
                                                                                                                  Galih   Reza    Danis, Sari,
  berbagai media (kapur tulis, krayon,      dengan krayon.                pewarna/         - Kreatif              Reno    Febri   Tasya, Tomi
  arang, dll) dengan rapi. F : 24                                         krayon                                   Yuli    Lina
 Membilang (mengenal konsep              PT menghitung gambar           LKS              Penugasan                      Faris
                                                                                                                          Lindu
  bilangan dengan benda-benda)             bintang, bulan, matahari.      Pensil           - Kebenaran                    Tatra
  sampai 20. K : 34
 Permainan warna dengan berbagai         PT mencetak gambar benda-      Kertas           Hasil karya
  media. F : 38                            benda di langit.               Pelepah pisang   - Kerapian
                                                                          Tinta


                                                                   44
                                                                    Alat / Sumber         Penilaian Perkembangan ANak
            Indikator                          Kegiatan
                                                                       Bahan            Alat           
                                    III. Istilah + 30 menit
 Permainan warna dengan berbagai    Cuci tangan                   Makanan
  media. F : 38                      Berdoa                        Minuman
                                     Makan berkal
                                     Bermain bebas

                                    IV. Kegiatan Akhir + 30 menit
 Mendengarkan dan menceritakan      Bercerita : Meteori Ajaib     Buku cerita     Percakapan
  kembali cerita secara urut dan     Evaluasi                                      - Keaktifan
  bahas ayang jelas. B : 23          Doa mau pulang                                   berbicara
                                     Salam




                        Mengetahui                                                  Pandak, Mei 2012
                    Kepala TK Pertiwi 30                                               Guru Kelas




                   H. ALI ARIFIN, M.Pd.                                             SUPARTINI, A.Md
                 NIP. 19661205 198702 1 001




                                                              45

								
To top